NEWS

Slider

Kepemimpinan Bersih dan Anti Korupsi Edwin Mauladi Jadi Harapan Anak Muda Muara Enim

DUTASUMSEL MUARA ENIM - Survei politik terbaru dari Lembaga Indoprakarsa Network menunjukkan Edwin Mauladi, bakal calon Bupati Muara Enim, semakin populer di kalangan anak muda. 

Berdasarkan hasil survei, 79,4 persen anak muda mengenal Edwin Mauladi, menjadikannya salah satu calon yang paling diminati di kalangan Generasi Z.


Kedekatan emosional dan komitmen Edwin untuk membangun daerah menjadi alasan utama mengapa banyak yang berharap ia memimpin Bumi Serasan Sekundang selama lima tahun mendatang. 


Edwin yang digadang berpasangan dengan Ustad Syuryadi, juga mendapatkan dukungan besar, dengan lebih dari 35 persen anak muda memilih pasangan ini jika mereka maju pada Pilbup Muara Enim.


Tokoh Masyarakat Muara Enim, Amin Satra mengatakan, hasil survei tersebut sebagai indikasi anak muda di Muara Enim menginginkan perubahan yang signifikan dari situasi yang mereka rasakan saat ini. 


"Kepemimpinan yang jujur dan bersih dari korupsi seperti yang diusung oleh Edwin Mauladi dan Ustad Syuryadi sangat diharapkan. Mereka dinilai mampu memahami dan menyelesaikan permasalahan lokal," ujarnya saat dibincangi, Senin (8/7).


Dia mengatakan, dari sisi historis, Kabupaten Muara Enim telah dipimpin lebih dari enam orang yang berbeda selama lima tahun terakhir akibat permasalahan korupsi yang menimpa bupati terpilih. 


Kondisi itu membuat ketidakstabilan politik yang berujung kepada ketidakpastian kebijakan. "Tiap orang beda kebijakan. Pembangunan yang direncanakan pada Bupati A, tidak dilaksanakan ketika berganti oleh B. Nah, hal inilah yang membuat masyarakat khususnya mahasiswa dan kaum muda jengah dengan kondisi tersebut. Sehingga memunculkan sosok baru yang bersih dari berbagai kasus hukum," bebernya. 


Sejumlah nama Bakal Calon Bupati (Bacabup) Muara Enim yang mencuat saat ini juga dinilai belum membawa 'barang dagangan' berupa visi misi yang jelas untuk dijajakan kepada masyarakat. Dia belum melihat sesuatu yang berbeda khususnya untuk visi dan misi Muara Enim kedepannya.


"Menurut saya belum ada visi dan misi yang menonjol dari para calon ini," katanya.


Berbeda dengan Edwin Mauladi. Menurutnya, bacabup ini masih muda, berwawasan, serta visi dan misinya juga cukup baik. Karena itu, tak heran jika dari hasil survei, 79,4 persen anak muda mengenal Edwin Mauladi ini dan menjadikannya salah satu calon yang paling diminati di kalangan generasi Z.


"Program dan visi yang akan diusungnya ketika memimpin nanti sudah disiapkan dan diperkenalkan. Beda dengan kandidat lain yang belum menawarkan apapun kepada masyarakat," ucapnya. 


Menurutnya, visi Muara Enim Bersih yang diusung Edwin cukup mengena dengan situasi yang dialami masyarakat Bumi Serasan Sekundang saat ini. Sebagian besar masyarakat Muara Enim saat ini sudah merasakan kondisi perubahan iklim maupun dampak dari maraknya industri pertambangan maupun perkebunan . 


"Banjir besar serta tanah longsor beberapa waktu lalu membuat masyarakat Muara Enim menderita. Solusinya butuh kebijakan yang berorientasi terhadap kelestarian lingkungan untuk mencegah bencana lebih besar melanda. dan sosok Edwin cukup mengerti akan hal itu dilihat dari latar belakangnya," terangnya. 


Sementara itu, salah seorang mahasiswa asal Muara Enim Adi Riansyah  mengatakan, tagline 'Muara Enim BERSIH' yang diperkenalkan Edwin sangat menginspirasi, karena mengedepankan nilai-nilai agama dan komitmen untuk pembangunan yang berkelanjutan.


"Muara Enim saat ini butuh itu. Bersih dari berbagai pratik korupsi, bersih dari dampak buruk kerusakan lingkungan sehingga menjadikan wilayah serta masyarakatnya sejahtera," ungkapnya mahasiswa Jurusan MPI, UIN Sunan Gunung Jati Bandung. 


