NEWS

Slider

SEBANYAK 1.465 KG BIBIT PADI DI BERIKAN GRATIS OLEH BUPATI OGAN ILIR

INDRALAYA.DS, --- Guna membantu dan meringankan para petani di Kecamatan Rantau Panjang dalam memproduksi padi di masa pandemi Covid-19 ini, Pemda Ogan Ilir bersama  Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Ogan Ilir menyerahkan bantuan benih (bibit) padi secara gratis kepada para petani sebanyak Satu Ton Empat RatusEnam Puluh Lima Kilo Gram( 1.465)di Kecamatan Rantau Panjang Kabupaten Ogan Ilir Rabu,27/5/20.

Penyerahan bantuan bibit padi ini diserahkan langsung Bupati Ogan Ilir HM.Ilyas Panji Alam,SE,SH,MM di dampingi Kepala Inspektorat, Kadin Pertanian dan Ketahanan Pangan,Camat Rantau Panjang, Para Kepala Desa Sekecamatan Rantau Panjang, Ketua Kelompok Tani Kecamatan Rantau Panjang secara simbolis kepada perwakilan petani di Kecamatan Rantau Panjang.
Dalam menghadapi pandemi Covid-19 ini sangat diperlukan penguatan ketahan pangan, sehingga pemerintah kabupaten Ogan Ilir berupaya membantu meringankan beban para petani untuk tetap bisa memproduksi padi dalam situasi seperti ini, dengan memberikan bantuan Bibit Padi, demikan disampaikan Bupati usai penyerahan bantuan.

“Kami sadar pemerintah kabupaten Ogan Ilir belum bisa memenuih semua kebutuhan pangan masyarakat, setidaknya ini bisa mengurangi beban petani dalam masa pandemi ini dalam produktivitas bertani. Yang mana sebenarnya petani ini yang paling aman dalam bekerja karena lahan yang luas dan cuma satu sampai tiga orang saja dibutuhkan saat menanam padi. Akan tetapi tetap harus menjaga diri dengan protokol kesehatan, dikarenakan kebanyakan para petani sudah berumur lanjut. Ya tetap harus menggunakan masker, cuci tangan dan jaga jarak saat beraktivitas baik disaat disawah maupun dirumah,” ujar Bupati.

Lebih lanjut, saat ini Transfotasi Pertanian merupakan program yang sangat baik dikarenakan Transportasi Pertanian di Kabupaten Ogan Ilir gagasan yang harus kita dukung untuk memajukan petani kita ke era modern. (Jen)

1 PDP Covid 19 di Muba Meninggal Dunia Dimakamkan Sesuai Protokol Covid-19

MUBA,DS. - Tim Gugus Tugas Covid-19 Kabupaten Musi Banyuasin (Muba) kembali mengkonfirmasi satu orang PDP-66 Covid-19 meninggal dunia, Rabu (27/5/2020) setelah mendapatkan perawatan di RSUD Sekayu sejak 23 Mei 2020 lalu. 

Hal ini diungkapkan Juru Bicara Gugus Tugas Covid-19 Muba, dr Povi Pada Indarta SP P. Ia mengatakan, PDP 66 tersebut dimakamkan sesuai protokol Covid-19 yang diminta pihak keluarga dimakamkan di Desa Simpang Sari Kecamatan Lawang Wetan. 

"Riwayat perjalanan dari Jambi, tiba di RSUD Sekayu dengan kondisi penurunan kesadaran pada 23 Mei lalu dan pada hari ini meninggal dunia," ungkap Juru Bicara Gugus Tugas Covid-19 Muba, dr Povi Pada Indarta SP P. 

Povi merinci data PDP, ODP, dan OTG di Muba yakni diantaranya PDP total 69 dalam Proses pengawasan 31,Selesai pengawasan 38, ODP total 329 dalam Proses pemantauan 29, Selesai pemantauan 297, OTG total 173 dalam Proses pemantauan 117, dan Selesai pemantauan 56. 

