NEWS

Slider

Jeritan Pelajar di Tengah Pandemi Corona


DUTASUMSEL.COM - Ibarat hantu begitulah saya menyebut Corona atau yang belakangan biasa disebut Covid-19. Ukurannya yang sangat halus mencapai 125 nanometer atau 0,125 mikrometer hanya mampu terdeteksi oleh alat medis dan tak satu pun manusia yang bisa melihat wujudnya dengan mata telanjang. 


Ia kerap disebut sebagai jelmaan pencabut nyawa tanpa memandang siapa korbannya. Baik ia pejabat, masyarakat biasa, tua dan muda sama dimatanya. Sejak lahir di Wuhan China 2019 lalu, corona menjadi pembawa musibah terbesar sepanjang sejarah peradaban dunia. Corona berhasil melumpuhkan semua lini ekonomi mulai dari yang kecil hingga yang berskala besar. Bahkan yang tak disangka-sangka mahluk kecil bernama virus Covid-19 ini mampu menutup prosesi ibadah haji hingga bandara terbesar di dunia sekalipun.


Tidak hanya disektor ekonomi, Covid-19 juga telah berhasil membunuh jutaan jiwa masuarakat duni dan sekitar 7000 jiwa warga Indonesia.


Berbagai langkah yang ditempuh  demi memutus mata rantai virus mematikan ini sudah dilakukan oleh Pemerintah bahkan juga oleh masyarakat. Tak terhitung sudah biaya yang digelontorkan oleh pemimpin-pemimpin dunia untuk memutus mata ranai penyebaran virus ini. 



Hasilnya, meski belum signifikan namun sedikit telah meringakan masyarakat. Berbagai regulasi sudah mulai diterbitkan oleh Pemerintah untuk memperbaiki kondisi ekonomi yang sempat terpuruk dampak dari pandemi Covid-19. Beberapa bandara, pelabuhan dan terminal serta pusat perbelanjaan mulai dibuka bahkan hingga tempat hiburan juga sudah menyusul meraimakan pergerakan ekonomi di era new normal.


Namun pengoperasian kembali bandara, pelabuhan, teeminal dan pusat-pusat ekonomi sedikit berbanding terbalik dengan kondisi pendidikan. Dimana mall dan tempat keramaian lainnya telah beeoperasi, juatru dunia pendidikan masih ditutup. Pemerintah dengan regulasi di luar nalar menekankan dunia pendidikan belajar secara daring meski pendidikan karakter sebenarnya butuh belajar tatap muka.

Miris memang Sekolah ditutup sudah hampir 5 bulan lamanya pelajar kelas 6, 9 dan kelas XII harus lulus karena Corona.


Andien Ria Restu Cholik  14 tahun salah seorang pelajar MTsN 1 Lahat kelas 9 yang harus lulus karena Corona dan kini harus juga naik tingkat menuju Sekolah Menengah Atas, Andien akhirnya dimasukan Mamanya ke SMK N 2 Lahat Jurusan Bisnis. Pada suatu hari ketika Andien sedang bercengkrama dengan Mamanya dirumah.


Andien bilang kemamanya " Ma, adek bingung PR menumpuk dikerjakan dirumah, setelah selesai dikumpul, buat Video Senam, baca Alquran, tata cara Sholat dem tu sudah selesai tiba- tiba diberi tau oleh sekolah 100% lulus. Ngak ada acara perpisahan, ketemu kawan tapi masih ada untungnya ada group Whatshap dan belajar pun lewat Daring.


 Sedangkan di SMK Adek belum kenal wajah kawan di dunia nyata begitu juga guru tapi kemaren ketemu Pak Kepala Sekolah itupun waktu pendaftaran, Adek sudah kangen ingin memakai seragam sekolah  " beber Andien kepada Mamanya.


Dengan bijak Mama beri pengertian kepada Andien " Adek, wabah Pandemi Global Virus Corona merebak diseluruh Antereo  Jagar raya bukan hanya Negara Indonesia karena Corona Perekonomian, Pendidikan, Transportasi, dan lain- lain juga lumpuh. Untuk itulah kita harus berserah diri kepada Allah SWT dan disaat inilah kita harus mendekatkan  dan berserah  kepada Allah SWT, kita berharap semoga badai Corona ini berlalu  " jelas Mama Andien.


Akhirnya Andien pun mengerti apa yang dijelaskan mamanya. 



