NEWS

Slider
Tampilkan postingan dengan label Kriminal Nasional. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kriminal Nasional. Tampilkan semua postingan

Puluhan Masyarakat Desa Gradak DPMD Kabupaten Muba Lantaran Diduga BLT DD Desa Piase, Di Sunat Oknum Kades

MUBA,DS. -- Puluhan warga Talang Piase kecamatan Lawang Wetan Kabupaten Musi Banyuasin Provinsi Sumsel Samperi kantor Dinas PMD Kabupaten Muba ( 29/05/20), perwakilan warga ini di terima oleh Kepala Dinas PMD Richard Chahyadi AP.MSi, yang di  Wakili Kabid Kelembagaan Masyarakat Desa Ali Bana di ruang rapat dinas PMD Muba.

Sebanyak 5 perwakilan warga Talang Piase di ruang rapat dinas PMD mempertayakan berapa jumblah KK penerima Bantuan Langsung Tunai (BLT) Dana Desa tahun 2020 di desa meraka.

Sebelumnya warga ini terkejut setelah kedatangan Sekda Muba Drs Apriadi dan Kadis PMD Rhicard Chahyadi pada kamis ( 28/05/20) saat penyerahan simbolis BLT oleh Sekda Muba, di saat penyampaian Sekda Jumblah penerima BLT, DD warga terkejut yang menyebutkan penerima sebanyak 144 KK , sedangkan yang di bagikan kepada warga di perkirakan 107 KK, makanya perwakilan warga ini mempertanyakan dan datang langsung ke kantor dinas PMD.

Menurut sala- satu warga di ruang rapat mengatakan di karenakan di ketahui jumblah penerima BLT, DD tahun 2020 sebanyak 144 KK, maka warga mempertanyakan kepada kades Talang Piase data yang sebenarnya, namun kades tidak mau memberikan keterangan dan kades tidak transparan. Karena di tanya langsung kepada kades maka warga yang mempertanyakan itu oleh kades keesokan harinya di berikan BLT , DD  sebesar Rp 1.200.000, untuk tahap satu dan tahap dua sebanyak 12 orang.

Yang lebih miris lagi kades di duga memalsukan tanda tangan anggota BPD, di mana sala-satu anggota BPD mengaku tidak pernah di ajak rapat , ternyata di rapat musyawarah desa khusus  tentang rapat penerima BLT, ternyata namanya ikut hadir di absen dan di tanda tangani. Saat di tanya awak media anggota BPD ini mengatakan tidak pernah di ikut sertakan dalam rapat dan tanda tangan itu saya tidak menanda tangani," ungkapnya.

Dalam permasalahan BLT , DD Talang Piase kepala dinas PMD mengatakan akan segera menurunkan tim untuk menanggapi pengaduan masyarakat tersebut dengan langsung terjun kelapangan dan akan bertemu langsung dengan penerima manfaat BLT DD th.2020 yg sudah di Sk kan berdasarkan hasil musyawarah khusus desa apakah benar jumlah penerimanya 144 KK atau 107 KK sesuai pengaduan masyarakat tersebut jika ternyata terdapat menyimpangan maka kita akan memproses sesuai ketentuan yg ada sehingga hal ini tdk terulang kembali didesa desa lain," ungkap Rhicard.(tim) 

Wiranto Di Tusuk Orang Tak Di Kenal Saat Mau Pulang Ke Jakarta

Dutasumsel.com.Banten, – Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) ditusuk orang tak dikenal, Kamis (10/10) sekitar pukul 11.30 WIB. Pelaku diduga beraksi seorang diri.

Sebelum kejadian yang mengejutkan itu, pelaku terlihat bersama istrinya di kawasan Pandeglang, Banten.

“Pelaku melakukan sendiri, tapi pada saat sebelum kejadian dia bersama istrinya,” kata Kabid Humas Polda Banten, Kombes Edi Sumardi.

Pelaku bersama istri telah ditangkap oleh polisi. Apa peran istrinya belum diketahui karena masih dalam penyelidikan.

Peristiwa terjadi ketika Wiranto hendak pulang ke Jakarta usai menghadiri acara peresmian Gedung Kuliah Bersama di Universitas Mathla’ul Anwar di Kampung Cikaliung, Desa Sindanghayu, Kecamatan Saketi.

