NEWS

Slider

Camat Sekayu Bersama Plt Kadinsos Muba Tinjau Lokasi Longsor di Bantaran Sungai Musi Kelurahan Balai Agung


MUBA,DS.COM - Camat Sekayu Marko Susanto SSTP MSi meninjau Lokasi kejadian Longsor di Bantaran Sungai Musi, tepatnya di RT 09 RW 03 kelurahan Balai Agung, kecamatan Sekayu, kabupaten Musi Banyuasin, Selasa (20/10/2020).


Kejadian ini diakibatkan oleh Intensitas Hujan yang deras dengan durasi yang lama, sehingga mengakibatkan tanah tergerus dan Longsor. Dari kejadian ini, beberapa rumah warga terdampak longsor, kejadian ini diperkirakan terjadi pada Dini Hari Puku 03.00 Wib.

Camat Sekayu Marko Susanto SSTP MSi yang didampingi Ketua RT 09 mengatakan, Pada hari ini, Senin (20/10/2020) telah terjadi longsor di bantaran Sungai Musi RT 09 RW 03 kelurahan Balai Agung yang diakibatkan oleh hujan deras.

" Longsor berdampak terhadap rumah warga atasnama Rokiyah (60) jumlah anggota keluarga 6 orang dan Megawati (45) jumlah anggota keluarga 9 oang," papar Marko.

Dilaporkan kedua nama tersebut telah menerima program Bantuan Rumah Khusus yang dialokasikan di komplek Rusunawa kelurahan Serasan Jaya, kecamatan Sekayu, dari data ya g didapatkan kita selain beberapa warga tadi, terdapat juga 50 warga daerah itu sudah diverifikasi oleh tim terpadu.

" Mengingat kondisi cuaca saat ini yang terus menerus hujan, diharapkan agar berhati-hati dan menjaga jangan sampai timbul korban jiwa harapan masyarkat agar relokasi ke Perumahan Khusus di komplek Rusunawa dapat segera dilakukan," himbaunya.

Sementara itu Plt Kadinsos Muba Drs H Ahmad Nasuhi MM mengungkapkan, berdasarkan Instruksi Bapak Bupati Musi Banyuasin kita harapkan kepada warga agar berhati-hati dan tetao menjaga kesehatan apalagi pada masa Pandemi Covid-19 ini.

" Sesuai Perintah Bapak Bupati Dr H Dodi Reza Alex Noerdin Lic Econ MBA, Ditengah musim hujan ini untuk menjaga kesehatan, ditambah saat ini di tengah Pandemi Covid-19, kami himbau hati-hati bagi warga yang berada di bantaran Sungai Musi," dikatakan Nasuhi.

Dilanjutkannya, Tentu kami melaksanakan tupoksi kami pada bidang Sosial untuk memberikan kesadaran dan wujud Kasih Sayang atas pesan Bapak Bupati Kita DRA.

" Insha Allah, melalui Tim secepatnya akan di pindahkan, karena masuk dalam daftar pindah (Relokasi)," lanjut dia.

