NEWS

Slider

Muba Jadi Lokasi PKL Taruna/Taruni STTD


MUBA,DS - Sekretaris Daerah Kabupaten Musi Banyuasin Drs H Apriyadi MSi menerima Taruna/Taruni Praktek Kerja Lapangan Program Studi D IV Politeknik Transportasi Darat Indonesia (STTD) tahun 2020, di Ruang Rapat Serasan Sekate Sekretariat Daerah Muba, Senin (21/9/2020).


Dalam sambutannya Sekda menyambut baik dan terimakasih telah memilih Kabupaten Muba sebagai tempat pelaksanaan PKL, serta memohon maaf jika dalam penempatan Taruna dan Taruni kurang maksimal.

"Silahkan nanti kalau perlu untuk observasi dan wawancara di lapangan nanti akan kita fasilitasi, Perangkat Daerah kita juga siap membantu jika ada data-data yang diperlukan," ujarnya.

Selain itu Apriyadi berpesan kepada para peserta PKL agar menjaga kesehatan ditengah Pandemi Covid-19.

"Selamat bertugas, mudah-mudahan betah jangan malu-malu dan ragu-ragu kalau ada yang perlu dikonsultasikan," tandasnya.

Pada kesempatan yang sama Kepala Dinas Perhubungan Muba H Pathi Ridwan SE ATD MM mengatakan Taruna/Taruni STTD yang berjumlah 11 orang tersebut akan melaksanakan PKL selama tiga bulan di Kabupaten Muba yang merupakan kabupaten kedua setelah Kota Palembang di Sumatera Selatan yang mendapat kepercayaan sebagai salah satu tempat lokasi PKL.

"PKL ini sangat bermanfaat bagi kita, mereka akan melakukan survei dan wawancara ke beberapa pengendara, serta wawancara kerumah-rumah. Artinya data mereka sangat bermanfaat untuk kita mengambil kebijakan kedepan," kata Pathi.

Sementara itu Kepala Sub Bagian Administrasi Akademik STTD Prima Ana Maryani mengucapkan terimakasih telah menerima para Taruna untuk menerapkan pelajaran dilapangan setelah pembelajaran yang sudah dilakukan selama enam bulan di asrama.

"Kami mohon dukungan Pemerintah Kabupaten Muba dan jajara membantu mereka untuk mendapatkan data-data yang diperlukan," tandasnya.

Turut hadir, Kepala BKPSDM Muba Sunaryo, Kepala Bappeda Muba Iskandar Syahrianto, dan Kepala Dinkominfo Muba Herryandi Sinulingga AP diwakili Sekretaris Dinkominfo Muba Hj Nurzahrawati.(hsril

Masyarakat Ikuti Aturan Prokes Dapat Menmutus Mata Rantai Penyebaran Virus Corona

*Tim Gugus Tugas Kabupaten Lahat Sukses Terapkan Aturan Prokes*

LAHAT, DS - Sejak diterapkan dan diperketat prokes bagi masyarakat umum Kabupaten Lahat Alhamdulilah Pemutusan Mata Rantai covid-19 mendapat peningkatan yang signifikan begitu juga tingkat kesembuhan pasien positif Corona mendapat hasil yang positif



Hal ini terlihat dari Update COVID-19

 tanggal 21 September 2020 

Kabupaten Lahat Suspe ( ODP+PDP )

dari Jumlah192 orang  menjadi  5 orang dalam proses,Kontak Erat dari

Jumlah 905 orang sekarang tinggal

190 orang dalam proses


Sedangkan Pasien terkonfirmasi positif corona dari Jumlah 90 orang,

meninggal 11 orang,Sembuh 68 orang

dalam proses tinggal 11 orang


H.Alia Pandi Ketua Gugus Tugas melalui Taufiq juru bicara gugus tugas Kabupaten Lahat mengatakan 21/9 Alhamdulilah sekarang masyarakat sudah banyak mengerti betapa pentingnya protokol kesehatan bagi diri sendiri maupun orang lain agar terhindar dari virus corona terbukti dari tingkat kesembuhan pasien positif Corona mencapai 14 orang hari ini.


