NEWS

Slider

Tantangan Salam Pancasila

Oleh: Husnil Kirom, M.Pd.

Pengajar di SMP Negeri 1 Indralaya Utara

Pancasila yang di dalamnya terkandung dasar hubungan negara dengan agama adalah karya besar bangsa Indonesia melalui The Founding Fathers Negara Republik Indonesia. Konsep pemikiran para pendiri negara yang tertuang dalam Pancasila merupakan karya khas yang secara antropologis merupakan local genius bangsa Indonesia (Ayathrohaedi dalam Kaelan, 2012). 

Begitu pentingnya memantapkan kedudukan Pancasila, maka Pancasila pun mengisyaratkan bahwa kesadaran akan adanya Tuhan milik semua orang dan berbagai agama. Tuhan menurut terminologi Pancasila adalah Tuhan Yang Maha Esa, yang tak terbagi, yang maknanya sejalan dengan agama Islam, Kristen, Katholik, Budha, Hindu, Konghucu bahkan ajaran Animisme. 

Adapun hubungan antara agama dan Pancasila, keduanya dapat berjalan saling menunjang dan saling mengokohkan. Keduanya tidak bertentangan dan tidak boleh dipertentangkan. Hanya salah satu hambatan proporsionalisasi ini berwujud kecurigaan dan kekhawatiran yang datang dari berbagai arah. Agama dan Pancasila diimplementasikan seiring sejalan dan saling mendukung.

Bukan Saingan Agama

Agama dapat mendorong aplikasi nilai-nilai Pancasila, begitu pula Pancasila memberikan ruang gerak yang seluas-luasnya terhadap usaha-usaha peningkatan pemahaman, penghayatan dan pengamalan agama. Menurut Pancasila, negara adalah berdasarkan atas Ketuhanan Yang Maha Esa atas dasar kemanusiaan yang adil dan beradab. 

Hal ini termuat dalam penjelasan Pembukaan UUD NKRI Tahun 1945 yang terdapat pada pokok pikiran keempat. Rumusan yang demikian ini menunjukkan pada kita bahwa negara Indonesia yang berdasarkan Pancasila adalah bukan negara sekuler yang memisahkan negara dengan agama, karena hal ini tercantum dalam pasal 29 ayat (1) bahwa negara adalah berdasarkan atas Ketuhanan Yang Maha Esa. Hal ini berarti negara sebagai persekutuan hidup adalah Ber-Ketuhanan Yang Maha Esa. Pasal 29 ayat (2) memberikan kebebasan kepada seluruh warga negara untuk memeluk agama dan menjalankan ibadah sesuai dengan keimanan dan ketaqwaan masing-masing. Negara kebangsaan yang Ber-Ketuhanan Yang Maha Esa adalah negara sebagai penjelmaan dari hakikat kodrat manusia sebagi individu makhluk sosial dan manusia adalah sebagai pribadi dan makhluk Tuhan Yang Maha Esa.

Sebagai kilas balik sejarah pada era Mendikbud Daoed Joesoef, pernah memperingatkan untuk mewaspadai orang atau golongan yang selalu mengecam dan mengejek mata pelajaran PMP kala itu. Beliau mengingatkan “Waspadalah terhadap orang atau golongan yang selalu mengecam dan mengejek Pendidikan Moral Pancasila di sekolah-sekolah, karena pada dasarnya orang atau golongan tersebut tidak bersedia menerima dan menghayati Pancasila sebagai elemen sistem nilai dan ide vital bangsa dan negara kita”. 

Bahkan Soeharto sebagai Presiden Indonesia ketika itu menepis semua anggapan dan kekhawatiran dengan menegaskan bahwa “Pancasila tidak akan menggantikan agama dan tidak mungkin Pancasila mampu menggantikannya. 

Pancasila tidak akan dijadikan agama dan agama tidak akan disamakan dengan Pancasila. Pancasila bukanlah saingan agama, Pancasila bukan pengganti agama” (Lukman Harun dalam Faisal Ismail, 2017). 

Namun, keberadaan PMP versi baru pada masa Mendikbud Nugroho Notosusanto yang isinya dapat diterima oleh umat Islam. Dengan kata lain, mau mata pelajaran PMP atau PPKn esensinya tetap sama bahwa Pancasila menjadi kekuatan dan pemersatu bangsa yang memayungi, menaungi, meneduhi, serta mengayomi semua umat beragama, kelompok suku atau etnis, kelompok sosial, dan aliran politik yang ada dalam masyarakat Indonesia. 

