NEWS

Slider

Dodi - Beni Sambut Hangat Kepala BKKBN RI Dr (HC) dr Hasto Wardoyo SPOG (K)


MUBA,DS - Bupati Musi Banyuasin Dr H Dodi Reza Alex Noerdin Lic Econ MBA dan Wakil Bupati  Muba Beni Hernedi menjamu dan ramah tamah Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) RI Dr (H.C) dr Hasto Wardoyo SpOG (K), di Guest House Griya Bumi Serasan Sekate, Senin (31/08/2020) malam.


Bupati Dr H Dodi Reza Alex Noerdin bersama Forkompinda serta Jajarannya menyambut baik Kepala BKKBN RI tersebut dengan penuh keakraban yang menghangatkan suasana  acara ramah tamah malam ini. 

Kedatangan Kepala BKKBN RI ke Kabupaten Muba ini dalam rangka Penyematan
Tanda Penghargaan Manggala Karya Kencana (MKK) Sekaligus Penyerahan Penghargaan Pelayanan Sejuta Akseptor di Kabupaten Muba. 

Dalam sambutannya, Bupati Muba Dr H Dodi Reza Alex Noerdin Lic Econ MBA menyampaikan bahwa dirinya atas nama pemerintah daerah Kabupaten Muba mengucapkan selamat datang. 

"Kami mengucapkan penghormatan yang setinggi-tingginya kepada kepala BKKBN Republik Indonesia, dipanggil Pak Hasto yang sudah meluangkan waktu datang ke kota Sekayu, Kabupaten Musi Banyuasin. Sedikit gambaran Pak Hasto, Kabupaten Musi Banyuasin luasnya kurang lebih  ini  ±14.265,96 km²,"ucapnya.

Dikatakannya, sumber daya alam penghasil utama adalah gas. "Gas kami mengaliri negara Jiran, negara Singapura dan  menerangi kawasan perkantoran di Singapura. Kemudian masuk juga ke Jawa mengaliri sistem transmisi Jawa, Bali ke Pekanbaru dan Dumai untuk industri dan terakhir di PT Pupuk Sriwijaya untuk keperluan memproduksi pupuk dengan gas yang dialirkan dari Muba,"terangnya

Kemudian, juga tentu ada perkebunan kelapa sawit, Perkebunan karet dan lain sebagainya. "Alhamdulillah untuk sektor kelapa sawit dapat saya sampaikan kepada Pak Hasto bahwa kami pada saat ini menjadi daerah pilot project yang ditetapkan oleh Presiden sebagai daerah percontohan program inovasi strategis nasional percontohan bensin sawit,  yang mengubah minyak sawit menjadi bahan bakar nabati seperti bensin hingga avtur"ujarnya.

Terakhir, dikatakannya bahwa selama ini,  Pemkab Muba sangat konsen untuk penurunan angka kematian ibu dan anak, juga konsen terhadap pencegahan stunting dan, serta konsen juga mengkampanyekan Keluarga Berencana (KB) atau Keluarga sejahtera.

Pada kesempatan yang sama, Kepala BKKBN RI Dr (H.C) dr Hasto Wardoyo SpOG (K), dalam sambutannya mengatakan senang bisa hadir dan bersilaturahmi di  Kabupaten Muba, khususnya di kota Sekayu malam ini. "Selamat saya ucapkan Kabupaten Muba ini makmur dan luar biasa,"ucapnya.

Dirinya juga tidak sungkan-sungkan mengatakan bahwa pemandangan dan pembangunan di Kabupaten Muba sangat luar biasa. "Pertama kami bersyukur bisa berkunjung ke kabupaten Muba dan kami dari BKKBN  mengucapkan terima kasih juga karena Pak Bupati dan Ibu sudah bekerja keras untuk program pembangunan keluarga kependudukan dan keluarga bencana, sehingga meraih Penghargaan Manggala Karya Kencana (MKK). Saya percaya pak Bupati sangat visioner membangun daerah,"katanya.

Selain itu, Ia juga menyampaikan pesan dan penting disosialisasikan bahwa bahaya nikah dini. Dan menurutnya menikah dini atau nikah muda juga dapat menyebabkan Stunting, serta dapat menyebabkan kematian ibu dan bayi.

“Saya harap masyarakat Kabupaten Muba untuk tidak melaksanakan nikah dini, karena usia nikah yang sehat itu yakni untuk perempuan pada usia 20 tahun dan pria berusia 25 tahun. Kenapa untuk perempuan nikah di bawah umur 20 tahun dilarang?, karena alat reproduksinya belum siap dan juga apabila perempuan nikah dibawah 20 tahun maka berisiko terjadinya kanker mulut rahim,” jelasnya.

