NEWS

Slider
Tampilkan postingan dengan label Kesehatan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kesehatan. Tampilkan semua postingan

DPC Persagi:Remaja Peduli Stunting Kesiapan Gizi dan Mental, Ini Pesan Wawako


PRABUMULIH, DutaSumsel.com – DPC Persagi Prabumulih mengelar Seminar Kesehatan bertajuk ‘Remaja Peduli Stunting Gizi Kesiapan Mental’ di Graha AR Bunda, Kamis, 9 Februari 2023.


Kegiatan itu dibuka langsung Wawako, H Andriansyah Fikri SH. Dalam sambutannya, Fikri mengungkap, berterima kasih dan mengapresiasi RS AR Bunda, telah menginisiasi dan menyediakan tempat. “Termasuk juga, DPC Persagi sebagai penyelenggara. Kegiatan ini sangat positif dalam menekan angka stunting khususnya di Prabumulih,” jelas suami Hj Reni Indahyani SKM MSi.


Tadinya, aku ayah empat anak ini, angka stunting di Prabumulih mencapai 100 anak. Kini, telah berkurang hingga 60 orang. Dan, pengentasan stunting terus kita lakukan. “Pengentasan stunting, buka hanya tugas Pemkot Prabumulih. Tetapi, tugas semuanya. Mari kita bahu membahu mengentaskan dan menurunkan stunting,” tukas Mantan Ketua DPRD Prabumulih ini.


Sebut Efek, sapaan akrabnya menjelaskan, Pemkot Prabumulih terus melaksanakan berbagai program menekan angka stunting dan pencegahan bersama Dinkes, Disdikbud, juga Diskominfo.


“Stunting ini kegagalan tumbuh kembang balita di bawah 5 tahun, remaja pun punya andil dalam menekan angka stunting ini. Lewat pendidikan kesehatan reproduksi dan juga parenting,” bebernya.


Direktur RS AR Bunda, dr H Alip Yanson MARS mengatakan, adanya seminar ini  semoga bermanfaat dan bisa membantu menekan angka stunting.


“Masalah gizi ini, memang telah dicanangkan pemerintah sejak lama. Tetapi, stunting masih tinggi,” aku Alip.


Ungkapnya, gizi tidak hanya kemampuan masalah ekonomi. Terpenting, bagaimana memahami tentang gizi.


“Tetapi, masalah stressing dan edukasi. Angka stunting terjadi usia dini, ajak semua peduli dan jangan terjadi lost generasi,” ujarnya.


Ketua Pelaksana, Emma Suryani mengatakan, kegiatan ini dalam rangka memperingati hari gizi ke 63.


“Mengedukasi siswa penting gizi seimbang, kesehatan reproduksi dan mencegah pernikahan, mempersiapkan menuju zaman milenial, dan UKS membantu implementasi gizi seimbang,” bebernya.


Menghadiri nara sumber dari RS AR Bunda dan DPC Persagi, akunya diikuti 215 peserta dari siswa SMP dan SMA serta guru BP.


“Semoga bermanfaat bagi siswa, ikut menekan angka stunting di Prabumulih,” pungkasnya. (*) 


Editor:Heru

Polres Prabumulih Adakan Pemeriksaan Kesehatan Personel


PRBUMULIH, DutaSumsel -- Agar personel Polres Prabumulih selalu siap melayani masyarakat, dilakukan pemeriksaan kesehatan secara rutin Sie Urkes, Jumat, 27 Januari 2023 di Aula Besar Mapolres. Kegiatan ini, bertujuan memastikan kesehatan para personel Polres Prabumulih.


Tanpa terkecuali, baik itu personel Polres Prabumulih, ASN dilakukan pemeriksaan kesehatan secara menyeluruh. Kapolres Prabumulih, AKBP Witdiardi SIk MH bersama PJU, juga ikut menjalani pemeriksaan kesehatan rutin ini.


“Kesehatan itu penting sekali bagi personel Polres Prabumulih, agar bisa selalu melayani masyarakat sebaiknya,” ujar Kapolres Prabumulih, AKBP Witdiardi SIk MH, Jumat.


Makanya, Witdiardi menekankan, agar jajarannya selalu menjaga kesehatan. Karena, jika sakit tidak bisa bertugas dan melayani masyarakat sebaiknya. “Pemeriksaan kesehatan ini, upaya pencegahan dan antisipasi gangguan kesehatan. Jika ada personel sakit, bisa diketahui secara dini dan diberikan pengobatan,” beber Alumni AKPOL 2002 ini.