Pancasila sebagai dasar dan ideologi nasional tetap memenuhi fungsinya sebagai payung bersama yang mengayomi keberadaan agama-agama di Indonesia. Peran Pancasila sebatas mengakui eksistensi agama-agama yang berbeda, melindungi dan menjamin kehidupan masing-masing agama. Dengan cara ini Pancasila dianggap bersikap fair, toleran, dan menghargai setiap agama di Indonesia, terutama penerapan sila pertama Ketuhanan Yang Maha Esa tanpa harus mempertentangkan justifikasi pribadi atau kelompok tertentu.

Bukan Sekedar Salam

Bapak Pendidikan Nasional Indonesia (Ki Hadjar Dewantara) bahkan pernah mengatakan bahwa “pendidikan merupakan daya upaya untuk memajukan bertumbuhnya budi pekerti (kekuatan batin dan karakter), pikiran (intellect) dan tubuh anak”.

Karakter tidak hanya melakukan transfer of value tetapi  harus menanamkan kebiasaan yang baik sampai menjadi karakter individu yang akan turut membentuk identitas pribadi. Nilai Karakter tidak diajarkan tapi dikembangkan membutuhkan proses yang panjang dan tidak mengenal kata akhir. Membanggun karakter ibarat melukis di atas batu, bukan melukis di atas air. 

Karakter itu sebuah kehidupan. PPKn sebagai mata pelajaran wajib di persekolahan juga menjadi mata kuliah wajib di perguruan tinggi berperan sangat penting dalam membentuk karakter, menanamkan dan mengamalkan nilai-nilai Pancasila, terutama di era digitalisasi sekarang ini yang penuh tantangan. PPKn memiliki orientasi untuk mewujudkan siswa/mahasiswa menjadi warga negara yang baik dan cerdas (good and smart citizenship) dengan menguasai berbagai kompetensi kewarganegaraan, seperti civic knowledge, civic skill, civic responsibility, civic partisipations, dan civic dispositions berdasarkan nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila.

Begitupun hasil Simposium Nasional di Malang dan pesan Mendikbud Muhadjir Effendy kala itu bahwa “Penanaman nilai Pancasila sebagai wahana pembangunan watak atau karakter bangsa adalah penting. Oleh karena itu, seluruh satuan pendidikan mempunyai tanggung jawab moral dalam penanaman nilai Pancasila sedini mungkin”. 

Apakah benar PPKn belum memiliki dampak terhadap pembentukan karakter siswa di sekolah? Penyebabnya kemungkinan karena pembelajaran di kelas hanya menekankan pengetahuan semata. Apakah butuh mata pelajaran baru sebagai pemandu kegiatan belajar mengajar di setiap satuan pendidikan, termasuk dalam keluarga dan masyarakat? 

Ataukah hanya cukup mencari formula dan mengganti strategi paling tepat dalam kegiatan pembelajaran yang lebih banyak memberikan contoh penanaman nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari. Oleh karenanya mata pelajaran dan pengajar PPKn harus menemukan jati dirinya kembali.

Menanamkan dan mengamalkan nilai-nilai Pancasila merupakan upaya membangun karakter bangsa Indonesia di era digitalisasi yang tanpa batas. Sebagaimana menanam sesuatu, maka langkah pertama adalah memilih benih yang baik untuk ditanam. 

Nilai-nilai utama Pancasila yang mau ditanamkan kepada siswa haruslah dielaborasi terlebih dahulu untuk kemudian dimasukkan dalam kurikulum sekolah. Nilai-nilai Pancasila apa saja yang mau ditanamkan, semisal beragama secara beradab, menegakkan hak asasi manusia pada konteks lokal, menjunjung tinggi persatuan dan kesatuan bangsa dalam konteks Bhinneka Tunggal Ika, berdemokrasi secara hikmat dan bijaksana, menjunjung tinggi keadilan dengan tetap bertumpu pada kesejahteraan bersama. 

Ibarat menanam sesuatu, harus dilakukan pembersihan terhadap rumput liar yang mengganggu dan hama yang mengancam. Pancasila adalah kepribadian bangsa yang nilai-nilainya melekat dan menyatu secara instrinsik dan menjadi karakter dari setiap warga negara Indonesia. 

