NEWS

Slider

Camat Tanjung Tebat Bersama LSM Gempur Bantu Korban Kebakaran


LAHAT, Duta Sumsel - Sebagai wujud keperdulian terhadap sesama atas  terjadinya musibah kebakaran di Desa Tanjung Kurung Ilir Kecamatan Tanjung Tebat  yang menimpa keluarga 

Sunardin dan Edison baru- baru ini, tentu saya menarik simpatik LSM Gempur yang digawangi Dadang  dan rekan.


Untuk itulah LSM Gempur bersama Camat Tanjung Tebat Ariapulun SE menyambangi korban kebakaran tersebut pada Senin 21 Desember 2020, menurut Camat " Agenda hari ini kita memberikan sumbangan berupa Sembako dan pakaian layak pakai, semoga apa yang kita berikan berguna bagi keluarga Sunardin dan Edison" ujar Ariapulun.



Beliau berharap dengan adanya musibah ini kita lebih meningkatkan kewaspadaan lagi bila hendak keluar rumah untuk memeriksa dahulu kompor apa masih menyala matikan terlebih dahulu sehingga  musibah kebakaran dapat diatasi. 


Sementara itu Jumadi selaku Ketua LSM Gempur Kabupaten Lahat merasa terpanggil untuk membantu korban kebakaran yang terjadi di Tanjung Kurung Ilir Kecamatan Tanjung Tebat, menurut Jumadi " Alhamdulilah kami dari LSM Gempur siap membantu masyarakat dan Pemerintah mewujudkan Visi Misi Bupati Lahat Cik Ujang menuju Lahat bercahaya dan sejahtera " tandas Jumadi ( Kerbay Mulak)

Tahun 2021 Pemkab Muba Rencanakan Pengangkatan PPPK dan ASN


SEKAYU,DS.COM - Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin berencana melakukan Pengangkatan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) dan Pengadaan Aparatur Sipil Negara (ASN) pada tahun 2021.


Hal tersebut terungkap dalam rapat yang dipimpin Bupati Muba Dr H Dodi Reza Alex Noerdin melalui Sekretaris Daerah Kabupaten Muba Drs H Apriyadi MSi bersama Asisten Bidang Administrasi Umum Setda Muba Drs H Yusuf Amilin, Kepala BKPSDM Muba Sunaryo SSTP MM dan Perangkat Daerah terkait, di Ruang Rapat Serasan Sekate Sekretariat Daerah Muba, Senin (21/12/2020).

Kepala BKPSDM Muba Sunaryo SSTP MM menuturkan pengangkatan PPPK tahap I formasi tahun 2019 ada 133 peserta PPPK dari K2 yang lulus, terdiri dari 102 tenaga guru, 30 orang penyuluh pertanian, dan 1 tenaga kesehatan. Namun hanya 129 peserta yang melakukan pemberkasan karena 1 meninggal, 2 mengundurkan diri, dan 1 diberhentikan.

Pengangkatan PPPK terhitung mulai tanggal (TMT) 1 Januari 2021, penyerahan SK diperkirakan akhir Januari, dan surat pernyataan melaksanakan tugas (STMT) 1 Februari 2021.

"Gaji PPPK diatur pada Peraturan Presiden RI Nomor 98 tahun 2020 tentang Gaji dan tunjangannya, pemberian gaji kita mulai Februari, dan untuk TPP diatur kemudian oleh instansi terkait," tuturnya.



Sementara pengandaan ASN tahun 2021, usulan CPNS dan PPPK melalui E-Formasi yakni, formasi CPNS ada sabanyak 164, Formasi PPPK terdiri dari tenaga guru 3.247, tenaga kesehatan 103, dan Penera 2 orang.

Sunaryo juga mengatakan perlu dilakukan update DAPODIK dan nama sekolah di Kemendikbud agar sesuai dengan E-Formasi KEMENPAN-RB.

