NEWS

Slider

Masyarakat Umum Jangan Salah Persepsi Terkait Dugaan Penyalah Gunaan ADD yang di Proses Inspektorat

Ini Penjelasan yunisa Rahman S.ip Kepala Inspektur Inspektorat 

LAHAT, DS - Pemerintah Pusat melalui Kementrian Desa telah mengsosialisasikan dan mengucurkan Anggaran Dana Desa keseluruh Provinsi dan Kabupaten Kota yang ada di NKRI Khususnya Provinsi Sumatera Selatan Kabupaten Lahat.


Dimana dalam penyaluran Dana Desa ini diterima Pemerintah Daerah dan kelola oleh Badan Pemerintah Masyarakat Desa (BPMD), dan  untuk dibagikan ke Desa-Desa penerima Dana ADD sebagai pelaksana kegiatan pembangunan dan Sebagainya guna untuk kepentingan bersama seluruh lapisan masyarakat desa.


Dalam pelaksanaan kegiatan desa yang mengunakan Anggaran Dana Desa menurut Yunisia Rahman SIP  Kepala Inspektorat Lahat didampingi Drs.Yusri MSI Kabid  Investigasi Inspektorat Lahat, mengatakan 26/11 sesuai peraturan dan perundang undangan Pembinaan dan Pengawasan Anggaran Dana Desa tugas pokoknya ada di Kecamatan dan BPMD .


Terkait sejauh mana pembinaan dan pengawasan yang dilakukan pihak Kecamatan dan BPBD terhadap kegiatan yang dilaksanakan desa beda tupoksinya yang dilakukan Inspektorat kita, membidangi Teknis dan fungsionalnya. Jadi dari pembinaan dan pengawasan yang dilakukan Kecamatan dan BPBD ke 365 Desa dalam Kabupaten Lahat mereka laporkan ke Inspektorat.


Lanjut Yunisia bila ada temuan ataupun laporan terkait dugaan pelanggaran penyalah gunaan Anggaran Dana Desa yang merugikan Keuangan Negara yang dilakukan Desa penerima bantuan Inspetorat ada tim/bidang Pemantau, tindak lanjut yang dilaksanakan setiap enam bulan sekali. Terkait pemeriksaan yang kita laksanakan saat ini lebih banyak permintaan dari APH maupun laporan pengaduan masyarakat .


Sedangkan kemarin yang kita lakukan pengawasan sesuai instruksi permintaan dari BPKP kita melaksanakan monitoring dan Evaluasi  pengunaan Dana BLT DD tentang Covid ini, menjadi Prioritas yang kita lakukan  bukan memeriksa Dana Desa.  Secara keseluruhan itu juga  levelnya Kontiribusi  dan Evaluasi bukan Audit untuk sementara Audit juga kita lakukan sesuai Dumas permintaan dari APH serta laporan pengaduan masyarakat yang masuk ke Bidang Inspektorat



Saat ditanya lebih lanjut monitoring yang dilaksanakan Inspektorat  betapa banyak, jawab yunisa Inspetorat melaksanakan monitoring ke Bepebedes itu keseluruh Desa tapi sifatnya kita hanya mengumpulkan dan memastikan mereka telah melaksanakan penyaluran itu sesuai dengan ketentuan .


Drs.Yusri MSI Kabid Evaluasi Inspektorat Lahat menambahkan kalau untuk Dumas yang mana permintaan dari APH maupun laporan pengaduan masyarakat dijelaskan Yusri untuk diketahui juga masyarakat bahwasanya Inspektorat ini berkerja sesuai standar dan pengawasan juga pemeriksaan itu terbagi dalam beberapa macam jenis,setiap Inspektorat turun kelapangan bisa seperti Evaluasi, monitoring, regiuh dan Audit.


