NEWS

Slider

Kuasa Hukum HERO Laporkan DH-DS Ke Bawaslu PALI.


PALI, Duta Sumsel - 
Beredarnya video dugaan money politic pada Pilkada PALI tahun 2020 di media sosial, membuat kuasa hukum dari pasangan calon bupati dan wakil bupati nomor urut 2, Heri Amalindo-Soemarjono mengadukan masalah tersebut ke Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) kabupaten PALI, Jumat (4/12/2020).


Dalam laporan tersebut, pihaknya melaporkan dua video dugaan money politic yang dilakukan oleh pasangan calon nomor urut 1, Devi Harianto - Darmadi Suhaimi (DH-DS).


Pidin C. Oteh, kepala bidang publikasi Tim Koalisi HERO, didampingi kuasa hukum Hengki Arnike SH mengatakan bahwa laporan yang dilakukan merupakan hasil temuan dari tim kami di media sosial. 


"Di video ada pernyataan warga yang mengaku menerima uang sebesar Rp 300 ribu untuk tiga mata pilih di rumah warga tersebut dari seseorang yang mengaku dari tim DH-DS. Kemudian, setelah diberi uang kami disuruh untuk memilih paslon nomor 1. Atas dasar itu, mengindikasikan bahwa paslon nomor 1 telah melakukan dugaan money politic, yang bisa menciderai proses demokrasi di kabupaten PALI," jelas Pidin. 


"Untuk itu, kami langsung mendatangi Bawaslu PALI agar bisa ditindaklanjuti temuan tersebut sesuai dengan aturan yang berlaku. Kami yakin dan percaya, Bawaslu bekerja profesional dan akan segera memproses laporan dari kami," tutupnya. 


Sementara itu, Iwan Dedi, komisioner Bawaslu divisi pengawasan yang menerima langsung laporan tersebut menjelaskan akan segera ditindaklanjuti laporan tersebut. "Memang benar ada laporan dari pihak Paslon nomor urut 2, adanya dugaan pelanggaran Kampanye money politik, yang dilakukan oleh pihak Paslon nomor urut 1. Namun, kita akan lakukan kajian ulang satu atau dua hari ini. Dan kami akan memeriksa laporan mereka lengkap atau tidak," jelasnya.

Pemdes Desa Padang Masat Bagikan BLT DD Tahap 3


LAHAT, Dutsumsel - Pemerintah Desa Padang Masat Kecamatan Mulak Ulu telah membagikan BLT DD bulan kedua tahap ke III pada Hari jum'at 04/12/2020  ditempat  Balai Desa. 



Amri selaku kades Padang Masat tak henti-hentinya menghimbau kepada masyarakat untuk selalu mentaati Protokol kesehatan serta selalu pakai masker Dan jaga jarak guna untuk memutus Mata rantai Covid-19.



Sedangkan Jumlah  51 KK dari 125 KK yang menerima bantuan BLT DD tersebut sedangkan penerimaan terakhir telah selesai di alokasikan. Selama ini setiap Musdes harus Ada unsur-unsur yang hadir biar setiap Item permintaan atau usulan dapat  dilaksanakan dengan baik. 


Sedangkan Camat Mulak ulu Else Hartati S, STP, MM terus menyampaikan kepada  masyarakat Padang Masat teruslah patuhi 3 M agar dapat  memutus Mata rantai Covid-  19 serta  masyarakat yang menerima bantuan gunakanlah dengan sebaik-baiknya. 


Pantauan Langsung awak  media dilapangan, yang berlangsung dengan Cara kondusif Dan Aman terkendali.

Sebanyak 90 KK Warga Desa Tanjung Tebat Penerima BLT DD Tahun 2020


LAHAT, Dutasumsel - Bertempat di Desa Tanjung Tebat Kecamatan Tanjung Tebat  penyerahan BLT DD tahap ke tiga tahun 2020, 4/12/20 penyerahan ini diawali wejangan Kades Umi Farizal kepada warganya  sebanyak 90 KK penerima BLT diluar dari bantuan Dinas Sosial lainnya


Alhamdulilah warga Desa Tanjung Tebat merata mendapat bantuan. Karena adanya Wabah Pandemi Covid- 19 berdampak buruk pada Perekonomian sehingga tidak ada yang dibedakan profesinya kecuali PNS, TNI- POLRI serta Perangkat Desa, kita berikan bantuan melalui BLT. untuk pembangunan fisik Gedung Perpustakaan, selain itu juga Umi berharap dengan adanya bantuan ini berjumlah 1,5 juta lima bulan sekaligus untuk gunakan sesuai dengan kebutuhan pokok kita tidak tau kapan Wabah ini berakhir. " pungkas Kades.


