NEWS

Slider

Bentuk Tim, Bupati Muba Dodi Reza Gandeng ICEF


JAKARTA,DS.COM - Sebagai daerah percontohan inisiasi pembangunan berkelanjutan, Musi Banyuasin dibawah kepemimpinan Bupati Muba Dr Dodi Reza Alex Noerdin Lic Econ MBA terus bergerak menginventarisir kelanjutan pembangunan ramah lingkungan di Bumi Serasan Sekate. 


Betapa tidak, imbas dari pandemi COVID-19 membuat beberapa program pembangunan berkelanjutan di Muba sedikit terhambat, namun hal tersebut sudah disiasati Pemkab Muba untuk kembali memulihkan program-program terobosan tersebut. 

"Kita akan menuju pada implementasi ekonomi sirkular, dengan menghasilkan produk inovasi yang berkelanjutan," ujar Dodi Reza yang juga Ketua Umum Lingkar Temu Kabupaten Lestari (LTKL) Indonesia di sela Pertemuan Dengan Tim Indonesia Circular Economy Forum (ICEF) dan Greneration Foundation di Graha Tirtadi 3rd Floor 308 Jakarta Selatan, Jumat (28/8/2020). 

Dodi menyebutkan, selama ini Muba telah memulai implementasi ekonomi sirkular dengan inisiatif pembangunan jalan aspal berbahan karet. "Hasilnya berjalan baik, bahkan Muba menjadi percontohan nasional dan diganjar reward oleh Kementerian PUPR atas keberhasilan terobosan inovasi tersebut," ulasnya. 

Lanjutnya, Muba saat ini juga tengah menggarap kawasan industri hijau yang tentunya berkelanjutan, dimana adapula inovasi pengelolaan kelapa sawit menjadi bahan bakar nabati (BBN) yang merupakan energi bari terbarukan. 

"Menjadikan ekonomi kita lebih sirkular adalah syarat mutlak jika kita ingin menciptakan masyarakat yang makmur, sekaligus menjaga planet kita. Ekonomi sirkular adalah ekonomi masa depan,” ujarnya.

Oleh sebab itu, tambah Dodi, Pemkab Muba akan bekerjasama dengan Tim Indonesia Circular Economy Forum (ICEF) dan Greneration Foundation dalam implementasi nantinya mewujudkan ekonomi sirkular. 

"Kita akan bentuk tim bersama Bappeda dan ICEF serta Generation Foundation untuk mewujudkan ekonomi sirkular nantinya di Muba," ungkapnya. 

Program Manager ICEF, Fahrian Yovantra menuturkan saat ini sangat perlu membawa Ekonomi Sirkular ke arah kebijakan pemerintah daerah, melalui Rencana Jangka Panjang dan Rencana Jangka Menengah yang terintegrasi dengan kebijakan ekonomi, lingkungan dan sosial sebagai upaya perwujudan target Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs).

"Kami melihat dan menilai Kabupaten dibawah kepemimpinan Bupati Muba Dodi Reza sudah ingin memulainya dan ini sangat berkotribusi positif pada perekonomian warga masyarakat Muba," ungkapnya. 

Ia menambahkan, dengan inisiasi Bupati Muba Dodi Reza tersebut tentu akan andil dalam upaya untuk mempercepat implementasi ekonomi sirkular di Indonesia. 

Dalam Pertemuan Dengan Tim Indonesia Circular Economy Forum (ICEF) dan Greneration Foundation tersebut Bupati Muba Dr Dodi Reza turut didampingi Plt Kepala Dinas Perkebunan Muba Akhmad Toyibir SSTP MSi, Ketua Harian LTKL Gita Syahrani, Generation Foundation Via Azlia, Program Officer ICEF Maria dan Stephani.(hsril)

Wujudkan Ketahanan Pangan di Masa Pandemi, Kodim 0405 Lahat Panen Jagung


LAHAT, DS - Komando Distrik Militer (Kodim) 0405/Lahat bersama Pemerintah Kabupaten Lahat dan Unsur FKPD Lahat menggelar panen perdana demplot (percontohan) tanaman jagung dalam rangka menjaga ketahanan pangan di masa pandemi covid-19 di Makodim 0405/Lahat, Jumat (28/08/2020)

Dengan panen perdana jagung milik Kodim Lahat kali ini, diharapkan dapat menjadi contoh bagi seluruh kalangan masyarakat untuk turut serta bercocok tanambidang ketahanan pangan, seperti jagung, umbi-umbian dan sayuran di pekarangan rumah.


Komandan Kodim 0405/Lahat, Letkol Kav Shawaf Al Amien SE mengatakan, masa panen Jagung di lingkungan Kodim Lahat adalah bagian dari upaya ketahanan pangan dimasa pandemi Covid-19. Disamping2 sebagai salah satu contoh bagi masyarakat agar turut serta dalam pertanian demi mencukupi ketersediaan pangan.


