NEWS

Slider

Secara Rutin Jelang Ramadan, Personil Gabungan Sisir Tempat Tempat yang Melanggar Aturan


LAHAT, Duta Sumsel - Giat raziah dilaksanakan dimulai Hiburan, Penjual Mikol dan Kembang Api dalam rangka  Menyambut Bulan Suci Ramadan, Personil Gabungan yang terdiri dari Pol PP, Kodim 0405 dan Subdenpom melakukan Operasi Cipta Kondisi jelang ramadan dengan menyisir Tempat Hiburan, Warung Penjual Minuman Beralkohol (Mikol), penjual Kembang Api dan penginapan. 



Kepala Dinas Pol PP, Linmas dan Damkar Lahat Fauzan Khoiri Denin kepada wartawan mengatakan, sedikitnya jumlah personil yang diturunkan berjumlah 30 Orang Pol PP, dua (2) orang Kodim dan satu (1) Denpom. 


"Giat dilaksankan mulai pukul 20.00-22.00 Wib, Sabtu malam minggu (10/4). Giat kali ini guna menyambut bulan ramadan," ungkap Fauzan, Minggu (11/4). 


Dilanjutkan Fauzan, adapun sasaran giat diantara lain, Tiga (3) titik Tempat Hiburan, 3 Titik penjual Mikol, 10 Titik penjual kembang api dan dua (2) titik Lokasi penginapan. 


"Kita menghimbau kepada semua pelaku usaha baik itu tempat hiburan, penjual Mikol maupun penginapan dan enjual kembang api untuk mentaati aturan selama bulan ramadan," ungkap Fauzan. 



Masih disampaikan Fauzan, dari hasil operasi gabung personil mendapati 29 Botol Mikol yang dibawa ke kantor Pol PP dan Linmas utnuk diamankan. 


"Ini baru awal, kedepan kita akan rutin melakukan operasi gabungan selama bulan ramadan demi ketertiban dan keamanan di Kabupaten Lahat," 



 Pesan Fauzan Senin Kasat Pol PP Kiranya semua elemen bisa saling menjaga agar suasana dapat kondusif untuk ibadah di bulan ramadhan ini pungkasnya.(Nid)

Ini Tanggapan Dokter Rissa Bila Sekolah Tatap Muka Akan Dimulai di Prabumulih


PRABUMULIH, Duta Sumsel - Keputusan pemerintah yang membuka kembali sekolah pada tahun ini, menjadi sebuah tantangan bagi para pihak pengelola sekolah. Sekolah harus mempersiapkan pembelajaran tatap muka yang aman dan bermakna.


Kebijakan untuk melakukan pembelajaran tatap muka di sekolah atau tidak ini pun sepenuhnya diputuskan oleh pemerintah daerah masing-masing yang ada di Indonesia.


dr. Murwani Emasrissa Latifah, dokter muda yang bekerja di RSUD Prabumulih pun memberikan pendapat mengenai rencana transisi pembelajaran tatap muka yang mulai akan diterapkan tahun ini.



Menurut dokter yang akrab disapa Rissa ini, pelaksanaan belajar tatap muka ini harus mematuhi berbagai protokol kesehatan yang ketat termasuk 3M yakni wajib memakai masker, mencuci tangan pakai sabun, dan menjaga jarak.


"Menteri Pendidikan dan Kebudayaan memang sudah memperbolehkan untuk pembelajaran tatap muka di sekolah, tapi dengan catatan pihak Dinas Pendidikan sendiri harus lebih dulu memiliki keyakinan seluruh sekolah telah mewajibkan untuk menerapkan protokol kesehatan secara ketat," ujar Dokter Rissa dibincangi awak media belum lama ini.


Dokter milenial yang pernah berpengalaman di International Society Prenatal Diagnostics (ISPD) National University, Singapore ini juga menuturkan, bahwa tidak ada paksaan bagi para orangtua siswa yang tidak menghendaki anaknya untuk ikut pembelajaran tatap muka, khususnya bagi para wali murid sekolah yang ada di Prabumulih.


Sehingga, lanjut Rissa, keputusan tetap dikembalikan lagi kepada para orang tua murid masing-masing.


