NEWS

Slider

Lurah Pasar Lama Bangun 3 Titik Akses Jalan Masyarakat.


LAHAT, DS - Pasar Lama Kecamatan Lahat pada hari ini Selasa 27/7 melaksanakan  Pembangunan Titik Nol Jalan Setapak yang  panjangnya 47 cm lebar 120 cm ditiga titik lokasi khususnya RT 12 RW 04 Kelurahan Pasar Lama, dalam Tahapan bangunan ini digunakan melalui anggaran APBD." ujar Lurah".



Serta dengan adanya bangunan jalan ini dapat memudahkan masyarakat untuk keluar rumah menuju akses jalan dan berharap kepada masyarakat agar dapat merawat dan menjagah bangunan yang telah dibangun agar tidak cepat rusak.


Sambung sekcam dengan adanya pembangunan jalan dapat memudahkan masyarakat serta berharap kepada masyarakat dapat menjaga jalan yang telah dibangun kelurahan Pasar  Lama agar tidak rusak" tandas sekcam.


Laporan Donie

Update COVID-19 Muba: Bertambah 25 Kasus Sembuh, 43 Positif, 5 Meninggal Dunia


Sekayu, DS - Gugus Tugas Penanganan COVID-19 Muba, Selasa (27/7/2021) mengkonfirmasi penambahan 25 kasus sembuh, 43 positif, dan 5 meninggal dunia. 


"Ada penambahan 25 kasus sembuh, 43 positif, dan 5 meninggal dunia per 27 Juli 2021," ungkap Jubir Gugus Tugas Penanganan COVID-19 Muba, dr Povi Pada Indarta SP P. 


Povi merinci, adapun penambahan kasus positif diantaranya kasus 2214 Laki-laki usia 32 tahun asal Plakat Tinggi, kasus 2215 perempuan 31 tahun asal Plakat Tinggi, kasus 2216 perempuan 2 tahun Plakat Tinggi, kasus 2217 Laki-laki 24 tahun Plakat Tinggi, kasus 2218 perempuan 47 tahun Plakat Tinggi, kasus 2219 perempuan 74 tahun Plakat Tinggi, kasus 2220 perempuan 37 tahun Plakat Tinggi, kasus 2221 Laki-laki 45 tahun Plakat Tinggi, kasus 2222 perempuan 53 tahun Plakat Tinggi, kasus 2223 Laki-laki 33 tahun Plakat Tinggi. 


"Kemudian, kasus 2224 Laki-laki 55 tahun Plakat Tinggi, kasus 2225 perempuan 25 tahun Plakat Tinggi, kasus 2226 perempuan 27 tahun Plakat Tinggi, kasus 2227 Laki-laki 21 bulan Plakat Tinggi, kasus 2228 perempuan 5 tahun Sekayu, kasus 2229 perempuan 13 tahun Sekayu, kasus 2230 44 tahun Sekayu, kasus 2231 perempuan 33 tahun Sekayu, kasus 2232 Laki-laki 35 tahun Lalan, kasus 2233 perempuan 26 tahun Tungkal Jaya," urainya. 


Selain itu, kasus 2234 Laki-laki 75 tahun Bayung Lencir, kasus 2235 perempuan 52 tahun Tungkal Jaya, kasus 2236 perempuan 43 tahun Tungkal Jaya, kasus 2237 perempuan 43 tahun Sekayu, kasus 2238 perempuan 21 tahun Sungai Keruh, kasus 2239 perempuan 41 tahun Keluang, kasus 2240 Laki-laki 51 tahun Keluang, kasus 2241 perempuan 67 tahun Sekayu, kasus 2242 laki-laki 55 tahun Sekayu, kasus 2243 Laki-laki 37 tahun Sekayu. 