“Apalagi saat ini di masa pandemi Covid-19, karena itu kami ingin memberikan contoh, bahwa tidak hanya membudidayakan jagung, namun bisa juga dengan memanfaatkan lahan pekarangan sebagai tempat bertanam sayuran dan lainnya sebagai pengganti makanan alternatif” ujar orang nomor satu di makodim Lahat itu.



Sementara itu, Wakil Bupati Lahat H.Haryanto SE MM MBA turut mengapresiasi Kodim 0405/Lahat karena telah memberikan contoh dan edukasi kepada masyarakat Kabupaten Lahat untuk memanfaatkan pekarangan rumah untuk bercocok tanam seperti sayuran yang dapat dikonsumsi sebagai alternatif ketahanan pangan di masa Pandemi Covid-19.


“Kami atas nama Pemerintah Lahat sangat mengapreasiasi Dandim 0405/Lahat yang mana telah menggerakkan kegiatan pertanian khususnya tanaman Jagung sebagai alternatif ketahanan pangan di masa pandemi.  Terima kasih atas edukasinya bagi masyarakat kita bahwa dengan mandiri kita bisa memenuhi kebutuhan pangan kita sendiri,” ujarnya disela-sela panen jagung bersama.


Turut hadir dalam kegiatan tersebut, Wakil Bupati (Wabup) Lahat H.Haryanto SE MM MBA, Dandim 0405 Lahat Letkol Kav Shawaf Al Amien SE, Kasdim 0405 Lahat Mayor Inf Agus Salim, Kapolres Lahat AKBP Achmad Gusti Hartono SIK, Kasat Binmas AKP Herdi Fahrudin SE, OPD Pemkab Lahat, Kadis Pertanian Ir. Otong Heriadi M.Si, bersama Kabid, Kabag, dan Pegawai Dinas Pertanian, Staf Khusus Bupati, Ketua Persit, Dinas Koperasi Kodim 0405 Lahat, dan jajaran anggota Kodim 0404 Lahat. (idham/novita)

Pendapatan Pajak Sektor PBB Lahat Lampaui Target


LAHAT, DS - Upaya pemerintah Kabupaten Lahat untuk terus meningkatkan pendapatan dari sektor pajak mulai menunjukkan hasil yang signifikan. Peningkatan tersebut tentu saja bukan tanpa sebab. Pasalnya, pencapaian realasasi pendapatan daerah disektor PBB hingga melampaui target diketahui berkat terobosan Bupati Lahat Cik Ujang melalui Surat Edaran Bupati Lahat No 800/1335/bapenda II/2020 kepada seluruh aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Lahat untuk segera melunasi kewajiban berupa pembayaran Pajak Bumi dan Bangunan. 



Hasilnya, sejak surat edaran secara resmi diterbitkan, dana pajak PBB di Badan Pendapatan Daerah Lahat dalam waktu enam hari (19-25/08/2020) sudah berhasil mengumpulkan pendapatan sebesar Rp.2,8 Miliar. Berdasarkan data yang berhasil dikumpulkan Duta Sumsel Wajib Pajak (WP) sepanjang enam hari terakhir yang melakukan kewajiban pembayaran pajak masih didominasi oleh ASN. Artinya kesadaran ASN Lahat  untuk membayar pajak mulai meningkat.



"Alhamdulillah berkat surat Edaran Bupati, tingkat kesadaran ASN kita untuk membayar pajak semakin tinggi. Buktinya selama seminggu Bapenda Lahat telah berhasil mengumpulkan pendapatan dari sektor PBB sebesar Rp.2,8 miliar dan talah melampaui target" ujar Kepala Bapenda Lahat Suberanudin melalui Kepala Bidang PBB dan BPHTB Bapenda Lahat Henri Firmansyah, kepada Duta Sumsel ketika disambangi di ruang kerjanya Jumat (28/08/2020).



Dikatakan, target semula yang hanya Rp.2,1 miliar dengan yang telah teekumpul saat ini Rp.2,8 miliar berarti pendapatan pajak dari sektor PBB telah melalampaui target atau sekitar 141 %.



Dikatakan, kewajiban membayar pajak PBB tidak hanya berlaku untuk ASN saja. Surat edaran Bupati juga berlaku kepada seluruh masyarakat Kabupaten Lahat. "Mari bayar pajak tepat waktu sebab pajak yang dibayarkan untuk kepentingan pembanguanan" ujarnya seraya menambahkan kedepan pihaknya akan senantiasa berupaya semaksimal mungkin untuk terus menggenjot pendapatan daerah disemua sektor.



"Sekarang ini petugas di lapangan sedang melakukan pendataaan objek pajak, baik itu rumah makan, pajak hiburan, Kuasa Pertambangan, dan pajak lainnya. Diharapkan 2022 mendatang kecamatan Lahat melalui objek pajaknya sudah melakukan update data real untuk kemudian ditetapkan sebagai wajib pajak"pungkasnya. (Dni)

DPP PDI Perjuangan Umumkan Paslon Bupati Ogan Ilir. Ini Datanya.


