NEWS

Slider

Kecamatan Merapi Selatan Musdes penyusunan RKP Tahun 2020.

Dutasumsel.com.LAHAT, -- Kecamatan Merapi Selatan menggelar Musdes ( musyawarah Desa) membahas penyusunan RKP ( rencana kerja  pemerintahan) tahun 2020 di Desa Geramat pada Selasa (27/8).

Rencana Kerja Pemerintah (RKP) Desa adalah dokumen perencanaan yang memuat pokok-pokok kebijakan pembangunan desa dan menuntun kearah tujuan pencapaian Visi dan Visi Desa.

Adapun Tujuan dan maksud RKP Desa
terwujudnya perencanaan tahunan Desa dalam upaya terwujudnya Rencana Pembanguna Jangka Menengah Desa.Tercapainya pemanfaatan potensi Desa secara maksimal, efisien dan efektif dalam pembangunan desa menuju desa yang maju mandiri dan sejahtera.

Heri Yulianto S.Sos. MM selaku Camat Merapi Selatan memimpin Musdes hadir juga LPM, Lembaga
Adat,  karang taruna dan tokoh masyarakat tokoh agama Kecamatan Merapi Selatan.

Menurut Camat Aspirasi masyarakat harus  benar ditampung dan prioritaskan demi tercapainya  pembangunan yang urgent serta segi BUMDes harus di perioritaskan untuk menopang taraf perekonomian di Wilayah Merapi Selatan demi tercapainya tujuan pembangunan Desa.

Pewarta : Novita/ Idham
Redaksi.www.dutasumsel.com

Ucapan Terima Kasih Ketua Partai Demokrat Lahat.

Dutasumsel.com.LAHAT, - Sehari usai dilantik menjadi Anggota DPRD Lahat periode 2019- 2024, Fitrizal Homsi.ST Pimpinan DPRD Lahat  sementara. Ketika disambangi awak media di kediamannya di Jalan Ribang Kemambang beliau menyambut dengan ramah selepas menjalankan sholat dhuha.
Menurut beliau hari ini hari pertama masuk sebagai Anggota DPRD periode 2019- 2024, berbagai persiapan menjelang  Sidang Paripurna hari Jumat  untuk  membentuk Fraksi. Hal ini  sudah dihubungi kepada setiap Partai  siapa dan anggota di Fraksi nantinya.

Pada tanggal 12-14 September mendatang  BPSDM di  OTDA Palembang, keseluruh 40 anggota dewan akan mengikuti Diklat.

Ucapan terima kasih kepada masyarakat seluruh dapil  yang telah percaya memilih partai Demokrat dan ucapan terima kasih kepada anggota Dewan periode 2014- 2019.  telah mempercayakan kami dari partai Demokrat untuk rekan yang baru dilantik kemaren bersibergi untuk mendukung program Kepala Daerah Menuju Lahat bercahaya " tandas Fitrizal ST.

Pewarta : Novita
Redaksi.www.dutasumsel.com

SELAMAT PENAKAM - KUKAR!

WP_20190503_025.jpg


Oleh: Husnil Kirom, S.Pd., M.Pd.
(Pengajar SMP Negeri 1 Indralaya Utara)
“Gonjang ganjing calon ibukota negara (baru) Indonesia terjawab sudah. Ya, Penajam Paser Utara (PPU) dan Kutai Kartanegara (Kukar) Kalimantan Timur pilihannya. Setelah resmi diumumkan Presiden Joko Widodo di Istana Kepresidenan Jakarta, Senin 26 Agustus 2019”.

Hal ini sekaligus menjawab pertanyaan dari masyarakat yang selama ini penasaran akan pindah kemana ibukota negara Indonesia. Walaupuntidak jadi pindah ke kota pempek (Palembang) takkan mengurangi rasa nasionalisme kita. Lalu, apa urgensi dan kelebihan pemindahan ibukota negara itu?
Urgensi dan Kelebihan Ibukota di Penajam Paser Utara dan Kutai Kartanegara.

Usulan pemindahan ibukota negara dari Jakarta ke daerah lain telah diperbincangkan sejak masa kolonial Belanda. Mengapa ibukota negara harus pindah? Alasan yang diajukan pemerintah melalui Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN/Bappenas), yaitu: (1) pertumbuhan urbanisasi yang sangat tinggi, (2) konsentrasi penduduk terbesar setiap tahun di ibukota Jakarta dan sekitarnya, (3) memiliki kepadatan penduduk terbesar kesembilan di dunia, (4) situasi kemacetan lalu lintas tertinggi mengakibatkan pengeluaran dan kerugian ekonomi yang besar, (5) pencemaran udara dan sungai terutama kualitas air yang rendah, (6) berpotensi gempa dari aktivitas gunung api dan tsunami Megathrust Selatan Jawa Barat dan Selat Sunda.  Tentu saja ini sangat beralasan dan sesuai fakta yang terjadi saat ini. Pemindahan ibukota negara tersebut memperhatikan unsur keberlanjutan Indonesia ke depan yang lebih baik.

