NEWS

Slider

TENTANG DIPASANGNYA LABEL MISKIN UNTUK PENERIMA PKH ITU BUKAN DISKRIMINATIF

KAYUAGUNG, DS, --- Tujuan Program Keluarga Harapan (PKH) adalah mengurangi kemiskinan dan kesenjangan. Dengan intervensi PKH diharapkan Keluarga Penerima Manfaat (KPM) dapat segera keluar dari kemiskinan.

Praktiknya, program kesejahteraan sosial yang digagas pemerintah pusat justru banyak yang tidak tepat sasaran.
Disatu sisi, data penerima bantuan berasal dari pemerintah pusat. Disisi lain pemerintah daerah tidak bisa mengganti data penerima program selain dari data yang ada dalam Basis Data Terpadu (BDT). Padahal masih banyak warga yang yang tergolong layak menerima program tersebut. Namun tidak mendapatkan bantuan dan tidak termasuk dalam BDT.

Oleh sebab itu, momentum pelaksanaan verifikasi data penerima program kesejahteraan sosial yang saat ini dilakukan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) OKI bersama jajarannya menjadi waktu yang tepat untuk memastikan bahwa bantuan pemerintah berupa Rastra, PKH, Program Indonesia Pintar dan Program Indonesia Sehat benar-benar tepat sasaran.

Salah satu terobosan yang dilakukan pemerintah setempat dengan memasang label bagi tiap rumah penerima program tersebut.
“Saat ini yang telah melakukan hal tersebut ada dibeberapa kecamatan. Salah satunya adalah Kecamatan Mesuji, dimana para kepala keluarga penerima program Rastra, rumahnya dipasang label,” Kata Kepala Dinas Sosial OKI, Amiruddin S,Sos, M.Si, Minggu (10/3).

Dengan pemasangan label tersebut, ada sekitar 600 keluarga di Kecamatan Mesuji yang selama ini menerima program Rastra menyatakan mengundurkan diri. Hal ini lantaran memang yang bersangkutan kehidupannya sudah lebih baik dan memang sudah tidak layak menerima bantuan.

“Hasilnya cukup menggembirakan, dari yang mengundurkan diri tersebut langsung bisa digantikan dengan keluarga lainnya yang masuk dalam BDT sebanyak 300 orang. Sementara sekitar 300 dikembalikan karena dalam data DBT sudah habis, jadi nanti dari verifaly ini akan ada data baru dan inilah yang akan menggantikannya,” katanya.

Dia menambahkan, pemasangan label ini bukanlah maksud dari pemerintah untuk bertindak diskriminasi terhadap masyarakat. Hal ini semata-mata agar bantuan ini lebih tepat sasaran.
“Jadi bukan maksudnya diskriminasi, kita meminta agar yang merasa sudah tidak layak lagi agar mengundurkan diri, karena masih banyak warga lain yang lebih berhak,” jelas Amir.

Kadinsos juga menjelaskan, dengan program pemasangan label ini, masyarakat akan dapat saling mengawasi apakah penerima manfaat tepat sasaran atau tidak. Artinya pemasangan label ini juga untuk melindungi hak masyarakat yang seharusnya menerima.

“Seringkali ada intimidasi yang diterima petugas dilapangan, ada yang memaksa untuk dimasukan, meskipun tidak layak untuk menerima. Dengan adanya pemasangan label ini akan meminimalisir hal seperti itu,” tukasnya.
Terkait dengan dasar kebijakan pemasangan label dirumah keluarga miskin tersebut diantaranya penerima program tersebut adalah MoU antara Kementrian Sosial dengan pihak kepolisian pada 11 Januari 2019, diantaranya  mendorong dan mendampingi update data.

