NEWS

Slider

Jalin Keakraban Dan Tingkatkan Kreativitas, PPBI Prabumulih Gelar Jemur Bonsai.



PRABUMULIH,


DS-- Mata penggunjung yang akan makan dan minum di RM Lombok Ijo yang berada di Jalan Jendral Sudirman Kelurahan Muara Dua Prabumulih Timur, Kota Prabumulih dimanjakan dengan sejumlah tanaman Bonsai.



Puluhan Bonsai cantik nan menawan dari berbagai jenis tanaman dan berbagai tampilan nampak berjejer dalam acara jemur bonsai yang di gelar oleh Persatuan Penggemar Bonsai Indonesia (PPBI) Kota Prabumulih yang di gelar selama dua hari, yakni, tanggal 06-07 Februari 2021.



Jemur Bonsai sendiri menurut Edi Arab selaku Ketua Pelaksana kegiatan merupakan kegiatan rutin dari PPBI sebagai ajang silaturahmi dan menambah wawasan Pebonsai dalam meningkatkan kreativitas.


" Ini kali kedua jemur bonsai, setelah pada Desember dilakukan di Batu Kuning dan nanti pada akhir bulan Maret akan di laksanakan di desa Jungai dan di fasilitasi oleh rekan Iskandar  berbarengan dengan turnamen Futsal yang akan digelar Di desa Jungai," terang Edi ketika di bincangi awak media disela acara Jemur Bonsai.


Edi pun berharap melalui kegiatan terjadwal seperti itu dapat menjadikan PPBI sebagai organisasi yang bisa memberikan wadah bagi pecinta Bonsai sehingga dari hanya sekedar hobi dapat berdampak ekonomi baik bagi diri sendiri maupun pedagang Pot,pupuk dan lainnya yang terhubung.


"Kita berharap melalui organisasi ini, teman-teman dapat menjadikan hobi menjadi kegiatan ekonomi sehingga bisa berdampak positif juga terhadap beberapa sektor yang berhubungan dengan Bonsai," lanjut Edi.


Sementara itu Ketua HIPMI Kota Prabumulih, Gusti Randa ketika dibincangi mengenai Bonsai hobi yang mahal menyatakan keberatannya.


" Kalau dikatakan Bonsai mahal, saya tidak sependapat. Karena Bonsai ini adalah seni, nah yang mahal itu seni itu sendiri. Kalau untuk mahal itu relatif. Bonsai itu seni, dimana untuk bisa merefleksikan suatu tanaman, dan untuk menjadi miniatur pohon besar menjadi Bonsai yang cantik tentu membutuhkan kemapuan berkreasi dan juga waktu proses yang tidak sebentar ,'" ujarnya menjelaskan.


Hal itu pun di benarkan oleh Erwadi selaku penikmat Bonsai, meski tidak mahir dalam membuat bonsai namun mantan anggota DPRD Prabumulih ini sangat mensupport kegiatan positif bernilai seni seperti Bonsai.


" Tidak semua orang bisabuat Bonsai, membentuk tanaman biasa menjadi mini atur pohon seperti ini, semoga saja kedepan akan bisa menjadi salah satu sektor yang bisa menjadi pendongkrak ekonomi kita Prabumulih melalui pengrajin pot, pedagang pupuk dan lainnya," ujar Erwadi.


Pantauan dilapangan kegiatan jemur bonsai dilakukan dengan penerapan protokol kesehatan dan di isi dengan sharing sesama pecinta Bonsai serta silaturahmi keakraban dibawa komando Ketua Pelaksana Edi Arab.





Warga Muba Kini Bisa Salat Berjamaah di Musala Tri Satya


Sekda Muba Resmikan Musala Tri Satya di Markas Pramuka Muba


SEKAYU, DS.COM- Setelah hampir satu tahun usai diletakan batu permata pembangunan Musala Tri Satya di depan Kantor Kwartir Cabang Gerakan Pramuka Kabupaten Musi Banyuasin rampung dibangun. Selain pengurus, pegiat pramuka, warga pun bisa memanfaatkan untuk shalat.