Dipilihnya Penajam Paser Utara dan Kutai Kartanegara sebagai ibukota negara (baru) Indonesia dengan kelebihan dan pertimbangan bahwa “Pertama, kabupaten Penajam Paser Utara dan kabupaten Kutai Kartanegara di Kalimantan Timur ini minim resiko bencana (banjir, gempa bumi, tsunami, kebakaran hutan, gunung merapi, dan tanah longsor). Kedua, provinsi Kalimantan Timur secara geografis sangat strategis berada di tengah Indonesia. Ketiga, terletak di wilayah perkotaan yang sedang berkembang antara Balikpapan dan Samarinda. Keempat, keberadaan infrastruktur dua kabupaten tersebut relatif lengkap dibandingkan tempat lainnya. Kelima, luas wilayahnya sekitar 180.000 hektare”. Artinya kepindahan ibukota negara (baru) ke PPU dan Kukar karena lebih memprioritaskan lokasi strategis di tengah Indonesia serta bebas bencana gempa dan tsunami.

Selain karena Jakarta mengalami kompleksitas permasalahan sebagai ibukota negara, juga perlu diperhatikan kelemahan jika kita bertahan di Jakarta. Data Kementerian PPN/Bappenas bahwa “sekitar 57% penduduk Indonesia terkonsentrasi di pulau Jawa, menyeimbangkan kontribusi ekonomi setiap pulau terhadap PDB nasional, terjadi krisis ketersediaan air di DKI Jakarta dan Jawa Timur, dan konversi lahan terbesar terjadi di pulau Jawa. Penentuan lokasi ibukota negara telah memenuhi kriteria kelayakan kajian Kementerian PPN/Bappenas, antara lain: (1) Ketersediaan lahan luas milik negara, berupa delineasi kawasan, penggunaan lahan, dan status penguasaan atas lahan; (2) Kemiringan lahan dan daya dukung tanah, berupa topografi dan kemiringan lahan serta daya dukung tanah dan formasi geologi; (3) ketersediaan sumber daya air, berupa daya dukung air sungai, waduk, dan air tanah; (4) Lokasi bebas bencana banjir dan kebakaran, berupa sebaran dan potensi batubara, lahan gambut dan hutan. Kemudian yang dipindahkan hanya pusat pemerintahan, seperti istana negara dan kantor eksekutif, gedung legislatif dan yudikatif, lembaga pertahanan dan keamanan negara, lembaga penelitian, perguruan tinggi, bank sentral, perwakilan negara, dan ICT.Pemindahanibukota tentu mempertimbangkan pembiayaan matang. Meskipun pemindahan awal 2024 mendatang, harapan kita rencana ini berkelanjutan. Ke depan Indonesia makin maju dan mampu bersaing dengan negara lain. Selamat Kabupaten Penajam dan Kukar Kalimantan Timur sebagai ibukota negara (baru) Indonesia! Semoga menjadi yang terbaik. Kita tetap satu Indonesia.

PENULIS: Husnil Kirom, S.Pd. M.Pd.
Redaksi.www.dutasumsel.com

Malang Nasib Hengky Hendak Membuka Lahan Di Tangkap Jajaran Polres Ogan Ilir

Dutasumsel.com.INDRALAYA, -- Kapolres Ogan Ilir AKBP. Gazali Ahmad,SIK,MH melalui Kasat Reskrim Polres Ogan Ilir AKP. Malik Fahrin Husnul Aqif,SIK,SH bersama Kasubag Humas Polres Ogan Ilir AKP. Zainalsyah membenarkan telah menangkap seorang terduga pembakar lahan atas nama Hengky Ardiansyah(24) Tahun, Tani dengan alamat  Dusun I Desa Beti Kecamatan  Indralaya Selatan Kabupaten Ogan Ilir, diduga keras melakukan tindak pidana Karhutbunlah pada hari Minggu, tanggal 25 Agustus 2019 sekira pukul 17.15 Wib melakukan pembukaan lahan dengan cara membakar di Dusun I Desa Beti Kecamatan Indralaya Selatan Kabupaten Ogan Ilir.
Kasat Reskrim Polres Ogan Ilir AKP Malik Fahrin Husnul Aqif, S.H., S.I.K mengatakan, bahwa setiap orang yang melakukan pembukaan lahan dengan cara membakar,akan dikenakan Pasal 108 Jo. Pasal 69 Ayat (1) huruf h Undang Undang RI Nomor 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup."jelas Malik".
Selanjutnya Maĺik menjelaskan,pada hari minggu,(25/8) saat Subsatgas II lidik/ Sidik Satgas Gakkum Karhutbunlah Polres Ogan Ilir sedang melaksanakan Kring Serse dan Patroli Hunting System, sekira pukul 17.15 Bribda M.Fauzan menemukan titik api di dusun I Desa Beti Kecamatan Indralaya selatan Kabupaten Ogan ilir.

