NEWS

Slider

Lurah Lahat Tengah Mengapresiasikan Kinerja Polres Terhadap Penangkapan 10 Orang Bandar dan Kurir Narkoba


LAHAT, Duta Sumsel - Terkait pengebrakan dan pengangkapan Bandar dan pengedar Narkoba oleh Tim Polres Lahat baru- baru ini yang telah meresahkan masyarakat khusus di Kelurahan Lahat Tengah 

7 RT dan  2 RW dan sekitarnya, Menjadi tamparan bagi kita semua. Narkoba adalah momok menakutkan yang merusak generasi penerus  Bangsa


Apalagi saat ini Kapolri menginstruksikan untuk membasmi Narkoba  hingga ke akar- akarnya, terkait terkangkapnya 10 orang tersebut Hasbulah SP selaku Lurah Lahat Tengah kepada Awak Media 9/4 berharap dengan adanya kasus ini beliau mengapresiasikan kinerja Polres Lahat beserta jajarannya  dalam keseriusannya membasmi Narkotika di Kabupaten Lahat 


Menurut Lurah  semoga tidak ada lagi di Kelurahan Lahat Tengah terjadi hal ini, beliau berpesan  memasuki bulan Suci Ramadhan ditengah Wabah Pandemi Virus Corona untuk menjaga ketertiban lingkungan dengan tidak menghidupkan percon,  bila ada hal memcurigakan segera lapor pada Ketua RT setempat, Salat Tarawih diperbolehkan 50% jama'ah saja tentu saja tetap mematuhi prokes." tandas Hasbulah.  


Laporan NID

Pandangan Elan Setiawan salah Satu Aktivis dan Seorang Orator Terkait Aksi Massa Yang Dilakukan LSM..


LAHAT, Duta Sumsel - Melalui YouTube  Bardi Channel saat melakukan wawancara secara langsung ke Elan Setiawan mengapa setiap ada temuan ataupun kesalahan di pemerintah Daerah LSM selalu melakukan Aksi Demo untuk menguak dugaan kesalahan maupun permainan licik yang dilakukan oleh pemerintah daerah dan jajarannya.


Subardi saat kerkomunikasi untuk diklarifikasi mengatakan mengapa LSM harus aksi apakah tidak ada jalan lain selain melakukan aksi demo dengan mengerahkan massa agar setiap permasalahan dapat terselesaikan dengan aman dan damai.


Dengan adanya wawancara langsung melalui You Tube oleh Bardi Channel Elan Setiawan menjawab 9/4 secara singkat, padat, jelas dan tetap mengutamakan kesederhanaan sebagai pengiat sosial sekaligus sebagai aktivis kami melakukan aksi tentunya dimana ada api pasti ada asap untuk itu setiap LSM lakukan aksi pasti ada dugaan permasalahan yang patut untuk perbaiki demi kepentingan rakyat dan pembangunan daerah . 



Elan juga menambahkan semestinya  Pemerintah Daerah dapat bersinergi  dengan LSM, soalnya LSM Juga sebagai kontrol sosial bagi pemerintah daerah untuk itu apapun bentuknya LSM merupakan mitra kerja dari pemerintah ujarnya.(Idham)

Warga Keluhkan Pelayanan Bidan desa Poskesdes Ulak Kerbau Baru


Ogan ilir. Duta Sumsel -  Warga Desa Ulak Kerbau Baru, Kecamatan Tanjung Raja, Kabupaten Ogan Ilir mengeluhkan pelayanan dan sikap Bidan Desa (Sn) yang tidak manusiawi karna menolak memberi pertolongan terhadap pasien dengan alasan yang tidak masuk akal.


Hal ini mencuat ketika salah seorang warga desa mengalami sakit tiba-tiba. Warga bernama HR itu mendadak sakit dan tidak bisa bicara akibat demam tinggi. Mengingat fasilitas kesehatan di Desa tersebut hanya ada bidan desa, maka warga dan keluarga pasien berinisiatif memanggil bidan desa tersebut untuk sekedar memberikan pertolongan pertama.

Namun sangat disayangkan, harapan pertolongan pertama dari bidan desa terhadap pasien justru sosok yang di anggap " Dewa Penyelamat" menolak memberikan bantuan medis dengan alasan tidak ada yang menjaga rumah dan suami belum pulang.

"Bidan SN tak mau diajak ke rumah pasien dengan alasan sang Suami belum pulang dan tidak berani meninggalkan anaknya di rumah. Kami sangat kecewa karna salah satu sosok yang kami angap dapat memberikan pertolongan menolak memberikan bantuan medis" ujar salah satu keluarga pasien kepada media Duta Sumsel.

