NEWS

Slider

Bentuk Protes Masyarakat Desa Lunas Jaya Kepada, PT Titan Grup dan Kepala Desa


PALI, DutaSumsel -- Buntut Aksi Protes ibu-ibu desa lunas jaya soal dampak debu batubara akhirnya pihak perusahaan PT Titan Grup buka suara bahwa perna merealisasikan bantuan sembako untuk masyarakat.


Hal itu dikatakan masyarakat desa dihadapan kepala desa saat berkumpul di gedung serba guna desa lunas jaya kecamatan tanah Abang Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) provinsi sumatera selatan, Rabu malam (12/10/2022).


Menurut beberapa perwakilan masyarakat kepada media ini mengaku tidak terima dengan tindakan kepala desa yang sudah mengambil keputusan tanpa musyawarah dahulu dan meminta persetujuan masyarakat.


"Saat kami mediasi dengan pihak PT Titan Grup mereka mengatakan tahun ini sudah memberikan bantuan sembako untuk masyarakat lunas jaya melalui kepala desa, namun kami dan kita semua masyarakat tidak perna menerima bantuan tersebut dan tidak mengetahui sama sekali,"ujar perwakilan masyarakat.


Tak hanya itu mereka juga mengatakan kades sudah mengakui itu, dan bantuan dari perusahaan tersebut di belanjakannya untuk peralatan kantor desa dan kursi untuk kepentingan masyarakat,


"Kami selaku masyarakat tidak terima dengan tindakan kades tanpa musyawarah dahulu, dan kalau untuk kepentingan desa mengapa tidak menggunakan anggaran Dana Desa" papar Masyarakat.


Lebih lanjut mereka mengatakan "Terlepas tidak ada sanksi hukum terhadap kades karena permasalahan ini, kami selaku masyarakat tetap tidak senang dibodohi,"tegasnya seakan emosi.


Terakhir mereka berharap kedepannya kades tidak lagi mengambil keputusan sepihak tanpa musyawarah untuk masyarakat, dan berharap agar kades segera mengembalikan bantuan sembako kepada masyarakat. " Ya menurut pihak perusahaan waktu itu, bantuan sembako itu untuk masyarakat lunas jaya, bukan bantuan untuk kades beli kursi dan alat kantor desa."Tutup nya.



Sementara itu, saat Tim Media meminta penjelasan pihak perusahaan pada Sabtu (15/10), secara langsung pihak perusahaan PT Titan Grup mengaku memang sudah merealisasikan bantuan sembako di tahun 2022 ini, meskipun pihak perusahaan tidak mengakui secara detail berapa nominal yang direalisasikan tapi mereka membenarkan kalau bantuan tersebut untuk masyarakat lunas jaya di berikan kepada kades tidak berbentuk barang.


Saat dimintai penjelasan dan tanggapannya soal bantuan sembako itu kepala desa tidak bisa di temui, bahkan di konfirmasi via WhatsApp pada Sabtu hingga berita diterbitkan pun beliau tidak memberikan jawaban, pesan hanya di baca dan tidak dibalas.(ORI)


Editor: Heru



Empat Program Unggulan Pemkot Prabumulih, Pecahkan Rekor MURI


PRABUMULIH, Dutasumsel.com -- Empat Program Unggulan Pemkot Prabumulih, mendapatkan perhatian MURI sehingga mendapatkan piagam pemecahan Rekor MURI dalam rangka menyemarakkan HUT Kota ke 21, Sabtu (15/10/2022).


Penyerahan Rekor MURI tersebut diserahkan Senior Customer Relation MURI, Triyono SE kepada Wako Prabumulih, Ir H Ridho Yahya MM dan Wawako, H Andriansyah Fikri SH disaksikan Dekan FK UNSRI, dr Syarif Husin MS dan Staf Ahli Gubernur, Drs Nelson Firdaus MM juga para Kepala OPD dan sejumlah tamu dan undangan hadir. Juga termasuk masyarakat, penerima manfaat pelayanan kesehatan.


“Sebenarnya, hanya satu saja kita persiapkan mata pemecahan Rekor MURI. Yaitu, Baksos Layanan Kesehatan 34 Lokus dilakukan Dinkes dan OPD terkait,” ujar Wako Prabumulih, Ir H Ridho Yahya MM.


