NEWS

Slider

Ketua Fraksi PDI-Perjuangan: Muba Harus Tingkatkan SDM Bidang Pertambangan Oil dan Gas

MUBA.DS, – Dampingi Wakil Bupati Musi Banyuasin Beni Hernedi dalam kunjungannya di Perusahaan Petrotekno, Anggota DPRD Kabupaten Musi Banyuasin sekaligus Ketua Fraksi Partai PDI-Perjuangan Muhammad Yamin nilai Program ini akan sangat baik bagi Kabupaten Musi Banyuasin.

Hal itu dikatakannya saat mendampingi Kunjungan Wakil Bupati Musi Banyuasin, Jumat (28/02/2020) bertempat di Training Center, Ciloto Puncak Bogor Jawa Barat. Yang mana dalam Kesempatannya Anggota DPRD Muba yang juga selaku Ketua Fraksi Partai PDI-Perjuangan Muba ini mengatakan, Kabupaten Musi Banyuasin terkenal dengan Produksi Minyak dan Gas serta Batu Bara.

“Dengan adanya Kunjungan ke Perusahaan Petrotekno ini, diharapkan Kabupaten Musi Banyuasin dapat memiliki Sumber Daya Manusia (SDM) yang baik dan berkualitas dalam Pengelolahan Sumber Daya Alam yang melimpah baik itu Minyak Bumi maupun Gas Alam serta Batu Bara,” ucap Yamin.

Lebih lanjut, dan harus diakui juga Kabupaten Musi Banyuasin saat ini memiliki satu-satunya mulut tambang Migas terbesar di Sumatera Selatan yaitu Sakakemang yang berada di desa Tampang Baru, kecamatan Bayung Lencir, Kabupaten Musi Banyuasin.

“Dengan Demikian Peluang Kabupaten Musi Banyuasin untuk meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) cukup besar, hal itupun harus disokong dengan SDM unggul serta Fasilitas yang baik serta layak untuk dipergunakan, oleh sebab itu kita akan mendukung program-program yang dapat membantu Kabupaten ini agar dapat mengurangi angka-angka kemiskinan melalui Pemberdayaan SDM,” lanjut Yamin yang juga Ketua Komisi II DPRD Muba ini. (Hsm) 

BUPATI LAHAT GOWES SEPEDA SANTAI BERSAMA FORKOPIMDA DAN MASYARAKAT

LAHAT.DS,- Untuk memotivasi persiapan Kejuaraan Daerah Bersepeda  yang akan dilaksanakan pada hari Sabtu dan Minggu. Maka, hari ini Jum'at (28/02/2020), dilaksanakan parade bersepeda Bupati bersama Forkopimda, Kepala Dinas dan masyarakat Kabupaten Lahat. Bupati Lahat Cik Ujang,SH beserta rombongan bersepeda dengan rute start dari Pemda Lahat-depan SMA N 2 Lahat-Bandar Agung-Pasar Lama Lahat-Finish di Pemda Lahat.

Bupati Lahat Cik Ujang,SH dalam hal ini megungkapkan, rasa bangganya Kabupaten Lahat menjadi tuan rumah dalam Kejuaraan daerah Bersepeda yang di selenggarakan oleh ISSI. Dengan adanya para peserta yang datang di Kabupaten Lahat ini, disamping untuk memperkenalkan potensi Kabupaten Lahat akan tetapi juga diharapkan agar olahraga terus di galakan.

"Kami berharap dengan adanya kejuaraan daerah bersepeda ini dan Kabupaten Lahat sebagai tuan rumah akan semakin memajukan olahraga-olahraga di Kabupaten Lahat dan Lahat akan semakin Ber-Cahaya."tuturnya

Sementara Ketua KONI Kabupaten Lahat Ferly Sumarno,SE menambahkan, bahwa parade sepeda bersepeda yang dilaksanakan hari ini adalah suatu bentuk motivasi dan memeriahkan untuk pelaksanaan kejuaraan daerah bersepedaseri 1 ISSI Kabupaten Lahat  yang akan di mulai besok pagi.Di samping itu juga melalui parade bersepeda ini juga

"Alhamdulillah hari ini di laksanakan parade bersepeda bersama,tanpa olahraga kita tidak akan sehat.Ayo olahraga bersama-sama untuk masyarakat Kabupaten Lahat agar mempunyai badan dan pola pikir yang sehat."ajaknya.(HNI)

Bupati Ogan Ilir Perintahkan RSUD Segerah Berikan Pengobatan Kepada Keluarga Ibu Eli

INDRALAYA.DS, --- Bupati OI H.M. Ilyas Panji Alam SE, SH, MM diwakili Asisten I Setda OI Drs. H. Abdul Rahman Rosyidi, MM, MBA menyambut hangat kedatangan masyarakat yang ingin menyampaikan keluh kesah dalam Program Ngobrol Bareng Bupati OI (Ngopi OI). Jum'at (28/02/2020) Bertempat di Rumah Dinas Bupati KPT Tanjung Senai Indralaya.