Pemda Lahat Bentuk Tiga Tim Selesaikan Masalah Lahan KTM UPT Keban Agung. Lahat -- Terkait kisruh permasalahan Lahan yang belum dimiliki warga asal pulau Jawa yang ditempatkan di Lokasi KTM UPT Keban agung Kecamatan Kikim Selatan Kabupaten Lahat sejak dimulai tahun 2015- 2016-2017 Yang mana penempatan warga KTM Upt Keban Agung Kecamatan Kikim Selatan tahun 2015 berjumlah 100 KK yang terbagi 40 KK warga pendatang 60 KK warga setempat dengan total 366 jiwa, tahun 2016 berjumlah 75 KK yang terbagi 35 warga pendatang 40 warga setempat dengan total 297 jiwa dan ditahun 2017 berjumlah 75 KK yang terbagi 34 warga pendatang 41 warga setempat dengan total 284 jiwa Untuk secara keseluruhan penempatan warga Transmigrasi dari tahun 2015,2016,2017 telah mencapai 250 KK. Mustofa Nerson S.sos.Msi. Kadis Disnakertrans Kabupaten Lahat melalui Debby Anggraeny ST.MT.Kabid Transmigrasi menjelaskan 19/10 apa yang menjadi permasalahan dimana tututan warga pendatang seluas 0,75 Hektar belum didapatkan oleh warga Transmigrasi dilokasi KTM UPT Keban Agung Kecamatan Kikim Selatan. Untuk itu Pemerintah Daerah telah membentuk Tiga Tim yang terdiri dari Tim Satgas,Tim Percepatan Penyelesaian Masalah dan Tim Mediasi yang intinya agar permasalahan Wilayah KTM UPT Keban Agung Kecamatan Kikim Selatan terselesaikan dengan baik tanpa ada kendala kedepannya lagi. Dimana diketahui Penempatan warga KTM UPT Keban Agung Kecamatan Kikim Selatan dimulai Tahun 2015 ,2016,2017 dan di domisili warga pendatang juga warga setempat di antaranya warga Desa Beringin jaya 19 orang,warga Desa Keban Agung 24 orang, warga Desa Beringin janggut 13 orang, warga Desa Pandan Arang 31 orang, warga Desa Keban Jaya 15 orang, warga Desa Tanjung Kurung 39 orang. Penempatan warga setempat dalam wilayah Kota Terpadu Mandiri (KTM) tentunya dengan syarat yaitu warga dapat menghibahkan tanahnya agar dapat mengikuti program dan bantuan dari Pemerintah Pusat maupun Pemerintah Daerah untuk para warga KTM. Debby juga menambahkan Enam Desa yang telah tergabung dalam KTM UPT Keban Agung Kecamatan Kikim Selatan inilah yang telah didata oleh tim satgas,soalnya kisruh permasalahan Lahan yang belum didapat oleh warga pendatang berasal dari permasalahan lahan yang diduga di klaim kembali oleh warga setempat yang telah menghibahkan tanahnya dan ikut dalam KTM UPT Keban Agung Kecamatan KikimSelatan. Penempatan warga setempat dalam KTM dengan syarat warga menghibahkan lahan / tanah agar dapat menjadi transmigran Ini untuk warga trans setempat Penempatan warga setempat dalam KTM dengan syarat warga menghibahkan lahan / tanah agar dapat menjadi transmigran untuk warga trans setempat pungkasnya.(Dni)


Dutasumsel, Lahat -- Terkait kisruh permasalahan Lahan yang belum dimiliki warga asal pulau Jawa yang ditempatkan di Lokasi KTM UPT Keban agung Kecamatan Kikim Selatan Kabupaten Lahat sejak dimulai tahun 2015- 2016-2017


Yang mana penempatan warga KTM Upt Keban Agung Kecamatan Kikim Selatan tahun 2015 berjumlah 100 KK yang terbagi 40 KK warga pendatang 60 KK warga setempat dengan total 366 jiwa, tahun 2016 berjumlah 75 KK yang terbagi 35 warga pendatang 40 warga setempat dengan total 297 jiwa dan ditahun 2017 berjumlah 75 KK yang terbagi 34 warga pendatang 41 warga setempat dengan total 284 jiwa

Untuk secara keseluruhan penempatan warga Transmigrasi dari tahun 2015,2016,2017 telah mencapai 250 KK.



Mustofa Nerson S.sos.Msi. Kadis Disnakertrans Kabupaten Lahat melalui Debby Anggraeny ST.MT.Kabid Transmigrasi menjelaskan 19/10 apa yang menjadi permasalahan dimana tututan warga pendatang seluas 0,75 Hektar belum didapatkan oleh warga Transmigrasi dilokasi KTM UPT Keban Agung Kecamatan Kikim Selatan.


Untuk itu Pemerintah Daerah telah membentuk Tiga Tim yang terdiri dari Tim Satgas,Tim Percepatan Penyelesaian Masalah dan Tim Mediasi yang intinya agar permasalahan Wilayah KTM UPT Keban Agung Kecamatan Kikim Selatan terselesaikan dengan baik tanpa ada kendala kedepannya lagi.


Dimana diketahui Penempatan warga KTM UPT Keban Agung Kecamatan Kikim Selatan dimulai Tahun 2015 ,2016,2017 dan di domisili warga pendatang juga warga setempat di antaranya warga Desa Beringin jaya 19 orang,warga Desa Keban Agung 24 orang, warga Desa Beringin janggut 13 orang, warga Desa Pandan Arang 31 orang, warga Desa Keban Jaya 15 orang, warga Desa Tanjung Kurung 39 orang.


Penempatan warga setempat dalam wilayah Kota Terpadu Mandiri (KTM) tentunya dengan syarat yaitu warga dapat menghibahkan tanahnya agar dapat mengikuti program dan bantuan dari Pemerintah Pusat maupun Pemerintah Daerah untuk para warga KTM.


Debby juga menambahkan Enam Desa yang telah tergabung dalam KTM UPT Keban Agung Kecamatan Kikim Selatan inilah yang telah didata oleh tim satgas,soalnya kisruh permasalahan Lahan yang belum didapat oleh warga pendatang berasal dari permasalahan lahan yang diduga di klaim kembali oleh warga setempat yang telah menghibahkan tanahnya dan ikut dalam KTM UPT Keban Agung Kecamatan KikimSelatan.



