NEWS

Slider

Bupati DRA Serahkan Hasil Donasi Pegawai Muba untuk Warga Terdampak COVID-19 dan Palestina


Muba_ DS. Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin dikomandoi Bupati Dr H Alex Noerdin Lic Econ menyerahkan bantuan Muba peduli untuk masyarakat Muba terdampak COVID-19 dan bantuan kemanusiaan untuk Palestina dengan total sebesar Rp 1,2 Milyar, di Halaman Kantor Bupati Muba, Rabu (18/8/2021).


Bantuan ini diserahkan langsung Bupati Dr H Dodi Reza Alex Noerdin Lic Econ secara simbolis kepada Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Muba, Ikatan Wartawan Online (IWO) Muba, Komunitas Jurnalis Muba (KJM), pedagang di Bundaran Sekayu, pekerja seni, serta penyandang disabilitas 1 orang sebesar Rp 10 juta atas nama Muhammad Dina Lubis.


Bupati Dr H Dodi Reza Alex Noerdin mengatakan bantuan sebesar 1,2 Milyar tersebut merupakan hasil donasi dari ASN dan pegawai honorer di lingkungan Pemkab Muba untuk masyarakat Muba yang terdampak COVID-19 sebesar Rp 500 juta. Selanjutnya, donasi untuk warga Muba untuk Palestina yang diperuntukkan untuk fasilitas sarana prasarana rumah sakit dan mobil ambulance dalam bentuk dana sebesar Rp 750 juta.


Dodi berharap agar bantuan yang diserahkan dapat bermanfaat dan meringankan beban masyarakat Palestina dan masyarakat Muba di masa pandemi COVID-19.


"Pemkab Muba tidak akan tinggal diam dengan kondisi saat ini, kami akan terus berupaya melakukan berbagai langkah untuk menekan dampak ekonomi pada masyarakat. Dan saya yakin, niat tulus kita ini merupakan wujud dari rasa kepedulian kita terhadap lingkungan sosial yang membutuhkan,"ungkapnya.


Kabag Kesra Setda Muba H Opi Palopi merinci bantuan masyarakat Muba terkumpul sebesar 1,2 Milyar yang salurkan untuk masyarakat Muba terdampak COVID-19 sebesar 500 juta dengan rincian yang telah disalurkan dalam bantuan beras kepada pedagang kecil, pekerja seni, jurnalis yang tergabung pada organisasi PWI, IWO, KJM, Mitra Desa serta wartawan yang bertugas di Kabupaten Musi Banyuasin dan bantuan uang tunai untuk disabilitas sebesar 10 juta rupiah 


" Nanti juga akan diserahkan bantuan tahap kedua kepada guru-guru ngaji, marbot masjid, juga pedagang pasar. Serta tahap ketiga untuk tukang ojek, tukang becak dan pegawai rumah makan serta masyarakat Muba lainnya yang terdampak COVID-19" jelasnya


Lanjut Opi "Sedangkan 750 Juta disalurkan donasi untuk Palestina yang akan digunakan untuk pembelian ambulance dan sarana prasarana rumah sakit", rincinya.


Sementara itu, Bendahara Komite Nasional untuk rakyat Palestina (KNRP) Sumatera Selatan Siswoyo menyampaikan apresiasi dan mengucapkan terima kepada Pemkab dan masyarakat kabupaten Muba.


Dirinya menjelaskan, Sejak awal ada kunjungan dari walikota Gaza gayung bersambut dari Bupati Dr Dodi Reza Alex Noerdin berkomitmen untuk membantu pembangunan sarana prasarana, sanitasi dan penerangan. Terus dilanjutkan Bupati Muba dengan konser amal sehingga terkumpul dana sebesar dan Rp 1 Milyar.


"Ini bantuan ke tiga dari Muba, atas Komitmen besar dari Bupati Dodi Reza, Kami dari KNRP Sumatera Selatan dan mewakili masyarakat Palestina menyampaikan apresiasi dan mengucapkan terima kasih. Mudah-mudahan semakin banyak yang bergerak untuk kepedulian terhadap rakyat Palestina sehingga cepat terbebasnya dari penjajah Israel,"pungkasnya.


Senada, Mahmud Salah satu Pedagang Bundaran mengucapkan terima kasih atas kepedulian Bupati dan jajaran Pemkab Muba terhadap pedagang.


Dimasa pandemi COVID-19 ini, menurutnya bantuan tersebut sangat membantu dirinya dan pedagang lainnya, mengingat begitu sulitnya mencari nafkah di masa covid 19 khususnya di masa PPKM.


"Terima kasih Pak Bupati Dodi Reza atas bantuannya. Kami berharap semoga PPKM ini segera dilonggarkan sehingga dirinya dan pedagang lainnya bisa berdagang seperti dahulu kala,"pungkasnya.

**(Ariyansyah)

Pengadilan Agama Sekayu Digugat 50 Orang Advokat Muba


Muba_ DS. Seluruh Advokat Muba bersatu dan sepakat menamai dirinya dengan Asosiasi Advokat Muba (AAM). Hari ini, Rabu (18/8/2021) telah resmi menggugat Pengadilan Agama Sekayu atas Surat yang telah diterbitkan oleh Pengadilan Agama Sekayu.


Bahwa Surat edaran Nomor W6-A7/1206/HK.05/Vlll/2021 tanggal 5 Agustus 2021 yg diterbitkan Pengadilan Agama tersebut berbicara perihaL "Peningkatan Kualitas Pembangunan dan Pengelolahan Zona Integritas dan Peningkatan Kualitas Pelayanan di Masa Pandemi COVID-19".

 

Menurut Para Advokat Muba Ada ketiga poin dari surat edaran tersebut yang menyakiti Para Advokat, yang pertama : mengenai kalimat menindaklanjuti dari laporan masyarakat tentang adanya oknum yang mencari keuntungan pribadi dengan mendampingi pencari keadilan tidak sesuai dengan peraturan yang berlaku. Yang kedua : bagi Advokat/Pengacara tidak diperkenankan melakukan transaksi dengan kliennya di dalam area Pengadilan Agama Sekayu. 