Sebagai kepribadian, maka nilai-nilai Pancasila akan selalu teraktualisasikan secara otomatis dalam kehidupan nyata sehari-hari. Sekarang yang paling penting bukan hanya sekedar memperkenalkan Salam Pancasila dalam praktik kehidupan sehari-hari yang tujuannya supaya diketahui oleh seluruh rakyat Indonesia layaknya Salam Pramuka dan salam-salam lainnya. 

Akan tetapi lebih dari itu, bagaimana kita dapat mengamalkan nilai-nilai Pancasila yang luhur dalam bentuk sikap dan perilaku yang bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa dan menghargai orang yang berlainan agama/kepercayaan dengan kita, menghormati dan menghargai sesama manusia dengan selalu ingat kepada orang lain, mencintai tanah air dan bangsa juga mengutamakan kepentingan nasional, bersikap demokratis dan melaksanakan hasil putusan bersama, serta suka menolong dan bergotong royong dengan sesama. 


Sehingga tahu atau tidak tentang Pancasila, setiap warga negara sejatinya telah bersikap dan berperilaku Pancasilais. Oleh karenanya, sudah selayaknya kita yang harus dan senantiasa akan mendukung, mengamalkan, dan mempertahankan nilai-nilai luhur Pancasila tersebut sekarang dan selamanya sampai ke anak cucu nanti. #salam lima Sila#Pancasila #Indonesia

Sedang Santai Pegedar Ganja ditangkap Tim Sat Narkoba

LAHAT.DS, -- Diwilayah hukum Polres Lahat para pemain dan penguna narkotika tak akan bisa tenang dalam melakukan aksinya,dimana setiap saat nasib naas pasti akan menimpa dirinya.

Hal ini terjadi pada Pebi Yuniko bin Sukron 33 tahun asal Desa Lesung Batu Kecamatan Lintang Kanan Kabupaten  Empat Lawang selaku Pegedar daun ganja, Pebi yang sedang santai disamping sepeda motornya senin 24/2 pukul 16.00 wib
di Desa Tertap Kecamatan Jarai Kabupaten Lahat ditangkap Tim Sat Narkoba Polres Lahat.

Dengan Barang Bukti 1 (satu) paket besar daun kering diduga narkotika jenis Ganja seberat 1,1 Kg, 1 (satu) unit spd motor honda beat warna merah putih No.Pol. B 3518 CCH dan1 (satu) lembar plastik warna hitam.                                                                 

Penangkapan terhadap Pebi Yuniko ini Berdasarkan laporan dari masyarakat bahwa di Desa Tertap Kecamatan Jarai akan ada transaksi Narkoba jenis ganja.

Berkat laporan masyarakat tim Sat Narkoba langsung melakukan lidik dan setelah sasaran orang, tempat diketahui.

 Pebi Yuniko Bin Sukron yang sedang duduk dipinggir jalan disamping sepeda motor miliknya, dilakukan pemeriksaan terhadap sepeda motor honda beat warna merah putih No. pol. B 3518 CCH, dibawah jok sepeda motor milik Pebi ditemukan 1  (satu) paket besar daun kering  narkotika jenis ganja yg terbungkus plastik warna hitam.

Pebi Yuniko megakui barang bukti itu  adalah miliknya,dengan adanya pegakuan tersangka Pebi dan barang bukti dibawah ke Sat Narkoba Polres Lahat guna dilakukan pendalaman dan proses hukum yang berlaku.

Kapolres Lahat AKBP Irwansyah Sik MH CLA saat dikonfirmasi melalui Kasat Narkoba Akp Bobby Eltarik SH.MH via WA 25/2 membenarkan adanya penangkapan pegedar daun ganja dan pelaku juga barang bukti telah kita amankan pungkasnya. (INH)

Dinahkodai Yenny Wahid, Beni Hernedi Harapkan FPTI Semakin Baik

Yenny Wahid Terpilih Ketua PP FPTI
JAKARTA.DS,-- Pelantikan Pengurus Pusat (PP) Federasi Panjat Tebing Indonesia  (FPTI) Periode 2019-2023 resmi digelar di Disrupto Society Plaza Indonesia, Selasa (25/2/2020). 

