NEWS

Slider

Arleo Gusman, S.STP Jabat Lurah Pasar Lama Lahat


LAHAT, DS - Setelah berakhirnya jabatan Effendy selaku Lurah Pasar Lama Lahat karena pensiun beberapa waktu lalu dan dijabat sementara Nurul Hidayah SE, berdasarkan SK Bupati Lahat Cik Ujang 

Arleo Gusman, S.STP jabat Lurah Pasar Lama.


Bertempat di Kantor Kelurahan Pasar Lama Lahat  dihadiri Staff Kelurahan Pasar Lama Lahat, 9 Februari 2021 prosesi penyerahahan mandat dari  Pj Lurah Lama ke Lurah Baru berlangsung khidmat dan tertib, Nurul Hidayah SE merasa bersyukur selama menjabat PJ Lurah telah di laksanakan dengan baik tanpa hambatan dan kendala.



Sementara itu Arleo Gusman, S.STP selaku Lurah akan siap melaksanakan tugasnya, bersinergi dengan Kelurahan Pasar Lama, terutama menggalakan Jumat bersih sehingga tercapainya Program Bupati menuju Lahat Bercahaya.



Diakhir pesannya Leo ( demikian panggilan akrab Lurah) untuk mengedepankan pelayanan masyarakat yang harus diprioritaskan " tandasnya


( Laporan Kerbay Mulak)

Mengusut Aroma Korupsi di Proyek Perluasan Kota Lahat


LAHAT, DS - Rencana perluasan kawasan Kota Lahat ke arah Kecamatan Lahat yang meliputi  Desa Padang Lengkuas, Desa Ulak Lebar, Desa Manggul, Desa Karang Endah dan Desa Lubuk Kepayang belakangan mulai menuai sorotan warga. Fokus pemerintah Kabupaten yang getol mewujudkan wacana perluasan kawasan Pusat Pemerintahan tampak dikebut dengan beberapa proyek sarana prasarana penunjang seperti Proyek pembangunan jembatan dan akses jalan baru.


Wacana perluasan kawasan perkotaan beraroma korupsi mulai kental terasa ketika sebahagian lahan  pertanian warga untuk kepentingan jalan mulai dikuasai oleh oknum Pejabat Pemerintah Kabupaten Lahat. Bahkan, tak sedikit dari oknum Pejabat terjun sebagai Calo atau broker tanah untuk meraup keuntungan dari proses ganti rugi lahan kedepannya.


"Belakangan ini adalah Oknum pejabat yang mulai mencari lahan untuk di beli di areal sini. Bahkan sebahagiannya sudah ada kata sepakat tinggal pembayarannya saja. Mungkin nantinya untuk modal jika proyek perluasan kota berjalan, lahannya terdampak pembangunan jalan kemungkinan berharap ganti rugi. Biasalah, itu permainan orang-orang yang punya modal. Beda dengan kita warga biasa yang tak punya apa-apa ini" ujar Shadad (53) warga sekitar saat dibincangi duta sumsel.


Diketahui, guna memuluskan wacana perluasan kawasan perkotaan atau Pusat Pemerintahan, Pemkab Lahat telah banyak menggelontorkan anggaran. Termasuk alokasi dana yang bersumber dari Pemerintah Provinsi dalam proyek pembangunan Jembatan Lematang II sepanjang 120 M yang menghubungkan Kecamatan Lahat Desa Padang Lengkuas, Desa Ulak Lebar, Desa Manggul, Desa Karang Endah dan Desa Lubuk Kepayang. Progres pengerjaan bertahap terus berjalan kendati diduga melanggar aturan dengan melaksanakan pekerjaan saat Pemeliharaan sudah habis.


Peruntukan jembatan ini nantinya akan menjadi sarana yang sangat vital  sebagai penunjang Wacana Perluasan Kota Lahat dan Pusat Perkantoran Pemerintah Daerah dengan akses jalan Utama melewati jembatan Lematang II .


Sayangnya, wacana Perluasan Kota Lahat dan Pusat Perkantoran diawal sudah tercium aroma bau busuk korupsi,. Sebagaimana diketahui, lahan untuk perluasan kota ini merupakan Lahan Pertanian dan Perkebunan murni milik masyarakat Desa Padang Lengkuas, Desa Ulak Lebar, Desa Manggul, Desa Karang Endah dan Desa Lubuk Kepayang. Ketika titik kordinalnya terhitung mulai dari Kecamatan Kota Lahat  maka wajib bagi Pemerintah melakukan ganti rugi lahan milik masyarakat yang terkena dampak dari Wacana Perluasan Kota Lahat.