Begitu juga Audit itu terbagi ada Audit reguler dan Audit Investigasi,terhadap adanya dugaan penyimpangan - penyimpangan yang di sampaikan APH   juga laporan pengaduan masyarakat itu kembali ke bidang Investigasi,lain hal untuk Audit reguler tanpa aduan maupun laporan masyatakat, Audit reguler yang sistemnya Senfling maka ada pembahasan terhadap Auditi,  Auditi inilah yang sering dianggap masyarakat sebagai laporan akhir.  Padahal bukan  karena kita Senfling ada yang namanya pembahasan yang bisa dibantah Auditi dimana semisal potensinya ada sekian juta  dengan dia menunjukan kelengkapan bukti buktinya maka ini bisa naik dan juga bisa berkurang pada.


 Saat L A H, tapi terkait adanya penyampaian dari APH atau laporan masyatakat ini Audit Investigasi bila sudah di audit Investigasi tidak ada audit Auditi lagi, soalnya di Investigasi kita sudah menetapkan dan menghitung kerugian uang Negara yang harus dikembalikan dalam jangka waktu 30-60 hari kerja sesuai dengan kerugian bila tidak terselesaikan akan disampaikan ke pihak Kejaksaan untuk diproses dan di tindak lanjuti " Pungkas Yunisa. (Idham/Novita)

Bupati Dodi Reza Jadikan Sanga Desa Kecamatan Strategis Hingga Prioritas Bangun Pasar Modern


MUBA,DS.COM - Bupati Musi Banyuasin Dr H Dodi Reza Alex Noerdin memprioritaskan pembangunan pasar tradisional di Kelurahan Ngulak I Kecamatan Sanga Desa bisa menjadi pasar modern.


Hal ini diungkapkan Bupati Muba saat melakukan kunjungan kerja ke Sanga Desa dan meninjau langsung pasar tradisional (Kalangan) tersebut, Kamis (26/11/2020).

"Segera kita prioritaskan kedepan, bangun pasar modern di Ngulak," ujarnya.

Lanjut Bupati Muba dengan dibangunnya pasar modern nanti diharapkan pedagang yang selama ini berdagang dijalan karena tidak mendapat tempat yang layak bisa pindah dan masuk ke dalam pasar tersebut.

"Sehingga Ngulak dan sekitarnya bisa lebih rapi lagi penataan ibu kota kecamatan tersebut, dan menjadi Centra salah satu kecamatan strategis di Muba serta bisa menjalankan fungsinya dengan baik termasuk fungsi ekonomi kerakyatan," imbuhnya.

Sebelumnya, Dodi juga meninjau jalan simpang pangeran di Desa Ngulak III, yang mana dijalan tersebut sering terjadi kecelakaan, kendaraan kerap kali menabrak rumah warga karena jalannya yang menikung. Untuk itu dikatakannya solusi yang terbaik adalah merelokasi rumah warga itu dan membenahi sistem lalu lintas.

"Namun sebelum direlokasi kita minta agar jalan desa dialihkan sehingga pengendara tidak berpatamorgana bahwa jalan itu lurus masuk jalan desa. Kemudian sebelum persimpangan harus diberikan rambu dan peringatan-peringatan seperti peredam kejut untuk kendaraan. Bila perlu jangan satu titik, dua atau tiga titik sebelumnya sehingga para pengendara bisa mengurangi kecepatan," tandasnya.


Sementara Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian Muba Azizah SSos, mengatakan pembangunan pasar di Desa Ngulak I tahun ini sudah di ajukan kepada pemerintah pusat dan semoga bisa dibangun pada tahun 2021 melalui dana APBN.

"Tapi kalaupun harus segera dan mendesak nanti sesuai arahan Bupati Muba akan dibangun dengan dana APBD, pada tahun 2022, tahun 2021 kita buat desainnya dulu," pungkas Azizah.

Turut mendampingi Bupati Muba dalam kesempatan ini diantaranya, Wakil Ketua DPRD Muba Jon Kenedy, Kepala Dinas Perhubungan Muba H Pathi Ridwan, Kadis PU PR Muba Herman Mayori, Kepala Dinkominfo Muba Herryandi Sinulingga AP, Plt Kepala Dinas Perkim Risma, dan Camat Sanga Desa Hendrik SH MSi.(hsril)

HGN Ke 75 Tahun SMA Unggulan Negeri 4 Lahat Gelar Potong Tumpeng.


