NEWS

Slider

Sekda Muba Lantik 31 Pejabat Fungsional Dinkes dan Koordinator Wilayah Dikbud


MUBA,DS. - Bupati Musi Banyuasin Dr H Dodi Reza Alex Noerdin Lic Econ MBA diwakili Sekda Muba Drs H Apriyadi MSi Melantik dan Mengambil Sumpah 31 orang Pejabat Fungsional di Lingkup Pemkab Muba, Kamis (27/8/2020) di Ruang Auditorium Pemkab Muba.


31 orang Pejabat Fungsional yang dilantik dan diambil sumpahnya oleh Sekda ini, terdiri dari 16 orang pejabat fungsional dari Dinas Kesehatan dan 15 orang Koordinator Wilayah Kecamatan dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Kabupaten Muba.


Acara pelantikan juga disiarkan langsung lewat link live streaming media sosial BKPSDM Muba dan tetap mematuhi Protokol Kesehatan COVID-19, semua pejabat dan undangan memakai masker, dan berlangsung khidmat.


Dalam arahannya, Sekda Muba Drs H Apriyadi MSi mengemukakan bahwa pejabat fungsional akan lebih fokus dalam melaksanakan tupoksi di masing-masing pekerjaan yang di embannya. 


Untuk itu kata Sekda, kepada pejabat fungsional yang baru dilantik dan diambil sumpahnya pada hari ini selamat bekerja, dengan harapan mampu membuktikan kemampuanya dengan menunjukan prestasi kerjanya yang baik dimasa yang akan datang. 


"Saya percaya bahwa saudara-saudara akan melaksanakan tugas dengan sebaik-baiknya sesuai dengan tanggung jawab yang diberikan, dan diharapkan dapat memberikan pelayanan yang maksimal kepada masyarakat. Maka, sekali lagi, saya tekankan agar senantiasa menunjukan dedikasi, loyalitas dan kinerja yang tinggi,"pungkasnya.(Hsril)

Camat Mulak Ulu Ingatkan Kades Untuk Tidak Mark Up Anggaran


LAHAT, DS - Camat Mulak Ulu Elsye Hartuti S, STP. MM menekankan kepada pemerintahan dibawahnya untuk tidak bermain-main dalam pengelolaan anggaran dana desa baik BLT DD, DD, ADD dan Sumber Pendapatan lainnya jika tidak ingin bermasalah atau berurusan dengan aparat penegak hukum (APH). 


"Seluruh proses penyaluran dana dan serapan anggaran yang bersumber dari APBDes bayak yang memantau. Baik itu masyarakat, LSM penggiat anti korupsi, media massa hingga aparat penegak hukum. Untuk itu saya mengingatkan agar pengelolaan dana dapat dikelola sesuai dengan prosedur petunjuk pelaksanaan (juklak) yang berlaku agar tidak berbenturan dengan mekanisme dan hukum yang berlaku" ujar Elsye Camat Mulak Ulu disela Monitoring dan Evalusi penyaluran Dana Desa tahap 2 bulan 1 sebesar Rp 300.000 perbulan Juli 2020 di Desa Sukananti, Kamis (27/08/2020).



Dikatakan, hasil pemantauan dilapangan sejauh ini, Desa Sukananti sudah melaksanakan kegiatannnya dengan melaksanakan pembagian BLT tahap 1 dan 2 dengan baik. Menurutnya, Moniv dan Evaluasi yang dilakukan pihaknya merupakan suatu kewajiban dan tanggung jawab dari Kecamatan memantau penyaluran dana di tingkat pemerintahan bawah.


"Tidak ada sanksi namun ada tanggung jawab dari Kecamatan untuk melakukan Moniv, pengawasan. Dari dana yang dikeluarkan harus pula diimbangi dengan kinerja dan jangan sampai terjadi kelalaian penganggaran RAB ataupun hal lainnya yang bisa mengganggu konsentrasi pembangunan" imbuhnya.


Camat juga menghimbau kepada Kades untuk tidak bermain di titik nol. Terlebih kata dia, proyek dari luar jangan disampingkan dengan dana Desa. "Sarana Produktif Desa jangan saling pinjam, juga tidak boleh melakukan Mark Up, serta Administrasi harus terselesaikan dengan baik agar Kades tidak tersandung dengan hukum" pungkasnya.


Edisar Kades Desa Sukananti menyambut positif apa yang disampaikan Camat menurut Kades, Pembangunan di Desa Sukananti dengan menggunakan.Dana Desa di bangunkan pada Tembok Penahan dan Pagar PAUD yang langsung menyentuh ke masyarakat.


