NEWS

Slider

Pemkab Muba Dorong Kemandirian BLUD


SEKAYU,DS.COM - Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin melalui Bagian Perekonomian Sekretariat Daerah Kabupaten Muba menggelar pembinaan kepada Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sekayu, Bayung Lencir, dan RSUD Sungai Lilin yang telah melakukan tata kelola Badan Layanan Umum Daerah (BLUD), di Ruang Rapat Randik Setda Muba, Kamis (4/2/2021).


Kepala Bagian Perekonomian Setda Muba, Aswin mengatakan pembinaan  dilakukan sebagai upaya mendorong kemandirian BLUD dalam pengelolaan keuangan, sehingga kedepannya diharapkan tidak lagi membebani APBD.

"Sebelumnya kita juga sudah melakukan pembinaan terhadap BUMD. Saat ini dalam proses menuju layanan BLUD ada 28 puskesmas dalam Kabupaten Muba," tutur Aswin.

Sementara Bupati Musi Banyuasin Dr H Dodi Reza Alex Noerdin melalui Sekretaris Daerah Kabupaten Muba Drs H Apriyadi MSi yang membuka kegiatan tersebut mengapresiasi pembinaan ini untuk meningkatkan kualitas SDM yang ada di BLUD yang  humanis dan profesional.

"Tujuan kita adalah untuk memberikan hak otonomi kepada RSUD, dengan mencari sumber pendapatan sendiri tapi tetap mengedepankan layanan kepada masyarakat. Dengan memberikan kepercayaan penuh kepada BLUD untuk menjalankan roda otonom ini juga agar mempermudah proses administrasi," ujarnya.


Untuk itu Sekda Muba menghimbau supaya RSUD berinovasi untuk meningkatkan pendapatan dan meningkatkan layanan.


"Fungsi kami pemerintah sebagai pembina memastikan bahwa apa yang kalian lakukan itu ada pada tracknya, makanya kami membentuk tim, untuk mengevaluasi dan supervisi, karena tidak semua yang di RSUD mengerti soal keuangan," tandas Sekda.

Kegiatan ini turut dihadiri Kepala Dinas Kesehatan Muba dr Azmi Dariusmansyah MARS, Direktur RSUD Sekayu, Bayung Lencir dan RSUD Sungai Lilin, serta peserta pembinaan dari unsur BLUD dari tiga RSUD tersebut.(hsril)

Dinas Pendidikan Kabupaten Lahat Intruksikan Sekolah Tatap Muka Secara Bertahab


# Bagi Sekolah yang Wilayahnya Tidak Terlalu Terkena Dampak Covid -19#



LAHATA, DS - Dari 200 lebih Sekolah Dasar     (SD) dan lebih 70 Sekolah Menengah      

Pertama (SMP) yang tersebar di  17 Kelurahan dan 365 Desa yang ada di Kabupaten Lahat secara bertahab bagi Kelurahan maupun Desa yang tidak terlalu terkena dampak covid - 19 dapat melaksanakan Sekolah tatap muka.


Terutama bagi Siswa -- siswi kelas Vl     untuk tingkat Sekolah Dasar dan siswa -- siswi kelas III untuk tingkat Sekolah  Menengah Pertama, namun sekolah tatap muka yang dilaksanakan secara bertahab ini tidak terlepas dari mengikuti aturan Protokol kesehatan 3 M.


H Suherdin Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Lahat didampingi Kasubag Perencanaan, Keuangan dan BMD Disdikbud Lahat, Hasperi Susanto SPd MM ketika di sambangi awak media diruang kerjanya (4/2) mengatakan dinas pendidikan Kabupaten Lahat telah melayangkan surat kepada seluruh Sekolah baik di tingkat SD  juga  SMP yang ada di Kabupaten Lahat untuk melaksanakan sekolah tatap muka bagi sekolah yang wilayahnya tidak terlalu terkena dampak penyebaran virus Corona seperti wilayah Kecamatan Tanjung Sakti, Kecamatan Mulak Sebingkai.


Namun sekolah tatap muka yang dilaksanakan secara bertahab ini tidak seluruh sekolah dapat melaksanakanya mengingat wilayahnya terkena dampak covid untuk itu dinas pendidikan tidak memaksakan sekolah tersebut untuk aktif .