" Yang ketiga : bagi Advokat/Pengacara tidak diperkenankan membuka kantor hukum disekitar area Pengadilan Agama Sekayu diberikan batasan jarak paling dekat 500 meter dari gedung Pengadilan Agama Sekayu. Dari ketiga poin diatas, tujuan utama surat tersebut di tujukan kepada Advokat (Pengacara) Muba," ungkap Ketua AAM Indafikri SH, Rabu (18/8/2021) usai mendaftarkan Gugatan di Pengadilan Negeri Sekayu.


Ketua Pengadilan Agama Sekayu telah menuduh Advokat (Pengacara) Muba mencari keuntungan pribadi dengan mendampingi pencari keadilan tidak sesuai dengan peraturan yang berlaku. Dan tidak ada satupun aturan/Undang-Undang yang melarang advokat bertransaksi dengan kliennya dimanapun-kapanpun. Serta tidak ada Larangan didalam UU bagi Advokat untuk beracara/berkantor dimanapun diseluruh wilayah republik indonesia. Hal-hal tersebutlah yang sangat menyakiti perasaan para Advokat Muba.


" Jika Pengadilan Agama Sekayu ingin meningkatkan Kualitas Pembangunan dan Pengelolahan Zona Integritas, silahkan fokus saja ke internal mereka dan tidak membuat kegaduhan seperti saat ini. Bahwa jika Pengadilan Agama Sekayu ingin melakukan Peningkatan Kualitas Pelayanan di Masa Pandemi COVID-19. Maka inilah jawabannya. Bahwa kami melalui gugatan kami menuntut ganti kerugian sejumlah 3 Miliar Rupiah dimana apabila dikabulkan, akan kami serahkan seluruhnya secara terbuka ke Satgas COVID-19 kabupaten Muba," tuntasnya.

**(Ariyansyah)

Ketat Prokes SD-SMP di Muba Mulai Uji Coba PTM 23 Agustus


Muba_DS. Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin memulai uji coba pembelajaran tatap muka pada jenjang sekolah dasar dan sekolah menengah pertama pada tanggal 23 Agustus 2021 mendatang.



Keputusan tersebut merupakan hasil kesepakatan Rapat Penentuan Pelaksanaan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) Terbatas Satuan Pendidikan SD dan SMP dalam Kabupaten Muba, yang dipimpin Bupati Musi Banyuasin Dr H Dodi Reza Alex Noerdin diwakili Sekretaris Daerah Kabupaten Muba Drs H Apriyadi MSi bersama Satgas COVID-19 Kabupaten Muba, Perangkat Daerah Terkait, dan para camat yang mengikuti secara virtual, di Ruang Rapat Serasan Sekate Sekretariat Daerah Muba, Rabu (18/8/2021).




"Kita sepakat semua kecamatan tanggal 23 Agustus ini akan mulai uji coba PTM, untuk TK akan dilaksanakan satu bulan kedepannya setelah evaluasi PTM SD dan SMP," ujar Sekda.




Dikatakannya PTM terbatas dapat dijalankan jika guru pada sekolah tersebut minimal 80% sudah divaksin, serta sarana dan prasarana penerapan protokol kesehatan terpenuhi.




"Terkait hasil ini jangan ada tawar menawar. Kalau belum 80% di vaksin, di tunda dulu," kata Apriyadi.




Lanjut Sekda hal ini adalah Sebagai tindak lanjut dari Instruksi Menteri Dalam Negeri No 32 tahun 2021 terkait pembagian level dalam penerapan protokol kesehatan COVID-19, dan di Muba masuk level III kemudian dari 17 Kabupaten kota di Provinsi Sumatera Selatan Muba masuk zona orange.




"Terkait hal ini kita lakukan pelonggaran sedikit demi sedikit , disamping pelonggaran kita harus tetap saling menjaga. Kita masih belum membolehkan resepsi pernikahan, karena hasil analisa dari Satgas COVID-19 Kabupaten bahwa penyumbang terbesar positif di Muba ini banyak dari cluster resepsi pernikahan. Untuk itu mohon maaf untuk yang ini belum kita bolehkah, akad nikah boleh tapi terbatas," tandasnya.




Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Muba Musni Wijaya diwakili Kabid Pembinaan SMP Nazarul Hasan dalam paparannya mengatakan prinsip kebijakan pendidikan di masa pandemi COVID-19, kebijakan pembelajaran tatap muka dapat dilaksanakan secara terbatas pada semua zona, namun tetap mempertimbangkan peta risiko penyebaran COVID-19 dan senantiasa berkoordinasi dengan satuan tugas COVID-19 di daerah. Kesehatan dan keselamatan peserta didik, pendidik, tenaga kependidikan, keluarga dan masyarakat merupakan prioritas utama dalam menetapkan kebijakan pembelajaran. Dan dilaksanakan paling banyak dua kali seminggu 2 jam sehari dan 50% dari jumlah peserta didik.




"Alasan mendasar penyelenggaraan KBM tatap muka adalah semakin lama pembelajaran tatap muka tidak dilaksanakan maka semakin besar dapat negatif yang terjadi pada anak seperti ancaman putus sekolah, kendala tumbuh kembang, tekanan psikososial dan kekerasan dalam rumah tangga, serta meningkatnya angka pernikahan dini," tuturnya.




Lebih lanjut ia menyampaikan, sekolah dapat melaksanakan pembelajaran tatap muka terbatas berdasarkan rekomendasi Camat setelah berkoordinasi dengan korwil Dikbud dan Gugus Tugas COVID-19 di kecamatan masing-masing dan mendapat persetujuan Bupati.




"Jika ada guru atau tenaga pendidik atau peserta didik yang terpapar COVID-19 maka camat dapat menutup sekolah tersebut sementara waktu dan segera melaporkan kepada Bupati Muba dengan tembusan disampaikan ke Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Muba pada kesempatan pertama," imbuhnya.




Pada kesempatan yang sama Kepala Dinas Kesehatan Muba Dr Azmi Dariusmansyah diwakili Kabid Kesehatan Masyarakat Maryadi mengungkapkan Kondisi Perkembangan COVID-19 Muba pada Dashboard KPCPEN dari data per tanggal 15 Agustus 2021 berada pada zona orange (resiko sedang) dan Asesment situasi COVID-19 per tanggal 16 Agustus 2021 berada di tingkat III.




