NEWS

Slider

Rakor Akbar P3MD Lahat Siap Wujudkan Desa Sejahtera di Kecamatan Lahat Selatan

LAHAT, DS - Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (BPMDes) Kabupaten Lahat, menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) Akbar Program Pembangunan dan Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (P3MD) dan Program Masyarakat Desa (PMD) tahun 2018, di Gedung SKB Kecamatan Lahat Selatan Rabu (24/04/2018).

Kegiatan ini dibuka langsung oleh Kepala Badan (PMD) Lahat H. Fauzan Khoiri Denin AP. MM dan dihadiri langsung Pejabat Kejaksaan Negeri Lahat, Pejabat Kepolisian dari Polres Lahat, beberapa kepala satuan kerja perangkat daerah (SKPD) Lahat, Para Camat dan belasan Kepala Desa Kecamatan Lahat Selatan.

Handoko selaku ketua pelaksana kegiatan sekaligus staf ahli di sekretariat Pemkab Lahat dalam laporannya menyampaikan bahwa jumlah peserta yang ikut dalam rakor kali ini terdiri dari tenaga ahli berjumlah 6 orang, PD 56 orang, dan PLD 97 orang. Sementara rapat kordinasi ini menurutnya bertujuan untuk memperkuat senergi dalam pencegahan, pengawasan, dan penanganan masalah penggunaan dana desa. 

"Rakor ini bertujuan untuk menganalisa serta evaluasi reguler atas pelaksanaan penyaluran dan penggunaan dana desa Serta merumuskan langkah-langkah pemecahan masalah yang timbul selama pelaksanaan penyaluran dan penggunaan dana desa"ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut, Kepala Dinas BPMDes H. Fauzan Khoiri Denin AP. MM usai membuka secara resmi kegiatan Rakor mengungkapkan, baik buruk nya suatu desa di pengaruhi oleh tiga elemen. Elemen tersebut terdiri dari Kepala Desa, Operator, dan Bendahara Desa,TA, PD, dan PLD.

Oleh sebab itu kata dia, ketiga elemen harus dapat bersinergi dalam pembangunan Desa sebab pada prinsipnya ada lima hal yang harus di perhatikan dalam pelaksanaa pembangunan Desa. 

"Yang pertama iyalah, menghargai leadership kepemimpinan Kepala Desa. Kemudian, komitmen bersama dalam membangun Desa. Yang ketiga adalah sinergitas aparat Desa mulai dari BPMD, RT, RW hingga Kepala Dusun. Kemudian yang ke empat fakta integritas dan kemampuan menguasai tehnologi. Sementara yang kelima iyalah kesadaran dan keikhlasan membangun desa yang lebih baik"paparnya.


Dikatakan,  dengan adanya ke giatan rakor akbar dirinya berharap dapat menjadi langkah evaluasi dalam pembangunan Desa sehingga dapat mewujudkan Desa yang sejahtera kedepan. *(antoni.DS)

Semarakkan Hardiknas Pemprov Sumsel Usung Tema Guru Profesional Berkarakter

PALEMBANG, DS - Dalam rangka memperingati Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) Mei 2018 mendatang , Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan (Pemprov Sumsel) melalui Dinas Pendidikan Provinsi Sumsel  menggelar sejumlah rangkaian mulai dari try out, seminar nasional, hingga penyerahan simbolis SK untuk Guru honorer dan tenaga pendidik SMA, SMK.

Kegiatan ini digelar di Gedung Ballroom Rajawali Palembang, Kamis (26/04). Pembukaan Seminar Nasional dihadiri langsung Gubernur Sumatera Selatan Alex Noerdin didampingi Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Sumsel Drs. Widodo, M.Pd. Seminar nasional pendidikan tahun 2018 mengusung tema "Menjadi Guru Profesional yang Berkarakter". 