Dengan mengikuti dan menjalankan 3 M (memakai masker,mencuci tangan dan menjaga jarak) insak Allah kita bisa memutus mata rantai penyebaran virus corona dan terhindar dari virus yang mematikan ini pungkasnya.(Idham/Novita)

Elsye Tinjau Serta Sosialisasi Pemakaian Masker di Tempat Hajatan Usai Pembagian BLT Di Lawang Agung.


LAHAT, DS - Pemberian BLT berjumlah Rp 600.000 sudah tahap ke satu sudah dilaksanakan dengan baik tanpa hambatan apapun pada hari ini pembagian BLT DD tahap kedua sebesar Rp 300.000 dan dibayarkan 2 bulan sekaligus Hal ini sampaikan Dilly selaku Kades Desa Lawang Agung Kecamatan Mulak Ulu mengawali pembagian BLT DD tahap ke 2 bertempat di Balai Desa Lawang Agung 20/9.


Menurut Kades penerima BLT berjumlah 154 dari 603 KK,

selain itu sisa dari dana yang dibagikan ke BLT tahap 1 dan 2 dialokasikan ke Bangunan gedung serbaguna.  Pemdes Desa Lawang agung juga sudah berantisipasi bila ada warga yang terpapar Virus Corona disediakan rumah Karantina serta perkuburannya. Sedangkan untuk makan bagi pasien itu swadaya bagi keluarganya.  Ujar Dilly. 


Menurut Dilly untuk mengantisipasi peredaran Virus Corona setiap Ahli sedekah yang mengadakan hajat telah dihimbau menyediakan minimal 10 galon cuci tangan dan masker,  diharapkan dengan mematuhi protokol Kesehatan atas kesadarannya Insya Allah pemutusan mata rantai virus corona dapat teratasi. 



Sementara itu Camat Mulak Ulu Elsye S, STP. MM berharap dengan adanya pembagian bantuan yang terakhir BLT ini untuk digunakan dengan keperluan yang pokok, karena bantuan dari Pemerintah ini merupakan bantuan terakhir.  Jadi mari sama-sama kita berharap bantuan terakhir juga terakhir pula virus dari muka Bumi ini. 


Camat juga menekankan kepada warga yang mengadakan persedekahan untuk tidak mengetes Orgen pada malam hari yang memicu perkumpul orang banyak." tandas Camat. 



pembagian BLT DD tahap kedua ini dihadiri juga oleh Sekcam Mulak Ulu Jhon Adri Agustian SH, MM,  Kasi Ekobang,  Pendamping Desa, Babinsa, Bhabin Kamtimbas, Perangkat Desa serta anggota BPD serta petugas Medis yang juga mensosialisasikan Virus Corona


Pantauan Awak Media dilapangan bahwa pembagian BLT DD berlangsung kondusif. Camat beserta Forkomincam meninjau dua tempat Persedekahan serta melakukan Edukasi dan Sosialisasi " Pentingnya memakai Masker".

Bupati Lahat Kantonggi Ijazah Tidak Sah Dari Keputusan Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi


LAHAT, DS- Terjawab sudah pertanyaan berbagai kalangan terkait Ijazah yang dimiliki Cik Ujang Bupati Lahat yang diduga Palsu.


Dengan adanya lampiran surat  Pernyataan yang tertuang dalam surat keputusan yang dikeluarkan pada 6 April 2020 lalu. Surat ini bernomor 461/E2/TU/2020 dan ditujukan kepada Koordinator Forum Nasional Jurnalis Indonesia. 




Dugaan ijazah palsu atas nama Cik Ujang itu dikeluarkan oleh Universitas Sjakhyakirti Pelembang. Surat ditandatangani oleh Direktur Pembelajaran dan Kemahasiswaan Aris Junaidi.



 Selain itu, surat itu juga menyatakan Ijazah yang dikantongi Cik Ujang tidak sah dan tidak dapat dipergunakan untuk pengangkatan maupun pembinaan jenjang karir/penyetaraan bagi pegawai negeri.