Lanjutnya, pemeriksaan kesehatan ini dilakukan pemeriksaan kesehatan fisik. Lalu, tekanan darah, pemeriksaan gigi dan mulut, jantung, dan lainnya. “Pemeriksaan kesehatan dilaksanakan secara menyeluruh, memastikan personel Polres Prabumulih benar-benar sehat. Kegiatan ini, tidak hanya diikuti personel Polres Prabumulih. Tetapi, juga polsek-polsek,” jelas Mantan Kapolres Mukomuko ini. (*) 


Editor:Heru

Rutan Kelas IIB Prabumulih, Adakan Vaksinasi Lanjutan "Booster"


PRABUMULIH, - Vaksinasi dosis 1, 2 dan Lanjutan "Booster" dosis ke 3 dilaksanakan Rutan Kelas IIB Kota Prabumulih yang bekerjasama dengan UPTD Puskesmas Sukajadi di Aula Rutan, Kamis (27/1/2022).


Kepala  Rutan Kelas IIB Kota Prabumulih David Rosehan Amd IP SH, menjelaskan pelaksanaan vaksinasi yang digelar hari ini di ikuti 69 orang pegawai rutan dan staff beserta 90 orang warga binaan, Vaksin yang di gunakan astra zeneka dan prizer.


"Harapan kita seluruh pegawai rutan dan juga warga binaan terlindungi virus covid-19, hari ini 69 orang pegawai dan staff akan di suntik vaksin booster dosis ke 3 sementara WBK ada 90 orang akan di vaksin dosis 1 dan 2," bebernya



Bahkan 7 dari 13 orang awak media yang datang meliputi kegiatan tersebut ikuti vaksin booster, karna tidak adanya antrian dan kouta masih mencukupi.


Mumpung disini, toh pada akhirnya juga bakal divaksin jadi vaksin booster sekalian” ujar Benny wartawan Palembang Televisi (PalTV). Langkah Benny untuk divaksin booster ternyata diikuti oleh rekan media lainnya seperti, Andre Palembang Ekspres, Dino Pikiran Rakyat, Jun Manurung Posmetro, Erwin Prestasi Post, Laili Hartati, Haluan Berita dan King Senop wartawan Sumatera News.


Diketahui, vaksin booster kali ini bukanlah vaksin sinovac melainkan Pfizer. Dosisnya sendiri sendiri (Pfizer-red) tidak seperti dosis sinovac. Dosis vaksin booster yang menggunakan Pfizer menurut tenaga medis (Vaksinator) di Rutan Prabumulih hanya setengah dosis.


Pantauan dilapangan, Karutan Prabumulih David Rosehan AMD, IP, SH juga turut menerima Vaksin Booster. Usai David, menyusul kemudian pejabat Rutan, pegawai dan staff serta keluarga Ruta. (**)


Editor: Heru


Senam Sehat bersama Perempuan Bangsa Partai PKB Diakhiri Dengan Pembagian Doorprize


PRABUMULIH, DutaSumsel -- DPC Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kota Prabumulih gelar kegiatan senam sehat, di halaman kantor DPC PKB Prabumulih, Sabtu (22/1/2022) pagi
.


Dimentori oleh  Perempuan Bangsa partai PKB yang diketuai Kumala Sari, Senam sehat dilaksanakan di depan kantor DPC PKB kota Prabumulih yang berada di jalan padat karya kelurahan Muara dua Prabumulih Timur kota Prabumulih.


Tidak hanya di ikuti ibu-ibu lansia dan pra lansia, senam sehat PKB juga dihadiri oleh Ketua Asosiasi Senam Kebugaran Indonesia (ASKI) Prabumulih Desy herasanti SE  didampingi Bendahara ASKI Laili Hartati.


Ketua Perempuan Bangsa partai PKB Kumala Sari, mengatakan jika  kegiatan senam yang di adakan ini adalah bentuk kegiatan rutinitas setiap bulannya.


"Allhamdulilah hari ini kita sudah melakukan senam bersama masyarakat. insyaallah, kedepan PKB akan melaksanakan senam rutin ini di minggu pertama dan minggu ke tiga tiap bulan," ungkapnya


Sementara itu, Ketua DPC PKB kota Prabumulih Rifky Baday SH MKN juga mengungkapkan terimakasih atas partisipasi dari semua masyarakat yang sempat hadir di senam bersama Partai PKB.


" Terimakasih untuk yang sudah datang dan berpartisipasi dan terkhusus kepada Ketua ASKI dan rombongan, kami sangat apresiasi atas kesediaannya untuk turut meramaikan senam sehat PKB. Semoga kedepan Aski benar-benar menjadi wadah, dimana pencinta olah raga senam ini dapat berkreasi dan berprestasi," ujar Rifky. 