"Update nama sekolah sesuai dengan Peraturan Bupati Nomor 908/KPTS-DIKBUD/2019 tanggal 12 Desember 2019 tentang Perubahan nama SD dan SMP Negeri di Kecamatan Sungai Keruh dan Jirak Jaya," kata Sunaryo.

Selain itu pada tahun 2021 mutasi guru ditiadakan untuk memantapkan formasi yang telah diusulkan. "Mutasi masuk dari luar boleh asal tidak menabrak atau menggeser yang sudah ada, isi saja yang kosong atau pensiun," imbuhnya.

Dalam kesempatan yang sama Sekda Muba Drs H Apriyadi MSi mengatakan terkait rencana menyelesaikan masalah PPPK yang tes pada tahun 2019 lalu, dan tahun ini baru ada arahan dari BKN Pusat. Perihal penggajian melalui dana APBN, mengenai tunjangan disamakan dengan ASN.

"Mengenai hak yang disamakan dengan ASN ini perlu di bicarakan, kalau memang keuangan kita mampu, kita realisasikan," ujarnya.

Sementara Asisten Bidang Administrasi Umum Setda Muba H Yusuf Amilin menyampaikan menyetujui pengangkatan PPPK, tapi Perangkat Daerah terkait harus menyelesaikan terlebih dahulu masalah penganggaran.

"Pada prinsip kami setuju tapi kita bereskan dulu penganggaran baru kita rencanakan pengangkatan PPPK," pungkasnya.

Turut hadir diantaranya Kepala Dinas Pertanian dan Holtikultura Muba Thamrin, Plt Kepala Dinas Perkebunan Muba Ahmad Toyibir, Sekretaris Disdikbud Muba M Ridho ST, dan Kabid Anggaran BPKAD Muba Sontri.(hsril) 

Camat Kota Agung Melaunching BLT DD Tahap Akhir Tahun 2020


LAHAT, Duta Sumsel - Sesuai arahan Bupati Lahat melalui DPMD dana tersebut dibagikan kemasyarakat melalui BLT, Kecamatan Kota Agung terdiri dari 22 Desa, hal ini disampaikan Marsi SE, MM selaku Camat Kota Agung di sela Launching BLT DD tahap akhit tahun 2020. Bertempat di Aula Kecamatan Kota Agung 21/12/20.


Camat berpesan  kepada seluruh Kades untuk Sinkron dan selaras, pembagian BLT DD  tahap akhir ini secara simbolis kita bagikan, setelah itu diteruskan melalui Desa Masing- masing bersama BPD nya pada gelombang pertama di Launching di Desa Singapore Kecamatan Kota- Agung, pada Tahap ke 2 di Kecamatan Tanjung Tebat dan terakhir di Kecamatan kita Kota Agung. " ujar Marsi.



Kegiatan ini dihadiri Ketua Forum Kades se- Kecamatan Kota Agung Arsito, Ketua Forum Kades se- Kabupaten Lahat Bastari  dan Forkomincam Kota Agung.


Berikut Data Penerima BLT DD se Kecamatan Kota- Agung.


