NEWS

Slider

SK Ditandatangani Gubernur, Kapolda Sumsel Tegaskan Satgas Illegal Drilling dan Illegal Refinery Segera Bertindak Dilapangan

PALEMBANG, DUTASUMSEL - Pj Gubernur Sumsel Elen Setiadi telah resmi menandatangani Surat Keputusan (SK) pembentukan Satuan Tugas (Satgas) Penanggulangan Illegal Drilling dan Illegal Refinery diprovinsi Sumatera Selatan.


Surat Keputusan bernomor 510 yang ditandatangani Gubernur Sumsel pada Rabu (30/7) tersebut menjadi dasar Satgas untuk melakukan kegiatan dan penindakan dilapangan. Tercantum dalam SK tersebut, Gubernur Sumsel sebagai Ketua Satgas yang memiliki tanggungjawab menetapkan arah kebijakan operasi penanggulangan illegal drilling dan illegal refinery, sementara jajaran Forkopimda lainnya (Pangdam II Sriwijaya, Kapolda Sumsel, Kajati, Ka PT, Kabinda, Danrem 044/Gapo, Sekda Prov, Danlanal serta Danlanud) sebagai Wakil Ketua Satgas. Dalam SK dirincikan penugasan, Satgas terbagi dalam 4 Subsatgas diantaranya preemtif, preventif, penegakan hukum dan rehabilitasi. Hal tersebut dimaksudkan agar penanganan illegal drilling dan illegal refinery bisa dilakukan secara tuntas.


Mensikapi resminya SK tersebut, Kapolda Sumsel Irjen A Rachmad Wibowo selaku Wakil Ketua Satgas bergerak cepat melakukan konsolidasi internal dilingkup Polda Sumsel dan jajarannya untuk memastikan tugas tiap tiap Subsatgas dapat dilaksanakan dan diimplementasikan secepatnya dilapangan.


Kapolda Sumsel Irjen Rachmad Wibowo menginstruksikan Subsatgas dan jajarannya agar segera melakukan koordinasi diantara subsatgas untuk menentukan rencana kegiatan yang akan segera dilakukan.


“Alhamdulillah setelah melalui proses dan koordinasi yang solid, usulan dari Polda Sumsel untuk pembentukan Satgas disetujui dan SK Gubernur sudah ditandatangani Rabu kemaren, harus segera kita tindaklanjuti dilapangan, oleh karenanya perlu segera saya lakukan konsolidasi ini,” tuturnya.


Rachmad Wibowo juga menekankan perlunya informasi keberadaan Satgas penaggulangan illegal drilling dan illegal refinery tersebut untuk diketahui dan diindahkan oleh masyarakat luas dengan tujuan agar kegiatan ilegal yang telah memakan banyak korban, kerusakan lingkungan serta banyaknya kerugian negara yang ditimbulkan tersebut bisa dihentikan dan tidak berkelanjutan.


“Untuk eksistensi, saya tegaskan bahwa Satgas ini akan segera bertindak dilapangan secara efektif sesuai dengan target yang ditentukan,” tegasnya.


Dirinya menghimbau masyarakat yang sampai saat ini masih berkecimpung dibidang illegal drilling dan illegal refinery agar meninggalkan kegiataannya dan mencari sumber penghidupan yang legal.


“Saya menghimbau masyarakat kita yang masih bekerja dirantai kegiatan ilegal ini untuk secara kesadaran beralih profesi. Satgas ini terdiri dari banyak instansi yang terlibat dan memiliki peran sesuai bidangnya. Kita akan komunikasi intensif, pemerintah daerah dengan masyarakat untuk memberikan solusinya,” bebernya.


Sebagaimana diberitakan sebelumnya, maraknya kegiatan illegal drilling dan illegal refinery diwilayah Sumatera Selatan telah menimbulkan banyak korban, kerusakan lingkungan serta kerugian negara bernilai trilyunan. Terakhir kejadian di Sungai Lilin Musi Banyuasin pada Juni - Juli lalu yang merenggut hingga 5 nyawa dan kerugain negara mencapai 4,8 trilyun rupiah.


Hal tersebut yang kemudian membuat Kapolda Sumsel Irjen A Rachmad Wibowo menyebut sebagai tragedi kemanusiaan dan perlu dilakukan langkah penanganan yang konkrit oleh seluruh stake holder terkait.


Dirinya mengusulkan kepada pemerintah daerah perlunya segera dibentuknya Satgas yang akan menangani permasalahan tersebut secara bersinergi dan komprehensif dalam bertindak dilapangan dari hulu hingga ke hilirnya.