Pria yang sehari-harinya bekerja sebagai Notaris ini  optimis dengan senam sehat bisa menggelorakan budaya dan semangat pola hidup sehat bagi seluruh masyarakat kota Prabumulih.


"Dengan kegiatan ini selain bisa meningkatkan kesehatan juga sebagai ajang untuk mempererat tali silaturahmih baik untuk organisasi maupun masyarakat, pungkas Rifki seraya mengajak semua  masyarakat untuk bisa bergabung disetiap kegiatan Senam Sehat PKB.


Reporter:Heru

editor: Laili

Beni Hernedi Serahkan Tali Asih Ke Kelurga Nakes Yang Gugur


Muba- DS. Menyatukan tekad dan semangat sehat para Tenaga Kesehatan (Nakes) sebagai garda terdepan menghadapi Pandemi COVID-19,  Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin (Muba) melalui Dinas Kesehatan menggelar acara pertemuan Penguatan Mental/Psikologis Tenaga Kesehatan dalam Memberikan Pelayanan Kesehatan pada Madsa Pandemi COVID-19. Bertempat di Gedung Dharma Wanita Sekayu, Kamis (30/12/2021). 


Acara dibuka langsung oleh Plt Bupati Muba Beni Hernedi, dikatakannya bahwa petugas kesehatan sebagai ujung tombak pelayanan kesehatan dituntut untuk tetap mampu menjaga kesehatan fisik dan mentalnya, seiring dengan upaya memberikan pelayanan kesehatan yang optimal kepada masyarakat yang membutuhkan. Melalui kegiatan ini diharapkan dapat menjadi momentum penyatuan tekad dan semangat sehat untuk memperjuangkan ketahanan kesehatan di Kabupaten Muba khususnya dan di indonesia pada umumnya. 


"Saya berharap seluruh jajaran kesehatan bersama – sama menumbuhkan partisipasi masyarakat agar berperan aktif dalam upaya kesehatan, dengan menguatkan kepatuhan masyarakat dalam menerapkan protokol kesehatan, meningkatkan target cakupan vaksinasi COVID-19, mengedukasi masyarakat untuk mencegah penyebaran informasi berita hoaks serta meningkatkan semangat dan optimisme seluruh komponen masyarakat,"pungkasnya.


Ketua PMI Kabupaten Muba ini juga menyampaikan bahwa Pemkab Muba akan selalu memprioritaskan dan menganggap hal penting terhadap pelayanan kesehatan bagi masyarakat di Muba. Diharapkan kegiatan ini dapat memberikan dampak positif, penyegaran dan semangat baru bagi para Nakes dalam bekerja dan menyonsong tahun baru 2022, yang tentunya dengan tantangan yang sama atau bahkan lebih berat.


"Saya menyampaikan terima kasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada segenap jajaran kesehatan yang telah bahu membahu, berjuang tanpa mengenal lelah dalam melaksanakan pembangunan kesehatan sebagai sebuah perjuangan untuk selamatkan bangsa dari pandemi COVID-19 dan mewujudkan Indonesia semakin sehat dan tumbuh menjadi bangsa besar yang kuat,"pungkas Beni.


Menurut laporan Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Muba dr Azmi Dariusmansyah MARS mengatakan, tujuan diadakannya pertemuan ini yaitu mempererat silaturahmi dan menyatukan rasa kebersamaan petugas di jajaran kesehatan. Kemudian menguatkan komitmen dan mental petugas kesehatan dalam memberikan pelayanan kesehatan yang optimal kepada masyarakat pada masa pandemi COVID-19 serta meningkatkan semangat dan optimisme tenaga kesehatan dalam upaya pencegahan dan pengendalian COVID-19.


"Kegiatan pertemuan ini diikuti oleh perwakilan dari masing-masing 3 RSUD, 29 Puskesmas, dan tenaga kesehatan lainnya dalam Kabupaten Muba secara offline dan virtual zoom meeting. Narasumber dalam kegiatan ini yaitu, Materi Penguatan Mental/Psikologi Tenaga Kesehatan pada masa pandemi COVID-19 oleh Prof Ir H Fachrurrozie Sjarkowi PhD disertai sesi tanya jawab serta Zikir, Doa bersama dan Tausiyah Singkat oleh Ustadz Baldad MS Fachrurrozie MAg,"paparnya.