Kami juga mengucapkan belasungkawa kepada keluarga PDP 66. "Saya atas nama pribadi dan Pemkab Muba mengucapkan turut berduka cita, semoga keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan," ujar Povi 

Lanjut dr Povi , keluarga harus ihklas meski almarhum sampai saat ini belum dinyatakan positif Covid-19 karena masih menunggu hasil swab namun karena almarhum berstatus PDP jadi kita berdasarkan  protokol kesehatan dimakamkan mengikuti aturan tersebut terangnya.(hsm) 

Indonesia New Normal Segera Diterapkan, Muba Perkuat Lini Pelayanan dan Pencegahan

Di Zaman New Normal Life Diajarkan Hidup Disiplin dan Patuh Terhadap Protokol Kesehatan
MUBA,DS. - Rencana penerapan tatanan hidup baru alias new normal life sudah digaungkan pemerintah sejak beberapa pekan terakhir. Presiden Joko Widodo beberapa kali meminta masyarakat berdamai dengan virus corona selama vaksin dan obat belum ditemukan.

Disadari, pandemi coronavirus disease 2019 atau Covid-19 yang memaksa orang-orang berdiam diri di rumah membuat ekonomi melambat. Bahkan beberapa pelaku usaha, menghentikan total operasional mereka. Terkait hal ini Musi Banyuasin juga sudah melakukan realokasi aggaran dan refocusing. Menurut Sekda, Muba Apriyadi yang juga Ketua (TAPD) Tim Perencanaan Anggaran, Muba sudah memangkas 50% anggaran untuk dialihkan ke pencegahan, penanganan kesehatan dan dampak ekonomi masyarakat. Langkah realokasi dan refocusing APBD 2020 juga mengikuti amanat Pemerintah Pusat.

Demi memulihkan roda ekonomi agar berjalan normal, Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian sudah menyusun tahapan atau fase pembukaan kegiatan bisnis dan industri pasca-penyebaran pandemi Covid-19.

"Muba juga bagian Indonesia. Memang kini pemerintah pusat mengerahkan ratusan personal TNI/ Polri untuk mengawasi penerapan new normal life di 4 provinsi yang rencana akan dilakukan mulai 1 Juni. Alhamdulilah, Muba di Sumsel tidak termasuk dalam provinsi yang perlu dipantau Pusat. Namun perlu saya tegaskan, Muba kini terus berjibaku melakukan pemutusan mata  rantai penyebaran covid19. Kita sejak awal bergerak cepat," tegas Bupati Muba Dodi Reza Alex Noerdin, pada hari pertama kerja usai lebaran.

Dijelaskan Dodi, Pemkab Muba juga Gugus Tugas dengan melibatkan Forkopimda sejak awal melakukan gerakan Masker Muba.

"Kami sadar betul. Semua upaya mencegah dan melakukan pelayanan kesehatan serta mengatasi dampak ekonomi kita lakukan maksimal. Namun gerakan MaskerMuba yang sedari dini kita gaungkan adalah langkah tepat mencegah penularan. Masker bisa mencegah diri kita menularkan virus dan tertular virus. Di jaman new normal life kita harus makin disiplin. Benteng terdepan adalah pribadi kita, pribadi yang disiplin menjaga dan membudayakan gaya hidup sehat," Di Zaman New Normal Life Diajarkan Hidup Disiplin dan Patuh Terhadap Protokol Kesehatan agar bisa beradaptasi dengan covid 19 sehingga bisa menjaga diri dan terhindar dari dampak covid 19 yang fatal tekan Dodi.

Khusus persiapan lonjakan pasien pasca lebaran 1441H, orang nomor satu di Bumi Serasan Sekate ini telah memerintahkan agar Dinkes dan RSUD Sekayu bersiap. Kepala Dinas Kesehatan Muba, dr Azmi D, mengatakan pihaknya sudah mengambil sejumlah langkah.