Karenan model perkuliahan “kelas jauh dan sabtu sampai minggu yang diklaim Cik Ujang diperbolehkan bertentangan dengan surat Direktur Kelembagaan, Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Nomor 595/D5.1/T/2007.



Sementara itu, Kordinator Kampak  Harda Belly mengatakan surat keputusan Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi menjadi pintu masuk bagi Polri untuk menyelidiki dugaan ijazah palsu Cik Ujang.



“Karena Forum Nasional Jurnalis Indonesia sudah melaporkan kasus itu ke Bareskrim. Dan Gerakan Pemuda Pembaharu Bangsa (GPPB) juga sudah membuat pengaduan setelah ada surat keputusan dari Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi kebareskrim mabes Polri ,” katanya. (Idham/Novita)

Targetkan Oktober Pengolahan IVO Sebagai BBN Berbasis Sawit di Muba Mulai Operasional


MUBA,DS - Setelah Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Republik Indonesia dan Kementerian Riset dan Teknologi/Badan Riset dan Inovasi Nasional Republik Indonesia pada 6 Februari 2020 yang lalu telah menetapkan Kabupaten Musi Banyuasin (Muba) dibawah komando Bupati Muba Dr H Dodi Reza Alex  Noerdin Lic Econ MBA terpilih sebagai Pilot Project Super Prioritas Pengembangan Bahan Bakar Nabati (BBN), Dodi Reza terus menggenjot realisasi pengolahan BBN berbasis sawit di Bumi Serasan Sekate.


Hal ini pula dilakukan sebagaimana komitmen Bupati Muba Dr Dodi Reza Alex Noerdin Lic Econ MBA mengimplementasikan pembangunan hijau berkelanjutan. Ini diketahui setelah Inisiator Program Peremajaan Kelapa Sawit atau Replanting tersebut memimpin  Rapat Pembahasan Design Bisnis Pengembangan Bahan Bakar Nabati Berbasis Sawit (BBN) bersama pihak Institut Teknologi Bandung (ITB) Melalui Video Conference, Kamis (17/9/2020). 

"Program ini akan terus jalan, tepat sesuai dengan jadwal yang telah dibuat. Kita berusaha dan berdoa untuk program ini menghadirkan model bisnis industri yang berbasis sawit rakyat," tegas Dodi Reza.

Dikatakan, keinginan untuk merampungkan Kabupaten Muba sebagai percontohan bagi daerah lain dan produksi CPO demetgum IVO nantinya ditargetkan pada Oktober. "Goal dari realisasi ini yakni dapat mendekatkan akses petani ke pasar internasional, tidak lagi petani kita sekedar menjual CPO, tetapi karena potensi yang meningkat kita dorong dan kita punya potensi kebunnya, bisa bekerjasama agar bisa transaksi langsung," bebernya. 

Dodi menerangkan, pada pertemuan kali ini kami Pemkab Muba ingin memastikan bahwa apa yang dikatakan pihak BPDPKS, Muba sebagai pilot project pengembangan BBN dengan penggunaan katalis merah putih sangat cocok ataupun sangat sesuai untuk dilakukan di Muba.

"Bisa dilihat dari profil sawit yang dimiliki Muba, saya ingin menjamin ketersediaan bahan baku  sampai pasar. Saya yakin ini, sebelum Muba ditetapkan sebagai pilot project, sudah dianalisa pemerintah pusat oleh BPDPKS, kalau dilihat dari luas perkebunan sawit, tentu sangat menjamin ketersediaan bahan baku," imbuhnya. 

"Akan sangat sesuai dengan apa yang di amatkan presiden, yang mana pengembangan IVO harus melibatkan dan merangkul petani," tambahnya.

Sebagai jaminan dari Pemkab Muba mengenai ketersediaan bahan baku, lanjut Dodi, sangat penting, karena ketersedian bahan baku adalah prasarat utama desain pengembangan bisnis ini, dan didapat dari sawit petani rakyat yang diremajakan oleh pemerintah melalui BPDPKS. "Tentu disini membuat masyarakat dan pemerintah sama-sama bahagia," bebernya. 