Mushollah hasil swadaya berbagai pihak ini diresmikan oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Muba Drs H Apriyadi MSi yang juga duduk sebagai Ketua Kwarcab Gerakan Pramuka Kabupaten Muba. Peresmian ditandai dengan penandatanganan prasasti dan pemotongan pita oleh Kepala Kadisdagprin Muba Azizah SSos mewakili Mabicab Gerakan Pramuka Kabupaten Muba, Jumat (5/2/2021).

"Alhamdulillah lebih kurang satu tahun musala yang kita idamkan, bisa kita gunakan bersama oleh kakak adik Pramuka, maupun masyarakat di lingkungan Kwarcab atau masyarakat yang melintas mereka bisa mampir dan beribadah di musala kita ini," ujarnya.

Ketua Kwarcab Muba mengucapkan terimakasih kepada Bupati Muba Dr H Dodi Reza Alex selaku Majelis Pembimbing Ranting yang memberikan suport cukup baik dalam menyelesaikan musala tersebut

"Kepada semua pihak yang turut berpartisipasi baik material maupun materi atas nama pribadi dan atas nama Kwarcab saya mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya. InshaAllah musala ini akan bermanfaat bagi kwarcab dan bagi masyarakat yang ada dilingkungan sekitar," ucap Apriyadi.

Senada Sekretaris Kwarcab Muba sekaligus Ketua Panitia Pelaksana H Qotrudin SE MSi, melaporkan pembangunan musala yang dijalankan hampir satu tahun itu bersumber dari berbagai pihak secara sukarela, diantaranya BAZNAS, ConocoPhillips, Pemkab Muba, dan masyarakat baik berupa uang tunai dan material.

"Mudah-mudahan ini dapat membawa kita mencetak pemuda lebih baik menjadi penerus kita. Musala ini belum 100% selesai, kami masih perlu partisipasi bapak ibu untuk melengkapi fasilitasnya, semoga ini menjadi amal jariyah kita semua," pungkasnya.

Turut hadir Kepala Dinas Sosial Muba H M Nasuhi, Kadispopar Muba M Fariz SSTP MM, Kabag Kesra Setda Muba H Opi Pahlopi, dan Sekretaris Satpo PP Muba Marko Susanto dan Camat Sekayu M Taisir Gunawan SSos MM.(hsril)

Meliana AMd.Keb Jabat Kapus Bandar Jaya


LAHAT,DS - Seorang Aparatur Sipil Negara harus siap ditempatkan dimana saja demi mengemban Amanah, tugas Negara demi kemanusian dengan dedikasi tinggi. Bertempat di Ruang Rapat Dinkes Lahat, 5/2 Pj Sekda drs Deswan Irsyad MPdi melantik ASN Tenaga Kesehatan diwakili Asisten 1 Rudi Thamrin SH, MM. Dengan tetap memakai Protokol Kesehatan.


Diantaranya Meliana Amd.Keb semula ditempatkan menjabat KUPT Puskesmas Merapi II menggantikan dr Sumirah menjabat KUPT Puskesmas Bandar Jaya Lahat karena melanjutkan Sekolah Spesialis. Sementara jabatan KUPT Puskesmas Merapi II diemban Burnawi Amd- Kep semula menduduki Kasubag TU Puskesmas Merapi II, sedangkan Kasubag dijabat Yeni Suryana Am.Kep


Prosesi Pelantikan dan pengucapan sumpah jabatan berlangsung tertib dan lancar, Asisten 1 berharap kepada yang dilantik untuk bisa menjalankan tugasnya sebagai Garda terdepan di Puskesmas nya masing- masing dalam menghadapi wabah Virus Corona. 


Sementara itu Meliana Amd- Keb dengan dilantik dan dikukuhkan sebagai Kapus Bandar Jaya mengaku siap mengemban tugas, sesuai dengan Visi dan Misi Bupati Lahat Cik Ujang menuju Lahat Sejahtera dan bercahaya.