JAKARTA, 
DS-  DPP PDI Perjuangan mengumumkan 4 pasangan calon gubernur-wakil gubernur, dan 58 pasangan calon kepala daerah (Cakada) tingkat kabupaten/kota, lewat pengumuman gelombang IV yang dilaksanakan secara virtual, di Jakarta, Jumat (28/8/2020).

Sebelumnya, PDI Perjuangan sudah mengumumkan Gelombang I pada 19 Februari, lalu Gelombang II pada 17 Juli, dan Gelombang III pada 11 Agustus 2020 lalu.

Pengumuman kali ini dibacakan oleh Ketua DPP PDI Perjuangan bidang politik, Puan Maharani, dan disaksikan Ketua Umum Megawati Soekarno Putri, Sekjen Hasto Kristiyanto, serta Ketua DPP Bidang Pemenangan Pemilu Bambang Wuryanto. Sejumlah Ketua DPP dan struktur pusat partai lainnya juga hadir seperti Eriko Sotarduga, Juliari Batubara, Djarot Saiful Hidayat, Wiryanti Sukamdani, dan Ribka Tjiptaning.

“Syukur alhamdulillah, bahwa pada kesempatan ini kita akan masuk pada pengumuman rekomendasi calon kepala daerah dan calon wakil kepala daerah gelombang ke IV, yang akan dilakukan pada hari ini Jumat 28 Agustus 2020. Sekarang saya akan membacakan terkait rekomendasi yang akan diberikan kepada calon kepala daerah dan calon wakil kepala daerah,” kata Puan di awal pernyataannya sebelum pengumuman itu.

“Semoga yang diumumkan ini tidak menyia-nyiakan rekomendasi ini dan terus berjuang keras bersama rakyat. Merdeka,” pungkas Puan.

Dari sejumlah nama yang diumumkan oleh Puan, termasuk diantaranya adalah Adly Fairuz, cucu Wakil Presiden KH Ma’ruf Amin, Ahmad Adly Fairuz, yang maju sebagai calon wakil bupati Karawang berpasangan dengan Dr. Yessy Karya Lianti, MARS. Sementara empat pasangan gubernur-wakil gubernur yang diumumkan termasuk untuk Provinsi Jambi, Provinsi Kepulauan Riau, Provinsi Kalimantan Utara, dan Provinsi Sulawesi Tengah. Berikut data lengkapnya.

Daftar Rekomendasi Calon Kepala Daerah dan Calon Wakil Kepala Daerah Dari PDI Perjuangan Pilkada 2020. Gelombang IV- Jumat, 28 Agustus 2020

*Provinsi: *

  1. Provinsi Jambi: Cek Endra dan Ratu Munawaroh
  2. Provinsi Kepulauan Riau: DR. H.M. Soerya Respationo, SH., MH dan Iman Sutiawan, S.E
  3. Provinsi Kalimantan Utara Drs. Zainal Arifin Paliwang, SH, M.Hum dan DR. Yansen, TP, M.Si
  4. Provinsi Sulawesi Tengah Dr. Mohamad Hidayat Lamakarate, M.Si dan Dr. Ir. Bartholomeus Tandigala, SH., CES.

Kabupaten/Kota:

Sumatera Utara

  1. Labuhanbatu: dr. Erik Adtrada Ritonga, MKM dan Ellya Rosa Siregar, S.Pd., M.M.
  2. Tapanuli Selatan: Dolly Putra Parlindungan Pasaribu, SPT., M.M. dan Rasyid Assaf Dongoran, M.Si

Sumatera Barat

  1. Pasaman: H. Benny Utama, S.H., M.M. dan Sabar, AS., S.Ag
  2. Kota Solok: Reiner, S.T., M.M. dan Andri Maran DT .PTO Rajo
  3. Sijunjung: Ashelfine, S.H., M.H. dan H. Sarikal, S.Sos., M.M.
  4. Pasaman Barat: H. Hamsuardi, S.Ag. dan Risnawanto, S.E.
  5. Padang Pariaman: Suhatri Bur Datuak Putih, S.E., M.M. dan Drs. Rahmang, M.M.

Riau

  1. Siak: Drs. H. Said Arif Fadillah, M.Si. dan Sujarwo, SM

Kepulauan Riau

  1. Karimun: H. Aunur Rafiq , S.Sos., M.Si. dan H. Anwar Hasyim, M.Si.

Jambi

  1. Kota Sungai Penuh: Drs. Ahmadi Zubir, M.M. dan Hardizal, S.Sos., M.H.
  2. Bungo: H. Mashuri, S.E., M.E. dan H. Syafrudin Dwi Apriyanto, S.P.D.

