NEWS

Slider

Desak Pemkot Fokus Dorong Prabumulih Kembali Ke Zona Hijau


PRABUMULIH, DS -  Kebijakan Pemerintah Kota Prabumulih untuk menunda pemberlakuan belajar tatap muka bagi pelajar Sekolah Menengah Atas ( SMA) dan Sekolah Menengah Pertama( SMP) di sambut baik  anggota parlemen.


Selain di kuatirkan menambah klaster  baru covid -19, kondisi Kota Seinggok-Sepemunyian juga belum memenuhi syarat keputusan empat menteri untuk pemberlakuan belajar tatap muka,salah satunya adalah wajib berada di zona  hijau atau kuning.


"Sementara posisi Kota Prabumulih masih berada di zona orange. Takutnya sekolah menjadi klaster baru ,tentu saja menambah masalah baru," terang Wakil Ketua I Drpd Kota Prabumulih,H Ahmad Palo,SE kepada wartawan sebelum rapat Banggar Pembahasan APBD-Perubahan Prabumulih tahun 2020, Senin (31/08/2020).


Ketua Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Kota Prabumulih ini berpandangan  bahwa perbedaan pendapat antara DPRD dan Pemerintah Kota Prabumulih dalam hal penerapan belajar tatap muka merupakan hal wajar dan tidak perlu di besar-besarkan.


" Berbeda pendapat itu biasa. Mungkin dewan dan pemkot memandang dari sisi yang berbeda,itu biasa dalam demokrasi," ucap Palo.


Politisi senior PPP Prabumulih ini juga mendorong agar Pemerintah Kota Prabumulih untuk lebih konsentrasi dalam menekan angka penyebaran covid-19 agar  Prabumulih kembali ke zona hijau.


" Kami rasa saat ini itu yang lebih penting.jika Prabumulih berada di Zona hijau,otomatis belajar tatap muka bisa di berlakukan. Namun ini bukan hanya tugas pemerintah semata, butuh kesadaran penuh masyarakat dalam menerapkan disiplin protokol kesehatan yang ketat,yakni,pakai masker,sering cuci tangan dan jaga jarak," tegas Palo.

Penulis Buku "Catatan 02" itu Kini Jabat Danjen Kopassus


JAKARTA, DS - Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto tunjuk Brigadir Jenderal TNI Mohammad Hasan sebagai komandan jenderal komando pasukan khusus.


hal tersebut tertuang dalam Surat Keputusan Panglima TNI Nomor Kep/666/VIII/2020 tanggal 26 Agustus 2020 tentang Pemberhentian dari dan Pengangkatan dalam Jabatan di Lingkungan Tentara Nasional Indonesia.


Dalam surat tersebut Panglima TNI juga memutasi 61 perwira tinggi (Pati) TNI lainnya yang terdiri dari 27 Pati jajaran TNI Angkatan Darat, 13 Pati jajaran TNI Angkatan Laut dan 22 Pati jajaran TNI Angkatan Udara.


Brigjen TNI Moh. Hasan kini menjadi Danjen Kopassus menggantikan Mayjen TNI I Nyoman Cantiasa


Pengangkatan Moh.Hasan tersebut dapat dikatakan sangat ideal, pasalnya ia terlebih dahulu menjabat sebagai Wadanjen Kopassus


Adapun Mayjen TNI I Nyoman Cantiasa kini dipercaya mengemban jabatan sebagai Pangdam XVIII/Kasuari Papua Barat.


Brigjen Moh. Hasan merupakan sosok pria kelahiran Bandung 13 Maret 1971 yang memiliki segudang pengalaman dibelantika pasukan elite Tanah Air


Akmil 1993 itu tercatat pernah menjadi Komandan Unit Grup 1/Para Komando Kopassus hingga Kasi intel Grup 1/Para Kopassus.


Selanjutnya ia juga pernah menjabat sebagai Komandan Kodim 0104/Aceh Timur pada 2011 hingga 2013.


