NEWS

Slider
Tampilkan postingan dengan label Sekayu. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Sekayu. Tampilkan semua postingan

PMI Muba Melakukan penyemprotan Disinfektan di Seketariat PWI Muba


Sekayu, DS - Petugas Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Musi Banyuasin dalam menekan penyebaran wabah Corona Virus Diseanse 2019 (Covid-19), melakukan giat Penyemprotan Disinfektan di Sekretariat Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Muba, Rabu (28/07/2021) yang beralamat di Jalan Kolonel Wahid Udin, Lingkungan VII nomor 258 Kecamatan Sekayu, Kabupaten Musi Banyuasin, Propinsi Sumatera Selatan.


Rencananya penyemprotan disinfektan akan dilakukan secara berkala guna memutuskan mata rantai penyebaran virus Covid-19 di kalangan insan pers umumnya  dan khususnya Anggota PWI yang bertugas di Kabupaten Musi Banyuasin.


Ketua PWI Muba Herlin Koisasi SH mengatakan," penyemprotan disinfektan di sekretariat PWI Muba mampu menekan penyebaran virus Covid-19," ujarnya.



Selanjutnya Herlin menambahkan," Paling tidak kalau sudah di lakukan penyemprotan disinfektan kita sudah melakukan upaya untuk tidak menyebar virus corana ini karena kita tau sekarang ini muba sudah zona merah dan pengamanan PPKM nya sudah level 4. jadi kita harus berhati-hati sekali terhadap virus ini termasuk di Sekertariat PWI ini kami lakukan penyemprotan yang di fasilitasi oleh PMI," ungkapnya.


Ketua PMI Muba Beni Hernedi SIP melalui Ahmad Syaifudin Zuhri, S.I.Kom

Kepala Markas Palang Merah Indonesia Musi Banyuasin menyampaikan," kami harap kepada semua lapisan masyarakat agar tetap disiplin menjalankan protokol kesehatan. Selalu Memakai masker jika keluar rumah, Mencuci tangan di air mengalir dengan sabun atau gunakan Hand Sanitizer, Menjaga jarak, Menghindari Kerumunan dan selalu menerapkan 5M.


Zuhri juga menambahkan," Taati himbauan pemerintah dan selalu berpikir positif. Mari kita sama-sama disiplin diri guna menekan penyebaran Covid-19. Karena kita semua merupakan garda terdepan dalam memerangi Virus Corona," tutupnya. 

*(Ariyansyah)

Update COVID-19 Muba: Bertambah 25 Kasus Sembuh, 43 Positif, 5 Meninggal Dunia


Sekayu, DS - Gugus Tugas Penanganan COVID-19 Muba, Selasa (27/7/2021) mengkonfirmasi penambahan 25 kasus sembuh, 43 positif, dan 5 meninggal dunia. 


"Ada penambahan 25 kasus sembuh, 43 positif, dan 5 meninggal dunia per 27 Juli 2021," ungkap Jubir Gugus Tugas Penanganan COVID-19 Muba, dr Povi Pada Indarta SP P. 


Povi merinci, adapun penambahan kasus positif diantaranya kasus 2214 Laki-laki usia 32 tahun asal Plakat Tinggi, kasus 2215 perempuan 31 tahun asal Plakat Tinggi, kasus 2216 perempuan 2 tahun Plakat Tinggi, kasus 2217 Laki-laki 24 tahun Plakat Tinggi, kasus 2218 perempuan 47 tahun Plakat Tinggi, kasus 2219 perempuan 74 tahun Plakat Tinggi, kasus 2220 perempuan 37 tahun Plakat Tinggi, kasus 2221 Laki-laki 45 tahun Plakat Tinggi, kasus 2222 perempuan 53 tahun Plakat Tinggi, kasus 2223 Laki-laki 33 tahun Plakat Tinggi. 


"Kemudian, kasus 2224 Laki-laki 55 tahun Plakat Tinggi, kasus 2225 perempuan 25 tahun Plakat Tinggi, kasus 2226 perempuan 27 tahun Plakat Tinggi, kasus 2227 Laki-laki 21 bulan Plakat Tinggi, kasus 2228 perempuan 5 tahun Sekayu, kasus 2229 perempuan 13 tahun Sekayu, kasus 2230 44 tahun Sekayu, kasus 2231 perempuan 33 tahun Sekayu, kasus 2232 Laki-laki 35 tahun Lalan, kasus 2233 perempuan 26 tahun Tungkal Jaya," urainya. 


Selain itu, kasus 2234 Laki-laki 75 tahun Bayung Lencir, kasus 2235 perempuan 52 tahun Tungkal Jaya, kasus 2236 perempuan 43 tahun Tungkal Jaya, kasus 2237 perempuan 43 tahun Sekayu, kasus 2238 perempuan 21 tahun Sungai Keruh, kasus 2239 perempuan 41 tahun Keluang, kasus 2240 Laki-laki 51 tahun Keluang, kasus 2241 perempuan 67 tahun Sekayu, kasus 2242 laki-laki 55 tahun Sekayu, kasus 2243 Laki-laki 37 tahun Sekayu. 