Penempatan warga setempat dalam KTM dengan syarat warga menghibahkan lahan / tanah agar dapat menjadi transmigran Ini untuk warga trans setempat Penempatan warga setempat dalam KTM dengan syarat warga menghibahkan lahan / tanah agar dapat menjadi transmigran  untuk warga trans setempat pungkasnya.(Dni) 

Realisasi Pembangunan dan Serapan Keuangan Pemkab Muba Stabil


Bupati Muba Dodi Reza Pimpin Rakor Evaluasi dan Pengendalian Triwulan III TA 2020 Secara Virtual


MUBA,DS.COM - Meski sedang dihadapkan pada pandemi wabah COVID-19, namun kinerja Pemerintahan Kabupaten Musi Banyuasin dibawah kepemimpinan Bupati Muba Dr Dodi Reza Alex Noerdin Lic Econ MBA bersama Wakil Bupati Muba Beni Hernedi SIP tetap berjalan maksimal. Terbukti, dari hasil pengendalian pelaksanaan pembangunan dan serapan keuangan Pemkab Muba Triwulan III Tahun Anggaran 2020 tetap terlaksana dengan stabil. 

Hal ini terungkap saat Bupati Muba Dr Dodi Reza Alex Noerdin memimpin Rapat Koordinasi (Rakor) Evaluasi dan Pengendalian Pelaksanaan Pembangunan untuk Triwulan III TA 2020 yang dilaksanakan secara virtual, Senin (19/10/2020). 

"Progress realisasi fisik dan penyerapan keuangan APBD hingga triwulan III ini yakni fisik mencapai 57.38 persen dan keuangan 41.23 persen, dibandingkan dengan TA 2019 tentu serapan TA 2020 lebih rendah pada periode yang sama, namun kondisi saat ini dimana sedang  dihadapkan pada pandemi COVID-19 realisasi kita tetap stabil," ungkap Kepala BAPPEDA Muba, Drs Iskandar Syahrianto. 

Iskandar merinci, adapun lima perangkat daerah (PD) yang realisasi fisiknya tertinggi yakni diantaranya Dinas Penanaman Modal-Pelayanan Terpadu Satu Pintu (89.39 persen), Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (82.48 persen), Dinas Ketahanan Pangan (81.93 persen), Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (79.78 persen), dan Dinas Perpustakaan dan Arsip (78.47 persen). 

"Kemudian, untuk 5 PD penyerapan keuangan tertinggi yakni DPPPA (79.22 persen), DPMD (73.23 persen), DPM-PTSP (73.19 persen), Satpol-PP (68.34 persen), dan BKPSDM (67.77 persen)," ulasnya.  

Lanjut Iskandar, untuk progress DAK sampai Triwulan III yakni realisasi fisik 79.67 persen, penyerapan keuangan 28.87 persen, progress DAK khusus non fisik samai Triwulan III realisasi fisik 60.52 persen, penyerapan keuangan 49.54 persen. "Nah, untuk pelaksanaan kegiatan kontraktual (termasuk P-APBD) yakni total paket strategis 462 paket, sudah diumumkan 441 paket, sudah kontrak 421 paket, dan total paket selesai (PHO) 35 paket," bebernya.

Sementara itu, dalam kesempatan tersebut Bupati Muba Dr Dodi Reza Alex Noerdin menginstruksikan kepada seluruh PD untuk segera menyelesaikan sisa paket yang belum tender serta mendesak kontraktor untuk mempercepat penyelesaian pekerjaan. "Jaga mutu dan kualitas pengerjaan, pastikan rekanan menyelesaikan pekerjaan paling lambat 15 Desember 2020," tegasnya.

Mantan Anggota DPR RI dua periode ini memastikan akan memberikan sanksi tegas sesuai aturan kepada rekanan yang melakukan wanprestasi. "Tingkatkan pengendalian dan pengawasan internal di masing-masing PD, khusus untuk DAK fisik saya apresiasi kepada para pengelola. Berkat kerja keras dan koordinasi yang baik DAK fisik maupun cadangan sudah disalurkan seluruhnya ke kas daerah sebelum batas waktu yang ditentukan," ucapnya. 