"Kami melakukan penambahan sarana dan prasarana. Yakni penambahan tempat tidur sejumlah 60 buah. Diperuntukkan bagi RSUD Bayung Lencir dan RSUD Sungai Lilin," terang Azmi,
Menurutnya tak hanya penambahan tempat tidur di RSUD bayung Lencir dan RSUD Sungai lilin juga telah ditambah fasilitasi Rontgen Mobile dan ventilator. tetapi Muba berharap Dengan telah disiapkan 3 BSC di 3 RSUD diharapkan agar pihak kementrian kesehatan bisa bekerja sama menjadikan RSUD di kab Muba mandiri dalam pemeriksaan swap.

"Saat ini, sudah tersedia  Test Cepat Molekuler di 3 RS yang ada di Muba  dan  syarat utama yaitu Bio Safety Cabinet sdh kita adakan , Ini adalah semacam lemari tabung kedap udara untuk mengelola mengambil virus dari spesimen dan ditest  di alat TCM yang setara dengan PCR swab sehingga dalam waktu 2 sd 3 jam hasil konfirmasi positif atau negatif sdh di dapat.  Berikutnya kami juga sudah memesan rapid test antigen," kata Azmi.

Direktur RSUD Sekayu, dr Makson Parulian Purba, MARS juga telah bersiap diri. Saat ini telah dibangun rumah sakit darurat dan 4 Buah ruang isolasi dengan Sistem tata udara bertekanan negatif berstandar internasional , AC Daikin VRV
suply air dilengkapi  pre filter HEPA FIlter, medium disposibel filter.
Suply exosus fan dilengkapi dengan tower pembuangan standar Kemenkes.
Pada saluran pembuangan udara dilengkap juga dengan pre filter, medium filter, hefa filter mini plate jadi udara yg dibuang sudah aman dan bersih.
Menghasilkan tekan negatif pada ruangan pasien minimal -15 pa, toilet 30 pa. Sesuai standard Kemenkes tentang ruang isolasi.

Untuk fasilitas lainya sudah ditambahkan 56 bed pasien. Berupa 4 bed elektric  dan sisanya bed manual.

"Di rumah sakit darurat ada 32 tempat tidur dan sudah di siapkan cadangan 24 tempat tidur lagi sedangkan di Wisma Atlit untuk isolasi tenaga kesehatan RSUD Sekayu berupa 50 kamar dan  100 bed," . Jadi RSUD sekayu sangat siap dari segi sarana dan prasarana seta tenaga kesehatan apabila terjadi out break atau lonjakan kasus covid 19 di muba  beber Makson.(hsm)

Desa Suak Batok Mendapat Bantuan Bibit Padi Satu Ton Seratus Limah Puluh Kilo Dari Dinas Pertanian Dan Ketahanan Pangan Kabupaten Ogan Ilir

INDRALAYA.DS, -- Pemerintah Kabupaten Ogan Ilir bersama dengan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Ogan Ilir menyerahkan bantuan bibit padi untuk  kelompok tani (poktan) di Desa Suak Batok Kecamatan Indralaya Utara Kabupaten Ogan Ilir.

Penyerahan bibit padi untuk ketahanan pangan di Kabupaten Ogan Ilir tersebut diserahkan langsung oleh Bupati Ogan Ilir bersama penyerahan satu unit alat pertanian.

Bupati Ogan Ilir HM.Ilyas Panji Alam,SE,SH,MM di dampingi Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Ogan Ilir H. Hasnandar, Kepala Dinas PPKBP3AD Bustami,SKM serta Kepala OPD yang sempat hadir,Camat Indralaya Utara Zaidan Sukarno, Kepala Desa Suak Batok Azim Romli mengatakan, bantuan bibit padi tersebut merupakan kerjasama antara Dinas Pertaniaan dan Ketahanan Pangan yang menyerahkan sebanyak Satu ton Seratus Lima Puluh Kilo bibit padi jenis Ciherang.