Tanjung Bulan 107 KK dari 354

Bintuhan 21 KK dari 67 KK

Pandan Arang 37 dari  93 

Lawang Agung 57 KK dari 172 KK

Karang Agung 88 KK dari 160

Muntar Alam Baru 31 KK dari 93 KK

Gunung Liwat 24 KK dari 49 KK

TJ Raman 25 KK dari 63 KK

Tebat Langsat 61 dari 150 KK

Tunggul Bute 141 dari 560 KK

Tanjung Beringin 37 KK dari 120 KK

Kota Agung 150 KK 477 KK

Bangke 102 KK dari 163 KK

Kebun Jati  30 KK 107 KK

Karang Agung 88 KK dari 158 KK 

Karang Endah 64 KK dari 147 KK 

Pagaruyung 95 KK dari 300 KK

Sukarami 136 KK dari 320 KK

Gedung Agung 77 KK dari 173 KK

Muntar Alam Lama 37 dari 81 KK

Muara Gula 36 KK

Singapore 90 KK dari 169 KK


Laporan  Kerbay Mulak

FORUM SUARA PEMUDA SUMSEL ( FSPSS) KOTA PALEMBANG MENGADAKAN PELATIHAN UMKM


Palembang, Duta Sumsel - Forum Suara Pemuda Sumatera Selatan (FSPSS), gelar pelatihan dasar organisasi dan pengenalan usaha mikro kecil menengah, dengan tema “ membangun pemuda mandiri, kreatif, berkualitas serta berkarakter,” di kantor Ballroom gedung DPD RI kota Palembang, Sabtu (19/12/2020).


Acara FSPSS ini bertujuan untuk, mengenalkan dasar-dasar organisasi pada Anggota FSPSS, meningkatkan kemampuan berorganisasi dan kesadaran politik sebagai anggota FSPSS yang baik dan bertanggung jawab.


Hal itu diungkapkan oleh, Muhamad Ali Husin, Ketua Forum Suara Pemuda Sumatera Selatan.



“Kita juga bisa bersama-sama, belajar mendorong, membimbing serta mengarahkan potensi keorganisasian. Dan juga menumbuhkan, meningkatkan dan memantapkan kesadaran serta tanggung jawab sebagai pengurus FSPSS untuk berpartisipasi dalam mengembangkan dan meningktakan kualitas pemuda,” katanya


Pelatihan Dasar Organisasi (PDO) juga berfungsi sebagai salah satu piranti pengerakan dan motivator sumber daya yang ada dalam organisasi, “sehingga peran kepemimpinan diharapkan mampu mendinamisasikan anggota organisasi dalam mencapai tujuan,” ulasnya


Sementara itu, Staff Khusus walikota Bidang Keuangan dan Hukum Athur Febriansyah, mengaprisiasi Kegiatan  Forum suara pemuda Sumatera Selatan (FSPSS) mengelar pelatihan Usaha Mikro Kecil Menengah, dengan Tema membangun pemuda mandiri, kreatif, berkualitas serta berkarakter.


" Forum Suara Pemuda Sumatera Selatan (FSPSS) mengelar kegiatan ini ditengah Pandemi Covid-19.masih peduli terhadap UMKM diharapakan tahun 2021 perekonomian sudah pulih" paparnya


Anggota DPD RI Sumsel Arniza Nilawati menuturkan, pihaknya sangat mendukung kegiatan Forum Suara Pemuda Sumatera Selatan (FSPSS) yang menggela pelatihan dasar organisasi dan pengenalan usaha mikro kecil menengah, dengan tema “ membangun pemuda mandiri, kreatif, berkualitas serta berkarakter.


Melalui kegiatan diskusi ini kita bisa bedialog bersama-sama membahas agar UMKM di Palembang bisa bangkit lagi ditengah pandemi covid-19. Dengan adanya kegiatan dari Forum Suara Pemuda Sumatera Selatan (FSPSS) kita bisa memberikan informasi diantaranya tentang modal usaha, dan kita juga bisa menjalin silaturahmi,” bebernya.


Turut hadir, Ruspanda Karibulah anggota DPRD kota Palembang, Arniza Nilawati anggota DPD RI Sumsel, Altur Febriansyah, Staf Ahli Walikota Bidang Keuangan Penda.Hukum dan Ham Dan disponsori oleh, Bank Sumsel Babel dan Link Aja . (Mayorzen)

Sisi Gadis Penyandang Disabilitas Harapkan Uluran Tangan Pemerintah


LAKATTINGGI,MUBA,DS- Miris cerita hidup yang harus dijalani  Sisi(30), Putri dari pasangan suami istri Abdul Latif (66) dan Jarah (alm). Bagaimana tidak, sejak kecil perempuan ini belum pernah merasakan nikmatnya bisa berjalan menggunakan kakinya dikarenakan kelumpuhan yang dideritanya.