"Tidak ada paksaan. Bagi orang tua yang tidak mau anaknya ikut pembelajaran tatap muka di sekolah tidak ada masalah. Tapi bagi orangtua yang mau anaknya pembelajaran tatap muka di sekolah dipersilahkan juga, dan dikembalikan lagi kepada para orang tuanya," terangnya.


Yang terpenting dalam pembelajaran tatap muka di sekolah ini, lanjut dia, ketersediaan sarana sanitasi dan kebersihan yang layak di sekolah, serta fasilitas layanan kesehatan yang ketat, dan pemetaan risiko perjalanan pulang-pergi, termasuk akses transportasi yang aman untuk siswa maupun guru dapat terpenuhi.


"Jadi jangan sampai orang tua murid sudah yakin melepaskan anaknya di sekolah tapi dari pihak Dinas Pendidikan ataupun Dinas Kesehatan sendiri tidak memfasilitasi hal tersebut sesuai anjuran 3 M (memakai masker, mencuci tangan pakai sabun, dan menjaga jarak)," tutupnya. (SMSI Prabumulih)

UPTD Puskesmas Suka Merindu Juara II Lomba Balita Sehat Tingkat Kabupaten.


LAHAT, Suka Merindu Aria, DutaSumsel - Dinas Kesehatan Kabupaten Lahat Sumatara Selatan menggelar Lomba Balita Sehat (LBS) untuk UPTD Puskesmas se Kabupaten Lahat. Lomba rutin setiap tahun ini, berlangsung di Hotel Grend Zuri Lahat Jum'at (09/04/2021) Kegiatan yang diikuti perwakilan dari tiap Kecamatan ini dibuka Oleh Wakil Bupati Lahat H Hariyanto.


Wabub Hariyanto mengapresiasi positif kegiatan ini, karena dapat mengetahui tumbuh kembang anak yang sehat dan kreatif. Melihat anak anak yang mengikuti lomba, menunjukkan perkembangan anak di Kabupaten Lahat cukup bagus.


“Kegiatan ini Bagus sekali. Yang diharapkan ibu-ibu aktif membawa anaknya ke Posyandu. Untuk memotivasi tumbuh kembang anak, lomba ini agenda rutin setiap tahun,” kata Wabub Hariyanto. 



Sementara Plt Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Lahat Taufiq Maryansa Putra SKM MM Melalui Salah satu Kepala UPTD Puskesmas Kecamatan Suka Merindu Zamhari, SKM. menyebutkan, dalam Lomba Balita Sehat Sejatra (LBS) tingkat Kabupaten ini ada beberapa kriteria penilaian. Di antaranya, Peserta merupakan anak ke 1 (satu)  atau ke 2 (Dua), Usia Balita kriteria 1 (6-23 bulan), Kriteria 2 usia (24-59 bulan),  Peserta harus punya buku KUA & KMS,  Akte kelahiran, KK,  Kartu KB,  Pas Poto Clos Up dan pertumbuhan gizi yang baik."terangnya.


“Lomba ini merupakan bentuk apresiasi dan dapat memotivasi orang tua terhadap pertumbuhan anak secara optimal,” kata Zamhari hal ini Terbukti dari Peserta dari UPTD Puskesmas kecamatan Suka Merindu jadi pemenang Juara II Kriteria umur (24-59 bulan) Lomba Balita sejahtera tingkat kabupaten Lahat :


Nama Balita: Rania Almaira


Nama ibu: Rety Armeilia


Umur anak 27 Bulan


Anak ke-1

Alamat: Desa Kapitan.



Lanjut Zamari Kepala UPTD Puskesmas Suka Merindu Total Peserta Balita Sehat ada 33 Puskesmas dan masing-masing mengirimkan 2 peserta untuk dua kategori." katanya pada media ini saat di hubungi melalui Wattsapp pribadinya. (Ndi).

Bupati Lahat Hadiri Upacara Penutupan Dikmata TNI AD Gel II TA 2020.


LAHAT, Duta Sumsel - Pangdam II Sriwijaya MAYJEN TNI AGUS SUHARDI memimpin langsung Upacara Penutupan Pendidikan Pertama Tamtama (Dikmata) 

TNI AD Gelombang II  TA Tahun 2020, Sabtu 9/4 bertempat di Lapangan Secata Rindam II/Swj Puntang – Lahat. Upacara berlangsung khidmat dan tertib, Letkol Aswin bertindak selaku Komandan  upacara.