Kades berpesan untuk tidak selalu menyampaikan berita yang belum tentu benar melalui Medsos yang hanya akan menjerat diri sendiri.


Sementara itu  Kapolsek Kota Agung dan Tanjung Tebat IPTU Hendriadi SH, MH berharap kepada Warga Kecamatan Tanjung Tebat untuk selalu mengikuti Prokes, Akibat dampak Virus Corona untuk menyalurkan bantuan melalui BLT DD. Jangan salah sampai kepada orang yang lain yang kita tidak dikenal mengenai Desa sebaliknya di koordinasikan ke Pemerintah Desa demi terciptanya Kamtibmas " ujar Kapolsek.


Ariapun SE selaku Camat ketika diwawancarai Awak Media mengatakan " Alhamdulilah, Agenda hari ini selain pembagian BLT DD, juga melaksanakan Musdes untuk perencanaan tahun 2021 telah selesai dengan baik " tandas Camat.


Pantauan Awak Media dilapangan tampak terlihat pembagian BLT DD tahun 2020 berlangsung kondusif aman dan lancar.( Kerbay Mulak)

Ditanya L3S, Camat SP Padang "Mendadak Terjangkit Virus"


DUTA SUMSEL, OKI - Proses Lelang Lebak Lebung dan Sungai (L3S) Kecamatan SP padang nyaris diwarnai keributan belum lama ini. Entah prosesnya yang bermasalah karna tidak transparan atau ada hal lain membuat para pengemin nyaris ricuh dalam proses lelang.


Kemudian, warga sekitar juga merasa sangat kecewa lantaran dana hasil L3S sejauh ini tidak jelas dan kerap menjadi sumber pendapatan baru bagi oknum-oknum pejabat Pemerintah Daerah. Buktinya, Tiap tahun, L3S di Kabupaten OKI tak terhitung jumlah Lebak yang di lelang. Bahkan Miliaran rupiah Pendapatan daerah dari Proses lelang tersebut dipastikan mampu membiayai infrastruk jalan ke desa-desa. Namun sayangnya, Pendapatan yang diperoleh dari desa justru tidak sejalan dengan fakta yang terjadi. 



"Lihat saja akses jalan ke Desa-desa di Oki banyak mirip kubangan kerbau. Padahal PAD dari L3S berperan besar menyokong APBD OKI dari tahun ke tahun. Jika memang hanya L3S hanya memicu keributan lebih baik Perda L3S di cabut saja dan Lebak dikembalikan ke masyarakat" ujar Ahmad (52) Salah seorang warga SP Padang.



Dikatakan, sejauh ini warga sekitar juga sangat kesulitan menapatkan informasi proses lelang Lebak. Seperti berapa objek Lebak yang dilelang. Kemudian proses lelang kerap ditutup-tutupi seolah lelang tersebut tidak terbuka untuk umum padahal dalam Peraturan Daerah (Perda) Kabupaten Ogan Komering Ilir Nomor 18 tahun 2010 tentang pengelolaan lebak lebung dan sungai jelas-jelas diatur bahwa proses lelang harus transparan dan terbuka untuk umum.


”Yang terjadi dilapangan sangat berbeda. Warga tak pernah tahu berapa dana hasil lelang lebak lebung tersebut. Apa yang sudah dibangun dari dana tersebut kita juga tidak tahu" pungkasnya.


Menindaklanjuti informasi yang diperoleh di lapangan, wartawan media ini mencoba mengkonfirmasikan data di lapangan dan keluhan warga sekitar kepada Camat SP Padang Kabupaten OKI Harahap,S.Sos, M.Si.