Bukannya menjadi jembatan anatara Pemerintah dan Masyarakat, oknum Pejabat Pemkab Lahat justru  berlomba dan berburu tanah di wilayah Perluasan Kota Lahat untuk dimiliki secara pribadi dengan cara membeli tanah kepada masyarakat pemilik Lahan. Disamping, adanya intruksi Bupati Lahat kepada kepala wilayah di areal Perluasan Kota Lahat untuk bernegosiasi kepada masyarakat agar dapat mengikhlaskan lahan mereka seluas panjang maupun lebar 20 M untuk di hibahkan dipastikan berpotensi konflik internal warga.


hasil Investigasi awak media Duta Sumsel di lapangan, para pemilik lahan yang terkena dampak Wacana Perluasan Kota mengaku tidak terima jika warga dipaksa untuk menghibahkan lahannya demi kepentingan pembangunan. Alasannya sederhana saja. Jika proses pembangunan dapat berjalan dengan baik, hendaknya Pemerintah jangan sampai mengsampingkan aspek sosial. 


"Jujur saja, kami tidak terima jika lahan yang sedikit ini harus dihibahkan ke Pemerintah untuk kepentingan pembangunan jalan baru tanpa ada ganti rugi. Yang pasti kami menolak secara keras jika itu kelak akan terjadi" ujar Darman (51) saat dikonfirmasi Duta Sumsel siang tadi, Selasa (09/02/2021). 


Hal senada juga diungkapkan oleh Tarmizi (51) warga Desa Padang Lengkuas. Pia baruh baya yang lahannya terkena dampak Perluasan Kota Lahat mengaku tidak mau jika lahannya dihibahkan dengan sukarela ketika oknum pejabat Pemkab Lahat berlomba membeli lahan di kawasan rencana perluasan perkotaan. " Silakan kalau Pemerintah Daerah akan melakukan peningkatan pembangunan tapi tolong jangan sengsarakan masyarakat lahat di wilayah kecamatan Kota yang dijadikan untuk perluasan kota. ini lahan perkebunan dan pertanian murni milik masyarakat" pungkasnya.(Idham/Novita)

Telan Anggaran Miliaran,Pekerjaan Jalan TA 2020 Sudah Rusak Parah

 


Diduga Kurang Pengawasan dan Terkesan Kejar Tayang



MUBA, DS -Kabupaten Musi Banyuasin (Kab. Muba) Provinsi Sumatera ( Prov. Sumsel ) yang di komandoi Bapak Bupati Dodi Reza Alex Noerdin, di tahun 2020 gencar-gencarnya dalam pembangunan infrastruktur di berbagai bidang, terutama dalam pembagunan jalan yang menelan dana Milyaran Rupiah, hal ini dapat dilihat hapir setiap Kecamatan dalam wilayah Kabupaten Muba terdapat pembagunan jalan, ini sebuah komitmen Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin serius dalam Membangun.


Namum sangat disayang kan, banyak bangunan-bangunan jalan yang di kerjakan memasuki akhir tahun terlihat banyak yang sudah rusak, proyek pembanguna yang dikerjakan terkesan kejar tayang.


Dilapangan dari pantauan awak media di beberapa Kecamatan dalam kabupaten muba, seperti di Kecamatan Plakat Tinggi jalan penghubung Desa Sidorayu-Bukit indah, pembangun jalan di kecamatan Lalan Kab. Muba yang saat ini sudah seperi kubangan kerbau apalagi dimusim hujan.


Seperti yang disampaikan Seorang Tokoh Masyarakat ( Tomas ) Muallimin, S.Sos Bahwa proyek pembangunan yang dilakukan tidaklah dikerjakan sesuai acuan.


“Proyek pembangunan jalan di kecamatan pelakat tinggi dengan nilai kontrak sebesar 3.942.824.000,- Rupiah, bagunan tersebut diduga tidak sesuai dengan perencanaan pembangunan yang selayaknya mengacu kepada standar pembangnan jalan dan jembatan, hal ini dapat dilihat bagunan tersebut bergelombang dan dibangun tidak beraturan, lebih miris lagi jalan tersebut sudah ada yang retak.