Pangdam II Sriwijaya pada arahannya mengatakan  " Bahwa, prosesi pelantikan tersebut sekaligus merupakan simbol perubahan status dari masyarakat sipil menjadi prajurit, sehingga membawa konsekuensi logis terhadap sikap dan perilaku sebagai prajurit TNI AD. Perubahan status ini harus dibarengi dengan perubahan sikap mental, mindset dan perilaku sebagaimana keharusan seorang prajurit TNI AD.


“Kalian telah terikat dan diikat oleh aturan disiplin militer. Hidup dan kehidupan kalian juga telah diatur oleh berbagai norma dan aturan yang berlaku di lingkungan TNI AD, seperti Sapta Marga, Sumpah Prajurit dan 8 Wajib TNI” ujar  Pangdam.



Beliau juga berpesan "  bahwa Prajurit  selalu mencintai dan dicintai rakyat, hindari sikap dan perilaku yang dapat merugikan diri sendiri, merusak citra satuan dan menyakiti hati. Pangdam juga mengucapkan terima kasih dan penghargaan yang tulus kepada Danrindam II/Swj beserta Staf,  Gumil, Pembina dan Pelatih, atas kesungguhan dan dedikasinya dalam menyelenggarakan Dikmata PK TNI AD Gelombang ke II tahun 2020.


Penutupan Dikmata PK ini dihadiri Kol Inf Willy Brodus Asops, Kol Inf Priyanto W, Asintel, Brigjen TNI Puji Cahyono Kapoksahli, Brigjen TNI Hendra Heri Irdam , Dan Up, Irup,  Dandim 0405 Kadis Perizinan satu pintu, Inspektur Inspektorat, Ka Bapeda, Kadis Perkim, Ka Bapenda, Ka BPKD, Kadishub.Kasat Pol PP dan Damkar 


Laporan Kerbay Mulak

Bupati Lahat Lantik Pejabat Eselon II dan Pejabat Adminisator


LAHAT, Duta Sumsel- Pelantikan Pejabat Eselon II dan pejabat Admidnisator  merupakan  tindak lanjut kompetensi pratama yang dilakukan beberapa waktu lalu disetujui NKSN dan sesuai dengan undang- undang di Kabupaten Lahat,  serta  penyegaran diruang lingkup Pemkab Lahat. 



Hendaknya yang dilantik bekerja dengan serius, nantinya kami akan mengevaluasi kinerja saudara. Loyalitas saudara secara totalitas, guna mewujudkan Lahat bercahaya. Tak lupa Bupati mengucapkan selamat kepada pejabat yang baru dilantik" ujar Bupati Lahat usai melantik Pejabat Eselon II dan Pejabat Adminisator  .



Bertempat di Pendopoan Rumah Dinas Bupati Lahat pada Jumat 9 April 2021, adapun nama- nama ASN yang dilantik 



Ir Ny Zuairiyah Aini jabatan Kabag Umum sekretariat daerah kabupaten Lahat


Vivi Anggraini S.STP MSI jabatan sekretaris Dinas PM dan PTSP Kab Lahat


Very Arisandy ST MM jabatan Sekretaris Badan perencanaan pembangunan daerah kabupaten Lahat


Yulita SE jabatan Inspektur pembantu wilayah 4 inspektorat kabupaten Lahat


Muhammad Anshori DM SE MSi jabatan Kabid retribusi daerah dan pendapatan asli daerah lainnya badan pendapatan daerah kabupaten Lahat.


Asrol Fansori ST MM jabatan Kabag perencanaan dan keuangan sekretariat daerah kabupaten Lahat .


M.Gufran D SE MM 6 jabatan sekretaris badan pengelolaan keuangan dan Aset daerah kabupaten Lahat .


 Heri Nurdi SE jabatan Kabid pengendalian dan pelaksanaan Dinas PM dan PTSP Kab Lahat.


