NEWS

Slider

Pemkab Muba Mulai Tetapkan Lokasi Pembangunan Kawasan Industri Hijau


SEKAYU, Duta Sumsel - Keinginan Bupati Musi Banyuasin Dr H Dodi Reza Alex Noerdin dalam mempercepat pertumbuhan ekonomi dengan membangun Kawasan Industri Hijau akan segera terwujud.


Pasalnya rencana ini sudah dilakukan penelitian oleh tim dari Universitas Srijaya selama tiga bulan dan hari ini penyampaian presentasi laporan final / laporan akhir penyusunan feasibility study (FS), di Ruang Rapat Serasan Sekate Sekretariat Daerah Muba, Selasa (15/12/2020).


Pembangunan Kawasan Industri Hijau sendiri bertujuan untuk mewujudkan Industri yang berkelanjutan dalam rangka efisiensi dan efektivitas penggunaan sumber daya alam secara berkelanjutan sehingga mampu menyelaraskan pembangunan industri dengan kelangsungan dan kelestarian fungsi lingkungan hidup dan memberikan manfaat bagi masyarakat.


Prof Syamsurijal AK PhD selaku Ketua Tim Peneliti KIH dari UNSRI mengatakan bahwa Kabupaten Muba sudah saatnya memerlukan kawasan industri untuk meningkatkan kesejahteraan, terutama Industri Hijau.


"Investasi kawasan industri akan mampu mendorong tumbuhnya sektor industri hilir, yang mendorong penciptaan lapangan kerja dan usaha baru sehingga nilai tambah hasil perkebunan dan sumberdaya alam Muba akan meningkat," kata Syamsurijal.


Ia memaparkan penelitian selama tiga bulan dilakukan pada Empat Kecamatan yakni Bayung Lencir, Tungkal Jaya, Sungai Lilin dua lokasi dan Kecamatan Babat Supat. Namun yang lebih memenuhi kriteria lokasi di Desa Mulyo Rejo Kecamatan Sungai Lilin.



Bupati Muba Dr H Dodi Reza Alex Noerdin melalui Sekda Muba Drs H Apriyadi MSi saat memimpin rapat penyampaian laporan akhir dari Tim UNRI mengimbau kepada Perangkat Daerah terkait untuk dilakukan penyesuaian tata ruang perihal Pembangunan Kawasan Industri Hijau.


"Dalam hal ini baik dari UNSRI dan Pemkab Muba harus proaktif kedepannya, setelah ini kita akan membuat master plannya," ujar Sekda.


Usai rapat tersebut Apriyadi mengatakan akan menyampaikan laporan kepada Bupati Muba atas lokasi rencana Pembangunan KIH.


"Setelah kita memilih lokasi, progres ditingkatkan ke pembuatan master plan di tahun 2021," kata Apriyadi.


Kepala Dinas PU PR Muba Herman Mayori yang turut hadir dalam rapat menyampaikan dari tata ruang lokasi yang di Sungai Lilin masuk kawasan perkebunan.


"Ini juga akan kita jadikan sebagai bahan untuk rapat dengan pihak Pembangunan Tol Betung - Jambi, karena dari sisi kedekatan lokasi ini mempunyai 20 km kedekatan dari exit tol yang direncanakan sekarang," ucap Herman Mayori.


(Syp/rill)

Elan Sang Orator Sayangkan Ucapan Para Pendemo yang di Duga Kurang Beretika


LAHAT, Duta Sumsel - Terkait adanya aksi Demo yang dilakukan oleh warga Gunung Kerto di halaman Pemkab Lahat, kemarin Senin (14/12) menuntut mundurnya Kades Gunung Kerto Sugianto Sohar yang diduga melakukan korupsi perihal rehab jembatan beton di Desa Gunung Kerto oleh massa pendemo dari Masyarakat Desa Gunung Kerto dengan mengatakan ungkapan sedikit kurang pantas dan kurang beretika saat pihak kepolisian Polres Lahat memberikan arahan setelah itu mengizinkan para pendemo untuk melanjutkan aksinya agar rasa yang terpendam dapat terpuaskan.


Namun apa yang disampaikan pihak polres saat itu mendapat perkataan dari salah satu pendemo wanita yang mengatakan saya ini cewek juga alat pemuas akan tetapi saya bukan mencari kepuasan ujarnya dengan lantang.