"Lalu, kasus 2244 perempuan 56 tahun Mekar Jaya, kasus 2245 Laki-laki 39 tahun Sekayu, kasus 2246 perempuan 38 tahun Sekayu, kasus 2247 Laki-laki 43 tahun Babat Supat, kasus 2248 perempuan 54 tahun Sekayu, kasus 2249 perempuan 57 tahun Sekayu, kasus 2250 perempuan Sekayu, kasus 2251 Laki-laki 83 tahun Sekayu, kasus 2252 Laki-laki 57 tahun Lumpatan, kasus 2253 perempuan 49 tahun Sanga Desa, kasus 2254 perempuan 23 tahun Keluang, kasus 2255 perempuan 36 tahun Kayuara, dan kasus 2256 Laki-laki Sekayu," tuturnya. 


"Untuk kasus meninggal dunia dialami kasus 2003 Laki-laki 47 tahun Sungai Lilin, kasus 2182 perempuan 68 tahun Tungkal Jaya, kasus 2240 Laki-laki 51 tahun Keluang, kasus 2244 perempuan 56 tahun Jirak Jaya, dan kasus 2253 perempuan 49 tahun Sanga Desa. Kelimanya telah dimakamkan sesuai prokes," tambahnya. 


Diketahui, hingga 27 Juli 2021 ada sebanyak 2256 kasus diantaranya 1964 kasus sembuh, 179 masih dirawat, 113 kasus meninggal dunia," urainya. 


Sementara itu, berdasarkan data update Gugus Tugas Penanganan COVID-19 Muba 27 Juli 2021 tercatat ada sebanyak 429 ODP 429 selesai pemantauan 0 masih dipantau, 1.199 kontak erat 1.199 kontak selesai pemantauan 0 kontak erat yang masih dipantau, 191 PDP 0 proses pengawasan 191 selesai pengawasan

*(Ariyansyah)

Update COVID-19 Muba: Nihil Kasus Positif


SEKAYU- DS.- Gugus Tugas Penanganan COVID-19 Muba, Kamis (24/6/2021) mengkonfirmasi nihil kasus positif. 


"Tidak ada penambahan kasus positif per 24 Juni 2021," ungkap Jubir Gugus Tugas Penanganan COVID-19 Muba, Herryandi Sinulingga AP. 


Kadin Kominfo Muba ini menyebutkan, hingga 24 Juni 2021 ada sebanyak 1611 kasus diantaranya 1499 kasus sembuh, 36 masih dirawat, dan 76 kasus meninggal dunia," urainya. 


Sementara itu, berdasarkan data update Gugus Tugas Penanganan COVID-19 Muba 24 Juni 2021 tercatat ada sebanyak 429 ODP 429 selesai pemantauan 0 masih dipantau, 1.199 kontak erat 1.199 kontak selesai pemantauan 0 kontak erat yang masih dipantau, 191 PDP 0 proses pengawasan 191 selesai pengawasan.

**( Ariyansyah/rill )

Guna Berikan Pelayanan Prima "APK SIKOPENG" LAPAS Kelas IIB Sekayu Telah Diluncurkan


SEKAYU- DS. - Dalam rangka memberikan pelayanan prima bagi Warga Binaan dan Keluarga Warga Binaan di tengah pandemi Covid-19, Lapas Kelas IIB Sekayu meluncurkan aplikasi berbasis android yang bernama SIKOPENG diambil dari singkatan Sistem Kunjungan Online dan Penitipan Barang.


Kalapas Kelas IIB Sekayu, Jhonny Hermawan Gultom menerangkan bahwa layanan ini merupakan langkah strategis Lapas Sekayu dalam memberikan layanan sekaligus upaya pencegahan penularan Covid-19 di dalam Lapas. Serta upaya Lapas Sekayu dalam Pembangunan Zona Integritas menuju Wilayah Bebas Korupsi (WBK).


"Kami membuatkan aplikasi SIKOPENG agar pelayanan kepada keluarga Warga Binaan semakin meningkat. Dengan adanya aplikasi SIKOPENG keluarga akan lebih mudah dalam mengajukan kunjungan online dan juga penitipan barang.



Selain itu, hal ini juga upaya kami untuk Pembangunan Zona Integritas menuju Wilayah Bebas Korupsi sesuai dengan Lampiran II : Keputusan Menteri Hukum dan HAM RI Nomor: M.HH-07.OT.03.01 TAHUN 2019 tentang Pedoman Pembangunan Zona Integritas Menuju Wilayah Bebas dari Korupsi (WBB) dan Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM) di Lingkungan Kementerian Hukum dan HAM," papar Jhonny.


"Melalui aplikasi SIKOPENG, keluarga warga binaan dapat melakukan pendaftaran terlebih dahulu apabila ingin melakukan kunjungan online, nanti setelah diverifikasi oleh petugas akan diarahkan untuk video call, dan khusus untuk penitipan barang, keluarga warga binaan dapat mendaftar melalui aplikasi SIKOPENG agar tidak perlu antri lagi di Lapas," tutup Jhonny.



Kalapas Kelas IIB Sekayu, Jhonny Hermawan Gultom juga menjelaskan bahwa bagi anggota keluarga warga binaan yang ingin menitiokan barang dapat melalui aplikasi SIKOPENG.