Kemudian anggota mendekati titik api dan mendapati diduga pelaku sedang membersihkan lahan yg sudah terbakar, setelah dilakukan intrograsi terhadap saksi-saksi di TKP dan terhadap diduga pelaku Hengky Ardiansyah mengakui bahwa dirinya yang membakar lahan tersebut untuk di tanami cabai. Dan pelaku menunjukkan barang bukti berupa 1 buah korek api gas merk TOKAI warna hijau yang disimpan pelaku di dalam saku celana sebelah kanan, satu bilah senjata tajam jenis parang yang sedang dipegang pelaku untuk membersihkan lahan dan satu ember plastik untuk memadamkan api.

Adapun BB yang kita amankan berupa:
-satu buah korek api gas merk TOKAI warna hijau;
-satu bilah senjata tajam jenis parang.
-satu buah ember plastik
-tiga kantong sample barang bukti tanah, akar, batang, ranting, daun, yang terbakar.
-tiga kantong sample barang bukti tanah, akar, batang, ranting, daun yang tidak terbakar.
Barang bukti dan terduga pelaku sudah kita amankan di Mapolres Ogan Ilir guna pemeriksaan lebih lanjut."ungkap kasat reskrim". Bersama Kasubag Humas Polres Ogan Ilir AKP. Zainalsyah.

Pewarta : Tim dutasumsel

4 November 2019 DISDUKCAPIL BERSAMA KEMENTRIAN AGAMA AKAN LAKSANAKAN ISBAT NIKAH GRATIS

Dutasumsel.com INDRALAYA, -- Pelayanan Isbat nikah terpadu antara lain bertujuan untuk membantu masyarakat mengesahkan perkawinan, memperoleh buku nikah dan dokumen kependudukan seperti akta kelahiran, pasport dan lain – lain. Paling tidak beberapa tujuan inilah yang menjadi urgensitas pertemuan kerjasama antara Ketua Pengadilan Agama Kayu Agung,Kepala Dinas Disdukcapil Kabupaten Ogan Ilir dan Kepala Kantor Kementrian Agama Kabupaten Ogan Ilir Sumatera Selatan.

Acara pertemuan tersebut dirangkai dengan penandatanganan kesepakatan bersama dan perjanjian kerjasama (memorandum of Understanding/MoU) antara ketiga instansi untuk melaksanakan program terpadu administrasi kependudukan melalui Sidang Terpadu Istbat Nikah dan Sosialisasi Pelayanan Akta-Akta Pencatatan Sipil, Ketua Pengadilan Agama Kayu Agung, Kepala Kantor Kementrian Agama Kabupaten Ogan Ilir, Kepala Dinas Kependudukan Dan Catatan Sipil Kabupaten Ogan Ilir di saksikan oleh Sekertaris Daerah Kabupaten Ogan Ilir,Asisten Satu dan Dua.

Penandatanganan perjanjian kerjasama ini dilakukan di Ketua Pengadilan Agama Kayu Agung Ibu Dra Sri Wahyu Ningsih SH.MHI, Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Ahmad Lutfi S.sos. M.Si, Kepala Kantor Kementrian Agama Kabupaten Ogan Ilir H. Kholil Azmi S.Ag, Sekda Kabupaten Ogan Ilir H. Herman SH.MM, Senin 26/8/2019, dan Isbat Nikah Terpadu akan di laksanakan pada 4 November 2019 yang bertempat di Perkantoran Terpadu Tanjung Senai Kabupaten Ogan Ilir.

