NEWS

Slider

Pemkab Muba Perketat Penegakan Protokes COVID-19


Dutasumsel, MUBA - Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin melalui Sat Pol PP Muba perketat penegakan protokol kesehatan Corona Virus Disease tahun 2019 (COVID-19).


Hal ini dilakukan berdasarkan instruksi Bupati Muba Dr H Dodi Reza Alex terkait ditetapkannya Kabupaten Muba sebagai Zona Merah Penyebaran COVID-19 oleh Tim Gugus Tugas Penanganan COVID-19 Pusat.

Kegiatan hari ini, Sabtu (17/10/2020) dipimpin Kasat Pol PP Muba Haryadi SE M SI diwakili Kasi Penyelidikan dan Penyidikan Taufik S IP didampingi Kasi Operasi dan Pengendalian Alexander SE bersama anggota Satpol PP beserta anggota gabungan dari Kodim 0401/Muba, Polres Muba, BPBD dan Dinas Kesehatan.

Dalam kesempatan tersebut tim mesosialisasikan kepada masyarakat yang melakukan hajatan atau kegiatan sejenisnya yang bersifat mengumpulkan orang banyak.

"Kegiatan ini kami lakukan untuk kebaikan kita semua, adapun kegiatan yang dilarang adalah kegiatan yang bersifat mengumpulkan massa, dan bukan kegiatan pernikahannya. Kegiatan pernikahan tetap bisa dilakukan asal sesuai prosedur protokol kesehatan" jelas Taufik.

Dikatakannya tim gabungan memberikan himbauan dan edukasi kepada masyarakat secara persuasif untuk sementara waktu ini tidak mendapatkan izin mengadakan hajatan atau kegiatan yang bersifat mengumpulkan massa, apabila kedepannya masyarakat masih melakukan kegiatan tersebut selama masa pandemi, maka akan dikenakan sanksi sesuai peraturan yang berlaku.

"Masyarakat tetap dapat melakukan kegiatan hajatan pernikahan asal sesuai protokol kesehatan dan tidak mengumpulkan massa," kata Taufik.

Terpisah Bupati Muba Dr H Dodi Reza Alex Noerdin melalui Sekretaris Daerah Kabupaten Muba Drs H Apriyadi MSi meminta agar semua stakeholder hingga perangkat desa bersinergi untuk menekan penyebaran pandemi COVID-19.

"Kepada masyarakat mohon dukungan dan partisipasi aktifnya untuk terus disiplin melaksanakan protokol kesehatan wajib memakai masker, wajib menjaga jarak, menghindari kerumunan dan wajib mencuci tangan menggunakan sabun dan kita berharap semua kita bergerak bersama sama sehingga upaya penanganan COVID-19 berjalan maksimal, dan ini adalah untuk kebaikan kita bersama," tandasnya.(hsril)

DPMD Instruksikan Kades Seluruh Muba Tingkatkan Kewaspadaan Penyebaran Covid-19


Dutasumsel, MUBA - Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin melalui Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (DPMD) menginstruksikan Seluruh Kepala Desa agar meningkatkan Kewaspadaan Penyebaran Covid-19 di seluruh Desa.


Instruksi tersebut dituangkan melalui surat edaran DPMD kabupaten Musi Banyuasin Nomor : 412/830/DPMD/2020 yang di instruksikan kepada seluruh Kepala Desa di kabupaten Musi Banyuasin agar melakukan Sosialisasi Kewaspadaan Penyebaran Covid-19.

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa H Richard Cahyadi AP MSi mengatakan, Menindaklanjuti hasil Rapat teknis perkembangan Pandemi Covid-19 pada, Kamis (15/10/2020). Bahwasanya Musi Banyuasin di tetapkan sebagai Daerah Zona Merah oleh Tim Gugus Tugas.

" Kami Instruksikan kepada seluruh Kepala Desa di kabupaten Musi Banyuasin untuk meningkatkan kewaspadaan dini terhadap perkembangan Covid-19 di wilayah desa Masing-masing agar tidak menimbulkan Klaster di Masyarakat," ujar Mantan PJ Walikota Prabumulih ini, Jumat (16/10/2020).