“Proyek pembangunan jalan di kecamatan Jirak Jaya Kab. Muba , dilihat dengan kasat mata juga sudah banyak yang rusak”, ujarnya.


Lanjutnya, “Setiap kegiatan dan proyek pemerintah seharusnya disusun berdasarkan kebutuhan masyarakat, selain itu juga harus mempertimbangkan output dan out come (dampak) nya terhadap kehidupan masyarakat, utamanya terhadap peningkatan pendapatan masyarakat. Oleh karena itu, penyusunan program dan kegiatan wajib melibatkan partisipasi masyarakat, baik dalam proses perencanaan maupun pelaksanaan. Masyarakat harus menjadi pelaku utama pembangunan. Kenyataanya, akses masyarakat sangat terbatas, terutama menyangkut proses penganggaran. Di era digitalisasi sekarang, seharusnya masyarakat setiap saat dapat mengakses dan mengawasi penggunaan anggaran daerah”, tutupnya


saat di konfirmasi awak media terkait permasalahan di Tiga kecamatan yang mendapat pembangunan insfrastruktur jalan di tahun anggaran 2019-2020 sudah mengalami kerusakan dan di duga kurang nya pengawasan dari pihak yang bersangkutan,


melalui Via WhatsApp A. Padli selaku kabid pembangunan dan jembatan menyampaikan,Pemeliharaan jalan di kecamatan jirak sudah dilakukan mulai tanggal 4 februari 2021,


terusnya Pemeliharaan jalan lalan juga sedang dilaksanakan dalam minggu ini....untuk.lebih.jelasnya biso konfirmasi dengan ppk keg yg bersangkutan, Kerusakan jalan di plakat tinggi (tanjung kaputran) hari ini mulai di survey oleh tim teknis pu pr


tambahnya untuk jalan penghubung antara desa Sido rahayu-Bukit indah kecamatan pelakat tinggi Masih dlm masa pemeliharaan selama 6 bulan.


Team

Putus Penyebaran Virus Corona Polres Lahat Bagi Masker Ke Masyarakat


LAHAT, DS - Dukung tugas pemerintah daerah dalam memutus mata rantai penyebaran virus Coron. Polres Lahat selain intruksikan masyarakat Kabupaten Lahat untuk ikuti arahan Protokol Kesehatan Dengan mencuci tangan pakai air mengalir, menjaga jarak, menghindari kerumunan, memakai masker dan menghindari melakukan perjalanan luar daerah (5M)


Selain itu juga Polres Lahat dibawah Komando AKBP Ahmad Gusti Hartono Sik berusaha keras dalam menekan penularan serta menurunkan angka positif Covid 19 dan memutuskan mata rantai dalam penyebaran di Kabupaten Lahat, oleh jajaran Polres Lahat terus berlanjut.


Program pemutusan mata rantai dalam penyebaran Covid 19 ini, merupakan tindak lanjut program Kapolri melalui Kapolda Sumsel untuk selama 10 hari kedepan, bertujuan untuk menekan penyebaran Covid 19.


Selain itu, orang nomor satu Pemimpin wilayah hukum Polres Lahat menargetkan dan berusaha semaksimal mungkin untuk merubah Zona yang awalnya Orange untuk menjadi Zona Kuning bahkan Hijau.


Kegiatan tersebut, terus berlanjut terbukti pada Senin (08/02/2021) kemarin, sekitar pukul 09.00 WIB, Polres Lahat kembali melaksanakan pembagian masker kepada warga masyarakat Kabupaten Lahat, agar mengingatkan masyarakat untuk lebih disiplin dalam pemakaian masker.


Pembagian masker ini, dilakukan ditiga titik yakni, Terminal Bayangan Kikim, Simpang Apotik Melati, dan Pasar PTM Kelurahan Pasar Lama, Kecamatan Lahat, Kabupaten Lahat yang dilaksanakan oleh personil Polres Lahat dipimpin masing masing Perwira pengendali.


Dilaksanakannya giat itu, bertujuan untuk memutus virus menular atau penyebaran covid 19, serta mengajak untuk meningkatkan kesadaran warga masyarakat akan patuh protokol kesehatan (Prokes).


