NEWS

Slider

Penguatan Nilai Karakter Melalui Pembelajaran IPS Secara Online di Masa Pandemi COVID-19


Studi kasus guru-guru Ilmu Pengetahuan Sosial

Oleh : Arifiansya Budiman, dkk

Guru IPS SMP Negeri 9 Prabumulih


Pendidikan merupakan hak bagi setiap manusia. Di Indonesia, sebagaimana tertuang dalam undang-undang dasar, salah satu tujuan negara adalah mencerdasarkan rakyat melalui pendidikan. Hak untuk mendapatkan pendidikan bagi rakyat Indonesia merupakan bagian dari hak  azasi  manusia  yang  dilindungi  oleh  negara.  

Sementara  itu  dalam  tingkatan  global,pendidikan juga merupakan aspek penting yang perlu disiapkan untuk menjamin kehidupan yang baik di masa depan. Dalam tujuan pembangunan berkelanjutan misalnya, dijelaskan secara tegas bahwa pendidikan berkualitas merupakan salah satu bagian dari 17 tujuan pembangunan global. 



Setiap orang berhak untuk mengakses pendidikan mulai dari pra-primer hingga kesempatan untuk belajar sepanjang hayat. Pendidikan memang merupakan bagian penting dalam kehidupan manusia. Dalam berbagai literatur klasik sering disebutkan bahwa pendidikan adalah upaya memanusiakan manusia, juga sebagai proses dalam pembentukan manusia yang berbudaya. Bhardwaj menjelaskan bahwa pendidikan adalah kebutuhan masyarakat, dasar tanda yang baik dan kebebasan, dan hampir menjadi kebutuhan pokok bagi manusia.



Upaya untuk membangun pendidikan yang baik tidak selalu mudah tetapi justru banyak menghadapi tantangan dari berbagai aspek. Faktor-faktor seperti biaya, budaya, implementasi teknologi, dan berbagai faktor lainnya turut menentukan keberhasilan pembangunan pendidikan. Pandemi COVID-19 yang masih terus berlangsung sejak pergantian tahun 2019-2020 hingga mendekati akhir tahun 2020 juga turut berpengaruh terhadap penyelenggaraan pendidikan secara global. 




Burges dan Sievertsen menjelaskan bahwa pandemi  COVID-19 menyebabkan lumpuhnya berbagai institusi pendidikan didunia sehingga menyebabkan terganggunya proses pembelajaran siswa. Pandemi COVID-19 menyebabkan dampak yang besar pada kehidupan dan kebiasaan masyarakat, krisis kesehatan yang tidak terduga di banyak negara dan akhirnya berdampak terhadap struktur ekonomi dan sosial dalam waktu lama, dimana sektor pendidikan tidak imun terhadap kondisi ini. 




Di Indonesia, pembelajaran normal secara tatap muka tidak dapat dilaksanakan selama periode pandemi. Kondisi yang sama terjadi pada semua jenjang pendidikan, termasuk pada tingkat SMP dalam pembelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) dimana siswa biasanya banyak mendapatkan bimbingan dari guru. Pembelajaran secara tatap muka dikonversi menjadi pembelajaran online yang bersifat darurat, yang sebenarnya kurang ideal untuk pencapaian learning outcome yang diharapkan.




Menariknya, terganggunya penyelenggaraan pendidikan secara normal akibat pandemi ini ternyata juga membawa keuntungan bagi dunia pendidikan. Daripada terus menerus terjebak pada diskursus mengenai dampak negative dari pandemi, kita juga perlu melihat sisi lain dari pandemi yang membawa keuntungan bagi pendidikan. Nguyen et al, sebagai contoh menjelaskan bahwa pembelajaran tatap muka yang terhambat keharusan pembatasan sosial pada masa pandemi justru memberi peluang bagi inovasi pembelajaran secara online. 




Pendidikan karakter  yang  merupakan bagian  penting  dari  pelaksanaan pendidikan di  Indonesia  juga memiliki peluang untuk ditanamkan selama masa pembelajaran jarak jauh ini. Pendidikan karakter dapat dilaksanakan secara terintegasi dalam mata pelajaran, dan mata pelajaran IPS memiliki posisi strategis dalam menerapkan pendidikan karakter. 



Lebih lanjut bahwa terdapat empat cara dalam pelaksanaan pendidikan karakter yaitu teaching, modelling, reinforcing, dan habituating, yang melibatkan sekolah, keluarga, dan masyarakat. Ketika siswa diminta belajar secara online pada masa pandemic ini, ada banyak nilai karakter yang dapat ditanamkan oleh guru IPS kepada siswanya. 



Pertanyaannya kemudian adalah seberapa efektif nilai-nilai karakter dapat diterapkan pada masa ini? Apa saja faktor pendukung dan penghambatnya? Pertanyaan-pertanyaan ini perlu dijawab sebagai alternatif referensi implementasi pendidikan karakter pada masa mendatang. Sebagaimana disampaikan oleh Nguyen et al, masa pandemi ini seharusnya dapat menginspirasi munculnya model baru dalam penanaman nilai-nilai karakter melalui pembelajaran IPS.




Berdasarkan pengalaman dalam pembelajaran IPS secara online terdapat peluang untuk menanamkan nilai-nilai karakter kepada siswa. Hasil refleksi yang dilakukan terhadap pembelajaran online yang telah dilakukan oleh guru-guru IPS menunjukkan bahwa setidaknya terdapat sembilan nilai karakter yang dapat diajarkan secara terintegrasi melalui pembelajaran IPS online. 



Indikator dari masing-masing aspek karakter tersebut ditemukan dalam pembelajaran yang dilakukan oleh guru. Dari indikator-indikator inilah kami dapat menyimpulkan bahwa ada sembilan aspek karakter yang dapat disampaikan melalui pembelajaran IPS secara online yaitu religius, komunikatif, peduli sosial, disiplin, kreatif, rasa ingin tahu, mandiri, bertanggung jawab, dan jujur.




Pembelajaran online yang dilakukan oleh guru selalu diawali dengan berdoa. Hal ini mengandung nilai karakter religius dimana siswa mengikuti doa sesuai dengan kepercayaannya masing-masing. Sekolah-sekolah yang berbasis Islam bahkan membiasakan siswa untuk melaksanakan ibadah sholat dhuha. Kondisi yang sama seperti temuan Marzuki dan Haq dalam penelitiannya di SMP berbasis Islam. 




Selama pembelajaran online, aktivitas ibadah ini dilakukan secara mandiri dan dilaporkan kepada guru. Doa, salam, dan pelaporan aktivitas ibadah ini merupakan indicator moral religious yang muncul dalam pembelajaran online. Sebenarnya ini hanya bagian kecil diantara 12 sub nilai lain yang terdapat dalam aspek moral religius.




Karakter komunikatif dalam pembelajaran IPS online muncul dalam perilaku siswa yang saling bertegur sapa dan berdiskusi selama proses pembelajaran berlangsung. Karakter peduli sosial muncul dari afeksi antar siswa yang nampak dari perilaku saling mengingatkan untuk belajar dengan baik serta saling menanyakan dan mendukung apabila ada yang mengalami kesulitan selama proses belajar. 




Peduli sosial ini memang biasanya berkaitan dengan tindakan memberi bantuan kepada orang lain yang membutuhkan. Karakter disiplin teridentifikasi dari perilaku siswa yang tepat waktu baik dalam mengikuti kelas maupun mengumpulkan tugas. Karakter kreatif teridentifikasi dari usaha siswa dalam memanfaatkan berbagai sumber belajar, baik yang diperoleh dari media online maupun dari lingkungan sekitarnya dalam kehidupan sehari-hari.




Karakter rasa ingin tahu teridentifikasi dari perilaku siswa yang rajin bertanya kepada guru baik mengenai materi maupun mengenai teknis pelaksanaan pembelajaran. Rasa ingin tahu berkaitan dengan upaya mengetahui sesuatu secara lebih luas dan mendalam. Karakter mandiri teridentifikasi dari kemandirian siswa dalam mengerjakan tugas dan usaha siswa untuk dapat mengikuti kelas online. 




Sesuai dengan penjelasan Berliani dan Sudrajat bahwa karakter ini  menunjukkan sikap dan perilaku tidak bergantung pada orang lain.  Karakter bertanggung   jawab   teridentifikasi   dari   kemauan   siswa   mengikuti   pembelajaran   dan mengerjakan tugas yang diberikan guru. Tanggung jawab berkaitan dengan tindakan untuk melaksanakan hak dan kewajiban dengan baik.




Karakter jujur nampak dari sikap siswa dalam menyampaikan situasi belajarnya kepada guru serta mengikuti ketentuan guru dalam mengerjakan tugas dan ujian.

Tentu saja dalam implementasi pendidikan karakter secara terintegrasi dengan mata pelajaran IPS perlu adanya rancangan, persiapan, dan pelaksanaan yang baik. Guru berperan sangat penting untuk mengajarkan maupun sebagai role model karakter bagi siswa. 




Pengalaman dari pembelajaran online yang dilakukan pada masa pandemic COVID-19 menunjukkan bahwa dalam pembelajaran IPS secara online terdapat peluang untuk mengimplementasikan pendidikan karakter. Implementasi pendidikan karakter dapat dilakukan melalui aktivitas pembelajaran online. 




Ada Sembilan aspek karakter yang potensinya sudah nampak dalam diri siswa sehingga perlu diikuti dengan follow-up dari guru. Masing-masing aspek dari sembilan aspek tersebut tidak sama potensinya. Terdapat beberapa aspek yang masih kurang sehingga perlu menjadi prioritas. Dari aspek pelaksanaan pendidikan karakter, bagian penting yang perlu menjadi perhatian guru adalah aktivitas pembelajaran. Guru perlu merancang aktivitas pembelajaran yang sesuai dengan karakteristik siswa. 




Akan semakin baik jika pembelajaran dilaksanakan secara blended learning karena proses modelling dan reinforcing akan semakin efektif pada saat pembelajaran face-to-face (tatap muka).