Dengan adanya ungkapan yang disampaikan pendemo itu Mendapat sorotan dan tanggapan Elan setiawan Selaku Aktivis sosial kabupaten Lahat yang tergabung di ASB aktivis sumsel bersatu  yang juga kerap menyampaikan suara Lantang apabila ada Kebijakan pemerintah yang tidak berpihak kepada masyarakat, menyayangkan ungkapan dari salah seorang pendemo yang berujar kurang sopan dan tidak wajar.


 Tanggapan ini disampaikan Elan kke awak media menurutnya terkait demo tersebut dimarkas KPKL yang terletak di Jln keluarga Ds muara siban Lahat , Bung Elan yang tak asing disebut sang orator menyayangkan hal tersebut .


Dimana menurut bung Elan seyogyanya pendemo yang berujar tersebut adalah kalangan terpelajar dan paham dengan Etika saat berkata dengan Lawan bicara , maka bung Elan menginkan kepada generasi pemuda pelajar dan mahasiswa masyarakat dan lain sebagainya mengharapkan pada saat menyampaikan pendapat dimuka umum hargailah mereka dan sampaikan sesuai dengan apa yang disampaikan agar tidak melebar dan terkesan arogan dan tidak beretika katanya.(Idham/Novita )

Kepsek SDN 06 Lubuk Keliat Sebut Disdik OI Minta Fee DAK 17 %


DUTA SUMSEL, OI - Kepala Sekolah SDN 06 Lubuk Keliat Kabupaten Ogan Ilir mengaku kewalahan mengatur keuangan dua proyek pembangunan ruangan yang bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK) tahun anggaran 2020 sebesar Rp. 381.000.000 yang diterima oleh sekolahnya tahun ini.



Sesuai program, anggaran tersebut diperuntukkan untuk pengerjaan dua ruangan seperti ruangan perpustakaan dan satunya lagi ruangan kantor. Untuk kebutuhan kedua ruangan itu diputuskan sebesar Rp. 195.500.000 untuk pembangunan ruang perpustakaan dan sisanya untuk pembangunan kantor sebesar Rp. 185.500.000.



Sayangnya, kedua mata anggaran ini tidak ditampilkan di papan proyek yang sedang dikerjakan di sekolah tersebut. Kepsek yang dikonfirmasi soal tidak dipasangnya papan proyek mengaku hal tersebut merupakan petunjuk langsung dari Dinas Pendidikan Ogan Ilir. 



Yang mengherankan, di papan plang proyek jenis pekerjaan sangat jelas tertera nama pekerjaan. Begitupun lokasi proyek dan pelaksana dari kegiatan proyek tersebut. Hanya saja, nilai nominal dari proyek tersebut sengaja di kaburkan dan tidak sedikitpun disebutkan dalam papan proyek. 



"Kami juga tidak tau pak kenapa itu terpisah. Yang pasti dana sebesar Rp.195.500.000 untuk pembangunan satu unit ruang perpustakaan. Sementara untuk satu ruang kantor lengkap dengan mobilernya dianggarkan sebesar Rp. 185.500.000" ujar Kepsek SDN 06 Lubuk Keliat Yuliani, S.Pd.



Kemudian, yang lebih mencengangkan, Peoyek ini diduga tidak dikerjakan dengan Swakelola namun lebih mirip tender sebab tidak terlihat wajah-wajah lokal penduduk desa yang bekerja di proyek pembangunan ruang perpustakaan dan Kantor SDN 06 Lubuk Keliat di Jalan Sultan Mahmud Badaruddin 2 Ketiau Kecamatan Lubuk Keliat Kabupaten Ogan Ilir.



Hal ini pun diperkuat dengan keterangan yang disampaikan sang Kepsek Siang tadi, Senin (14/12/2020). Menurutnya pihaknya kerap mengalami kerugian saat menerima dana yang bersumber dari DAK. Mengapa tidak, pihaknya mengaku dimintai fee sebesar 17 persen dari setiap kegiatan terlebih pembangunan. Jika ditotal dari anggaran kegiatan mencapai Rp.381.000.000 dipotong 17 % atau sekitar Rp. 64.770.000 maka wajar Kepsek kebingungan mengolah anggaran.