Kembali mendapat amanah, dirinya dipercaya sebagai Wakil Komandan Grup 2/Sandi Yudha Kopassus Kandang Menjangan, Kartasura pada 2013 hingga 2014.


Dirinya juga tercatat mempunyai karya buku berjudul “Catatan 02”. Karya tersebut ditulisnya saat menjabat sebagai Wakil Komandan Grup 2/Sandi Yudha Kopassus.


Brigjen Moh.Hasan juga pernah mengemban Komandan Grup A Paspampres pada 2014 hingga 2016. Dan setelah itu menjadi Komandan Korem 061/Surya Kencana pada 2018-2019.


Selama menjalani penugasan militer, Moh. Hasan juga pernah terjun dalam Operasi Timor Timur pada 1995, Operasi Irian Jaya pada 1999, hingga Operasi Memangkas pada 2019

Gagal Panen, Warga Benuang Ancam Demo PT Servo


PALI, DS  - Warga Desa Benuang, Kecamatan Talang Ubi, Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) mengancam akan mengelar aksi demo dengan memblokir jalan PT Servo Lintas Raya, lantaran debu yang disebabkan tingginya mobilisasi armada bermuatan batubara ini dinilai telah merusak tanaman dan membuat gagal panen.



Kepala Desa (Kades) Benuang Kawaludin mengatakan, bahwa dirinya mewakili warga pemilik kebun menilai, penyiraman yang dilakukan pihak perusahaan di sepanjang jalan PT Servo Libtas Raya terkesan seadanya saja, sehingga membuat pemilik kebun merugi.



"Areal jalan yang melintasi kebun warga ini sepanjang enam kilometer. Diselimuti debu yang berterbangan akibat armada angkut PT Servo Lintas Raya. Akibatnya tanaman di kebun seperti karet hasilnya menurun. Sedangkan, kebun nanas dan jagun warga lainya harus gagal panen," ungkapnya.




Pihaknya berharap, pihak perusahaan segera mengecek bersama warga dilokasi ini. "Karena kalau tidak warga berjanji akan demo dan blokir jalan. Kami juga akan segera menyurati pihak perusahaan atas kejadian ini," jelasnya.


Sementara, Humas PT Servo Lintas Raya Yayan Sunderi mengatakan, bahwa penyiraman di jalur operasionalnya di Desa Benuang, telah dilakukan secara maksimal. Namun, apabila ada warga yang mengaku gagal panen di kebunya akibat debu, hal ini perlu dilakukan penkajian terlebihdahulu.



"Kalau menuding seperti itu, tentu harus ada penelitian lebih dalam. Karena, banyak faktor lain juga. Mungkinsaja tanaman yang ditanam kurang penyiraman dan pemupukan, sehingga kebunya gagal panen," ujarnya.



Dikatakanya, warga pemilik kebun baiknya membuat surat secara resmi yang diketahui oleh kades dan bahkan camat ke pihaknya, sehingga bisa langsung menangapi keluhan tersebut dan mencari solusinya. "Suratnya harus dikirim, sehingga bisa kita lakukan pengecekan," pungkasnya

Bersatu di Tengah Pandemi, Warga Desa Tanjung Pinang dan Laskar Pemuda Penesak Galang Dana Sosial


OGAN ILIR, DS - Di tengah situasi Pandemi Covid-19, puluhan Pemuda dari Desa Tanjung Pinang 1 dan Tanjung Pinang 2 bersama Laskar Pemuda Penesak bergerak melakukan penggalanan dana untuk pasien Kanker, Infeksi Hati dan penyakit lain untuk nantinya dikumpulkan dan disumbangkan kepada pasien yang sedang terbaring menunggu uluran tangan sang donatur. 