Hal senada juga disampaikan oleh pasien HR. Kepada Duta Sumsel ia menceritakan kekecewaannya terhadap bidan SN. Saat itu kata HR ia mendadak mengalami sakit parah sampai tidak sadarkan diri.

"Malam itu, saya mendadak mengalami sakit parah sampai-sampai tidak sadarkan diri hingga berbicara saja saya tidak bisa. Entah sakit apa saat itu saya juga tidak tahu. Mengingat di dusun ini hanya ada fasilitas kesehatan Poskesdes yang ditangani Bidan Desa, keluarga langsung berusaha menjemputnya untuk sekedar memberi pertolongan pertama. Tapi sayangnya bidan desa tersebut tidak mau memberi pertolongan dengan alasan yang tidak masuk akal" ujarnya.

Sebelumnya kata dia, warga sudah memberi tahu kalau bidan tersebut tidak mau diajak ke rumah pasien. Hanya saja mengingat kondisi saya yang mulai agak parah, keluarga mencoba memanggil bidan SN.

"Ternyata omongan warga disini yang menyebut bidan desa susah untuk dimintai pertolongan ke rumah pasien bukan isu belaka melainkan fakta yang sebenarnya karna buktinya sudah saya alami sendiri" ujar HR

Begitu HR meminta Pemerintah atau instansi terkait untuk memberi tindakan kepada tenaga kesehatan yang lalai terhadap tugas dan pengabdiannya terhadap masyarakat dan pasien. 


Ditempat terpisah, Bidan SN saat ditemui membenarkan tidak mau datang ke rumah pasien dengan alasan saat itu sudah larut malam dan sang suami belum pulang ke rumah. Belum lagi anak-anak dan rumah yang harus ditinggalkan.

"Benar saya dijemput keluarga pasien ke rumah untuk memberikan pertolongan. Namun karena waktu sudah larut malam saya tidak ikut. Kebetulan malam itu Suami saya juga belum pulang  ditambah anak-anak yang masih kecil dan tidak mungkin ditinggal di rumah"ujarnya.

Dikatakan, mengingat situasi yang tidak memungkinkan ia hanya bisa menyarakan terhadap keluarga untuk segera membawa pasien ke rumah sakit saja. Begitu sebagai bagian dari tugas dan tanggung jawab ia juga turut memberi obat penahan rasa sakit jika pasien jadi dilarikan ke rumah sakit.

"Informasi yang disampaikan pihak keluarga, kondisi pasien tidak bisa lagi diajak bicara. Kondisi ini sebenarnya harus ditangani oleh rumah sakit. Begitu sebenarnya malam itu langsung kita sarankan agar segera dibawa ke rumah sakit dan memberikan obat penahan sakit sementara jika pasien harus dilarikan ke rumah sakit" ujarnya.


Disinggung soal melanggar kode etik Bidan karna telah menolak pasien, Bidan SN mengaku bahwa selama bekerja sebagai bidan desa sudah sangat maksimal. Hingga saat ini tercatat kata dia sudah kurang  20 tahun di Desa Ulak Kerbau baru mengabdi sebagai bidan desa dan tidak ada masalah.

"Saya sudah Lebih kurang 20 tahun menjadi bidan desa ini. kalau saya tidak benar ngurusin warga yang sakit, ibu yang melahirkan dan pertolongan pada bayi, mungkin saya tidak sampai 20 tahun lebih menjabat  bidan desa ulak kerbau baru." Ini paparnya.


Pengamat Sosial Sumsel Hariono, S.Pd yang dikonfirmasi mengaku sangat menyesalkan tindakan bidan Desa yang menolak pasien. Menurutnya, menolak memberikan pertolongan terhadap warga itu merupakan pelanggaran dan telah mencederai kode etik.

"Apapun itu dan dalam situasi apapun tenaga medis baik bidan desa wajib memberikan pertolongan pertama kepada pasien. Apalagi pasien dengan bidan bertempat di satu desa yang sama. Pertolongan pertama menurut saya wajib diberikan sekiranya pasien pun harus dirujuk ke rumah sakit. Bisa jadi dengan sentuhan bidan tersebut, pasien bisa lebih baik karna sugesti tidak bisa dihindarkan dari ranah kesehatan" pungkasnya. *Rusli

Lanosin Resmi Menahkodai Lamkari Dan Siap Membesarkan Lemkari di Sumsel


MARTAPURA ,Duta Sumsel - Lemkari (Lembaga Karate Indonesia) Sumatera Selatan diproyeksikan dapat berkontribusi dalam berbagai event nasional. Dengan mengasah kemampuan para atlet, sehingga dapat masuk kejuaraan dalam event yang sudah didepan mata, Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Sumatera Selatan  tahun 2021 ini.