Sementara itu, kata Ridho, sapaan akrabnya, tiga lainnya seperti Jargaskot. Lalu, rehabilitasi rumah ibadah, dan pemberian insentif bagi masyarakat memang telah lama dilakukan. Sebagai bentuk kepedulian Pemkot Prabumulih kepada masyarakat, dalam peningkatan sarana dan prasarana pembangunan.


“Tiga program itu, memang telah dirasakan manfaat oleh masyarakat. Hal itu diperhatikan MURI, dan akhir diberikan penghargaan atas pemecahan Rekor MURI,” tukas suami Ir Hj Suryanti Ngesti Rahayu ini.


Politisi Partai Golkar ini menegaskan, kalau Rekor MURI bukan tujuan utama. Tetapi, intinya inilah bentuk perhatian dan kepedulian Pemkot Prabumulih lewat program unggulan telah dilakukannya kepada masyarakat. “Terpenting, program kita jalankan memang semuanya bagi peningkatan sarana dan kesejahteraan masyarakat,” tukas Adik Wagub Sumsel ini.


Sementara itu, Senior Customer Relation MURI, Triyono SE mengatakan, baru pertama kali dirinya merasa bahagia sekaligus bangga memberikan penghargaan dan piagam kepada Pemkot Prabumulih diterima langsung Wako Prabumulih Ir H Ridho Yahya MM.


“Biasanya penerima penghargaan atau piagam MURI bangga, kali ini kita bangga sekali melihat program dan kinerja Wako Prabumulih dalam melengkapi sarana prasarana bagi masyarakat Prabumulih, juga melayani dan meningkatkan kesejahteraan masyarakatnya,” ujar Triyono.


Dia mengungkapkan, selamat atas pemecahan empat Rekor MURI dilakukan Pemkot Prabumulih ini. “Kita mengapresiasi program Pak Wako, yaitu program pro rakyat dan memang telah berjalan dan dirasakan masyarakat selama ini,” pungkasnya.(*) 


Editor: Heru 



MENANGGAPI KLARIFIKASI FITNAH DARI LURAH LEBUAY BANDUNG NIKO FERLINO, SH. C.P.L. ANGKAT BICARA


LAHAT, Dutasumsel ---- NIKO FERLINO, SH. C.P.L. Menambahkan keyakinan dugaan yang ia sangkakan, dimana dalam berita beredar bantahan Lurah mengatakan Dirinya mengaku tidak pernah merasa merekayasa ataupun memanipulasi data terkait penerbitan SPPH milik Harmadi bin Sehawi, semuanya sudah sesuai dengan prosedur yang berlaku.


Terkait surat kuasa yang dicabut oleh pemilik tanah yaitu Harmadi bin sehawi yang sebelumnya di kuasakan pengurusan nya kepada Pengacara Neko Ferlyno, dalam hal ini saudara Neco diduga tidak mampu untuk memenuih syarat-syarat penerbitan surat tanah tersebut.


Setelah melalui perundingan keluarga dan tak kunjung terbitnya surat tanah Harmadi Bin Sehawi Tersebut, maka pemilik lahan mencabut kuasa tanah tersebut dari pengacara Neco.


“Terkait saya tidak mau bertanda tangan,tanah Harmadi bin sehawi ini kan cukup luas dikawatirkan bahwa di atas tanah tersebut terdapat tanah orang lain, makanya untuk kami ajukan beberapa opsi seperti mengclearing atau menebas keseluruhan tanah tersebut, dan hal ini tak pernah dilakukan sampai surat kuasa dicabut oleh pemilik lahan”kata Lurah Lebuay Bandung. 


Perkataan diatas adalah perkataan bohong yang di lakukan Lurah Leubay bandung, dikarenakan lahan tersebut sudah kami pagari dan kami tebasi, baru kita laporan ke kelurahan perihal pembuatan SPH, kita di kumpulkan dan dikatakan bahwa Pihak Kelurahan tidak akan menghambat pembuatan SPH, kalau memang benar tanah ini punya harmadi, makanya tanggal 11 Februari 2022 kita kumpul mengundang masyarakat yang mempunyai lahan tersebut, dan sudah terjadi kesepakatan di lapangan antara masyarakat yang punya lahan di sekitar lahan pak harmadi, yang kebetulan lahan tersebut sudah di beli dengan orang tuanya.