Ramsi SIP. MM Kadis Ketahanan Pangan

Sapran Seketariat DPRD  

Sri Muliati SH. MM  Kadis Pariwisata

Heri Alkafi AP  Kadis Koperasi

Ekman Mulyadi  S, Sos Kadis Dinsos 

Yahya Edwar Kadis Penanaman Modal satu Pintu 

Darul Efendi DPMD

Eti Listina SP. MM  Kadis Pertanian


Laporan Donie

Taufiq Juru Bicara Covid- 19 Kabupaten Lahat Tidak Berhenti Himbau Masyarakat Ikuti Aturan Prokes.


LAHAT, Duta Sumsel - Walaupun Pemerintah daerah telah melakukan penyuntikan vaksinasi di Kabupaten Lahat guna untuk memutus mata rantai penyebaran virus corona, namun pemerintah daerah tidak dapat menghentikan penyebaranya yang kian hari turun dan naik .


Seperti dari hasil Update COVID-19

tanggal 9 April 2021 Kabupaten Lahat

 tercatat Suspek ( ODP+PDP )

berjumlah  702 orang ,Proses 1  orang 

untuk kontak  erat  berjumlah 3122 orang

dalam Proses 88 orang, probable

berjumlah 24 orang


Sedangkan untuk masyarakat Kabupaten Lahat yang terkonfirmasi positif Corona 

berjumlah  677 orang, Meninggal  40 orang

Sembuh 609 orang dan dalam Proses 28 orang saat ini.


Untuk itu Taufiq juru bicara covid 19 Kabupaten Lahat sekaligus Sebagai Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Lahat mengatakan 9/4 kita akan terus berusaha dan berkerja keras dalam memutus mata rantai penyebaran virus Corona yang saat sekarang sedang melanda di Kabupaten Lahat, untuk itu kepada seluruh lapisan masyarakat harus tetap waspada dan ikuti aturan Prokes agar kesehatan kita dapat terjaga virus Corona dapat kita putus penyebaranya himbau Taufiq .(Doni)

Wabup Buka Lomba Balita Sejahtera


LAHAT, Duta Sumsel - Pembukaan Lomba Balita Sejahtera Sekabupaten Lahat yang diikuti seluruh Balita  di 24 Kecamatan Kabupaten Lahat untuk menunjang tumbuh kembang pada Anak Usia Dini ( PAUD) serta  menuju Indonesia Maju dan Sejahtera pada juma'at 9 April 2021 ditempat Hotel Grand Zuri Lahat 


Lomba ini bertujuan untuk Meningkatkan kesejahteraan pada Balita agar dapat meningkatkan Mental maupun Fisik pada Balita untuk menuju Indonesia maju



Sementara Wabup Sekaligus Membuka lomba balita sejahtera "Mengatakan" Lomba ini agar dapat Meningkatkan serta mengurangi Angka kematian pada anak usia Dini dan dapat mensejaterahkan Serta menjaga anak usia dini agar Dapat tumbuh kembang dengan Baik. 


Pemenang Lomba Kategori umur 10 s/d 23 bulan.



Elfina jeli umur 11 bln Kecamatan Tanjung tebat, juara harapan 1 umur 18 bln  Merapi barat, juara harapan 3 elenia sadu Pukesmas Kikim Timur,  harapan 2 ana dwi Kecamatan Tanjung aur Kikim Tengah, juara pertama kalisa tandu Pukesmas Selawi. 


Pemenang Lomba Kategori umur 24 bln.


Juara 3 Aura azia Pukesmas Selawi

Harapan 2 Zona audwi Pukesmas Kota Agung

Harapan 1 dapin hasan alfatar Pukesmas Jarai

Harapan 3 Alifa dwin pukesmas Bandar Jaya

Juara 2 Rania almaira Pukesmas Suka Merindu

Juara 1 Attika amoza p

Pukesmas Merapi Timur


Perlombaan Balita Sejahtera ini  dihadiri oleh Ketua TP-PPK,  Wabup, Seluruh Kepala Pukesmas, Sat Pol PP dan Damkar, Serta unsur undangan lainnya.