"Data kita, masih pada zona orange. Total kasus COVID-19 yang masih dalam perawatan berjumlah 172 orang, ada pelandaian. Hasil analisa kita peningkatan kasus positif memang dari kerumunan atau persedekahan," kata Maryadi.




Camat Lawang Wetan Candra SKM secara virtual melaporkan sampai hari ini, tinggal 2 (dua) sekolah yang belum 80% tenaga pendidikan dan kependidikan belum divaksin, namun sarana dan prasarana Prokes sudah siap.




"Dan kami sudah melakukan survei pada awal rencana pertama pelaksanaan PTM ini, semua Satgas COVID-19 kecamatan turun survei di sekolah, terkait persetujuan orang tua semua setuju, intinya Kecamatan Lawang Wetan siap PTM," ucapnya.




Sementara Kasdim 0401 Muba Mayor Inf M Daud bersama Jajaran Polres Muba siap mendukung rencana pembelajaran tatap muka di Kabupaten Muba.




"Semoga rencana kita ini bisa terlaksana dengan baik," pungkasnya.


**(Ariyansyah)

" Semarak HUT RI Ke 76 Tahun di Indralaya Mulya ".


INDRALAYA, DS - Pandemi Covid-19 yang senantiasa mengancam tampak tidak menyurutkan niat dan semangat para Pemuda Pemudi " Irma Addaraini " asal kelurahan Indralaya Mulya Kecamatan indralaya Kabupaten Ogan Ilir untuk menyambut HUT RI Ke 76, Selasa (17/8/2021).


Berpanas ditengah lapangan menjadi semangat tersendiri bagi generasi penerus bangsa itu untuk menunjukkan betapa cintanya mereka terhadap Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI)


Lurah Indralaya Mulya Sarifudin, Sos  merasa bersyukur dan  tersanjung atas kegiatan yg di adakan olah Irma Addaraini,


 "Ditengah pandemi dan suasana covid-19 dan lemahnya tingkat perekonomian saat ini, kita masih tetap semangat menyambut Hut RI Ke 76. Salut bagi putra putri Indralaya Ogan Ilir. Tetaplah menjadi anak bangsa yang merdeka dan Jangan lupa patuhi protokol Kesehatan" ujarnya.


Sementara itu ketua Lingkungan Kelurahan Indralaya Mulya Edi Wahyudin di dampingi pemuka adat Jalan Tasik mengapresiasikan kreatifitas dan daya cipta dari Pemuda Irma Addaraini yang bertujuan dengan peringatan  Hut RI ke 76


"Dengan kebersamaan dari sejak dulu wilayah jalan tasik dan sekitarnya.terkenal dengan kekompakan, kebersamaan dan gotong royong. harapan kami untuk kedepannya tercipta lagi generasi- generasi emas "



Kemudian antusiasme warga jalan tasik demi meyemarakan HUT RI Ke 76 tahun. terasa hangat dan penuh kekeluargaan, tampak terlihat Bapak- bapak serta ibu- ibu warga jalan tasik berbondong- bondong datang menghadiri upacara Hut RI 76 tahun.


selain itu juga ketua irma addraini Mualamin mengucapkan terima kasih kepada warga jalan tasik yang turut berpartisipasi dalam peringatan Hut RI 76 Jayalah indonesia ku walau masih dalam keadaan belum normal suasana covid-19.
(Rusli)

DPRD Prabumulih Gelar Paripurna HUT RI ke 76 Mendengarkan Pidato Presiden


PRABUMULIH, DS - Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Prabumulih menggelar Rapat Paripurnadengan agenda Mendengarkan Pidato Kenegaraan Presiden Republik Indonesia dalam rangka Peringatan HUT ke-76 Republik Indonesia, secara virtual, di Ruang Paripurna DPRD lantai 3, Senin (16/08/2021).


Pelaksanaan Rapat Paripurna di DPRD Prabumulih itu dihadiri langsung oleh Walikota Prabumulih Ir, H. Ridho Yahya MM, Ketua DPRD Sutarno, SE sebagai Pimpinan Sidang, para Wakil Ketua DPRD meliputi Ahmad Palo, Ir, Dipe Anom, serta unsur Forkopimda Kota Prabumulih.

Adapun para Anggota Dewan lainnya mengikuti rapat secara virtual melaui jaringan elektronik bersama dengan SKPD se-Kota Prabumulih bersama undangan peserta rapat lainnya.

Pada acara tersebut, Presiden RI Ir. Joko Widodo menyampaikan dua pidato yang disiarkan langsung melalui jaringan elektronik, dari Ruang Rapat Paripurna, Gedung Nusantara MPR/DPR/DPD RI, Senayan Jakarta.

Sebelum mendengarkan Pidato Presiden, Ketua DPRD Kota Prabumulih saat membuka sidang paripurna DPRD menyampaikan, tema yang diusung pada HUT RI kali ini yaitu “Indonesia Tangguh, Indonesia Tumbuh” memiliki nilai-nilai semangat perjuangan terutama dalam memerangi Virus Corona agar segera terealisasi dari masa pandemi yang sudah lama berlangsung.


“Di usia 76 tahun ini, Indonesia tengah berjuang melawan pandemi Covid-19 yang juga melanda banyak negara di dunia. Dan di Hari Ulang Tahun. Tema “Indonesia Tangguh, Indonesia Tumbuh” mendeskripsikan nilai-nilai ketangguhan dan semangat pantang menyerah untuk terus maju bersama dalam menempuh jalan penuh tantangan, agar dapat mencapai masa depan yang lebih baik,” ungkapnya.

Sebagai informasi, Perayaan Hari Kemerdekaan 17 Agustus  2021 atau HUT ke – 67 Republik Indonesia itu sudah diatur dalam Surat Edaran Menteri Sekretaris Negara  terkait Pedoman Peringatan Hari Ulang Tahun Ke-76 Kemerdekaan Republik Indonesia Tahun 2021 sebagai Pencegahan Penularan Covid-19.


Dalam edaran dimaksud, diatur pula termasuk imbauan kepada segenap rakyat Indonesia untuk turut memperingati dengan menghentikan segala aktivitas dan berdiri tegak sempurna selama tiga menit pada 17 Agustus 2021 nanti sekitar pukul 10.17 hingga 10.20 WIB.