Wiranto yang baru keluar dari mobil tiba-tiba ditusuk orang tidak dikenal dari arah samping kiri mobil.

Informasi yang diperoleh menyebutkan, Wiranto oleh petugas pengamanan langsung dilarikan ke RSUD Berkah Pandeglang untuk mendapatkan pertolongan medis.

Wiranto di RSUD Berkah Pandeglang, Wiranto dirawat di Ruang Unit Gawat Darurat. Selain tim medis, terlihat Bupati Pandeglang Irna Narulita memasuki ruangan. 

Pewarta : Tim Sumber Duta

Polisi: Tak Hanya Pasok Bom Molotov, Oknum Dosen IPB Juga Penyandang Dana

Dutasumsel.com.JAKARTA, -- Polisi terus mendalami keterangan dari oknum dosen Institut Pertanian Bogor (IPB) berinisial AB, tersangka pemasok bom molotov untuk aksi mujahid 212. Fakta baru pun terungkap.

Selain pemasok, AB juga seorang donatur. Dia mengalirkan dana ke sejumlah orang yang direkrut.

AB sendiri telah merekrut pelaku lain berinisial S alias Laode, untuk memproduksi bom molotov. Selain itu, pelaku lain juga direkrut berinisial OS dengan tugas mencari dana untuk eksekutor di lapangan.

"Contohnya, S alias Laode didatangkan langsung dari Ambon. Dan dibiayain langsung oleh AB untuk datang ke Jakarta," kata Karopenmas Divisi Humas Polri, Brigjen Pol Dedi Prasetyo di Mabes Polri, Rabu (2/10/2019).

Dedi juga menyebut jenis bom yang disita. Ternyata bukan hanya bom molotov. Pihaknya juga menemukan bom ikan dengan daya ledak hebat.

"Bom ikan ini ada paku di dalamnya. Jadi kalau meledak terus kena manusia bisa fatal. Kalau sasarannya properti atau fasilitas publik bisa merusak," ujar dia.

Gagalkan Pelantikan Presiden

Hingga kini, AB masih diperiksa di Polda Metro Jaya. Sejauh ini, diketahui motifnya ingin menggagalkan pelantikan DPR/MPR dan Presiden.

"ini masih berproses. Dalam setiap demo buntutnya kerusuhan. Buntunya, impact turunannya menggangu pelantikan DPR/MPR  kemarin. Kalau tidak dilakukan penegakan hukum dia (AB) akan mengulangi perbuatannya dengan melempar bom, jatuh korban baik aparat maupun masyarakat," tutup dia.

Sumber berita di langsir dari Liputan6.com

Kapolresbanyuasin.gelar release.kasus.narkoba dan curanmor

Dutasumsel.com.BANYUASIN, -- Dutas Kegiatan Press Release polres Banyuasin Berhasil mengungkap kasus 6 kejahatan Besar di Wilayah Banyuasin,
Yaitu antarnya, BBM Ilegal, Karhutla, Perjudian, Curanmor, Narkoba jenis ganja dan peredaran daging babi yang dijual kerumah makan. Langsung di pimpin Koplres Banyuasin AKBP Danny Sianipar, yang bertempat di depan kantor Polres Banyuasin Kabupaten Banyuasin, Selasa (24/09/2019).
Menurut Kapolres Danny Sianipar bahwa BBM Ilegal berasal dari Musi Banyuasin dengan 13 orang pelaku yang diangkut 7 truk terjaring di jalan Lintas Timur Palembang Betung KM.42.

Selanjutnya, dalam sepekan yang lalu, 4 pelaku yakni Maulana, Sugianto, M Karta dan Mansur ditangkap polisi lantaran membakar hutan dan lahan di wilayah Banyuasin.

Didampingi Kasatreskrim AKP Wahyu Maduransya Putra, Sik dan Kasatnarkoba Liswan Nurhafis, ia juga ungkap kasus perjudian jenis erek-erek didapati tiga tersangka yang diamankan adalah Kosim, Ruslan dan Doni Adrian di Desa Sri Kecamatan Muara Telang.

