NEWS

Slider

Ditanya L3S, Camat SP Padang "Mendadak Terjangkit Virus"


DUTA SUMSEL, OKI - Proses Lelang Lebak Lebung dan Sungai (L3S) Kecamatan SP padang nyaris diwarnai keributan belum lama ini. Entah prosesnya yang bermasalah karna tidak transparan atau ada hal lain membuat para pengemin nyaris ricuh dalam proses lelang.


Kemudian, warga sekitar juga merasa sangat kecewa lantaran dana hasil L3S sejauh ini tidak jelas dan kerap menjadi sumber pendapatan baru bagi oknum-oknum pejabat Pemerintah Daerah. Buktinya, Tiap tahun, L3S di Kabupaten OKI tak terhitung jumlah Lebak yang di lelang. Bahkan Miliaran rupiah Pendapatan daerah dari Proses lelang tersebut dipastikan mampu membiayai infrastruk jalan ke desa-desa. Namun sayangnya, Pendapatan yang diperoleh dari desa justru tidak sejalan dengan fakta yang terjadi. 



"Lihat saja akses jalan ke Desa-desa di Oki banyak mirip kubangan kerbau. Padahal PAD dari L3S berperan besar menyokong APBD OKI dari tahun ke tahun. Jika memang hanya L3S hanya memicu keributan lebih baik Perda L3S di cabut saja dan Lebak dikembalikan ke masyarakat" ujar Ahmad (52) Salah seorang warga SP Padang.



Dikatakan, sejauh ini warga sekitar juga sangat kesulitan menapatkan informasi proses lelang Lebak. Seperti berapa objek Lebak yang dilelang. Kemudian proses lelang kerap ditutup-tutupi seolah lelang tersebut tidak terbuka untuk umum padahal dalam Peraturan Daerah (Perda) Kabupaten Ogan Komering Ilir Nomor 18 tahun 2010 tentang pengelolaan lebak lebung dan sungai jelas-jelas diatur bahwa proses lelang harus transparan dan terbuka untuk umum.


”Yang terjadi dilapangan sangat berbeda. Warga tak pernah tahu berapa dana hasil lelang lebak lebung tersebut. Apa yang sudah dibangun dari dana tersebut kita juga tidak tahu" pungkasnya.


Menindaklanjuti informasi yang diperoleh di lapangan, wartawan media ini mencoba mengkonfirmasikan data di lapangan dan keluhan warga sekitar kepada Camat SP Padang Kabupaten OKI Harahap,S.Sos, M.Si.



Namun sayangnya Camat yang diharapkan mampu memberikan klarifikasi justru mulai terjangkit penyakit alergi wartawan. Saat ditemui di kantornya, Harahap justru menghindari media yang mencoba meminta klarifikasi informasi proses L3S di wilayah kerjanya belum lama ini. Mencium awak media memasuki kawasan kantornya, Camat mendadak hilang dari Kantor.


Padahal menurut staff di kantor tersebut, sang Camat sebelumnya berada di kantor. "Mendadak cabut begitu tanpa izin biasanya dihukum hormat bendera lho mas" celoteh wartawan setengah kesal.

Dana Bos Tidak Tepat Sasaran Disdik OI Terkesan Tutup Mata


OGAN ILIR, Dutasumsel - Diketahui Dimasa pandemi Covid-19, Pemerintah pusat maupun daerah mewajibkan siswa belajar secara daring, Maka untuk meringankan beban orang tua siswa, dana BOS bisa digunakan untuk pembelian paket internet. 


Diberitakan Sebelumnya SDN 06 Sungai Pinang yang berada di desa Penyandingan Kecamatan Sungai Pinang Kab. Ogan Ilir, Provinsi Sumatera Selatan, dengan jumlah peserta didik 220 siswa melakukan kegiatan belajar mengajar (KBM) secara daring.