Dalam kesempatan tersebut Plt Bupati Muba mrnyerahka  Tali Asih senilai masing-masing Rp. 5.000.000, kepada keluarga tenaga kesehatan yang telah gugur dalam masa pandemi COVID-19 sebagai bentuk kepedulian Jajaran Dinas Kesehatan, atas nama Nakes yaitu, Eva Suzana Am Keb dari Puskesmas Lumpatan dan Desi Fitri Maliah SKM dari Dinas Kesehatan Muba. Ungkapnya, ( Rian )

KARANTINA ATAU DARURAT SIPIL

Oleh: Husnil Kirom, M.Pd.

(ASN Guru di Kabupaten Ogan Ilir)

Belakangi ini bukan hanya negara besar di dunia, seperti Tiongkok, Korea Selatan, Iran, Italia, Amerika Serikat termasuk juga bumi Indonesia yang tengah diserang penyebaran virus mematikan Covid-19 yang massif. Bahkan negara-negara tetangga di kawasan Asia Tenggara sebut saja Malaysia telah melakukan lockdown atau isolasi negara. 

Hal itu patut dipahami dikarenakan virus ini telah memakan korban jiwa, mulai dari warga yang diawasi sebagai Orang dalam Pengawasan, warga yang sakit sebagai Pasien dalam Pengawasan, sampai pasien meninggal dunia positif Covid-19. Korbanpun berjatuhan tidak hanya warga biasa, tetapi para medis (tim dokter) yang menangani kasus dan ikut terpapar penyebaran virus tersebut. 

Pemerintah Pusat, Pemerintah Daerah, dan Lembaga Masyarakat sebenarnya tidak tinggal diam dalam mengantisipasi dan memutus mata rantai penyebaran virus pandemi ini. Kebersamaan bahu membahu telah diwujudkan dalam pembentukan Gugus Tugas Penanganan Covid-19 tingkat pusat sampai ke daerah (RT/RW) di seluruh Indonesia menggunakan metode kolaborasi pentahelix berbasis komunitas. 

Pentahelix ini kerja sama antar lini yang ada di masyarakat. Sebut saja aplikasi pedulilindungi.id untuk melacak riwayat pasien positif corona. Oleh karenanya, diharapkan kolaborasi ini mampu mengurangi dan memutus penyebaran massif Covid-19.
Di tengah pandemi yang makin massif, Pemerintah Indonesia sedang menimbang sekaligus merancang metode yang tepat untuk pencegahan meluasnya penyebaran virus yang kian hari menjadi momok menakutkan bagi sebagian masyarakat. 

Sebagaimana telah dikenalkan dari awal pencegahan istilah social distancing, physical distancing, karantina wilayah, terakhir darurat sipil. Di beberapa daerah di Indonesia telah menerapkan karantina wilayah bahkan di lorong atau gang tempat tinggal warga masyarakat. Bukan hanya mengisolasi diri tetapi menjaga kemungkinan hal yang tidak diinginkan terjadi di tempat tersebut. 

Akibat dari pandemi ini bukan hanya melumpuhkan sektor ekonomi, tetapi merambah sampai sektor sosial (pendidikan). Konsekuensinya pemerintah sampai menghapus penyelenggaraan UN Tahun 2020 dan mengharuskan masyarakat belajar dari rumah, bekerja dari rumah, beribadah dari rumah dengan batas waktu sementara sampai 29 Mei 2020. Hal ini berlaku juga di provinsi Sumatera Selatan dengan 17 kabupaten/kota yang ada di dalamnya berdasarkan kebijakan daerah masing-masing. Semua anggota keluarga berdiam dalam rumah, membatasi keluar masuk wilayah, sampai melarang warga untuk mudik tahun ini.

Dalam skala nasional saat ini sedang ditimbang apakah pemerintah akan menerapkan lockdown, karantina wilayah, atau darurat sipil bagi seluruh wilayah di Indonesia? Mengacu pada pendapat Mahfud MD bahwa “konsep karantina kewilayahan tidak sama dengan lockdown yang lebih melarang warga untuk masuk atau keluar wilayah tertentu karena situasi darurat. 

Meski begitu ada yang menyamakan begitu saja dengan lockdown padahal antara keduanya tidak sama”. Lalu, apa sebenarnya karantina wilayah yang sedang digaungkan pemerintah tersebut. Tulisan ini sebatas mengedukasi tentang Darurat Kesehatan Masyarakat dan rencana Karantina Wilayah di Indonesia.