Dikatakan Gubernur Sumsel Alex Noerdin, mengenai pendidikan Provinsi Sunsel memang tempatnya. Dimana sejak dahulu Pemprov Sumsel konsisten memprioritaskan pembangunan pendidikan, kesehatan dan lapangan kerja. Menurutnya, ia telah membuktikan sejak 2002 lalu waktu menjadi Bupati Musi Banyuasain, dan sampai saat ini menjadi Gubernur Sumsel telah memberlakukan sekolah gratis dan berobat gratis mulai dari Sekolah dasar (SD) sampai Sekolah Menengah Atas (SMA) atau sederajat. 

Tidak tanggung-tangung pula Alex menyatakan, Pemprov Sumsel telah meluncurkan sekolah gratis sampai sarjana. 

"Sejak saya masih menjadi Bupati Musi Banyuasin, kita sudah memberlakukan satu minggu setelah saya dilantik tanpa hitung-hitungan dana darimana, 2002 yang lalu sekolah gratis mulai dari Sekolah Dasar hingga sekolah menengah atas atau sederajat. Setelah Saya jadi Gubernur diberlakukan di seluruh masyarakat Provinsi Sumsel. Sekolah gratis dan berobat gratis asalnya dari sini, orisinil dari provinsi Sumsel," ungkapnya

Dalam kesempatan yang sama, Alex Noerdin juga mensosialisasikan Asian Games di hadapan seluruh guru dan tenaga pendidik di Provinsi Sumsel. Menurutnya, masyarakat Provinsi Sumsel harus bangga menjadi tuan rumah Asian Games. Sebab, Asian Games banyak mendulang berkah bagi masyarakat Provinsi Sumsel. 

Diuraikannya secara rinci, mulai dari pembangunan sejumlah infrastruktur yang sangat fenomenal seperti Light Rail Transit (LRT) pertama di Indonesia, Fly Over, Underpass, Jembatan Musi IV dan VI, Jalan Tol serta rumah sakit berstandar internasional. Diakuinya,  Asian Games bukan tujuan akhir melainkan alat untuk mencapai tujuan. 

"Kita pilih mempromosikan daerah melalui jalur olahraga karena itu yang paling mudah dan Sumsel sangat berpengalaman menyelenggarakan event olahraga international," katanya 

"Provinsi Sumsel miliki tiga syarat utama yang membuat daerah lain iri, Pertama kondusifitas Sumsel zero konflik, pengalaman menyelenggarana event olahraga internasional miliki fasilitas olahraga lengkap berstandar international terletak di tengah-tengah kota dalam satu hamparan," terangnya

Ia menyebut, saat ini pertumbuhan ekonomi meningkat, lapangan kerja tersebar luas. Menurutnya, semua infrastruktur yang sudah ada ini, bermuara pada kesejahteraan masyrakat serta memberantas musuh terbesar manusia yakni kebodohan dan kemisikinan. 

" Semua itu tidak akan bisa didapat Sumsel dalam waktu singkat jika Palembang tidak terpilih menjadi tuan rumah Asian Games. Bangga kita menjadi masyarakat Provinsi Sumsel,"pungkasnya 

Sementara  Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Sumsel Drs. Widodo, M.Pd menambahkan, kegiatan seminar nasional ini merupakan rangkaian hari pendidikan nasional. Untuk tema yang diangkat, mengenai guru profesional yang berkarakter. Dimana menurutnya karakter guru sangat mempengaruhi generasi penerus. 



"Kemarin sudah try out, hari ini seminar nasional dan nanti sore ada penyerahan SK simbolis untuk guru honor, SMA, SMK se-Sumsel, termasuk tenaga pendidikan," tambahnya 

Gubernur Sosialisasikan Asian Games Kepada Masyarakat Lahat

PALEMBANG, DS - Ribuan masyarakat Kabupaten Lahat nampak antusias mendengarkan sosialisasi Asian Games XVIII tahun 2018 yang disampaikan langsung Gubernur Sumatera Selatan Alex Noerdin di Griya Agung Palembang, Rabu malam (25/4). 

