NEWS

Slider
Tampilkan postingan dengan label Kegiatan BNNK OI. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kegiatan BNNK OI. Tampilkan semua postingan

PWI OGAN ILIR BERSAMA BNNK MENYATAKAN PERANG TERHADAP NARKOBA

Dutasumsel.com.INDRALAYA,-- Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Ogan Ilir dan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Ogan Ilir siap bekerjasama untuk mengantisipasi penyalahgunaan narkotika, khususnya dikalangan generasi muda dan masyarakat luas di Kabupaten Ogan Ilir pada umumnya.
Hal tersebut diungkapkan Kepala BNNK Ogan Ilir AKBP.Irfan Arsanto,S.sos saat melakukan silaturahmi dengan keluaga besar PWI Ogan Ilir yang dikemas dalam acara Seminar Sehari bersama Wartawan yang bertugas di Kabupaten Ogan Ilir bertempat diruang rapat pimpinan DPRD OI, Kamis (05/09/19).

Kapala BNNK Ogan Ilir, AKBP Irfan Arsanto,S.sos menyatakan kesiapannya melakukan kerjasama dengan PWI Ogan Ilir dalam memerangi peredaran dan penyalahgunaan Narkotika.

Ia berharap sebelum melaksanakan sosialisasi, pihak BNNK akan mengadakan tes urine dengan PWI OI terlebih dahulu, untuk memastikan Kabupaten Ogan Ilir bebas dari peredaran Narkoba dikalangan Masyarakat yang dapat merusak generasi muda.

“Kami siap melakukan kerjasama, termasuk dengan PWI Ogan Ilir untuk mensosialisasikan bahaya narkotika,” ungkapnya.

Untuk itu Irfan Arsanto mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama memerangi peredaran gelap narkotika menuju Ogan Ilir yang lebih Gemilang.

Sementara Ketua PWI OI, Gusti M Ali didampingi Sekertaris Andre Putra menyambut baik langkah BNNK Ogan Ilir menggandeng PWI dalam sosialisasi bahaya narkoba ini, salah satunya dengan menyelenggarakan seminar pencegahan bahaya narkoba.

“Ini sangat menarik bagi kami, tapi sayang, sebelumnya kita tidak pernah berkoordinasi saja,” kata Gusti.

Dia optimis, dengan pertemuan hari ini kemungkinan untuk bekerjasama akan lebih terbuka.

“Segera kami akan tindak lanjuti upaya pencegahan peredaran gelap dan penyalahgunaan narkoba ini, kami menyatakan perang terhadap narkoba,” tegasnya.

Pewarta : Tim dutasumsel

BNNK OI Gelar Worskshop Pengembangan Kapasitas Dan Pembinaan Masyarakat Anti Narkoba Di Lingkungan Pendidikan

Dutasumsel.com.INDRALAYA, -- Badan Narkotika Nasional (BNN) Kabupaten Ogan Ilir menggelar workshop pengembangan kapasitas dan pembinaan masyarakat anti narkoba bersama Kepala Madrasyah Tsanawiyah ( MTs)dan Madrasyah Aliah(MA) sebanyak 20 Peserta.
Kepala BNN Kabupaten Ogan Ilir AKBP Irfan Arsanto S.Sos dalam sambutannya mengatakan, perang terhadap penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika tidak boleh setengah-setengah dan harus dilakukan secara komprehensif, serta melibatkan seluruh elemen bangsa baik instansi pendidikan maupun komponen masyarakat.

Kegiatan Workshop di lingkungan pendidikan dalam rangka pembangunan kapasitas dan pembinaan Masyarakat Anti Narkoba digelar oleh BNNK Ogan Ilir di laksanakan kali ini Di Rumah Makan PASS KM 35 Indralaya Ogan Ilir, kegiatan workshop Pemberdayaan Masyarakat Anti Narkoba di Lingkungan Pendidikan di mulai persiapan registrasi pukul 7.30 wib dan selanjutnya pemaparan Materi dari Narasumber dan penyematan PIN serta pemberian Sertifikat bagi pengiat Anti Narkoba di lingkungan Pendidikan.

Hadir dalam workshop di RM PASS Indralaya antara lain Kepala BNNK OI AKBP. Irfan Arsanto,S.sos, Drs. H. Najib Subki Ketua MUI Kabupaten Ogan Ilir,Plt Kasi P2M Rulyadi,ST dan Kasi Rehabilitasi Naris Dwi Lestari,ST,S.sos. serta peserta workshop.

Pewarta : Sanditya
Redaksi.www.dutasumsel.com

MELALUI WORKSHOP PENGEMBANGAN KAPASITAS DAN PEMBINAAN MASYARAKAT ANTI NARKOBA DI LINGKUNGAN MASYARAKAT DAN PENANDATANGANAN MoU ANTARA BNNK OGAN ILIR DENGAN KEMENTRIAN AGAMA KAB.OGAN ILIR TENTANG RENCANA AKSI P4GN.