"Lalu, kasus 2244 perempuan 56 tahun Mekar Jaya, kasus 2245 Laki-laki 39 tahun Sekayu, kasus 2246 perempuan 38 tahun Sekayu, kasus 2247 Laki-laki 43 tahun Babat Supat, kasus 2248 perempuan 54 tahun Sekayu, kasus 2249 perempuan 57 tahun Sekayu, kasus 2250 perempuan Sekayu, kasus 2251 Laki-laki 83 tahun Sekayu, kasus 2252 Laki-laki 57 tahun Lumpatan, kasus 2253 perempuan 49 tahun Sanga Desa, kasus 2254 perempuan 23 tahun Keluang, kasus 2255 perempuan 36 tahun Kayuara, dan kasus 2256 Laki-laki Sekayu," tuturnya. 


"Untuk kasus meninggal dunia dialami kasus 2003 Laki-laki 47 tahun Sungai Lilin, kasus 2182 perempuan 68 tahun Tungkal Jaya, kasus 2240 Laki-laki 51 tahun Keluang, kasus 2244 perempuan 56 tahun Jirak Jaya, dan kasus 2253 perempuan 49 tahun Sanga Desa. Kelimanya telah dimakamkan sesuai prokes," tambahnya. 


Diketahui, hingga 27 Juli 2021 ada sebanyak 2256 kasus diantaranya 1964 kasus sembuh, 179 masih dirawat, 113 kasus meninggal dunia," urainya. 


Sementara itu, berdasarkan data update Gugus Tugas Penanganan COVID-19 Muba 27 Juli 2021 tercatat ada sebanyak 429 ODP 429 selesai pemantauan 0 masih dipantau, 1.199 kontak erat 1.199 kontak selesai pemantauan 0 kontak erat yang masih dipantau, 191 PDP 0 proses pengawasan 191 selesai pengawasan

*(Ariyansyah)

Jadi Pertanyaan, Penggunaan Dana Desa / DD, yang Tidak Transparan, oleh Oknum Kades Desa Tanjung Tambak


OGAN ILIR, DS - Bahan Pertanyaan bagi Masyarakat Desa Tanjung Tambak Kecamatan Tanjung Batu Kabupaten ogan ilir, karena Ulah dan Tingkah Oknum Kepala Desa, sebagian Masyarakat,Merasa Kecewa dengan Pemimpin Mereka yaitu Kepala Desa nya, yang seperti nya tidak Jujur dalam Penggunaan dan Pengrealisasian Dana Desa / DD 8% yang menurut Masyarakat tidak Signifikan dan Jauh dengan Jumlah yang diterima dari Nilai Uang Dana Desa yang telah Masuk Ke Desa Tanjung Tambak ini. 


Dari Hasil  Pantauan Kami Team Media dan Berdasarkan Laporan dari Masyarakat setempat, di salah satu Desa Tanjung Tambak  Kecamatan Tanjung Batu Kab. Ogan ilir Sumsel, Kami mendapat Laporan dari Masyarakat, kami beberapa Awak Media, memantau serta mencari Kebenaran ini, dan menurut Kami ini memeng harus patut di Pertanyakan karena dengan Jumlah Dana Desa /DD yang diturunkan Pemerintah sebanyak 8% ini sepertinya terjadi Kejanggalan, karena jumlah 8% dari jumlah dengan nilai kurang lebih 60 sampai 70 juta tersebut, tidak sesuai dengan hanya dilakukan Pembelian / di Belanjakan beberapa Alat-alat  Keperluan Himbauan Covid 19 ini, Alat Pencucian Tangan,  Hasnitaizer, Masker dll, yang memang menurut Pantauan Kami di Lapangan, Jauh dari apa yang diharapkan oleh Masyarakat.


Dalam  Kinerja Kami sebagai Awak Media, menanggapi dan Mengawasi Setiap Kinerja dari seluruh Instansi, dari Tingkat Paling Bawah sampai Tingkat Atas, Team Media membenarkan adanya ketidakstabilan dalam Pengrealisasiannya, HasilTemuan kami di Lapangan dan berdasarkan Laporan dari Masyarakat ini, memang benar Adanya KEJANGGALAN dalam Penggunaan Dana Desa, yang Jauh dan tidak susuai dengan Target, Dana Desa yang Awalnya Turun/Cair 8℅ sebelum memasuki hari Lebaran idil fitri  dengan Nominal atau jumlah yang Cukup Besar, karena di Rinciannya harus dengan menyesesuaikan dari Besarnya Anggaran Dana Desa disuatu Desa tersebut. 