Pada rangkaian prosesi Pelantikan Pengurus Pusat (PP) Federasi Panjat Tebing Indonesia  (FPTI) Periode 2019-2023, terpilih sebagai Ketua PP FPTI periode ini yakni Zannuba Ariffah, yang akrab dipanggil Yenny Wahid.

Pada kesempatan tersebut Wakil Bupati Musi Banyuasin, Beni Hernedi selaku Ketua Pengprov FPTI Sumatera Selatan turut hadir dan memberikan ucapan selamat secara langsung kepada Yenny Wahid yang merupakan Putri ke tiga dari Presiden RI Ke-IV (Alm) KH Abdurrahman Wahid.

"Kami dari Pengprov FPTI Sumsel mengucapkan selamat kepada Ibu Yenny Wahid, telah resmi dilantik sebagai Ketua PP FPTI.  Kehadiran beliau di tubuh FPTI membawa harapan besar untuk organisasi FPTI agar semakin baik dan mampu memajukan olahraga panjat tebing Indonesia. Diharapkan mampu meningkatkan kapasitas sumber daya manusia seperti menambah jumlah juri bersertifikasi internasional,"ucap Beni.

Beni menambahkan, target FPTI Sumsel untuk meraih medali di PON XX Papua 2020 ini tentu yang terbaik. Karena FPTI Sumsel memiliki atlet yang sangat diperhitungan untuk skala nasional maupun internasional.

"FPTI Sumsel bidik target medali. Tidak hanya medali, tapi medali emas. Minimal 1 dan 2 medali emas," tegasnya.

Menurut Beni, sisa waktu menuju PON akan dipersiapkan dengan maksimal, dengan membangun tim yang solid. Sepuluh atlet mewakili Sumsel akan diseleksi lebih lanjut, lewat kompetisi, latihan yang sudah pihaknya siapkan. Para atlet akan memperebutkan quota yang ada. 

"Pelatda nantinya menjadi cara kami menempah atlet untuk berkompetisi lewat Try out, bagaimana mereka merasakan atmosfer kompetisi," ujarnya.

Ketua KONI Pusat, Marciano Norman yang melantik pengurus PP FPTI periode 2019 -2023 dalam sambutannya mengatakan, Yenny Wahid terpilih aklamasi dalam Musyawarah Nasional (Munas) FPTI di Jakarta, pada tanggal 21 Desember 2019, Munas dihadiri 31 perwakilan Pengurus Provinsi (Pengprov) FPTI dari 32 Pengprov yang aktif di seluruh Indonesia.

Sementara itu Menteri Pemuda dan Olahraga Zainudin Amali yang turut hadir pada pelantikan tersebut mengatakan,  dengan telah dilantiknya pengurus PP FPTI yang baru, dapat membawa cabor Panjat tebing menjadi cabor kebanggaan bangsa, menjadi salah satu cabor unggulan yang diyakini bisa membawa nama negara Indonesia di kanca dunia.

"Target ke depan, FPTI diharapkan mampu meloloskan atlet panjat tebing Indonesia ke Olimpiade. Harapannya, pemanjat-pemanjat Indonesia mampu mengharumkan nama Tanah Air di ajang bergengsi ini,"ucap Zainudin.

Terpisah, Yenny Wahid mengaku akan berkomitmen melaksanakan tugasnya dengan sebaik mungkin. Dia juga siap bekerja keras untuk memajukan olahraga ini sehingga semakin banyak prestasi yang dicetak atlet-atlet panjat tebing Indonesia.

"Dari segi SDM juga akan ditingkatkan kapasitasnya dan ke depan diharapkan semakin banyak atlet berprestasi yang akan lahir dari wadah cabang olahraga ini," ucapnya.(hsm) 

Rakerda I,PDI-Perjuangan Sumsel Wujudkan Tema “Solid Bergerak

MUBA.DS, – Dewan Pimpinan Daerah Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (DPD PDIP) Provinsi Sumatera Selatan menggelar Rapat Kerja Daerah I (Rakerda) yang dihadiri oleh seluruh Dewan Pimpinan Cabang Kabupaten -Kota Se-Provinsi Sumatera Selatan, bertempat di Hotel Fave, Selasa (25/02/2020).
Ruang Kerja Daerah I (Rakerda) yang dilaksanakan tersebut, langsung dipimpin oleh Ketua DPD Sumsel HM Giri Ramanda Kiemas yang didampingi oleh Sekretaris Partai Ilyas Panji Alam dan Bendahara Yudha Rinaldi mengangkat Tema “Solid Bergerak Wujudkan Indonesia Negara Industri berbasis Riset dan Inovasi Nasional”.