LAHAT, DS - Ada yang berbeda pada peringatan Hari Guru Nasional ke 75 tahun ini, biasanya seperti tahun- tahun sebelumnya digelar berbagai perlombaan dan kegiatan yang berhubungan dengan hari guru yang bertemakan  Bangkitkan Semangat, Wujudkan Merdeka Belajar.


Begitu juga dilakukan SMA Unggul Negeri 4 Lahat menggelar Upacara Bendera dilanjutkan pemotongan Tumpeng dihadiri seluruh Dewan Guru dan perwakilan siswa dari OSIS di Sekolah ini.



Disela perayaan HGN Baslini MPd berharap " Walau dalam kondisi saat ini namun peran guru tidak bisa tergantikan oleh teknologi apapun terutama dimasa Pandemi  dimana orang tua kesulitan menggantikan peran guru termasuk siswapun mengalami kejenuhan dalam belajar Daring, coba bayangkan kalu semua Guru di Indonesia tidak melaksanakan kewajibannya dalam menempah siswa yang berprestasi, bermartabat dan Agamis. Mari bangkit dari semangat demi mewujudkan kemerdekan belajar " tandas Kepala Sekolah ( Kerbay Mulak)

Memperingati Hari Guru Nasional

SMA N 1 Lahat adakan Lomba Memasak


LAHAT, DS - Jasa guru dalam mendidik dan mengajar guna menjadikan anak didiknya sebagai generasi penerus Bangsa dimasa mendatang tak dapat terlupakan sampai akhir hayat.


berkat jasa guru yang melaksanakan kewajibannya melaksanakan tugas tanpa pamri maka guru dikenal sebagai Pahlawan Tanpa Jasa dan menjadi suatu memen yang wajib diperingati setiap tahun.


Seperti tahun ini Dalam rangka memperingati Hari Guru Nasional dan persatuan Guru Republik PP Indonesia tahun 2020 yang jatuh setiap tanggal 25 November. Jajaran segenap guru, tata usaha dan Satpam SMA N 1 Lahat ikuti lomba memasak.



Bambang Hendrawan S. Pd menyampaikan " Kegiatan lomba memasak hari ini digelar secara sepontan oleh para Guru dan pengurus Osis SMA N 1 Lahat peralatan memasak sudah di siapkan oleh para Osis jadi Bapak dan Ibu Guru serta Scurity tinggal memasak" ujarnya (25/11/2020).


Melalui hari Guru ini Kepala Sekolah SMA N 1 Lahat Bambang Hendrawan S.Pd "berharap situasi Pandemi Covid 19 di Indonesia Khususnya di kabupaten lahat segera berlalu, Sehingga anak-anak dapat bisa kembali beraktifitas disekolah seperti biasanya".(Idham/novita)

AKLI LAHAT AREA SIAPKAN TEKNISI KETENAGALISTRIKAN BERSERTIFIKAT


LAHAT, DS- Sebuah badan usaha yang bergerak di sektor ketenagalistrikan tentunya harus mempunyai sertifikat badan layak usaha, begitupun dengan para teknisinya, meraka juga harus mempunyai sertifikat kompetensi kelistrikan yang di keluarkan oleh asosiasi maupun lembaga terkait.


Menurut Ketua Asosiasi Kontraktor dan Mekanikal Ketenagalistrikan Indonesia (AKLI) Lahat Area, Mgs. Syarifuddin, saat membuka pelatihan tentang ketenagalistrikkan mengangkat dua topik penting dalam sektor tersebut. Pertama tentang sertifikasi kompetensi tenaga teknik ketenagalistrikan, bagaimana proses atau cara untuk mendapatkan sertifikat kompetensi tersebut.


