NEWS

Slider

Wawako Prabumulih Serahkan Bantuan Kepada Korban Tenggelam


PRABUMULIH, DS - Keluarga Korban musibah tenggelam di Sungai Lematang Kelurahan Payuputat Kecamatan Prabumulih Barat Kota Prabumulih langsung mendapatkan bantuan dari Pemerintah Kota Prabumulih. Pemkot langsung sigap begitu mengetahui ada warganya yang terkena musibah.


Bantuan diserahkan langsung oleh Wakil Wali Kota Prabumulih, H.Andriansyah Fikri, SH Selasa (25/8/2020). 


Usai menyerahkan batuan, Wawako dua periode itu mengungkapkan bahwa, penyerahan bantuan dimaksudkan guna meringankan beban keluarga korban yang terkena musibah. 



"Semua orang tentu saja tidak berharap adanya kejadian musibah seperti ini. Apalagi dalam situasi pandemi Corona yang  masih terjadi saat ini, hampir semua lini usaha dan pendapatan terdampak. Namun begitu, musibah bisa datang kapan saja dan dimana saja dan mau tak mau kita sebagai mahluk biasa harus siap menerima semua musibah sebagai ujian dari Allah SWT, dan harus kita jadikan untuk lebih introspeksi diri," ujar mantan Ketua DPRD Kota Prabumulih itu.




Tidak hanya itu, Fikri sebelumnya juga menyerahkan bantuan kepada warga yang sedang melakukan pembangunan Masjid Baiturahim di Jalan Penanggungan Kelurahan Sukajadi, Kecamatan Prabumulih Timur.


Pada kesempatan itu juga, suami Hj Reni Indahyani SKM MKes di masa pandemik Covid-19 menghimbau warga untuk mematuhi protokol kesehatan. Tidak cukup sampai disitu, Politisi PDI Perjuangan ini juga didaulat meletakan batu pertama pembangunan masjid tersebut.


“Kalau warga menyerah, Pemkot siap mengambil alih pembangunan,” kata dia.


Disamping meresmikan pembangunan Masjid, Fikri juga menyempatkan diri menyerap aspirasi masyarakat di sela-sela peletakan batu pertama tersebut. Dalam kesempatan tersebut, orang nomor dua di Kota Prabumulih itu banyak mendapat keluhan warga untuk segera direalisasikan pemerintah Berupa pembangunan jalan, jembatan, pemasangan lampu jalan, dan lainnya.


“Termasuk, usulan warga untuk dibangunkan bedah rumah sudah kita fasilitasi melalui Baznas,” tutup Fikri.

KPK Desak Pemkot Prabumulih Percepat Proses Sertifikasi Aset Daerah

 


PRABUMULIH, DS - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menekankan seluruh Pemerintah Daerah (Pemda) di Sumsel untuk mempercepat proses pendataan dan sertifikasi aset daerah dan memonitoring seluruh sertifikasi milik Pemerintah di Provinsi Sumatera Selatan.


Hal ini disampaikan oleh Koordinator Wilayah II KPK Asep Rahmat Suwanda saat  Rapat Koordinasi Penanganan Permasalahan Barang Milik Daerah (BMD) dan Tunggakan Pajak/Retribusi Pemda Sumsel yang difasilitasi oleh Pemprov Sumsel bersama Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melalui Video Confress secara Virtual. 


Rapat sendiri untuk Kota Prabumulih dihadiri oleh Walikota Prabumulih yang diwakili oleh Sekretaris Daerah Kota Prabumulih H. Elman, ST dan dihadiri oleh Kepala SKPD terkait di Ruang Rapat Pemkot Prabumulih, Selasa (25/8/2020).


Dalam rapat tersebut fokus membahas penertiban Barang Milik Daerah dan permasalahan-permasalahannya, serta percepatan Penerimaan Pajak/Retribusi di Pemda se-Sumatera Selatan dengan tujuan menyamakan persepsi untuk mengatasi permasalahan tersebut secara bersama.