Rakerda I Provinsi Sumatera Selatan ini, dibuka oleh Ketua Panitia Pelaksana Wakabid Tani DPD Sumsel I Made Indrawan ST MM.

Ketua DPP Partai PDI-Perjuangan Hj Megawati Soekarnoputri melalui Ketua DPD Sumsel HM Giri Ramanda Kiemas membakar semangat juang seluruh Dewan Pimpinan Cabang Kabupaten/Kota maupun Kader Partai, dibawah komando Dewan Pimpinan Daerah Provinsi Sumatera Selatan agar tetap berdiri kokoh dalam barisan kekompakan Partai.

“Sesuai Moto Bung Karno Tentang Cita-cita Rakyat Indonesia, cukup sandang dan cukup pangan, anakku tidak lagi menderita, tidak lagi basah jikalau hujan turun dan tidak lagi kepanasan jikalau matahari terik, bergerak dari satu tempat ketempat lain, menghirup udara segar daripada kebudayaan yang tinggi, terakhir akan hidup bahagia menurut cita-cita orang tua di jaman dahulu “TataTentrem Kerta Raharja,” ungkap HM Giri Ramanda Kiemas.

Lanjut Giri, “diharapkan kepada seluruh DPC Partai baik Kabupaten maupun Kota agar memfokuskan diri untuk mencapai Kesuksesan Kemenangan Pada tahun 2024 mendatang, dan saya ucapkan terimah kasih atas kehadiran seluruh DPC maupun seluruh anggota Partai PDI-Perjuangan Kabupaten/Kota. Momentum Rakerda I ini, mudah-mudah dapat menjadikan langkah kita agar tetap “Solid Bergerak”,” lanjutnya.

Sementara itu Ketua DPP Partai Bidang Koperasi dan Peningkatan Kesejahteraan Rakyat Mindo Sianipar dalam kesempatannya mengatakan, mari kita cernah didalam lagu Mars PDI-Perjuangan ada dua kata yang menjadi sosok Jati diri Partai PDI-Perjuangan.

“Yaitu satu tarikan nafas, Kita telah sepakat bersatu dalam satu Rampak Barisan menentang Kemiskinan, dan atas Rahmat dan Bimbingan yang Mahas Kuasa, selain itu kita juga punya Dedication Of Life, Saya adalah manusia biasa, Saya tidak sempurna, Sebagai manusia biasa, saya tidak luput dari kekurangan dan kesalahan Hanya kebahagiaanku ialah dalam mengabdi kepada Tuhan, kepada Tanah Air, kepada bangsa, Itulah dedication of life-ku, Jiwa pengabdian inilah yang menjadi falsafah hidupku, dan menghikmati serta menjadi bekal hidup dalam seluruh gerak hidupku, Tanpa jiwa pengabdian ini saya bukan apa-apa, Akan tetapi, dengan jiwa pengabdian ini, saya merasakan hidupku bahagia dan manfaat,” dikatakan Mindo.

Acara Rakerda I yang dilaksanakan turut dihadiri oleh Ketua DPP Partai Bidang Koperasi dan Peningkatan Kesejahteraan Rakyat Mindo Sianipar, DPC Partai Kabupaten/Kota, DPR RI Fraksi PDI-Perjuangan, DPD RI, DPRD Provinsi Fraksi Partai PDI-Perjuangan, DPRD Kabupaten/Kota Fraksi PDI-Perjuangan.
(Hsm) 

BUPATI LAHAT TUTUP PELAKSANAAN TEST CPNS TAHUN 2019

LAHAT.DS, -- Selama Tiga Belas Hari Peserta mengikuti Test Calon Pegawai Negeri Sipil ( CPNS ) Tahun 2019 sebanyak 9.228 orang dan juga pada hari Bupati Lahat Cik Ujang.SH menutup secara resmi pelaksanan test Calon Pegawai Negeri Sipil ( CPNS ) dilingkungan Pemerintah Kabupaten Tahun 2019, Selasa ( 25/2/ 2020 ).
Turut mendampingi pada penutupan Test CPNS Kabupaten Lahat Tahun 2019, Kadis Kominfo Rudi Darma Setiawan. SE. MSI, Kepala BKPSDM diwakili oleh Kabid Pengadaan Isna Abidarda, Kabag Protokol Ikshan, Inspekturat dan Pol PP dan Damkar.