Dutasumsel.com.INDRALAYA, -- Kepala BNNK Ogan Ilir  AKBP. Irfan Arsanto, S.sos, di RM. PAS Indralaya KM 35 menggandeng penyuluh agama dalam kampanye pencegahan dan peredaran narkoba di wilayah tersebut.

Ia berharap agar perjanjian kerja sama tersebut dapat mempererat hubungan kedua instansi terutama dalam segala upaya pemberantasan narkoba.

BNNP Sumsel dan BNN Kabupaten Ogan Ilir menyelangarakan kegiatan seksi P2M BNNK Kabupaten Ogan Ilir melalui Workshop "Pengembangan Kapasitas dan Pembinaan Anti Narkoba di Lingkungan Masyarakat dan Penandatanganan MoU Antara BNNK OI dengan Kementrian Agama Kabupaten Ogan Ilir Tentang Rencana Aksi P4GN".Senin 5 Agustus 2019.

Narasumber dalam kegiatan Worshop
AKBP IRFAN ARSANTO, S.Sos selaku KA.BNNK OGAN ILIR,H. M. Kholil Azmi Aziz selaku Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Ogan Ilir,Rulyadi, ST selaku Plt. Kasie P2M BNNK Ogan Ilir dan 
Ibu Naris Dwi Lestari, ST, S.Sos selaku Kasie Rehabilitasi BNNK OI.

Kegiatan diikuti oleh para Penyuluh Agama Se-Kabupaten Ogan Ilir dengan peserta sebanyak 20 orang.Bertempat di Aula RM PAS Indralaya Kab. Ogan Ilir.

Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pengetahuan khususnya kepada para penyuluh agama agar dalam setiap penyuluhan atau dakwah mereka selalu disisipkan materi tentang bahaya dari penyalahgunaan narkoba di lingkungan masyarakat sehinga tercipta masyarakat yang sehat, agamis, dan bebas dari narkoba.Menurutnya bahaya narkoba dapat menerpa pelajar dan remaja akibat semakin canggihnya teknologi.

Ia meyakini dengan upaya keras dan kerjasama yang berkelanjutan, bahaya tersebut dapat dilawan dan ditekan sekecil mungkin demi mencapai Ogan Ilir bebas dari narkoba.

"Seperti yang diungkapkan Presiden Jokowi, Indonesia sudah darurat narkoba. Maka penanganannya tidak mungkin hanya dijalankan oleh satu instansi saja, yakni BNN, namun juga perlu melibatkan segala lapisan masyarakat termasuk pemuka-pemuka agama," jelasnya.

Dalam perjanjian kerja sama tersebut, selain tenaga penyuluh, kedua pihak akan melakukan penguatan peran dalam upaya P4GN kepada para siswa, guru, tenaga pendidikan, orang tua dan aparatur pendidikan dalam lingkungan Kementerian Agama. 

Poin lain adalah tentang terbentuknya sistem rujukan berbentuk jejaring orang tua, sekolah dan tenaga penyuluh.

Selain itu, perjanjian kerja sama itu mewajibkan terbentuknya relawan BNN di masing-masing sekolah dan tenaga, penyuluh serta diikuti peningkatan mutu para relawan sebagai perpanjangan tangan BNNK.

Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Ogan Ilir H M.Kholil Azmi,S.Ag menyatakan kesepakatan itu penting untuk membendung bahaya penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba di kalangan umat beragama. 

Hal yang paling menjadi perhatiannya adalah bahaya narkoba di kalangan pelajar, termasuk di madrasah-madrasah dan institusi pendidikan yang bernaung di bawah instansi yang dipimpinnya.

"Jangan sampai ada kejadian siswa madrasah menyalahgunakan narkoba dan ketika ditanya mereka malah dapat informasi tentang obat yang mengandung narkoba justru dari sosialisasi anti narkoba.

Ia juga meminta para penyuluh agama untuk selalu menyisipkan pesan-pesan antinarkoba dalam setiap kesempatan ceramah.

Pewarta : Sanditya 

BNNK OGAN ILIR SELENGARAKAN RAKOR PROGRAM P2M DENGAN DISDIK

INDRALAYA, DS,- Rapat Koordinasi (Rakor) Program Pemberdayaan Masyarakat Anti Narkoba (Instansi Pemerintah, Lingkungan Pendidikan) di buka langsung Kepala Badan Narkotika Nasional  Kabupaten Ogan Ilir Akbp. Irfan Arsanto S.sos,Di dampingi Seksi Pencegahan dan Pemberdayaan Masyarakat (P2M), Ruliyadi ST, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan yang dalam hal ini di wakilkan oleh Kabid SMP Marsudi S.Pd, M.Si serta Kepala Sekolah SMP/ SMA dan Guru BK sekabupaten Ogan Ilir, di RM Pass Indralaya.

Dalam sambutannya penyalahgunaan narkoba terbukti telah merusak masa depan bangsa di negara manapun. Daya rusaknya luar biasa, merusak karakter manusia, merusak fisik dan kesehatan masyarakat serta dalam jangka panjang berpotensi besar menggangu daya saing dan kemajuan bangsa.