Dilanjutkan Richard, setiap desa wajib melaksanakan Sosialisasi, edukasi dan Pengawasan Kedisiplinan dalam Protokol Kesehatan ditempat kerja maupun Fasilitas Umum dengan Cara 3M (Mencuci Tangan, Memakai Masker, dan Menjaga Jarak.

" Selain itu juga, melakukan Pemantauan dan selalu berkoordinasi terkait Perkembangan Kondisi terkini Covid-19 dengan Petugas Kesehatan dan Camat di wilayah Masing-masing, terutama jika terdapat Kasus Konfirmasi SAR-Cov2 di wilayah desa," ajaknya.

Richard menegaskan, kepada seluruh desa agar melakukan Sosialisasi secara Persuasif kepada Masyarakat untuk menunda sementara waktu kegiatan yang mengundang Peserta Pertemuan khususnya di ruangan tertutup, jika terpaksa harus dilakukan maka harus memperhatikan Ventilasi, Durasi, dan Jarak (VDJ).

" Dan juga kepada Masyarakat agar menunda Resepsi Pernikahan maupun kegiatan Masyarakat keolahragaan yang menyebabkan kerumunan Massa sampai batas waktu dan Kondis Aman," tegasnya.(hs)

Jelajah Goa Bunker Peninggalan Belanda di Lawang Wetan


Dutasumsel,Lawang Wetan, Muba - Kisah atau sejarah mengingatkan kita akan suatu peristiwa. Dimana peristiwa itu akan meninggalkan suatu kenangan di suatu tempat.


Oleh karena itu, sebagai pendengar kisah dan sejarah Tim Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Muba menelusuri Bunker Peninggalan Belanda di Muba.

Pokdarwis mengunjungi tempat sejarah yang terletak di Dusun III, Desa Rantau Kasih, Kecamatan Lawang Wetan (15/10/2020) peninggalan bersejarah tersebut terkubur tanpa adanya sentuhan tangan manusia.

Penelusuran ini bertujuan untuk menambah pengetahuan Masyarakat Kabupaten Musi Banyuasin (Muba) banyak yang belum atau tidak mengetahui bahwa di Muba terdapat sebuah situs sejarah peninggalan pada zaman penjajahan.

Situs sejarah yang biasa masyarakat sekitar sebut sebagai goa belanda ini memiliki luas 100 meter persegi, dengan banyaknya bebatuan yang runtuh termakan usia.

Masyarakat sekitar biasa menyebut peninggalan Belanda ini sebagai Goa Belanda, selain itu ada yang menyebut bengkel Belanda.

Hal tersebut juga dibenarkan oleh pemilik tanah, Alamudin bin Rohim (63), mengatakan bahwa peninggalan zaman Belanda ini dulunya merupakan bengkel untuk memperbaiki tank, dimana pada atas bukit terdapat bekas-bekas lintasan dari tank.

"Dulunya banyak besi kata kakek saya, karena dahulu zaman krisis sehingga besi-besi yang ada dicuri dan dijual oleh orang yang tidak bertanggung jawab," ujarnya.

Selain banyak reruntuhan batu peninggalan Belanda, pada situs itu juga ada sebuah goa setinggi 1 meter. "Saya tidak melarang orang untuk masuk, jika mau masuk silahkan saja tetapi saya tidak bertanggung jawab," jelasnya.

Sementara, Kepala Desa Rantau Kasih M. Dedi mengatakan, terima kasih kepada Tim Pokdarwis Muba di bawah binaan Dispopar Muba telah mengunjungi Bunker ini, besar harapan kami agar kedepan tempat ini layak di kunjungi untuk masyarakat.

Terpisah Bupati Muba Dr H Dodi Reza Alex Noerdin melalui Plt Kepala Dinas Pemuda Olahraga Dan Pariwisata (Dispopar Muba) Muhamad Fariz SSTP MM Mengatakan, dimasa pandemi ini kita sama sama sulit dan berjuang keras menghadapi COVID-19 ini bukan hanya sektor Pariwisata, UMKM juga di Indonesia bahkan di dunia juga menurun drastis.