Dalam kesempatan tersebut, Kasi Bimas Islam Kementrian Agama Kabupaten Ogan Ilir Imam Izharyanto menyampaikan pentingnya untuk membangun kesepahaman atau memorandum of understanding (MoU) dalam menuntaskan permasalahan pemenuhan dokumen kependudukan ini melalui program Sidang Itsbat Nikah Terpadu. Paling tidak, lanjut Beliau, “Program ini diharapkan dapat meminimalisir pasangan nikah yang belum punya buku nikah. Apalagi saat ini, buku nikah begitu penting, terutama untuk pengurusan berbagai keperluan administrasi kependudukan”. Jelas Imam diruangannya Senin 26/8/2019.

Dalam pelayanan terpadu, pasangan suami-isteri yang sudah nikah secara sah menurut agama diitsbatkan pernikahannya oleh PA, kemudian atas dasar penetapan PA itu KUA mencatatkan pernikahan dan mengeluarkan Kutipan Akta Nikah berupa Buku Nikah. Sementara Dinas Dukcapil mencatatkan dan mengeluarkan Akta Kelahiran anak-anak dari pasangan yang pernikahannya sudah dicatatkan dan dikeluarkan Buku Nikahnya. Pungkasnya.

Pewarta : Sanditya

TPID Gelar Program Bursa Inovasi Desa Merupakan

Dutasumsel.com.LAHAT, -- TPID Lahat menggelar  Program   bursa Inovasi Desa tingkat Cluster I  digelar  bertempat di Gedung SKB ( sanggar kegiatan belajar) pada Senin ( 26/8 ).

Hadir pada acara tersebut dihadiri Camat Lahat Zubhan Awali S.S.T.P MSi diwakili Sekcam Jon Darmawansyah SE,  Kasi Ekobag Marjohan, perwakilan Kecamatan Merapi Barat, Perwakilan Kecamatan Merapi Timur dan Merapi Timur dan dihadiri Kades dan

Bursa Inovasi Desa merupakan sebuah forum penyebaran dan pertukaran inisiatif atau inovasi masyarakat yang berkembang di Desa-desa di lingkup Kabupaten. Bursa Inovasi ini merupakan bagian tak terpisahkan dari Model Pengelolaan Inovasi di Tingkat Kabupaten.

Ketua Panitia Nopriadi pada Laporannya mengatakan "  Bursa Inovasi Desa bertujuan untuk memperbaiki bidang Infrastruktu, Kewirausahaan dan sumber daya manusia yang berpotensi dengan  jumlah perserta 225 Peserta dari 6 Kecamatan yaitu  Kecamatan Lahat, Kecamatan Pulau Pinang, Kecamatan Merapi Barat, Kecamatan Merapi Selatan dan Kecamatan Merapi Timur.

Fauzan selaku Kadis DPMD pada sambutannya sekaligus membuka acara program Bursa Inovasi Desa mengatakan " Program Inovasi Desa ini telah memasuki tahun ketiga, kalau dua tahun dilaksanakan secara global di Kabupaten Lahat, sedangkan tahun ketiga ini dilaksanakan secara Cluster untuk Kabupaten Lahat dibagi 4  Cluster, tiap Cllusser 6 Kecamatan,  berkerjalah sesuai dengan Juknis dan Juklak dan penuh bertanggung jawab. Dengan adanyanya program Inovasi Desa merupakan tonggak awal dari pembangunan menuju Lahat bercahaya " tandas Fauzan.

Pewarta : Novita/ Idham
Redaksi.www.dutasumsel.com

40 ANGOTA DPRD KABUPATEN LAHAT 2019 - 2024 RESMI DILANTIK OLEH KETUA PENGADILAN NEGRI LAHAT

Dutasumsel.com.LAHAT, -- Rasa haru dan gembira menyelimuti segenap Anggota dewan Kabupaten Lahat priode 2019 -- 2024 yang baru saja dilantik oleh Yoga B.A Nugroho SH MM Ketua Pegadilan Negeri Lahat.
Berdasarkan keputusan Gubernur Sumatera Selatan H Herman Deru no 462/ KPPS/I /2019 tentang pemberhentian anggota dewan prode 2014 -- 2019 sekaligus mengucapkan terima kasih atas pegabdian juga  jasa jasanya selama bertugas menjadi anggota dewan dalam mendukung program dan kinerja pemerintahan daerah Kabupaten Lahat, keputusan ini dibuat di Palembang tanggal 22 Agustus 2019 dan berlaku setelah pelantikan anggota dewan baru priode 2019 -- 2024 dilaksanakan .