Terakhir, Kepala BKKBN RI, dr.Hasto Wardoyo juga menjelaskan bahwa batas usia perempuan boleh hamil hingga usia 35 tahun.(hsril)

Penguatan Nilai Karakter Melalui Pembelajaran IPS Secara Online di Masa Pandemi COVID-19


Studi kasus guru-guru Ilmu Pengetahuan Sosial

Oleh : Arifiansya Budiman, dkk

Guru IPS SMP Negeri 9 Prabumulih


Pendidikan merupakan hak bagi setiap manusia. Di Indonesia, sebagaimana tertuang dalam undang-undang dasar, salah satu tujuan negara adalah mencerdasarkan rakyat melalui pendidikan. Hak untuk mendapatkan pendidikan bagi rakyat Indonesia merupakan bagian dari hak  azasi  manusia  yang  dilindungi  oleh  negara.  

Sementara  itu  dalam  tingkatan  global,pendidikan juga merupakan aspek penting yang perlu disiapkan untuk menjamin kehidupan yang baik di masa depan. Dalam tujuan pembangunan berkelanjutan misalnya, dijelaskan secara tegas bahwa pendidikan berkualitas merupakan salah satu bagian dari 17 tujuan pembangunan global. 



Setiap orang berhak untuk mengakses pendidikan mulai dari pra-primer hingga kesempatan untuk belajar sepanjang hayat. Pendidikan memang merupakan bagian penting dalam kehidupan manusia. Dalam berbagai literatur klasik sering disebutkan bahwa pendidikan adalah upaya memanusiakan manusia, juga sebagai proses dalam pembentukan manusia yang berbudaya. Bhardwaj menjelaskan bahwa pendidikan adalah kebutuhan masyarakat, dasar tanda yang baik dan kebebasan, dan hampir menjadi kebutuhan pokok bagi manusia.



Upaya untuk membangun pendidikan yang baik tidak selalu mudah tetapi justru banyak menghadapi tantangan dari berbagai aspek. Faktor-faktor seperti biaya, budaya, implementasi teknologi, dan berbagai faktor lainnya turut menentukan keberhasilan pembangunan pendidikan. Pandemi COVID-19 yang masih terus berlangsung sejak pergantian tahun 2019-2020 hingga mendekati akhir tahun 2020 juga turut berpengaruh terhadap penyelenggaraan pendidikan secara global. 




Burges dan Sievertsen menjelaskan bahwa pandemi  COVID-19 menyebabkan lumpuhnya berbagai institusi pendidikan didunia sehingga menyebabkan terganggunya proses pembelajaran siswa. Pandemi COVID-19 menyebabkan dampak yang besar pada kehidupan dan kebiasaan masyarakat, krisis kesehatan yang tidak terduga di banyak negara dan akhirnya berdampak terhadap struktur ekonomi dan sosial dalam waktu lama, dimana sektor pendidikan tidak imun terhadap kondisi ini. 




Di Indonesia, pembelajaran normal secara tatap muka tidak dapat dilaksanakan selama periode pandemi. Kondisi yang sama terjadi pada semua jenjang pendidikan, termasuk pada tingkat SMP dalam pembelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) dimana siswa biasanya banyak mendapatkan bimbingan dari guru. Pembelajaran secara tatap muka dikonversi menjadi pembelajaran online yang bersifat darurat, yang sebenarnya kurang ideal untuk pencapaian learning outcome yang diharapkan.




Menariknya, terganggunya penyelenggaraan pendidikan secara normal akibat pandemi ini ternyata juga membawa keuntungan bagi dunia pendidikan. Daripada terus menerus terjebak pada diskursus mengenai dampak negative dari pandemi, kita juga perlu melihat sisi lain dari pandemi yang membawa keuntungan bagi pendidikan. Nguyen et al, sebagai contoh menjelaskan bahwa pembelajaran tatap muka yang terhambat keharusan pembatasan sosial pada masa pandemi justru memberi peluang bagi inovasi pembelajaran secara online. 




Pendidikan karakter  yang  merupakan bagian  penting  dari  pelaksanaan pendidikan di  Indonesia  juga memiliki peluang untuk ditanamkan selama masa pembelajaran jarak jauh ini. Pendidikan karakter dapat dilaksanakan secara terintegasi dalam mata pelajaran, dan mata pelajaran IPS memiliki posisi strategis dalam menerapkan pendidikan karakter. 



Lebih lanjut bahwa terdapat empat cara dalam pelaksanaan pendidikan karakter yaitu teaching, modelling, reinforcing, dan habituating, yang melibatkan sekolah, keluarga, dan masyarakat. Ketika siswa diminta belajar secara online pada masa pandemic ini, ada banyak nilai karakter yang dapat ditanamkan oleh guru IPS kepada siswanya. 



Pertanyaannya kemudian adalah seberapa efektif nilai-nilai karakter dapat diterapkan pada masa ini? Apa saja faktor pendukung dan penghambatnya? Pertanyaan-pertanyaan ini perlu dijawab sebagai alternatif referensi implementasi pendidikan karakter pada masa mendatang. Sebagaimana disampaikan oleh Nguyen et al, masa pandemi ini seharusnya dapat menginspirasi munculnya model baru dalam penanaman nilai-nilai karakter melalui pembelajaran IPS.