Bupati Lahat Cik Ujang.SH mengatakan, pertama ucapan terima kasih kepada seluruh panitia pelaksana yang telah bekerja keras untuk melaksanakan kegiatan Test CPNS selama tiga belas hari dan juga saya ucapakan selamat kepada peserta test CPNS selama mengikuti test tersebut alhamdulilla h di berikan kesehatan sehingga pelaksanakan test tersebut sampai selesai, dan juga saya ucapan terima kasih juga kepada pihak terkait BKPSDM, Inspektorat, Perhubungan dan Pol PP dan Damkar yang telah membantu pelaksanan test CPNS berjalan dengan aman,lancar dan nyaman, sehingga selama pelaksanaan test CPNS berjalan dengan lancar.

Kemudian juga insyaallah selama 13 Hari pelaksanaan test CPNS berjalan dengan lancar walaupun sedikit-sedikit hujan, listrik tidak mati dan juga alhamdulillah petugasnnya sehat semua baik juga yang mengikuti test sehat semua.

Dan juga ada khabar gembira bahwa Putri Kabupaten Lahat mendapatkan Peringkat Tiga Nasional dengan Nilai Total. 482 berati tidak kalah bersaing putra-putri lahat dengan daerah-daerah lain, dan juga dengan kerja panitia saya sangat puas kompak sekali ada dari BKPSDM, POL PP, Dishub dan Inspektorat untuk melaksanakan ini, dan juga saya berharap dan telah disampaikan jangan sampai terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. ujarnya.

Pelaksanaan Test CPNS di Kabupaten Lahat  Tahun 2019 ini Murni " tutur Bupati Lahat Cik Ujang.SH, dan juga saya berharap kepada seluruh peserta jangan mudah terpengaruh, belajarla dengan tekun isyaallah anda akan berhasil,dan jangan mau nantinnya ada iming-iming dari oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab, yang pasti Test CPNS ini adalah Murni. terang Cik Ujang.* HNI *

Pendidikan di Muba Jadi Prioritas Utama Pemkab

*Sekda Apriyadi Minta Guru di Muba Tingkatkan Kinerja*
MUBA.DS, -- Seluruh tenaga pendidik di wilayah Serasan Sekate Kabupaten Musi Banyuasin diminta meningkatkan disiplin diri dan kinerjanya. Semua itu, dalam upaya membangun dunia pendidikan yang lebih baik di kabupaten Muba.

Pernyataan ini disampaikan Bupati Musi Banyuasin Dr H Dodi Reza Alex Noerdin melalui sekretaris daerah Drs H Apriyadi MSi saat membuka kegiatan rakor Bidang Pendidikan dan Sosialisasi Pelaksanaan Ujian Sekolah Tahun Pelajaran 2019 / 2020, di gedung Dharma Wanita Sekayu, Selasa (25/2/2020).

Dikatakan Apriyadi, pemerintah terus meningkatkan perhatian kepada guru melalui berbagai bantuan agar guru bisa bekerja dengan sungguh-sungguh atau tidak malas bekerja, melainkan terus bekerja untuk meningkatkan mutu pendidikan di Muba.

"Pemerintah sangat peduli dengan pendidikan dan hal ini dibuktikan dengan pemberian sertifikasi kepada tenaga pendidik dan kependidikan, maka kita tidak boleh malas bekerja melainkan terus meningkatkan kinerja di sekolah masing-masing, guna meningkatkan mutu pendidikan di kabupaten Muba,”ungkap Apriyadi.

Sementara, Kadisdikbud Muba Musni Wijaya SSos MSi dalam sambutannya menyampaikan beberapa hal penting terkait 
pelaksanaan UNBK tahun 2020 tingkat SD.

Dan melalui kegiatan ini, diharapkan, lanjutnya, peserta memperoleh informasi tentang Pelaksanaan UN Tahun Pelajaraan 2019/2020 tentang Mekanisme Penyelenggaraan, sehingga pada saat pelaksanaan UN dapat berjalan dengan sukses di Muba.