Begitu juga Keputusan Gubernur Sumatera Selatan H Herman Deru  no 463/ KPPS / I /419 /2019 sebagaimana keputusan ini kepada anggota dewan terpilih akan diberikan Hak sesuai Peraturan dan Perundang Undangan yang berlaku selama menjabat sebagai Wakil Rakyat priode 2019 -- 2024

Pelantikan ini dilksanakan di Ruang sidang DPRD dan dihadiri Bupati dan Wakil Bupati  Lahat , Ketua DPRD, Sekda juga seluruh Unsur FKPD Kabupaten lahat beserta para undangan lainnya tanggal 22 Agustus 2019

Dalam sambutanya Cik Ujang SH Bupati Lahat mengatakan selamat datang dan selamat bertugas kepada 40 anggota dewan terpilih priode 2019 -- 2024 besar harapan dengan adanya anggota dewan terpilih ini dapat bersinergi dan berkerjasama dalam mendukung roda pembangunan di segala aspek dibumi seganti setungguan lima tahun mendatang . Adapun 40 Anggota Dewan terpilih.


Daerah Pemilihan I (10 kursi)
Ardiansyah dari PKB,Gharu dari Partai Gerindra,  Samarudin dari PDI P,  Sri Marhaeni Wulansih dari Golkar,  Arry dari NasDem,  Firiyanto dari PKS,  H Junaidi dari PPP,M Ariadi dari PAN,M Munawir Safei dari partai Hanura  Fitrizal Homisi dari Partai Demokrat.

Daerah Pemilihan II (6 kursi)
Yunani dari PKB,  Imanullah dari partai Gerindra,  Tanhar Effendi dari Partai Golkar,  Widia Ningsih dari Partai Perindo,  Andi Sucitera dari PAN  Iduar Alamsyah dari Partai Demokrat.

Daerah Pemilihan 3 (7 Kursi)
Novran Marjani dari Partai Gerindra, Ardiansyah dari PDI P,H  Mim Haimi dari partai Golkar, Baktiansyah dari Partai Perindo,  Deka Ariandi dari PPP,  Balkisri dari Partai Demokrat dan Ismail Arifin dari PBB.

Daerah Pemilihan 4 (8 kursi)
Wiwin Andaini dari PKB,  Novan Firmansyah dari Partai Gerindra,   Dendi Alexander dari partai Gerindra,  Dedi Candera dari PDI P , Yudiansyah dari Partai Golkar,  Zamroni dari NasDem, Pajeroni dari PPP dan Ahmaf Barmawi dari Partai Demokrat.

Daerah Pemilihan 5 (9 kursi)
Edwar dari PKB,  Sutra Imansyah dari partai Gerindra, Litran Efendi dari PDI P, Drs H Chozali Hanan dari Golkar,  Nizaruddin dari PPP,  Aliman Syahri dari PAN,  Lion Faizal dari Partai Hanura  Nanda Pinola Harahap dari Partai Demokrat dan  Muhammad Tabroni dari Partai Demokrat.

Pewarta : Novita
Redaksi.www.dutasumsel.com

Kades Sungai Pinang II Bersama Ketua PKK Desa Ikut Meriahkan Joget Balon

Dutasumsel.com.INDRALAYA, -- Berbagai kegiatan yang dilaksanakan Desa Sungai Pinang 2 Kecamatan Sungai Pinang untuk memeriahkan HUT RI ke – 74. Kegiatan berlangsung dilingkungan Desa Sungai Pinang 2 di Kecamatan Sungai Pinang, Kabupaten Ogan Ilir  Minggu (25/8/2019).
Kepala Desa Sungai Pinang 2 Herman Sawiran di dampinggi Ketua Karang Taruna Desa Sungai Pinang 2 Meri Triyanto, kepada media ini mengatakan kegiatan dan perlombaan yang dilaksanakan di Desa terdiri dari, Gerak Jalan Cepat Tepat Waktu dengan Pakaian Bebas, joget balon, dengan peserta lomba sebanyak 26 Pasang untuk lomba Joget Balon,dan 20 Pasang Anak- Anak dengan Busana unik.

“Kegiatan dalam memeriahkan HUT RI setiap tahun rutin dilaksanakan di Desa Sungai Pinang 2 ini sudah ke empatkalinya,  Tetapi yang paling penting untuk ditanamkan pada dirikan kita, terutama pada generasi penerus bangsa adalah punya semangat dan solidaritas yang tinngi dengan tidak melupakan jasa para pendiri bangsa,” harap Herman.

Pantauan,dutasumsel.com di lokasi dalam lomba yang dilaksanakan, bukan hanya anak- anak saja, para orang tuapun ikut ambil bagian berlomba Joget Balon dengan menggunakan baju daster,
Kepala Desa bersama Ibu Pengerak PKK Desa ikut ambil bagian Joget Balon.