Rapat tersebut dibuka oleh Inspektorat Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan Bambang Wirawan yang menghadirkan Koordinator Wilayah II KPK Asep Rahmat Suwandha sebagai narasumber.


Koordinator Wilayah II KPK Asep Rahmat Suwanda menyampaikan bahwa KPK menekankan agar Pemda mempercepat proses pendataan dan sertifikasi aset daerah dan memonitoring seluruh sertifikasi yang ada di Provinsi Sumatera Selatan.


“Percepatan sertifikasi Aset Milik Daerah dapat membantu semua daerah mengamankan aset milik daerah, hal tersebut untuk menghindari berpindah tangannya aset karena tidak memiliki legalitas,” jelasnya.


Terkait piutang pajak/ retribusi di Provinsi Sumatera Selatan, Asep mengatakan bahwa pemda harus menyusun langkah-langkah strategis untuk mengatasi hambatan dalam penerimaan pajak/ retribusi agar penerimaan pajak/ retribusi di Sumsel dapat dimaksimalkan.


“Silahkan pemda berkonsultasi kepada Kejaksaan terkait langkah-langkah yang perlu diambil,” ungkapnya.


Inspektur Inspektorat Provinsi Sumsel Bambang Wirawan menyampaikan bahwa penyatuan persepsi seluruh pihak terkait diperlukan agar semua permasalahan dapat diatasi dengan baik.


“Terima kasih kepada KPK, Kejati Sumsel, BPN, Pemda se-Sumsel serta Kejari se-Sumsel yang telah mengikuti rakor ini, kami harapkan setelah adanya rakor ini kita bisa menyamakan persepsi untuk mengatasi permasalahan terkait BMD dan pajak/retribusi yang ada di Sumatera Selatan,” tutupnya


Giatkan Konten Youtube Agar Siswa SMAN 1 Merbar Tidak Bosan Belajar Dirumah


LAHAT,DS - Berbagai upaya yang dilakukan Guru SMA Negeri 1 Merapi Barat agar siswanya tidak bosan belajar dirumah disaat mewabahnya Pandemi Global Covid-19 yang sudah hampir 5 bulan Sekolah dilarang tatap muka.


Repiandi MPd selaku Waka Kesiswaan mewakili Kepala Sekolah Drs Tarmizi  menyampaikan uneg- unegnya kepada Awak Media diruang kerjanya 25/8, menurut Repi salah satu kegiatan siswa selain belajar jarak jauh. Juga siswa dianjurkan membuat Konten Youtube yang bersifat positif dan membangun.


Konten harus berkwalitas sebagai contoh pada peringatan  Tujuh  Belasan kemaren diatakan lomba Konten Youtube" ujar Waka. Animo siswa terhadap konten tersebut  tingg, i sudah 20 konten yang ada di Sekolah Merapi Barat. Namun  kita menghadapi berbagai kendala yang dihadapi siswa masih punya hp ram tinggi masih sedikit. Kamera digital baru satu dua, dan perlengkapan lainnya harus diperhatikan demi totalitas Youtobe kita  ujar Repiandi MPd selaku Waka Kesiswaan


Lanjut  Repi nantinya kita berkolaborasi dengan Alumni SMA kita Lizi Alias Ibungan Kembuay yang mulai dikenal warganet saat ini diharapkan adik- adinya yang masih belajar tuk mengikuti jejak kakaknya tandas Repi ( Novita/ Idham)

Truk Warga Jerambah Besi Pali Raib dari Garasi

 


PALI, DS - Warga Desa Persiapan jerambah besi kecamatan talang ubi kabupaten penukal  abab lematang ilir (PALI)  medadak heboh lantaran salah satu warga bernama Bari kehilangan Mobil Truk berjenis Mitsubishi Colt Diesel BG 8831 AJ dari garasi rumah milknya, Rabu dini hari tadi (26/08/2020) sekitar pukul 02.10 WIB.