Mengenal Kedaruratan Kesehatan Masyarakat

Pembangunan dan pelindungan kesehatan bagi seluruh masyarakat Indonesia diarahkan untuk mencapai derajat kesehatan setinggi-tingginya bagi pembangunan dan peningkatan sumber daya manusia Indonesia. Hal ini menjadi modal dasar bagi pelaksanaan pembangunan nasional yang pada hakekatnya adalah pembangunan manusia Indonesia seutuhnya. 

Sebagai bagian masyarakat dunia, Indonesia juga berkewajiban untuk melakukan cegah tangkal terhadap terjadinya Kedaruratan Kesehatan Masyarakat yang meresahkan dunia atau Public Health Emergency of International Concern. Hal ini sebagaimana diamanatkan dalam regulasi internasional di bidang kesehatan berupa International Health Regulations (IHR) Tahun 2005. 

Indonesia menghormati sepenuhnya martabat, hak asasi manusia, dasar-dasar kebebasan seseorang, dan penerapannya secara universal. Sehingga akhirnya mengharuskan Indonesia meningkatkan kapasitas dan kemampuan dalam surveilans kesehatan dan respons, Kekarantinaan Kesehatan di wilayah termasuk di Pintu Masuk, baik Pelabuhan, Bandar Udara, maupun Pos Lintas Batas Darat Negara.

Menurut Undang-undang Nomor 6 Tahun 2018 pasal 1 ayat (2) yang dimaksud “Kedaruratan Kesehatan Masyarakat adalah kejadian kesehatan masyarakat yang bersifat luar biasa dengan ditandai penyebaran penyakit menular dan/atau kejadian yang disebabkan oleh radiasi nuklir, pencemaran biologi, kontaminasi kimia, bioterorisme, dan pangan yang menimbulkan bahaya kesehatan dan berpotensi menyebar lintas wilayah atau lintas negara”. 

Dalam hal ini termasuk pandemi Covid-19 yang sedang melanda Indonesia dan negara-negara di dunia karena menimbulkan resiko terhadap kesehatan masyarakat. Adapun faktor risiko kesehatan masyarakat merupkan hal, keadaan, atau peristiwa yang dapat mempengaruhi kemungkinan timbulnya pengaruh buruk terhadap kesehatan masyarakat. 
Terjangkit adalah kondisi seseorang yang menderita penyakit yang dapat menjadi sumber penular penyakit yang berpotensi menyebabkan Kedaruratan Kesehatan Masyarakat. Terpapar adalah kondisi orang, Barang, atau Alat Angkut yang terpajan, terkontaminasi, dalam masa inkubasi, insektasi, pestasi, ratisasi, termasuk kimia dan radiasi.

Karantina Wilayah atau Darurat Sipil

Istilah karantina akhir-akhir ini banyak kita dengar melalui televisi dari pejabat pemerintah, ahli/pakar kesehatan masyarakat, pemerhati sosial, tenaga medis, sampai meme di media sosial. Perlu kita ketahui bersama pada dasarnya karantina itu sebagai pembatasan kegiatan dan/atau pemisahan seseorang yang terpapar penyakit menular sebagaimana ditetapkan dalam peraturan perundang-­undangan, meskipun belum menunjukkan gejala apapun atau sedang berada dalam masa inkubasi, dan/atau pemisahan peti kemas, alat angkut, atau barang apapun yang diduga terkontaminasi dari orang dan/atau barang yang mengandung penyebab penyakit atau sumber bahan kontaminasi lain untuk mencegah kemungkinan penyebaran ke orang dan/atau barang di sekitarnya. 

Selain karantina ada juga istilah isolasi yang berarti pemisahan orang sakit dari orang sehat yang dilakukan di fasilitas pelayanan kesehatan untuk mendapatkan pengobatan dan perawatan.

Menjadi pertanyaan kemudian, seperti apa karantina yang akan diberlakukan di wilayah Indonesia, baik segi kesehatan maupun wilayah ke depannya? Di dalam UU Nomor 6 Tahun 2018, Kekarantinaan Kesehatan adalah upaya mencegah dan menangkal keluar atau masuknya penyakit dan/atau faktor risiko kesehatan masyarakat yang berpotensi menimbulkan kedaruratan kesehatan masyarakat. 

Sementara, Karantina Wilayah sebagai bagian respons dari Kedaruratan Kesehatan Masyarakat. Hal ini dilaksanakan kepada seluruh anggota masyarakat di suatu wilayah apabila dari hasil konfirmasi laboratorium sudah terjadi penyebaran penyakit antar anggota masyarakat di wilayah tersebut. 