Kemudian mendampingi kegiatan sosialisasi, mengamankan distribusi, mendorong dan mendampingi program bansos serta melakukan penindakan hukum apabila terjadi penyimpangan.
Tindaklanjut dari MoU tersebut dipertegas juga dengan hasil rapat 6 Februari 2019 ditataran Pemkab OKI yang isinya menyepakati pemasangan label bagi rumah penerima program.
“Kita berharap dukungan dari semua pihak agar kedepan bantuan ini dapat lebih tepat sasaran. Jika memang bantuan tepat sasaran maka target menurutkan angka kemiskinan di Kabupaten OKI menjadi satu digit dapat segera terwujud,” ucapnya.

Pada Senin (11/3), pihaknya akan melakukan sosialisasi di Kecamatan SP Padang terkait hal tersebut bersama dengan Wakil Bupati OKI HM Dja’far Shodiq selaku Ketua Tim Penanggulangan Kemiskinan Daerah (TPKD) OKI.

Sementara itu, Ali salah seorang masyarakat OKI menilai pemasangan label miskin adalah bentuk diskriminasi terhadap masyarakat yang secara ekonomi serba kekurangan. Oasalnya, masih banyak instrumen lain yang bisa digunakan pemerintah untuk melakukan validasi data penerima program tersebut.

“Ingat, orang miskin juga punya harga diri. Jangan sampai nanti warga memang layak menerima justru mundur karena merasa malu rumahnya ditempel label “KK Miskin” seperti yang sudah di lakukan dibeberapa tempat,” katanya.
Dia sepakat dengan upaya Pemkab OKI untuk menurunkan angka kemiskinan. Namun demikian jangan sampai nanti warga yang sebelumnya hanya rentan dan berpotensi miskin justru masuk dalam keluarga miskin.
“Semoga saja ada cara lain yang bisa digunakan yanpa melukai perasaan masyarakat,” jelasnya.

Pewarta : Arry P
Redaksi : Dutasumsel

DENSUS 88 ANTITEROR BERHASIL MEMBEKUK TERSANGKA RIN ALIAS PUTRA SYUHADA DIBEKUK DI LAMPUNG


JAKARTA, DS,  ─ Seorang pria berinisial RIN alias Putra Syuhada ditangkap Densus 88 Antiteror. Dia diduga hendak melakukan aksi amaliyah dengan menggunakan bom di markas kepolisian, di Lampung dan Jakarta.

Dari informasi yang didapat detikcom, RIN alias Putra Syuhada terlibat kelompok teroris Abu Hamzah. Dia ditangkap di Panengahan, Kedaton, Bandar Lampung.

“Benar (informasi) penangkapan tersebut,” kata Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Dedi Prasetyo ketika dikonfirmasi, Minggu (10/3/2019) dini hari.

Penangkapan tersangka RIN terjadi Sabtu (9/3) kemarin pukul 17.00 WIB. Dari informasi yang telah terkonfirmasi, penangkapan ini bermula dari laporan orang tua RIN yang mengetahui anaknya telah terpengaruh paham radikal.

Orang tua RIN tak ingin anaknya melakukan hal yang merugikan diri sendiri dan banyak orang di waktu yang akan datang. Dalam pemeriksaan oleh kepolisian, RIN alis Putra Syuhada mengaku telah merakit benda yang diduga bom dengan campuran potasium klorat, switching on-off dan menyimpan barang tersebut di loteng rumah tetangganya yang berinisial L. “(Keterlibatan L) Masih pendalaman oleh Tim Densus,” ucap Dedi.

Sumber dari Devisi Humas Polri.
Redaksi Dutasumsel

Pencuri Rantai Ask Conveyor Milik PTPN VII Cinta Manis Berhasil Di Bekuk

INDRALAYA,DS, – Kepolisian Sektor Tanjung Batu Kabupaten Ogan Ilir (OI) berhasil meringkus BN, warga Desa Talang Tengah Darat Kecamatan Lubuk Keliat, yang dilaporkan pihak PTPN VII Cinta Manis atas ulahnya melakukan pencurian empat potong rantai besi ask conveyor milik BUMN itu, Kamis (7/3/2019) sekitar pukul 01.00 Wib.