Pemuda Desa Tanjung Pinang kecamatan Tanjung Batu Kabupaten Ogan ilir ini memahami betul betapa sulitnya ekonomi di masa pandemi Covid-19. Meski pergerakan warga dibatasi, namun Puluhan pemuda ini tetap mengedepankan protokol kesehatan dalam melakukan aksi penggalangan dana. Penggalangan dana yang dilakukan pun cukup sederhana dan tetap santun dibarengi senyuman kepada masyarakat pengguna jalan yang melintasi Desa sembari menyodorkan kotak bantuan berharap mereka yang melintas tergerak untuk menyisihkan sebahagian rezekinya untuk membantu sesama yang sedang membutuhkan.


Mayor Zen (39) yang tergabung dalam aksi penggalangan Dana Bantuan Sosial yang ditemui Duta Sumsel mengungkapkan bahwa aksi yang dilakukan oleh sekelompok Pemuda ini adalah aksi sukarelawan dengan satu tujuan yakni mencoba bergerak untuk melakukan kebaikan dengan cara mengumpulkan dana secara sukarelawan untuk sesama yang sedang membutuhkan.


"Kita tahu sendiri dampak Covid-19 ini bukan hanya di Ogan Ilir saja namun lebih daripada itu, seluruh dunia turut merasakannya. Seluruh lini ekenomi baik kecil maupun skala besar turut terdampak. Harapan kita sebagai masyarakat kecil ini cuma satu yakni cukup diberi kesehatan saja dalam situasi dan kondisi saat ini. Setidaknya dengan kesehatan tersebut kita masih mampu bekerja keras untuk menutupi kebutuhan hidup dan sedikit berbagi rezeki kepada saudara-saudara kita yang saat ini banyak yang terbaring di Rumah Sakit menunggu uluran tangan sang dermawan" ujar Zen.


Dikatakan, dana yang terkumpul nantinya akan kembalin disumbangkan kepada mereka yang membutuhkan melalui lembaga resmi Pemerintahan maupun Lembaga sosial lainnya yang mengurusi bantuan dana tersebut. 


"Kita tidak perduli sedikit atau banyak yang bisa dikumpulkan hari ini. Utamanya adalah perbuatan baik harus tetap digalakkan demi membantu sesama. Jika pun ada warga atau Donatur yang ingin membantu melalui kelompok Pemuda Desa Tanjung Pinang atau Laskar Pemuda Penesak, kami sangat terbuka dan mari berbagi untuk saudara kita yang membutuhkan" Pungkasnya. (hz)

Masuk Dalam Resiko Sedang : Pemkab Lahat Godok Perbub Atasi Pandemi Covid-19


LAHAT, DS - Jumlah terinfeksi Covid-19 di Bumi Seganti Setungguan yang terus meningkat memaksa Pemerintah Kabupaten Lahat segera menerbitkan regulasi anyar untuk penanganan dan penanggulangan dampak dari Covid-19 yang ditimbulkan. Informasi terbaru, terkonfirmasi Pasien Positif Corona di Lahat mencapai 50 orang. 17 orang diantaranya sedang dalam proses perawatan, Pasien Sembuh 29 orang dan pasien meninggal dunia sebanyak 4 orang.



Kurva peningkatan pasien corona yang terus meningkat ini menjadi perhatian serius Pemerintah Kabupaten Lahat untuk menerbitkan regulasi daerah menekan dan memutus mata rantai penyebaran corona di Bumi Seganti Setungguan. Kendati belum final, namun upaya regulasi penerapan Pembatasan Sosial Bersekala Besar (PSBB) di Lahat mulai gencar terdengar di masyarakat. 


Juru bicara Gugus Tugas Kabupaten Lahat Taufik Hidayat ketika di Konfirmasi awak media melalui pesan singkat WA mengungkapkan bahwa upaya penerbitan regulasi merupakan wewenang Pemerintah Derah. Kondisi Lahat saat ini menurutnya masih dalam status Zona Orange. 