Sebagai bahan evaluasi proses, studi yang dilakukan masih terbatas pada gagasan implementasi pendidikan karakter melalui pembelajaran IPS secara online, berdasarkan pada pengalaman pembelajaran yang telah dilakukan. 



Studi lebih lanjut mengenai implementasi dari gagasan ini sangat diperlukan pada masa mendatang. Selain itu, penelitian dimasa yang akan datang diperlukan untuk  mengetahui bagaimana korelasi antara  karakter dengan  keberhasilan belajar siswa. Hal ini karena sembilan aspek karakter yang teridentifikasi dalam pembelajaran IPS online sangat relevan dengan peningkatan prestasi belajar siswa.


Desak Pemkot Fokus Dorong Prabumulih Kembali Ke Zona Hijau


PRABUMULIH, DS -  Kebijakan Pemerintah Kota Prabumulih untuk menunda pemberlakuan belajar tatap muka bagi pelajar Sekolah Menengah Atas ( SMA) dan Sekolah Menengah Pertama( SMP) di sambut baik  anggota parlemen.


Selain di kuatirkan menambah klaster  baru covid -19, kondisi Kota Seinggok-Sepemunyian juga belum memenuhi syarat keputusan empat menteri untuk pemberlakuan belajar tatap muka,salah satunya adalah wajib berada di zona  hijau atau kuning.


"Sementara posisi Kota Prabumulih masih berada di zona orange. Takutnya sekolah menjadi klaster baru ,tentu saja menambah masalah baru," terang Wakil Ketua I Drpd Kota Prabumulih,H Ahmad Palo,SE kepada wartawan sebelum rapat Banggar Pembahasan APBD-Perubahan Prabumulih tahun 2020, Senin (31/08/2020).


Ketua Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Kota Prabumulih ini berpandangan  bahwa perbedaan pendapat antara DPRD dan Pemerintah Kota Prabumulih dalam hal penerapan belajar tatap muka merupakan hal wajar dan tidak perlu di besar-besarkan.


" Berbeda pendapat itu biasa. Mungkin dewan dan pemkot memandang dari sisi yang berbeda,itu biasa dalam demokrasi," ucap Palo.


Politisi senior PPP Prabumulih ini juga mendorong agar Pemerintah Kota Prabumulih untuk lebih konsentrasi dalam menekan angka penyebaran covid-19 agar  Prabumulih kembali ke zona hijau.


" Kami rasa saat ini itu yang lebih penting.jika Prabumulih berada di Zona hijau,otomatis belajar tatap muka bisa di berlakukan. Namun ini bukan hanya tugas pemerintah semata, butuh kesadaran penuh masyarakat dalam menerapkan disiplin protokol kesehatan yang ketat,yakni,pakai masker,sering cuci tangan dan jaga jarak," tegas Palo.

Penulis Buku "Catatan 02" itu Kini Jabat Danjen Kopassus


JAKARTA, DS - Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto tunjuk Brigadir Jenderal TNI Mohammad Hasan sebagai komandan jenderal komando pasukan khusus.


hal tersebut tertuang dalam Surat Keputusan Panglima TNI Nomor Kep/666/VIII/2020 tanggal 26 Agustus 2020 tentang Pemberhentian dari dan Pengangkatan dalam Jabatan di Lingkungan Tentara Nasional Indonesia.


Dalam surat tersebut Panglima TNI juga memutasi 61 perwira tinggi (Pati) TNI lainnya yang terdiri dari 27 Pati jajaran TNI Angkatan Darat, 13 Pati jajaran TNI Angkatan Laut dan 22 Pati jajaran TNI Angkatan Udara.


Brigjen TNI Moh. Hasan kini menjadi Danjen Kopassus menggantikan Mayjen TNI I Nyoman Cantiasa


Pengangkatan Moh.Hasan tersebut dapat dikatakan sangat ideal, pasalnya ia terlebih dahulu menjabat sebagai Wadanjen Kopassus


Adapun Mayjen TNI I Nyoman Cantiasa kini dipercaya mengemban jabatan sebagai Pangdam XVIII/Kasuari Papua Barat.


Brigjen Moh. Hasan merupakan sosok pria kelahiran Bandung 13 Maret 1971 yang memiliki segudang pengalaman dibelantika pasukan elite Tanah Air


Akmil 1993 itu tercatat pernah menjadi Komandan Unit Grup 1/Para Komando Kopassus hingga Kasi intel Grup 1/Para Kopassus.


Selanjutnya ia juga pernah menjabat sebagai Komandan Kodim 0104/Aceh Timur pada 2011 hingga 2013.


Kembali mendapat amanah, dirinya dipercaya sebagai Wakil Komandan Grup 2/Sandi Yudha Kopassus Kandang Menjangan, Kartasura pada 2013 hingga 2014.


Dirinya juga tercatat mempunyai karya buku berjudul “Catatan 02”. Karya tersebut ditulisnya saat menjabat sebagai Wakil Komandan Grup 2/Sandi Yudha Kopassus.


Brigjen Moh.Hasan juga pernah mengemban Komandan Grup A Paspampres pada 2014 hingga 2016. Dan setelah itu menjadi Komandan Korem 061/Surya Kencana pada 2018-2019.


Selama menjalani penugasan militer, Moh. Hasan juga pernah terjun dalam Operasi Timor Timur pada 1995, Operasi Irian Jaya pada 1999, hingga Operasi Memangkas pada 2019

Gagal Panen, Warga Benuang Ancam Demo PT Servo


PALI, DS  - Warga Desa Benuang, Kecamatan Talang Ubi, Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) mengancam akan mengelar aksi demo dengan memblokir jalan PT Servo Lintas Raya, lantaran debu yang disebabkan tingginya mobilisasi armada bermuatan batubara ini dinilai telah merusak tanaman dan membuat gagal panen.



Kepala Desa (Kades) Benuang Kawaludin mengatakan, bahwa dirinya mewakili warga pemilik kebun menilai, penyiraman yang dilakukan pihak perusahaan di sepanjang jalan PT Servo Libtas Raya terkesan seadanya saja, sehingga membuat pemilik kebun merugi.



"Areal jalan yang melintasi kebun warga ini sepanjang enam kilometer. Diselimuti debu yang berterbangan akibat armada angkut PT Servo Lintas Raya. Akibatnya tanaman di kebun seperti karet hasilnya menurun. Sedangkan, kebun nanas dan jagun warga lainya harus gagal panen," ungkapnya.




Pihaknya berharap, pihak perusahaan segera mengecek bersama warga dilokasi ini. "Karena kalau tidak warga berjanji akan demo dan blokir jalan. Kami juga akan segera menyurati pihak perusahaan atas kejadian ini," jelasnya.


Sementara, Humas PT Servo Lintas Raya Yayan Sunderi mengatakan, bahwa penyiraman di jalur operasionalnya di Desa Benuang, telah dilakukan secara maksimal. Namun, apabila ada warga yang mengaku gagal panen di kebunya akibat debu, hal ini perlu dilakukan penkajian terlebihdahulu.



"Kalau menuding seperti itu, tentu harus ada penelitian lebih dalam. Karena, banyak faktor lain juga. Mungkinsaja tanaman yang ditanam kurang penyiraman dan pemupukan, sehingga kebunya gagal panen," ujarnya.



Dikatakanya, warga pemilik kebun baiknya membuat surat secara resmi yang diketahui oleh kades dan bahkan camat ke pihaknya, sehingga bisa langsung menangapi keluhan tersebut dan mencari solusinya. "Suratnya harus dikirim, sehingga bisa kita lakukan pengecekan," pungkasnya

Bersatu di Tengah Pandemi, Warga Desa Tanjung Pinang dan Laskar Pemuda Penesak Galang Dana Sosial


OGAN ILIR, DS - Di tengah situasi Pandemi Covid-19, puluhan Pemuda dari Desa Tanjung Pinang 1 dan Tanjung Pinang 2 bersama Laskar Pemuda Penesak bergerak melakukan penggalanan dana untuk pasien Kanker, Infeksi Hati dan penyakit lain untuk nantinya dikumpulkan dan disumbangkan kepada pasien yang sedang terbaring menunggu uluran tangan sang donatur. 


Pemuda Desa Tanjung Pinang kecamatan Tanjung Batu Kabupaten Ogan ilir ini memahami betul betapa sulitnya ekonomi di masa pandemi Covid-19. Meski pergerakan warga dibatasi, namun Puluhan pemuda ini tetap mengedepankan protokol kesehatan dalam melakukan aksi penggalangan dana. Penggalangan dana yang dilakukan pun cukup sederhana dan tetap santun dibarengi senyuman kepada masyarakat pengguna jalan yang melintasi Desa sembari menyodorkan kotak bantuan berharap mereka yang melintas tergerak untuk menyisihkan sebahagian rezekinya untuk membantu sesama yang sedang membutuhkan.


Mayor Zen (39) yang tergabung dalam aksi penggalangan Dana Bantuan Sosial yang ditemui Duta Sumsel mengungkapkan bahwa aksi yang dilakukan oleh sekelompok Pemuda ini adalah aksi sukarelawan dengan satu tujuan yakni mencoba bergerak untuk melakukan kebaikan dengan cara mengumpulkan dana secara sukarelawan untuk sesama yang sedang membutuhkan.


"Kita tahu sendiri dampak Covid-19 ini bukan hanya di Ogan Ilir saja namun lebih daripada itu, seluruh dunia turut merasakannya. Seluruh lini ekenomi baik kecil maupun skala besar turut terdampak. Harapan kita sebagai masyarakat kecil ini cuma satu yakni cukup diberi kesehatan saja dalam situasi dan kondisi saat ini. Setidaknya dengan kesehatan tersebut kita masih mampu bekerja keras untuk menutupi kebutuhan hidup dan sedikit berbagi rezeki kepada saudara-saudara kita yang saat ini banyak yang terbaring di Rumah Sakit menunggu uluran tangan sang dermawan" ujar Zen.