Pada kesempatan ini, Ibu Eli Ramawati beserta anaknya asal Desa Tebedak II Kec. Payaraman yang ingin meminta bantuan pengobatan dirinya yang mengalami sakit Kanker Payudara.

Bupati OI melalui Asisten I Setda OI memerintahkan Pihak RSUD Ogan Ilir untuk segera membawa Ibu Eli ke RSUD Kabupaten Ogan Ilir menggunakan ambulan yang sudah standby di Rumah Dinas agar Ibu Eli langsung diberikan penangan medis. (Sumber Komimfo, San)

Pemkab Muba Bakal Siapkan Pusat Pelatihan Migas

MUBA, DS. - Kekayaan sumber daya alam serta minyak dan gas (migas) di Bumi Serasan Sekate tentu harus diimbangi dengan kemampuan yang baik dalam pengelolaannya agar tetap berkelanjutan.

Dalam kaitan ini Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin (Muba) dibawah kepemimpinan Bupati Muba Dodi Reza dan Wakil Bupati Muba Beni Hernedi akan memfasilitasi pelatihan sumber daya manusia (SDM) Muba untuk bisa memanfaatkan dan mengelola migas di Muba dengan baik dan benar serta berkelanjutan.

Hal ini terlihat dalam rangkaian Kunjungan Wakil Bupati Musi Banyuasin Beni Hernedi bersama jajaran SKK migas Sumsel serta beberapa Perusahaan Migas dari Muba saat memenuhi undangan dari Petrotekno Dalam Rangka Program Pengembangan SDM Migas dan Fasilitas Pelatihan
Petrotekno Technical School, Jumat (28/2/2020) di Training Center, Ciloto Puncak Bogor, Jawa Barat. 

"Nanti rencananya Pemkab Muba bakal mendatangkan pelatih profesional dari Petrotekno Technical School ke Muba untuk melatih SDM Muba," ungkap Beni. 

Tidak hanya itu, lanjut Beni, untuk jangka panjang dirinya juga menargetkan Muba nantinya juga akan memiliki fasilitas tempat pelatihan seperti Petrotekno Technical School.

"Ya, untuk jangka panjangnya tentunya harapan kita di Muba memiliki tempat pusat pelatihan khusus di bidang migas," harapnya.

Ia menambahkan, setelah kunjungan ini Pemkab Muba akan menyiapkan langkah untuk ke tahap MoU bersama Petrotekno.

"Dengan hadirnya tempat pelatihan tenaga kerja bidang Migas sampai dengan SDM ini juga menjawab yang dibutuhkan dalam bidang hilirisasi komoditas perkebunan di Muba," ulasnya.

Kemudian, hadirnya pusat pelatihan ini juga dalam rangka menciptakan SDM unggul di Muba dan sebagai  solusi atas problem minimnya tenaga lokal yang belum terserap di perusahaan di Muba yang sering beralasan tidak memiliki skill dan kompentensi di bidangnya serta seiring dengan implementasi Perda Muba yang mewajibkan perusahaan daerah setempat menyerap 70 persen SDM lokal.

"Belum lagi tahun 2020 ini adalah tahun penerapan dari kartu pra kerja di mana akan dilakukan pelatihan terhadap yang belum bekerja, dan tentunya Muba harus bersiap," tegas Beni.

Sementara itu, Direktur PT Petrotekno Hendra Pribadi mengaku sangat takjub dengan upaya Pemkab Muba yang sangat komitmen untuk meningkatkan kualitas SDM terutama yang berkecimpung di bidang migas.

"Kami menyambut baik rencana kerjasama ini, prinsipnya Petrotekno akan membuka pintu selebar-lebarnya untuk pelatihan bagi SDM Muba," ujarnya.