H.Suherdin menambahkan kita sangat prihatin terhadap anak didik kita yang sedang melaksanakan tugas belajar,sebab hampir satu tahun semenjak Pandemi covid melanda kabupaten Lahat siswa maupun siswi belum melaksanakan sekolah tatap muka seperti dahulu dan bagi siswa hanya mengenal para guru juga pelajaran hanya melalui via daring dan ini sangat terlihat tidak maksimal Disamping itu juga berbahaya bagi lensa mata siswa bisa rusak akibat melaksanakan tugas belajar dan diajar melalui Hp.


Untuk itu akan menghadapi ujian bagi sekolah yang tidak terlalu terkena dampak virus Corona kita intruksikan dapat melaksanakan sekolah tatap muka secara bertahab dimulai dari siswa sekolah dasar kelas Vl dan  sekolah menengah pertama kelas Ill pungkasnya.(Idham/novita)

Prioritas Pengendalian Penduduk, DRA Kickoff Gertak Pelayanan KB


DRA Naikkan Honor PPKBD dan Sub PPKBD Sebagai Reward


SEKAYU,DS.COM - Sukses  program Keluarga Berencana KB dan Kependudukan menjadi salah satu prioritas program Pemkab Muba di bawah pimpinan Bupati Muba Dr H Dodi Reza Alex Noerdin.

Bertempat di Gedung Sorga Desa, Desa Lumpatan II Kecamatan Sekayu, Rabu (3/2/2021) digelar Pencanangan Gerakan Serentak (Gertak) Pelayanan Keluarga Berencana (KB) Metode Kontrasepsi Jangka Panjang (MKJP) (Implant / IUD) Kabupaten Muba Tahun 2021.

Menurut Dodi Reza, pencanangan Gertak pelayanan KB ini dimaksudkan sebagai kickoff penanganan Pengendalian Penduduk di Kabupaten Muba. Kegiatan ini  menjadi prioritas Pemkab Muba selain fokus membangun infrastrukrur fisik, pendidikan dan kesehatan.

"Program KB ini bertujuan  mengantisipasi terjadinya ledakan penduduk di masa mendatang. Kita  perlu lakukan upaya-upaya terobosan.  Banyak program   telah kita laksanakan. Kita telah mewujudkan Desa Keluarga Berkualitas Adaptasi Baru di Desa Sido Rejo Kecamatan Keluang yang diresmikan secara langsung oleh Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Republik Indonesia, Dr (HC) dr Hasto Wardoyo SpOG (K) pada tahun 2020 lalu.

"Inovasi lain yakni menggandeng Bidan Desa dijadikan sebagai penyuluh KB dalam bentuk kesepakatan MoU antara Dinas Kesehatan dan DPPKB Muba. Ini agar pelayanan ke masyarakat lebih masif lagi,"ujar Dodi.

Menurut dia, kerjasama ini perlu diwujudkan  karena karena petugas di lapangan kurang, maka butuh bantuan bidan desa. 

"Tinggal teknis administrasi, segera dipercepat karena program ini harus berjalan.


Selain itu dengan capaian program KB  Kader Peran Pembantu Pembina Keluarga Berencana Desa (PPKBD) dan Sub PPKBD dalam wilayah Kabupaten Musi Banyuasin yang telah berkontribusi nyata dan berhasil akan kita beri reward kita naikkan gajinya di tahun ini," pungkasnya.


Ketua Kadin Sumsel ini juga mengatakan,  gerakan pencananagan KB ini akan menciptakan keluarga yang sehat. Keluarga yang berencana, dan keluarga yang sejahtera akan menimbulkan dampak ekonomi yang baik apabila pertumbuhan penduduk dapat dikendalikan dari awal. Inilah yang melatari Pemkab Muba fokus mensukseskan program KB.

Sementara itu Ketua TP PKK Kabupaten Muba Hj Thia Yufada Dodi Reza yang turut hadir pada kesempatan tersebut mengatakan, program KB ini dalam upaya antisipasi terjadinya ledakan pertumbuhan penduduk, masuk juga dalam 10 program pokok PKK.