Dikatakan, dana yang terkumpul nantinya akan kembalin disumbangkan kepada mereka yang membutuhkan melalui lembaga resmi Pemerintahan maupun Lembaga sosial lainnya yang mengurusi bantuan dana tersebut. 


"Kita tidak perduli sedikit atau banyak yang bisa dikumpulkan hari ini. Utamanya adalah perbuatan baik harus tetap digalakkan demi membantu sesama. Jika pun ada warga atau Donatur yang ingin membantu melalui kelompok Pemuda Desa Tanjung Pinang atau Laskar Pemuda Penesak, kami sangat terbuka dan mari berbagi untuk saudara kita yang membutuhkan" Pungkasnya. (hz)

Masuk Dalam Resiko Sedang : Pemkab Lahat Godok Perbub Atasi Pandemi Covid-19


LAHAT, DS - Jumlah terinfeksi Covid-19 di Bumi Seganti Setungguan yang terus meningkat memaksa Pemerintah Kabupaten Lahat segera menerbitkan regulasi anyar untuk penanganan dan penanggulangan dampak dari Covid-19 yang ditimbulkan. Informasi terbaru, terkonfirmasi Pasien Positif Corona di Lahat mencapai 50 orang. 17 orang diantaranya sedang dalam proses perawatan, Pasien Sembuh 29 orang dan pasien meninggal dunia sebanyak 4 orang.



Kurva peningkatan pasien corona yang terus meningkat ini menjadi perhatian serius Pemerintah Kabupaten Lahat untuk menerbitkan regulasi daerah menekan dan memutus mata rantai penyebaran corona di Bumi Seganti Setungguan. Kendati belum final, namun upaya regulasi penerapan Pembatasan Sosial Bersekala Besar (PSBB) di Lahat mulai gencar terdengar di masyarakat. 


Juru bicara Gugus Tugas Kabupaten Lahat Taufik Hidayat ketika di Konfirmasi awak media melalui pesan singkat WA mengungkapkan bahwa upaya penerbitan regulasi merupakan wewenang Pemerintah Derah. Kondisi Lahat saat ini menurutnya masih dalam status Zona Orange. 


"Terkait Regulasi penanganan dan Penanggulangan Covid-19 secara Nasional telah diatur dalam keputusan Presiden. Namun untuk Regulasi lain seperti penerapan PSBB maupun hal lain itu merupakan wewenang Pemerintah Daerah untuk menekan dan memutus mata rantai penyebaran Covid-19" ujarnya.



Disinggung apakah dimungkinkan untuk menerapkan Lock Down di Lahat sebagai alternatif lain untuk memutus mata rantai Covid-19, Hidayat menjelaskan bahwa penerpan Lock Down merupakan wewenang Pusat yang butuh kajian mendalam sebelum dilakukan penerapan. Mengingat status Lahat yang masih Zona Orange ada berbagai kemungkinan yang akan terjadi. Jika kesadaran warga terus dapat ditingkatkan dalam menerapkan protokol kesehatan mungkin Zona Orange akan berubah ke kuning dan kemungkinan bisa mendekati hijau. Dan sebaliknya jika Penerapan Protokol kesehatan mulai kendor Zona Orange bisa menjadi merah, dan penerapan PSBB mau tak mau harus dilakukan.



Ditempat terpisah, Ketua Gugus Tugas H.Alia Pandi, yang dikonfirmasi mengaku terus melakukan yang terbaik untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19 di Kabupaten Lahat. Sejauh ini kata dia, pihaknya terus melakukan tracking dan testing terhadap keluarga pasien kontak erat dan suspek sebagai upaya preventip.


"Untuk dapat memutus mata rantai penyebaran Covid-19 tentu tidak cukup hanya sebatas Pemerintah saja. Pemerintah dan Gugus Tugas juga harus bersinergi dengan lembaga pemerintah lainnya, baik itu TNI Polri dan semua elemen masyarakat untuk senantiasa terus menjalankan protokol kesehatan secara disiplin memutus rantai penularan covid-19" pungkasnya.(doni)

Hari Ini, Sebanyak 47 KK Warga Desa Karang Lebak Cair BLT DD


LAHAT, DS - Hari ini, Tim pencairan dana BLT DD Kecamatan mulak Ulu Kabupaten Lahat mencairkan dana BLT DD kepada 47 Kepala Keluarga (KK) warga Desa Karang Lebak. Dari total 113 KK jumlah keseluruhan warga di desa tersebut, tercatat sebanyak 47 KK penerima manfaat Bantuan Langsung Tunai ( BLT DD ) tahap ke 2 bulan ke 1. Begitu, Desa tersebut juga tercatat sebagai penerima bantuan lainnya dari Pemerintah seperti, penerima PKH sebanyak 28 KK, penerima sembako BPNT sebanyak 17 KK dan BST sebanyak 12 KK.


Sejauh ini, bantuan-bantuan tersebut telah digunakan sebagaimana mestinya oleh warga desa. Dimana bantuan yang diberikan merupakan bantuan dampak COVID-19, maka warga kurang mampu di Desa Karang Lebak hanya mempergunakan bantuan untuk keperluan pangan saja sebagai bentuk kerjasama dengan pemerintah dalam memutus mata rantai penyebaran Covid-19.


Demikian disampaikan oleh Kepala Desa Karang Lebak Herdiansyah saat di temui Duta Sumsel Usai Pembagian Bantuan dana BLT DD di desa tersebut.


Disamping penjelasan jumlah penerima bantuan, Kades Herdiansyah mengaku bahwa di masa Pandemi Covid-19, bantuan sekecil apapun itu bentuknya sangat diharapkan warga untuk meringankan beban mereka. Untuk itu ia berharap, selama masa Pandemi masih berlangsung bantuan tersebut kiranya jangan putus sebab itulah harapan satu-satunya yang bisa diandalkan oleh warga masa-masa sulit seperti sekarang ini.


"Kalau bisa kita sangat berharap bantuan seperti ini di masa pandemi jangan sampai putuslah. Sebab inilah harapan satusatunya yang bisa diandalkan warga tidak mampu untuk bertahan hidup dimasa-masa sulit seperti sekarang ini" ujarnya, Senin (31/08/2020)



Dalam kesempatan tersebut turut hadir Camat Mulak Ulu Elsye Hartuti S. STPP. MM untuk memastikan bantuan yang dicairkan diterima langsung oleh warga yang berhak. Disetiap pencairan BLT DD Elsye semampunya senantiasa berupaya menyaksikan langsung proses pencairan dana secara langsung kepada warga penerima manfaat.



Sosok Elsye yang berkharisma dan rajin turun ke lapangan senantiasa menjadi sebuah kerinduan yang dinanti-nantikan warga. Ibarat dunia pewayangan Elsye mungkin bisa disebut sebagai Prabu Basukunti atau Sinter Klas yang suka menolong siapa saja. Ketika Elsye turun ke Desa-Desa, 80 persen ia selalu membawa kabar baik yang disertai pembagian bala bantuan.



"Tidak pernah lelah untuk mensosialisasikan untuk senantiasa menerapkan perilaku hidup sehat dan bersih kepada seluruh warga di wilayah pemerintahannya terlebih saat dirinya turun ke desa-desa. Selalu mengingatkan untuk menggunakan dana bantuan untuk keperluan hidup saja bukan untuk gaya hidup. Kemudian mengingatkan warga untuk senantiasa menerapkan protokol kesehatan saat ke luar rumah.



Pantauan di lapangan, Pembagian Dana BLT DD tahap 2 bulan 1 di desa Karang Lembak Kecamatan mulak ulu tampak berjalan tertib dan lancar. Pembagian BLT DD tahap ke 2 bulan ke 1 tampak dihadiri Camat Mulak Ulu, Bhabin Kamtimas Polsek Mulak Ulu, Babinsa Mulak Ulu, Pendamping Desa, Ketua BPD serta perangkat Desa Karang Lebak. (novita)

DRA Ajak Warga Muba mengikuti proses rangkaian pendataan SP 2020.


MUBA, DS - Tepat hari ini 31 Agustus 2020 kick off Sensus Penduduk (SP) Tahun 2020 dimulai. Di Musi Banyuasin, Bupati Muba Dr Dodi Reza Alex Noerdin Lic Econ MBA sangat konsen dan getol mengajak warga untuk mengikuti proses rangkaian pendataan SP 2020. 


Dimana sebelumnya, Pembina dan Penggerak Olahraga Terbaik Indonesia tersebut gencar mengajak dan mensosialisasikan kepada warga Muba untuk mengisi Sensus Penduduk Online 2020 yang sudah dilaksanakan sejak 15 Februari 2020 lalu. 


"Mari kita warga Muba sambut dengan ramah kedatangan petugas SP 2020, demi mewujudkan Satu Data Kependudukan," ungkap Dodi Reza. 


Menurut Dodi, pendataan SP sangat penting untuk diikuti oleh seluruh warga masyarakat Muba. "Dalam proses pendataan nantinya tetap patuhi protokol kesehatan dan menjaga jarak aman," terangnya.


Kepala Badan Pusat Statistik Muba Sunita SE MSi menyebutkan, segala bentuk persiapan telah dilakukan jauh-jauh hari untuk melaksanakan SP Tahun 2020. "Di tengah suasana pandemi, kami beradaptasi dengan protokol kesehatan dan berjanji untuk lebih berhati-hati khususnya di wilayah Muba," sebutnya.


Sementara itu Kadin Kominfo Muba Herryandi Sinulingga APmengatakan data merupakan salah satu  kunci pembangunan di masa depan. Peran serta seluruh penduduk Muba saat ini diperlukan tanpa terkecuali, untuk dapat berperan aktif untuk  mewujudkan Satu Data Kependudukan indonesia Khususnya Kabupaten Musi Banyuasin 


"Petugas Sensus akan datang dan mencatat penduduk Indonesia secara serentak pada hari ini termasuk di Muba,"  untuk itu mari kita dukung program ini sehingga kita pastikan bahwa kita terdata  sebagai penduduk Indonesia tuturnya 


Diketahui, Muba merupakan daerah Terbaik Ketiga Respon Rate Sensus Penduduk Online 2020 di Sumsel. 