Pada saat itu di lanjutkan dengan pembuatan surat SPH yang di lakukan oleh pegawai kelurahan bagian Tata Pemerintahan dan kami sudah mengeluarkan biaya bukti transper kami simpan, seiring berjalannya waktu dan ternyarta SPH belum di tandatangani oleh LURAH dengan alasan ada tanah orang di depan yaitu tanah Pak Basir (Pensiunan Pertaninan) dan ada anaknya Win, anaknya di martapura menurut sumber Herman RW, kata Pegawai TAPEM Kelurahan Lahat, dan itu hanya karang karangan yang dibuat, kita coba klarifikasi ke keluarga dan anaknya pak Basir, ternyata apa yang disamapaikan itu tidak benar, bahwa pak basir tidak punya anak yang namanya win, tapi adiknya yang tinggal di tanjung serian.


Setelah mengetahui hal tersebut pihak kelurahan masih tidak mau menandatangani, bahkan kita mau mempertemukan, masih pihak kelurahan tidak mau, jadi aneh saat ini pihak kelurahan menandatangani SPH.

Masih menurut Lurah leubay bandung ; Lebih lanjut dikatakan Lurah”Sehingga baik surat tanah yang akan di hibahkan tersebut maupun surat lain yang di ajukan tersebut tidak saya tanda tangani karena sebagai pemerintah kelurahan, kami bertanggung jawab atas surat yang kami terbitkan”.


Ditambahkannya ”pada tanggal 24 Juli 2022 " Kami atas nama Pemerintah kelurahan melegalisasi dan membuat kan surat pernyataan hak di atas tanah tersebut dengan nomor surat 140/22/spph-lb/VII/2022,karena memang sudah memenuhi syarat prosedur untuk menerbitkannya”.


Lurah lebuay bandung jg membantah dirinya sebagai mafia tanah seperti yang diberitakan tersebut ”terkait penerbitan surat tanah harmadi bin sehawi tersebut dan fitnah tuduhan mafia tanah terhadap saya ,hal itu tidak berdasar,karena surat yang diterbitkan atas nama pemilik lahan sendiri koq bukan nama orang lain,jadi dimana letak mafia nya”terangnya sambil tersenyum. 


Dikeluarkan lahan 6000 M yang di katakan kelurahan bukan punya pak harmadi menjadi tanda tanya kami, karena lahan tersebut menurut pengakuan harmadi ke kami pada saat itu adalah lahan orang tuanya yang di pake oleh PT. PERTANI.

 

Jadi disini jelas kita pertanyakan kinerja lurah, dan saat ini telah membuat surat SPH, padahal kami sudah sanggah untuk pembuatan surat, dan kami juga telah memberitahu bahwa kuasa kami tidak bisa di cabut secara sepihak, sedangkan harmadi mencabut secara sepihak, ada apa dengan LURAH? Karena kami masih bekerja dan terus bekerja.(Doni) 


Editor: Heru 

Tanpa Pengawasan, Peningkatan Jalan Harapan Jaya - Purun Timur Disinyalir Syarat Korupsi


PALI, Dutasumsel -- Geliat pembangunan di Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) sejak dipimpin oleh Heri Amalindo tampak cukup pesat. Selain untuk memenuhi kebutuhan Publik, Kabupaten PALI tentunya berupaya semaksimal mungkin untuk mengejar ketertinggalan dari Kabupaten Kota lainnya di Sumsel. 


Selaras dengan program kerja Pemerintah, pemenuhan akses infrastruktur jalan utama dan jalan pemukiman masyarakat pun belakangan terus digesa. Tujuannya tidak lain ialah untuk peningkatan ekonomi kerakyatan. Dimana ketika akses jalan yang representatif sudah tersedia dengan baik, maka peningkatan ekonomi kerakyatan pun akan terdorong. 


Namun sangat disayangkan, ketika pemerintah yang terus berupaya mewujudkan kesejahteraan rakyatnya melalui program pembangunan, tidak Serta merta di ikuti oleh pelaksana pembangunan di lapangan. Ada saja upaya pelaksana (kontraktor-red) menjatuhkan citra Pemerintah dimata masyarakatnya. Sabtu (15/10/2022).