28 Rumah Terbakar di Jalinsum Ibul Besar Ogan Ilir, Motor dan Truk Ikut Dilalap Api


INDRALAYA, DUTASUMSEL - Kebakaran melanda pemukiman warga yang berlokasi dekat Jalinsum Palembang-Indralaya wilayah Ogan Ilir pada Rabu (31/7/2024) malam sekira pukul 22.30.


Akibat kebakaran di wilayah Desa Ibul Besar 3, Kecamatan Pemulutan itu, sebanyak 28 rumah dan sejumlah kendaraan bermotor hangus.


Kapolres Ogan Ilir AKBP Bagus Suryo Wibowo yang turun langsung ke lapangan mengatakan, kebakaran berasal dari salah satu rumah warga.


"Hasil penelusuran di lapangan, api berasal dari salah satu rumah warga," kata Bagus kepada wartawan di Indralaya, Kamis (1/8/2024).


Api dengan cepat menyebar ke puluhan rumah warga lain yang sebagian besar materialnya terbuat dari kayu.


Tak ada korban jiwa dalam kebakaran tersebut karena para penghuni rumah segera menyelamatkan diri ke tempat yang aman.


Sebanyak 10 unit kendaraan Damkar dikerahkan ke lokasi kebakaran dekat perbatasan dengan Palembang itu.


"Alhamdulillah, tidak ada korban jiwa. Namun kerugian material yang dialami nilainya ratusan hingga miliaran rupiah," terang Bagus.


Selain rumah, ada enam unit sepeda motor dan satu unit mobil truk fuso yang ikut terbakar.


Saat proses pemadaman oleh petugas Damkar, polisi melakukan pengaturan lalu lintas yang sempat tersendat.


Polisi masih melakukan penyelidikan untuk mengetahui penyebab kebakaran tersebut.


"Di lokasi kebakaran dipasang police line untuk kepentingan penyelidikan," kata Bagus.

Polsek Tanjung Batu berhasil Ungkap Kasus Kepemilikan Senjata Api Ilegal


OGAN ILIR, DUTASUMSEL - Polsek Tanjung Batu berhasil mengungkap kasus kepemilikan senjata api ilegal yang dilakukan oleh seorang pemuda bernama Azhari alias Ling, warga Desa Kampung Baru, Kecamatan Mesuji Makmur, Kabupaten OKI. Penangkapan dilakukan pada hari Minggu, 28 Juli 2024, sekitar pukul 17.00 WIB di Jalan Raya Desa Betung - Ketiau, Kecamatan Lubuk Keliat, Kabupaten Ogan Ilir.


Penangkapan tersebut dipimpin langsung oleh Kapolsek Tanjung Batu IPTU Yusri Meriansyah, SH, bersama Kanit Reskrim IPDA Fitra Hadi, anggota opsnal, dan anggota Intel Kodim OKI/OI. Tim gabungan melakukan patroli rutin ketika mencurigai dua pengendara sepeda motor Honda Beat Pop warna hitam tanpa nomor polisi. 


Setelah dilakukan pemeriksaan, ditemukan senjata api rakitan beserta empat butir amunisi kaliber 5.56 mm yang disimpan di pinggang sebelah kanan pengendara Azhari. Temannya, Arizon, berhasil melarikan diri dari tempat kejadian.


Pelaku Azhari mengakui bahwa senjata api rakitan tersebut adalah miliknya. Pelaku bersama barang bukti kemudian dibawa ke Koramil Tanjung Batu untuk interogasi awal oleh Unit Intel Kodim, sebelum akhirnya dibawa ke Polsek Tanjung Batu untuk proses hukum lebih lanjut.





Barang Bukti yang berhasil Diamankan pada saat dilakukan penangkapan adalah 

- Satu pucuk senjata api rakitan

- Empat butir amunisi kaliber 5.56 mm

- Satu unit sepeda motor Honda Beat Pop warna hitam tanpa nomor polisi


Kasus ini akan ditangani sesuai dengan Pasal 1 ayat (1) UU Darurat No. 12 Tahun 1951 tentang kepemilikan senjata api tanpa izin yang bukan pada profesinya.


Kapolsek Tanjung Batu, IPTU Yusri Meriansyah, SH, menyatakan bahwa pihaknya akan terus meningkatkan patroli dan pengawasan guna mencegah peredaran senjata api ilegal di wilayah hukum Polsek Tanjung Batu. Masyarakat diimbau untuk melaporkan setiap kegiatan yang mencurigakan kepada pihak kepolisian.