Selain itu menangkap 5 pelaku curanmor yakni Hb, AN, AR, OC dan ZR dengan barang bukti 5 unit motor. “Pelaku dijerat Pasal 363 KUHP diancam 12 tahun penjara,”terang Kapolres.

kasus yang sempat viral dimasyarakat beredar daging babi yang dijual tempat usaha wilayah Pangakalan Balai dan Betung dalam beberapa hari ini, Ternyata dua pelaku yakni D Alias L dan F yang melakukan penipuan menyatakan jual daging rusa diketahui daging babi seberat 24 Kg. Ungkapnya

Seperti diketahui pelaku jual daging babi kepada E. Kemudian E jual daging haram itu ke sejumlah tempat rumah makan. Saat itu, E pesan kembali 40 Kg lalu ketangkap di Kelurahan Pangkalan Balai. Katanya.

Ditambahkan Kasatnarkoba AKP Liswan Nurhafis, pihaknya juga menangkap tersangka kurir narkoba yakni Heru Susanto yang mengantar pesanan dari Agus Santoso di Lapas Kelas 1 Surabaya. Barang bukti berhasil disita 13 kg ganja dijalan Palembang-Jambi tepatnya rumah makan Musi Indah.jelasnya.

“Tersangka Heru Santoso dijerat Pasal 114 ayat 2 Subsider Pasal 111 ayat 2 Jo Pasal 132 UU RI No.35 tahun 2009. Dengan ancaman hukuman penjara paling singkat 6 tahun dan paling lama 20 tahun penjara,”pungkasnya.

Pewarta : Dodi
Redaksi.www.dutasumsel.com

SANTI DI BUNUH SUAMINYA SENDIRI LANTARAN NGAK MAU DI AJAK KEPASAR

Dutasumsel.com.INDRALAYA, -- Kembali terjadi pembunuhan di bumi caramu  Seguguk, Suami bunuh Istri pada hari rabu (4/9)sekira jam 09.30 wib dirumahnya sendiri di Desa Lubuk Sakti Dusun II Kecamatan Indralaya Kabupaten Ogan Ilir.
Tersangka Evid Bin Awi (48) dagang dengan alamat Desa Lubuk Sakti Dusun II Kecamatan Indralaya,sang pembunuh istrinya korban Santi Binti Mirza(40) ibu rumah tangga dengan alamat yang sama Desa Lubuk Sakti Dusun II Kecamatan Indralaya.
Kapolsek Indralaya AKP. Bambang Julianto saat dikonfirmasi kritissumsel diruang kerjanya Rabu(4/9)mengatakan, tadi sekitar jam 10.30 wib kita mendapat laporan dari masyarakat ada kejadian suami yang menganiaya istrinya."ucapnya"

Lanjutnya menjelaskan, kemudian istrinya dibawakan ke puskesmas indralaya,selanjutnya kita menindaklanjuti laporan tersebut dengan melakukan pengecekan ternyata benar korban istri dari pelaku ini ada di Puskesmas dan dalam keadaan sudah meninggal dunia. Kemudian kita langsung bergerak cepat dan untuk tersangka berhasil kita amankan, kemudian kita langsung olah TKP dalam hal ini mencari barang bukti alat yang digunakan pelaku suami korban kemudian menyisir semua TKP.
Dan TKP-nya berada dirumahnya sendiri di desa lubuk sakti dari hasil olah TKP kita menemukan barang bukti yang digunakan pelaku berupa satu buah besi linggis yang diduga digunakan pelaku untuk menganiaya korban(istrinya) hingga menyebabkan korban meninggal dunia.

Hasil sementara yang kita dapat luka di bagian kepala sebelah kanan kemudian luka lebam diseputaran leher. Untuk luka lebam itu diduga akibat pukulan benda tumpul dalam hal ini besi linggis tersebut namun ada luka robek dikepala itupun diduga dari pukulan benda tumpul besi linggis. Untuk sementara pengakuan dari tersangka motifnya cemburu dimana dikorbankan ini dituduh oleh suaminya selingkuh dengan laki laki lain. Namun itu tetap dalam proses penyelidikan kita dan kita akan dalami apa motif sebenarnya pelaku melakukan hal tersebut, sementara untuk pelaku sendiri masih dalam keadaan shock yang jelas kita akan melakukan pemeriksaan terhadap pelaku dan sudah kita amankan di Mapolsek Indralaya."ungkap Kapolsek"

Adapun kronologisnya,sekira pukul 09.30 wib pelaku bersama korban tersebut cek cok mulut yg berawal dari pelaku Evid suami  korban yang hendak mengajak korban Santi(istri) pelaku pergi berjualan di Pasar Indralaya,  namun korban pada saat itu menolak untuk pergi dengan alasan " siang bae kito pegi "saut korban ( istri pelaku).  Dari situlah pertengkaran mulut antara pelaku dan korban. Selanjutnya pelaku pergi kebawah untuk menghidupkan mobil yg rencananya akan mengajak korban pergi ke pasar.