Pewarta : Sanditya

MENGKUDETA BUDI GUNAWAN LEWAT KISRUH PAPUA

Artikel, Pradipa Y, -- Muncul sebuah Framing di pelbagai sosial media yang menyatakan; "BIN Gagal dan Kecolongan, terkait Rusuh di Papua". Sepertinya framing tersebut sengaja di ciptakan oleh sekelompok orang yang secara sadar melakukan provokasi kepada publik agar ada pihak yang harus bertanggung jawab atas terjadinya rusuh di papua.

Rusuh di papua beberapa waktu lalu sepertinya tidak berdiri sendiri, dan kisruh itu terjadi pasca Presiden Jokowi menyatakan dipelbagai media massa bahwa "Susunan Kabinet telah final", begitu kata yang mulia. Suasana politik dalam negeri pun kembali menghangat pasca terbentuknya dua poros politik baru, yakni Poros teuku umar vs Poros Gondangdia.

Terbentuknya poros politik teuku umar merupakan hasil kerja keras kepala BIN Jenderal. Pol. Budi Gunawan yang diawali dengan adanya pertemuan MRT antara presiden Jokowi dengan Mantan danjen Kopassus Letjen. Prabowo Subiyanto, yang kemudian berlanjut pada jamuan "Nasi Goreng", dikediaman mantan presiden ri megawati soekarno putri yang juga ketua umum pdip yang notabene pemenang pemilu legislatif 2019-2024.

Kondisi politik tanah air kembali memanas karena disaat yang sama empat ketua umum partai politik, secara "Mendadak", bertemu di gondangdia guna membahas kepemimipinan nasional 2024-2029. Sepertinya terjadi turbulensi politik yang mengakibatkan meningkatnya eskalasi politik di negeri ini pasca terjadinya dua pertemuan tersebut yang membahas "quo vadis bangsa dimasa mendatang".

Menarik sekali kondisi politik tanah air pasca pilpres dan pileg yang dilaksanakan secara serentak di negeri ini, begitu dinamis seperti sebuah irama musik yang di mainkan dengan orkestra. Tarik menarik politik terjadi begitu kentara, terlihat dari banyaknya parpol pendukung tuan presiden dan ormas pendukung tanpa malu meminta jatah menteri kabinet, karena sudah merasa berjuang dan berkeringat untuk pemenangan tuan presiden.

Situasi ini menjadi dilema bagi tuan presiden, karena banyak parpol yang menjadi pendukung utamanya meminta jatah menteri, tapi tidak punya kursi satu pun di parlemen. Selain itu sang ketua umum partai berlogo banteng bermoncong putih pun; membuat statement keras sebagai pemenang pemilu, maka partainya paling pantas mendapatkan kursi menteri terbanyak di kabinet Presiden Jokowi, dan itu dinyatakan dalam Konggres partai beberapa waktu yang lalu.

Pasca menghangatnya politik di lingkaran istana, tiba-tiba saja terjadi gejolak di tanah papua. Terjadi kerusuhan yang di picu oleh "isyu dugaan persekusi dan rasisme" di sejumlah daerah, seperti surabaya, malang dan semarang yang merupakan basis pemilih dan pemenangan presiden jokowi sendiri. Sempat viral di media sosial seolah ada sekelompok ormas dan masyarakat yang melakukan tindakan rasis di dua lokasi tersebut.

Entah siapa yang pertama kali mengupload video dugaan persekusi dan rasis tersebut sehingga menjadi pemicu terjadinya rusuh di papua?! Yang kemudian isyu "dugaan persekusi dan rasisme" tersebut di mainkan oleh organisasi papua merdeka sebagai alat untuk memisahkan diri dari negara kesatuan republik indonesia, dengan memobilisasi massa yang begitu masiv dan membuat kerusuhan di papua barat.

Seluruh media mainstream dan media sosial juga secara masiv dan gamblangnya memberitakan hal tersebut dan menyajikannya secara terus menerus kehadapan publik, bahkan ada seorang buzzer yang menjadi pendukung fanatik tuan presiden selama ini, dengan begitu provokatif langsung mentweet "Rusuh papua disebabkan oleh ormas radikal, yang mengusir mahasiswa papua"?!