Dijelaskan, Petrotekno merupakan tempat pelatihan yang sudah mengantongi sertifikasi nasional dan internasional perihal pelatihan di bidang migas. "Dan lulusan dari Petrotekno ini tentu sudah siap kerja dan memiliki sertifikat," pungkasnya.(hsm/ril) 

4 RANMOR DI KANDANGKAN OLEH TIM TURJAWALI SAAT GELAR RAZIA RUTIN

INDRALAYA.DS, -- Kapolres Ogan Ilir AKBP.Imam Tarmudi,SIK,MH,Kasat Lantas AKP.Desy Ariyanti,SH,MH melalui Kanit Turjawali Ipda Agus Suparwanto,SH Kabupaten Ogan Ilir pada Jum'at 28/2.  Mengelar razia rutin di kawasan jalan Lintas Timur KM 36 Indralaya pada pukul 15.30 wib, razia rutin ini guna menekan angka pelanggaran diwilayah hukum Polres Ogan Ilir karena maraknya pencurian kendaraan bermotor serta yang tidak mematuhi peraturan berlalulintas seperti tidak menggunakan helm, tidak melengkapi administrasi kelengkapan surat kendaraan bermotor roda dua,roda empat dan Angkutan Umum lainnya seperti STNK,KIR, dan SIM dan bagi mobil tidak menggunakan sabuk pengaman semua untuk keselamatan dan menekan angka kecelakaan dan pelanggaran, ungkap Kanit Turjawali.

Apabila pengendara tidak memenuhi persyaratan mengendarai sepeda motor maupun kendaraan roda empat dan lebih akan kita tindak dengan cara menilang Kendaraan atau SIM,STNK yang berlaku.

Tentunya dengan razia rutin kita tetap menghimbau bagi pengendara roda dua dan pengemudi untuk disiplin dan mematuhi aturan berlalu lintas , apabila semua kelengkapan berkendara dipenuhi akan membuat nyaman bagi pengendara itu sendiri. Tutur Kasat Lantas Polres OI AKP.Desy A melalui Kanit Turjawali di Lokasi ketika diwawancarai media dutasumsel.com.

Dalam giat razia kali ini menurunkan 15 personil dan razia ini kita laksanakan dengan berpindah lokasi .Dan akan terus berjalan beberapa hari kedepannya sambungnya.  

Pada sore ini Jumat 28/2/2020 Berhasil menilang Kendaraan Roda Dua sebanyak 4 Ranmor, dan SIM sebanyak 14,STNK 9 yang terjaring pada Razia Rutin Jajaran Satuan Lalu Lintas Polres Ogan Ilir.(Red)

Bupati Lahat Hadiri Rapat Paripurna X Di Ruang Rapat Utama DPRD

LAHAT.DS,--- Dalam rangka membahas beberapa Raperda Kabupaten Lahat tahun 2020,  melalui Rapat Paripurna X bertempat di Ruang rapat utama DPRD Jumat 28/2. Pembukaan rapat ini dihadiri oleh Cik Ujang Bupati Lahat, Januarsha SH, MM Sekda Lahat, Ketua DPRD  Fitrizal Homizi ST, wakil ketua 1  Gaharu,  24 Anggota DPRD, Forkomindo, Kaban, Lurah.
Sidang dimulai mendengarkan hasil laporan pembahasan Fraksi, diawali dari fraksi Gerindra Nopran Marjani membacakan 9 poin salah satunya membahas perda   Orgen Tunggal, sempat terjadi riak kecik pada rapat kali ini dan  sidang sempat di skor 15 menit.

Dilanjutkan dengan laporan penyampaian dari  Pansus I  Wiwin Andaini SE membahas tentang Orgen Tunggal  dan hiburan lainnya, perizinan, pelanggaran, Sanksi bagi Owner Orgen Tunggal.

Dilanjutkan laporan dari Pansus II  Ismail Aripin DH memnyampaikan " Kejelasan hukum apa yang akan dicapai, pejabat pembuat aturan akan batal bila tidak berwenang. Harus benar memperhatikan perundangan, dapat dikaji efektifitas, hasil kegunaan, kejelasan rumusan harus sesuai sistematika yang jelaa, keterbukaan yang bersifat transparan dan terbuka. Agar penyusunan Perda harus menghetahui muatan perda singkat padat dan jelas. Harus sesuai perencanaan. Jadi pembentukan Perda Alat musik dan Raperda telah sesuai dengan perundangan yang berlaku, dan diharapkan masing- masing Fraksi.dapat memahami.