Jadi, Karantina Wilayah adalah pembatasan penduduk dalam suatu wilayah termasuk wilayah Pintu Masuk beserta isinya yang diduga terinfeksi penyakit dan/atau terkontaminasi sedemikian rupa untuk mencegah kemungkinan penyebaran penyakit atau kontaminasi. 

Nantinya, Pejabat Karantina Kesehatan wajib memberikan penjelasan kepada masyarakat di wilayah setempat sebelum melaksanakan Karantina Wilayah. Wilayah yang dikarantina akan diberi garis karantina dan dijaga terus menerus oleh Pejabat Karantina Kesehatan dan Kepolisian Negara Republik Indonesia yang berada di luar wilayah karantina. 
Anggota masyarakat yang dikarantina tidak boleh keluar masuk wilayah karantina. Selama masa Karantina Wilayah ternyata salah satu atau beberapa anggota di wilayah tersebut ada yang menderita penyakit Kedaruratan Kesehatan Masyarakat sedang terjadi, maka dilakukan tindakan isolasi dan segera dirujuk ke rumah sakit.

Pasal 55 ayat (1) disebutkan selama dalam Karantina Wilayah, kebutuhan hidup dasar orang dan makanan hewan ternak yang berada di wilayah karantina menjadi tanggung jawab Pemerintah Pusat. Tanggung jawab dalam penyelenggaraan Karantina Wilayah dilakukan dengan melibatkan Pemerintah Daerah dan pihak yang terkait. 

Masih dalam undang-undang yang sama, adapula Pembatasan Sosial Berskala Besar sebagai pembatasan kegiatan tertentu penduduk dalam suatu wilayah yang diduga terinfeksi penyakit dan/atau terkontaminasi sedemikian rupa untuk mencegah kemungkinan penyebaran penyakit atau kontaminasi. 

Pembatasan Sosial Berskala Besar bertujuan mencegah meluasnya penyebaran penyakit Kedaruratan Kesehatan Masyarakat yang sedang terjadi antar orang di suatu wilayah tertentu. Pembatasan ini meliputi peliburan sekolah dan tempat kerja, pembatasan kegiatan keagamaan, pembatasan kegiatan di tempat atau fasilitas umum. Pembatasan Sosial Berskala Besar ini apakah kemudian sebagai Darurat Sipil yang memberikan kekuatan hukum membubarkan kerumunan orang di ruang publik. Kita tunggu saja sembari berdo’a semoga Covid-19 segera berlalu dari bumi pertiwi ini.

Ditemukan Tiga Anak Di Duga Stunting Di Kecamatan Merapi Selatan.

Lahat.ds, -- Lidyawati S.hut selaku Duta Stunting Kabupaten Lahat, tak hentinya menyerukan kepada masyarakat untuk memperhatikan gizi dan perkembangan balita dan ibu hamil agar terhindar dari Stunting.

Kecamatan Merapi Selatan ditemukan ada tiga anak diduga Stunting, seperti dikatakan Gunaidi.S,Sos  KUPT Puskesmas Perangai kepada Awak Media diruang kerjanya pada Kamis 5/12 " Sembilan  Desa di Kecamatan Merapi Selatan sudah 100 %  pemeriksaan dan pendatan Stunting .  Ditemukan. Ada  tiga anak yang dicurigai  Stunting, untuk menghetahui Stuntung atau tidak  dilihat dari tinggi dan berat badan dan usia.

Alek Riski umur 59 bulan hanya 9 kilo alamat Desa Geramat termasuk kurang gizi dari faktor Pola Asuh dikarenakan faktor Ekonomi Single Parent dan akibat kakaknya merokok dan faktor ekonomi Lemah, juga di  Desa Geramat atas nama Sania 29 bulan berat 8 kilo diduga stunting kurang makan dan asupan gizi dan Desa Lubuk Pedaro Ferly umur 38 bulan berat 9, 2 kilo. Tiga anak tersebut dalam keadaan pengawasan pihak Puskesmas Perangai, kita berita makanan tambahan berupa roti PMT balita dan Susu Formula untuk menambah berat badan anak.

Diharapkan anak- anak di daerah Kecamatan Perangai setelah pemeriksaan Stunting tidak ada lagi diketemukan, sehingga dengan demikian anak- anak di Kabupaten Lahat khususnya di Merapi Selatan bebas Stunting " ujar KUPT. Puskesmas Perangai.( Novita/ Idham)

Kedua Puskesmas Di Kecamatan Indralaya Gelar Loka Karya Mini Di Aula Kecamatan

Dutasumsel.com.INDRALAYA, -- Puskesmas Indralaya dan Puskesmas Talang Aur Kecamatan Indralaya , Kabupaten Ogan Ilir mengelar acara Lokakarya Mini Lintas Sektoral Tahun 2019 di Aula Kecamatan Indralaya Senin 22/719.

