NEWS

Slider

Pemkab Muba Mantapkan Rencana Bangun SPKKL di Lalan


MUBA,DS.COM - Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin melalui Bagian Kerja Sama Sekretariat Daerah Kabupaten Muba serius dan komitmen dalam meningkatkan keamanan dan keselamatan masyarakat di wilayah perairan.


Oleh sebab itu, Pemkab Muba hari ini, Rabu (21/20/2020) di Ruang Rapat Serasan Sekate kembali mengadakan Rapat Lanjutan Teknis Tim Koordinasi Kerja Sama Daerah (TKKSD) terkait pembahasan draf Kesepakatan antara Badan Keamanan Laut (Bakamla) Republik Indonesia dengan Pemerintah Kabupaten Muba pemantapan rencana pembangunan Stasiun Pamantau Keamanan dan Keselamatan Laut (SPKKL) di Lalan
Dalam kesempatan ini, Kepala Bagian Kerja Sama Sekretariat Daerah Kabupaten Muba Dicky Meiriando SSTP MH menerangkan bahwa tujuan sinergi tersebut melakukan pembagian peran dan tanggung jawab antara Pemerintah Kabupaten Muba dengan Badan Keamanan Laut RI sesuai dengan ketentuan Peraturan Perundang-undangan yang berlaku dalam melaksanakan upaya meningkatkan keamanan dan keselamatan di wilayah perairan Kabupaten Muba.

"Seperti yang kita ketahui, manfaat sinergi ini bagi pemerintah Kabupaten Muba dapat meningkatkan pelayanan publik bagi masyarakat dan perusahaan yang melakukan aktivitas di wilayah perairan Kabupaten Muba secara aman dan nyaman, sedangkan bagi Badan Keamanan Laut RI sendiri dapat mendukung terwujudnya perairan Indonesia yang aman, berdaulat, dan sejahtera,"terangnya.

Selain itu, untuk pembagian tugas dan tanggung jawab dijelaskan Diki Pemerintah Kabupaten Muba memberikan dukungan personil untuk di BKO kepada Badan Keamanan Laut RI, dan memberikan dukungan parasana dan serana kepada badan keamanan laut RI.

Sedangkan, Badan keamanan laut RI dalam hal ini, melaksanakan sistem peringatan dini keamanan dan keselamatan di wilayah perairan kabupaten Muba, dan melaksanakan patroli keamanan dan keselamatan di wilayah perairan Kabupaten Muba.

"Jadi diperlukan juga dukungan jaringan telekomunikasi guna mengoperasikan Perangkat IT Sistem Informasi Pemantau Keamanan dan Keselamatan Laut dari Bakamla RI,"terangnya.

Sementara, kepala BPKAD Muba Mirwan Susanto SE diwakili Kabid Bidang Aset Zulkhasmir dalam sambutannya menyarankan agar dipastikan dulu aset hibah bangunan tersebut dengan jelas sehingga asetnya nanti jelas dan tidak menimbulkan permasalahan.

"Pada dasarnya kita sangat mensupport, untuk dalam perihal sinergi program keamanan dan keselamatan dengan Bakamla RI ini sebaiknya kita pasti dulu aset hibah bangunan tersebut,"ungkapnya.

Menanggapi hal yang disampaikan, Bupati Muba Dr H Dodi Reza Alex Noerdin melalui Plt Asisten Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat H Yudi Herzandi SH MH sebagai pimpinan rapat menyarankan agar diadakan rapat pertemuan langsung di tempat tersebut untuk memperjelas maksud dari perihal ini.




Menurutnya, jangan sampai bangunan tersebut menimbulkan permasalahan, jadi harus diperhatikan dengan jelas.


"Kerjasama Ini adalah Misi Pak Bupati dengan Bakamla untuk keamanan dan kenyamanan perairan laut di wilayah Kabupaten Muba. Oleh karena itu, berkaitan dengan kerjasama dengan Bakamla RI, jadi kita jangan main main karena ini sudah menyakut Nasional, saya minta komponen komponen yang terlibat di 12 OPD harus lebih proaktif. Jadi rapat hari, kita harus menunjuk langsung orang orang personel pada dinas yang harus mengawasi bangunannya,"tegasnya.

Dari hasil rapat, Pemkab Muba akan segera turun langsung dilapangan tersebut untuk memastikan aset bangunannya. Turut hadir dalam rapat ini, diantaranya Kepala Kesbangpol Drs H Sholeh Na'im, Perwakilan Dinkominfo Muba, Perwakilan Inspektur Kabupaten Muba, Perwakilan Dishub Muba, Perwakilan BKPSDM, dan Perwakilan Bappeda.(hsril)

Gelar Rapat Evaluasi Smart City 2020, Sekda Minta OPD Dukung Penuh


MUBA,,DS.COM- Pemkab Musi Banyuasin melalui Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo), menggelar Rapat Pembahasan Persiapan Penilaian Evaluasi Tahap I Program Smart City 2020 di Ruang Rapat Serasan Sekate, Rabu (21/10/2020).