"Kami seringkali mengalami kerugian saat mengelola anggaran yang bersumber dari DAK untuk kepentingan pembangunan. Tahun ini saja kami harus membayar sekitar Rp.60 juta untuk biaya tukang pembangunan dua ruangan di sekolah ini. Belum lagi biaya makan mereka. Sementara kami harus dibebankan potongan 17 % dari setiap kegiatan yang bersumber dari DAK" ujar Yuliani kepada tim Forum Wartawan Ogan Ilir (FWOI) di ruang kerjanya belum lama ini seraya menjelaskan tidak tahu dana fee tersebut diperuntukkan kemana. Apakah ke kantong pribadi atau ada tujuan lain.



Ditambahkannya, setoran fee tersebut menurutnya baru dibayarkan setengahnya kepada inisial "Hen" di Dinas Pendidikan Ogan Ilir. 




"Kalau tak percaya silahkan bapak wartawan ,tanyakan saja kepada para Kepsek lainnya yang ada di Ogan Ilir ini atau enggak perluh jauh jauh di kecamatan lubuk keliat ini saja yang dapat bantuan DAK pasti mereka itu sama dipotong Disdik OI 17-21% per bangunannya. Uang fee tersebut kami serahkan kepada oknum "Hen" terlebih dahulu, nanti dialah yang menyerahkan ke Dinas" ujarnya. 



Pantauan dilapangan, Proyek yang sejatinya sudah rampung itu masih berkisar 60 persen tahap pengerjaannya sementara batas waktu pelaksanaan tinggal menghitung hari atau sekitar seminggu berdasarkan data pekerjaan yang hanya tiga bulan saja dengan awal pekerjaan dimulai sejak 21 Sepetember 2020 dan seyogyanya berakhir pada 21 Desember 2020. 



Pengamat proyek Ir, Zukfikar yang dikorfirmasi terpisah terkait sisa tenggat waktu pekerjaan proyek mengaku dengan optimis proyek tersebut bisa dikebut sesuai jadwal. Namun ia tak bagitu yakin hasil akhir dari proyek akan memuaskan dan sesuai dengan yang diharapkan.



"Sebab begini mas. Dari pelaksanaanya saja sudah bermasalah dan yang pasti alhirnya juga tidak akan maksimal. Bayangkan jika dana 17 persen tersebut murni ditumpahkan untuk proyek, bisa dibayangkan hasilnya akan bagus. Akan tetapi ketika itu disunat, saya tidak bisa membayangkan berapa lama usia proyek itu akan bertahan" pungkasnya seraya berharap aparat penegak hukum segera melakukan aksi.  

Kepedulian Terhadap Perempuan dan Anak di Muba Raih Skor 100 Persen

Empat Tahun Berturut Muba Dinobatkan Kemenkumham Jadi Kabupaten Peduli HAM


PALEMBANG,DS.COM - Luar biasa, kata inilah yang pantas atas kepedulian terhadap perempuan dan anak di Kabupaten Musi Banyuasin (Muba). 

Pasalnya, atas penilaian Kabupaten Peduli Hak Asasi Manusia (HAM) oleh Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkum-HAM), Muba meraih skor paripurna yakni 100 persen atas kepeduliannya kepada perempuan dan anak.  

"Atas capaian ini juga, Kabupaten Muba untuk keempat kalinya dinobatkan Kemenkum-HAM menjadi Kabupaten Peduli HAM," ujar Staf Ahli Bidang Politik Hukum dan Pemerintahan Pemkab Muba, Ibnu Saad SSos MSi saat menerima Penghargaan Kabupaten Peduli HAM dari Kemenkum-HAM di Griya Agung Palembang, Senin (14/12/2020).  

Ibnu merinci, adapun hasil pencapaian skor Muba meraih penghargaan Kabupaten Peduli HAM yakni diantaranya sudah memenuhi Hak Atas Kesehatan 70 persen, Hak Atas Pendidikan 86 persen, Hak Perempuan dan Anak 100 persen.

"Kemudian, Hak Kependudukan 60 persen, Hak Atas Pekerjaan 52 persen, Hak Atas Perumahan 68 persen, dan Hak atas Lingkungan yang Berkelanjutan 77 persen," urainya. 





Sementara itu, Bupati Muba Dr Dodi Reza Alex Noerdin Lic Econ mengucapkan terima kasih kepada Kementerian Hukum dan HAM yang telah mempercayai Kabupaten Muba untuk meraih penghargaan Kabupaten Peduli HAM yang sudah keempat kalinya diraih.