 

Menurut keterangan tetangga korban, Maryadi (46) menjelaskan bahwa awalnya  pada selasa malam pukul 01 wib sudah curiga dan agak anek karna ada motor jenis bebek tidak ada lampu modar mandir didepan rumah korban. 


 


"Kami sudah ada rasa curiga pada malam itu, sebab saat pukul 01 tengah malam  ada motor bebek yang bolak balik di depan rumah saudara Bari pemilik mobil itu, nah setelah kira -kira  satu jam kemudian mobil itu keluar dari garasi rumahnya Bari, namun kami sebagai tetangga tidak langsung respon bakalan adanya pencurian mobil ini ,kami pikir pemiliknya sendiri yang mengeluarkan Mobil" terang Maryadi.



 Informasi yang dapat dihimpun Posmetro (Duta Sumsel Grup) melalui  Istri Korban, sebelumnya keluargnya baru pulang dari rumah orang tuanya desa Air Itam yang lagi dilanda musibah kebakaran selasa kemarin. 


" Jadi memang kondisi badan masih kecapekan malam itu dan mungkin juga terlalu lelap tidur. Dak taunya kejadian ini ada yang mengamati  untuk memanfaatkan situasi" ujarnya.



Tidak lupa ia berharap bagi warga yang melihat kenderaan tersebut bisa langsung mengubungi pihak kepolisian. "Kepada warga yang merasa mlihat kenderaan tersebut sebagaiman foto yang terlampir di atas dapat menghubungi pihak kepolisian terdekat" ujarnya.


Dikatakan, saat ini Pihak keluarga telah melaporkan peristiwa pencurian yang dialami ke polsek talang ubi. (db)

Desa Telatang Gelar Pertemuan Kampung KB Bulanan.


LAHAT,DS -Desa Telatang terpilih sebagai  Kampung KB mewakili Merapi.Barat bersama  Desa Karang Rejo untuk itulah setiap 2 kali sebulan mengadakan pertemuan rutin yang membahas kesehatan  bersifat Edukasi,  namun  tidak mesti masalah Reproduksi semata,  kalau tidak adanya Wabah Pandemi Covid- 19 pertemuan ini dilaksanakan 2 kali dalam sebulan. Namun saat ini semenja k Covid digelar baru 2 kali pertemuan .seperti membuat pernik suvenir. " ujar Hedi Marlian selaku.Kades Telatang mengawali pertemuan rutin  bulanan Kampung KB 


Bertempat di Balai Desa Telatang 25/8, pertemuan ini dhadiri  Camat Merapi Barat Sumarno SE, MSi, Ketua TPKK Desa Telatang Ny Agnes Deltaria  Hedi,  Narasumber dari BKKN, Ny Harmawati Koordinator  KB untuk Merapi Barat serta Kader KB Se- Merapi Barat.


Sementara itu Meliana Amd- Keb KUPT Puskesmas Merapi II pada sambutannya mengatakan " Ketahan keluarga berbasis kelompok Tribina, tuk hari ini kita membahas Protokol Kesehatan di kehidupan New Normal .


Hal senada dikatakan Sumarno SE, MSi selaku Camat Merapi Barat beliau berharap kreativitas dari kegiatan Kampung KB yang tidak mesti mengurusi Reproduksi semata, Apresiasi kepada Kader yang telah melaksanakan kerjanya" pungkas Camat.

Korban Kebakaran Ulak Embacang Dapat Bantuan Uang Tunai Hingga Sembako


MUBA,DS - Kebakaran hebat yang melanda 4 rumah di Dusun 2 Desa Ulak Embacang Kecamatan Sanga Desa mengharuskan sebanyak 5 KK kehilangan tempat tinggal dan terpaksa mengungsi ke daerah sekitar 


Akibat insiden yang terjadi Selasa (25/8/2020) sekitar pukul 13.00 WIB tersebut sebanyak 4 rumah mengalami kerugian ditaksir mencapai Rp500 jutaan ungkap Camat Sanga Desa Hendrik SH.

Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin melaui Baznas Muba langsung menyambangi korban kebakaran dan menyalurkan bantuan.

"Alhamdulillah hari ini sesuai instruksi pak Bupati, melalui Baznas Muba kami langsung menyalurkan bantuan berupa uang, sembako, dan perangkat alat sholat," ungkap Kepala Baznas Muba, Lukmanul Hakim. 

Bantuan dari Baznas Muba yang disalurkan kepada korban. "Semoga bantuan ini sedikit meringankan beban korban kebakaran di Ulak Embacang ini," harapnya.

Sementara itu, Bupati Muba Dr Dodi Reza Alex Noerdin Lic Econ MBA menyampaikan duka cita atas insiden kebakaran tersebut. "Semoga kesedihan ini tidak berlarut, kami dari Pemerintah akan berusaha meringankan beban korban kebakaran," ucapnya.

Dodi mengingatkan, di musim kemarau ini agar warga tetap berhati-hati dan mengecek seluruh perangkat rumah sebelum bepergian.

"Pastikan kompor tidak menyala sebelum meninggalkan rumah, cek selalu arus listrik untuk meminimalisir terjadinya korsleting," tandasnya.(hsril

Dinas Perikanan Muba Beri Sosialisasi dan Edukasi Bahaya Destruktif Fishing

MUBA,DS.COM - Dinas Perikanan Kabupaten Musi Banyuasin menggelar webinar tentang peran Pemkab Muba dan masyarakat sebagai pengawas perikanan dalam menurunkan tingkat destruktif fishing.


Destruktif fishing merupakan kegiatan penangkapan ikan yang ilegal dan merusak ekosistem perairan. Penangkapan ikan itu dilakukan dengan menggunakan alat setrum, bom ikan, hingga racun atau zat kimia.

Plt Kepala Dinas Perikanan Muba, Hendra Tris Tomy, mengatakan, di Kabupaten Muba terdapat 5 sungai dan 25 anak sungai yang tersebar di setiap kecamatan. Dimana terdapat kebiasaan atau perilaku sejumlah masyarakat yang menangkap ikan secara merusak.

"Destruktif fishing itu memiliki dampak buruk, yakni kematian ikan dan semua biota air dilokasi tersebut, merusak habitat dan ekosistem perairan, membahayakan kesehatan masyarakat yang mengkonsumsi ikan, dan populasi ikan menurun," ujar dia, Selasa (25/8/2020).

Dikatakan Tomy, terdapat beberapa penyebab yang membuat destruktif fishing hingga kini masih terjadi, diantaranya permintaan pasar, kurangnya kesadaran masyarakat terhadap kelestarian, kurangnya kesadaran dari dampak bom dan zat kimia beracun bagi kehidupan, masih kurangnya pengawasan, bahan baku atau racun mudah di dapat, dan adanya kebiasaan atau tradisi.

"Strategi yang dapat digunakan untuk menangani destruktif fishing itu dengan cara meningkatkan kesadaran masyarakat melalui sosialisasi tentang dampak buruk destruktif fishing, meningkatkan ekonomi nelayan, dan penguatan kelompok masyarakat pengawas (Pokwasmas)," kata dia.

"Lalu, kerjasama instansi terkait secara terpadu antara kepolisian, Dinas Perikanan Muba, Dinas Kelautan dan Perikanan Muba, Satuan Pengawas Sumberdaya Kelautan dan Perikanan (Satwas SDKP) Palembang, dan Pokwasmas. Serta dilakukan restocking yakni kegiatan penebaran benih ikan dinperairan umum daratan (sungai dan danau)," sambung dia.