Selain itu juga Sosialisasi tentang pemahaman pentingnya pemakaian masker serta prilaku hidup sehat senantiasa terus digalakkan di desa tersebut. (nov)

Petugas Kecamatan Bayung Lincir Gelar Pemusnahan WC Darurat Tepian Sungai


MUBA, DS - Pemerintah Kecamatan Bayung Lencir bersama UPTD Puskesmas, TP. PKK Kecamatan Bayung Lencir melakukan sosialisasi sekaligus pemusnahan "bong" milik masyarakat Kelurahan Bayung Lencir yang berada disepanjang tepian sungai lalan dalam rangka mendukung target pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin bebas buang air besar sembarangan atau Open Defecation Free (ODF) pada tahun 2021.


Kamis, 27 Agustus 2020 satu persatu rumah warga kelurahan Bayung Lencir di areal tepian sungai yang masih menggunakan "bong" (wc cemplung sungai) didatangi oleh tim terpadu yang diinisiasi oleh Lurah Bayung Lencir, Syarif Hidayat, SE mendapatkan edukasi tentang penggunaan jamban sehat.

"Harapan kami nantinya semua warga di Kelurahan Bayung Lencir dapat menerapkan prilaku hidup bersih dan sehat, salah satu diantaranya dengan menggunakan jamban yang sehat" ujar Syarif.

Dijelaskan syarif bahwa tantangan untuk menerapkan ODF di kelurahan Bayung Lencir adalah sebagian wilayahnya dilalui aliran sungai lalan, sehingga selain faktor kebiasaan, letak geografis juga menjadi tantangan dalam memberikan sosialisasi ke masyarakat.

"Alhamdulillah tadi 3 "bong" kita bongkar, dan sebagai gantinya kita berikan uang bantuan untuk pembuatan jamban sehat" terangnya.

Sementara Carman (53) salah satu pemilik "bong" mengucapkan terimakasih telah memberikan edukasi sekaligus bantuan kepada keluarganya agar beralih menggunakan jamban sehat.

"Terimakasih lah pak, keinginan la ado dari dulu, tapi terkendala biaya dan belom tau solusinyo cakmano kalau bong di bongkar, tapi hari ini kami sudah paham dan ado sulusi kalau mau berubah ke pola hidup sehat" kata pak Carman.

Camat Bayung Lencir, M.Imron SE.,MSi yang ikut melakukan pembongkaran "bong" menargetkan seluruh warga yang berada di tepian sungai dapat menerapkan ODF sesuai instruksi Pemerintah Kabupaten.

"Hari ini dimulai dari Kelurahan Bayung Lencir, setelahnya kami menargetkan seluruh Desa di Kecamatan Bayung Lencir akan kami data dan lakukan pembinaan, sehingga target yang di pasang Pemkab yaitu 90 persen ODF dapat terpenuhi di Bayung Lencir. Ujar Imron.

Sementara itu Ketua Forum Kabupaten Musi Banyuasin Sehat, Hj Thia Yufada Dodi Reza menyampampaikan apresiasinya kepada Pemerintah Kecamatan Bayung Lencir yang sudah merespon langsung turun ke masyarakat untuk mensukseskan Kabupaten Musi Banyuasin bebas buang air besar sembarangan atau Open Defecation Free (ODF) pada tahun 2021.

"Taget kita kedepan warga di Kab Muba semuanya dapat merapkan ODF, minimal targetnya 90 persen di tahun 2021, saya berharap kecamatan lain juga ikut menggalakkan ke lapisan masyarakat bawah terkait ini" Terang nya.

Diketahui bahwa Kabupaten Musi Banyuasin pada tahun 2021 mengikuti Penilaian Swastisaba Wiwerda (taraf pembinaan), dimana sebelumnya di tahun 2019 berhasil mendapatkan Swastisaba Padapa (taraf pemantapan).(hsril) 

Jeritan Pelajar di Tengah Pandemi Corona


DUTASUMSEL.COM - Ibarat hantu begitulah saya menyebut Corona atau yang belakangan biasa disebut Covid-19. Ukurannya yang sangat halus mencapai 125 nanometer atau 0,125 mikrometer hanya mampu terdeteksi oleh alat medis dan tak satu pun manusia yang bisa melihat wujudnya dengan mata telanjang. 