Federasi Olahraga Karate-Do Indonesia (Forki) Sumsel, Ir Reimar mengatakan, atlet Lemkari Sumsel mempunyai potensi yang cukup mumpuni dalam setiap event olahraga ataupun kejuaraan, terutama dalam cabang karate.

"Saya pernah ketemu dengan atlet Sumsel. Ternyata ada satu anak dari Sumsel dari Lemkari yang ikut kejuaraan,"  terangnya.


Dia menambahkan, dengan kepengurusan yang baru ini, Forki Sumsel berharap ada atlet Sumsel masuk kejuaraan lewat atlet Lemkari. 

"Porprov sudah didepan mata. Kami berharap dari perguruan-perguruan yang ada, terutama Lemkari. Sehingga kita berkontribusi dalam setiap event, bahwa kami punya atlet yang unggul," imbuhnya.



Kadispora Sumsel, Ahmad Yusuf menambahkan, atlet-atlet dari Provinsi Sumatera Selatan telah menunjukan banyak prestasi yang gemilang dalam setiap even olahraga atau kejuaraan, terutama dari cabang karate.

"Hampir setiap event kejurnas meraih medali dari cabang karate. Kami yakin dari OKU Timur, akan dilatih dan dibiayai Pemda, sehingga pemerintah yang mencetak atlet," katanya.


Menurutnya, dengan dilantiknya kepengurusan baru Lemkari Provinsi Sumatera Selatan yang baru akan membawa Lemkari Sumsel dapat melatih dan mengembangkan potensi atlet dalam setiap perguruan.

"Lemkari Sumsel akan maju pesat sesuai perkembangan zaman," harapnya.



Ketua Umum Pengprov Lembaga Karate Indonesia (Lemkari) Sumatera Selatan, H Lanosin ST menegaskan, dirinya siap mengibarkan Lemkari di Sumsel, sesuai dengan potensi yang ada di Sumsel. 

"Hampir setiap masyarakat di OKU Timur harus dibekali bela diri. Saya sangat tertarik dengan lambang harimau, dengan kecepatan dan kekuatan luarbiasa, begitu menyergap langsung mematikan," kata Bupati OKU Timur


Lanosin menambahkan, apabila pemerintah memutuskan OKU Timur menjadi salah satu tuan rumah Porprov di OKU Raya. Pihaknya siap mengirim atlet yang profesional dalam Pekan Olahraga Provinsi (Porprov). 


"Kalau nanti di Porprov, OKU timur tidak menjuarai, saya siap mengundurkan diri. Saya berharap dengan pengurus baru ini Lemkari lebih solid, dan berkesinambungan, prestasi meningkat, perguruan Lemkari semakin berkibar," tegasnya.(Rilis SMSI OKU Timur)

Residivis dan Bandar Narkoba Wilayah Lahat Tengah di Tangkap Jajaran Sat Narkoba Polres Lahat


LAHAT, Duta Sumsel - Kiprah dan sepak terjang resedivis dan bandar narkoba wilayah Lahat Tengah kini bertekuk lutut dihadapan angggota sat narkoba polres Lahat untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya yang melanggar hukum (6/4)


Dimana proses penangkapan kemarin sekira pukul 16 Wib Wendi Bolang dan kawan kawan hingga pukul 22:00 yang berada di Lahat Tengah berdasarkan lidik kami, TKP berada RT 03 RW 01 berada di rumah Wendi Oktaviansyah alias bolang alias ndik bin Hermansyah. Sering terjadi transaksi Narklba setelah dirasa tepat bersama Tim Polres Lahat berhasil mengaman kan 10 orang terduga pelaku Wendi alias Ndik, Jimi saputra, Megawati, Julianto, M Rozi , Niko, Juliansyah SE, Reza Pahlevi, Kimas Aji dan Rewan Efendi.


Pada saat diamankan pelaku Jimi Iskandar disumur melemparkan dompet pladtik biru dan Paket diduga sabu, dan Petugas melakukan pemeriksaan di Pondok Ndik,Julian, Dimas dan Reza Pahlevi sempat melarikan diri. petugas menemukan Kaleng Pagoda berisikan 7 paket  kecil  diduga sabu dan satu set Alat hisap, satu buah plastik hitam diduga masih berisi serbuk narkoba. Petugas melakukan pemeriksaan kamar  ndik terdapat dalam kamar niko dengan satu set alat hisap dan satu plastik klip dan pada hari ini ditemukan satu kantong dan 2 paket sedang, TSK dan BB diamankan pertama Endik 43 thJimi Saputra seorang residevis 23 th, Megawati 39 th, Julianto 35 th, Rozi 18 th, Riswan Efendi 41 ( Residipis), Niko 37 th, Kimas Aji 22 th, Yuliansyah SE 42 th ( residivis), Reza Pahlevi  28 th ( Residivis ), dari ke 10  orang pasal 114 ayat 2 no 35 th 2009 dan pasal 112 ayat 2   tahun 2009




Saat diwawancarai awak media AKP Zulfikar Kasat Narkoba Polres Lahat usai jumpa pers mengatakan Memang mereka ini target Kami sebelumnya 6 orang  kaki yang sudah kami tangkap dan menunggu P21 dari Kejaksaan " ujar AKP Zulfikar.