 Dari Wawancara kami pada salah satu Warga, yang tidak ingin disebutkan namanya, dalam paparannya mengatakan,  di Desa Tanjung Tambak ini, Cuma terlihat ada beberapa DRUM untuk Pencuci Tangan di beberapa Titik dan Tempat, adapun Kegiatan nya pun hanya diwaktu hari  Lebaran Kemarin, itupun hanya dengan kegiatan pembagian beberapa Masker dll juga beberapa kegiatan lainnya, yang dilakukan oleh  Oknum Aparat Pemerintahan Desa di waktu Shalat idulfitri. 


Dalam Penegasan nya, Dana Desa ini,menurut Kami sangat jauh dan sangat tidak sesuai dengan Jumlah Uang Dana Desa yang 8℅, yang menurut kami sangat besar jumlah nya, sedangkan Di dalam Pembelian Alat-alat Himbauan Dalam Masa Pandemi Covid 19 ini menurut Kami, masih ada Kelebihan Sisa Uang tersebut dari pembelanjaan dan ini yang Patut di Pertanyakan, dimana Lebih atau Sisa Uang Dana Desa yang 8 % ini, Karena Kepala Desa dan Aparat nya menurut kami, tidak ada keterbukaan dan sangat tertutup dalam Pengololaan atau menggunakan Dana Desa ini, yang Khusus diperuntukkan dan  digunakan Dalam Masa Pandemi, didalam Suatu Desa, jadi Kami sangat berharap dan sangat memohon kepada Team Media untuk Mengusut dan melaporkan setiap Kejanggalan dari Oknum Kepala Desa Tanjung Tambak ini. 


Oknum Kepala Desa, Desa Tanjung Tambak Kecamatan Tanjung Batu Kab. Ogan ilir Sumsel ini yang berinisial BJR,  menurut kami  telah Terindikasi melakukan PENYIMPANGAN dalam Penggunaan Dana Desa yang Jumlahnya 8℅ itu. 


Dengan Dana Desa 8℅ ini, Realisasi dan Belanja Barang/Alat-alat Himbauan untuk Masa Pandemi Covid 19 di Desa Tanjung Tambak ini, sangatlah tidak Sesuai dan Jauh dari Harapan Masyarakat,  karena cuma terdapat dan terlihat beberapa Benda/Alat-alat dibeberapa Titik,, ucapnya. 


Kami mewakili dari Warga masyarakat Desa Tanjung Tambak, sangat Menyayangkan dan sangat merasakan Kekecewaan, atas Tindakan PERILAKU Kepala Desa, dan  Kami merasa sudah di BOHONGI, dan Kami sangat Berharap kepada Team Media, untuk bisa MELAPORKAN dan MENINDAK LANJUTI ataupun bisa MENYAMPAIKAN kepada Aparat Penegak hukum dan Instansi yang mempunyai Wewenang dalam memberikan Sanksi Perilaku dan Tindakan Kepala Desa ini, jika benar Dalam Penyalahgunaan dan Penyimpangan Dana Desa ini. 


Kamipun Siap untuk Memberikan beberapa Bukti / Keterangan lainnya dari apa yang bisa menambah Bukti Tindakan atau Kesalahan Yang dilakukan oleh Oknum Kepala Desa ini.


 Adapun disisi lain, masih ada terdapat Kesalahan - kesalahan lain yang dilakukan oleh Oknum Kepala Desa ini seperti, pada Masa adanya Bantuan dari Pemerintah,  Untuk Pembagian BLT Tahap 1 untuk Warga Masyarakat yang terdampak Masa Pandemi, yang menurut kami, Bantuan BLT dengan Jumlah Penerima nya berkisar 100 orang lebih yang tercatat untuk mendapatkan Uang Bantuan Pemerintah ini, dan itupun ada terdapat Kesalahan karena, Uang BLT ini dibagi untuk Dua Orang, yang seharusnya Uang ini hanya Untuk Satu Orang.


