NEWS

Slider

Tekan Potensi Karhutbunlah, Bupati Muba DRA Inisiatif Bangun Sodetan Atau Embung

Bupati Muba Dodi Reza Datangi Kementerian LHK 


JAKARTA, DS - Meski di tengah wabah COVID-19 namun Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin (Muba) dibawah komando Bupati Dr Dodi Reza Alex Noerdin Lic Econ MBA Wakil Bupati Muba Beni Hernedi SIP tak lengah untuk mengantisipasi penyebaran potensi hot spot dan kebakaran hutan, kebun, dan lahan (Karhutbunlah). 

Betapa tidak, di tahun 2016 dan 2017 karhutlah menurun drastis, yakni 420 dan 360 hektar, namun di tahun 2018 dan 2019 meningkat kembali mencapai 932 dan 1.246 hektar. Tak ingin hal tersebut terulang kembali, berbagai upaya terus dilakukan Bupati Muba Dodi Reza. 


Termasuk salah satunya dengan inisiatif Bupati Muba Dodi Reza yang berinisiatif untuk membangun “sodetan”, pendalaman dan pelebaran alur sungai untuk menjaga ketersediaan air tanah gambut dan pembasahan di di Sungai Perjudian, Sungai Muara Merang, Sungai Medak Kecamatan Bayung Lencir.


Upaya tersebut juga dimaksimalkan Bupati Muba Dodi Reza saat melakukan audiensi dengan Dirjen Pengendalian Pencemaran dan
Kerusakan Lingkungan (PPKL) Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia,
Drs M R Karliansyah M S di Kantor Pusat Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK), Jumat (11/9/2020). 

"Opsi yang ditawarkan yakni dibangunnya Sodetan atau dalam bentuk Embung-Embung untuk mengisolasi air agar tidak berlari ke sungai dan menguras gambut, sehingga air tetap bertahan di kawasan gambut ketika musim kemarau.  Dengan dibuatnya embung, air tanah gambut yang selama ini turun ke arah Selatan ke kanal Hutan Tanaman Industri (HTI) akan tertahan sehingga pembasahan akan bertahan lama," ungkap mantan Anggota DPR RI dua periode tersebut.  

Dikatakannya, hal yang mendukung pembuatan embung tersebut karena debit air Sungai Medak dan Sungai Merang cukup besar mencapai 746 m3/detik, sehingga jika dibendung dapat mengalir ke embung yang dibuat.  

"Pengerjaan pembangunan embung diestimasi sekitar 15 hari kerja sehingga jika mendapat rekomendasi dari Menteri LHK akan dapat dimanfaatkan segera untuk mencegah karhutlah tahun ini," bebernya.  

Lanjut Dodi, nantinya tanggul-tanggul di sekitar embung dapat dimanfaatkan sebagai akses jalan inpeksi untuk pencegahan karhutlah dan embung dapat dijadikan kolam ikan untuk pemberdayaan Masyarakat Peduli Api.

"Kawasan tersebut, menindaklanjuti Surat Menteri Dalam Negeri Nomor 3604 Tanggal 1 Agustus 2019 dan Nomor 3513 Tanggal 10 September 2020 tentang Rencana Pembangunan Industri Provinsi (RPIP) berpotensi dikembangkan menjadi Kawasan Industri Tertentu (KIT)," imbuhnya. 

"Mengingat potensi Hasil Hutan Bukan Kayu (HHBK) industri turunan kerbau rawa, Perikanan, wisata buaya sinyolong dan burung langkah dan burung migrasi dari Siberia berpotensi menjadi KIT Ekowisata berbasis Perhutanan Sosial. Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin akan mengusulkan sebagai Proyek Strategis Nasional Model Pencegahan Karhutlah dan Perhutanan Sosial," tambahnya. 

Sementara itu, Dirjen Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan (PPKL) Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK), Drs M R Karliansyah MS mengaku kagum atas upaya Bupati Muba Dodi Reza dalam mengantisipasi dan menekan potensi terjadinya karhutbunlah.

"Prinsipnya dari Kementerian LHK mendukung sepenuhnya inisiatif Bupati Muba Dodi Reza dalam upaya menekan potensi karhutbunlah," tegasnya. 