Dodi menambahkan, pandemi COVID-19 bukan dijadikan alasan untuk tidak maksimalnya realisasi pembangunan untuk masyarakat. "Kita tetap bekerja dengan maksimal dan tentu selalu mentaati protokol kesehatan dan menjaga kesehatan dan kebersihan diri kita ," tandasnya.(hsril)

PALI- Akses Jalan menuju tebing Delima Talang Subur rampung PALI- Pembangunan Infratruktur Jalan di Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir sangat cepat berjalan dalam jangka Tujuh Tahun bisa di katakan sudah tidak ada lagi jalan yang berlumpur sehingga berdampak besar bagi masyarakat yang ada di kabupaten PALI maupun yang dari luar dari kabupaten. Kabupaten PALI adalah salah satu Kabupaten di Sumatera Selatan yang bisa di katakan bukan kabupaten di pesisir jalan lintas, itulah seolah dahulu Kabupaten PALI seolah Kota mati. " Namun setelah Tujuh tahun Berdiri menjadi Kabupaten Daerah Otonomi Baru (DOB), nama kota mati itu hilang dan menjadi kota berkembang,18/10/2020. " Seiring Pembangunan jalan hampir merata pengusaha lokal mulai tidak takut lagi untuk mengembangkan usahanya, seperti usaha perhotelan,wisata,pertanian,dll. Hal ini juga sangat berdampak pada masyarakat guna memperlancar aktivitas untuk bepergian,mengangkut hasil pertanian dan perkebunan. Seperti Pembangunan Jalan Talang Subur menuju tebing Delima yang dampaknya sangat banyak bagi masyarakat banyak. Pembangunan Jalan tersebut di realisasikan melalui Dinas Pekerjaan Umum PALI dan di Kerjakan oleh CV.Apas Sejahtera dengan panjang jalan 582 meter dan lebar 5 meter dan ketebalan 20 cm, ungkap Akbar selaku dari pihak pelaksana CV. Apas sejahtera. Perihal ini di benarkan oleh Deri selaku PPTK dan Rendi selaku pengawas Pekerjaan tersebut. Almarizan selaku kontraktornya pun sangat berterimakasih kepada masyarakat atas kerjasamanya sehingga pekerjaan dapat rampung hingga selesai tanpa ada hambatan. Hilmanysah ST selaku Kepala Dinas PU PALI melalui Sephy Hendika PM,ST,MM, selaku Kepala Bidang KABID Bina Marga PU dan selaku PPK pekerjaan tersebut sangat berterimah kasih kepada semua elemen yang bisa bekerja sama guna menyelesaikan pekerjaan tersebut, serta kami sangat senang ahirnya jalan tersebut dapat di manfaatkan oleh masyarakat banyak. " Serta kami berpesan kepada masyarakat kabupaten PALI agar dapat bekerjasama jika ada salah satu Kontraktor nakal yang membangun jalan atau bangunan dari dinas PU agar kiranya segera melaporkan kepada kami atau dinas PU PALI," tutup Sephy.


Dutasunsel, PALI- Pembangunan Infratruktur Jalan di Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir sangat cepat berjalan dalam jangka Tujuh Tahun bisa di katakan sudah tidak ada lagi jalan yang berlumpur sehingga berdampak besar bagi masyarakat yang ada di kabupaten PALI maupun yang dari luar dari kabupaten.


Kabupaten PALI adalah salah satu Kabupaten di Sumatera Selatan yang bisa di katakan bukan kabupaten di pesisir jalan lintas, itulah seolah dahulu Kabupaten PALI seolah Kota mati.


" Namun setelah Tujuh tahun Berdiri menjadi Kabupaten Daerah Otonomi Baru (DOB), nama kota mati itu hilang dan menjadi kota berkembang,18/10/2020.


" Seiring Pembangunan jalan hampir merata pengusaha lokal mulai tidak takut lagi untuk mengembangkan usahanya, seperti usaha perhotelan,wisata,pertanian,dll.


Hal ini juga sangat berdampak pada masyarakat guna memperlancar aktivitas untuk bepergian,mengangkut hasil pertanian dan perkebunan.


Seperti Pembangunan Jalan Talang Subur menuju tebing Delima yang dampaknya sangat banyak bagi masyarakat banyak.


Pembangunan Jalan tersebut di realisasikan melalui Dinas Pekerjaan Umum PALI dan di Kerjakan oleh CV.Apas Sejahtera dengan panjang jalan 582 meter dan lebar 5 meter dan ketebalan 20 cm, ungkap Akbar selaku dari pihak pelaksana CV. Apas sejahtera.


Perihal ini di benarkan oleh Deri selaku PPTK dan Rendi selaku pengawas Pekerjaan tersebut.


Almarizan selaku kontraktornya pun sangat berterimakasih kepada masyarakat atas kerjasamanya sehingga pekerjaan dapat rampung hingga selesai tanpa ada hambatan.