Uang BLT Bantuan dari Pemerintah ini, dibagi menjadi Untuk Dua Orang dengan Alasan yang di sampaikan kepada Masyarakat untuk Pemerataan, dan inipun menurut kami sudah sangat menyalahi dan melanggar Undang - Undang Namun,  didalam Proses  Pembagiannya,  Nama - Nama Penerima Bantuan ini, tidak Tercantum / tidak Terterah dan tidak Jelas dan bisa juga dikatakan FIKTIF, dari Poin inipun memang Patut juga dipertanyakan.



Disisi lain, Oknum Kepala Desa ini, juga melakukan Pengangkatan beberapa Anggota dan Aparat Desa, yang menurut Kami juga Para Anggota Aparat Desa yang diangkat inipun telah terindikasi telah menggunakan IJAZAH PALSU serta penunjukan secara Langsung Aparat Desa,  dan masih ada Kesalahan yang lainnya yang dilakukan oleh oknum Kepala Desa ini.,, Ucapnya. 


Kami  Team Awak Media, siap  Membantu Warga masyarakat, untuk Menyampaikan Kepada Pihak yang lebih berwenang khusus nya Pemerintah dan Tim Penyidik Tipikor, Untuk menindaklanjuti agar segera Turun ke Desa Tanjung Tambak dan melakukan Penyelidikan Terkait adanya Laporan dari Masyarakat Desa Tanjung Tambak ini, terhadap Oknum Kepala ini yang terindikasi telah melakukan beberapa Poin Kesalahan dalam PENYALAHGUNAAN dan PENYIMPANGAN Dalam Penggunaan Dana Desa ini.

Indralaya,  Red

Prihatin Jalan Rusak di Desa Pandan Arang Ulu Tokoh Pemuda Desa Muntar Alam Perba Lakukan Perbaikan


LAHAT, DS - Akses jalan vitalm beberapa Desa terletak di Desa Pandan Arang Ulu Kecamatan Kota Agung yang berlubang dan telah beberapa kali mengakibat kan pengendara kendaraan roda dua sering terbalik bahkan menyebabkan kematian tak kunjung diperbaiki, membuat orang  miris melihat kejadian ini


Sebagai wujud  keprihatinan atas kejadian tersebut Warga Desa Muntar Alam  Lama dikomandoi oleh Melki Desmariyadi Spd mengjajak saudaranya Hengki beserta Perangkat Desa Muntar Alam Lama lainya  melakukan perbaikan jalan yang dinamai penduduk setempat " Tebing Perikan/Ayik "

Mehung 25/7.



Menurut Melki  kepada Media ini " Walaupun kami bukan warga Desa Pandan Arang Ulu atau Desa Lawang Agung, namun karena sudah sangat membahayakan pengguna jalan , sudah sering terjadi kecelaka'an kami kerjakan sendiri secara Swadaya dana sendiri, mohon kepada semua pihak mari sama- sama menjaga dan memperbaiki jalan ini. " Pesan Melki.



Sementara itu Karyani ( 45 tahun) warga Lahat yang sering melintas di jalan ini membenarkan bahwa dia bersama rekannya pernah terbalik motor ketika melintas dan hampir celaka berharap jalan ini bagus kembali seperti sediakala " pungkas Karyani


Laporan NID

Bupati Launcing Penyaluran Program Bantuan Beras PPKM.


LAHAT, DS - Melonjaknya angka korban yang terpapar Virus Corona membuat Pemerintah melakukan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat ( PPKM) untuk memutus mata rantai Virus, berbagai upaya yang dilakukan dimulai dari Penyemprotan disinfektan, pembagian masker, Vaksinasi gratis dan juga pemberian bantuan baik secara tunai maupun pembagian sembako.


Pemerintah Pusat mengucurkan bantuan beras  sebanyak 10 Juta KPM, masing- masing  setiap KPM ( keluarga manfaat) sebanyak  10 Kg, penyaluran beras ini telah sesuai dengan peraturan perundangan



Sebanyak 5109  KPM BST, 1849 KPM PKH  23108 orang, total keseluruhan   23180 Kg, selain itu juga penugasan program BPNT sebanyak 10 kg " ujar Kabulog Lahat Hermin Indra Pohan mengawali sambutannya pada Launcing Penyaluran   Bantuan Beras PPKM 2021 23 Juli 2021.



