NEWS

Slider

Kampung Keluarga Berkualitas Kampung Seroja Pemulutan Ogan Ilir


INDRALAYA, DS - Dalam Pembangunan Kampung Keluarga Berkualitas menjadi program prioritas Pemerintah Kabupaten Ogan Ilir. Dinas Pengendalian Penduduk Keluarga Berencana Pemberdayaan Perempuan Dan Perlindungan Anak Daerah (DPPKBP3AD) terus bertekad mewujudkan Kampung Keluarga Berkualitas di Kabupaten Ogan Ilir.


Kepala DPPKBP3AD Ogan Ilir Bustami,SKM, M.Si,  mengemukakan rebranding program dengan nama Bangga Kencana (Pembangunan Keluarga, Kependudukan Keluarga Berencana Pemberdayaan Perempuan Dan Perlindungan Anak Daerah) dengan mewujudkan kampung keluarga berkualitas itu merupakan arahan dari Kepala BKKBN Pusat Hasto Wardoyo, SP.Og (K).

“Sebagaimana arahan Kepala BKKBN pusat, maka kami bertekad membangun cara dan semangat baru dalam mewujudkan keluarga berkualitas melalui kampung Keluarga B,erkualitas” jelas Kepala Dinas PPKBP3AD Kabupaten Ogan Ilir Bustami,SKM,M.Si melalui Sekertaris Dinas PPKBP3AD Kabupaten Ogan Ilir Husnidayati,S.sos,M.Si dalam acara Penilaian Lomba Kampung Keluarga Berkualitas " SEROJA" di Desa Sembadak Kecamatan Pemulutan Kamis,17 September 2020.

Menurut dia, di kabupaten Ogan Ilir telah dibangun 28 kampung Keluarga Berkualitas yang telah disinergikan secara lintas sektoral antar Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan lembaga terkait lainnya untuk mencetak keluarga yang berkualitas dan sehat.

Untuk mendukung program Kampung Keluarga Berkualitas, Pemkab Ogan Ilir melalui DPPKBP3AD telah mengagendakan berbagai program pembangunan dalam rangka pengendalian kependudukan, stunting, ketahanan keluarga, penurunan angka kematian ibu dan bayi serta penurunan angka kemiskinan, untuk mewujudkan pembangunan yang inklusif dan tidak ada yang tertinggal. 

Sejalan untuk menuju keluarga berencana,Rohaiawan berakhlak dan bermoral Pancasila, Jadikan Desa Sembadak Desa yang cinta Damai dan menomorsatukan kekompakan,  " Jadikan seperti Seroja yang mampu menjernihkan Air yang kotor dan bermanfaat bagi makhluk sekitar.

"Menuju kampung sembadak yang religius,berkualitas,berkarakter,sehat,sejahtera"Hadir dalam acara Penilaian Lomba Rumah Dataku Kampung Keluarga Berkualitas Tim Penilai antara lain Sekertaris Dinas PPKBP3AD Kabupaten Ogan Ilir Husnidayati,S.sos,M.Si, Kepala Bidang KB Kgs. Sopyan,SH,M.Si, Kepala Bidang K3 Dewi Yuniarti,SH dan Rombongan, Kepala Desa Sembadak Sardi Muhammad, Camat Pemulutan Yahya Kholil,S.Pd,M.Si, KUA Pemulutan Musawir,S.Ag, Kepala Balai Penyuluh KB Kecamatan Pemulutan Herlina,SKM.(Mzen)

Sebanyak 176 KK Desa Mengkenang Terima BLT DD Tahap 2


LAHAT,DS - Pemerintah Desa Mengkenang Kecamatan Mulak Ulu melakukan pembagian BLT tahap 2 bulan ke 2 dan 3, beetempat di Kalangan / Pasar Pekan Desa Mengkenang 17/9.


Menurut Yong Mitingli, Desa ini terbanyak dari Desa lainnya mendapat BLT sebanyak 176 KK dari 395 KK, beliau berharap kepada penerima manfaat hendaknya benar digunakan untuk keperluan pokok karena pada hari ini merupakan pembagian terakhir dimasa Pandemi Covid-19.


Selain itu Yong menghimbau kepada warga yang melakukan persedekahan hendaknya mematuhi protokol kesehatan dengan menyediakan 10 galon cuci tangan dan menggenakan masker " cetus Kades.



Hal senada dikatakan Camat Mulak Ulu Elsye Hartiuti S, STP.MM pentingnya mengenakan masker untuk menghindari Virus Corona yang belum ada obatnya, mengenai warga yang tidak menggenakan masker ditempat persedekahan akan dikenakan Sanksi " pesan Camat.