Ia kerap disebut sebagai jelmaan pencabut nyawa tanpa memandang siapa korbannya. Baik ia pejabat, masyarakat biasa, tua dan muda sama dimatanya. Sejak lahir di Wuhan China 2019 lalu, corona menjadi pembawa musibah terbesar sepanjang sejarah peradaban dunia. Corona berhasil melumpuhkan semua lini ekonomi mulai dari yang kecil hingga yang berskala besar. Bahkan yang tak disangka-sangka mahluk kecil bernama virus Covid-19 ini mampu menutup prosesi ibadah haji hingga bandara terbesar di dunia sekalipun.


Tidak hanya disektor ekonomi, Covid-19 juga telah berhasil membunuh jutaan jiwa masuarakat duni dan sekitar 7000 jiwa warga Indonesia.


Berbagai langkah yang ditempuh  demi memutus mata rantai virus mematikan ini sudah dilakukan oleh Pemerintah bahkan juga oleh masyarakat. Tak terhitung sudah biaya yang digelontorkan oleh pemimpin-pemimpin dunia untuk memutus mata ranai penyebaran virus ini. 



Hasilnya, meski belum signifikan namun sedikit telah meringakan masyarakat. Berbagai regulasi sudah mulai diterbitkan oleh Pemerintah untuk memperbaiki kondisi ekonomi yang sempat terpuruk dampak dari pandemi Covid-19. Beberapa bandara, pelabuhan dan terminal serta pusat perbelanjaan mulai dibuka bahkan hingga tempat hiburan juga sudah menyusul meraimakan pergerakan ekonomi di era new normal.


Namun pengoperasian kembali bandara, pelabuhan, teeminal dan pusat-pusat ekonomi sedikit berbanding terbalik dengan kondisi pendidikan. Dimana mall dan tempat keramaian lainnya telah beeoperasi, juatru dunia pendidikan masih ditutup. Pemerintah dengan regulasi di luar nalar menekankan dunia pendidikan belajar secara daring meski pendidikan karakter sebenarnya butuh belajar tatap muka.

Miris memang Sekolah ditutup sudah hampir 5 bulan lamanya pelajar kelas 6, 9 dan kelas XII harus lulus karena Corona.


Andien Ria Restu Cholik  14 tahun salah seorang pelajar MTsN 1 Lahat kelas 9 yang harus lulus karena Corona dan kini harus juga naik tingkat menuju Sekolah Menengah Atas, Andien akhirnya dimasukan Mamanya ke SMK N 2 Lahat Jurusan Bisnis. Pada suatu hari ketika Andien sedang bercengkrama dengan Mamanya dirumah.


Andien bilang kemamanya " Ma, adek bingung PR menumpuk dikerjakan dirumah, setelah selesai dikumpul, buat Video Senam, baca Alquran, tata cara Sholat dem tu sudah selesai tiba- tiba diberi tau oleh sekolah 100% lulus. Ngak ada acara perpisahan, ketemu kawan tapi masih ada untungnya ada group Whatshap dan belajar pun lewat Daring.


 Sedangkan di SMK Adek belum kenal wajah kawan di dunia nyata begitu juga guru tapi kemaren ketemu Pak Kepala Sekolah itupun waktu pendaftaran, Adek sudah kangen ingin memakai seragam sekolah  " beber Andien kepada Mamanya.


Dengan bijak Mama beri pengertian kepada Andien " Adek, wabah Pandemi Global Virus Corona merebak diseluruh Antereo  Jagar raya bukan hanya Negara Indonesia karena Corona Perekonomian, Pendidikan, Transportasi, dan lain- lain juga lumpuh. Untuk itulah kita harus berserah diri kepada Allah SWT dan disaat inilah kita harus mendekatkan  dan berserah  kepada Allah SWT, kita berharap semoga badai Corona ini berlalu  " jelas Mama Andien.


Akhirnya Andien pun mengerti apa yang dijelaskan mamanya. 



Lahat 27 Agustus 2020

Deteksi Dini COVID - 19, Ratusan Warga Jirak Jaya Jalani Rapid Test


MUBA, DS - Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasun bergerak cepat dengan melakukan rapid test dan swab antigen terhadap ratusan warga Desa Jirak, Desa Rejosari, dan Desa Jembatan Gantung Kecamatan Jirak Jaya, Rabu (26/8/2020).


Pemeriksaan itu digelar sebagai tindak lanjut dari rapid test yang dilakukan Pertamina EP Jirak Waterflood Project terhadap 750 pekerja dan pegawai, beberapa waktu lalu yang dilaksanakan di Stasiun Pengumpul Eksisting 2 Desa Jirak.