Ia menilai, Pemkab Muba sangat maksimal dalam upaya-upaya mencegah karhutbunlah. "Termasuk salah satunya dengan inisiatif membangin sodetan ini, semoga tahun ini angka karhutbunlah di Muba bisa diminimalisir dengan baik," pungkasnya.

Dalam kesempatan audiensi dengan Dirjen Pengendalian Pencemaran dan
Kerusakan Lingkungan (PPKL) Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia,
Drs M R Karliansyah M S di Kantor Pusat Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) tersebut Bupati Muba Dr Dodi Reza Alex Noerdin turut didampingi Kepala Bappeda Drs Iskandar Syahrianto, Kepala Dinas LIngkungan Hidup Andi Wijaya Busroh, Staf Khusus Bupati Bidang Perubahan Iklim dan Lingkungan Hidup Dr H Najib Asmani , Kepala BPBD Joni Martohonan Simanungkalit, dan Kepala Dinas Kominfo Muba Herryandi Sinulingga AP.(hsril)

Warga Jarai Meninggal Diduga Covid Pihak Keluarga Menolak Pasien Di Swab


LAHAT, DS - Diduga terinfeksi Covid-19 salah satu warga  Desa Nanti Giri Kecamatan Jarai meninggal dunia sekira pukul 12.00 siang tadi, dimana sebelum wafat pasien sempat dirawat di Rumah Sakit Daerah (RSUD) Basemah saat dirawat pasien hanya di Rapid Tes. Pasien menolak di Swab dan akhirnya pulang paksa dari Rumah Sakit Basemah.


Taufiq juru bicara Gugus Tugas Kabupaten Lahat ketika di wawancarai telp via WA 11/9 membenarkan siang tadi ada salah satu pasien diduga covid 19 dari warga Kecamatan Jarai meninggal dunia.


" Namun ini baru dugaan soalnya pasien ini hanya di rapid Tes ketika akan di Swab pasien menolak dan pulang secara paksa." ujar Seketaris Gugus Tugas Kabupaten



Taufiq juga menjelaskan kita sudah meyampaikan kepada Camat dan tim Gugus Tugas Kecamtan Jarai agar Pasien di Lengkapi APD guna untuk menghindari penyebaran virus corona katanya


 Kapolsek Jarai AKP Indra Gunawan saat dihubungi via telp mengatakan

Sebelum wafat pasien hanya dirapid Tes dan belum di Swab 


Sedangkan pihak keluarga menolak pasien dimakam kan secara protokol kesehatan covid 19 guna untuk antisipasi bagi warga yang lain.


Rizal salah satu warga Kecamatan Jarai mengatakan pasien yang diduga covid besok rencananya mau di makamkan, Kami bersama tim Gugus Kecamatan dan Fesa sudah membuat semacam cara agar tamu melayat besok wajib memakai masker dan jaga jarak.Bagi keluarga yang kontak kami usulkan ke dinas untuk di rapid

sebelum memasuki rumah duka


Sedangkan yang mengurus jenazah sudah kami kasihkan APD dan sudah kami ajari cara melepaskan APD dan mencucinya namun pihak keluarga tidak mau dan malah marah marah


Lanjut Rizal Kami dengan Camat juga polsek sudah sudah kerumah duka untuk menjelaskan agar ikuti arahan prokes, pihak keluarga agar menulis surat pernyataan bahwa dia akan berat tanggung jawab kalo ado apa apa" tandas Rizal


Peryataan ini atas permintaan anaknya yang juga perawat yang ada di Jakarta yang menghalangi tidak mau di periksa bapaknya


 Diduga Nama korban covid 19, inisial RDM alamat Desa Nantigiri Kecamatan Jarai kabupaten Lahat Provinsi Sumsel meninggal Sekira jam 12.00 siang tadi Katanya. (Idham/Novita)

Perang Terhadap Narkoba Dino Tertangkap Saat Dilakukan Pemeriksaan


LAHAT, DS - Perang terhadap narkoba bukan pepesan kosong bagi jajaran Sat Narkoba Polres Lahat dimana kamis 10/9 sekira pukul 15.30 Wib Desa Kota Raya Kecamatan Lahat Kabupaten Lahat .


Jajaran Sat Narkoba Polres Lahat dibawa pimpinan Akp Zulfikar SH Kasat Narkoba berhasil mengamankan DINO ALPRA SAKTI BIN ELPI 26 Tahun Pekerjaan WIRASWASTA Alamat Desa Kota Raya Kecamatan Lahat Kabupaten Lahat.