Saat ini Sisi bersama ayahnya tinggal disebuah Gubuk yang beralamat Desa Bukit Indah, Dusun 02 Kecamatan Plakat Tinggi Kabupaten Musi Banyuasin Provinsi Sumsel.


Dikatakan Abdul Latief kepada awak media jika  keterbatasan keuangan lah yang membuat mereka tidak mampu memberikan pengobatan untuk putrinya yang telah menderita kelumpuhan sejak kecil, hingga menyebabkan Sisi hanya bisa merangkak dalam melakukan nya.


“Sejak ditinggal ibunya tahun 2001 kami tinggal berdua, karena kondisi sisi lumpuh saya kesulitan merawatnya ditambah lagi setiap hari saya harus bekerja untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari kami,”jelas Latif.


Ayah gadis ini pun mengharapkan bantuan dari Pemerintah mengingat umurnya yang sudah tak mudah lagi, sehingga dapat memberikan kehidupan yang layak bagi putrinya dan dirinya sendiri.


“Saya memohon kepada Pemerintah untuk kiranya bisa membantu keluarga saya dalam memenuhi kebutuhan.Apalagi saat ini  banyak program  yang pro kerakyatan mengingat umur yang sudah lanjut saya tidak sekuat dulu untuk bekerja,”harapannya.

Izin Bupati Lahat Berangkatkan Puluhan Pejabat ke Bogor di Masa Pandemi Pakai APBD Patut Dipertanyakan

 


LAHAT, DS - Izin dinas luar (DL) yang diterbitkan oLeh Bupati Lahat Cik Ujang untuk keberangkatan puluhan pejabat daerah plesiran ke luar daerah tepatnya ke Bogor Jawa Barat di masa pandemi Covid-19 mulai dipertanyakan. 



Pasalnya, menerbitkan izin plesiran dengan jumlah besar ke luar daerah di masa pandemi sama saja menjilat ludah sendiri sebagaimana yang kerap disampaikan oleh Bupati disetiap kesempatan kepada masyarakat untuk tetap berada di rumah guna menekan dan memutus mata rantai penyebaran Covid-19.



Sementara baru-baru ini Bupati malah menerbitkan izin Dinas Luar terhadap 71 pegawainya termasuk esselon 2 plesiran ke Bogor Jawa Barat. Dana yang digunakan ini juga diduga kuat bersumber dari dana APBD yang sengaja di alokasikan hanya untuk main Out Bond. Hasilnya, puluhan Pegawai setelah pulang dari plesiran banyak yang terpapar Covid-19 hingga 1 orang dinyatakan meninggal dunia dengan status positif Covid-19.




Informasi yang dapat dihimpun, plesiran kali ini diikuti hampir seluruh pimpinan SKPD dan kepala bidang di Sekertariat Pemda Lahat dengan maksud untuk mempererat hubungan talisilaturahmi antar pimpinan dan bidang - bidang sekaligus penyegaran suasana dan menghilangkan stres selama menjalankan tugas sehari hari sebagai pejabat di Pemerintahan Daerah Kabupaten Lahat dengan mencari tempat - tempat bernuansa tenang dan dilengkapi berbagai fasilitas tempat istirahat,tempat makan juga arena permainan seperti Outbound.



Sayangnya, stres yang diharapkan berubah menjadi kebahagian justru menjadi malapetaka. Mengapa tidak, satu orang dari rombongan outbond meninggal dunia akibat terpapar Covid-19. Sebahagian justru dinyatakan Positif dan telah dirawat intensif di RS Siloam Palembang. Sisanya sedang menunggu hasil Swab Tes dan langsung dikarantina.



Plesiran Pegawai Pemda lahat yang membawa malapetaka ini sontak menjadi perhatian masyarakat hingga Nasional. Stasiun televisi Swasta nasional tampak tak henti menyoroti kebijakan Bupati yang menerbitkan izin dinas luar bagi bawahannya di masa pandemi.