Bertemakan Pemantapan peran Lintas sektor dalam mensukseskan program kesehatan tahun 2019 Menuju Ogan Ilir Gemilang sehat 2020,di Aula  Serbaguna Kecamatan Indralaya, Senin (22/7/2019).

Hadir dalam acara Lokakarya Mini Lintas Sektor Kepala Dinkes Kabupaten Ogan Ilir yang di wakili oleh Kabid Promkes Henny Auha SKM, M.Kes,Camat Indralaya Rahmini,SS,M.Si, Kepala Puskesmas Indralaya Siswita Triana,Kepala Puskesmas Talang Aur Hj.Lismanuryati, Kepala Urusan Agama Kecamatan Indralaya Drs. Mahsan, Kepala Penyuluh KB Kecamatan Indralaya, Korwil Pendidikan Kecamatan Indralaya, Kapolsek Indralaya, Danramil Indralaya, menyatakan bahwa Lokakarya Mini ini untuk memelihara kerjasama lintas sektoral Kecamatan Indralaya Kabupaten Ogan Ilir dalam rangka melakukan upaya optimalisasai peran Lintas Sektoral, dalam mewujudkan pemberdayaan masyarakat di bidang kesehatan.

Kadinkes Melalui Kabid Promkes Kabupaten Ogan Ilir dalam sambutannya "Bahwa yang menjadi tujuan dilaksanakan Lokakarya Mini ini adalah, untuk menginformasikan dan mengidentifikasi capaian hasil dari Zero Bong di Kecamatan Indralaya, Merealisasi Dana Desa 30 % Untuk Kesehatan Masyarakat, serta memecahkan Masalah Dana Hibah Untuk Puskesdes, Jamban Sehat,Pos Yandu Remaja, Posyandu Balita, Posyandu Lansia,oleh lintas sektor, dengan menganalisa dan memutuskan rencana tindak lanjut dengan memperhatikan masukan-masukan dari masyarakat untuk pelaksanaan program berikutnya," ungkapnya.

Sementara itu, Camat Indralaya Rahmini SS.M.Si,dalam sambutanya  Dimana dirinya sangat mendukung semua kebijakan dan program-program yang telah dilaksanakan oleh Puskesmas Talang Aur Kecamatan Indralaya, dan untuk Dana Desa 30 % di Khususkan untuk Kesehatan di wilayah Kecamatan Indralaya akan mencapai Ziro Bong 2019.

"Saya terus mendukung program dan kebijakan Puskesmas Indralaya dan Puskesmas Talang Aur Kecamatan Indralaya, guna kesejahteraan masyarakat," ungkap Rahmini,SS,M.Si mengakhiri sambutannya dalam acara Lokakarya mini lintas sektor,Senin 22/7/19.

Pewarta : Sanditya
www.dutasumsel.com22719

PULUHAN IBU- IBU IKUT PROGRAM KB GRATIS DALAM GIAT ACARA SAMBANG DESA DI DESA BETUNG II

INDRALAYA, DS ,– Dalam kegiatan Sambang Desa serta Bulan Bakti gotong – royong bertempat di Lapangan SDN 02 Lubuk Keliat Desa Betung 2 Kecamatan Lubuk Keliat Kabupaten Ogan Ilir, Rabu (10/04/19), puluhan warga tampak antusias melakukan perekaman dan pencetakan KTP.

Selain warga Desa Betung 2, juga terlihat banyak pelajar SMA yang sudah memasuki usia 17 tahun untuk memiliki Kartu Tanda Penduduk elektronik (KTP-E) tersebut.

Menurut Rusmawati warga Desa Betung 2, ia bersama dengan anaknya Muhamad Rizal yang masih sekolah dibangku SMA Betung serta puluhan kawannya melakukan perekaman dan cetak e-KTP diacara Sambang Desa.

“Dulu, tahun 2012 pernah didakan perekaman e-KTP secara serentak dan sekarang kembali membawa anak – anak untuk melakukan perekaman dan pencetakan KTP secara gratis,” ujarnya.

Selain perekaman dan pencetakan KTP-el,  dalam kegiatan ini dilaksanakan juga pelayanan KB Gratis sebanyak 33 Ibu- ibu yang ikut program KB Suntik, Pil, dan Inplan secara Gratis dan pengobatan gratis, serta sunatan massal yang diikuti oleh 35 orang anak juga pembagian bantuan Kaisar dari Kementerian Lingkungan Hidup.