Hilmanysah ST selaku Kepala Dinas PU PALI melalui Sephy Hendika PM,ST,MM, selaku Kepala Bidang KABID Bina Marga PU dan selaku PPK pekerjaan tersebut sangat berterimah kasih kepada semua elemen yang bisa bekerja sama guna menyelesaikan pekerjaan tersebut, serta kami sangat senang ahirnya jalan tersebut dapat di manfaatkan oleh masyarakat banyak.


" Serta kami berpesan kepada masyarakat kabupaten PALI agar dapat bekerjasama jika ada salah satu Kontraktor nakal yang membangun jalan atau bangunan dari dinas PU agar kiranya segera melaporkan kepada kami atau dinas PU PALI," tutup Sephy.

RSUD Sekayu Persiapan Jadi RS Pusat Jantung Terpadu


Satu Pasien Hanya Habiskan Waktu Tiga Jam


MUBA,DS.COM- Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sekayu berhasil membuktikan kualitas pelayanan dan fasilitas yang lengkap sejak dua tahun belakangan ini. 

Sabtu (17/10/2020) ini RSUD yang telah meraih akreditasi paripurna tersebut kembali berhasil melaksanakan operasi jantung terbuka terhadap dua pasien penderita jantung dari Provinsi Sumatra Selatan. 

Hal ini pula membuktikan  RSUD Sekayu sudah selayaknya menjadi Rumah Sakit Pusat Jantung Terpadu di Provinsi Sumatra Selatan  Terlebih dengan sarana dan prasarana serta Sumber Daya Manusia (SDM) yang dimiliki. 

"Ada enam dokter hari ini yang turun melaksanakan operasi jantung gabungan dokter RSUD Sekayu dan dokter dari RSMH Palembang," ungkap Direktur RSUD Sekayu, dr Makson Parulian Purba MARS. 

Dikatakan Makson, adapun dua pasien tersebut yakni diantaranya warga Muba dan warga Musi Rawas. "Keduanya merupakan peserta BPJS kelas III, dan hari ini operasi keduanya berjalan lancar," ucapnya. 

Makson menceritakan, pelaksanaan operasi tersebut satu pasien hanya memakan waktu 3 jam. "Pasien pertama dimulai pukul 10.00-12.00 WIB dan pasien kedua dimulai pukul 15.00-17.00 WIB, dan yang paling penting kini kondisi keduanya mulai stabil," bebernya. 

Lanjutnya, saat ini pula RSUD Sekayu sedang tahap menyiapkan diri untuk menjadi Runah Sakit Pusat Jantung Terpadu Sumsel.

"Dan di level Kabupaten, hanya Muba di Sumsel ini yang siap untuk membedah atau melaksanakan operasi jantung terbuka," terangnya.

Makson menjelaskan, RSUD Sekayu telah berhasil mencatatkan sejarah dengan terobosan inovasi terbarunya dan sukses menjadi pelopor layanan operasi jantung terbuka.

"Tentu fasilitas RSUD Sekayu ini mendapat support penuh oleh Bupati Muba Dr H Dodi Reza Alex Noerdin," ulasnya.

Dikatakan, RSUD Sekayu mempunyai 5 visi pelayanan terbaik untuk masyarakat kabupaten Muba salah satunya yaitu Center of excellent integrated Heart Care.

"Ditengah pandemi ini, kita patut apresiasi segala upaya yang telah dilakukan oleh Bupati dan tim RSUD demi keselamatan dan kesehatan yang tidak hanya dirasakan masyarakat Muba tetapi kepada seluruh masyarakat Sumsel," ucapnya.

Senada, Ketua Tim Operasi Jantung Terbuka RSUD Sekayu dr Bermansyah SpB SpBTKV menambahkan ada dua operasi yang kita kerjakan, yang pertama kelainan Jantung Kongenital yang di dapat sejak lahir dan yang kedua penyakit jantung yang ia dapat karena ada satu faktor ketika dia sudah dewasa yaitu Infeksi Katub Mitra. Adapun penyakit katup jantung karena infeksi ini, berarti kumannya cukup membuat gangguan pada katup.

"Jadi hari ini cukup komplit kita lakukan operasinya, Alhamdulillah operasi berjalan lancar dan pasien stabil", jelasnya

Bupati Muba Dr Dodi Reza Alex Noerdin Lic Econ MBA yang sejak awal bertekad menjadikan RSUD Sekayu sebagai rumah sakit terkemuka mengucapkan rasa syukur. Dia ikut mendoakan kelancaran operasi  kepada dua pasien ini.  Dodi juga memantau perjalanan operasi dari jarak jauh. Pesannya jelas : operasi jantung yang dilakukan hari ini berjalan lancar. 