Penyampaian Pansus III oleh Sutrsa Imansyah SE. " melakukan kunker ke Dinas Pemberdayaan Perempuan DKI Jakarta, tujuannya menjadikan Kabupaten Lahat Layak Anak, karena anak adalah penerus bangsa  menjadikan anak yang bermartabat dan berkarakter.Kabupaten Lahat Layak anak sesuai dengan perundangan yang berlaku. Dan hendaknya Perda Kabupaten Layak Anak diperdakan segera dan OPD yang terkait hendaknya memperhatikan.

Penyampaian Pansus IV oleh Firiyanto SPdI menyampaikan "sarankan kepada fraksi- fraksi untuk mengambil keputusan Raperda segera di Perdakan." Sidang ini dibuka dan ditutup oleh Gaharu selaku wakil ketua1.( Nih)

Disinyalir Ada Lobi-lobian Di BPN Muba

MUBA.DS, - Program sertifikat gratis yang yang menjadi program unggulan presiden Jokowi ternyata masih jauh dari harapan masyarakat. Berdasarkan data BPN Pusat tahun.2019 tak kurang dari 11 ribu lembar sertifikat gratis sudah dibagikan kepada masyarakat. Namun jumlah tersebut belum mampu membendung animo masyarakat untuk mendapatkan legalitas atas tanah miliknya sekalipun harus mengeluarkan biaya yang cukup besar.

Kondisi tersebut membuka peluang sejumlah oknum dari berbagai kalangan untuk meraih keuntungan pribadi. Zona integritas yang bersih bebas korupsi,kolusi dan nepotisme sepertinya tinggal slogan.

Rumitnya mekanisme serta waktu yang cukup lama jika dilakukan sendiri saat pengurusan sertifikat membuat masyarakat enggan melaluinya. Jalan pintas, memanfaatkan oknum pegawai BPN yang sangat siap menyambut menjadi pilihan. Meski harus merogoh kocek hingga jutaan rupiah tak mengurangi animo masyarakat untuk mendapatkan sertifikat. 

Seperti terlihat setiap hari di Badan Pertanahan Nasional (BPN) Sekayu, puluhan atau bahkan ratusan berkas pengajuan permohonan pembuatan sertifikat masuk ke BPN. Uniknya, berkas berkas tersebut ditangani aparat pemerintahan desa atau bahkan kepala desa yang terlihat sudah hafal dengan 'lobang lobang' di BPN.

Praktek ini terlihat berjalan dengan mulus meski tidak ada data pasti kapan dimulainya praktek tersebut, namun diperkirakan sudah berjalan dalam rentang waktu yang cukup lama. Hal ini terlihat dari keakraban antara pihak yang mengantar dengan oknum BPN yang terlihat sumringah menerima tumpukan berkas tersebut.

Namun sepandai-pandainya menyimpan bangkai, cepat atau lambat aroma busuknya pasti tercium. Terbongkarnya praktek pembuatan sertifikat bernilai jutaan rupiah di BPN Sekayu berawal dari saat salah satu Kepala Seksi (Kasi) berinisial AN yang biasa menangani pasien sertifikat pindah tugas ke Palembang.

Saat pindah tugas, ternyata terdapat puluhan Persil permohonan pembuatan sertifikat yang sudah dibayar didepan molor dari waktu yang disepakati. Adalah warga Desa Mangsang, kecamatan Bayung Lincir yang mengungkap keresahan nya. 

Mereka minta bantuan sejumlah rekan media dan LSM untuk mengecek kepastian apakah mereka korban penipuan pembuatan sertifikat. Ada sekitar 60-an Persil yang diajukan serentak melalui oknum Kades berinisial J. Dari jumlah tersebut masih tersisa 44 Persil yang belum jadi sertifikat nya.

Penelusuran yang dilakukan media ini di BPN Sekayu tertuju pada seorang staff bernama AH. Namun sewaktu hendak menemui AH awak media disambut SY yang ternyata adalah Wakil Kepala BPN.

SY tak menampik tentang adanya praktek tersebut, namun ia meminta agar awak media tidak mengangkat berita tentang hal itu dengan dalih nama baik BPN. Dan ia menjanjikan menjanjikan akan membagi sejumlah uang yang dikoordinir oleh J.