Laporan NID

Lurah Lahat Tengah Mengapresiasikan Kinerja Polres Terhadap Penangkapan 10 Orang Bandar dan Kurir Narkoba


LAHAT, Duta Sumsel - Terkait pengebrakan dan pengangkapan Bandar dan pengedar Narkoba oleh Tim Polres Lahat baru- baru ini yang telah meresahkan masyarakat khusus di Kelurahan Lahat Tengah 

7 RT dan  2 RW dan sekitarnya, Menjadi tamparan bagi kita semua. Narkoba adalah momok menakutkan yang merusak generasi penerus  Bangsa


Apalagi saat ini Kapolri menginstruksikan untuk membasmi Narkoba  hingga ke akar- akarnya, terkait terkangkapnya 10 orang tersebut Hasbulah SP selaku Lurah Lahat Tengah kepada Awak Media 9/4 berharap dengan adanya kasus ini beliau mengapresiasikan kinerja Polres Lahat beserta jajarannya  dalam keseriusannya membasmi Narkotika di Kabupaten Lahat 


Menurut Lurah  semoga tidak ada lagi di Kelurahan Lahat Tengah terjadi hal ini, beliau berpesan  memasuki bulan Suci Ramadhan ditengah Wabah Pandemi Virus Corona untuk menjaga ketertiban lingkungan dengan tidak menghidupkan percon,  bila ada hal memcurigakan segera lapor pada Ketua RT setempat, Salat Tarawih diperbolehkan 50% jama'ah saja tentu saja tetap mematuhi prokes." tandas Hasbulah.  


Laporan NID

Pandangan Elan Setiawan salah Satu Aktivis dan Seorang Orator Terkait Aksi Massa Yang Dilakukan LSM..


LAHAT, Duta Sumsel - Melalui YouTube  Bardi Channel saat melakukan wawancara secara langsung ke Elan Setiawan mengapa setiap ada temuan ataupun kesalahan di pemerintah Daerah LSM selalu melakukan Aksi Demo untuk menguak dugaan kesalahan maupun permainan licik yang dilakukan oleh pemerintah daerah dan jajarannya.


Subardi saat kerkomunikasi untuk diklarifikasi mengatakan mengapa LSM harus aksi apakah tidak ada jalan lain selain melakukan aksi demo dengan mengerahkan massa agar setiap permasalahan dapat terselesaikan dengan aman dan damai.


Dengan adanya wawancara langsung melalui You Tube oleh Bardi Channel Elan Setiawan menjawab 9/4 secara singkat, padat, jelas dan tetap mengutamakan kesederhanaan sebagai pengiat sosial sekaligus sebagai aktivis kami melakukan aksi tentunya dimana ada api pasti ada asap untuk itu setiap LSM lakukan aksi pasti ada dugaan permasalahan yang patut untuk perbaiki demi kepentingan rakyat dan pembangunan daerah . 



Elan juga menambahkan semestinya  Pemerintah Daerah dapat bersinergi  dengan LSM, soalnya LSM Juga sebagai kontrol sosial bagi pemerintah daerah untuk itu apapun bentuknya LSM merupakan mitra kerja dari pemerintah ujarnya.(Idham)

Warga Keluhkan Pelayanan Bidan desa Poskesdes Ulak Kerbau Baru


Ogan ilir. Duta Sumsel -  Warga Desa Ulak Kerbau Baru, Kecamatan Tanjung Raja, Kabupaten Ogan Ilir mengeluhkan pelayanan dan sikap Bidan Desa (Sn) yang tidak manusiawi karna menolak memberi pertolongan terhadap pasien dengan alasan yang tidak masuk akal.


Hal ini mencuat ketika salah seorang warga desa mengalami sakit tiba-tiba. Warga bernama HR itu mendadak sakit dan tidak bisa bicara akibat demam tinggi. Mengingat fasilitas kesehatan di Desa tersebut hanya ada bidan desa, maka warga dan keluarga pasien berinisiatif memanggil bidan desa tersebut untuk sekedar memberikan pertolongan pertama.

Namun sangat disayangkan, harapan pertolongan pertama dari bidan desa terhadap pasien justru sosok yang di anggap " Dewa Penyelamat" menolak memberikan bantuan medis dengan alasan tidak ada yang menjaga rumah dan suami belum pulang.

"Bidan SN tak mau diajak ke rumah pasien dengan alasan sang Suami belum pulang dan tidak berani meninggalkan anaknya di rumah. Kami sangat kecewa karna salah satu sosok yang kami angap dapat memberikan pertolongan menolak memberikan bantuan medis" ujar salah satu keluarga pasien kepada media Duta Sumsel.