Pada saat di dalam mobil pelaku Mengambil besi linggis dan besi tersebut dibawa pelaku ke atas rumah,  dan kembali mengajak korban untuk pergi kepasar, namun korban masih terus teriak teriak tidak mau kepasar dan akhirnya pelaku langsung memukul korban yang sedang duduk di atas kursi ruang tamu sebanyak tiga kali mengarah ke leher, kepala dan bahu, lalu pelaku pergi meninggalkan korban.

Diduga kejadian Pembunuhan  tersebut dilatar belakangi cemburu yg menurut keterangan suami ( pelaku)  istrinya selingkuh. Dan korban meninggal di TKP

Setelah pelaku melakukan pembunahan terhadap korban ( istrinya)  pelaku langsung menyerahkan diri kepolsek Indralaya dan menjelaskan mengakui telah melakukan pembunuhan terhadap istrinya.

Adapun barang buktinya :
Satu buah besi linggis warna coklat dengan panjang 50 cm
Untuk sementara pelaku tindak pidana pembunuhan dikenakan pasal 338 KUHP.

Pewarta : H. Afriyadi,Lc

Bajing Loncat Yang Terekam Di Salah Satu Akun Yautube Bikin Gusar

Dutasumsel.com.INDRALAYA, - Kapolres Ogan Ilir AKBP. Gazali Ahmad SIK,MH sangat Geram dengan adanya Aksi kawanan bajing loncat yang sangat meresahkan para sopir yang membawa muatan serperti Expedisi, karena sekarang kawanan penjahat tersebut mulai beraksi di jalan lintas daerah, seperti di Kawasan Antara Jalan Lurus ke Arah Palembang dan Indralaya.

Dan baru-baru ini,ada  ungahan video bajing loncat yang sedang beraksi pun viral di media sosial,salah satu akun Intagram di Yautube, yang mengunggah Vidio Bajing Loncat yang lagi beraksi di jalan, dekat Rumah Makan Adem Ayem Indralaya Utara.

Dan rekaman video tersebut menjadi piral di medsos,terlihat kawanan bajing loncat nekat menjarah beras dari sebuah mobil boks yang sedang melaju.


Para kawanan Bajing Loncat tersebut mengendarai motor berboncengan, lalu mendekati pintu belakang mobil box tersebut.

Setelah pintu berhasil dibuka, kawanan ini langsung menurunkan kardus, belum diketahui apa isinya, sedangkan Pada video sebenarnya terlihat beberapa pengendara motor lain di belakang mobil box tersebut, namun sangat disayangkan para pengendara sepeda motor lainnya tidak ada yang berani untuk memberitahukan kepada pengendara mobil box tersebut.

Kapolres sangat menyayangkan para pengendara motor yang mengetahui adanya Bajing Loncat tersebut tidak melapor kepada petugas terdekat,atau memberitahukan kepada sopir pembawa mobil box tersebut agar kita bisa menangkap para pelaku bajing loncat yang meresahkan masyarakat.
Dan sejauh ini Polres Ogan Ilir belum menerima adanya pengaduan dari Para Pengemudi, pemilik Barang yang sudah di rugikan belum ada yang melapor.

Kapolres Ogan Ilir akan menindak tegas pelaku Bajing loncat yang meresahkan dan akan memantau secara langsung tempat - tempat yang di sinyalir ada bajing loncat di wilayah hukum Polres Ogan Ilir, dan meningkatkan KKYD di wilayah Hukum Polres OI imbuh Kapolres, saat di hubungi  dutasumsel.comselasa 30 Juli 2019.