Hari kamis (3/12/20) beberapa media yang termasuk anggota Forum wartawan Ogan ilir ( FORWOI) juga mencobah mendatangi kantor dinas pendidikan untuk konfirmasi Permasalaan Berita Kepsek SDN 06 Sungai pinang lokasi Desa penyandingan, permasalahan diduga Dana Bos tidak tepat sasaran disaat Covid19, Murid/siswa belajar dari rumah untuk beli faket internet ( Dring), Kadin Disdik tidak ada ditempat, dan Sekdin heryanto juga tidak ada di tempat, salah satu stap mengatakan bpk sedang keluar, Sedangkan Anggota Forwoi WhatsApp Sekdin hari ini kamis 3/12/2020 tidak masuk kantor karna kurang sehat badan ujar Heryanto Sekdin lewat WhatsApp, diduga terkesan tutup mata dan permasalah Kepsek belum ada tingdakan juga sangsi.

Untuk mengetahui anggaran yang digunakan KBM secara daring pihak sekolah terkesan tertutup, pasalnya Sesuai peraturan Permendikbud 8 tahun 2020 tentang BOS" untuk SD dana BOS Sebesar Rp. 900.000,00 per orang peserta didik jadi kali 220 orang 198.000.000 juta pertahunnya.

"Seratus persen dana BOS diberikan fleksibilitas untuk membeli pulsa atau kuota internet untuk anak didik dan orangtuanya serta para guru sekolah yang berlaku selama masa pandemi” ucap Nadiem, di Bogor, Kamis  30 Juli 2020 lalu.




Hal ini terbukti awak media mencoba untuk konfirmasi perihal dana Bos tersebut, bahkan mendatangi sekolah hingga empat kali. Namun Kepsek tak pernah berada di tempat untuk  mendapat klarifikasi dari Kepsek SDN 06 Sungai Pinang, baik penjaga sekolah maupun tenaga pengajar tidak mengetahui kemana Kepsek berada.

Mengetahui Hal tersebut Ketua Komisi IV DPRD Kabupaten Ogan Ilir Fraksi Nasdem Rizal Mustofa, selaku mitra bidang Pendidikan dan Kesehatan, dirinya menyesalkan jika masih ada pejabat tertutup dengan informasi publik.

Menurut politisi Nasdem ini, Kepala sekolah adalah penanggung Jawab atas Sekolah yang di pimpinnya, baik itu proses belajar siswa/i,  dengan kondisi Pandemi Covid-19 (sesuai petunjuk & regulasi ) baik memanage para guru yang ada di Sekolah tersebut.

“Saya Selaku Ketua Komisi membidangi ini tentu menyesalkan adanya berita ini, meskipun masih harus di dalami kebenarannya, tapi mustahil ada asap kalau tidak ada Api.” Ujarnya 

Dikatakannya komisi IV DPRD OI, dari awal sudah berkomitmen dengan dunia pedidikan, karena ini menyangkut masa depan anak bangsa.

“Kami bersama kawan-kawan di Komisi IV sejak awal komit dengan Dunia Pendidikan ini, karena ini menyangkut Masa Depan Bangsa & Negara terkhusus kabupaten Ogan Ilir “ katanya

Ia menambahkan, bagaimana SDM kita akan baik kedepan jika Kepala Sekolahnya seperti itu. kita akan dalami berita ini, jika memang benar adanya, Kepala Sekolah itu harus menerima konsekwensi dari perbuatanya. “kami akan Rekomendasikan untuk di Copot dari Jabatannya sebagai Kepala Sekolah” pungkasnya.

Sementara Dinas Pendidikan Kabupaten Ogan Ilir sampai saat ini belum memberikan tindakan kepada Kepsek yang kurang disiplin dalam melaksanakan tugasnya sebagai pendidik Terkesan Tutup Mata. Forwoi

Hampir Merata Unsur Pimpinan SKPD Pemda Lahat DL Berbagai Kalangan Yang Membutuhkan KA Dinas Jadi Kecewa


LAHAT, Dutasumsel - Wabah Virus Corona belum berakhir secara total dan masih naik turun namun bukan menjadi halangan bagi jajaran Pegawai Negeri Sipil Pemerintah Daerah Kabupaten Lahat untuk melaksanakan Dinas Luar.