Informasi yang dihimpun, BN beraksi tidak sendirian, dibantu R rekannya yang kini masih buron.  Keduanya melakukan tindak kriminal itu pada Jumat (22/2/2019) yang lalu, dimana rantai tersebut berada di dalam pabrik gula ini. Pasca diketahui adanya pencurian, pihak satpam PTPN langsung melaporkan hal ini ke pos polisi terdekat.

“Adanya informasi di lapangan tentang pelaku pencurian rantai besi ask conveyor milik PTPN VII Cinta Manis. Kamis Kemarin pelaku berhasil ditangkap, dan dalam penangkapan tersebut juga ditemukan sajam di tubuh tersangka,” jelas Kapolres OI AKBP Gazali Ahmad melalui Kapolsek Tanjung Batu AKP. Masri.

Terangnya, selain itu juga diamankan satu unit sepeda motor Yamaha RX King warna orange tanpa nomor polisi yang digunakan sebagai alat untuk melakukan pencurian.

“Tersangka ditahan di Mapolsek Tanjung Batu, dikenakan Pasal 363 pencurian dengan pemberatan,” sumber dari kabag humas polres ogan ilir Akp.Zainalsyah.

Pewarta : Sanditya
Redaksi : Dutasumsel

Prrsiden Jokowi,DI Sambut Warga Palembang Dengan Bentangkan Kain Jumputan Sepanjang 1,1 Km

PALEMBANG, DS, -- Presiden Joko Widodo (Jokowi) menghadiri acara pemecahan rekor Muri dalam rangkaian acara South Sumatera Milenial Road Safety Festival di Palembang, Sumatera Selatan, Sabtu (9/3/2019).

Kain Jumputan sepanjang 1,1 kilometer dibentangkan warga di atas Jembatan Ampera yang berdiri di atas Sungai Musi tersebut.
Dengan senyum ramah, Jokowi menyambut permintaan warga sembari mengambil satu per-satu kamera ponsel warga.

Jokowi ditemani sejumlah Menteri Kabinet Kerja berjalan dari titik tengah Jembatan Ampera menuju pangkal jembatan sebelum akhirnya menuju panggung utama kegiatan Milenial Cinta Lalu Lintas di Taman Benteng Kuto Besak (BKB) Palembang.

Selama kegiatan, Presiden Jokowi mengingatkan kepada para milenial untuk tertib dan selamat berlalu lintas. Karena budaya tertib lalu lintas merupakan ciri masyarakat yang beradab.
"Jangan main HP, pakai helm. Bawa SIM, STNK. Kecelakaan lalu lintas adalah penyebab kematian terbanyak kelima di dunia. Jadi kita harus hati-hati dalam berkendara. Pemuda milenial harus ingat itu," katanya.

Di hadapan ribuan masyarakat Palembang, Jokowi mengingatkan agar masyarakat tetap mengutamakan keselamatan dalam berkendara.

"Saya berpesan kepada seluruh anak muda, untuk tidak mengabaikan keselamatan lalin. Jangan lupa pakai helm, sarung tangan dan sepatu," ujarnya disambut riuh rendah milenial Sumsel.

Di sela-sela kegiatan, lagi-lagi Jokowi memanggil dua warga untuk ke atas panggung dan diberikan sejumlah pertanyaan.

"Apakah kamu menggunakan kendaraan untuk beraktivitas, surat suratnya lengkap?" tanya Jokowi kepada warga yang diketahui bernama Joni.

"Lengkap pak. Bahkan saya selalu membawa serta SIM dan STNK," jawab Joni yang berstatus mahasiswa tersebut.

Ada yang unik saat Joni meminta cinderamata sepeda, seperti yang sering dilakukan sang presiden.
"Sepedanya mana pak?" pinta Joni.

Sayangnya, keinginan Joni tersebut harus ditunda untuk sementara waktu. Presiden Jokowi mengaku jika saat ini dirinya tidak lagi memberikan sepeda kepada siapapun.