"Tujuan dibuatnya aplikasi SIKOPENG agar keluarga warga binaan Lapas Sekayu yang ingin menitipkan barang dapat mendaftar melalui aplikasi sehingga tidak perlu antri lagi".



Lanjut Jhonny, "Setelah selesai mendaftar keluarga dapat datang langsung ke Lapas dengan membawa identitas diri dan bukti pendaftaran di aplikasi.


"Aplikasi ini juga masih dalam tahapan proses penyempurnaan agar bisa dimanfaatkan dengan lebih baik dan mudah bagi keluarga warga binaan", terangnya.


"Bagi keluarga warga binaan dapat langsung mendownload dengan mudah di Play Store Aplikasi Sikopeng ini", tutup Kepala Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIB Sekayu ini.


https://play.google.com/store/apps/details?id=appinventor.ai_nurwidi1083.sikopeng


(red.rill.lapassekayu)

Update COVID-19 Muba : 2 Kasus Sembuh, Nihil Kasus Positif, 1 Meninggal Dunia


SEKAYU-DS - Gugus Tugas Penanganan COVID-19 Muba, Rabu (2/6/2021) mengkonfirmasi ada penambahan 2 kasus sembuh, nihil penambahan kasus positif dan ada 1 meninggal dunia. 


"Ada 2 kasus sembuh, tidak ada penambahan kasus positif dan ada 1 kasus meninggal dunia per 2 Juni 2021," ungkap Jubir Gugus Tugas Penanganan COVID-19 Muba, dr Povi Pada Indarta SP P. 


Povi mengungkapkan, adapun kasus meninggal dunia dialami kasus 1508 perempuan usia 32 tahun asal Desa Marga Mulyo Tungkal Jaya. 


"Untuk kasus meninggal dunia telah dimakamkan sesuai prokes COVID-19," bebernya. 


Diketahui, hingga 2 Juni 2021 ada sebanyak 1510 kasus diantaranya 1392 kasus sembuh, 47 masih dirawat, dan 71 kasus meninggal dunia," urainya. 


Sementara itu, berdasarkan data update Gugus Tugas Penanganan COVID-19 Muba 2 Juni 2021 tercatat ada sebanyak 429 ODP 429 selesai pemantauan 0 masih dipantau, 1.199 kontak erat 1.199 kontak selesai pemantauan 0 kontak erat yang masih dipantau, 191 PDP 1 proses pengawasan 190 selesai pengawasan( Ari/rill )

Akhir Mei TP PKK Muba Bakal Gelar Rakerda


SEKAYU, DS - Tim Penggerak PKK Kabupaten Musi Banyuasin menggelar Rapat dalam rangka persiapan teknis untuk mensukseskan beberapa event TP PKK, Senin (24/05/21) di Kantor TP PKK Kabupaten Muba. 


Acara Rapat di buka oleh Ketua TP-PKK Kabupaten Muba Hj Thia Yufada Dodi Reza dan diikuti oleh Pengurus dan Anggota Tim Penggerak PKK Kabupaten Muba.


Pada kesempatan ini Thia Yufada menyampaikan, dalam kurun waktu yang tinggal menghitung bulan ada beberapa event yang harus dipersiapkan secara matang. Adapun kegiatan tersebut diantaranya akan dilaksanakannya rapat kerja daerah (Rakerda) pada Mei mendatang, serta persiapan dalam menyambut kunjungan kerja dari TP PKK Sumsel dan mempersiapkan pelaksanaan jambore yang akan dilaksanakan pada Juli sampai Agustus mendatang. 


"Kegiatan ini tentunya akan dilaksanakan dengan melihat kondisi dan perkembangan COVID-19 saat ini,"ujarnya. 



Lanjut Thia, untuk kegiatan rapat kerja daerah (Rakerda) yang akan diikuti oleh TP-PKK Kecamatan yang ada Muba, akan segera dilaksanakan pada akhir bulan Mei. Dengan tujuan untuk berbagi strategi dalam memadukan persepsi para pengurus dan anggota TP PKK, dalam mensukseskan beberapa event ini. 


"Sehingga dalam melaksanakan fungsi, tugas dan program-programnya di lapangan, akan memiliki kesepahaman dan hasilnya bisa bermanfaat sesuai dengan tujuan dan sasaran TP PKK," bebernya.



Dalam keberlangsungan kegiatan ini nantinya, harus bisa dipastikan semua yang hadir dapat mematuhi protokol kesehatan dengan baik dan saling menjaga. 


"Oleh karena itu kerjasama, tanggung jawabnya dan kekompakan dalam hal ini sangat dibutuhkan. Agar setiap program yang dilaksanakan TP-PKK dapat membuahkan hasil yang bermanfaat untuk masyarakat,"tandasnya.

(Ari/ril)

Idap Dua Kelainan Jantung, RSUD Sekayu Tuntaskan Operasi Rendi


Operasi Jantung ke-15 RSUD Sekayu Habiskan Waktu Lima Jam


SEKAYU- DS - Terhitung sudah 15 pasien kelainan jantung yang telah berhasil dilakukan operasi jantung terbuka di RSUD Sekayu. Pada pasien ke-15 yang dioperasi Sabtu, (22/5/2021) yakni Rendi (15) warga Kecamatan Keluang mengidap dua kelainan sekaligus. 