Selaras dikatakan Bupati Lahat Cik Ujang " bahwa penerima bantuan ini merupakan bantuan dari Pusat karena keadaan sudah semakin genting, yang disalurkan melalui Forum Bulog Lahat. Para penerima bantuan hendaknya mematuhi Prokes,  Gunakan lah sepenuhnya untuk keperluan pribadi jangan dijual " pesan Bupati Insya Allah dari 23108 orang secara simbolis diberikan semua, marilah kita sama- sama memutus mata rantai virus corona.



Pendistribusian ini dihadiri Pj Sekda drs Deswan Irsyad MPdI, Kadinsos Ekman Mulyadi S,Sos. Kadisprindag Fikriansyah SE, MM, Ketua BPBD drs Alia Aliapandi MM, Kadinkes Taufik SKM. MM,  Seketaris Komimfo Ichan Fadli, Camat Lahat Zubhan Awali S,ST. MSi, Kasat Pol PP Fauzan Denin AP. MM beserta undangan lainnya


Laporan NID

Berawal Ditilang, Disabilitas Ini Bekerja di Sat Lantas Muba


Sekayu, DS - Perhatian terhadap disabilitas dilingkungan pemerintahan menjadi isu serius termasuk di tubuh Polisi Republik Indonesia ( Polri).


Seperti yang dilaksanakan oleh Polres Musi Banyuasin (Muba), khsusunya Satuan Lalu Lintas, yang memberdayakan salah satu Disabilitas yang selama ini sulit mencari pekerjaan yang layak.


“Benar kami memperkerjakan salah satu Tuna Rungu (Tuna Wicara ) yang memiliki kemampuan, dan selama ini sulit pekerjaan yang layak,” terangnya Kasat Lantas Polres Muba AKP. Sandi Putra, S.IK, Senin 19 Juli 2021, saat diwawancarai.


Sandi mengatakan, penyandang disabilitas yang akan dipekerjakan bernama Yasa, 50 tahun warga Kampung Ogan, Kelurahan Balai Agung, Kecamatan Sekayu. Inisiatif memberdayakan disabilitas, diceritakannya, berawal dari patroli rutin pada Jumat 16 Juli 2021 disekitar Pasar Talang Jawa, melihat salah satu pengendara motor yang tidak menggunakan helm dan melawan arus. Sehingga langsung diberhentikan, kemudian dilaksanakan pemeriksaan kelengkapan surat kendaraan. “Hasil pemeriksaan, ternyata pengendara tidak bisa berbicara dalam memberikan penjelasan, sehingga diberikan sanksi dengan membawa kendaraan ke kantor Satlantas Polres Muba,” bebernya.



Setelah diajak ke Polres, kata Kasat Lantas, pihaknya tidak memberikan sangsi tilang ataupun penahanan melainkan diberikan sosialisasi tentang cara mengendara yang aman dan sesuai aturan. “Kendaraan beliau kami kembalikan dan kami berikan pengertian serta akan diberikan SIM khusus disabilitas,” terangnya.


Mantan Danki Brimob ini juga mengatakan, setelah Yasa pulang, maka timbul ide untuk merangkulnya untuk bekerja di Satlantas Polres Muba. Ditambah dengan informasi bahwa pekerjaan yang saat ini tidak menentu dan terbilang sulit.


“Setelah beliau pulang saya langsung mencari info tentang kesehariannya, sehingga kami langsung mengambil inisiatif untuk mengajak bergabung dan kemungkinan akan menjadi contoh bagi disabilitas lainnya dalam menggunakan kendaraan,” pungkasnya.


Sementara itu Staf Khusus Bupati Muba, Bidang Pemberdayaan Disabilitas Chandra Wijaya, SH mengatakan sangat mengapresiasi langkah yang diambil dan dilaksanakan oleh Satlantas Polres Muba dengan memberdayakan disabilitas.


“Saya mewakili Teman-teman disabilitas sangat mengapresiasi langkah oleh Kasat Lantas Polres Muba, dan diharapkan menjadi contoh bagi instansi lainnya,” katanya.