Disisi lain, warga juga menyoroti biaya plesiran kegiatan Outbound yang mengunakan Uang Negara cukup besar yang bersifat tidak rutin. Mengingat situasi dan kondisi terlebih kegiatan bersifat tidak rutin bisa saja Bupati mengalihkan kegiatan ke hal-hal yang lebih positif yang menyentuh rakyat.


Dari plesiran, Dua pejabat Lahat seperti Agung Pribadi Kepala Litbang diduga meninggal dunia akibat terinveksi virus Corona sementara  H.Januarsyah Hambali Sekda Kabupaten Lahat meninggal dunia diduga akibat jatuh dan  terlilit tali saat permainan Outbound.


Setelah pulang dari Outbound pimpinan SKPD maupun Kepala Bidang Sekertariat Pemda Lahat yang ikut kegiatan diduga jatuh sakit dan menderita Flu dan batuk- batuk hingga sebagian pejabat ada yang belum masuk kerja  sampai sekarang diduga mereka teriveksi virus Corona.



Menurut Salah satu Masyarakat Lahat Hp 53 tahun mengatakan 20/12 kebijakan outbond keluar propinsi ini sangatlah tidak etis disamping masih dalam masa pandemi Corona juga terjadi kemisminan yang masih melanda Kabupaten Lahat tercatat nomor 2 Kabupaten Lahat termiskin  se-Sumsel.



Terjadinya kematian dan cepatnya penyebaran covid di Kabupaten Lahat selain dampak dari outbond, juga adanya kontak erat,seharusnya Bupati Lahat  tidak memberikan izin untuk melakukan kegiatan Outbound ke luar Propinsi dimasa Pandemi corona, mengingat hampir setiap hari  terdengar di radio Bupati Lahat CikUjang menghimbau dan menyampaikan agar seluruh lapisan masyarakat menengah kebawah maupun masyarakat menengah keatas agar tetap mengikuti aturan Prokes dan tidak melakukan perjalanan Luar Daerah atau luar Propinsi selama Pandemi Corona dapat teratasi.



Hp juga menambahkan merujuk pada kasus Rizig shihab diduga Bupati Lahat  bisa dipidana karena telah memberikan izin keluar Propinsi untuk suatu kegiatan dengan mengunakan uang Negara  yang bersifat tidak begitu penting dan dapat dilakukan di dalam Daerah sendiri dengan mengunakan sedikit biaya seperti Lokasi Taman wisata Ribang Kemambang dan di Lokasi wisata Benteng pingiran Sungai Lematang Kecamatan Kota Kabupaten Lahat.



Begitu juga yang di sampaikan H.Saifudin Aswari Riva,i SE. salah satu Anggota DRPD  Provinsi Sumsel Asal Kabupaten Lahat mengatakan Outbound yang dipaksakan,Outbound yang menelan banyak korban.(Idham)

Meriah.. Bupati DRA Mancing Bareng Warga BayLen


Fun Fishing Bersama  DRA di bayung lencir 


BAYUNG LENCIR, MUBA,DS.COM - Suasana mendadak  meriah saat Bupati Musi Banyuasin Dr H Dodi Reza Alex Noerdin mengikuti Fun Fishing With DRA dalam rangka
Peresmian Kolam H Ibrahim di Kecamatan Bayung Lencir, Sabtu Siang (19/12/2020).

Bupati Musi Banyuasin Dr H Dodi Reza Alex Noerdin Lic Econ MBA sangat mengapresasi dibukanya Kolam Pemancingan Bayung Lencir, dengan adanya tempat pemancingan ini sebagai tempat rekreasi di alam terbuka yang manfaatnya paling bagus untuk kesehatan. Jika dari dalam diri dan jiwa kita merasa bahagia maka tingkat stres akan berkurang dan dapat terhindar dari penyakit.