Pria kelahiran Desa Datar Lebar Kecamatan Semendo Darat Ulu (SDU) ini menyebut, sebagai seorang mahasiswa, pemerintahan saat ini perlu dilakukan perbaikan dan pembaharuan. Sehingga, arah pembangunan yang dilakukan menjadi lebih jelas sesuai dengan tujuan. 


Namun, perbaikan dan pembaharuan ini tidak bisa terlaksana apabila orang yang memimpin Muara Enim kedepannya masih orang-orang lama dengan pola pikir serta metode kepemimpinan yang konvensional.  


"Terlebih lagi calon pemimpin yang tersandera kasus hukum. Bagaimana kedepannya dia bisa fokus memimpin jika masih dibayangi kasus hukum tersebut. Untuk itu, kita butuh pemimpin yang transparan dan memiliki visi yang jelas untuk kesejahteraan masyarakat," pungkasnya.

Kota Tebing Tinggi Masuk Posisi 4 Besar, Pj Wali Kota Apresiasi Atlit Popprovsu 2024

DUTASUMSEL | TEBING TINGGI -  Kota Tebing Tinggi berhasil meraih posisi 4 besar diajang Pekan Olahraga Pelajar Provinsi Sumatera Utara (Popprovsu), di Kota Medan yang berlangsung 1-7 Juli 2024.

Atas prestasi tersebut, Penjabat (Pj) Wali Kota Tebing Tinggi, Moettaqien Hasrimi merasa bangga dengan prestasi 54 orang atlet Kota Tebing Tinggi yang berlaga diajang Popprovsu.


“Walaupun hanya menempati posisi ke-4, saya merasa sangat bangga, karena di posisi pertama ada Kota Medan, posisi kedua ada Kabupaten Karo, dan posisi ketiga ada Kabupaten Deli Serdang. Tiga Kabupaten/Kota tersebut tentu semua aspeknya jauh diatas kita maka dari itu walau hanya posisi ke-4 saya sangat bangga,” kata Moettaqien, Senin (8/7/2024), di Rumah Dinas Wali Kota.


Moettaqien menyampaikan, dari 7 cabang olahraga (Cabor) yang kita ikuti yakni, gulat, taekwondo, atletik, wushu, judo, tinju, dan karate, kita berhasil memperoleh 6 mendali emas, 8 perak, dan 11 perunggu. Dan semua cabor berhasil menyumbangkan mendali.


“Bangga saya masing-masing cabor yang diberangkatkan untuk Popprovsu tahun 2024, semua menyumbang mendali, walaupun Kota Tebingtinggi ini kecil, tapi saya lihat banyak prestasi disini,” katanya.


Terkait bonus yang telah dijanjikan kepada atlet berprestasi, Moettaqienengungkapkan bahwa Pemerintah Kota (Pemko) Tebingtinggi akan menepati janjinya, bonus akan segera dicairkan.


“Nanti saya akan panggil Kadisporapar untuk berterimakasih, karena telah berhasil membina seluruh atlet dengan baik selama ini, dan sekalian untuk membahas teknis penyerahan bonus kepada atket yang berprestasi,” singkat Moettaqien Hasrimi.- (AJ)

Program Padu Padan Pertamina EP Prabumulih Field Raih Penghargaan di Ajang Indonesia Social Responsibility Award (ISRA) 2024

Duta Sumsel, Prabumulih - PT Pertamina EP Prabumulih Field raih penghargaan  platinum kategori economic empowerment dalam ajang Indonesia Social Responsibility Award (ISRA) 2nd tahun 2024 yang diselenggarakan di Grand Mercure Solo Baru, Sukoharjo, Jawa Tengah (27/06/24). PEP Prabumulih Field menjadi satu-satunya perusahaan  peraih platinum dari regional 1 dengan mengusung program Padu Padan (Pusat Daur Ulang Sampah Mandiri dan Berkelanjutan).

Program Padu Padan merupakan program pengolahan sampah organik dan anorganik berbasis pemberdayaan masyarakat di Kota Prabumulih. Berangkat dari latarbelakang lumpuhnya TPA induk Kota Prabumulih yang berdampak terhadap masalah lingkungan, sosial dan kesehatan, program Padu Padan berkontribusi signifikan dalam pengurangan sampah organik dan anorganik di Kota Prabumulih.