Oleh karena itu Pokja-pokja TP PKK bersinergi dengan pihak Dinkes dan BKKBN untuk mensosialisasikan program ini, dengan meningkatkan akseptor KB dan juga keberlanjutannya. Tentunya TP PKK akan siap mendukung dan mengawal, karena hampir seluruh kader TP PKK adalah pejuang atau akseptor KB bahkan juga seorang bidan.

"Dari sisi TP PKK pada tahun 2020 tadi kita dapat penghargaan di tingkat provinsi dua wanita inspiratif, yaitu pemanfaatan kelor dan usaha desa. Nah kedepan akan kita ajukan juga dari kader PKK, wanita inspiratif pejuang KB,"ucapnya.

Menurut laporan kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kabupaten Muba, Syafaruddin  jumlah Kader Peran Pembantu Pembina Keluarga Berencana Desa (PPKBD) dan Sub PPKBD dalam wilayah Kabupaten Musi Banyuasin di Kabupaten Muba sebanyak 1.141 orang. Tahun ini akan diajukan kenaikan honor gaji dari Rp 80.000 perbukan menjadi Rp 1 juta perbulan.

"Selain itu Alhamdulillah Pak Bupati, capaian program KB Kabupaten Musi Banyuasin mengalami peningkatan 118 persen yaitu dengan jumlah 124 ribu akseptor KB".

Salah satu akseptor KB, Sunaryati warga Desa Rimba Ukur menyampaikan pengalaman dirinya yang sudah hampir 30 tahun ikut program KB.

"Saya menikah di tahun 1991 dan punya anak di tahun 1992, setelah itu saya langsung ikut KB, karena saya fikir jika tidak ikut KB takutnya akan hamil setiap tahun. Maka saya bangga dan bersyukur sekali berkat program KB ini sangat twrasa manfaatnya. Yang jelas kesehatan keluarga terjamin, maka saya mengajak seluruh ibu-ibu di Kabupaten Muba ayo ikut KB,"ucapnya.

Pada kesempatan yang sama Bupati Muba memberikan piagam penghargaan kepada mayarakat  penerima Kategori Pasangan Keluarga yaitu Harmonis Sunaryati dan Susman, Kategori pasangan KB Lestari 10 tahun Suparmi dan Suyadi, Suprapti dan Joho Wakidi.  Kategori pasangan KB Lestari 15 tahun Watini dan M Yudiko Heri, Junaida dan Kemi Usrianto. 

Serta Sertifikat Halal dari MUI untuk Kategori UMKM yaitu, Kripik tahu dan nasi jagung instan oleh Sunaryati Desa Rimba Ukur. Pondok Herbal oleh Yeni Lusmita Kecamatan Babat Supat, Kerupuk Kemplang Wak Ine oleh Nazula Kelurahan Kayuara. Dilakukan juga Pendatanganan Prasasti Peresmian Balai Desa "Gedung Sorga Desa" Desa Lumpatan II Kecamatan Sekayu.(hsril)

Tumpahan Minyak Mentah PT Medco E&P Cemari Lingkungan


PALI, DS - Pipa minyak penyalur PT.Medco E&P di Wilayah kerja Jalur Talang Akar Kecamatan Talang Ubi Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir Provinsi Sumatera Selatan terjadi kebocoran di sebabkan pipa corosi.


H.M selaku tokoh masyarakat setempat mengungkapkan,hal ini mengakibatkan membuat minyak menyembur berceceran di areal pipa, pemukiman dan perkebunan masyarakat, seharusnya jika pihak perusahaan melakukan pengawasan dan pengecekan dengan rutin hal ini bisa tidak terjadi.



Semburan minyak ini membuat lingkungan sekitar menjadi rusak, pihak perusahaan dan lingkungan hidup harus mengecek kulaitas tanah dan air di sekitar,"ungkapnya.


Dan ini adalah salah satu kelalaian yang di lakukan pihak PT.Medco E&P ,dan SKK Migas Selaku induk perusahaan tambang harus memberi teguran kepada perusahaan PT.Medco E&P,"tambahnya


Julianto selaku Humas PT.Medco E&P membenarkan bocornya pipa di akibatkan pipa Corosi, dan masih proses penggalian titik kebocorannya,tepatnya di Desa Talang Akar Kecamatan Talang Ubi Kabupaten PALI, dan bagi yang terkena dampak akan diberikan kompensasi," ungkapnya melalui pesan WhatsApp saat di konfirmasi awak media 02 Februari 2021 kemarin.