Seperti saat ini dimulai dari Tgl 2- 7 Desember hampir merata Unsur pimpinan SKPD dan ada sebagian bendahara bidang juga melakukan Dinas Luar yang belum diketahui tujuannya DL tersebut seperti apa.


Dengan adanya kekosongan di setiap Dinas menjadikan berbagai masalah, seperti yang terjadi di SKPD Dinas PU Bina Marga dan Tata Ruang banyak kalangan kontraktor mengeluh akibat kesulitan untuk menanda tangani berkas proyek.


Begitu juga di SKPD dan bidang lainya yang juga ikut melaksanakan dinas luar terjadi ketidak stabilkan dalam berbagai urusan yang tak dapat terselesaikan karena ketidak ada pejabat yang dituju sedang dalam dinas luar.


Debby salah satu rekan Jurnalis dari Propinsi Sumsel yang sedang berada di Kabupaten Lahat tampak terlihat lingkung dan tak dapat berbuat apa apa saat ia mengunjungi beberapa SKPD untuk berkordinasi,wawancara juga bersilaturahmi namun ia kecewa ketika ia izin agar dapat  menghadap,mendapat jawaban bapak sedang DL.


Bung Elan Ketua Komunitas peduli kabupaten Lahat dan juga tergabung di ASB (3/12) saat ditanya soal SKPD DL hampir merata tidak berada ditempat, dia hanya tersenyum dan sedikt berkata "  Dinas Luar dan apapun namanya  perjalanan mereka, jangan lupa PROKES sebab wabah Corona jangan sampai dibawa saat pulang DL nanti " .(Idham/Novita)

Zukifli Jurnalis Geram Camat Sulit Ditemu


OKI, Dutasumsel - Sejumlah insan pers di Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) Sumatera Selatan (Sumsel) dibuat geram oleh Camat Sp Padang Harahap,S.Sos,.M.Si, yang merasa alergi terhadap wartawan saat akan di wawancarai. Saat beberapa orang wartawan akan melakukan konfirmasi terkait soal lelang lebak lebung di kantor Kecamatan Sp Padang baru-baru ini, Harahap,S.Sos,.M.Si selaku Camat Sp Padang kerap menghindari kontak dengan wartawan.


"Kami datang untuk meminta keterangan dari Camat Sp Padang terkait adanya aktivitas lelang lebak lebung yang nyaris ricuh di Kecamatan Sp Padang beberapa waktu lalu. Bukannya melayani Camat Sp Padang ini justru pergi meninggalkannya kantor tanpa memberitahu bawahannya," ungkap Zul Jurnalis OKI Selasa 1 Desember 2020 siang.


"Padahal informasi tentang lelang lebak lebung ini sangat penting untuk masyarakat luas. Tapi kenapa beliau tidak mau memberikan keterangan kepada wartawan untuk masyarakat umum. Ada apa ini," kata Zul.


Hal senada turut disampaikan oleh Bambang salah seorang wartawan media nasional. "Camat itukan pejabat publik. Kenapa justru melecehkan profesi jurnalis. Hampir 10 kali wartawan datang ke kantor Camat Sp Padang ini tapi Harahap,S.Sos,.M.Si Camat Sp Padang selalu tidak ada dikantor disaat jam dinas," tuturnya.


Saat akan dikonfirmasi oleh wartawan, Rabu 2 Desember 2020, Camat Sp Padang, Harahap,S.Sos,.M.Si, lagi-lagi tidak ada dikantor Kecamatan Sp Padang.


Berdasarkan informasi yang diterima oleh warga dari salah satu pegawai kantor Kecamatan Sp Padang, yang bersangkutan diduga tenggah bepergian keluar Kota.