Lahat 27 Agustus 2020

Deteksi Dini COVID - 19, Ratusan Warga Jirak Jaya Jalani Rapid Test


MUBA, DS - Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasun bergerak cepat dengan melakukan rapid test dan swab antigen terhadap ratusan warga Desa Jirak, Desa Rejosari, dan Desa Jembatan Gantung Kecamatan Jirak Jaya, Rabu (26/8/2020).


Pemeriksaan itu digelar sebagai tindak lanjut dari rapid test yang dilakukan Pertamina EP Jirak Waterflood Project terhadap 750 pekerja dan pegawai, beberapa waktu lalu yang dilaksanakan di Stasiun Pengumpul Eksisting 2 Desa Jirak.

"Iya, Pertamina beberapa waktu lalu sudah melaksanakan rapid test terhadap 750 orang pekerja dan karyawan, maka hari ini kami meminta bantuan Dinas Kesehatan untuk juga melaksanakan rapid test bagi masyarakat disini." ujar Camat Jirak Jaya, Yudi Suhendra, Rabu (26/8/2020).

Disinggung mengenai hasil rapid test ratusan warga di tiga desa tersebut, Yudi menuturkan, hasil yang diperoleh yaitu seluruh warga dinyatakan negatif. "Ada ratusan warga yang ikut rapid test. Namun selain rapid test juga dilaksanakan PCR terhadap 6 warga, namun terkait hasil masih menunggu pemeriksaan dari RSUD Sekayu," jelas dia.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Muba, dr Azmi Dariusmansyah, diwakili Kepala Seksi Surveilans dan Imunisasi Seftiani Peratita, didampingi Kepala Seksi Pelayanan Kesehatan Primer dan Tradisional Epih, mengatakan, kegiatan ini sebagai tindak lanjut dari hasil skrining rapid test terhadap karyawan PT. Pertamina EP, serta untuk memastikan warga Kecamatan Jirak Jaya tidak terdampak COVID – 19.

Dikatakan Sefti, rapid test dan swab antigen dilakukan tetap dengan menjalankan protokol kesehatan. Dimana warga datang secara bergiliran untuk menghindari terjadinya kerumunan. Selain itu, seluruh warga datang menggunakan masker, cuci tangan sebelum masuk ruangan dan tetap jaga jarak saat antri.

"Ada ratusan warga yang menjalankan rapid test dan swab antigen. Untuk warga Kecamatan Jirak Jaya yang sudah menjalani rapid test tidak perlu panik, tetapi tetap waspada, jalankan protokol kesehatan dengan benar dan jaga daya tahan tubuh agar terhindar dari COVID - 19," tandas dia.

Kegiatan yang digelar di Balai Serba Guna Jirak itu ditangani oleh tim Dinas Kesehatan dalam hal ini PSC 119 dan dihadiri manajemen Pertamina EP Jirak Waterflood Project, Polsek Sungai Keruh dan anggota Koramil.(hsril) 

Wawako Prabumulih Serahkan Bantuan Kepada Korban Tenggelam


PRABUMULIH, DS - Keluarga Korban musibah tenggelam di Sungai Lematang Kelurahan Payuputat Kecamatan Prabumulih Barat Kota Prabumulih langsung mendapatkan bantuan dari Pemerintah Kota Prabumulih. Pemkot langsung sigap begitu mengetahui ada warganya yang terkena musibah.


Bantuan diserahkan langsung oleh Wakil Wali Kota Prabumulih, H.Andriansyah Fikri, SH Selasa (25/8/2020). 


Usai menyerahkan batuan, Wawako dua periode itu mengungkapkan bahwa, penyerahan bantuan dimaksudkan guna meringankan beban keluarga korban yang terkena musibah. 



"Semua orang tentu saja tidak berharap adanya kejadian musibah seperti ini. Apalagi dalam situasi pandemi Corona yang  masih terjadi saat ini, hampir semua lini usaha dan pendapatan terdampak. Namun begitu, musibah bisa datang kapan saja dan dimana saja dan mau tak mau kita sebagai mahluk biasa harus siap menerima semua musibah sebagai ujian dari Allah SWT, dan harus kita jadikan untuk lebih introspeksi diri," ujar mantan Ketua DPRD Kota Prabumulih itu.




Tidak hanya itu, Fikri sebelumnya juga menyerahkan bantuan kepada warga yang sedang melakukan pembangunan Masjid Baiturahim di Jalan Penanggungan Kelurahan Sukajadi, Kecamatan Prabumulih Timur.


Pada kesempatan itu juga, suami Hj Reni Indahyani SKM MKes di masa pandemik Covid-19 menghimbau warga untuk mematuhi protokol kesehatan. Tidak cukup sampai disitu, Politisi PDI Perjuangan ini juga didaulat meletakan batu pertama pembangunan masjid tersebut.