Namun semangat para pemuda pecinta budaya dan pariwisata lokal dalam mengeksplorasi jejak sejarah dan budaya ini tidak di ragukan lagi dan patut acungi jempol

"Ya, saya sangat apresiasi kepada Pokdarwis Muba yang sangat peduli dengan pariwisata yang ada di Muba, semoga kedepan dengan telah diresmikanya program Jelajah Muba On Tv beberapa bulan yang lalu dapat mengekspose tempat tempat wisata bersejarah yang dapat menarik peminat masyarakat untuk mengunjungi tempat wisata tersebut, dan mampuh mengaruhi kembalinya ekonomi kita yang ada di Indonesia terutama di Musi Banyuasin,"ungkapnya.(hsril)

Kunjungan Cawabub Pali H.Sumarjono Ke Desa Talang Jepit


Dutasumsel, PALI- Cawabub Drs. H Soemarjono dari pasangan HERO Heri Amalindo-Soemarjono mengunjungi posko relawan Hero di Kediaman Bapak Parno Unus Talang Jepit Kelurahan Talang Ubi Selatan.


Kedatangan Cawabup Soemarjono beserta Rombongan di sambut gembira oleh warga Talang Jepit yang memang sudah di tunggu oleh Tim relawan HERO dan warga setempat.16/10/2020.



masyarakat Talang Cepit sebulum berbincang dan menyampaikan aspirasinya kepada Cawabub Soemarjono terlebih dahulu membaca surat Yasin dan Do'a bersama untuk syukuran atas selesai operasi Batu ginjal bapak parno unus, ungkap Ida.


" Adapun Harapan masyarakat setempat jika pasangan HERO menang kembali agar kiranya dapat membantu membangun jalan menuju Masjid Al muklisina yang kebetulan masih di bangun dan membangun cor beton halaman depan masjid, ungakap Apek.


" Dan kami sangat mohon agar kiranya dapat membantu apa yang selama ini kami harapkan untuk kegiatan bersama seperti alat Kesenian Barongan dan Bangsal Batu Bata,Tambah Apek.


Harapan ibu ibu Talang Cepit untuk membantu meningkatkan pelatihan di bidang UKM serta membantu cara pemasaran UKM seperti Produksi Tempe dan cara pemasarannya.


Adapun Harapan anak SMA ingin kulya gratis  setelah kami tamat nanti karna kami mengingat biaya kulya cukup tinggi, ungkap Ambar dan Herika.

Hidup di Tengah Virus Corona AKP Ardiansyah SE.Berbagi dengan Sesama


Dutasumsel, LAHAT - Dalam hukum Islam wajib Saling berbagi dengan  sesama terutama dengan fakir miskin dan orang tidak mampu,apa lagi saat sekarang kondisi masyarakat hidup ditengah -- tengah Pandemi covid -- 19.


Dimana mata pencarian masyarakat minim pemasukan maupun pendapatan guna untuk mencukupi kebutuhan hidup sehari -- hari dalam mengais rejeki secara halal.



Untuk itu melalui Jumat Berkah momen Pandemi covid - 19 menjadi langka terbaik bagi masyarakat golongan menengah keatas menyisihkan sebagian rejekinya untuk berbagi dengan sesama.


Hal ini juga terlihat dilaksanakan AKP Ardiansyah SE.Kasat Lantas Lahat bersama jajarannya melakukan giat Jumat Berkah dengan membagikan nasi bungkus kepada masyarakat fakir miskin dan masyarakat kurang mampu yang sedang mengis rejeki di sepanjang jalan Kota Lahat.