Laporan Kerbay Mulak

Sampah Berserakan Di Bahu Jalan Kecamatan Mulak Ulu, Kepala Wilayah Terkesan Tak ada Tindakan.




LAHAT, DS-- Sepanjang jalan Desa dalam  wilayah Kecamatan Mulak Ulu  terlihat berserakan sampah di bahu jalan yang mengganggu pemandangan bagi pengguna jalan.




Tumpukan sampah baik dalam karung maupun kantung plastik yang terkesan  dibiarkan berserakan tanpa ada tindakan baik berupa teguran maupun pembersihan bisa dilihat mulai dari Desa Datar Balam, Lesung Batu, Air Puar, Desa Pajar Bulan dan Desa Mengkenang.



Menurut salah satu warga Mulak Ulu yang tidak mau disebutkan namanya ketika dibincangi Awak Media di Desa Lesung Batu, hal tersebut merupakan akibat dari kurangnya kesadaran oknum masyarakat dalam membuang sampah rumah tangga dan sampah lainnya.



" Saya pernah  melihat salah satu warga yang membawa karung plastik berisikan sampah untuk tidak membuang dipinggir jalan, ketika saya ingatkan malahan saya dimarahi, katanya bukan urusanmu ini jalan umum kenapa kau yang sibuk " terang WN.


Lebih lanjut WN mengatakan jika sejak saat itu dirinya tidak pernah menegur warga setempat yang membuang sampah di pinggir jalan raya, meskipun dirinya merasa prihatin dengan kumuhnya jalan desa di Kecamatan Mulak Ulu 



" Miris kalau melihat kondisi sekarang apalagi saat ini kandang ayam warga kian merajalela, sehingga semakin banyak lalat beterbangan," tambah WN kesal.


Pantauan dilapangan ketika awak media meninjau lokasi yang disebutkan memang nampak sampah banyak berserakan disepanjang bahu jalan bahkan menimbulkan bau busuk menyengat menusuk hidung  diseputaran jalan tersebut.



Sementara itu Camat Mulak Ulu Elsye Hartuti S, STP. MM ketika di hubungi Via telpon menyampaikan jika dalam waktu dekat akan mengerahkan warga untuk bergotong royong membersihkan sampah di sepanjang jalan tersebut


"Kami harap semua  warga  di wilayah Mulai Ulu tidak lagi membuang sampah sembarangan, meskipun memang di wilayah Mulak Ulu belum ada TPS ( tempat pembuangan Sampah), namun saat ini pihak Kecamatan dan Desa sedang mengusahakan lahan, " pungkasnya.


Laporan Kerbay Mulak

Pekerja PT. MEDCO E&P Abaikan Keselamatan Kerja


PALI, DS - Safety induction training mungkin bukan merupakan hal baru bagi para pekerja karena pada prinsipnya dimanapun bekerja itu harus aman. Maka dikenal kemudian dengan istilah SHE (Safety and health environment). Atau dalam istilah bahasa Indonesia sering disebut K3 (Keselamatan dan kesehatan kerja). 


Sebagian besar perusahaan bahkan mempunyai bagian khusus yang menangani masalah SHE ini. Mereka yang bekerja dibidang tersebut harus memiliki sertifikat keahlian K3 (keselamatan dan kesehatan kerja). Safety (keamanan) dalam bekerja itu adalah yang utama. 


Di era masa kini, standar manajemen tentang kesehatan dan keselamatan kerja diatur dalam ISO 45001. Ini merupakan standar manajemen internasional. Dengan kata lain, perusahaan yang menerapkan ISO 45001 dipandang sudah menerapkan manajemen K3 yang baik. 


Apa tujuan penerapan ISO 45001? Tujuannya adalah untuk membantu organisasi dalam memperbaiki kinerja K3, pencegahan kecelakaan kerja dan meningkatkan kesehatan karyawan. Standar ini bisa diterapkan pada semua organisasi tanpa memperhatikan ukuran, jenis, dan sifat pekerjaannya.