Namun sayangnya Camat yang diharapkan mampu memberikan klarifikasi justru mulai terjangkit penyakit alergi wartawan. Saat ditemui di kantornya, Harahap justru menghindari media yang mencoba meminta klarifikasi informasi proses L3S di wilayah kerjanya belum lama ini. Mencium awak media memasuki kawasan kantornya, Camat mendadak hilang dari Kantor.


Padahal menurut staff di kantor tersebut, sang Camat sebelumnya berada di kantor. "Mendadak cabut begitu tanpa izin biasanya dihukum hormat bendera lho mas" celoteh wartawan setengah kesal.

Dana Bos Tidak Tepat Sasaran Disdik OI Terkesan Tutup Mata


OGAN ILIR, Dutasumsel - Diketahui Dimasa pandemi Covid-19, Pemerintah pusat maupun daerah mewajibkan siswa belajar secara daring, Maka untuk meringankan beban orang tua siswa, dana BOS bisa digunakan untuk pembelian paket internet. 


Diberitakan Sebelumnya SDN 06 Sungai Pinang yang berada di desa Penyandingan Kecamatan Sungai Pinang Kab. Ogan Ilir, Provinsi Sumatera Selatan, dengan jumlah peserta didik 220 siswa melakukan kegiatan belajar mengajar (KBM) secara daring.

Hari kamis (3/12/20) beberapa media yang termasuk anggota Forum wartawan Ogan ilir ( FORWOI) juga mencobah mendatangi kantor dinas pendidikan untuk konfirmasi Permasalaan Berita Kepsek SDN 06 Sungai pinang lokasi Desa penyandingan, permasalahan diduga Dana Bos tidak tepat sasaran disaat Covid19, Murid/siswa belajar dari rumah untuk beli faket internet ( Dring), Kadin Disdik tidak ada ditempat, dan Sekdin heryanto juga tidak ada di tempat, salah satu stap mengatakan bpk sedang keluar, Sedangkan Anggota Forwoi WhatsApp Sekdin hari ini kamis 3/12/2020 tidak masuk kantor karna kurang sehat badan ujar Heryanto Sekdin lewat WhatsApp, diduga terkesan tutup mata dan permasalah Kepsek belum ada tingdakan juga sangsi.

Untuk mengetahui anggaran yang digunakan KBM secara daring pihak sekolah terkesan tertutup, pasalnya Sesuai peraturan Permendikbud 8 tahun 2020 tentang BOS" untuk SD dana BOS Sebesar Rp. 900.000,00 per orang peserta didik jadi kali 220 orang 198.000.000 juta pertahunnya.

"Seratus persen dana BOS diberikan fleksibilitas untuk membeli pulsa atau kuota internet untuk anak didik dan orangtuanya serta para guru sekolah yang berlaku selama masa pandemi” ucap Nadiem, di Bogor, Kamis  30 Juli 2020 lalu.




Hal ini terbukti awak media mencoba untuk konfirmasi perihal dana Bos tersebut, bahkan mendatangi sekolah hingga empat kali. Namun Kepsek tak pernah berada di tempat untuk  mendapat klarifikasi dari Kepsek SDN 06 Sungai Pinang, baik penjaga sekolah maupun tenaga pengajar tidak mengetahui kemana Kepsek berada.

Mengetahui Hal tersebut Ketua Komisi IV DPRD Kabupaten Ogan Ilir Fraksi Nasdem Rizal Mustofa, selaku mitra bidang Pendidikan dan Kesehatan, dirinya menyesalkan jika masih ada pejabat tertutup dengan informasi publik.

Menurut politisi Nasdem ini, Kepala sekolah adalah penanggung Jawab atas Sekolah yang di pimpinnya, baik itu proses belajar siswa/i,  dengan kondisi Pandemi Covid-19 (sesuai petunjuk & regulasi ) baik memanage para guru yang ada di Sekolah tersebut.

“Saya Selaku Ketua Komisi membidangi ini tentu menyesalkan adanya berita ini, meskipun masih harus di dalami kebenarannya, tapi mustahil ada asap kalau tidak ada Api.” Ujarnya 

Dikatakannya komisi IV DPRD OI, dari awal sudah berkomitmen dengan dunia pedidikan, karena ini menyangkut masa depan anak bangsa.

