NEWS

Slider

Usai Dilantik, Bupati Panca Wijaya Siap Wujudkan Ogan Ilir Bangkit


PALEMBANG, DS - Bupati dan Wakil Bupati Ogan Ilir Panca Wijaya Akbar, SH dan H.Ardani, SH. MH resmi dilantik oleh Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel), Herman Deru di Griya Agung Palembang, Jumat (26-02-2021) siang.

Selain Bupati Panca Wijaya dan Wakil Bupati Ardani, Gubernur juga melantik pasangan Bupati dan Wakil Bupati dari lima Kabupaten lainnya yaitu Kabupaten OKU Timur, OKU, OKU Selatan, Musirawas, dan Musirawas Utara yang merupakan kepala Daerah terpilih hasil Pilkada serentak Desember 2020 lalu.

Usai melantik, Gubernur berpesan agar para kepala dan wakil kepala daerah ini segera melaksanakan tugasnya. Lebih lanjut, dia juga berpesan agar para kepala daerah ini menjaga kerukunan baik itu antara kepala dan wakil kepala daerah, kerukunan dengan Forkompinda, dengan legislatif, dengan jajaran dan terpenting menjaga kerukunan dengan masyarakat.

“Kerukunan adalah kunci kita dalam bekerja,” ujar Herman Deru.

Dalam kesempatan itu juga, Herman Deru mengapresiasi kedewasaan masyarakat Sumatera Selatan dalam berpolitik. Menurutnya, hal ini tercermin dari kondusifitas yang terus terjaga dan tanpa ada konflik fisik yang terjadi.

Sementara itu, usai dilantik, Bupati Ogan Ilir Panca Wijaya Akbar didampingi Wakil Bupati H.Ardani mengucapkan terimakasih atas dukungan dan kerjasama masyarakat Kabupaten Ogan Ilir yang telah mensukseskan gelaran Pilkada serentak 2020 lalu.

Ke depan, menurut anak kandung Wakil Gubernur Sumsel itu, dia bersama Wakil Bupati dan jajaran siap untuk segera menjalankan tugas dan melahirkan kebijakan-kebijakan serta pelayanan terbaik untuk masyarakat Kabupaten Ogan Ilir.

Untuk itu, dia juga memohon dukungan kepada masyarakat dari berbagai lapisan dalam menjalankan tugas dan visi misi untuk menuju Ogan Ilir Bangkit sebagaimana motto Pasangan ini saat berkampanye dulu. 

Satresnarkoba Polres Lahat Bakal di Praperadilan Pihak Keluarga Terkait Penangkapan Krismonika


Lahat,DS ---- Terkait penangkapan Krismonika Gusta (22) warga Perumnas Residen Pelangi Blok G nomor 06 Desa Manggul Kecamatan Lahat, Kabupaten Lahat, yang ditangkap oleh Tim Satresnarkoba Polres Lahat pada tanggal 20 Januari 2021 sekitar pukul 17.30 WIB, sepertinya akan memasuki babak baru, dan bakal panjang.


Krismonika Gusta yang merupakan warga Batu Pance Tebing Tinggi, Kabupaten Empat Lawang ditangkap oleh Satresnarkoba Polres Lahat, karena, terduga menjadi pengedar Narkotika jenis Pil Ekstacy sebanyak dua butir, yang ditemukan petugas setelah melakukan beberapa kali memeriksa mobil milik tersangka Krismonika Gusta Agia berwarna Merah dengan nomor polisi (Nopol) BG 1540 EI.


Bertempat dirumah keluarga tersangka Krismonika Gusta di dusun II Desa Manggul Kecamatan Kota, Kabupaten Lahat, pada Rabu (24/02) sekira jam 18.30 WIB, melakukan jumpa Pers yang disampaikan langsung Ovi 35 Tahun dan Nato 25 Tahun selaku Ayuk dan Kakak dari Krismonika Gusta.


Dikutip dari perkataan Ovi didamping Nato mengklarifikasi apa yang telah tersebar di mulai dari penggeledahan hingga penangkapan Krismonika Gusta dinilai tidak sesuai dengan SOP. Karena, dinilai oleh keluarga tersangka, pemeriksaan untuk mencari barang bukti (BB) dari rumah Perumnas Residen Pelangi Blok G sampai kedalam mobil Agia warna Merah Nopol BG 1540 EI sempat berulang ulang kali.


"Disini terlihat tidak profesionalnya Tim Satresnarkoba Polres Lahat, untuk pemeriksaan didalam Mobil saja sempat tiga kali. Sehingga, awalnya kaleng Hemaviton C1000 letaknya didekat cail gigi, lalu berpindah dibelakang," katanya dalam klarifikasi keluarga.


Mirisnya, sambung Nato, dalam penangkapan tersebut jajaran Satresnarkoba tidak menunjukkan sprint, serta melakukan pendampingan dari aparat pemerintahan sebagaimana diatur dalam undang undang (UU) yang berlaku.


"Sempat mau memaksa langsung masuk ke kamar Krismonika Gusta, tapi saya hadang. Tunggu pak, adik saya itu perempuan, jadi saya mintak jangan sembarangan masuk kekamar, tunggu biar saya saja memanggilnya," terang Nato dengan nada lantang.


Lantas, sambungnya, saat melakukan pemeriksaan Tim Satresnarkoba memintak kunci kontak motor maupun mobil. Dan, barulah melakukan pemeriksaan baik diruang tamu sampai dengan di mobil Agia milik Krismonika Gusta.


"Nah, saat diperiksa semuanya tidak ditemukan barang bukti (BB) yang dimaksud. Terdengar ketika pimpinan dari Satresnarkoba menanyakan ditemukan dijawablah nihil Ndan," ucap Nato menirukan perkataan saat di TKP.


Tidak sampai disitu saja, lanjut Nato, mendengar nihil dari anggota, kembali diperintahkan untuk melakukan pemeriksaan ulang dimobil milik Krismonika Gusta dan melakukan Test Urien terhadap adiknya.


"Kembali lagi, diakui nihil dan Urine Negativ. Namun, saat kembali saya tanyakan dijawab anggota kau Idak perlu tahu, dan hasilnya 1 X 24 jam. Sehingga, pemeriksaan Krismonika Gusta sejak pukul 15.30 WIB sampai dengan 18-30 WIB, diperiksa untuk yang ketiga kalinya," tegas Nato.


Sangat disesalkan lagi, kata Oi, siadiknya yang dituduh selaku pengedar Narkotika jenis Pil Ekstacy itu, beberapa kali dipaksa melakukan tanda tangan dan dijanjikan akan mengubah Pasal yang dusangkakan oleh Satresnarkoba Polres Lahat.


"Dikarenakan, merasa dua butir pil Ekstacy bukan miliknya, sampai malam ini tersangka tidak menandatangi hasil Berita Acara Pemeriksaan (BAP) dan Satresnarkoba Polres Lahat. Dan persoalan ini, sudah kami laporkan ke Kapolri, Kapolda, dan Kapolres Lahat, Irwasda Polda Sumsel, Provam Polda Sumsel," tukasnya.


Terakhir, Ovi berharap agar kasus yang menimpa adiknya dapat benar benar ditegakkan dengan seadil adilnya sesuai dengan peraturan yang ada. Terbukti, awal berkas usai penangkapan Krismonika Gusta dikirim oleh Satresnarkoba Polres Lahat, ditolak JPU.


"Dengan ditolaknya berkas awal oleh JPU, membuktikan bahwasannya diduga berita acara pemeriksaan (BAP) dan bukti bukti tidak kuat, sehingga, pengajuan berkas pertama ditolak JPU Kejari Lahat," pungkasnya.(Idham)

Camat Tanjung Tebat Memonitoring Pembangunan di Desa Tanjung Kurung Ulu dan Desa Tanjung Baru.


LAHAT, DS -Ariapulun SE beserta Forkomincam ( Forum Komunikasi Pimpinan Kecamatan) Tanjung Tebat, pada Selasa ini melaksanakan  Monitoring Pembangunan anggaran Dana Desa tahun 2020.



Menurut Camat disela kegiatannya kepada Awak Media 23/2 mengatakan " 

Monitoring dan evaluasi sebagai salah satu bentuk pelaksanaan tugas dan fungsi Kecamatan dalam pembinaan dan pengawasan pengelolaan keuangan dari Dana  Desa agar sesuai peraturan perundangan yang berlaku saat ini.



Tujuan  dari pelaksanaan monev kemasing-masing desa terkait pelaksanaan pembangunan di Desa menggunakan dana desa, agar tidak terjadi penyimpangan. Monitoring ini, " ujar Camat Tanjung Tebat.


Fikrol selaku Kades Desa Tanjung Kurung Ulu yang mengokasikan Dana Desa tahun 2020 pada Gedung Perpustakaan dengan ukuran  6x 9 m ditargetkan akan selesai tahun ini karena terkandala Covid- 19" kata Kades.


Selain itu juga membangun  Jembatan air sepanjang 20 m lebar 1 meter dengan ketinggian 130 cm" diharapkan fungsi nya bermanfaat kepada warganya.



Selaras dikatakan  Ahmad Zulperi Kades Tanjung Baru menggungkap bahwa Dana Desa  tahun 2020 dibangunkan     Gedung Paud ukuran 9x12 m diselesaikan APBD Perubahan ditargetkan tahun ini selesai, dikarenakan terkandala Wabah Covid-19, Insya Allah Gedung Paud nantinya kita fungsikan sesuai dengan fungsinya " tandas Kades Tanjung Baru.


Laporan NID

Kapus Kota Agung " Pendistribusian Vaksin Sinovac Ke 2 Kecamatan Kota Agung Baru 50 %


LAHAT,DS - Setelah sukses penyuntikan Vaksin tahap pertama usai di Puskesmas Kota Agung yang diselenggarakan serentak pada tanggal 1 Februari 2021 dan tahap kedua pada tanggal 15 Februari lalu,  Vaksinasi tahap kedua kali baru 50 % dilaksanakan.


Namun hingga saat ini, baru sebagian Nakes ( tenaga kesehatan ) yang sudah mulai mendapat vaksinasi. Sebagian lagi masih harus menunggu, karena sejumlah fasilitas layanan kesehatan (fasyankes) masih berfokus menyelesaikan pendistribusiannya.


Hal ini disampaikan Ratna Tiurlan Amd Keb, SKM ketika disambangi Awak Media diruang kerjanya 23/2 " saat sekarang ini  dalam pendataan  berapa Nakes, TNI- POLRI, ASN, Pegawai Bank BRI, Bank Sumsel Babel, Karyawan  PT Pos dan Karyawan PDAM di Kecamatan Kota Agung,  tahap pertama pencapaaian  80,9%  dari Nakes 12 orang yang Bumil tidak di Vaksin. Alhamdulilah  penyuntikan vaksin tahap 1 dan 2  tiada kendala, " ujar Kapus.