“Bibit padi ini akan kita berikan kepada kelompok tani untuk puluhan kelompok tani di Kecamatan Indralaya Utara dalam wilayah Kabupaten Ogan Ilir,” ujar Bupati HM.Ilyas Panji Alam.

Disebutkan Bupati, bantuan bibit padi ini untuk mendorong program Presiden RI, dan Pemerintah Pusat dan juga Pemerintah Daerah terkait ketahanan pangan menghadapi wabah Covid-19.

“Masyarakat kita sangat membutuhkan bantuan bibit padi ini disela-sela penangana Covid -19,” kata Bupati OI.

Sementara itu, Kepala Desa Suak Batok Azim Romli dalam sambutanya mengatakan, pihaknya sangat mendukung program menanam untuk ketahanan pangan di Kabupaten Ogan Ilir akibat dampak dari Covid-19.

“Kita belum bisa memprediksi kapan Covid-19 ini akan berakhir, untuk itu kita harus mempersiapkan diri untuk menghadapi situasi terburuk. Dengan program menanam ini mudah-mudahan dapat mengantispasi hal-hal yang tidak kita harapkan,” ujar Azim.

Bupati juga menambahkan, bibit padi bantuan ini agar dapat dimanfaatkan oleh semua kelompok tani di Desa Suak Batok dengan baik.(Red) 

PJS Lawang Agung " Penyaringan BLT DD Tahun 2020 sudah 5 Kali Musdes, Baru Terealisasi"

LAHAT.DS,-- Melalui proses panjang sempat menggelar Muades hingga lima kali  berlangsung alot penyaringan dari
603 KK,  hingga akhirnya 154 KK di Desa Lawang Agung atau sering disebut Padang Kandis Kecamatan Mulak Ulu Kabupaten Lahat. Bantuan Lansung Tunai Dana Desa Tahun 2020 ( BLT DD) yang terdampak Covid-19 terealisasi pada Rabu 27 Mei 2020.
Hal ini dikatakan Dill.y selaku Penjabat Sementara Kades Lawang Agung kepada Awak Media disela pembagian BLT DD tahun 2020 di Balai Desa Lawang Agung, menurut Kades " Musdes  BLT DD melibatkan  BPD dan perangkat Desa LPM, LPMA,  sebenarnya masih 373 KK Misbar ( miskin baru) yang belum tersentuh bantuan lainnya" ujar Dili.

selain itu beliau berpesan kepada warga yang mendapat BLT DD manfaatkan dengan baik dan jangan memanasi yang tidak mendapat bantuan,  bagi yang belum mendapat bantuan Insya Allah kami usulkan melalui dana Misbar sebanyak 373 KK " tambah Kades.

Penyerahan BLT DD tahun 2020 dihadiri Camat Mulak Ulu Sumarno SE, MSI beserta Kasi Ekobang Omiati Amd beserta Staf,  Bhabinsa Rinaldo,  Bhabin Kamtibmas Aipda Thabrani, Ketua LPM, LPMA, Ketua BPD Gintan beserta perangkat Desa.

Sementara itu Sumarno SE, MSI selaku Camat Mulak Ulu " Sehubungan dengan Wabah Pandemi Covid-19, pembagian dana BLT DD seperti disampaikan Kades
bahwa dampak Virus menyebabkan dampak  perekonomian, untuk itulah gunakan dana BLT DD untuk kebutuhan sehari- hari." Imbuh Camat.