Ribuan masyarakat yang terdiri dari jajaran Pemerintah Kabupaten Lahat, para Camat, Lurah, Kepala Desa, serta tokoh agama dan tokoh masyarakat se-Kabupaten Lahat itu, sudah memadati Griya Agung sejak sore hari dipimpin langsung Plt. Bupati Lahat, Marwan Mansyur. 

Dalam kesempatan ini, Gubernur Alex Noerdin memaparkan banyak hal tentang kemajuan pembangunan Sumsel sejak Palembang ditetapkan sebagai tuan rumah Asian Games. Menurutnya, melalui Asian Games banyak manfaat yang diperoleh Provinsi Sumsel seperti percepatan pembangunan, penambahan infrastruktur yang dibangun melalui dukungan dana dari berbagai pihak baik pemerintah pusat maupun swasta.

"Jadi, kalau ada yang bilang buat apa Asian Games, hanya menghabiskan uang rakyat, itu salah besar. Justru dengan Asian Games Sumatera Selatan berhasil menyerap dana pembangunan infrastruktur besar-besaran, totalnya mencapai 68 Triliun. Mulai dari jalan toll, dua Jembatan Musi, penambahan kapasitas bandara, LRT dan lain-lain" ungkapnya.

Lanjut Alex Noerdin, Asian Games bukan menjadi tujuan utama melainkan alat untuk mencapai tujuan yakni kesejahteraan masyarakat Sumsel. Menurutnya, untuk menjadi tuan rumah Asian Games tidak semudah membalikan telapak tanggan melainkan penuh dengan perjuangan. 

"Alhamdulillah, satu-satunya Gubernur di Sumatera Selatan yang mendapat anugerah dari pemerintah, diserahkan langsung oleh Presiden, penghargaan Bintang Maha Putera Utama. Ini bukan mau sombong, tetapi sebagai bukti bahwa saya yang kalian pilih menjadi Gubernur ini tidak mengecewakan, melainkan bisa memberikan kebanggan bagi masyarakat Sumatera Selatan," ungkap Alex Noerdin kepada masyarakat Lahat yang hadir.

Sementara itu, Plt. Bupati Lahat, Marwan Mansyur mengatakan, ribuan masyarakat Kabupaten Lahat sengaja hadir di Griya Agung untuk bersilaturahmi dan mendapat arahan langsung dari Gubernur Alex Noerdin dalam mendukung suksesnya Asian Games di Palembang.

"Seluruh masyarakat Lahat yang ada disini siap menerima arahan Gubernur seluas-luasnya tentang program pembangunan Sumatera Selatan dan Asian Games XVIII. Kami siap mendukung dan mensukseskan Asian Games di Palembang," pungkasnya.

SMAN 1 Mulak Ulu Gelar Pelepasan dan Perpisahan Siswa

LAHAT, DS - Suasana haru biru tampak mewarnai acara pelepasan dan perpisahan siswa kelas XII Sekolah menengah atas Negeri (SMAN) 1 Mulak Ulu Kabupaten Lahat kemarin Senin (23/04/2018). Acara yang dipusatkan di halaman sekolah tersebut juga menggelar berbagai kegiatan lomba seperti tarian, pembacaan puisi, nyanyi, dan pembacaan sajak.

Di acara pelepasan dan perpisahan kali tampak seluruh orang tua siswa, Kapolsek Mulak, Pejabat Kantor Urusan Agama (KUA), Pegawai Kecamatan serta tamu dan undangan hadir memenuhi kursi tamu yang disediakan.

Kepala Sekolah SMAN 1 Mulak Ulu Supardi S.Pd dalam sambutan mengaku terharu melihat kegiatan acara perpisahan saat itu. Ia mengatakan bahwa agenda hari ini murni gagasan dan ide kreatif para siswa.