Alhamdulilah masyarakat sangat mendukung dan membantu penangkapan ini. kami berharap sehubungan personil sedikit kami mengharapkan kepada masyarakat Kabupaten Lahat bila ada transaksi Narkoba siap 24 jam dalam penanganan serta pemberantasan  Narkoba



Adapun BB satu paket sabu sedang berat 65,5 gram, timbangan digital, paket kecil 15 paket berat 4,0 g, sabu 7 paketberat 2, 06 g, sisa pake kaca pirek, 2 botol mineral dan satu paket kecil berat 0, 17 Gram, Plastik Klip, satu buah dompet besar warna hitam dan hijau. ( Donie

PANCA WIJAYA : SAATNYA OGAN ILIR BANGKIT


OGAN ILIR, DS - Usai dilantik secara resmi oleh Gubernur Sumsel menjadi Bupati Definitif Ogan Ilir periode 2021-2026, Bupati Terpilih Panca Wijaya Akbar Mawardi, SH dan H.Ardani, SH, MH langsung menggelar acara serah terima jabatan dari Plh Bupati Aufa Syahrizal S.P., M.Sc ke Panca Wijaya Akbar, S.H. dan H. Ardani, S.H., M.H. Senin (01/03/2021). Hal ini dilakukan agar Roda Pemerintahan Ogan Ilir dapat berjalan dengan lancar guna mewujudkan visi-misi kedua pasangan.

Acara serahterima jabatan sendiri berjalan dengan lancar, singakt dan padat dengan tetap menerapkan protokol kesehatan. Plh Bupati Ogan Ilir Aufa Syahrizal dalam sambutannya mengucapkan selamat datang kepada kedua Pasangan Bupati dan Wakil Bupati Ogan Ilir Terpilih. Menurutnya, kedua pasangan Bupati terpilih Panca dan Ardani merupakan gambaran dan harapan masayarakat Ogan Ilir terhadap perubahan dan percapatan pembangunan.




Sertijab sendiri tampak dihadiri Wakil Gubernur Sumsel, Asisten Pemprov Sumsel, Ketua DPRD Ogan Ili beserta anggota, Forkopimda Ogan Ilir, jajaran KPU dan Bawaslu Ogan Ilir, para kepala SKPD, Camat, lurah dan kepala desa lingkup Pemkab Ogan Ilir.
Kepada wartawan, Bupati Ogan Ilir Panca Wijaya mengatakan serah terima jabatan pada hakekatnya merupakan satu rangkaian tak terpisahkan dengan pelaksanaan pengambilan sumpah jabatan dan pelantikannya bersama Wakil Bupati Ogan Ilir H. Ardani. 

“Acara hari ini menjadi momentum atau titik awal untuk memperkokoh dan memperkuat kerja pemerintah mempercepat peningkatan kesejahteraan masyarakat Kabupaten Ogan Ilir. Kemenangan saat pilkada lalu, kata dia dimaknai sebagai cermin besarnya harapan masyarakat untuk melakukan perbaikan dan peningkatan pembangunan serta kesejahteraan masyarakat.


Usai cara Sertijab, Pemerintahan Baru Ogan Ilir langsung menuju ruang rapat Paripurna DPRD Ogan Ilir dalam rangka penyampaian pidato perdana sebagai Bupati Ogan Ilir yang baru dihadapan DPRD Ogan Ilir.
Dalam sambutannya Panca menyampaikan rasa bangga dan terimakasih atas terselenggaranya rapat paripurna sehingga Ia dan wakil bupati dapat bersilaturahmi dengan semua unsur masyarakat yang ada di Kabupaten Ogan Ilir dalam rangka mengawali tugas dan baktinya sebagai Bupati dan Wakil Bupati Ogan Ilir Periode 2021-2026.

Panca menjelaskan ada lima visi dan misi yang dibawakan selama kampanye beberapa waktu lalu yakni membangkitkan tata kelola pemerintahan dan pelayanan masyarakat secara inovatif, kreatif, berbudaya, dan bertanggung jawab.