Seolah kerusuhan papua terjadi secara spontanitas dan massa bergerak sporadis tanpa adanya aktor intelektual atau pun penggerak massa dari kejadian rusuh tersebut. Secara pribadi saya anggap hal tersebut sangatlah aneh dan janggal serta menjadi tanda tanya besar bagi publik?! Karena hal rasis yang terjadi di surabaya, malang dan semarang tersebut, pernah terjadi sebelumnya dengan menyerang kehormatan tokoh papua natalius pigai yang dilakukan oleh para ahoker dan pendukung tuan presiden sendiri pada medio juni 2017 silam.

Sekedar mengingatkan kembali memory publik pada medio juni 2017 pernah terjadi persekusi dan rasisme yang menjadi pembiaran oleh negara terhadap tokoh papua natalius pigai. Kejadian tersebut juga sempat menjadi viral di media sosial, tapi tidak menjadikan rakyat papua berbuat anarkis dan juga tidak dijadikan isyu oleh kelompok OPM untuk menyerang pemerintah jokowi saat itu.

Kisruh yang terjadi di papua saat ini pun hampir sama dengan kejadian yang menimpa sahabat natalius pigai,  yaitu adanya " dugaan persekusi dan rasisme". Yang berbeda dari dua kasus di atas adalah di mainkannya sentimen pro dan kontra nkri menjelang dilaksanakannya hari kemerdekaan 17 Agustus. Disini saya melihat adanya penumpang gelap yang ingin memanfaatkan kisruh papua tersebut sebagai *"bargaining position"* sekaligus alat tekan terhadap pemerintah karena isyu rasisme tersebut menjadi headline dan pembicaraan dunia.

Media mainstream dan sosmed beserta para buzzer memframing seolah papua tidak butuh pembangunan, karena ada yang salah dari pembangunan di papua? Padahal beberapa waktu yang lalu media mainstream dan pemerintah dengan begitu bangganya memviralkan pembangunan infrastruktur trans papua yang begitu masiv kepada publik. Tiba-tiba saja viral pernyataan gubernur papua barat Lukas Enembe yang menyatakan; "orang papua butuh kehidupan, bukan pembangunan.

Framing-framing ini jelas di mainkan oleh media mainstream yang dengan bebasnya mengulas persoalan papua secara terus menerus. Di era presiden jokowi Jarang sekali media sosial maupun media mainstream memberitakan sesuatu yang dapat mendeskreditkan pemerintah, namun tiba-tiba saja media mainstream banyak mengulas hal yang sangat menohok dan memojokan pemerintah pusat.

Isyu kesenjangan sosial maupun phobia papua, terus menerus di mainkan secara masiv melalui pelbagai media. Pecahnya kerusuhan yang terjadi di papua sepertinya bukan kejadian spontanitas, karena terjadi setelah finalnya komposisi kabinet. Kejadian di papua hampir mirip dengan tragedi 1974, dimana terjadi perebutan pengaruh orang di sekitar istana yang membuat jatuhnya jendral, Soemitro Pangkokamtib saat itu.

Sebagai sebuah analisa saya melihat dari kerusuhan papua tersebut, Jenderal. Budi Gunawan menjadi target untuk di kudeta karena; "BIN dianggap gagal dan kecolongan atas kisruh di papua". Kenapa harus BG yang di targetkan untuk dijatuhkan? Karena jenderal BG adalah orang paling kuat dan berpengaruh bagi Jokowi maupun ketua umum pdip, dan tragedi papua adalah ajang untuk mempermalukan BIN serta menurunkan posisi tawar BG di mata Presiden maupun publik.

Kemampuan Jenderal BG menyatukan dua kutub yang berbeda antara pemerintahan jokowi dan kekuatan oposisi prabowo subiyanto, serta ketua umum pdip megawati soekarno putri, menjadikan posisi sang jenderal sebagai orang paling berpengaruh di negeri ini. Jadi wajar adanya upaya untuk menyingkirkan sang jenderal dari tragedi kisruh diatas.

Terjadinya poros teuku umar juga berkat andil sang jenderal BG, kemampuan BG menyatukan tokoh-tokoh bangsa wajib diapresiasi dan di acungi jempol. Sebagai seorang kepala BIN sang jenderal cukup lincah masuk wilayah politik, yang kemudian langkahnya mengejutkan para politisi di sekeliling istana maupun di sekitar ketua umum pdip.

Tebentuknya poros teuku umar yang di inisiasi oleh BG, menjadi ancaman elit politik dan kekuasaan di sekitar istana. Karena poros teuku umar apabila  terbentuk maka komposisi pemerintahan hanya melibatkan paling banyak tiga partai politik pemenang pileg yakni Pdip, golkar dan Gerindra.