"Terkait Regulasi penanganan dan Penanggulangan Covid-19 secara Nasional telah diatur dalam keputusan Presiden. Namun untuk Regulasi lain seperti penerapan PSBB maupun hal lain itu merupakan wewenang Pemerintah Daerah untuk menekan dan memutus mata rantai penyebaran Covid-19" ujarnya.



Disinggung apakah dimungkinkan untuk menerapkan Lock Down di Lahat sebagai alternatif lain untuk memutus mata rantai Covid-19, Hidayat menjelaskan bahwa penerpan Lock Down merupakan wewenang Pusat yang butuh kajian mendalam sebelum dilakukan penerapan. Mengingat status Lahat yang masih Zona Orange ada berbagai kemungkinan yang akan terjadi. Jika kesadaran warga terus dapat ditingkatkan dalam menerapkan protokol kesehatan mungkin Zona Orange akan berubah ke kuning dan kemungkinan bisa mendekati hijau. Dan sebaliknya jika Penerapan Protokol kesehatan mulai kendor Zona Orange bisa menjadi merah, dan penerapan PSBB mau tak mau harus dilakukan.



Ditempat terpisah, Ketua Gugus Tugas H.Alia Pandi, yang dikonfirmasi mengaku terus melakukan yang terbaik untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19 di Kabupaten Lahat. Sejauh ini kata dia, pihaknya terus melakukan tracking dan testing terhadap keluarga pasien kontak erat dan suspek sebagai upaya preventip.


"Untuk dapat memutus mata rantai penyebaran Covid-19 tentu tidak cukup hanya sebatas Pemerintah saja. Pemerintah dan Gugus Tugas juga harus bersinergi dengan lembaga pemerintah lainnya, baik itu TNI Polri dan semua elemen masyarakat untuk senantiasa terus menjalankan protokol kesehatan secara disiplin memutus rantai penularan covid-19" pungkasnya.(doni)

Hari Ini, Sebanyak 47 KK Warga Desa Karang Lebak Cair BLT DD


LAHAT, DS - Hari ini, Tim pencairan dana BLT DD Kecamatan mulak Ulu Kabupaten Lahat mencairkan dana BLT DD kepada 47 Kepala Keluarga (KK) warga Desa Karang Lebak. Dari total 113 KK jumlah keseluruhan warga di desa tersebut, tercatat sebanyak 47 KK penerima manfaat Bantuan Langsung Tunai ( BLT DD ) tahap ke 2 bulan ke 1. Begitu, Desa tersebut juga tercatat sebagai penerima bantuan lainnya dari Pemerintah seperti, penerima PKH sebanyak 28 KK, penerima sembako BPNT sebanyak 17 KK dan BST sebanyak 12 KK.


Sejauh ini, bantuan-bantuan tersebut telah digunakan sebagaimana mestinya oleh warga desa. Dimana bantuan yang diberikan merupakan bantuan dampak COVID-19, maka warga kurang mampu di Desa Karang Lebak hanya mempergunakan bantuan untuk keperluan pangan saja sebagai bentuk kerjasama dengan pemerintah dalam memutus mata rantai penyebaran Covid-19.


Demikian disampaikan oleh Kepala Desa Karang Lebak Herdiansyah saat di temui Duta Sumsel Usai Pembagian Bantuan dana BLT DD di desa tersebut.


Disamping penjelasan jumlah penerima bantuan, Kades Herdiansyah mengaku bahwa di masa Pandemi Covid-19, bantuan sekecil apapun itu bentuknya sangat diharapkan warga untuk meringankan beban mereka. Untuk itu ia berharap, selama masa Pandemi masih berlangsung bantuan tersebut kiranya jangan putus sebab itulah harapan satu-satunya yang bisa diandalkan oleh warga masa-masa sulit seperti sekarang ini.