Berdasarkan pengalaman dalam pembelajaran IPS secara online terdapat peluang untuk menanamkan nilai-nilai karakter kepada siswa. Hasil refleksi yang dilakukan terhadap pembelajaran online yang telah dilakukan oleh guru-guru IPS menunjukkan bahwa setidaknya terdapat sembilan nilai karakter yang dapat diajarkan secara terintegrasi melalui pembelajaran IPS online. 



Indikator dari masing-masing aspek karakter tersebut ditemukan dalam pembelajaran yang dilakukan oleh guru. Dari indikator-indikator inilah kami dapat menyimpulkan bahwa ada sembilan aspek karakter yang dapat disampaikan melalui pembelajaran IPS secara online yaitu religius, komunikatif, peduli sosial, disiplin, kreatif, rasa ingin tahu, mandiri, bertanggung jawab, dan jujur.




Pembelajaran online yang dilakukan oleh guru selalu diawali dengan berdoa. Hal ini mengandung nilai karakter religius dimana siswa mengikuti doa sesuai dengan kepercayaannya masing-masing. Sekolah-sekolah yang berbasis Islam bahkan membiasakan siswa untuk melaksanakan ibadah sholat dhuha. Kondisi yang sama seperti temuan Marzuki dan Haq dalam penelitiannya di SMP berbasis Islam. 




Selama pembelajaran online, aktivitas ibadah ini dilakukan secara mandiri dan dilaporkan kepada guru. Doa, salam, dan pelaporan aktivitas ibadah ini merupakan indicator moral religious yang muncul dalam pembelajaran online. Sebenarnya ini hanya bagian kecil diantara 12 sub nilai lain yang terdapat dalam aspek moral religius.




Karakter komunikatif dalam pembelajaran IPS online muncul dalam perilaku siswa yang saling bertegur sapa dan berdiskusi selama proses pembelajaran berlangsung. Karakter peduli sosial muncul dari afeksi antar siswa yang nampak dari perilaku saling mengingatkan untuk belajar dengan baik serta saling menanyakan dan mendukung apabila ada yang mengalami kesulitan selama proses belajar. 




Peduli sosial ini memang biasanya berkaitan dengan tindakan memberi bantuan kepada orang lain yang membutuhkan. Karakter disiplin teridentifikasi dari perilaku siswa yang tepat waktu baik dalam mengikuti kelas maupun mengumpulkan tugas. Karakter kreatif teridentifikasi dari usaha siswa dalam memanfaatkan berbagai sumber belajar, baik yang diperoleh dari media online maupun dari lingkungan sekitarnya dalam kehidupan sehari-hari.




Karakter rasa ingin tahu teridentifikasi dari perilaku siswa yang rajin bertanya kepada guru baik mengenai materi maupun mengenai teknis pelaksanaan pembelajaran. Rasa ingin tahu berkaitan dengan upaya mengetahui sesuatu secara lebih luas dan mendalam. Karakter mandiri teridentifikasi dari kemandirian siswa dalam mengerjakan tugas dan usaha siswa untuk dapat mengikuti kelas online. 




Sesuai dengan penjelasan Berliani dan Sudrajat bahwa karakter ini  menunjukkan sikap dan perilaku tidak bergantung pada orang lain.  Karakter bertanggung   jawab   teridentifikasi   dari   kemauan   siswa   mengikuti   pembelajaran   dan mengerjakan tugas yang diberikan guru. Tanggung jawab berkaitan dengan tindakan untuk melaksanakan hak dan kewajiban dengan baik.




Karakter jujur nampak dari sikap siswa dalam menyampaikan situasi belajarnya kepada guru serta mengikuti ketentuan guru dalam mengerjakan tugas dan ujian.

Tentu saja dalam implementasi pendidikan karakter secara terintegrasi dengan mata pelajaran IPS perlu adanya rancangan, persiapan, dan pelaksanaan yang baik. Guru berperan sangat penting untuk mengajarkan maupun sebagai role model karakter bagi siswa. 




Pengalaman dari pembelajaran online yang dilakukan pada masa pandemic COVID-19 menunjukkan bahwa dalam pembelajaran IPS secara online terdapat peluang untuk mengimplementasikan pendidikan karakter. Implementasi pendidikan karakter dapat dilakukan melalui aktivitas pembelajaran online. 




Ada Sembilan aspek karakter yang potensinya sudah nampak dalam diri siswa sehingga perlu diikuti dengan follow-up dari guru. Masing-masing aspek dari sembilan aspek tersebut tidak sama potensinya. Terdapat beberapa aspek yang masih kurang sehingga perlu menjadi prioritas. Dari aspek pelaksanaan pendidikan karakter, bagian penting yang perlu menjadi perhatian guru adalah aktivitas pembelajaran. Guru perlu merancang aktivitas pembelajaran yang sesuai dengan karakteristik siswa. 




Akan semakin baik jika pembelajaran dilaksanakan secara blended learning karena proses modelling dan reinforcing akan semakin efektif pada saat pembelajaran face-to-face (tatap muka).