Semprot Disenfektan dan Bagi Masker Pemkab Lahat Gandeng TNI- POLRI


LAHAT,DS- Demi memutus mata rantai peredaran virus corona dari muka Bumi persada Nusantara ini, berbagai pihak bergandeng tangan dan berbagai cara yang telah ditempuh. Hal serupa dilakukan Pemkab Lahat bergandeng tangan bersama TNI- POLRI pada hari ini melakukan penyemprotan Disenfektan dan pembagian masker.


Dimulai dari briefing di Halaman Mapolres Lahat 3/2, dilanjutkan tempat- tempat umum, seperti.Pasar PTM, Pasar Lematang, Apotik Melati,  disela- sela pembagian masker dan penyemprotan Disenfektan  Pj Sekda Lahat drs Deswan Irsyad MM didampingi Kapolres Lahat AKBP Ahmad Gusti Hartono, SIK, Kaban Kesbangpol drs Surya Desman.



Menurut Sekda " Giat bagi masker ini merupakan dorongan kepada masyarakat

untuk mematuhi prokes, dengan memakai masker walau  kita berada di Pasar  baik penjual maupun pembeli harus mengenakan masker, agar virus tidak langsung menempel ke tubuh kita, dilarang bekerumun. Mari sama- sama mematuhi Protokol Kesehatan demi terciptanya Lahat bebas Corona " pungkas Sekda.


selaras dikatakan Kapolres Lahat untuk  selalu mengajak kepada masyarakat untuk menaati protokol kesehatan guna memutus mata rantai Covid – 19. Dan Alhamdulillah Kabupaten Lahat sudah menurun dan kita harapkan zona hijau



Laporan NID

Camat Tanjung Tebat Ajukan Permohonan Proposal Bantuan Bencana, untuk Bangun Rumah Kembali.


LAHAT, DS - Menindak lanjuti arahan dari Bupati dan Sekda, kemaren (1/2), ketika Bupati dan Forkominda meninjau lokasi bencana mengatakan bahwa dari 5 rumah rusak berat akan dibangun kembali  9 Kepala Keluarga sedangkan 2 rumah rusak ringan dibantu merenovasi seadanya.


Hal ini diungkap Ariapulun SE selaku Camat Tanjung Tebat kepada Awak Media dilokasi bencana Kebakaran (2/2).

menurut Camat " Rumah yang bakal dibangun  tersebut tergantung dengan dana, kalaupun nanti rumah yang rusak berat akibat musibah kebakaran beberapa waktu lalu dibangun tentu tidak seperti sediakala, hari ini proposal tersebut diajukan terlebih dahulu ke BPBD dan Dinsos Kabupaten Lahat.



Mengutip perkataan Ariapulun SE.Camat Tanjung Tebat  Kalau ada bantuan dana dari pihak ketiga insya Allah akan cepat dibangun.


Kades Air Dingin Baru Metro Kaprawi sudah di perintahkan  Camat Tanjung Tebat untuk ke Polsek Kota Agung guna mengurusi laporan tertimpa musibah sekaligus pengurusan duplikat Ijazah atau surat penting lainnya" tandas Camat.


Sementara dari Perusahaan Subkon  PT Suprime belum ada niat baik untuk merencanakan bantuan guna mengadakan perbaikan maupun pembangunan kembali rumah masyarakat yang terbakar akibat kelalaian supir.


Laporan Kerbay Mulak

Koalisi Clean Biofuel For All Yakini Bensin Sawit Muba Bersih, Ramah Lingkungan dan Berkeadilan


Siap Mengkampanyekan Ke Dunia Internasional 


SEKAYU,DS.COM -  Program replanting atau peremajaan kelapa sawit hingga pengelolaan kelapa sawit menjadi bensin membuat Kabupaten Muba selalu menjadi pembicaraan berbagai pihak. Atas terobosan inovasi Bupati Dr Dodi Reza Alex Noerdin Lic Econ MBA kesejahteraan  petani sawit rakyat meningkat sekaligus mewujudkan energi baru terbarukan yang berkelanjutan.