"Itu kita paparkan ke publik khususnya untuk para anak-anak muda (siswa SMK sederajat yang baru tamat) yang hadir, agar mereka aware (sadar) proses sertifikasi di negeri ini bahwa seorang sarjana yang lulus teknik itu tidak bisa serta merta langsung bekerja di sektor ketenagalistrikan," jelas Jeff sapaan akrabnya di Kantor AKLI depan BPJS Ketenagakerjaan Lembayung, (25/11).


Sama seperti profesi dokter yang setelah lulus harus ada izin praktek. Kalau dalam tenaga listrik itu teknisinya harus mempunyai sertifikasi kompetensi, proses sertifikasi itulah yang dipaparkan kepada peserta sebagai sebuah kompetensi secara standar yang diakui oleh negara.


"Anak-anak muda itu kita pacu agar dalam proses belajar setelah lulus dan untuk dapat masuk ke sektor ketenagalistrikkan untuk mengurus sertifikat kompetensinya," jelasnya.


Selanjutnya yang kedua, AKLI Lahat Area juga dalam pelatihan kali ini membahas memasyarakatkan lagi bagaimana sebagai sebuah asosiasi kontraktor listrik yang profesional yang modern yang melayani masyarakat dan anggotanya itu dengan berbasis layanan digital. Ini yang kami garisbawahi bahwa AKLI Lahat Area susah siap melayani kontraktor atau badan usaha jasa penunjang ketenagalistrikan untuk masuk menjadi anggota AKLI Lahat Area, kemudian memproses izin-izin usahanya melalui AKLI Lahat Area dengan sarana digital .


"Ini kan sejalan dengan program Pemerintahan Pak Jokowi (Joko Widodo) untuk memundahkan perizinan dengan menyederhanakan melalui digitalisasi secara online, kita respon hal ini dengan meluncurkan layanan e-services," katanya.


Adapun pengisi materi pelatihan di AKLI Lahat Area angkatan pertama tersebut adalah senior di PT. PLN (Persero) yang telah lama berkecimpung di dunia kelistrikan yaitu Bapak Sitompul, ST, dan pernah menjabat Manager PLN Rayon Lembayung Lahat.



Bagaimana cara generasi muda memperoleh sertifikat kompetensi ketenagalistrikan tersebut?


Diungkapkan oleh pak Tompul sapaan akrabnya, pada prinsipnya sertifikasi kompetensi itu berbasis pada kemampuan teknis, selanjutnya berbasis pada pengalaman kerja. Yang disebut kompeten itu adalah memiliki kemampuan di bidangnya yang dikehendaki dengan standar-standar kompetensi yang sudah ditetapkan oleh Pemerintah.


Lanjutnya, bagi siswa tamatan teknik atau sederajat yang sekarang tamat sekolah dimungkinkan tidak perlu menunggu terlalu lama untuk memperoleh sertifikat.


"Mereka di mungkinkah untuk menggunakan ijazah SLTA, SMK atau sederajat untuk mengajukan sertifikasi kompetensi yang cukup mensyaratkan ijazah SLTA atau SMK sederajat," ungkapnya.


Ia mengatakan, ketika mereka magang di perusahan kontraktor kelistrikan sehingga memperoleh pengalaman, karena salah satu syarat memperoleh sertifikasi kompetensi itu adalah mempunyai portofolio pengalaman kerja. Dengan syarat tersebut maka mereka dapat memperoleh sertifikasi kompetensi dan bisa bersaing.


"Setelah lulus sekolah, mereka bisa meng-upgrade sertifikatnya yang menggunakan syarat bersertifikat. Jadi, tidak perlu menunggu pengalaman dulu untuk memperoleh sertifikasi kompetensi," jelasnya.


Tujuan membuat sertifikasi dikatakan olehnya agar asosiasi dapat mendorong mereka yang telah memiliki sertifikasi menjadi enterpreneur-enterpreneur muda dibidang ketenagalistrikan, baik jasa penunjang maupun penyediaan listrik.