AKP. Ardiansyah SE. Kasat Lantas Lahat melalui via WA 16/10 menyampaikan giat Jumat berkah dan ia juga mengatakan selain membagikan rejeki satuan Sat Lantas Lahat juga menghimbau kepada masyarakat agar mengikuti arahan protokol kesehatan dengan tidak lupa memakai masker saat keluar rumah,menjaga jarak saat berada di tempat keramaian dan rajin mencuci tangan dengan sabun guna terhindar dari penyebaran virus corona,dengan taat 3M kita dapat memutus mata rantai penyebaran covid 19 di Kabupaten Lahat katanya.(Idham/Novita)

Pasien Covid-19 Lahat Kembali Meningkat


LAHAT, DS - Minimnya kesadaran warga akan protokol kesehatan mengakibatkan jumlah terpapar Covid-19 di Kabupaten Lahat Meningkat. Hal ini terungkap saat tim gugus tugas menggelar konferensi perkembangan Covid-19 di Kabupaten Lahat. Semula yang diharapkan jumlah pasien atau warga terpapar Covid-19 menurun malah sebaliknya. Pasien Covid-19 di Kabupaten Lahat mengalami penambahan signifikan. Hal ini disebabkan minimnya kesadaran warga tentang bahaya Covid-19.


Padahal, Arahan dan himbauan Pemerintah untuk senantiasa menerapkan protokol kesehatan dalam kegiatan sehari-hari sudah gencar dilakukan. Tidak cukp sampai disitu, Sosialisasi hingga himbauan berbentuk spanduk dari Kota hingga ke desa sudah tidak terhitung lagi jumlahnya dengan harapan Pemerintah dan masyarakat dapat bekerjasama menekan dan memutus mata rantai penyebaran Covid-19 di Bumi Seganti Setungguan .


Faktanya dilapangan, penerapan pola hidup dengan 3 M masih belum terwujud, buktinya masih ada saja masyarakat yang tidak mengunakan masker dan tidak jaga jarak saat berada di keramaian .


Juru bicara gugus tugas percepatan penanganan dan penanggulangan covid-19 Lahat dalam konfrensi Kamis kemarin (15/10/2020) mengaku bahwa jumlah pasien terinfeksi Corona belakangan ini kian bertambah dan meningkat.    Masyarakat yang melakukan kontak erat ada 1382 orang dalam proses 247 orang. Data warga terinfeksi secara keseluruhan berjumlah 166 orang. Meninggal duni 13 orang dan pasien sumbuh berjumlah 108 orang. Sementara dalam proses pemantauan berjumlah 45 orang.


Ketua gugus tugas percepatan penangan dan penanggulangan Covid-19 Kabupaten Lahat H.Alia Pandi dalam kesempatan tersebut juga sangat menyesalkan penambahan jumlah pasien terinfeksi Covid-19. "Tentu ini merupakan bukti masih banyak masyarakat umum tidak mengikuti arahan Prokes dengan melalaikan 3 M hingga penyebaran mata rantai virus Corona belum dapat kita tekan" ujarnya.


Kendati demikian, pihaknya mengaku akan terus melakukan sosialisasi Prokes terhadap warga dan senantiasa menghimbau dengan barbagai cara agar mata rantai penyebaran Covid dapat ditekan sehingga curva atau grafik Covid-19 dilahat bisa menurun dan kembali seperti sedia kala. "Mari bersama pemerintah untuk tetap menerapkan protokol kesehatan dalam kegiatan sehari-hari. Cuci tangan sesudah beraktifitas, jaga jarak, jaga kesehatan dan juangan lupa pakai masker jika melakukan aktifitas di luar rumah. Hindari berkerumun dan tetap menerapkan pola hidup sehat 3 M" ujarnya.


Hal senada juga disampaikan Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Lahat Ponco Wibowo. Ponco senantiasa menghimbau agar seluruh masyarakat umum di Bumi Seganti Setungguan dapat mengikuti arahan dan aturan Prokes demi kebaikan bersama guna menekan penyebaran virus Corona.