Bupati Musi Banyuasin, Dr Dodi Reza Alex Noerdin Lic Econ MBA,  memastikan beberapa program terkait keberlanjutan salah satunya produksi bensin berbasis kelapa sawit di  Muba sudah berjalan 

"Ini bukan hanya mimpi, tapi sudah dirintis. Kini sudah masuk tahap proses. Produksi bensin sawit dari Musi Banyuasin akan dimulai dalam waktu dekat," jelas Dodi saat menerima audiensi Jajaran Koalisi Clean  Biofuel For All, Rabu (2/2/2021). 

Dodi menambahkan,  keseriusan dirinya  mewujudkan energi terbarukan biofuel telah dilakukannya melalui kerjasama dengan Institut Teknologi Bandung (ITB) dan Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit Kelapa Sawit (BPDP-KS). 

Dodi ingin pembenahan sektor ini mampu menyentuh kebutuhan pokok pekebun sawit untuk menuju terwujudnya pekebun sawit yang sejahtera, mandiri, berdaulat dan berkelanjutan. 

Dodi juga menjelaskan Pemerintah Kabupaten Muba telah berupaya mendukung Program Indonesia Sustainable Palm Oil (ISPO) dengan mendeklarasikan Muba Sustainable Palm Oil Initaiatif (MSPOI) melakukan berbagai rencana aksi. Yang utama antara lain   mencegah deforestasi melalui moratorium izin baru dan peningkatan produktivitas dengan replanting, pendekatan lanscape melalui pendekatan satu kesatuan kawasan yang saling mempengaruhi dan memperhatikan area-area dengan nilai konservasi tinggi (high conservation value/HCV).

Lalu tidak berkebun di lahan gambut melalui moratorium izin kebun di lahan gambut dan restorasi lahan gambut dengan rewetting, revegetation, revetalisasion bersama BRG dan KLHK,  mencegah exploitasi tenaga kerja anak dibawah umur dan perempuan melalui sosialisasi kepada pekebun dan perusahaan-perusahan dan pemantauan berkala.

"Juga membangun area sumber komoditi tersertifikasi dengan keterlacakan kebun dan produksi serta mendorong penggunaan pupuk alami dan mengurangi residu pupuk. Terakhir pabrik mendekati ke rantai pasok sehingga meningkatkan pendapatan petani dengan pengurangan biaya transportasi dan mengurangi emisi kendaraan dengan jarak tempuh yang pendek", jelasnya.

Koalisi Clean Biofuel For All, Direktur Perkumpulan Lingkaran Hijau Hadi Jatmiko sangat mengapresiasi Pemkab Muba atas pembenahan hulu dalam pengembangan produk sawit jadi bahan bakar terbarukan yang ramah lingkungan.

"Terima kasih Pak Bupati dan jajaran atas sambutan yang hangat ini. Jujur Pak kami sangat kagum dengan inovasi Bupati Muba mengubah sawit menjadi energi terbarukan atau biofuel dan akan mendirikan pabrik kelapa sawit di Muba. Ini inovasi dan terobosan yang sangat luar biasa. Kami menawarkan diri  berkolaborasi dengan Pemkab Muba dalam kampanye program, mensosialisasikan ke dunia luas atas  posisi Muba menjadi mandiri energi via perkebunan sawit rakyat mandiri,"ungkapnya.


Koalisi clean biofuel for all adalah koalisi yang terdiri dari 10 organisasi kemasyarakatan dan organisasi non pemerintah (NGO) baik yang berada di tingkat lokal, nasional dan internasional yang mengkampanyekan pentingnya energi (bieoful) yang bersih, tidak merusak lingkungan dan memberikan keadilan bagi masyarakat atau yang dikenal dengan no deforestation, no peat, and no exploitation (NDPE).


Muba sudah melakukan itu semua dan kami yakin sawit Muba bersih, ramah lingkungan dan berkeadilan bagi masyarakat. Ini dapat menjadi contoh bagi daerah- daerah lainnya di Indonesia", terangnya.