"Capaian ini juga tidak terlepas dari kerja para OPD di lingkungan Pemkab Muba serta dukungan masyarakat Muba," ucap Kepala Daerah Inovatif Tahun 2020. 

Diketahui, Penetapan Kabupaten Muba Peduli HAM tertuang dalam Surat Keputusan Menteri Hukum Dan HAM RI Nomor M.HH-04.MH.04.03 Tahun 2020 Tentang Penetapan Kabupaten/Kota Peduli Hak Asasi Manusia Tahun 2019.

Penghargaan tersebut merupakan untuk yang keempat kalinya Muba sebagai kabupaten/kota peduli HAM yakni pada tahun 2016, 2017, 2018, dan 2019.(hsril) 

Baslini MPd " SMA Unggul Negeri 4 Lahat Semester Genap Belajar Tatap Muka, Tiada Eskul dan Ikuti Prokes"


LAHAT, Duta Sumsel - Kerinduan akan bangku Sekolah tampaknya segera terwujud setelah hampir 8 bulan lamanya melakukan pembelajaran jarak jauh melalui Jaringan Internet atau sering disebut Daring. Hal ini terjadi karena mewabahnya Virus Corona dari Wuhan China akhir tahun 2019, pada awal tahun 2020 merebak ke Indonesia.


Dunia Pendidikan akhirnya lumpuh, setelah sekian lama melawan keganasan peredaraan Virus Corona berbagai pihak mencoba melakukan hal yang berhubungan dengan Covid- 19 ini. Menteri Pendidikan Nadiem Makarim akhirnya menegaskan bahwa mulai Semester genap tahun ajaran 2020/2021 ( mulai Januari ) kebijakan pembelajaran tatap muka  dimulai dari pemberian izin oleh  Pemerintah daerah/kanwil/kantor Kemenag, serta tetap  dilanjutkan dengan izin berjenjang dari satuan pendidikan.


Begitu juga yang diterapkan di Sekolah yang ada di Kabupaten Lahat,  Baslini  MPd selaku Kepala Sekolah SMA Unggul Negeri 4 Lahat menyambut positif hal ini.

Menurutnya " Kegiatan pembelajaran tatap muka pada Semester genap nanti kita ikuti Kalender Pendidikan dimulai tanggal 4 Januari 2021,  50% masuk seperti biasa namun  tidak ada Ekskul kita masih penyesuai New Normal namun tetap mematuhi Prokes dengan mematuhi 3 M ( memakai Masker, Mencuci tangan dan Menjaga Jarak)". ujar Baslini. Ketika di sambangi Awak Media diruamg kerjanya 14/12


Menurut Kepsek pada tanggal 18 ini pembagian raport Semester gasal, libur Sekolah, Natal dan tahun Baru tanggal 4 Januari 2021 baru masuk kembali. Beliau berharap Wabah Global Pandemi Virus Corona cepat segera berakhir sehingga dunia Pendidikan Normal seperti sediakala ( Kerbay Mulak)

Rapat Pleno Rekapitulasi Tingkat Kecamatan Talang Ubi


PALI,Duta Sumsel - Lima rekapitulasi tingkat Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Bumi Serepat Serasan, yang dilakukan KPU Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) dinyatakan sudah clear.


Proses berlangsung aman dan kondusif dibawah penjagaan ketat petugas keamanan ini. Pantauan di lapangan, rekapitulasi tingkat PPK di kecamatan Talang Ubi menjadi terakhir dalam penyelesaian rekapitulasi, yakni pada Minggu malam (13/12/2020), sekira pukul 19.00 WIB. 


Sebelumnya, empat kecamatan telah menyelesaikan rekapitulasi pada hari Sabtu (12/12/2020) hingga pukul 02.00 WIB. 


Dari lima kecamatan yang selesai rekapitulasi, paslon nomor urut 02 unggul di tiga kecamatan, diantaranya kecamatan Talang Ubi, Kecamatan Penukal dan Kecamatan Penukal Utara. Sementara paslon nomor urut 01 unggul di dua kecamatan, yakni kecamatan Abab dan kecamatan Tanah Abang. 


Tercatat, untuk di wilayah Kecamatan Abab paslon 01 ini berhasil meraih suara 7.718 dan Paslon 02 meraih suara 7.165. Lalu di Kecamatan Tanah Abang, Paslon 01 meraih suara sebanyak 

8.321 dan Paslon 02 meraih 8.174.