Irwansyah menambahkan, meski Peringatan HUT RI tersebut dilakukan secara daring, namun tidak mengurangi kekhidmatan acara.

“Meskipun perayaan HUT ke -76 Republik Indonesia tahun ini berbeda karena daring virtual tetapi semangat kemerdekaan harus tetap tinggi,” ucapnya.

Rapat Paripurna kali inipun dilaksanakan dengan menerapkan protokol kesehatan di masa pandemi.

Sementara itu, Presiden Jokowi menyampaikan sejumlah poin penting pada Pidato Kenegaraannya yang disampaikan pada Sidang Tahunan MPR RI 2021, seperti kesadaran, partisipasi dan kegotongroyongan masyarakat dinilai semakin baik di bidang kesehatan. Ke dua, kesadaran masyarakat terhadap kesehatan semakin tinggi.

Ke tiga, kesadaran dan antusiasme masyarakat untuk divaksin serta memperoleh layanan kesehatan, pengobatan dan saling peduli juga semakin tinggi. Dan Ke empat, kapasitas kelembagaan negara dalam merespons pandemi semakin terkonsolidas dan bekerja semakin responsif.

Kemudian, ke lima, Jokowi menerangkan bahwa lembaga legislatif dan pemeriksa memberikan dukungan kepada pemerintah untuk cepat mengkonsolidasikan kekuatan fiskal.

Ke enam, penyediaan layanan kesehatan oleh pemerintah maupun swasta mengalami peningkatan yang menggembirakan.

Terakhir, Jokowi menyebut bahwa kemandirian industri obat, vaksin dan alat-alat kesehatan masih menjadi kelemahan serius yang harus diselesaikan. Pada kesempatan tersebut, Presiden mengaku bahwa pemerintah bekerja keras mengerahkan semua sumber daya demi mengamankan pasokan kebutuhan vaksin nasional. Pemerintah juga terus menggencarkan vaksinasi untuk mempercepat kekebalan komunal.

DPRD Lahat Sidang Paripurna Dalam Rangka Mendengarkan Pidato Presiden Republik Indonesia


LAHAT, DS -- Dewan perwakilan rakyat daerah (DPRD) kabupaten Lahat melaksanakan sidang paripurna dalam rangka memdengarkan pidato presiden Republik Indonesia pada sidang tahunan MPR RI dan sidang bersama DPR RI dan DPD RI tahun 2021 yang mengambil tema " Indonesia tangguh Indonesia Tumbuh", melalui zoom meeting dan secara live TVRI. Senin (16/08/2021)


Tampak dalam kegiatan Bupati Lahat Cik Ujang SH, Kapolres Lahat AKBP Achmad Gusti Hartono Sik, Dandim 0405/Lahat Letkol kav Syawaf Al Amin SE MSi, Ketua Pengadilan agama Lahat Jimi Maruli SH, kepala kejaksaan Negeri Lahat Fthrah SH, ketua DPRD Lahat Fitrizal Homizi ST, ketua Pengadilan agama Lahat dan kakamenag Lahat Rusdi Ja'far SAg, Wabup H Haryanto SE MM, Ket, Wakil ketua I DPRD Lahat wakil ketua 2 , sekwan lahat dan jajaran anggota DPRD lahat , Pj sekda Drs Deswan Irsyad MPdi dan  SKPD di kab lahat

Presiden Joko Widodo menyampaikan pidato kenegaraan dalam rapat tahunan MPR RI dan sidang bersama DPD dan DPR RI, berikut di antara pidatonya Krisis, resesi, dan pandemi itu seperti api. Kalau bisa, kita hindari, tetapi jika hal itu tetap terjadi, banyak hal yang bisa kita pelajari. Api memang membakar, tetapi juga sekaligus menerangi. Kalau terkendali, dia menginspirasi dan memotivasi. Dia menyakitkan, tetapi sekaligus juga menguatkan. Kita ingin pandemi ini menerangi kita untuk mawas diri, memperbaiki diri, dan menguatkan diri, dalam menghadapi tantangan masa depan.

Pandemi itu seperti kawah candradimuka yang menguji, yang mengajarkan, dan sekaligus mengasah. Pandemi memberikan beban yang berat kepada kita, beban yang penuh dengan risiko, dan memaksa kita untuk menghadapi dan mengelolanya. Semua pilar kehidupan
kita diuji, semua pilar kekuatan kita diasah.

Ketabahan, kesabaran, ketahanan, kebersamaan, kepandaian, dan kecepatan kita, semuanya diuji dan sekaligus diasah.
Ujian dan asahan menjadi dua sisi mata uang yang tidak terpisahkan. Bukan hanya beban yang diberikan kepada kita, tetapi kesempatan untuk memperbaiki diri juga diajarkan kepada kita. Tatkala ujian itu terasa semakin berat, asahannya juga semakin meningkat.
Itulah proses menjadi bangsa yang tahan banting, yang kokoh, dan yang mampu memenangkan gelanggang pertandingan.

Bapak, Ibu, dan Saudara-saudara se-Bangsa dan se-Tanah Air, Perjalanan sejarah bangsa Indonesia telah melalui etape-etape ujian yang berat. Alhamdulillah kita berhasil melampauinya.

Kemerdekaan Republik Indonesia bukan diperoleh dari pemberian ataupun hadiah, tetapi kita rebut melalui perjuangan di semua medan.

Perang rakyat, perang gerilya, dan diplomasi di semua lini dikerahkan, dan buahnya membuat Indonesia sebagai bangsa yang merdeka.
Resesi dan krisis yang datang bertubi-tubi dalam perjalanan setelah Indonesia merdeka, juga berhasil
kita lampaui.

Setiap ujian memperkokoh fondasi sosial, fondasi politik, dan fondasi ekonomi bangsa Indonesia. Setiap etape memberikan pembelajaran dan sekaligus juga membawa perbaikan dalam kehidupan kita.

Pandemi Covid-19 telah memacu kita untuk berubah, mengembangkan cara-cara baru, meninggalkan kebiasaan lama yang tidak relevan, dan menerobos ketidakmungkinan. Kita dipaksa untuk membangun normalitas baru dan melakukan hal-hal yang dianggap tabu selama ini.