Program Padu Padan merupakan payung program yang menaungi dua program turunan di antaranya program Rindu Resik (Rumah Inovasi Daur Ulang Sampah Residu Anorganik) dan program Muda Bersama (Perempuan Berdaya, Bersama Kelola Sampah). 

Program Rindu Resik fokus pada pengolahan sampah anorganik, sementara program Muda Bersama fokus pada pengolahan sampah organic dengan memberdayakan perempuan melalui kelompok wanita tani. Dalam mengimplementasikan program Padu Padan, PEP Prabumulih Field bersinergi dengan stakeholder seperti media, pemerintah dan NGO untuk membangun kerjasama yang efektif dan berkelanjutan.


Pelibatan multi-stakeholder dalam program Padu Padan menghasilkan program pemberdayaan masyarakat yang berkelanjutan dan berdampak terhadap perbaikan lingkungan, pemberdayaan ekonomi serta penyelesaian masalah sosial. 


Senior Manager PEP Prabumulih Field, Muhammad Luthfi Ferdiansyah, mengungkapkan rasa syukur dan bangga atas penghargaan yang diraih oleh PEP Prabumulih Field pada ajang tersebut. “Kami bersyukur dan bangga program Padu Padan berhasil mendapatkan penghargaan platinum di tingkat nasional untuk yang pertama kalinya. Semoga penghargaan ini bisa memacu motivasi kami untuk terus berkarya menciptakan program CSR yang sustainable dan tentunya bermanfaat bagi lingkungan di Wilayah Kerja Perusahaan." ungkap Luthfi.


Kedepannya, masyarakat di Wilayah Kerja Perusahaan (WKP) PEP Prabumulih Field diharapkan dapat mendukung dan menyukseskan Program Pemberdayaan Masyarakat (PPM) yang sudah dirancang agar sinergi antara masyarakat, pemerintah, dan perusahaan terus terjalin dengan baik. 


“Pada intinya, kemenangan ini juga berkat sinergitas antara perusahaan dengan stakeholder yang berkomitmen dalam memberdayakan masyarakat agar mandiri di bidang lingkungan, sosial, dan ekonomi. Pungkas Lutfi

Tim Relawan Edwin Mauladi Terus Sosialisasikan Muara Enim Bersih ke Masyarakat


MUARA ENIM, DS - Tim relawan Bakal Calon Bupati (Bacabup) Muara Enim terus melakukan sosialisasi ke masyarakat yang ada di sejumlah wilayah. 


Para relawan yang mayoritas kaum muda di Bumi Serasan Sekundang tersebut terus merangsek menyebar baliho serta berinteraksi langsung dengan masyarakat untuk menyosialisasikan sosok Edwin serta visi misi yang diusungnya. 


Ketua Tim Relawan Edwin Mauladi, Novansyah, menyampaikan gerakan ini tidak hanya sekadar bentuk dukungan, tetapi juga merupakan wujud harapan besar mereka terhadap perubahan dan perbaikan di wilayah tersebut.


"Anak-anak muda di sini sangat bersemangat dan penuh energi. Mereka ingin melihat perubahan nyata di Muara Enim, dan mereka percaya bahwa Edwin Mauladi adalah orang yang tepat untuk mewujudkan itu," kata Novansyah saat dibincangi awak media, Jumat (5/7). 


Novansyah menambahkan, selain memasang baliho, mereka juga aktif melakukan aksi sosial mulai dari gotong royong bersih lingkungan serta kegiatan berkesenian. 


"Kami berusaha menyentuh semua lapisan masyarakat, khususnya kaum muda, untuk bersama-sama bergerak menuju perubahan yang lebih baik," lanjutnya.


Menurut Novansyah, partisipasi aktif dari pemuda menunjukkan mereka peduli dan memiliki visi untuk masa depan Muara Enim yang lebih baik. 


"Kami merasa visi Muara Enim Bersih ini selaras dengan cita-cita kami untuk membangun daerah menjadi lebih baik," ujar Novansyah.


Dijelaskan Novansyah, sejauh ini masyarakat di wilayah yang didatanginya menunjukkan respons yang positif terhadap Edwin Mauladi. "Mereka banyak bertanya mengenai sosok Pak Edwin serta ingin tahu lebih jauh mengenai visi Muara Enim Bersih yang diusungnya," ungkapnya. 


Bacabup Muara Enim, Edwin Mauladi sendiri menjadi tokoh yang populer di kalangan anak muda dalam survei politik yang dilakukan oleh Lembaga Indoprakarsa Network. 