Kapus Kota Agung menghimbau 

Jangan takut di Vaksin karena sudah diteliti  oleh BPOM, aman, dan rumor yang beredar Vaksin ini tidak halal itu tidak benar. Kita berharap dengan di Vaksin Imun tubuh kita kebal dan Wabah virus Corona  berakhir dan hidup kita kembali dan tenang" pesan Ratna Tiurlan 


Laporan dhonne

Update Covid 19 Dibumi Seganti Setungguan Kabupaten Lahat Per Hari Ini


LAHAT, DS - Ketua gugus tugas taupiq Jubir terus memberikan update ke publik agar dapat memberikan kesadaran kepada masyarakat,  agar terus mematuhi protokol kesehatan dikabupaten Lahat

 Tanggal 20 Februari 2021 yang terinfeksi diKabupaten Lahat yang meninggal dunia 34 orang. 


Begitu pula Dengan SuSpek (ODP+PDP) berjumlah  627 orang dalam proses 11 orang, untuk kontak erat berjumlah 2905 orang dalam proses 45 orang sedangkan probable masih tetap 23 orang.


Taufiq menambahkan dengan terus menurunnya angka pasien yang terinfeksi Virus Corona insayallah kedepannya kita bisa memutus mata rantai penyebaran virus covid 19 serta dapat menuju hidup New normal.


Saya selaku  ketua Gugus  berharap kepada masyarakat di Kabupaten Lahat terus lah mematuhi aturan Protokol kesehatan dengan terus melaksanakan 5 M dan jangan lengah soalnya kita tidak mengetahui kapan dan dimana kita terkena dan terinfeksi virus Covid 19.



Laporan dhonie

SKK Migas - Pertamina EP Serahkan Ventilator Buatan Dalam Negeri Ke RS Bhayangkara M Hasan Palembang.


PALEMBANG Duta Sumsel -- Perusahaan pertambangan minyak SKK Migas, Pertamina EP bersinergi dengan Polda Sumsel dalam upaya membantu pemerintah dalam percepatan penanggulangan Pandemi Covid-19 di Sumsel.



Tidak hanya dengan penerapan protokol kesehatan disetiap kegiatan rutinitasnya namun juga terus membantu memperkuat lini unit penanganan darurat Covid-19 melalui penambahan 2 unit Ventilator PM-01 karya anak bangsa di RS Bhayangkara M Hasan Palembang.


Bantuan 2 (dua) unit Ventilator Parametrik tipe PM-01 kepada RS Bhayangkara M Hasan Palembang ini nantinya akan digunakan untuk penanganan pasien dari anggota Polri maupun masyarakat umum di Sumsel.



Pertamina EP Asset 2 Legal & Relations Manager Fransiska,  mengatakan Pertamina EP selaku Kontraktor Kontrak Kerjasama Minyak dan Gas bumi di bawah SKK Migas sangat mendukung tugas dan tanggung jawab Polri khususnya Polda Sumsel yang saat ini mempunyai tugas berat dalam rangka percepatan penanggulangan Covid-19, apalagi resiko anggota kepolisian sangat besar sebagai garda terdepan dalam menciptakan Kamtibmas di masyarakat.


Kepala RS Bhayangkara M Hasan Palembang AKBP Dr. Wahono Edhi Prastowo menyambut baik dan mengapresiasi adanya bantuan ini.


 “tentunya ventilator buatan dalam negeri ini sangat membantu tugas kami dalam mempercepat penanganan pasen darurat Covid-19, apalagi RS Bhayangkara M Hasan Palembang merupakan salah satu RS Rujukan yang menangani pasien Covid-19 cukup banyak” ujarnya.




Terpisah Pertamina EP Asset 2 General Manager Astri Pujianto mengapresiasi Polda Sumsel khususnya dalam dukungan pengamanan objek vital nasional industri hulu minyak dan gas bumi serta penanganan perkara-perkara seperti pencurian aset negara, sabotase, sengketa lahan maupun kasus-kasus lainnya yang dapat menghambat kinerja Pertamina EP sebagai garda terdepan dalam pemenuhan pasokan energi minyak dan gas bumi di Sumatera Selatan.


Saat ini PT Pertamina EP masih menjadi produsen Migas terbesar di Sumatera Selatan dengan produksi minyak berkisar 17.622 Barel Per Hari dan gas berkisar 349 Juta Standar Kaki Kubik per Hari. Selain itu kontribusi hulu migas dari SKK Migas-Pertamina EP sebagai penyumbang Pendapatan Asli Daerah untuk wilayah Sumatera Selatan juga turut membantu pembangunan di wilayah Sumatera Selatan.(ril)

Suberanudin Klarifikasi Pemberitaan Pungutan Pajak Rumah Ibadah


Lahat, Dutasumsel - Terkait adanya pemberitaan yang diberitakan oleh beberapa media online yang sempat membuat warga Lahat mengira bahwa ada pajak yang dipungut oleh BAPENDA dirumah ibadah ( Masjid ).


Suberanudin Kepala Bapenda Kabupaten Lahat saat ditemui oleh awak media dikantornya 18/2 sambil tersenyum ramah subran mengklarifikasi apa yang sebenarnya terjadi terkait adanya pemberitaan tentang pungutan Pajak Rumah ibadah / masjid yang terletak di RT 004 RW 02 Talang jawa selatan. 


Dijelaskanya Rumah ibadah , sekolah dan pasilitas umum tidak akan dipungut pajak karena sudah ada aturanya dari Negara.


sambil melempar senyum ramah Subran menjelaskan bahwa , berawal dari pendataan yang dilakukan oleh PT.CITRA CO ditahun 2020 dan dibantu RT dan RW setempat, mereka melakukan pendataan Warga RT004 RW 02 Talang Jawa Selatan yang hasil dari pendataan tersebut diserahkan Bapenda Lahat untuk dibukukan secara administrasi.


Masih sambungya setelah dibukukan secara administrasi , kami Bapenda akan memberikan SPPT ( surat pemberitahuan pajak terhutang ) sesuai dengan data yang diberikan PT.CITRA CO selaku pihak ketiga dan pastinya diketahui RT / RW SETEMPAT.


setelah SPPT diberikan kepada pemerintah setempat dan atau ada yang Langsung diberikan kepada warga , kami Bapenda Lahat memberikan waktu tiga bulan untuk menyangga ( surat sanggahan ), bila ada RUMAH IBADAH , SEKOLAH DAN PASILATAS UMUM yang termasuk atau tercecer dalam pencatatan yang dilakukan.


sambil menyapa kami untuk mempersilahkan minum , Subran selaku kepala Dinas Bapenda Lahat mengatakan " akuni jeme muslim , kalu pacak nak nyumbang bukan nak disumbang apalagi dengan sengaja memungut.*. 


Dalam pemberitaan yang sangat menjadi pembelaharab kami untuk berbenag kedepanya , saya pribadi memohon maaf kepada masyrakat atas adanya kekeliruan ini dan kepada tuhan saya mohon ampun , dan kami Atas nama Bapenda Lahat tidak akan menyalahkan dan mencari pembenaran akab tetapi sebagai pengingat bahwa manusia tak luput dari salah ujarnya.(Idham/Novita)

Antisipasi Longsor juga Penahan Tiang Jembatan BPDB Kabupaten Lahat Bangun Tembok Penahan Sungai Lematang


LAHAT, DS - Bencana banjir bandang dan Longsor terjadi beberapa waktu lalu di Kabupaten Lahat menjadi suatu perhatian yang sangat besar bagi pemerintah pusat,untuk itu Badan Nasional Penagulangan Bencana BNPB Pusat Tahun 2021 mengelontorkan dana sebesar 7 Milyar ke Pemerintah Daerah melalui BPBD Kabupaten Lahat.


Dengan tujuan untuk mengatasi terjadinya erosi kembali di aliran Sungai Lematang yang berimbas selain banjir juga terjadinya longsor di pingiran Sungai Lematang terutama di wilayah Benteng .


Dimana di Wilayah benteng ini berdiri Jembatan penghubung dua Kecamatan dan merupakan salah satu akses vital antara kecamatan Kota Lahat dan Kecamatan Lahat Selatan .


Alia Afandi Kepala BPBD Kabupaten Lahat didapmpingi  Ananta ST, MT Kabid Kedaruratan BPBD  mengatakan 17/2 alhamdulilah tahun ini Pemerintah Kabupaten Lahat melalui BNPB mengagarkan dana untuk pemasangan dan pembangunan Tembok Penahan sepanjang 820 M Lebar 5 M kedalaman pondasi 1,5 M dengan diameter 1,1 M dan diamensi 2,2 M serta panjang jarak Pondasi 4 M


Adanya pembangunan tembok penahan yang kita laksanakan tahun ini untuk bertujuan selain mengantisipasi terjadinya longsor di pingiran tebing sungai juga untuk sebagai penahan struktur bangunan tiang jembatan agar tidak goyang atau tergerus akibat lonsoran tanah hingga menjadikan tiang jembatan menjadi miring,ini bisa berakibat patal jembatan bisa roboh karenanya ujar Alia Afandi.


Icap selaku kepala wilayah desa Tuara Payang Kecamatan Lahat Selatan ketika diminta tanggapan awak media mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Pusat maupun Pemerintah Daerah yang telah memperhatikan kelongsoran yang terjadi di pangkal jembatan penghubung dua kecamatan yang berlokasi di Wilayah desa Tanjung Payang .


Yang mana kami perangkat desa melalui musdes berupaya dan berusaha menyampaikan permasalahan ini kepada pemerintah daerah agar dapat mengupayakan adanya pembangunan pembangunan tembok penahan alhamdulilah upaya dan usaha yang kami lakukan berhasil.


Icap menambahkan dengan dilaksanakan pembangunan dan pemasangan tembok penahan tahun ini upaya pengembangan pariwisata melalui Usaha Kecil Menengah (UKM) dipinggiran sungai Lematang yang dilakukan masyarakat dapat dilaksanakan tanpa adanya rasa takut terkena Longsor.


Disamping itu juga perhatian yang sangat besar diberikan pemerintah daerah untuk Desa Tuara Payang atas adanya pembangunan tembok penahan sepanjang 280 M dan akan dilaksanakan kembali dalam waktu dekat pembagunan Siring persawahan yang telah hancur untuk aliran sawah masyarakat seluas 360 Hektar bagi masyarakat Empat Desa yaitu desa Tuara Payang, Desa Karang Dalam, Desa Banjar Negara dan Desa Nantal katanya.(Idham/Novita )

Bupati Lahat Buka Sosialisasi SIJAPTI


Lahat, DS -- Sistem Informasi Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama  ( SIJAPTI  dilingkungan Pemkab Lahat,  di laksanakan  Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia ( BPKSDM ) Kabupaten Lahat bekerja sama dengan Komisioner KASN.