Enterpreneur muda itu syaratnya seperti halnya dokter praktek yang harus memiliki

Dodi Reza Bakar Semangat Peserta LK II HMI Sumbagsel


Ceritakan Komitmen Good dan Clean Government Muba

PALEMBANG,DS.COM - Puluhan peserta Intermediate Training (LK II)
Tingkat Regional Sumatera Bagian Selatan (Sumbagsel) Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Koordinator Komisariat Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Fatah Cabang Palembang, Rabu (25/11/2020) di Wisma Atlet Jakabaring Sport City terpukau dengan kehadiran Bupati Muba Dr Dodi Reza Alex Noerdin Lic Econ MBA. 

Kehadiran Bupati Muba Dr Dodi Reza Alex Noerdin Lic Econ MBA ini mendapatkan undangan untuk menjadi narasumber dalam rangkaian Intermediate Training (LK II) Tingkat Regional Sumatera Bagian Selatan (Sumbagsel)
Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Koordinator Komisariat Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Fatah Palembang. 

"Kalau sukses dan mendapatkan kesempatan jadi Kepala Daerah, komitmen kita yang paling utama itu adalah menjalankan roda Pemerintahan yang baik dan bersih," ucap Dodi Reza yang juga Mantan Ketua Umum, Perhimpunan Pelajar/Mahasiswa Indonesia (PPI), Belgia, 1994 - 1996.

Menurutnya, bekal kejujuran seorang kepala daerah bisa dimulai dengan mengikuti kegiatan-kegiatan seperti organisasi HMI dengan memulainya pada rangkaian LK II. 

"Dan yang paling penting itu adalah komitmen kita sendiri untuk menjalankan dan menahkodai pemerintahan yang bersih dan baik," ujar Pembina dan Penggerak Olahraga Terbaik Indonesia ini. 

Dodi menceritakan, sebagai upayanya mewujudkan pemerintahan yang baik dan bersih, Pemkab Muba bertahap mengimplementasikan pelayanan publik secara digital. 

Dikatakannya, ada sejumlah inovasi digitalisasi pelayanan publik yang sudah diterapkan di lingkungan Pemkab Muba, diantaranya di DPM-PTSP Muba dimana telah menerapkan SAJI Muba (Siap Antar dan Jemput Izin Mudah Berbantuan), Hallo SAJI, dan Kantong SAJI. 

Kemudian, inovasi lainnya yakni Si Randik dimana pembayaran KIR cukup dengan scan barcode saja atau sistem QRIS, Public Service 119 Dinkes Muba yang mengakomodir pelayanan kesehatan hanya lewat telepon.

"Kemudian Anjungan Capil Mandiri yang mana mesin cetak KTP, KK, Akte Kelahiran bisa dicetak hanya dalam waktu lima menit dan Kominfo Muba Call Center 112 yang melayani kebutuhan masyarakat Muba. Nah, pelayanan digitalisasi ini semua guna menunjang dalam upaua mewujudkan pemerintahan yang baik dan bersih," terangnya. 

Peraih Penghargaan Kepala Daerah Inovatif Piala Kementerian Dalam Negeri ini menambahkan, Pemkab Muba atas realisasi-realisasi public service 4.0 tersebut mendapatkan anugerah predikat Zona Hijau Pelayanan Publik dari Ombudsman RI. 

"Tentu capaian-capaian realisasi inovasi dan prestasi ini berkat komitmen dan kerja keras OPD di lingkungan Pemkab Muba serta dukungan positif dari seluruh warga masyarakat Muba," ucapnya. 

Sementara itu, Ketua Panitia Intermediate Training LK II Lovi Andiko mengaku, kehadiran Bupati Muba Dr Dodi Reza Alex Noerdin Lic Econ MBA menjadi keuntungan dan kebaikan tersendiri bagi peserta LK II HMI. 

"Ini kesempatan yang luar biasa, kita semua mendapatkan wejangan yang berkualitas dari Bupati Muba," ungkapnya. 