Contohnya, proyek pembangunan Peningkatan Jalan Harapan Jaya - Purun Timur Kecamatan Penukal kabupaten PALI, Proyek ini jika dikerjakan sesuai rencana anggaran biaya ( RAB ) setidaknya mampu mengangkat Citra Pemerintah di mata rakyatnya. Niatan Pemerintah yang ingin memakmurkan rakyatnya justru tercoreng oleh perilaku rekanan kontraktor yang kerap mengabaikan kualitas demi meraup keuntungan tanpa batas.


Alhasil, tidak sedikit proyek yang dianggarkan melalui APBD harus kandas dan rusak sebelum masa senja. Hal ini juga diperparah dengan minimnya pengawasan dari kuasa pengguna anggaran (KPA) sehingga para rekanan begitu leluasa memainkan peran tanpa ragu sebab tidak ada "beliau" yang sewaktu -waktu siap mengadu. 


Hasil penelusuran Duta Sumsel pada proyek berjudul ''proyek pembangunan Peningkatan Jalan Harapan Jaya - Purun Timur" ini dikerjakan oleh CV. NOIS PRATAMA. Di papan proyek terpampang nilai paket pekerjaan sebesar Rp. 5.338.276.000,- dengan sumber dana APBD PALI tahun anggaran 2022. Nilai proyek sangat fantastis, namun logikanya, penempatan papan proyek saja sudah melanggar aturan karena tidak melampirkan volume atau ukuran panjang dan lebar jalan yang akan dibangun. 


Maka sangat wajar jika rekanan kontraktor leluasa bekerja seadanya tanpa acuan yang mengikat sebagai landasan pelaksanaan pekerjaan. Hal ini dibuktikan pula dengan pekerjaan yang asal-asalan dilapangan. Terpantau proyek pembangunan jalan Pengerasannya di duga tidak menggunakan Batu Agregat B murni, serta terlalu tipis sebagaimana pembangunan jalan.


Kemudian Campuran Cor Beton yang di gunakan batunya terlalu sedikit terlihat lebih banyak adukan pasir, semen dan air sehingga kualitas bahan dan campuran Cor Beton pada bangunan jalan tersebut di pertanyakan.


ZN (38) NP (33) dan ASN (40) sebagai Putra Daerah Pali Yang bergelut di bidang Jasa Konstruksi (red. Konsultan maupun Kontraktor) serta mantan konsultan dari Perusahaan BUMN yang bergerak di bidang kontruksi sangat teriris melihat hasil dari Pembangunan di bidang Infrastuktur yang ada, salah satunya adalah pembangunan



Pekerjaan dengan nilai sebesar itu di duga di kerjakan oleh pihak ketiga hanya memprioritaskan “Profit Oriental” hingga dalam pelaksanaan Saya kira Melalaikan metode pelaksanaan maupun persyaratan Teknis yang di isyaratkan, Seperti Base, sub Base, material, maupun Kualitas Beton sendiri, sehingga hasil Pekerjaan berdampak pada kuat beton, usia beton. Bisa dilihat dari gejala awal yaitu aus beton, retak-retak, penurunan jalan akibat muatan gandar kendaraan.


Namun ini pekerjaan yang komplek artinya sinergi Perencaan, Pelaksanaan dan Pengawasan yang di tunjuk oleh stek holder dalam hal ini SKPD terkait (Red. Dinas PUPR Kab. PALI).


Saya duga ketiga element penting ini kurang melakukan koordinasi maupun rekordinasi yaitu peran dan fungsi Supervisi – Kontraktor dan Dinas Terkait.


Jika pengawasan dan Koordinasi rutin tiap permasalahan maupun perkembangan kegiatan, untuk memenuhi tuntutan persyaratan yang di isyaratkan serta mengacu pada metode pelaksanaan tentu hasilnya di duga tidak seburuk itu.(ORI)


Editor: Heru

SMA N 3 Prabumulih Launching Projek " GPS CINDO "


PRABUMULIH,-- Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) telah mulai dilaksanakan oleh SMA Negeri 3 (SMANTI) Kota Prabumulih. P5 sendiri merupakan implementasi kurikulum mandiri yang telah di launching pada Senin, 03 Oktober 2022, projek pertama dipilih tema Gaya Hidup Berkelanjutan dengan topik projek " GPS CINDO".