Disamping itu, ia juga menyatakan akan mempertemukan awak media dengan seorang oknum pimpinan media yang menurut dia ikut berperan. Awak media yang merasa penasaran menuruti apa yang disarankan SY. Namun sampai pada waktu yang ditentukan, saat awak mendatangi kantor BPN, SY mengatakan dana yang disediakan sudah diambil oleh oknum pimpinan media tersebut bersama rekannya.

" Mereka potong kompas, semua dana yang dialokasikan sudah diambil nya. Ia datang bersama seorang pengurus salah satu organisasi wartawan di Muba saat itu pertemuannya di Palembang. Hubungi saja mereka, pasti dikasih lah dananya cukup banyak kok," kata SY sembari memberikan nomor hp oknum yang disebutnya sebagai pengurus organisasi wartawan di Muba.

Berdasarkan petunjuk no hp tersebut akhir awak media berhasil menemui oknum yang disebut pengurus organisasi wartawan tersebut bersama rekannya yang ternyata pimpinan redaksi salah satu media online di Palembang.

" Oh kakak rupanya, janganlah minta uang ini. Inikan uang kami hasil karya kami, kami tak pernah ganggu urusan orang," kata dia tanpa basa-basi.

Selesai dia berbicara awak media langsung menyatakan bahwa dia salah persepsi. Karena maksud kedatangan awak media tidak meminta uang pada mereka, namun hanya ingin tahu siapa orang yang dimaksud oleh SY oknum wakil kepala BPN Sekayu.

" Maaf anda salah sangka, saya hanya ingin memastikan siapa orang yang menurut SY telah menerima uang dari hasil pembuatan sertifikat warga desa Mangsang," kata awak media ini sembari berlalu. (tim) 

Jadi Pembicara Lestari Talk, Beni Paparkan Pendekatan Ekonomi Lestari

MUBA.DS, -- Lingkar Temu Kabupaten Lestari (LTKL) bekerjasama dengan Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) menyelenggarakan Lestari Talk 2020 bertajuk “Unboxing Ekonomi Lestari”, untuk mengemukakan konsep Ekonomi Lestari yang menjadi salah satu inovasi bagi daerah guna menyerap dan menciptakan iklim investasi berkualitas.

Lestari Talk menghadirkan lebih dari 20 pembicara yang dibagi dalam empat sesi dengan tema “Rise & Fund”, “Brace for The New Epic Battle”, “In Data We Trust”, dan “Move More People.” Para pembicara terdiri dari pihak pemerintah, swasta, lembaga non-profit, dan gerakan masyarakat. Acara berlangsung di Auditorium BKPM Jakarta, Kamis (27/2/2020).

Berdasarkan identifikasi BKPM, peluang investasi berkualitas banyak ditemukan melalui pemanfaatan sumber daya alam Indonesia secara optimal dan mengintegrasikan faktor pendukung seperti infrastruktur, pendidikan, dan kesehatan untuk meningkatkan kapasitas SDM Indonesia.

“Pendekatan Ekonomi Lestari sangat mungkin dilakukan. Para anggota LTKL sudah memulai hal tersebut dengan menyiapkan ‘amunisi’ untuk menuju ke sana melalui program-program yang dirancang bersama. Program yang dirancang disesuaikan berdasarkan keunggulan daerah masing-masing Kabupaten Lestari. Semua dibungkus jadi satu paket, dari hulu ke hilir,” ujar Beni Hernedi, Wakil Bupati Musi Banyuasin yang juga Ketua Bidang Komunikasi dan Informasi LTKL.

Program-program yang dirancang oleh LTKL berfokus pada peningkatan daya saing daerah. Lima cakupan program LTKL tersebut adalah (i) Bisnis dan Investasi Lestari untuk menyiapkan kabupaten menyusun portofolio komoditas dan secara aktif menjemput investasi ke daerah, (ii) Inovasi Masyarakat untuk peningkatan pelibatan masyarakat lokal dalam visi hijau kabupaten, (iii) Kebijakan  dan Perencanaan untuk memetakan kebijakan yang berpotensi mendatangkan insentif dari kerangka nasional, (iv) Pemantauan dan Pelaporan untuk menghasilkan produk laporan daya saing daerah, dan (v) Komunikasi untuk mempromosikan inisiatif keberlanjutan yang dilakukan kabupaten. 