"Syukur alhamdulilah kepada Allah Swt yang mana pada hari ini pelepasan siswa kelas XII berjalan dengan lancar. Secara pribadi saya mengapresiasi kekompakan para siswa yang telah bekerja keras demi terwujudnya acara hari ini" ujarnya.

Tidak lupa ia berharap pada semua siswa bahwa acara perpisahan saat itu bukalah perpisahan yang terakhir.  "Mengingat tugas dewan guru sudah selesai mendidik kalian, saya berharap dan juga berdoa semoga kamu kelak dapat meraih cita-cita. Baik itu yang ingin kembali menempuh pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi untuk meraih masa depan yg lebih baik" imbuhnya.

Satu pesan yang memaksa para siswa meneteskan air mata ialah, Supardi meminta kepada para siswanya itu untuk tidak melupakan para jasa guru yang pernah memberikan ilmu serta tetap menjaga nama baik SMAN 1 Mulak Ulu.

"Apabila sukses kelak jangan pernah melupakan sekolah ini. Kami seluruh dewan guru mendoakan semoga kalian menjadi anak-anak yang sukses  berguna bagi Nusa dan Bangsa itu harapan kami semoga tanggal 3 mei nanti seluruh siswa lulus dengan baik"tandasnya.

Senada dengan Supardi, perwakilan orang tua siswa juga berharap hal yang sama. Mewakili sambutan orang tua siswa, Sehlan yang merupakan Kepala Seksi Keamanan dan Ketertiban (Kasi Trantib) di kecamatan Mulak Ulu mengatakan ucapan ribuan terimah kasih kepada seluruh dewan guru SMAN 1  Mulak Ulu.

Menurutnya, sejauh ini para guru  dengan ikhlas telah mendidik para siswa dengan berbagai karakter dan tingkah laku untuk lebih baik. Para Guru begitu telah berjasa menempah para siswa  menjadi pintar agar menjadi generasi muda penerus bangsa.

"Semoga ilmu yang di berikan akan menjadi bekal yang bermanfaat bagi anak kami"ujar nya. (antoni)

Ini Pesan Presiden ke Gubernur aceh


ACEH, DS - Presiden Joko Widodo dalam perjalanannya menuju Turki singgah sejenak di Provinsi Aceh untuk bertemu dengan Gubernur dan Wakil Gubernur Aceh yang baru dilantik oleh Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo. Kepada pasangan tersebut, Kepala Negara berharap agar Pemerintah Provinsi Aceh memberikan rasa aman kepada masyarakat dan menciptakan situasi yang kondusif bagi investasi di wilayah yang dipimpinnya.

"Tunjukkan bahwa Aceh aman sehingga investor mau berinvestasi di Aceh. Image Aceh tidak aman harus betul-betul dihilangkan," ucap Presiden Joko Widodo kepada Gubernur dan Wakil Gubernur Aceh periode 2017-2022 Irwandi Yusuf dan Nova Iriansyah di ruang tunggu Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA) di Banda Aceh, Rabu 5 Juli 2017.

Presiden dan Ibu Negara sendiri dalam kesempatan tersebut hadir di DPRA pada pukul 10.30 WIB. Sesampainya di sana, Presiden dan Ibu Iriana langsung memberikan ucapan selamat kepada keduanya setelah dilantik dan diambil sumpahnya pada Rapat Paripurna Istimewa DPRA yang dimulai pada pukul 09.15 WIB. Presiden juga sempat bertemu dengan Gubernur Aceh periode 2012-2017 Zaini Abdullah dan Wali Nanggroe Aceh Malik Mahmud Al-Haytar.

Dari DPRA, Presiden dan Ibu Iriana bersama rombongan menuju Bandar Udara Sultan Iskandar Muda, Banda Aceh, untuk melanjutkan penerbangan menuju Ankara Turki pada pukul 11.20 WIB.

Turut mendampingi Presiden dan Ibu Iriana ialah Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo dan Sekretaris Kabinet Pramono Anung.