Kapolres Lahat AKBP Achmad Gusti Hartono SIK didampingi Kasubag Humas Polres Lahat IPTU Hidayat, disampaika PAUR Humas Polres Lahat AIPTU Liespono SH mengatakan, bahwasannya giat seperti ini akan terus berlanjut selama 10 hari kedepan secara rutin.


Intinya, program yang ada sambung Liespono, merupakan program Kapolri yang dilaksanakan seluruh jajaran Kepolisian Republik Indonesia (RI), yang bertujuan untuk menekan serta menurunkan angka penyebaran Covid 19.


"Yang jelas, pembagian masker seperti ini akan dilakukan secara rutin setiap harinya selama 10 kedepan. Hari ini ditiga titik lokasi yang berbeda. Masker yang di bagikan dalam setiapnya berjumlah 150 lembar masker diberikan kepada masyarakat kabupaten Lahat yang tidak memakai masker. Kita juga memberikan himbauan agar masyarakat Lahat dapat mematuhi Prokes agar dapat membantu dan terhindar dari penyebaran Covid 19 atau kloster baru," ajaknya. (Idham/Novita)

Jalan Aspal Belakang Tribun MTQ Retak dan belah Perlu Perbaikan


LAHAT, DS - Peningkatan maupun pembangunan jalan aspal yang dilakukan oleh pemerintah Kabupaten melalui Dinas PU Bina Marga dan Tata Ruang yang saat sekarang mengarah ke pelosok desa memang diakui sangat mendukung untuk peningkatan perekonomian dan kelancaran roda pembangunan di Bumi Seganti Setungguan .


Namun pemerintah daerah melalui Dinas PU Bina Marga dan Tata Ruang  juga perlu memperhatikan kondisi jalan aspal milik Kabupaten yang kondisinya sudah layak untuk dilakukan perbaikan.


Seperti jalan aspal yang ada di wilayah jalan Bhayangkara Kelurahan Bandar Jaya Kecamatan Lahat Kita tepatnya jalan aspal di belakang Tribun MTQ 

yang mana kondisinya selain sudah retak dan terbelah selebar 30 Cm yang terlihat di jelas di sudut jalan arah Kantor kodim 0405 Lahat.


Retak dan terbelahnya jalan aspal belakang Tribun MTQ ini diakui Saripudin mantan Ketua PWI Lahat yang mengatakan (8/2) jalan aspal retak dan terbelah selebar 30 Cm ini sudah lama dan belum ada perbaikan sampai sekarang.


Kalau tidak salah ingat saat pembangunan jalan aspal di wilayah jalan Bayangkara Kelurahan Bandar Jaya Kecamatan Lahat Kota sekira tahun 2015-2016 Lima tahun sudah jalan ini dibangun namun dikarenakan masa pemeliaraanya sudah habis maka jalan aspal berlokasi dibelakang Tribun MTQ dibiarkan rusak tanpa ada perbaikan hingga saat ini .


Saipudin menambahkan peningkatan dan pembangunan jalan sampai ke pelosok Desa memang trobosan terbaik guna untuk peningkatan perekonomian desa, namun perlu juga jalan yang ada di dalam kota yang ada kerusakan dapat diperbaiki apa lagi jalan aspal di belakang Tribun soalnya setiap ada kegiatan besar pemerintah Kabupaten Lahat selalu melaksanakan di lokasi Lapangan MTQ  Katanya.(Idham/Novita)

Jalin Keakraban Dan Tingkatkan Kreativitas, PPBI Prabumulih Gelar Jemur Bonsai.



PRABUMULIH,


DS-- Mata penggunjung yang akan makan dan minum di RM Lombok Ijo yang berada di Jalan Jendral Sudirman Kelurahan Muara Dua Prabumulih Timur, Kota Prabumulih dimanjakan dengan sejumlah tanaman Bonsai.



Puluhan Bonsai cantik nan menawan dari berbagai jenis tanaman dan berbagai tampilan nampak berjejer dalam acara jemur bonsai yang di gelar oleh Persatuan Penggemar Bonsai Indonesia (PPBI) Kota Prabumulih yang di gelar selama dua hari, yakni, tanggal 06-07 Februari 2021.



Jemur Bonsai sendiri menurut Edi Arab selaku Ketua Pelaksana kegiatan merupakan kegiatan rutin dari PPBI sebagai ajang silaturahmi dan menambah wawasan Pebonsai dalam meningkatkan kreativitas.