“Kami bersama kawan-kawan di Komisi IV sejak awal komit dengan Dunia Pendidikan ini, karena ini menyangkut Masa Depan Bangsa & Negara terkhusus kabupaten Ogan Ilir “ katanya

Ia menambahkan, bagaimana SDM kita akan baik kedepan jika Kepala Sekolahnya seperti itu. kita akan dalami berita ini, jika memang benar adanya, Kepala Sekolah itu harus menerima konsekwensi dari perbuatanya. “kami akan Rekomendasikan untuk di Copot dari Jabatannya sebagai Kepala Sekolah” pungkasnya.

Sementara Dinas Pendidikan Kabupaten Ogan Ilir sampai saat ini belum memberikan tindakan kepada Kepsek yang kurang disiplin dalam melaksanakan tugasnya sebagai pendidik Terkesan Tutup Mata. Forwoi

Hampir Merata Unsur Pimpinan SKPD Pemda Lahat DL Berbagai Kalangan Yang Membutuhkan KA Dinas Jadi Kecewa


LAHAT, Dutasumsel - Wabah Virus Corona belum berakhir secara total dan masih naik turun namun bukan menjadi halangan bagi jajaran Pegawai Negeri Sipil Pemerintah Daerah Kabupaten Lahat untuk melaksanakan Dinas Luar.


Seperti saat ini dimulai dari Tgl 2- 7 Desember hampir merata Unsur pimpinan SKPD dan ada sebagian bendahara bidang juga melakukan Dinas Luar yang belum diketahui tujuannya DL tersebut seperti apa.


Dengan adanya kekosongan di setiap Dinas menjadikan berbagai masalah, seperti yang terjadi di SKPD Dinas PU Bina Marga dan Tata Ruang banyak kalangan kontraktor mengeluh akibat kesulitan untuk menanda tangani berkas proyek.


Begitu juga di SKPD dan bidang lainya yang juga ikut melaksanakan dinas luar terjadi ketidak stabilkan dalam berbagai urusan yang tak dapat terselesaikan karena ketidak ada pejabat yang dituju sedang dalam dinas luar.


Debby salah satu rekan Jurnalis dari Propinsi Sumsel yang sedang berada di Kabupaten Lahat tampak terlihat lingkung dan tak dapat berbuat apa apa saat ia mengunjungi beberapa SKPD untuk berkordinasi,wawancara juga bersilaturahmi namun ia kecewa ketika ia izin agar dapat  menghadap,mendapat jawaban bapak sedang DL.


Bung Elan Ketua Komunitas peduli kabupaten Lahat dan juga tergabung di ASB (3/12) saat ditanya soal SKPD DL hampir merata tidak berada ditempat, dia hanya tersenyum dan sedikt berkata "  Dinas Luar dan apapun namanya  perjalanan mereka, jangan lupa PROKES sebab wabah Corona jangan sampai dibawa saat pulang DL nanti " .(Idham/Novita)

Zukifli Jurnalis Geram Camat Sulit Ditemu


OKI, Dutasumsel - Sejumlah insan pers di Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) Sumatera Selatan (Sumsel) dibuat geram oleh Camat Sp Padang Harahap,S.Sos,.M.Si, yang merasa alergi terhadap wartawan saat akan di wawancarai. Saat beberapa orang wartawan akan melakukan konfirmasi terkait soal lelang lebak lebung di kantor Kecamatan Sp Padang baru-baru ini, Harahap,S.Sos,.M.Si selaku Camat Sp Padang kerap menghindari kontak dengan wartawan.


"Kami datang untuk meminta keterangan dari Camat Sp Padang terkait adanya aktivitas lelang lebak lebung yang nyaris ricuh di Kecamatan Sp Padang beberapa waktu lalu. Bukannya melayani Camat Sp Padang ini justru pergi meninggalkannya kantor tanpa memberitahu bawahannya," ungkap Zul Jurnalis OKI Selasa 1 Desember 2020 siang.


"Padahal informasi tentang lelang lebak lebung ini sangat penting untuk masyarakat luas. Tapi kenapa beliau tidak mau memberikan keterangan kepada wartawan untuk masyarakat umum. Ada apa ini," kata Zul.