"Proses operasi kali ini memakan waktu sekitar 5 jam, karena kasus yang ditangani cukup komplit pasalnya memiliki 2 kasus yaitu Atrial Septal Defect + Mitral Regurgitasi Severe (ASD + MR Severe)," jelas Tim Bedah Operasi Jantung Terbuka RSUD Sekayu, dr Bermansyah SpB Sp BTKV (K) FCSI. 


Meski demikian, proses operasi yang komandoi oleh dr Bermansyah SpB Sp BTKV (K) FCSI itu berjalan dengan lancar dan sukses. "Alhamdulillah prosesnya lancar, operasi sudah selesai. Sekarang kita akan melakukan transfer dari kamar operasi ke ruang ICU," urainya.


Dijelaskan, kasus kali ini agak kompleks, sehingga selesai operasi pihaknya belum melepaskan bantuan pernapasan terhadap pasien. "Namun saat ini kondisi pasien masih baik, artinya dia masih diberikan bantuan nafas dulu, hal ini dilakukan supaya dapat mengoptimalkan atas tindakan yang telah di ambil,"bebernya.



Sementara itu, Dokter Spesialis Bedah Jantung RSUD Sekayu dr. Gama Satria SpB SpBTKV, mengungkapkan bahwa operasi yang ke-15 ini merupakan kasus yang memiliki kelainan dari sejak sejak lahir yang akan berefek sampai ke dewasa, yang akhirnya menyebabkan kelainan katup jantung.


"Jadi selain katub nya yang kita perbaiki dengan diganti, jantung yang tadinya bocor dapat ditutupi. 

Alhamdulillah operasi yang dilakukan selama 5 jam ini berjalan dengan lancar dan tidak ada masalah. Hal yang kita takutkan seperti adanya gangguan pada tekanan paru tidak terjadi dan tidak ada masalah selama di ruang operasi,"ulasnya. 


Mudah-mudahan beberapa hari kedepan bantuan nafas atau selang nafas nya bisa segera dicabut dan pasien bisa pulih. "Insyaallah dalam masa pemulihan  5 sampai 6 hari pasien sudah bisa pulang,"ujarnya.


Direktur RSUD Sekayu dr Makson Parulian Purba MARS mengungkapkan, untuk yang ke-15 kali RSUD Sekayu melakukan operasi jantung terbuka. Rasa syukur atas kelancaran dan kesuksesan dalam melakukan operasi ini, seakan dapat semakin dekat untuk 

mewujudkan RSUD Sekayu sebagai pusat rujukan jantung Provinsi Sumsel.


"Dengan adanya sarana dan prasarana yang mumpuni serta pemerintah yang sangat peduli, saya yakin operasi ini akan ada part yang terus berlanjut untuk membantu para pasien yang memiliki penyakit jantung,"pungkasnya.


Bupati Muba Dr Dodi Reza Alex Noerdin Lic Econ MBA turut mendoakan kesembuhan Rendi pasca operasi. "Semoga Rendi segera pulih dan bisa hidup normal seperti remaja pada umumnya," ucapnya. 


"Semoga dengan kepercayaan warga masyarakat dari Sumsel dan luar Sumsel terhadap pelayanan dan fasilitas RSUD Sekayu ini, RSUD Sekayu akan menjadi RS Pusat Jantung Terpadu," tandasnya. 


Diketahui, track record keberhasilan operasi tersebut, Kabupaten Muba seakan menjadi harapan baru bagi penyintas jantung di Indonesia untuk bisa sembuh dan menjalani kehidupan dengan normal, bahkan baru-baru ini Staf Khusus Kepresidenan RI, Diaz Hendropriyono pun turut menyoroti inisiasi Bupati Dodi Reza dalam menjalankan operasi jantung terbuka di Musi Banyuasin. 


Bahkan, Perhimpunan Dokter Spesialis

Bedah Toraks, Kardiak dan Vaskular Indonesia juga telah memberikan penghargaan ke Bupati Dodi Reza dan RSUD Sekayu yang dengan tulus dan komitmen sangat andil turut memulihkan penyintas jantung di Indonesia dengan pemberian penghargaan ke Bupati Dr Dodi Reza Alex Noerdin Lic Econ MBA Sebagai

Inisiator Pelayanan Bedah Jantung Terpadu pada

Rumah Sakit Umum Daerah Tingkat Kabupaten Pertama

di Indonesia.(Ari/ril)

Update COVID-19 Muba: Bertambah 5 Kasus Sembuh, 6 Positif dan 1 Meninggal Dunia


SEKAYU- DS. Tugas Penanganan COVID-19 Muba, Rabu (19/5/2021) mengkonfirmasi penambahan 5 kasus sembuh, 6 positif dan 1 meninggal dunia. 


"Ada penambahan 5 kasus sembuh, 6 positif dan 1 meninggal dunia per 19 Mei 2021," ungkap Jubir Gugus Tugas Penanganan COVID-19 Muba, dr Povi Pada Indarta SP P. 