Hal ini sangat membutuhkan perhatian seluruh komponen masyarakat baik dilingkungan pemerintah, masyarakat, swasta dan pendidikan. Hal ini sejalan dengan tema " Anti Narkoba Di Lingkungan Pendidikan" Kabupaten Ogan Ilir Sumatera Selatan.

Melalui gerakan 'Bersih dari Narkoba ", dimana seluruh komponen pendidikan di daerah, satu visi, satu kata, mencegah dan memberantas secara tuntas dan merehabilitasi secara total untuk bebas dari narkoba, penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba. Komitmen tersebut dapat terlaksana apabila semua komponen, khususnya instansi pendidikan peduli terhadap pemberantasan narkoba dan mensinergikan program pemberdayaan masyarakat anti narkoba, dalam program-program kegiatan dilingkungan sekolah masing-masing.

Pewarta : Sanditya
Redaksi, 29/04/19, dutasumsel.com

BNN KABUPATEN OI RAKOR PEMBERDAYAAN MASYARAKAT ANTI NARKOBA DI RM PASS INDRALAYA

INDRALAYA, DS,-- Badan Narkotika Nasional (BNN) Kabupaten Ogan Ilir Sumatera Selatan  mengadakan Rapat Koordinasi (Rakor) Pemberdayaan Masyarakat Anti Narkoba di lingkungan dunia usaha dan swasta dalam upaya melakukan Pencegahan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN).

Prevalensi penyalahguna Narkoba di.lingungan Pekerja Permenkertrans nomor Per 11/ Men/ VI/ 2005, pada " Amanah UU yang tertuang dalam Permenakertrans Tentang P4GN di lingkungan Tempat Kerja" Dijelaskan bahwa angka prevalensi penyalahguna narkoba di lingkungan pekerja yang saat ini mencapai dari 12%.

Jenis obat terlarang ini sampai saat ini terus menggerogoti berbagai kalangan, baik masyarakat umum, dunia usaha, kalangan artis hingga para pejabat, jelas Kepala BNNK OI Akbp. Irfan Arsanto S.sos saat menjadi nara sumber acara Rakor Program Pemberdayaan Masyarakat Anti Narkoba di RM Pass Indralaya 24/4/2019.

Untuk itu Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Ogan Ilir  melaksanakan Rapat koordinasi (rakor) Pemberdayaan Masyarakat Anti Narkoba di Lingkungan Dunia Usaha/Swasta, Rabu (24/4) di Rumah Makan Pass Indralaya Kabupaten Ogan Ilir.

Kepala BNNK Ogan Ilir AKBP Irfan Arsanto S.sos, mengakui bahwa dunia usaha masih rawan dan terindikasi dengan adanya penyalahgunaan dan peredaran narkotika dan obat-obat terlarang.

"Untuk itu kegiatan program P4GN juga dilakukan kepada pihak dunia usaha dan swasta, agar pencegahan lebih dini bisa dilakukan," katanya.

Pada dunia usaha dan perusahaan, dikatakannya cukup rawan terindikasi dengan penyalahgunaan narkoba khususnya untuk bidang usaha angkutan yang sering tersandung kasus narkoba.

"Ini yang kita sosialisasikan terkait dengan P4GN, perusahaan harus berperan aktif mencegah peredaran narkoba. Manajemen juga harus memberikan informasi soal bahaya narkoba kepada karyawannya, ini yang kita tekankan pada kegiatan rakor," bebernya.

Ditambahkannya bahwa kegiatan rakor diikuti sebanyak 30 Dunia Usaha dan swasta di lingkungan Kabupaten  Ogan Ilir.

Pada kegiatan ini, di hadiri Kepala BNNK AKBP Irfan Arsanto S.sos, Kepala Dinas Disnakertrans Kabupaten Ogan Ilir Ahmad Saili ST, dan Kasi Pencegahan dan Pemberdayaan Masyarakat( P2M) Rulyadi ST juga menjadi Nara Sumber di kegiatan Upaya Pencegahan dan Pemberantasan peredaran dan penyalahgunaan Narkoba di Lingkungan Kerja, dan di kabupaten Ogan Ilir ada 140 Dunia Usaha.

"Tenaga Kerja meliputi bidang Pelatihan, Penempatan, Pengembangan dan Pembinaan," jelas Kepala Dinas Disnakertrans Kab OI pada acara rapat kordinasi P2M Anti Narkoba di Dunia Usaha/ Swasta Rabu, 24/4/2019.

Kegiatan rakor ini dilakukan untuk Pencegahan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN) di lingkungan Dunia Usaha dan Swasta.

Sejauh ini, di sejumlah perusahaan atau swasta masih bisa terjadi karyawan atau pekerjanya tertangkap pihak berwajib karena berurusan dengan obat-obat terlarang.

Pewarta : Sanditya
Redaksi,24/04/19, dutasumsel.com