" Ini kali kedua jemur bonsai, setelah pada Desember dilakukan di Batu Kuning dan nanti pada akhir bulan Maret akan di laksanakan di desa Jungai dan di fasilitasi oleh rekan Iskandar  berbarengan dengan turnamen Futsal yang akan digelar Di desa Jungai," terang Edi ketika di bincangi awak media disela acara Jemur Bonsai.


Edi pun berharap melalui kegiatan terjadwal seperti itu dapat menjadikan PPBI sebagai organisasi yang bisa memberikan wadah bagi pecinta Bonsai sehingga dari hanya sekedar hobi dapat berdampak ekonomi baik bagi diri sendiri maupun pedagang Pot,pupuk dan lainnya yang terhubung.


"Kita berharap melalui organisasi ini, teman-teman dapat menjadikan hobi menjadi kegiatan ekonomi sehingga bisa berdampak positif juga terhadap beberapa sektor yang berhubungan dengan Bonsai," lanjut Edi.


Sementara itu Ketua HIPMI Kota Prabumulih, Gusti Randa ketika dibincangi mengenai Bonsai hobi yang mahal menyatakan keberatannya.


" Kalau dikatakan Bonsai mahal, saya tidak sependapat. Karena Bonsai ini adalah seni, nah yang mahal itu seni itu sendiri. Kalau untuk mahal itu relatif. Bonsai itu seni, dimana untuk bisa merefleksikan suatu tanaman, dan untuk menjadi miniatur pohon besar menjadi Bonsai yang cantik tentu membutuhkan kemapuan berkreasi dan juga waktu proses yang tidak sebentar ,'" ujarnya menjelaskan.


Hal itu pun di benarkan oleh Erwadi selaku penikmat Bonsai, meski tidak mahir dalam membuat bonsai namun mantan anggota DPRD Prabumulih ini sangat mensupport kegiatan positif bernilai seni seperti Bonsai.


" Tidak semua orang bisabuat Bonsai, membentuk tanaman biasa menjadi mini atur pohon seperti ini, semoga saja kedepan akan bisa menjadi salah satu sektor yang bisa menjadi pendongkrak ekonomi kita Prabumulih melalui pengrajin pot, pedagang pupuk dan lainnya," ujar Erwadi.


Pantauan dilapangan kegiatan jemur bonsai dilakukan dengan penerapan protokol kesehatan dan di isi dengan sharing sesama pecinta Bonsai serta silaturahmi keakraban dibawa komando Ketua Pelaksana Edi Arab.





Warga Muba Kini Bisa Salat Berjamaah di Musala Tri Satya


Sekda Muba Resmikan Musala Tri Satya di Markas Pramuka Muba


SEKAYU, DS.COM- Setelah hampir satu tahun usai diletakan batu permata pembangunan Musala Tri Satya di depan Kantor Kwartir Cabang Gerakan Pramuka Kabupaten Musi Banyuasin rampung dibangun. Selain pengurus, pegiat pramuka, warga pun bisa memanfaatkan untuk shalat.

Mushollah hasil swadaya berbagai pihak ini diresmikan oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Muba Drs H Apriyadi MSi yang juga duduk sebagai Ketua Kwarcab Gerakan Pramuka Kabupaten Muba. Peresmian ditandai dengan penandatanganan prasasti dan pemotongan pita oleh Kepala Kadisdagprin Muba Azizah SSos mewakili Mabicab Gerakan Pramuka Kabupaten Muba, Jumat (5/2/2021).

"Alhamdulillah lebih kurang satu tahun musala yang kita idamkan, bisa kita gunakan bersama oleh kakak adik Pramuka, maupun masyarakat di lingkungan Kwarcab atau masyarakat yang melintas mereka bisa mampir dan beribadah di musala kita ini," ujarnya.

Ketua Kwarcab Muba mengucapkan terimakasih kepada Bupati Muba Dr H Dodi Reza Alex selaku Majelis Pembimbing Ranting yang memberikan suport cukup baik dalam menyelesaikan musala tersebut

"Kepada semua pihak yang turut berpartisipasi baik material maupun materi atas nama pribadi dan atas nama Kwarcab saya mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya. InshaAllah musala ini akan bermanfaat bagi kwarcab dan bagi masyarakat yang ada dilingkungan sekitar," ucap Apriyadi.