"Iya, Pertamina beberapa waktu lalu sudah melaksanakan rapid test terhadap 750 orang pekerja dan karyawan, maka hari ini kami meminta bantuan Dinas Kesehatan untuk juga melaksanakan rapid test bagi masyarakat disini." ujar Camat Jirak Jaya, Yudi Suhendra, Rabu (26/8/2020).

Disinggung mengenai hasil rapid test ratusan warga di tiga desa tersebut, Yudi menuturkan, hasil yang diperoleh yaitu seluruh warga dinyatakan negatif. "Ada ratusan warga yang ikut rapid test. Namun selain rapid test juga dilaksanakan PCR terhadap 6 warga, namun terkait hasil masih menunggu pemeriksaan dari RSUD Sekayu," jelas dia.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Muba, dr Azmi Dariusmansyah, diwakili Kepala Seksi Surveilans dan Imunisasi Seftiani Peratita, didampingi Kepala Seksi Pelayanan Kesehatan Primer dan Tradisional Epih, mengatakan, kegiatan ini sebagai tindak lanjut dari hasil skrining rapid test terhadap karyawan PT. Pertamina EP, serta untuk memastikan warga Kecamatan Jirak Jaya tidak terdampak COVID – 19.

Dikatakan Sefti, rapid test dan swab antigen dilakukan tetap dengan menjalankan protokol kesehatan. Dimana warga datang secara bergiliran untuk menghindari terjadinya kerumunan. Selain itu, seluruh warga datang menggunakan masker, cuci tangan sebelum masuk ruangan dan tetap jaga jarak saat antri.

"Ada ratusan warga yang menjalankan rapid test dan swab antigen. Untuk warga Kecamatan Jirak Jaya yang sudah menjalani rapid test tidak perlu panik, tetapi tetap waspada, jalankan protokol kesehatan dengan benar dan jaga daya tahan tubuh agar terhindar dari COVID - 19," tandas dia.

Kegiatan yang digelar di Balai Serba Guna Jirak itu ditangani oleh tim Dinas Kesehatan dalam hal ini PSC 119 dan dihadiri manajemen Pertamina EP Jirak Waterflood Project, Polsek Sungai Keruh dan anggota Koramil.(hsril) 

Wawako Prabumulih Serahkan Bantuan Kepada Korban Tenggelam


PRABUMULIH, DS - Keluarga Korban musibah tenggelam di Sungai Lematang Kelurahan Payuputat Kecamatan Prabumulih Barat Kota Prabumulih langsung mendapatkan bantuan dari Pemerintah Kota Prabumulih. Pemkot langsung sigap begitu mengetahui ada warganya yang terkena musibah.


Bantuan diserahkan langsung oleh Wakil Wali Kota Prabumulih, H.Andriansyah Fikri, SH Selasa (25/8/2020). 


Usai menyerahkan batuan, Wawako dua periode itu mengungkapkan bahwa, penyerahan bantuan dimaksudkan guna meringankan beban keluarga korban yang terkena musibah. 



"Semua orang tentu saja tidak berharap adanya kejadian musibah seperti ini. Apalagi dalam situasi pandemi Corona yang  masih terjadi saat ini, hampir semua lini usaha dan pendapatan terdampak. Namun begitu, musibah bisa datang kapan saja dan dimana saja dan mau tak mau kita sebagai mahluk biasa harus siap menerima semua musibah sebagai ujian dari Allah SWT, dan harus kita jadikan untuk lebih introspeksi diri," ujar mantan Ketua DPRD Kota Prabumulih itu.




Tidak hanya itu, Fikri sebelumnya juga menyerahkan bantuan kepada warga yang sedang melakukan pembangunan Masjid Baiturahim di Jalan Penanggungan Kelurahan Sukajadi, Kecamatan Prabumulih Timur.


Pada kesempatan itu juga, suami Hj Reni Indahyani SKM MKes di masa pandemik Covid-19 menghimbau warga untuk mematuhi protokol kesehatan. Tidak cukup sampai disitu, Politisi PDI Perjuangan ini juga didaulat meletakan batu pertama pembangunan masjid tersebut.


“Kalau warga menyerah, Pemkot siap mengambil alih pembangunan,” kata dia.


Disamping meresmikan pembangunan Masjid, Fikri juga menyempatkan diri menyerap aspirasi masyarakat di sela-sela peletakan batu pertama tersebut. Dalam kesempatan tersebut, orang nomor dua di Kota Prabumulih itu banyak mendapat keluhan warga untuk segera direalisasikan pemerintah Berupa pembangunan jalan, jembatan, pemasangan lampu jalan, dan lainnya.