"Surat izin dari beliau tidak ada. Kami pastikan itu," kata salah seorang pegawai di kantor BKD Kabupaten Ogan Komering Ilir, Rabu 2 Desember 2020.(zulkifli)


Aspal Karet Hingga Bensin Sawit Muba Pukau Dosen dan Mahasiswa Program Doktor FISIP Unsri



"Bupati DRA Narasumber Kuliah Umum FISIP UNSRI "Strategi Percepatan Pembangunan Daerah Masa Pandemi COVID-19"


MUBA,DS.COM- Bupati Muba Dr Dodi Reza Alex Noerdin Lic Econ MBA lagi-lagi menjadi sorotan atas inisiasi terobosan Inovasi aspal karet, dan pengolahan kelapa sawit menjadi bensin atau bahan bakar nabati (BBN) Biofuel serta komitmennya yang kuat dalam menangani persoalan perekonomian terutama dalam pemberdayaan UMKM di tengah pandemi yang sudah dilakukan di Muba.
 
Keberhasilan Bupati Dodi Reza dalam Strategi Percepatan Pembangunan Daerah Masa Pandemi Covid-19 menjadi perhatian publik.

Kali ini Bupati Terinovatif, Dr H Dodi Reza Alex Noerdin Lic Econ MBA digadang sebagai Narasumber pada Kuliah Umum Secara Virtual dengan Tema “Strategi Percepatan Pembangunan Daerah Masa Pandemi Covid-19” Oleh Program Doktor Administrasi Publik dan Program Magister Administrasi Publik Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Sriwijaya, Rabu (2/12/2020) di Ruang Rapat Guest House Griya Bumi Serasan Sekate.

Dalam paparannya, yang memukau Dosen dan Program Doktor Administrasi Publik dan Program Magister Administrasi Publik Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Sriwijaya Mahasiswa Bupati Muba Dr H Dodi Reza Alex Noerdin Lic Econ MBA menceritakan Inisiasi terobosannya terkait aspal karet. Bahannya adalah lateks pekat hasil proses pemisahan partikel cair dan padat (centrifuge) berbahan baku bokar. Dikatakannya bukan hanya pasar yang bisa jadi unggulan namun lateks pekat tersebut dipastikan mampu meningkatkan ekonomi petani karet. "Ada empat keuntungan yang bisa bermanfaat bagi petani dan kontraktor bahkan negara atas hilirisasi di sektor komoditi karet,"ungkapnya.

Dodi juga menguraikan, empat manfaat dimaksud, yaitu keuntungan pertama aspek ekonomi rakyat. Hadirnya pabrik aspal karet ini meningkatkan nilai jual petani hingga dua kali lipat, bisa Rp 20.000 perkilogram. Di mana saat ini melalui instalasi pengolahan aspal karet yang dimiliki mampu menampung 3-4 ton lateks dan akan ditambah dua instalasi pada 2021 dengan target produksi lateks mencapai 15 ton perhari.

Dodi juga menguraikan, empat manfaat dimaksud, pertama aspek ekonomi rakyat. Hadirnya pabrik aspal karet ini meningkatkan nilai jual petani hingga dua kali lipat, Rp 20.000 perkilogram.

Di mana saat ini melalui instalasi pengolahan aspal karet yang dimiliki mampu menampung 3-4 ton lateks dan akan ditambah dua instalasi pada 2021 dengan target produksi latek mencapai 15 ton perhari.

keuntungan kedua dari sisi teknis. Menurutnya, walau secara harga aspal karet lateks ini harganya lebih mahal tapi umurnya, namun ketahanannya dua kali lebih panjang. Karena mengandung karet jadi lebih lentur. Kemudian tahan air atau kedap air.

Keuntungan ketiga sambung Dodi, dari sisi bisnis. Sedangkan keuntungan keempat dikatakan Dodi, dari sisi regulasi pengadaan bahan baku lateks dari petani. 

Selain itu, Bupati DRA juga menjelaskan 
strateginya secara terperinci dalam pengolahan kelapa sawit menjadi bensin atau bahan bakar nabati (BBN) Biofuel yang sudah dilakukan di Kabupaten Musi Banyuasin.

"Progres Implementasi pembangunan Pabrik IVO di Muba. Survei dan kerjasama PT BSS untuk pengelolaan TBS milik KUD periode Mei 2020 sampai dengan pembangunan PKS baru selesai. Selanjutnya, relokasi ITB dan BPDKS ke lokasi PKS yang akan dikerjasamakan dengan KUD. Nah hasil produksi IVO low FFA ditargetkan dapat digunakan oleh Pertamina Plaju diawal tahun 2021, dan mesin penghasil IVO disebut PKS IVO,"terangnya.