Pewarta : Sanditya
www.dutasumsel.com30719

JAMBI MEMANAS DENGAN KERIBUTAN ANTARA PT WKS VS SMB

Dutasumsel.com.JAMBI, – Sekelompok orang yang tergabung dalam Serikat Mandiri Batanghari (SMB) menyerang dan merusak Kantor PT Wira Karya Sakti (WKS) di Distrik Delapan, Kabupaten Tanjung Jabung Barat, Jambi. Massa turut mengeroyok kepala desa beserta tiga anggota TNI dan dua anggota polisi. Saat ini, Polda Jambi tengah mengejar para pelaku.
Aksi penyerangan yang terjadi pada Sabtu (13/7/2019) itu diduga dipicu keributan kelompok SMB dengan pemilik Izin Usaha Pemanfaatan Hasil Hutan Kayu Hutan Tanaman Rakyat (IUPHHK-HTR) di Desa Belanti Jaya, Kecamatan Mersam, Kabupaten Batanghari, Jambi. Sebelumnya massa juga diduga sudah membakar lahan milik WKS yang mencapai 10 hektare (ha).

Dalam aksinya, massa SMB juga merusak sejumlah kendaraan seperti mobil dan sepeda motor milik Tim Satuan Tugas Monitoring Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) yang memadamkan kebakaran lahan. Sejumlah penyerang menggunakan senjata api rakitan yang disebut kacepek. Aksi itu sempat direkam dalam video amatir.

Akibat penyerangan tersebut, sejumlah korban luka-luka. Hingga Senin (15/7/2019), kepala desa setempat masih dirawat. Begitu juga tiga orang anggota TNI dan dua orang polisi yang tergabung dalam Satgas Karhutla harus mendapat perawatan medis.

“Ada tiga orang anggota TNI dan dua anggota Polri yang terluka dalam penyerangan itu. Selain itu, ada anggota kita diancam dengan senjata api rakitan, dan ada mobil anggota kita yang dirusak,” kata Kapolda Jambi Irjen Pol Muchlis AS di Jambi, Senin (15/7/2019).

Kapolda Jambi menegaskan, saat ini pihaknya tengah mengidentifikasi para pelaku penyerangan dan perusakan dari kelompok SMB. Selain itu, polisi mengumpulkan barang bukti dari hasil olah tempat kejadian perkara (TKP).

“Kami sedang lakukan mapping terhadap beberapa pelaku. Kami mencoba mengumpulkan data CCTV karena memang saat kami ke sana sudah tidak ada orang lagi, sudah kosong. Jadi, kami harus mencari bukti-bukti dan keterangan saksi-saksi. Korban-korban yang kami identifikasi kami ambil keterangan, termasuk anggota Polri dan anggota TNI,” katanya.

Kapolda mengatakan, pascapenyerangan dan pembakaran lahan, Polda Jambi dan Korem 042 Gapu Jambi telah menurunkan 100 anggota TNI dan 230 anggota Polri untuk mengamankan lokasi kebakaran dan penyerangan tersebut.


Pewarta : Maria Christina

PERUSUH TEWAS CUMA DAPAT INNALILLAH DARI PRABOWO DAN DIPIKUL ANIES

Dutasumsel.com.JAKARTA, -- Para perusuh menggelepar, tewas. Hanya ucapan belasungkawa dari Prabowo yang didapat. Juga pikulan sebagai mayat oleh Anies Baswedan. Tidak mendapatkan apapun. Mati konyol sia-sia. Jokowi ogah mengucapkan belasungkawa kepada perusuh negara.

Ini yang perlu kita buka. Kita mendorong TNI/Polri untuk membuka kedok otak kerusuhan termasuk yang membunuhi para perusuh – yang jelas dilakukan oleh para unsur perusuh sendiri. Eksekusi terhadap para perusuh pun dilakukan secara darah dingin. Tanpa ampun mereka dieksekusi dari jarak dekat – secara sadar untuk dikorbankan.

Rancangan Chaos

Padahal rancangan kerusuhan besar (chaos) untuk memenangkan Prabowo sudah rapi. Narasi, komporan, provokasi telah dibangun oleh Prabowo, Fadli Zon, Kivlan Zen, Amien Rais, Eggi Sudjana, Dahnil Anzar Simanjuntak, para pentolan PKS, HTI, dan khilafah. Slogan menuntut keadilan dan pemilu curang dibangun untuk mendelegitimasi KPU, Bawaslu, TNI/Polri, dan menurunkan Jokowi (maka di sini relevansi makar bertemu.)