Namun sangat di sayangkan yang terjadi di salah satu perusahaan besar yang bergerak di bidang minyak dan gas bumi, Yaitu Beberapa Pekerja PT.Medco E&P telah mengabaikan keselamatan kerja.ungkap H.M selaku tokoh masyarakat kabupaten PALI.


Terungkap di dalam video saat beberapa awak media meliput kejadian saat pekerja sedang membersihkan Limba minyak yang berceceran di areal jalan dan perkebunan masyarakat, pembersihan limba minyak terkait bocornya pipa minyak PT. Medco E&P di areal Desa Suka Damai di jalur line pipa jalan talang Akar Sukamaju, Kecamatan Talang Ubi Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir Provinsi Sumatera Selatan.


" Di dalam video tersebut beberapa pekerja PT.Medco E&P sedang membersikan limbah minyak yang bocornya pipa akibat Ilegal Taping, namun di dalam video tersebut beberapa pekerja tidak menggunakan peralatan keselamatan kerja, seperti tidak menggunakan Helem keselamatan, kacamata,bahkan ada yang tidak menggunakan baju hanya memakai baju kaos, serta tidak menggunakan masker,"imbuhnya.


Apa memang ini peraturan Standar Operasional Prosedur (SOP) dari PT

Medco E&P, apa ini kelalaian dalam pengawasan, padahal kita tau peraturan keselamatan kerja sangat penting bagi pekerja, kami berharap kepada SKK Migas Selaku induk dari Perusahaan Tambang untuk menegur atau memberikan sangsi kepada perusahaan PT.Medco E&P agar kiranya semua pekerjanya baik kariawannya,non kariawan ataupun yang 

sub kontrak di perusahaan PT.Medco E&P dapat bekerja sesuai SOP nya dan sesuai peraturan yang telah di tentukan tentang keselamatan kerja, tutunya.

Pemkab Muba Dorong Kemandirian BLUD


SEKAYU,DS.COM - Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin melalui Bagian Perekonomian Sekretariat Daerah Kabupaten Muba menggelar pembinaan kepada Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sekayu, Bayung Lencir, dan RSUD Sungai Lilin yang telah melakukan tata kelola Badan Layanan Umum Daerah (BLUD), di Ruang Rapat Randik Setda Muba, Kamis (4/2/2021).


Kepala Bagian Perekonomian Setda Muba, Aswin mengatakan pembinaan  dilakukan sebagai upaya mendorong kemandirian BLUD dalam pengelolaan keuangan, sehingga kedepannya diharapkan tidak lagi membebani APBD.

"Sebelumnya kita juga sudah melakukan pembinaan terhadap BUMD. Saat ini dalam proses menuju layanan BLUD ada 28 puskesmas dalam Kabupaten Muba," tutur Aswin.

Sementara Bupati Musi Banyuasin Dr H Dodi Reza Alex Noerdin melalui Sekretaris Daerah Kabupaten Muba Drs H Apriyadi MSi yang membuka kegiatan tersebut mengapresiasi pembinaan ini untuk meningkatkan kualitas SDM yang ada di BLUD yang  humanis dan profesional.

"Tujuan kita adalah untuk memberikan hak otonomi kepada RSUD, dengan mencari sumber pendapatan sendiri tapi tetap mengedepankan layanan kepada masyarakat. Dengan memberikan kepercayaan penuh kepada BLUD untuk menjalankan roda otonom ini juga agar mempermudah proses administrasi," ujarnya.


Untuk itu Sekda Muba menghimbau supaya RSUD berinovasi untuk meningkatkan pendapatan dan meningkatkan layanan.


"Fungsi kami pemerintah sebagai pembina memastikan bahwa apa yang kalian lakukan itu ada pada tracknya, makanya kami membentuk tim, untuk mengevaluasi dan supervisi, karena tidak semua yang di RSUD mengerti soal keuangan," tandas Sekda.