Tertangkapnya Dino terdapat Barang Bukti 2 (dua) paket sedang serbuk kristal diduga narkotika jenis shabu dan7 (tujuh) paket kecil serbuk kristal putih yang diduga narkotika jenis Shabu dengan berat kotor brutto 3.03 gram yang tersimpan dalam1 (satu) buah kotak plastik warna hijau serta1 (satu) buah kotak rokok merk Sampoerna Mild.


AKPB Ahmad Gusti Hartono Sik Kapolres Lahat  melalui Akp Zulfikar SH Kronologis Penangkapan

Awalnya berdasarkan informasi dari masyarakat bahwa akan ada transaksi narkotika jenis Shabu yang bertempat di Desa Kota Raya Kecamatan Lahat Kabupaten Lahat, kemudian dilakukan lidik setelah sasaran orang tempat diketahui selanjutnya pada hari Kamis tanggal 10 September 2020 sekira jam 15.30 Wib diamankan 1 (satu) orang terduga pelaku an. DINO lalu saat dilakukan pemeriksaan didapatkan 1 (satu) buah kotak rokok merk Sampoerna Mild yang didalamnya terdapat 1 (buah) kotak plastik warna hijau yang didalamnya berisikan 7 (tujuh) paket kecil dan 1 (satu) paket sedang diduga narkotika jenis Shabu digenggaman tangan kiri terduga pelaku DINO lalu ditemukan lagi barang bukti lain berupa 1 (satu) paket sedang diduga narkotika jenis Shabu digenggaman tangan kanan terduga pelaku DINO lalu diakui oleh terduga pelaku DINO bahwa barang bukti yang didapatkan oleh petugas polisi tersebut adalah miliknya yang didapat dari sdr. DEKI HARDIANSYAH dengan cara membeli seharga Rp.3.000.000,- (tiga juta rupiah) untuk terduga pelaku jual kembali (Idham/Novita)

Sang Pemimpin Terpapar Covid19, Rakyatnya Dari Berbagai Penjuru PALI Kirimkan Do'a


PALI,DS - Setelah Virallnya pemberitaan tentang Sang Pemimpin PALI terpapar Covid19, banyak warga dari berbagai penjuru kabupaten PALI kirimkan do'a melalui hajatan maupun di media sosial untuk kesembuhan Bupati PALI


Serta ada juga yang sampai menggelar Hajatan untuk bersama sama mendoakan sang pemimpin agar lekas sembuh,11/09/20.



Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) Sunario SE mengumumkan bahwa bakal calon bupati H Heri Amalindo yang merupakan bakal calon bupati PALI berpasangan dengan Soemarjono dan saat ini masih menjabat Bupati PALI dinyatakan positif covid-19. Hal itu disampaikan Sunario, Kamis (10/9). 


Menurut ketua KPU PALI bahwa positifnya Heri Amalindo terpapar virus corona berdasarkan pemeriksaan laboratorium RSUP Dr. Mohammad Hoesin Palembang pada tanggal 8 September 2020 dengan hasil swab orofaring/nasofaring SARS COV-2 POSITIF.


"Setelah hasil tersebut, maka Bacalon yang positif harus melakukan isolasi mandiri atau di rawat di rumah sakit sampai dinyatakan negatif atau sehat sesuai dengan PKPU nomor 10 Tahun 2020 pasal 50A, 50B dan 50C," terang Sunario. 


Dijelaskan Sunario bahwa dari surat resmi yang diterima KPU PALI bahwa saat ini Heri Amalindo tengah menjalani isolasi mandiri di RSMH. "Ya, saat ini, Bacabup Heri Amalindo masih dalam perawatan sekaligus isolasi mandiri di RSMH," terangnya. 


Sementara itu, Firdaus Hasbullah, Narahubung bakal Paslon Heri Amalindo-Soemarjono membenarkan kabar tersebut. "Mohon doanya kepada semua agar beliau selalu diberikan kesabaran selama isolasi sesuai dengan yang telah ditetapkan oleh tim medis. Keadaan beliau sampai saat ini stabil," tandasnya.