"Untuk saat ini tidak boleh dulu. Tapi saya akan ganti dengan album foto yang harganya bisa dapat 10 unit sepeda. Karena ada lambang istana kepresidenan di bagian sampulnya," canda Jokowi.

Sebelum bertolak ke acara lain, Jokowi kembali berpesan kepada warga untuk tetap berhati-hati dalam berkendara.

"Lalulintas masuk lima besar perenggut nyawa di dunia setelah jantung, paru-paru, TBC dan Diabetes" tegasnya.
Pewarta : Sanditya
Redaksi : Dutasumsel

Diduga Cabuli Bocah 11 Tahun, Warga Gajah Mati Diamankan

KAYUAGUNG, DS, - Malang dialami oleh anak dibawah umur berasal dari Dusun V Desa Gajah Mati Kecamatan Sungai Menang Kabupaten OKI ini. Sebut saja Bunga (11). Korban diduga telah dicabuli Sudar Mika Bin Mulyadi, (34), warga yang sama di sebuah kebun karet Desa Gajah Mati, Kecamatan Sungai Menang, OKI pada Kamis, 7 Maret 2019.
Akibat pencabulan itu, korban mengalami traumatis cukup mendalam. Sementara tersangka kini dilimpahkan ke PPA Polres OKI.

Informasi yang dihimpun dilapangan, penangkapan tersangka didasari dari laporan keluarga korban,dengan laporan tersebut, LP/B/03/III/2019/Sek Sungai Menang. Tersangka ditangkap pada 8 Maret 2019 sekitar pukul 12.00WIB.

“Informasi keberadaan tersangka sudah diketahui. Tak mau kecolongan, kapolsek bersama Kanit Reskrim dan anggota Opsnal melakukan penangkapan tersangka dikediamannya tanpa melakukan perlawanan,” ucap Kapolres OKI AKBP Donni Eka Syahputra, S.Ik melalui Kasubag Humas Polres OKI Ipda Suhendri, SH, Sabtu (9/3).

Berdasar keterangan tersangka, lanjut Suhendri, pada Kamis 7 Maret 2019 sekitar pukul 22.00WIB di kebun karet Desa Gajah Mati, tersangka melakukan tindak pidana pencabulan anak dibawah umur.

Kejadian tersebut bermula saat tersangka Sudar Mika mengajak korban untuk belanja di warung. Tiba-tiba tersangka mengajak korban ke kebun karet dan memaksa korban untuk di cabuli.

Dengan mengunakan jari, tersangka memasukkan ke kemaluan korban dan memoles alat kelamin tersangka ke kemaluan korban. Setelah alat kelamin  tersangka mengeluarkan sperma, korban langsung diantar pulang oleh tersangka.
Kemudian korban melaporkan kejadian tersebut kepada kakak korban.

“Tersangka yang berprofesi sebagai petani disangkakan melakukan tindak pidana pencabulan sesuai pasal 82 ayat 1 UU RI  No 35/2014. Kini tersangka masih mrnjalani proses penyidikan di PPA Polres OKI,” jelasnya.

Pewarta : Arry P
Redaksi : Dutasumsel

48 Peserta Ikuti Seleksi PTPS Kecamatan Kandis,ini Jumlah yang Lolos

INDRALAYA,DS ,-Sebanyak 35 Peserta Seleksi Pengawas Tempat Pemungutan Suara (PTPS) Kecamatan Kandis dinyatakan Lulus,Pengumuman kelulusan Seleksi PTPS tersebut diumumkan secara serentak diSeluruh Sekretariat Panitia Pengawas Kecamatan di Kabupaten Ogan Ilir,Jum'at (8/3/2019).

35 dari  48 Peserta yang dinyatakan lulus tersebut telah mengikuti tahapan seleksi berupa Admnistrasi dan Seleksi Tertulis yang telah ditentukan oleh Panitia Seleksi Panitia Pengawas Pemilihan Umun (Panwaslu) Kecamatan Kandis.