Hal senada turut disampaikan oleh Bambang salah seorang wartawan media nasional. "Camat itukan pejabat publik. Kenapa justru melecehkan profesi jurnalis. Hampir 10 kali wartawan datang ke kantor Camat Sp Padang ini tapi Harahap,S.Sos,.M.Si Camat Sp Padang selalu tidak ada dikantor disaat jam dinas," tuturnya.


Saat akan dikonfirmasi oleh wartawan, Rabu 2 Desember 2020, Camat Sp Padang, Harahap,S.Sos,.M.Si, lagi-lagi tidak ada dikantor Kecamatan Sp Padang.


Berdasarkan informasi yang diterima oleh warga dari salah satu pegawai kantor Kecamatan Sp Padang, yang bersangkutan diduga tenggah bepergian keluar Kota.


"Surat izin dari beliau tidak ada. Kami pastikan itu," kata salah seorang pegawai di kantor BKD Kabupaten Ogan Komering Ilir, Rabu 2 Desember 2020.(zulkifli)


Aspal Karet Hingga Bensin Sawit Muba Pukau Dosen dan Mahasiswa Program Doktor FISIP Unsri



"Bupati DRA Narasumber Kuliah Umum FISIP UNSRI "Strategi Percepatan Pembangunan Daerah Masa Pandemi COVID-19"


MUBA,DS.COM- Bupati Muba Dr Dodi Reza Alex Noerdin Lic Econ MBA lagi-lagi menjadi sorotan atas inisiasi terobosan Inovasi aspal karet, dan pengolahan kelapa sawit menjadi bensin atau bahan bakar nabati (BBN) Biofuel serta komitmennya yang kuat dalam menangani persoalan perekonomian terutama dalam pemberdayaan UMKM di tengah pandemi yang sudah dilakukan di Muba.
 
Keberhasilan Bupati Dodi Reza dalam Strategi Percepatan Pembangunan Daerah Masa Pandemi Covid-19 menjadi perhatian publik.

Kali ini Bupati Terinovatif, Dr H Dodi Reza Alex Noerdin Lic Econ MBA digadang sebagai Narasumber pada Kuliah Umum Secara Virtual dengan Tema “Strategi Percepatan Pembangunan Daerah Masa Pandemi Covid-19” Oleh Program Doktor Administrasi Publik dan Program Magister Administrasi Publik Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Sriwijaya, Rabu (2/12/2020) di Ruang Rapat Guest House Griya Bumi Serasan Sekate.

Dalam paparannya, yang memukau Dosen dan Program Doktor Administrasi Publik dan Program Magister Administrasi Publik Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Sriwijaya Mahasiswa Bupati Muba Dr H Dodi Reza Alex Noerdin Lic Econ MBA menceritakan Inisiasi terobosannya terkait aspal karet. Bahannya adalah lateks pekat hasil proses pemisahan partikel cair dan padat (centrifuge) berbahan baku bokar. Dikatakannya bukan hanya pasar yang bisa jadi unggulan namun lateks pekat tersebut dipastikan mampu meningkatkan ekonomi petani karet. "Ada empat keuntungan yang bisa bermanfaat bagi petani dan kontraktor bahkan negara atas hilirisasi di sektor komoditi karet,"ungkapnya.

Dodi juga menguraikan, empat manfaat dimaksud, yaitu keuntungan pertama aspek ekonomi rakyat. Hadirnya pabrik aspal karet ini meningkatkan nilai jual petani hingga dua kali lipat, bisa Rp 20.000 perkilogram. Di mana saat ini melalui instalasi pengolahan aspal karet yang dimiliki mampu menampung 3-4 ton lateks dan akan ditambah dua instalasi pada 2021 dengan target produksi lateks mencapai 15 ton perhari.

Dodi juga menguraikan, empat manfaat dimaksud, pertama aspek ekonomi rakyat. Hadirnya pabrik aspal karet ini meningkatkan nilai jual petani hingga dua kali lipat, Rp 20.000 perkilogram.