"Prokes untuk kebaikan bersama. Mari senantiasa patuhi dan terapakan anjuran Pemerintah agar Lahat bisa kembali ke Zona hijau. Terkhusus kepada tenaga kesehatan yang bertugas dalam Wilayah Kabupaten Lahat baik di Puskesmas maupun di Rumah Sakit dapat berkerja dengan sungguh - sungguh dalam membantu dan melayani masyarakat yang terkena corona dengan baik juga iklas dalam bertugas pungkasnya.()

Walikota Ridho Yahya Pecundangi PWI Prabumulih

 


DUTA SUMSEL, PRABUMULIH -  Tim Sepak Bola Pemerintah Kota Prabumulih menggelar laga persahabatan melawan tim sepak bola Persatuan Wartawan Kota Prabumulih pada Rabu Sore,(14/10/2020) .

Tim sepak bola pemkot Prabumulih saat bermain di rumput anyar stadion Talang Jimar,Sukaraja Prabumulih ini turun dengan skuad penuh. Walikota Prabumulih,Ir H Ridho Yahya turun dengan nomor punggung kesayangan 10 sekaligus menyandang ban kapten. Selain itu ada  Andriansyah Fikri ( Wawako), Elman (Sekda) Aris Apriadi ( Ass I),H M Rasyid ( Ass III), Martodi ( Kadishub), Hartono ( Kasat Pol PP), Sanjay ( Kabag Hukum),Joko (Kadispora),Kodrat,Feri


Sedangkan PWI Prabumulih juga turun dengan lapis utama yang memiliki kedalaman skill sama hebatnya. Mulwadi ( Ketua PWI),Jun Manurung, Aditya, A Rafik, Andre,Epan,Fajar,Doni  , Berje, Aris dan Prabu Gustiawan.


Sejak peluit pertama di bunyikan, tim pemkot langsung tinjak gas menyerang habis-habisan.  Andriansyah Fikri berposisi sebagai pemain tengah mampu memanjakan Ridho Yahya dan Martodi yang berposisi sebagai penyerang dengan umpan umpan manisnya. Sekda Elman berdiri sejajar sebagai penyeimbang di lapangan tengah membantu timnya saat bertahan.


Setelah melewati satu pemain PWI,Di menit ke 25 babak pertama ,Andriansyah Fikri berhasil mengalirkan bola ke Ridho Yahya yang sudah berdiri di depan kotak pinalti yang tinggal berhadapan dengan Bek Tengah PWI,Jun Manurung.

Dengan skill yang mumpuni dalam mengolah si kulit bundar Ridho Yahya dengan mudah melewatinya. Dan Ridho Yahya yang terkenal tajam di Kotak pinalti lawan mampu menyarangkan bola di sudut kanan gawang PWI yang di kawal Mulwadi atau Kemong. Gooll tercipta 1-0 untuk Pemkot Prabumulih.

Suara penonton yang memenuhi stadio bergemuruh.Ridho Yahya mencatatkan namanya dipapan skor dan berubah menjadi 1-0 .


Setelah kemasukan satu gol, kesebelasan PWI tampil lebih berani dan menyerang.berkali kali bola yang disodorkan Adit kepada Rafik di posisi striker mampu di hadang pemain belakang pemkot Prabumulih yang motori Rasyid dan serangan yang dibangun selalu kandas.


Asyik menyerang, Gawang PWI kembali kebobolan akibat kesalahan pemain belakang yang blunder dalam menerapkan umpan off side. Bola terobosan yang disodorkan Andriansyah Fikri mampir manis di kaki Ridho.dengan leluasa Ridho menyontek bola kearah atas kiri yang tak mampu ditepis Kemong.Skor bertambah menjadi 2-0 untuk Pemkot Prabumulih.

Hingga babak pertama terakhir,skor tidak berubah.


Di Babak kedua kesebelasan PWI makin beringas untuk mengejar ketertinggalan.Namun semua strategi tak mampu membawa keluar dari tekanan.malahan pada menit 75 pemain tengah PWI ,Aditya nyaris menepi lantaran menerima tekel keras penyerang Pemkot Prabumulih Ridho Yahya.


Malahan di menit 80 babak kedua Ridho Yahya nyaris menciptakan hattrick  pada pertandingan tersebut.Untungnya bola yang di arahkan Ridho Yahya hanya lewat sekitar 2 CM dari sudut kanan mistar gawang PWI.