Bang Candra mengungkapkan, langkah Satlantas Polres Muba akan menjadi atensi khasus dan disampaikan langsung kepada Bupati Muba sebagai pemangku kebjikan. Sehingga nantinya akan ada disabilitas lainnya bisa diberdayakan.


“Saya akan sampaikan langsung dengan bapak Bupati Muba, sehingga mampu memberdayakan Teman-teman disabilitas lainnya,” tutupnya.


Penulis:

*(Ariyansyah)

Idul Adha 1442 Hijriah, Herman Deru Sebar 100 Ekor Sapi Untuk Masyarakat Sumsel


PALEMBANG, DS - Gubernur Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel), Herman Deru, gencar melakukan berbagai upaya untuk memberikan keprihatinanya kepada masyarakat. Bahkan menjelang Hari Raya Idul Adha 1442 H, dirinya berkesempatan untuk menyerahkan langsung sapi kurban di beberapa Pelosok. Langkah itu sebagai wujud kepedulian kepada masyarakat di momen yang berharga ini.


“Sengaja kita datang ke beberapa tempat ini untuk menyerahkan sapi kurban kepada masyarakat. Ini merupakan langkah kita untuk berbagi di Hari Raya Idul Adha.” kata Herman Deru di sela penyerahan sapi kurban di masjid Agung Palembang, pada hari Senin tanggal 19 Juli 2021.


Dijelaskannya, sedikitnya ada 100 ekor sapi kurban yang disiapkan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumsel untuk dibagikan ke sejumlah wilayah yang memang sebelumnya telah dilakukan pendataan. “Ada 100 ekor sapi yang terkumpul. Sapi kurban tersebut merupakan hasil dari dana yang dikumpulkan para ASN, pegawai BUMD, dan lainnya. Sapi-sapi tersebut kita sebar di wilayah yang kita data yang benar-benar berhak menerimanya.” ungkapnya


Menurut Abang HD, sapaan akrabnya, Idul Adha 1442 H saat ini memang merupakan momen yang tepat untuk berbagi. Apalagi Idul Adha kali ini, masyarakat juga masih harus berjuang melawan Covid-19. yang belum usai. “Saat ini masyarakat butuh perhatian maksimal, sehingga masyarakat dapat merasakan kebersamaan. Upaya ini diharapkan dapat membangkitkan semangat berkurban.” terangnya.



Pelopor Program Satu Desa Satu Rumah Tahfidz itu juga menyarankan, agar sapi kurban tersebut dapat dibagi rata untuk masyarakat yang berhak menerimanya. “Saya menyarankan daging kurban ini dibagikan untuk seluruh masyarakat. Walaupun pembagiannya sedikit, tapi harus merata, sehingga masyarakat dapat merasakannya.” ujarnya.


Diketahui, penyerahan sapi kurban yang dilakukan, berawal dari Masjid Al Amin di kawasan rumah susun Palembang. Di tempat tersebut, Bang HD menyerahkan sapi kurban atas nama dirinya dan keluarga. Tidak hanya itu, sebanyak 800 kepala keluarga di kawasan padat penduduk tersebut, juga diberikan bantuan berupa beras. Bantuan itu akan langsung didistribusikan oleh Dinas Sosial Provinsi Sumsel.


Lalu, Bang HD menuju masjid Muhajidin di kawasan 5 Ulu Palembang. Seekor sapi kurban diberikan dikawasan itu. Kemudian, dirinya memberikan bantuan hewan kurban di kawasan Jalan KH. H. Balqi Kelurahan 16 Ulu, sebelum akhirnya memberikan bantuan sapi kurban di Masjid Agung Palembang.


Disela-sela penyerahan hewan kurban ini, Bang HD juga mengajak masyarakat Sumsel untuk melaksanakan Sholat Idul Adha 1442 H di rumah, mengingat masih dalam situasi Covid-19. “Hari rayanya dirumah yaa. Termasuk melakukan sholat ied, karena tidak mengurangi hikmadnya. Jadi, kita jangan tinggalkan sholat, tapi dirumah saja, sedangkan untuk motong hewan kurban di Rumah Pemotongan Hewan (RPH) atau di tempat yang aman.” tegas Abng HD.