Kemudian di Kecamatan Penukal Paslon 01 meraih suara sebanyak 7.847 dan Paslon 02 lebih unggul dengan suara sebanyak 8.062. Lalu,  di Kecamatan Penukal Utara Paslon 01 meraih 6.046 suara dan Paslon 02 lebih unggul dengan 6.224 serta kecamatan Talang Ubi paslon 01 meraih suara sebanyak 21.273 sementara paslon 02 unggul dengan meraih suara 22.238.


Ketua KPU Kabupaten PALI Sunario SE mengatakan, telah selesai rekapitulasi di lima kecamatan yang ada di KPU Kabupaten PALI. 


Dijelaskanya, bahwa sejauh ini proses rekapitulasi di tingkat PPK tidak ada yang bermasalah dan berjalan kondusif. Dan pihaknya telah menjadwalkan rekapitulasi tingkat kabupaten yang akan digelar 15 Desember 2020 besok.


"Untuk PPK Talang Ubi akan diselesaikan hari ini. Dan apabila masih juga belum selesai maka akan dilanjutkan besok. Namun, tetap kita jadwalkan 15 Desember 2020 rekapitulasi tingkat kabupaten," tambahnya.


Musda DPD BKPRMI Kota Palembang H.M Ifan Fahriansyah, M.Kes Terpilih Menjadi Ketua


PALEMBANG, Duta Sumsel
 - Dewan Pengurus Daerah (DPD) Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia (BKPRMI) Kota Palembang akhirnya memiliki Ketua Umum yang baru. Dewan Pengurus Wilayah (DPW) BKPRMI Sumatera Selatan melalui karateker melaksanakan Musda Istimewa, Sabtu (12/12/2024.


DPW menunjuk lima orang karateker yang terdiri dari H.M. Ifan Fahriansyah, M.Kes., H. Zulfikar Ali Fajri, S.Ag., M.Si., Ahmad Kamil, S.Pd.I., M. Imron, S.Pd.I., M.Si., dan Sakino, S.Pd. 


Musda yang digelar di Emilia Hotel, Komplek Palembang Indah Mall (PIM) ini secara aklamasi menunjuk H.M. Ifan Fahriansyah, M.Kes. untuk menahkodai DPD BKPRMI Kota Palembang Masa Bakti 2020 – 2024.


Terpilihnya Ifan ini karena di antara nama bakal calon yang masuk tidak ada yang memenuhi kriteria menjadi calon. Syarat khusus yang diamanahkan oleh Anggaran Rumah Tangga (ART) BKPRMI Pasal 19 adalah harus telah lulus Latihan Manajemen Dakwah (LMD) 1. Hanya Ifan yang juga ditunjuk sebagai Ketua Karateker mampu meunjukan sertifikat kelulusan LMD 1.


“Saya didorong oleh teman-teman untuk maju, karena ini kepercayaan teman-teman di BKPRMI akhirnya saya menyanggupi,” ujar Ifan.



Dia berharap ke depan bisa berkolaborasi dengan banyak pihak untuk membangun BKPRMI Palembang lebih baik lagi terutama dengan Pemerintah Kota (Pemkot) Palembang. Dia juga berjanji akan mengakomodir pengurus DPK dan juga ustadz/ah TK/TPA serta remaja masjid yang menjadi ujung tombak BKPRMI.


Sementara itu, Ketua Umum DPW BKPRMI Sumsel, Firdaus,S.H. mengatakan bahwa apapun hasil Musda Istimewa ini  itu adalah pilihan terbaik. Dia berharap tidak ada lagi polemik yang terjadi di lapangan yang menyebabkan amal-amal dakwah di BKPRMI jadi terganggu.


Sementara itu, Staf Ahli Bidang Pemerintahan Pemerintah Kota Palembang, Herly Kurniawan, S.Sos., M.AP. mewakili Walikota dalam sambutannya menyambut baik perhelatan Musda Istimewa ini. Dia berharap Musda kali ini menghasilkan keputusan terbaik bagi BKPRMI Palembang.