Kapolres Ogan Ilir Tekankan Untuk Meningkatkan Kegiatan Preemtif dan Preventif Untuk Menurunkan Tindak Pidana


OGAN ILIR, DUTASUMSEL - Pada Senin pagi, 29 Juli 2024, pukul 07.00 WIB, seluruh Pejabat Utama (PJU) dan personil Polres Ogan Ilir berkumpul untuk mengikuti apel pagi yang dipimpin langsung oleh Kapolres Ogan Ilir, AKBP Bagus Suryo Wibowo, S.I.K. Dalam kesempatan tersebut, Kapolres menyampaikan hasil dari Gelar Operasional (GO) Polda Sumsel yang menunjukkan peningkatan kasus tindak pidana (crime total) di wilayah Polres Ogan Ilir.


Kapolres menekankan perlunya peningkatan kegiatan preemtif dan preventif guna menurunkan angka tindak pidana. Ia menginstruksikan seluruh jajaran untuk melakukan pemetaan terhadap jam-jam rawan yang sering terjadi tindak pidana dan meningkatkan kegiatan patroli. "Kita harus menciptakan situasi yang kondusif, terutama menjelang Pilkada serentak di Kabupaten Ogan Ilir," tegasnya.



Selain itu, Kapolres juga menekankan pentingnya pengawasan dan kontrol oleh para perwira terhadap anggota di fungsi masing-masing. "Pastikan tidak ada pelanggaran dalam pelaksanaan tugas kepolisian. Kita harus memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat," ujarnya.


Dalam apel tersebut, Kapolres mengajak seluruh personil untuk bersama-sama menjaga keamanan dan ketertiban di wilayah hukum Polres Ogan Ilir. "Kita semua memiliki tanggung jawab besar dalam menjaga Kamtibmas. Mari kita bekerja keras dan berkomitmen untuk mewujudkan situasi yang aman dan kondusif," pungkas Kapolres.


Kegiatan apel pagi ini berlangsung dengan tertib dan lancar, diakhiri dengan doa bersama,serta pengecekan terhadap kehadiran seluruh anggota polres ogan ilir untuk kelancaran tugas-tugas kepolisian diwilayah hukum polres ogan ilir. (HumaS )

Dalam Satu Bulan Terakhir, Dua Kali Dinas PMD Ogan Ilir Tersangkut Dugaan Pungutan ke Kepala Desa


INDRALAYA, DUTASUMSEL - Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Kabupaten Ogan Ilir belakangan ini menjadi sorotan terkait dugaan pungutan anggaran ke kepala desa.


Sebelumnya, habatan kepala desa resmi diperpanjang dari enam tahun menjadi delapan tahun, setelah diberlakukannya Undang Undang Desa Nomor 3 Tahun 2024.


Termasuk di Ogan Ilir, pemberlakuan kebijakan tersebut mulai berlaku dan para kepala desa telah menerima Surat Keputusan (SK) perpanjangan jabatan.


Namun pembagian SK dan sosialisasi revisi Undang Undang Desa dikeluhkan para kepala desa karena dipungut biaya sebesar Rp 700 ribu.


"Rincian biaya Rp 200 ribu untuk acara pengukuhan dan pembagian SK. Lalu Rp 500 ribu untuk acara sosialisasi revisi Undang Undang Desa," kata salah seorang kepala desa di Kecamatan Indralaya Selatan, Jumat (26/7/2024).


Sumber yang tak ingin disebutkan identitasnya itu mengatakan, keputusan dari Ketua Forum Kepala Desa tersebut ditentukan pada 18 Juni lalu.


Ketika itu, para kepala desa dihimpun di kediaman salah satu kepala desa di Tanjung Raja.


"Waktu itu konteksnya silaturahmi dan koordinasi. Kami kaget saat ternyata dipungut biaya yang tidak sedikit," ungkap sumber tersebut.


Sementara Ketua Forum Kepala Desa di Ogan Ilir, Angga Arafat membantah pemungutan biaya bagi kepala desa yang menerima SK.


"Tidak ada (dipungut biaya)," kata Angga dihubungi via WhatsApp.


Menurut Angga, terkait sosialisasi revisi Undang Undang Desa merupakan kegiatan Forum Kepala Desa, bukan dari pemerintah. 


Diketahui, Plt Kepala Dinas PMD Ogan Ilir ketika itu, Faisal turut menandatangani kegiatan tersebut.


Akibatnya, Faisal pun ditegur oleh Bupati Panca Wijaya Akbar dan dirinya dimutasi sebagai Sekretaris Dinas PMD Ogan Ilir.


Terbaru, Dinas PMD Ogan Ilir kembali membuat ulah terkait urusan administrasi dengan kepala desa.


Dinas PMD Ogan Ilir meminta para kepala desa di Ogan Ilir untuk membayar biaya untuk sebuah kegiatan bimbingan teknis (bimtek) di Provinsi Lampung.


Informasi ini pertama kali disampaikan oleh salah seorang kepala desa di Ogan Ilir.


Menurut sumber tersebut, biaya bimtek sebesar Rp 2,5 juta sudah disetor ke Kabid Pemerintahan Desa Dinas PMD Ogan Ilir, Susi Primasari.