Menjelang babak kedua berakhir,tempo permainan mulai melambat. Namun justru kondisi ini membuat kesebelasan pemkot Prabumulih makin leluasa dalam mengatur irama permainan. Di menit 85 Korea mampu menembus dua bek PWI dan langsung memcocor bola dan kemong hanya terdiam karena sudah mati langkah.Skor berakhir 3-0 untuk Kesebelasan Pemkot Prabumulih.

Luncurkan Paket konversi BBM ke BBG bagi 1.036 Nelayan Muba


Perjuangan Dodi Reza Bareng Eksekutif dan Legislatif Pusat untuk Nelayan Tuntas


Dutasumsel,MUBA - Kesejahteraan nelayan di kabupaten Musi Banyuasin sangat diprioritaskan oleh Pemerintah Kabupaten Muba yang dipimpin Bupati Dr H Dodi Reza Alex Noerdin Lic Econ MBA bersama Wabup Beni Hernedi.


Guna meningkatkan kesejahteraan masyarakatnya yang berprofesi sebagai nelayan, Bupati Dr H Dodi Reza Alex Noerdin Lic Econ MBA telah meluncurkan program sekaligus mendistribusikan sebanyak 1.036 paket konversi Bahan Bakar Minyak (BBM) ke Bahan Bakar Gas (BBG) untuk mesin perahu nelayan yang disalurkan Kementerian ESDM, Kamis (15/10/2020) di Dermaga Dinas Perhubungan Muba.

Program konversi BBM ke BBG, menurut Bupati Dodi Reza program konversi BBM ke BBG adalah salah satu program yang mendukung diversifikasi energi. "Alhamdulillah hari ini kita telah meluncurkan program ini. Dan kami juga mengucapkan terima kasih kepada Kementerian ESDM dan support total dari Pimpinan Komisi VII DPR RI Alex Noerdin atas bantuan ini,"ucap Dodi.

Pertama, harga BBG lebih murah dari BBM per liternya. Penghematan biaya operasional untuk perahu motor yang menggunakan gas LPG bisa mencapai 80%, sehingga menjadi lebih murah. 

"Konverter Kit ini mengkonversikan 1 tabung LPG 3 yang setara dengan 5-10 liter BBM. Hingga dapat membantu nelayan berhemat biaya operasionalnya. Diketahui 70% biaya operasional nelayan adalah untuk bahan bakar", ujar Dodi

Dengan konversi ini, sambung dia, dipastikan adanya penghematan anggaran yang dikeluarkan nelayanan dengan hitungan jika menggunakan bahan bakar bensin harga jual Rp6.500 per liter estimasi penggunaan 5 liter perhari, maka setiap bulannya anggaran yang dikeluarkan nelayan sebanyak Rp 975.000.

"Sedangkan jika menggunakan LPG dengan harga Rp18.000 per 3 Kg estimasi kebutuhan 1,2 Kg perhari, maka anggaran perbulan yang dikeluarkan sebesar Rp 240.000. Dengan begitu, nelayan dapat menghemat Rp 735.000 setiap bulannya," terangnya.

Program konversi BBM  ke BBG menjadi prioritas Pemerintah daerah dan pusat untuk masyarakat miskin dan pra miskin. Bagi nelayan pemberian konverter kit ini hanya untuk kapal perikanan kecil yang memiliki kapasitas 5 hp sampai dengan 7,5 hp. Nah, tujuan program ini sendiri adalah untuk mewujudkan efisiensi anggaran negara dan nelayan, serta tentunya lebih ramah lingkungan dibandingkan menggunakan BBM,"kata Dodi.

Dikatakan Dodi, bahwa program konversi BBM ke BBG ini adalah program perdana di Kabupaten Muba, sehingga menurutnya wajib kita syukuri atas apa yang telah didapatkan hari ini.

Ia juga minta kepada para nelayan untuk menggunakan alat penangkapan yang ramah lingkungan serta menghindari destructive fishing.