“Termasuk, usulan warga untuk dibangunkan bedah rumah sudah kita fasilitasi melalui Baznas,” tutup Fikri.

KPK Desak Pemkot Prabumulih Percepat Proses Sertifikasi Aset Daerah

 


PRABUMULIH, DS - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menekankan seluruh Pemerintah Daerah (Pemda) di Sumsel untuk mempercepat proses pendataan dan sertifikasi aset daerah dan memonitoring seluruh sertifikasi milik Pemerintah di Provinsi Sumatera Selatan.


Hal ini disampaikan oleh Koordinator Wilayah II KPK Asep Rahmat Suwanda saat  Rapat Koordinasi Penanganan Permasalahan Barang Milik Daerah (BMD) dan Tunggakan Pajak/Retribusi Pemda Sumsel yang difasilitasi oleh Pemprov Sumsel bersama Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melalui Video Confress secara Virtual. 


Rapat sendiri untuk Kota Prabumulih dihadiri oleh Walikota Prabumulih yang diwakili oleh Sekretaris Daerah Kota Prabumulih H. Elman, ST dan dihadiri oleh Kepala SKPD terkait di Ruang Rapat Pemkot Prabumulih, Selasa (25/8/2020).


Dalam rapat tersebut fokus membahas penertiban Barang Milik Daerah dan permasalahan-permasalahannya, serta percepatan Penerimaan Pajak/Retribusi di Pemda se-Sumatera Selatan dengan tujuan menyamakan persepsi untuk mengatasi permasalahan tersebut secara bersama.


Rapat tersebut dibuka oleh Inspektorat Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan Bambang Wirawan yang menghadirkan Koordinator Wilayah II KPK Asep Rahmat Suwandha sebagai narasumber.


Koordinator Wilayah II KPK Asep Rahmat Suwanda menyampaikan bahwa KPK menekankan agar Pemda mempercepat proses pendataan dan sertifikasi aset daerah dan memonitoring seluruh sertifikasi yang ada di Provinsi Sumatera Selatan.


“Percepatan sertifikasi Aset Milik Daerah dapat membantu semua daerah mengamankan aset milik daerah, hal tersebut untuk menghindari berpindah tangannya aset karena tidak memiliki legalitas,” jelasnya.


Terkait piutang pajak/ retribusi di Provinsi Sumatera Selatan, Asep mengatakan bahwa pemda harus menyusun langkah-langkah strategis untuk mengatasi hambatan dalam penerimaan pajak/ retribusi agar penerimaan pajak/ retribusi di Sumsel dapat dimaksimalkan.


“Silahkan pemda berkonsultasi kepada Kejaksaan terkait langkah-langkah yang perlu diambil,” ungkapnya.


Inspektur Inspektorat Provinsi Sumsel Bambang Wirawan menyampaikan bahwa penyatuan persepsi seluruh pihak terkait diperlukan agar semua permasalahan dapat diatasi dengan baik.


“Terima kasih kepada KPK, Kejati Sumsel, BPN, Pemda se-Sumsel serta Kejari se-Sumsel yang telah mengikuti rakor ini, kami harapkan setelah adanya rakor ini kita bisa menyamakan persepsi untuk mengatasi permasalahan terkait BMD dan pajak/retribusi yang ada di Sumatera Selatan,” tutupnya


Giatkan Konten Youtube Agar Siswa SMAN 1 Merbar Tidak Bosan Belajar Dirumah


LAHAT,DS - Berbagai upaya yang dilakukan Guru SMA Negeri 1 Merapi Barat agar siswanya tidak bosan belajar dirumah disaat mewabahnya Pandemi Global Covid-19 yang sudah hampir 5 bulan Sekolah dilarang tatap muka.


Repiandi MPd selaku Waka Kesiswaan mewakili Kepala Sekolah Drs Tarmizi  menyampaikan uneg- unegnya kepada Awak Media diruang kerjanya 25/8, menurut Repi salah satu kegiatan siswa selain belajar jarak jauh. Juga siswa dianjurkan membuat Konten Youtube yang bersifat positif dan membangun.