“Saat ini prioritas utama BKPM adalah investasi berkualitas pada sektor ekonomi produktif dan jangka panjang, dengan ciri-ciri utama kemitraan dengan pengusaha lokal dan memberikan nilai tambah (value-added) bagi perekonomian,” jelas Indra Darmawan, Direktur Fasilitasi Promosi Daerah BKPM.

Desain awal Ekonomi Lestari adalah menyeimbangkan aspek lingkungan, sosial, dan ekonomi dalam kebijakan, perencanaan, dan program-programnya dengan tujuan konkret untuk (i) meningkatkan PDB dan efisiensi anggaran kabupaten, (ii) mengurangi kemiskinan dan pengangguran serta (iii) bergerak menuju nol deforestasi dan degradasi hutan & gambut. Hal tersebut sejalan dengan narasi nasional yang digaungkan Presiden, yaitu menitikberatkan peningkatan daya saing daerah melalui kemudahan investasi, peningkatan kapasitas perdagangan, dan reformasi birokrasi.

Sekretariat LTKL, Gita Syahrani menyampaikan bahwa LTKL adalah forum kolaborasi yang dibentuk dan dikelola oleh pemerintah kabupaten untuk mewujudkan pembangunan berkelanjutan. LTKL dibentuk oleh 8 pemerintah kabupaten di bulan Juli 2017. Sampai dengan Februari 2019, LTKL memiliki 11 kabupaten anggota di 8 provinsi Indonesia dan  bekerja berdampingan dengan Asosiasi Pemerintah Kabupaten seluruh Indonesia (APKASI), serta 10 jejaring mitra. 

"Melalui LTKL, arah pembangunan kabupaten didukung untuk mampu menyeimbangkan aspek ekonomi, sosial, dan lingkungan melalui gotong royong seluruh pemangku kepentingan, baik di dalam kabupaten maupun antara kabupaten anggota. Sebagai suatu forum, LTKL berupaya juga untuk menjembatani dukungan bagi kabupaten untuk mewujudkan pembangunan berkelanjutan dari jejaring mitra pembangunan nasional dan global, termasuk masyarakat sipil, akademisi, dan swasta. Info lengkap mengenai program LTKL bisa dilihat di www.kabupatenlestari.org,"bebernya.(Hsm/ril) 

Jajaran Sat Res Narkoba Polres Lahat Ringkus Pengedar Narkoba

LAHAT.DS,--- Jajaran Satres Narkoba Polres Lahat, semakin garang dalam membrantas peredaran Narkotika di Bumi Seganti
Setungguan. Hal ini terbukti semenjak  AKP Bobby Eltarik SH, MH menjabat Kasat Narkoba kinerjanya dalam hal penangkapan pemakai dan pengguna  terus dilakukan hampir setiap harinya.

26 Februari 2020 adalah hari naas bagi Nopika  bin Ismadi  30 tahun seorang pegawai Swasta harus berurusan dengan pihak berwajib menjadi pengedar shabu- shabu dan   Ganja      : -  1 (4 (empat)  paket kecil serbuk kristal putih terbungkus plastik klip bening diduga narkotika jenis sabu dengan berat kotor 0.64 gram

Berdasarkan info dari masyarakat bahwa adanya transaksi Narkotika di tkp tersebut. setelah dilakukan lidik dan sasaran tempat dan orang diketahui. Selanjutnya pada hari Rabu tanggal 26 Februari 2020 sekira jam 16.30 Wib diamankan terduga pelaku an NOPIKA tertangkap tangan di Desa Karang Anyar kec. Lahat Selatan Kab. Lahat kemudian saat di lakukan pemeriksaan terhadap terduga pelaku didapatkan  1 (satu) gumpalan kertas timah rokok di dalam kantor celana sebelah kiri depan yang di dalamnya berisi 4 (empat) paket kecil serbuk kristal putih terbungkus plastik klip transparan di duga narkotika jenis sabu. Di akui oleh tersangka barang bukti tersebut adalah miliknya.
Selanjutnya terduga pelaku berikut barang bukti  dibawa ke Polres Lahat untuk diperiksa lebih lanjut. NIH

Muba Luncurkan Program Percepatan Gerakan Pencegahan Stunting

#Bupati Targetkan 2022 Stunting Tidak Ada Lagi di Muba#

MUBA.DS, - Dr H Dodi Reza Alex Noerdin Bupati Kabupaten Musi Banyuasin sangat serius, dan komitmen dalam menangani stunting (kurang gizi) pada anak-anak di Bumi yang berjuluk Serasan Sekate.