“Kalau warga menyerah, Pemkot siap mengambil alih pembangunan,” kata dia.


Disamping meresmikan pembangunan Masjid, Fikri juga menyempatkan diri menyerap aspirasi masyarakat di sela-sela peletakan batu pertama tersebut. Dalam kesempatan tersebut, orang nomor dua di Kota Prabumulih itu banyak mendapat keluhan warga untuk segera direalisasikan pemerintah Berupa pembangunan jalan, jembatan, pemasangan lampu jalan, dan lainnya.


“Termasuk, usulan warga untuk dibangunkan bedah rumah sudah kita fasilitasi melalui Baznas,” tutup Fikri.

KPK Desak Pemkot Prabumulih Percepat Proses Sertifikasi Aset Daerah

 


PRABUMULIH, DS - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menekankan seluruh Pemerintah Daerah (Pemda) di Sumsel untuk mempercepat proses pendataan dan sertifikasi aset daerah dan memonitoring seluruh sertifikasi milik Pemerintah di Provinsi Sumatera Selatan.


Hal ini disampaikan oleh Koordinator Wilayah II KPK Asep Rahmat Suwanda saat  Rapat Koordinasi Penanganan Permasalahan Barang Milik Daerah (BMD) dan Tunggakan Pajak/Retribusi Pemda Sumsel yang difasilitasi oleh Pemprov Sumsel bersama Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melalui Video Confress secara Virtual. 


Rapat sendiri untuk Kota Prabumulih dihadiri oleh Walikota Prabumulih yang diwakili oleh Sekretaris Daerah Kota Prabumulih H. Elman, ST dan dihadiri oleh Kepala SKPD terkait di Ruang Rapat Pemkot Prabumulih, Selasa (25/8/2020).


Dalam rapat tersebut fokus membahas penertiban Barang Milik Daerah dan permasalahan-permasalahannya, serta percepatan Penerimaan Pajak/Retribusi di Pemda se-Sumatera Selatan dengan tujuan menyamakan persepsi untuk mengatasi permasalahan tersebut secara bersama.


Rapat tersebut dibuka oleh Inspektorat Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan Bambang Wirawan yang menghadirkan Koordinator Wilayah II KPK Asep Rahmat Suwandha sebagai narasumber.


Koordinator Wilayah II KPK Asep Rahmat Suwanda menyampaikan bahwa KPK menekankan agar Pemda mempercepat proses pendataan dan sertifikasi aset daerah dan memonitoring seluruh sertifikasi yang ada di Provinsi Sumatera Selatan.


“Percepatan sertifikasi Aset Milik Daerah dapat membantu semua daerah mengamankan aset milik daerah, hal tersebut untuk menghindari berpindah tangannya aset karena tidak memiliki legalitas,” jelasnya.


Terkait piutang pajak/ retribusi di Provinsi Sumatera Selatan, Asep mengatakan bahwa pemda harus menyusun langkah-langkah strategis untuk mengatasi hambatan dalam penerimaan pajak/ retribusi agar penerimaan pajak/ retribusi di Sumsel dapat dimaksimalkan.


“Silahkan pemda berkonsultasi kepada Kejaksaan terkait langkah-langkah yang perlu diambil,” ungkapnya.


Inspektur Inspektorat Provinsi Sumsel Bambang Wirawan menyampaikan bahwa penyatuan persepsi seluruh pihak terkait diperlukan agar semua permasalahan dapat diatasi dengan baik.


“Terima kasih kepada KPK, Kejati Sumsel, BPN, Pemda se-Sumsel serta Kejari se-Sumsel yang telah mengikuti rakor ini, kami harapkan setelah adanya rakor ini kita bisa menyamakan persepsi untuk mengatasi permasalahan terkait BMD dan pajak/retribusi yang ada di Sumatera Selatan,” tutupnya


Giatkan Konten Youtube Agar Siswa SMAN 1 Merbar Tidak Bosan Belajar Dirumah


LAHAT,DS - Berbagai upaya yang dilakukan Guru SMA Negeri 1 Merapi Barat agar siswanya tidak bosan belajar dirumah disaat mewabahnya Pandemi Global Covid-19 yang sudah hampir 5 bulan Sekolah dilarang tatap muka.


Repiandi MPd selaku Waka Kesiswaan mewakili Kepala Sekolah Drs Tarmizi  menyampaikan uneg- unegnya kepada Awak Media diruang kerjanya 25/8, menurut Repi salah satu kegiatan siswa selain belajar jarak jauh. Juga siswa dianjurkan membuat Konten Youtube yang bersifat positif dan membangun.