Usai pembagian BLT DD tahap 2 acara dilanjutkan dengan pembagian masker secara cuma- cuma kepada warga. Pembagian BLT DD dan Masker dihadiri juga oleh Omiati Amd Kasi Ekobang, Kanit Binmas Aipda Thabrani, Babinsa Rinaldo, Pendamping Desa serta perangkat dan anggota BPD Desa Mengkenang 

( NID)

Pembalap Muba Sapu Bersih 4 Podium di Jawa Tengah

Ajang Indiel Grasstrack Series Championship 2020

Camat Tanjung Tebat Kukuhkan Duta Cegah Stunting 14 Desa


LAHAT, DS - Demi terbebasnya Anak- anak Indonesia  dari Stunting, Stunting  adalah kondisi gagal pertumbuhan pada  anak (pertumbuhan tubuh dan otak) akibat kekurangan gizi dalam waktu yang lama. Sehingga, anak lebih pendek atau perawakan pendek dari anak normal seusianya dan memiliki keterlambatan dalam berpikir. Umumnya disebabkan asupan makan yang tidak sesuai dengan kebutuhan gizi.



Untuk itulah Ketua TPKK Kabupaten Lahat NY Lidyawati Cik Ujang S, HUT melalui Ketua TPKK Kecamatan NY Neti Selpianti Ariapulun  Am- Kep, gencar menggalakan kegiatan yang berhubungan dengan pertumbuh kembang anak serta kegiatan masalah Aseptor KB serta kegiatan positif lainnya yang tidak hanya mengurusi Reproduksi semata di Kecamatan Tanjung Tebat.


Bertempat di Aula Kecamatan Tanjung Tebat Ariapulun SE selaku Camat Tanjung Tebat melantik  dan mengukuhkan Duta Stunting 3 Desa 16/9, hadir pada pengukuhan dihadiri Kepala UPTD Puskesmas  Tanjung Tebat Martina  Amkep, beserta Forkomincam Kecamatan Tanjung Tebat.



Prosesi pengukuhan berjalan tertib dan kidmad, Ariapulun SE selaku Camat Tanjung Tebat berharap perlu adanya sinergitas Kades selaku Kepala Desa agar tercapainya tujuan Kecamatan Tanjung Tebat bebas Stunting.


Hal senada dipertegas Ketua TPKK Kecamatan bahwa Ketua TPKK Desa yang baru dilanting sebagai Duta Stunting untuk melaksanakan Program yang berhubungan dengan kegiatan Dasa Wisma, menertibkan Administrasi juga kegiatan postif lainnya" tandas Neti


Selain pengukuhan Duta Cegah Stunting juga melantik  Ketua TPKK 3 Desa   yaitu Desa Tanjung Baru, Desa Tanjung Menang dan Desa Tanjung Raya

 ( Novita/ Idham)

Tiga Anak Batal Putus Sekolah


*Usianya baru 11 tahun, namun Tiara Aprilia telah memiliki pengalaman hidup yang luar biasa*

LAHAT DS - Di saat teman-teman sebayanya menghabiskan waktu untuk bermain dan belajar, Tiara justru berkelahi dengan waktu dan banting tulang untuk membantu kedua orang tuanya. 


Tiara tinggal bersama orang tua dan tiga saudaranya di sebuah rumah tumpangan di Lawang Kidul, Muara Enim. Ayahnya seorang buruh kasar yang bekerja serabutan, sementara ibunya pengepul barang bekas. 


Sejak pandemi melanda, kehidupan keluarga Tiara semakin berat. Sudah dua bulan terakhir ia dan keluarganya diketahui bertahan hidup tanpa listrik dan air bersih. 



Tapi, bocah ini tak pernah mengeluh. Bahkan, bersama dengan saudara-saudaranya ia lebih memilih berpelu untuk membantu sang ibu mencari dan mengumpulkan barang-barang bekas. Menghabiskan waktu belasan jam, demi sesuap nasi di penghujung hari. 


Meski bernasib kurang beruntung dibanding kawan-kawannya, Tiara tak pernah berhenti bermimpi. Ia dan adiknya, Julia Sari yang baru berusia 7 tahun, tak mau mengubur semangat mereka untuk bisa meneruskan sekolah.  Meski harapan untuk menimba ilmu kian hari seakan kian jauh. 


