NEWS

Slider

Pemdes Desa Datar Balam Terima BLT DD Tahap Akhir Tahun 2020


LAHAT, Duta Sumsel - Senyum sumringah terlihat jelas diraut wajah 123 KK di Desa Datar Balam Kecamatan Mulak Ulu Kabupaten Lahat  pada hari ini Rabu 16/12, dimana  ratusan Kepala Keluarga ini memperoleh Bantuan Langsung Tunai dari Dana Desa tahun 2020 bertempat di Kediaman Kades Datar Balam Alpa Edison.


Menurut Alpa Edison dari  230 KK yang menerima BLT ini hanya 123 KK selebihnya ada mendapat bantuan PKH, BPNT, Bantuan Sosial Tunai serta bantuan lainnya. Tahun 2020 bulan ini dana di berikan sejumlah Rp 900.000 selama tiga bulan " ujar Kades


Gunakan uang ini untuk membeli beras karena bulan i ni merupakan ujung tahun, kemungkinan tahun 2021 bantuan Covid ini sebesar Rp 200.000. Kouta Dana Desa 30 % tidak akan cukup bila dialokasikan seluruh warga kita ikuti aturan. Bila tahun depan tidak dapat bantuan BLT jangan merasa kecewa, kita ratakan seluruh nya merasakan  bila terdapat ada yang tidak sesuai yang menerima kita gilirkan. " pesan Kades.


Pantauan Awak Media dilapangan Pembagian BLT DD di Desa Datar Balam dihadiri Camat Mulak Ulu Elsye Hartuti S, STP. MM  beserta Forkomincam Kecamatan Mulak Ulu berlangsung Kondusif. ( NID)

Sebanyak 51 KK Warga Desa Karang Lebak Terima BLT DD


LAHAT, Duta Sumsel - Sebanyak 51 KK dari 113 KK penerima manfaat Bantuan Langsung Tunai ( BLT DD ) Desa Karang Lebak Kecamatan Mulak Ulu,  hal ini dikatakan Herdiansyah selaku Kades disela pembagian BLT DD di Kantor Desa 16/12/2020.


Menurut Herdi ada penambahan bantuan BLT DD dari bulan lalu yang berjumlah 48 KK menjadi 51 KK ada penambahan 3 KK menerima manfaat bantu BLT DD yang terakhir tahun 2020." ujar Kades.


Kades berpesan kepada warganya untuk menggunakan dana sebesar Rp 300.000 yang akan dibagikan secara 3 bulan dari bulan ( Oktober, November, Desember ) untuk digunakan untuk keperluan pokok, dana ini merupakan wujud keperdulian Pemerintah Pusat kepada rakyatnya dalam menangani dampak Covid-19. 


Selaras dikatakan Camat Mulak Ulu Elsye Hartuti S, STP. MM "  Walau situasi kita masih tergolong aman , diusahakan bila tidak mendesak keperluan lebih baik dirumah, lindungilah diri kita dari masker dan cuci tangan sesering mungkin serta gunakanlah  bantuan nie untuk kebutuhan pokok bukan disalah gunakan. " ujar Camat.


Kanit Bhabin Kamtibmas   Bripka Andy menambahkah " Alhamdulilah pembagian BLT DD sudah selesai dilakukan dan tidak ada kendala untuk Kecamatan Mulak Ulu,  " tandas Kanit


Pantauan Awak Media dilapangan berlangsung Kondusif.

Kades Karang Lebak Mulak.Ulu Bangun Desa Gunakan DD secara Inovatif


LAHAT, Duta Sumsel- Patut diberi apresiasi kepada  Herdiansya  Kades Desa Babatan  Kecamatan Mulak Ulu Kabupaten Lahat dalam mengelola dana desa, ketika terpantau  Awak Media   (16/12/20 ).


Menurut Herdi selama hampir 3 tahun menjabat  pengelolaan ADD ( anggarannDana Desa ) digunakan untuk membangun  Jalan Lingkar Desa sepanjang tahun 2019 bangun jalan setapak usaha tani  sepanjang  700 m  lebar 1,5 m secara swakelola, Membangun   Gedung Posyandu  9× 10,5 M, Spal sepanjang 480 M, Drainase 280 M, sedangkan tahun 2020 pembangun rehap jalan usaha tani  kurang lebih 1 KM lebih.