“Untuk peserta sunatan massal berasal dari 10 desa,” ujar Ismantoro Kepala UPTD Puskemas Betung.

Pewarta : Tim Red
Redaksi, 10/04/19, dutasumsel.com

Hari kesehatan gigi sedunia/ world oral health 2019 Di Taman Mang Can Benteng Lahat

LAHAT,DS,--Persatuan Dokter Gigi Indonesia(PDGI)  Cabang Pagar Alam Lahat  menggelar  bakti sosial Hari kesehatan gigi sedunia/ world oral health 2019, bertempat Taman Mang Can benteng lahat, dibuka   ketua TP.PKK kab. Lahat bunda Lidyawati cik ujang, S. Hut Secara simbolis pelepasan rangkaian balon terbang (27/3).
Kegiatan ini bertujuan  mengingatkan kepada masyarakat awam mengenai pentingnya menjaga  kesehatan gigi dan mulut sejak dini, kegiatan ini diikuti oleh 1000 siswa dari 10 SD di kabupaten Lahat, di laksanakan di 4 tempat terpisah, SDN  035, SDN 10, SD palm kids, MIN  03 di TMC , di lapapangan .SDN 06 dan SD 09, di lapapangan SDN 16 dan SD 28, di lapangan . SDN  12 dan SDN 24 dalam lingkup wilayah kerja Puskesmas Bandar Jaya Kecamatan Lahat.

Melibatkan  11 dokter gigi dari Lahat dan Pagar Alam, 8 perawat gigi, 10 Analis kesehatan, 5 tenaga kesehatan lainnya dari Puskesmas Bandar Jaya, kegiatan ini bertahap  1. Pemeriksaan gigi dan mulut yang  dipantau selama 21 hari sebanyak 250 siswa di SDN  35 yg telah di laksanakan pd tanggal 13 maret 2019, 2. Sikat gigi 1000 anak di 4 tempat terpisah, 3. Penyuluhan kesehatan gigi, 4. Penyuluhan guru mengenai kebiasaan baik seperti menyikat gigi, cuci tangan pakai sabun, minum air bebas kuman dan makanan bergizi, 5. Pemeriksaan Gol darah.

Pada bakti sosial ini PDGI cab. Pagar Alam lahat bekerja sama dengan PATELKI cab. Lahat dimana diketuai oleh ibu Hj. Ema Suryani,  S. Km., MM untuk melaksanakan pemeriksaan. Gol darah, menurut drg. Annisa selaku ketua pelaksana kegiatan " selain pentingnya menjaga kesehatan Gigi, anak2 jg perlu di lakukan pemeriksaan golongan Darah karena salah satu untuk syarat anak masuk sekolah".

Pelayanan Masyarakat, Kades Harus Berikan Data Akurat


INDRALAYA-Kades harus memberikan data yang akurat dan real/ Akurat saat pendataan warganya,   karena dengan data yang sebenarnya akan diketahui keberadaan masyarakat,  apakah benar benar masyarakat yang kurang mampu atau tidak. Demikian dikatakan Bupati OI HM. Ilyas Panji Alam pada acara promosi fasilitas dan pelayanan kesehatan rujukan di RSUD kabupaten Ogan Ilir (OI) tahun 2019 di Aula Caram Tanjung Senai.

Lanjut Bupati,  seorang kades harus mengetahui  berapa banyak warganya yang miskin,  warga yang penerima PKH,  atau peserta Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) dan jangan sampai orang yang  tidak berhak menerima  tetapi menerima. "seorang kades harus mengetahui betul dengan warganya,  mana yang benar benar miskin atau tidak, jangan sampai keluarga tidak mampu yang memang berhak menjadi peserta PKH tidak menjadi peserta,  sementara keluarga yang mampu dapat PKH", ujar bupati menekankan.

Dikatakan bupati, bagi masyarakat yang benar benar tidak mampu  berhak mendapat dan menjadi peserta BPJS bersubsidi namun bagi masyarakat yang mampu menjadi peserta BPJS mandiri.
Begitu juga kepada kepala  puskesmas  diharapkan bisa menyampaikan atau mensosialisasikan agar masyarakat yang berobat harus mendapat jaminan BPJS.

Acara dihadiri juga  oleh Sekda OI,  Para Asisten,  direktur RSUD, kepala dinas Sosial,  Kadisdukcapil,  kadinkes,  direktur BPJS OI, Baznas OI,   para camat,  seluruh kades di Kabupaten Ogan Ilir.

Pewarta : Yan
Editor/ Redaksi : Dutasumsel