Bupati Dodi Reza Alex Noerdin juga dalam kesempatan ini, paparkan langkah strategis market by event yang dilaksanakan secara gradual akan mendorong pasar baru bagi UMKM terutama di sektor kuliner, hotel, transportasi.

Contohnya, Muba setiap tahunnya menyelenggarakan Muba Auto Gymkhana di Skyland Sirkuit, Supermoto serta Festival Randik, festival bekarang. "Eco wisata, local culture dan sport tourism membangkitkan UMKM di Muba diantaranya Eco wisata Danau Ulak Lia, Festival Bongen (tradisi pantai dadakan akibat surutnya debit air Sungai Musi,"jelasnya.

Untuk UMKM Muba bangkit dan maju ditengah pandemi, dikatakannya pertama Muba menciptakan produk-produk ramah lingkungan yang menarik di pasar yaitu produk Gambo Muba dan pelepah pinang.

"Gambo Muba memiliki estetika yang tinggi, karena penggunaan bahan alami dan kerajinan asli tangan Pemberdayaan masyarakat terutama para Ibu-ibu rumah tangga yang dapat meningkatkan pendapatan ekonominya, dan produk produk Gambir ini juga sangat ramah lingkungan. Disinilah kita memasukkan UMKMnya,"terangnya.

Dan selanjutnya, produk Pelepah pinang yang dikelola menjadi wadah makanan pengganti styrofoam dan plastik. Pelepah pinang ini juga menjadi program kita bersama pemerintah untuk pemberdayaan masyarakat dan inovasi produk ramah lingkungan ini juga terus kita fokuskan pengembangan pengelolaan pelepah pinang.

Paparan materi yang disampaikan Bupati Dr H Dodi Reza Alex Noerdin Lic Econ MBA ini sangat memukau peserta kuliah umum dan mendapat apresiasi dari Dekan Fakultas ISIP UNSRI Prof Dr Kiagus Muhammad Sobri MSi dan Wakil Dekan 1 Fakultas ISIP UNSRI Prof Dr Alfitri MSi.(hsril) 

Untuk Menjalin Persaudaraan FORWOI Resmi Terbentuk


Ogan Ilir, Dutasumsel - Guna menjalin silaturahmi dan memperkuat ikatan tali persaudaraan seprofesi serta dalam rangka upaya meningkatkan kesejahteraan wartawan, untuk itu belasan awak media Kabupaten Ogan Ilir, atas inisiatif sendiri - sendiri dan secara swadaya bermufakat membentuk sebuah Forum, dengan nama Forum Wartawan Ogan Ilir (FORWOI). Demikian kata Ediman Madesi , inisiator lahirnya forum tersebut, dalam rapat sederhana di kediaman Rusli, salah satu wartawan kota ini, di JalanTasik Indralaya,  Ogan Ilir, Sumatera Selatan. Rabu, (02-12) siang.




Menurut  Ediman, untuk menjadikan sebuah forum media yang solid
dibutuhkan pengorbanan dan kesetiakawanan yang tinggi, yang mengacu pada aturan yang telah dibuat atas dasar keputusan bersama, dengan
transfaran dan terbuka mengurai setiap permasalahan sehingga akan terbangun rasa saling percaya sebagai satu rasa, senasib sepenanggungan dari setiap anggota, katanya

Kemudian kata Ediman, seperti kita ketahui bersama FORWOI ini
merupakan forum media, artinya jelas apa yang menjadi proyeksi
pemberitaan didalam forum ini merupakan produk jurnalistik dan
disinilah peran FORWOI  untuk merumuskan terlebih dahulu informasi
atau data yang masuk tersebut,  layak atau tidaknya  untuk dijadikan
sebuah berita dengan kaidah pemberitaan juga kode etik , sehingga
produk jurnalistik benar- benar menarik sebagai sebuah informasi
publik dari seorang wartawan yang profesional, paparnya.