Sumatera Selatan

  1. Ogan Ilir: H.M. Ilyas Panji Alam, S.E., S.H., M.M. dan Ir. H. Endang PU, Ishak, S.H., M.Si.
  2. Ogan Komering Ulu: Drs. H. Kuryana Azis dan Drs. Johan Anuar, SH., MM
  3. Penukal Abab Lematang Ilir: Ir. H. Heri Amalindo, M.M dan Drs. Soemarjono

Bengkulu

  1. Bengkulu Utara: Ir. Mian dan Arie Septia Adinata, SE
  2. Mukomuko: Sapuan, S.E., M.M., Ak., CA., CPA. dan Wasri
  3. Seluma: Edison Simbolon, S.Sos., M.Si. dan Khairi Yulian, S.Sos., M.M.
  4. Bengkulu Selatan: H. Budiman, S.Pd., M.M. dan Helmi Paman, S.Sos.

Jawa Barat

  1. Karawang: Dr. Yessy Karya Lianti, MARS dan Ahmad Adly Fayruz
  2. Indramayu: Nina Agustina dan Lucky Hakim
  3. Sukabumi: Dr. H. Abu Bakar Sidik, M.Ag dan Sirojudin

Jawa Tengah

  1. Klaten: Hj. Sri Mulyani dan H. Yoga Hardaya, SH,MH
  2. Wonogiri: Joko Sutopo dan Setyo Sukarno
  3. Kota Magelang: Aji Setiawan, S.Ikom., MM. dan Dra. Windarti Agustina
  4. Kendal: H. Tino Indra Wardono dan Mukh Mustamsikin, S.Ag.,M.S.I

Bali

  1. Kota Denpasar: I Gusti Ngurah Jaya Negara, S.E. dan I Kadek Agus Arya Wibawa, S.E., M.M.
  2. Karangasem: I Gede Dana, S.Pd., M.Si. dan Dr. I Wayan Artha Dipa, S.H., M.H.
  3. Badung: I Nyoman Giri Prasta dan Drs. I Ketut Suisa, S.H.
  4. Bangli: Sang Nyoman Sedana Arta, S.E. dan I Wayan Diar, SST., Par.
  5. Jembrana: I Made Kembang Hartawan, S.E., M.M. dan I Ketut Sugiasa, S.H., M.Si.
  6. Tabanan: Dr. I Komang Gede Sanjaya, S.E., M.M. dan I Made Edi Wirawan, S.E.

Nusa Tenggara Barat

  1. Lombok Utara: H. Djohan Sjamsu, SH dan Danny Karter Febrianto Ridwan, ST, MEng
  2. Lombok Tengah: H. Lalu Pathul Bahri, S.IP dan Dr. Haji M. Nursiah, S.Sos., M.Si
  3. Bima: Dr. H. Irfan dan H. Herman Alfa Edison
  4. Dompu: Hj. Eri Aryani Abubakar dan H. Ihtiar, SH

Nusa Tenggara Timur

  1. Timor Tengah Utara: Hendrikus Frengky Saunoah, SE dan Amandus Nahas
  2. Manggarai: Herybertus Gerardus Laju Nabit, SE., MA dan Heribertus Ngabut, SH
  3. Belu: Willybrodus Lay, SH dan Drs. J.T. Ose Luan
  4. Ngada: Helmut Waso dan Ir. Yohanes Tay, MM
  5. Sabu Raijua: Drs. Orient P. Riwu Kore dan Ir. Thobias Uly, M.Si
  6. Sumba Barat: Marthen Ngailu Toni, SP dan Ir. Agustinus Bernadus Bora
  7. Malaka: Dr. Stefanus Bria Seran, MPH dan Wandelinus Taolin, SE

Kalimantan Selatan

  1. Balangan: H. Abdul Hadi, S.Ag., M.I.Kom. dan H. Supiani, S.Sos., M.Si.

Kalimantan Timur

  1. Berau: Hj. Seri Marawiah, S.Pd., M.Pd dan Agus Tantomo
  2. Mahakam Ulu: Drs. Y. Juan Jenau dan Indra Jaya, S.T

Kalimantan Utara

  1. Nunukan: Hj. Asmin Laura Hafid, SE., MM dan H. Hanafiah, SE , M. Si

Sulawesi Utara

  1. Bolaang Mongondow Timur: Dr. Suhendro Boroma dan Drs. Rusdi Gumalangit

Sulawesi Selatan

  1. Luwu Utara: Hj. Indah Putri Indriani dan Suaib Mansur, S.T., M.Si.
  2. Maros: H. Chaidir Syam, S.Ip., M.H. dan Hj. Suhartina Bohari

Sulawesi Barat

  1. Majene: Dr. H. Fahmi Massiara, MH dan H. Lukman Nurman

Gorontalo

  1. Gorontalo: H. Tonny S. Junus dan H. Daryatno Gobel, S.IP., M.AP.

Maluku Utara

  1. Halmahera Timur: Ir. Moh. Abdu Nazar , M.Si dan Aziz Ajarat, S.PD., M.KES.

Papua

  1. Yahukimo: Abock Busup, MA dan Yulianus Heluka, S.H.
  2. Pegunungan Bintang: Costan Oktemka, S.Ip. dan Decky Deal, S.IP
  3. Waropen: Hendrik Wonatorey, S.Sos dan Korinus Reri, S.P., M.M.