Mohon doanya untuk semua sahabat maupun masyarakat pali agar beliau diberikan kekuatan dan kesabaran serta kesembuhan dalam proses isolasi saat ini, Alhamdulillah beliau saat ini kondisinya stabil hanya saja saat ini harus menjalankan isolasi, dan kami mengucapkan banyak terimakasih kepada masyarakat PALI yang rela menggelar hajatan untuk mengirimkan do'a untuk kesembuhan pemimpinnya yaitu Bupati Ir. H Heri Amalindo MM, tutup Firdaus Hasbullah.

Bupati Ogan Ilir Meresmikan Rumah Data Kampung Keluarga Berkualitas " PALEM" Di Desa Palemraya Indralaya Utara


INDRALAYA,DS. -- Kunjungan kerja Bupati Ogan Ilir HM.Ilyas Panji Alam,SE,SH,MM di dampinggi Kepala Dinas PPKBP3AD Kabupaten Ogan Ilir Bustami,SKM, Camat Indralaya Utara Zaidan Sukarno,S.sos,M.Si, Kepala Balai Penyuluh KB Kecamatan Indralaya Utara Susmaidah,Am.Kep, Kepala Desa Palemraya Irham Fuadi serta Ketua Tim Penilai Rumah Data Kampung Keluarga Berkualitas "PALEM"Desa Palemraya Kecamatan Indralaya Utara Kabupaten Ogan Ilir.


Dalam kunjungannya, orang nomor satu di Kabupaten Ogan Ilir tersebut meresmikan secara langsung rumah data Kampung Keluarga Berkualitas " PALEM", pada Jumat 11/09/2020.



Dinas Pengendalian Penduduk Keluarga Berencana Pemberdayaan Perempuan Dan Perlindungan Anak Daerah ( DPPKBP3AD) Kabupaten mengatakan, peresmian rumah data hari ini merupakan rumah data permanen yang pertama Kampung Keluarga Berkualitas yang ada di Kecamatan Indralaya Utara Kabupaten Ogan Ilir.


"Rumah data ini mencantumkan semua data mengenai desa tersebut seperti luas desa, data penduduk, hingga data kemiskinan," ungkapnya.



Menurut Bupati Kampung Keluarga Berkualitas di Desa Palemraya  kecamatan Indralaya Utara Kabupaten Ogan Ilir. Dia berharap, ke depannya setiap Kampung Keluarga Berkualitas akan ada satu rumah data di dalamnya lengkap dengan pasilitasnya,jelas Bupati kepada Dutasumsel.com Jumat, 11/09/2020.


"Tujuan adanya Kampung Keluarga Berkualitas ini untuk menyejahterakan masyarakat dengan menciptakan masyarakat yang berkualitas dan mandiri. Kita akan selalu membuat Kampung Keluarga Berkualitas dan bahkan berkomitmen menjadikan Kampung Keluarga Berkualitas tersebut sebagai percontohan, kita akan terus membuat unit-unit kampung Keluarga Berkualitas yang insya Allah akan menyejahterakan masyarakat Ogan Ilir," harapnya.


Bupati Ogan Ilir HM.Ilyas Panji Alam,SE,SH,MM mengatakan, rumah data sangat diharapkan ada di setiap kecamatan karena akan memudahkan masyarakat maupun tamu untuk mengetahui jumlah penduduk pada daerah yang didatanginya. 


"Pastinya kami sangat mengapresiasi. Rumah data ini begitu penting sehingga saya mengimbau kepada Kadis KB untuk selalu berkomitmen membuat rumah data ke depannya," imbuhnya. #Red

Hidup Ditengah Pandemi Wabah Corona Masyarakat dihimbau Ikuti Arahan Prokes


LAHAT, DS - Petunjuk Intruksi Presiden RI Nomor 6 tahun 2020 dan ditindak lanjuti, Intruksi Menteri dalam Negeri nomor 4 tahun 2020. Tentang pembuatan Pergub dan Perbub Atasi Pandemi Covid dengan tujuan utama melindungi masyarakat dari Pandemi Covid -19.


Yang telah disampaikan untuk di Fasilitasi Gubernur Sumsel telah disepakati untuk tetapkan dan dilaksanakan oleh Pemerintah Daerah Kabupaten Lahat


Dimana kita ketahui Wabah Pandemi Covid-19 ini tidak dapat di predeksi kapan akan berahir, sedangkan roda pemerintahan harus tetap berjalan begitu juga perekonomian rakyat jadi saat sekarang kita hidup ditengah pandemi covid 19 .