Selanjutnya Ediman berharap kepada pemerintah daerah dan seluruh
stokeholder yang ada di Kabupaten Ogan Ilir untuk bersinergi dengan
FORWOI untuk mengawal pembanguan daerah dan demokrasi  sehingga apa
yang menjadi cita-cita pembanguan dapat tercapai serta menghimbau agar
pemerintah daerah juga pihak lainnya untuk memperhatikan kesejahteraan
wartawan dengan memberikan peluang yang sama untuk dilibatkan sebagai
sarana publikasi. Dan kepada seluruh wartawan anggota forum ini, untuk
mematuhi aturan yang telah disepakati bersama, harap Ediman serius.

Berdasarkan hasil rapat yang dibacakan oleh sekretaris FURWOI, Prima
Jassinta, atas keputusan bersama ditunjuk Ediman Madesi sebagai Ketua
FORWOI dan Rusli sebagai Bendahara, bersamaan ditentukan juga wakil
ketua dari beberapa Divisi yang ada dalam forum tersebut, dan untuk
Sekretariat FURWOI sendiri  beralamat di Jalan Tasik Dusun VI Desa Muara Penimbung Ulu, Indralaya Ogan Ilir, kata Jessinta.

Rapat ini berlangsung tertib dengan mematuhi protokes Pandemi
Covid-19, dimana peserta rapat diwajibkan memakai masker dan menjaga jarak dan dari keterangan Ediman, Ketua terpilih, setelah rapat ini
rencananya akan dibentuk Anggaran dasar dan Anggaran Rumah Tangga yang untuk senjutnya akan di-Aktakan sebagai sebuah Forum yang resmi.
(FORWOI)

Kades Se- Kecamatan Kota Agung Terima Penghargaan dari Menteri Desa PDTT RI


" A Tantawi merasa bersyukukur telah selesaikan tugasnya dengan baik" 



LAHAT, DS - Sebagai wujud keperdulian  Kementrian Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Republik Indonesia, terhadap para Kades se- Indonesia yang telah menyelesaikan tugasnya ditengah Wabah Pandemi Global Covid- 19, memberikan Penghargaan ini atas kesuksesan dalam penyaluran Bantuan Langsung Tunai ( BLT) Dana Desa tahap pertama sesuai dengan batas yang di tetapkan.


Dari 22 Kades yang ada di Kecamatan Kota Agung Kabupaten Lahat, A.Tantawi selaku Kades Desa Pandan Arang Ulu  merasa bersyukur karena telah menyelesaikan tugasnya dengan baik dan tepat waktu" ujarnya kepada Awak Media 3/12.


Menurut Kades Pandan Arang Ulu warganya  dari  92 KK  37 KK yang mendapatkan Bantuan Langsung Tunai BLT DD tahun 2020 tahap pertama yang dimulai pada bulan April, Mei dan Juni 2020 sera tahap kedua pun telah diselesaikan dengan tepat waktu juga " ujarnya ( Kerbay Mulak)

13 Media Membentuk Forum Wartawan Ogan Ilir (FORWOI)


OGAN ILIR, Dutasumsel - Sejumlah Wartawan yang bertugas di Ogan Ilir hari ini resmi menggelar acara pembentukan Forum Wartawan Ogan Ilir (FORWOI). Acara tersebut berlokasi di Jalan Taksi Rt 06 Lk III Indralaya Ogan Ilir dan dihadiri oleh insan Pers dari 13 media yang telah diakui kredibilitasnya di OI ini. Rabu, (3/12/2020).


Sesuai himbauan pemerintah yang berlaku dimasa Pandemi Covid-19 maka pertemuan ini berlangsung secara tertib,aman dan terkendali serta tetap mematuhi protokol kesehatan (prokes). Setiap anggota forum yang hadir harus mencuci tangan,menggunakan masker dan menjaga jarak (telah sesuai prokes).