Lebih lanjut Tomy mengatakan, kegiatan destruktif fishing telah jelas dilarang dalam UU. No 31 tahun 2004 tentang Perikanan sebagaiman telah diubah dengan UU No. 45 tahun 2009. "Di Bab II itu jelas diatur alat- alat atau bahan yang dilarang untuk digunakan, baik itu alat yang menghasilkan listrik, bahan peledak, maupun bahan beracun," tegas dia.

Sementara, Kapolres Muba AKBP Erlin Tangjaya, melalui Kasat Reskrim AKP Deli Haris yang diwakili Kanit Lidik II Pidsus Satreskrim Polres Muba, Iptu Rusli, mengatakan, destruktif fishing merupakan mal praktek dalam penangkapan ikan tanpa memperhatikan dampak terhadap lingkungan.

Dikatakan Rusli, kegiatan destruktif fishing sendiri dianggap suatu kebiasaan oleh masyarakat, hal itu harus diberikan pengertian agar tidak dilakukan lagi dengan cara sosialisasi bahaya dari destruktif hukum. Baik bahaya terhadap lingkungan maupun dampak hukum bagi pelaku.

"Kami sering melakukan penindakan terhadap pelaku destruktif fishing ini bahkan ada yang sampai disidangkan di Pengadilan. Pada 2017 itu ada 1 kasus, 2018 ada 1 kasus, dan 2019 ada 1 kasus. Jangan sampai tahun ini (2020) ada warga yang terjerat hukum karena destruktif fishing," tandas dia.

Webinar yang diikuti seluruh kecamatan di Muba itu menghadirkan narasumber Plt Kadis Perikanan Muba Hendra Tris Tomy, Kabid PRL PUD PSDKP Provinsi Sumsel Aris Irawan Wahyu, Kanit Lidik II Pidsus Satreskrim Polres Muba Iptu Rusli, Koordinator Satwas SDKP-KKP RI Maputra Prasetyo. Dengan Opening Speech Sekda Muba Drs Apriyadi dan Moderator Kabid DSP Diskan Muba Eka Purnama Sari.(hsril)

DRA Sambut Kunjungan Kerja Pangdam II/Sriwijaya

Pangdam II/SWJ: Muba Punya Komitmen Besar Bangun Pedesaan

MUBA,DS - Bupati Musi Banyuasin Dr H Dodi Reza Alex Noerdin bersama Jajaran Forkopimda menyambut Kunjungan Kerja Pangdam II/Sriwijaya Mayjen TNI Agus Suhardi di Pendopoan Griya Bumi Serasan Sekate, Selasa (25/8/2020).

Dikatakan Pangdam II/Sriwijaya, tujuan utama dirinya mengunjungi Bumi Serasan Sekate ialah untuk mengecek kesatuannya yaitu Kodim 0401/Muba, sekaligus bersilaturahmi dengan Bupati Muba beserta Jajaran Forkopimda di Kabupaten Muba.

"Apapun itu program dari Bupati Muba, kami siap mendukung demi untuk mensejahterakan masyarakat. Kemudian juga saya berharap anggota dari kesatuan kami dapat menjadi penegak protokol kesehatan, membantu pemerintah untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19,"ucapnya.

Jenderal Bintang Dua ini juga menyampaikan, bahwa untuk Karhutlah sendiri sinergi dengan Bupati Muba  bahwa pencegahan lebih diutamakan. Belajar dari tahun sebelumnya, tentu sudah ditetapkan titik-titik wilayah api agar jangan sampai kejadian seperti tahun kemarin.

"Saya sudah sampaikan dengan Bupati, bahwasannya pencegahan disini kita utamakan, kita lakukan sosialisasi ke masyarakat jangan membuka lahan dengan membakar hutan. Saya juga apresiasi atas dukungan Pemkab Muba menganggarakan alokasi dana yang besar untuk program TMMD, dua tahun yang lalu Kabupaten Muba terbesar di wilayah sriwijaya, nah mudah-mudahan tahun akan datang dapat jadi contoh terbesar di Indonesia, demi kesejahteraan masyarakat,"bebernya

Sementara itu Bupati Muba mengucapkan terima kasih atas kunjungan Pangdam II/Sriwijaya ke Kabupaten Muba. Dirinya menyampaikan bahwa dari dulu hingga sekarang Pemkab Muba bersama Jajaran Forkopimda akan terus kompak, bersinergi untuk membangun Kabupaten Muba.