Untuk itu sesuai Intruksi Presiden dan ditindak lanjuti Menteri dalam Negeri Pemerintah Kabupaten Lahat, bersama FKPD telah mulai melaksanakan kegiatan Sosialisasi ke masyarakat.  Guna memutus mata rantai penyebaran corona di Bumi Seganti Setungguan agar dapat melindungi masyarakat terkena wabah virus corona.


Abi Syahmora Kabag Hukum Pemkab Lahat mengatakan 11/9 Perbub Atasi Covid -19 yang kita sampaikan ke Gubernur Sumsel melalui Kabag Hukum Pemprov Sumsel telah ditetapkan untuk dilaksanakan dalam Wilayah Kabupaten Lahat.


Abi juga meyampaikan saat sekarang kita hidup dan beratifitas melakukan kegiatan sehari hari harus tetap mengikuti arahan Prokes

dengan 3 M. (Memakai masker ,mencuci tangan, menjaga jarak) hal utama menghindahi kita dari terhindar dari virus corona" ujarnya (Idham/Novita)

Pemdes Desa Tebing Tinggi Bagikan BLT DD Tahap ke 2, Tiga Bulan Sekaligus.


LAHAT, DS- Pemerintah Desa Tebing Tinggi Kecamatan Mulak Ulu pada hari ini 11/9 menyaluran BLT DD Tahap II untuk bulan Juli, Agustus dan September sebanyak 24  Penerima Keluarga  Manfaat.



Bertempat di Kantor TK PAUD Desa Tebing Tinggi kegiatan ini dilakukan, dihadiri Camat Mulak Ulu Elsye Hartuti S, STP, MM didampingi Kasi Ekobang Omiati AMd, Kanit Binmas, Babinsa, Pendamping Desa, serta Perangkat dan Anggota BPD.


Maryudi selaku Kades Desa Tebing Tinggi berharap dengan adanya pembagian BLT DD tahap ke 2 yang dibagikan 3 bulan sekaligus bisa dapat memenuhi kebutuhan sehari- hari di masa Pandemi Covid-19. Apalagi Lahat saat ini Zona Merah ini berarti membuat Maryudi berpesan kepada warganya untuk selalu menggunakan masker bila keluar rumah, sesering cuci tangan menggunakan sabun dan menjaga jarak.


Hal ini dibenarkan Elsye selaku Camat, " kita tidak pernah tau kapan datangnya Virus Corona, untuk itulah kita tetap selalu waspada agar kita terhindar dari Virus Corona yang peredarannya semakin menghawatirkan.


Pembagian BLT DD tahap kedua berlangsung Kondusif aman dan terkendali ( NID)

Menuju Kabupaten/Kota Sehat, Kecamatan BHL Bongkar "Bong"


MUBA,DS.COM - Pemerintah Kecamatan dan UTD Puskesmas Tanah Abang serta Pomkompincam melakukan sosialisasi dan sekaligus mengeksekusi "Bong" atau WC terapung di Desa Tanah Abang Kecamatan Batanghari Leko, Kamis (10/9/2020). 


Langkah tersebut dilakukan dalam rangka sebagai target memberi dukungan kepada Pemkab Muba bebas buang air besar sembarangan, guna mencapai Kabupaten Kota Sehat (KKS) dan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS).

Camat Batanghari Leko Tazarni Haitami SSTP mengatakan, kegiatan ini sesuai dengan arahan dan inisiasi dari Ketua TP PKK Muba Hj Thia Yufada Dodi Reza yang juga sebagai Ketua Forum Kabupaten Muba Sehat.

"Ini sebagai bentuk dukungan penuh apa yang diinisiasi oleh Ketua Forum Kabupaten Muba Sehat Hj Thia Yufada Dodi Reza Alex Noerdin , menjadi Kabupaten/Kota Sehat tanpa buang air besar sembarangan dipinggir sungai," kata Camat. 

Oleh karena itu lanjutnya, "Pemerintah Kecamatan Batanghari Leko bersama dengan Puskesmas Tanah Abang, melakukan sosialisasi dahulu maksud dan tujuan eksekusi "Bong" atau WC apung di pinggir sungai, sehingga masyarakat paham dan bisa meningkatkan pola hidup bersih dan sehat sesuai tatanan yang telah ditetapkan untuk mendukung Kabupaten/Kota Sehat. Setelah itu barulah kita eksekusi," imbuhnya.