Presiden Siap Hadiri KTT G20 Di Jerman

JAKARTA, DS - Presiden Joko Widodo akan menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20 di Hamburg, Jerman, pada 7-8 Juli 2017. Di KTT ini, Presiden akan menyampaikan pesan agar G20 dapat menjadi bagian dari solusi berbagai tantangan global. Utamanya dalam menghadapi ancaman terorisme di mana Presiden akan menjadi pembicara utama dalam sesi tersebut.

Terkait ekonomi dan keuangan global, Presiden akan menyinggung pentingnya aksi bersama anggota 20 dalam memerangi penggelapan pajak. Mengingat G20 harus mampu menjadi pendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif, berkelanjutan dan berimbang.

Tak lupa, di sela-sela pertemuan G20, Presiden juga akan melakukan pertemuan bilateral dengan sejumlah pimpinan negara sahabat, salah satunya Presiden Amerika Serikat, Donald Trump.

Sebelum tiba di Hamburg, Jerman, Presiden terlebih dahulu akan berkunjung ke Turki. Kunjungan ke Turki merupakan kunjungan balasan atas kunjungan Presiden Erdogan ke Jakarta pada tahun 2015 yang lalu.

Selain itu, Presiden juga akan memanfaatkan kunjungan tersebut untuk meningkatkan hubungan kerja sama kedua negara dalam berbagai bidang. Di antaranya bidang ekonomi, industri strategis, hingga pemberantasan terorisme.

Presiden Joko Widodo dan Ibu Negara Iriana Joko Widodo bersama rombongan akan bertolak ke Turki dengan menggunakan Pesawat Kepresidenan Indonesia-1 pada Rabu, 5 Juli 2017 pukul 07.20 WIB dari Pangkalan TNI AU Halim Perdanakusuma Jakarta dan diperkirakan tiba di Ankara Turki pada Rabu malam, (05/07/2017).

Presiden beserta rombongan direncanakan akan kembali tiba di Tanah Air pada Minggu, 9 Juli 2017 mendatang.

Turut menyertai Presiden dan Ibu Iriana dalam penerbangan tersebut di antaranya Sekretaris Kabinet Pramono Anung, Kepala BKPM Thomas Lembong, Plt. Kepala Sekretariat Presiden Winata Supriatna, Sekretaris Militer Presiden Marsda TNI Trisno Hendradi, Komandan Paspampres Mayjen TNI (Mar) Suhartono, Dirjen Protokol dan Konsuler Kementerian Luar Negeri Andri Hadi, Sekretaris Pribadi Presiden Anggit Noegroho, Staf Khusus Presiden Ari Dwipayana dan Plt Deputi Bidang Protokol, Pers, Media dan Informasi Sekretariat Presiden Ari Setiawan.

Menteri Luar Negeri Retno Marsudi telah terlebih dahulu hadir di Turki untuk mempersiapkan kedatangan Presiden.

Tampak melepas keberangkatan Presiden dan Ibu Iriana, Wakil Presiden Jusuf Kalla dan Ibu Mufidah Jusuf Kalla, Menteri Koordinator bidang Perekonomian Darmin Nasution, Menteri Koordinator bidang Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan, Menteri Sekretaris Negara Pratikno, Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo, Kapolri Jenderal Polisi Tito Karnavian, Kepala Staf Angkatan Udara (KSAU) Marsekal Hadi Tjahjanto, Kepala Staf TNI Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Ade Supandi dan Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Mulyono.

Sektor Hulu Tak Dibenahi, Indonesia Bakal Terus Kebanjiran Impor Migas

JAKARTA, PP - Ketua Koordinator Gas Industri Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Ahmad Wijaya meminta pemerintah untuk benar-benar mengelola sektor hulu migas agar impor migas yang cenderung naik bisa ditekan.

Merujuk data Badan Pusat Statistik (BPS), impor migas Mei 2017 mencapai US$1,82 miliar atau naik 10,54 persen dibanding April 2017, sedangkan jika dibanding Mei 2016 meningkat 9,10 persen.

