NEWS

Slider

Edwin Mauladi Calon Bupati Harapan Ulama dan Masyarakat

MUARA ENIM - Dukungan para ulama kepada Bakal Calon Bupati (Bacabup) Muara Enim Edwin Mauladi diperkuat melalui Forum Ulama untuk Muara Enim Bersih. Forum yang merupakan hasil ijtima ulama se-kabupaten Muara Enim inipun diresmikan pada Kamis (25/7/2024). 

Hadir dalam pembentukan forum tersebut alim ulama dan tokoh agama perwakilan Majelis Ulama Indonesia (MUI), Nahdlatul Ulama (NU), Muhammadiyah, Pimpinan Pondok Pesantren serta para Ustadz dan Ustadzah yang ada di Bumi Serasan Sekundang. 


Ketua Forum Ulama untuk Muara Enim Bersih, Ustadz Alwi Dani menjelaskan, forum ini bertujuan untuk menyatukan langkah para ulama dalam memperjuangkan Muara Enim yang bersih dari berbagai bentuk korupsi dan penyimpangan. 


"Forum ini merupakan langkah awal untuk menyatukan para ulama dalam upaya mewujudkan Muara Enim yang lebih baik. Kami berkomitmen untuk menyusun program-program yang akan dibahas lebih lanjut guna mencapai tujuan tersebut," ujar Alwi.


Sebelum sampai pada kesimpulan untuk mendukung Edwin Mauladi merealisasikan visi dan misi Muara Enim Bersih, para ulama se-Kabupaten Muara Enim ini sudah lebih dulu bertemu dengan calon bupati yang punya visi, pengalaman dan jaringan luas itu pada pekan lalu. 


Kini, tidak hanya fokus terhadap dukungan bagi Edwin Mauladi, forum ini sejatinya dibentuk untuk menyatukan ulama dalam konsep pembangunan Muara Enim yang sinergis dengan pemerintahan kedepan. Sehingga diharapkan tercipta masyarakat Muara Enim yang beragama, sejahtera dan hebat. 


"Kedepannya, ulama punya peran memberikan ide dan pemikirannya dalam program pembangunan yang ada di daerah. Ini sebuah terobosan besar. Selama ini, ulama sering dikesampingkan dalam hal penyusunan program pembangunan dan baru Bacabup Edwin ini yang turut melibatkan ulama," tambahnya.


Bakal calon Bupati Muara Enim, Edwin Mauladi mengungkapkan, program Muara Enim Bersih merupakan bagian dari kepeduliannya terhadap etika dan moral dalam tata kelola pemerintahan yang selama ini tidak terlihat di Muara Enim. 


Sebagai putra daerah yang maju di Pilkada mendatang, Edwin merasa sudah menjadi kewajibannya untuk mengajak, melibatkan para alim ulama, tokoh agama dalam pemerintahan, untuk membangun dan memperbaiki Muara Enim. 


"Muara Enim Bersih merupakan gerakan yang inklusif, mengedepankan moral, etika dan agama. Kami percaya bahwa doa dan dukungan dari para ulama dan tokoh agama ini akan sangat membantu dalam mewujudkan Muara Enim yang lebih baik," kata Edwin.


Edwin menyambut baik pembentukan Forum Ulama untuk Muara Enim Bersih dan berharap langkah ini mendapatkan ridho illahi dan dukungan penuh dari masyarakat. 


"Diskusi dengan para ulama mengenai masa depan Muara Enim sangat berharga bagi kami. Kami sangat berterima kasih atas kesempatan ini dan berharap bisa bekerja sama untuk mewujudkan visi bersama," tambahnya. 

Upaya Pencegahan Karhutlah Bupati Ogan Ilir Menghimbau Warga Untuk Tidak Membakar Hutan Dan Lahan


INDRALAYA, DUTASuMSEL – Bupati Panca Wijaya Akbar mengajak seluruh elemen masyarakat di Ogan Ilir terlibat dalam upaya penanggulangan kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Panca menekankan agar mengutamakan aspek pencegahan yang dinilai lebih mudah dibanding berjibaku memadamkan api.

“Perangkat desa, penyuluh pertanian, silakan ajak warga untuk tidak membuka lahan dengan cara membakar. Upayakan pencegahan karhutla,” kata Panca ditemui di Tanjung Senai, Indralaya, Kamis (25/7/2024).

Kehadiran Panca di Tanjung Senai setelah memimpin apel gelar pasukan dan peralatan penanggulangan karhutla.