Sebagai bahan evaluasi proses, studi yang dilakukan masih terbatas pada gagasan implementasi pendidikan karakter melalui pembelajaran IPS secara online, berdasarkan pada pengalaman pembelajaran yang telah dilakukan. 



Studi lebih lanjut mengenai implementasi dari gagasan ini sangat diperlukan pada masa mendatang. Selain itu, penelitian dimasa yang akan datang diperlukan untuk  mengetahui bagaimana korelasi antara  karakter dengan  keberhasilan belajar siswa. Hal ini karena sembilan aspek karakter yang teridentifikasi dalam pembelajaran IPS online sangat relevan dengan peningkatan prestasi belajar siswa.


Desak Pemkot Fokus Dorong Prabumulih Kembali Ke Zona Hijau


PRABUMULIH, DS -  Kebijakan Pemerintah Kota Prabumulih untuk menunda pemberlakuan belajar tatap muka bagi pelajar Sekolah Menengah Atas ( SMA) dan Sekolah Menengah Pertama( SMP) di sambut baik  anggota parlemen.


Selain di kuatirkan menambah klaster  baru covid -19, kondisi Kota Seinggok-Sepemunyian juga belum memenuhi syarat keputusan empat menteri untuk pemberlakuan belajar tatap muka,salah satunya adalah wajib berada di zona  hijau atau kuning.


"Sementara posisi Kota Prabumulih masih berada di zona orange. Takutnya sekolah menjadi klaster baru ,tentu saja menambah masalah baru," terang Wakil Ketua I Drpd Kota Prabumulih,H Ahmad Palo,SE kepada wartawan sebelum rapat Banggar Pembahasan APBD-Perubahan Prabumulih tahun 2020, Senin (31/08/2020).


Ketua Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Kota Prabumulih ini berpandangan  bahwa perbedaan pendapat antara DPRD dan Pemerintah Kota Prabumulih dalam hal penerapan belajar tatap muka merupakan hal wajar dan tidak perlu di besar-besarkan.


" Berbeda pendapat itu biasa. Mungkin dewan dan pemkot memandang dari sisi yang berbeda,itu biasa dalam demokrasi," ucap Palo.


Politisi senior PPP Prabumulih ini juga mendorong agar Pemerintah Kota Prabumulih untuk lebih konsentrasi dalam menekan angka penyebaran covid-19 agar  Prabumulih kembali ke zona hijau.


" Kami rasa saat ini itu yang lebih penting.jika Prabumulih berada di Zona hijau,otomatis belajar tatap muka bisa di berlakukan. Namun ini bukan hanya tugas pemerintah semata, butuh kesadaran penuh masyarakat dalam menerapkan disiplin protokol kesehatan yang ketat,yakni,pakai masker,sering cuci tangan dan jaga jarak," tegas Palo.

Penulis Buku "Catatan 02" itu Kini Jabat Danjen Kopassus


JAKARTA, DS - Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto tunjuk Brigadir Jenderal TNI Mohammad Hasan sebagai komandan jenderal komando pasukan khusus.


hal tersebut tertuang dalam Surat Keputusan Panglima TNI Nomor Kep/666/VIII/2020 tanggal 26 Agustus 2020 tentang Pemberhentian dari dan Pengangkatan dalam Jabatan di Lingkungan Tentara Nasional Indonesia.


Dalam surat tersebut Panglima TNI juga memutasi 61 perwira tinggi (Pati) TNI lainnya yang terdiri dari 27 Pati jajaran TNI Angkatan Darat, 13 Pati jajaran TNI Angkatan Laut dan 22 Pati jajaran TNI Angkatan Udara.


Brigjen TNI Moh. Hasan kini menjadi Danjen Kopassus menggantikan Mayjen TNI I Nyoman Cantiasa


Pengangkatan Moh.Hasan tersebut dapat dikatakan sangat ideal, pasalnya ia terlebih dahulu menjabat sebagai Wadanjen Kopassus


Adapun Mayjen TNI I Nyoman Cantiasa kini dipercaya mengemban jabatan sebagai Pangdam XVIII/Kasuari Papua Barat.


Brigjen Moh. Hasan merupakan sosok pria kelahiran Bandung 13 Maret 1971 yang memiliki segudang pengalaman dibelantika pasukan elite Tanah Air


Akmil 1993 itu tercatat pernah menjadi Komandan Unit Grup 1/Para Komando Kopassus hingga Kasi intel Grup 1/Para Kopassus.


Selanjutnya ia juga pernah menjabat sebagai Komandan Kodim 0104/Aceh Timur pada 2011 hingga 2013.


Kembali mendapat amanah, dirinya dipercaya sebagai Wakil Komandan Grup 2/Sandi Yudha Kopassus Kandang Menjangan, Kartasura pada 2013 hingga 2014.


Dirinya juga tercatat mempunyai karya buku berjudul “Catatan 02”. Karya tersebut ditulisnya saat menjabat sebagai Wakil Komandan Grup 2/Sandi Yudha Kopassus.