Selain itu Camat menghimbau untuk  selalu waspada penyebarannya,  tetap mencuci tangan demi terhindar dari Corona. Bagi pelaku pejalan untuk dikarantina mandiri selama 14 hari bila ada gejala sakit segera  datang ke Puskesmas. Apresiasi kepada Posko Gugus Tugas Covid-19 di Desa Lawang Agung yang begitu Antusias. " Pungkas Camat. (Nid)

Jual LPG 3 Kg Diatas HET, Disdagperin Muba Minta Pengecer Disanksi Tegas

Disdagperin Muba Lakukan Sidak ke Pangkalan Gas

MUBA,DS. - Langkanya penjualan gas 3 kilogram di Kabupaten Musi Banyuasin membuat sejumlah warga kebingungan, terlebih saat ini masyarakat sedang dihadapi dengan pandemi Covid-19. 

Belum lagi adanya ulah oknum pengecer yang menjual gas 3 kilogram diatas Harga Eceran Tertinggi (HET) membuat berang Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagperin) Muba. Mendapatkan informasi tersebut, Disdagperin yang dipimpin langsung Plt Kadisdagperin Azizah SSos MT bersama Tim, Senin (26/5/2020) melakukan sidak ke pangkalan-pangkalan penjualan gas. 

"Atas kejadian tersebut kami berkoordinasi dengan Tim Satgas Polres Muba untuk melakukan sidak dan mengupayakan tindakan tegas dengan memberikan rekomendasi kepada Agen dan PT Pertamina melalui Dinas Pertambangan Provinsi Sumatera Selatan agar memberikan sanksi tegas kepada agen/pangkalan yang nakal misalnya dengan pencabutan izin atau tidak diberikan perpanjangan izin," tegas azizah. 

Dikatakan, dari hasil pantauan langsung di lapangan juga diperoleh informasi yang sama bahwa pasokan dari pangkalan sangat terbatas dan kurang lancar. "Pada tingkatan pengecer harga terpantau antara Rp. 25.000 sd. Rp. 28.000," bebernya. 

Lanjutnya, pihaknya juga akan bekerjasama dengan Agen resmi untuk memperoleh akses informasi lokasi dan dokumen izin resmi pangkalan gas LPG 3 kg sehingga mempermudah pengawasan. "Kami juga menghimbau kepada pangkalan dan pengecer agar tidak menjual Gas LPG 3 kg di atas HET dan aturan yang berlaku," ungkapnya. 

Hasil pantauan di lapangan, pada Agen resmi distributor Gas LPG 3 kg di jalan lingkar Randik Sekayu atas nama PT. Dratama Mulia Abadi diperoleh informasi bahwa pasokan mingguan untuk wilayah Sekayu dan sekitarnya sebanyak 5.600 tabung yang disebar kepada 10 pangkalan. 

Setiap pasokan datang, menurut perwakilan PT. Dratama Mulia Abadi, Yusri tabung gas subsidi 3 kg langsung didistribusikan ke masing-masing pangkalan dengan jumlah yang sama yaitu 560 tabung per pangkalan. 

"Harga dipatok sesuai HET yaitu Rp. 18.000.- per tabung. Harga tersebut sudah termasuk biaya angkut sebesar Rp2000," terangnya.

Saat ditanya mengenai kelangkaah tabung gas 3 kg, dijelaskan oleh Yusri, memang untuk saat bulan puasa sampai menjelang Hari Raya Idul Fitri, tingkat permintaan di tiap pangkalan meningkat sedangkan pasokan dari Pertamina tidak ada penambahan. 

"Sudah sejak 2 minggu lalu pasokan dari Agen tersendat dan jumlahnya terbatas, sedangkan permintaan masyarakat meningkat cukup signifikan," jelasnya.(hsm) 

TIM BASARNAS DAN BPBD SELUSURI SUNGAI LEMATANG MENCARI KAKEK YANG JATUH DARI JEMBATAN GANTUNG

LAHAT.DS, --  Belum ketemunya Asmuda kakek berusia 60 tahun akibat terjatuh dari jembatan gantung Merapi. Barat Kampung 1 pagi ini Tim.  Basenas dan BPBD turun kelokasi melakukan pencarian disepanjang aliran sungai lematang.