Konten harus berkwalitas sebagai contoh pada peringatan  Tujuh  Belasan kemaren diatakan lomba Konten Youtube" ujar Waka. Animo siswa terhadap konten tersebut  tingg, i sudah 20 konten yang ada di Sekolah Merapi Barat. Namun  kita menghadapi berbagai kendala yang dihadapi siswa masih punya hp ram tinggi masih sedikit. Kamera digital baru satu dua, dan perlengkapan lainnya harus diperhatikan demi totalitas Youtobe kita  ujar Repiandi MPd selaku Waka Kesiswaan


Lanjut  Repi nantinya kita berkolaborasi dengan Alumni SMA kita Lizi Alias Ibungan Kembuay yang mulai dikenal warganet saat ini diharapkan adik- adinya yang masih belajar tuk mengikuti jejak kakaknya tandas Repi ( Novita/ Idham)

Truk Warga Jerambah Besi Pali Raib dari Garasi

 


PALI, DS - Warga Desa Persiapan jerambah besi kecamatan talang ubi kabupaten penukal  abab lematang ilir (PALI)  medadak heboh lantaran salah satu warga bernama Bari kehilangan Mobil Truk berjenis Mitsubishi Colt Diesel BG 8831 AJ dari garasi rumah milknya, Rabu dini hari tadi (26/08/2020) sekitar pukul 02.10 WIB.


 

Menurut keterangan tetangga korban, Maryadi (46) menjelaskan bahwa awalnya  pada selasa malam pukul 01 wib sudah curiga dan agak anek karna ada motor jenis bebek tidak ada lampu modar mandir didepan rumah korban. 


 


"Kami sudah ada rasa curiga pada malam itu, sebab saat pukul 01 tengah malam  ada motor bebek yang bolak balik di depan rumah saudara Bari pemilik mobil itu, nah setelah kira -kira  satu jam kemudian mobil itu keluar dari garasi rumahnya Bari, namun kami sebagai tetangga tidak langsung respon bakalan adanya pencurian mobil ini ,kami pikir pemiliknya sendiri yang mengeluarkan Mobil" terang Maryadi.



 Informasi yang dapat dihimpun Posmetro (Duta Sumsel Grup) melalui  Istri Korban, sebelumnya keluargnya baru pulang dari rumah orang tuanya desa Air Itam yang lagi dilanda musibah kebakaran selasa kemarin. 


" Jadi memang kondisi badan masih kecapekan malam itu dan mungkin juga terlalu lelap tidur. Dak taunya kejadian ini ada yang mengamati  untuk memanfaatkan situasi" ujarnya.



Tidak lupa ia berharap bagi warga yang melihat kenderaan tersebut bisa langsung mengubungi pihak kepolisian. "Kepada warga yang merasa mlihat kenderaan tersebut sebagaiman foto yang terlampir di atas dapat menghubungi pihak kepolisian terdekat" ujarnya.


Dikatakan, saat ini Pihak keluarga telah melaporkan peristiwa pencurian yang dialami ke polsek talang ubi. (db)

Desa Telatang Gelar Pertemuan Kampung KB Bulanan.


LAHAT,DS -Desa Telatang terpilih sebagai  Kampung KB mewakili Merapi.Barat bersama  Desa Karang Rejo untuk itulah setiap 2 kali sebulan mengadakan pertemuan rutin yang membahas kesehatan  bersifat Edukasi,  namun  tidak mesti masalah Reproduksi semata,  kalau tidak adanya Wabah Pandemi Covid- 19 pertemuan ini dilaksanakan 2 kali dalam sebulan. Namun saat ini semenja k Covid digelar baru 2 kali pertemuan .seperti membuat pernik suvenir. " ujar Hedi Marlian selaku.Kades Telatang mengawali pertemuan rutin  bulanan Kampung KB 


Bertempat di Balai Desa Telatang 25/8, pertemuan ini dhadiri  Camat Merapi Barat Sumarno SE, MSi, Ketua TPKK Desa Telatang Ny Agnes Deltaria  Hedi,  Narasumber dari BKKN, Ny Harmawati Koordinator  KB untuk Merapi Barat serta Kader KB Se- Merapi Barat.


Sementara itu Meliana Amd- Keb KUPT Puskesmas Merapi II pada sambutannya mengatakan " Ketahan keluarga berbasis kelompok Tribina, tuk hari ini kita membahas Protokol Kesehatan di kehidupan New Normal .


Hal senada dikatakan Sumarno SE, MSi selaku Camat Merapi Barat beliau berharap kreativitas dari kegiatan Kampung KB yang tidak mesti mengurusi Reproduksi semata, Apresiasi kepada Kader yang telah melaksanakan kerjanya" pungkas Camat.