“Kedua, membangkitkan kualitas pendidikan dan kesehatan yang merata, guna mewujudkan sumber daya manusia yang berprestasi dan terdepan. Ketiga, membangkitkan perekonomian daerah melalui kolaborasi seluruh komponen masyarakat, dan membangkitkan gairah investasi, membangkitkan pembangunan infrastruktur Wilayah perkotaan sampai pelosok perdesaan guna pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat” ujarnya.


Sementara yang terakhir kata dia ialah, membangkitkan gairah politik, demokrasi, Ketentraman, ketertiban masyarakat, beriman dan bertaqwa, serta menjunjung hukum dan HAM sebagai masyarakat yang berbudaya, bermoral dan beretika, dalam suasana aman dan nyaman. 

"Adapun 5 misi tersebut adalah bagian dari gabungan motto Panca-ardasni yakni Ogan Ilir Bangkit Menuju Masyarakat Yang Lebih  Sejahtera Berkualitas berdasarkan Iman, Moral, dan Etika," pungkasnya.

Sementara Wakil Gubernur Sumsel Mawardi Yahya mengucapkan selamat atas pelantikan Bupati dan Wakil Bupati Ardani Ogan Ilir.

Ia berharap Bupati dan Wakil Bupati yang baru dapat membangun Ogan Ilir ke arah lebih baik dan mewujudkan janji-janji kampanyenya.

"Selamat atas jabatan yg diterima, mudah-mudahanan Bupati dan Wakil Bupati yang baru berumur 4 hari ini mampu membangun daerahnya dan mampu menggali potensi yg ada di Kabupaten Ogan Ilir, baik sumber daya alam maupun sumber daya manusia. Saya yakin Kabupaten Ogan Ilir akan bisa menjadi lebih maju dan sejahtera"pungkasnya.

Kapolres OI AKBP Yusantyo Sandy Lantik Iptu Iklil Alanuari Sebagai Kapolsek Pemulutan


OGAN ILIR, Duta Sumsel-  Iptu Iklil Alanuari Putra Pertama PJ Sekretaris Daerah Kabupaten Ogan Ilir H.Muhsin Abdullah dilantik sebagai Kapolsek Pemulutan  Ogan Ilir Sumatera Selatan oleh Kapolres AKBP Yusantyo Sandy hari ini Rabu (7/4/2021) bertempat di lapangan upacara Mapolres Ogan Ilir.


IPTU Iklil dipercaya Kapolda Sumsel untuk mengisi kekosongan jabatan setelah Kapolsek sebelumnya AKP Apriyadi meninggal dunia karena sakit beberapa waktu yang lalu.


IPTU Iklil sebelumnya menjabat Ps Panit 2 Unit 1 Subdit 2 DIT Reskrimum Polda Sumsel.



Dalam pengarahannya Kapolres AKBP Yusantiyo Sandy mengatakan, agar Kapolsek yang baru IPTU Iklil Alanuari harus segera melakukan penyesuaian diri dengan mempelajari lingkungan tempat bertugas, personel dan mulailah bekerja dengan baik untuk menjaga kantibmas khususnya diwilayahnya umumnya di kabupaten ogan ilir.


"Segera lakukan penyesuaian diri, kenali lingkungan, kenali personel agar ketertiban dan keamanan masyarakat dapat terjaga," kata AKBP Yusantiyo


Ditambahkan Yusantiyo, mutasi dilingkungan kepolisian adalah hal biasa untuk pengembangan roda organisasi dan karir personel.


"Pergantian jabatan atau mutasi merupakan hal yang biasa, tujuannya untuk memelihara keberlangsungan estafet kepemimpinan dan juga menjadi langkah pembinaan karir bagi anggota ” ujar Yusantiyo.



Sementara ayahanda IPTU Iklil yang juga PJ Sekda Ogan Ilir Muhsin Abdullah, ketika dimintai komentarnya tentang pelantikan putranya hanya berpesan singkat supaya Iklil bekerja dengan baik dan profesional.


"Pesan saya bekerjalah dengan baik dan profesional," kata Muhsin Abdullah singkat. R316.(Rilis SMSI OI)

Meningkatkan Sumber Daya Manusia Bupati Melepas 256 Peserta Pelatihan


BANYUASIN,Duta Sumsel- Bupati Kabupaten Banyuasin melapas 256 Peserta Pelatihan Berbasis Kompetensi Program Peningkatan Kompetensi Tenaga Kerja dan ProduktivitasTahun Anggran 2021,

di UPTD Balai Latihan Kerja Kabupaten Banyuasin Jalan Lingkar Banyuasin KM. 48,5 Kelurahan kedondong Raye Kecamatan Banyuasin III Pangkalan Balai.


