NEWS

Slider
Tampilkan postingan dengan label Wawancara. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Wawancara. Tampilkan semua postingan

Cegah Peredaran Narkoba, BNN Prabumulih Petakan Wilayah

PRABUMULIH, DS- Maraknya peredaran gelap narkoba di Kota Prabumulih menjadi tugas serius bagi Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Prabumulih dalam melakukan pencegahan. Berbagai upaya DAN strategi pun diatur guna mencegah peredaran barang haram tersebut ke Prabumulih, termasuk melakukan penangkapan terhadap pelaku baik pengedar maupun pengguna narkoba. 

Kepala BNN Kota Prabumulih Ibnu Muzakir mengatakan, sejauh ini langkah awal yang ia buat guna pencegahan dan peredaran gelap narkoba yakni dengan melakukan pemetaan wilayah. Dengan melakukan pemetaan wilayah yang dianggap rawan tempat beredarnya narkoba akan memudahkan pihaknya dalam hal pencegahan. 

"Karena kita harus tahu dulu wilayah yang menjadi target dari peredaran narkoba ini. Tentunya daerah yang menjadi target para pelaku narkoba adalah wilayah padat penduduk. Nah wilayah inilah yang nantinya akan menjadi titik pantau kita dalam pencegahan," ujar Ibnu, Selasa (06/06/2017). 

Adapun wilayah yang menjadi target dalam pemetaan tersebut yakni wilayah Kecamatan Prabumulih Timur, Kecamatan Prabumulih Barat dan Kecamatan Prabumulih Utara. Mengingat ketiga wilayah tersebut merupakan wilayah padat penduduk yang pada dasarnya kerap terjadi transaksi narkoba di tengah masyarakat. 

"Ini kita lakukan untuk mengetahui wilayah secara umum. Sehingga dengan pemetaan ini pergerakan para pelaku narkoba dapat terendus. Untuk itu kita terus meminta kerjasama masyarakat bersama dengan BNN maupun polisi melakukan pencegahan peredaran narkoba," terangnya. 

Dikatakan, berdasarkan hasil kajian sementara yang dilakukan pihaknya, setidaknya kurang lebih terdapat sebanyak 3000 orang di Kota Prabumulih adalah pengguna narkoba. Bahkan parahnya para pelaku pengguna narkoba tersebut adalah mereka yang masih berusia produktif. Hal ini tentunya menjadi ancaman tersendiri bagi BNN, Polres Prabumulih maupun Pemerintah Kota Prabumulih untuk menyelamatkan masyarakat khususnya para generasi usia produktif dari bahaya narkoba. 

"Ini adalah tanggungjawab kita bersama. Karena untuk menyelamatkan generasi dari narkoba tidak hanya sebatas melakukan pencegahan saja. Namun upaya sosialisasi juga perlu kita terapkan kepada masyarakat terutama pada kalangan pelajar. Bagi mereka yang pecandu akan kita bina, khusus pecandu berat yang sudah ketergantungan akan kita lakukan rehabilitasi. Karena bahaya penyalahgunaan narkoba sudah sangat jelas dampaknya bagi kesehatan," bebernya. 

Pria yang sebelumnya menjabat sebagai Kepala BNN Kota Linggau ini menegaskan akan berupaya semaksimal mungkin untuk mengungkap kasus peredaran gelap narkoba di wilayah hukumnya. 

"Kita ingin pencegahan ini ditrkan mulai dari bandarnya. Untuk itu kita akan kejar dan tindak tegas pelaku yang menjadi bandar. Untuk target bandar sendiri kita sudah kantongi identitasnya. Tinggal menunggu aksi yang tepat, karena pelaku bandar cukup cerdik menghindari petugas," pungkasnya. (jal) 

Tingkat Kunjungan Pasien Puskesmas Tanjung Raman Menurun

° PRABUMULIH, DS - Program pola hidup bersih dan sehat (PHBS) yang diluncurkan oleh Pemerintah bebrapa waktu lalu terbukti ampuh mengangkat kualitas hidup sehat masyarakat di Kota Prabumulih. Hal ini terbukti dengan semakin menurunnya jumlah pasien yang berkunjung atau mengeluhkan penyakitnya di Puskesmas.