Lanjut Kades " Untuk tahun ini pembangun fisik terkendala adanya Wabah Pandemi Global Virus Corona sehingga pembangunan Infrastruktural agak terhambat. Rencanya bangunan fisik untuk tahun 2021 sudah Musdes serta kesepakatan bersama kita membangun Lampu tenaga Surya, Tembok Penahan, Lapangan Bola Volly  dan perbaikan Tebat  Desa  ( Embung Air) " ujar Herdiansya didampingi Junanto Ketua BPD Desa Karang Lebak.


Beliau   merasa bersyukur  dengan bergulirnya Dana Desa yang dikucurkan Pemerintah Pusat ke Daerah sampai Pelosok Nusantara. Dengan dana desa tersebut  maka pembangunan di desa lebih cepat terlaksana dan terarah sebagaimana kebutuhan warga terpenuhi " tandas Herdi.


Sementara itu Nanto menambahkan " Alhamdulilah kekompakan antara BPD dengan Perangkat Desa selaras dan sejalan setiap kali adanya kegiatan mengenai Desa sekalu berkoordinasi antara Kades dengan perangkat Desa " tambah Nanto ( NID)

Puluhan Gerobak Jualan Disalurkan ke Pelaku UMKM di Muba


SEKAYU,Duta Sumsel - Upaya Pemulihan ekonomi masyarakat akibat terdampak pandemi COVID-19 terus di lakukan Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin. Untuk kali ini, Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin melalui Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) memberikan bantuan sebanyak 40 gerobak kepada para pelaku Usaha Mikro Kecil (UKM) yang ada Muba, penyerahan bantuan ini di lakukan secara simbolis di Halaman Kantor BAZNAS, Selasa (15/12/20).


Bupati Musi Banyuasin Dr H Dodi Reza Alex Noerdin Lic Econ MBA melalui Sekretaris Daerah Muba Drs H Apriyadi MSi yang hadir pada kesempatan ini mengatakan, pertama saya ucapkan selamat untuk Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Muba yang telah berhasil meraih Predikat Kelembagaan Terbaik di Tingkat Nasional. Dengan adanya predikat ini semoga dapat menambah semangat BAZNAS untuk memberikan bantuan berupa zakat kepada orang-orang yang tepat.


Untuk para pelaku Usaha Mikro Kecil (UKM) yang ada Muba yang hari ini menerima bantuan untuk usaha nya, manfaatkanlah bantuan ini dengan semaksimal mungkin dan pertahankan sampai pandemi COVID-19 ini mereda dan keadaan dapat normal kembali.


"Mudah-mudahan dengan bantuan ini usaha dari para pelaku UKM semakin lancar dan semakin berkah. Berjualan dengan penuh semangat jaga kebersihan, jujur, dan insyaallah senantiasa diberikan lindungan,"ucapnya.



Seperti yang kita ketahui bersama bahwasanya pandemi COVID-19 sangat berdampak bagi semua sektor, mulai dari pengusaha besar hingga pelaku UKM. Keberadaan BAZNAS benar-benar memberikan manfaat untuk membantu para UKM. Karena bantuan yang diberikan ini merupakan zakat dari para Pegawai Negeri sipil (PNS) yang ada Muba. 


"Dari kegiatan ini secara tidak langsung melalui BAZNAS kami dapat turut membantu. Semoga untuk kedepannya Kabupaten Muba akan maju dan semakin jaya,"ujarnya.


Sementara itu Ketua Badan Amil Zakat Nasional BAZNAS Muba Drs H Lukman Hakim mengucapkan, bahwa bantuan yang diberikan ini sebagai upaya Pemerintah Kabupaten Muba melalui BAZNAS untuk peduli terhadap keberlangsungan para pedagang kecil terlebih lagi di tengah pandemi COVID-19 saat ini.



Adapun jumlah gerobak yang diberikan untuk para pelaku UKM ini sebanyak 40 gerobak, diantaranya 10 gerobak sayur, 20 unit gerobak bakso/gorengan dan 10 unit gerobak pentol. Gerobak ini diberikan secara gratis, tidak dipungut biaya. Pergunakan untuk berdagang dengan sebaik-baiknya. 


"Dengan adanya bantuan gerobak mudah-mudahan bisa menjadi berkah bagi masyarakat untuk menjalankan usahanya agar lebih meningkat dan masyarakat juga semakin giat berusaha meningkatkan pendapatan hidupnya. Karena selain berkomitmen untuk mensejahterakan para pedagang kecil, kami dan Pemkab Muba berharap untuk kedepannya masyarakat Muba terus sejahtera dan muba semakin maju,"tandasnya.