Konten harus berkwalitas sebagai contoh pada peringatan  Tujuh  Belasan kemaren diatakan lomba Konten Youtube" ujar Waka. Animo siswa terhadap konten tersebut  tingg, i sudah 20 konten yang ada di Sekolah Merapi Barat. Namun  kita menghadapi berbagai kendala yang dihadapi siswa masih punya hp ram tinggi masih sedikit. Kamera digital baru satu dua, dan perlengkapan lainnya harus diperhatikan demi totalitas Youtobe kita  ujar Repiandi MPd selaku Waka Kesiswaan


Lanjut  Repi nantinya kita berkolaborasi dengan Alumni SMA kita Lizi Alias Ibungan Kembuay yang mulai dikenal warganet saat ini diharapkan adik- adinya yang masih belajar tuk mengikuti jejak kakaknya tandas Repi ( Novita/ Idham)

Truk Warga Jerambah Besi Pali Raib dari Garasi

 


PALI, DS - Warga Desa Persiapan jerambah besi kecamatan talang ubi kabupaten penukal  abab lematang ilir (PALI)  medadak heboh lantaran salah satu warga bernama Bari kehilangan Mobil Truk berjenis Mitsubishi Colt Diesel BG 8831 AJ dari garasi rumah milknya, Rabu dini hari tadi (26/08/2020) sekitar pukul 02.10 WIB.


 

Menurut keterangan tetangga korban, Maryadi (46) menjelaskan bahwa awalnya  pada selasa malam pukul 01 wib sudah curiga dan agak anek karna ada motor jenis bebek tidak ada lampu modar mandir didepan rumah korban. 


 


"Kami sudah ada rasa curiga pada malam itu, sebab saat pukul 01 tengah malam  ada motor bebek yang bolak balik di depan rumah saudara Bari pemilik mobil itu, nah setelah kira -kira  satu jam kemudian mobil itu keluar dari garasi rumahnya Bari, namun kami sebagai tetangga tidak langsung respon bakalan adanya pencurian mobil ini ,kami pikir pemiliknya sendiri yang mengeluarkan Mobil" terang Maryadi.



 Informasi yang dapat dihimpun Posmetro (Duta Sumsel Grup) melalui  Istri Korban, sebelumnya keluargnya baru pulang dari rumah orang tuanya desa Air Itam yang lagi dilanda musibah kebakaran selasa kemarin. 


" Jadi memang kondisi badan masih kecapekan malam itu dan mungkin juga terlalu lelap tidur. Dak taunya kejadian ini ada yang mengamati  untuk memanfaatkan situasi" ujarnya.



Tidak lupa ia berharap bagi warga yang melihat kenderaan tersebut bisa langsung mengubungi pihak kepolisian. "Kepada warga yang merasa mlihat kenderaan tersebut sebagaiman foto yang terlampir di atas dapat menghubungi pihak kepolisian terdekat" ujarnya.


Dikatakan, saat ini Pihak keluarga telah melaporkan peristiwa pencurian yang dialami ke polsek talang ubi. (db)

Desa Telatang Gelar Pertemuan Kampung KB Bulanan.


LAHAT,DS -Desa Telatang terpilih sebagai  Kampung KB mewakili Merapi.Barat bersama  Desa Karang Rejo untuk itulah setiap 2 kali sebulan mengadakan pertemuan rutin yang membahas kesehatan  bersifat Edukasi,  namun  tidak mesti masalah Reproduksi semata,  kalau tidak adanya Wabah Pandemi Covid- 19 pertemuan ini dilaksanakan 2 kali dalam sebulan. Namun saat ini semenja k Covid digelar baru 2 kali pertemuan .seperti membuat pernik suvenir. " ujar Hedi Marlian selaku.Kades Telatang mengawali pertemuan rutin  bulanan Kampung KB 


Bertempat di Balai Desa Telatang 25/8, pertemuan ini dhadiri  Camat Merapi Barat Sumarno SE, MSi, Ketua TPKK Desa Telatang Ny Agnes Deltaria  Hedi,  Narasumber dari BKKN, Ny Harmawati Koordinator  KB untuk Merapi Barat serta Kader KB Se- Merapi Barat.


Sementara itu Meliana Amd- Keb KUPT Puskesmas Merapi II pada sambutannya mengatakan " Ketahan keluarga berbasis kelompok Tribina, tuk hari ini kita membahas Protokol Kesehatan di kehidupan New Normal .