Kisah yang sama datang dari Cristina, 11 tahun., putri dari seorang buruh tani yang hanya menggarap ladang ubi milik warga yang tak terpakai. 


Semestinya Cristina sudah duduk di kelas 5 SD, namun kondisi ekonomi keluarga yang memprihatinkan membuatnya tak pernah mengecap bangku pendidikan formal. 


Ia hidup bersama kedua orang tua, dan lima saudara lainnya di Desa Tegal Rejo, Lawang Kidul. Kondisi ekonomi yang jauh dari layak, membuat ia dan keluarga hidup sehari-hari tanpa fasilitas penerangan dan listrik yang memadai. 


Kondisi Cristina yang memiliki kebutuhan khusus, membuatnya sulit berbaur dengan dunia luar. Bocah ini kesulitan untuk bersosialisasi dan bermain dengan teman sebaya. Di usia yang semestinya sudah duduk di 5 SD, Cristina sampai saat ini masih mempelajari materi anak kelas 2 SD.


Dalam diam dan pantang menyerah, doa anak-anak itu untuk terus bisa bersekolah terjawab. 


Pihak sekolah tak berdiam diri agar murid-murid istimewa ini bisa terus menimba ilmu dan berhasil mendapatkan beasiswa pendidikan dari PT Bukit Asam Tbk (PTBA).


Beasiswa untuk ketiga anak dengan kisah luar biasa tersebut, dan anak-anak lainnya diserahkan oleh PTBA kepada Sekolah Muhammadiyah I Tanjung Enim, pada Kamis, 10 September 2020. 


Kepala Sekolah Dasar Muhammadiyah I Tanjung Enim, Yuli, menjelaskan  bahwa PTBA selama ini  sering bekerja sama dengan pihak sekolah dalam bidang pendidikan. Sasarannya adalah anak-anak yang tidak mampu khususnya  pada anak-anak  yang tidak dapat melanjutkan sekolah karena faktor biaya.


“Kami mewakili staf dan guru SD SMP SMA Muhammadiyah 1 Tanjung Enim, serta orang tua siswa penerima bantuan dana pendidikan mengucapkan terima kasih banyak kepada PT Bukit Asam. Semoga PTBA semakin maju dan berkah,” ujarnya.


Tiara, Julia, dan Cristina kini bisa bernafas lega dan tak perlu khawatir dengan biaya sekolah mereka. Agar bisa belajar dengan konsentrasi lebih baik, anak-anak kini tinggal di asrama dan diasuh oleh yayasan Al Barokah Tanjung Enim (Idham/Novita)

Dinas PMD Kabupaten Muba Berikan Pelatihan Stunting Di Setiap Desa di Muba




MUBA,DS - 
Dinas PMD Kabupaten Muba turun ke desa-desa guna adakan Pelatihan dan Sosialisasi permasalahan Stunting ,untuk kali ini bertempat desa Tanah Abang kecamatan Batang Hari Leko kabupaten Muba. 
Dalam acara Stunting ini di ikuti tiga desa di kecamatan BHL yaitu desa tanah Abang, Talang Leban, Saud Rabu 16/09/20.

Materi yang di sampaikan tentang dana desa , Stunting berdasarkan Pemendesa PDTT nomor 11 tahun 2019 pasal 6 ayat 3 e tentang Prioritas penggunaan dana desa harus memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi masyarakat desa salah- satunya berupa Penanggulangan kemiskinan untuk melakukan pencegahan kekurangan gizi kronis( stunting)  pelatihan Integritas Paud dan Posyandu untuk Optimalisasi Tumbuh Kembang Anak Guna Pencegahan Stunting Dana Desa APBN 2020, yang di ikuti oleh kader-kader posyandu, guru paud, kader PKK., para bidan di setiap desa peserta dalam pelatihan/ sosialisasi Stunting.

Sebagai nara sumber di stunting kepala dinas PMD, H.Richard Chahyadi AP.MSi, camat BHL Tazarni S.STP. MSi, kabid  KMD Ir Ali Bana  kasi PM & Program APBN Beniyansen SE.MSi dalam acara pelatihan dan sosialisasi Stunting peserta di dampingi kades dari masing- masing desa.


Menurut kadis PMD Richart mengatakan untuk pelaksanaan Pelatihan Stunting yang di laksanakan di desa Tanah abang BHL ini sudah yang ke 107 desa dan yang bisa saya hadiri sebagai nara sumber ada  64 desa.