"Dana itu sudah kami setor ke Dinas PMD Ogan Ilir sekitar dua bulan lalu. Rencananya untuk kegiatan bimtek," kata sumber yang tak ingin disebutkan namanya.


Menurut sumber tersebut, Dinas PMD Ogan Ilir meminta dana bimtek dari para kepala desa dengan cara yang cenderung memaksa.


"Pernah ada juga orang Dinas PMD bilang 'cepat setor uang untuk bimtek itu. Mau cepat disetor ke lokasi bimtek di Lampung'," beber sumber tersebut.


Dilanjutkannya, para kepala desa di Ogan Ilir sebenarnya menginginkan kegiatan bimtek di kecamatan masing-masing.


Tujuannya agar bimtek lebih efektif dan efisien tanpa harus menggunakan Anggaran Dana Desa (ADD).


Namun setelah biaya diserahkan ke Dinas PMD Ogan Ilir, hingga saat ini belum ada kejelasan jadwal bimtek.


"Kalau masih belum ada kejelasan soal jadwal bimtek, sebaiknya dikembalikan saja uang tersebut," kata sumber tersebut dengan nada kesal.


Kabid Pemerintahan Desa Dinas PMD Ogan Ilir, Susi Primasari membenarkan bahwa dirinya sempat menerima pembayaran anggaran bimtek dari kepala desa.


"Iyq, tapi ada juga kepala desa yang sudah menarik kembali anggaran tersebut karena tidak bersedia ikut bimtek," kata Susi.


Sementara Pj Kepala Dinas PMD Ogan Ilir, Dicky Syailendra saat diminta konfirmasi mengatakan, biaya bimtek memang disediakan di ADD.


"Jadi bukan Dinas PMD memungut anggaran dari kepala desa. Itu memang ada anggarannya di ADD dan kami hanya fasilitator," kata Dicky.


Dilanjutkannya, dengan biaya Rp 2,5 juta per desa, bimtek diikuti oleh dua orang perangkat desa.


Menurut Dicky, bimtek bisa saja dilakukan secara mandiri, namun harus terjamin mutunya.


"Namun di sisi lain, Dinas PMD harus mengawasi jangan sampai peserta mengikuti bimtek di tempat yang tidak terjamin mutunya. Bimtek ini juga harus secara kolektif, tidak bisa sendiri-sendiri," jelasnya.

250 Personel Polri-TNI Dibekali Pelatihan Penanganan Karhutla, Kapolda Sumsel : Kita Pedomani Inpres No 3 Tahun 2020.



PALEMBANG, DUTASUMSEL - Sebanyak 200 personel Polri dan 50 personel TNI mulai menjalani latihan penanganan karhutla secara teori dan praktek, selama 3 hari dengan instruktur dari Manggala Agni, dikomplek Jakabaring kota Palembang.


Pelatihan dibuka secara resmi oleh Pj Gubernur Sumsel Elen Setiadi di aula Griya Agung Kamis (25/7/2024) dan dihadiri Ketua DPRD Provinsi Sumsel Dr Hj R A Anita Noeringhati, SH MH, Kapolda Irjen A Rachmad Wibowo, Kajati Sumsel DR Yulianto SH MH, Ketua Pengadilan Tinggi DR Moch Eka Kartika EM SH MHum, Danrem 044/Gapo Brigjen TNI Muhammad Thohir, Kepala BPBD Aksoni SE MM, Kepala Balai PPIKLH Ferdian Krisnanto serta undangan lainnya.


Pj Gubernur Sumsel dalam amanatnya menyampaikan terimakasih dan apresiasinya kepada pihak yang menginisiasi diselenggarakannya kegiatan pelatihan penanggulangan kebakaran hutan dan lahan, dan penanganan karhutla yang melibatkan semua stakeholder, baik dipemerintah pusat maupun pemerintah daerah bahkan dari dunia usaha ataupun pihak swasta.


“Sebagaimana kita ketahui bahwa musim kemarau tahun 2024 ini dipengaruhi La Nina seperti yang disampaikan oleh Badan Meteorologi dan Klimatologi, kondisi ini sebenarnya merupakan kabar baik bagi kita semua karena dengan pengaruh La Nina walaupun di musim kemarau masih akan terdapat hujan. 


“Dengan adanya hujan menyebabkan kondisi lahan menjadi basah dan potensi kebakaran akan menjadi berkurang. Tapi ini secara teori, tetapi faktanya beberapa hari kemarin kita mendapatkan informasi dibeberapa titik di wilayah Provinsi Sumatera Selatan telah terjadi kebakaran lahan yang cukup mengkhawatirkan seperti terjadi di Kabupaten Ogan Ilir, PALI, OKI dan Kabupaten Musi Banyuasin,” ujarnya.