"Kalau bisa kita sangat berharap bantuan seperti ini di masa pandemi jangan sampai putuslah. Sebab inilah harapan satusatunya yang bisa diandalkan warga tidak mampu untuk bertahan hidup dimasa-masa sulit seperti sekarang ini" ujarnya, Senin (31/08/2020)



Dalam kesempatan tersebut turut hadir Camat Mulak Ulu Elsye Hartuti S. STPP. MM untuk memastikan bantuan yang dicairkan diterima langsung oleh warga yang berhak. Disetiap pencairan BLT DD Elsye semampunya senantiasa berupaya menyaksikan langsung proses pencairan dana secara langsung kepada warga penerima manfaat.



Sosok Elsye yang berkharisma dan rajin turun ke lapangan senantiasa menjadi sebuah kerinduan yang dinanti-nantikan warga. Ibarat dunia pewayangan Elsye mungkin bisa disebut sebagai Prabu Basukunti atau Sinter Klas yang suka menolong siapa saja. Ketika Elsye turun ke Desa-Desa, 80 persen ia selalu membawa kabar baik yang disertai pembagian bala bantuan.



"Tidak pernah lelah untuk mensosialisasikan untuk senantiasa menerapkan perilaku hidup sehat dan bersih kepada seluruh warga di wilayah pemerintahannya terlebih saat dirinya turun ke desa-desa. Selalu mengingatkan untuk menggunakan dana bantuan untuk keperluan hidup saja bukan untuk gaya hidup. Kemudian mengingatkan warga untuk senantiasa menerapkan protokol kesehatan saat ke luar rumah.



Pantauan di lapangan, Pembagian Dana BLT DD tahap 2 bulan 1 di desa Karang Lembak Kecamatan mulak ulu tampak berjalan tertib dan lancar. Pembagian BLT DD tahap ke 2 bulan ke 1 tampak dihadiri Camat Mulak Ulu, Bhabin Kamtimas Polsek Mulak Ulu, Babinsa Mulak Ulu, Pendamping Desa, Ketua BPD serta perangkat Desa Karang Lebak. (novita)

DRA Ajak Warga Muba mengikuti proses rangkaian pendataan SP 2020.


MUBA, DS - Tepat hari ini 31 Agustus 2020 kick off Sensus Penduduk (SP) Tahun 2020 dimulai. Di Musi Banyuasin, Bupati Muba Dr Dodi Reza Alex Noerdin Lic Econ MBA sangat konsen dan getol mengajak warga untuk mengikuti proses rangkaian pendataan SP 2020. 


Dimana sebelumnya, Pembina dan Penggerak Olahraga Terbaik Indonesia tersebut gencar mengajak dan mensosialisasikan kepada warga Muba untuk mengisi Sensus Penduduk Online 2020 yang sudah dilaksanakan sejak 15 Februari 2020 lalu. 


"Mari kita warga Muba sambut dengan ramah kedatangan petugas SP 2020, demi mewujudkan Satu Data Kependudukan," ungkap Dodi Reza. 


Menurut Dodi, pendataan SP sangat penting untuk diikuti oleh seluruh warga masyarakat Muba. "Dalam proses pendataan nantinya tetap patuhi protokol kesehatan dan menjaga jarak aman," terangnya.


Kepala Badan Pusat Statistik Muba Sunita SE MSi menyebutkan, segala bentuk persiapan telah dilakukan jauh-jauh hari untuk melaksanakan SP Tahun 2020. "Di tengah suasana pandemi, kami beradaptasi dengan protokol kesehatan dan berjanji untuk lebih berhati-hati khususnya di wilayah Muba," sebutnya.


Sementara itu Kadin Kominfo Muba Herryandi Sinulingga APmengatakan data merupakan salah satu  kunci pembangunan di masa depan. Peran serta seluruh penduduk Muba saat ini diperlukan tanpa terkecuali, untuk dapat berperan aktif untuk  mewujudkan Satu Data Kependudukan indonesia Khususnya Kabupaten Musi Banyuasin 


"Petugas Sensus akan datang dan mencatat penduduk Indonesia secara serentak pada hari ini termasuk di Muba,"  untuk itu mari kita dukung program ini sehingga kita pastikan bahwa kita terdata  sebagai penduduk Indonesia tuturnya 


Diketahui, Muba merupakan daerah Terbaik Ketiga Respon Rate Sensus Penduduk Online 2020 di Sumsel. 