Ketua Umum HMI Koordinator Komisariat UIN Raden Fatah Palembang M Nurhadi Mulia mengatakan, Intermediate Training HMI yang dikenal dengan LK 2,
merupakan salah satu proses pematangan perkaderan secara Intelektual dan spiritual yang ada di HMI.

Oleh karna itu, kepada seluruh peserta yang mengikuti kegiatan ini agar benar-benar menghasilkan kader-kader yang militan. Baik secara kultural maupun secara kedirian.

“Sehingga nilai-nilai perjuangan yang telah diwariskan oleh pendahulu-pendahulu kita di HMI tidak mengalami pergeseran,” tandasnya.(hsril

Peringatan Hari Guru di SMAN 1 Merapi Barat Khidmat dan Sederhana


LAHAT, DS - Virus Corona telah mengguncang dunia termasuk Indonesia dan telah menelan korban hingga jutaan orang, hal ini berdampak pada segala sektor. Baik sektor perekonomian,  Pariwisata, Pendidikan semuanya lumpuh total. Namun bukan berarti perjuangan seorang Guru mendidik Anak  didiknya harus lumpuh dalam menempah generasi di Bumi Persada ini.


25 November 2020 adalah Teacher Day atau hari Guru ke 75 tahun, sebagai wujud rasa terima kasih kepada Guru yang telah mendidik sehingga menjadikan Murid yang berprestasi, Agamis dan berkpribadian. Sekolah Menengah Atas Merapi Barat SMAN 1 menggelar Hari Guru dengan sederhana dan Khidmat, peringatan kali ini bertemakan " Bangkitkan semangat Wujudkan Merdeka Belajar,"


Utui  Tatang Suntani ST, MM  selaku Kepsek SMAN 1 Merapi Barat di sela Perayaan Hari Guru ketika diwawancarai Awak Media mengatakan " Berbagai kegiatan di laksanakan Pelajar SMAN 1 Merapi Barat sambut HUT Guru.



Walaupun dalam keadaan penuh kabut Pandemi kita SMAN 1 Merapi Barat tetap melaksanakan dan meneruskan Arahan dari Nadiem Makarim selaku Menteri Pendidikan, kita berharap walau di Pandemi Anak- anak tetap lah belajar melalui Daring dan Luring  543 Pelajar SMAN 1 Merapi Barat hanya 17 Murid yang mengikuti pelajaran melalui Luring. Mereka ini tidak mempunyai Handphone Android sehingga mereka tiga hari sekali melaksanakan pelajaran tatap muka

543 Anak cuma 17 Anak hp. " ujar Kepala Sekolah.


Kita terkendala dengan sinyal kadang kurang bersahabat namun ini bukan berarti menghambat kinerja Dewan Guru di Sekolah ini dalam mendidik Anak- anaknya. " pungkas nya.

Kasus Covid - 19 di Kabupaten Lahat Menurun.


LAHAT, DS - Secara pelan dan bertahab kesadaran masyarakat Kabupaten Lahat mulai tampak nyata terkait 3 M himbauan Pemerintah Daerah melalui Tim Gugus Tugas Covid-19 untuk memutus penyebaran mata rantai virus Corona di Kabupaten Lahat


Terbukti dari penyampaian H.Alia Afandi melalui Taufiq juru bicara Gusgas melalui Update COVID-19

tanggal 24 November 2020 

Kabupaten Lahat,dimana dari pasien terkonfirmasi positif Corona 346 orang

Meninggal 21orang,Sembuh 305 orang

dalam Proses  20 orang ini jelas menunjukkan Kabupaten Lahat sudah ada penurunan secara dramatis .