Adapun hasil dari rapat ini ialah telah ditetapkannya Edi Gebuk (Mediapagi.co) sebagai Ketua FORWOI. Selain ketua,dibentuk pula wakil ketua di bidang masing-masing,  sekretaris dan bendahara. Seluruh anggota FORWOI harus mengikuti peraturan/kesepakatan yang telah ditetapkan bersama-sama.


Adapun kelima point' hasil dari kesepakatan bersama anggota FORWOI  adalah apabila tidak menerbitkan berita masuk forum, apabila tersangkut narkoba/keluar dari koridor sebagai wartawan dan melakukan mediasi tanpa sepengetahuan anggota forum maka akan dikeluarkan tanpa syarat sesuai dengan kesepakatan bersama. kemudian ada kesepakatan bersama dalam mediasi pemberitaan dan ada dana bersama sebesar 20rb/bulan.


Edi Gebuk, selaku ketua FORWOI menyampaikan bahwa kelima point' kesepakatan bersama tersebut harus ditaati oleh seluruh anggota forum tanpa terkecuali.


"Apabila ada anggota forum yang melanggar salah satu saja dari kelima point' yang telah ditetapkan tadi maka akan dikeluarkan tanpa syarat sesuai dengan kesepakatan. Selain itu,apabila ada pengeluaran tanpa keputusan dari ketua maka akan dikeluarkan juga dari keanggotaan FORWOI ini" tutupnya

Pasar Tani Pemkab Muba Bisa Tekan Angka Kemiskinan dan Stunting


SEKAYU,DS.COM - Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin melalui Dinas Ketahanan Pangan, Melaunching Pasar Tani Kelompok Wanita Tani (KWT) di Halaman Kantor Dinas Ketahanan Pangan Muba, Rabu (2/12/2020).


Kegiatan ini dilaunching secara langsung oleh Ketua TP PKK Muba Hj Thia Yufada Dodi Reza dengan Pengguntingan Pita di Gedung Mitra Tani Dinas Ketahanan Pangan Muba.

Menurut Kepala Dinas Ketahanan Pangan Muba Ali Badri pelaksanaan Pasar Tani KWT dapat memberikan keuntungan kepada petani lokal guna memasarkan hasil produksinya. Selain memberikan keuntungan bagi KWT dan petani pelaksanaan pasar tani itu juga menguntungkan para konsumen atau pembeli karena dapat membeli hasil pertanian dalam kondisi segar. KWT juga dapat berinteraksi langsung dengan masyarakat dan sebaliknya masyarakat bisa mendapatkan hasil pertanian yang masih fresh dan produk yang dipasarkan harus bebas pestisida setidaknya dua minggu sebelum panen.

"Pelaksanaan pasar Tani KWT di Gedung Pasar Mitra Tani ini akan kami laksanakan secara terus-menerus setiap minggunya, produksi yang dipasarkan KWT selain produk pertanian juga produk pangan olahan," kata Ali Badri.

Dikatakannya, kegiatan ini juga dalam rangka mendukung program Pemkab Muba mengurangi angka kemiskinan dan Intervensi Stunting, dengan pemanfaatan pekarangan untuk pengembangan pangan lestari atau Pemanfaatan Pekarangan Lestari. Kegiatan ini memanfaatkan lahan tidur dan lahan kosong yang tidak produktif dalam memenuhi pangan dan gizi rumah tangga serta meningkatkan pendapatan keluarga.

"Saat ini jumlah Kelompok Wanita Tani yang dibina Dinas Ketahanan Pangan bersama Dengan TP PKK Kabupaten, Dharma Wanita Persatuan TP PKk Kecamatan, dan TP PKK Desa, berjumlah 51 KWT, 41 dari dana APBD dan 10 KWT dari dana APBN, tersebar di 50 desa dan kelurahan," ungkapnya.

Lanjut Ali Badri pada tahun anggaran 2021 akan dibentuk KWT tahap penumbuhan melalui dana APBD Kabupaten sebanyak 63 KWT dan dana APBN 12 KWT . "Dan InshaAllah pada tahun 2022 seluruh desa dan kelurahan dalam Kabupaten Muba sudah ada Kelompok Wanita Tani yang melaksanakan kegiatan pemanfaatan pekarangan," tandasnya.