Kepala Dinkominfo Kabupaten Muba Harryandi Sinulingga AP menyampaikan kepada para OPD dilingkungan Pemkab Muba, agar aktif membantu pelaksanaan dalam pengisian kuisioner, laporan capaian program, laporan capaian rencana kerja, kelengkapan dokumen pendukung, dan Evaluasi Quick Win sebagai bahan evaluasi capaian 100 Smart City di Kabupaten Muba.

"Dalam melancarkan kegiatan yang di mulai pada 23 Oktober 2020 mendatang hingga tahun 2021, kami mengharapkan seluruh OPD  Kabupaten Muba mendukung pelaksanaan Evaluasi oleh Kementerian Kominfo. Saya juga mengharapkan untuk kemajuan Kabupaten Muba, kita sebagai OPD Kabupaten Muba harus bisa memberikan kontribusi sesuai perananan dengan semaksimal mungkin dalam mengupayakan Muba menuju Smart City,"pungkasnya.

Sinulingga juga memaparkan, adapun target pencapaian dalam menuju Muba Smart City diantaranya Smart Governance berupa Sistem penyelenggaraan pemerintahan, yang akan ditinjau yaitu One Stop Service Room dari BKPSDM. Smart Branding yaitu inovasi dalam memasarkan daerah, yang akan ditinjau yaitu Sekayu Sport Centre dan Taman Depan Rumdin Bupati dari Dispopar. Smart Economy yang akan ditinjau yaitu Dekranasda/Galery Gambo Muba dari Disperindag. Smart Living berupa cara pandang dan pola fikir yang berlandaskan kenyamanan, praktis dan kreatif yaitu Puskesmas Lumpatan.  Smart Society adalah masyarakat cerdas berbasis teknologi digital, yang akan ditinjau yaitu Taman Baca Jendela Dunia Sekayu. Smart Environment adalah keberlanjutan sumber daya lingkungan yang memberikan kenyamanan, yang akan ditinjau TPA Sungai Medak dari DLH.

Sementara itu dalam arahannya Bupati Muba Dr H Dodi Reza Alex Noerdin melalui Sekretaris Daerah Kabupaten Muba Drs H Apriyadi MSi, mengatakan kepada seluruh OPD Pemkab Muba agar segera mengisi kuisioner yang telah diberikan sesuai tenggang waktunya. Intinya agar semua OPD ikut berperan aktif, berkoordinasi dan berkomunikasi dengan Dinkominfo sebagai leading sektor kegiatan ini.

“Sama-sama kita ingatkan agar pengisian kuisioner ini sesuai dengan waktunya, sebab kepentingan ini bukan untuk dinas terkait tetapi untuk menuju Smart City Kabupaten Muba,” terangnya.

Sekda juga mengatakan, bersyukur  Muba masih masuk kedalam 100 Kabupaten/Kota Smart City se-Indonesia. Walaupun tidak ada penilaian Smart City, namun pemerintah sekarang ini wajib melakukan inovasi-inovasi berbasis digital, karena ini kebutuhan kalau tidak mengikuti maka akan ketinggalan. 

 “Ahamdullilah kita masih menjadi peserta dan masuk dalam penilaian 100 Smart City Kabupaten/Kota se-Indonesia. Jadi diharapkan dengan rapat evaluasi ini, kita dapat mewujudkan Muba menjadi Kabupaten Cerdas yang memberikan manfaat kepada masyarakat” pungkasnya.(hsril)

Camat Lahat Lakukan Peletakan Batu Pertama Gedung Pertemuan Kantor Lurah RD PJKA

Dutasumsel, Lahat - Sesuai dengan Musyawarah pada beberapa waktu lalu, bahwa Tahap ke 2 dana Kelurahan dibangunkan gedung Pertamuan yang nantinya digunakan untuk mengadakan kegiatan formal saja seperti pertemuan rapat RT RW, namun tidak  digunakan untuk menggelar persedekahan.


Diharapkan kita saling menjaga dan merawat gedung ini, mengenai isi pelengkap gedung kita rencanakan lagi selanjutnya " ujar Jemmi Saputra S, STP.MM Lurah RD PJKA mengawali peletakan batu pertama 21/10.


Sementara itu Camat Lahat Zubhan Awali S,STP. MSi menambahkan bahwa dana Kelurahan Tahap kedua dengan menggunakan dana APBN sebelumnya pada tahap pertama dialokasilan ke pembuatan siring. Guna memaksimalkan  penggunaan gedung nantinya atau isinya dibuat proposal. Mengenai RKP diharapkan pada akhir tahun sudah diselesaikan " jelas Camat.


Beliau juga menekankan untuk pekerja tidak boleh orang luar harus dari lingkup Kelurahan RD PJKA, bila ada hambatan atau gangguan hendaknya segera diselesaikan, jangan kita Arogan dalam melayani masyarakat  Kita bekerja harus dengan menggunakan RAP yang ada " tandas Camat.