Apel tersebut diikuti oleh Satgas Karhutla terdiri dari TNI, Polri, BPBD, Manggala Agni dan Masyarakat Peduli Api (MPA).




Pesan khusus disampaikan Panca kepada MPA khususnya yang tinggal di daerah rawan karhutla.

“Selain upaya pencegahan, begitu ada api segera koordinasi dengan Tim Satgas,” pinta Panca.

Di samping pemeriksaan pasukan, Panca juga mengecek peralatan pemadaman api seperti kendaraan Armored Water Cannon (AWC).

Kedua kendaraan tersebut milik Brimob Polda Sumatera Selatan dan Polres Ogan Ilir.

Kemudian armada milik Damkar, BPBD hingga PT Hutama Karya selaku pengelola Tol Palembang-Indralaya-Prabumulih (Palinpra).

Berdasarkan laporan dan hasil pemeriksaan, Panca memastikan seluruh peralatan pemadaman karhutla dalam keadaan baik dan laik pakai.

“Armada kendaraan, mesin pompa, semuanya siap digunakan. Dan tentunya koordinasi antarlini diperlukan dalam penanggulangan karhutla,” ujar Panca.

Sementara Kalaksa BPBD Ogan Ilir, Edi Rahmat menyebut kemarau basah di tahun ini diprediksi berlangsung hingga Agustus mendatang.

Namun suhu panas tahun ini di atas 32 derajat celsius, lebih tinggi dibanding tahun lalu.

“Artinya meskipun kemarau basah, tapi potensi lahan kering terbakar lebih besar. Maka harus tetap waspada,” jelas Edi.

Polda Sumsel Raih 2 Kategori Juara, Lomba Setapak Perubahan Polri Hari Bhayangkara Ke 78

PALEMBANG, Duta Sumsel - Lomba Setapak Perubahan Polri yang diselenggarakan Divisi Humas (Divhumas) Mabes Polri dalam rangka peringatan hari Bhayangkara ke 78 tahun ini mengusung tema ‘Polri Presisi Mendukung Percepatan Transformasi Ekonomi Yang Inklusif Dan Berkelanjutan Menuju Indonesia Emas’. 


Jenis lomba yang digelar kali ini meliputi kreasi TikTok, Film Pendek, Infografis, Fotografi, Cerpen, Artikel Jurnalistik, Video Edukasi, Mendongeng, Karikatur, dan Cipta Lagu yang masing masing dibagi dalam dua kategori (umum dan TNI-Polri).


Polda Sumatera Selatan yang ikut andil pada lomba tersebut dengan mengirimkan karya terbaiknya akhirnya berhasil masuk nominasi pemenang yang diumumkan melalui siaran langsung PolriTV dan channel youtube Divisi Humas Polri hari ini.


Kapolda Sumsel Irjen A Rachmad Wibowo melalui Kabid Humas Kombes Sunarto diruang kerjanya Selasa (23/7/2024) mengatakan, dari proses seleksi penilaian yang ketat melibatkan tim juri profesional, Polda Sumsel yang andil mengikuti beberapa jenis lomba di kategori TNI-Polri, berhasil masuk 2 nominasi jenis lomba dan keduanya berhasil meraih peringkat II (juara II).





“Lomba Film Pendek yang mengangkat topik edukasi masyarakat tentang bahaya membakar hutan dan lahan (karhutla) yang merypakan produk kreasi dari Tim Multimedia Bidhumas berhasil menjadi pemenang peringkat II (juara II),” akunya.


“Sedangkan untuk jenis lomba Cipta Lagu, lagu yang diberi judul ‘Polri untuk Indonesia Emas’ hasil karyacipta Briptu Aditya Yoza Gontina dari Polres Oku Selatan Polda Sumsel berhasil meraih peringkat II (juara II) juga,” sambungnya.


Diketahui Mabes Polri melalui Divisi Humas menggelar Lomba Setapak Perubahan dalam rangka Hari Bhayangkara ke-78, dengan peserta terbuk untuk umum maupun khusus bagi anggota TNI-Polri.


Kombes Sunarto mengaku bangga atas prestasi dan capaian yang diraih timnya tersebut, hal tersebut menurutnya sangat menunjang kemampuan dan profesionalitas dalam menjalankan tugas sehari hari.


“Tentu kami bangga bisa menjadi salah satu yang terbaik, karena sejatinya ini sebagai satu peluang bagi personel untuk selalu mengasah kemampuan ketrampilan di bidang Multimedia Humas dalam membuat produk produk konten layanan publik,” ujarnya.