Sampai dengan saat ini 60,88 persem KK masyarakat Muba sudah mengikuti sensus penduduk online. Dan masih ada kurang dari 40% yang belum terdata, dan akan dilakukan pada September 2020 ini yang akan dilakukan pendataan langsung oleh petugas SP 2020.(hsrill)

Ngobrol Bareng Nelayan, Wabup Muba Ajak Jaga Biota Sungai


MUBA,DS. - Meskipun libur akhir pekan, tidak menyurutkan semangat Bupati Muba Dr H Dodi Reza Alex Noerdin melalui Wakil Bupati Muba Beni Hernedi  mengunjungi warga masyarakat untuk bersilaturahmi dan sosialisasi terkait menjaga kelestarian sumber daya ikan serta biota sungai di Kabupaten Muba, Khususnya di Kecamatan Sungai Lilin.


Untuk itu, Wakil Bupati Musi Banyuasin Beni Hernedi mengingatkan seluruh masyarakat supaya tidak mencari atau menangkap ikan dengan meracun atau setrum. Karena bisa mengakibatkan kerusakan ekosistem air.

Hal ini, disampaikannya langsung saat melakukan Kunjungan Kerja sekaligus Bersilaturahmi dengan Para Nelayan di Desa Pinang Banjar Kecamatan Sungai Lilin, Sabtu (29/8/2020).

Menurut Wabup Beni Hernedi, mencari ikan dengan meracun atau setrum selain merusak biota air ataupun populasi ikan, juga berbahaya bagi manusia dan bisa hilangnya ikan diperairan. Dirinya juga menyarankan, alangkah lebih baiknya bila Nelayan mencari ikan dengan cara tradisional. Misalnya dengan menjala atau memancing.

Oleh sebab itu, Beni mengajak masyarakat bersama-sama mengawasi supaya tidak ada lagi yang mencari ikan dengan racun ataupun setrum. 

Beni juga mengatakan bahwa Pemkab Muba siap membantu para nelayan di pinang Banjar dalam menyiapkan wadah para nelayan. Dan terkait soal anggaran, Wabup Beni Hernedi minta Dinas terkait yaitu Dinas Perikanan Kabupaten Muba dan  DPRD Muba untuk bisa membantu alat tangkap ikan dan perahu buat nelayan khususnya nelayan di Desa Pinang Banjar.

"Kita ingin membangkinkan lagi dan harus merevitalisasi kembali budaya kearifan lokal dengan cara-cara kebaharian, dan budaya tradisional yang sebetulnya menjadi kekuatan ekonomi kerakyatan karena banyak rakyat yang menggantungkan hidup di sini, dan menjadi perhatian kita semua,"terangnya.

Dalam kesempatan ini, Beni Hernedi juga
meminta partisipasi aktif dari masyarakat dalam Kecamatan Sungai Lilin bisa mengawasi dan menginformasikan ke pemerintah atau pihak berwajib jika mengetahui ada masyarakat yang masih melakukan tindakan tersebut, sehingga dapat segera ditindaklanjuti.

"Oleh karena itu peran serta masyarakat sangat diperlukan untuk bersama-sama menjaga kelestarian dan pemanfaatan lingkungan perairan di Muba. Dan diharapkan masyarakat sadar dan dapat melaporkan kepada kami dan pihak berwajib apabila mendapati orang yang menangkap ikan dengan setrum," ungkapnya.

Sementara Camat Sungai Lilin, Agus Kurniawan, SIP MSi menyampai bahwa pihaknya siap membantu terbentuknya organisasi bagi para nelayan di Desa Pinang Banjar Kecamatan sungai Lilin. 

"Alhamdulillah, kami hari ini merasa senang serta bangga atas kehadiran Pak Wabup Muba Beni di Kecamatan Sungai Lilin. Dan dalam hal ini, saya selaku Camat di Kecamatan Sungai Lilin ini siap membantu Pemkab Muba dan siap menjadi penasehat bagi organisasi para nelayan di desa Pinang Banjar dalam mendapatkan suatu perubahan pada nelayan tradisional menjdi nelayan modern yang mempunyai perahu yang cukup besar, serta alat tangkap ikan, demi peningkatan ekonomi para nelayan Desa Pinang Banjar,"katanya.

Senada, Edi Aprianto salah satu nelayan mengucapkan terima kasih atas segala perhatian yang diberikan Pemkab Muba kepada para nelayan.

"Kami nelayan Desa Pinang Banjar berterimakasih, dan kami juga berkomitmen untuk terus menjaga kelestarian lingkungan perairan sungai dengan cara menangkap ikan tidak dengan racun serta setrum,"pungkasnya.(hsril)

PT PERTAMINA EP ASSET 2 BUKA PENDAFTARAN BEASISWA NON IKATAN DINAS POLITEKNIK AKAMIGAS PALEMBANG


PRABUMULIH,DS -Seluruh tahapan gratis dan tanpa biaya, masyarakat diharap waspada penipuan-

Meskipun diterpa goncangan keuangan akibat pandemi Covid-19, PT Pertamina EP Asset 2 tetap melaksanakan komitmennya untuk terus memberikan beasiswa kepada masyarakat tidak mampu di ring 1 operasionalnya. Beasiswa ini merupakan beasiswa non ikatan dinas yang ke-7 sejak dimulainya tahun 2014 bekerjasama dengan Politeknik Akamigas Palembang. 

Beasiswa yang diberikan adalah beasiswa pembiayaan penuh perkuliahan selama 3 tahun, serta bantuan sertifikasi Toefl ITP, Summer School Program di Malaysia, serta biaya wisuda. Beasiswa diberikan kepada enam putra putri terbaik yakni masyarakat tidak mampu yang berprestasi yang berada di wilayah operasional PT Pertamina EP.

Legal & Relations CSR Analyst Imam Maulana mengatakan bahwa beasiswa kerjasama dengan Politeknik Akamigas Palembang merupakan komitmen CSR yang terdapat dalam Work Program & Budget 2020 yang tetap menjadi prioritas dalam rangka mendukung kemajuan pendidikan khususnya masyarakat tidak mampu di wilayah sekitar operasional Pertamina EP dalam hal ini agar dapat mendapatkan kesempatan belajar dan bekerja di industri migas dan pertambangan.

Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, pendaftaran dan seleksi masuk dilaksanakan secara online, kecuali tes kesehatan. Hal ini dilaksanakan karena proses tahapan konvensional tidak memungkinkan dikarenakan pandemi Covid-19. Tahapan dan seleksi ini diantaranya adalah seleksi administrasi dengan melakukan pendaftaran dan penyerahan berkas secara online di http://bit.ly/beasiswa-2020  mulai 1-13 September 2020, dilanjutkan dengan Tes Psikotes dan Tes Potensi Akademik secara online, tes kesehatan di RS Pertamina Prabumulih, dan tes wawancara secara online.

Menurut Ketua Program Studi Teknik Eksplorasi Produksi Migas Politeknik Akamigas Palembang Roni Alida, pengumuman peserta yang lolos seleksi di setiap tahap hanya akan diumumkan pada website resmi Politeknik Akamigas Palembang yaitu www.poliakamigasplg.ac.id dan Instagram poliakamigasplg. Roni mengatakan seluruh tahapan dibiayai sponsor dalam hal ini PT Pertamina EP sehingga apabila ada pihak-pihak yang mengatasnamakan Pertamina EP atau Politeknik Akamigas Palembang meminta pungutan biaya dan sebagainya maka itu tidak dibenarkan dan pihak Pertamina EP dan Politeknik Akamigas Palembang tidak bertanggungjawab atas hal tersebut.

Roni juga menegaskan bahwa proses seleksi dilakukan dengan jujur dan adil, serta tidak dibenarkan melakukan lobi baik oleh peserta sendiri, keluarga, atau melalui pejabat setempat, apabila melakukan hal tersebut dan terkonfirmasi kebenarannya akan langsung didiskualifikasi.

Pihak PT Pertamina EP Asset 2 dan Politeknik Akamigas Palembang mengingatkan masyarakat agar waspada terhadap penipuan, selain itu juga masyarakat khususnya calon pendaftar agar tidak keliru dalam mendaftar dan menyimak seluruh tahapan seleksi, link pendaftaran hanya di http://bit.ly/beasiswa-2020.

Serap Aspirasi Masyarakat, Muhammad Yamin Monitoring Reses III di Desa Tanah Abang


MUBA,DS. - Serap Aspirasi Masyarakat, anggota DPRD kabupaten Musi Banyuasin Daerah Pemilihan II, kecamatan Batang Hari Leko, Sanga Desa, Plakat Tinggi, Lawang Wetan, Babat Toman, Muhammad Yamin melaksanakan Reses III Masa Persidangan III.


Reses yang dilangsungkan ini adalah bertujuan menyerap Aspirasi dan keluhan Masyarakat untuk dibawah kedalam masa Persidangan serta Planing pembangunan pada tahun-tahun berikutnya.



Muhammad Yamin dalam kesempatannya melaksanakan Reses III Masa Persidangan III menyasar pada desa Tanah Abang kecamatan Batang Hari Leko kabupaten Musi Banyuasin, Jumat (28/8/2020).


Ketua Fraksi PDI Perjuangan yang juga sekaligus Ketua Komisi II DPRD kabupaten Musi Banyuasin ini dalam kesempatan Resesnya menuturkan, Iya memang kita pada masa Reses kali ini, yaitu Reses monitoring ke lapangan, mengecek langsung kondisi hasil pembangunan yang dilaksanakan pada tahun lalu yaitu 2019 dan 2018.


" Namun kita juga tetap melakukan sharing dan dialog dengan kepala desa serta masyarakat, guna menjaring informasi dan aspirasi dalam persoalan apa yang dihadapi serta menjadi kendala yang dialami oleh mereka, dan perlu kita perjuangkan bersama pada saat masa Persidangan III mendatang," dikatakan Muhammad Yamin.