Memakai masker, menjaga jarak, tidak bersalaman, dan tidak membuat keramaian, adalah kebiasaan baru yang dulu dianggap tabu. Bekerja dari rumah, belanja daring, pendidikan jarak jauh, serta rapat dan sidang secara daring, telah menjadi kebiasaan baru
yang dulu kita lakukan dengan ragu-ragu.

Di tengah dunia yang penuh disrupsi sekarang ini, karakter berani untuk berubah, berani untuk mengubah, dan berani untuk mengkreasi hal-hal baru, merupakan fondasi untuk membangun Indonesia Maju.

Kita telah berusaha bermigrasi ke cara-cara baru di era Revolusi Industri 4.0 ini, agar bisa bekerja lebih efektif, lebih
efisien, dan lebih produktif.

Adanya Pandemi Covid-19 sekarang ini, akselerasi inovasi semakin menyatu dalam keseharian kehidupan kita.

Bapak, Ibu, dan Saudara-saudara yang saya hormati, Selama satu setengah tahun diterpa pandemi, telah terjadi penguatan yang signifikan dalam perilaku dan infrastruktur kesehatan kita, dan sekaligus penguatan kelembagaan nasional kita.

Kesadaran, partisipasi, dan kegotongroyongan masyarakat menguat luar biasa. Kelembagaan pemerintahan lintas sektor dan lintas lembaga negara, serta antara pusat dan daerah sampai dengan desa, juga mengalami konsolidasi.

Hal ini membuat kapasitas sektor kesehatan meningkat pesat dan semakin mampu menghadapi ketidakpastian yang
tinggi dalam pandemi.

Dari sisi masyarakat, kesadaran terhadap kesehatan semakin tinggi. Kebiasaan mencuci tangan, memakai masker, dan menjaga jarak, telah menjadi kesadaran baru.

Gaya hidup sehat, menjaga kebersihan lingkungan, berolah raga, dan mengonsumsi makanan yang bernutrisi, terasa semakin membudaya.

Hal ini merupakan modal besar untuk menuju masyarakat yang lebih sehat dan dalam pengembangan SDM yang berkualitas.

Kesadaran dan antusiasme masyarakat untuk divaksin, memperoleh layanan kesehatan, memperoleh pengobatan, serta saling peduli juga semakin tinggi. Pandemi telah mengajarkan bahwa kesehatan adalah agenda bersama. Pandemi telah menguatkan institusi sosial di masyarakat, dan semakin memperkuat modal sosial kita. Jika ingin sehat, warga yang lain juga harus sehat. Jika ada seseorang yang tertular Covid-19, maka hal ini akan membawa risiko bagi yang lainnya. Penyakit adalah masalah bersama, dan menjadi sehat adalah agenda bersama.

Kapasitas kelembagaan negara dalam merespons pandemi juga semakin terkonsolidasi dan bekerja semakin responsif. Kita tahu bahwa pandemi harus ditangani secara cepat dan terkonsolidasi, dengan merujuk kepada data, ilmu pengetahuan dan teknologi.
Kita juga paham bahwa praktik demokrasi, akuntabilitas, dan tata kelola yang baik harus dijunjung tinggi. Kerja sama antarlembaga, serta kepemimpinan yang responsif dan konsolidatif, menjadi kunci dalam menangani pandemi.

Sejak awal pandemi, lembaga legislatif dan lembaga pemeriksa memberikan dukungan kepada pemerintah untuk cepat mengonsolidasikan kekuatan fiskal.

TNI, Polri, dan birokrasi dari tingkat nasional sampai tingkat desa, terus bahu membahu dalam melakukan pendisiplinan protokol kesehatan, 3T, termasuk vaksinasi dan penyiapan fasilitas isolasi terpusat.

Hampir semua Forkopimda bergerak terpadu dalam mengatasi permasalahan kesehatan dan perekonomian. Manajemen lapangan dalam testing, tracing, treatment dan vaksinasi, telah mengasah kepemimpinan di semua level pemerintahan.

Saya yakin, kapasitas respons kita dalam menghadapi ketidakpastian di bidang kesehatan dan bidang-bidang lain juga semakin kokoh. Penyediaan layanan kesehatan oleh pemerintah maupun swasta juga mengalami peningkatan yang menggembirakan. Layanan kesehatan di banyak daerah bertambah cukup signifikan, baik dalam hal penambahan kapasitas tempat tidur, maupun fasilitas pendukungnya. Yang sangat mengharukan dan membanggakan adalah kerja keras dan kerja penuh pengabdian dari para dokter, perawat, dan tenaga kesehatan yang lain.

Kemandirian industri obat, vaksin, dan alat-alat kesehatan masih menjadi kelemahan serius yang harus kita pecahkan. Tetapi, pandemi telah mempercepat pengembangan industri farmasi dalam negeri, termasuk pengembangan vaksin merah-putih, dan juga oksigen
untuk kesehatan. Ketersediaan dan keterjangkauan harga obat akan terus kita jamin, dan tidak ada toleransi sedikit pun terhadap siapa pun yang mempermainkan misi kemanusiaan dan kebangsaan ini.

Selain itu, pemerintah bekerja keras mengerahkan semua sumber daya demi mengamankan pasokan kebutuhan vaksin nasional. Namun, pada saat yang sama, Indonesia juga terus memperjuangkan kesetaraan akses terhadap vaksin untuk semua bangsa. Sebab, perang melawan Covid-19 tidak akan berhasil jika ketidak adilan akses terhadap vaksin masih terjadi. Melalui diplomasi vaksin ini, kita telah menunjukkan kepada dunia, bahwa Indonesia berperan aktif untuk “ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan
kemerdekaan, perdamaian abadi, dan keadilan sosial”.

Bapak, Ibu, dan Saudara-saudara yang saya muliakan, Walaupun kita sangat berkonsentrasi dalam menangani permasalahan kesehatan, tetapi perhatian terhadap agenda-agenda besar menuju Indonesia Maju tidak berkurang sedikit pun. Pengembangan
SDM berkualitas tetap menjadi prioritas.

Penyelesaian pembangunan infrastruktur yang memurahkan logistik, untuk membangun dari pinggiran dan mempersatukan
Indonesia, terus diupayakan.

Reformasi struktural dalam rangka memperkuat pembangunan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan, tetap menjadi agenda utama.