Hadir pada kegiatan ini dihadiri juga Sekcam Lahat Darhan SE, seluruh Ketua RT RW, LPMK, Tomas, Toga, perwakilan PT KAI, Tim Inspektorat dan Staf Kelurahan ( Kerbay Mulak)

Satgas Covid-19 Lawang Wetan Gelar Rapat Koordinasi


MUBA,DS.COM-Tingkatkan Sosialisasi penerapan Protokol Kesehatan (Protokes) bagi masyarakat. Satuan Tugas (Satgas) Covid-I9 Kecamatan Lawang Wetan gelar Rapat Koordinasi (Rakor), Selasa (20/10/20).


Rapat tersebut dipimpin langsung oleh Camat Lawang Wetan Candra SKM MSi, selain membentuk tim juga memperbaharui Surat Keputusan (SK) Satgas Covid-I9 dalam rangka pemulihan ekonomi. 

Candra mengatakan, Rakor digelar merupakan tindak lanjut dari surat edaran Sekretaris Daerah Kabupaten Musi Banyuasin Nomor : 440/1112/Kes/X/2020 tentang keadaan darurat tingkat resiko tinggi penyebaran Covid-19 di Kabupaten Musi Banyuasin.

"Satgas Covid-19 Kecamatan Lawang Wetan akan rutin melakukan penertiban masyarakat untuk mematuhi protokol kesehatan yang nantinya dipimpin oleh Polsek Babat Toman dan Koramil Babat Toman," ujarnya.

Kemudian dirinya menekankan agar kegiatan sosialisasi dalam mematuhi Protokes semakin digalakkan.

"Meningkatkan kegiatan sosialisasi kepada masyarakat baik dari sosial media, media cetak ataupun langsung ke masyarakat setempat," ungkapnya.

Turut hadir dalam Rapat Koordinasi Sekcam Lawang Wetan, Koramil 401-02/Babat Toman, Polsek Babat Toman, Kepala Puskesmas Ulak Paceh.(hsril)

Reses, Legislator Senayan ini Beri Bantuan APD dan Kotak Sampah ke Muba


MUBA,DS.COM - Mendukung program kerja Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin (Muba), anggota DPR RI Komisi IV Fraksi Gerindra, Renny Astuti SH SpN bersilaturahmi sekaligus melakukan reses di Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Muba,  Selasa (20/10/2020).


Renny Astuti mengatakan, dirinya menyempatkan hadir langsung ke DLH Kabupaten Muba untuk menyampaikan bantuan dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI, yaitu berupa 100 paket Alat Pelindung Diri dan lima kotak sampah Tematik.

"Alhamdulillah hari ini saya berkesempatan berkunjung dan bersilaturahmi dengan jajaran Pemkab Muba. Bantuan yang kami bawa hari ini sedikit, karena memang dari Kementerian LHK sebagian besar anggaran dialihkan untuk penanggulangan COVID-19, namun di tahun 2021 akan lebih banyak lagi dianggarkan untuk bantuan peralatan fasilitas kebersihan,"ucapnya.

Srikandi Fraksi Gerindra ini juga mengungkapkan, dirinya melakukan reses selain memang tugas sebagai anggota DPR RI, ini juga sebagai bukti bentuk perhatian dirinya bagi kemajuan Kabupaten Muba.

"Saya memang konsen, walaupun baru lima bulan di komisi IV, saya paling cerewet karena memang masyarakat kita masih sulit sekali mengajarkan anggota keluarga untuk memilah sampah.
Selain mempermudah pekerjaan petugas kebersihan, tapi juga mempunyai nilai ekonomis. Saya berharap bantuan ini menjadi awal silatuhmi kita berikutnya, mudah-mudahan bantuan yang kami berikan dapat bermanfaat bagi kita semua. Tetap jaga kesehatan dan lakukan protokol kesehatan untuk memutus penularan COVID-19 ini,"pungkasnya.

Sementara itu Bupati Muba Dr H Dodi Reza Alex melalui Asisten Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setda Muba, Ir Yusman Sriyanto MT menyampaikan, Pemkab Muba menyambut baik kegiatan ini, dengan mengharapkan peran serta DPR RI dapat mendukung upaya percepatan pembangunan di Bumi Serasan Sekate.

"Kami ucapkan terimakasih dan penghargaan kepada komisi IV DPR RI beserta rombongan atas waktu dan kesempatan yang telah diberikan, semoga momen ini dapat menjadi indikator semakin baiknya kerjasama yang terjalin selama ini,"ujarnya.

Menurut laporan Kepala DLH Kabupaten Muba Andy Wijaya Busro SH MHum, bantuan tempat sampah tematik ini sangat berguna sekali dalam pengelolaan sampah, maka dari itu dirinya menyampaikan terimakasih atas partisipasi dan kepedulian anggota anggota DPR RI.

"Kami laporkan untuk jumlah sampah di Kabupaten Muba setiap harinya mencapai 200 ton, khusus di Kota Sekayu ada 30 ton yang masuk ke TPA.  Dari jumlah 200 ton yang terkelolah baru skitar 25 persen, baik oleh masyarakat maupun pemerintah. Ada bangganya untuk di Sekayu sudah mencapai 90 persen sampah yang dikelola. Tingkat nasional saja baru 65% sampah yang terkelola, sisanya masih belum,"beber Andi.