Selain memberdayakan petani, lanjutnya, Pemkab Muba optimalkan juga produksi dengan membangun pabrik kelapa sawit sendiri, dengan luasan yang sangatlah baik dan cocok. "Bertahap kita bangun 2 sampai 3 pabrik, sehingga bisa mensuplay IVO. Kami juga akan ada standalone gasoline dan hemat biaya sehingga bisa mengurangi biaya cost produksi," ulasnya.

Sementara itu, Tim Institut Teknologi Bandung, Prof Subagjo menyebutkan, untuk rencana Pengembangan Bahan Bakar Nabati (BBN) Berbasis Sawit di tetapkan di Muba memang wajar, Kondisi baik dari dukungan pemerintah, kondisi perkebunan sawitnya, serta masyarakatnya memang spesial luar biasa. 

"Aktifitas dukungan pemdanya yang tinggi membuat rencana ini makin dipermudah, ini juga menjadi alasan kuat mengapa Muba dipilih sebagai daerah pilot project." tandasnya.

Plt Direktur Kemitraan BPDPKS, Muhammad Ferian mengungkapkan bahwa Kabupaten Muba memang sudah sewajarnya menjadi percontohan bagi daerah lain. Daerah yang sudah tepat, baik dari hulu ke hilir begitu juga ketersedian bahan baku di Kabupaten Muba sudah siap dan ada.

"Intinya, Muba sebagai tempat percontohan untuk pengolahan BBN berbasis sawit, bisa diduplikasi bagi daerah lain juga. Terkait dengan akan membangun pabrik kelapa sawit di Muba, kami dari BPDPKS siap membantu penyediaan alat bagi petani, Oktober nanti pemindahan unit demetgum ke Kabupaten Muba akan dilaksanakan, sehingga operasional IVO dapat segera direalisasikan,"pungkasnya (hsril)

Mahasiswa Pascasarjana Indonesia Apresiasi Perhatian Bupati Muba DRA Terhadap Pendidikan


PALEMBANG,DS - Kepedulian Bupati Musi Banyuasin Dr Dodi Reza Alex Noerdin Lic Econ MBA terhadap dunia pendidikan tak perlu diragukan lagi, selain dikarenakan Bumi Serasan Sekate menjadi penggagas program Sekolah Gratis di era Bupati Alex Noerdin, kini di era kepemimpinan Bupati Muba Dodi Reza telah meneruskan hingga ke program kuliah gratis.


Bahkan, genap seminggu yang lalu tepat pada Rabu (9/9/2020) Bupati Muba Dr Dodi Reza Alex Noerdin telah mengucurkan beasiswa kepada 504 mahasiswa-mahasiswi asal Muba yang mengenyam pendidikan S1 dan S2 tersebar di 41 Perguruan Tinggi di Indonesia. 

"Banyaknya bantuan yang diberikan pak Bupati Dodi Reza ini di bidang pendidikan membuat kami kagum dan sangat apresiasi, apa yang telah dilakukan pak Bupati benar-benar nyata dan konkrit untuk kemajuan pendidikan generasi bangsa khususnya di Muba," ungkap Ketua Umum Himpunan Mahasiswa Pascasarjana
Indonesia Koordinasi Wilayah Sumatera Selatan (HMPI Sumsel) saat audiensi bersama Bupati Muba Dodi Reza, Sabtu (19/9/2020) di Mess Perwakilan Muba. 

Rusman menilai, perhatian Bupati Muba Dr Dodi Reza Alex Noerdin terhadap pendidikan ini juga seimbang dengan background pendidikan Bupati Muba sendiri, dimana yang bersangkutan saat ini satu-satunya Kepala Daerah di Sumsel yang telah menyelesaikan pendidikan pascasarjana program Doktoral di Universitas Padjajaran. 

"Background pendidikan pak Bupati juga menginsipirasi kami yang tergabung di HMPI Korwil Sumsel agar bisa mengenyam pendidikan hingga ke jenjang Doktoral," ucapnya. 