Sampai dengan saat ini 60,88 persem KK masyarakat Muba sudah mengikuti sensus penduduk online. Dan masih ada kurang dari 40% yang belum terdata, dan akan dilakukan pada September 2020 ini yang akan dilakukan pendataan langsung oleh petugas SP 2020.(hsrill)

Ngobrol Bareng Nelayan, Wabup Muba Ajak Jaga Biota Sungai


MUBA,DS. - Meskipun libur akhir pekan, tidak menyurutkan semangat Bupati Muba Dr H Dodi Reza Alex Noerdin melalui Wakil Bupati Muba Beni Hernedi  mengunjungi warga masyarakat untuk bersilaturahmi dan sosialisasi terkait menjaga kelestarian sumber daya ikan serta biota sungai di Kabupaten Muba, Khususnya di Kecamatan Sungai Lilin.


Untuk itu, Wakil Bupati Musi Banyuasin Beni Hernedi mengingatkan seluruh masyarakat supaya tidak mencari atau menangkap ikan dengan meracun atau setrum. Karena bisa mengakibatkan kerusakan ekosistem air.

Hal ini, disampaikannya langsung saat melakukan Kunjungan Kerja sekaligus Bersilaturahmi dengan Para Nelayan di Desa Pinang Banjar Kecamatan Sungai Lilin, Sabtu (29/8/2020).

Menurut Wabup Beni Hernedi, mencari ikan dengan meracun atau setrum selain merusak biota air ataupun populasi ikan, juga berbahaya bagi manusia dan bisa hilangnya ikan diperairan. Dirinya juga menyarankan, alangkah lebih baiknya bila Nelayan mencari ikan dengan cara tradisional. Misalnya dengan menjala atau memancing.

Oleh sebab itu, Beni mengajak masyarakat bersama-sama mengawasi supaya tidak ada lagi yang mencari ikan dengan racun ataupun setrum. 

Beni juga mengatakan bahwa Pemkab Muba siap membantu para nelayan di pinang Banjar dalam menyiapkan wadah para nelayan. Dan terkait soal anggaran, Wabup Beni Hernedi minta Dinas terkait yaitu Dinas Perikanan Kabupaten Muba dan  DPRD Muba untuk bisa membantu alat tangkap ikan dan perahu buat nelayan khususnya nelayan di Desa Pinang Banjar.

"Kita ingin membangkinkan lagi dan harus merevitalisasi kembali budaya kearifan lokal dengan cara-cara kebaharian, dan budaya tradisional yang sebetulnya menjadi kekuatan ekonomi kerakyatan karena banyak rakyat yang menggantungkan hidup di sini, dan menjadi perhatian kita semua,"terangnya.

Dalam kesempatan ini, Beni Hernedi juga
meminta partisipasi aktif dari masyarakat dalam Kecamatan Sungai Lilin bisa mengawasi dan menginformasikan ke pemerintah atau pihak berwajib jika mengetahui ada masyarakat yang masih melakukan tindakan tersebut, sehingga dapat segera ditindaklanjuti.

"Oleh karena itu peran serta masyarakat sangat diperlukan untuk bersama-sama menjaga kelestarian dan pemanfaatan lingkungan perairan di Muba. Dan diharapkan masyarakat sadar dan dapat melaporkan kepada kami dan pihak berwajib apabila mendapati orang yang menangkap ikan dengan setrum," ungkapnya.

Sementara Camat Sungai Lilin, Agus Kurniawan, SIP MSi menyampai bahwa pihaknya siap membantu terbentuknya organisasi bagi para nelayan di Desa Pinang Banjar Kecamatan sungai Lilin. 