Dikatakan Andi, kedepan pengelolaan sampah harus dirubah, harusnya dimulai  memilah sampah sejak dari sumber/rumah. Pada 19 september kemarin tepat pada peringatan World Clean Day, pemerintah sudah menggelontorkan gerakan memilah sampah dari sumber menuju Indonesia bersih. Pemkab Muba sudah melaksanakan WCD ini diseluruh kecamatan, dipusatkan di Komplek Perumnas Sekayu, disana di launching gerakan pilah sampah dari rumah.(hsril)

Camat Sekayu Bersama Plt Kadinsos Muba Tinjau Lokasi Longsor di Bantaran Sungai Musi Kelurahan Balai Agung


MUBA,DS.COM - Camat Sekayu Marko Susanto SSTP MSi meninjau Lokasi kejadian Longsor di Bantaran Sungai Musi, tepatnya di RT 09 RW 03 kelurahan Balai Agung, kecamatan Sekayu, kabupaten Musi Banyuasin, Selasa (20/10/2020).


Kejadian ini diakibatkan oleh Intensitas Hujan yang deras dengan durasi yang lama, sehingga mengakibatkan tanah tergerus dan Longsor. Dari kejadian ini, beberapa rumah warga terdampak longsor, kejadian ini diperkirakan terjadi pada Dini Hari Puku 03.00 Wib.

Camat Sekayu Marko Susanto SSTP MSi yang didampingi Ketua RT 09 mengatakan, Pada hari ini, Senin (20/10/2020) telah terjadi longsor di bantaran Sungai Musi RT 09 RW 03 kelurahan Balai Agung yang diakibatkan oleh hujan deras.

" Longsor berdampak terhadap rumah warga atasnama Rokiyah (60) jumlah anggota keluarga 6 orang dan Megawati (45) jumlah anggota keluarga 9 oang," papar Marko.

Dilaporkan kedua nama tersebut telah menerima program Bantuan Rumah Khusus yang dialokasikan di komplek Rusunawa kelurahan Serasan Jaya, kecamatan Sekayu, dari data ya g didapatkan kita selain beberapa warga tadi, terdapat juga 50 warga daerah itu sudah diverifikasi oleh tim terpadu.

" Mengingat kondisi cuaca saat ini yang terus menerus hujan, diharapkan agar berhati-hati dan menjaga jangan sampai timbul korban jiwa harapan masyarkat agar relokasi ke Perumahan Khusus di komplek Rusunawa dapat segera dilakukan," himbaunya.

Sementara itu Plt Kadinsos Muba Drs H Ahmad Nasuhi MM mengungkapkan, berdasarkan Instruksi Bapak Bupati Musi Banyuasin kita harapkan kepada warga agar berhati-hati dan tetao menjaga kesehatan apalagi pada masa Pandemi Covid-19 ini.

" Sesuai Perintah Bapak Bupati Dr H Dodi Reza Alex Noerdin Lic Econ MBA, Ditengah musim hujan ini untuk menjaga kesehatan, ditambah saat ini di tengah Pandemi Covid-19, kami himbau hati-hati bagi warga yang berada di bantaran Sungai Musi," dikatakan Nasuhi.

Dilanjutkannya, Tentu kami melaksanakan tupoksi kami pada bidang Sosial untuk memberikan kesadaran dan wujud Kasih Sayang atas pesan Bapak Bupati Kita DRA.

" Insha Allah, melalui Tim secepatnya akan di pindahkan, karena masuk dalam daftar pindah (Relokasi)," lanjut dia.