"Selain menjadi tempat rekreasi, tempat pemancingan ini harus bisa mendatangkan manfaat bagi masyarakat dan juga bisa berkembang dengan baik serta dapat memberikan kontribusi sosial dan juga  mendongkrak perekonomian masyarakat,"ujarnya. 

Harapan untuk kedepannya dengan adanya usaha pemancingan ini dapat mendukung program pemerintah “Gemarikan” sebagai upaya pencegahan stunting. Karena meskipun masih dalam pandemi COVID-19 pemerintah dan masyarakat harus tetap bersinergi untuk terus berbuat dan membangun di wilayah masing-masing.

"Kami selaku Pemerintah daerah akan terus mendorong agar seluruh masyarakat tetap semangat dan harus kreatif menciptakan peluang usaha dan lapangan kerja, salah satunya dengan menciptakan usaha dan kegiatan kolam pemancingan ikan tersebut,"bebernya.




Sementara itu, Ibnu Hajar pemilik tempat pemancingan ini mengatakan, sangat bersyukur atas peresmian sekaligus dibukanya kolam pemancingan ini, yang telah dihadirkan oleh Bupati Muba beserta rombongan.


“Kami merasa bangga sekaligus bersyukur, karena ditengah kesibukan pak bupati yang luar biasa, masih bisa turun langsung ke Kecamatan Bayung Lencir untuk meresmikan kolam pemancingan kami,”ungkapnya.

Atas support dan semangat yang telah berikan, semoga tempat pemancingan ini bisa di manfaatkan dengan sebaik-baiknya. Dan diharapkan dapat membantu pemerintah dalam memenuhi kebutuhan gizi pada masyarakat.

Hadir juga dalam acara itu, Ketua DPRD Muba Sugondo, Plt Asisten Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Muba H Yudi Herzandi SH MH, Para Kepala Perangkat Daerah dan Camat Bayung Lencir M Imron SSos MSi beserta Tokoh Masyarakat Kecamatan Bayung Lencir.(hsril) 

Diduga Outbound Membawa Duka dan Petaka Dua Pejabat Pemda Lahat Meninggal Dunia


LAHAT, DS - Beberapa waktu lalu diawal bulan Desember tepatnya 2/12 diduga sebanyak 72 dua pejabat Pemerintah Daerah Kabupaten Lahat yang dikomandoi Bupati Lahat Cik Ujang  melaksanakan kegiatan Dinas Luar ke Propinsi Jawa Barat Kabupaten Bogor.



Dengan mengunakan Anggaran Negara kegiatan dinas luar yang dilaksanakan hampir seluruh pejabat Pemda Lahat yang diduga luar biasa besar menelan anggaran pemerintah daerah APBD yang tidak diketahui apa maksud tujuan serta visi dan misinya.



Setelah keberangkatan hampir seluruh para pejabat terdengar desas desus dikalangan PNS dan masyarakat menengah keatas tujuan dinas luar para pejabat Pemda Lahat ini hanya untuk penyegaran suasana juga meringankan beban fikiran dengan melakukan permainan anak muda (Outbound) untuk dilakukan juga dicoba para pejabat Pemda Lahat.



Namun apa yang terjadi dalam melakukan Outbound terjadi malapetaka,dimana kita ketahui secara umum kasus Covid -19 di Propinsi Jawa Barat Kabupaten Bogor terbilang tinggi,selain menderita kecelakaan akibat permainan Outbound para pejabat Pemda Lahat ini juga pulang dengan kondisi sakit sakitan seperti Flu dan batuk batuk hingga sekarang belum ada yang masuk kerja seperti biasa.