Salah satu bentuk keseriusannya yaitu  meluncurkan program percepatan gerakan penanganan stunting. Bahkan, program ini juga menjadi program prioritas Bupati Dr H Dodi Reza Alex Noerdin dan Wakil Bupati Muba Beni Hernedi. 

Hal ini disampaikan langsung oleh Sekda Muba Drs H Apriyadi, MSi, saat mewakili Bupati Muba Dr H Dodi Reza Alex Noerdin melaunching program percepatan gerakan  penanganan stunting dan sekaligus membuka seminar kesehatan, Kamis (27/02/2020) di Opproom Pemkab Muba.

Tampak hadir langsung Staf Ahli Bidang Hubungan Antar Lembaga Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Republik Indonesia Dr Suprapedi M Eng, Segenab Forkopimda, OPD Muba, Para Camat, Para Kades se-kabupaten Muba.

Kepala Dinas PMD H Richard Cahyadi, AP MSi dalam laporannya menyampaikan pelaksanaan berdasarkan dengan Permendes PDTT RI nomor 11 tahun 2019 tentang penggunaan dana desa tahun 2020, dan Peraturan Bupati Muba Nomor 2 tahun 2020 tentang petunjuk teknis kegiatan dana desa yang bersumber dari APBN tahun 2020 di Kabupaten Muba.

"Kegiatan ini diadakan dengan tujuan untuk meningkatkan peran lintas program dan lintas sektor dalam Pencegahan dan penurunan balita kurang gizi terutama masalah stunting di Muba,"ungkapnya.

Sementara itu dalam sambutannya Sekretaris Daerah Kabupaten Musi Banyuasin, Drs H Apriyadi MSi  mengatakan bahwa program inovatif
tersebut, merupakan salah satu bentuk perhatian dan kepedulian pemerintah terhadap masyarakat kabupaten Muba.

"Program Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin launching yang kita lakukan hari ini, dalam rangka pencegahan program stunting di Kabupaten Musi Banyuasin,"jelasnya.

Oleh sebab itu, dikatakan Dia pencegahan 
Stunting harus semakin dipercepat agar kualitas kesehatan masyarakat Muba semakin baik. 

"Kami sangat mengapresiasi kegiatan ini, dimana Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (DPMD) Muba yang telah bekerjasama dengan semua pihak. Dan kami mengucapkan terima kasih karena juga telah berpartisipasi mendukung  program pemerintah,"terangnya.

Dikatakannya, untuk pencegahan masalah stunting tersebut Bupati Dodi telah mengalokasi dana desa sebesar 13 miliar. Sehingga, lanjut Apriyadi, target kita di tahun 2022  permasalahan stunting tidak ada lagi di Muba.

‘’Saya harap program percepatan pencegahan stunting ini didukung sepenuhnya oleh OPD dan semua camat serta elemen masyarakat lainnya, demi untuk masa depan generasi Kabupaten Muba mendatang,"katanya.

Senada, Staf Ahli Bidang Hubungan Antar Lembaga Dr Suprapedi MEng dalam sambutannya mengapresiasi program Bupati Muba yang telah mengaloksi dana desa sebasar 13 miliar tersebut untuk mengatasi stunting di Muba.

Menurutnya, dana yang dialokasikan oleh Bupati Muba tersebut sangat besar dibandingkan dengan daerah lain.  "Stunting ini bukan hanya permasalahan daerah saja tapi sudah menjadi nasional. Program yang dilakukan oleh pemerintah Musi Banyuasin pertama dengan kebijakan Dana Desanya. Kami sangat apresiasi kepada Bupati Muba,"ungkapnya.

Dikatakan, stunting adalah kondisi gagal tumbuh pada anak balita akibat kekurangan gizi kronis, sehingga anak terlalu pendek pada usianya. 

Kekurangan gizi terjadi sejak bayi dalam kandungan dan pada masa awal setelah bayi lahir, tetapi kondisi stunting baru nampak setelah bayi berusia dua tahun tersebut bukan hanya tanggung jawab pemerintah saja tapi merupakan tanggung jawab kita bersama.

"Strategi nasional dalam menurunkan stunting dilakukan dengan intervensi gizi spesifik atau langsung menyasar anak yakni untuk anak dalam 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK). Upaya yang dilakukan di antaranya pemberian obat atau makanan untuk ibu hamil atau bayi berusia 0 sampai 23 bulan,"pungkasnya.(hsm/ril)