"Alhamdulillah, semoga keduanya segera diberikan kepulihan dan saya atas nama pribadi mengucapkan terima kasih kepada tim dokter yang menangani pelaksanaan operasi jantung terbuka hari ini," ucapnya. 

Dodi menambahkan,  realisasi RSUD Sekayu menjadi RS Pusat Jantung Terpadu akan menjadi harapan baru bagi penderita jantung di Sumsel. 

"Yang jelas masyarakat di Sumsel tidak perlu lagi ke luar Sumsel, dengan sarana prasarana serta tim medis yang dimiliki RSUD Sekayu, InshaAllah bisa mengakomodir kebutuhan untuk pelaksanaan operasi jantung terbuka. Ini goal kita sejak semula yakni menjadikan RSUD Sekayu sebagai Pusat  Terpadu Jantung di Sumsel," pungkasnya. 

Diketahui, adapun dua pasien yang mendapatkan pelayanan operasi jantung terbuka di RSUD Sekayu hari ini yakni diantaranya Komsiyah, perempuan usia 56 tahun warga Desa Bukit Sejahtera RT 01/RW 01 Serasan Jaya/Balai Agung
dan Indri, perempuan usia 22 tahun warga Musi Rawas.(hsril)

Pemkab Muba Perketat Penegakan Protokes COVID-19


Dutasumsel, MUBA - Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin melalui Sat Pol PP Muba perketat penegakan protokol kesehatan Corona Virus Disease tahun 2019 (COVID-19).


Hal ini dilakukan berdasarkan instruksi Bupati Muba Dr H Dodi Reza Alex terkait ditetapkannya Kabupaten Muba sebagai Zona Merah Penyebaran COVID-19 oleh Tim Gugus Tugas Penanganan COVID-19 Pusat.

Kegiatan hari ini, Sabtu (17/10/2020) dipimpin Kasat Pol PP Muba Haryadi SE M SI diwakili Kasi Penyelidikan dan Penyidikan Taufik S IP didampingi Kasi Operasi dan Pengendalian Alexander SE bersama anggota Satpol PP beserta anggota gabungan dari Kodim 0401/Muba, Polres Muba, BPBD dan Dinas Kesehatan.

Dalam kesempatan tersebut tim mesosialisasikan kepada masyarakat yang melakukan hajatan atau kegiatan sejenisnya yang bersifat mengumpulkan orang banyak.

"Kegiatan ini kami lakukan untuk kebaikan kita semua, adapun kegiatan yang dilarang adalah kegiatan yang bersifat mengumpulkan massa, dan bukan kegiatan pernikahannya. Kegiatan pernikahan tetap bisa dilakukan asal sesuai prosedur protokol kesehatan" jelas Taufik.

Dikatakannya tim gabungan memberikan himbauan dan edukasi kepada masyarakat secara persuasif untuk sementara waktu ini tidak mendapatkan izin mengadakan hajatan atau kegiatan yang bersifat mengumpulkan massa, apabila kedepannya masyarakat masih melakukan kegiatan tersebut selama masa pandemi, maka akan dikenakan sanksi sesuai peraturan yang berlaku.

"Masyarakat tetap dapat melakukan kegiatan hajatan pernikahan asal sesuai protokol kesehatan dan tidak mengumpulkan massa," kata Taufik.

Terpisah Bupati Muba Dr H Dodi Reza Alex Noerdin melalui Sekretaris Daerah Kabupaten Muba Drs H Apriyadi MSi meminta agar semua stakeholder hingga perangkat desa bersinergi untuk menekan penyebaran pandemi COVID-19.

"Kepada masyarakat mohon dukungan dan partisipasi aktifnya untuk terus disiplin melaksanakan protokol kesehatan wajib memakai masker, wajib menjaga jarak, menghindari kerumunan dan wajib mencuci tangan menggunakan sabun dan kita berharap semua kita bergerak bersama sama sehingga upaya penanganan COVID-19 berjalan maksimal, dan ini adalah untuk kebaikan kita bersama," tandasnya.(hsril)

DPMD Instruksikan Kades Seluruh Muba Tingkatkan Kewaspadaan Penyebaran Covid-19


Dutasumsel, MUBA - Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin melalui Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (DPMD) menginstruksikan Seluruh Kepala Desa agar meningkatkan Kewaspadaan Penyebaran Covid-19 di seluruh Desa.