Dalam simulasi popularitas, Edwin Mauladi dikenal oleh 79,4 persen anak muda dan menjadi salah satu calon yang diminati. Kedekatan emosional dan komitmen untuk membangun daerah menjadi alasan kuat putra daerah Muara Enim tersebut diharapkan memimpin Bumi Serasan Sekundang lima tahun mendatang. 


Tak hanya itu, Edwin yang digadang berpasangan dengan Ustad Syuryadi menjadi pilihan anak muda dengan lebih dari 35 persen memilih pasangan tersebut jika maju pada Pilbup Muara Enim. 


Keduanya dinilai sebagai sosok pemimpin yang jujur dan bersih dari korupsi, serta memahami permasalahan lokal.


Untuk diketahui, tagline "Muara Enim BERSIH" yang diperkenalkan oleh Edwin Mauladi merupakan akronim yang menggambarkan visi dan misi kepemimpinannya. BERSIH sendiri merupakan akronim dari Beragama, Sejahtera, Indah dan Hebat. 


Melalui visi tersebut, Edwin berkomitmen untuk membangun pemerintahan yang transparan dan bersih dari korupsi dengan mengedepankan nilai-nilai agama sebagai landasan moral.


Lewat itu pula, pemerintahan yang akan dipimpinnya dapat fokus pada meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui pengelolaan sumber daya alam yang berkelanjutan. Menjaga kelestarian lingkungan dan membangun infrastruktur yang indah serta ramah lingkungan. (rilis)

Pembagian SK dan Sosialisai UU Revisi Desa di Ogan Ilir Dipungut Rp 700 Ribu, Para Kades Ngeluh

 


DUTA SUMSEL, OGAN ILIR - Jabatan kepala desa resmi diperpanjang dari enam tahun menjadi delapan tahun, setelah diberlakukannya Undang Undang Desa Nomor 3 Tahun 2024.

Termasuk di Ogan Ilir, pemberlakuan kebijakan tersebut mulai berlaku dan para kepala desa telah menerima Surat Keputusan (SK) perpanjangan jabatan.


Namun pembagian SK dan sosialisasi revisi Undang Undang Desa dikeluhkan para kepala desa karena dipungut biaya sebesar Rp 700 ribu.


"Rincian biaya Rp 200 ribu untuk acara pengukuhan dan pembagian SK. Lalu Rp 500 ribu untuk acara sosialisasi revisi Undang Undang Desa," kata salah seorang kepala desa di Kecamatan Indralaya Selatan, Selasa (25/6/2024).


Sumber yang tak ingin disebutkan identitasnya itu mengatakan, keputusan dari Ketua Forum Kepala Desa tersebut ditentukan pada Selasa (18/6/2024) lalu.


Ketika itu, para kepala desa dihimpun di kediaman Kepala Desa Tanjung Selatan, Maya Srihartati Pathul.


"Waktu itu konteksnya silaturahmi dan koordinasi. Kami kaget saat ternyata dipungut biaya yang tidak sedikit," ungkap sumber tersebut.


Dana dari para kepala desa itu selanjutnya dikumpulkan pada Maya Srihartati dan Nora Trianawati selaku Kepala Desa Ketapang II.


Sementara Ketua Forum Kepala Desa di Ogan Ilir, Angga Arafat membantah pemungutan biaya bagi kepala desa yang menerima SK.


"Tidak ada (dipungut biaya)," kata Angga dihubungi via WhatsApp.


Menurut Angga, terkait sosialisasi revisi Undang Undang Desa merupakan kegiatan Forum Kepala Desa, bukan dari pemerintah.

 

"Kalau sosialisasi itu permintaan kepala desa yang mewakili saat rapat," pungkasnya.

Adriansyah dan 40.000 Pendukungnya Dukung Edwin Mauladi sebagai Bacabup Muara Enim

DUTASUMSEL.ID MUARA ENIM - Dukungan terhadap Bakal Calon Bupati (Bacabup) Muara Enim, Edwin Mauladi terus mengalir. Kali ini datang dari Calon Bupati Muara Enim yang gagal maju melalui jalur independen, Adriansyah. 

Tokoh masyarakat yang dikenal bersih dan berintegritas ini siap mewujudkan progam Muara Enim Bersih yang digagas oleh Edwin. Menurutnya, dukungan tersebut sebagai bentuk kepedulian terhadap kondisi kepemimpinan Muara Enim saat ini yang dinilai jauh dari harapan masyarakat.