Bertempat di Gedung Pertemuan Pemkab Lahat  Bupati Lahat Cik Ujang, dihadiri Wakil Bupati Lahat H.Haryanto SE, MBA, Pj Sekda drs Deswan Irsyad  Komisioner KASN Dr. Rudiarto Sumarwono MM,  Assisten Komisioner KASN H. Thon Ferianto.S.Sos.MM, Tenaga Ahli KASN Pandu WidodoME,  selaku  Narasumber, Seluruh Camat, Lurah serta Kepala OPD lainnya sebagai peserta Sosialisasi ini.


Bupati berharap  dengan di laksanakan sosialisasi aplikasi Sejapti ( sistem Informasi Jabatan Pimpinan Tinggi ) melalui sosialisasi aplikasi Sijapti ini, meningkatkan efnsiensi, Efektivitas, profesionalisme, kinerja serta akses dalam penyampaian Dokumen rencana seIeksi dan laporan hasil seIeksi serta pengawasaan pelaksanaan pengisian jabatan pimpinan tinggi khususnya di Pemkab Lahat.


Laporan dhonie

Tenaga Medis Puskesmas Bandar Jaya di Vaksin Sinovac


Lahat, DS--- Setelah Bupati dan Forkominda Pemkab Lahat sukses di suntik Vaksin Sinovac bertempat di Puskesmas Bandar Jaya Lahat, kini giliran Kapus serta belasan tenaga Medis lainnya yang bertugas disini juga di suntik Vaksin. 16/2.


Suasana penyuntikan Vaksin berlangsung tenang dan tertib, Kapus Bandar Jaya Meliana Amd- Keb orang pertama di suntik Vaksin kedua. Setelah jeda 30 menit kondisi beliau tampak segar bugar. Begitu juga dengan tenaga Medis lainnya.


" Alhamdulilah kegiatan dua hari berturut penyuntikan Vaksin dimulai dari Bupati beserta Forkominda kemarin berlangsung sukses, agenda hari ini dilanjutkan penyuntikan 15 tenaga Medis, 2 tenaga Jejaring Internet dan Apoteker dan 1 dari MUI. Semuanya tanpa kendala " ujar Kapus Bandar Jaya. Kepada Awak Media


Tak lupa Kapus berpesan kepada masyarakat untuk tidak ragu disuntik Vaksin demi terhindarnya dari Virus Corona, mari sama- sama melawan keganasan virus ini. Tetap lah memakai masker, mencuci tangan, hindari kerumunan dan Mobilitas. Dengan di Vaksin berarti kita menyelamatkan banyak jiwa sehingga keadaan ekonomi yang terpuruk bisa menggeliat kembali.


 " pesan Meliana Am- Keb.


Laporan dhonie

Muba U-18 Futsal Championship dan Tenis Meja Bupati DRA Cup Bakal Digelar Sesuai Prokes


SEKAYU,DS.COM - Dua kejuaraan olah raga tingkat regional akan digelar di Musi Banyuasin. Yakni turnamen Futsal Muba U-18 pada dipenghujung Februari ini dan Turnamen Tenis Meja Bupati DRA CUP di bulan Maret mendatang. Kedua turnamen ini akan berjalan dengan suasana berbeda, yakni sesuai protokol kesehatan dan tatanan kebiasaan baru yang digariskan pemerintah.


Pernyataan tersebut disampaikan Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispopar), Muhammad Fariz SSTP MM pada Rapat Persiapan Turnamen U-18 AFKAB Futsal dan Open Turnamen Tenis Meja Bupati DRA Cup Tahun 2021 di Ruang Rapat Serasan Sekate, Senin (15/2/2020).


"Sesuai panduan protokol kesehatan (Prokes) terkait pelaksanaan kompetisi di masa COVID-19, pertandingan akan dilaksanakan tanpa penonton dan akan disiarkan secara langsung pada laman Media Sosial resmi Futsal Muba dan Pemkab Muba,"ujarnya.


Dikatakan Ketua Pengcab Futsal, Akhmad Toyibir SSTP MSi, Pertandingan Kompetisi Futsal U-18 diikuti oleh seluruh kabupaten/kota se Provinsi Sumsel. Dijadwalkan akan dilaksanakan pada 27-28 Februari 2021 bertempat di Stable Berkuda Sekayu.


"Kegiatan ini sebagai pemanasan dan pembuktian kesiapan Kabupaten Muba pada kejuaraan selanjutnya yaitu Liga Nusantara pada Agustus 2021 mendatang. AFKAB Futsal Muba akan melakukan pengadaan court/Interlock lapangan futsal dengan ukuran 20x40 meter persegi. Jika ini terwujud, maka Muba menjadi satu-satunya kabupaten/kota yang memiliki lapangan futsal dengan standar Internasional,"papar Ibir.


Mewakili Bupati Muba Dr H Dodi Reza Alex Noerdin, Sekretaris Daerah Kabupaten Muba Drs H Apriyadi MSi menyambut baik rencana dua kompetisi tersebut. Dirinya menandaskan agar turnamen digelar sesuai protokes karena dilaksanakan di masa pandemi COVID-19. Apriyadi menegaskan kegiatan olahraga harus dengan aturan-aturan yang ketat.


"Sebagai tuan rumah kita harus siapkan segala kebutuhan untuk kompetisi ini, baik urusan administrasi maupun teknisnya. Izin keramaian harus ada, jangan sampai terjadi hal-hal yang tidak diinginkan atau melanggar aturan,"ucap Sekda.


Dikatakan Sekda, sesuai protokol kesehatan maka teknis turnamen agar disesuaikan prokes yakni para pemain sebelum tanding harus diuji tes swab terlebih dahulu. Kita tak ingin muncul cluster baru dari kegiatan kompetisi ini.


"Kalau kegiatan olahaga ini berjalan dengan lancar dan sukses pastinya akan ada pergerakan ekonomi, selain itu juga kita bisa tunjukkan kepada masyarakat walaupun kondisi sulit namun tekait kegiatan menjaga imunitas dan pergerakan ekonomi, bisa kita lakukan berbarengan,"pugkasnya.(hsril)

Terpilih Secara Aklamasi, Sri Marheni Wulansih Nakhodai Golkar Lahat Periode 2020-2025


LAHAT, DS - Didukung  20 pemilik suara Partai Golongan Karya Kabupaten Lahat, Sri Marhaeni terpilih secara aklamasi menjadi Ketua Golkar menggantikam Farhan Berzah. Pada Musda Golkar ke X ( ulang) yang bertempat di Kantor Golkar 15/2. Setelah melalui berbagai tahapan- tahapan akhirnya secara Aklamasi karena merupakan calon tunggul, rapat Paripurna 8 dan terpilih menjadi Ketua DPD Golkar Kabupaten Lahat periode 2020- 2025.




Sri Marhaeni Wulansih SH pada Visi Misinya menuju Pileg dan Pilpres ke depan siap memenangkan Dodi Alek Noerdin menjadi Gubernur Sumsel.dan Erlangga Hertanto selaku Presiden Indonesia pada pemilihan akan datang. 




Dodi Reza Alex Noerdin Ketua DPD Golkar Provinsi Sumatera Selatan secara Virtual pada pidatonya bahwa Musda tersebut didasari keputusan Mahkamah Partai ( MK ) yang wajib untuk dilaksanakan. Serta telah sesuai dengan keputusan dari Mahkamah Partai (MK) pada tanggal 22 Januari 2021 bahwa Musda Ke X DPD II Partai Golkar untuk dilaksanakan ulang dan keputusan sudah final dan mengikat sehingga wajib untuk dilaksanakan. DPD II Partai Golkar Kabupaten Lahat wajib untuk dilaksanakan, bila tidak dilaksanakan artinya partai tidak mematuhi keputusan dari Mahkamah Partai. " ujar Dodi.





Sementara itu Sri Marheni Wulansih SH mengaku siap bekerjasama bahu membahu bersama membangun Golkar dimulai Road show turun kebawah. Demi memenangkan Pilpres 2024 mendatang. Beliau juga mengucapkan terima kasih kepada Mahkamah Golkar yang telah mendukung nya sebagai Ketua DPD Golkar menggantikan Farhan Berzah.




Musda X ( ulang ) ini dihadiri Penasehat Partai Golkar, Seketaris, serta para Kader Golkar. ( NID)

Update COVID-19 Muba: Bertambah 6 Kasus Sembuh, 5 Positif dan 1 Meninggal Dunia

SEKAYU,DS.COM- Gugus Tugas Penanganan COVID-19 Muba, Sabtu (13/2/2021) mengkonfirmasi penambahan 6 kasus sembuh 5 positif dan 1 kasus meninggal dunia. 

"Ada penambahan 6 kasus sembuh 5 positif dan 1 kasus meninggal dunia per 13 Februari 2021," ungkap Jubir Gugus Tugas Penanganan COVID-19 Muba, dr Povi Pada Indarta SP P. 

Povi merinci, adapun penambahan 5 kasus positif yakni diantaranya kasus 993 perempuan usia 35 tahun asal Sekayu, kasus 994 perempuan 3 tahun Plakat Tinggi, kasus 995 Laki-laki 69 tahun Lawang Wetan, kasus 996 perempuan 52 tahun Sungai Lilin, dan kasus 997 Laki-laki 65 tahun Plakat Tinggi," urainya. 

"Untuk kasus meninggal dunia dialami kasus 997 Laki-laki usia 65 tahun asal Plakat Tinggi dan telah dimakamkan sesuai prokes COVID-19," tambahnya. 

Diketahui, hingga 13 Februari 2021 ada sebanyak 997 kasus diantaranya 910 kasus sembuh, 47 masih dirawat, dan 40 kasus meninggal dunia.

Sementara itu, berdasarkan data update Gugus Tugas Penanganan COVID-19 Muba 13 Februari 2021 tercatat ada sebanyak 429 ODP 429 selesai pemantauan 0 masih dipantau, 1.199 kontak erat 1.199 kontak selesai pemantauan 0 kontak erat yang masih dipantau, 183 PDP 0 proses pengawasan 163 selesai pengawasan.


Perusahaan Wajib atau Tidak Ikut Andil Dalam Perbaikan Kerusakan Jalan ?

MUBA,DS.COM - Kabupaten Musi Banyuasin di awal Tahun 2021 ini dihadapkan dengan cuaca yang terus menerus diguyur hujan, hal ini berdampak kepada beberapa Infrastruktur Jalan yang mengalami kerusakan.

Tercatat beberapa daerah di 15 kecamatan mengalami kerusakan akses jalan. Pemerintah kabupaten Musi Banyuasin melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) berkutat dalam melakukan perbaikan Jalan dengan berusaha melibatkan beberapa Unsur Perusahaan yang berada di daerah setempat.

Hal itu dibuktikan oleh kecamatan Batang Hari Leko yang baru-baru saja melibatkan 4 Perusahaan untuk melaksanakan Perbaikan Akses Infrastruktur Jalan, tepatnya di desa Sako Suban. Kemudian dilanjutkan desa Sungai Napal, Pengaturan, Pinggap, Lubuk Buah, Talang Buluh dan Ulak Kembang.