Kegiatan ini turut dihadiri Kepala Dinas Kesehatan Muba dr Azmi Dariusmansyah MARS, Direktur RSUD Sekayu, Bayung Lencir dan RSUD Sungai Lilin, serta peserta pembinaan dari unsur BLUD dari tiga RSUD tersebut.(hsril)

Dinas Pendidikan Kabupaten Lahat Intruksikan Sekolah Tatap Muka Secara Bertahab


# Bagi Sekolah yang Wilayahnya Tidak Terlalu Terkena Dampak Covid -19#



LAHATA, DS - Dari 200 lebih Sekolah Dasar     (SD) dan lebih 70 Sekolah Menengah      

Pertama (SMP) yang tersebar di  17 Kelurahan dan 365 Desa yang ada di Kabupaten Lahat secara bertahab bagi Kelurahan maupun Desa yang tidak terlalu terkena dampak covid - 19 dapat melaksanakan Sekolah tatap muka.


Terutama bagi Siswa -- siswi kelas Vl     untuk tingkat Sekolah Dasar dan siswa -- siswi kelas III untuk tingkat Sekolah  Menengah Pertama, namun sekolah tatap muka yang dilaksanakan secara bertahab ini tidak terlepas dari mengikuti aturan Protokol kesehatan 3 M.


H Suherdin Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Lahat didampingi Kasubag Perencanaan, Keuangan dan BMD Disdikbud Lahat, Hasperi Susanto SPd MM ketika di sambangi awak media diruang kerjanya (4/2) mengatakan dinas pendidikan Kabupaten Lahat telah melayangkan surat kepada seluruh Sekolah baik di tingkat SD  juga  SMP yang ada di Kabupaten Lahat untuk melaksanakan sekolah tatap muka bagi sekolah yang wilayahnya tidak terlalu terkena dampak penyebaran virus Corona seperti wilayah Kecamatan Tanjung Sakti, Kecamatan Mulak Sebingkai.


Namun sekolah tatap muka yang dilaksanakan secara bertahab ini tidak seluruh sekolah dapat melaksanakanya mengingat wilayahnya terkena dampak covid untuk itu dinas pendidikan tidak memaksakan sekolah tersebut untuk aktif .


H.Suherdin menambahkan kita sangat prihatin terhadap anak didik kita yang sedang melaksanakan tugas belajar,sebab hampir satu tahun semenjak Pandemi covid melanda kabupaten Lahat siswa maupun siswi belum melaksanakan sekolah tatap muka seperti dahulu dan bagi siswa hanya mengenal para guru juga pelajaran hanya melalui via daring dan ini sangat terlihat tidak maksimal Disamping itu juga berbahaya bagi lensa mata siswa bisa rusak akibat melaksanakan tugas belajar dan diajar melalui Hp.


Untuk itu akan menghadapi ujian bagi sekolah yang tidak terlalu terkena dampak virus Corona kita intruksikan dapat melaksanakan sekolah tatap muka secara bertahab dimulai dari siswa sekolah dasar kelas Vl dan  sekolah menengah pertama kelas Ill pungkasnya.(Idham/novita)

Prioritas Pengendalian Penduduk, DRA Kickoff Gertak Pelayanan KB


DRA Naikkan Honor PPKBD dan Sub PPKBD Sebagai Reward


SEKAYU,DS.COM - Sukses  program Keluarga Berencana KB dan Kependudukan menjadi salah satu prioritas program Pemkab Muba di bawah pimpinan Bupati Muba Dr H Dodi Reza Alex Noerdin.

Bertempat di Gedung Sorga Desa, Desa Lumpatan II Kecamatan Sekayu, Rabu (3/2/2021) digelar Pencanangan Gerakan Serentak (Gertak) Pelayanan Keluarga Berencana (KB) Metode Kontrasepsi Jangka Panjang (MKJP) (Implant / IUD) Kabupaten Muba Tahun 2021.

Menurut Dodi Reza, pencanangan Gertak pelayanan KB ini dimaksudkan sebagai kickoff penanganan Pengendalian Penduduk di Kabupaten Muba. Kegiatan ini  menjadi prioritas Pemkab Muba selain fokus membangun infrastrukrur fisik, pendidikan dan kesehatan.