Pemda Lahat Bentuk Tiga Tim Selesaikan Masalah Lahan KTM UPT Keban Agung. Lahat -- Terkait kisruh permasalahan Lahan yang belum dimiliki warga asal pulau Jawa yang ditempatkan di Lokasi KTM UPT Keban agung Kecamatan Kikim Selatan Kabupaten Lahat sejak dimulai tahun 2015- 2016-2017 Yang mana penempatan warga KTM Upt Keban Agung Kecamatan Kikim Selatan tahun 2015 berjumlah 100 KK yang terbagi 40 KK warga pendatang 60 KK warga setempat dengan total 366 jiwa, tahun 2016 berjumlah 75 KK yang terbagi 35 warga pendatang 40 warga setempat dengan total 297 jiwa dan ditahun 2017 berjumlah 75 KK yang terbagi 34 warga pendatang 41 warga setempat dengan total 284 jiwa Untuk secara keseluruhan penempatan warga Transmigrasi dari tahun 2015,2016,2017 telah mencapai 250 KK. Mustofa Nerson S.sos.Msi. Kadis Disnakertrans Kabupaten Lahat melalui Debby Anggraeny ST.MT.Kabid Transmigrasi menjelaskan 19/10 apa yang menjadi permasalahan dimana tututan warga pendatang seluas 0,75 Hektar belum didapatkan oleh warga Transmigrasi dilokasi KTM UPT Keban Agung Kecamatan Kikim Selatan. Untuk itu Pemerintah Daerah telah membentuk Tiga Tim yang terdiri dari Tim Satgas,Tim Percepatan Penyelesaian Masalah dan Tim Mediasi yang intinya agar permasalahan Wilayah KTM UPT Keban Agung Kecamatan Kikim Selatan terselesaikan dengan baik tanpa ada kendala kedepannya lagi. Dimana diketahui Penempatan warga KTM UPT Keban Agung Kecamatan Kikim Selatan dimulai Tahun 2015 ,2016,2017 dan di domisili warga pendatang juga warga setempat di antaranya warga Desa Beringin jaya 19 orang,warga Desa Keban Agung 24 orang, warga Desa Beringin janggut 13 orang, warga Desa Pandan Arang 31 orang, warga Desa Keban Jaya 15 orang, warga Desa Tanjung Kurung 39 orang. Penempatan warga setempat dalam wilayah Kota Terpadu Mandiri (KTM) tentunya dengan syarat yaitu warga dapat menghibahkan tanahnya agar dapat mengikuti program dan bantuan dari Pemerintah Pusat maupun Pemerintah Daerah untuk para warga KTM. Debby juga menambahkan Enam Desa yang telah tergabung dalam KTM UPT Keban Agung Kecamatan Kikim Selatan inilah yang telah didata oleh tim satgas,soalnya kisruh permasalahan Lahan yang belum didapat oleh warga pendatang berasal dari permasalahan lahan yang diduga di klaim kembali oleh warga setempat yang telah menghibahkan tanahnya dan ikut dalam KTM UPT Keban Agung Kecamatan KikimSelatan. Penempatan warga setempat dalam KTM dengan syarat warga menghibahkan lahan / tanah agar dapat menjadi transmigran Ini untuk warga trans setempat Penempatan warga setempat dalam KTM dengan syarat warga menghibahkan lahan / tanah agar dapat menjadi transmigran untuk warga trans setempat pungkasnya.(Dni)


Dutasumsel, Lahat -- Terkait kisruh permasalahan Lahan yang belum dimiliki warga asal pulau Jawa yang ditempatkan di Lokasi KTM UPT Keban agung Kecamatan Kikim Selatan Kabupaten Lahat sejak dimulai tahun 2015- 2016-2017


Yang mana penempatan warga KTM Upt Keban Agung Kecamatan Kikim Selatan tahun 2015 berjumlah 100 KK yang terbagi 40 KK warga pendatang 60 KK warga setempat dengan total 366 jiwa, tahun 2016 berjumlah 75 KK yang terbagi 35 warga pendatang 40 warga setempat dengan total 297 jiwa dan ditahun 2017 berjumlah 75 KK yang terbagi 34 warga pendatang 41 warga setempat dengan total 284 jiwa

Untuk secara keseluruhan penempatan warga Transmigrasi dari tahun 2015,2016,2017 telah mencapai 250 KK.



Mustofa Nerson S.sos.Msi. Kadis Disnakertrans Kabupaten Lahat melalui Debby Anggraeny ST.MT.Kabid Transmigrasi menjelaskan 19/10 apa yang menjadi permasalahan dimana tututan warga pendatang seluas 0,75 Hektar belum didapatkan oleh warga Transmigrasi dilokasi KTM UPT Keban Agung Kecamatan Kikim Selatan.


Untuk itu Pemerintah Daerah telah membentuk Tiga Tim yang terdiri dari Tim Satgas,Tim Percepatan Penyelesaian Masalah dan Tim Mediasi yang intinya agar permasalahan Wilayah KTM UPT Keban Agung Kecamatan Kikim Selatan terselesaikan dengan baik tanpa ada kendala kedepannya lagi.


Dimana diketahui Penempatan warga KTM UPT Keban Agung Kecamatan Kikim Selatan dimulai Tahun 2015 ,2016,2017 dan di domisili warga pendatang juga warga setempat di antaranya warga Desa Beringin jaya 19 orang,warga Desa Keban Agung 24 orang, warga Desa Beringin janggut 13 orang, warga Desa Pandan Arang 31 orang, warga Desa Keban Jaya 15 orang, warga Desa Tanjung Kurung 39 orang.


Penempatan warga setempat dalam wilayah Kota Terpadu Mandiri (KTM) tentunya dengan syarat yaitu warga dapat menghibahkan tanahnya agar dapat mengikuti program dan bantuan dari Pemerintah Pusat maupun Pemerintah Daerah untuk para warga KTM.


Debby juga menambahkan Enam Desa yang telah tergabung dalam KTM UPT Keban Agung Kecamatan Kikim Selatan inilah yang telah didata oleh tim satgas,soalnya kisruh permasalahan Lahan yang belum didapat oleh warga pendatang berasal dari permasalahan lahan yang diduga di klaim kembali oleh warga setempat yang telah menghibahkan tanahnya dan ikut dalam KTM UPT Keban Agung Kecamatan KikimSelatan.