Diketahui juga, Memang dalam reses kali ini tidak melakukan dialog secara formal dengan masyarakat, sehubungan masih merebaknya kasus Pandemi Covid-19. Namun, hal ini tidak menjadi kendala kita dalam menyerap aspirasi dari masyarakat, yang berkaitan dengan pembangunan, baik infrastruktur maupun pemberdayaan ekonomi kerakyatan.


" Dalam pelaksanaan Reses hari ini, kami banyak mengucapkan terimakasih, kepada segala pihak baik Camat Batang Hari Leko beserta seluruh staf nya, maupun kepada terkhususnya kepala desa dan masyarakat desa Tanah Abang, dan masyarakat Batang Hari Leko pada umumnya," ucapnya.


Terakhir, diharapkan dengan adanya kami hadir diantara mereka (Masyarakat) dapat menjadikan ini sebagai momentum penyambung tali silahturahmi serta dapat menjadi wakil rakyat yang mampu berjuang dengan Aspirasi-aspirasi yang tersalurkan.


" Dan harapan saya, semoga tetap terjalin hubungan silaturrahmi dan komunikasi yang berkesinambungan, demi kemajuan masyarakat sampai ke pelosok desa," harapnya.(hs)

Bentuk Tim, Bupati Muba Dodi Reza Gandeng ICEF


JAKARTA,DS.COM - Sebagai daerah percontohan inisiasi pembangunan berkelanjutan, Musi Banyuasin dibawah kepemimpinan Bupati Muba Dr Dodi Reza Alex Noerdin Lic Econ MBA terus bergerak menginventarisir kelanjutan pembangunan ramah lingkungan di Bumi Serasan Sekate. 


Betapa tidak, imbas dari pandemi COVID-19 membuat beberapa program pembangunan berkelanjutan di Muba sedikit terhambat, namun hal tersebut sudah disiasati Pemkab Muba untuk kembali memulihkan program-program terobosan tersebut. 

"Kita akan menuju pada implementasi ekonomi sirkular, dengan menghasilkan produk inovasi yang berkelanjutan," ujar Dodi Reza yang juga Ketua Umum Lingkar Temu Kabupaten Lestari (LTKL) Indonesia di sela Pertemuan Dengan Tim Indonesia Circular Economy Forum (ICEF) dan Greneration Foundation di Graha Tirtadi 3rd Floor 308 Jakarta Selatan, Jumat (28/8/2020). 

Dodi menyebutkan, selama ini Muba telah memulai implementasi ekonomi sirkular dengan inisiatif pembangunan jalan aspal berbahan karet. "Hasilnya berjalan baik, bahkan Muba menjadi percontohan nasional dan diganjar reward oleh Kementerian PUPR atas keberhasilan terobosan inovasi tersebut," ulasnya. 

Lanjutnya, Muba saat ini juga tengah menggarap kawasan industri hijau yang tentunya berkelanjutan, dimana adapula inovasi pengelolaan kelapa sawit menjadi bahan bakar nabati (BBN) yang merupakan energi bari terbarukan. 

"Menjadikan ekonomi kita lebih sirkular adalah syarat mutlak jika kita ingin menciptakan masyarakat yang makmur, sekaligus menjaga planet kita. Ekonomi sirkular adalah ekonomi masa depan,” ujarnya.

Oleh sebab itu, tambah Dodi, Pemkab Muba akan bekerjasama dengan Tim Indonesia Circular Economy Forum (ICEF) dan Greneration Foundation dalam implementasi nantinya mewujudkan ekonomi sirkular. 

"Kita akan bentuk tim bersama Bappeda dan ICEF serta Generation Foundation untuk mewujudkan ekonomi sirkular nantinya di Muba," ungkapnya. 

Program Manager ICEF, Fahrian Yovantra menuturkan saat ini sangat perlu membawa Ekonomi Sirkular ke arah kebijakan pemerintah daerah, melalui Rencana Jangka Panjang dan Rencana Jangka Menengah yang terintegrasi dengan kebijakan ekonomi, lingkungan dan sosial sebagai upaya perwujudan target Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs).

"Kami melihat dan menilai Kabupaten dibawah kepemimpinan Bupati Muba Dodi Reza sudah ingin memulainya dan ini sangat berkotribusi positif pada perekonomian warga masyarakat Muba," ungkapnya. 

Ia menambahkan, dengan inisiasi Bupati Muba Dodi Reza tersebut tentu akan andil dalam upaya untuk mempercepat implementasi ekonomi sirkular di Indonesia. 

Dalam Pertemuan Dengan Tim Indonesia Circular Economy Forum (ICEF) dan Greneration Foundation tersebut Bupati Muba Dr Dodi Reza turut didampingi Plt Kepala Dinas Perkebunan Muba Akhmad Toyibir SSTP MSi, Ketua Harian LTKL Gita Syahrani, Generation Foundation Via Azlia, Program Officer ICEF Maria dan Stephani.(hsril)

Wujudkan Ketahanan Pangan di Masa Pandemi, Kodim 0405 Lahat Panen Jagung


LAHAT, DS - Komando Distrik Militer (Kodim) 0405/Lahat bersama Pemerintah Kabupaten Lahat dan Unsur FKPD Lahat menggelar panen perdana demplot (percontohan) tanaman jagung dalam rangka menjaga ketahanan pangan di masa pandemi covid-19 di Makodim 0405/Lahat, Jumat (28/08/2020)

Dengan panen perdana jagung milik Kodim Lahat kali ini, diharapkan dapat menjadi contoh bagi seluruh kalangan masyarakat untuk turut serta bercocok tanambidang ketahanan pangan, seperti jagung, umbi-umbian dan sayuran di pekarangan rumah.


Komandan Kodim 0405/Lahat, Letkol Kav Shawaf Al Amien SE mengatakan, masa panen Jagung di lingkungan Kodim Lahat adalah bagian dari upaya ketahanan pangan dimasa pandemi Covid-19. Disamping2 sebagai salah satu contoh bagi masyarakat agar turut serta dalam pertanian demi mencukupi ketersediaan pangan.


“Apalagi saat ini di masa pandemi Covid-19, karena itu kami ingin memberikan contoh, bahwa tidak hanya membudidayakan jagung, namun bisa juga dengan memanfaatkan lahan pekarangan sebagai tempat bertanam sayuran dan lainnya sebagai pengganti makanan alternatif” ujar orang nomor satu di makodim Lahat itu.



Sementara itu, Wakil Bupati Lahat H.Haryanto SE MM MBA turut mengapresiasi Kodim 0405/Lahat karena telah memberikan contoh dan edukasi kepada masyarakat Kabupaten Lahat untuk memanfaatkan pekarangan rumah untuk bercocok tanam seperti sayuran yang dapat dikonsumsi sebagai alternatif ketahanan pangan di masa Pandemi Covid-19.


“Kami atas nama Pemerintah Lahat sangat mengapreasiasi Dandim 0405/Lahat yang mana telah menggerakkan kegiatan pertanian khususnya tanaman Jagung sebagai alternatif ketahanan pangan di masa pandemi.  Terima kasih atas edukasinya bagi masyarakat kita bahwa dengan mandiri kita bisa memenuhi kebutuhan pangan kita sendiri,” ujarnya disela-sela panen jagung bersama.


Turut hadir dalam kegiatan tersebut, Wakil Bupati (Wabup) Lahat H.Haryanto SE MM MBA, Dandim 0405 Lahat Letkol Kav Shawaf Al Amien SE, Kasdim 0405 Lahat Mayor Inf Agus Salim, Kapolres Lahat AKBP Achmad Gusti Hartono SIK, Kasat Binmas AKP Herdi Fahrudin SE, OPD Pemkab Lahat, Kadis Pertanian Ir. Otong Heriadi M.Si, bersama Kabid, Kabag, dan Pegawai Dinas Pertanian, Staf Khusus Bupati, Ketua Persit, Dinas Koperasi Kodim 0405 Lahat, dan jajaran anggota Kodim 0404 Lahat. (idham/novita)

Pendapatan Pajak Sektor PBB Lahat Lampaui Target


LAHAT, DS - Upaya pemerintah Kabupaten Lahat untuk terus meningkatkan pendapatan dari sektor pajak mulai menunjukkan hasil yang signifikan. Peningkatan tersebut tentu saja bukan tanpa sebab. Pasalnya, pencapaian realasasi pendapatan daerah disektor PBB hingga melampaui target diketahui berkat terobosan Bupati Lahat Cik Ujang melalui Surat Edaran Bupati Lahat No 800/1335/bapenda II/2020 kepada seluruh aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Lahat untuk segera melunasi kewajiban berupa pembayaran Pajak Bumi dan Bangunan. 



Hasilnya, sejak surat edaran secara resmi diterbitkan, dana pajak PBB di Badan Pendapatan Daerah Lahat dalam waktu enam hari (19-25/08/2020) sudah berhasil mengumpulkan pendapatan sebesar Rp.2,8 Miliar. Berdasarkan data yang berhasil dikumpulkan Duta Sumsel Wajib Pajak (WP) sepanjang enam hari terakhir yang melakukan kewajiban pembayaran pajak masih didominasi oleh ASN. Artinya kesadaran ASN Lahat  untuk membayar pajak mulai meningkat.



"Alhamdulillah berkat surat Edaran Bupati, tingkat kesadaran ASN kita untuk membayar pajak semakin tinggi. Buktinya selama seminggu Bapenda Lahat telah berhasil mengumpulkan pendapatan dari sektor PBB sebesar Rp.2,8 miliar dan talah melampaui target" ujar Kepala Bapenda Lahat Suberanudin melalui Kepala Bidang PBB dan BPHTB Bapenda Lahat Henri Firmansyah, kepada Duta Sumsel ketika disambangi di ruang kerjanya Jumat (28/08/2020).