"Saya gerah melihat kondisi Muara Enim saat ini. Korupsi, kolusi, dan nepotisme merajalela, ditambah lagi para calon yang memiliki latar belakang bermasalah seakan tidak punya budaya malu. Seolah-olah masyarakat Muara Enim buta terhadap situasi ini," ujar Adriansyah saat dibincangi, Minggu (23/6).


Adriansyah menegaskan cukup sudah penderitaan masyarakat Muara Enim akibat kepemimpinan yang tidak amanah. Ia mengajak seluruh pendukungnya untuk tetap semangat dan bersatu dalam memperjuangkan Muara Enim Bersih.


Menurutnya, program ini memiliki cara pandang yang sama dengan yang ada pada dirinya untuk mewujudkan kesejahteraan bagi masyarakat Muara Enim. 


Meskipun tidak lolos maju di jalur independen, Adriansyah dan para pendukungnya tidak akan menyerah. Mereka yakin bahwa dengan komitmen dan tekad yang kuat, perubahan positif dapat terwujud di Muara Enim.


"Perjuangan kita belum berakhir. Pendukung kami, ada sekitar 40.000 massa. Untuk itu, kita siap mengalihkan dukungan mewujudkan Muara Enim Bersih. Kita harus tetap semangat dan yakin bahwa Muara Enim bisa menjadi daerah yang bersih dan sejahtera," ucap Adriansyah. 


Mengenal Sosok Edwin Mauladi


Sosok Edwin Mauladi semakin dikenal sebagai salah satu calon Bupati Muara Enim pada Pilkada mendatang. Kehadirannya semakin terasa dengan berbagai baliho yang terpasang di sejumlah wilayah Muara Enim


Melalui tagline Muara Enim Bersih yang merupakan akronim dari Beragama, Sejahtera, Indah, dan Hebat, Edwin Mauladi berkomitmen untuk membangun pemerintahan yang transparan dan bersih dari korupsi.


 Ia mengedepankan nilai-nilai agama sebagai landasan moral dalam menjalankan pemerintahan, serta berfokus pada peningkatan kesejahteraan masyarakat melalui pengelolaan sumber daya alam yang berkelanjutan.


Salah satu fokus utama Edwin adalah menjaga kelestarian lingkungan dan membangun infrastruktur yang indah serta ramah lingkungan. Edwin, seorang teknokrat dan alumni Universitas Muhammadiyah Palembang (UMP), telah menunjukkan komitmennya dalam berbagai proyek pembangunan berkelanjutan.


Seperti perannya dalam realisasi pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohidro (PLTMH) di kawasan Desa Segamit, Kecamatan Semende Darat Ulu. 


PLTMH ini dibangun oleh UMP bersama para alumninya dan berhasil mengaliri listrik untuk lebih dari 300 kepala keluarga (KK) serta SD Negeri 14 Rantau Dedap. 


Keberhasilan ini menjadi bukti nyata dari visi Edwin Mauladi dalam memanfaatkan sumber daya alam demi kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan. (rilis)

Sambut HUT Bhayangkara ke 78, Bhayangkari Polsek Cambai Berbagi Dengan Keluarga Tak Mampu

PRABUMULIH, DS - Atas usulan dari Ketua Bhayangkari Cabang Polres Prabumulih, Polda Sumatera Selatan (Sumsel), Nyonya Ivonne Endro agar bhayangkari ikut berpartisipasi nyata dalam memeriahkan HUT Bhayangkara ke-78 ini. Dimana, Bhayangkari Polsek Cambai melaksana bakti sosial bantuan sosial dan bakti kesehatan pelayanan stunting di Kecamatan Cambai. 


Kegiatan ini juga dalam partisipasi Bhayangkari menjelang HUT Bhayangkara 78 Tahun 2024. Saat dikonfirmasi, Kapolsek Cambai, IPTU Yogie Melta S, Sos membenarkan bansos dan bakti kesehatan pelayanan stunting yang dilakukan Bhayangkari Cambai. 


Kapolsek Cambai juga menambahkan pada kegiatan stunting ini adalah wujud nyata Bhayangkari Polres prabumulih dalam kesempatan ini Bhayangkari Polsek Cambai mendukung program pemerintah melakukan stunting ke masyarakat yang membutuhkan.  Yang mana hal ini bertepatan dengan HUT Bhayangkara 78.

"Kegiatan ini akan dilakukan berkala dan melihat langsung perkembangan penerima bantuan stunting tersebut," akunya, Kamis (20/6/2024).