Menanggapi Persoalan ini, Wakil Bupati Musi Banyuasin Beni Hernedi SIP saat dimintai keterangannya oleh awak media mengatakan, Perusahaan boleh lewat jalan kabupaten tidak ada larangan.

" Diwajibkan atau tidak perusahaan ikut dalam melaksanakan Perbaikan Jalan, Perusahaan tidak diwajibkan, kita tidak dapat mengenakan Sanksi kepada pihak perusahaan jika dia tidak ikut andil dalam Perbaikan Jalan apalagi jalan Pemerintah," ujar Beni.

Perbaikan Jalan Pemerintah itu harus ada aturan dan harus ada izin Pemerintah tersebut, tapi jikalau perusahaan ingin membantu bagian dari Program CSR mereka itu diperbolehkan dan direncanakan dengan perencanaan yang ada.

" Semisalnya mereka ingin melakukan Pembangunan Jalan ataupun Perbaikan Jalan harus ada perencanaan, kemudian jika itu terkategori Tanggap Darurat Jalan, itu sah-sah saja kita bisa meminta perusahaan ikut membantu apabila perusahaan tersebut berada di daerah setempat," papar orang nomor dua Bumi Serasan Sekate ini, Jumat (12/2/2021).

Kalau wajib atau tidaknya, saya berpatokan ketika perusahaan tersebut tidak ikut andil dalam perbaikan kerusakan jalan tersebut, kita tidak bisa mensanksi Perusahaan tersebut, karena CSR Perusahaan tersebut ada ukurannya, kemudian Perusahaan itu juga ada Perencanaan Tahunan yang kemudian dilaporkan kepada Pemerintah, oleh karena itu dalam menentukan CSR Pemerintah biasanya menerima laporan tahunan dari Perusahaan-perusahaan yang ada.

" Untuk Desa Sako Suban, itu memang ada Persoalan yang tidak sederhana, yang pertama jalan wilayah Sako Suban itu status wilayahnya sebagian besar terkecuali dusun induknya dilingkari dengan status wilayah Kawasan Hutan. Dan artinya Kawasan Hutan itu ada Persoalan secara Aturan tidak boleh dilakukan Pembangunan yang tanpa izin oleh pihak Kehutanan," jelasnya.

Dijelaskannya, Ini lah permasalahan Agraria yang berada di Musi Banyuasin yang harus dibenahi, kita terus mengusulkan agar Sako Suban diberikan keluasan wilayah desa bebas dari kawasan hutan, sehingga ada ketakutan melanggar aturan jika semisalnya melakukan pembangunan didalam kawasan hutan. "Intinya Perlu yang ini perlu mendapatkan izin, dan ini yang menjadi titik lemah kita yang belum tertuntaskan terhadap Sako Suban," jelasnya.

Dan terakhir ditegaskannya kembali, Perusahaan itu Boleh melewati Jalan Umum. Umum itu artinya juga ada aktivitas dari Perusahaan, nah akan tetapi yang tidak diperbolehkan lewat itu ada aturan Klas-klas jalan yang ditetapkan dan ada juga aturan yang melarang Peraturan Gubernur Sumatera Selatan yang berbunyikan karena mengakibatkan kemacetan truk Batu Bara itu tidak diperbolehkan lewat. 

" Ini terkhusus untuk Angkutan Batu Bara didalam Wilayah Sumatera Selatan ini harus membuat jalan tambang sendiri. Dia harus ada jalan tambang sendiri, itu sudah aturannya sendiri, hal ini bukan hanya Perusahaan saja yang diterapkan dalam aturan seperti contoh Undang-undang Lalu Lintas dengan Beban Muatan disesuaikan dengan Klas Jalan tersebut," ungkapnya.

Dengan diatur Kapasitas Muatan Beban angkutan kendaraan tersebut, jangan dicerminkan bahwa Perusahaan tersebut tidak diperbolehkan melintas. Perusahaan itu di perbolehkan lewat, karena kenapa ? Karena Perusahaan-perusahaan terkhususnya di Musi Banyuasin Membayar Pajak, baik Pajak PBB, Pajak CPO, Pajak Kendaraan.

" Dan yang tidak diperbolehkan melintas itu adalah ketika melanggar lalu lintas dengan tonase yang melebihi beban angkut dari kendaraan itu sendiri. Dia harus ada izin khusus, dan pemerintah wajib tidak memperbolehkan kendaraan tersebut melintas karena dikhawatirkan akan merusak jalan tersebut," imbuhnya.(red)


Jalan Desa Lubuk Sepang Pulau Pinang Amblas Sepanjang 20 M.


LAHAT, DS-
- Akibat Cuaca yang tidak menentu setiap hari serta curah hujan dengan Intensitas tinggi semalaman, mengakibatkan amblasnya jalan sepanjang  20  meter dengan kedalaman  15 meter  di Desa Lubuk Sepang Kecamatan Pulau Pinang Kabupaten Lahat terjadi pada pukul 02 :00 dinihari tadi" ujar drs Herlambang MM selaku Camat Pulau Pinang dilokasi kejadian kepada Awak Media 13/2.


Menurut Camat, akibat kejadian ini arus Lalu lintas  ke Lahat- Pagar Alam dialihkan ke jalan Alternatif Gumay  Ulu, sedangkan arus lalu lintas menuju Kota Agung- Mulak dialihkan ke Jalan Alternatif  Talang Sejemput Lahat Selatan,  kami sudah berkoordinasi dengan pihak balai .sementara jalan ditutup dan  dialikan sementara  menunggu intruksi selanjutnya hal ini dipertegas Mirza ST Kadis PU Bina Marga  Lahat bersama rombongan Kasatker PJN  Wilayah 2 Sumsel   Cecep Irwansyah, AKP Adriansyah  SE, SIK Kasat Lantas


Disamping itu Erlambang SE juga menambahkan  Intensitas tinggi Hujan dan di guyur Hujan deras mengguyur Kabupaten Lahat, Jumat (12/2/21) malam hingga Sabtu 13/2) pagi, membuat Jalan Lintas Kabupaten Lahat – Kota Pagaralam, persisnya antara Desa Karang Dalam dan Desa Lubuk Sepang, Kecamatan Pulau Pinang longsor. Bahkan, kendaraan diminta untuk melewati jalan alternatif Gumay Ulu.


 Saat dikonfirmasi membenarkan atas terjadinya longsor di wilayahnya. Erlambang mengungkapkan, jalan longsor sepanjang sekitar 20 meter dengan kedalaman 15 meter itu diakibatkan oleh faktor alam Tertimpa hujan deras yang mengguyur Kabupaten Lahat yang diketahui sebagai salah satu Kabupaten Rawan Longsor  menjadikan kondisi jalan tidak Stabil (13/2).


Kejadian tersebut membuat jalan penghubung Kabupaten Lahat – Kota Pagaralam itu tidak dapat dilewati, mengingat longsor hampir menghabiskan seluruh badan jalan.


“Kalau mobil besar tidak bisa lewat, hanya kendaraan R2 yang bisa melintas. Kami himbau agar pengendara menggunakan jalan alternatif Gumay Ulu, karena kondisi tanah dan jalan longsor ini masih bergerak, dikhawatirkan terjadi hal yang tidak diinginkan,”imbaunya.


Amblasnya jalan dalam wilayah Lahat -- Kota Agung dan simpang Pagaralam ini ada dugaan seringnya dilintasi Angkutan PT.SERD yang mengangkut Alat berat hingga mencapai ratusan ton jalan Aspal wilayah Lahat -- Kota Agung dan simpang Pagaralam hingga menjadikan kondisi jalan Aspal milik negara ini menjadi tidak stabil karena jalan aspal yang dilalui kendaraan roda empat dan kendaraan roda dua ini berkekuatan kapasitas 28 ton -- 30 ton.


Laporan Kerbay Mulak/ Idham/ Dhonie

Dikomandoi Bupati Dodi Reza, Nakes Lansia di Muba Mulai Divaksin



SEKAYU,DS.COM- Setelah melaksanakan suntik vaksin tahap pertama pada 25 Januari 2021 lalu, kini Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin melakukannya untuk kali kedua. Suntik vaksin dikomandoi Bupati Dr Dodi Reza Alex Noerdin Lic Econ MBA. Tahap ke 2 suntik vaksin COVID-19 Sinovac dilakukan di ruang Medical Chek Up (MCU) Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sekayu, Kamis (11/2/2021). 

Jika pada suntik vaksin Sinovac tahap pertama beberapa waktu lalu Muba melakukan inisiasi pembuatan kartu Identitas atau id card bagi peserta vaksin, di tahap kedua ini Pemkab Muba menerapkan inisiasi suntik vaksin Sinovac kepada tenaga kesehatan (nakes) lanjut usia (lansia). 

Pantauan di lokasi, proses rangkaian suntik vaksin Sinovac tahap dua tetap seperti sebelumnya yakni dengan mengedepankan protokol kesehatan (prokes). 

Namun suasana tampak lebih semarak dengan tampilan seragam. Dresscode peserta suntik vaksin termasuk Bupati Dodi Reza berupa kaos warna kuning dengan tagline "Vaksin Aman dan Halal Yung" #Mubatangguh.

"Jadi hari ini di tahap kedua suntik vaksin Sinovac Kabupaten Muba, kita melakukan suntik vaksin tahap pertama untuk tenaga kesehatan (nakes) lanjut usia (lansia) di Muba," ucap Dodi Reza didampingi Ketua TP PKK Muba Thia Yufada Dodi Reza usai Penyuntikan Vaksin ke-2 Covid-19 Sinovac di Wilayah Kabupaten Musi Banyuasin.

Menurut Kepala Daerah Inovatif 2020 tersebut, suntik vaksin Sinovac menjadi prioritas bagi nakes utamanya nakes lansia. 

"Nakes lansia ini kan sangat rentan tertular wabah COVID-19, jadi mereka prioritas utama diberi suntik vaksin Sinovac," bebernya. 

Dodi berharap suntik vaksin Sinovac tahap kedua ini lebih meyakinkan warga masyarakat Muba, bahwa vaksin Sinovac aman dan halal. 
"Suntik vaksin tahap ini mempertegas, bahwa suntik vaksin Sinovac memang benar-benar aman dan halal," tegasnya. 

"Nah berikutnya, suntik vaksin Sinovac kita peruntukkan para pedagang, pelayan publik, guru, dan pihak-pihak lain yang sangat rentan terkena penularan wabah COVID-19. Diharapkan dengan divaksinnya kelompok-kelompok masyarakat itu dapat berperan sebagai herd immunity. Sehingga mereka sebagai benteng untuk melindungi penduduk yang tidak bisa, atau belum bisa divaksin" tambahnya. 