Muhamad Temi S.Pd Ketua Panwaslu Kecamatan Kandis mengatakan Sebanyak 35 orang yang dinyatakan lulus tersebut sudah mengikuti tahapan seleksi berupa Administrasi dan tes Wawancara," Tahapan seleksi sudah kita gelar bulan kemarin, dan hari ini kita telah mengumumkan sebanyak 35 orang yang kami nyatakan lulus,"katanya.

Ditambahkannya para Pengawas TPS yang dinyatakan lulus tersebut akan mengikuti pembekalan dan pelatihan dans setelahnya akan ditempatkan ditiap - tiap TPS untuk menjalankan tugas pokoknya Sesuai dengan tugas dan wewenangnya sebagai pengawas,diantaranya melakukan pengawasan persiapan pemungutan suara,mengawasi jalannya pemungutan suara,mengawasi jalannya penghitungan suara serta melakukan pengawasan pergerakan hasil penghitungan suara dari TPS ke PPS ,"Nanti mereka yang dinyatakan lulus tersebut diwajibkan mengikuti pembekalan Bimbingan Tehnik (Bimtek) yang akan digelar selama 1 hari,setelah itu mereka akan disebar dan menjalankan tugasnya selaku pengawas TPS,"Ujarnya.

Pewarta : Darius
Redaksi : Dutasumsel

Bupati Ilyas Panji Alam Ngopi OI Bersama Warga Dirumah Dinas Terus Berlangsung Setiap Jumat

INDRALAYA, DS,- Sudah menjadi kegiatan rutin, dimana setiap hari Jum’at warga datang ke rumah dinas Bupati OI di Komplek Perkantoran Terpadu Tanjung Senai, Indralaya, untuk Ngopi Bareng dengan Bupati Komplek Perkantoran Terpadu tersebut.

Kegiatan “Ngopi oi”, ngobrol bareng dengan Bupati Ogan Ilir ini dimulai sesuai jam kerja pada setiap hari Jumat nya. Disini setiap warga Kabupaten Ogan Ilir bisa langsung bertemu langsung menyampaikan aspirasi serta keluhan- keluhan kepada bupati.

Kegiatan ini disambut dengan antusias dan terus mendapat tanggapan positif dari warga Bumi Caram Seguguk, terbukti dengan banyaknya masyarakat yang datang setiap pekannya.

Seperti yang terjadi pada Jum’at (08/03/19) ini, sejumlah warga mendatangi rumdin dan diterima dengan hangat oleh Bupati OI HM.Ilyas Panji Alam yang didampingi Sekda H.Herman dan Asisten Daerah serta kepala OPD dilingkup Pemkab OI.

Usai ngopi bareng, Bupati bersama warga kemudian melaksanakan Sholat Jum’at dan dilanjutkan dengan santap siang bersama.

Marsidin salah satu warga Desa Lubuk Segonang, Kecamatan Kandis mengatakan, tujuannya menghadap Bupati adalah untuk mengajukan permohonan bantuan alat mesin pertanian (alsintan) seperti Hand traktor untuk kelompok Tani yang ada didesanya.

“Kami sudah sejak tahun 2018 lalu mengajukan proposal untuk bantuan Hand Traktor tetapi belum dapat-dapat,” ujarnya.

Menanggapi permohonan tersebut Bupati OI HM Ilyas Panji Alam melalui Kepala Dinas Pertanian H Hasnanddar mengatakan, “Untuk bantuan (alsintan) alat mesin pertanian seperti Hand traktor bisa diberikan secara langsung dengan berbagai persyaratan, antara lain membentuk kelompok tani,” ujar Hasnandar.