"GPS CINDO sendiri merupakan kepanjangan dari "Gerakan Pilah Sampah Cinta Indonesia" yang bertujuan untuk mendukung program pemerintah mengurangi jumlah sampah yang masuk ke tempat pembuangan akhir (TPA) dengan cara membiasakan para pelajar SMAN 3 Prabumulih untuk memilah sampah dilingkungan sekolah dan di rumah serta memanfaatkannya agar memiliki nilai ekonomi dan seni." Demikian disampaikan oleh Kepala Sekolah SMAN 3 Kota Prabumulih, Freni Listiyan SPd MSi saat membuka acara.


Freni Listiyan juga mengatakan, pelaksanaan projek ini dimulai dari tanggal 03-31 oktober 2022. Peserta projek adalah pelajar kelas X SMAN 3 Prabumulih yang berjumlah 303 orang. Ia juga menungkapkan bahwa projek ini dilakukan secara berkelompok. 


“Setiap kelompok berjumlah 5-6 pelajar. Projek sendiri memiliki 4 tahapan, yaitu tahap orientasi, tahap konstektualisasi, tahap aksi dan tahap refleksi” ujarnya.


Sementara kunjungan ke bank sampah merupakan salah satu kegiatan pada tahap ke 2 yaitu pelajar diajak belajar secara langsung ( konstektualisasi) ke Bank sampah induk Prabumulih untuk mendapatkan ide, inspirasi serta memahami mekanisme pemilahan dan pengolahan sampah menjadi barang layak pakai yang bernilai seni dan ekonomi.


Disinggung apa saja yang diharapkan dari kegiatan P5 yang dilakukan, Freni mengungkapkan, setelah melaksanakan projek GPS CINDO, pelajar diharapkan memiliki kesadaran  dalam membiasakan memilah sampah.


“ Para siswa diharapkan dapat memanfaatkan sampah organik untuk pembuatan pupuk, briket dan memanfaatkan sampah anorganik untuk kerajinan seni yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari baik dilingkungan sekolah atau rumah sehingga menjadi lifestyle atau gaya hidup yang  berkelanjutan” pungkasnya.(*)


Editor: Heru 

Berlangsung Meriah Penutupan Porseniwada, Team KWT Gemilang Jaya Memakai Baju Seragam Rumbai Koran di Senam Kreasi


PRABUMULIH, Dutasumsel -- Di Hari Penutupan Ulang Tahun (HUT) Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) dan Pekan Olahraga dan Seni Wartawan Daerah (Porseniwada) Sumatera Selatan di Kota Prabumulih berlangsung meriah.


Kemeriahan itu takluput di meriahkan hadirnya peserta lomba senam olahraga kreasi yang diadakan Komite Olahraga Masyarakat Indonesia (KORMI) Prabumulih.


Team KWT Gemilang Jaya Kelurahan Cambai Kecamatan Cambai, yang hadir dengan memakai Baju seragam rumbai Koran yang begitu menarik perhatian masyarakat dalam acara  Lomba Olahraga senam Kreasi dan Tradisional di Islamic Center, Rabu (6/10/2022).


Lusi Irawati , SST, MSi selaku Pembina sekaligus Sponsor KWT Gemilang Jaya, menuturkan anggotanya sangat bersemangat dan antusias untuk mengikuti lomba yang diadakan oleh KORMI Kota Prabumulih.


" Ya, kami sangat bersemangat untuk ikut lomba senam kreasi ini, apalagi acara ini begitu besar dan meriah,"ungkapnya


Lanjut kata ibu berhijab ini, dengan menggunakan baju seragam rumbai koran team sangat senang dan bangga menggunakannya oleh Group Senam Kecamatan Cambai .


" Inikan Porseniwada dan HPN 2022 dan juga menyambut HUT Kota Prabumulih, jadi kami termotivasi membuat baju dengan tema koran dan di buat untuk ikut senam, walaupun tidak menang kami sangat senang mengikuti lomba senam kreasi ini," ucapya begitu semangat.