Di mana saat ini melalui instalasi pengolahan aspal karet yang dimiliki mampu menampung 3-4 ton lateks dan akan ditambah dua instalasi pada 2021 dengan target produksi latek mencapai 15 ton perhari.

keuntungan kedua dari sisi teknis. Menurutnya, walau secara harga aspal karet lateks ini harganya lebih mahal tapi umurnya, namun ketahanannya dua kali lebih panjang. Karena mengandung karet jadi lebih lentur. Kemudian tahan air atau kedap air.

Keuntungan ketiga sambung Dodi, dari sisi bisnis. Sedangkan keuntungan keempat dikatakan Dodi, dari sisi regulasi pengadaan bahan baku lateks dari petani. 

Selain itu, Bupati DRA juga menjelaskan 
strateginya secara terperinci dalam pengolahan kelapa sawit menjadi bensin atau bahan bakar nabati (BBN) Biofuel yang sudah dilakukan di Kabupaten Musi Banyuasin.

"Progres Implementasi pembangunan Pabrik IVO di Muba. Survei dan kerjasama PT BSS untuk pengelolaan TBS milik KUD periode Mei 2020 sampai dengan pembangunan PKS baru selesai. Selanjutnya, relokasi ITB dan BPDKS ke lokasi PKS yang akan dikerjasamakan dengan KUD. Nah hasil produksi IVO low FFA ditargetkan dapat digunakan oleh Pertamina Plaju diawal tahun 2021, dan mesin penghasil IVO disebut PKS IVO,"terangnya.

Bupati Dodi Reza Alex Noerdin juga dalam kesempatan ini, paparkan langkah strategis market by event yang dilaksanakan secara gradual akan mendorong pasar baru bagi UMKM terutama di sektor kuliner, hotel, transportasi.

Contohnya, Muba setiap tahunnya menyelenggarakan Muba Auto Gymkhana di Skyland Sirkuit, Supermoto serta Festival Randik, festival bekarang. "Eco wisata, local culture dan sport tourism membangkitkan UMKM di Muba diantaranya Eco wisata Danau Ulak Lia, Festival Bongen (tradisi pantai dadakan akibat surutnya debit air Sungai Musi,"jelasnya.

Untuk UMKM Muba bangkit dan maju ditengah pandemi, dikatakannya pertama Muba menciptakan produk-produk ramah lingkungan yang menarik di pasar yaitu produk Gambo Muba dan pelepah pinang.

"Gambo Muba memiliki estetika yang tinggi, karena penggunaan bahan alami dan kerajinan asli tangan Pemberdayaan masyarakat terutama para Ibu-ibu rumah tangga yang dapat meningkatkan pendapatan ekonominya, dan produk produk Gambir ini juga sangat ramah lingkungan. Disinilah kita memasukkan UMKMnya,"terangnya.

Dan selanjutnya, produk Pelepah pinang yang dikelola menjadi wadah makanan pengganti styrofoam dan plastik. Pelepah pinang ini juga menjadi program kita bersama pemerintah untuk pemberdayaan masyarakat dan inovasi produk ramah lingkungan ini juga terus kita fokuskan pengembangan pengelolaan pelepah pinang.

Paparan materi yang disampaikan Bupati Dr H Dodi Reza Alex Noerdin Lic Econ MBA ini sangat memukau peserta kuliah umum dan mendapat apresiasi dari Dekan Fakultas ISIP UNSRI Prof Dr Kiagus Muhammad Sobri MSi dan Wakil Dekan 1 Fakultas ISIP UNSRI Prof Dr Alfitri MSi.(hsril) 

Untuk Menjalin Persaudaraan FORWOI Resmi Terbentuk


Ogan Ilir, Dutasumsel - Guna menjalin silaturahmi dan memperkuat ikatan tali persaudaraan seprofesi serta dalam rangka upaya meningkatkan kesejahteraan wartawan, untuk itu belasan awak media Kabupaten Ogan Ilir, atas inisiatif sendiri - sendiri dan secara swadaya bermufakat membentuk sebuah Forum, dengan nama Forum Wartawan Ogan Ilir (FORWOI). Demikian kata Ediman Madesi , inisiator lahirnya forum tersebut, dalam rapat sederhana di kediaman Rusli, salah satu wartawan kota ini, di JalanTasik Indralaya,  Ogan Ilir, Sumatera Selatan. Rabu, (02-12) siang.