Menurutnya upaya mitigasi perlu ditingkatkan seperti kegiatan sosialisasi, patroli dan pemadaman dini untuk mencegah makin meluasnya kebakaran hutan dan lahan. 


“Karena jika tidak ditangani secara dini, maka potensi penyebaran luas kebakaran dengan kondisi lahan yang kering, keterbatasan sumber air serta akses yang sulit untuk mobilisasi peralatan dan personil membuat api akan semakin cepat meluas dan akan lebih sulit untuk dipadamkan,” tuturnya.


Gubernur mengingatkan kebakaran hutan dan lahan merupakan acaman serius bagi lingkungan dan masyarakat. Setiap tahun, dihadapkan pada tantangan besar untuk mengatasi bencana karhutla dan dampaknya yang sangat luas, kerusakan ekosistem, kerugian ekonomi, gangguan kesehatan masyarakat hingga berdampak pada kerusakan lingkungan seperti terjadinya perubahan iklim, emisi gas rumah kaca, kelangkaan biodiversitas dan sumber daya air yang saat ini menjadi salah satu issue penting internasional.


“Oleh karenanya perlu ditegaskan kembali agar kita dapat mengendalikan dan menjaga hutan dan lahan kita dari kebakaran hutan dan lahan. Pelatihan ini diselenggarakan dengan tujuan untuk meningkatkan kapasitas dan kesiapsiagaan kita dalam menghadapi dan menanggulangi kebakaran hutan dan lahan,” tandasnya.


Dirinya berharap melalui pelatihan yang dilaksanakan, petugas mampu memahami penyebab dan karakteristik kebakaran hutan dan lahan, mampu menguasai teknik pencegahan dan pemadaman kebakaran secara efektif, mampu meningkatkan kemampuan koordinasi dan komunikasi dalam penanganan karhutla serta mampu memahami aspek hukum dan regulasi terkait pengendalian karhutla.


“Saya berharap seluruh peserta dapat mengikuti pelatihan ini dengan sungguh sungguh dan aktif. Ilmu dan keterampilan yang Anda dapatkan akan sangat berharga dalam upaya kita bersama melindungi hutan dan lahan dari ancaman kebakaran.Ingatlah bahwa tugas kita tidak hanya memadamkan api, tetapi juga melakukan upaya pencegahan, oleh karena itu, edukasi dan sosialisasi kepada masyarakat juga menjadi bagian penting dari tugas kita. Semoga pelatihan ini membawa manfaat bagi kita semua dan dapat berkontribusi dalam menjaga kelestarian lingkungan serta kesejahteraan masyarakat,” harapnya.


Sementara itu Kapolda Sumsel Irjen A Rachmad Wibowo mengatakan pihaknya yang meminta pelatih dari ahlinya pemadaman kebakaran hutan dan lahan dari Manggala Agni yang  Langsung dibawah ibu Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan.


“Untuk peralatan alhamdulillah sudah kami lengkapi ada alat pelindung diri kemudian juga ada peralatan pompa seperti yang tadi sudah kita lihat bersama,” ujarnya. 


Irjen Rachmad Wibowo menyebut, dengan adanya tambahan kekuatan 250 personel yang dilatih tersebut, nantinya akan  ada kekuatan berjumlah 490 personel pemadam karhutla di Sumsel (240 personel dari Manggala Agni).


Rachmad Wibowo mengingatkan Intruksi Presiden No 3 tahun 2020 tentang penanggulangan Karhutla yang disebut melibatkan 28  Kementerian lembaga hingga unsur terbawah para Bupati dan Walikota.

Edwin Mauladi Calon Bupati Harapan Ulama dan Masyarakat

MUARA ENIM - Dukungan para ulama kepada Bakal Calon Bupati (Bacabup) Muara Enim Edwin Mauladi diperkuat melalui Forum Ulama untuk Muara Enim Bersih. Forum yang merupakan hasil ijtima ulama se-kabupaten Muara Enim inipun diresmikan pada Kamis (25/7/2024). 

Hadir dalam pembentukan forum tersebut alim ulama dan tokoh agama perwakilan Majelis Ulama Indonesia (MUI), Nahdlatul Ulama (NU), Muhammadiyah, Pimpinan Pondok Pesantren serta para Ustadz dan Ustadzah yang ada di Bumi Serasan Sekundang. 


Ketua Forum Ulama untuk Muara Enim Bersih, Ustadz Alwi Dani menjelaskan, forum ini bertujuan untuk menyatukan langkah para ulama dalam memperjuangkan Muara Enim yang bersih dari berbagai bentuk korupsi dan penyimpangan. 