Instruksi tersebut dituangkan melalui surat edaran DPMD kabupaten Musi Banyuasin Nomor : 412/830/DPMD/2020 yang di instruksikan kepada seluruh Kepala Desa di kabupaten Musi Banyuasin agar melakukan Sosialisasi Kewaspadaan Penyebaran Covid-19.

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa H Richard Cahyadi AP MSi mengatakan, Menindaklanjuti hasil Rapat teknis perkembangan Pandemi Covid-19 pada, Kamis (15/10/2020). Bahwasanya Musi Banyuasin di tetapkan sebagai Daerah Zona Merah oleh Tim Gugus Tugas.

" Kami Instruksikan kepada seluruh Kepala Desa di kabupaten Musi Banyuasin untuk meningkatkan kewaspadaan dini terhadap perkembangan Covid-19 di wilayah desa Masing-masing agar tidak menimbulkan Klaster di Masyarakat," ujar Mantan PJ Walikota Prabumulih ini, Jumat (16/10/2020).

Dilanjutkan Richard, setiap desa wajib melaksanakan Sosialisasi, edukasi dan Pengawasan Kedisiplinan dalam Protokol Kesehatan ditempat kerja maupun Fasilitas Umum dengan Cara 3M (Mencuci Tangan, Memakai Masker, dan Menjaga Jarak.

" Selain itu juga, melakukan Pemantauan dan selalu berkoordinasi terkait Perkembangan Kondisi terkini Covid-19 dengan Petugas Kesehatan dan Camat di wilayah Masing-masing, terutama jika terdapat Kasus Konfirmasi SAR-Cov2 di wilayah desa," ajaknya.

Richard menegaskan, kepada seluruh desa agar melakukan Sosialisasi secara Persuasif kepada Masyarakat untuk menunda sementara waktu kegiatan yang mengundang Peserta Pertemuan khususnya di ruangan tertutup, jika terpaksa harus dilakukan maka harus memperhatikan Ventilasi, Durasi, dan Jarak (VDJ).

" Dan juga kepada Masyarakat agar menunda Resepsi Pernikahan maupun kegiatan Masyarakat keolahragaan yang menyebabkan kerumunan Massa sampai batas waktu dan Kondis Aman," tegasnya.(hs)

Jelajah Goa Bunker Peninggalan Belanda di Lawang Wetan


Dutasumsel,Lawang Wetan, Muba - Kisah atau sejarah mengingatkan kita akan suatu peristiwa. Dimana peristiwa itu akan meninggalkan suatu kenangan di suatu tempat.


Oleh karena itu, sebagai pendengar kisah dan sejarah Tim Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Muba menelusuri Bunker Peninggalan Belanda di Muba.

Pokdarwis mengunjungi tempat sejarah yang terletak di Dusun III, Desa Rantau Kasih, Kecamatan Lawang Wetan (15/10/2020) peninggalan bersejarah tersebut terkubur tanpa adanya sentuhan tangan manusia.

Penelusuran ini bertujuan untuk menambah pengetahuan Masyarakat Kabupaten Musi Banyuasin (Muba) banyak yang belum atau tidak mengetahui bahwa di Muba terdapat sebuah situs sejarah peninggalan pada zaman penjajahan.

Situs sejarah yang biasa masyarakat sekitar sebut sebagai goa belanda ini memiliki luas 100 meter persegi, dengan banyaknya bebatuan yang runtuh termakan usia.

Masyarakat sekitar biasa menyebut peninggalan Belanda ini sebagai Goa Belanda, selain itu ada yang menyebut bengkel Belanda.

Hal tersebut juga dibenarkan oleh pemilik tanah, Alamudin bin Rohim (63), mengatakan bahwa peninggalan zaman Belanda ini dulunya merupakan bengkel untuk memperbaiki tank, dimana pada atas bukit terdapat bekas-bekas lintasan dari tank.

"Dulunya banyak besi kata kakek saya, karena dahulu zaman krisis sehingga besi-besi yang ada dicuri dan dijual oleh orang yang tidak bertanggung jawab," ujarnya.

Selain banyak reruntuhan batu peninggalan Belanda, pada situs itu juga ada sebuah goa setinggi 1 meter. "Saya tidak melarang orang untuk masuk, jika mau masuk silahkan saja tetapi saya tidak bertanggung jawab," jelasnya.

Sementara, Kepala Desa Rantau Kasih M. Dedi mengatakan, terima kasih kepada Tim Pokdarwis Muba di bawah binaan Dispopar Muba telah mengunjungi Bunker ini, besar harapan kami agar kedepan tempat ini layak di kunjungi untuk masyarakat.