Soal impor, kata Ahmad, memang tidak bisa ditutup semua, namun tetap harus ada usaha keras dari pemerintah untuk benar-benar mengelola hulu migas. Jika tidak, maka sektor hilir, akan terus dibanjiri impor. Ujungnya, industri tertekan dan tidak memiliki daya saing.

"Impor terus terjadi sebab Pemerintah belum serius menarik investasi industri hulu berbasis minyak nan petro chemical yang secara pertumbuhan turun ke industri intermediate baru ke industri hilir," tegas Ahmad, kepada media, Senin (3/7).

Menurut Ahmad, jika pemerintah mendorong menarik investasi ke sektor tersebut, maka secara palan pasti, impor migas akan bisa dikurangi secara drastis.

"Jika tidak dibenahi, kondisi impor tiap tahun naik, dari konsumsi harian seperti bawang sampai gula masih tinggi impornya," ujar Ahmad.

Catatan BPS, secara total, nilai impor Indonesia Mei 2017 mencapai US$13,82 miliar atau naik 15,67 persen dibanding April 2017. Bahkan, jika dibandingkan Mei 2016 melonjak hingga 24,03 persen.

Tiongkok jadi negara pemasok barang impor nonmigas terbesar  dengan nilai US$13,67 miliar (26,12 persen), Jepang US$5,82 miliar (11,12 persen), dan Thailand US$3,77 miliar (7,21 persen).

Khusus sektor migas, Ahmad menegaskan, agar impor yang membanjiri sektor hilir bisa benar-benar dikurangi, Indonesia perlu 10 pabrik baru petrochemical seperti Chandra Asri. Jika 10 pabrik itu sudah ada, hasil produksinya pun tak boleh lagi diekspor namun digunakan untuk  kepentingan mendukung industri dalam negeri.

"Baru industri hulu, intermediate sampai hilir bertumbuh. Saat ini kondisi kita di industri banyak melakukan paralel impor dan produsen. Jadi cash cost tinggi di semua linier," tegasnya.

Pemerintah dinilai tak pernah serius mengembangkan industri hulu minyak dan gas Tanah Air. Terbukti, investor tak tertarik menanamkan modalnya di sektor ini.

Bukti lain tak seriusnya pemerintah adalah dengan tingginya impor di hilir migas. Hal ini terjadi karena bagian hulu tak diurus dengan baik, sehingga tidak mencukupi kebutuhan hilir.

Persoalan tetap tingginya impor di sektor migas, juga berkolerasi dengan kepentingan para trader. Kata Ahmad, sektor migas masih banyak melayani trader. Sementara untuk meyakinkin investor refinery masih perlu waktu lama.

"Masih panjang, kemungkinan satu periode Pemilu lagi belum tentu ada hasil maksimal sebab RUU migas masih blum tuntas," ujar Ahmad.

Presiden Puji Anak Muda Kembangkan Brand Lokal

JAKARTA, DS - Presiden Joko Widodo bersama keluarga singgah di kedai kopi yang berada di Jl Cipete Raya, Jakarta, Minggu (02/07/2017). Presiden dan Ibu Negara Iriana Joko Widodo bersama kedua putra putrinya, Kahiyang Ayu dan Kaesang Pangarep berada di warung kopi tersebut selama hampir 30 menit.

Tiba pada pukul 11.30 WIB, Presiden disambut Andanu Prasetyo atau yang sering dipanggil Tyo, pemilik kedai kopi tersebut. Presiden memuji usaha yang dimiliki Tyo karena mengedepankan produk lokal. Semua biji kopi yang digunakan dalam proses kopi tersebut berasal dari dalam negeri.

“Saya sangat mengapresiasi ini brand lokal, brand tradisional yang sukses ciptaannya anak-anak muda, untuk mengembangkan brand-brand lokal, brand tradisional yang seperti ini,” ujar Presiden.