Dikatakan, target semula yang hanya Rp.2,1 miliar dengan yang telah teekumpul saat ini Rp.2,8 miliar berarti pendapatan pajak dari sektor PBB telah melalampaui target atau sekitar 141 %.



Dikatakan, kewajiban membayar pajak PBB tidak hanya berlaku untuk ASN saja. Surat edaran Bupati juga berlaku kepada seluruh masyarakat Kabupaten Lahat. "Mari bayar pajak tepat waktu sebab pajak yang dibayarkan untuk kepentingan pembanguanan" ujarnya seraya menambahkan kedepan pihaknya akan senantiasa berupaya semaksimal mungkin untuk terus menggenjot pendapatan daerah disemua sektor.



"Sekarang ini petugas di lapangan sedang melakukan pendataaan objek pajak, baik itu rumah makan, pajak hiburan, Kuasa Pertambangan, dan pajak lainnya. Diharapkan 2022 mendatang kecamatan Lahat melalui objek pajaknya sudah melakukan update data real untuk kemudian ditetapkan sebagai wajib pajak"pungkasnya. (Dni)

DPP PDI Perjuangan Umumkan Paslon Bupati Ogan Ilir. Ini Datanya.


JAKARTA, 
DS-  DPP PDI Perjuangan mengumumkan 4 pasangan calon gubernur-wakil gubernur, dan 58 pasangan calon kepala daerah (Cakada) tingkat kabupaten/kota, lewat pengumuman gelombang IV yang dilaksanakan secara virtual, di Jakarta, Jumat (28/8/2020).

Sebelumnya, PDI Perjuangan sudah mengumumkan Gelombang I pada 19 Februari, lalu Gelombang II pada 17 Juli, dan Gelombang III pada 11 Agustus 2020 lalu.

Pengumuman kali ini dibacakan oleh Ketua DPP PDI Perjuangan bidang politik, Puan Maharani, dan disaksikan Ketua Umum Megawati Soekarno Putri, Sekjen Hasto Kristiyanto, serta Ketua DPP Bidang Pemenangan Pemilu Bambang Wuryanto. Sejumlah Ketua DPP dan struktur pusat partai lainnya juga hadir seperti Eriko Sotarduga, Juliari Batubara, Djarot Saiful Hidayat, Wiryanti Sukamdani, dan Ribka Tjiptaning.

“Syukur alhamdulillah, bahwa pada kesempatan ini kita akan masuk pada pengumuman rekomendasi calon kepala daerah dan calon wakil kepala daerah gelombang ke IV, yang akan dilakukan pada hari ini Jumat 28 Agustus 2020. Sekarang saya akan membacakan terkait rekomendasi yang akan diberikan kepada calon kepala daerah dan calon wakil kepala daerah,” kata Puan di awal pernyataannya sebelum pengumuman itu.

“Semoga yang diumumkan ini tidak menyia-nyiakan rekomendasi ini dan terus berjuang keras bersama rakyat. Merdeka,” pungkas Puan.

Dari sejumlah nama yang diumumkan oleh Puan, termasuk diantaranya adalah Adly Fairuz, cucu Wakil Presiden KH Ma’ruf Amin, Ahmad Adly Fairuz, yang maju sebagai calon wakil bupati Karawang berpasangan dengan Dr. Yessy Karya Lianti, MARS. Sementara empat pasangan gubernur-wakil gubernur yang diumumkan termasuk untuk Provinsi Jambi, Provinsi Kepulauan Riau, Provinsi Kalimantan Utara, dan Provinsi Sulawesi Tengah. Berikut data lengkapnya.

Daftar Rekomendasi Calon Kepala Daerah dan Calon Wakil Kepala Daerah Dari PDI Perjuangan Pilkada 2020. Gelombang IV- Jumat, 28 Agustus 2020

*Provinsi: *

  1. Provinsi Jambi: Cek Endra dan Ratu Munawaroh
  2. Provinsi Kepulauan Riau: DR. H.M. Soerya Respationo, SH., MH dan Iman Sutiawan, S.E
  3. Provinsi Kalimantan Utara Drs. Zainal Arifin Paliwang, SH, M.Hum dan DR. Yansen, TP, M.Si
  4. Provinsi Sulawesi Tengah Dr. Mohamad Hidayat Lamakarate, M.Si dan Dr. Ir. Bartholomeus Tandigala, SH., CES.

Kabupaten/Kota:

Sumatera Utara

  1. Labuhanbatu: dr. Erik Adtrada Ritonga, MKM dan Ellya Rosa Siregar, S.Pd., M.M.
  2. Tapanuli Selatan: Dolly Putra Parlindungan Pasaribu, SPT., M.M. dan Rasyid Assaf Dongoran, M.Si

Sumatera Barat

  1. Pasaman: H. Benny Utama, S.H., M.M. dan Sabar, AS., S.Ag
  2. Kota Solok: Reiner, S.T., M.M. dan Andri Maran DT .PTO Rajo
  3. Sijunjung: Ashelfine, S.H., M.H. dan H. Sarikal, S.Sos., M.M.
  4. Pasaman Barat: H. Hamsuardi, S.Ag. dan Risnawanto, S.E.
  5. Padang Pariaman: Suhatri Bur Datuak Putih, S.E., M.M. dan Drs. Rahmang, M.M.

Riau

  1. Siak: Drs. H. Said Arif Fadillah, M.Si. dan Sujarwo, SM

Kepulauan Riau

  1. Karimun: H. Aunur Rafiq , S.Sos., M.Si. dan H. Anwar Hasyim, M.Si.

Jambi

  1. Kota Sungai Penuh: Drs. Ahmadi Zubir, M.M. dan Hardizal, S.Sos., M.H.
  2. Bungo: H. Mashuri, S.E., M.E. dan H. Syafrudin Dwi Apriyanto, S.P.D.

Sumatera Selatan

  1. Ogan Ilir: H.M. Ilyas Panji Alam, S.E., S.H., M.M. dan Ir. H. Endang PU, Ishak, S.H., M.Si.
  2. Ogan Komering Ulu: Drs. H. Kuryana Azis dan Drs. Johan Anuar, SH., MM
  3. Penukal Abab Lematang Ilir: Ir. H. Heri Amalindo, M.M dan Drs. Soemarjono

Bengkulu

  1. Bengkulu Utara: Ir. Mian dan Arie Septia Adinata, SE
  2. Mukomuko: Sapuan, S.E., M.M., Ak., CA., CPA. dan Wasri
  3. Seluma: Edison Simbolon, S.Sos., M.Si. dan Khairi Yulian, S.Sos., M.M.
  4. Bengkulu Selatan: H. Budiman, S.Pd., M.M. dan Helmi Paman, S.Sos.

Jawa Barat

  1. Karawang: Dr. Yessy Karya Lianti, MARS dan Ahmad Adly Fayruz
  2. Indramayu: Nina Agustina dan Lucky Hakim
  3. Sukabumi: Dr. H. Abu Bakar Sidik, M.Ag dan Sirojudin

Jawa Tengah

  1. Klaten: Hj. Sri Mulyani dan H. Yoga Hardaya, SH,MH
  2. Wonogiri: Joko Sutopo dan Setyo Sukarno
  3. Kota Magelang: Aji Setiawan, S.Ikom., MM. dan Dra. Windarti Agustina
  4. Kendal: H. Tino Indra Wardono dan Mukh Mustamsikin, S.Ag.,M.S.I

Bali

  1. Kota Denpasar: I Gusti Ngurah Jaya Negara, S.E. dan I Kadek Agus Arya Wibawa, S.E., M.M.
  2. Karangasem: I Gede Dana, S.Pd., M.Si. dan Dr. I Wayan Artha Dipa, S.H., M.H.
  3. Badung: I Nyoman Giri Prasta dan Drs. I Ketut Suisa, S.H.
  4. Bangli: Sang Nyoman Sedana Arta, S.E. dan I Wayan Diar, SST., Par.
  5. Jembrana: I Made Kembang Hartawan, S.E., M.M. dan I Ketut Sugiasa, S.H., M.Si.
  6. Tabanan: Dr. I Komang Gede Sanjaya, S.E., M.M. dan I Made Edi Wirawan, S.E.

Nusa Tenggara Barat

  1. Lombok Utara: H. Djohan Sjamsu, SH dan Danny Karter Febrianto Ridwan, ST, MEng
  2. Lombok Tengah: H. Lalu Pathul Bahri, S.IP dan Dr. Haji M. Nursiah, S.Sos., M.Si
  3. Bima: Dr. H. Irfan dan H. Herman Alfa Edison
  4. Dompu: Hj. Eri Aryani Abubakar dan H. Ihtiar, SH

Nusa Tenggara Timur

  1. Timor Tengah Utara: Hendrikus Frengky Saunoah, SE dan Amandus Nahas
  2. Manggarai: Herybertus Gerardus Laju Nabit, SE., MA dan Heribertus Ngabut, SH
  3. Belu: Willybrodus Lay, SH dan Drs. J.T. Ose Luan
  4. Ngada: Helmut Waso dan Ir. Yohanes Tay, MM
  5. Sabu Raijua: Drs. Orient P. Riwu Kore dan Ir. Thobias Uly, M.Si
  6. Sumba Barat: Marthen Ngailu Toni, SP dan Ir. Agustinus Bernadus Bora
  7. Malaka: Dr. Stefanus Bria Seran, MPH dan Wandelinus Taolin, SE

Kalimantan Selatan

  1. Balangan: H. Abdul Hadi, S.Ag., M.I.Kom. dan H. Supiani, S.Sos., M.Si.

Kalimantan Timur

  1. Berau: Hj. Seri Marawiah, S.Pd., M.Pd dan Agus Tantomo
  2. Mahakam Ulu: Drs. Y. Juan Jenau dan Indra Jaya, S.T

Kalimantan Utara

  1. Nunukan: Hj. Asmin Laura Hafid, SE., MM dan H. Hanafiah, SE , M. Si

Sulawesi Utara

  1. Bolaang Mongondow Timur: Dr. Suhendro Boroma dan Drs. Rusdi Gumalangit

Sulawesi Selatan

  1. Luwu Utara: Hj. Indah Putri Indriani dan Suaib Mansur, S.T., M.Si.
  2. Maros: H. Chaidir Syam, S.Ip., M.H. dan Hj. Suhartina Bohari

Sulawesi Barat

  1. Majene: Dr. H. Fahmi Massiara, MH dan H. Lukman Nurman

Gorontalo

  1. Gorontalo: H. Tonny S. Junus dan H. Daryatno Gobel, S.IP., M.AP.

Maluku Utara

  1. Halmahera Timur: Ir. Moh. Abdu Nazar , M.Si dan Aziz Ajarat, S.PD., M.KES.

Papua

  1. Yahukimo: Abock Busup, MA dan Yulianus Heluka, S.H.
  2. Pegunungan Bintang: Costan Oktemka, S.Ip. dan Decky Deal, S.IP
  3. Waropen: Hendrik Wonatorey, S.Sos dan Korinus Reri, S.P., M.M.