"Program KB ini bertujuan  mengantisipasi terjadinya ledakan penduduk di masa mendatang. Kita  perlu lakukan upaya-upaya terobosan.  Banyak program   telah kita laksanakan. Kita telah mewujudkan Desa Keluarga Berkualitas Adaptasi Baru di Desa Sido Rejo Kecamatan Keluang yang diresmikan secara langsung oleh Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Republik Indonesia, Dr (HC) dr Hasto Wardoyo SpOG (K) pada tahun 2020 lalu.

"Inovasi lain yakni menggandeng Bidan Desa dijadikan sebagai penyuluh KB dalam bentuk kesepakatan MoU antara Dinas Kesehatan dan DPPKB Muba. Ini agar pelayanan ke masyarakat lebih masif lagi,"ujar Dodi.

Menurut dia, kerjasama ini perlu diwujudkan  karena karena petugas di lapangan kurang, maka butuh bantuan bidan desa. 

"Tinggal teknis administrasi, segera dipercepat karena program ini harus berjalan.


Selain itu dengan capaian program KB  Kader Peran Pembantu Pembina Keluarga Berencana Desa (PPKBD) dan Sub PPKBD dalam wilayah Kabupaten Musi Banyuasin yang telah berkontribusi nyata dan berhasil akan kita beri reward kita naikkan gajinya di tahun ini," pungkasnya.


Ketua Kadin Sumsel ini juga mengatakan,  gerakan pencananagan KB ini akan menciptakan keluarga yang sehat. Keluarga yang berencana, dan keluarga yang sejahtera akan menimbulkan dampak ekonomi yang baik apabila pertumbuhan penduduk dapat dikendalikan dari awal. Inilah yang melatari Pemkab Muba fokus mensukseskan program KB.

Sementara itu Ketua TP PKK Kabupaten Muba Hj Thia Yufada Dodi Reza yang turut hadir pada kesempatan tersebut mengatakan, program KB ini dalam upaya antisipasi terjadinya ledakan pertumbuhan penduduk, masuk juga dalam 10 program pokok PKK.

Oleh karena itu Pokja-pokja TP PKK bersinergi dengan pihak Dinkes dan BKKBN untuk mensosialisasikan program ini, dengan meningkatkan akseptor KB dan juga keberlanjutannya. Tentunya TP PKK akan siap mendukung dan mengawal, karena hampir seluruh kader TP PKK adalah pejuang atau akseptor KB bahkan juga seorang bidan.

"Dari sisi TP PKK pada tahun 2020 tadi kita dapat penghargaan di tingkat provinsi dua wanita inspiratif, yaitu pemanfaatan kelor dan usaha desa. Nah kedepan akan kita ajukan juga dari kader PKK, wanita inspiratif pejuang KB,"ucapnya.

Menurut laporan kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kabupaten Muba, Syafaruddin  jumlah Kader Peran Pembantu Pembina Keluarga Berencana Desa (PPKBD) dan Sub PPKBD dalam wilayah Kabupaten Musi Banyuasin di Kabupaten Muba sebanyak 1.141 orang. Tahun ini akan diajukan kenaikan honor gaji dari Rp 80.000 perbukan menjadi Rp 1 juta perbulan.

"Selain itu Alhamdulillah Pak Bupati, capaian program KB Kabupaten Musi Banyuasin mengalami peningkatan 118 persen yaitu dengan jumlah 124 ribu akseptor KB".

Salah satu akseptor KB, Sunaryati warga Desa Rimba Ukur menyampaikan pengalaman dirinya yang sudah hampir 30 tahun ikut program KB.

"Saya menikah di tahun 1991 dan punya anak di tahun 1992, setelah itu saya langsung ikut KB, karena saya fikir jika tidak ikut KB takutnya akan hamil setiap tahun. Maka saya bangga dan bersyukur sekali berkat program KB ini sangat twrasa manfaatnya. Yang jelas kesehatan keluarga terjamin, maka saya mengajak seluruh ibu-ibu di Kabupaten Muba ayo ikut KB,"ucapnya.