Hadir para pendiri dan senior BKPRMI Sumsel Ustadz Ayik Ali Idrus, Ustadz Marjani AR, Ustadz Suparman Badari, Ustadz Sohiri Abdurrahman, Ustadz Zulkarnain Idris, Ketua MPP Ustadz Mustopa Marli Batubara, Ketua MPW Ustadz Samsul Rizal.( Mayorzen)

Peserta Diseminasi Terbanyak, Muba Raih Penghargaan Program ESL


SEKAYU, DS.COM - Kabupaten Musi Banyuasin kembali meraih penghargaan tingkat nasional. Kali ini penghargaan didapat pada sektor dunia pendidikan yakni dalam Program Ekosistem Sekolah Literat (ESL), Putera Sampoerna Fondation (PSF).


Muba dianugerahi sebagai Kabupaten Dengan Peserta Diseminasi Terbanyak pada Acara Inagurasi Master Trainer
Literacy PSF yang dilakukan secara virtual, Sabtu (12/12/2020).

Penghargaan tersebut disampaikan kepada Ketua TP PKK Muba Hj Thia Yufada Dodi Reza selaku Bunda Literasi Muba, yang mana dalam sambutannya mengatakan sejak tahun 2017 Kabupaten Muba telah aktif melakukan program pengembangan pendidikan melalui program jangka panjang Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, bekerjasama dengan Putera Sampoerna Foundation School Development Out Reach.

Melalui inisiatif program yang bernama Light House School Program (LSP) dan Pusat Belajar Guru (PBG), Muba secara konsisten telah menorehkan jejak dalam pengembangan pendidikan regional dan nasional.

"Pada masa pandemi COVID-19 ini perhatian kami tetap sama untuk menjaga kualitas pendidikan di Bumi Serasan Sekate dengan kegiatan belajar mengajar dari rumah dan terus mengusahakan agar kegiatan literasi disekolah maupun di rumah tetap dapat berjalan," ujarnya.

Bunda Literasi Muba ini mengungkapkan, dimulai pada bulan Juli - Oktober 2020 para guru yang mengikuti program LSP dan PBG menerima pelatihan dari PSF-SDO dan room to read untuk menjadi master Trainer Ekosistem sekolah literat dengan memperkenalkan Literacy Cloud sebagai sumber bacaan berkualitas yang dapat diakses baik dalam jaringan maupun luar jaringan.

"Hal ini memudahkan para guru dan orang tua untuk mengakses sumber bacaan maupun referensi kegiatan membaca bersama anak-anaknya dari Literacy Cloud. Khususnya dalam konteks Muba yang tidak semua area mempunyai jaringan yang kuat, Literacy Cloud dirasakan sangat membantu," tuturnya.




Selain LSP, dikatakannya PBG telah memasuki tahun ketiga dalam pengembangannya. Saat ini terdapat 30 master teacher atau guru inti yang aktif dalam melakukan diseminasi dan pelatihan, baik dilingkungan sekolah, MGMP ataupun secara regional juga nasional.


"Proses yang tidak mudah saat pandemi ini patut dihargai karena kendala jaringan pun sering dihadapi pada saat pelatihan daring. Semangat belajar cdan berbagi terus digalakkan oleh LSP dan PBG ini, dalam beberapa kali webinar yang diadakan pendaftar seringkali melebihi kuota yang diberikan. Hal ini menunjukkan bahwa guru-guru di Muba adalah gambaran pembelajar sepanjang hayat yang selalu ingin belajar," imbuhnya.

Lebih lanjut ia mengatakan proses belajar sangat penting untuk terus ditularkan karena melalui literasi dapat menghadirkan generasi yang unggul, cerda dan berkarakter.

"Terimakasih untuk semua pejuang literasi Kabupaten Muba, kita patut berbangga terhadap pencapaian ini, semangat belajar dan berbagi perlu kita jaga sehingga Muba dapat terus menjadi Kabupaten yang literasinya maju karena penduduknya suka membaca," tandasnya.

Head of Program PSF Juliana mengatakan perkembangan literasi di Indonesia pada saat ini masih dikatakan rendah. Hal tersebut tertulis dalam hasil kajian dari Program for International Student Assessment (PISA) tahun 2019 yang menunjukkan bahwa dalam kemampuan membaca bangsa Indonesia menempati urutan ke 72 dari 77 negara di dunia.

Sebagai respon dari fenomena yang terjadi, berbagai kalangan bahu membahu mendukung program pemerintah dalam meningkatkan kemampuan literasi di Indonesia yang salah satunya melalui Gerakan Indonesia Membaca.