Povi merinci, adapun penambahan kasus positif yakni diantaranya kasus 1407 perempuan usia 39 tahun asal Sekayu, kasus 1408 perempuan 64 tahun Sekayu, kasus 1409 perempuan 37 tahun Lawang Wetan. 


"Kemudian, kasus 1410 Laki-laki 69 tahun Plakat Tinggi, kasus 1411 Laki-laki 42 tahun Sekayu, dan kasus 1412 Laki-laki 56 tahun Tungkal Jaya," urainya. 


"Untuk 1 kasus meninggal dunia dialami kasus 1392 Laki-laki 49 tahun asal Keluang dan telah dimakamkan sesuai prokes COVID-19," tambahnya. 


Diketahui, hingga 19 Mei 2021 ada sebanyak 1412 kasus diantaranya 1311 kasus sembuh, 37 masih dirawat, dan 64 kasus meninggal dunia," urainya. 


Sementara itu, berdasarkan data update Gugus Tugas Penanganan COVID-19 Muba 19 Mei 2021 tercatat ada sebanyak 429 ODP 429 selesai pemantauan 0 masih dipantau, 1.199 kontak erat 1.199 kontak selesai pemantauan 0 kontak erat yang masih dipantau, 191 PDP 1 proses pengawasan 190 selesai pengawasan.(ARI/ril)

Belum 24 Jam Diunggah, Vlog Rifat Sungkar Soal Sirkuit SkyLand Sudah Di tonton Puluhan Ribu


SEKAYU,DS.COM- Minggu (31/1/2021) pagi, warganet dihebohkan dengan unggahan channel akun Youtube Rifato milik Pembalap Internasional Rifat Sungkar yang telah mengupload unboxing Sirkuit Internasional SkyLand Kabupaten Musi Banyuasin (Muba) di https://youtu.be/YAMjLbVWzZo. 


Dalam unggahan video berdurasi 13 menit dan berjudul Ternyata Ada Sirkuit Lain di Indonesia | Musi Banyuasin tersebut telah diunggah 13 jam lalu dan berhasil menyedot perhatian sedikitnya menembus angka 21 ribu viewers dan ratusan komentar. 

"Dalam vlog kali ini kalian harus tahu, ternyata di Indonesia ada Sirkuit hebat selain Sentul dan itu ada di Kabupaten Muba," ucap Rifat. 

Rifat menuturkan, selain memiliki spesifikasi serta sarana prasarana kelas internasional, sirkuit SkyLand yang kerap dijuluki pembalap sirkuit mini Catalunya tersebut dibuat gratis untuk berbagai event oleh Bupati-nya Dr Dodi Reza Alex Noerdin Lic Econ MBA. 

"Yang buat lebih takjub lagi yakni setiap event dan kegiatan balap lainnya di SkyLand ini selalu digratiskan oleh Bupati-nya pak Dodi Reza, tentu ini upaya beliau sebagai pembina dan penggerak olahraga Terbaik Indonesia untuk selalu memajukan dunia olahraga di Indonesia terutama di Sumsel," ulasnya. 

Lanjut Rifat, di Sirkuit yang memiliki lintasan 2.2 kilometer tersebut telah menyukseskan berbagai event balap baik skala nasional maupun internasional. "Tahun 2019 lalu Asia Gymkhana sukses digelar di SkyLand ini, nah tahun 2021 ini event pertama Kejurnas Rally di Indonesia akan digelar disini (SkyLand Sirkuit Internasional Muba," bebernya.

Sementara itu, Bupati Muba Dr Dodi Reza Alex Noerdin Lic Econ MBA menuturkan, pihaknya Kabupaten Muba akan sangat siap menjadi tuan rumah serta menyukseskan event Kejurnas Rally 2021 pertama di Indonesia di Sirkuit SkyLand. 

"Muba merasa bangga, didatangi langsung oleh masternya bung Rifat. Insya Allah kunjungan beliau ini akan lebih menggairahkan lagi sport tourism di bumi Serasan Sekate ini," ungkap Dodi. 

Pembina dan Penggerak Olahraga Terbaik Indonesia ini menambahkan, sesuai dengan komitmen memajukan  dan mensupport dunia olahraga di Indonesia dirinya akan selalu menggratiskan berbagai pihak untuk menggelar event balap di SkyLand. 

"Ini dilakukan semata-mata demi mendukung maksimal pecinta olahraga balap di Indonesia maupun dunia, percayalah kalau kita support maksimal, bibit bibit pembalap berkualitas akan terus bermunculan, serta menghidupkan perekonomian masyarakat lokal dan berimbas pada benefit bagi daerah dan masyarakat," tandasnya.(hsril)

Bupati Dodi Reza Turun Langsung Atasi Genangan Air di Lais


Target Satu Bulan Tuntas, Pemkab Normalisasi Sungai, BBPJN Perbaiki Box Culvert


SEKAYU,DS.COM - Puluhan tahun terus terjadi genangan air di Jalan Lintas Betung-Sekayu Simpang Kerang Desa Lais Kecamatan Lais di Simpang Kerang Desa Lais akibat curah hujan tinggi, membuat Bupati Muba Dr Dodi Reza Alex Noerdin Lic Econ MBA geram, terlebih persoalan genangan air ini akibat box Culvert (gorong-gorong) milik Balai Besar Pelaksanaan Jalan Negara (BBPJN) Kementerian PUPR yang minim perhatian. 