Kepala Dinas Kesehatan Muba, dr Azmi Dariusmansyah MARS menyebutkan, untuk distribusi dosis vaksin Sinovac ke 31 Fasyankes sudah dilakukan, dan tahap kedua penyuntikan vaksin Sinovac kali ini menyasar nakes lansia. "Ada 53 nakes lansia yang di tahap kedua ini menjadi pasien suntik vaksin sinovav, Alhamdulillah berjalan lancar," ungkap Azmi. 

Azmi mengajak warga masyarakat Muba untuk tidak khawatir dan takut dilakukan vaksin. "Ini demi kesehatan kita dan meminimalisir penularan wabah COVID-19 di Muba," ucapnya. 

Salah satu Nakes Lansia Muba, H Madali mengucapkan terimakasih dengan bupati Dr Dodi Reza Alex Noerdin Lic Econ MBA karena telah memfasilitasi mendapatkan kuota suntik vaksin Sinovac. 

"Alhamdulillah hari ini telah disuntik vaksin Sinovac, semoga akan menjadi benteng yang kuat terhadap kami nakes lansia di masa pandemi COVID-19 saat ini," tandasnya.

Adapun Forkopimda Muba yang mengikuti vaksinasi tahap kedua diantaranya Kapolres Muba AKBP Erlin Tangjaya SIk, Kajari Muba Suyanto SH MH, Ketua Pengadilan Agama Sekayu Korik Agustian SAg MAg, dan Ketua Pengadilan Negeri Sekayu Hendra Halomoan SH MH(hsril)

HUT Kavad ke-71, Yonkav 5/DPC Gelar Lomba Masak

 


KARANG ENDAH, DS - Batalyon kavaleri 5/DPC menggelar perlombaan memasak tumpeng dalam rangka memperingati HUT Kavad ke-71, Selasa (9/2/2021).


Suasana terlihat meriah di Gedung Serba Guna (GSG) Syamsul Bahri Mayonkav 5/DPC Karang Endah karena peserta didukung dari perwakilan masing-masing kelompok pengurus Persit KCK.


Danyonkav 5/DPC, Mayor Kav Muslim Rahim Tompo, S.H., M.si menyampaikan, lomba memasak nasi tumpeng tersebut diselenggarakan dalam rangka memperingati HUT Kavaleri ke-71.


Ada beberapa kelompok peserta yang mengikuti perlombaan ini guna untuk mengembangkan kreatifitas anggotanya untuk bersaing dengan peserta lainnya.


"Dalam ajang ini, merupakan bentuk penghormatan terhadap setiap kesempatan yang telah diberikan kepada Persit KCK," katanya.


Dia mengajak kepada seluruh Persit yang hadir untuk lebih kreatif dalam kegiatan apapun, harus berkreasi dan harus tahu apa yang akan ditampilkan.


"Ibu-ibu Persit harus produktif, artinya harus mampu memproduksi atau menghasilkan dan mengetahui manfaat dari kegiatan tersebut," tuturnya.


Sementara usai acara perlombaan nasi tumpeng tersebut, kegiatan dilanjutkan dengan ramah tamah serta pemberian penghargaan kepada beberapa prajurit TNI Yonkav 5/DPC yang berprestasi.


Hadir dalam kegiatan lomba tersebut,

 Ketua Persit KCK cabang XII Yonkav 5/DPC para perwira staf dan para Danki Yonkav 5/DPC serta diikuti seluruh pengurus Persit KCK Cabang XII Yonkav 5/DPC.

Resmi, Sekayu Miliki UKK Keimigrasian


SEKAYU, DS.COM - Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin berupaya mendekatkan pelayanan keimigrasian kepada masyarakat, dengan memiliki Unit Kerja Keimigrasian (UKK). Kini warga Musi Banyuasin tak perlu ke luar kota untuk membuat atau memperpanjang paspor. Cukup datang ke Sekayu tepatnya di eks Rumah Dinas Camat Sekayu.


UKK ini berfungsi sebagai perpanjangan tangan Kantor Imigrasi Kelas I TPI Palembang dalam melakukan pelayanan keimigrasian seperti penerbitan paspor izin tinggal untuk orang asing sekaligus pengawasan terhadap orang asing.


Kantor UKK ini direncanakan akan dibangun di eks Rumah Dinas Camat Sekayu.


"Mudah-mudahan apa yang kita rencanakan bisa berjalan dengan lancar," kata Sekretaris Daerah Kabupaten Muba Drs H Apriyadi MSi saat menyambut Kunjungan Kepala Devisi Imigrasi Kantor Wilayah Kemenkumham Herdaus, dan Kepala Kantor Imigrasi I TPI Palembang Azwar Anas dalam rangka Rakor Pembentukan Kantor UKK, di Ruang Rapat Sekda Muba, Rabu (10/2/2021).


Sekda mengatakan keberadaan Kantor UKK diharapkan dapat memberikan pelayanan masyarakat di Muba dan sekitar, sekaligus menjadi data bagi pemerintah daerah terkait keberadaan orang asing. Karena di Muba sendiri terdapat banyak perusahaan-perusahaan besar baik sektor perkebunan, pertambangan, dan juga Migas yang banyak memberdayakan tenaga kerja dari luar.


"Terkait fasilitas lain nanti kita diskusikan apa-apa yang menjadi tanggungjawab pemerintah daerah," ujarnya.


Kepala Devisi Imigrasi Kantor Wilayah Kemenkumham Herdaus, menyampaikan akan secara all out mendukung dan memenuhi keinginan Pemkab Muba miliki Kantor UKK.


"Ini merupakan kebanggaan bagi Pemkab Muba dan kebanggaan bagi kami juga, untuk mengembangkan sayap menjemput bola pelayanan keimigrasian buat masyarakat," ucap Herdaus.


Ia menambahkan sementara menunggu pembenahan infrastruktur pelayanan paspor sudah bisa dilaksanakan di Kabupaten Muba.


"Komitmen ini harus kita bangun, makin cepat makin bagus. Kita izinkan saja pelayanan paspor, sambil infrastruktur kita benahi. Yang penting masyarakat bisa terlayani," imbuhnya.


Sementara Kepala Kantor Imigrasi I TPI Palembang Azwar Anas mengungkapkan ada beberapa tahapan yang harus dilakukan dalam pembentukan UKK diantaranya penandatanganan nota kesepakatan dan ada peninjauan lapangan dari Kemenkumham.


"Kita sangat mendukung, makin cepat makin bagus," tandasnya.


Turut hadir Staf Ahli Bupati H Ibnu Sa'ad SSos MSi, Kepala Kesbangpol Muba Soleh Naim, dan Kepala DPMPTSP Muba Erdian Syahri SSos MSi

Di Duga Tidak Layak Pakai,Pipa Penyalur Minyak Pertamina Pendopo File Pecah Akibat Korosi


PALI, DS - Diduga sementara, kebocoran pipa transfer minyak tersebut, kuat dugaan dikarenakan korosi akibat kurangnya perawatan dari pihak terkait.


Berdasarkan keterangan Sudirman, kepala Desa Sungai Dua, kabupaten Musi Banyuasin, kebocoran tersebut diperkirakan seminggu yang lalu.


Selain itu menurutnya, ini kali ke tiga dalam kurun waktu satu tahun terjadinya kebocoran line Pipa transfer milik PT Pertamina dilokasi yang sama.


" Seingat saya, ini sudah kali ke tiga terjadinya kebocoran, dan minyak mentah dari kebocoran tersebut, berpotensi mencemari sungai," ujar Sudirman Selasa (9/2/2021).


Lanjutnya, lokasi kebocoran pipa itu, masuk dalam wilayah kabupaten PALI, tapi berdampak pada Sungai Dua yang berada diwilayah kecamatan Sungai Keruh Kabupaten MUBA.


Dia mengatakan, seingatnya line Pipa milik PT Pertamina yang terbentang disepanjang jalan penghubung Kabupaten PALI dan MUBA tersebut, belum pernah diganti.


" Sepengetahuan saya, line Pipa ini belum pernah diganti, jadi wajar jika kerap terjadi kebocoran," Kata Sudirman menambahkan.


Dari pantauan awak media dilokasi terjadinya kebocoran, diperkirakan ratusan liter minyak mentah berwarna hitam pekat berceceran diparit yang bermuara ke Sungai Dua.


Sementara Ferry Prastyo wibowo, Legal and Relation PT Pertamina asset 2 Pendopo field dikonfirmasi terkait hal itu menjelaskan, bahwa pihak sedang menganalisa penyebab kebocoran itu.


Selain itu pihaknya sudah melakukan upaya penanganan dilapangan, dengan cara menyedot genangan minyak menggunakan vacum trucuk.


" Penyebabnya sedang di analisa oleh fungsi terkait, dan penanganan sudah dilakukan dengan penyedotan cairan menggunakan vacum truk, dan pembersihan sisa cairan yg tidak bisa di sedot menggunakan cara manual," Ujar Ferry secara singkat via WhatsApp.

Arleo Gusman, S.STP Jabat Lurah Pasar Lama Lahat


LAHAT, DS - Setelah berakhirnya jabatan Effendy selaku Lurah Pasar Lama Lahat karena pensiun beberapa waktu lalu dan dijabat sementara Nurul Hidayah SE, berdasarkan SK Bupati Lahat Cik Ujang 

Arleo Gusman, S.STP jabat Lurah Pasar Lama.


Bertempat di Kantor Kelurahan Pasar Lama Lahat  dihadiri Staff Kelurahan Pasar Lama Lahat, 9 Februari 2021 prosesi penyerahahan mandat dari  Pj Lurah Lama ke Lurah Baru berlangsung khidmat dan tertib, Nurul Hidayah SE merasa bersyukur selama menjabat PJ Lurah telah di laksanakan dengan baik tanpa hambatan dan kendala.



Sementara itu Arleo Gusman, S.STP selaku Lurah akan siap melaksanakan tugasnya, bersinergi dengan Kelurahan Pasar Lama, terutama menggalakan Jumat bersih sehingga tercapainya Program Bupati menuju Lahat Bercahaya.



Diakhir pesannya Leo ( demikian panggilan akrab Lurah) untuk mengedepankan pelayanan masyarakat yang harus diprioritaskan " tandasnya


( Laporan Kerbay Mulak)

Mengusut Aroma Korupsi di Proyek Perluasan Kota Lahat


LAHAT, DS - Rencana perluasan kawasan Kota Lahat ke arah Kecamatan Lahat yang meliputi  Desa Padang Lengkuas, Desa Ulak Lebar, Desa Manggul, Desa Karang Endah dan Desa Lubuk Kepayang belakangan mulai menuai sorotan warga. Fokus pemerintah Kabupaten yang getol mewujudkan wacana perluasan kawasan Pusat Pemerintahan tampak dikebut dengan beberapa proyek sarana prasarana penunjang seperti Proyek pembangunan jembatan dan akses jalan baru.