Turut Hadir dalam penyerahan bantuan tersebut diantaranya, Kepala Dinas Koperasi dan UKM Muba Ir Zulfakar dan Camat Sekayu Marko Susanto SSTP MSi.

(Syp/rill)

Menpora RI Senang Perkembangan Olahraga di Muba Begitu Pesat


JAKARTA, Duta Sumsel- Meski masih dihadapkan pada situasi pandemi COVID-19, tak menyurutkan langkah Bupati Muba Dr Dodi Reza Alex Noerdin Lic Econ MBA untuk terus meningkatkan prestasi dan mutu olahraga di Bumi Serasan Sekate. 


Terkait hal tersebut, Selasa (15/12/2020) Menpora RI Zainudin Amali menerima Audiensi Bupati Musi Banyuasin (Muba) Dodi Reza Alex Noerdin bersama Ketua Rally Nasional Rifat Sungkar dan Plt Kadispopar Muba Fariz di Ruang Kerja, Lantai 10, Kemenpora RI, Jakarta. 


Mengawali pertemuan, Dodi yang juga Pembina dan Penggerak Olahraga Terbaik Indonesia ini mengucapkan terima kasih karena telah di terima di ruang kerjanya di sela-sela kesibukannya. "Pertama saya ucapkan terima kasih karena Pak Menteri sudah berkenan menerima kami. Kami tahu Pak Menteri sangat  sibuk sekali.Terus terang Pak, semangat olahraga di Muba ini tidak pernah luntur, bahkan sekarang lebih semangat lagi," ucap Dodi. 


"Jadi kedatangan kami ingin melaporkan beberapa perkembangan fasilitas olahraga yang sudah ada. Fasilitas olahraga ini Ex PON 2004 yang kami perdayakan sampai sekarang. Selain itu, PPLP-D Muba merupakan yang terbanyak se-Indonesia dengan total 19 cabor. Jumlah atlet PPLP-D Muba pun semakin meningkat dari jumlah 176 di tahun 2017 sekarang menjadi 217," tambahnya.


Menurutnya, untuk fasilitas sendiri sudah cukup luar biasa dan akan terus ditingkatkan. Fasilitas olahraga seperti stable berkuda sekarang sudah multi fungsi, beberapa cabor digelar disini. Kabupaten Muba juga akan bangun stadion atletik. "Lahan sudah kami persiapkan  dan menyatu dengan komplek olahraga di Muba," katanya. 



Iapun melanjutkan, Kabupaten Muba memiliki Sirkuit Internasional, Sirkuit Skyland Kabupaten Muba ini pernah di pakai untuk venue balap motor saat PON 2004 dan sampai sekarang Muba selalu mengelar event otomotif. "Kedepan kami juga akan mengelar event-event reguler di sini. Rencana pada tanggal 1 Agustus   2021 kami akan mengelar Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Sprint Rally Indonesia. 


"Kejurnas Rally 2021 nanti akan berfokus pada Sirkuit Internasional Skyland Sekayu dengan fasilitas yang sangat baik dan telah dipakai beberapa event Internasional. Untuk rute akan kita koordinasikan, lahan perkebunan yang sudah memadai bisa dipakai kegiatan Rally, " lanjutnya. 


Menanggapi hal tersebut, Menpora RI Zainudin Amali mengapresiasi Pemerintah Kabupaten Muba khususnya Bupati Muba Dr H Dodi Reza Alex Noerdin karena perkembangan olahraganya sangat pesat. "Saya apresiasi Pak Dodi sebagai Bupati Muba. Ini sangat luar biasa perkembangan olahraga di Musi Banyuasin begitu pesat. Saya senang mendengarnya karena tidak banyak daerah-daerah seperti ini. Padahal dalam UU No 3 Tahun 2005 tentang Sistem Keolahragaan Nasional, Provinsi, Kabupaten harus mengembangkan olahraganya namun hanya beberapa saja yang jalan," ujarnya. 



Terkait pembangunan stadion atletik, Menpora RI mengatakan bahwa untuk pembangunan fisik bukan lagi di Kemenpora RI tapi di Kementerian PUPR, namun Kemenpora akan memfasilitasi ke Kementerian PUPR. 