Masih kata Lusi, kami juga mempunyai yel yel untuk PWI dari Group Senam Kecamatan Cambai di acar senam kreasi ini. "Ya seperti ini yel yelnya, Sukaria Wartawan dan Pers TOP dan PWI dan Pers TOP semoga jaya selalu,Yes yes yes," pungkasnya 



Salam Trimakasih juga dari Camat Cambai Mat Zainal, SAg, MM dan Ny. Megaria Jaka istri Kades Pangkul Jaya Kecamatan Cambai, yang telah mendapat juara 2 dalam Lomba Senam Kreasi tersebut.(HR)


Editor: Heru 





Miskomunikasi, Perseteruan Bank Sumsel Babel Cabang PALI Dengan Ketua IWO PALI Akan Di Selesaikan Secara Kekeluargaan


PALI, Dutasumsel -- Hendra Martha Yudha selaku Legal refresentative Bank Sumsel Babel (BSB) cabang Pendopo, buka suara terkait perseteruan dirinya dengan Efran ketua IWO Kabupaten PALI akhir -akhir ini, menurutnya tidak ada persoalan pribadi antara dirinya dengan wartawan.


”sejauh ini kami tidak ada masalah, mungkin hanya miskomunikasi saja,” terang Hendra. Senin (3/10/22). 


Dikatakan Hendra saat ini kedua belah pihak sudah berkomunikasi melalui IWO Sumsel.


”Ya , Sudah ada Komunikasi dengan IWO Sumsel untuk membahas masalah ini dan akan di upayakan diselesaikan dengan cara kekeluargaan,” ungkapnya kepada sejumlah awak media.


Terpisah masih ditempat yang sama, Kepala Cabang Bank Sumsel Babel Cabang PALI Darmiansyah mengatakan tidak ada unsur penyogokan seperti yang dikatakan oleh ketua IWO tersebut.


”tidak ada penyogokan yang di maksud, hanya kurangnya komunikasi antara keduanya,” ujar Darmiansyah menjelaskan permasalahan yang terjadi. 


Masih kata Darmiansyah, pihaknya tidak anti kritik, terkait kinerja Bank Sumsel Babel Cabang PALI .


” karena bank milik kita bersama kalaupun ada miskomunikasi akan kita perbaikan," harapnya 


Terkait persoalan ini Darmiansyah akan menyelesaikan secara kekeluargaan seperti di BSB Cabang PALI akan terus berupaya meningkatkan pelayanan kepada para nasabah, pungkas Darmiansyah yang di dampingi legal Hendra Martha Yudha legal unit BSB Cabang PALI.(ORI) 


Editor: Heru

Wako Prabumulih Jadi Narasumber di Pembekalan KKN Universitas PGRI Palembang


PALEMBANG, Dutasumsel -- Total 1399 Mahasiswa dari lima Fakultas Universitas PGRI Palembang mengikuti Pembekalan Kuliah Kerja Nyata, dengan Tema "Mengedepankan Etika, Intelektualitas dan Kreativitas Untuk Bersinergi Membangun Negeri". Dengan Walikota Prabumulih Bpk. H.Ridho Yahya.MM sebagai Narasumber. Adapun OPD yang mendampingi dari Dinas Kominfo Bpk.Drs.Mulyadi Musa.M.Si, Kepala Disdikbud Riduan,S.Pd, Kepala Bappeda Ir.Abu Shohib.


Tepat pukul 08.30 pagi dimulainya acara seremonial, yaitu sambutan dari Universitas PGRI Palembang diantaranya DR.H.Bukman Lian.MM.M.Si.CIQaR (Rektor Universitas PGRI) DR.Hj.Meilia Rosani,SH.MH (Ketua BPH PB PGRI) H.Ahmad Zulinto.S.Pd.MM (Ketua PGRI Provinsi Sumsel). 


Sambutan hangat kepada Walikota Prabumulih beserta rombongan yang telah menyempatkan hadir di Aula Drs.H.Aidil Fitri Syah.MM sebagai Narasumber, dimana kesibukannya sebagai Walikota yang cukup sibuk.


Seusai acara resmi, dilanjutkan dengan Paparan Walikota Prabumulih, tentunya dengan 15 Program Unggulan yang berdampak besar bagi masyarakat, diantaranya Program Keislaman, Pendidikan, Kesejahteraan dan Pengentasan Kemiskinan.


Ridho menjelaskan bahwa masyarakat lah yang menjadikannya walikota, maka dari itu setiap Subuh beliau terima keluhan masyarakat dari segala lapisan.


Dilanjut dengan sesi tanya jawab, dimana ada lima mahasiswa yang bertanya terkait program kerja Pemerintah Kota Prabumulih yang dijawab Walikota dengan lugas berdasarkan data yang ada.