"Jadi hari ini saya turun langsung mengecek persoalan genangan air ini, saya minta diatasi segera. Makanya hari ini kita turun bersama dengan pihak BBPJN karena ini wewenang mereka, Alhamdulillah besok akan mulai diperbaiki," ungkap Dodi di sela 
Peninjauan Jalan Lintas Betung-Sekayu Simpang Kerang Desa Lais Kecamatan Lais di Simpang Kerang Desa Lais Kecamatan Lais, Rabu (20/1/2021) petang. 

Dikatakan, persoalan ini sudah sejak lama menjadi perhatian serius Pemkab Muba, namun karena hal tersebut merupakan wewenang Pemerintah pusat dalam hal ini BBPJN Kementerian PUPR jadi Pemkab Muba harus menunggu hasil koordinasi. 

"Kalau musim hujan, genangan air disini bisa mencapai ketinggian pundak orang dewasa, saya sangat prihatin. Alhamdulillah, besok (Kamis 21 Januari 2021) perbaikan box Culvert akan dimulai melalui program padat karya yang melibatkan warga langsung," ujar Kepala Daerah Inovatif 2020 ini. 

Lanjutnya, meskipun perbaikan box Culvert merupakan tanggung jawab BBPJN, namun Pemkab Muba akan mengambil tindakan berupa normalisasi sungai serta perbaikan drainase. "Target kita genangan air ini bisa tuntas," tegasnya. 

Sementara itu, PPK 1.3 Satker PJN Wilayah I BBPJN Kementerian PUPR,  Endi Abdel Rozza mengatakan saat ini material untuk perbaikan box Culvert sudah datang dan mulai Kamis besok pengerjaan akan dimulai. "Ini program padat karya, jadi melibatkan masyarakat langsung secara sukarela," ucapnya. 


Endi menegaskan, pihaknya menargetkan dalam kurun waktu satu bulan pengerjaan akan selesai. "Satu bulan bisa kita selesaikan, kami ucapkan Terima kasih kepada pak Bupati yang sangat maksimal untuk menuntaskan persoalan ini," imbuhnya. 


Kepala Dinas PUPR Muba, Herman Mayori ST MT menjelaskan Pemkab Muba melalui Dinas PU PR Muba akan melakukan normalisasi sungai dan perbaikan drainase yang menjadi kewenangan kabupaten di wilayah tersebut.

"Sedangkan perbaikan box culvert merupakan wewenang BBPJN Kementerian PUPR, prinsipnya sesuai keinginan pak Bupati yang paling penting persoalan ini harus tuntas," pungkasnya.(hsril

Muba Tingkatkan Pengawasan Mobil Angkutan dan Evaluasi U-Turn


SEKAYU,DS.COM- Bupati Musi Banyuasin Dr H Dodi Reza Alex Noerdin Lic Econ MBA melalui Asisten Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setda Muba Drs H Yusuf Amilin MSi memimpin Rapat Rutin Forum Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ) Kabupaten Musi Banyuasin Terkait Evaluasi U-turn (Putaran Balik) di dalam Kota Sekayu dan Pangawasan Angkutan Barang serta Evaluasi Manajamen Rekayasa lalu lintas di Kabupaten Muba, Selasa (19/1/2021) bertempat di Ruang Rapat Randik.

  
Pada kesempatan ini Asisten Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setda Muba Drs H Yusuf Amilin MSi mengatakan, dalam melakukan rapat ataupun survey langsung untuk melakukan evaluasi di jalan raya itu dibutuhkan tanggung jawab yang besar dengan melepaskan ego sektoralnya menjalin komunikasi yang baik serta rutin melakukan koordinasi terhadap instansi-instansi yang terkait. 

"Hal ini dilakukan agar tempat-tempat yang menjadi perhatian itu dapat lebih dipikirkan setelah itu mencari sebuah solusi dengan membuat keputusan yang baik untuk kedepannya," ungkap Yusuf.

Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Muba H Pathi Riduan SE ATD MM menyampaikan, untuk mengatasi beberapa masalah lalu lintas , langkah yang saat ini telah dilakukan yaitu penutupan u-turn dan pembukaan u-turn di tempat-tempat yang sudah dilakukan survey yaitu di seputaran Jalan Kolonel Wahid Udin Sekayu. 


Serta akan di rencanakan penambahan rambu-rambu lalu lintas di bahu jalan, karena saat ini masih ada pengendara jalan jika melihat ruang untuk melanggar lalu lintas cenderung akan melakukan pelanggaran. seperti berlawanan arah atau berbelok bukan pada tempatnya ini akan menyebabkan kecelakaan lalu lintas.


"Untuk itu, mari kita sama-sama mawas diri untuk bisa mematuhi rambu-rambu lalu lintas dan tidak menerobos lampu merah saat berkendaraan karena akan menyebabkan kecelakaan terhadap diri sendiri dan pengguna jalan lain," ungkapnya.