Pandemi telah mengajarkan kepada kita untuk mencari titik keseimbangan antara gas dan rem, keseimbangan antara kepentingan kesehatan dan perekonomian.

Dalam mengambil keputusan, pemerintah harus terus merujuk kepada data, serta kepada ilmu pengetahuan dan teknologi terbaru.
Pemerintah harus selalu tanggap terhadap perubahan keadaan, dari hari ke hari secara cermat.

Tujuan dan arah kebijakan tetap dipegang secara konsisten, tetapi strategi dan manajemen lapangan harus dinamis menyesuaikan permasalahan dan tantangan. Pengetatan dan pelonggaran mobilitas masyarakat, misalnya, harus dilakukan paling lama setiap minggu,
dengan merujuk kepada data terkini.

Mungkin hal ini sering dibaca sebagai kebijakan yang berubah-ubah, atau sering dibaca sebagai kebijakan yang tidak konsisten. Justru itulah yang harus kita lakukan, untuk menemukan kombinasi terbaik antara kepentingan kesehatan dan kepentingan perekonomian masyarakat. Karena virusnya yang selalu berubah dan bermutasi, maka penanganannya pun harus berubah sesuai dengan tantangan yang dihadapi.

Pengetatan mobilitas yang tidak bisa dihindari ini membuat pemerintah harus memberikan bantuan sosial yang lebih banyak dibanding pada situasi normal.

Program Keluarga Harapan, Kartu Sembako, Diskon Listrik, Subsidi Gaji, Bantuan Produktif Usaha Mikro, Bantuan Sosial Tunai, BLT Dana Desa, dan Program Kartu Pra Kerja juga terus ditingkatkan. Subsidi Kuota Internet untuk daerah-daerah PPKM juga semaksimal
mungkin diberikan kepada tenaga kependidikan, murid, mahasiswa, guru, dan dosen.

Yang lebih utama dan merupakan solusi perekonomian yang berkelanjutan, pemerintah memastikan agar masyarakat bisa memperoleh pekerjaan yang layak dan mendongkrak perekonomian nasional. Pandemi memang telah banyak menghambat laju pertumbuhan ekonomi, tetapi pandemi tidak boleh menghambat proses reformasi struktural perekonomian kita.

Struktur ekonomi kita yang selama ini lebih dari 55% dikontribusikan oleh konsumsi rumah tangga, harus terus kita alihkan menjadi lebih produktif dengan mendorong hilirisasi, investasi dan ekspor.

Fokus pemerintah adalah menciptakan sebanyak mungkin lapangan kerja baru yang berkualitas. Implementasi Undang-Undang Cipta Kerja terus kita percepat. Minggu yang lalu pemerintah telah meluncurkan OSS, Online Single Submission, yang sangat mempermudah semua level dan jenis usaha, apalagi bagi jenis-jenis usaha yang berisiko rendah. Urusan perizinan, pengurusan insentif dan pajak bisa dilakukan jauh lebih cepat, lebih transparan, dan lebih mudah. Kesempatan ini harus dimanfaatkan oleh pelaku UMKM untuk
mengembangkan usahanya.

Pada periode Januari sampai Juni 2021, Realisasi Investasi Indonesia, tidak termasuk sektor hulu migas dan jasa keuangan, sedikitnya Rp442,8 triliun, dengan rincian 51,5% di Luar Jawa, dan 48,5% di Jawa.

Investasi ini menyerap lebih dari 620 ribu tenaga kerja Indonesia. Penambahan investasi di bulan-bulan ke depan ini kita harapkan bisa memenuhi target Rp900 triliun, serta menciptakan lapangan kerja baru dan menggerakkan perekonomian secara lebih signifikan. Perkembangan investasi harus menjadi bagian terintegrasi dengan pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkeadilan. Peningkatan kelas pengusaha UMKM menjadi agenda utama.

Berbagai kemudahan disiapkan untuk menumbuhkan UMKM, termasuk kemitraan strategis dengan perusahaan besar, agar cepat
masuk dalam rantai pasok global. Hal ini diharapkan dapat meningkatkan daya saing produk UMKM, serta meningkatkan pemerataan dan kemandirian ekonomi masyarakat.

Ekosistem investasi dan kolaborasi di dunia usaha ini juga dimaksudkan untuk memperkuat perkembangan ekonomi berbasis inovasi dan teknologi, khususnya ke arah Ekonomi Hijau dan Ekonomi Biru yang berkelanjutan. Perkembangan sektor pangan terus kita upayakan untuk membangun kemandirian pangan.

Transformasi menuju energi baru dan terbarukan, serta akselerasi ekonomi berbasis teknologi hijau, akan menjadi perubahan penting dalam perekonomian kita.

Konsolidasi kekuatan riset nasional terus diupayakan, agar sejalan dengan agenda pembangunan nasional. Sinergi dunia pendidikan dengan industri dan pengembangan kewirausahaan terus dipercepat melalui Program Merdeka Belajar. Hal ini diharapkan
mengakselerasi kualitas SDM nasional, dan sekaligus meningkatkan daya saing industri dan produk dalam negeri.

Perluasan akses pasar bagi produk-produk dalam negeri menjadi perhatian serius pemerintah. Program “Bangga Buatan Indonesia” terus kita gencarkan, sembari meningkatkan daya saing produk lokal dalam kompetisi global.

Pemerintah terus mendorong pengembangan ekosistem ekonomi digital untuk meningkatkan produktivitas masyarakat. Digitalisasi UMKM yang masuk ke aplikasi perdagangan elektronik dan lokapasar jumlahnya terus bertambah.

Bapak, Ibu, dan Saudara-saudara se-Bangsa dan se-Tanah Air, Pandemi Covid-19 juga memberikan hikmah kepada bangsa Indonesia bahwa krisis menuntut konsolidasi kekuatan negara untuk melayani rakyat, meningkatkan kesejahteraan masyarakat, dan meraih Indonesia Maju yang kita cita-citakan.



Dukungan semua pihak, utamanya Lembaga-lembaga Negara, menempati posisi sentral. Kerja cerdas dan sinergitas antar-lembaga negara menjadi salah satu kunci utama untuk bisa gesit merespons perubahan yang terjadi di masa mendatang.