Terpisah, Ketua PGRI Provinsi Sumsel H.Ahmad Zulinton,S.Pd.MM meminta kepada para mahasiswa yang nantinya akan KKN di delapan Kabupaten/Kota Se-Sumsel untuk mengaplikasikan ilmu yang telah dipelajari kepada masyarakat, berkolaborasi dengan pemerintah setempat, dan memberi kesan yang baik selama KKN. Adapun delapan kota tersebut diantaranya Kota Palembang, OKI, Ogan Ilir, Prabumulih, Banyuasin, Musi Banyuasin, Muara Enim dan OKU.(Diskominfo Prabumulih)

Ketuo IWO PALI Gelar Press Confidence Dugaan Suap Oknum Bank Sumsel Babel


PALI, Dutasumsel --- Beberapa hari lalu publik digemparkan dengan berita yang yang mengabarkan peristiwa pihak Bank Sumsel Babel cabang pendopo dengan wartawan Kabupaten Pali terjadi adu mulut yang nyaris terjadi baku hantam, atas peristiwa itula pengurus daerah ikatan wartawan online (PD IWO) kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) Gelar Konferensi Pers.


Dari berita yang beredar di puluhan media online mengabarkan Peristiwa tersebut terjadi di Lantai 2 kantor Bank  Sumsel Babel (BSB) Cabang Pendopo, Rabu (28/09) saat wartawan yang tidak lain adalah ketua IWO Pali, Efran, tengah menjalankan tugas jurnalistik di kantor BSB.


Terkait hal itulah  selaku ketua organisasi profesi wartawan, Efran mengadakan Press Conference dihadapan puluhan wartawan pada Jum'at (30/09/22) bertempat di At The Star Café and Resto, Beracung, Pendopo, Kecamatan Talang Ubi Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) Provinsi Sumatera Selatan.


Dalam Press Conference itu Efran mengucapkan terimakasih atas solidaritas para penyandang Profesi wartawan yang telah meluangkan waktu untuk hadir dan memberikan sufort kepada nya terlebih mengangkat informasi itu ke publik.


Lebih lanjut Efran menjelaskan atas peristiwa yang dia alami pada saat melakukan tugas jurnalistik di kantor Bank Sumsel Babel saat itu,


“Saya sangat menyesalkan tindakan yang dilakukan Penyelia Legal Bank Sumsel babel, peristiwa tersebut terjadi saat saya sedang melakukan tugas jurnalistik terkait BSB Pendopo diduga mencairkan BLT dana desa Purun Timur kecamatan Penukal tidak prosedural atau tanpa surat kuasa dari Keluarga Penerima Manfaat (KPM)." Jelas Efran, 


Seperti biasanya, lanjut Efran, agar berita yang terbit nanti berimbang dan tidak tendensius wartawan harus memberikan hak jawab kepada pihak yang akan diberitakan, 


"Saat itu saya sedang menunggu untuk bertemu Wakil Kepala Cabang, tiba-tiba Penyelia Legal BSB Cabang Pendopo PALI, mengajak saya masuk kedalam kamar mandi sembari mengeluarkan amplop putih,” ungkap Efran.


Lebih lanjut ia menceritakan bahwa dia  tidak terima mendapat perlakuan demikian sontak langsung merekam kejadian tersebut dan mengatakan kepada Legal BSB jangan coba-coba menyuap wartawan,


“Saat itu saya datang sendirian, saya harus jaga diri, saya curiga maksud dia mengajak saya kedalam kamar mandi dan Amplop itu sebuah bentuk atau tindakan penghinaan terhadap profesi saya, bisa saja mereka hendak menjebak saya,” terang Efran.