Senada Sekretaris Kwarcab Muba sekaligus Ketua Panitia Pelaksana H Qotrudin SE MSi, melaporkan pembangunan musala yang dijalankan hampir satu tahun itu bersumber dari berbagai pihak secara sukarela, diantaranya BAZNAS, ConocoPhillips, Pemkab Muba, dan masyarakat baik berupa uang tunai dan material.

"Mudah-mudahan ini dapat membawa kita mencetak pemuda lebih baik menjadi penerus kita. Musala ini belum 100% selesai, kami masih perlu partisipasi bapak ibu untuk melengkapi fasilitasnya, semoga ini menjadi amal jariyah kita semua," pungkasnya.

Turut hadir Kepala Dinas Sosial Muba H M Nasuhi, Kadispopar Muba M Fariz SSTP MM, Kabag Kesra Setda Muba H Opi Pahlopi, dan Sekretaris Satpo PP Muba Marko Susanto dan Camat Sekayu M Taisir Gunawan SSos MM.(hsril)

Meliana AMd.Keb Jabat Kapus Bandar Jaya


LAHAT,DS - Seorang Aparatur Sipil Negara harus siap ditempatkan dimana saja demi mengemban Amanah, tugas Negara demi kemanusian dengan dedikasi tinggi. Bertempat di Ruang Rapat Dinkes Lahat, 5/2 Pj Sekda drs Deswan Irsyad MPdi melantik ASN Tenaga Kesehatan diwakili Asisten 1 Rudi Thamrin SH, MM. Dengan tetap memakai Protokol Kesehatan.


Diantaranya Meliana Amd.Keb semula ditempatkan menjabat KUPT Puskesmas Merapi II menggantikan dr Sumirah menjabat KUPT Puskesmas Bandar Jaya Lahat karena melanjutkan Sekolah Spesialis. Sementara jabatan KUPT Puskesmas Merapi II diemban Burnawi Amd- Kep semula menduduki Kasubag TU Puskesmas Merapi II, sedangkan Kasubag dijabat Yeni Suryana Am.Kep


Prosesi Pelantikan dan pengucapan sumpah jabatan berlangsung tertib dan lancar, Asisten 1 berharap kepada yang dilantik untuk bisa menjalankan tugasnya sebagai Garda terdepan di Puskesmas nya masing- masing dalam menghadapi wabah Virus Corona. 


Sementara itu Meliana Amd- Keb dengan dilantik dan dikukuhkan sebagai Kapus Bandar Jaya mengaku siap mengemban tugas, sesuai dengan Visi dan Misi Bupati Lahat Cik Ujang menuju Lahat Sejahtera dan bercahaya.


Laporan Kerbay Mulak

Sampah Berserakan Di Bahu Jalan Kecamatan Mulak Ulu, Kepala Wilayah Terkesan Tak ada Tindakan.




LAHAT, DS-- Sepanjang jalan Desa dalam  wilayah Kecamatan Mulak Ulu  terlihat berserakan sampah di bahu jalan yang mengganggu pemandangan bagi pengguna jalan.




Tumpukan sampah baik dalam karung maupun kantung plastik yang terkesan  dibiarkan berserakan tanpa ada tindakan baik berupa teguran maupun pembersihan bisa dilihat mulai dari Desa Datar Balam, Lesung Batu, Air Puar, Desa Pajar Bulan dan Desa Mengkenang.



Menurut salah satu warga Mulak Ulu yang tidak mau disebutkan namanya ketika dibincangi Awak Media di Desa Lesung Batu, hal tersebut merupakan akibat dari kurangnya kesadaran oknum masyarakat dalam membuang sampah rumah tangga dan sampah lainnya.



" Saya pernah  melihat salah satu warga yang membawa karung plastik berisikan sampah untuk tidak membuang dipinggir jalan, ketika saya ingatkan malahan saya dimarahi, katanya bukan urusanmu ini jalan umum kenapa kau yang sibuk " terang WN.