Keseimbangan dan saling kontrol antar-lembaga negara sangatlah penting dalam sistem ketatanegaraan kita. Tetapi, kerja sama, sinergi, serta kerelaan untuk berbagi beban dan tanggung jawab, justru lebih utama dalam menghadapi pandemi.

Saya mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Lembagalembaga Negara, juga kepada Bank Indonesia, Otoritas Jasa Keuangan, Lembaga Penjamin Simpanan, Komisi Pemberantasan Korupsi, dan Ombudsman Republik Indonesia, termasuk Komisi Pemilihan Umum dan Badan Pengawas Pemilihan Umum, atas dukungannya yang konsisten dan produktif selama ini.

Saya mengapresiasi para anggota MPR RI, dengan Program Empat Pilarnya, yang terus konsisten memperkokoh ideologi Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika.

Agenda MPR untuk mengkaji substansi dan bentuk hukum Pokok-pokok Haluan Negara juga perlu diapresiasi untuk melandasi
pembangunan Indonesia yang berkelanjutan lintas kepemimpinan.

Menghadapi pandemi yang membutuhkan penanganan yang luar biasa, DPR RI bersama pemerintah juga telah bekerja keras dan bersinergi untuk membangun fondasi hukum bagi penanganan Covid-19.

Selain penanganan masalah kesehatan, DPR bersama pemerintah berhasil menyelesaikan UU Cipta Kerja, yang merupakan omnibus law pertama di Indonesia, yang menjadi pilar utama reformasi struktural di negara kita.

Selain itu, dengan berbagai macam inovasi, DPR terus melakukan penjaringan aspirasi masyarakat dan menjalankan pengawasan terhadap pelaksanaan program-program pemerintah.

DPD RI juga terlibat aktif dalam pembahasan Rancangan Undang-Undang, termasuk terkait dengan kebijakan anggaran, serta melakukan pengawasan, utamanya terhadap pelayanan publik dan pelaksanaan UU tentang Desa. Peran ini memberikan kontribusi dalam ketepatan penanganan pandemi dan sekaligus dalam perbaikan kelembagaan pemerintahan daerah ke depan.

Di tengah kebutuhan pemerintah untuk bertindak cepat menyelamatkan masyarakat dari pandemi, peran pemeriksaan yang dilakukan oleh BPK RI juga telah dilakukan beberapa penyesuaian. Situasi pandemi bukan situasi normal, dan tidak bisa diperiksa dengan standar situasi normal.

Yang utama adalah menyelamatkan rakyat. Menyelamatkan rakyat adalah hukum tertinggi dalam bernegara. Inovasi BPK untuk mewujudkan Akuntabilitas untuk Semua di negara kita patut untuk dihargai. Saya mengapresiasi upaya-upaya BPK untuk
memberikan informasi temuan pemeriksaan agar ditindaklanjuti oleh pemerintah, baik di pusat maupun di daerah.

Walaupun di era pandemi, kecepatan kerja dalam pelayanan peradilan juga tidak bisa ditunda, bahkan harus dipercepat. Proses administrasi dan persidangan perkara di Mahkamah Agung secara elektronik telah mampu mempercepat penanganan perkara. Bahkan,
dengan adanya aplikasi peradilan-elektronik, e-Court, telah mempermudah dan meningkatkan jumlah perkara yang dibawa ke pengadilan.

Demikian pula halnya dengan Mahkamah Konstitusi, yang juga menggelar persidangan melalui daring. Munculnya banyak permohonan keadilan yang terkait dengan undang-undang dan juga perkara Pilkada, tetap membuat MK mampu menyelesaikan perkara
tepat waktu.

Keberadaan Sistem Peradilan Berbasis Elektronik telah memfasilitasi terselenggaranya layanan publik secara cepat, transparan, dan akuntabel. Komisi Yudisial juga harus tetap produktif di era pandemi, baik dalam seleksi Calon Hakim Agung, menangani laporan masyarakat, pemantauan perkara persidangan, serta pelanggaran kode etik hakim.

Dengan kerja keras dan inovasi yang dilakukan, kita telah berhasil meningkatkan kinerjanya di tengah pandemi Covid-19 ini.

Bapak, Ibu, dan Saudara-saudara sekalian yang saya hormati, Pandemi telah mengingatkan kepada kita untuk peduli kepada sesama. Penyakit yang diderita oleh seseorang akan menjadi penyakit bagi semuanya.

Penyelesaian pribadi tidak akan pernah menjadi solusi. Penyelesaian bersama menjadi satu-satunya cara. Dengan budaya yang selalu saling peduli dan saling berbagi, masalah yang berat ini bisa lebih mudah terselesaikan.

Mari kita pegang teguh nilai-nilai toleransi, Bhinneka Tunggal Ika, Gotong Royong, dan Pancasila dalam bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.

Kita lewati ujian pandemi dan ujian-ujian lain setelah ini, dengan usaha yang teguh, disertai dengan doa pengharapan yang tulus. Kita jaga kesehatan kita, disiplinkan diri dalam protokol kesehatan, serta saling menjaga dan saling membantu.

Tidak ada orang yang bisa aman dari ancaman Covid-19, selama masih ada yang menderitanya.

Saya menyadari adanya kepenatan, kejenuhan, kelelahan, kesedihan, dan kesusahan selama pandemi Covid-19 ini.

Saya juga menyadari, begitu banyak kritikan kepada pemerintah, terutama terhadap halhal yang belum bisa kita selesaikan. Kritik yang membangun itu sangat penting, dan selalu kita jawab dengan pemenuhan tanggung jawab, sebagaimana yang diharapkan rakyat.

Terima kasih untuk seluruh anak bangsa yang telah menjadi bagian dari warga negara yang aktif, dan terus ikut membangun budaya demokrasi.

Indonesia Tangguh, Indonesia Tumbuh, yang menjadi semboyan Bulan Kemerdekaan pada tahun ini, hanya bisa diraih dengan sikap terbuka dan siap berubah menghadapi dunia yang penuh disrupsi. Indonesia Tangguh, Indonesia Tumbuh, hanya bisa dicapai jika kita semua bahu-membahu dan saling bergandeng tangan dalam satu tujuan.

Kita harus tangguh dalam menghadapi pandemi dan berbagai ujian yang akan kita hadapi dan kita harus terus tumbuh dalam menggapai cita-cita bangsa.