Penempatan warga setempat dalam KTM dengan syarat warga menghibahkan lahan / tanah agar dapat menjadi transmigran Ini untuk warga trans setempat Penempatan warga setempat dalam KTM dengan syarat warga menghibahkan lahan / tanah agar dapat menjadi transmigran  untuk warga trans setempat pungkasnya.(Dni) 

Realisasi Pembangunan dan Serapan Keuangan Pemkab Muba Stabil


Bupati Muba Dodi Reza Pimpin Rakor Evaluasi dan Pengendalian Triwulan III TA 2020 Secara Virtual


MUBA,DS.COM - Meski sedang dihadapkan pada pandemi wabah COVID-19, namun kinerja Pemerintahan Kabupaten Musi Banyuasin dibawah kepemimpinan Bupati Muba Dr Dodi Reza Alex Noerdin Lic Econ MBA bersama Wakil Bupati Muba Beni Hernedi SIP tetap berjalan maksimal. Terbukti, dari hasil pengendalian pelaksanaan pembangunan dan serapan keuangan Pemkab Muba Triwulan III Tahun Anggaran 2020 tetap terlaksana dengan stabil. 

Hal ini terungkap saat Bupati Muba Dr Dodi Reza Alex Noerdin memimpin Rapat Koordinasi (Rakor) Evaluasi dan Pengendalian Pelaksanaan Pembangunan untuk Triwulan III TA 2020 yang dilaksanakan secara virtual, Senin (19/10/2020). 

"Progress realisasi fisik dan penyerapan keuangan APBD hingga triwulan III ini yakni fisik mencapai 57.38 persen dan keuangan 41.23 persen, dibandingkan dengan TA 2019 tentu serapan TA 2020 lebih rendah pada periode yang sama, namun kondisi saat ini dimana sedang  dihadapkan pada pandemi COVID-19 realisasi kita tetap stabil," ungkap Kepala BAPPEDA Muba, Drs Iskandar Syahrianto. 

Iskandar merinci, adapun lima perangkat daerah (PD) yang realisasi fisiknya tertinggi yakni diantaranya Dinas Penanaman Modal-Pelayanan Terpadu Satu Pintu (89.39 persen), Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (82.48 persen), Dinas Ketahanan Pangan (81.93 persen), Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (79.78 persen), dan Dinas Perpustakaan dan Arsip (78.47 persen). 

"Kemudian, untuk 5 PD penyerapan keuangan tertinggi yakni DPPPA (79.22 persen), DPMD (73.23 persen), DPM-PTSP (73.19 persen), Satpol-PP (68.34 persen), dan BKPSDM (67.77 persen)," ulasnya.  

Lanjut Iskandar, untuk progress DAK sampai Triwulan III yakni realisasi fisik 79.67 persen, penyerapan keuangan 28.87 persen, progress DAK khusus non fisik samai Triwulan III realisasi fisik 60.52 persen, penyerapan keuangan 49.54 persen. "Nah, untuk pelaksanaan kegiatan kontraktual (termasuk P-APBD) yakni total paket strategis 462 paket, sudah diumumkan 441 paket, sudah kontrak 421 paket, dan total paket selesai (PHO) 35 paket," bebernya.

Sementara itu, dalam kesempatan tersebut Bupati Muba Dr Dodi Reza Alex Noerdin menginstruksikan kepada seluruh PD untuk segera menyelesaikan sisa paket yang belum tender serta mendesak kontraktor untuk mempercepat penyelesaian pekerjaan. "Jaga mutu dan kualitas pengerjaan, pastikan rekanan menyelesaikan pekerjaan paling lambat 15 Desember 2020," tegasnya.

Mantan Anggota DPR RI dua periode ini memastikan akan memberikan sanksi tegas sesuai aturan kepada rekanan yang melakukan wanprestasi. "Tingkatkan pengendalian dan pengawasan internal di masing-masing PD, khusus untuk DAK fisik saya apresiasi kepada para pengelola. Berkat kerja keras dan koordinasi yang baik DAK fisik maupun cadangan sudah disalurkan seluruhnya ke kas daerah sebelum batas waktu yang ditentukan," ucapnya. 

Dodi menambahkan, pandemi COVID-19 bukan dijadikan alasan untuk tidak maksimalnya realisasi pembangunan untuk masyarakat. "Kita tetap bekerja dengan maksimal dan tentu selalu mentaati protokol kesehatan dan menjaga kesehatan dan kebersihan diri kita ," tandasnya.(hsril)