Papua Barat

  1. Raja Ampat: H. Abdul Faris Umlati, SE dan Orideko Irino Budram, S.IP., M.Ec.Dev.
  2. Fakfak: Samaun Dahlan, S.Sos, M.AP dan Clifford H. Ndandarmana, S.E
  3. Teluk Bintuni: Ir. Petrus Kasihiw, M.T dan Matret Kokop, S.H.

Pembagian BLT DD Tahap 2 Desa Datar Balam Berjalan Lancar


LAHAT, DS - Pada hari ini, Jumat (28/08/2020) pembagian BLT DD tahap 2 bulan 1 di Desa Datar Balam berjalan aman dan lancar.  Data yang dapat dihimpun Duta Sumsel, Dari seluruh warga Desa Datar Balam Kecamatan Mulak Ulu Kabupaten Lahat Sumsel tercatat 123 Kepala keluarga yang berhak mendapatkan bantuan langsung tunai dampak Covid-19 ini. 


Jumlah tersebut hingga akhir acara penyaluran usai, tidak terdapat penambahan maupun pengurangan penerima. Artinya penyaluran bantuan BLT DD tahap dua bulan 1 di desa Datar Balam tetap berdasarkan data lama. 


"Sejauh ini tidak ada penambahan maupun pengurangan penerima bantuan. Data 123 KK peneeima bantuan tahap 1 sama dengan tahap ke 2" ujar Kepala Desa Datar Balam Elpa Edison.


Mengingat bantuan yang diberikan pemerintah sifatnya sementara yakni dampak dari virus corona, ia juga tidak lupa menghimbau warganya untuk tidak ke luar rumah jika tidak bersifat urgen. 



"Apabila tidak ada kerjaan penting jangan ke Kota dulu. Jaga kesehatan kita bersama. Virus ini bukan sembarang virus. Untuk memutus mata rantai penyebarannya ada pada diri kita sendiri. Yakin dengan disiplin diri covid-19 dapat ditekan. Senantiasa patuhi protokol kesehatan, jaga jarak, jaga kebersihan, cuci tangan dan selalu gunakan masker bila keluar rumah" ujarnya. 


Sementara itu Camat Mulak Ulu Elsye Hartuti S, STP. MM dalam kesempatan tersebut mengungkapkan bahwa  Pemerintah menggalokasikan dana melalui Dana Desa sebesar Rp 300.000 perbulan selama tiga bulan berturut- turut. Bantuan ini lanjutnya, merupakan wujud keperdulian Pemerintah kepada rakyat yang terkena dampak pandemi Covid-19. 




"Seluruh Perekonomian Global juga terkena dampak dari Covid-19. Jadi, kami sangat berharap gunakanlah dana sebesar Rp 300.000 tersebut untuk membeli kebutuhan pokok. Jangan digunakan untuk hal-hal lain. Untuk sementara waktu jangan dulu melakukan kegiatan sosial yang bisa memicu kerumunan. Gerakan 3 M ( memakai masker, mencuci tangan dan  menjaga jarak) harus tetap di galakan. Bila ada pendatang dari luar kota mohon untuk dikarantina, selalu siapkan galon cuci tangan beserta sabun hal ini untuk menekan peredaraaan Covid-19" paparnya.


Selain itu Camat menghimbau kepada masyarakat Mulak Ulu khususnya Desa Datar Balam untuk tidak membuang sampah sembarangan demi terciptanya lingkungan yang bersih. Pembagian BLT DD ini dihadiri Kanit Binmas Polsek Mulak Ulu,  Kasi Ekobang, Pendamping Desa, Perangkat Desa serta undangan lainnya.

Sekda Muba Lantik 31 Pejabat Fungsional Dinkes dan Koordinator Wilayah Dikbud


MUBA,DS. - Bupati Musi Banyuasin Dr H Dodi Reza Alex Noerdin Lic Econ MBA diwakili Sekda Muba Drs H Apriyadi MSi Melantik dan Mengambil Sumpah 31 orang Pejabat Fungsional di Lingkup Pemkab Muba, Kamis (27/8/2020) di Ruang Auditorium Pemkab Muba.


31 orang Pejabat Fungsional yang dilantik dan diambil sumpahnya oleh Sekda ini, terdiri dari 16 orang pejabat fungsional dari Dinas Kesehatan dan 15 orang Koordinator Wilayah Kecamatan dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Kabupaten Muba.


Acara pelantikan juga disiarkan langsung lewat link live streaming media sosial BKPSDM Muba dan tetap mematuhi Protokol Kesehatan COVID-19, semua pejabat dan undangan memakai masker, dan berlangsung khidmat.