Menurut  Ediman, untuk menjadikan sebuah forum media yang solid
dibutuhkan pengorbanan dan kesetiakawanan yang tinggi, yang mengacu pada aturan yang telah dibuat atas dasar keputusan bersama, dengan
transfaran dan terbuka mengurai setiap permasalahan sehingga akan terbangun rasa saling percaya sebagai satu rasa, senasib sepenanggungan dari setiap anggota, katanya

Kemudian kata Ediman, seperti kita ketahui bersama FORWOI ini
merupakan forum media, artinya jelas apa yang menjadi proyeksi
pemberitaan didalam forum ini merupakan produk jurnalistik dan
disinilah peran FORWOI  untuk merumuskan terlebih dahulu informasi
atau data yang masuk tersebut,  layak atau tidaknya  untuk dijadikan
sebuah berita dengan kaidah pemberitaan juga kode etik , sehingga
produk jurnalistik benar- benar menarik sebagai sebuah informasi
publik dari seorang wartawan yang profesional, paparnya.

Selanjutnya Ediman berharap kepada pemerintah daerah dan seluruh
stokeholder yang ada di Kabupaten Ogan Ilir untuk bersinergi dengan
FORWOI untuk mengawal pembanguan daerah dan demokrasi  sehingga apa
yang menjadi cita-cita pembanguan dapat tercapai serta menghimbau agar
pemerintah daerah juga pihak lainnya untuk memperhatikan kesejahteraan
wartawan dengan memberikan peluang yang sama untuk dilibatkan sebagai
sarana publikasi. Dan kepada seluruh wartawan anggota forum ini, untuk
mematuhi aturan yang telah disepakati bersama, harap Ediman serius.

Berdasarkan hasil rapat yang dibacakan oleh sekretaris FURWOI, Prima
Jassinta, atas keputusan bersama ditunjuk Ediman Madesi sebagai Ketua
FORWOI dan Rusli sebagai Bendahara, bersamaan ditentukan juga wakil
ketua dari beberapa Divisi yang ada dalam forum tersebut, dan untuk
Sekretariat FURWOI sendiri  beralamat di Jalan Tasik Dusun VI Desa Muara Penimbung Ulu, Indralaya Ogan Ilir, kata Jessinta.

Rapat ini berlangsung tertib dengan mematuhi protokes Pandemi
Covid-19, dimana peserta rapat diwajibkan memakai masker dan menjaga jarak dan dari keterangan Ediman, Ketua terpilih, setelah rapat ini
rencananya akan dibentuk Anggaran dasar dan Anggaran Rumah Tangga yang untuk senjutnya akan di-Aktakan sebagai sebuah Forum yang resmi.
(FORWOI)

Kades Se- Kecamatan Kota Agung Terima Penghargaan dari Menteri Desa PDTT RI


" A Tantawi merasa bersyukukur telah selesaikan tugasnya dengan baik" 



LAHAT, DS - Sebagai wujud keperdulian  Kementrian Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Republik Indonesia, terhadap para Kades se- Indonesia yang telah menyelesaikan tugasnya ditengah Wabah Pandemi Global Covid- 19, memberikan Penghargaan ini atas kesuksesan dalam penyaluran Bantuan Langsung Tunai ( BLT) Dana Desa tahap pertama sesuai dengan batas yang di tetapkan.


Dari 22 Kades yang ada di Kecamatan Kota Agung Kabupaten Lahat, A.Tantawi selaku Kades Desa Pandan Arang Ulu  merasa bersyukur karena telah menyelesaikan tugasnya dengan baik dan tepat waktu" ujarnya kepada Awak Media 3/12.


Menurut Kades Pandan Arang Ulu warganya  dari  92 KK  37 KK yang mendapatkan Bantuan Langsung Tunai BLT DD tahun 2020 tahap pertama yang dimulai pada bulan April, Mei dan Juni 2020 sera tahap kedua pun telah diselesaikan dengan tepat waktu juga " ujarnya ( Kerbay Mulak)