Wacana perluasan kawasan perkotaan beraroma korupsi mulai kental terasa ketika sebahagian lahan  pertanian warga untuk kepentingan jalan mulai dikuasai oleh oknum Pejabat Pemerintah Kabupaten Lahat. Bahkan, tak sedikit dari oknum Pejabat terjun sebagai Calo atau broker tanah untuk meraup keuntungan dari proses ganti rugi lahan kedepannya.


"Belakangan ini adalah Oknum pejabat yang mulai mencari lahan untuk di beli di areal sini. Bahkan sebahagiannya sudah ada kata sepakat tinggal pembayarannya saja. Mungkin nantinya untuk modal jika proyek perluasan kota berjalan, lahannya terdampak pembangunan jalan kemungkinan berharap ganti rugi. Biasalah, itu permainan orang-orang yang punya modal. Beda dengan kita warga biasa yang tak punya apa-apa ini" ujar Shadad (53) warga sekitar saat dibincangi duta sumsel.


Diketahui, guna memuluskan wacana perluasan kawasan perkotaan atau Pusat Pemerintahan, Pemkab Lahat telah banyak menggelontorkan anggaran. Termasuk alokasi dana yang bersumber dari Pemerintah Provinsi dalam proyek pembangunan Jembatan Lematang II sepanjang 120 M yang menghubungkan Kecamatan Lahat Desa Padang Lengkuas, Desa Ulak Lebar, Desa Manggul, Desa Karang Endah dan Desa Lubuk Kepayang. Progres pengerjaan bertahap terus berjalan kendati diduga melanggar aturan dengan melaksanakan pekerjaan saat Pemeliharaan sudah habis.


Peruntukan jembatan ini nantinya akan menjadi sarana yang sangat vital  sebagai penunjang Wacana Perluasan Kota Lahat dan Pusat Perkantoran Pemerintah Daerah dengan akses jalan Utama melewati jembatan Lematang II .


Sayangnya, wacana Perluasan Kota Lahat dan Pusat Perkantoran diawal sudah tercium aroma bau busuk korupsi,. Sebagaimana diketahui, lahan untuk perluasan kota ini merupakan Lahan Pertanian dan Perkebunan murni milik masyarakat Desa Padang Lengkuas, Desa Ulak Lebar, Desa Manggul, Desa Karang Endah dan Desa Lubuk Kepayang. Ketika titik kordinalnya terhitung mulai dari Kecamatan Kota Lahat  maka wajib bagi Pemerintah melakukan ganti rugi lahan milik masyarakat yang terkena dampak dari Wacana Perluasan Kota Lahat.


Bukannya menjadi jembatan anatara Pemerintah dan Masyarakat, oknum Pejabat Pemkab Lahat justru  berlomba dan berburu tanah di wilayah Perluasan Kota Lahat untuk dimiliki secara pribadi dengan cara membeli tanah kepada masyarakat pemilik Lahan. Disamping, adanya intruksi Bupati Lahat kepada kepala wilayah di areal Perluasan Kota Lahat untuk bernegosiasi kepada masyarakat agar dapat mengikhlaskan lahan mereka seluas panjang maupun lebar 20 M untuk di hibahkan dipastikan berpotensi konflik internal warga.


hasil Investigasi awak media Duta Sumsel di lapangan, para pemilik lahan yang terkena dampak Wacana Perluasan Kota mengaku tidak terima jika warga dipaksa untuk menghibahkan lahannya demi kepentingan pembangunan. Alasannya sederhana saja. Jika proses pembangunan dapat berjalan dengan baik, hendaknya Pemerintah jangan sampai mengsampingkan aspek sosial. 


"Jujur saja, kami tidak terima jika lahan yang sedikit ini harus dihibahkan ke Pemerintah untuk kepentingan pembangunan jalan baru tanpa ada ganti rugi. Yang pasti kami menolak secara keras jika itu kelak akan terjadi" ujar Darman (51) saat dikonfirmasi Duta Sumsel siang tadi, Selasa (09/02/2021). 


Hal senada juga diungkapkan oleh Tarmizi (51) warga Desa Padang Lengkuas. Pia baruh baya yang lahannya terkena dampak Perluasan Kota Lahat mengaku tidak mau jika lahannya dihibahkan dengan sukarela ketika oknum pejabat Pemkab Lahat berlomba membeli lahan di kawasan rencana perluasan perkotaan. " Silakan kalau Pemerintah Daerah akan melakukan peningkatan pembangunan tapi tolong jangan sengsarakan masyarakat lahat di wilayah kecamatan Kota yang dijadikan untuk perluasan kota. ini lahan perkebunan dan pertanian murni milik masyarakat" pungkasnya.(Idham/Novita)

Telan Anggaran Miliaran,Pekerjaan Jalan TA 2020 Sudah Rusak Parah

 


Diduga Kurang Pengawasan dan Terkesan Kejar Tayang



MUBA, DS -Kabupaten Musi Banyuasin (Kab. Muba) Provinsi Sumatera ( Prov. Sumsel ) yang di komandoi Bapak Bupati Dodi Reza Alex Noerdin, di tahun 2020 gencar-gencarnya dalam pembangunan infrastruktur di berbagai bidang, terutama dalam pembagunan jalan yang menelan dana Milyaran Rupiah, hal ini dapat dilihat hapir setiap Kecamatan dalam wilayah Kabupaten Muba terdapat pembagunan jalan, ini sebuah komitmen Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin serius dalam Membangun.


Namum sangat disayang kan, banyak bangunan-bangunan jalan yang di kerjakan memasuki akhir tahun terlihat banyak yang sudah rusak, proyek pembanguna yang dikerjakan terkesan kejar tayang.


Dilapangan dari pantauan awak media di beberapa Kecamatan dalam kabupaten muba, seperti di Kecamatan Plakat Tinggi jalan penghubung Desa Sidorayu-Bukit indah, pembangun jalan di kecamatan Lalan Kab. Muba yang saat ini sudah seperi kubangan kerbau apalagi dimusim hujan.


Seperti yang disampaikan Seorang Tokoh Masyarakat ( Tomas ) Muallimin, S.Sos Bahwa proyek pembangunan yang dilakukan tidaklah dikerjakan sesuai acuan.


“Proyek pembangunan jalan di kecamatan pelakat tinggi dengan nilai kontrak sebesar 3.942.824.000,- Rupiah, bagunan tersebut diduga tidak sesuai dengan perencanaan pembangunan yang selayaknya mengacu kepada standar pembangnan jalan dan jembatan, hal ini dapat dilihat bagunan tersebut bergelombang dan dibangun tidak beraturan, lebih miris lagi jalan tersebut sudah ada yang retak.


“Proyek pembangunan jalan di kecamatan Jirak Jaya Kab. Muba , dilihat dengan kasat mata juga sudah banyak yang rusak”, ujarnya.


Lanjutnya, “Setiap kegiatan dan proyek pemerintah seharusnya disusun berdasarkan kebutuhan masyarakat, selain itu juga harus mempertimbangkan output dan out come (dampak) nya terhadap kehidupan masyarakat, utamanya terhadap peningkatan pendapatan masyarakat. Oleh karena itu, penyusunan program dan kegiatan wajib melibatkan partisipasi masyarakat, baik dalam proses perencanaan maupun pelaksanaan. Masyarakat harus menjadi pelaku utama pembangunan. Kenyataanya, akses masyarakat sangat terbatas, terutama menyangkut proses penganggaran. Di era digitalisasi sekarang, seharusnya masyarakat setiap saat dapat mengakses dan mengawasi penggunaan anggaran daerah”, tutupnya


saat di konfirmasi awak media terkait permasalahan di Tiga kecamatan yang mendapat pembangunan insfrastruktur jalan di tahun anggaran 2019-2020 sudah mengalami kerusakan dan di duga kurang nya pengawasan dari pihak yang bersangkutan,


melalui Via WhatsApp A. Padli selaku kabid pembangunan dan jembatan menyampaikan,Pemeliharaan jalan di kecamatan jirak sudah dilakukan mulai tanggal 4 februari 2021,


terusnya Pemeliharaan jalan lalan juga sedang dilaksanakan dalam minggu ini....untuk.lebih.jelasnya biso konfirmasi dengan ppk keg yg bersangkutan, Kerusakan jalan di plakat tinggi (tanjung kaputran) hari ini mulai di survey oleh tim teknis pu pr


tambahnya untuk jalan penghubung antara desa Sido rahayu-Bukit indah kecamatan pelakat tinggi Masih dlm masa pemeliharaan selama 6 bulan.


Team

Putus Penyebaran Virus Corona Polres Lahat Bagi Masker Ke Masyarakat


LAHAT, DS - Dukung tugas pemerintah daerah dalam memutus mata rantai penyebaran virus Coron. Polres Lahat selain intruksikan masyarakat Kabupaten Lahat untuk ikuti arahan Protokol Kesehatan Dengan mencuci tangan pakai air mengalir, menjaga jarak, menghindari kerumunan, memakai masker dan menghindari melakukan perjalanan luar daerah (5M)


Selain itu juga Polres Lahat dibawah Komando AKBP Ahmad Gusti Hartono Sik berusaha keras dalam menekan penularan serta menurunkan angka positif Covid 19 dan memutuskan mata rantai dalam penyebaran di Kabupaten Lahat, oleh jajaran Polres Lahat terus berlanjut.


Program pemutusan mata rantai dalam penyebaran Covid 19 ini, merupakan tindak lanjut program Kapolri melalui Kapolda Sumsel untuk selama 10 hari kedepan, bertujuan untuk menekan penyebaran Covid 19.


Selain itu, orang nomor satu Pemimpin wilayah hukum Polres Lahat menargetkan dan berusaha semaksimal mungkin untuk merubah Zona yang awalnya Orange untuk menjadi Zona Kuning bahkan Hijau.


Kegiatan tersebut, terus berlanjut terbukti pada Senin (08/02/2021) kemarin, sekitar pukul 09.00 WIB, Polres Lahat kembali melaksanakan pembagian masker kepada warga masyarakat Kabupaten Lahat, agar mengingatkan masyarakat untuk lebih disiplin dalam pemakaian masker.


Pembagian masker ini, dilakukan ditiga titik yakni, Terminal Bayangan Kikim, Simpang Apotik Melati, dan Pasar PTM Kelurahan Pasar Lama, Kecamatan Lahat, Kabupaten Lahat yang dilaksanakan oleh personil Polres Lahat dipimpin masing masing Perwira pengendali.


Dilaksanakannya giat itu, bertujuan untuk memutus virus menular atau penyebaran covid 19, serta mengajak untuk meningkatkan kesadaran warga masyarakat akan patuh protokol kesehatan (Prokes).


Kapolres Lahat AKBP Achmad Gusti Hartono SIK didampingi Kasubag Humas Polres Lahat IPTU Hidayat, disampaika PAUR Humas Polres Lahat AIPTU Liespono SH mengatakan, bahwasannya giat seperti ini akan terus berlanjut selama 10 hari kedepan secara rutin.