Papua Barat

  1. Raja Ampat: H. Abdul Faris Umlati, SE dan Orideko Irino Budram, S.IP., M.Ec.Dev.
  2. Fakfak: Samaun Dahlan, S.Sos, M.AP dan Clifford H. Ndandarmana, S.E
  3. Teluk Bintuni: Ir. Petrus Kasihiw, M.T dan Matret Kokop, S.H.

Pembagian BLT DD Tahap 2 Desa Datar Balam Berjalan Lancar


LAHAT, DS - Pada hari ini, Jumat (28/08/2020) pembagian BLT DD tahap 2 bulan 1 di Desa Datar Balam berjalan aman dan lancar.  Data yang dapat dihimpun Duta Sumsel, Dari seluruh warga Desa Datar Balam Kecamatan Mulak Ulu Kabupaten Lahat Sumsel tercatat 123 Kepala keluarga yang berhak mendapatkan bantuan langsung tunai dampak Covid-19 ini. 


Jumlah tersebut hingga akhir acara penyaluran usai, tidak terdapat penambahan maupun pengurangan penerima. Artinya penyaluran bantuan BLT DD tahap dua bulan 1 di desa Datar Balam tetap berdasarkan data lama. 


"Sejauh ini tidak ada penambahan maupun pengurangan penerima bantuan. Data 123 KK peneeima bantuan tahap 1 sama dengan tahap ke 2" ujar Kepala Desa Datar Balam Elpa Edison.


Mengingat bantuan yang diberikan pemerintah sifatnya sementara yakni dampak dari virus corona, ia juga tidak lupa menghimbau warganya untuk tidak ke luar rumah jika tidak bersifat urgen. 



"Apabila tidak ada kerjaan penting jangan ke Kota dulu. Jaga kesehatan kita bersama. Virus ini bukan sembarang virus. Untuk memutus mata rantai penyebarannya ada pada diri kita sendiri. Yakin dengan disiplin diri covid-19 dapat ditekan. Senantiasa patuhi protokol kesehatan, jaga jarak, jaga kebersihan, cuci tangan dan selalu gunakan masker bila keluar rumah" ujarnya. 


Sementara itu Camat Mulak Ulu Elsye Hartuti S, STP. MM dalam kesempatan tersebut mengungkapkan bahwa  Pemerintah menggalokasikan dana melalui Dana Desa sebesar Rp 300.000 perbulan selama tiga bulan berturut- turut. Bantuan ini lanjutnya, merupakan wujud keperdulian Pemerintah kepada rakyat yang terkena dampak pandemi Covid-19. 




"Seluruh Perekonomian Global juga terkena dampak dari Covid-19. Jadi, kami sangat berharap gunakanlah dana sebesar Rp 300.000 tersebut untuk membeli kebutuhan pokok. Jangan digunakan untuk hal-hal lain. Untuk sementara waktu jangan dulu melakukan kegiatan sosial yang bisa memicu kerumunan. Gerakan 3 M ( memakai masker, mencuci tangan dan  menjaga jarak) harus tetap di galakan. Bila ada pendatang dari luar kota mohon untuk dikarantina, selalu siapkan galon cuci tangan beserta sabun hal ini untuk menekan peredaraaan Covid-19" paparnya.


Selain itu Camat menghimbau kepada masyarakat Mulak Ulu khususnya Desa Datar Balam untuk tidak membuang sampah sembarangan demi terciptanya lingkungan yang bersih. Pembagian BLT DD ini dihadiri Kanit Binmas Polsek Mulak Ulu,  Kasi Ekobang, Pendamping Desa, Perangkat Desa serta undangan lainnya.

Sekda Muba Lantik 31 Pejabat Fungsional Dinkes dan Koordinator Wilayah Dikbud


MUBA,DS. - Bupati Musi Banyuasin Dr H Dodi Reza Alex Noerdin Lic Econ MBA diwakili Sekda Muba Drs H Apriyadi MSi Melantik dan Mengambil Sumpah 31 orang Pejabat Fungsional di Lingkup Pemkab Muba, Kamis (27/8/2020) di Ruang Auditorium Pemkab Muba.


31 orang Pejabat Fungsional yang dilantik dan diambil sumpahnya oleh Sekda ini, terdiri dari 16 orang pejabat fungsional dari Dinas Kesehatan dan 15 orang Koordinator Wilayah Kecamatan dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Kabupaten Muba.


Acara pelantikan juga disiarkan langsung lewat link live streaming media sosial BKPSDM Muba dan tetap mematuhi Protokol Kesehatan COVID-19, semua pejabat dan undangan memakai masker, dan berlangsung khidmat.


Dalam arahannya, Sekda Muba Drs H Apriyadi MSi mengemukakan bahwa pejabat fungsional akan lebih fokus dalam melaksanakan tupoksi di masing-masing pekerjaan yang di embannya. 


Untuk itu kata Sekda, kepada pejabat fungsional yang baru dilantik dan diambil sumpahnya pada hari ini selamat bekerja, dengan harapan mampu membuktikan kemampuanya dengan menunjukan prestasi kerjanya yang baik dimasa yang akan datang. 


"Saya percaya bahwa saudara-saudara akan melaksanakan tugas dengan sebaik-baiknya sesuai dengan tanggung jawab yang diberikan, dan diharapkan dapat memberikan pelayanan yang maksimal kepada masyarakat. Maka, sekali lagi, saya tekankan agar senantiasa menunjukan dedikasi, loyalitas dan kinerja yang tinggi,"pungkasnya.(Hsril)

Camat Mulak Ulu Ingatkan Kades Untuk Tidak Mark Up Anggaran


LAHAT, DS - Camat Mulak Ulu Elsye Hartuti S, STP. MM menekankan kepada pemerintahan dibawahnya untuk tidak bermain-main dalam pengelolaan anggaran dana desa baik BLT DD, DD, ADD dan Sumber Pendapatan lainnya jika tidak ingin bermasalah atau berurusan dengan aparat penegak hukum (APH). 


"Seluruh proses penyaluran dana dan serapan anggaran yang bersumber dari APBDes bayak yang memantau. Baik itu masyarakat, LSM penggiat anti korupsi, media massa hingga aparat penegak hukum. Untuk itu saya mengingatkan agar pengelolaan dana dapat dikelola sesuai dengan prosedur petunjuk pelaksanaan (juklak) yang berlaku agar tidak berbenturan dengan mekanisme dan hukum yang berlaku" ujar Elsye Camat Mulak Ulu disela Monitoring dan Evalusi penyaluran Dana Desa tahap 2 bulan 1 sebesar Rp 300.000 perbulan Juli 2020 di Desa Sukananti, Kamis (27/08/2020).



Dikatakan, hasil pemantauan dilapangan sejauh ini, Desa Sukananti sudah melaksanakan kegiatannnya dengan melaksanakan pembagian BLT tahap 1 dan 2 dengan baik. Menurutnya, Moniv dan Evaluasi yang dilakukan pihaknya merupakan suatu kewajiban dan tanggung jawab dari Kecamatan memantau penyaluran dana di tingkat pemerintahan bawah.


"Tidak ada sanksi namun ada tanggung jawab dari Kecamatan untuk melakukan Moniv, pengawasan. Dari dana yang dikeluarkan harus pula diimbangi dengan kinerja dan jangan sampai terjadi kelalaian penganggaran RAB ataupun hal lainnya yang bisa mengganggu konsentrasi pembangunan" imbuhnya.


Camat juga menghimbau kepada Kades untuk tidak bermain di titik nol. Terlebih kata dia, proyek dari luar jangan disampingkan dengan dana Desa. "Sarana Produktif Desa jangan saling pinjam, juga tidak boleh melakukan Mark Up, serta Administrasi harus terselesaikan dengan baik agar Kades tidak tersandung dengan hukum" pungkasnya.


Edisar Kades Desa Sukananti menyambut positif apa yang disampaikan Camat menurut Kades, Pembangunan di Desa Sukananti dengan menggunakan.Dana Desa di bangunkan pada Tembok Penahan dan Pagar PAUD yang langsung menyentuh ke masyarakat.


Selain itu juga Sosialisasi tentang pemahaman pentingnya pemakaian masker serta prilaku hidup sehat senantiasa terus digalakkan di desa tersebut. (nov)

Petugas Kecamatan Bayung Lincir Gelar Pemusnahan WC Darurat Tepian Sungai


MUBA, DS - Pemerintah Kecamatan Bayung Lencir bersama UPTD Puskesmas, TP. PKK Kecamatan Bayung Lencir melakukan sosialisasi sekaligus pemusnahan "bong" milik masyarakat Kelurahan Bayung Lencir yang berada disepanjang tepian sungai lalan dalam rangka mendukung target pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin bebas buang air besar sembarangan atau Open Defecation Free (ODF) pada tahun 2021.


Kamis, 27 Agustus 2020 satu persatu rumah warga kelurahan Bayung Lencir di areal tepian sungai yang masih menggunakan "bong" (wc cemplung sungai) didatangi oleh tim terpadu yang diinisiasi oleh Lurah Bayung Lencir, Syarif Hidayat, SE mendapatkan edukasi tentang penggunaan jamban sehat.