Dimana kronologis kejadian berawal saat pulang dari kebun yang berlokasi diseberang sungai lematang sekira pukul. 17,20 Wib Asmuda berjalan kaki melewati jembatan gantung desa Merapi Kampung 1,seletelah melewati jembatan gantung sang kakek sadar Hp nya tertinggal dikebun. hingga ia berniat untuk mengambil Hp nya yang telah tertinggal.

Saat akan kembali meyeberang melewati jembatan gantung sempat dilarang oleh Ramdan seorang warga merapi kampung 1 mengingat angin berembus sangat kencang, namun kakek tetap nekat menyebrang kembali melewati jembatan gantung tiba ditengah- tengah jembatan angin kencang menerpa menghempas sang kakek beberapa kali dan akhirnya naas sang kakek jatuh kesungai lematang sekira pukul 17,30 wib dan sampai malam ini kekek atas nama Asmuda 60 Tahun belum diketemukan.

Info jatuhnya Asmuda seorang kakek 60 Tahun ini disampaikan Ferdi 40 tahun salah seorang warga Merapi Kampung 2 kepada awak media 26/5 ia megatakan kecelakaan ini telah dilaporkan kepada Kades dan Polsek Merapi sedang warga dua Kampung melakukan pencarian dan berjaga jaga disepanjang aliran sungai lematang desa. Banjar Sari,Desa Sirah Pulau, Desa Prabu Menang.

Kepala BPBD Drs.H Alia Pandi melalui Ananta ST megatakan 27/2 Laporan terjatuhnya Asmuda kakek berusia 60 tahun dari jembatan gantung Merapi Barat Kampung 1telah kami terima untuk itu hari ini gabungan dari Tim. Basenas dan BPBD melakukan pencarian sang kakek yang hanyut terbawa arus sungai lematang dan sampai berita ini diturunkan kakek malang berusia 60 tahun ini masih dalam pencarian. (Dni)

BUPATI OI KUNJUNGGI 4 KORBAN TENGELAM DI DESA TANJUNG ATAP

INDRALAYA.DS, -- Bupati Ogan Ilir HM. Ilyas Panji Alam SE,SH,MM didampingi perwakilan Kepala OPD Pemkab Ogan Ilir dan Kapolsek Tanjung Batu, di tengah wabah Covid-19 menyempatkan diri untuk mengunjungi dan memberikan bantuan kepada keluarga dari 4 korban meninggal dunia akibat musibah perahu tenggelam di Desa Tanjung Atap Kecamatan Tanjung Batu Kabupaten Ogan Ilir. 

Keempat korban yang tewas itu tercatat sebagai guru di Yayasan Ponpes Nurul Yakin di Kelurahan Tanjung Batu. Yaitu Wiwin (30),  Azan Purba (30) beralamat di Desa Tanjung Atap Barat, Rafikoh (36) warga Desa Tanjung Atap dan Deti (26) warga Kelurahan Tanjung Batu.

Disela itu, Bupati OI juga menyempatkan diri untuk memberikan Bantuan Sosial Program Rehabilitasi Sosial Lanjut Usia (Progres LU) kepada 2 warga lanjut usia. Selasa (26/05/2020) yang bertempat di Desa Pulau Negara Kecamatan Pemulutan Barat Kabupaten Ogan Ilir.

Dalam kesempatan ini, Bupati Ogan Ilir HM.Ilyas Panji Alam menyampaikan turut berbelasungkawa yang mendalam kepada keluarga dari 4 korban yang di tinggalkan, semoga tetap tabah menerima cobaan yang ada, begitu juga bagi warga yang sedang dalam proses perawatan", ujarnya.