Perusuh yang tewas dibunuh sia-sia konyol tak ada harganya. Mereka dibohongi untuk berjihad dengan janji surga. Keluarga perusuh pun malu bukan kepalang mengambil mayat para pesuruh diam-diam. Benar-benar kekejaman skenario jahat.

Pembunuhan terhadap Perusuh Direncanakan

Narasi martir, jihad, jihad konstitusional, perang dibangun dengan sempurna. Slogan dan jargon menegakkan keadilan digelorakan. Pembangunan opini pemilu curang sudah dibangun sejak sebelum pencoblosan, jauh hari sebelum kampanye dimulai.

Tujuan menuduh pemilu curang adalah pasang dua kaki. Jika menang – dan harus menang tak mau kalah – Prabowo tidak akan mengatakan pemilu curang. Buktinya suara Gerindra dan PKS yang naik diterima. Hanya Pilpres yang keok maka Prabowo menolak. Jika kalah maka ada amunisi untuk melakukan gerakan cara paksa yakni makar, memberontkan lewat kekuatan rakyat, people power.

Skenario chaos pun telah dibangun. TNI/Polri akan dijadikan sasaran kebencian ketika ada perusuh tewas. Maka dibunuhlah beberapa orang tersebut untuk dijadikan korban. Dengan gempita Anies Baswedan tampil di televisi menyebut kematian perusuh.

Bahkan untuk glorifikasi (membesar-besarkan hal kecil) agar Indonesia tambah rusuh dia mengangkat mayat, memikul mayat seperti di Gaza dan Palestina. Tujuan Anies Wan Abud adalah agar rakyat terpicu provokasi dan bergerak, demo besar. Saat bersamaan Prabowo melakukan konferensi pers. Tujuannya untuk menggerakkan massa yang lebih besar. Jihad.

Para pembunuh bayaran pun berkeliaran. Yang sudah dicokok Polisi ya Iwan dengan otak pembunuhan Kivlan Zen. Polisi kini tengah menelusuri pembunuh 8 orang perusuh. Karena perusuh itu ditembak secara sengaja untuk kepentingan publikasi.

Hal ini sesuai dengan keterangan Hermawan Sulistyo terkait tembakan tunggal. Satu peluru. Bagaimana dalam kerusuhan orang bisa menembak dengan satu tembakan, dan senjata Glock yang pelurunya berulir putar ke kanan.

“Pelaku penembakan pada aksi 22 Mei 2019 bukan polisi,” kata Staf Komunikasi dan Informasi BIN Wawan Purwanto, seraya menambahkan bahwa BIN menerima data senjata yang ditembakkan bukan berasal dari TNI atau Polri.

Ambulans ACT dan Dompet Dhuafa

Tak sampai di lokasi kerusuhan telah disiapkan ambulans dan orang-orang Dompet Dhuafa. ACT yang menyumbang untuk pemberontak dan ISIS di Syria. Orang-orang ACT dan Dompet Dhuafa secara ngawur menjelek-jelekkan aparat TNI/Polri. Yang menarik adalah untuk apa orang-orang ACT dan Dompet Dhuafa ada di lokasi kerusuhan? Kok tahu ada kebutuhan ambulans dan sebagainya? Untuk apa?

Tim pembuat video palsu kerusuhan di masjid pun disiapkan (sudah dicokok polisi). Tujuannya sekali lagi untuk memrovokasi publik agar melakukan gerakan massa. People power diinginkan oleh Prabowo, Amien Rais, Kivlan Zen, Eggi Sudjana, dan gerombolan PKS, FPI, khilafah, HTI, Garis, Karim (Komunitas Royatul Islam) dan Nahdlotul Umat.

Polisi Usut Pembunuhan Keji

Polisi harus mengusut pembunuh keji dan menghubungkan narasi jihad yang dibangun oleh Prabowo. Prabowo sendiri mengompori dengan narasi akan menulis surat wasiat segala. Upaya membohongi dan menyemangati untuk ikut demonstrasi dan ikut kerusuhan.

Dalam konteks kampanye seolah sudah menang ini sangat merusak nalar banyak orang. Mereka terbawa narasi masif dan terencana. Faktanya para ASN dan pegawai BUMN mendukung Prabowo – selain alasan susah korupsi, maling merampok uang rakyat. Prabowo digambarkan sebagai pemenang.