Taufiq juga menambahkan dengan adanya penurunan kasus covid ini tak terlepas dari kesadaran masyarakat untuk taat himbauan 3 M .


insay Allah dalam kurun waktu dekat penyebaran virus Corona di wilayah Kabupaten Lahat dapat berakhir,agar ditahun baru 2021 seluruh lapisan masyarakat telah terbebas dan dapat menjalankan aktifitas sehari hari seperti sedia kala tanpa takut terinfeksi virus Corona katanya.(Idham/Novita)

Muba Komitmen Wujudkan Keamanan Informasi Data


Pemkab Muba Bakal Terapkan Tanda Tangan Digital


MUBA,DS.COM - Menciptakan inovasi untuk pembangunan dan kemajuan daerah, membuat Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin yang dikomandoi Bupati Dr H Dodi Reza Alex Noerdin Lic Econ MBA terus berinovasi sehingga dapat berkontribusi nyata membangun daerah di era digitalisasi.

Kali ini, Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin melalui Dinkominfo Muba bekerja sama dengan Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) juga menggelar Sosialisasi Implementasi Persandian untuk Pengamanan Informasi dan Penerapan Tanda Tangan Digital.

Sosialisasi dibuka Bupati Muba Dr H Dodi Reza Alex Noerdin Lic Econ MBA diwakili Sekda Muba Drs H Apriyadi MSi dan diikuti oleh seluruh OPD serta Camat se-Kabupaten Muba secara virtual, Selasa (24/11/2020) di Ruang Rapat Sekda Muba.

Sekda Muba Drs H Apriyadi MSi dalam sambutannya mengatakan bahwa sosialisasi tersebut dilaksanakan karena masih belum maksimalnya keamanan Perangkat Daerah di Lingkungan Pemerintah Kabupaten Muba, dan tahun 2019 keamanan data di Muba mengalami masalah yaitu di hacker oleh pihak yang tidak bertanggung jawab.

Oleh sebab itu, Pemkab Muba melalui Dinkominfo Muba mengadakan sosialisasi tersebut selain untuk meningkatkan kinerja serta menjaga keamanan dokumen dikalangan Pemerintah Kabupaten Muba. Selanjutnya sosialisasi hari ini juga memberikan pengetahuan tentang tanda tangan digital, khususnya kepala OPD.

"Di era digital ini faktor kemanan informasi merupakan aspek yang sangat penting untuk diperhatikan, karena kinerja tata kelola teknologi informasi dan komunikasi akan terganggu jika informasi sebagai salah satu objek utama mengalami masalah keamanan,"ungkapnya.

Dikatakannya penyelenggaraan pemerintahan di era digitalisasi ini mengharuskan kita berinovasi. Inovasi ini dilakukan dalam upaya untuk transparansi, dan efesiensi sumber daya manusia, dan birokrasi layanan publik.

"Salah satu bentuk implementasi pengamanan informasi pemerintah adalah penggunaan sertifikat elektronik. Pada tahap awal di Kabupaten Muba direncanakan penggunaan tanda tangan digital (digital signature) melalui e-office," terangnya.

Sudah ada Perangkat Daerah dalam Pemerintahan Kabupaten Muba telah menggunakan tanda tangan digital, yaitu Disdukcapil dan DPMTSP. 

Oleh sebab itu, Ia minta kepada Perangkat Daerah yang lain juga dapat menerapkan tanda tangan elektronik terhadap dokumen dokumen untuk pengamanan, kecepatan bekerja dan pelayanan kepada masyarakat.

Apriyadi juga mengharapkan Pemkab Muba dapat menjalin kerjasama dalam pelaksanaan keamanan informasi dengan BSSN dan BSrE. "Jadi kepada semua Organisasi Perangkat daerah Pemkab Muba agar dapat bekerjasama, bahu membahu, mewujudkan keamanan informasi ini sehingga penyelenggaraan pemerintahan, pelayanan publik dan komunikasi publik yang transparansi, respon yang cepat dalam pelayanan serta efisiensi sumberdaya dapat lebih ditingkatkan lagi,"pungkasnya.