Sementara itu, Ketua Masjid Mujahidin, M Idris, mengucapkan terima kasih atas bantuan sapi kurban untuk masyarakat yang telah diserahkan Gubernur Sumsel. Dia menegaskan, daging sapi kurban tersebut akan dibagi rata untuk masyarakat setempat. “Kepedulian pemimpin seperti pak Gubernur ini, yang kami harapkan. Ini wujud kebersamaan dan mudah-mudahan membawa berkah. Tentunya ini akan dibagikan secara merata untuk masyarakat.” 


Penulis: 

*(Ariyansyah)

Polsek Keluang giat Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Mikro guna menekan penyebaran virus Covid-19


Keluang.-DS - Polsek keluang yang diwakili oleh AKP. Dwi Rio Andrian. SI.K bersama enam Pers Polsek Keluang. "Melaksanakan Giat Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Mikro di Kec.Keluang   guna menekan penyebaran virus Covid-19".


"Kegiatan PPKM mikro ini di laksanakan di wilayah Kec.Keluang pada hari sabtu (17/07/2021) pukul: 09. 30 Wib sd selesai. Tempat pelaksanaan himbauan tentang PPKM dilakukan di depan mapolsek keluang dan sepanjang Jl.Keluang - Mekar Jaya". Ungkap AKP. Dwi Rio Andrian, S.IK".



"Adapun giat yang dilakukan : 

1). Giat binluh dan sosialisasi kepada Pedagang Keliling untuk selalu memakai masker, mencuci tangan dan menjaga jarak serta mengutamakan pola hidup sehat guna memutus mata rantai penyebaran Virus Covid 19. 

2). Memberikan bingkisan, masker dan papan berbicara kepada pedagang keliling yang berjualan di wilayah Kec.Keluang. 

3). Mengajak pedagang Keliling bersama Polri melalui papan bicara

Melakukan himbauan tentang pelaksanaan pola hidup masyarakat yg sehat, disiplin dan produktif serta pemakaian masker tentang PPKM darurat di 

Kec.Keluang. Giat berjalan aman dan kondusif". Pungkasnya.

Penulis,:

**(Ariyansyah).

Ketua Perwosi Sumsel Thia Yufada Kenang Teladan dan Kebaikan Sosok Fien Poerwadi


Sumsel-DS -  Kabar duka kembali menyelimuti Sumatera Selatan, 

Wakil Ketua Umum I/Ketua Harian Ikatan Anggar Seluruh Indonesia Provinsi Sumatera Selatan yang juga mantan Ketua Persatuan Wanita Olahraga Indonesia (Perwosi) Sumsel Syarfina atau yang lebih akrab dipanggil Fien Poerwadi meninggal dunia, Jumat pagi di RS Islam Siti Khodijah Palembang, sekitar pukul 09.00 WIB, dalam usia 79 tahun.


Ucapan bela sungkawa baik di media sosial dan whatsapp pun ramai. Ketua Perwosi Sumsel Thia Yufada Dodi Reza pun turut  merasa sangat kehilangan sosok Fien yang dikenal sangat aktif di dunia olahraga dan memberikan tantangan dan amanah kepada dirinya untuk melanjutkan tongkat estafet menahkodai Perwosi Sumsel. 


"Beliau (Fien Poerwadi, baca) sangat humble. Semoga almarhumah Husnul Khotimah dan keluarga yang ditinggalkan diberi ketabahan," ucap Wanita Inspirasi Sumsel ini ketika dibincangi lewat telepon seluler, Jumat (16/7/2021). 


Thia mengaku, sempat berkirim pesan singkat whatsup dengan Fien Poerwadi pada Kamis (15/7). “Sedih sekali, kemarin saya sempat tanya-tanya keadaan beliau dan direspon langsung via WA olehnya. Ternyata itu menjadi saat terakhir saya berkomunikasi dengannya,” kata Thia.


"Selamat jalan Bu Fien, semoga amal ibadahmu diterima di sisi Allah Swt, dan budi baikmu selalu dikenang dan menjadi inspirasi bagi insan olahraga," tambahnya. 