Terpisah Bupati Muba Dr H Dodi Reza Alex Noerdin melalui Plt Kepala Dinas Pemuda Olahraga Dan Pariwisata (Dispopar Muba) Muhamad Fariz SSTP MM Mengatakan, dimasa pandemi ini kita sama sama sulit dan berjuang keras menghadapi COVID-19 ini bukan hanya sektor Pariwisata, UMKM juga di Indonesia bahkan di dunia juga menurun drastis.

Namun semangat para pemuda pecinta budaya dan pariwisata lokal dalam mengeksplorasi jejak sejarah dan budaya ini tidak di ragukan lagi dan patut acungi jempol

"Ya, saya sangat apresiasi kepada Pokdarwis Muba yang sangat peduli dengan pariwisata yang ada di Muba, semoga kedepan dengan telah diresmikanya program Jelajah Muba On Tv beberapa bulan yang lalu dapat mengekspose tempat tempat wisata bersejarah yang dapat menarik peminat masyarakat untuk mengunjungi tempat wisata tersebut, dan mampuh mengaruhi kembalinya ekonomi kita yang ada di Indonesia terutama di Musi Banyuasin,"ungkapnya.(hsril)

Kunjungan Cawabub Pali H.Sumarjono Ke Desa Talang Jepit


Dutasumsel, PALI- Cawabub Drs. H Soemarjono dari pasangan HERO Heri Amalindo-Soemarjono mengunjungi posko relawan Hero di Kediaman Bapak Parno Unus Talang Jepit Kelurahan Talang Ubi Selatan.


Kedatangan Cawabup Soemarjono beserta Rombongan di sambut gembira oleh warga Talang Jepit yang memang sudah di tunggu oleh Tim relawan HERO dan warga setempat.16/10/2020.



masyarakat Talang Cepit sebulum berbincang dan menyampaikan aspirasinya kepada Cawabub Soemarjono terlebih dahulu membaca surat Yasin dan Do'a bersama untuk syukuran atas selesai operasi Batu ginjal bapak parno unus, ungkap Ida.


" Adapun Harapan masyarakat setempat jika pasangan HERO menang kembali agar kiranya dapat membantu membangun jalan menuju Masjid Al muklisina yang kebetulan masih di bangun dan membangun cor beton halaman depan masjid, ungakap Apek.


" Dan kami sangat mohon agar kiranya dapat membantu apa yang selama ini kami harapkan untuk kegiatan bersama seperti alat Kesenian Barongan dan Bangsal Batu Bata,Tambah Apek.


Harapan ibu ibu Talang Cepit untuk membantu meningkatkan pelatihan di bidang UKM serta membantu cara pemasaran UKM seperti Produksi Tempe dan cara pemasarannya.


Adapun Harapan anak SMA ingin kulya gratis  setelah kami tamat nanti karna kami mengingat biaya kulya cukup tinggi, ungkap Ambar dan Herika.

Hidup di Tengah Virus Corona AKP Ardiansyah SE.Berbagi dengan Sesama


Dutasumsel, LAHAT - Dalam hukum Islam wajib Saling berbagi dengan  sesama terutama dengan fakir miskin dan orang tidak mampu,apa lagi saat sekarang kondisi masyarakat hidup ditengah -- tengah Pandemi covid -- 19.


Dimana mata pencarian masyarakat minim pemasukan maupun pendapatan guna untuk mencukupi kebutuhan hidup sehari -- hari dalam mengais rejeki secara halal.



Untuk itu melalui Jumat Berkah momen Pandemi covid - 19 menjadi langka terbaik bagi masyarakat golongan menengah keatas menyisihkan sebagian rejekinya untuk berbagi dengan sesama.


Hal ini juga terlihat dilaksanakan AKP Ardiansyah SE.Kasat Lantas Lahat bersama jajarannya melakukan giat Jumat Berkah dengan membagikan nasi bungkus kepada masyarakat fakir miskin dan masyarakat kurang mampu yang sedang mengis rejeki di sepanjang jalan Kota Lahat.



AKP. Ardiansyah SE. Kasat Lantas Lahat melalui via WA 16/10 menyampaikan giat Jumat berkah dan ia juga mengatakan selain membagikan rejeki satuan Sat Lantas Lahat juga menghimbau kepada masyarakat agar mengikuti arahan protokol kesehatan dengan tidak lupa memakai masker saat keluar rumah,menjaga jarak saat berada di tempat keramaian dan rajin mencuci tangan dengan sabun guna terhindar dari penyebaran virus corona,dengan taat 3M kita dapat memutus mata rantai penyebaran covid 19 di Kabupaten Lahat katanya.(Idham/Novita)