Kadishub juga menjelaskan beberapa faktor yang sering menjadi penyebab dari kerusakan jalan yaitu, tidak ada saluran samping jalan, kualitas jalan kurang baik, sering dilalui kendaraan dengan muatan berlebihan, kondisi tanah serta perawatan yang kurang baik. 

"Kita juga akan terus meningkatkan pengawasan angkutan  agar mematuhi aturan dan semoga dari rapat yang telah dilakukan hari ini dapat memperoleh solusi dan penanganan baik dari beberapa masalah yang terjadi," tandasnya.(hsril) 

Kucurkan Ratusan Miliar Tangani COVID-19, Dodi Reza Jadi Bupati Terpopuler di Indonesia


SEKAYU,DS.COM - Komunikasi Indonesia Indicator (I2) merilis data Kepala Daerah di Indonesia yang paling vokal dan terpegah atau terpopuler namanya dalam pemberitaan karena upaya penanganan serta pencegahan wabah COVID-19. 


Hasilnya, untuk di Sumatera Selatan nama Bupati Musi Banyuasin Dr Dodi Reza Alex Noerdin Lic Econ MBA masuk daftar kategori Bupati Terpegah atau Terpopuler dengan posisi sebanyak 3.919 berita yang menyebutkan namanya. 

"Salah satu yang menjadi sorotan adalah alokasi anggaran Musi Banyuasin untuk COVID-19 yang mencapai 12,5 persen atau Rp 500 miliar dari total APBD Rp 4,1 triliun," ungkap Direktur Komunikasi Indonesia Indicator (I2), Rustika Herlambang seperti dikutip dalam berita kompas.com, Senin (4/1/2021). 

Nama Bupati Muba Dodi Reza ini juga dijejerkan dengan Wali Kota Surabaya yang kini menjabat Menteri Sosial Tri Rismaharini dinobatkan sebagai wali kota terpegah (terpopuler/top person) dan tervokal (top influencer) dalam pemberitaan Covid-19.

"Sepanjang 2020, Tri Rismaharini dalam isu Covid-19 diekspose media online sebanyak 15.917 berita," jelas Rustika Herlambang. 


Lanjutnya, sorotan tertinggi media massa tertuju pada tingginya kasus positif Covid-19 di Surabaya yang mengarah pada zona hitam Juni 2020, serta berbagai aktivitas Risma untuk menanganinya.

Isu lainnya berkaitan dengan langkah responsif Risma setelah Surabaya dinyatakan masuk zona hitam. Mulai dari penerapan protokol kesehatan ketat, swab gratis, dan intervensi kesehatan lingkungan, seperti pemberdayaan masyarakat dan usaha membangkitkan ekonomi masyarakat.

Sementara itu, menanggapi hasil riset Komunikasi Indonesia Indicator (I2) tersebut, Bupati Muba Dr H Dodi Reza Alex Noerdin yang juga Kepala Daerah Inovatif 2020 ini menanggapinya dengan santai. "Yang paling penting berbuat untuk masyarakat, tidak lebih dari itu," tegasnya. 

Lanjutnya, dalam waktu dekat Pemkab Muba akan segera mungkin mendistribusikan vaksin ke warga masyarakat Muba. "Kita tinggal menunggu arahan dan instruksi dari Pemerintahan pusat, prinsipnya Muba sudah siap melakukan vaksinasi ke warga Muba," ucapnya. 

Pembina dan Penggerak Olahraga Terbaik Indonesia ini mengingatkan, agar kepada warga Muba selalu mematuhi prokes dan memakai masker. "Tetap patuhi prokes, dan selalu lindungi diri dan orang terdekat dengan tetap memakai masker," tandasnya.(hsril)

Update COVID-19 Muba: Penambahan 8 Kasus Sembuh, 15 Positif


SEKAYU,DS.COM - Gugus Tugas Penanganan COVID-19 Muba, Minggu (3/1/2021) mengkonfirmasi penambahan 8 kasus sembuh dan 15 terkonfirmasi positif COVID-19. 


"Ada penambahan 8 kasus sembuh dan 15 terkonfirmasi positif COVID-19 per 3 Januari 2021," ungkap Jubir Gugus Tugas Penanganan COVID-19 Muba, Seftiani Peratita SS MKes. 

Sefti merinci, adapun penambahan 15 kasus positif yakni diantaranya kasus 723 Laki-laki usia 44 tahun asal Sekayu, kasus 724 perempuan 11 tahun Sekayu, kasus 725 perempuan 14 tahun Balai Agung, kasus 726 Laki-laki 8 tahun Sekayu, kasus 727 Laki-laki 3 bulan Sekayu, kasus 728 perempuan Sekayu, kasus 729 Laki-laki 47 tahun Sekayu. 

"Kemudian, kasus 730 perempuan 38 tahun Sekayu, kasus 731 Laki-laki 6 tahun Sekayu, kasus 732 Laki-laki 14 tahun Kayuara, kasus 733 Laki-laki 42 tahun Sekayu, kasus 734 perempuan 18 tahun Kayuara, kasus 735 perempuan 28 tahun Sekayu, kasus 736 Laki-laki 72 tahun Batanghari Leko, dan kasus 737 perempuan 24 tahun Sekayu," ungkapnya. 