Dalam arahannya, Sekda Muba Drs H Apriyadi MSi mengemukakan bahwa pejabat fungsional akan lebih fokus dalam melaksanakan tupoksi di masing-masing pekerjaan yang di embannya. 


Untuk itu kata Sekda, kepada pejabat fungsional yang baru dilantik dan diambil sumpahnya pada hari ini selamat bekerja, dengan harapan mampu membuktikan kemampuanya dengan menunjukan prestasi kerjanya yang baik dimasa yang akan datang. 


"Saya percaya bahwa saudara-saudara akan melaksanakan tugas dengan sebaik-baiknya sesuai dengan tanggung jawab yang diberikan, dan diharapkan dapat memberikan pelayanan yang maksimal kepada masyarakat. Maka, sekali lagi, saya tekankan agar senantiasa menunjukan dedikasi, loyalitas dan kinerja yang tinggi,"pungkasnya.(Hsril)

Camat Mulak Ulu Ingatkan Kades Untuk Tidak Mark Up Anggaran


LAHAT, DS - Camat Mulak Ulu Elsye Hartuti S, STP. MM menekankan kepada pemerintahan dibawahnya untuk tidak bermain-main dalam pengelolaan anggaran dana desa baik BLT DD, DD, ADD dan Sumber Pendapatan lainnya jika tidak ingin bermasalah atau berurusan dengan aparat penegak hukum (APH). 


"Seluruh proses penyaluran dana dan serapan anggaran yang bersumber dari APBDes bayak yang memantau. Baik itu masyarakat, LSM penggiat anti korupsi, media massa hingga aparat penegak hukum. Untuk itu saya mengingatkan agar pengelolaan dana dapat dikelola sesuai dengan prosedur petunjuk pelaksanaan (juklak) yang berlaku agar tidak berbenturan dengan mekanisme dan hukum yang berlaku" ujar Elsye Camat Mulak Ulu disela Monitoring dan Evalusi penyaluran Dana Desa tahap 2 bulan 1 sebesar Rp 300.000 perbulan Juli 2020 di Desa Sukananti, Kamis (27/08/2020).



Dikatakan, hasil pemantauan dilapangan sejauh ini, Desa Sukananti sudah melaksanakan kegiatannnya dengan melaksanakan pembagian BLT tahap 1 dan 2 dengan baik. Menurutnya, Moniv dan Evaluasi yang dilakukan pihaknya merupakan suatu kewajiban dan tanggung jawab dari Kecamatan memantau penyaluran dana di tingkat pemerintahan bawah.


"Tidak ada sanksi namun ada tanggung jawab dari Kecamatan untuk melakukan Moniv, pengawasan. Dari dana yang dikeluarkan harus pula diimbangi dengan kinerja dan jangan sampai terjadi kelalaian penganggaran RAB ataupun hal lainnya yang bisa mengganggu konsentrasi pembangunan" imbuhnya.


Camat juga menghimbau kepada Kades untuk tidak bermain di titik nol. Terlebih kata dia, proyek dari luar jangan disampingkan dengan dana Desa. "Sarana Produktif Desa jangan saling pinjam, juga tidak boleh melakukan Mark Up, serta Administrasi harus terselesaikan dengan baik agar Kades tidak tersandung dengan hukum" pungkasnya.


Edisar Kades Desa Sukananti menyambut positif apa yang disampaikan Camat menurut Kades, Pembangunan di Desa Sukananti dengan menggunakan.Dana Desa di bangunkan pada Tembok Penahan dan Pagar PAUD yang langsung menyentuh ke masyarakat.


Selain itu juga Sosialisasi tentang pemahaman pentingnya pemakaian masker serta prilaku hidup sehat senantiasa terus digalakkan di desa tersebut. (nov)

Petugas Kecamatan Bayung Lincir Gelar Pemusnahan WC Darurat Tepian Sungai


MUBA, DS - Pemerintah Kecamatan Bayung Lencir bersama UPTD Puskesmas, TP. PKK Kecamatan Bayung Lencir melakukan sosialisasi sekaligus pemusnahan "bong" milik masyarakat Kelurahan Bayung Lencir yang berada disepanjang tepian sungai lalan dalam rangka mendukung target pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin bebas buang air besar sembarangan atau Open Defecation Free (ODF) pada tahun 2021.


Kamis, 27 Agustus 2020 satu persatu rumah warga kelurahan Bayung Lencir di areal tepian sungai yang masih menggunakan "bong" (wc cemplung sungai) didatangi oleh tim terpadu yang diinisiasi oleh Lurah Bayung Lencir, Syarif Hidayat, SE mendapatkan edukasi tentang penggunaan jamban sehat.

"Harapan kami nantinya semua warga di Kelurahan Bayung Lencir dapat menerapkan prilaku hidup bersih dan sehat, salah satu diantaranya dengan menggunakan jamban yang sehat" ujar Syarif.