Disebutnya kadis PMD ini bahwa Stunting merupakan gangguan pertumbuhan dan perkembangan otak pada anak yang disebabkan karena kekurangan asupan gizi dalam waktu lama infeksi berulang dan kurangnya stimulus psikososial.

Stunting ditandai dengan panjang/tinggi badan anak lebih pendek dari anak sesusianya, anak stunting akan memiliki tingkat kecerdasan tidak maksimal. Stunting juga menjadikan anak rentan terhadap penyakit dan di masa depan beresiko menurunkan produktivitas.

Untuk itulah kita harus mencegah dan menekan tumbuhnya Stunting pada anak-anak kita semua," jelasnya

Camat Mulak Ulu Hadiri Pembagian BLT di Dua Desa di Kecamatan Mulak.Ulu.


LAHAT, DS - Hari ini merupakan pembagian terakhir dana BLT yang dikucurkan Pemerintah Pusat ke daerah, kemaren telah rapatkan pada Rapat Lintas Sektoral mengenai Perda No 1 tahun 2020 tentang OT pada malam harinya, walaupun ngetes Orgen hanya sebentar. Silahkan mainkan OT pada siang harinya juga diwajibkan memakai masker ketika keluar dari rumah dan disaat menghadiri persedekahan,  " hal ini disampaikan   Amri Pjs Kades Padang Masat disela pembagian BLT DD tahap 2 bulan ke 2 dan 3 di Balai Desa Padang Masat 16/ 9.


Sedangkan Nurbayah PJS Kades Sengkuang ditempat terpisah beliau menambahkan " hendaknya masyarakat menyediakan galon air tempat cuci tangan dan sabun, untuk memutus mata rantai virus Corona " tambah Nurbayah 



Sementara itu Elsye Hartuti S, STP. MM berharap dengan adanya pembagian dana BLT DD tahap ke 2 untuk kebutuhan yang pokok, menindak lanjuti pertemuan lintas sektoral diharapkan dengan kesadarannya untuk mengindahkan OT pada malam hari  menghindari kerumunan. Nanti akan diadakan Sidak/ Patroli bila warga tidak mengenakan masker akan diberi Sanksi mengingat bahwa Lahat saat ini Red Zona " tegas Camat.


Pembagian BLT DD tahap 2 di Desa Sengkuang dan Desa Padang Masat dihadiri juga oleh Omiati Amd Kasi Ekobang Kecamatan Mulak Ulu, Kanit Binmas Polsek Mulak Ulu Aipda Tabrani, Rubianto Babinsa, pantauan Awak.Media dilapangan kegiatan pembagian BLT DD didua Desa berlangsung kondusif 


Desa Sengkuang yang menerima BLT DD berjumlah 26 KK

Desa Padang Masat yang menerima BLT DD  berjumlah 51 KK

 ( NID)

PT. Pertamina Field Adera Beri Kejutan di Liga Golf Pali


PALI, DS - PT. Pertamina EP Asset - 2 Field Adera Pengabuan, dihari ulang Tahun Pertamina EP Ke-15 Memberi sebuah kejutan saat berlangsungnya LIGA GOLF PALI, Pada Minggu Pagi (13/09/2020), Dilapangan Padang Golf Handayani Mulya,kecamatan Talang Ubi, Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) 


Dikatakan Hermansyah Field Manager Pertamina EP Asset- 2 Field Adera, Bahwa hari ini pihak nya memberikan semangat bagi para pemain Liga Golf PALI, dibarengin dengan briefing dan pemberian hadiah. 


"kita disini untuk berikan suport kepada mereka, dan juga berikan hadiah berupa sembako, Door Friza, Konsumsi gratis bagi pemain cady, serta akan berikan hadiah tambahan bagi yang mendapatkan Birdie"Ungkap nya Saat Dibincangi Awak Media.


Sementara itu Pengurus Persatuan GOLF PALI Yulianto dan Santosa mengucapkan banyak terima kasih dengan disupportnya LIGA GOLF PALI oleh pihak sponsor antara lain PT. PERTAMINA ADERA DAN PT ENERGI DUA RODA SERTA PERTAMINA PENDOPO yang selalu mensupport kegiatan ini.

 

“LIGA GOLF PALI ini tetap menjalankan Protokol Kesehatan Pandemi COVID-19, Dengan menjaga jarak, Mengenakan Masker. Harapan kami semoga di Hari Ulang Tahun Pertamina EP yang KE-15 ini, PERTAMINA semakin jaya, ungkap Santosa selaku Sekretaris Persatuan Golf Pali (PGI) sekaligus sosok Pencetus LIGA GOLF PALI.