“Dalam kegiatan ini, Bapak/Ibu berkesempatan untuk menggali lebih dalam lagi informasi yang belum bapak/ibu pahami, jadi jangan ragu untuk bertanya,”harapnya.

Musni juga mengajak peserta untuk aktif dalam Rapat koordinasi tersebut sehingga hasil yang diharapkan dari kegiatan ini dapat tercapai.(hsm/ril) 

Tertangkap Tangan Dua Pemuda Pemuja Sabu di Tangkap Jajaran Sat Narkoba

LAHAT.DS, ---  Dua Pemuda Lahat pemuja sabu bernasib malang gara -- gara berbuat melanggar hukum meyimpan dan menggunakan narkotika mereka harus menerima jeratan hukum.

Holan  bin Holil 31 tahun dan Aga Nugraha bin Efendi 26 tahun tertangkap tangan setelah dilakukan pegeledahan dikontrakan Holan yang beralamat diJalan terusan Blok AA kelurahan BandarJaya Kecamatan Lahat kabupaten Lahat hari senin 24/2 pukul 01.20 wib.

Tertangkapnya dua pemuda ini ditemukan barang bukti Shabu 1 (satu) Paket Sedang kristal putih terbungkus plastik klip transparan di duga Narkotika Jenis shabu dengan berat kotor 0,83 gram
- 1 (satu) set alat hisap sabu/bong
- 1 (satu) Batang kaca pirek yg didalamnya masih terdapat sisa yang di duga narkotika jenis shabu
- 1 (satu) Bal plastik klip
- 1 (satu) buah botol Plastik
- 1 (satu) buah timbangan digital.
     
AKBP Irwasnsyah Sik MH CLA Kapolres Lahat melalui Akp Bobby Eltarik SH MH megatakan 25/2 jajaran Sat narkoba menerima laporan dari masyarakat bahwasanya dijalan Terusan Blok AA Kelurahan Bandar Jaya ada orang meguasai narkotika setelah dilakukan lidik dan orangnya diketahui bernama Holan dan Aga Nugraha tertangkap tangan di kontrakannya dimana lokasi ini sering dijadikan tempat transaksi narkoba.

Dalam pegakuan kedua tersangka barang haran tersebut di dapat dari Anca yang masih dalam pencarian (DPO), atas pegakuan pelaku selanjutnya kedua pelaku berikut barang bukti  dibawa ke Polres Lahat untuk diperiksa . (Inh)

Ortala Gelar Bimtek Tata Naskah Dinas Di Hotel Serelo Lahat

LAHAT.DS,--- Untuk memperlancar komunikasi tertulis dan tertib administrasi di lingkungaan pemda maka digelar Bimtek Tata  Naskah Dinas, untuk mengatur tata kedinasan  dan tata laku serta menjadi pedoman dalam komunikasi kedinasan dalam bentuk tertulis.

Demi mewujudkan hal tersebut maka Setda Pemkab Lahat bagian Ortala ( Organisasi tata laksana) menggelar Bimtek Tata Naskah Dinas, bertempat di Hotel Bukit Serelo Lahat diikuti 35  kasubag pegawaian dan Umum lingkungan OPD, kegiatan ini dilaksanakan selama dua hari 25- 26 Februari 2020.

Sekda Lahat melalui Asisten 3 drs Masroni MM, turut hadir pada Bimtek ini dihadiri Kabag Ortala Widianto, Heri Gunandar selaku PPTK membuka Bimtek Naskah Dinas.

Menurut Asisten 3 Masroni " kegiatan ini berdasarkan hasil evaluasi dari berbagai  kegiatan yang dilakukan oleh aparatur, khususnya dalam pelaksanaan tata naskah dinas masih perlu di tingkatkan dan mendapat perhatian bersama.