Intinya, program yang ada sambung Liespono, merupakan program Kapolri yang dilaksanakan seluruh jajaran Kepolisian Republik Indonesia (RI), yang bertujuan untuk menekan serta menurunkan angka penyebaran Covid 19.


"Yang jelas, pembagian masker seperti ini akan dilakukan secara rutin setiap harinya selama 10 kedepan. Hari ini ditiga titik lokasi yang berbeda. Masker yang di bagikan dalam setiapnya berjumlah 150 lembar masker diberikan kepada masyarakat kabupaten Lahat yang tidak memakai masker. Kita juga memberikan himbauan agar masyarakat Lahat dapat mematuhi Prokes agar dapat membantu dan terhindar dari penyebaran Covid 19 atau kloster baru," ajaknya. (Idham/Novita)

Jalan Aspal Belakang Tribun MTQ Retak dan belah Perlu Perbaikan


LAHAT, DS - Peningkatan maupun pembangunan jalan aspal yang dilakukan oleh pemerintah Kabupaten melalui Dinas PU Bina Marga dan Tata Ruang yang saat sekarang mengarah ke pelosok desa memang diakui sangat mendukung untuk peningkatan perekonomian dan kelancaran roda pembangunan di Bumi Seganti Setungguan .


Namun pemerintah daerah melalui Dinas PU Bina Marga dan Tata Ruang  juga perlu memperhatikan kondisi jalan aspal milik Kabupaten yang kondisinya sudah layak untuk dilakukan perbaikan.


Seperti jalan aspal yang ada di wilayah jalan Bhayangkara Kelurahan Bandar Jaya Kecamatan Lahat Kita tepatnya jalan aspal di belakang Tribun MTQ 

yang mana kondisinya selain sudah retak dan terbelah selebar 30 Cm yang terlihat di jelas di sudut jalan arah Kantor kodim 0405 Lahat.


Retak dan terbelahnya jalan aspal belakang Tribun MTQ ini diakui Saripudin mantan Ketua PWI Lahat yang mengatakan (8/2) jalan aspal retak dan terbelah selebar 30 Cm ini sudah lama dan belum ada perbaikan sampai sekarang.


Kalau tidak salah ingat saat pembangunan jalan aspal di wilayah jalan Bayangkara Kelurahan Bandar Jaya Kecamatan Lahat Kota sekira tahun 2015-2016 Lima tahun sudah jalan ini dibangun namun dikarenakan masa pemeliaraanya sudah habis maka jalan aspal berlokasi dibelakang Tribun MTQ dibiarkan rusak tanpa ada perbaikan hingga saat ini .


Saipudin menambahkan peningkatan dan pembangunan jalan sampai ke pelosok Desa memang trobosan terbaik guna untuk peningkatan perekonomian desa, namun perlu juga jalan yang ada di dalam kota yang ada kerusakan dapat diperbaiki apa lagi jalan aspal di belakang Tribun soalnya setiap ada kegiatan besar pemerintah Kabupaten Lahat selalu melaksanakan di lokasi Lapangan MTQ  Katanya.(Idham/Novita)

Jalin Keakraban Dan Tingkatkan Kreativitas, PPBI Prabumulih Gelar Jemur Bonsai.



PRABUMULIH,


DS-- Mata penggunjung yang akan makan dan minum di RM Lombok Ijo yang berada di Jalan Jendral Sudirman Kelurahan Muara Dua Prabumulih Timur, Kota Prabumulih dimanjakan dengan sejumlah tanaman Bonsai.



Puluhan Bonsai cantik nan menawan dari berbagai jenis tanaman dan berbagai tampilan nampak berjejer dalam acara jemur bonsai yang di gelar oleh Persatuan Penggemar Bonsai Indonesia (PPBI) Kota Prabumulih yang di gelar selama dua hari, yakni, tanggal 06-07 Februari 2021.



Jemur Bonsai sendiri menurut Edi Arab selaku Ketua Pelaksana kegiatan merupakan kegiatan rutin dari PPBI sebagai ajang silaturahmi dan menambah wawasan Pebonsai dalam meningkatkan kreativitas.


" Ini kali kedua jemur bonsai, setelah pada Desember dilakukan di Batu Kuning dan nanti pada akhir bulan Maret akan di laksanakan di desa Jungai dan di fasilitasi oleh rekan Iskandar  berbarengan dengan turnamen Futsal yang akan digelar Di desa Jungai," terang Edi ketika di bincangi awak media disela acara Jemur Bonsai.


Edi pun berharap melalui kegiatan terjadwal seperti itu dapat menjadikan PPBI sebagai organisasi yang bisa memberikan wadah bagi pecinta Bonsai sehingga dari hanya sekedar hobi dapat berdampak ekonomi baik bagi diri sendiri maupun pedagang Pot,pupuk dan lainnya yang terhubung.


"Kita berharap melalui organisasi ini, teman-teman dapat menjadikan hobi menjadi kegiatan ekonomi sehingga bisa berdampak positif juga terhadap beberapa sektor yang berhubungan dengan Bonsai," lanjut Edi.


Sementara itu Ketua HIPMI Kota Prabumulih, Gusti Randa ketika dibincangi mengenai Bonsai hobi yang mahal menyatakan keberatannya.


" Kalau dikatakan Bonsai mahal, saya tidak sependapat. Karena Bonsai ini adalah seni, nah yang mahal itu seni itu sendiri. Kalau untuk mahal itu relatif. Bonsai itu seni, dimana untuk bisa merefleksikan suatu tanaman, dan untuk menjadi miniatur pohon besar menjadi Bonsai yang cantik tentu membutuhkan kemapuan berkreasi dan juga waktu proses yang tidak sebentar ,'" ujarnya menjelaskan.


Hal itu pun di benarkan oleh Erwadi selaku penikmat Bonsai, meski tidak mahir dalam membuat bonsai namun mantan anggota DPRD Prabumulih ini sangat mensupport kegiatan positif bernilai seni seperti Bonsai.


" Tidak semua orang bisabuat Bonsai, membentuk tanaman biasa menjadi mini atur pohon seperti ini, semoga saja kedepan akan bisa menjadi salah satu sektor yang bisa menjadi pendongkrak ekonomi kita Prabumulih melalui pengrajin pot, pedagang pupuk dan lainnya," ujar Erwadi.


Pantauan dilapangan kegiatan jemur bonsai dilakukan dengan penerapan protokol kesehatan dan di isi dengan sharing sesama pecinta Bonsai serta silaturahmi keakraban dibawa komando Ketua Pelaksana Edi Arab.





Warga Muba Kini Bisa Salat Berjamaah di Musala Tri Satya


Sekda Muba Resmikan Musala Tri Satya di Markas Pramuka Muba


SEKAYU, DS.COM- Setelah hampir satu tahun usai diletakan batu permata pembangunan Musala Tri Satya di depan Kantor Kwartir Cabang Gerakan Pramuka Kabupaten Musi Banyuasin rampung dibangun. Selain pengurus, pegiat pramuka, warga pun bisa memanfaatkan untuk shalat.

Mushollah hasil swadaya berbagai pihak ini diresmikan oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Muba Drs H Apriyadi MSi yang juga duduk sebagai Ketua Kwarcab Gerakan Pramuka Kabupaten Muba. Peresmian ditandai dengan penandatanganan prasasti dan pemotongan pita oleh Kepala Kadisdagprin Muba Azizah SSos mewakili Mabicab Gerakan Pramuka Kabupaten Muba, Jumat (5/2/2021).

"Alhamdulillah lebih kurang satu tahun musala yang kita idamkan, bisa kita gunakan bersama oleh kakak adik Pramuka, maupun masyarakat di lingkungan Kwarcab atau masyarakat yang melintas mereka bisa mampir dan beribadah di musala kita ini," ujarnya.

Ketua Kwarcab Muba mengucapkan terimakasih kepada Bupati Muba Dr H Dodi Reza Alex selaku Majelis Pembimbing Ranting yang memberikan suport cukup baik dalam menyelesaikan musala tersebut

"Kepada semua pihak yang turut berpartisipasi baik material maupun materi atas nama pribadi dan atas nama Kwarcab saya mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya. InshaAllah musala ini akan bermanfaat bagi kwarcab dan bagi masyarakat yang ada dilingkungan sekitar," ucap Apriyadi.

Senada Sekretaris Kwarcab Muba sekaligus Ketua Panitia Pelaksana H Qotrudin SE MSi, melaporkan pembangunan musala yang dijalankan hampir satu tahun itu bersumber dari berbagai pihak secara sukarela, diantaranya BAZNAS, ConocoPhillips, Pemkab Muba, dan masyarakat baik berupa uang tunai dan material.

"Mudah-mudahan ini dapat membawa kita mencetak pemuda lebih baik menjadi penerus kita. Musala ini belum 100% selesai, kami masih perlu partisipasi bapak ibu untuk melengkapi fasilitasnya, semoga ini menjadi amal jariyah kita semua," pungkasnya.

Turut hadir Kepala Dinas Sosial Muba H M Nasuhi, Kadispopar Muba M Fariz SSTP MM, Kabag Kesra Setda Muba H Opi Pahlopi, dan Sekretaris Satpo PP Muba Marko Susanto dan Camat Sekayu M Taisir Gunawan SSos MM.(hsril)

Meliana AMd.Keb Jabat Kapus Bandar Jaya


LAHAT,DS - Seorang Aparatur Sipil Negara harus siap ditempatkan dimana saja demi mengemban Amanah, tugas Negara demi kemanusian dengan dedikasi tinggi. Bertempat di Ruang Rapat Dinkes Lahat, 5/2 Pj Sekda drs Deswan Irsyad MPdi melantik ASN Tenaga Kesehatan diwakili Asisten 1 Rudi Thamrin SH, MM. Dengan tetap memakai Protokol Kesehatan.


Diantaranya Meliana Amd.Keb semula ditempatkan menjabat KUPT Puskesmas Merapi II menggantikan dr Sumirah menjabat KUPT Puskesmas Bandar Jaya Lahat karena melanjutkan Sekolah Spesialis. Sementara jabatan KUPT Puskesmas Merapi II diemban Burnawi Amd- Kep semula menduduki Kasubag TU Puskesmas Merapi II, sedangkan Kasubag dijabat Yeni Suryana Am.Kep


Prosesi Pelantikan dan pengucapan sumpah jabatan berlangsung tertib dan lancar, Asisten 1 berharap kepada yang dilantik untuk bisa menjalankan tugasnya sebagai Garda terdepan di Puskesmas nya masing- masing dalam menghadapi wabah Virus Corona. 


Sementara itu Meliana Amd- Keb dengan dilantik dan dikukuhkan sebagai Kapus Bandar Jaya mengaku siap mengemban tugas, sesuai dengan Visi dan Misi Bupati Lahat Cik Ujang menuju Lahat Sejahtera dan bercahaya.