"Alhamdulillah, kami hari ini merasa senang serta bangga atas kehadiran Pak Wabup Muba Beni di Kecamatan Sungai Lilin. Dan dalam hal ini, saya selaku Camat di Kecamatan Sungai Lilin ini siap membantu Pemkab Muba dan siap menjadi penasehat bagi organisasi para nelayan di desa Pinang Banjar dalam mendapatkan suatu perubahan pada nelayan tradisional menjdi nelayan modern yang mempunyai perahu yang cukup besar, serta alat tangkap ikan, demi peningkatan ekonomi para nelayan Desa Pinang Banjar,"katanya.

Senada, Edi Aprianto salah satu nelayan mengucapkan terima kasih atas segala perhatian yang diberikan Pemkab Muba kepada para nelayan.

"Kami nelayan Desa Pinang Banjar berterimakasih, dan kami juga berkomitmen untuk terus menjaga kelestarian lingkungan perairan sungai dengan cara menangkap ikan tidak dengan racun serta setrum,"pungkasnya.(hsril)

PT PERTAMINA EP ASSET 2 BUKA PENDAFTARAN BEASISWA NON IKATAN DINAS POLITEKNIK AKAMIGAS PALEMBANG


PRABUMULIH,DS -Seluruh tahapan gratis dan tanpa biaya, masyarakat diharap waspada penipuan-

Meskipun diterpa goncangan keuangan akibat pandemi Covid-19, PT Pertamina EP Asset 2 tetap melaksanakan komitmennya untuk terus memberikan beasiswa kepada masyarakat tidak mampu di ring 1 operasionalnya. Beasiswa ini merupakan beasiswa non ikatan dinas yang ke-7 sejak dimulainya tahun 2014 bekerjasama dengan Politeknik Akamigas Palembang. 

Beasiswa yang diberikan adalah beasiswa pembiayaan penuh perkuliahan selama 3 tahun, serta bantuan sertifikasi Toefl ITP, Summer School Program di Malaysia, serta biaya wisuda. Beasiswa diberikan kepada enam putra putri terbaik yakni masyarakat tidak mampu yang berprestasi yang berada di wilayah operasional PT Pertamina EP.

Legal & Relations CSR Analyst Imam Maulana mengatakan bahwa beasiswa kerjasama dengan Politeknik Akamigas Palembang merupakan komitmen CSR yang terdapat dalam Work Program & Budget 2020 yang tetap menjadi prioritas dalam rangka mendukung kemajuan pendidikan khususnya masyarakat tidak mampu di wilayah sekitar operasional Pertamina EP dalam hal ini agar dapat mendapatkan kesempatan belajar dan bekerja di industri migas dan pertambangan.

Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, pendaftaran dan seleksi masuk dilaksanakan secara online, kecuali tes kesehatan. Hal ini dilaksanakan karena proses tahapan konvensional tidak memungkinkan dikarenakan pandemi Covid-19. Tahapan dan seleksi ini diantaranya adalah seleksi administrasi dengan melakukan pendaftaran dan penyerahan berkas secara online di http://bit.ly/beasiswa-2020  mulai 1-13 September 2020, dilanjutkan dengan Tes Psikotes dan Tes Potensi Akademik secara online, tes kesehatan di RS Pertamina Prabumulih, dan tes wawancara secara online.

Menurut Ketua Program Studi Teknik Eksplorasi Produksi Migas Politeknik Akamigas Palembang Roni Alida, pengumuman peserta yang lolos seleksi di setiap tahap hanya akan diumumkan pada website resmi Politeknik Akamigas Palembang yaitu www.poliakamigasplg.ac.id dan Instagram poliakamigasplg. Roni mengatakan seluruh tahapan dibiayai sponsor dalam hal ini PT Pertamina EP sehingga apabila ada pihak-pihak yang mengatasnamakan Pertamina EP atau Politeknik Akamigas Palembang meminta pungutan biaya dan sebagainya maka itu tidak dibenarkan dan pihak Pertamina EP dan Politeknik Akamigas Palembang tidak bertanggungjawab atas hal tersebut.