"Mengingat saat ini seluruh kegiatan fisik Kemenpora memang Kementerian PUPR yang langsung menangani tapi dengan rekomendasi dari kita, karena itu Kemenpora akan bantu fasilitasi Pemerintah Kabupaten Muba baik untuk berkoordinasi dan pengajuan ke Kementerian PUPR," ucapnya. 


Untuk olahraga otomotif di Musi Banyuasin menurutnya, perkembangannya sangat luar biasa. "Apalagi di Indonesia ini pasarnya sangat luar biasa. Dan saya mendukung kejurnas ini," urainya.


Ia mengaku, Bupati Muba Dodi Reza merupakan Kepala Daerah di Indonesia yang sangat peduli terhadap bidang olahraga dan kepemudaan.


"Pada 2021 nanti Kemenpora akan mengagendakan kegiatan-kegiatan Kemenpora di Musi Banyuasin," sebutnya.


Pembalap Nasional sekaligus Ketua Rally Nasional, Rifat Sungkar menyambut positif event rally Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Sprint Rally Indonesia yang akan digelar pada Agustus 2021 mendatang di Muba.


"Ini event positif dan akan menjadi event baru di Indonesia," ucapnya.


Pada kesempatan tersebut, Menpora turut didampingi Deputi Bidang Peningkatan Prestasi Olahraga Drs Chandra Bhakti MSi dan Asisten Deputi Pengelolaan Olahraga Rekreasi Drs Maifrizon MSi.


(Syp/rill)

Pemkab Muba Mulai Tetapkan Lokasi Pembangunan Kawasan Industri Hijau


SEKAYU, Duta Sumsel - Keinginan Bupati Musi Banyuasin Dr H Dodi Reza Alex Noerdin dalam mempercepat pertumbuhan ekonomi dengan membangun Kawasan Industri Hijau akan segera terwujud.


Pasalnya rencana ini sudah dilakukan penelitian oleh tim dari Universitas Srijaya selama tiga bulan dan hari ini penyampaian presentasi laporan final / laporan akhir penyusunan feasibility study (FS), di Ruang Rapat Serasan Sekate Sekretariat Daerah Muba, Selasa (15/12/2020).


Pembangunan Kawasan Industri Hijau sendiri bertujuan untuk mewujudkan Industri yang berkelanjutan dalam rangka efisiensi dan efektivitas penggunaan sumber daya alam secara berkelanjutan sehingga mampu menyelaraskan pembangunan industri dengan kelangsungan dan kelestarian fungsi lingkungan hidup dan memberikan manfaat bagi masyarakat.


Prof Syamsurijal AK PhD selaku Ketua Tim Peneliti KIH dari UNSRI mengatakan bahwa Kabupaten Muba sudah saatnya memerlukan kawasan industri untuk meningkatkan kesejahteraan, terutama Industri Hijau.


"Investasi kawasan industri akan mampu mendorong tumbuhnya sektor industri hilir, yang mendorong penciptaan lapangan kerja dan usaha baru sehingga nilai tambah hasil perkebunan dan sumberdaya alam Muba akan meningkat," kata Syamsurijal.


Ia memaparkan penelitian selama tiga bulan dilakukan pada Empat Kecamatan yakni Bayung Lencir, Tungkal Jaya, Sungai Lilin dua lokasi dan Kecamatan Babat Supat. Namun yang lebih memenuhi kriteria lokasi di Desa Mulyo Rejo Kecamatan Sungai Lilin.



Bupati Muba Dr H Dodi Reza Alex Noerdin melalui Sekda Muba Drs H Apriyadi MSi saat memimpin rapat penyampaian laporan akhir dari Tim UNRI mengimbau kepada Perangkat Daerah terkait untuk dilakukan penyesuaian tata ruang perihal Pembangunan Kawasan Industri Hijau.


"Dalam hal ini baik dari UNSRI dan Pemkab Muba harus proaktif kedepannya, setelah ini kita akan membuat master plannya," ujar Sekda.


Usai rapat tersebut Apriyadi mengatakan akan menyampaikan laporan kepada Bupati Muba atas lokasi rencana Pembangunan KIH.


"Setelah kita memilih lokasi, progres ditingkatkan ke pembuatan master plan di tahun 2021," kata Apriyadi.


Kepala Dinas PU PR Muba Herman Mayori yang turut hadir dalam rapat menyampaikan dari tata ruang lokasi yang di Sungai Lilin masuk kawasan perkebunan.