Dirinya mengaku hal tersebut menjadi motivasi tersendiri bagi seluruh jajarannya agar senantiasa mau mengasah, meningkatkan kemampuan dan ketrampilan serta kepiawaian dalam dibidang kehumasan.


“Terimakasih kepada bapak Kapolda Sumsel Irjen A Rachmad Wibowo atas support yang selalu diberikan, dan tentunya ini menjadi penyemangat bagi seluruh personel dijajaran humas khususnya. Ini kami persembahkan untuk masyarakat Sumatera Selatan semoga membawa manfaat,” tuturnya.


“Film pendek berbahasa daerah Palembang berjudul ‘Bakar Hutan Pacak Tebuang’ merupakan sebuah sajian produk layanan masyarakat yang mengandung pesan mengajak seluruh masyarakat agar tidak membakar hutan dan lahan demi menjaga kelestariannya. Bahwa setiap perbuatan melanggar hukum membakar hutan akan menuai sanksi pidana (penjara). Begitupun lagu yang berjudul ‘Polri untuk Indonesia Emas’ merupakan ketulusan ekspresi jiwa dari seorang Bhayangkara Polri yang bertekad mendarma bhaktikan karya terbaiknya menjadi abdi sejati bagi masyarakat bangsa dan negara,” tutupnya.


Narto, sapaan akrabnya menyebut hasil karya yang dibuat tersebut sejatinya dibuat sebagai salah satu sarana agar setiap insan Bhayangkara selalu dekat dengan seluruh elemen masyarakat.

Cucu dari Pendiri HMI Dahlan Husein Kini Maju di Pilkada Muara Enim, Ini Profilnya!

 


DUTASUMSEL.ID | MUARA ENIM - Calon Bupati Muara Enim Edwin Mauladi ternyata merupakan cucu dari salah seorang pendiri Himpunan Mahasiswa Islam (HMI), Dahlan Husein. Hal ini dibenarkan oleh Sudirman Dahlan, salah satu anak dari Dahlan Husein yang berasal dari daerah Tanjung Atap, Ogan Ilir. 



Saat dibincangi, Sudirman menyebut bahwa sejak kecil, Edwin menurutnya cukup dekat dengan Dahlan Husein, yang kerap memberikan wejangan kepada anak cucunya. Sehingga menurutnya wajar jika ketika dewasa, darah pergerakan dan jiwa pemimpin muncul pada Edwin. 


"Kami dari keluarga memberikan dukungan maksimal kepada Edwin. Sekaligus berharap dia menjadikan ini sebagai jalan pengabdian kepada agama, bangsa dan negara," pesan Sudirman. 


Sebagai salah satu tokoh yang digadang maju di Pilkada Kabupaten Muara Enim kedepan, Sudirman juga berharap Edwin bisa terus rendah hati, sebagaimana kakeknya. Jauh dari sorotan, namun pengabdiannya terlihat dan dirasakan oleh masyarakat. 


Bercerita ke belakang, Sudirman menyebut jika Dahlan Husein ikut merintis pendirian HMI semasa menjadi mahasiswa Sekolah Tinggi Islam (STI) sekarang menjadi Universitas Islam Indonesia UII, Yogjakarta. Dahlan bersama istrinya Siti Zainah dan 13 orang lainnya, mendirikan HMI tepat pada 5 Februari 1947.


Saat didirikan, Lafran Pane didapuk sebagai pimpinan, sementara Dahlan Husein menjabat sebagai sekretaris. Meskipun jarang disorot, namun Dahlan diakui sebagai tokoh Sumsel yang punya peran besar bagi perkembangan pergerakan mahasiswa Indonesia di masa itu. 


Perjuangannya pasangan Dahlan-Siti Zainah ini begitu membekas, sehingga menjadi agenda rutin bagi pengurus HMI untuk menziarahi makam keduanya yang berlokasi di Desa Tanjung Atap, Kecamatan Tanjung Batu, Ogan Ilir, setiap tahunnya. 


Edwin Mauladi, merupakan sosok teknokrat yang kini maju di Pilkada Muara Enim. Edwin membawa jargon Muara Enim Bersih, yang merupakan akronim dari Beragama, Sejahtera, Indah dan Hebat. Jargon ini ini mencerminkan visi dan misi Edwin dalam membawa perubahan positif bagi Muara Enim. 