"Harapan kami nantinya semua warga di Kelurahan Bayung Lencir dapat menerapkan prilaku hidup bersih dan sehat, salah satu diantaranya dengan menggunakan jamban yang sehat" ujar Syarif.

Dijelaskan syarif bahwa tantangan untuk menerapkan ODF di kelurahan Bayung Lencir adalah sebagian wilayahnya dilalui aliran sungai lalan, sehingga selain faktor kebiasaan, letak geografis juga menjadi tantangan dalam memberikan sosialisasi ke masyarakat.

"Alhamdulillah tadi 3 "bong" kita bongkar, dan sebagai gantinya kita berikan uang bantuan untuk pembuatan jamban sehat" terangnya.

Sementara Carman (53) salah satu pemilik "bong" mengucapkan terimakasih telah memberikan edukasi sekaligus bantuan kepada keluarganya agar beralih menggunakan jamban sehat.

"Terimakasih lah pak, keinginan la ado dari dulu, tapi terkendala biaya dan belom tau solusinyo cakmano kalau bong di bongkar, tapi hari ini kami sudah paham dan ado sulusi kalau mau berubah ke pola hidup sehat" kata pak Carman.

Camat Bayung Lencir, M.Imron SE.,MSi yang ikut melakukan pembongkaran "bong" menargetkan seluruh warga yang berada di tepian sungai dapat menerapkan ODF sesuai instruksi Pemerintah Kabupaten.

"Hari ini dimulai dari Kelurahan Bayung Lencir, setelahnya kami menargetkan seluruh Desa di Kecamatan Bayung Lencir akan kami data dan lakukan pembinaan, sehingga target yang di pasang Pemkab yaitu 90 persen ODF dapat terpenuhi di Bayung Lencir. Ujar Imron.

Sementara itu Ketua Forum Kabupaten Musi Banyuasin Sehat, Hj Thia Yufada Dodi Reza menyampampaikan apresiasinya kepada Pemerintah Kecamatan Bayung Lencir yang sudah merespon langsung turun ke masyarakat untuk mensukseskan Kabupaten Musi Banyuasin bebas buang air besar sembarangan atau Open Defecation Free (ODF) pada tahun 2021.

"Taget kita kedepan warga di Kab Muba semuanya dapat merapkan ODF, minimal targetnya 90 persen di tahun 2021, saya berharap kecamatan lain juga ikut menggalakkan ke lapisan masyarakat bawah terkait ini" Terang nya.

Diketahui bahwa Kabupaten Musi Banyuasin pada tahun 2021 mengikuti Penilaian Swastisaba Wiwerda (taraf pembinaan), dimana sebelumnya di tahun 2019 berhasil mendapatkan Swastisaba Padapa (taraf pemantapan).(hsril) 

Jeritan Pelajar di Tengah Pandemi Corona


DUTASUMSEL.COM - Ibarat hantu begitulah saya menyebut Corona atau yang belakangan biasa disebut Covid-19. Ukurannya yang sangat halus mencapai 125 nanometer atau 0,125 mikrometer hanya mampu terdeteksi oleh alat medis dan tak satu pun manusia yang bisa melihat wujudnya dengan mata telanjang. 


Ia kerap disebut sebagai jelmaan pencabut nyawa tanpa memandang siapa korbannya. Baik ia pejabat, masyarakat biasa, tua dan muda sama dimatanya. Sejak lahir di Wuhan China 2019 lalu, corona menjadi pembawa musibah terbesar sepanjang sejarah peradaban dunia. Corona berhasil melumpuhkan semua lini ekonomi mulai dari yang kecil hingga yang berskala besar. Bahkan yang tak disangka-sangka mahluk kecil bernama virus Covid-19 ini mampu menutup prosesi ibadah haji hingga bandara terbesar di dunia sekalipun.


Tidak hanya disektor ekonomi, Covid-19 juga telah berhasil membunuh jutaan jiwa masuarakat duni dan sekitar 7000 jiwa warga Indonesia.


Berbagai langkah yang ditempuh  demi memutus mata rantai virus mematikan ini sudah dilakukan oleh Pemerintah bahkan juga oleh masyarakat. Tak terhitung sudah biaya yang digelontorkan oleh pemimpin-pemimpin dunia untuk memutus mata ranai penyebaran virus ini. 



Hasilnya, meski belum signifikan namun sedikit telah meringakan masyarakat. Berbagai regulasi sudah mulai diterbitkan oleh Pemerintah untuk memperbaiki kondisi ekonomi yang sempat terpuruk dampak dari pandemi Covid-19. Beberapa bandara, pelabuhan dan terminal serta pusat perbelanjaan mulai dibuka bahkan hingga tempat hiburan juga sudah menyusul meraimakan pergerakan ekonomi di era new normal.


Namun pengoperasian kembali bandara, pelabuhan, teeminal dan pusat-pusat ekonomi sedikit berbanding terbalik dengan kondisi pendidikan. Dimana mall dan tempat keramaian lainnya telah beeoperasi, juatru dunia pendidikan masih ditutup. Pemerintah dengan regulasi di luar nalar menekankan dunia pendidikan belajar secara daring meski pendidikan karakter sebenarnya butuh belajar tatap muka.

Miris memang Sekolah ditutup sudah hampir 5 bulan lamanya pelajar kelas 6, 9 dan kelas XII harus lulus karena Corona.


Andien Ria Restu Cholik  14 tahun salah seorang pelajar MTsN 1 Lahat kelas 9 yang harus lulus karena Corona dan kini harus juga naik tingkat menuju Sekolah Menengah Atas, Andien akhirnya dimasukan Mamanya ke SMK N 2 Lahat Jurusan Bisnis. Pada suatu hari ketika Andien sedang bercengkrama dengan Mamanya dirumah.


Andien bilang kemamanya " Ma, adek bingung PR menumpuk dikerjakan dirumah, setelah selesai dikumpul, buat Video Senam, baca Alquran, tata cara Sholat dem tu sudah selesai tiba- tiba diberi tau oleh sekolah 100% lulus. Ngak ada acara perpisahan, ketemu kawan tapi masih ada untungnya ada group Whatshap dan belajar pun lewat Daring.


 Sedangkan di SMK Adek belum kenal wajah kawan di dunia nyata begitu juga guru tapi kemaren ketemu Pak Kepala Sekolah itupun waktu pendaftaran, Adek sudah kangen ingin memakai seragam sekolah  " beber Andien kepada Mamanya.


Dengan bijak Mama beri pengertian kepada Andien " Adek, wabah Pandemi Global Virus Corona merebak diseluruh Antereo  Jagar raya bukan hanya Negara Indonesia karena Corona Perekonomian, Pendidikan, Transportasi, dan lain- lain juga lumpuh. Untuk itulah kita harus berserah diri kepada Allah SWT dan disaat inilah kita harus mendekatkan  dan berserah  kepada Allah SWT, kita berharap semoga badai Corona ini berlalu  " jelas Mama Andien.


Akhirnya Andien pun mengerti apa yang dijelaskan mamanya. 



Lahat 27 Agustus 2020

Deteksi Dini COVID - 19, Ratusan Warga Jirak Jaya Jalani Rapid Test


MUBA, DS - Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasun bergerak cepat dengan melakukan rapid test dan swab antigen terhadap ratusan warga Desa Jirak, Desa Rejosari, dan Desa Jembatan Gantung Kecamatan Jirak Jaya, Rabu (26/8/2020).


Pemeriksaan itu digelar sebagai tindak lanjut dari rapid test yang dilakukan Pertamina EP Jirak Waterflood Project terhadap 750 pekerja dan pegawai, beberapa waktu lalu yang dilaksanakan di Stasiun Pengumpul Eksisting 2 Desa Jirak.

"Iya, Pertamina beberapa waktu lalu sudah melaksanakan rapid test terhadap 750 orang pekerja dan karyawan, maka hari ini kami meminta bantuan Dinas Kesehatan untuk juga melaksanakan rapid test bagi masyarakat disini." ujar Camat Jirak Jaya, Yudi Suhendra, Rabu (26/8/2020).

Disinggung mengenai hasil rapid test ratusan warga di tiga desa tersebut, Yudi menuturkan, hasil yang diperoleh yaitu seluruh warga dinyatakan negatif. "Ada ratusan warga yang ikut rapid test. Namun selain rapid test juga dilaksanakan PCR terhadap 6 warga, namun terkait hasil masih menunggu pemeriksaan dari RSUD Sekayu," jelas dia.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Muba, dr Azmi Dariusmansyah, diwakili Kepala Seksi Surveilans dan Imunisasi Seftiani Peratita, didampingi Kepala Seksi Pelayanan Kesehatan Primer dan Tradisional Epih, mengatakan, kegiatan ini sebagai tindak lanjut dari hasil skrining rapid test terhadap karyawan PT. Pertamina EP, serta untuk memastikan warga Kecamatan Jirak Jaya tidak terdampak COVID – 19.

Dikatakan Sefti, rapid test dan swab antigen dilakukan tetap dengan menjalankan protokol kesehatan. Dimana warga datang secara bergiliran untuk menghindari terjadinya kerumunan. Selain itu, seluruh warga datang menggunakan masker, cuci tangan sebelum masuk ruangan dan tetap jaga jarak saat antri.

"Ada ratusan warga yang menjalankan rapid test dan swab antigen. Untuk warga Kecamatan Jirak Jaya yang sudah menjalani rapid test tidak perlu panik, tetapi tetap waspada, jalankan protokol kesehatan dengan benar dan jaga daya tahan tubuh agar terhindar dari COVID - 19," tandas dia.

Kegiatan yang digelar di Balai Serba Guna Jirak itu ditangani oleh tim Dinas Kesehatan dalam hal ini PSC 119 dan dihadiri manajemen Pertamina EP Jirak Waterflood Project, Polsek Sungai Keruh dan anggota Koramil.(hsril)