Melalui program ini, diharapkan semakin banyak lapisan yang tergerak dan ikut berpartisipasi seperti yang dilakukan oleh Putera Sampoerna Foundation (PSF) berkolaborasi dengan Room to Read- San Fransisco dalam program Ekosistem Sekolah Literat (ESL).

Adapun keunikan dari program ini yaitu tidak hanya menekankan pada hakikat pengetahuan terkait Literasi saja, tapi juga pada pemanfaatan teknologi seperti e-book melalui pelantar literacy cloud.

“Program Ekosistem Sekolah Literat mendorong keterlibatan langsung para pelaku pendidikan, bukan hanya guru melainkan juga orang tua, dan komunitas baca untuk meningkatkan minat baca siswa melalui pengenalan berbagai strategi membaca menyenangkan dan interaktif. Pembentukan keterampilan literasi adalah langkah awal untuk menciptakan bangsa yang besar dan masyarakat yang literat,” ujar Juliana.

Sebagai salah satu mitra PSF, Kabupaten Musi Banyuasin tentunya berpartisipasi dalam program yang melibatkan 27 provinsi di Indonesia. Dalam program ini, guru-guru yang berada dalam naungan Lighthouse School Program (LSP) dan Pusat Belajar Guru (PBG) mengikuti serangkaian pembekalan terkait literasi sebelum akhirnya mengimbaskan dampak positif melalui serangkaian kegiatan diseminasi.

Tidak hanya itu, pada akhir program, para guru yang memenuhi syarat akan mendapatkan gelar Master Trainer Literacy. 

"Selama kurang lebih tiga bulan para guru LSP dan TLC dengan penuh dedikasi dan kesungguhan telah berhasil mengimbaskan program literasi ini kepada lebih dari 1000 penerima manfaat. Kerja keras ini, membuahkan hasil yang membanggakan, pasalnya Kabupaten Muba terpilih menjadi kabupaten yang menerima penghargaan dengan kategori Kabupaten Dengan Peserta Diseminasi Terbanyak," tuturnya dalam kegiatan yang turut disaksikan oleh Dirjen GTK Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Bapak Iwan Syahril, PhD itu.

Kegiatan semacam ini diharapkan tidak hanya mampu meningkatkan minat dan kemampuan baca saja, tapi juga memberikan kecintaan sehingga menjadi suatu budaya literasi yang berkelanjutan.

“Saya mengucapkan terima kasih yang sedalam-dalamnya atas dukungan Dinas Pendidikan Kabupaten Musi Banyuasin terhadap program ESL yang difasilitasi oleh para guru SMPN 6 Unggul Sekayu dan rekan-rekan Pusat Belajar Guru Musi Banyuasin. Semangat, kerja keras, dan motivasi dari para guru, kepala sekolah, serta Guru Inti Pusat Belajar Guru Musi Banyuasin menunjukkan bahwa kita semua tetap dapat berkontribusi  di tengah masa pandemik ini,” pungkas Juliana.(hsril)

Talang Kampai Terima Bantuan Bibit Pohon


PALI, Duta Sumsel - Semangat HUT Pertamina (Persero) 10 Desember 2020 yang ke 63 *_Pertamina Energizing You_* Adera Field berikan bantuan bibit pohon. 


Sebanyak 1.000 batang bibit pohon buah yang terdiri dari buah duku, durian, mangga,  jambu air, jambu jamaika, sawo dan manggis diserahkan Pertamina EP (PEP)  Asset 2 Adera Field untuk Desa Benuang Kecamatan Talang Ubi Kabupaten PALI Sumsel (10/12).


Bertempat di Dusun IV Talang Kampai bantuan diterima langsung oleh Kepala Desa (Kades) Benuang Haris Kawaludin didampingi Kadus IV Talang Kampai Sudianto dan beberapa perwakilan masyarakat. 


Adera Legal & Relation Assistant Manager Abdul Aziz dalam bincangnya mengatakan bantuan bibit pohon tersebut merupakan program CSR Adera Field dibidang lingkungan sebagai upaya penyelamatan lingkungan melalui penghijauan disekitar wilayah operasi. Sesuai dengan komitmen Pertamina EP untuk melaksanakan bisnis dengan berorientasi pada penyelamatan lingkungan. "Mengajak masyarakat untuk menanam pohon buah ini untuk penghijauan sekaligus memberikan nilai tambah  bagi masyarakat nantinya saat buah sudah bisa dipanen" terangnya. Lebih lanjut Aziz menjelaskan bibit pohon sengaja dipilih jenis bibit buah-buahan endemik asli lokal sumatera selatan. Seperti duku dan durian yg keberadaannya sudah langka saat ini sekaligus bentuk penyelamatan sumber daya alam yg akan diwariskan kepada anak cucu generasi dimasa depan. 