Rusman bercerita, HMPI Korwil Sumsel telah dibentuk sejak 21 tahun yang lalu dan di Sumsel untuk kepengurusan yang baru telah dibentuk sejak 18 Januari 2020 lalu. 


"HMPI Korwil Sumsel ini gabungan dari mahasiswa pascasarja strata II dan III di Sumsel, dan didalam kepengurusan kami mempercayakan pak Dodi Reza menjadi Dewan Penasehat," bebernya. 

Lanjutnya, realisasi program inovasi dan terobosan yang telah dilakukan Bupati Muba Dodi Reza seperti salah satunya pembangunan jalan aspal karet dan replanting atau peremajaan perkebunan sawit rakyat.

"Inovasi-inovasi yang telah direalisasikan pak Bupati ini juga membuat kami terpikat untuk nantinya melakukan penelitian-penelitian sesuai dengan basic keilmuan masing-masing," terangnya. 

Sementara itu, Bupati Muba Dr Dodi Reza Alex Noerdin Lic Econ MBA menyebutkan, selain percepatan pembangunan infrastruktur Pemkab Muba tetap konsen dengan kemajuan pendidikan.

"Kalau sistem pendidikan berkualitas tentu nantinya akan menghasilkan SDM-SDM yang baik dan berkualitas pula," kata Universite Libre de Bruxelles, Belgia tersebut.

Lanjut Dodi, pendidikan sangat penting dan menjadi indikator keberhasilan daerah. "Alhamdulillah Pemkab Muba akan terus berupaya semaksimal mungkin untuk pendidikan anak bangsa khususnya anak-anak di Kabupaten Muba," terangnya. 

Ketua KADIN Sumsel ini berharap, Muba akan terus bersinergi dengan HMPI Korwil Sumsel yang merupakan gabungan mahasiswa S1 dan S2 yang ada di Sumsel untuk turut andil memberikan kontribusi positif di berbagai bidang terutama pendidikan.

"Insya Allah harus terus bersinergi, karena mahasiswa juga berada di garda terdepan untuk mengawal kemajuan pendidikan," pungkasnya.

Razia Gerakan 3 M Covid-19 di Mulak Ulu


LAHAT, DS - Pemerintah Kecamatan Mulak Ulu beserta Forkomincam dan Seluruh Kades yang ada di Kecamatan Mulak Ulu pada Jumat nan barokah,  bersatu pada memutus mata rantai peredaran Virus Corona yang mematikan ini. 18/9.


Pantauan Awak Media sebelumnya warga masih belum mengerti pengunaan pemakaian masker, namun pada Jumat ini sudah terlihat warga keluar rumah menggunakan masker.



Elsye Hartuti S.  STP. MM selaku Camat langsung memimpin  Razia masker dan Sosialisasi pentingnya memakai masker. Menurut Camat " pentingnya memakai masker mengingat dampak Virus Corona ini sudah hampir 10 orang telah wafat,  untuk itulah kita perlu bersama bergandeng tangan memutus mata rantai Virus ini,  berprilaku hidup sehat dengan selalu mencuci tangan. Bagi yang tidak memakai masker dikenakan Sanksi Push Up bagi Pria dan wanita menyanyikan lagu Indonesia Raya " ujar Elsye


Selain itu meninjau tempat persedekahan di Desa Tebing Tinggi.

Pemdes Desa Penindayan Gelar Musdes Apdes Perubahan 2020 Serta Sosialisasi Pentingnya Masker


LAHAT, DS - Musyawarah mencapai mufakat agar tercapai apa yang kita rencanakan,  untuk Desa ini sisa dana BLT dibangunkan gedung pertemuan selain itu juga dibelikan masker dan dibagikan secara merata kepada warga" ujar Omiati Amd mewakili Camat Mulak Ulu Elsye Hartuti S, STP. MM disela Musdes Apdes Perubahan bertempat di Masjid Al- Mutaqin Desa Penindayan 18/9


Sementara itu Trayono selaku Kades Penindayan berharap dengan adanya Musdes Apdes Perubahan 2020 mencapai suatu kemufakatan.