Dalam pembuatan sistem surat menyurat atau populer disebut Tata Naskah Dinas baik berbentuk produk hukum maupun naskah dinas yang berbentuk surat menyurat.yang sangat dominan dikerjakan oleh setiap ASN pada unit kerja masing- masing.  Juga diperlukan ASN yang handal dan didukung mutu serta kwalitas SDM merupakan syarat mutlak demi tercapainya tujuan penyelenggaran pemerintah dan pembangunan. Oleh karena itu Bimtek Tata Naskah dinas peserta dapat mengamati, serta mengkaji ulang kelemahan yang masih terjadi pada pesera masing- masing untuk mengambil langkah- langkah sesuai dengan perundangan " ujar Asisten 3.
*

Mutiara Hitam Timbulkan Polemik

LAHAT.DS,--- Mutiara hitam yang berasal dari Merapi Area merupakan Kawasan aset sungguh berharga dan menjadi primadona tentu saja menjadi Incaran Casanova berkantong tebal untuk mengeruk ratusan Milyar bahkan Trilyunan rupiah. Namun tidak sedikit menimbulkan Konflik sosial berkepanjangan dan sampai bisa memutuskan tali persaudaraan hingga berujung masuk Predeo.

Pantauan Awak Media  Croscek dilapangan dan bila kita menoleh jauh kebelakang dimulai pada tahun 2008 sudah terjadi Konflik Lahan yang di serobot oleh PT yang bergerak dibidang Batu Bara di Kecamatan Merapi Area, menurut informasi pada berbagai pihak bahwa masyarakat di bodohi oleh TPL ( tim pembebasan lahan) yang mengeruk keuntungan pribadi tanpa memikirkan sebab akibatnya.

Di Area Merapi Timur TPL yang dilakukan oleh Arifudin yang semaunya mencaplok tanah milik warga dijual ke Pihak Perusahaan hingga akhirnya harus keok dan mendekam di Penjara Pakjo Palembang.

Kini Polemik itu terulang kembali pada Kawasan Merapi Barat, lihat saja Konflik antara PT Bara Alam Utama ( BAU) yang saat ini berkonflik dengan warga Desa Ulak Pandan karena menggusuran Areal Pemakaman Leluhur Himbe Kemulau. Sehingga kasus ini sampai ke ranah Gubernur Sumsel H.Herman Deru, karena pihak Pemkab tidak menemukan titik terang.

Melihat Fenomena seperti saat ini Awak Media berhasil menemui Camat Merapi Barat Etty Listiana MM disela Kordinasi antara pemilik Lahat yang diserobot PT MIP 24/2  beliau mengungkapkan fakta yang mengejutkan " bahwa benar terjadi Konflik Sengketa Tanah di Wilayah merapi Tanah, dan Klim Lahan serta tumpang tindih dan dibekingi oleh TPL " ujarnya singkat.

Diluar ruang Camat juga tampak terlihat mediasi warga yang saling bersengketa mengenai lahan, Nauzubilamin Zalik, inikah yang terjadi di Merapi Area saat ini. Merapi yang dulunya Siring Desa Muara Maung tempat mandi airnya bening,  Merapi Area Berhiber ( berbunga hijau dan bersih) kini setiap hari disungguhi debu, debu dan Konflik.* Nih*

Empat Komisi DPRD Kabupaten OKI Kunjungi DPRD Kabupaten Ogan Ilir

INDRALAYA.DS, -- Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Ogan Ilir menerima kunjungan  4 Komisi DPRD Kabupaten Ogan Komering Ilir, kunjungan tersebut diterima langsung oleh Ketua DPRD Kab. Ogan Ilir Soeharto HS,SH bersama anggota DPRD Basri M. Zahri.,S.Pd.,M.Si dan Sukarni S.Sos pada pukul 09.30 wib didampingi Kabag Humas Protokol Yuniarti,S.IP.,M.Si dan Kasubag Protokol Hj.Asa’ada. bertempat diruang rapat pimpinan DPRD OI, Senin/24/02/2020.

Kunjungan yang berjumlah 42 orang Anggota DPRD Kabupaten OKI tersebut di ketuai oleh Budiman yang didampingi 5 orang staf sekretariat DPRD Kab. OKI.

Dalam kunjungannya Komisi I DPRD OKI sharing Tentang Penyelesaian Tapal Batas Wilayah Kabupaten/kota, Komisi II Tentang Pembangunan dan Pemberdayaan Pola Perekonomian Masyarakat Desa, Komisi III Tentang Program Pembangunan Infrastruktur Pedesaan dan  Komisi IV Tentang Pencegahan Pemberantasan Penyakit dan Penyehatan Lingkungan (P2PL). *Drs*