Edwin Mauladi berkomitmen untuk membangun pemerintahan Muara Enim yang transparan dan bersih dari korupsi. Hal ini akan dilakukannya dengan mengedepankan nilai-nilai agama sebagai landasan moral, meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui pengelolaan sumber daya alam yang berkelanjutan.


Di tempat terpisah, dukungan terhadap Edwin Mauladi juga datang dari Salman Dianda Anwar, mantan Pengurus Majelis Nasional Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI). Figur Edwin Mauladi seolah menjadi jawaban tepat untuk membawa dan mengelola Muara Enim dengan lebih baik, sekaligus memberi kesejahteraan kepada masyarakatnya. 


"Sebagai cucu dari pasangan yang ikut mendirikan HMI, organisasi pengkaderan sipil terkemuka dan salah satu terbesar di republik ini, merupakan modal bagi adinda kami Edwin Mauladi untuk mengemban amanah jika rakyat memberi kepercayaan kepadanya," kata Salman yang juga Chairman Jakarta Tourism Forum (JTF). 


Sebab ia tahu betul rekam jejak Edwin Mauladi yang punya banyak pengalaman, jaringan luas baik nasional maupun internasional, namun tetap mengedepankan etika dan integritas dalam setiap langkahnya. "Di dalam darahnya mengalir gen pejuang pergerakan. Sehingga sudah selayaknya menjadi pemimpin," kata Salman. (rilis)  


Caption Foto: 

1. Edwin Mauladi bersama Salman Dianda Anwar, mantan Pengurus Majelis Nasional Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI) dalam sebuah kesempatan di Jakarta.

2. Foto keluarga besar Dahlan Husein (tanda panah) dan Edwin Mauladi kecil dalam sebuah acara di kediaman Muhammad Arbie (adik Dahlan Husein) di Prabumulih pada tahun 1979.

3. Edwin Mauladi Calon Bupati Muara Enim merupakan cucu dari salah satu pendiri Himpunan Mahasiswa Islam (HMI), Dahlan Husein.

Edwin Mauladi Dapat Restu Nurul Aman untuk Wujudkan Program Muara Enim Bersih di Bumi Serasan Sekundang


DUTASUMSEL.ID | MUARAENIM - Dua putra daerah terbaik Muara Enim, Nurul Aman dan Edwin Mauladi bertemu dalam sebuah kesempatan, Sabtu (13/7) malam. 


Keduanya bersepakat untuk mendorong putra daerah terbaik dari Bumi Serasan Sekundang maju di Pilkada mendatang, untuk mewujudkan Muara Enim yang lebih baik kedepan. 


Edwin Mauladi, teknokrat yang mengusung visi dan misi Muara Enim Bersih (Beragama, Sejahtera, Indah dan Hebat) mendapat apresiasi dari Nurul Aman yang kini menjabat sebagai anggota DPRD Sumsel. 


"Pertemuan ini merupakan pertemuan antara adik dan kakak. Bagaimana kami meminta izin, restu dan tentunya dukungan untuk membawa Muara Enim lebih baik kedepan," kata Edwin. 


Dijelaskannya, antara dirinya dan Nurul Aman, punya banyak kesamaan. Sehingga pertemuan itupun berlangsung akrab, sebagaimana keduanya telah lama saling mengenal. 


Edwin memantapkan hati dan pikirannya setelah bertemu dengan Nurul Aman yang memberikannya banyak masukkan dan wejangan untuk membawa kesejahteraan bagi masyarakat. 


"Tidak ada janji, kita akan realisasikan program yang memang bisa diterapkan dan langsung dirasakan oleh masyarakat. Dengan restu dari kakanda kami Nurul Aman, insha allah kita akan berjuang maksimal," katanya. 


Klaim dukungan setelah bertemu dengan Nurul Aman ini dianggap Edwin sebagai motivasi yang juga tidak terlepas dari hasil survey yang muncul beberapa waktu lalu. 


Dikatakan, lebih dari 70 persen anak muda Muara Enim ingin dipimpin oleh putra daerah yang punya visi dan misi yang jelas. 


Termasuk juga pimpinan yang tidak tersandera oleh kasus hukum yang menjerat alias bersih, sehingga kepemimpinan Muara Enim kedepan tidak lagi bermasalah. 


Dalam simulasi yang dimunculkan oleh hasil survey indoprakarsa network itu, Edwin muncul urutan pertama apabila dipasangkan dengan Ustad Syuryadi. Kombinasi keduanya dianggap layak untuk memimpin Muara Enim. 