Lebih lanjut WN mengatakan jika sejak saat itu dirinya tidak pernah menegur warga setempat yang membuang sampah di pinggir jalan raya, meskipun dirinya merasa prihatin dengan kumuhnya jalan desa di Kecamatan Mulak Ulu 



" Miris kalau melihat kondisi sekarang apalagi saat ini kandang ayam warga kian merajalela, sehingga semakin banyak lalat beterbangan," tambah WN kesal.


Pantauan dilapangan ketika awak media meninjau lokasi yang disebutkan memang nampak sampah banyak berserakan disepanjang bahu jalan bahkan menimbulkan bau busuk menyengat menusuk hidung  diseputaran jalan tersebut.



Sementara itu Camat Mulak Ulu Elsye Hartuti S, STP. MM ketika di hubungi Via telpon menyampaikan jika dalam waktu dekat akan mengerahkan warga untuk bergotong royong membersihkan sampah di sepanjang jalan tersebut


"Kami harap semua  warga  di wilayah Mulai Ulu tidak lagi membuang sampah sembarangan, meskipun memang di wilayah Mulak Ulu belum ada TPS ( tempat pembuangan Sampah), namun saat ini pihak Kecamatan dan Desa sedang mengusahakan lahan, " pungkasnya.


Laporan Kerbay Mulak

Pekerja PT. MEDCO E&P Abaikan Keselamatan Kerja


PALI, DS - Safety induction training mungkin bukan merupakan hal baru bagi para pekerja karena pada prinsipnya dimanapun bekerja itu harus aman. Maka dikenal kemudian dengan istilah SHE (Safety and health environment). Atau dalam istilah bahasa Indonesia sering disebut K3 (Keselamatan dan kesehatan kerja). 


Sebagian besar perusahaan bahkan mempunyai bagian khusus yang menangani masalah SHE ini. Mereka yang bekerja dibidang tersebut harus memiliki sertifikat keahlian K3 (keselamatan dan kesehatan kerja). Safety (keamanan) dalam bekerja itu adalah yang utama. 


Di era masa kini, standar manajemen tentang kesehatan dan keselamatan kerja diatur dalam ISO 45001. Ini merupakan standar manajemen internasional. Dengan kata lain, perusahaan yang menerapkan ISO 45001 dipandang sudah menerapkan manajemen K3 yang baik. 


Apa tujuan penerapan ISO 45001? Tujuannya adalah untuk membantu organisasi dalam memperbaiki kinerja K3, pencegahan kecelakaan kerja dan meningkatkan kesehatan karyawan. Standar ini bisa diterapkan pada semua organisasi tanpa memperhatikan ukuran, jenis, dan sifat pekerjaannya.


Namun sangat di sayangkan yang terjadi di salah satu perusahaan besar yang bergerak di bidang minyak dan gas bumi, Yaitu Beberapa Pekerja PT.Medco E&P telah mengabaikan keselamatan kerja.ungkap H.M selaku tokoh masyarakat kabupaten PALI.


Terungkap di dalam video saat beberapa awak media meliput kejadian saat pekerja sedang membersihkan Limba minyak yang berceceran di areal jalan dan perkebunan masyarakat, pembersihan limba minyak terkait bocornya pipa minyak PT. Medco E&P di areal Desa Suka Damai di jalur line pipa jalan talang Akar Sukamaju, Kecamatan Talang Ubi Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir Provinsi Sumatera Selatan.


" Di dalam video tersebut beberapa pekerja PT.Medco E&P sedang membersikan limbah minyak yang bocornya pipa akibat Ilegal Taping, namun di dalam video tersebut beberapa pekerja tidak menggunakan peralatan keselamatan kerja, seperti tidak menggunakan Helem keselamatan, kacamata,bahkan ada yang tidak menggunakan baju hanya memakai baju kaos, serta tidak menggunakan masker,"imbuhnya.


Apa memang ini peraturan Standar Operasional Prosedur (SOP) dari PT

Medco E&P, apa ini kelalaian dalam pengawasan, padahal kita tau peraturan keselamatan kerja sangat penting bagi pekerja, kami berharap kepada SKK Migas Selaku induk dari Perusahaan Tambang untuk menegur atau memberikan sangsi kepada perusahaan PT.Medco E&P agar kiranya semua pekerjanya baik kariawannya,non kariawan ataupun yang 

sub kontrak di perusahaan PT.Medco E&P dapat bekerja sesuai SOP nya dan sesuai peraturan yang telah di tentukan tentang keselamatan kerja, tutunya.