"Forum ini merupakan langkah awal untuk menyatukan para ulama dalam upaya mewujudkan Muara Enim yang lebih baik. Kami berkomitmen untuk menyusun program-program yang akan dibahas lebih lanjut guna mencapai tujuan tersebut," ujar Alwi.


Sebelum sampai pada kesimpulan untuk mendukung Edwin Mauladi merealisasikan visi dan misi Muara Enim Bersih, para ulama se-Kabupaten Muara Enim ini sudah lebih dulu bertemu dengan calon bupati yang punya visi, pengalaman dan jaringan luas itu pada pekan lalu. 


Kini, tidak hanya fokus terhadap dukungan bagi Edwin Mauladi, forum ini sejatinya dibentuk untuk menyatukan ulama dalam konsep pembangunan Muara Enim yang sinergis dengan pemerintahan kedepan. Sehingga diharapkan tercipta masyarakat Muara Enim yang beragama, sejahtera dan hebat. 


"Kedepannya, ulama punya peran memberikan ide dan pemikirannya dalam program pembangunan yang ada di daerah. Ini sebuah terobosan besar. Selama ini, ulama sering dikesampingkan dalam hal penyusunan program pembangunan dan baru Bacabup Edwin ini yang turut melibatkan ulama," tambahnya.


Bakal calon Bupati Muara Enim, Edwin Mauladi mengungkapkan, program Muara Enim Bersih merupakan bagian dari kepeduliannya terhadap etika dan moral dalam tata kelola pemerintahan yang selama ini tidak terlihat di Muara Enim. 


Sebagai putra daerah yang maju di Pilkada mendatang, Edwin merasa sudah menjadi kewajibannya untuk mengajak, melibatkan para alim ulama, tokoh agama dalam pemerintahan, untuk membangun dan memperbaiki Muara Enim. 


"Muara Enim Bersih merupakan gerakan yang inklusif, mengedepankan moral, etika dan agama. Kami percaya bahwa doa dan dukungan dari para ulama dan tokoh agama ini akan sangat membantu dalam mewujudkan Muara Enim yang lebih baik," kata Edwin.


Edwin menyambut baik pembentukan Forum Ulama untuk Muara Enim Bersih dan berharap langkah ini mendapatkan ridho illahi dan dukungan penuh dari masyarakat. 


"Diskusi dengan para ulama mengenai masa depan Muara Enim sangat berharga bagi kami. Kami sangat berterima kasih atas kesempatan ini dan berharap bisa bekerja sama untuk mewujudkan visi bersama," tambahnya. 

Upaya Pencegahan Karhutlah Bupati Ogan Ilir Menghimbau Warga Untuk Tidak Membakar Hutan Dan Lahan


INDRALAYA, DUTASuMSEL – Bupati Panca Wijaya Akbar mengajak seluruh elemen masyarakat di Ogan Ilir terlibat dalam upaya penanggulangan kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Panca menekankan agar mengutamakan aspek pencegahan yang dinilai lebih mudah dibanding berjibaku memadamkan api.

“Perangkat desa, penyuluh pertanian, silakan ajak warga untuk tidak membuka lahan dengan cara membakar. Upayakan pencegahan karhutla,” kata Panca ditemui di Tanjung Senai, Indralaya, Kamis (25/7/2024).

Kehadiran Panca di Tanjung Senai setelah memimpin apel gelar pasukan dan peralatan penanggulangan karhutla.

Apel tersebut diikuti oleh Satgas Karhutla terdiri dari TNI, Polri, BPBD, Manggala Agni dan Masyarakat Peduli Api (MPA).




Pesan khusus disampaikan Panca kepada MPA khususnya yang tinggal di daerah rawan karhutla.

“Selain upaya pencegahan, begitu ada api segera koordinasi dengan Tim Satgas,” pinta Panca.

Di samping pemeriksaan pasukan, Panca juga mengecek peralatan pemadaman api seperti kendaraan Armored Water Cannon (AWC).

Kedua kendaraan tersebut milik Brimob Polda Sumatera Selatan dan Polres Ogan Ilir.

Kemudian armada milik Damkar, BPBD hingga PT Hutama Karya selaku pengelola Tol Palembang-Indralaya-Prabumulih (Palinpra).

Berdasarkan laporan dan hasil pemeriksaan, Panca memastikan seluruh peralatan pemadaman karhutla dalam keadaan baik dan laik pakai.

“Armada kendaraan, mesin pompa, semuanya siap digunakan. Dan tentunya koordinasi antarlini diperlukan dalam penanggulangan karhutla,” ujar Panca.

Sementara Kalaksa BPBD Ogan Ilir, Edi Rahmat menyebut kemarau basah di tahun ini diprediksi berlangsung hingga Agustus mendatang.