Di sisi lain, Nurul Aman yang juga pernah menjabat sebagai Wakil Bupati Muara Enim mengapresiasi langkah Edwin Mauladi yang berkomitmen untuk memajukan kesejahteraan masyarakat. 


Sebab, hal inilah yang menjadi permasalahan Muara Enim, setelah masa kepemimpinannya, sehingga perlu untuk menjadi perhatian serius pemimpin kedepan. 


Nurul Aman sendiri nyatanya juga digadang maju untuk Pilkada Muara Enim kedepan, namun sebagai sesama putra daerah, apa yang menjadi aspirasi dan harapan dari masyarakat merupakan hal yang utama. 


"Sampai saat ini, semua masih punya kesempatan yang sama. Namun, sebagai sesama putra daerah, tentunya kita bertukar pikiran dan saling memberi masukkan untuk yang terbaik," ujarnya. (rilis)

PWI Ogan Ilir Himbau Lembaga dan Instansi Waspada Penipuan Mengatasnamakan PWI Ogan Ilir


I
ndralaya, Duta Sumsel– Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Ogan Ilir berkomitmen meningkatkan sinergitas dengan institusi, lembaga pemerintahan maupun swasta. Sebagaimana disampaikan kepada awak media pada Selasa (09/07/24).

Sinergitas ini sebagai upaya PWI Ogan Ilir dalam mendukung program dan pembangunan daerah sesuai kapasitas yang dimiliki, yakni di bidang publikasi.

Dalam menjalin sinergi ini, Ketua PWI Ogan Ilir Fredi Kurniawan menekankan agar anggota organisasi wartawan tersebut menjalin komunikasi yang baik dan intensif.

“Komunikasi ini sangat penting. Anggota PWI Ogan Ilir senantiasa memperkenalkan diri, menunjukkan identitas kepada instansi maupun lembaga,” kata Fredi di sekretariat PWI Ogan Ilir, Indralaya, Senin (8/7/24).

Sehingga pihak yang menjalin relasi, mengenal dengan baik wartawan yang tergabung dalam PWI Ogan Ilir.

Fredi pun mengimbau lembaga maupun instansi khususnya di Ogan Ilir, untuk tak mudah percaya jika ada pihak atau oknum yang mengatasnamakan PWI Ogan Ilir.

“Misalnya ada instansi, lembaga, organisasi yang mendapat proposal pengajuan dana dari pihak yang mengaku PWI Ogan Ilir. Jangan langsung percaya begitu saja, silahkan konfirmasi terlebih dahulu kepada kami,” kata Fredi mengingatkan.

Fredi memastikan bahwa PWI Ogan Ilir dalam melaksanakan program sesuai dengan Peraturan Dasar dan Peraturan Rumah Tangga (PD/PRT) sesuai dikerjakan dengan baik.

Sehingga kerjasama yang dilakukan dengan pihak terkait dipastikan transparan dan dapat dipertanggungjawabkan.

“Jadi tidak bisa serta-merta anggota PWI Ogan Ilir melakukan upaya kerjasama mengatasnamakan organisasi, ada prosedurnya. Senantiasa hal tersebut ditekankan kepada anggota-anggota kami,” pungkas Fredi.

Kepemimpinan Bersih dan Anti Korupsi Edwin Mauladi Jadi Harapan Anak Muda Muara Enim

DUTASUMSEL MUARA ENIM - Survei politik terbaru dari Lembaga Indoprakarsa Network menunjukkan Edwin Mauladi, bakal calon Bupati Muara Enim, semakin populer di kalangan anak muda. 

Berdasarkan hasil survei, 79,4 persen anak muda mengenal Edwin Mauladi, menjadikannya salah satu calon yang paling diminati di kalangan Generasi Z.


Kedekatan emosional dan komitmen Edwin untuk membangun daerah menjadi alasan utama mengapa banyak yang berharap ia memimpin Bumi Serasan Sekundang selama lima tahun mendatang. 


Edwin yang digadang berpasangan dengan Ustad Syuryadi, juga mendapatkan dukungan besar, dengan lebih dari 35 persen anak muda memilih pasangan ini jika mereka maju pada Pilbup Muara Enim.


Tokoh Masyarakat Muara Enim, Amin Satra mengatakan, hasil survei tersebut sebagai indikasi anak muda di Muara Enim menginginkan perubahan yang signifikan dari situasi yang mereka rasakan saat ini. 


"Kepemimpinan yang jujur dan bersih dari korupsi seperti yang diusung oleh Edwin Mauladi dan Ustad Syuryadi sangat diharapkan. Mereka dinilai mampu memahami dan menyelesaikan permasalahan lokal," ujarnya saat dibincangi, Senin (8/7).