Setelah  ditelusuri diketahui dari berbagai informasi tidak masuk kantornya hampir seluruh pejabat Pemda Lahat setelah pulang dari DL mereka sedang sakit diduga terinfeksi virus Corona dan sekarang sedang dalam perawatan baik di RSUD Lahat maupun Rumah sakit Siloam Palembang hingga terjadi dalam kelang waktu satu hari dua pejabat Pemda Lahat  Agung Pribadi Kepala Dinas Litbang Meninggal Dunia akibat virus Corona lalu menyusul H.Jauarsyah Hambali Sekda Kabupaten Lahat juga meninggal Dunia hari ini minggu 20/12 di RS Siloam Palembang.



Menurut informasi yang layak dipercaya kegiatan Outbound yang dilakukan para pejabat Pemda Lahat Diduga karena nafsu dan keserakahan untuk menghabiskan anggaran uang negara jelang penutupan anggaran akhir tahun 2020.



Bupati Lahat Cik Ujang bersama 72 Pejabat Penting di Pemerintahan Daerah Kabupaten Lahat melaksanakan Dinas Luar tepatnya Kabupaten Bogor Jawa barat.



Diduga Aneh terdengar ditelinga Kegiatan DL di Kabupaten Bogor yang dilaksanakan Bupati Lahat Cik Ujang bersama 72 pejabat Pemerintah Daerah misi dan visinya bukan untuk kepentingan Pemerintah Daerah seperti kegiatan Studi Banding demi kemajuan pembangunan  dan perkembangan Kabupaten dalam  segala sisi,diduga selain untuk menghabiskan anggaran negara dengan melakukan kegiatan Outbound yang merupakan sebuah permainan anak muda di Kabupaten Bogor Jawa Barat dan menjadi tanda tanya besar sampai saat ini apa maksud dan tujuan Meraka pergi melakukan Perjalanan dinas luar ini.(Idham/Novita)

SMKN 2 Lahat Tempa Siswa Kreatif, Inovatif Profesional Serta Pembisnis Sejati


LAHAT, Duta Sumsel - SMK Negeri 2 Lahat merupakan Sekolah Kejuruan yang mempunyai peluang usaha setelah tamat Sekolah nanti, sekolah yang mempunyai 6 Jurusan yaitu Akuntansi,  Administrasi Perkantoran,  Pemasaran, Tehnik Komputer Jaringan, Tata Busana dan Jasa Boga. SMK N 2 Lahat setiap Jurusan ada keunggulan tersendiri dan disekolah ini benar ditempa menjadi pebisnis sejati.


Seperti dikatakan Likuwanyu SPd, MM kepada Awak Media di sela kesibukannya 19/12/20, menurut Kepsek 

SMKN 2 Lahat juga merupakan Sentral off  seller, dimana sekolah ini diharapkan menjadi Promotor,  percontohan  bagi SMK lainnya di Sumsel berbagi langkah sudah kits tempuh demi kemajuan sekolah ini ujarnya.



Kita telah adanya MoU terhadap beberapa Pelaku Usaha seperti Indomart, Alfamart, sudah di daftarkan di Top Carier

 kita terkendala oleh Interview, kita sudah memetakan  dengan tujuan anak harus tau apa yang menjadi daya minat ke sekolah ini , 80% praktek dan 20 teori. 


Hari ini pembagian raport seluruh siswa sehingga kegiatan belajar kita terhenti seketika dan masuk kembali tanggal 4 Januari 2021 di Semester Genap. Menurut Kepsek pada Semester Genap nanti sistem pembelajaran tatap muka, hanya 9 jam itupun sistem Sift. untuk pelajaran  normatif adatif hanya penugasan secara mandiri nantinya Forto Polio yang mewakilinya dan dikumpul.