Turut hadir, Manager Sustainable landscape AID Environment Asia Monalisa N Pasaribu, Deputi Direktur Sawit Watch Ahmad Surambo, Manager pengembangan dan pemberdayaan Eep Saefula, Yayasan Agro Sriwijaya Ismail Rasyid, Maneger Litbang Lingkar Hijau Untung Saputra. Didampingi Jajaran Pemkab Muba diantaranya Kepala DLH Muba Andi Wijaya Busro SH, MHum, Kepala Dinkominfo Muba Herryandi Sinulingga AP, dan Plt Kepala Dinas Perkebunan Ahmad Toyibir SSTP, .(hsril)

KADIN Lahat Sebut Inovasi Aspal Karet Muba Luar Biasa


SEKAYU,DS .COM -  Beberapa tahun belakangan ini petani karet di Indonesia banyak mengeluh akibat masih rendahnya harga jual hasil perkebunan mereka. Namun tidak untuk petani karet di Kabupaten Musi Banyuasin saat ini, mereka sudah bisa bernafas lega karena hasil perkebunannya diserap dengan harga cukup tinggi melalui Unit Pengolahan dan Pemasaran Bokar (UPPP) yang dibentuk Pemkab Muba ditiap Desa.


Ditambah lagi dengan inovasi pabrik aspal karet Bupati Muba Dr H Dodi Reza Alex Noerdin hasil karet rakyat bisa diserap dengan harga mencapai Rp 20.000 - Rp 21.000 per kg jika sudah menjadi lateks pekat.


Inovasi tersebut membuat Ketua dan anggota Kamar Dagang dan Industri Indonesia (KADIN) Kabupaten Lahat mendatangi langsung Kabupaten Muba untuk belajar inovasi aspal karet.


Dodi yang juga selaku Ketua Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin) Provinsi Sumatera Selatan menginginkan petani karet di Sumsel ikut merasakan manfaat dari program hilirisasi karet tersebut.

"Untuk produksi lateks kita berikan bantuan mesin centrifugal diunit koperasi karet di Kabupaten Muba, dari sana lateks pekat kita serap untuk pabrik aspal karet," ujarnya saat menerima audiensi Pengurus KADIN Kabupaten Lahat, di Guest House Griya Bumi Serasan Sekate, Senin (1/2/2021).

Bupati Muba Dr H Dodi Reza Alex Noerdin Lic Econ MBA menyampaikan apresiasi atas kedatangan langsung dari pengurus KADIN Lahat. Ini menunjukkan kepedulian KADIN terhadap kesejahteraan petani karet dan UMKM di Kabupaten Lahat.

"Beberapa waktu lalu KADIN Muara Enim juga hadir ke Sekayu, tujuan sama yaitu belajar mengenai aspal karet. Nah hari ini giliran KADIN Lahat juga, dengan gerak cepat ini setelah dilantik KADIN Lahat sudah ada program kerja. Bicara mengenai aspal karet kami Pemkab Muba terbuka dan siap menerima siapa saja yang ingin belajar, mudah-mudahan dapat diterapkan di daerah masing-masing khususnya di Provinsi Sumsel,"pungkasnya.


Pada kesempatan yang sama Plt Kepala Dinas Perkebunan Muba Ahmad Toyibir menyampaikan dalam memproduksi lateks tahap awalnya adalah bagaimana mengubah pola perilaku petani yang sebelumnya memproduksi bokar menjadi lateks pekat.


"Sebelumnya petani habis menyadap ditinggalkan, tapi tidak untuk lateks pekat petani harus menunggu tidak membiarkan getah itu beku dan kemudian langsung dibawa ke mesin produksi lateks, petani dibekali zat amoniak sehingga kesetabilaan kecairannya terjaga," papar Toyibir.

Sementara itu Ketua Kadin Lahat Endriansyah SH menyampaikan apresiasi inovasi Pemkab Muba dalam hilirisasi karet. Dirinya mengapresiasi kekompakan dan keterlibatan berbagai stakeholder di Kabupaten Muba sehingga terwujudnya inovasi hilirisasi karet.

"Luar biasa ilmu yang kami dapat hari ini akan kami bawa ke darah kami, nantinya akan jadi masukan untuk pemerintah setempat. Petani karet kami akan terus berusaha namun program yang dilakukan belum tersosialisasi ide ke arah situ. Tentunya dalam dunia usaha perlu dilakukan bagaimana meningkatkan kualitas karet,"ucapnya.