Dia mengatakan, dari sisi historis, Kabupaten Muara Enim telah dipimpin lebih dari enam orang yang berbeda selama lima tahun terakhir akibat permasalahan korupsi yang menimpa bupati terpilih. 


Kondisi itu membuat ketidakstabilan politik yang berujung kepada ketidakpastian kebijakan. "Tiap orang beda kebijakan. Pembangunan yang direncanakan pada Bupati A, tidak dilaksanakan ketika berganti oleh B. Nah, hal inilah yang membuat masyarakat khususnya mahasiswa dan kaum muda jengah dengan kondisi tersebut. Sehingga memunculkan sosok baru yang bersih dari berbagai kasus hukum," bebernya. 


Sejumlah nama Bakal Calon Bupati (Bacabup) Muara Enim yang mencuat saat ini juga dinilai belum membawa 'barang dagangan' berupa visi misi yang jelas untuk dijajakan kepada masyarakat. Dia belum melihat sesuatu yang berbeda khususnya untuk visi dan misi Muara Enim kedepannya.


"Menurut saya belum ada visi dan misi yang menonjol dari para calon ini," katanya.


Berbeda dengan Edwin Mauladi. Menurutnya, bacabup ini masih muda, berwawasan, serta visi dan misinya juga cukup baik. Karena itu, tak heran jika dari hasil survei, 79,4 persen anak muda mengenal Edwin Mauladi ini dan menjadikannya salah satu calon yang paling diminati di kalangan generasi Z.


"Program dan visi yang akan diusungnya ketika memimpin nanti sudah disiapkan dan diperkenalkan. Beda dengan kandidat lain yang belum menawarkan apapun kepada masyarakat," ucapnya. 


Menurutnya, visi Muara Enim Bersih yang diusung Edwin cukup mengena dengan situasi yang dialami masyarakat Bumi Serasan Sekundang saat ini. Sebagian besar masyarakat Muara Enim saat ini sudah merasakan kondisi perubahan iklim maupun dampak dari maraknya industri pertambangan maupun perkebunan . 


"Banjir besar serta tanah longsor beberapa waktu lalu membuat masyarakat Muara Enim menderita. Solusinya butuh kebijakan yang berorientasi terhadap kelestarian lingkungan untuk mencegah bencana lebih besar melanda. dan sosok Edwin cukup mengerti akan hal itu dilihat dari latar belakangnya," terangnya. 


Sementara itu, salah seorang mahasiswa asal Muara Enim Adi Riansyah  mengatakan, tagline 'Muara Enim BERSIH' yang diperkenalkan Edwin sangat menginspirasi, karena mengedepankan nilai-nilai agama dan komitmen untuk pembangunan yang berkelanjutan.


"Muara Enim saat ini butuh itu. Bersih dari berbagai pratik korupsi, bersih dari dampak buruk kerusakan lingkungan sehingga menjadikan wilayah serta masyarakatnya sejahtera," ungkapnya mahasiswa Jurusan MPI, UIN Sunan Gunung Jati Bandung. 


Pria kelahiran Desa Datar Lebar Kecamatan Semendo Darat Ulu (SDU) ini menyebut, sebagai seorang mahasiswa, pemerintahan saat ini perlu dilakukan perbaikan dan pembaharuan. Sehingga, arah pembangunan yang dilakukan menjadi lebih jelas sesuai dengan tujuan. 


Namun, perbaikan dan pembaharuan ini tidak bisa terlaksana apabila orang yang memimpin Muara Enim kedepannya masih orang-orang lama dengan pola pikir serta metode kepemimpinan yang konvensional.  


"Terlebih lagi calon pemimpin yang tersandera kasus hukum. Bagaimana kedepannya dia bisa fokus memimpin jika masih dibayangi kasus hukum tersebut. Untuk itu, kita butuh pemimpin yang transparan dan memiliki visi yang jelas untuk kesejahteraan masyarakat," pungkasnya.

Kota Tebing Tinggi Masuk Posisi 4 Besar, Pj Wali Kota Apresiasi Atlit Popprovsu 2024

DUTASUMSEL | TEBING TINGGI -  Kota Tebing Tinggi berhasil meraih posisi 4 besar diajang Pekan Olahraga Pelajar Provinsi Sumatera Utara (Popprovsu), di Kota Medan yang berlangsung 1-7 Juli 2024.