Adapun balita yang menerima bantuan pelayanan Stunting dari Polsek Cambai, sebut kapolsek, yakni Sandy RA (4), Jalan Balai, Kelurahan Cambai, Kecamatan Cambai, Kota Prabumulih. Bhayangkari Polres Prabumulih selain mendukung penuh pelaksanaan tugas suaminya bertugas sebagai pelindung, pengayom dan pelayanan masyarakat.

"Bhayangkari Polres Prabumulih pun tiada henti terus menebar kebaikan dengan berbagi dan menolong sesama yang membutuhkan," ungkapnya.


Lanjutnya, Bhayangkari Polsek Cambai tidak bekerja sendiri namun melibatkan tenaga kesehatan dalam kesempatan ini langsung didampingi Puskesmas Cambai, yaitu Desi  bersama Tim Kesehatan dan Ahli Gizi Puskesmas Cambai. "Kapolres Prabumulih sangat mengapresiasi kegiatan bhayangkari. Hal ini akan dilakukan serentak di Wilayah Hukum (Wlikum) Polres Prabumulih, dalam hal ini ketua bhayangkari ranting polsek jajaran pun akan melaksana kegiatan serupa," tutup kapolsek. (BN)

Usung Visi Muara Enim Bersih, Edwin Mauladi Dapat Dukungan dari Warga Lembak dan Karang Raja


MUARA ENIM - Dukungan masyarakat Muara Enim terus mengalir kepada sosok teknokrat muda, Edwin Mauladi. Mereka menginginkan perubahan yang diusung oleh alumni Universitas Muhammadiyah Palembang (UMP) tersebut melalui tagline Muara Enim Bersih yang merupakan akronim dari Beragama, Sejahtera, Indah dan Hebat. 


Melalui visinya itu, Edwin ingin mewujudkan pemerintahan yang transparan, akuntabel dan bersih dari korupsi. Selain itu, Edwin juga ingin membangun infrastruktur yang indah dan ramah lingkungan. Hal itu telah diwujudkannya saat berkontribusi dalam pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohidro (PLTMH) di kawasan Desa Segamit, Kecamatan Semende Darat Ulu. 


Salah satu tokoh masyarakat Kecamatan Lembak, Saryadi (60) mengatakan, masyarakat Lembak sangat merindukan perubahan dalam tata kelola pemerintahan daerah yang bebas dari korupsi dan nepotisme. 


"Kami mendukung penuh Edwin Mauladi karena visi dan misinya sangat jelas dalam membangun pemerintahan yang bersih dan transparan. Hal ini sangat penting bagi kami agar daerah ini dapat berkembang lebih baik tanpa adanya praktik korupsi yang merugikan," ujar Saryadi.


Saryadi menambahkan selama ini, masyarakat Lembak telah melihat banyak potensi yang belum dimaksimalkan karena buruknya tata kelola pemerintahan. Mereka percaya bahwa Edwin Mauladi adalah sosok yang tepat untuk membawa perubahan positif ini. 


"Kami butuh pemimpin yang berani mengambil langkah tegas untuk memberantas korupsi dan memastikan bahwa setiap kebijakan yang diambil berpihak kepada kepentingan rakyat. Edwin Mauladi adalah sosok yang tepat untuk itu," tambahnya.


Menurutnya, tagline Muara Enim bersih yang diusung juga menunjukkan keberpihakan terhadap petani yang menjadi profesi sebagian besar masyarakat di wilayah tersebut. Dia mengatakan, selama ini warga selalu dihantui oleh bencana banjir yang kerap menyerang lahan pertanian. 


Banjir tersebut lebih disebabkan tata kelola lingkungan yang selama ini tidak berjalan dengan baik. "Kami butuh lingkungan yang bersih dan terjaga agar lahan pertanian kami dapat produktif yang ujungnya bisa mensejahterakan masyarakat," ungkapnya. 


Dukungan masyarakat Lembak terhadap Edwin Mauladi tidak datang begitu saja. Selama ini, Edwin telah melakukan berbagai kegiatan sosialisasi dan pendekatan kepada masyarakat, mendengarkan keluhan dan aspirasi mereka. Hal ini membuat masyarakat merasa dihargai dan dilibatkan dalam proses perubahan yang diusung oleh Edwin.


"Kami ingin Muara Enim menjadi daerah yang maju. Selama ini, banyak program pemerintah yang tidak berjalan efektif karena dana yang seharusnya untuk rakyat malah dikorupsi. Dengan Edwin Mauladi, kami yakin hal itu bisa diubah," kata Nurhayati, salah seorang warga Lembak. 