Laporan Kerbay Mulak

Sampah Berserakan Di Bahu Jalan Kecamatan Mulak Ulu, Kepala Wilayah Terkesan Tak ada Tindakan.




LAHAT, DS-- Sepanjang jalan Desa dalam  wilayah Kecamatan Mulak Ulu  terlihat berserakan sampah di bahu jalan yang mengganggu pemandangan bagi pengguna jalan.




Tumpukan sampah baik dalam karung maupun kantung plastik yang terkesan  dibiarkan berserakan tanpa ada tindakan baik berupa teguran maupun pembersihan bisa dilihat mulai dari Desa Datar Balam, Lesung Batu, Air Puar, Desa Pajar Bulan dan Desa Mengkenang.



Menurut salah satu warga Mulak Ulu yang tidak mau disebutkan namanya ketika dibincangi Awak Media di Desa Lesung Batu, hal tersebut merupakan akibat dari kurangnya kesadaran oknum masyarakat dalam membuang sampah rumah tangga dan sampah lainnya.



" Saya pernah  melihat salah satu warga yang membawa karung plastik berisikan sampah untuk tidak membuang dipinggir jalan, ketika saya ingatkan malahan saya dimarahi, katanya bukan urusanmu ini jalan umum kenapa kau yang sibuk " terang WN.


Lebih lanjut WN mengatakan jika sejak saat itu dirinya tidak pernah menegur warga setempat yang membuang sampah di pinggir jalan raya, meskipun dirinya merasa prihatin dengan kumuhnya jalan desa di Kecamatan Mulak Ulu 



" Miris kalau melihat kondisi sekarang apalagi saat ini kandang ayam warga kian merajalela, sehingga semakin banyak lalat beterbangan," tambah WN kesal.


Pantauan dilapangan ketika awak media meninjau lokasi yang disebutkan memang nampak sampah banyak berserakan disepanjang bahu jalan bahkan menimbulkan bau busuk menyengat menusuk hidung  diseputaran jalan tersebut.



Sementara itu Camat Mulak Ulu Elsye Hartuti S, STP. MM ketika di hubungi Via telpon menyampaikan jika dalam waktu dekat akan mengerahkan warga untuk bergotong royong membersihkan sampah di sepanjang jalan tersebut


"Kami harap semua  warga  di wilayah Mulai Ulu tidak lagi membuang sampah sembarangan, meskipun memang di wilayah Mulak Ulu belum ada TPS ( tempat pembuangan Sampah), namun saat ini pihak Kecamatan dan Desa sedang mengusahakan lahan, " pungkasnya.


Laporan Kerbay Mulak

Pekerja PT. MEDCO E&P Abaikan Keselamatan Kerja


PALI, DS - Safety induction training mungkin bukan merupakan hal baru bagi para pekerja karena pada prinsipnya dimanapun bekerja itu harus aman. Maka dikenal kemudian dengan istilah SHE (Safety and health environment). Atau dalam istilah bahasa Indonesia sering disebut K3 (Keselamatan dan kesehatan kerja). 


Sebagian besar perusahaan bahkan mempunyai bagian khusus yang menangani masalah SHE ini. Mereka yang bekerja dibidang tersebut harus memiliki sertifikat keahlian K3 (keselamatan dan kesehatan kerja). Safety (keamanan) dalam bekerja itu adalah yang utama. 


Di era masa kini, standar manajemen tentang kesehatan dan keselamatan kerja diatur dalam ISO 45001. Ini merupakan standar manajemen internasional. Dengan kata lain, perusahaan yang menerapkan ISO 45001 dipandang sudah menerapkan manajemen K3 yang baik. 


Apa tujuan penerapan ISO 45001? Tujuannya adalah untuk membantu organisasi dalam memperbaiki kinerja K3, pencegahan kecelakaan kerja dan meningkatkan kesehatan karyawan. Standar ini bisa diterapkan pada semua organisasi tanpa memperhatikan ukuran, jenis, dan sifat pekerjaannya.


Namun sangat di sayangkan yang terjadi di salah satu perusahaan besar yang bergerak di bidang minyak dan gas bumi, Yaitu Beberapa Pekerja PT.Medco E&P telah mengabaikan keselamatan kerja.ungkap H.M selaku tokoh masyarakat kabupaten PALI.


Terungkap di dalam video saat beberapa awak media meliput kejadian saat pekerja sedang membersihkan Limba minyak yang berceceran di areal jalan dan perkebunan masyarakat, pembersihan limba minyak terkait bocornya pipa minyak PT. Medco E&P di areal Desa Suka Damai di jalur line pipa jalan talang Akar Sukamaju, Kecamatan Talang Ubi Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir Provinsi Sumatera Selatan.


" Di dalam video tersebut beberapa pekerja PT.Medco E&P sedang membersikan limbah minyak yang bocornya pipa akibat Ilegal Taping, namun di dalam video tersebut beberapa pekerja tidak menggunakan peralatan keselamatan kerja, seperti tidak menggunakan Helem keselamatan, kacamata,bahkan ada yang tidak menggunakan baju hanya memakai baju kaos, serta tidak menggunakan masker,"imbuhnya.


Apa memang ini peraturan Standar Operasional Prosedur (SOP) dari PT

Medco E&P, apa ini kelalaian dalam pengawasan, padahal kita tau peraturan keselamatan kerja sangat penting bagi pekerja, kami berharap kepada SKK Migas Selaku induk dari Perusahaan Tambang untuk menegur atau memberikan sangsi kepada perusahaan PT.Medco E&P agar kiranya semua pekerjanya baik kariawannya,non kariawan ataupun yang 

sub kontrak di perusahaan PT.Medco E&P dapat bekerja sesuai SOP nya dan sesuai peraturan yang telah di tentukan tentang keselamatan kerja, tutunya.

Pemkab Muba Dorong Kemandirian BLUD


SEKAYU,DS.COM - Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin melalui Bagian Perekonomian Sekretariat Daerah Kabupaten Muba menggelar pembinaan kepada Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sekayu, Bayung Lencir, dan RSUD Sungai Lilin yang telah melakukan tata kelola Badan Layanan Umum Daerah (BLUD), di Ruang Rapat Randik Setda Muba, Kamis (4/2/2021).


Kepala Bagian Perekonomian Setda Muba, Aswin mengatakan pembinaan  dilakukan sebagai upaya mendorong kemandirian BLUD dalam pengelolaan keuangan, sehingga kedepannya diharapkan tidak lagi membebani APBD.

"Sebelumnya kita juga sudah melakukan pembinaan terhadap BUMD. Saat ini dalam proses menuju layanan BLUD ada 28 puskesmas dalam Kabupaten Muba," tutur Aswin.

Sementara Bupati Musi Banyuasin Dr H Dodi Reza Alex Noerdin melalui Sekretaris Daerah Kabupaten Muba Drs H Apriyadi MSi yang membuka kegiatan tersebut mengapresiasi pembinaan ini untuk meningkatkan kualitas SDM yang ada di BLUD yang  humanis dan profesional.

"Tujuan kita adalah untuk memberikan hak otonomi kepada RSUD, dengan mencari sumber pendapatan sendiri tapi tetap mengedepankan layanan kepada masyarakat. Dengan memberikan kepercayaan penuh kepada BLUD untuk menjalankan roda otonom ini juga agar mempermudah proses administrasi," ujarnya.


Untuk itu Sekda Muba menghimbau supaya RSUD berinovasi untuk meningkatkan pendapatan dan meningkatkan layanan.


"Fungsi kami pemerintah sebagai pembina memastikan bahwa apa yang kalian lakukan itu ada pada tracknya, makanya kami membentuk tim, untuk mengevaluasi dan supervisi, karena tidak semua yang di RSUD mengerti soal keuangan," tandas Sekda.

Kegiatan ini turut dihadiri Kepala Dinas Kesehatan Muba dr Azmi Dariusmansyah MARS, Direktur RSUD Sekayu, Bayung Lencir dan RSUD Sungai Lilin, serta peserta pembinaan dari unsur BLUD dari tiga RSUD tersebut.(hsril)

Dinas Pendidikan Kabupaten Lahat Intruksikan Sekolah Tatap Muka Secara Bertahab


# Bagi Sekolah yang Wilayahnya Tidak Terlalu Terkena Dampak Covid -19#



LAHATA, DS - Dari 200 lebih Sekolah Dasar     (SD) dan lebih 70 Sekolah Menengah      

Pertama (SMP) yang tersebar di  17 Kelurahan dan 365 Desa yang ada di Kabupaten Lahat secara bertahab bagi Kelurahan maupun Desa yang tidak terlalu terkena dampak covid - 19 dapat melaksanakan Sekolah tatap muka.


Terutama bagi Siswa -- siswi kelas Vl     untuk tingkat Sekolah Dasar dan siswa -- siswi kelas III untuk tingkat Sekolah  Menengah Pertama, namun sekolah tatap muka yang dilaksanakan secara bertahab ini tidak terlepas dari mengikuti aturan Protokol kesehatan 3 M.


H Suherdin Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Lahat didampingi Kasubag Perencanaan, Keuangan dan BMD Disdikbud Lahat, Hasperi Susanto SPd MM ketika di sambangi awak media diruang kerjanya (4/2) mengatakan dinas pendidikan Kabupaten Lahat telah melayangkan surat kepada seluruh Sekolah baik di tingkat SD  juga  SMP yang ada di Kabupaten Lahat untuk melaksanakan sekolah tatap muka bagi sekolah yang wilayahnya tidak terlalu terkena dampak penyebaran virus Corona seperti wilayah Kecamatan Tanjung Sakti, Kecamatan Mulak Sebingkai.


Namun sekolah tatap muka yang dilaksanakan secara bertahab ini tidak seluruh sekolah dapat melaksanakanya mengingat wilayahnya terkena dampak covid untuk itu dinas pendidikan tidak memaksakan sekolah tersebut untuk aktif .


H.Suherdin menambahkan kita sangat prihatin terhadap anak didik kita yang sedang melaksanakan tugas belajar,sebab hampir satu tahun semenjak Pandemi covid melanda kabupaten Lahat siswa maupun siswi belum melaksanakan sekolah tatap muka seperti dahulu dan bagi siswa hanya mengenal para guru juga pelajaran hanya melalui via daring dan ini sangat terlihat tidak maksimal Disamping itu juga berbahaya bagi lensa mata siswa bisa rusak akibat melaksanakan tugas belajar dan diajar melalui Hp.


Untuk itu akan menghadapi ujian bagi sekolah yang tidak terlalu terkena dampak virus Corona kita intruksikan dapat melaksanakan sekolah tatap muka secara bertahab dimulai dari siswa sekolah dasar kelas Vl dan  sekolah menengah pertama kelas Ill pungkasnya.(Idham/novita)