PALI- Akses Jalan menuju tebing Delima Talang Subur rampung PALI- Pembangunan Infratruktur Jalan di Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir sangat cepat berjalan dalam jangka Tujuh Tahun bisa di katakan sudah tidak ada lagi jalan yang berlumpur sehingga berdampak besar bagi masyarakat yang ada di kabupaten PALI maupun yang dari luar dari kabupaten. Kabupaten PALI adalah salah satu Kabupaten di Sumatera Selatan yang bisa di katakan bukan kabupaten di pesisir jalan lintas, itulah seolah dahulu Kabupaten PALI seolah Kota mati. " Namun setelah Tujuh tahun Berdiri menjadi Kabupaten Daerah Otonomi Baru (DOB), nama kota mati itu hilang dan menjadi kota berkembang,18/10/2020. " Seiring Pembangunan jalan hampir merata pengusaha lokal mulai tidak takut lagi untuk mengembangkan usahanya, seperti usaha perhotelan,wisata,pertanian,dll. Hal ini juga sangat berdampak pada masyarakat guna memperlancar aktivitas untuk bepergian,mengangkut hasil pertanian dan perkebunan. Seperti Pembangunan Jalan Talang Subur menuju tebing Delima yang dampaknya sangat banyak bagi masyarakat banyak. Pembangunan Jalan tersebut di realisasikan melalui Dinas Pekerjaan Umum PALI dan di Kerjakan oleh CV.Apas Sejahtera dengan panjang jalan 582 meter dan lebar 5 meter dan ketebalan 20 cm, ungkap Akbar selaku dari pihak pelaksana CV. Apas sejahtera. Perihal ini di benarkan oleh Deri selaku PPTK dan Rendi selaku pengawas Pekerjaan tersebut. Almarizan selaku kontraktornya pun sangat berterimakasih kepada masyarakat atas kerjasamanya sehingga pekerjaan dapat rampung hingga selesai tanpa ada hambatan. Hilmanysah ST selaku Kepala Dinas PU PALI melalui Sephy Hendika PM,ST,MM, selaku Kepala Bidang KABID Bina Marga PU dan selaku PPK pekerjaan tersebut sangat berterimah kasih kepada semua elemen yang bisa bekerja sama guna menyelesaikan pekerjaan tersebut, serta kami sangat senang ahirnya jalan tersebut dapat di manfaatkan oleh masyarakat banyak. " Serta kami berpesan kepada masyarakat kabupaten PALI agar dapat bekerjasama jika ada salah satu Kontraktor nakal yang membangun jalan atau bangunan dari dinas PU agar kiranya segera melaporkan kepada kami atau dinas PU PALI," tutup Sephy.


Dutasunsel, PALI- Pembangunan Infratruktur Jalan di Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir sangat cepat berjalan dalam jangka Tujuh Tahun bisa di katakan sudah tidak ada lagi jalan yang berlumpur sehingga berdampak besar bagi masyarakat yang ada di kabupaten PALI maupun yang dari luar dari kabupaten.


Kabupaten PALI adalah salah satu Kabupaten di Sumatera Selatan yang bisa di katakan bukan kabupaten di pesisir jalan lintas, itulah seolah dahulu Kabupaten PALI seolah Kota mati.


" Namun setelah Tujuh tahun Berdiri menjadi Kabupaten Daerah Otonomi Baru (DOB), nama kota mati itu hilang dan menjadi kota berkembang,18/10/2020.


" Seiring Pembangunan jalan hampir merata pengusaha lokal mulai tidak takut lagi untuk mengembangkan usahanya, seperti usaha perhotelan,wisata,pertanian,dll.


Hal ini juga sangat berdampak pada masyarakat guna memperlancar aktivitas untuk bepergian,mengangkut hasil pertanian dan perkebunan.


Seperti Pembangunan Jalan Talang Subur menuju tebing Delima yang dampaknya sangat banyak bagi masyarakat banyak.


Pembangunan Jalan tersebut di realisasikan melalui Dinas Pekerjaan Umum PALI dan di Kerjakan oleh CV.Apas Sejahtera dengan panjang jalan 582 meter dan lebar 5 meter dan ketebalan 20 cm, ungkap Akbar selaku dari pihak pelaksana CV. Apas sejahtera.


Perihal ini di benarkan oleh Deri selaku PPTK dan Rendi selaku pengawas Pekerjaan tersebut.


Almarizan selaku kontraktornya pun sangat berterimakasih kepada masyarakat atas kerjasamanya sehingga pekerjaan dapat rampung hingga selesai tanpa ada hambatan.


Hilmanysah ST selaku Kepala Dinas PU PALI melalui Sephy Hendika PM,ST,MM, selaku Kepala Bidang KABID Bina Marga PU dan selaku PPK pekerjaan tersebut sangat berterimah kasih kepada semua elemen yang bisa bekerja sama guna menyelesaikan pekerjaan tersebut, serta kami sangat senang ahirnya jalan tersebut dapat di manfaatkan oleh masyarakat banyak.


" Serta kami berpesan kepada masyarakat kabupaten PALI agar dapat bekerjasama jika ada salah satu Kontraktor nakal yang membangun jalan atau bangunan dari dinas PU agar kiranya segera melaporkan kepada kami atau dinas PU PALI," tutup Sephy.

RSUD Sekayu Persiapan Jadi RS Pusat Jantung Terpadu


Satu Pasien Hanya Habiskan Waktu Tiga Jam


MUBA,DS.COM- Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sekayu berhasil membuktikan kualitas pelayanan dan fasilitas yang lengkap sejak dua tahun belakangan ini. 