Istri Bupati Muba Dr Dodi Reza Alex Noerdin ini menceritakan, dirinya seringkali berjumpa dan melakukan komunikasi dengan Fien Poerwadi seputar Perempuan dan Olahraga di Sumsel. 


"Saat itu, beliau menjumpai ibu Eliza Alex Noerdin dan meminta agar Perwosi Sumsel diketuai oleh saya. Banyak masukan dan diskusi yang sering kami lakukan, beliau sosok yang sangat peduli dengan perempuan dan olahraga," tuturnya. 


Fien Poerwadi dikenal sebagai sosok yang aktif di bidang olahraga. Istri dari Poerwadi, mantan Kepala Dinas Pendidikan Sumsel ini tidak hanya aktif di PKK Sumsel namun juga aktif dalam organisasi Persatuan Wanita Olahraga Seluruh Indonesia (Perwosi) Provinsi Sumsel dengan sempat menjadi ketua umum selama dua periode. Lalu, jabatan terakhirnya menjadi penasihat sekaligus pembina Pengurus Provinsi Perwosi Sumsel.


Selain itu, beliau juga kerap diminta untuk mengajar kelompok paduan suara sejumlah perusahaan swasta, BUMN dan BUMD di Sumsel.


Ia menjadi atlet anggar pada era tahun 80-an dan sempat mewakili Sumatera Selatan pada ajang Pekan Olahraga Mahasiswa XI.


Tak terhenti hanya sebagai atlet, kemudian kiprahnya beralih menjadi Pengurus Provinsi Ikasi Sumsel sejak akhir tahun 90-an hingga akhir hanyatnya.


Mertua dari Direktur Utama BPJS Kesehatan Fachmi Idris ini dikenal merupakan sosok yang sangat penyayang, keibuan dan peduli pada kesejahteraan serta masa depan atlet.

Dinas TPHP Muba Turun ke Lapangan Cek Kesehatan Hewan Kurban


MUBA, DS - Dinas Tanaman Pangan, Holtikultura dan Peternakan (TPHP) Muba melakukan inspeksi mendadak (Sidak) disejumlah tempat penjualan hewan kurban. Sidak sendiri bertujuan untuk memastikan kesehatan hewan yang akan menjadi kurban saat Idul Adha.


"Kita sudah lakukan monitoring fan sidak hampir diseluruh tempat penjualan hewan kurban di Muba. Kita lakukan pemeriksaan dan umur hewan apakah sesuai aturan atau syarat sebagai hewan kurban," ujar Kepala Dinas TPHP Muba, Ir Thamrin, didampingi Kabid Kesehatan Hewan (Keswan) Muslimin, Jumat (16/7/2021).



Hasilnya, sambung Thamrin, kesehatan hewan baik itu sapi maupun kambing yang dijual untuk kurban dalam kondisi sehat. Hanya saja, pihaknya menemukan ada beberapa hewan yang belum cukup umur dan telah diminta untuk tidak dijual sebagai hewan kurban.


"Semuanya dalam kondisi sehat, tidak ada yang pilek, cacat atau lainnya. Ada yang belum cukup umur, tapi setelah kita periksa ternyata memang tidak dijual untuk hewan kurban. Sudah kita minta dipisahkan. Kita berterima kasih pada para pedagang hewan kurban yang sudah mentaati aturan dengan baik," jelas dia.


"Kita sangat antisipasi sekali mengenai penyakit hewan ini karena berhubungan erat di kesehatan manusia. Terutama penyakit jembrana yang sangat mematikan. Dahulu kita ada kasus itu, namun setelah ditangani dengan baik, sekarang Muba tidak ada lagi penyakit jembrana pada hewan," sambung dia.




Sementara, salah satu pedagang hewan kurban Wahyu, mengaku pihaknya terus memonitor kesehatan hewan, baik sapi atau kambing yang dijual untuk kurban. Bukan hanya itu, kebersihan kandang dan kualitas makanan juga menjadi konsentrasi pihaknya.


"Semuanya kita lakukan sesuai standar, mulai dari kebersihan kandang, makanan, hingga kesehatan," ungkap *(Ariyansyah)