Menurut Bupati Banyuasin Program Peningkatan Kompetensi Tenaga Kerja dan Produktivitas melalui Kegiatan Pelatihan Berbasis Kompetensi seperti ini menjadi salah satu strategi yang diharapkan dapat mengantisipasi sekaligus mengatasi terus bertambahnya angka kemiskinan dan pengangguran."terangnya".


Pemkab Banyuasin  menyadari tuntutan kualitas tenaga kerja makin hari makin meningkat, tuntunan mutu yang kian menjadi sorotan dalamdunia usaha. Persaingan yang semakin besar membutuhkan tenaga kerja yang siap pakai.


Oleh karena itu dengan dilaksanakannya Pelatihan Berbasis Kompetensi ini diharapkan mampu memenuhi tuntutan tersebut meski secara kualitas dan kuantitas masih perlu pembinaan lebih lanjut.


Askolani juga mengatakan Pelatihan Berbasis Kompetensi ditopang oleh tiga pilar utama. Pertama, untuk membangun SDM unggul berbasis kompetensi diperlukan Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI).


Kedua, Pelatihan Berbasis Kompetensi (PBK) yang menitikberatkan pada penguasaan kemampuan kerja yang mencakup Pengetahuan, Keterampilan,dan Sertifikasi.


Sertifikasi Kompetensi yang dilakukan secara sistematis dan obyektif melalui uji kompetensi sesuai standar kompetensi, dan dilaksanakan oleh lembaga yang memiliki otoritasseperti Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP), kata Askolani


Askolani juga menghimbau kepada seluruh peserta pelatihan agar hendaknya ilmu dan keterampilan yang telah diperoleh dapat di aplikasikan sehingga menjadi lebih bermanfaat dan berdaya guna.


Saya yakin dan percaya bahwa dengan mendapat pelatihan ini, saudara nantinya akan dapat menjadi orang yang sukses,


”Marilah secara bersama-sama kita bahu membahu, membulatkan tekad menuju Banyuasin Bangkit dengan meningkatkan kompetensi tenaga kerja di Bumi Sedulang Setudungini,”


“sehingga mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat, dan meningkatkan daya saing Sumber Daya Manusia yang ada di Kabupatenkita ini kata Askolani


Sementara itu kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi H Noor Yosept  Zaath ST, MT mengatakan


Tuntutandunia kerjadan industri adalah tersedianya sumber daya manusia yang kompeten dan berkualitas. Peningkatan SDM manusia yangdilakukan secara komprehensif meliputi knowledge (pengetahuan), skill (ketrampilan), dan attitude (sikap).


Ke tiga ranah ini akan menjadi indikator keberhasilan dalam proses pengembangan sumber daya manusia yang diwujudkan dalam bentuk pendidikan dan pelatihan yang terprogram dan berkesinambungan.


Dalam mewujudkan Visi & Misi Bupati/Wakil Bupati Banyuasin diantaranya “Meningkatkan Sumber Daya Manusia Melalui Pendidikan dan Kesehatan Yang Berkualitas”,


Noor Yosept  juga mengatakan khususnya bagi para pencari kerja yang akan menempati kualifikasi jabatan tertentu di dunia industri,


maka Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi melalui UPTD BLK Banyuasin mengambil peranan sebagai salah satu balai latihan yang menyelenggarakan berbagai macam program Pelatihan Berbasis Kompetensi.



Sementara itu mengenai Instruktur menurut  Noor itu berasal, berasal dari Instrukur PNS dan Non PNS di lingkunagn UPTD Balai Latihan Kerja Kabupaten Banyuasindan Instruktur Lembaga Pelatihan Kerja Swasta binaan Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Banyuasin.


Sehingga tujuan terciptanya sumber daya manusia yang professional dan kompeten dibidangnya. sesuai dengan tuntutan para penyedia lapangan kerja dapat kita penuhi


Kepala dinas Depnakertrans juga mengatakan pada tahun 2020, Balai Latihan Kerja Kabupaten Banyuasin telah menyelesaikan tugas pelaksanaan Pelatihan Berbasis Kompeten sebanyak 15 paket pelatihan dengan lulusan sebanyak 256 peserta yg siap memasuki dunia usaha dan dunia industri.


Penyerapan lulusan melalui Kegiatan Pamaren Pasar Kerja (Job Fair) sebanyak 61 orang yang tersebar di beberapa perusahaan dan 64 peserta membuka UMKM di bidang Jahit, Las, Otomotif, Salon dan Barber serta Make Up Artist.


80% peserta telah mengikuti program Kartu Prakerja dan 20% ikut Bantuan UMKM di Dinas Perdagangan, Industri dan UMKM Kabupaten Banyuasin Pada Program Kartu Prakerja oleh Pemerintah RI.