Roni juga menegaskan bahwa proses seleksi dilakukan dengan jujur dan adil, serta tidak dibenarkan melakukan lobi baik oleh peserta sendiri, keluarga, atau melalui pejabat setempat, apabila melakukan hal tersebut dan terkonfirmasi kebenarannya akan langsung didiskualifikasi.

Pihak PT Pertamina EP Asset 2 dan Politeknik Akamigas Palembang mengingatkan masyarakat agar waspada terhadap penipuan, selain itu juga masyarakat khususnya calon pendaftar agar tidak keliru dalam mendaftar dan menyimak seluruh tahapan seleksi, link pendaftaran hanya di http://bit.ly/beasiswa-2020.

Serap Aspirasi Masyarakat, Muhammad Yamin Monitoring Reses III di Desa Tanah Abang


MUBA,DS. - Serap Aspirasi Masyarakat, anggota DPRD kabupaten Musi Banyuasin Daerah Pemilihan II, kecamatan Batang Hari Leko, Sanga Desa, Plakat Tinggi, Lawang Wetan, Babat Toman, Muhammad Yamin melaksanakan Reses III Masa Persidangan III.


Reses yang dilangsungkan ini adalah bertujuan menyerap Aspirasi dan keluhan Masyarakat untuk dibawah kedalam masa Persidangan serta Planing pembangunan pada tahun-tahun berikutnya.



Muhammad Yamin dalam kesempatannya melaksanakan Reses III Masa Persidangan III menyasar pada desa Tanah Abang kecamatan Batang Hari Leko kabupaten Musi Banyuasin, Jumat (28/8/2020).


Ketua Fraksi PDI Perjuangan yang juga sekaligus Ketua Komisi II DPRD kabupaten Musi Banyuasin ini dalam kesempatan Resesnya menuturkan, Iya memang kita pada masa Reses kali ini, yaitu Reses monitoring ke lapangan, mengecek langsung kondisi hasil pembangunan yang dilaksanakan pada tahun lalu yaitu 2019 dan 2018.


" Namun kita juga tetap melakukan sharing dan dialog dengan kepala desa serta masyarakat, guna menjaring informasi dan aspirasi dalam persoalan apa yang dihadapi serta menjadi kendala yang dialami oleh mereka, dan perlu kita perjuangkan bersama pada saat masa Persidangan III mendatang," dikatakan Muhammad Yamin.


Diketahui juga, Memang dalam reses kali ini tidak melakukan dialog secara formal dengan masyarakat, sehubungan masih merebaknya kasus Pandemi Covid-19. Namun, hal ini tidak menjadi kendala kita dalam menyerap aspirasi dari masyarakat, yang berkaitan dengan pembangunan, baik infrastruktur maupun pemberdayaan ekonomi kerakyatan.


" Dalam pelaksanaan Reses hari ini, kami banyak mengucapkan terimakasih, kepada segala pihak baik Camat Batang Hari Leko beserta seluruh staf nya, maupun kepada terkhususnya kepala desa dan masyarakat desa Tanah Abang, dan masyarakat Batang Hari Leko pada umumnya," ucapnya.


Terakhir, diharapkan dengan adanya kami hadir diantara mereka (Masyarakat) dapat menjadikan ini sebagai momentum penyambung tali silahturahmi serta dapat menjadi wakil rakyat yang mampu berjuang dengan Aspirasi-aspirasi yang tersalurkan.


" Dan harapan saya, semoga tetap terjalin hubungan silaturrahmi dan komunikasi yang berkesinambungan, demi kemajuan masyarakat sampai ke pelosok desa," harapnya.(hs)