Sabtu (17/10/2020) ini RSUD yang telah meraih akreditasi paripurna tersebut kembali berhasil melaksanakan operasi jantung terbuka terhadap dua pasien penderita jantung dari Provinsi Sumatra Selatan. 

Hal ini pula membuktikan  RSUD Sekayu sudah selayaknya menjadi Rumah Sakit Pusat Jantung Terpadu di Provinsi Sumatra Selatan  Terlebih dengan sarana dan prasarana serta Sumber Daya Manusia (SDM) yang dimiliki. 

"Ada enam dokter hari ini yang turun melaksanakan operasi jantung gabungan dokter RSUD Sekayu dan dokter dari RSMH Palembang," ungkap Direktur RSUD Sekayu, dr Makson Parulian Purba MARS. 

Dikatakan Makson, adapun dua pasien tersebut yakni diantaranya warga Muba dan warga Musi Rawas. "Keduanya merupakan peserta BPJS kelas III, dan hari ini operasi keduanya berjalan lancar," ucapnya. 

Makson menceritakan, pelaksanaan operasi tersebut satu pasien hanya memakan waktu 3 jam. "Pasien pertama dimulai pukul 10.00-12.00 WIB dan pasien kedua dimulai pukul 15.00-17.00 WIB, dan yang paling penting kini kondisi keduanya mulai stabil," bebernya. 

Lanjutnya, saat ini pula RSUD Sekayu sedang tahap menyiapkan diri untuk menjadi Runah Sakit Pusat Jantung Terpadu Sumsel.

"Dan di level Kabupaten, hanya Muba di Sumsel ini yang siap untuk membedah atau melaksanakan operasi jantung terbuka," terangnya.

Makson menjelaskan, RSUD Sekayu telah berhasil mencatatkan sejarah dengan terobosan inovasi terbarunya dan sukses menjadi pelopor layanan operasi jantung terbuka.

"Tentu fasilitas RSUD Sekayu ini mendapat support penuh oleh Bupati Muba Dr H Dodi Reza Alex Noerdin," ulasnya.

Dikatakan, RSUD Sekayu mempunyai 5 visi pelayanan terbaik untuk masyarakat kabupaten Muba salah satunya yaitu Center of excellent integrated Heart Care.

"Ditengah pandemi ini, kita patut apresiasi segala upaya yang telah dilakukan oleh Bupati dan tim RSUD demi keselamatan dan kesehatan yang tidak hanya dirasakan masyarakat Muba tetapi kepada seluruh masyarakat Sumsel," ucapnya.

Senada, Ketua Tim Operasi Jantung Terbuka RSUD Sekayu dr Bermansyah SpB SpBTKV menambahkan ada dua operasi yang kita kerjakan, yang pertama kelainan Jantung Kongenital yang di dapat sejak lahir dan yang kedua penyakit jantung yang ia dapat karena ada satu faktor ketika dia sudah dewasa yaitu Infeksi Katub Mitra. Adapun penyakit katup jantung karena infeksi ini, berarti kumannya cukup membuat gangguan pada katup.

"Jadi hari ini cukup komplit kita lakukan operasinya, Alhamdulillah operasi berjalan lancar dan pasien stabil", jelasnya

Bupati Muba Dr Dodi Reza Alex Noerdin Lic Econ MBA yang sejak awal bertekad menjadikan RSUD Sekayu sebagai rumah sakit terkemuka mengucapkan rasa syukur. Dia ikut mendoakan kelancaran operasi  kepada dua pasien ini.  Dodi juga memantau perjalanan operasi dari jarak jauh. Pesannya jelas : operasi jantung yang dilakukan hari ini berjalan lancar. 

"Alhamdulillah, semoga keduanya segera diberikan kepulihan dan saya atas nama pribadi mengucapkan terima kasih kepada tim dokter yang menangani pelaksanaan operasi jantung terbuka hari ini," ucapnya. 

Dodi menambahkan,  realisasi RSUD Sekayu menjadi RS Pusat Jantung Terpadu akan menjadi harapan baru bagi penderita jantung di Sumsel. 

"Yang jelas masyarakat di Sumsel tidak perlu lagi ke luar Sumsel, dengan sarana prasarana serta tim medis yang dimiliki RSUD Sekayu, InshaAllah bisa mengakomodir kebutuhan untuk pelaksanaan operasi jantung terbuka. Ini goal kita sejak semula yakni menjadikan RSUD Sekayu sebagai Pusat  Terpadu Jantung di Sumsel," pungkasnya. 

Diketahui, adapun dua pasien yang mendapatkan pelayanan operasi jantung terbuka di RSUD Sekayu hari ini yakni diantaranya Komsiyah, perempuan usia 56 tahun warga Desa Bukit Sejahtera RT 01/RW 01 Serasan Jaya/Balai Agung
dan Indri, perempuan usia 22 tahun warga Musi Rawas.(hsril)