Alhamdulillah, Banyuasin mendapatkan kuota terbanyak ke 2 se-Sumsel sebanyak 17.123 peserta dari target yang kita usulkan sebanyak 7.882 orang, ujarnya (RilisSMSIBanyuasin)

Kejari Prabumulih Tetapkan 2 Tersangka Kasus Bantuan Kredit Modal Kerja PT KDI


PRABUMULIH,Duta Sumsel– Kejaksaan Negeri (Kejari) Prabumulih resmi menetapkan dua tersangka baru dalam kasus bantuan kredit modal kerja PT Khazanah Darussalam Indah (KDI), Selasa (6/4/2021)

Kedua tersangka tersebut masing-masing berinisial FD, yang merupakan seorang Account Officer (AO), pada salah satu Bank BUMN di Kota Prabumulih pada tahun 2017-2019. Tersangka selanjutnya, IH (inisial, red) yang diketahui sebagai Direktur pihak swasta yang mengajukan kredit pinjaman ke Bank BUMN dimaksud.

"Dari hasil penyelidikan, kami telah menggelar ekspose atau gelar perkara kasus bantuan kredit modal kerja PT KDI tersebut, kami dan tim jaksa penyidik telah sepakat untuk kasus ini kita tingkat dengan penetapan tersangka. Kedua tersangka tersebut berinisial FD dan IH," ungkap Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Topik Gunawan SH MH didampingi Kasi Pidsus Wan Susilo SHdan Kasi Intelijen Hendra Gunawan SH saat menggelar press release di Aula Kejari Prabumulih, siang tadi.

Kajari Prabumulih menyampaikan, bahwa pihaknya akan menjerat tersangka FD dan IH dengan Pasal 2 ayat 1 Jo Pasal 18 Undang-undang (UU) Nomor 20 Tahun 2021 tentang Perubahan atas UU RI Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Jo Pasal 55 ayat 1 tentang melakukan permufakatan tindak pidana korupsi dengan ancaman pidana paling singkat 4 tahun kurungan penjara.

Untuk proses penahanan keduanya lanjut Taufik, sementara ini belum dilakukan lantaran keduanya baru ditetapkan sebagai tersangka. Namun dalam waktu dekat, sambung dia, pemanggilan pertama terhadap FD dan IH statusnya sebagai tersangka akan segera dilakukan.

"Untuk pemanggilan mereka (tersangka FD dan HI) sebagai tersangka belum sama sekali kita lakukan. Tapi, jadwal pemanggilan keduanya akan segera kita lakukan," jelasnya.

Masih disampaikan Taufik, penyidik akan terus mengembangkan kasus korupsi bantuan kredit modal kerja konstruksi Bank BUMN kepada PT KDI yang terjadi secara berturut-turut selama dua tahun terhitung sejak 2017-2019 senilai Rp5,8 miliar ini akan terus dilakukan.

"Kedepan pengembangan kasus ini masih terus kita lakukan. Dan jika dalam hasil pemeriksaan dan penyidikan kasus ini nanti kita menemukan fakta-fakta baru, tidak menutup kemungkinan akan ada tersangka-tersangka baru lainnya. Kita tunggu saja nanti, mohon dukungannya juga rekan-rekan ya," tukasnya. (Rilis SMSI Prabumulih/*)

Ciptakan Barista Handal, Dinas Perindustrian Sumsel Gandeng Ekraf Kaya Rasa SMSI OKU Gelar Bimtek


OKUS, Duta Sumsel - Guna meningkatkan daya saing dan kualitas produk yang dihasilkan, kementrian Perindustrian melalui Dinas Perindustrian Provinsi Sumatera Selatan gandeng Ekraf Kaya Rasa SMSI OKU Selatan gelar Bimtek Barista Bagi IKM Kopi di Kabupaten OKU Selatan selama Tiga Hari yang dimulai dari Selasa  hingga Kamis 8 April 2021.


Kegiatan tersebut berlangsung di Rakopa Cafe atau Sekretariat bersama Ekraf Kaya Rasa SMSI OKU Selatan. Dan materi yang diberikan terutama menyangkut Roasting Coffee (proses sangrai kopi) yang merupakan proses utama karena akan menentukan cita rasa kopi yang dihasilkan.


“Kegairahan para konsumen atau penikmat kopi maupun kafe-kafe kopi saat ini patut disambut gembira. Namun, juga jadi tantangan bagi pelaku usaha alias produsen kopi khususnya IKM bagaimana bisa menyajikan kopi dengan cita rasa tinggi,” ujar Kasi Industri Kecil Menengah (IKM) Dinas Perindustrian Provinsi Sumsel, Drs. H, Harliman.