Salah satunya adalah Puskesmas Tanjung Raman Prabumulih Selatan Kota Prabumulih. Angka kunjungan pasien dalam beberapa bulan terkahir ini menurut Kepala Puskesmas Tanjung Raman Iswanda Sarian Putra, SKM tampak mengalami penurunan yang signifikan. Hal ini menurutnya disebabkan kesadaran masyarakat akan pola hidup sehat semakin meningkat.

"Dibandingkan Tahun lalu jumlah kunjungan pasien untuk saat ini mengalami penurunan. Tahun 2016 tingkat kunjungan pasien setiap bulannya mencapai 900 hingga 1000 orang pasien. Pada 2017, rata-rata kunjungan pasien mencapi 700 orang perbulannya. Hal ini tentu sebagai bukti bahwa program PHBS di Kota Prabumulih Khususnya di Prabumulih Selatan berjalan dengan bagus" ujar Sarian Putra.
       
Untuk tenaga kesehatan, di Puskesmas Tanjung Raman tercatat ada tiga dokter yang selalu siaga setiap hari melayani pasien. Dimana 2 dokter umum, dan satunya lagi dokter gigi serta. Ketiga dokter ini dibantu perawat dan bidan yang kurang lebih 50 orang.                          

Untuk pelayanan, Puskesmas Tanjung Raman buka 24 jam untuk UGD dan persalinan.

Disinggung mengenai persediaan obat-obatan, Iswanda mengungkapkan jika sistem persediaan obat-obatan di Puskesmas tersebut berdasarkan pengadaan.

"Tergantung pengadaan. Pertiga bulan kita mengusulkan ke Instalasi farmasi. Usulan pengadaan obat-obatan tentu sesuai kebutuhan, maka dari itu kita memperhitungkan kebutuhan obat ditahun kemarin" ujar Iswanda kemarin Sabtu (20/05/2017). (red/dika)

Menilik Perpustakaan Kota Prabumulih

PRABUMULIH, DS – Meski status Perpustakaan di Kota Prabumulih telah ditingkatkan menjadi Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah namun belum tentu mampu meningkatkan minat baca bagi warga Kota Prabumulih.

Secara umum, tujuan peningkatan status Kantor Perpustakaan dan Arsip Daerah Menjadi Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah pada perinsipnya memang meningkatkan minat baca di Kota Prabumulih.

Jika diibaratkan pada sebuah tim sepakbola, perpustakaan tidak hanya butuh seorang Luis Enrique atau Adres Iniesta yang memberi umpan untuk diubah menjadi sebuah Gol. Namun perpustakaan harus mampu seperti messi yang kerap turun berlari ke bawah untuk menjemput bola.

Masalah jemput bola, perpustakaan Kota Prabumulih bisa dibilang adalah jagonya. Sejak beberapa bulan terakhir, Perpustakaan ini kerap turun ke desa-desa di 6 Kecamatan yang tersebar di Kota Prabumulih. Bahkan untuk dapat menyisir warga masyarakat yang jauh dari tengah Kota, Perpustakaan Kota Prabumulih sengaja menyiapkan dua unit Mobil Pintar dan Perpustakaan Keliling.

Bahkan tidak hanya itu, Dinas Perpustakaan Kota Prabumulih tetap buka di hari libur demi menampung warga Kota Prabumulih khususnya para pelajar yang datang ke Perpustakaan untuk membaca. Rasa lelah para pegawai dinas ini seolah terbayarkan begitu melihat semangat membaca para anak-anak generasi penerus bangsa.

Demikian disampaikan Kepala Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah Abdullah Abadi, AP, MH melalui Kepala bidang pelayanan perpustakaan teknologi dan informasi Hesi Yulianti saat disambangi portal ini siang tadi di ruang kerjanya Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah Kota Prabumulih Senin (15/05/2017).

Menurutnya, secara pribadi dirinya merasa bangga karena bisa dekat dengan warga dan melayani mereka yang berniat membaca buku. Menariknya, anak-anak di pedesaan rupanya punya minat baca yang cukup tinggi. Hal ini terlihat dari antusiasme mereka mana kala mobil pintar langsung diserbu begitu diparkir.

“Rasa capek merapikan 200 lebih judul buku langsung hilang melihat antusiasme anak-anak desa membaca" ujarnya.

Khusus di Perpustakaan juga tidak kalah semangat. Para pelajar mulai dari tingkat TK hingga mahasiswa kerap membanjiri Perpustakaan setiap harinya. Perpustakaan saat ini memang telah di desain sedemikian rupa agar mereka yang beekunjung bisa betah dan berlama-lama di perpustakaan.