"Kami punya kekayaan SDA yang melimpah, baik itu di sektor gas, minyak dan perkebunan namun wilayah kami juga punya tantangan di musim kemarau biasanya terjadi Karhutlah, disini saya tegaskan saya tidak mau lagi biasanya, harus ada pencegahan lebih dini. Maka dari itu kami anggarkan alokasi dana lebih kurang 15 milyar untuk pencegahan dan pengendalian Karhutlah. Termasuk sarana dan prasarana serta biaya operasional TNI dan Polri dalam berjibaku di lapangan, sehingga bisa mengajak masyarakat jangan buka lahan dengan melakukan pembakaran,"pungkas Dodi.

Dodi juga menyampaikan, di tahun 2021 mendatang melalui program TMMD, Pemkab Muba akan mengalokasikan anggaran yang cukup besar untuk pembangunan infrastruktur di daerah pelosok dan pedalaman dalam Kabupaten Muba.

"Kalau dua tahun lalu program TMMD di kita terbesar di wilayah Kodam II Sriwijaya, tahun depan InshaAllah kita terbesar di Indonesia, karena kami yakin dengan melibatkan TNI dan aparat desa serta rakyat setempat akan tercipta kemanunggalan masyarakat desa yang seutuhnya. Kami ingin mengajak persatuan NKRI untuk bersama Pemkab membangun desa dan masyarakatnya, memperkuat ketahanan ideologi, bukan hanya pembangunn fisik tapi juga pembangunan ideologi,"ucapnya.

Pada kesempatan tersebut turut hadir Danrem 044/Gapo Brigjen TNI Jauhari Agus Suraji SIP SSos, Kapok Sahli Pangdam II/Sriwijaya Brigjen TNI Puji Cahyono SIP, Aspers Kasdam Ii/Sriwijaya Kol inf Efdal Nazra dan rombongan lainnya.
Kemudian dari Forkopimda hadir Dandim 0401 Muba Letkol ARH Faris Kurniawan SST MT, Kapolres Muba AKBP Erlin Tangjaya SIK, Kajari Muba Suyanto SH MH, Ketua Pengadilan Agama Sekayu Korik Agustian SAg MAg, Wakil Ketua Pengadilan Negeri Sekayu Iriati Khoirul Ummah SH dan Sekretaris Daerah Kabupaten Muba Drs H Apriyadi MSi.(hsril)

SMAN 4 Wakili Lahat Bimtek Renovasi Bangunan Kemendikbud RI

CIBUBUR, DS - SMAN 4 Lahat menjadi salah satu sekolah yang terpilih oleh Kementerian RI untuk mengikuti Bimbingan teknis review proposal bantuan pemerintah (bantah) renovasi bangunan tahap 2 Direktorat SMA tahun anggaran 2020 di Cibubur Jawa Barat.


Tercatat, 57 Sekolah dari 21 Provinsi dilibatkan dalam Bimtek yang dibuka secara resmi oleh Direktur SMA, Dirjen Pendidikan PAUD, Diksar, dan Dikmen Kemendikbud, Drs. Purwadi Sutanto, M.Si. Diikuti oleh 57 orang Kepala Sekolah SMA, Konsultan teknis dan Kabid PSMA Dinas Pendidikan Provinsi dari 21 Provinsi se-Indonesia. 


Peserta yang terpilih diambil dari data dapodik dan vidcon yang berlansung pada  kamis (13/08/2020). Data yang dapat dihimpun Duta Sumsel, Kegiatan bimtek renov tahap 2 ini dimulai tanggal 24-26 Agustus 2020 Bertempat di Avenzel Hotel dan Convention Cibubur, Jalan Raya Kranggan, Pondok Gede, Kec. Jatisampurna, Kota Bekasi, jawa Barat.