Diketahui, hingga 3 Januari 2021 ada sebanyak 737 kasus diantaranya 631 kasus sembuh, 76 masih dirawat, dan 30 kasus meninggal dunia.

Sementara itu, berdasarkan data update Gugus Tugas Penanganan COVID-19 Muba 3 Januari 2021 tercatat ada sebanyak 429 ODP 429 selesai pemantauan 0 masih dipantau, 1.199 kontak erat 1.199 kontak selesai pemantauan 0 kontak erat yang masih dipantau, 183 PDP 0 proses pengawasan 163 selesai pengawasan. 

Bupati Muba DRA Support Percepatan Pengembangan Blok South Sakakemang


SEKAYU,DS.COM - Percepatan pengembangan penemuan potensi gas lima besar dunia dengan cadangan gas bumi sebesar 2 triliun kaki kubik (TCF) gas di Blok South Wilayah Kerja Sakakemang, Kecamatan Bayung Lencir, Kabupaten Musi Banyuasin, Sumatera Selatan dengan Repsol sebagai KKKS bakal segera terwujud.


Untuk itulah, Bupati Musi Banyuasin Dr H Dodi Reza Alex Noerdin Lic Econ MBA sangat support pengembangan eksplorasi Block South Kaliberau dalam wilayah kerja Sakakemang.

Pernyataan ini disampaikan Bupati Dr H Dodi Reza Alex Noerdin Lic Econ MBA saat Rapat Konsultasi dengan Pemerintah Daerah Provinsi Sumatera Selatan Terkait Rencana Pengembangan Lapangan Pertama (POD I) Kaliberau dalam Wilayah Kerja Sakakemang Secara Virtual, Rabu (23/12/2020) di Ruang Rapat Bupati Muba.

"Kami siap untuk memberikan data maupun input yang diperlukan dalam rangka penyusunan periode ini. Selain data tata ruang juga pembahasan mengenai penerimaan daerah serta Participating Interest (PI) yang akan dilakukan antara kontraktor Talisman dan BUMD Muba. Pemkab Muba akan mempersiapkan BUMD khusus yang nanti akan bekerja sama dengan Pemprov Sumsel dalam rangka memaksimalkan PI sebagai penerimaan daerah dari hasil migas", ungkap Dodi Reza.

Bupati Muba juga menekankan agar perusahaan juga harus mengedepankan kelestarian lingkungan sekitar serta pemberdayaan masyarakat lokal.

"Bahkan Pemkab Muba juga ingin memastikan dari awal bahwa proses ini bisa berjalan dengan baik, sehingga bisa bermanfaat bagi semua khususnya warga masyarakat Musi Banyuasin, Provinsi Sumatera Selatan dan juga untuk di Indonesia", tambahnya.




Sementara, Dirjen Minyak dan Gas Bumi Kementerian ESDM Prof Ir Tirukan Ariadji MSc PhD IPu mengatakan sangat mendukung kerjasama antara Pemerintah Provinsi Sumsel dan Pemkab Muba dengan K3S Sakakemang terkait Rencana Pengembangan Lapangan Kaliberau tersebut.


"Kita sangat termotivasi, dan komitmen sangat mensupport kerjasama ini Pak Bupati guna untuk pembangunan dan kemajuan provinsi Sumsel dan Bangsa Indonesia,"ungkapnya.

Direktur Pembinaan Usaha Hulu Migas Kementerian ESDM Ir Mustafid Gunawan ME., menyampaikan berdasarkan Peraturan Menteri ESDM nomor 37 tahun 2016 Participating Interest (PI) 10% adalah besarannya maksimal 10% PI pada KKS yang wajib ditawarkan oleh kontraktor pada BUMD atau BUMN.

"Ini bertujuan untuk meningkatkan pesran serta daerah dan nasional dalam pengelolaan migas. Kepemilikan saham BUMD dan PI 10% tidak bisa diperjualbelikan atau dialihkan ataupun dijaminkan. Selain itu, BUMD disahkan melalui Perda dan berbentuk Perusda (100% Pemda) atau perseroan terbatas (minimal 99% Pemda atau sisanya terafiliasi dengan Pemda). BUMD khusus pengelolaan PI 10% dan satu BUMD hanya mengelola PI 10%.,"terangnya.

General Manager Talisman Sakakemang B.V, Greg Holman mengucapkan terima kasih mengucapkan terima kasih kepada Bupati Dr H Dodi Reza Alex Noerdin Lic Econ yang telah bersedia bekerjasama dan siap bertemu secara langsung ke Kabupaten Muba.

“Kita perusahaan Repsol yang bergerak di bidang energi sama seperti PT Pertamina dan Chonocophilips. Sama-sama menjadi kontraktornya negara. Kita kerjasama dengan pemerintah pusat, namun area kerjanya kita di wilayah Provinsi Sumsel tepatnya di Kabupaten Muba dan siap mengikuti aturan yang berlaku di lapangan,”Pungkasnya (hsril)