Untuk meningkatkan minat baca warga Kota Prabumulih, Dinas perpustakaan dan Arsip Daerah Kota Prabumulih telah banyak melakukan terobosan. Selain meluncurkan Mobil Pintar dan Perpustakaan Keliling, baca dan pinjam buku gratis, pihak Dinas juga kerap menggelar kegiatan. Termasuk yang baru-baru ini, Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah Kota Prabumulih telah sukses menggelar acara lomba bercerita tingkat pelajar.

"Belum lama ini kita baru saja menggelar acara lomba bercerita tingkat pelajar di Kota Prabumulih. Alhamdulilah kegiatan tersebut mendapatkan dukungan dari Walikota Prabumulih dan kedepan akan lebih gencar lagi melakukan terobosan termasuk pembinaan pustakawan. Apa artinya perpustakaan tapi tidak bisa mengundang anak-anak atau orang dewasa untuk membaca. Hal-hal semacam itu tentu menjadi perhatian kita kedepan" ujarnya.

Menurutnya, klasifikasi buku berdasarkan judul di perpustakaan Prabumulih berjumlah 8.517. Sementara untuk klasifikasi buku berdasarkan jumlah buku, sebanyak 25.534 dan untuk di mobil pintar dan mobil keliling jumlah judul buku, sebanyak 8.517 buku. (red/ken)

Polres Prabumulih Permudah Warga Lapor Tindak Kejahatan

PRABUMULIH, DS – Deteksi dini tindak kejahatan dilakukan dengan beragam cara. Terbaru, Kepolisian Daerah (Polda) Sumsel meluncurkan aplikasi “Polisi Wong Kito”. Dalam aplikasi yang bisa didownload gratis melalui Google Playstore tersebut, masyarakat dapat melaporkan setiap aksi kejahatan yang dilihatnya. Aplikasi ini sudah bisa digunakan oleh seluruh warga Sumsel. Termasuk warga kota Prabumulih. 

Kapolres Prabumulih, AKBP Andes Purwanti SE MM melalui Kasubbag Humas, AKP AH Fadillah mengatakan  sejumlah layanan kepolisian tersaji di aplikasi tersebut. Misalnya SKCK Online, tombol panik, lalu lintas, dan laporan masyarakat. 

“Masyarakat bisa langsung membuat laporan terhadap indikasi tindak kejahatan yang ada di lingkungannya. Apabila ada aksi kejahatan, bisa langsung menekan tombol panik,” ujar Fadillah saat dibincangi di ruang kerjanya, kemarin (10/5). 

Pengoperasian aplikasi tersebut, sambungnya, terhubung dengan Global Positioning System (GPS) HP anggota. Sehingga, pengguna yang menekan tombol panik langsung dihubungkan dengan anggota terdekat. “Anggota nantinya langsung mendatangi TKP pelapor begitu mendapat sinyal peringatan,” katanya. 

Selain mempermudah laporan masyarakat, pihaknya juga menggiatkan patroli rutin di sejumlah titik rawan kejahatan. Kontrol tersebut dilakukan selama 24 jam oleh tim tantura. Tim khusus yang membawa senjata tajam.  Jadwal razia dimulai Senin hingga Sabtu sebagai jadwal regular. Dilanjutkan Minggu dengan operasi standby on call  (SOC).

“Semua lini anggota kepolisian mulai dari Reskrim, Lalu Lintas, Saber, hingga perwira tinggi langsung terjun ke lapangan untuk mengontrol situasi keamanan. Termasuk Kapolres sendiri ikut juga bergabung dalam razia tersebut,” terangnya. 

Fadillah mengklaim sejak dijalankannya giat razia, angka kejahatan baik curat, curas hingga curanmor berhasil ditekan. Sayangnya, Fadillah tidak merinci penurunan jumlah kasus yang disebutkannya. 

Saat ditanya mengenai jumlah kasus, Fadillah mengatakan belum bisa mengeluarkan data lantaran harus berkoordinasi dengan media lain.  



“Datanya belum bisa dikeluarkan karena harus ada koordinasi bersama dengan pers dan media lain. Biar adil. Tapi jumlahnya menurun drastis,” pungkasnya. (red/zah)