Bupati Ogan Ilir juga menghimbau kepada seluruh masyarakat agar lebih berhati-hati lagi ketika ingin berpergian, semoga kejadian seperti ini tidak terjadi lagi", harapnya.Jen

Pulang Dari Kebun Kakek Jatuh Dari Jembatan Gantung

LAHAT.DS, --  Hari Ketiga Idul Fitri menjadi hari berkabung bagi keluarga Asmuda seorang kakek berusia 60 tahun warga Desa Merapi Barat Kampung 2 Kabupaten Lahat.

Dimana saat pulang dari kebun yang berlokasi diseberang sungai Lematang sekira pukul. 17:30 Wib Asmuda berjalan kaki melewati jembatan gantung Desa Merapi Kampung  yang merupakan satu- satunya akses menuju kebun ,setelah melewati  Jembatan gantung sang kakek sadar Hp nya tertinggal dikebun. Hingga ia berniat untuk mengambil Hp nya yang telah tertinggal.

Saat akan kembali meyeberang melewati Jembatan gantung sempat dilarang oleh Ramdan seorang warga Merapi kampung 1 mengingat angin berembus sangat kencang, namun kakek tetap nekat menyebrang kembali melewati jembatan gantung tiba ditengah- tengah jembatan angin kencang menerpa menghempas sang kakek beberapa kali dan akhirnya naas sang kakek jatuh kesungai lematang sekira pukul 17:30 wib dan sampai malam ini kekek atas nama Asmuda 60 Tahun belum diketemukan

Info jatuhnya Asmuda seorang kakek 60 Tahun ini disampaikan Ferdi 40 tahun salah seorang warga Merapi Kampung 2 kepada Awak Media 26/5 ia mengatakan kecelakaan ini telah telah dilaporkan kepada Kades dan Polsek Merapi sedang warga dua Kampung melakukan pencarian dan berjaga jaga disepanjang aliran sungai Lematang Desa Sirah Pulau, Desa Prabu Menang, Desa Banjar Sari bahkan Desa Arahan

Akp Adriansyah SE.Sik Kapolsek Merapi Barat ketika di hubungi via Telp untuk diminta informasinya terkait warga D
esa Merapi kampung 2 jatuh dari jembatang gantung Desa Merapi kampung 1 mengatakan kita sedang melakukan pencarian bersama warga dua Desa

Kapolsek juga menambahkan jatuhnya sang kakek disungai lematang dari jembatan gantung ini juga telah kita sampaikan atasan Kapolres Lahat dan ke BPBD agar dapat segera ditindak lanjuti katanya. (Nid)

Hadir di Muara Medak, Andi Setiawan Bagikan 150 Sembako Moncong Putih

MUBA,DS. - Dalam rangka memutus mata rantai penyebaran Covid-19, serta membantu Protokol Pemerintah dalam penanganan dan pencegahan DPC PDI-Perjuangan kabupaten Musi Banyuasin membagikan sembako dan masker dibeberapa kecamatan.

Seperti halnya yang dilaksanakan oleh Ketua DPC Beni Hernedi melalui Anggota Fraksi Andik Setiawan ST yang membagikan sembako kepada Masyarakat terdampak Covid-19 di desa Muara Medak kecamatan Bayung Lencir.

Sebanyak 150 Paket Sembako dan Masker dibagikan Andik Setiawan di 2 dusun desa Muara Medak kecamatan Bayung Lencir, mengingat saat ini semua Elemen lapisan masyarakat merasakan dampak penyebaran Covid-19.

Andik Setiawan ST ketika dikonfirmasi tim awak media mengungkapkan, sesuai instruksi DPP Partai untuk membantu tugas Pemerintah dalam penanganan dan Pencegahan Covid-19, untuk itu DPC PDI-Perjuangan bersama Fraksi gencar dalam membagikan sembako dan masker kepada masyarakat terdampak Covid-19.

" 150 Paket Sembako dan Masker kita bagikan di dusun II desa Muara Medak kecamatan Bayung Lencir, harapan kami kepada agar mereka dapat merasakan hadirnya PDI-Perjuangan ditengah-tengah mereka," ujar Andik.(hsm)