Diminta Kejelasan Jumlah Besi, LHP Tim Audit Jembatan Tanah Kering Malah Bahas Volume


BANYUASIN, DS - Hasil Laporan Pemeriksaan (LHP) terhadap Jembatan Tanah Kering di Desa Mukut Kecamatan Pulau Rimau Kabupaten Banyuasin Sumatera Selatan hari ini (15/09/2020) telah keluar. 


LHP yang dilakukan oleh Tim Audit Independent dari Kejaksaan Negeri Pangkalan Balai Banyuasin dan Dinas Pekerja Umum Tata Ruang (PUTR) pada Senin (31/08/2020) bulan lalu tersebut ternyata membahas tentang volume jembatan. 



"Dapat disimpulkan tidak terdapat selisih volume kurang antara fisik terpasang dengan addendum, demikian laporan dibuat,"ujar Kasi Intel Kejaksaan Negeri Pangkalan Balai Banyuasin Habibi. 


Hasil dari pemeriksaan ini tidak sesuai dengan permasalahan yang dipertanyakan Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Tegar terkait mutu dan kualitas perbaikan jembatan yang di duga dikerjakan asal-asalan, dimana jumlah besi terindikasi tidak sesuai standar yang ada di RAB kontrak kerja. 



"Kemarin rekan-rekan ikut, jadi saya juga menyampaikan ini berdasarkan kesimpulan para ahli,"ujar Kasi Intel Kejaksaan Negeri Pangkalan Balai Banyuasin Habibi. 


Ketika ditanya lebih lanjut, apakah sebelumnya memang ada pemeriksaan lain sehingga LPH yang keluar berbeda dengan jumlah besi yang menjadi permasalahan?, Habibi kembali menjawab sama. 



"Laporan ini sudah sampai kepada Kejaksaan Agung dan laporan LSM sama masalah jembatan itulah (Jumlah besi),"tandasnya. 


Untuk diketahui, Jembatan Tanah Kering ini pernah di permasalahankan LSM Tegar terkait mutu dan kualitas perbaikannya yang di duga kerjakan asal-asalan, dimana jumlah besi terindikasi tidak sesuai standar yang ada di RAB kontrak kerja.



Anggaran dalam proyek tersebut berasal dari APBD Kabupaten Banyuasin tahun 2019, dibawah leding sektor Dinas PUTR Kabupaten Banyuasin. Dengan anggaran sebesar Rp 1.085.179.138.00,- Miliar.



Diketahui, pelaksana dari proyek pemeliharaan jembatan tersebut adalah CV. Mikha Karya. Menurut Ketua Investigasi LSM Tegar,  Lukman mengatakan, half itu dilakukan berdasarkan laporan warga. Dan juga dari hasil investigasi yang dilakukan. Dan diduga ada indikasi korupsi dalam realisasi kontruksi proyek jembatan tersebut.

Eva Agustina SKM. MM " Bila Tidak Mengenakan Masker Persedekahan Akan DiHentikan "


LAHAT, DS - Sehari usai menggelar rapat lintas sektoral yang membahas Perda No 1 tahun 2020 tentang OT dan penanganan.Covid- 19 di Kecamatan Mulak Ulu, Elsye Hartuti S, STP. MM beserta Forkomincam  pada Rabu 16/9 mengadakan Sosialisasi keliling menghimbau kepada masyarakat untuk memakai masker bila diluar rumah dan disaat pada tempat persedekahan yang marak pada akhir- akhir ini.


Pantauan Awak Media di lapangan masih banyaknya warga masih tidak menggenakan masker dan berkerumun, namun setelah diberikan arahan oleh Tim Gugus Tugas mereka mengerti.



Elsye Hartuti S, STP. MM Camat Mulak Ulu   menegaskan kepada warga bila tidak mengenakan masker akan dikeluarkan dari tempat persedekahan dan kemungkinan akan dihentikan," kita takut bila ada yang terpapar Corona akan berakibat fatal." cetus Camat.


Panita tidak boleh terlalu ramai, mengenakan masker itu wajib kita tidak tau virus itu tidak terlihat oleh mata. Tolong patuhi protokol kesehatan, bagi akad pernikahan yang boleh hanya 10 orang dan tidak boleh salaman dengan siapa pun, sediakan tempat cuci tangan, bila tidak mengenakan masker pada persedekahan maka sangksinya peraedekahan akan dihentikan  " pesan Eva Agustina SKM. MM selaku KUPT Puskesmas MuaraTiga.  ( Novita/ Idham)