Brigjen Moh.Hasan juga pernah mengemban Komandan Grup A Paspampres pada 2014 hingga 2016. Dan setelah itu menjadi Komandan Korem 061/Surya Kencana pada 2018-2019.


Selama menjalani penugasan militer, Moh. Hasan juga pernah terjun dalam Operasi Timor Timur pada 1995, Operasi Irian Jaya pada 1999, hingga Operasi Memangkas pada 2019

Gagal Panen, Warga Benuang Ancam Demo PT Servo


PALI, DS  - Warga Desa Benuang, Kecamatan Talang Ubi, Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) mengancam akan mengelar aksi demo dengan memblokir jalan PT Servo Lintas Raya, lantaran debu yang disebabkan tingginya mobilisasi armada bermuatan batubara ini dinilai telah merusak tanaman dan membuat gagal panen.



Kepala Desa (Kades) Benuang Kawaludin mengatakan, bahwa dirinya mewakili warga pemilik kebun menilai, penyiraman yang dilakukan pihak perusahaan di sepanjang jalan PT Servo Libtas Raya terkesan seadanya saja, sehingga membuat pemilik kebun merugi.



"Areal jalan yang melintasi kebun warga ini sepanjang enam kilometer. Diselimuti debu yang berterbangan akibat armada angkut PT Servo Lintas Raya. Akibatnya tanaman di kebun seperti karet hasilnya menurun. Sedangkan, kebun nanas dan jagun warga lainya harus gagal panen," ungkapnya.




Pihaknya berharap, pihak perusahaan segera mengecek bersama warga dilokasi ini. "Karena kalau tidak warga berjanji akan demo dan blokir jalan. Kami juga akan segera menyurati pihak perusahaan atas kejadian ini," jelasnya.


Sementara, Humas PT Servo Lintas Raya Yayan Sunderi mengatakan, bahwa penyiraman di jalur operasionalnya di Desa Benuang, telah dilakukan secara maksimal. Namun, apabila ada warga yang mengaku gagal panen di kebunya akibat debu, hal ini perlu dilakukan penkajian terlebihdahulu.



"Kalau menuding seperti itu, tentu harus ada penelitian lebih dalam. Karena, banyak faktor lain juga. Mungkinsaja tanaman yang ditanam kurang penyiraman dan pemupukan, sehingga kebunya gagal panen," ujarnya.



Dikatakanya, warga pemilik kebun baiknya membuat surat secara resmi yang diketahui oleh kades dan bahkan camat ke pihaknya, sehingga bisa langsung menangapi keluhan tersebut dan mencari solusinya. "Suratnya harus dikirim, sehingga bisa kita lakukan pengecekan," pungkasnya

Bersatu di Tengah Pandemi, Warga Desa Tanjung Pinang dan Laskar Pemuda Penesak Galang Dana Sosial


OGAN ILIR, DS - Di tengah situasi Pandemi Covid-19, puluhan Pemuda dari Desa Tanjung Pinang 1 dan Tanjung Pinang 2 bersama Laskar Pemuda Penesak bergerak melakukan penggalanan dana untuk pasien Kanker, Infeksi Hati dan penyakit lain untuk nantinya dikumpulkan dan disumbangkan kepada pasien yang sedang terbaring menunggu uluran tangan sang donatur. 


Pemuda Desa Tanjung Pinang kecamatan Tanjung Batu Kabupaten Ogan ilir ini memahami betul betapa sulitnya ekonomi di masa pandemi Covid-19. Meski pergerakan warga dibatasi, namun Puluhan pemuda ini tetap mengedepankan protokol kesehatan dalam melakukan aksi penggalangan dana. Penggalangan dana yang dilakukan pun cukup sederhana dan tetap santun dibarengi senyuman kepada masyarakat pengguna jalan yang melintasi Desa sembari menyodorkan kotak bantuan berharap mereka yang melintas tergerak untuk menyisihkan sebahagian rezekinya untuk membantu sesama yang sedang membutuhkan.


Mayor Zen (39) yang tergabung dalam aksi penggalangan Dana Bantuan Sosial yang ditemui Duta Sumsel mengungkapkan bahwa aksi yang dilakukan oleh sekelompok Pemuda ini adalah aksi sukarelawan dengan satu tujuan yakni mencoba bergerak untuk melakukan kebaikan dengan cara mengumpulkan dana secara sukarelawan untuk sesama yang sedang membutuhkan.


"Kita tahu sendiri dampak Covid-19 ini bukan hanya di Ogan Ilir saja namun lebih daripada itu, seluruh dunia turut merasakannya. Seluruh lini ekenomi baik kecil maupun skala besar turut terdampak. Harapan kita sebagai masyarakat kecil ini cuma satu yakni cukup diberi kesehatan saja dalam situasi dan kondisi saat ini. Setidaknya dengan kesehatan tersebut kita masih mampu bekerja keras untuk menutupi kebutuhan hidup dan sedikit berbagi rezeki kepada saudara-saudara kita yang saat ini banyak yang terbaring di Rumah Sakit menunggu uluran tangan sang dermawan" ujar Zen.