Selain membahas Apdes perubahan 2020, Eva Agustina SKM.  MM selaku KUPT Puskesmas Muara Tiga mensosialisasikan dan Edukasi tentang pemakaian serta kegunaan masker yang sangat berguna disaat ini agar terhindar dari Virus Corona,  karena saat ini Rumah Sakit full sementara itu Lahat termasuk zona berbahaya. Untuk itulah kita harus mengenakan masker dan sesering cuci tangan dengan menggunakan sabun, bila terlihat tidak memakai masker harus dikeluarkan dari Musdes ini " cetus Eva. 


kegiatan ini dihadiri Koptu Rinaldo,  Kanit Binmas Aipda Thabrani,  Perangkat serta anggota BPD

Pengelolahan dan Pencegahan Pencemaran Lingkungan Hidup oleh Kodim 0401/Muba


MUBA,DS - Lestarikan lingkungan demi mencapai wilayah bersih dari polusi udara, Pemkab Muba bersama Kodim 0401/Muba, Polsek Sekayu, Sat Pol PP, Kelurahan Balai Agung, dan Tim Orange Dinas LH Muba.


Kegiatan yang bertemakan Pengelolahan dan Pencegahan Pencemaran Lingkungan Hidup ini dilaksanakan diseputaran Sungai Musi yang berada di Taman Waterfront kelurahan Balai Agung kecamatan Sekayu, kabupaten Muba, Jumat (18/9/2020).

Komandan Kodim 0401/Muba Letkol Arh Faris Kurniawan SST MT mengatakan, Pengelolahan dan Pencegahan Lingkungan ini adalah sebagian tujuan yang selaras dengan Visi-Misi dari Pemerintah kabupaten Musi Banyuasin menuju Muba Kabupaten Sehat dan Bersih.

" Kita lakukan Pengelolahan dan Pencegahan Pencemaran Lingkungan Hidup dengan melibatkan beberapa Sektor, baik Dinas Lingkungan Hidup, Polri dan Pemerintah Setempat, dengan mengumpulkan Sampah-sampah yang berserakan di seputaran Taman," dikatakan Dandim.


Dandim menegaskan, kita ketahui Muba adalah kabupaten penerima Adipura Kota bersih di Provinsi Sumatera Selatan, jadi apapun bentuk giat ini adalah salah satu cara mendukung langkah Bapak Bupati Muba Dr H Dodi Reza Alex Noerdin untuk mempertahankan Adipura agar menetap di Muba.


" Beberapa langkah kita gerakkan untuk mendukung Program-program yang berkaitan dengan Lingkungan, apalagi Muba juga baru-baru saja mendapatkan Predikat kabupaten Sehat melalui Penghargaan yang didapatkan oleh Bapak Bupati, kegiatan ini juga diharapkan dapat menjadi Percontohan bagi Masyarakat agar berprilaku hidup bersih, menimbulkan kesadaran diri ditengah Pandemi Covid-19," harap Dandim.

Turut hadir dalam giat ini, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Andi Wijaya Busro, Pasi Ter Dim 0401/Muba Kapten Inf Hermanto, Lurah Balai Agung Musmulyadi, Prajurit Kodim 0401/Muba, Sat Pol PP Muba, Polsek Sekayu.(red)

Tingkatkan Layanan Listrik Bayung Lencir, Pemkab Muba Mulai Uji Coba PLTU


MUBA,DS.COM - Upaya Penyelesaian permasalahan kelistrikan serta peningkatan layanan kelistrikan di Kabupaten Musi Banyuasin terus gencar dilakukan kali ini Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin tepatnya di Kecamatan Bayung Lencir, untuk pertama kalinya melakukan uji coba aliran tegangan listrik (energize) dari DSSP Power PLTU Sumsel 5 ke town feeder Transformer (TFT), Kamis (17/9/2020) di Desa Sindang Marga Kecamatan Bayung Lencir.