Saat mengantri, Presiden menanyakan kopi yang paling enak kepada kasir kedai kopi tersebut. “Kopi apa yang paling enak?” tanya Presiden. Kopi susu tetangga adalah minuman yang direkomendasikan Tyo.

Presiden bersama Ibu Iriana memilih tempat di pojok kedai kopi tersebut untuk berbincang-bincang dengan Tio. “Dulu jenis kopi tidak sebanyak sekarang, hanya kopi hitam saja,” ucap Ibu Iriana.

Sekira pukul 12.00, Presiden bersama keluarga meninggalkan kedai kopi tersebut untuk melanjutkan perjalanan menuju sebuah rumah makan di kawasan Sunter.

Setelah makan siang bersama keluarga, Presiden membeli makanan khas Betawi kerak telor. Presiden membelinya di kawasan Kemayoran. Dua kerak telor yang dibeli Presiden senilai Rp. 50.000.

Di kedua tempat itu, baik di kedai kopi dan saat membeli kerak telor, Presiden menyapa dan berswafoto dengan masyarakat.

Dengan Suguhan Teh dan Bakso, Presiden Jokowi Terima Obama di Kebun Raya Bogor

JAKARTA, DS - Awan mendung yang mengitari Kota Bogor, Jawa Barat, tidak mengurangi kehangatan pertemuan Presiden Joko Widodo dan Presiden Amerika Serikat ke-44 Barack Obama di Istana Kepresidenan Bogor pada Jumat sore (30/06/2017)

Obama yang mengenakan kemeja lengan panjang berwarna biru muda dipadukan dengan celana panjang berwarna gelap, tiba di Istana Kepresidenan Bogor pada pukul 15.30 WIB. Kedatangan Obama disambut langsung oleh Presiden dan Ibu Negara Iriana Joko Widodo serta putra Presiden, Kaesang Pangarep.

Saat memasuki Istana Kepresidenan Bogor, Obama terlebih dahulu mengisi buku tamu dan kemudian memasuki ruang Garuda Istana Kepresidenan Bogor untuk kemudian berbincang santai di beranda belakang.

Setelahnya, Presiden Jokowi yang mengenakan kemeja lengan panjang berwarna putih kemudian mengajak Obama menuju Cafe Grand Garden, yang berjarak sekitar 1 kilometer dari kawasan Istana Bogor dengan menggunakan golf cart.

Tiba di Cafe Grand Garden yang berada di kawasan Kebun Raya Bogor, Presiden Jokowi dan Obama kemudian menikmati hidangan teh dan beragam jajanan pasar, seperti onde-onde, talam ubi, kue mangkok, panada cakalang, dan lemper ayam.

Saat tengah berbincang selama 10 menit, hujan pun turun, sehingga keduanya berpindah ke ruangan balkon cafe. Kali ini, bakso kuah menjadi jamuan yang menemani perbincangan keduanya di tengah hujan yang mengguyur kawasan Bogor.

Setelah berbincang cukup lama, Presiden Jokowi dan Obama pun mengakhiri pertemuan tersebut dengan berfoto bersama dan pada pukul 16.30 WIB, Obama meninggalkan cafe tersebut untuk kembali ke Jakarta dengan berkendaraan mobil.

Sementara itu, Menteri Luar Negeri Retno Marsudi mengatakan di tengah-tengah liburannya ke Indonesia, Obama telah meluangkan waktu untuk minum teh bersama Presiden Jokowi di Kebun Raya Bogor.

Retno menjelaskan bahwa undangan Presiden Jokowi kepada Obama sudah mulai disampaikan sejak awal 2015. "Undangan berlibur ke Indonesia diulang kembali pada saat Presiden Jokowi berkunjung ke Washington DC Oktober 2015," ucap Retno.

Setelah Obama tidak menjabat lagi sebagai presiden, Presiden Jokowi kembali mengundang Obama untuk berlibur ke Indonesia.