Dikatakan, dana yang terkumpul nantinya akan kembalin disumbangkan kepada mereka yang membutuhkan melalui lembaga resmi Pemerintahan maupun Lembaga sosial lainnya yang mengurusi bantuan dana tersebut. 


"Kita tidak perduli sedikit atau banyak yang bisa dikumpulkan hari ini. Utamanya adalah perbuatan baik harus tetap digalakkan demi membantu sesama. Jika pun ada warga atau Donatur yang ingin membantu melalui kelompok Pemuda Desa Tanjung Pinang atau Laskar Pemuda Penesak, kami sangat terbuka dan mari berbagi untuk saudara kita yang membutuhkan" Pungkasnya. (hz)

Masuk Dalam Resiko Sedang : Pemkab Lahat Godok Perbub Atasi Pandemi Covid-19


LAHAT, DS - Jumlah terinfeksi Covid-19 di Bumi Seganti Setungguan yang terus meningkat memaksa Pemerintah Kabupaten Lahat segera menerbitkan regulasi anyar untuk penanganan dan penanggulangan dampak dari Covid-19 yang ditimbulkan. Informasi terbaru, terkonfirmasi Pasien Positif Corona di Lahat mencapai 50 orang. 17 orang diantaranya sedang dalam proses perawatan, Pasien Sembuh 29 orang dan pasien meninggal dunia sebanyak 4 orang.



Kurva peningkatan pasien corona yang terus meningkat ini menjadi perhatian serius Pemerintah Kabupaten Lahat untuk menerbitkan regulasi daerah menekan dan memutus mata rantai penyebaran corona di Bumi Seganti Setungguan. Kendati belum final, namun upaya regulasi penerapan Pembatasan Sosial Bersekala Besar (PSBB) di Lahat mulai gencar terdengar di masyarakat. 


Juru bicara Gugus Tugas Kabupaten Lahat Taufik Hidayat ketika di Konfirmasi awak media melalui pesan singkat WA mengungkapkan bahwa upaya penerbitan regulasi merupakan wewenang Pemerintah Derah. Kondisi Lahat saat ini menurutnya masih dalam status Zona Orange. 


"Terkait Regulasi penanganan dan Penanggulangan Covid-19 secara Nasional telah diatur dalam keputusan Presiden. Namun untuk Regulasi lain seperti penerapan PSBB maupun hal lain itu merupakan wewenang Pemerintah Daerah untuk menekan dan memutus mata rantai penyebaran Covid-19" ujarnya.



Disinggung apakah dimungkinkan untuk menerapkan Lock Down di Lahat sebagai alternatif lain untuk memutus mata rantai Covid-19, Hidayat menjelaskan bahwa penerpan Lock Down merupakan wewenang Pusat yang butuh kajian mendalam sebelum dilakukan penerapan. Mengingat status Lahat yang masih Zona Orange ada berbagai kemungkinan yang akan terjadi. Jika kesadaran warga terus dapat ditingkatkan dalam menerapkan protokol kesehatan mungkin Zona Orange akan berubah ke kuning dan kemungkinan bisa mendekati hijau. Dan sebaliknya jika Penerapan Protokol kesehatan mulai kendor Zona Orange bisa menjadi merah, dan penerapan PSBB mau tak mau harus dilakukan.



Ditempat terpisah, Ketua Gugus Tugas H.Alia Pandi, yang dikonfirmasi mengaku terus melakukan yang terbaik untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19 di Kabupaten Lahat. Sejauh ini kata dia, pihaknya terus melakukan tracking dan testing terhadap keluarga pasien kontak erat dan suspek sebagai upaya preventip.


"Untuk dapat memutus mata rantai penyebaran Covid-19 tentu tidak cukup hanya sebatas Pemerintah saja. Pemerintah dan Gugus Tugas juga harus bersinergi dengan lembaga pemerintah lainnya, baik itu TNI Polri dan semua elemen masyarakat untuk senantiasa terus menjalankan protokol kesehatan secara disiplin memutus rantai penularan covid-19" pungkasnya.(doni)

Hari Ini, Sebanyak 47 KK Warga Desa Karang Lebak Cair BLT DD


LAHAT, DS - Hari ini, Tim pencairan dana BLT DD Kecamatan mulak Ulu Kabupaten Lahat mencairkan dana BLT DD kepada 47 Kepala Keluarga (KK) warga Desa Karang Lebak. Dari total 113 KK jumlah keseluruhan warga di desa tersebut, tercatat sebanyak 47 KK penerima manfaat Bantuan Langsung Tunai ( BLT DD ) tahap ke 2 bulan ke 1. Begitu, Desa tersebut juga tercatat sebagai penerima bantuan lainnya dari Pemerintah seperti, penerima PKH sebanyak 28 KK, penerima sembako BPNT sebanyak 17 KK dan BST sebanyak 12 KK.