"Ini juga akan kita jadikan sebagai bahan untuk rapat dengan pihak Pembangunan Tol Betung - Jambi, karena dari sisi kedekatan lokasi ini mempunyai 20 km kedekatan dari exit tol yang direncanakan sekarang," ucap Herman Mayori.


(Syp/rill)

Elan Sang Orator Sayangkan Ucapan Para Pendemo yang di Duga Kurang Beretika


LAHAT, Duta Sumsel - Terkait adanya aksi Demo yang dilakukan oleh warga Gunung Kerto di halaman Pemkab Lahat, kemarin Senin (14/12) menuntut mundurnya Kades Gunung Kerto Sugianto Sohar yang diduga melakukan korupsi perihal rehab jembatan beton di Desa Gunung Kerto oleh massa pendemo dari Masyarakat Desa Gunung Kerto dengan mengatakan ungkapan sedikit kurang pantas dan kurang beretika saat pihak kepolisian Polres Lahat memberikan arahan setelah itu mengizinkan para pendemo untuk melanjutkan aksinya agar rasa yang terpendam dapat terpuaskan.


Namun apa yang disampaikan pihak polres saat itu mendapat perkataan dari salah satu pendemo wanita yang mengatakan saya ini cewek juga alat pemuas akan tetapi saya bukan mencari kepuasan ujarnya dengan lantang.



Dengan adanya ungkapan yang disampaikan pendemo itu Mendapat sorotan dan tanggapan Elan setiawan Selaku Aktivis sosial kabupaten Lahat yang tergabung di ASB aktivis sumsel bersatu  yang juga kerap menyampaikan suara Lantang apabila ada Kebijakan pemerintah yang tidak berpihak kepada masyarakat, menyayangkan ungkapan dari salah seorang pendemo yang berujar kurang sopan dan tidak wajar.


 Tanggapan ini disampaikan Elan kke awak media menurutnya terkait demo tersebut dimarkas KPKL yang terletak di Jln keluarga Ds muara siban Lahat , Bung Elan yang tak asing disebut sang orator menyayangkan hal tersebut .


Dimana menurut bung Elan seyogyanya pendemo yang berujar tersebut adalah kalangan terpelajar dan paham dengan Etika saat berkata dengan Lawan bicara , maka bung Elan menginkan kepada generasi pemuda pelajar dan mahasiswa masyarakat dan lain sebagainya mengharapkan pada saat menyampaikan pendapat dimuka umum hargailah mereka dan sampaikan sesuai dengan apa yang disampaikan agar tidak melebar dan terkesan arogan dan tidak beretika katanya.(Idham/Novita )

Kepsek SDN 06 Lubuk Keliat Sebut Disdik OI Minta Fee DAK 17 %


DUTA SUMSEL, OI - Kepala Sekolah SDN 06 Lubuk Keliat Kabupaten Ogan Ilir mengaku kewalahan mengatur keuangan dua proyek pembangunan ruangan yang bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK) tahun anggaran 2020 sebesar Rp. 381.000.000 yang diterima oleh sekolahnya tahun ini.



Sesuai program, anggaran tersebut diperuntukkan untuk pengerjaan dua ruangan seperti ruangan perpustakaan dan satunya lagi ruangan kantor. Untuk kebutuhan kedua ruangan itu diputuskan sebesar Rp. 195.500.000 untuk pembangunan ruang perpustakaan dan sisanya untuk pembangunan kantor sebesar Rp. 185.500.000.



Sayangnya, kedua mata anggaran ini tidak ditampilkan di papan proyek yang sedang dikerjakan di sekolah tersebut. Kepsek yang dikonfirmasi soal tidak dipasangnya papan proyek mengaku hal tersebut merupakan petunjuk langsung dari Dinas Pendidikan Ogan Ilir. 



Yang mengherankan, di papan plang proyek jenis pekerjaan sangat jelas tertera nama pekerjaan. Begitupun lokasi proyek dan pelaksana dari kegiatan proyek tersebut. Hanya saja, nilai nominal dari proyek tersebut sengaja di kaburkan dan tidak sedikitpun disebutkan dalam papan proyek. 