Pada kesempatan yang sama Bupati Muba memberikan piagam penghargaan kepada mayarakat  penerima Kategori Pasangan Keluarga yaitu Harmonis Sunaryati dan Susman, Kategori pasangan KB Lestari 10 tahun Suparmi dan Suyadi, Suprapti dan Joho Wakidi.  Kategori pasangan KB Lestari 15 tahun Watini dan M Yudiko Heri, Junaida dan Kemi Usrianto. 

Serta Sertifikat Halal dari MUI untuk Kategori UMKM yaitu, Kripik tahu dan nasi jagung instan oleh Sunaryati Desa Rimba Ukur. Pondok Herbal oleh Yeni Lusmita Kecamatan Babat Supat, Kerupuk Kemplang Wak Ine oleh Nazula Kelurahan Kayuara. Dilakukan juga Pendatanganan Prasasti Peresmian Balai Desa "Gedung Sorga Desa" Desa Lumpatan II Kecamatan Sekayu.(hsril)

Tumpahan Minyak Mentah PT Medco E&P Cemari Lingkungan


PALI, DS - Pipa minyak penyalur PT.Medco E&P di Wilayah kerja Jalur Talang Akar Kecamatan Talang Ubi Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir Provinsi Sumatera Selatan terjadi kebocoran di sebabkan pipa corosi.


H.M selaku tokoh masyarakat setempat mengungkapkan,hal ini mengakibatkan membuat minyak menyembur berceceran di areal pipa, pemukiman dan perkebunan masyarakat, seharusnya jika pihak perusahaan melakukan pengawasan dan pengecekan dengan rutin hal ini bisa tidak terjadi.



Semburan minyak ini membuat lingkungan sekitar menjadi rusak, pihak perusahaan dan lingkungan hidup harus mengecek kulaitas tanah dan air di sekitar,"ungkapnya.


Dan ini adalah salah satu kelalaian yang di lakukan pihak PT.Medco E&P ,dan SKK Migas Selaku induk perusahaan tambang harus memberi teguran kepada perusahaan PT.Medco E&P,"tambahnya


Julianto selaku Humas PT.Medco E&P membenarkan bocornya pipa di akibatkan pipa Corosi, dan masih proses penggalian titik kebocorannya,tepatnya di Desa Talang Akar Kecamatan Talang Ubi Kabupaten PALI, dan bagi yang terkena dampak akan diberikan kompensasi," ungkapnya melalui pesan WhatsApp saat di konfirmasi awak media 02 Februari 2021 kemarin.

Semprot Disenfektan dan Bagi Masker Pemkab Lahat Gandeng TNI- POLRI


LAHAT,DS- Demi memutus mata rantai peredaran virus corona dari muka Bumi persada Nusantara ini, berbagai pihak bergandeng tangan dan berbagai cara yang telah ditempuh. Hal serupa dilakukan Pemkab Lahat bergandeng tangan bersama TNI- POLRI pada hari ini melakukan penyemprotan Disenfektan dan pembagian masker.


Dimulai dari briefing di Halaman Mapolres Lahat 3/2, dilanjutkan tempat- tempat umum, seperti.Pasar PTM, Pasar Lematang, Apotik Melati,  disela- sela pembagian masker dan penyemprotan Disenfektan  Pj Sekda Lahat drs Deswan Irsyad MM didampingi Kapolres Lahat AKBP Ahmad Gusti Hartono, SIK, Kaban Kesbangpol drs Surya Desman.



Menurut Sekda " Giat bagi masker ini merupakan dorongan kepada masyarakat

untuk mematuhi prokes, dengan memakai masker walau  kita berada di Pasar  baik penjual maupun pembeli harus mengenakan masker, agar virus tidak langsung menempel ke tubuh kita, dilarang bekerumun. Mari sama- sama mematuhi Protokol Kesehatan demi terciptanya Lahat bebas Corona " pungkas Sekda.


selaras dikatakan Kapolres Lahat untuk  selalu mengajak kepada masyarakat untuk menaati protokol kesehatan guna memutus mata rantai Covid – 19. Dan Alhamdulillah Kabupaten Lahat sudah menurun dan kita harapkan zona hijau



Laporan NID