Dalam sambutannya Purwadi menyampaikan bahwa bagi sekolah yang melaksanakan pembelajaran tatap muka sesuai dengan ketentuan SKB 4 Menteri diserahkan kepada Pimpinan daerah, baik Gubernur maupun Bupati/Walikota. Berdasarkan edaran SKB 4 Menteri tersebut telah dibolehkan relaksasi dari zona hijau ke zona kuning. 


"Sudah bisa dilaksanakan dengan syarat harus mematuhi protokoler kesehatan, minimal PBM-nya baru bisa dilaksanakan 50%, wajib pakai masker, harus ada sanitasi di setiap kelas, tidak ada jam istirahat, kantin tidak boleh dibuka, pelaksanaan eskul harus secara daring jika ingin dilakukan. Senantiasa bekerjasama sengan puskesmas atau dinas kesehatan setempat untuk pemeriksaan kesehatan secara berkala. Dan yang paling penting adalah masing-masing sekolah wajib mengisi daftar periksa kesiapan sekolah dalam menyambut pembelajaran di era new normal" ungkap Purwadi.


Purwadi juga menambahkan bahwa guru-guru boleh menyederhanakan kurikulum agar sesuai dengan tuntutan lapangan, dan memakai KD esensial untuk diterapkan. Namun begitu kata dia, sebaiknya jika bisa mengikuti kurikulum yang berlaku yaitu kurikulum 2013.


"Bimbingan teknis ini merupakan satu rangkaian kegiatan dalam rangka penyaluran dana bantuan Pemerintah Direktorat SMA tahun anggaran 2020, mulai dari daftar usulan sekolah dari dinas pendidikan provinsi, proposal usulan sekolah, seleksi dan validasi data dapodik, verifikasi data ataupun verifikasi lapangan ataupun secara virtual melalui video conference, bimbingan teknis proposal, penyaluran dana pemerintah dan supervisi maupun monitoring pelaksanaan program bantuan pemerintah" ujar Purwadi.


Sementara pelaksanaan kegiatannya yang tercantum dalam buku panduan pelaksanaan dan materi kegitan melibatkan unsur pusat, provinsi, dan sekolah sebagai pengelola bantuan pemerintah; yaitu perencanaan, pelaksanaan dan pengawasan. Tujuan umum bimtek ini adalah terwujudnya koordinasi dan tersosialisasinya pembagian tugas kepada semua pihak dalam rangka terciptanya akuntabilitas pengelolaan dana bantah agar tepat waktu, tepat sasaran dan sesuai dengan peraturan yang berlaku.


Materi pertama tentang pengelolaan dan pengawasan Banper Renovasi Bangunan di isi oleh Subiyantoro, SH, M.Si Inspektur II, Inspektorat Jenderal Kemdikbud. Menurutnya, bantah renov akan dilaksanakan selama 90 hari. Untuk itu ia mengingatkan seluruh kepala sekolah harus mampu mengidentifikasi resiko dan menyiapkan mitigasinya. Terakhir, Subiyantoro mengharapkan setelah bimtek kedepan tidak terjadi temuan permasalahan dilapangan "Setelah Bimtek ini, diharapkan kinerja dan pelaksanaan dilapangan tidak terjadi temuan temuan yang tidak masuk akal. Maka dari itu sesuaikanlah perencanaan bangun yang akan direnovasi dengan realisasi pengerjaannya dilapangan" pungkasnya. (nid)

Telan Anggaran Rp.20 M, Jembatan Mulak Diharapkan Jadi Penggerak Pertumbuhan Ekonomi

LAHAT, DS - Infrastruktur pada dasarnya bertujuan menggairahkan kegiatan ekonomi dan masyarakat. Bentuk infrastruktur yang tergolong paling penting ialah yang menghubungkan atau mendukung konektivitas antar daerah. Dengan jalan, jembatan, bandara, serta pelabuhan, arus barang dan manusia bisa mengalir dari satu daerah ke daerah lain. 