"Kami juga tidak tau pak kenapa itu terpisah. Yang pasti dana sebesar Rp.195.500.000 untuk pembangunan satu unit ruang perpustakaan. Sementara untuk satu ruang kantor lengkap dengan mobilernya dianggarkan sebesar Rp. 185.500.000" ujar Kepsek SDN 06 Lubuk Keliat Yuliani, S.Pd.



Kemudian, yang lebih mencengangkan, Peoyek ini diduga tidak dikerjakan dengan Swakelola namun lebih mirip tender sebab tidak terlihat wajah-wajah lokal penduduk desa yang bekerja di proyek pembangunan ruang perpustakaan dan Kantor SDN 06 Lubuk Keliat di Jalan Sultan Mahmud Badaruddin 2 Ketiau Kecamatan Lubuk Keliat Kabupaten Ogan Ilir.



Hal ini pun diperkuat dengan keterangan yang disampaikan sang Kepsek Siang tadi, Senin (14/12/2020). Menurutnya pihaknya kerap mengalami kerugian saat menerima dana yang bersumber dari DAK. Mengapa tidak, pihaknya mengaku dimintai fee sebesar 17 persen dari setiap kegiatan terlebih pembangunan. Jika ditotal dari anggaran kegiatan mencapai Rp.381.000.000 dipotong 17 % atau sekitar Rp. 64.770.000 maka wajar Kepsek kebingungan mengolah anggaran.




"Kami seringkali mengalami kerugian saat mengelola anggaran yang bersumber dari DAK untuk kepentingan pembangunan. Tahun ini saja kami harus membayar sekitar Rp.60 juta untuk biaya tukang pembangunan dua ruangan di sekolah ini. Belum lagi biaya makan mereka. Sementara kami harus dibebankan potongan 17 % dari setiap kegiatan yang bersumber dari DAK" ujar Yuliani kepada tim Forum Wartawan Ogan Ilir (FWOI) di ruang kerjanya belum lama ini seraya menjelaskan tidak tahu dana fee tersebut diperuntukkan kemana. Apakah ke kantong pribadi atau ada tujuan lain.



Ditambahkannya, setoran fee tersebut menurutnya baru dibayarkan setengahnya kepada inisial "Hen" di Dinas Pendidikan Ogan Ilir. 




"Kalau tak percaya silahkan bapak wartawan ,tanyakan saja kepada para Kepsek lainnya yang ada di Ogan Ilir ini atau enggak perluh jauh jauh di kecamatan lubuk keliat ini saja yang dapat bantuan DAK pasti mereka itu sama dipotong Disdik OI 17-21% per bangunannya. Uang fee tersebut kami serahkan kepada oknum "Hen" terlebih dahulu, nanti dialah yang menyerahkan ke Dinas" ujarnya. 



Pantauan dilapangan, Proyek yang sejatinya sudah rampung itu masih berkisar 60 persen tahap pengerjaannya sementara batas waktu pelaksanaan tinggal menghitung hari atau sekitar seminggu berdasarkan data pekerjaan yang hanya tiga bulan saja dengan awal pekerjaan dimulai sejak 21 Sepetember 2020 dan seyogyanya berakhir pada 21 Desember 2020. 



Pengamat proyek Ir, Zukfikar yang dikorfirmasi terpisah terkait sisa tenggat waktu pekerjaan proyek mengaku dengan optimis proyek tersebut bisa dikebut sesuai jadwal. Namun ia tak bagitu yakin hasil akhir dari proyek akan memuaskan dan sesuai dengan yang diharapkan.



"Sebab begini mas. Dari pelaksanaanya saja sudah bermasalah dan yang pasti alhirnya juga tidak akan maksimal. Bayangkan jika dana 17 persen tersebut murni ditumpahkan untuk proyek, bisa dibayangkan hasilnya akan bagus. Akan tetapi ketika itu disunat, saya tidak bisa membayangkan berapa lama usia proyek itu akan bertahan" pungkasnya seraya berharap aparat penegak hukum segera melakukan aksi.  

Kepedulian Terhadap Perempuan dan Anak di Muba Raih Skor 100 Persen

Empat Tahun Berturut Muba Dinobatkan Kemenkumham Jadi Kabupaten Peduli HAM


PALEMBANG,DS.COM - Luar biasa, kata inilah yang pantas atas kepedulian terhadap perempuan dan anak di Kabupaten Musi Banyuasin (Muba). 

Pasalnya, atas penilaian Kabupaten Peduli Hak Asasi Manusia (HAM) oleh Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkum-HAM), Muba meraih skor paripurna yakni 100 persen atas kepeduliannya kepada perempuan dan anak.  