Untuk itu, pihaknya didukung oleh Kementerian Perindustrian dan Aneka Usaha Kemenkop dan Ekraf Kaya Rasa SMSI OKU Selatan mengambil inisiatif menggelar Bimtek yang intinya diarahkan untuk mempercepat peningkatan kualitas produk kopi dan difokuskan pada proses roasting coffee.


“Mengapa demikian? Karena proses ini sangat menentukan cita rasa kopi yang akan dinikmati konsumen. Dengan kalimat lain, tahapan ini merupakan proses yang sangat krusial dibanding dengan semua tahapan pengolahan kopi lainnya. Cita rasa kopi mampu divariasikan sesuai selera, tergantung pada bagaimana proses roasting ini dilakukan,” jelas Harliman.


Lebih lanjut Drs Harliman menjelaskan, pelaku usaha kopi dari kalangan IKM juga akan diperkenalkan dengan peralatan roasting oleh pihaknya. Sedangkan terkait peluang memasuki akses pasar lokal, domestik dan global akan dibantu, atau oleh praktisi coffee ranger.



Dalam konteks tersebut Dinas Perindustrian Provinsi Sumatera Selatan mengundang Duta Kopi Sumsel sebagai mitra kerja sekaligus menjadi narasumber sesuai keahlian di bidang masing-masing. Adapun narasumber atau instruktur tersebut yakni Ian Muhazan (Duta Kopi Sumsel) dan Bimtek ini diikuti 20 orang terdiri atas pengurus atau anggota IKM di OKU Selatan.


Sementara itu Rohman., M.pd, Ketua Ekraf Kaya Raya SMSI OKU Selatan mengatakan adanya Bimtek ini merupakan salah satu cara pengembangan IKM, untuk peningkatan daya saing produk IKM, agar tumbuh menjadi usaha yang berkelanjutan dengan skala yang lebih besar, “naik kelas” (scaling up), demi mendukung kemandirian perekonomian nasional dan daerah, serta arah strategi memperkuat keberadaan dan posisi IKM, baik di kancah lokal, nasional dan internasional.


Mengapa demikian, kata Rohman karena kenyataannya kini masih banyak IKM yang belum dapat tumbuh dan berkembang. Terutama permasalahan intern klasik yang tidak dapat diselesaikan kalangan IKM. 


"Kami masih memerlukan motivasi dan dukungan pemerintah pusat, provinsi, maupun daerah supaya dapat meningkatkan produktivitas usaha yang bersifat prospektif",jelasnya


Dikatakan Rohman, pihaknya melalui Ekraf Kaya Rasa SMSI OKU Selatan akan terus berupaya meningkatkan potensi kopi varietas yang sangat baik untuk mempercepat peningkatan kualitas produk kopi yang difokuskan pada roasting coffee. Mengingat proses ini sangat menentukan citarasa kopi yang akan dinikmati. 


"Saya dengar cita rasa kopi mampu divariasikan sesuai selera, tergantung bagaimana proses roasting ini dilakukan,” ujarnya.


Hal senda juga disampaikan Ketua SMSI OKU Selatan, Sri Fitriyana, yang mengatakan, kegiatan bimtek tersebut difokuskan untuk menganalisa manfaat keberadaan energi terkait pengembangan usaha, memberikan kemampuan merancang, melaksanakan dan mengelola, usaha produktif, memahami kewirausahaan dan operasionalisasi usaha produktif khususnya kopi dari sumber energi mikro hidro.


Lebih lanjut Sri mengatakan,  Seperti kita ketahui, beberapa waktu yang lalu Gubernur Sumatera Selatan H Herman Deru telah merilis Sistem Informasi Online IKM (Industri Kecil Menengah) Sumsel (Simfonis) di Griya Agung Palembang. 


Dikatakanya, Simfonis tersebut dinilai dapat menjadi wadah bagi pelaku Industri Kecil Menengah (IKM) di Sumsel.


"Apa yang digagas itu untuk mempermudah informasi bagi IKM, sehingga informasi yang diterima semakin cepat," jelasnya.


Menurutnya, informasi yang cepat merupakan syarat mutlak untuk keberlangsungan IKM. Di Simfonis, IKM dapat melihat informasi terkini terkait kualitas, kuantitas, termasuk harga terkini dari sebuah produk yang tengah dipasarkan.


"Saat ini pelaku usaha memang butuh informasi yang real time. Adanya Simfonis ini memberikan kemudahan bagi IKM untuk lebih mengembangkan usaha yang dirintis diantaranya dengan berbagi pengalaman dan wawasan karena dunia usaha itu tidak stagnan, selalu ada pembaharuan-pembaharuan" tuturnya. (RilisSMSIOKUSelatan)