Namun suhu panas tahun ini di atas 32 derajat celsius, lebih tinggi dibanding tahun lalu.

“Artinya meskipun kemarau basah, tapi potensi lahan kering terbakar lebih besar. Maka harus tetap waspada,” jelas Edi.

Polda Sumsel Raih 2 Kategori Juara, Lomba Setapak Perubahan Polri Hari Bhayangkara Ke 78

PALEMBANG, Duta Sumsel - Lomba Setapak Perubahan Polri yang diselenggarakan Divisi Humas (Divhumas) Mabes Polri dalam rangka peringatan hari Bhayangkara ke 78 tahun ini mengusung tema ‘Polri Presisi Mendukung Percepatan Transformasi Ekonomi Yang Inklusif Dan Berkelanjutan Menuju Indonesia Emas’. 


Jenis lomba yang digelar kali ini meliputi kreasi TikTok, Film Pendek, Infografis, Fotografi, Cerpen, Artikel Jurnalistik, Video Edukasi, Mendongeng, Karikatur, dan Cipta Lagu yang masing masing dibagi dalam dua kategori (umum dan TNI-Polri).


Polda Sumatera Selatan yang ikut andil pada lomba tersebut dengan mengirimkan karya terbaiknya akhirnya berhasil masuk nominasi pemenang yang diumumkan melalui siaran langsung PolriTV dan channel youtube Divisi Humas Polri hari ini.


Kapolda Sumsel Irjen A Rachmad Wibowo melalui Kabid Humas Kombes Sunarto diruang kerjanya Selasa (23/7/2024) mengatakan, dari proses seleksi penilaian yang ketat melibatkan tim juri profesional, Polda Sumsel yang andil mengikuti beberapa jenis lomba di kategori TNI-Polri, berhasil masuk 2 nominasi jenis lomba dan keduanya berhasil meraih peringkat II (juara II).





“Lomba Film Pendek yang mengangkat topik edukasi masyarakat tentang bahaya membakar hutan dan lahan (karhutla) yang merypakan produk kreasi dari Tim Multimedia Bidhumas berhasil menjadi pemenang peringkat II (juara II),” akunya.


“Sedangkan untuk jenis lomba Cipta Lagu, lagu yang diberi judul ‘Polri untuk Indonesia Emas’ hasil karyacipta Briptu Aditya Yoza Gontina dari Polres Oku Selatan Polda Sumsel berhasil meraih peringkat II (juara II) juga,” sambungnya.


Diketahui Mabes Polri melalui Divisi Humas menggelar Lomba Setapak Perubahan dalam rangka Hari Bhayangkara ke-78, dengan peserta terbuk untuk umum maupun khusus bagi anggota TNI-Polri.


Kombes Sunarto mengaku bangga atas prestasi dan capaian yang diraih timnya tersebut, hal tersebut menurutnya sangat menunjang kemampuan dan profesionalitas dalam menjalankan tugas sehari hari.


“Tentu kami bangga bisa menjadi salah satu yang terbaik, karena sejatinya ini sebagai satu peluang bagi personel untuk selalu mengasah kemampuan ketrampilan di bidang Multimedia Humas dalam membuat produk produk konten layanan publik,” ujarnya.


Dirinya mengaku hal tersebut menjadi motivasi tersendiri bagi seluruh jajarannya agar senantiasa mau mengasah, meningkatkan kemampuan dan ketrampilan serta kepiawaian dalam dibidang kehumasan.


“Terimakasih kepada bapak Kapolda Sumsel Irjen A Rachmad Wibowo atas support yang selalu diberikan, dan tentunya ini menjadi penyemangat bagi seluruh personel dijajaran humas khususnya. Ini kami persembahkan untuk masyarakat Sumatera Selatan semoga membawa manfaat,” tuturnya.


“Film pendek berbahasa daerah Palembang berjudul ‘Bakar Hutan Pacak Tebuang’ merupakan sebuah sajian produk layanan masyarakat yang mengandung pesan mengajak seluruh masyarakat agar tidak membakar hutan dan lahan demi menjaga kelestariannya. Bahwa setiap perbuatan melanggar hukum membakar hutan akan menuai sanksi pidana (penjara). Begitupun lagu yang berjudul ‘Polri untuk Indonesia Emas’ merupakan ketulusan ekspresi jiwa dari seorang Bhayangkara Polri yang bertekad mendarma bhaktikan karya terbaiknya menjadi abdi sejati bagi masyarakat bangsa dan negara,” tutupnya.


Narto, sapaan akrabnya menyebut hasil karya yang dibuat tersebut sejatinya dibuat sebagai salah satu sarana agar setiap insan Bhayangkara selalu dekat dengan seluruh elemen masyarakat.

Cucu dari Pendiri HMI Dahlan Husein Kini Maju di Pilkada Muara Enim, Ini Profilnya!