Selanjutnya, pemaparan materi oleh Kasi Pelayanan Sertifikasi Elektronik Balai Sertifikasi Elektronik  (BSrE) BSSN Sandhi Prasetiawan SST MAP,  sebagai narasumber dalam sosialisasi ini, menjelaskan implementasi sertifikat elektronik secara digital singnature aspek keamanan adalah legalitas kemudahan, kecepatan, keutuhan, keaslian, untuk mencegah pemalsuan dan penyangkalan data atau informasi transaksi digital. 

"Tanda tangan ini sifatnya sah dan valid. Apabila dokumen yang sudah di tanda tangani secara digital, tidak akan bisa di palsukan. Apabila dipalsukan akan muncul pemberitahuan bahwa dokumen invalid,” ujar Sandi

Begitu juga Narasumber dari Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN), Aris Munanda SST mengatakan keamanan informasi khususnya ranah siber harus dibangun lebih awal pada tahap awareness dan education setiap pemangku kepentingan didalam Pemerintah, setelah kesadaran dan kemampuan telah terbangun, barulah masuk pada proses/prosedur sampai akhirnya pemanfaatan dan pembangunan teknologi keamanannya.

"Hacker saat ini tidak berfikir bagaimana strategi melewati keamanan firewal, IDS atau IPS tetapi bagaimana memanfaatkan social engineering dalam memasuki sistem", jelasnya.(hsril)

Pemkab Muba Lakukan Percepatan Bentuk e-Katalog Lokal


MUBA,DS.COM - Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin berkomitmen mendorong percepatan pembentukan Katalog Elektronik atau e-Katalog lokal yang dilakukan bersama Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP).


Katalog elektronik lokal merupakan portal katalog produk layanan barang dan jasa yang bisa diakses secara online. Memiliki fungsi yang hampir sama seperti 'online shop' tetapi produk yang tersedia khusus keperluan pemerintah.


Sekretaris Daerah Kabupaten Muba Drs H Apriyadi MSi saat memimpin Rapat Koordinasi Persiapan Pelaksanaan Pembentukan

e-Katalog lokal bersama Perangkat Daerah terkait, mengatakan produk yang sudah siap dimasukkan dalam e-Katalog Lokal ini yakni Aspal Karet.


"Prinsip bahwa kita akan coba untuk menjadikan asapal karet ini untuk menjadi e katalog lokal," kata Sekda, di Ruang Rapat Serasan Sekate, Senin (23/11/2020).


Sekda Muba juga mengatakan memasukkan aspal karet kedalam e-katalog lokal bertujuan sebagai payung hukum agar tidak salah menggunakannya.


"Untuk itu koordinasilah dengan pihak terkait terutama Dinas PU PR, Dinas Perkebunan, Disperindag, dan perusahaan yang memproduksi, dalam menentukan nilai ekonomisnya," ujarnya.



Kepala Bagian Pengadaan Barang dan Jasa Muba Daud Amri SH menuturkan rakor tersebut merupakan tindak lanjut dari instruksi Bupati Muba yang telah melakukan rakor persiapan e-Katalog lokal dengan LKPP pada tanggal 13 November 2020 lalu.


"Pada rakor waktu itu komitmen Bupati Muba untuk memasukkan produk lokal Muba kedalam katalog elektronik lokal diantaranya Aspal Karet dan Batik Gambo," ungkap Daud.


Daud menambahkan ada beberapa usulan produk dan Perangkat Daerah teknis pengusul produk yakni aspal karet oleh Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang, Gambo Muba oleh Dinas Perdagangan dan Perindustrian, Beton ready mix oleh Dinas Perumahan dan Kawasan Pemukiman, dan Jasa cleaning service oleh RSUD Sekayu, Sekretariat DPRD Muba dan Bagian Umum Setda Muba.


Sementara Kepala Bappeda Muba Iskandar Syahrianto menuju katalog elektronik lokal ini merupakan tantangan bagi Pemka Muba. Untuk itu perlu dilakukan penghitung hasil produksi.


"Ini adalah terobosan yang menjadi kepastian hukum, kita perlu melakukan pertemuan dengan Jaya Trade untuk menentukan harga," tandasnya.(hsril)