Dijelaskan syarif bahwa tantangan untuk menerapkan ODF di kelurahan Bayung Lencir adalah sebagian wilayahnya dilalui aliran sungai lalan, sehingga selain faktor kebiasaan, letak geografis juga menjadi tantangan dalam memberikan sosialisasi ke masyarakat.

"Alhamdulillah tadi 3 "bong" kita bongkar, dan sebagai gantinya kita berikan uang bantuan untuk pembuatan jamban sehat" terangnya.

Sementara Carman (53) salah satu pemilik "bong" mengucapkan terimakasih telah memberikan edukasi sekaligus bantuan kepada keluarganya agar beralih menggunakan jamban sehat.

"Terimakasih lah pak, keinginan la ado dari dulu, tapi terkendala biaya dan belom tau solusinyo cakmano kalau bong di bongkar, tapi hari ini kami sudah paham dan ado sulusi kalau mau berubah ke pola hidup sehat" kata pak Carman.

Camat Bayung Lencir, M.Imron SE.,MSi yang ikut melakukan pembongkaran "bong" menargetkan seluruh warga yang berada di tepian sungai dapat menerapkan ODF sesuai instruksi Pemerintah Kabupaten.

"Hari ini dimulai dari Kelurahan Bayung Lencir, setelahnya kami menargetkan seluruh Desa di Kecamatan Bayung Lencir akan kami data dan lakukan pembinaan, sehingga target yang di pasang Pemkab yaitu 90 persen ODF dapat terpenuhi di Bayung Lencir. Ujar Imron.

Sementara itu Ketua Forum Kabupaten Musi Banyuasin Sehat, Hj Thia Yufada Dodi Reza menyampampaikan apresiasinya kepada Pemerintah Kecamatan Bayung Lencir yang sudah merespon langsung turun ke masyarakat untuk mensukseskan Kabupaten Musi Banyuasin bebas buang air besar sembarangan atau Open Defecation Free (ODF) pada tahun 2021.

"Taget kita kedepan warga di Kab Muba semuanya dapat merapkan ODF, minimal targetnya 90 persen di tahun 2021, saya berharap kecamatan lain juga ikut menggalakkan ke lapisan masyarakat bawah terkait ini" Terang nya.

Diketahui bahwa Kabupaten Musi Banyuasin pada tahun 2021 mengikuti Penilaian Swastisaba Wiwerda (taraf pembinaan), dimana sebelumnya di tahun 2019 berhasil mendapatkan Swastisaba Padapa (taraf pemantapan).(hsril) 

Jeritan Pelajar di Tengah Pandemi Corona


DUTASUMSEL.COM - Ibarat hantu begitulah saya menyebut Corona atau yang belakangan biasa disebut Covid-19. Ukurannya yang sangat halus mencapai 125 nanometer atau 0,125 mikrometer hanya mampu terdeteksi oleh alat medis dan tak satu pun manusia yang bisa melihat wujudnya dengan mata telanjang. 


Ia kerap disebut sebagai jelmaan pencabut nyawa tanpa memandang siapa korbannya. Baik ia pejabat, masyarakat biasa, tua dan muda sama dimatanya. Sejak lahir di Wuhan China 2019 lalu, corona menjadi pembawa musibah terbesar sepanjang sejarah peradaban dunia. Corona berhasil melumpuhkan semua lini ekonomi mulai dari yang kecil hingga yang berskala besar. Bahkan yang tak disangka-sangka mahluk kecil bernama virus Covid-19 ini mampu menutup prosesi ibadah haji hingga bandara terbesar di dunia sekalipun.


Tidak hanya disektor ekonomi, Covid-19 juga telah berhasil membunuh jutaan jiwa masuarakat duni dan sekitar 7000 jiwa warga Indonesia.


Berbagai langkah yang ditempuh  demi memutus mata rantai virus mematikan ini sudah dilakukan oleh Pemerintah bahkan juga oleh masyarakat. Tak terhitung sudah biaya yang digelontorkan oleh pemimpin-pemimpin dunia untuk memutus mata ranai penyebaran virus ini. 



Hasilnya, meski belum signifikan namun sedikit telah meringakan masyarakat. Berbagai regulasi sudah mulai diterbitkan oleh Pemerintah untuk memperbaiki kondisi ekonomi yang sempat terpuruk dampak dari pandemi Covid-19. Beberapa bandara, pelabuhan dan terminal serta pusat perbelanjaan mulai dibuka bahkan hingga tempat hiburan juga sudah menyusul meraimakan pergerakan ekonomi di era new normal.


Namun pengoperasian kembali bandara, pelabuhan, teeminal dan pusat-pusat ekonomi sedikit berbanding terbalik dengan kondisi pendidikan. Dimana mall dan tempat keramaian lainnya telah beeoperasi, juatru dunia pendidikan masih ditutup. Pemerintah dengan regulasi di luar nalar menekankan dunia pendidikan belajar secara daring meski pendidikan karakter sebenarnya butuh belajar tatap muka.