Turut hadir dalam audiensi tersebut Wakil Ketua Bidang Organisasi, Keanggotaan Biasa, Dana dan Sarana Ganda Taruna SSos, Wakil Ketua Bidang Pembinaan Koperasi Usaha Besar dan Kecil Jhoni Walker SPdI l, Wakil Ketua Bidang Hubungan Kelembagaan dengan Instansi Pemerintah Ferli Fauzi, Wakil Ketua Bidang Pertanian, Perikanan, Peternakan dan Hortikultura Sidiq Alimun. 

Sedangkan turut hadir mendampingi dari Jajaran Pemkab Muba yaitu Kepala Disperindag Azizah SSos MT, Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Muba Ir Zulfakar, Plt Kepala Dinas Perkebunan Akhmad Toyibir SSTP MM, Ketua Kadin Muba Raflen, Kabid Komunikasi Publik Dinkominfo Muba, Yettria SKM MSi(hsril)

Rusaknya Hutan Lindung dan Tapal Batas Gemapala Audensi ke DPRD Lahat


LAHAT, DS - Rusaknya hutan Lindung Gunung Fatah Bukit Jambul yang terletak di Kawasan perbatasan Kabupaten Muara Enim- Kabupaten Lahat oleh Oknum tak  bertanggung jawab yang merupakan hulu mata air dari 5 Kecamatan ( Kota- Agung, Mulak Sebingkai, Mulak Ulu, Pagun dan Gumay Ulu).


Membuat masyarakat Kota- Agung yang menamakan Gemapala ( Gerakan masyarakat Pagar Alam) gerah, dan terus berupaya agar merebut kembali Kawasan Hutan Lindung Bukit Jambul Gunung Fatah yang di klaim milik Kabupaten Muara Enim.


Merasa tidak.puas dengan mediasi bersama Asisten 1 Rudi Thamrin SH, MM beberapa waktu lalu di Gedung Serba Guna, Gemapala mengadukan hal ini ke 

Rapat dengar pendapat dengan Komisi 1 yang di ketuai Nizarudin SH hadir pula Asisten 1, UPTD Dinas Kehutanan Provinsi KPH Wil 8 meliputi Muara Enim Ahmad Mirza (1/2)


Dengan adanya Audensi dengan DPRD dan Pemkab ternyata Kawasan Hutan Lindung Bukit Jambul Gunung Fatah adalah Wilayah Kabupaten Lahat, hal ini dipertegas  Dinas UPTD Kehutanan Provinsi  1/2 bertempat di Ruang Rapat Gabungan DPRD Lahat.



Sementara itu Asisten 1 Rudi Thamrin SH, MM mengatakan " Perlu ada aturan mengikuti syarat hukum yang berlaku, bila Gemapala ingin mempertahankan Tapal Batas Bukit, Pemkab   cukup merespon masalah Tapal Batas, sesuai dengan Pemendagri  111 tahun 2019. Ada hal secara konkrit hendaknya jangan hanya Tapal Batas saja yang harus kita kejar itu masalah hutan lindung yang telah dirusak " ujar Asisten 1.


Bakti Ansyah Anggota DPRD yang merupakan Putra Daerah Asli Kota Agung mengultimatum Pemkab Lahat jangan hanya mengandalkan Gemapala saja dan bukan menunggu, saja harusnya mari sama- sama kita pertahankan bila tidak akan fatal akibatnya 


Sedangkan Yeri Mansyah SH selaku Ketua Gemapala kepada Awak Media mengatakan  Agenda hari " kami dari Gemapala bersama DPRD dapil  mendesak Pemkab untuk merekomendasikan langkah- langkah Gemapala.


Aktivis muda dan pengurus Gemapala 

M. Sangkut. ST mempertegas dan menjelasakan tentang keputusan mendagri sudah sangat mendesak untuk di batalakan mengingat waktu yang sangat singkat bagi nasib Kabupaten Lahat di tinjau ulang dan dibatalkan. Karrna keputusan tersebut tidak benar, serta penuh dengan sarat politis. Sedangkan Gemapala mempunyai dasar dan bukti Perjuangan ini. 