Semoga Allah, Tuhan Yang Maha Kuasa, senantiasa meridai dan mempermudah upaya bangsa Indonesia, dalam meraih Indonesia Maju yang kita cita-citakan.

Dirgahayu Republik Indonesia!
Dirgahayu Negeri Pancasila!
Merdeka! 

Terpisah ketua DPRD Lahat Fitrizal Homizi ST menyampaikan ini sudah menjadi kebiasaan kita setiap tanggal 16 Agustus  mendengarkan pidato presiden RI, intinya di 
 td di pandemi ini solusi  secara individu tidak menyelesaikan masalah jadi  kita harus bersama bergotong royong bersama kompak menangani bersama yang sesuai tema Indonesia tangguh Indonesia tumbuh 
Yang intinya bersama menuntaskan pandemi ini ," katanya .

Tidak Mengantongi Izin, Dua Cafe di Lahat Ditutup


LAHAT, DS - Dua Cafe ternama di Lahat secara resmi ditutup siang tadi, Jumat (13/08/2021). Cafe dan Karaoke tersebut ditutup lantaran tidak memiliki izin operasional sebagaimana ketentuan dalam Peraturan Daerah (Perda) Lahat No 7 Tahun 2000 dan Perda No 7 Tahun 2005 tentang peredaran minuman beralkohol serta Perda No 1 Tahun 2010 tentang penyelenggaraan, kebersihan, keindahan dan Ketertiban umum.


Pantauan Duta Sumsel di lapangan, dua Cage tersebut adalah Cafe Rahmat dan Cafe Hello Kitty. Penutupan dilakukan buntut dari seringnya terjadi keributan hingga menyebabkan korban jiwa akibat pengaruh alkohol dan lainnya. 


"Penutupan tempat hiburan malam resmi ditutup selamanya demi terciptanya kondisi yang sehat aman dan tentram sesuai motto Lahat bercahaya"ujar Kasat Pol PP dan Damkar Kabupaten Lahat Fauzan Khori Denin AP. MM di lokasi.



Penutupan dua Kafe ini juga turut disaksikan Kapolres Lahat AKBP Achmad Gusti Hartono SiK, Camat Lahat Selatan Isna, Kades Tanjung Payang Sapri alias Icap, Anggota BPD Desa Tanjung Payang, Babinsa, anggota PM, Rahmat pemilik Kafe Rahmat beserta Awak Media dan LSM. Suasana penutupan dua Kafe berlangsung kondusif 


Laporan Donie

Menyambut HUT RI Ke- 76, Lapas Kelas II B Sekayu Gelar Perlombaan Olahraga Bagi Warga Binaan


Muba, DS - Semarak bulan kemerdekaan HUT RI Ke- 76 Tahun 2021, “Indonesia Tangguh – Indonesia Tumbuh”. Lapas Kelas II B Sekayu melaksanakan kegiatan Pembukaan Pekan Olahraga Bagi Warga Binaan di Lingkungan Lapas Sekayu.


Kalapas Kelas II B Sekayu Jhonny H. Gultom mengatakan Segenap Panitia penyelengara semarak bulan kemerdekaan dan warga binaan di lingkungan Lapas Sekayu turut bahagia atas penyelenggaraan dalam mengisi kegiatan semarak bulan kemerdekaan HUT RI Ke-76 Tahun 2021


“Hal tersebut juga menajdi icon: “Bangga Melayani Bangsa”, dalam spirit motivasi , yakni : “Kinerja Kumham Lebih pasti” dan sebagai Insan Pengayoman yang Berhak “ (Berorientasi Pelayanan, Akuntabel, Kompeten, Harmonis, Loyal, Adatif, Kolaboratif). “ungkap Jhonny, Selasa (10/8/2021)


Dikatakanya, saat ini tantangan yang sedang dihadapi bangsa Indonesia ditengah masa pandemi covid 19, Jhonny H Gultom menyebut Lapas mendorong terwujudnya sikap optimisme dalam semangat dan harapan

“Bangga Melayani Bangsa”, yang bertujuan, 1) menumbuhkan rasa cinta tanah air. 2)mengenang jasa pahlawan. 3) meningkatkan disiplin dan rasa nasionalisme pegawai di Lingkungan Lapas Kelas IIB Sekayu, Kementerian Hukum dan HAM Sumatera Selatan. Tutupnya,
*(Ariyansyah)

Warga Desa Tegal Mulyo Ikut Vaksinasi Dosis 2 Dan 1 Oleh UPT Puskesmas Karya Maju


Muba, DS - Vaksinasi Dosis 2 dan 1 yang di gelar oleh pihak puskesmas Karya Maju.a1 kec.keluang Muba bertempat dibalai Desa Tegal Mulyo.a4 pada Senin 9 Agustus 2021 Berjalan Lancar,  warga Antusias, berbondong bondong mengikuti Vaksinasi tersebut.


Kapuskesmas Karya Maju Dr. Sriyulianti Asnita.M.Bmd Saat di temui awak media mengatakan bahwa pihak Puskesmas Karya Maju Telah menyiapkan 30 Vial Vaksin Sinovac untuk Warga Tegal Mulyo.a4.

"Kami sudah Siapkan 30 Vial untuk yang Dosis 1, dan untuk Dosis 2, kami siapkan 10 Vial, Satu Vial itu Untuk Memvaksin 10 orang, jadi total 40 Vial itu bisa untuk 400 orang. "Jelas Dr. Sriyulianti Asnita.


Ditempat yang sama, Kades Tegal Mulyo.a4 Bapak Junali juga mengucapkan terimakasih kepada seluruh warganya yang telah Antusias mengikuti Vaksinasi Dosis 2 dan 1 tersebut.

"Alhamdulillah, Antusias warga sekarang begitu tinggi dibanding Vaksinasi yang kemarin-kemarin. Dengan begitu berarti tingkat kesadaran warga terhadap kesehatan cukup tinggi. "Ucap Junali.

Dengan tetap mengutamakan Prokes Covid 19, Vaksinasi tersebut juga mendapat pengawasan ketat oleh pihak Polsek Keluang melalui Bhabinkamtibmas nya Aipda.Mulya Hidayat, pihak Pemdes Tegal Mulyo, Tutupnya.
*(Ariyansyah

Site Map