Pewarta : Darius
Redaksi : Dutasumsel

KORAMIL 402-12 PEMULUTAN SAFARI JUMAT BAROKAH DI DESA LEBAK PRING KECAMATAN PEMULUTAN SELATAN

INDRALAYA, DS , -- Komando Distrik Militer (Kodim) 0402/OKI-OI melalui Komando Rayon Militer (Koramil) 402-12/Pemulutan mengikuti kegiatan Safari Jum’at di Desa Lebak Pering Kecamatan Pemulutan Selatan Kabupaten Ogan Ilir, Jum’at 8/3/2019 pukul 11.30 WIB.

Kegiatan yang diinisiasi oleh Kepala Kantor Departemen Agama (Kakandepag) Kabupaten Ogan Ilir tersebut, selain dihadiri oleh Kakandepag Kabupaten Ogan Ilir, turut hadir Dandim 0402/ OKI-OI, Letkol Inf Riyandi yang dalam kesempatan tersebut diwakili oleh Danramil 402-12/Pemulutan, Kapten Inf Hamza.

Selain itu kegiatan tersebut juga dihadiri oleh Kapolres Ogan Ilir yang diwakili oleh Kabag.Ops, Kompol Erlangga, serta Kapolsek Pemulutan, AKP Ihsan, dan Camat Pemulutan Selatan yang diwakili oleh Sekretaris Camat (Sekcam), para Babinsa dan Babinkamtibmas serta masyarakat Desa Lebak Pering yang berjumlah lebih kurang 200 orang.

Safari Jum’at tersebut bertujuan untuk mempererat tali silaturahmi antara TNI, Polri dengan masyarakat sekitar.

Karena Desa Lebak Pering dinilai tergolong desa yang terisolir dibandingkan dengan desa-desa lainnya yang ada di Kabupaten Ogan Ilir.

Untuk itu dari Pondok Pesantren Al Ittifaqiah menawarkan bagi masyarakat Desa Lebak Pering yang memiliki putra dan putri untuk dapat bersekolah secara gratis di Pondok Pesantren tersebut.

Dalam kesempatan tersebut, Dandim 0402/OKI-OI, Letkol Inf Riyandi melalui Danramil 402-12/Pemulutan, Kapten Inf Hamza mengucapkan terimakasih kepada pihak yang telah menyelenggarakan kegiatan Safari Jum’at, dan berharap dengan adanya kegiatan tersebut dapat lebih mendekatkan TNI dan Polri dengan masyarakat Desa Lebuk Pering.

“Saya mewakili Dandim mengucapkan banyak terimakasih kepada masyarakat Desa Lebuk Pering dan para pemangkuh kepentingan. Semoga dengan adanya kegiatan ini menjadi ajang silaturhami, sehingga terjalin hubungan emosional yang kuat dengan masyarakat Desa Lubuk Pering dan ini juga adalah wujud dari Kemanunggalan
TNI dan Rakyat,” tutupnya.

Pewarta : Sanditya
Redaksi : Dutasumsel

MASJID AL - MUHAJIRIN DESA MEKARSARI DI CAT OLEH KORAMIL 402-04 TANJUNG RAJA

INDRALAYA, DS, - Komando Distrik Militer (Kodim) 0402/OKI-OI melalui Komando Rayon Militer (Koramil) 402-04/Tanjung Raja menggelar kegiatan Karya Bhakti pengecatan Masjid Al Muhajirin di Desa Mekarsari Kecamatan Rantau Alai, Kabupaten Ogan Ilir (OI) bersama unsur Tripika dan Masyarakat, Jum’at (8/3).

Selain Danramil Tanjung Raja Kapten Inf Fathul Hamidi beserta anggota Babinsa, Dalam kegiatan tersebut juga dihadiri oleh Camat Rantau Alai, Suryadi bersama beberapa staf kecamatan, Kapolsek Tanjung Raja AKP Imam Abdi beserta anggota Babinkamtibmas, Yadi salah satu Anggota DPRD OI, Kades Mekarsari, pengurus Masjid, Tokoh Agama dan Tokoh Masyarakat, serta masyarakat Desa Mekarsari.