Dukungan juga datang dari kalangan pemuda Lembak yang menginginkan perubahan signifikan dalam pemerintahan daerah. Mereka melihat Edwin Mauladi sebagai figur yang mampu membawa angin segar bagi masa depan Muara Enim. 


"Kami butuh pemimpin yang bisa memberikan contoh baik dan menjalankan pemerintahan dengan transparan. Edwin Mauladi memiliki track record yang bagus dan kami percaya dia bisa membawa perubahan yang kami harapkan," ujar Agung, salah satu pemuda Lembak yang aktif dalam kegiatan sosial kemasyarakatan.


Selain dari Kecamatan Lembak, dukungan juga mengalir dari warga Desa Karang Raja, Kecamatan Muara Enim. Rustam, salah seorang warga menuturkan, sosok Edwin menjadi harapan masyarakat untuk membawa perubahan. 


"Sejauh ini, yang sudah punya visi dan misi untuk diusung baru pak Edwin. Yang lain belum terlihat ingin membawa Muara Enim ke arah mana," katanya. 


Rustam pun tertarik dengan tagline Muara Enim Bersih yang diusung. "Kami mendukung pak Edwin untuk maju pada Pilkada mendatang," tandasnya. (rilis)

Rayakan Idul Adha Bersama, Edwin-Syuryadi Diminta Masyarakat Amanah dalam Memimpin Muara Enim


MUARA ENIM - Tokoh yang digadang maju di Pilbup Muara Enim, Edwin Mauladi terlihat melaksanakan shalat Idul Adha di sebuah masjid kawasan Desa Lubuk Getam, Kecamatan Belida Darat, pada Senin (17/6). 


Secara kebetulan, di masjid desa tersebut juga hadir Ustad Syuryadi selaku imam dan khatib dalam shalat yang diikuti oleh ratusan jemaah. Benar saja, kehadiran keduanya membuat masyarakat desa antusias sehingga mendorong dua tokoh ini berpasangan untuk maju di Pilbup Muara Enim mendatang. 


Terlebih usai shalat ied, Edwin yang dikenal sebagai putra daerah itu memimpin pemotongan hewan kurban disaksikan oleh Ustad Syuryadi dan masyarakat. Seekor sapi berbobot sekitar satu ton disembelih dan dagingnya kemudian dibagikan kepada masyarakat yang berhak, juga warga setempat. 


Melihat keakraban keduanya, warga mendorong Edwin untuk bergandengan dengan politisi PKS itu, bersama-sama membenahi sengkarut permasalahan Bumi Serasan Sekundang. "Visi Muara Enim Bersih ini bukan hanya soal lingkungan, tapi juga bersih dari segala bentuk korupsi dan birokrasi yang berbelit-belit. Ini tujuan besar yang patut didukung. Kami berharap Edwin bersama Syuryadi bisa menjadikan Muara Enim hebat kedepan," ungkap Emil, salah satu warga. 


Ya, Edwin Mauladi belakangan muncul dengan jargon Muara Enim Bersih yang merupakan akronim dari Beragama, Sejahtera, Indah dan Hebat. Sementara sosok Ustad Syuryadi telah lebih dulu dikenal warga, termasuk ketika dirinya maju sebagai calon Wakil Bupati Muara Enim pada pemilu 2018 lalu. 


Menjawab keinginan warga terhadap dirinya dan juga Ustad Syuryadi, Edwin mengaku siap menjalankan amanah apabila memang diberikan. "Sebetulnya hari ini kami hadir untuk berbagi dengan masyarakat, sekaligus memaknai idul adha sebagai refleksi pengorbanan yang dilakukan oleh Nabi Ibrahim. Tidak ada pembicaraan lebih jauh (mengenai politik). Tapi kalau memang Allah berkehendak, warga juga menginginkan, Insha Allah yang terbaik untuk Muara Enim," katanya.


Kepemimpinan yang berakhlak sangat dibutuhkan oleh Muara Enim saat ini setelah pemimpin sebelumnya terjerat korupsi. Setidaknya enam kali pergantian pejabat dalam kurun waktu tersebut, mulai dari pelaksana tugas sampai penjabat bupati yang ditunjuk oleh Pemprov Sumsel. 