"Atas capaian ini juga, Kabupaten Muba untuk keempat kalinya dinobatkan Kemenkum-HAM menjadi Kabupaten Peduli HAM," ujar Staf Ahli Bidang Politik Hukum dan Pemerintahan Pemkab Muba, Ibnu Saad SSos MSi saat menerima Penghargaan Kabupaten Peduli HAM dari Kemenkum-HAM di Griya Agung Palembang, Senin (14/12/2020).  

Ibnu merinci, adapun hasil pencapaian skor Muba meraih penghargaan Kabupaten Peduli HAM yakni diantaranya sudah memenuhi Hak Atas Kesehatan 70 persen, Hak Atas Pendidikan 86 persen, Hak Perempuan dan Anak 100 persen.

"Kemudian, Hak Kependudukan 60 persen, Hak Atas Pekerjaan 52 persen, Hak Atas Perumahan 68 persen, dan Hak atas Lingkungan yang Berkelanjutan 77 persen," urainya. 





Sementara itu, Bupati Muba Dr Dodi Reza Alex Noerdin Lic Econ mengucapkan terima kasih kepada Kementerian Hukum dan HAM yang telah mempercayai Kabupaten Muba untuk meraih penghargaan Kabupaten Peduli HAM yang sudah keempat kalinya diraih.


"Capaian ini juga tidak terlepas dari kerja para OPD di lingkungan Pemkab Muba serta dukungan masyarakat Muba," ucap Kepala Daerah Inovatif Tahun 2020. 

Diketahui, Penetapan Kabupaten Muba Peduli HAM tertuang dalam Surat Keputusan Menteri Hukum Dan HAM RI Nomor M.HH-04.MH.04.03 Tahun 2020 Tentang Penetapan Kabupaten/Kota Peduli Hak Asasi Manusia Tahun 2019.

Penghargaan tersebut merupakan untuk yang keempat kalinya Muba sebagai kabupaten/kota peduli HAM yakni pada tahun 2016, 2017, 2018, dan 2019.(hsril) 

Baslini MPd " SMA Unggul Negeri 4 Lahat Semester Genap Belajar Tatap Muka, Tiada Eskul dan Ikuti Prokes"


LAHAT, Duta Sumsel - Kerinduan akan bangku Sekolah tampaknya segera terwujud setelah hampir 8 bulan lamanya melakukan pembelajaran jarak jauh melalui Jaringan Internet atau sering disebut Daring. Hal ini terjadi karena mewabahnya Virus Corona dari Wuhan China akhir tahun 2019, pada awal tahun 2020 merebak ke Indonesia.


Dunia Pendidikan akhirnya lumpuh, setelah sekian lama melawan keganasan peredaraan Virus Corona berbagai pihak mencoba melakukan hal yang berhubungan dengan Covid- 19 ini. Menteri Pendidikan Nadiem Makarim akhirnya menegaskan bahwa mulai Semester genap tahun ajaran 2020/2021 ( mulai Januari ) kebijakan pembelajaran tatap muka  dimulai dari pemberian izin oleh  Pemerintah daerah/kanwil/kantor Kemenag, serta tetap  dilanjutkan dengan izin berjenjang dari satuan pendidikan.


Begitu juga yang diterapkan di Sekolah yang ada di Kabupaten Lahat,  Baslini  MPd selaku Kepala Sekolah SMA Unggul Negeri 4 Lahat menyambut positif hal ini.

Menurutnya " Kegiatan pembelajaran tatap muka pada Semester genap nanti kita ikuti Kalender Pendidikan dimulai tanggal 4 Januari 2021,  50% masuk seperti biasa namun  tidak ada Ekskul kita masih penyesuai New Normal namun tetap mematuhi Prokes dengan mematuhi 3 M ( memakai Masker, Mencuci tangan dan Menjaga Jarak)". ujar Baslini. Ketika di sambangi Awak Media diruamg kerjanya 14/12


Menurut Kepsek pada tanggal 18 ini pembagian raport Semester gasal, libur Sekolah, Natal dan tahun Baru tanggal 4 Januari 2021 baru masuk kembali. Beliau berharap Wabah Global Pandemi Virus Corona cepat segera berakhir sehingga dunia Pendidikan Normal seperti sediakala ( Kerbay Mulak)