"Diharapkan dengan adanya bantuan ini nelayan dapat meningkatkan produksi perikanan tangkap sehingga pendapatannya pun akan bertambah dan kedepannya nelayan Muba semakin sejahtera. Namun perlu saya ingatkan juga bahwa kita harus tetap menjaga kelestarian sumber daya ikan yang ada di Kabupaten Muba,"ungkapnya.




Direktur Perencanaan dan Pembangunan  Infrastruktur Minyak dan Gas Alimuddin Baso ST MAB menyampaikan bahwa Program konversi BBM ke BBG untuk nelayan merupakan amanat Peraturan Presiden (Perpres) No 38 tahun 2019 tentang Penyediaan, Pendistribusian dan Penetapan Harga Liquified Petroleum Gas (LPG) Tabung 3 Kg untuk Kapal Penangkap ikan Bagi Nelayan Sasaran.


Muba ini, lanjut Daerah pertama dari 42 kabupaten/kota yang menerima bantuan tersebut ditengah pandemi COVID-19. Bantuan ini adalah barang milik negara diserahkan untuk masyarakat, khususnya Nelayan di Muba.

"Program ini merupakan bentuk perhatian pemerintah kepada nelayan. Khususnya kepada nelayan-nelayan di Kabupaten Muba.  Dan Program ini bisa terlaksana dengan baik berkat sinergitas antara pemerintah pusat dengan Bupati Muba dan komisi VII DPR RI. Diharapkan melalui program konversi BBM ke BBG ini diharapkan nelayan-nelayan kecil dapat hidup lebih sejahtera,"terangnya.

Sementara, Pimpinan komisi VII DPR RI Bidang Energi, Riset, Teknologi dan Lingkungan Hidup H Alex Noerdin dalam sambutannya mengucapkan terima kasih kepada pemerintah pusat yang sudah memfasilitasi program tersebut untuk nelayan Sumsel, khususnya nelayan di Kabupaten Muba.

Gubernur Sumsel Dua periode ini juga meminta kepada Kementerian ESDM untuk menambah 2500 paket konversi Bahan Bakar Minyak (BBM) ke Bahan Bakar Gas (BBG) lagi untuk nelayan Muba.

"Semoga dengan program ini nelayan dapat lebih sejahtera, dapat menangkap ikan dengan nyaman agar kehidupan kita kedepannya semakin baik,"ungkapnya.

Nelayan Desa Terusan Kecamatan Sanga Desa Sunanang dan Ketua Kelompok Nelayan Horas Berkah Bersama Kecamatan Sekayu Indra Gunawan  mengucapkan terima kasih kepada pemerintah Kabupaten Muba, Kementerian ESDM dan DPR RI atas bantuan tersebut.

"Kami nelayan Muba sangat bersyukur kepada Pemkab Muba, khususnya kepada Bupati Dr H Dodi Reza Alex Noerdin beserta jajarannya yang sangat peduli dengan kesejahteraan kami masyarakat Muba. Bantuan ini sangat bermanfaat sekali bagi kami apalagi ditengah menghadapi pandemi COVID-19. Semoga Muba kedepannya semakin jaya dan terdepan, dan Bupati Muba beserta Jajaran selalu dalam lindungan Allah SWT,"pungkasnya.(hsril)

Kadis TPHP Muba Pantau Panen Padi Poktan Danau Busuk


Dutasumsel, MUBA - Penanggulangan Ekonomi melalui Pertanian terus digencarkan oleh Bupati Musi Banyuasin melalui Dinas Tanaman Pangan Holtikultura dan Peternakan (TPHP) kabupaten Musi Banyuasin di masa Pandemi Covid-19.


Hal ini dilakukan melalui Program SERASI Kementerian Pertanian yang disalurkan kepada Kelompok Tani yang ada di 15 kecamatan di kabupaten Musi Banyuasin. Program SERASI ini adalah salah satu Program yang dicanangkan pada Tahun 2019 lalu.

Beberapa Elemen Masyarakat menilai Program ini Berhasil dilakukan, dikarenakan Para Petani yang sebelumnya kecil kemungkinan untuk mendapatkan hasil yang cukup kini berkat adanya Program SERASI menjadi meningkat.