Pada acara uji coba yang dihadiri Bupati Musi Banyuasin Dr H Dodi Reza Alex Noerdin Lic Econ MBA melalui Sekretaris Daerah Muba Drs H Apriyadi MSi mengatakan, atas nama Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin ucapkan terima kasih kepada pihak yang telah terkait dalam proses pembangunan ini, karena aksinya dan berkat kegigihan nya semua ini bisa terlaksana. Untuk itu mari kita support dan saling menjaga.

"kegiatan pembangunan pembangkit listrik tenaga uap sumsel 5 kapasitas 2x150 MW, Di Desa Sindang Marga telah selesai dilaksanakan dan diharapkan pembangunan PLTU ini dapat bermanfaat kepada masyarakat Musi Banyuasin dikarenakan lokasi pembangunan ada di Kabupaten Musi Banyuasin,Ucapnya. 

Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin juga meminta bantuan dari Camat, Kades dan masyarakat Kecamatan Bayung Lencir untuk menjaga objek vital infrastruktur ketenagalistrikan di Kecamatan Bayung Lencir. Dan dapat membantu pembersihan tanam tumbuh jalur listrik sehingga kehandalan pasokan listrik tetap terjaga.

Alhamdulillah, hari ini kita melaksanakan uji coba aliran tegangan listrik kapasitas 3 MW, sekaligus melakukan peninjauan, dan ini adalah bentuk keseriusan Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin, PT. PLN dan DSSP Power serta pihak telah terkait dalam menyelesaikan permasalahan listrik di Kabupaten Musi Banyuasin khususnya di Kecamatan Bayung Lencir. 

"Semoga uji coba aliran listrik ini dapat mengatasi permasalahan listrik di Kabupaten Musi Banyuasin terutama Di Kecamatan Bayung Lencir. Dan untuk kedepannya dapat menjadi contoh untuk penyelesaian masalah aliran listrik di Desa-desa lainya,"Tegasnya.

Sementara Ketua DPRD Muba Sugonda meyampaikan rasa terima kasih kepada pihak yang sudah tekait dalam proses pembangunan ini, karena sudah membantu memenuhi kebutuhan masyarakat. 

"Sampai ke proses uji coba ini bukanlah hal yang mudah, karena ada proses yang cukup panjang telah di lewati. Untuk itu bagi masyarakat selamat menikmati semoga kedepannya keadaan listrik di desa-desa Kecamatan Bayung Lencir semakin membaik dan tidak ada kendala,"Ucapnya. 

Pimpinan PT DSSP Power Sumsel Ghazali dalam laporannya menyampaikan bahwa pihaknya sangat mendukung keinginan masyarakat untuk mendapatkan aliran listrik secara normal tanpa adanya pemadaman secara bergiliran. Dengan usaha dan doa kita wujudkan keinginan itu secara perlahan tapi pasti. 

"Untuk menormalkan aliran listrik, ada beberapa hambatan salah satu pandemi COVID-19. Sehingga pelaksanaan yang di rencanakan dibulan Agustus belum terlaksana. Baru bisa terealisasi sekarang,"Ungkapnya.

PT DSSP Power Sumsel Merupakan perusahaan pengembang listrik swsta (independent power producer/IPP) PLTU berkapasitas 2x150 MW yang merupakan anak perusahaan tidak langsung dari PT Dian Swastatika Sentosa Tbk. (DSSA), salah satu perusahaan Grup Sinar Mas yang berfokus pada bisnis energi dan infrastruktur.

Senior Manager Distribusi PLN Jhoni menambahkan bahwa yang membenarkan bahwa uji coba ini direncanakan pada Bulan Agustus, tetapi untuk hasil yang cukup sempurna ini baru bisa teralisasi Bulan September. Sebelum di lakukan uji coba sudah dilakukan pengontrolan secara rutin hingga pukul 01:00 tadi malam. 

"Setelah ada beberapa catatan hasil uji yang kami lakukan dari hari Senin, Selasa, dan Rabu kemarin sudah sesuai dengan standar peralatan ataupun standar yang sudah ditetapkan. Adapun uji coba ini akan kita lakukan secara bertahap ke seluruh desa yang ada di Kecamatan Bayung Lencir,"Pungkasnya.(hsril)