Masih kata Efran, Penyelia Legal BSB itu berusaha mengelak dari tuduhan upaya penyuapan tersebut, malah membela diri dengan meminta Efran menunjukan bukti padahal saat kejadian itu ada saksi, 


"Ada bukti dan Ada saksi, saat itu ada Tim saya, ada pak Mayhardi, juga pegawai bagian kredit,  sebenarnya Legal BSB itu juga perna melakukan hal yang sama saat saya wawancara terkait masyarakat desa Tempirai protes karena sulit mendapat KUR di BSB Pendopo pada tanggal 19 Januari 2022." Paparnya,


Tak hanya sebatas itu, menurut Efran Legal BSB juga mengancam akan memperkarakan dia, namun dia tidak gentar dengan ancaman itu, bahkan Efran mengatakan siap melawan bentuk apapun yang ditujukan kepadanya, dia juga menantang untuk pembuktian dengan membuka CCTV yang ada kantor BSB,


Saat ditanya langka apa yang sudah dan akan diambil atas peristiwa itu, Efran menjawab sudah berkoordinasi dengan pihak kepolisian, dan akan segera melaporkan tindakan Legal BSB, serta dirinya sudah meminta kepada pihak Sumsel babel Pusat dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk menindaklanjuti terkait pencairan BLT dana desa Purun Timur.


Sebelumnya Tim media ini sudah meminta penjelasan pihak bank Sumsel Babel terkait peristiwa itu, namun dengan tegas Legal BSB membantah dan mengatakan bahwa tindakan suap itu tidak benar, "Kalau dikatakan itu tindakan suap, itu tidak ada dan tidak benar." Jelas Legal BSB  saat dikonfirmasi tim.(ORI)


Editor:Heru 

Camat Talang Ubi Support Wisata Seribu Lampu Kelurahan Talang Ubi Barat


PALI, Dutasumsel --- Ditengah kesibukannya sebagai seorang pejabat Pemerintah Kecamatan Talang Ubi Kabupaten Pali,Camat Talang Ubi Hj.Emilya S.Sos,M.Si.,menerima kunjungan Satam atau yang akrab dipanggil Bung Roy, Pengusaha Konfeksi dari Bandung yang berasal dari Talang Pipa,kecamatan talang Ubi Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (Pali). 


Hj.Emilya yang dari awal dibentuknya wisata Seribu Lampu yang berada di Kelurahan Talang ubi barat ,sudah sangat merespon dengan positif dan mensuport giat dari masyarakat Talang pipa. 


"Selaku Pemerintah Kecamatan,kami sangat mendukung hadirnya wisata Seribu Lampu yang berada di Kelurahan Talang ubi barat  ,karena itu merupakan salah satu kegiatan yang sangat positif,dan juga bisa menambah pendapatan masyarakat," Buka Bu Hajjah ini. 


Ia pun menghimbau agar pengelola Wisata Seribu Lampu segera mengurus perizinannya ke istansi yang terkait dan menata letak wisata dengan baik.


"Agar tertib secara administrasi perizinannya,dan tatalah segala sesuatunya dengan baik,mulai dari parkirnya,tatanan lokasi para pedagangnya,keamananya juga harus melibatkan pihak institusi baik itu TNI,Polri dan Dinas Istansi yang terkait,dan juga Kebersihannya agar wisata ini benar-benar bisa menjadi pilihan masyarakat, bukan hanya yang di Pali ini saja namun juga wisatan dari luar daerah Pali," himbau Bu Camat. 


Sementara itu menyikapi himbauan dan masukan dari Camat Talang Ubi,Bung Roy selalu pengusaha konfeksi di Bandung yang merupakan putra asli Talang Pipa Pali,sekaligus penyandang dana wisata Seribu Lampu ini menjelaskan,jika saat proses perizinan sudah jalan. 


"Kita ucapkan Terima kasih kepada ibu Camat Talang Ubi yang sudah sangat menyambut baik hadirnya wisata Seribu lampu di kelurahan Talang Pipa,dan soal perizinan sudah dalam proses,mohon doanya semoga jerih payah dan kekompokan dari masyarakat Talang Pipa ini bisa benar-benar merubah imez Talang Pipa ini menjadi salah satu ikon di Kabupaten Pali,"jelas Bung Roy pengusaha muda asli Pali ini didampingi Bang Akbar dan Jeri jurnalis Pali,pada Jum'at (30/09/22) sekitar pukul 10.55 WIB., di ruangan Camat Talang Ubi,Pali.


Tampak dari pantau awak media, wisata Seribu Lampu kini juga sudah hadir beberapa badut, yang menambah pesonanya,dan para pengunjung pun untuk beberapa malam ini akan selalu dihibur oleh hiburan orgen tunggal, jadi masyarakat boleh mengusulkan dirinya jika ingin menyanyi.(ORI)


Editor: Heru