Kini menjadi tugas Polri untuk membuka lebar-lebar keterlibatan berbagai pihak termasuk Gerindra. Bukti pemakaian ambulans Gerindra tak terbantahkan. Pembagian amplop untuk perusuh dan jumlah perusuh dari Gerindra yang ditangkap pun tak terbantahkan.

Pembukaan fakta konektivitas ini penting semata untuk kehormatan Polri dan TNI. Juga untuk membuka kebenaran yang jika tidak dibuka, narasi hoaks yang dibangun oleh pendukung khilafah, dianggap sebagai kebenaran. Hal ini pun juga penting untuk Jokowi dan Polri. Ini semata agar pembunuhan keji berencana terhadap perusuh tidak meninggalkan catatan buruk tentang kasus yang diinisiasi dan dirancang oleh perusak NKRI.

Penulis: Ninoy N Karundeng
Redaksi: 18/06/2019, dutasumsel.com

Timsus Denintel Kodam II/Swj Berhasil Tangkap Prada ‘DP’ Di Daerah Serang Banten

Dutasumsel.com.SUMSEL - Pencarian aparat gabungan TNI yang dibentuk Kodam II/Swj terhadap dugaan pelaku pembunuhan terhadap kasir salah satu minimarket di Palembang bernama Vera Oktaria (VO) 21 tahun, yang diduga dilakukan oleh oknum anggota TNI, Prada Deri Pramana (DP), akhirnya membuahkan hasil.

Oknum TNI, Prada Deri Pramana (DP) terduga pelaku pembunuhan terhadap Vera Oktaria (VO) yang dicari sebulan lebih, akhirnya ditangkap, Kamis (13/6/2019). Prada DP ditangkap saat berada di Padepokan di daerah Serang, Banten oleh Tim gabungan dari Kodam II/Swj yang dipimpin Mayor Inf Indo Wijaya dan Kapten Inf Rizal Rolip dengan 3 orang anggota Serma Muhlisin, Serka Indarwadi, Serka Kemas Darojat dan Denpom II/Swj .

Penangkapan berawal, pada hari Rabu (12/6/2019) pukul. 15.00 WIB, dari informasi sdri. Elsa Panesa (tante Prada DP) beralamat Betung Kab. Banyuasin yang berkomunikasi dengan DP, Langkah dari Timsus segera menindak lanjuti posisi DP melalui tracking Satelit, hasil tracking menunjukkan posisi DP berada di daerah Kab. Serang Banten. Tak menunggu lama, Timsus gabungan Kodam II/Swj bersama sdri. Elsa langsung berangkat menuju ke Serang tempat persembunyian DP.

Keesokan harinya, Kamis (13/6/2019) DP berhasil diamankan, dan yang bersangkutan langsung di bawa Timsus ke Palembang melalui perjalanan darat. Saat ini Prada DP ditahan dan diamankan di Markas Pomdam II/Swj, Palembang.

Dalam keterangannya, Kapendam II/Swj Kolonel Inf Djohan Darmawan mengatakan bahwa, penangkapan terhadap Prada DP di Serang Prov. Banten atas kerja sama semua pihak, termasuk dari pihak keluarga DP.

“Prada DP berhasil ditangkap saat berada di salah satu Padepokan yang berada di daerah Serang Banten, setelah sebelumnya terlebih dahulu melalui koordinasi dengan pemilik Padepokan tersebut”, kata Kapendam.

Diketahui bahwa, Prada DP oknum TNI diduga melakukan pembunuhan terhadap korban Vera Oktaria (VO) di salah satu penginapan di Sungai Lilin, Musi Banyuasin Sumatera Selatan. Jum’at (10/5/2019).

Setelah melakukan pembunuhan terhadap VO, Prada DP bergegas kabur dengan naik bis kearah Lampung menuju ke Pelabuhan penyeberangan Bakauheni - Merak. Sampai di Merak DP langsung menuju salah satu Padepokan di daerah Serang, Banten milik H. Sar’i dan menginap disana selama kurang lebih satu bulan.

“Selama tinggal di Padepokan, DP sudah berubah namanya menjadi Oji bin Samsuri”, jelas Kolonel Djohan.

“Saat ini Prada DP sudah kami tahan di Markas Pomdam II/Swj, untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut”, ujarnya.

Sumber berita : Pendam/Rsp
Redaksi             : 14/06/2019, dutasumsel.com