Atas prestasi tersebut, Penjabat (Pj) Wali Kota Tebing Tinggi, Moettaqien Hasrimi merasa bangga dengan prestasi 54 orang atlet Kota Tebing Tinggi yang berlaga diajang Popprovsu.


“Walaupun hanya menempati posisi ke-4, saya merasa sangat bangga, karena di posisi pertama ada Kota Medan, posisi kedua ada Kabupaten Karo, dan posisi ketiga ada Kabupaten Deli Serdang. Tiga Kabupaten/Kota tersebut tentu semua aspeknya jauh diatas kita maka dari itu walau hanya posisi ke-4 saya sangat bangga,” kata Moettaqien, Senin (8/7/2024), di Rumah Dinas Wali Kota.


Moettaqien menyampaikan, dari 7 cabang olahraga (Cabor) yang kita ikuti yakni, gulat, taekwondo, atletik, wushu, judo, tinju, dan karate, kita berhasil memperoleh 6 mendali emas, 8 perak, dan 11 perunggu. Dan semua cabor berhasil menyumbangkan mendali.


“Bangga saya masing-masing cabor yang diberangkatkan untuk Popprovsu tahun 2024, semua menyumbang mendali, walaupun Kota Tebingtinggi ini kecil, tapi saya lihat banyak prestasi disini,” katanya.


Terkait bonus yang telah dijanjikan kepada atlet berprestasi, Moettaqienengungkapkan bahwa Pemerintah Kota (Pemko) Tebingtinggi akan menepati janjinya, bonus akan segera dicairkan.


“Nanti saya akan panggil Kadisporapar untuk berterimakasih, karena telah berhasil membina seluruh atlet dengan baik selama ini, dan sekalian untuk membahas teknis penyerahan bonus kepada atket yang berprestasi,” singkat Moettaqien Hasrimi.- (AJ)

Program Padu Padan Pertamina EP Prabumulih Field Raih Penghargaan di Ajang Indonesia Social Responsibility Award (ISRA) 2024

Duta Sumsel, Prabumulih - PT Pertamina EP Prabumulih Field raih penghargaan  platinum kategori economic empowerment dalam ajang Indonesia Social Responsibility Award (ISRA) 2nd tahun 2024 yang diselenggarakan di Grand Mercure Solo Baru, Sukoharjo, Jawa Tengah (27/06/24). PEP Prabumulih Field menjadi satu-satunya perusahaan  peraih platinum dari regional 1 dengan mengusung program Padu Padan (Pusat Daur Ulang Sampah Mandiri dan Berkelanjutan).

Program Padu Padan merupakan program pengolahan sampah organik dan anorganik berbasis pemberdayaan masyarakat di Kota Prabumulih. Berangkat dari latarbelakang lumpuhnya TPA induk Kota Prabumulih yang berdampak terhadap masalah lingkungan, sosial dan kesehatan, program Padu Padan berkontribusi signifikan dalam pengurangan sampah organik dan anorganik di Kota Prabumulih.


Program Padu Padan merupakan payung program yang menaungi dua program turunan di antaranya program Rindu Resik (Rumah Inovasi Daur Ulang Sampah Residu Anorganik) dan program Muda Bersama (Perempuan Berdaya, Bersama Kelola Sampah). 

Program Rindu Resik fokus pada pengolahan sampah anorganik, sementara program Muda Bersama fokus pada pengolahan sampah organic dengan memberdayakan perempuan melalui kelompok wanita tani. Dalam mengimplementasikan program Padu Padan, PEP Prabumulih Field bersinergi dengan stakeholder seperti media, pemerintah dan NGO untuk membangun kerjasama yang efektif dan berkelanjutan.


Pelibatan multi-stakeholder dalam program Padu Padan menghasilkan program pemberdayaan masyarakat yang berkelanjutan dan berdampak terhadap perbaikan lingkungan, pemberdayaan ekonomi serta penyelesaian masalah sosial. 


Senior Manager PEP Prabumulih Field, Muhammad Luthfi Ferdiansyah, mengungkapkan rasa syukur dan bangga atas penghargaan yang diraih oleh PEP Prabumulih Field pada ajang tersebut. “Kami bersyukur dan bangga program Padu Padan berhasil mendapatkan penghargaan platinum di tingkat nasional untuk yang pertama kalinya. Semoga penghargaan ini bisa memacu motivasi kami untuk terus berkarya menciptakan program CSR yang sustainable dan tentunya bermanfaat bagi lingkungan di Wilayah Kerja Perusahaan." ungkap Luthfi.