Terpisah Ketua TP PKK Muba Hj Thia Yufada Dodi Reza menyampampaikan apresiasinya kepada Pemerintah Kecamatan BHL yang juga merespon langsung turun ke masyarakat untuk mensukseskan Kabupaten Muba Bebas Buang Air Besar tahun 2021. 


"Target kita kedepan warga di Muba semuanya dapat merapkan ODF, targetnya 90 persen di tahun 2021, kami berharap kecamatan lain juga ikut menggalakkan ke lapisan masyarakat bawah terkait hal ini," ujarnya.

Sementara, Ketua TP PKK Kecamatan BHL My Lili Pariati SPi mengatakan, seluruh ibu-ibu juga turut memberi dukungan PHBS yakni dengan cara Tes IVA, sebagai deteksi dini Kanker Serviks.

"Ini dilakukan sebagai deteksi dini terhadap Kanker Serviks di tengah wabah Pandemi COVID-19," ungkapnya 

Kades Tanah Abang, Umri mendukung adanya eksekusi Bong pinggir bantaran sungai, untuk menuju Kabupaten/Kota Sehat.

"Memang tidak mudah hal itu dilakukan, karena harus sosialisasi dulu, meski demikian tetap dilakukan sehingga Kabupaten/Kota Sehat bisa tercapai target," tandasnya.(red)

Lahat Zona Merah Pemerintah Daerah Diduga Lakukan Pencitraan

# Hari ini dilakukan Peyemprotan Disinfektan di 17 Lokasi dalam Kecamatan Kota Lahat#


LAHAT, DS - Kurangnya Pegawasan dan Arahan kepada Mssyarakat untuk menginformasikan Aturan Protokol Kesehatan guna memutus mata rantai Covid --19 menjadikan  Kabupaten Lahat saat sekarang masuk zona Merah .


 Sedangkan Kesadaran Pemerintah Daerah baru tergerak dengan megadakan Peyemprotan Disinfektan di 17 Lokasi dalam wilayah Kecamtan Kota Lahat hari ini.



Namun Usaha Pencegahan peyebarwn virus corona yang dilaksanakan Pemerintah Daerah Kabupaten Lahat ini hanya sebatas Pencitraan saja terbukti dari Update COVID-19 tanggal 10 September 2020 Kabupaten Lahat


Suspek ( ODP+PDP )numlah 176 orang,Selesai 130 orang,Proses,6 orang untuk Kontak Erat berjumlah 707 orang,Proses 170 orang,Probable berjumlah10 orang


Yang Lebih meyedihkan lagi akibat kurangnya Pemberitahuan maupun Pegawasan dari Pemerintah Daerah melalui Tim Gugus Tugas berakibat Pasien Terkonfirmasi Positif Corona di Bumi Seganti Setungguan secara global berumlah 64 orang,Meninggal 8 orang,Sembuh 39 orang dalam Proses 17 orang. (Idham/Novita)

GEMASS LACONA PANTAU PENERAPAN PROTOKOL COVID19 DI 7 PILKADA SUMSEL


PALEMBANG, DS -Ketua Gemass Lacona  Andreas OP Menyikapi pelaksanaan pilkada serentak  di 7 kabupaten wilayah Sumatera selatan yakni, Kabupaten Ogan Ilir, Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), Musi Rawas (Mura), Musi Rawas Utara (Muratara), Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU), OKU Selatan, dan OKU Timur pada 9 desember 2020 ini, serta semakin tingginya tingkat penyebaran kasus covid 19 di Sumsel yang telah masuk dalam 5 besar provinsi dindonesia  dengan jumlah korban covid 19 terbanyak.