"Presiden mengirim undangan tertulis kepada Obama untuk berlibur ke Indonesia," ujar Retno.

Sebelum tiba di Jakarta siang tadi, Obama terlebih dahulu menghabiskan waktunya di Indonesia dengan mengunjungi Pulau Bali pada tanggal 23-28 Juni 2017, dan Yogyakarta pada 28-30 Juni 2017.

Esok hari, Sabtu 1 Juli 2017, rencananya Obama akan menjadi pembicara dalam Kongres Diaspora Indonesia ke-4.

Ekonom Ingatkan Bahaya Kepentingan Asing di Sektor Tembakau

JAKARTA, DS - Impor tembakau yang tidak terkontrol dipastikan membuat kalangan petani di dalam negeri kian terdesak. Diperlukan kebijakan roadmap agar impor tembakau secara perlahan dikurangi.

Merujuk data Badan Pusat Statistik (BPS), pada 2012 impor tembakau tembus hingga 151 ribu ton. Kemudian di 2013 mencapai 135 ribu ton, kemudian 2014 tercatat impor tembakau mencapai 111 ribu ton. Adapun pada 2015 impor tembakau mencapai 81 ribu ton, dan di 2016 tercatat impor tembakau 91 ribu ton.

Ekonom senior Institut Pertanian Bogor (IPB), Ricky Avenzora, mengemukakan, dinamika penguasaan impor tembakau tersebut dapat diibaratkan sebagai "7th-phase of trickle down effect" (fase ke 7 dari dampak negatif) yang harus ditanggung bangsa Indonesia akibat kebodohan politik dagang internasional yang dijalani selama ini.

"Pada fase pertama hingga ke enam, kita semua telah membiarkan industri tembakau kita dihancurkan oleh isu bahaya merokok, membiarkan petani tembakau kita dilemahkan oleh pelaksanaan rezim pajak progresif tembakau,  membiarkan "runtuhnya" industri rokok kita, hingga membiarkan industri rokok kita diakuisisi oleh negara asing yang jadi pesaing kita," jelas Ricky, saat dihubungi media, Selasa (20/6)

Paling parah, membiarkan bangsa asing menarik rente ekonomi melalui berbagai kedok "foundation". Ricky menambahkan, pada fase ke 7 ini, asing bukan saja sedang ingin melumpuhkan para petani tembakau, melainkan juga sedangan secara sistematis membunuh petani tembakau kita.

Semua itu, kata Ricky, berbagai warning bahaya itu mestinya sangat mudah dipahami oleh para akademisi. Sayangnya banyak akademisi bukan saja tidak mempunyai integritas kebangsaan, melainkan jadi kepentingan asing dalam melumpuhkan kepentingan Indonesia sembari menerima dana-dana asing.

"Selama rezim pemerintah yang  berjalan masih dikelililingi para "mafia rente", maka pemerintah akan selalu plintat-plintut dan tidak akan pernah menyadari semua bahaya itu," tegasnya.

Situasi kian runyam dan buruk sejalan dengan diberlakukan nya "global first politic" oleh Rezim Jokowi, dan menjadi lebih buruk lagi bersamaan dengan tidak terukurnya proyeksi dan kepastian manfaat pembangunan dalam jangka menengah dan jangka panjang.

Menurut Ricky, ambisi keberhasilan Rezim Jokowi yang  diorientasikan pembangunan infrastrukur secara serentak melalui skema  utang dan konsesi pada dan untuk bangsa asing, hanyalah memberi kepastian manfaat jangka pendek bagi kontraktor dan supliernya.

Sedangkan dalam jangka menengah dan panjang, nilai ekonomi infrastruktur yang dibangun masih sangat diragukan.

"Jika dikaitkan dengan dinamika tersebut, maka semua petani tembakau perlu bersiap-siap untuk terpaksa menjual lahan mereka atas berbagai skenario okupasi yang sangat tidak bermoral melalui banyak pihak," pungkas Ricky.