Dandim 0402/OKI-OI, Letkol Inf Riyandi melalui Danramil 402-04/Tanjung Raja, Kapten Inf Fathul Hamidi menjelaskan bahwa, kegiatan tersebut adalah bentuk perwujudan kemanunggalan TNI bersama Rakyat.

“Ini adalah salah satu bentuk perwujudan kemanunggalan TNI bersama Rakyat khususnya masyarakat yang ada di Desa Mekarsari,” jelasnya.

Karya Bahkti ini, lanjut Danramil, selain wujud nyata kemanunggalan TNI dan Rakyat, juga bertujuan untuk membangun soliditas dan sinergitas antara prajurit TNI dengan Aparatur Pemerintahan, Polsek, serta komponen masyarakat lainnya.

“Karya Bhakti TNI ini juga kita lakukan selain untuk mempererat tali silaturahmi, juga bertujuan untuk membangun soliditas dan sinergitas prajurit TNI dengan Aparatur Pemerintah dan Kepolisian Sektor (Polsek) serta dengan komponen masyarakat, demi terwujudnya kemanunggalan TNI dan Rakyat,” tandasnya. 

Pewarta : Sanditya
Redaksi : Dutasumsel

JENIS PADI VARIETAS IP200 PETANI OGAN ILIR BISA PANEN DUAKALI PERTAHUN


INDRALAYA, DS , — Guna untuk meningkatkan hasil pertanian khususnya persawahan dan mendukung target UPSUS Pemprov Sumsel, Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Ogan Ilir H Hasnandar Setiawan, SE., MM saat di sambangi Dutasumsel.com Jumat 8/3 mengatakan bibit padi IP 200 merupakan benih varietas makongga yang cocok ditanam dilahan rawa yang demografinya kerap berubah tergantung musim kemarau dan penghujan,  selain itu bibit ini menghasilkan beras yang rasanya pulen dan disenangi masyarakat banyak.

Masyrakat menyambut baik dengan adanya bibit padi IP200 karena sangat menguntungkan di bandingkan dengancara tanam reguler sebab IP200 bisa di Tanam dua kali dalam.setahun dibandingkan dengan cara Tanam Reguler jadi Masyarakat sangat berterimakasih atas bantuan bibit IP 200 yang diberikan secara Gratis dari Pemerintah daerah Ogan Ilir.

Walaupun masyarakat berangapan bahwa di kabupaten Ogan Ilir ngak mungkin ada Tanam Padi sampai duakali setahun, setelah diberikan penyuluhan oleh Tenaga-Tenaga Penyuluh dari Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Ogan Ilir akhirnya Masyarakat mau menerima jenis varietas IP200 dengan hasil yang sangat memuaskan.

“Ini cocok ditanam dilahan basah dan kering, seperti di Desa Suak Batok dengan 25 kg per ha, 900 kg Dolomit, Orea 100 kg diperkirakan nanti panennya per hektar mencapai 5, 8 ton gabah kering. Bibit padi ini ditebar secara gratis kepada masyarakat. Kita pilih warga Desa Suak Batok Kecamatan Indralaya Utara Kabupaten Ogan Ilir, dikarenakan daerah tersebut mayoritas perekonomiannya dengan cara bercocok tanam.  Kita sangat mengharapkan warga dalam satu tahun bisa tanam 2 kali dan bisa panen 2 kali,  guna mendukung swasembada beras di OI dan Sumsel umumnya,” kata Kadis Pertanian OI Hasnandar saat di sambangi diruangannya, Jumat 8/3/2019,dengan pembagian bibit sawah gratis jenis IP 200 bisa mendukung produksi beras di OI dan Sumsel umumnya,”kalau bisa swasembada pangan artinya kesejahteraan masyarakatnya meningkat,”jelasnya kepad Dutasumsel.com
Pewarta : Sanditya
Redaksi : Dutasumsel