Untuk Absensi Siswa Fingerprint dan SMS gateway, dimana saat masuk sekolah sebuah pesan akan masuk ke nomor orang tua masing-masing begitu juga saat pulang sekolah. Siswa tidak akan bisa berbohong lagi, biasanya kan bilang ke orang tuanya masuk, namun kenyataannya tidak.  Program ini  anak tidak akan bisa berbohong kepada orang tua, karena pada saat absensi di Fingerprint, sebuah SMS  akan masuk ke nomor orang tua tersebut dengan Fingerprint ini tentunya kita ingin melatih disiplin siswa, tertib administrasi serta pembinaan siswa secara detail dan pemberlakuan Fingerprint  ini adalah yang perdana diterapkan di Lahat.( Kerbay Mulak)

Palembang Belum Putuskan Belajar Tatap Muka


Palembang,DutaSumsel -  Pemerintah Kota Palembang, Sumatra Selatan, belum memutuskan akan mengaktifkan Belajar Tatap Muka (BKM) pada Januari 2021. Keputusan itu lantaran Kota Palembang masih masuk zona merah penyebaran covid-19.



Menurut Wakil Wali Kota Palembang, Fitrianti Agustinda, pihaknya masih mempertimbangkan pelaksanaan belajar tatap muka, terlebih tingkat penyebaran covid-19 di Kota Palembang masih cukup tinggi.


"Untuk penerapan belajar tatap muka terutama untuk siswa SD dan SMP yang menjadi kewenangan Pemkot Palembang, masih dipertimbangkan. Bahkan cenderung ditunda jika melihat kondisi kasus penyebaran masih tinggi seperti saat ini," ujarnya, Kamis, 17 Desember 2020.


Jika kondisi masih seperti itu, kata dia, Dinas Pendidikan Kota Palembang diminta untuk tetap memberlakukan kegiatan belajar mengajar (KBM) jarak jauh atau daring.


Surat edaran mengenai KBM jarak jauh dikeluarkan secara bertahap dan terus dievaluasi menyesuaikan dengan perkembangan kondisi tinggi rendahnya angka penularan covid-19.


"Penerapan sekolah tatap muka akan dilakukan secara hati-hati, berkoordinasi dengan Ikatan Dokter Indonesia (IDI) dan Satgas Covid-19 Palembang," kata Fitrianti.


Berdasarkan data Satgas Covid-19, kondisi dan tingkat risiko bahaya penyebaran virus korona di Palembang belum stabil dan hingga saat ini menunjukkan zona merah. Kondisi inilah yang menjadi bahan pertimbangan untuk kemungkinan menunda penerapan KBM tatap muka.


Sementara itu, Wali Kota Palembang, Harnojoyo mengatakan, Pemkot Palembang masih menunggu kebijakan yang jelas dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud). Pemkot juga butuh koordinasi dengan Disdik Kota Palembang, Ikatan Dokter Indonesia (IDI), Dinas Kesehatan, dan Satgas Covid-19 Palembang.


Dalam kesempatan yang berbeda, Junaidi Hutauruk, S.H., selaku orang tua wali siswa, mengatakan, sepakat dengan apa yang di katakan Pemkot Palembang, saat ini palembang dinyatakan zona merah, apabila di bulan januari 2021 diadakan sekolah tatap muka maka akan beresiko tinggi terhadap Guru Pengajar dan terutama siswa yang belajar tatap muka, dan saya berharap tidak ada sekolah yang mengeluarkan pernyataan kepada wali murid untuk kesepakatan agar anaknya ikut dalam kegiatan belajar mengajar di zona merah, apalagi surat pernyataan tersebut di bubuhi Materai 6000.


 "Saya kurang sepakat dengan hal demikian, karena apabila di kemudian hari pada saat siswa didik terindikasi dan divonis terkena Covid-19, maka pertanggungjawaban  sekolah 
dimana?..Tho ini menjadi dilema bagi wali siswa dan sekolah itu sendiri." Ya saya berharap Pemkot mempertimbangkan hal tentang belajar tatap muka. Ungkapnya


"Nanti kita lihat dulu bagaimana kebijakan dari Kementerian Pendidikan. Karena Palembang ini statusnya fluktuatif (naik turun) dan ini akan kita sesuaikan," jelasnya. (Mayor zen