Gemapala akan  kejakarta menemui Mendagri, Menteri Kehutanan dan lingkungan hidup untuk menyelesaikan tapal batas antara Muara Enim dan Lahat dan kerusakan hutan Lindung Gunung Fatah Bukit Jambul yang telah di eksploitasi oleh PT Supreme, dan Oknum Masyarakat " tutup Yeri


Laporan Kerbay Mulak

Bupati dan Forkopimda Lahat Terima Suntikan Vaksin Sinovac Pertama


LAHAT, DS - Sebanyak 3.800 Dosis Vaksin Sinovac telah diterima Pemerintah Kabupaten Lahat, melalui Dinas Kesehatan untuk dilaksanakan penyuntikan pertama kepada Cik Ujang SH Bupati Lahat bersama Forkompinda, Nakes dan perwakilanTokoh Masyarakat juga perwakilan Tokoh Agama Kabupaten Lahat .


Cik Ujang SH Bupati Lahat bersama Unsur Forkompinda dan perwakilan Tokoh Masyarakat juga perwakilan Tokoh Agama Kabupaten Lahat untuk penyuntikan pase pertama dilakukan oleh Dr Arif dari Puskesmas Bandar Jaya didampingi Dr.Dahlia dari Rumah Sakit Umum Daerah kepada Cik Ujang SH Bupati Lahat dan diteruskan kepada Unsur Forkompinda, tokoh masyarakat dan tokoh Agama Kabupaten Lahat


Penaganan Pemberian Vaksinasi Covid -19 Kabupaten Lahat dengan mengutamakan aturan Protokol Kesehatan dengan  3 M


Dilaksanakan di Pendopoan rumah dinas Bupati Lahat (1/1) diikuti Forkompinda yaitu 15 Orang terdiri

 Ketua DPRD, Kajari Lahat, Dandim 0405 Lahat, Kapolres Lahat, Sekda,

Asisten II, Asisten III dan Perwakilan Tokoh Masyarakat juga Perwakilan Tokoh Agama.


Dalam pelaksanaan pasien penerima penyuntikan vaksin sinovac Pase pertama harus melalui beberapa tahanan yang ada dimeja 1 pendaftaran pasien, meja 2 Skrining dengan 15 Pertanyaan meja 3 pemberian vaksinasi, meja 4 Okservasi selama 30 Menit melihat pasien apakah ada keluhan atau tidak.


Perlu diketahui Penyuntikan vaksin sinovac dan dilakukan secara serentak dimana untuk tenaga Nakes berjumlah 2.703 orang dilakukan di 33 Puskesmas 2 Rumah Sakit  yang ada dalam wilayah Kabupaten Lahat dengan 5 tenaga penyuntik yang sudah terlatih.


Cik Ujang SH.Bupati Lahat setelah selesai okservasi selama 30 menit dan dinyatakan sehat tanpa ada keluhan mengatakan alhamdulilah pelaksanaan  penanganan penyuntikan vaksinasi sinovac Pase pertama berjalan dengan lancar tanpa ada kendala untuk itu Pemerintah Kabupaten Lahat mengucapkan terima kasih kepada bapak Jokowi Widodo Presiden Republik Indonesia dan Bapak H. Herman Deru Gubernur Sumatera Selatan yang telah memberikan vaksin sinovac untuk Kabupaten Lahat.


Lanjut Bupati Lahat Dengan tidak adanya Adanya kendala maupun keluhan setelah penyuntikan vaksin besar harapan saya terkhusus untuk seluruh masyarakat Kabupaten Lahat agar tidak takut bila disuntik vaksin agar mata rantai penyebaran virus covid _19 diKabupaten Lahat dapat terputus dan kita dapat mewujudkan masyarakat Sehat dan produktif menuju Lahat Bercahaya.


Begitu juga kutipan dari Fitrizal Ketua DPRD Kabupaten Lahat mengatakan masyarakat jangan takut divaksinasi karena vaksin sinovac ini telah diperiksa di BPOM dan dinyatakan aman dan halal.


H.Budi Rianto ketua  BKPRMI perwakilan dari Tokoh masyarakat Kabupaten Lahat mengatakan guna memutus mata rantai penyebaran covid -19 di Bumi Seganti Setungguan marilah kita tetap mengikuti aturan Protokol kesehatan dengan 3 M dan jangan takut untuk disuntik vaksinasi agar kita terhindar dari virus Corona dan kita menjadi sehat katanya.(Idham/Novita)