Sejauh ini, bantuan-bantuan tersebut telah digunakan sebagaimana mestinya oleh warga desa. Dimana bantuan yang diberikan merupakan bantuan dampak COVID-19, maka warga kurang mampu di Desa Karang Lebak hanya mempergunakan bantuan untuk keperluan pangan saja sebagai bentuk kerjasama dengan pemerintah dalam memutus mata rantai penyebaran Covid-19.


Demikian disampaikan oleh Kepala Desa Karang Lebak Herdiansyah saat di temui Duta Sumsel Usai Pembagian Bantuan dana BLT DD di desa tersebut.


Disamping penjelasan jumlah penerima bantuan, Kades Herdiansyah mengaku bahwa di masa Pandemi Covid-19, bantuan sekecil apapun itu bentuknya sangat diharapkan warga untuk meringankan beban mereka. Untuk itu ia berharap, selama masa Pandemi masih berlangsung bantuan tersebut kiranya jangan putus sebab itulah harapan satu-satunya yang bisa diandalkan oleh warga masa-masa sulit seperti sekarang ini.


"Kalau bisa kita sangat berharap bantuan seperti ini di masa pandemi jangan sampai putuslah. Sebab inilah harapan satusatunya yang bisa diandalkan warga tidak mampu untuk bertahan hidup dimasa-masa sulit seperti sekarang ini" ujarnya, Senin (31/08/2020)



Dalam kesempatan tersebut turut hadir Camat Mulak Ulu Elsye Hartuti S. STPP. MM untuk memastikan bantuan yang dicairkan diterima langsung oleh warga yang berhak. Disetiap pencairan BLT DD Elsye semampunya senantiasa berupaya menyaksikan langsung proses pencairan dana secara langsung kepada warga penerima manfaat.



Sosok Elsye yang berkharisma dan rajin turun ke lapangan senantiasa menjadi sebuah kerinduan yang dinanti-nantikan warga. Ibarat dunia pewayangan Elsye mungkin bisa disebut sebagai Prabu Basukunti atau Sinter Klas yang suka menolong siapa saja. Ketika Elsye turun ke Desa-Desa, 80 persen ia selalu membawa kabar baik yang disertai pembagian bala bantuan.



"Tidak pernah lelah untuk mensosialisasikan untuk senantiasa menerapkan perilaku hidup sehat dan bersih kepada seluruh warga di wilayah pemerintahannya terlebih saat dirinya turun ke desa-desa. Selalu mengingatkan untuk menggunakan dana bantuan untuk keperluan hidup saja bukan untuk gaya hidup. Kemudian mengingatkan warga untuk senantiasa menerapkan protokol kesehatan saat ke luar rumah.



Pantauan di lapangan, Pembagian Dana BLT DD tahap 2 bulan 1 di desa Karang Lembak Kecamatan mulak ulu tampak berjalan tertib dan lancar. Pembagian BLT DD tahap ke 2 bulan ke 1 tampak dihadiri Camat Mulak Ulu, Bhabin Kamtimas Polsek Mulak Ulu, Babinsa Mulak Ulu, Pendamping Desa, Ketua BPD serta perangkat Desa Karang Lebak. (novita)

DRA Ajak Warga Muba mengikuti proses rangkaian pendataan SP 2020.


MUBA, DS - Tepat hari ini 31 Agustus 2020 kick off Sensus Penduduk (SP) Tahun 2020 dimulai. Di Musi Banyuasin, Bupati Muba Dr Dodi Reza Alex Noerdin Lic Econ MBA sangat konsen dan getol mengajak warga untuk mengikuti proses rangkaian pendataan SP 2020. 


Dimana sebelumnya, Pembina dan Penggerak Olahraga Terbaik Indonesia tersebut gencar mengajak dan mensosialisasikan kepada warga Muba untuk mengisi Sensus Penduduk Online 2020 yang sudah dilaksanakan sejak 15 Februari 2020 lalu. 


"Mari kita warga Muba sambut dengan ramah kedatangan petugas SP 2020, demi mewujudkan Satu Data Kependudukan," ungkap Dodi Reza. 


Menurut Dodi, pendataan SP sangat penting untuk diikuti oleh seluruh warga masyarakat Muba. "Dalam proses pendataan nantinya tetap patuhi protokol kesehatan dan menjaga jarak aman," terangnya.


Kepala Badan Pusat Statistik Muba Sunita SE MSi menyebutkan, segala bentuk persiapan telah dilakukan jauh-jauh hari untuk melaksanakan SP Tahun 2020. "Di tengah suasana pandemi, kami beradaptasi dengan protokol kesehatan dan berjanji untuk lebih berhati-hati khususnya di wilayah Muba," sebutnya.


Sementara itu Kadin Kominfo Muba Herryandi Sinulingga APmengatakan data merupakan salah satu  kunci pembangunan di masa depan. Peran serta seluruh penduduk Muba saat ini diperlukan tanpa terkecuali, untuk dapat berperan aktif untuk  mewujudkan Satu Data Kependudukan indonesia Khususnya Kabupaten Musi Banyuasin 


"Petugas Sensus akan datang dan mencatat penduduk Indonesia secara serentak pada hari ini termasuk di Muba,"  untuk itu mari kita dukung program ini sehingga kita pastikan bahwa kita terdata  sebagai penduduk Indonesia tuturnya 


Diketahui, Muba merupakan daerah Terbaik Ketiga Respon Rate Sensus Penduduk Online 2020 di Sumsel. 