Arus yang lancar dan berbiaya rendah akan menekan harga produk sehingga pembelian meningkat. Hal ini menjadi pertimbangan dasar Pemerintah Daerah Kabupaten Lahat untuk terus mengejar ketertinggalan daerah mewujudakn masyarakat yang sejahtera melalui akses perekonomian dan pembangunan yang merata.



Yang terbaru, Pemerintah Provinsi Sumsel melalui Dinas Pekerjaan umum tengah mengalokasikan anggaran sebesar Rp. 20 Miliar untuk pembangunan Jembatan Mulak di Desa Geramat Kecamatan Mulak Ulu Lahat. Jembatan ini menjadi akses jalur perekonomian satu-satunya lintas desa di Kecamatan Mulak Ulu.


Dengan dibangunnya Jembatan, kedepan Jembatan Mulak diharapkan dapat meningkatkan pertumbuhan ekonomi lokal dan regional di Sumatera Selatan. “Semakin terhubungnya Lintas Desa di Kecamatan Mulak Ulu maka semakin cepat meningkatkan pertumbuhan ekonomi kawasan karena di sekitarnya terdapat perkebunan warga seperti sawit, karet dan pertambangan. Sehingga mempercepat transportasi logistik” ujar Bupati Lahat Cik Ujang dalam suatu kesempatan beberapa waktu lalu.


Pantauan Duta Sumsel di lapangan Sebulan terkahir, progres pembangunan Jembatan Mulak sepanjang 80 meter itu sudah mencapai 20 persen tahap pembangunan. Dimana pembersihan lahan dan pemasangan pondasi bangunan terus digenjot untuk mempercepat pekerjaan agar rampung sesuai batas waktu kontrak kerja.


Proses pengerjaan sendiri di lapangan tampak lancar tanpa kendala yang berarti. Pasalnya proyek pembanguanan Jembatan Mulak ini sangat diharapkan warga sekitar sebagai akses perekonomian dari dan menuju desa sekitar. 



Kepala Desa Geramat Sapuan yang disambangi Duta Sumsel mengungkapkan salah satu keluhan warga Desa saat ini sudah terealisasi yakni Pembangunan Jembatan Mulak. "Terimakasih kepada Pemerintah Sumsel dan Pemkab Lahat yang telah merealisasikan Pembangunan Jembatan Mulak di Desa Geramat Mulak Ulu. Dengan tegaknya jembatan ini kedepan, mudah-mudahan dapat menjadi pendorong peningkatan ekonomi masyarakat desa" ujarnya.


Ia juga mengaku dalam proses pembangunan awal, dirinya menjadi corong yang menjembatani Pemerintah dan masyarakat terkait ganti rugi lahan yang terkena dampak pembangunan. "Alhamdulillah, proses claim lahan warga yang terkena dampak proyek sudah clear and clean. Sudah selesai dan semoga kedepan tidak ada masalah" paparnya.


Hal senada juga disampikan oleh warga sekitar. Kepada Duta Sumsel Wanto (45) mengatakan langkah Pemerintah untuk menyediakan infrastruk dasar di Mulak Ulu dinilai termasuk lamban. Sebab lanjutnya, Infrastruktur dasar bertujuan memenuhi unsur keadilan sosial melalui pemerataan pembangunan. 


"Sebenarnya terlambat, Sebab Infrastruktur dasar adalah hak warga yang bertujuan memenuhi keadilan sosial melalui pemerataan pembangunan. Namun begitu kita tetap mendukung. Biarlah terlambat daripada tidak sama sekali. Kedepan dengan adanya Jembatan Mulak tentu saja akses perekonomian kecamatan akan semakin membaik. Arus lalulintas barang akan semakin mudah masuk ke pedesaan" pungkasnya.