Kades Benuang Haris Kawaludin disela-sela menerima bantuan menyampaikan rasa terimakasihnya kepada Adera Field. Sebelumnya Adera Field telah pula memberikan bantuan untuk desa Benuang antara lain bantuan material pembangunan mushola Al-Hijrah, bantuan sembako untuk dhuafa dan santuan anak yatim pada kesempatan syukuran pemboran sumur migas BNG-A1 beberapa waktu yg lalu. "bantuan bibit pohon ini diutamakan untuk warga Talang Kampai mengingat wilayah ini terdekat dengan operasi Adera Field di lapangan Benuang. Sebagian lagi akan didistribusikan bagi warga desa lainnya. Bila memungkinkan nanti juga akan kita bagi untuk desa tetangga yaitu Kartadewa dan Beruge Darat" ucapnya. 


Adera Field Manager Dody Tetra Atmadi dalam kesempatan yang berbeda mengatakan sangat senang bila bantuan CSR yang diberikan Perusahaan dapat bermanfaat bagi masyarakat. Sebagai Perusahaan yang beroperasi berdampingan dengan masyarakat, Adera Field selalu berupaya untuk memperhatikan kondisi sosial sekitar Perusahaan. "kita upayakan untuk memperhatikan wilayah terdekat operasi Perusahaan, seperti talang kampai ini. Saya berharap dapat terjalin hubungan yg harmonis antara Perusahaan dan masyarakat sebagai nilai positif keberadaan Perusahaan ditengah masyarakat" imbuhnya sembari berharap dukungan semua pihak terhadap kelancaran operasi Adera Field diwilayah Kabupaten PALI. 


Dirgahayu Pertamina (Persero) ke 63 tahun, semangat mendunia..  *_Pertamina Energizing You.._*

Si Jago Merah Lahap 2 Rumah Warga di Tanjung Kurung


LAHAT, Duta Sumsel - Cuaca Esktrem kembali timbulkan bencana, dimana kali ini jumat, 11 Desember 2020 s pukul 12.15 WIB di Desa Tanjung Kurung Ilir Kecamatan Tanjung Tebat Kabupaten Lahat telah terjadi kebakaran 2 unit rumah warga desa tanjung kurung ilir kecamatan Tanjung Tebat Kabupaten Lahat.



Kebakaran  ini  menghanguskan dikediaman Sumardin bin Marus Umur  60 Tahun Pekerjaan Tani Alamat desa tanjung Kurung Ilir kecamatan Tanjung tebat Kabupaten Lahat dan kediaman  Edison bin Sumardin Umur 43 Tahun.



Menurut Kapolsek Kota- Agung& Tanjung Tebat IPTU Hendriadi SH, MH didampingi Camat Tanjung Tebat Ariapulun SE mengatakan"  dimana Kronologi kejadian kebakaran tersebut terjadi pada saat rumah korban dalam keadaan kosong,  Sumardin saat itu sedang Sholat Jumat di masjid. Api tersebut menghanguskan rumah sdr. Sumardin kemudian menyambar ke rumah sadaura Edison bin Sumardin.  Namun berhasil dipadamkan oleh warga, sehingga rumah sdr Edison bin sumardin hanya dinding sebelah kiri dan atap diduga api tersebut berasal dari arus pendek listrik sehingga menimbulkan terjadinya kebakaran rumah sumardin" beber Kapolsek.


Ditaksir   korban menderita kerugian lebih kurang Sumardi  menderita kerugian sekira Rp 50.000.000,- (lima puluh juta rupiah) dan Edison bin sumardin  menderita kerugian sekira Rp. 20.000.000,- (dua puluh juta rupiah).  Beruntung kesigapan petugas Damkar 

api berhasil dipadamkan sekira jam 13.00wib  situasi terpantau aman dan kondusif.


Sementara itu Ariapulun SE selaku Camat merasa prihat atas kejadian ini ( Kerbay Mulak)