Sayangnya, di masa tersebut, beberapa pejabat bupati di Muara Enim ini juga sempat diterpa isu tak sedap, mulai perselingkuhan, sampai dugaan keterlibatan atas sejumlah kasus korupsi. Hal inilah yang disinyalir membuat masyarakat gerah dan membutuhkan sosok pemimpin yang mampu membawa Bumi Serasan Sekundang keluar dari jerat permasalahan moral pemimpin ini.


Oleh sebab itu, duet teknokrat dan ustad Pimpinan Pondok Pesantren Tahfidz Ibadurrohman inilah yang diharapkan menjadi jawaban. "Sosok Edwin dengan pemikirannya dapat memberikan kemajuan bagi wilayah Muara Enim. Sementara Syuryadi menjadi sosok penyeimbang sebagai seorang ulama. Duet keduanya sudah sangat pas," kata Darsan warga lainnya. 


Usai shalat Ied dan pemotongan hewan kurban, acara dilanjutkan dengan ramah tamah bersama seluruh warga dan sesepuh Desa Lubuk Getam. Dalam kesempatan itu, dukungan yang mengalir dari warga untuk keduanya kemudian dikerucutkan dalam kelompok relawan Esa (Edwin-Syuryadi). 


Ustad Syuryadi mengapresiasi hal ini, sebagaimana komitmen dirinya untuk umat yang dibuktikan dengan kembali terpilih sebagai anggota DPRD Kabupaten Muara Enim untuk periode 2024-2029 mendatang. "Sebagian besar hidup kita sudah didedikasikan untuk umat. Sehingga kalau mendapat dukungan dan dorongan dari umat dan ditentukan berjodoh, Insha Allah tidak ada kata mundur," ungkapnya. (rilis)

Warga Desa Lubuk Getam Antusias Sambut Ustadz Syuryadi Jadi Imam Sholat Idul Adha


DUTASUMSEL | MUARA ENIM - Dalam rangka merayakan Hari Raya Idul Adha, masyarakat Desa Lubuk Getam, Kecamatan Belida Darat, Muara Enim, mengundang Ustadz Syuryadi, anggota DPRD Muara Enim, untuk menjadi imam Sholat Idul Adha di desa mereka, Senin (17/6).


Kehadiran Pimpinan Pondok Pesantren Tahfidz Ibadurrohman ini disambut antusias warga. Aang, salah satu warga Desa Lubuk Getam, mengungkapkan kebahagiaannya atas kehadiran Ustadz Syuryadi. 


"Kami sangat senang dan bangga karena Ustadz Syuryadi bisa hadir dan memimpin Sholat Idul Adha di desa kami. Beliau tidak hanya sebagai anggota dewan, tetapi juga seorang ustadz yang kami hormati. Kehadirannya memberikan semangat baru bagi kami untuk terus menjaga nilai-nilai keagamaan dan kebersamaan," ujar Aang.


Hal senada juga disampaikan oleh Ridwan, warga lainnya, yang menilai Ustadz Syuryadi sebagai sosok yang tepat untuk memimpin doa pada hari besar umat Islam tersebut. 


"Ustadz Syuryadi adalah contoh pemimpin yang agamis dan dekat dengan masyarakat. Kami berharap kehadiran beliau di sini bisa menjadi inspirasi bagi generasi muda untuk lebih mendalami agama dan berkontribusi dalam pembangunan desa," kata Ridwan.


Tokoh agama bernama lengkap Syuryadi Amirudin itu sendiri merasa terhormat atas undangan warga tersebut. Dia mengatakan, bisa berkumpul dan beribadah bersama warga tak pernah berhenti dilakukannya meskipun disibukkan oleh urusan menjadi anggota DPRD Muara Enim. 


"Kalau diundang warga, Insya Allah kami pasti hadir. Salah satu cara saya memberikan tausyiah sembari menyerap aspirasi warga mengenai berbagai masalah pembangunan yang dihadapi mereka," ucapnya. 


Lulusan University of Malaya ini juga berterima kasih atas undangan warga tersebut. Dia mengungkapkan rasa syukurnya bisa berkumpul dan beribadah bersama warga Desa Lubuk Getam. 


"Saya sangat berterima kasih atas undangan ini. Semoga semangat kebersamaan dan keikhlasan dalam berkurban dapat terus kita jaga. Saya juga mengucapkan Selamat Idul Adha untuk seluruh masyarakat Muara Enim," ujar Ustadz Syuryadi.


Selain memimpin Sholat Idul Adha, Syuryadi juga dijadwalkan akan memimpin pelaksanaan pemotongan hewan kurban di desa tersebut. (rilis)