Sampai dengan saat ini 60,88 persem KK masyarakat Muba sudah mengikuti sensus penduduk online. Dan masih ada kurang dari 40% yang belum terdata, dan akan dilakukan pada September 2020 ini yang akan dilakukan pendataan langsung oleh petugas SP 2020.(hsrill)

Ngobrol Bareng Nelayan, Wabup Muba Ajak Jaga Biota Sungai


MUBA,DS. - Meskipun libur akhir pekan, tidak menyurutkan semangat Bupati Muba Dr H Dodi Reza Alex Noerdin melalui Wakil Bupati Muba Beni Hernedi  mengunjungi warga masyarakat untuk bersilaturahmi dan sosialisasi terkait menjaga kelestarian sumber daya ikan serta biota sungai di Kabupaten Muba, Khususnya di Kecamatan Sungai Lilin.


Untuk itu, Wakil Bupati Musi Banyuasin Beni Hernedi mengingatkan seluruh masyarakat supaya tidak mencari atau menangkap ikan dengan meracun atau setrum. Karena bisa mengakibatkan kerusakan ekosistem air.

Hal ini, disampaikannya langsung saat melakukan Kunjungan Kerja sekaligus Bersilaturahmi dengan Para Nelayan di Desa Pinang Banjar Kecamatan Sungai Lilin, Sabtu (29/8/2020).

Menurut Wabup Beni Hernedi, mencari ikan dengan meracun atau setrum selain merusak biota air ataupun populasi ikan, juga berbahaya bagi manusia dan bisa hilangnya ikan diperairan. Dirinya juga menyarankan, alangkah lebih baiknya bila Nelayan mencari ikan dengan cara tradisional. Misalnya dengan menjala atau memancing.

Oleh sebab itu, Beni mengajak masyarakat bersama-sama mengawasi supaya tidak ada lagi yang mencari ikan dengan racun ataupun setrum. 

Beni juga mengatakan bahwa Pemkab Muba siap membantu para nelayan di pinang Banjar dalam menyiapkan wadah para nelayan. Dan terkait soal anggaran, Wabup Beni Hernedi minta Dinas terkait yaitu Dinas Perikanan Kabupaten Muba dan  DPRD Muba untuk bisa membantu alat tangkap ikan dan perahu buat nelayan khususnya nelayan di Desa Pinang Banjar.

"Kita ingin membangkinkan lagi dan harus merevitalisasi kembali budaya kearifan lokal dengan cara-cara kebaharian, dan budaya tradisional yang sebetulnya menjadi kekuatan ekonomi kerakyatan karena banyak rakyat yang menggantungkan hidup di sini, dan menjadi perhatian kita semua,"terangnya.

Dalam kesempatan ini, Beni Hernedi juga
meminta partisipasi aktif dari masyarakat dalam Kecamatan Sungai Lilin bisa mengawasi dan menginformasikan ke pemerintah atau pihak berwajib jika mengetahui ada masyarakat yang masih melakukan tindakan tersebut, sehingga dapat segera ditindaklanjuti.

"Oleh karena itu peran serta masyarakat sangat diperlukan untuk bersama-sama menjaga kelestarian dan pemanfaatan lingkungan perairan di Muba. Dan diharapkan masyarakat sadar dan dapat melaporkan kepada kami dan pihak berwajib apabila mendapati orang yang menangkap ikan dengan setrum," ungkapnya.

Sementara Camat Sungai Lilin, Agus Kurniawan, SIP MSi menyampai bahwa pihaknya siap membantu terbentuknya organisasi bagi para nelayan di Desa Pinang Banjar Kecamatan sungai Lilin. 

"Alhamdulillah, kami hari ini merasa senang serta bangga atas kehadiran Pak Wabup Muba Beni di Kecamatan Sungai Lilin. Dan dalam hal ini, saya selaku Camat di Kecamatan Sungai Lilin ini siap membantu Pemkab Muba dan siap menjadi penasehat bagi organisasi para nelayan di desa Pinang Banjar dalam mendapatkan suatu perubahan pada nelayan tradisional menjdi nelayan modern yang mempunyai perahu yang cukup besar, serta alat tangkap ikan, demi peningkatan ekonomi para nelayan Desa Pinang Banjar,"katanya.

Senada, Edi Aprianto salah satu nelayan mengucapkan terima kasih atas segala perhatian yang diberikan Pemkab Muba kepada para nelayan.

"Kami nelayan Desa Pinang Banjar berterimakasih, dan kami juga berkomitmen untuk terus menjaga kelestarian lingkungan perairan sungai dengan cara menangkap ikan tidak dengan racun serta setrum,"pungkasnya.(hsril)