Sementara Ketua TP PKK Muba Hj Thia Yufada Dodi Reza Alex menyambut bahagia kegiatan Pasar Tani tersebut, ia berpesan kepada ibu-ibu yang tergabung dalam KWT untuk terus bersemangat, dan Pemkab Muba akan terus mendukung kegiatan pasar tani itu.

"Tujuannya agar masyarakat terbiasa memenuhi kebutuhan pangannya sendiri, kemudian mencari pendapatan lain," ujarnya.

Ketua TP PKK Muba mengajak masyarakat untuk memanfaatkan Pasar Tani yang telah dibuka tersebut, karena dapat memberikan manfaat yang besar bagi masyarakat, disamping sebagai sumber pendapatan rumah tangga, juga dapat memenuhi kebutuhan gizi.

"Ini merupakan sebuah inovasi, membentuk sebuah sistem dari pemanfaatan pekarangan rumah yang hasilnya dapat tersalurkan dengan baik tandasnya.(hsri) 

Jarang Masuk Kantor, Kinerja Camat Sp Padang Mulai Dipertanyakan


OKI, DS - Camat Sp Padang Syawal Harahap,S.Sos,.M.Si disinyalir jarang masuk kerja dengan alasan sering ada acara diluar. Diduga, Camat Sp Padang Harahap,S.Sos,.M.Si mencari kesempatan untuk mendapatkan uang SPPD. Dugaan ini bukan tanpa alasan, pasalnya setiap masyarakat setempat ada keperluan kantor Harahap,S.Sos,.M.Si selalu dalam kondisi kosong melompong.


Seringnya Harahap,S.Sos,.M.Si jarang masuk kerja membuat kompak sejumlah pegawai di kantor camat SP Padang tutut ikut-ikutan membolos.


Bambang 38 tahun salah seorang warga setempat mengaku mengelus dada dengan ulah camat SP Padang Harahap,S.Sos,.M.Si yang diketahui jarang masuk kerja. Hal ini membuat pelayanan kepada masyarakat di kantor camat SP Padang menjadi molor berhari-hari.


"Harahap,S.Sos,.M.Si selaku camat SP Padang sama sekali tidak pernah melakukan pengawasan terhadap realisasi dana desa di Kecamatan SP Padang," ungkapnya Rabu 2 Desember 2020 siang.


"Masak ada banyak anggaran dana desa tahun 2019 dikerjakan tahun 2020. Bahkan ada beberapa wartawan dari Persatuan Wartawan Indonesia yang mengalami kesulitan untuk mendapatkan konfirmasi dari beliau terkait soal lelang lebak lebung baru-baru ini," bebernya.


Masih kata dia, ada banyak pembangunan infrastruktur desa di kecamatan sp padang yang dikerjakan dengan asal-asalan. Saya melihat tim pengawas dana desa di kecamatan ini sama sekali tidak bekerja sesuai tugas dan fungsi serta tanggungjawab sebagai perpanjangan tangan pemerintah kabupaten dan provinsi," tuturnya.


Hal senada turut disampaikan oleh Elis 37 tahun salah seorang warga desa setempat. "Masak pembangunan infrastruktur di desa dengan anggaran besar dikerjakan dengan cara manual tanpa mengunakan mesin molen. Belum lagi ada banyak warga yang mau berurusan di kantor camat SP Padang yang terpaksa harus bolak-balik karena camat SP Padang selalu tidak ada di kantor," ujarnya.


"Seharusnya camat ini segera dicopot. Jangan seenak perutnya saja makan gaji buta. Saya minta pihak inspektorat dan badan kepegawaian daerah untuk memanggil yang bersangkutan. Kalau tidak sanggup menjalankan tugas sebagai camat sebaiknya mundur atau dicopot," bebernya.


Terpisah, salah seorang pegawai di kantor camat SP Padang saat dikonfirmasi wartawan mengatakan. "Katanya ke Jakarta. Tapi kami tidak tahu," ungkap pria yang meminta namanya tak mau namanya disebutkan oleh wartawan itu.(zulkifli)