Hal senada juga disampaikan oleh pasien HR. Kepada Duta Sumsel ia menceritakan kekecewaannya terhadap bidan SN. Saat itu kata HR ia mendadak mengalami sakit parah sampai tidak sadarkan diri.

"Malam itu, saya mendadak mengalami sakit parah sampai-sampai tidak sadarkan diri hingga berbicara saja saya tidak bisa. Entah sakit apa saat itu saya juga tidak tahu. Mengingat di dusun ini hanya ada fasilitas kesehatan Poskesdes yang ditangani Bidan Desa, keluarga langsung berusaha menjemputnya untuk sekedar memberi pertolongan pertama. Tapi sayangnya bidan desa tersebut tidak mau memberi pertolongan dengan alasan yang tidak masuk akal" ujarnya.

Sebelumnya kata dia, warga sudah memberi tahu kalau bidan tersebut tidak mau diajak ke rumah pasien. Hanya saja mengingat kondisi saya yang mulai agak parah, keluarga mencoba memanggil bidan SN.

"Ternyata omongan warga disini yang menyebut bidan desa susah untuk dimintai pertolongan ke rumah pasien bukan isu belaka melainkan fakta yang sebenarnya karna buktinya sudah saya alami sendiri" ujar HR

Begitu HR meminta Pemerintah atau instansi terkait untuk memberi tindakan kepada tenaga kesehatan yang lalai terhadap tugas dan pengabdiannya terhadap masyarakat dan pasien. 


Ditempat terpisah, Bidan SN saat ditemui membenarkan tidak mau datang ke rumah pasien dengan alasan saat itu sudah larut malam dan sang suami belum pulang ke rumah. Belum lagi anak-anak dan rumah yang harus ditinggalkan.

"Benar saya dijemput keluarga pasien ke rumah untuk memberikan pertolongan. Namun karena waktu sudah larut malam saya tidak ikut. Kebetulan malam itu Suami saya juga belum pulang  ditambah anak-anak yang masih kecil dan tidak mungkin ditinggal di rumah"ujarnya.

Dikatakan, mengingat situasi yang tidak memungkinkan ia hanya bisa menyarakan terhadap keluarga untuk segera membawa pasien ke rumah sakit saja. Begitu sebagai bagian dari tugas dan tanggung jawab ia juga turut memberi obat penahan rasa sakit jika pasien jadi dilarikan ke rumah sakit.

"Informasi yang disampaikan pihak keluarga, kondisi pasien tidak bisa lagi diajak bicara. Kondisi ini sebenarnya harus ditangani oleh rumah sakit. Begitu sebenarnya malam itu langsung kita sarankan agar segera dibawa ke rumah sakit dan memberikan obat penahan sakit sementara jika pasien harus dilarikan ke rumah sakit" ujarnya.


Disinggung soal melanggar kode etik Bidan karna telah menolak pasien, Bidan SN mengaku bahwa selama bekerja sebagai bidan desa sudah sangat maksimal. Hingga saat ini tercatat kata dia sudah kurang  20 tahun di Desa Ulak Kerbau baru mengabdi sebagai bidan desa dan tidak ada masalah.

"Saya sudah Lebih kurang 20 tahun menjadi bidan desa ini. kalau saya tidak benar ngurusin warga yang sakit, ibu yang melahirkan dan pertolongan pada bayi, mungkin saya tidak sampai 20 tahun lebih menjabat  bidan desa ulak kerbau baru." Ini paparnya.


Pengamat Sosial Sumsel Hariono, S.Pd yang dikonfirmasi mengaku sangat menyesalkan tindakan bidan Desa yang menolak pasien. Menurutnya, menolak memberikan pertolongan terhadap warga itu merupakan pelanggaran dan telah mencederai kode etik.

"Apapun itu dan dalam situasi apapun tenaga medis baik bidan desa wajib memberikan pertolongan pertama kepada pasien. Apalagi pasien dengan bidan bertempat di satu desa yang sama. Pertolongan pertama menurut saya wajib diberikan sekiranya pasien pun harus dirujuk ke rumah sakit. Bisa jadi dengan sentuhan bidan tersebut, pasien bisa lebih baik karna sugesti tidak bisa dihindarkan dari ranah kesehatan" pungkasnya. *Rusli