Poros teuku umar bukan sekedar wacana, niat menyatukan tokoh bangsa bisa menjadi pemicu kemarahan elit politik yang terus memainkan isyu panas seputar rusuh akibat tindakan rasisme segelintir orang. Untuk itu kompartemen didalam BIN maupun institusi intelijen dibawah Polri maupun TNI harus membuka analisa ke arah pemakzulan jenderal BG sebagai sebuah bahan kajian terkait kerusuhan berbau rasis yang merembet ke sejumlah daerah di Indonesia.

Sebagai pesan penutup, bukan tidak mungkin kisruh papua akan menjadi pintu masuk untuk memakzulkan sang jenderal BG karena manuvernya yang mengganggu banyak politisi dan kepentingan politik lainnya. Untuk itu selayaknya rakyat jangan mau terprovokasi atas adanya framing yang menyatakan "BIN Gagal dan Kecolongan", karena itu merupakan upaya untuk mengadu domba sesama anak bangsa.

Waallahul Muafiq illa Aqwa Mithoriq,
Wassallamuallaikum Wr, wb
Jakarta, 25 Agustus 2019
        🙏PYN🙏

Oleh: Pradipa Yoedhanegara
Redaksi.www.dutasumsel.com

PENGEDAR PIL EXSTASY ASAL TELUK GELAM OKI DI TANGKAP DI DESA PAFIT

Dutasumsel.com.INDRALAYA, -- Kapolres Ogan Ilir AKBP. Gazali Ahmad SIK,MH melalui jajaran Sat Res Narkoba Iptu Fadjri Ambiya dan Angotanya berhasil membekuk seorang pengedar Pil Ectasy di lapak acara Orgen Tungal Golden Star di Desa Parit Kecamatan Indralaya Utara tersangka bernama Jainudin (26) alias Udin, warga Dusun VI Desa Benawo Kecamatan Teluk Gelam Kabupaten OKI. Berhasil diciduk Aparat Satres Narkoba Polres OI saat sedang berada di acara Orgen Tunggal di Desa Parit Kecamatan Indralaya Utara.
Informasi yang dihimpun awalnya Jainudin tersangka tengah menjajakan dagangannya  di saat ada pesta Orgen Tunggal dan tersangka menjajakan dagangan minuman sejenis bir dan minuman lainnya sembari menawarkan pil exstasy secara terselubung.

Nasib naas tersangka jainudin Saat itu malah menawarkan kepada petugas yang melakukan penyamaran (undercover buy/UCB). Tanpa curiga tersangkapun menawarkan 1 butir pil exstasy jenis QP, dengan harga Rp260 ribu.

Tak menyangka saat tersangka menyerahkan sebutir pil, anggota satres narkoba langsung saja menangkap tersangka dan setelah dilakukan penggeledahan petugaspun menemukan 20 butir pil exstasy dan uang tunai sebesar Rp260 ribu.

Diduga tersangka Jainudin ini pengedar narkoba jenis pil ectasy dan saat ini kita tengah mengembangkan kasus ini untuk menangkap bandar yang lebih besar lagi."ucap Kasat Res Narkoba Iptu Fadjri Ambiya.

Akibat perbuatannya tersebut tersanga Jainudin terjerat UU Narkotika Nomor 35 Tahun 2009 terancam dengan Pasal 112 ayat 2 dan Pasal 114 ayat 2, ancaman hukuman 6 tahun sampai seumur hidup.

Selain tersangka Udin, Anggota Satres Narkoba Polres OI juga menciduk Alan (29) warga Desa Kerinjing Kecamatan Tanjung Raja Kabupaten Ogan Ilir. Tersangka Alan diciduk karena memiliki satu paket Sabu dengan berat 0,34 gram dengan seharga Rp300 ribu.

Alan diciduk anggota satres narkoba saat sedang berada di Desa Tanjung Baru Kabupaten Ogan Ilir, melihat gelagat mencurigakan dari tersangka Alan langsung saja dilakukan penggeledahan.

Saat diintrograsi anggota tersangka mengaku mau mengantarkan barang tersebut ke satu tempat demi mendapat upah sebesar Rp50 ribu.Tersangka Alan dan barang bukti diamankan di SatRes Narkoba Polres Ogan Ilir untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.

Tersangka kita dikenakan UU Narkotika Nomor 35 Tahun 2009 dengan pasal 112 ayat 1 dan 114 ayat 2 dengan ancaman 5 -15 tahun penjara."ungap Fadjr Ambiya" ungkap nya kepada awak media dutasumsel.com saat di mintai keterangan via phon, dan di b

Pewarta : Sanditya