 


DUTASUMSEL.ID | MUARA ENIM - Calon Bupati Muara Enim Edwin Mauladi ternyata merupakan cucu dari salah seorang pendiri Himpunan Mahasiswa Islam (HMI), Dahlan Husein. Hal ini dibenarkan oleh Sudirman Dahlan, salah satu anak dari Dahlan Husein yang berasal dari daerah Tanjung Atap, Ogan Ilir. 



Saat dibincangi, Sudirman menyebut bahwa sejak kecil, Edwin menurutnya cukup dekat dengan Dahlan Husein, yang kerap memberikan wejangan kepada anak cucunya. Sehingga menurutnya wajar jika ketika dewasa, darah pergerakan dan jiwa pemimpin muncul pada Edwin. 


"Kami dari keluarga memberikan dukungan maksimal kepada Edwin. Sekaligus berharap dia menjadikan ini sebagai jalan pengabdian kepada agama, bangsa dan negara," pesan Sudirman. 


Sebagai salah satu tokoh yang digadang maju di Pilkada Kabupaten Muara Enim kedepan, Sudirman juga berharap Edwin bisa terus rendah hati, sebagaimana kakeknya. Jauh dari sorotan, namun pengabdiannya terlihat dan dirasakan oleh masyarakat. 


Bercerita ke belakang, Sudirman menyebut jika Dahlan Husein ikut merintis pendirian HMI semasa menjadi mahasiswa Sekolah Tinggi Islam (STI) sekarang menjadi Universitas Islam Indonesia UII, Yogjakarta. Dahlan bersama istrinya Siti Zainah dan 13 orang lainnya, mendirikan HMI tepat pada 5 Februari 1947.


Saat didirikan, Lafran Pane didapuk sebagai pimpinan, sementara Dahlan Husein menjabat sebagai sekretaris. Meskipun jarang disorot, namun Dahlan diakui sebagai tokoh Sumsel yang punya peran besar bagi perkembangan pergerakan mahasiswa Indonesia di masa itu. 


Perjuangannya pasangan Dahlan-Siti Zainah ini begitu membekas, sehingga menjadi agenda rutin bagi pengurus HMI untuk menziarahi makam keduanya yang berlokasi di Desa Tanjung Atap, Kecamatan Tanjung Batu, Ogan Ilir, setiap tahunnya. 


Edwin Mauladi, merupakan sosok teknokrat yang kini maju di Pilkada Muara Enim. Edwin membawa jargon Muara Enim Bersih, yang merupakan akronim dari Beragama, Sejahtera, Indah dan Hebat. Jargon ini ini mencerminkan visi dan misi Edwin dalam membawa perubahan positif bagi Muara Enim. 


Edwin Mauladi berkomitmen untuk membangun pemerintahan Muara Enim yang transparan dan bersih dari korupsi. Hal ini akan dilakukannya dengan mengedepankan nilai-nilai agama sebagai landasan moral, meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui pengelolaan sumber daya alam yang berkelanjutan.


Di tempat terpisah, dukungan terhadap Edwin Mauladi juga datang dari Salman Dianda Anwar, mantan Pengurus Majelis Nasional Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI). Figur Edwin Mauladi seolah menjadi jawaban tepat untuk membawa dan mengelola Muara Enim dengan lebih baik, sekaligus memberi kesejahteraan kepada masyarakatnya. 


"Sebagai cucu dari pasangan yang ikut mendirikan HMI, organisasi pengkaderan sipil terkemuka dan salah satu terbesar di republik ini, merupakan modal bagi adinda kami Edwin Mauladi untuk mengemban amanah jika rakyat memberi kepercayaan kepadanya," kata Salman yang juga Chairman Jakarta Tourism Forum (JTF). 


Sebab ia tahu betul rekam jejak Edwin Mauladi yang punya banyak pengalaman, jaringan luas baik nasional maupun internasional, namun tetap mengedepankan etika dan integritas dalam setiap langkahnya. "Di dalam darahnya mengalir gen pejuang pergerakan. Sehingga sudah selayaknya menjadi pemimpin," kata Salman. (rilis)  


Caption Foto: 

1. Edwin Mauladi bersama Salman Dianda Anwar, mantan Pengurus Majelis Nasional Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI) dalam sebuah kesempatan di Jakarta.

2. Foto keluarga besar Dahlan Husein (tanda panah) dan Edwin Mauladi kecil dalam sebuah acara di kediaman Muhammad Arbie (adik Dahlan Husein) di Prabumulih pada tahun 1979.

3. Edwin Mauladi Calon Bupati Muara Enim merupakan cucu dari salah satu pendiri Himpunan Mahasiswa Islam (HMI), Dahlan Husein.