Miris memang Sekolah ditutup sudah hampir 5 bulan lamanya pelajar kelas 6, 9 dan kelas XII harus lulus karena Corona.


Andien Ria Restu Cholik  14 tahun salah seorang pelajar MTsN 1 Lahat kelas 9 yang harus lulus karena Corona dan kini harus juga naik tingkat menuju Sekolah Menengah Atas, Andien akhirnya dimasukan Mamanya ke SMK N 2 Lahat Jurusan Bisnis. Pada suatu hari ketika Andien sedang bercengkrama dengan Mamanya dirumah.


Andien bilang kemamanya " Ma, adek bingung PR menumpuk dikerjakan dirumah, setelah selesai dikumpul, buat Video Senam, baca Alquran, tata cara Sholat dem tu sudah selesai tiba- tiba diberi tau oleh sekolah 100% lulus. Ngak ada acara perpisahan, ketemu kawan tapi masih ada untungnya ada group Whatshap dan belajar pun lewat Daring.


 Sedangkan di SMK Adek belum kenal wajah kawan di dunia nyata begitu juga guru tapi kemaren ketemu Pak Kepala Sekolah itupun waktu pendaftaran, Adek sudah kangen ingin memakai seragam sekolah  " beber Andien kepada Mamanya.


Dengan bijak Mama beri pengertian kepada Andien " Adek, wabah Pandemi Global Virus Corona merebak diseluruh Antereo  Jagar raya bukan hanya Negara Indonesia karena Corona Perekonomian, Pendidikan, Transportasi, dan lain- lain juga lumpuh. Untuk itulah kita harus berserah diri kepada Allah SWT dan disaat inilah kita harus mendekatkan  dan berserah  kepada Allah SWT, kita berharap semoga badai Corona ini berlalu  " jelas Mama Andien.


Akhirnya Andien pun mengerti apa yang dijelaskan mamanya. 



Lahat 27 Agustus 2020

Deteksi Dini COVID - 19, Ratusan Warga Jirak Jaya Jalani Rapid Test


MUBA, DS - Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasun bergerak cepat dengan melakukan rapid test dan swab antigen terhadap ratusan warga Desa Jirak, Desa Rejosari, dan Desa Jembatan Gantung Kecamatan Jirak Jaya, Rabu (26/8/2020).


Pemeriksaan itu digelar sebagai tindak lanjut dari rapid test yang dilakukan Pertamina EP Jirak Waterflood Project terhadap 750 pekerja dan pegawai, beberapa waktu lalu yang dilaksanakan di Stasiun Pengumpul Eksisting 2 Desa Jirak.

"Iya, Pertamina beberapa waktu lalu sudah melaksanakan rapid test terhadap 750 orang pekerja dan karyawan, maka hari ini kami meminta bantuan Dinas Kesehatan untuk juga melaksanakan rapid test bagi masyarakat disini." ujar Camat Jirak Jaya, Yudi Suhendra, Rabu (26/8/2020).

Disinggung mengenai hasil rapid test ratusan warga di tiga desa tersebut, Yudi menuturkan, hasil yang diperoleh yaitu seluruh warga dinyatakan negatif. "Ada ratusan warga yang ikut rapid test. Namun selain rapid test juga dilaksanakan PCR terhadap 6 warga, namun terkait hasil masih menunggu pemeriksaan dari RSUD Sekayu," jelas dia.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Muba, dr Azmi Dariusmansyah, diwakili Kepala Seksi Surveilans dan Imunisasi Seftiani Peratita, didampingi Kepala Seksi Pelayanan Kesehatan Primer dan Tradisional Epih, mengatakan, kegiatan ini sebagai tindak lanjut dari hasil skrining rapid test terhadap karyawan PT. Pertamina EP, serta untuk memastikan warga Kecamatan Jirak Jaya tidak terdampak COVID – 19.

Dikatakan Sefti, rapid test dan swab antigen dilakukan tetap dengan menjalankan protokol kesehatan. Dimana warga datang secara bergiliran untuk menghindari terjadinya kerumunan. Selain itu, seluruh warga datang menggunakan masker, cuci tangan sebelum masuk ruangan dan tetap jaga jarak saat antri.

"Ada ratusan warga yang menjalankan rapid test dan swab antigen. Untuk warga Kecamatan Jirak Jaya yang sudah menjalani rapid test tidak perlu panik, tetapi tetap waspada, jalankan protokol kesehatan dengan benar dan jaga daya tahan tubuh agar terhindar dari COVID - 19," tandas dia.

Kegiatan yang digelar di Balai Serba Guna Jirak itu ditangani oleh tim Dinas Kesehatan dalam hal ini PSC 119 dan dihadiri manajemen Pertamina EP Jirak Waterflood Project, Polsek Sungai Keruh dan anggota Koramil.(hsril)