Dan hari ini, Kamis (15/10/2020) Kepala Dinas Tanaman Pangan Holtikultura dan Peternakan (TPHP) melakukan Pemantauan Panen langsung di lahan OPLA (Optimasi Lahan Sawah) dalam Program SERASI, tepatnya milik Kelompok Tani Danau Busuk 2 kelurahan Serasan Jaya, kecamatan Sekayu.




Kadis TPHP Muba Ir A Thamrin dalam kesempatan ini mengungkapkan, hari ini kami turun langsung memantau Pengubinan dan Panen Padi di lahan OPLA (Optimasi Lahan Sawah) dalam program SERASI (Selamatkan Rawa, Sejahterakan Petani) milik Kelompok Tani Danau Busuk 2  kelurahan Serasan Jaya.


" Dan sama-sama kita saksikan dengan hasil ubinan yang di lakukan oleh PPL dan anggota kelompok tani sangat memuaskan mencapai 8,3 ton per hektar gabah kering panen atau GKP yang selama ini hasil panen bekisar rata-rata 4 ton perhektar," ujar Thamrin.

Dilanjutkan dia, Alhamdulillah sangat signifikan peningkatan hasil yang di peroleh oleh petani pada panen ini berkat adanya program SERASI ini," papar Thamrin.(hs

Lahat Meningkat Penyebaran Virus Corona Akibat Tidak Taat aturan Prokes


Dutasumsel, LAHAT - Arahan agar taat mengikuti aturan protokol kesehatan terus dan tak henti  disampaikan oleh Pemerintah Daerah melalui Tim Gugus tugas Kabupaten Lahat guna mengantisipasi dan memutus mata rantai penyebaran Corona di Bumi Seganti Setungguan .


Namun penyampaian informasi agar masyarakat umum Kabupaten Lahat mematuhi dan taat 3 M masih belum maksimal dilakukan sebagian masyarakat,dimana masih ada saja masyarakat yang tidak mengunakan masker dan tidak ada jaga jarak dilokasi tempat keramaian .



Hal ini terlihat dari Update COVID-19

 15 /10  Kabupaten Lahat yang disampaikan Taufik Juru bicara gugus tugas yang menyampaikan saat sekarang Kabupaten Lahat pasien terinfeksi Corona kian bertambah dan meningkat .


Dimana disampaikan jubir gugus tugas  masyarakat yang melakukan kontak erat ada 1382 orang dalam proses 247 orang,sedangkan bagi masyarakat yang terinfeksi virus Corona secara keseluruhan berjumlah 166 orang,meninggal 13 orang,sembuh  108 orang dan dalam proses 45 orang.



H.Alia Pandi ketua gugus tugas Kabupaten Lahat ketika di hubungi awak media mengatakan 15/10 dengan kian meningkatnya pasien yang terinfeksi Corona di Kabupaten Lahat ini menjadi suatu bukti masih banyak masyarakat umum tidak mengikuti arahan Prokes dengan melalaikan 3 M hingga penyebaran virus Corona belum dapat kita putus penyebarannya.


Alia pandi berharap dan kembali menyampaikan agar masyarakat umum Kabupaten Lahat dapat mengikuti juga mentaati arahan dan petunjuk Prokes dengan aktif melakukan 3 M.


Begitu juga yang disampaikan Ponco Wibowo Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Lahat sebagai Kepala Wilayah mengatakan agar seluruh masyarakat umum di Bumi Seganti Setungguan dapat mengikuti arahan dan aturan Prokes agar kita semua terhindar dari penyebaran virus Corona.


Ponco juga menambahkan terkhusus kepada seluruh tenaga kesehatan yang bertugas dalam Wilayah Kabupaten Lahat baik di Puskesmas maupun di Rumah Sakit dapat berkerja dengan sungguh - sungguh dalam membantu dan mengobati masyarakat yang terkena corona dengan baik juga iklas dalam bertugas pungkasnya.()