Menurut Andreas OP tingginya angka covid19 Sumsel, khusunya di 7 kabupaten yang akan melaksanakan pilkada menjadi perhatian khusus dari Gemass lacona. Hal ini berdasarkan data  pada situs covid19 Sumatera selatan  bahwa di 7 kabupaten  yang akan menyelenggarakan pilkada tersebut memiliki kasus tertinggi  covid 19, untuk memantau hal tersebut  Gemass lacona telah menurunkan tim relawan  di 7 kabupaten yang akan melaksanakan pilkada sejak bulan agustus yang lalu, adapun kegiatan yang di lakukan oleh  Gemass lacona adalah  berupa  pemantauan  proses persiapan pilkada, kepatuhan pihak –pihak penyelenggara pemilu  seperti KPU, Banwaslu, PPK, Calon kepala daerah, tim pemenangan Covid19,dalam hal penerapan  protokol kesehatan  dalam  setiap tahapan  pilkada untuk mencegah  terjadinya cluster baru penyerbaran covid 19 dimasa pilkda.Tegasnya.

Dikatakan Kapolda  Sumsel Irjen Pol Prof Dr.Eko Indra Heri S MM, berkaitan dengen pentingya penerapan kedisiplinan penerapa protokol kesehatan pada masa pilkada ini, menyampaikan kesehatan dan keselamatan masyarakat di tengah pandemi Covid 19 merupakan hal yang paling penting  khususnya  pada saat pelaksanaan tahapan Pilkada Serentak tahun 2020, dengan berpedoman pada pedoman dan pecegahan covid19 yang dikeluarkan oleh kementrian kesehatan Republk indonesia, PKPU no 6 Tahun 2020, Inpres No 6 Tahun 2020.ungkapnya.

Proses pilkada yang akan dilangsungkan ini, disinyalir oleh Gemass lacona akan terjadi banyak sekali pelanggaran protokol kesehatan oleh paslon, tim pemenangan, ataupun  penyelenggara sendiri, sehingga Gemass lacona meminta Gubernur Sumsel untuk dapat tegas menjalankan pelaksanaan protokol kesehatan di 7 pilkda tersebut  khusnya pada  Pertama, pada saat pengundian nomor urut paslon, Kedua pada saat masa kampanye; dan Ketiga pada saat pemungutan suara tanggal 9 Desember 2020, dimana  Ketiga tahapan itu membutuhkan penanganan yang maksimal, tegas dan terukur oleh pemerintah provinsi, gugus tugas  serta  TNI&POLRI sehingga protokol kesehatan benar benar  dapat dijalankan  untuk mencegah penularan Covid 19 pada masa pilkada ini.
Menurut gemass lacona,untuk mendukung suksesnya pilkada di 7 kabupaten dalam situasi   covid 19 ini maka gemass lacona menyampaikan beberapa hal sbb: 
1)Meminta dan meghimbau kepada Gubernur Sumsel untuk dapat mengawal proses pilkda di 7 kabupaten dengan penerapan protokol kesehatan yang ketat.
2)Meminta kepada satgas gugus tugas percepatan penanganan covid 19 di kota kabupaten dapat terlibat aktif dalam proses pilkada ini mengacu pada protokol kesehatan dan inpres no 6 tahun 2020
3) Meminta kepada penyelenggara Pemilu untuk dapat menjalankan PKPU No 6 Tahun 2020 dalam setiap tahapan pilkada berdasarkan standar protokol covid 19.
4)Meminta kepada kapolda Sumatera selatan untuk dapat menindak tegas pelanggaran yang bertentangan dengan protokol kesehatan selama massa pilkada disemua tingkatan. 
4)Meminta kepada semua paslon berserta tim pemenanga , partai pendukung,untuk menerapan protokol kesehatan di masa pilkada ini sesuai dengan aturan yang di keluarkan oleh KPU , dan pemerintah disemua tahapan dengan tetap mengedepankan keselamatan warga.
5)Meminta peran serta media massa untuk turut berperan dalam mengawal penerapan protokol kesehatan dalam masa pilkada ini.

Dengan penerapan protokol kesehatan yang tertib, tegas, dan terukur  pada masa pilkada ini, gemass lacona berharaap tidak terjadi peningkatan jumlah korban meninggal  atau  suspect covid19 pasca  pilkada nantinya, sehingga kami sangat berharap kepada semua pihak untuk berkerja bersama melawan covid19 ini, dan dapat melaksanakan pilka di sumsel dengan damai,aman dan sehat tanpa jatuh korban covid19.
Untuk mendukung penerapan dan penegakan protokol kesehatan  gemass lacona akan membuka posko pengaduan pelanggaran  protokol covid19 pada massa pilkada ini.Tegasnya (jun-posmetro)