Kedepannya, masyarakat di Wilayah Kerja Perusahaan (WKP) PEP Prabumulih Field diharapkan dapat mendukung dan menyukseskan Program Pemberdayaan Masyarakat (PPM) yang sudah dirancang agar sinergi antara masyarakat, pemerintah, dan perusahaan terus terjalin dengan baik. 


“Pada intinya, kemenangan ini juga berkat sinergitas antara perusahaan dengan stakeholder yang berkomitmen dalam memberdayakan masyarakat agar mandiri di bidang lingkungan, sosial, dan ekonomi. Pungkas Lutfi

Tim Relawan Edwin Mauladi Terus Sosialisasikan Muara Enim Bersih ke Masyarakat


MUARA ENIM, DS - Tim relawan Bakal Calon Bupati (Bacabup) Muara Enim terus melakukan sosialisasi ke masyarakat yang ada di sejumlah wilayah. 


Para relawan yang mayoritas kaum muda di Bumi Serasan Sekundang tersebut terus merangsek menyebar baliho serta berinteraksi langsung dengan masyarakat untuk menyosialisasikan sosok Edwin serta visi misi yang diusungnya. 


Ketua Tim Relawan Edwin Mauladi, Novansyah, menyampaikan gerakan ini tidak hanya sekadar bentuk dukungan, tetapi juga merupakan wujud harapan besar mereka terhadap perubahan dan perbaikan di wilayah tersebut.


"Anak-anak muda di sini sangat bersemangat dan penuh energi. Mereka ingin melihat perubahan nyata di Muara Enim, dan mereka percaya bahwa Edwin Mauladi adalah orang yang tepat untuk mewujudkan itu," kata Novansyah saat dibincangi awak media, Jumat (5/7). 


Novansyah menambahkan, selain memasang baliho, mereka juga aktif melakukan aksi sosial mulai dari gotong royong bersih lingkungan serta kegiatan berkesenian. 


"Kami berusaha menyentuh semua lapisan masyarakat, khususnya kaum muda, untuk bersama-sama bergerak menuju perubahan yang lebih baik," lanjutnya.


Menurut Novansyah, partisipasi aktif dari pemuda menunjukkan mereka peduli dan memiliki visi untuk masa depan Muara Enim yang lebih baik. 


"Kami merasa visi Muara Enim Bersih ini selaras dengan cita-cita kami untuk membangun daerah menjadi lebih baik," ujar Novansyah.


Dijelaskan Novansyah, sejauh ini masyarakat di wilayah yang didatanginya menunjukkan respons yang positif terhadap Edwin Mauladi. "Mereka banyak bertanya mengenai sosok Pak Edwin serta ingin tahu lebih jauh mengenai visi Muara Enim Bersih yang diusungnya," ungkapnya. 


Bacabup Muara Enim, Edwin Mauladi sendiri menjadi tokoh yang populer di kalangan anak muda dalam survei politik yang dilakukan oleh Lembaga Indoprakarsa Network. 


Dalam simulasi popularitas, Edwin Mauladi dikenal oleh 79,4 persen anak muda dan menjadi salah satu calon yang diminati. Kedekatan emosional dan komitmen untuk membangun daerah menjadi alasan kuat putra daerah Muara Enim tersebut diharapkan memimpin Bumi Serasan Sekundang lima tahun mendatang. 


Tak hanya itu, Edwin yang digadang berpasangan dengan Ustad Syuryadi menjadi pilihan anak muda dengan lebih dari 35 persen memilih pasangan tersebut jika maju pada Pilbup Muara Enim. 


Keduanya dinilai sebagai sosok pemimpin yang jujur dan bersih dari korupsi, serta memahami permasalahan lokal.


Untuk diketahui, tagline "Muara Enim BERSIH" yang diperkenalkan oleh Edwin Mauladi merupakan akronim yang menggambarkan visi dan misi kepemimpinannya. BERSIH sendiri merupakan akronim dari Beragama, Sejahtera, Indah dan Hebat. 


Melalui visi tersebut, Edwin berkomitmen untuk membangun pemerintahan yang transparan dan bersih dari korupsi dengan mengedepankan nilai-nilai agama sebagai landasan moral.


Lewat itu pula, pemerintahan yang akan dipimpinnya dapat fokus pada meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui pengelolaan sumber daya alam yang berkelanjutan. Menjaga kelestarian lingkungan dan membangun infrastruktur yang indah serta ramah lingkungan. (rilis)