Hal senada dikatakan Sumarno SE, MSi selaku Camat Merapi Barat beliau berharap kreativitas dari kegiatan Kampung KB yang tidak mesti mengurusi Reproduksi semata, Apresiasi kepada Kader yang telah melaksanakan kerjanya" pungkas Camat.

Korban Kebakaran Ulak Embacang Dapat Bantuan Uang Tunai Hingga Sembako


MUBA,DS - Kebakaran hebat yang melanda 4 rumah di Dusun 2 Desa Ulak Embacang Kecamatan Sanga Desa mengharuskan sebanyak 5 KK kehilangan tempat tinggal dan terpaksa mengungsi ke daerah sekitar 


Akibat insiden yang terjadi Selasa (25/8/2020) sekitar pukul 13.00 WIB tersebut sebanyak 4 rumah mengalami kerugian ditaksir mencapai Rp500 jutaan ungkap Camat Sanga Desa Hendrik SH.

Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin melaui Baznas Muba langsung menyambangi korban kebakaran dan menyalurkan bantuan.

"Alhamdulillah hari ini sesuai instruksi pak Bupati, melalui Baznas Muba kami langsung menyalurkan bantuan berupa uang, sembako, dan perangkat alat sholat," ungkap Kepala Baznas Muba, Lukmanul Hakim. 

Bantuan dari Baznas Muba yang disalurkan kepada korban. "Semoga bantuan ini sedikit meringankan beban korban kebakaran di Ulak Embacang ini," harapnya.

Sementara itu, Bupati Muba Dr Dodi Reza Alex Noerdin Lic Econ MBA menyampaikan duka cita atas insiden kebakaran tersebut. "Semoga kesedihan ini tidak berlarut, kami dari Pemerintah akan berusaha meringankan beban korban kebakaran," ucapnya.

Dodi mengingatkan, di musim kemarau ini agar warga tetap berhati-hati dan mengecek seluruh perangkat rumah sebelum bepergian.

"Pastikan kompor tidak menyala sebelum meninggalkan rumah, cek selalu arus listrik untuk meminimalisir terjadinya korsleting," tandasnya.(hsril

Dinas Perikanan Muba Beri Sosialisasi dan Edukasi Bahaya Destruktif Fishing

MUBA,DS.COM - Dinas Perikanan Kabupaten Musi Banyuasin menggelar webinar tentang peran Pemkab Muba dan masyarakat sebagai pengawas perikanan dalam menurunkan tingkat destruktif fishing.


Destruktif fishing merupakan kegiatan penangkapan ikan yang ilegal dan merusak ekosistem perairan. Penangkapan ikan itu dilakukan dengan menggunakan alat setrum, bom ikan, hingga racun atau zat kimia.

Plt Kepala Dinas Perikanan Muba, Hendra Tris Tomy, mengatakan, di Kabupaten Muba terdapat 5 sungai dan 25 anak sungai yang tersebar di setiap kecamatan. Dimana terdapat kebiasaan atau perilaku sejumlah masyarakat yang menangkap ikan secara merusak.

"Destruktif fishing itu memiliki dampak buruk, yakni kematian ikan dan semua biota air dilokasi tersebut, merusak habitat dan ekosistem perairan, membahayakan kesehatan masyarakat yang mengkonsumsi ikan, dan populasi ikan menurun," ujar dia, Selasa (25/8/2020).

Dikatakan Tomy, terdapat beberapa penyebab yang membuat destruktif fishing hingga kini masih terjadi, diantaranya permintaan pasar, kurangnya kesadaran masyarakat terhadap kelestarian, kurangnya kesadaran dari dampak bom dan zat kimia beracun bagi kehidupan, masih kurangnya pengawasan, bahan baku atau racun mudah di dapat, dan adanya kebiasaan atau tradisi.

"Strategi yang dapat digunakan untuk menangani destruktif fishing itu dengan cara meningkatkan kesadaran masyarakat melalui sosialisasi tentang dampak buruk destruktif fishing, meningkatkan ekonomi nelayan, dan penguatan kelompok masyarakat pengawas (Pokwasmas)," kata dia.

"Lalu, kerjasama instansi terkait secara terpadu antara kepolisian, Dinas Perikanan Muba, Dinas Kelautan dan Perikanan Muba, Satuan Pengawas Sumberdaya Kelautan dan Perikanan (Satwas SDKP) Palembang, dan Pokwasmas. Serta dilakukan restocking yakni kegiatan penebaran benih ikan dinperairan umum daratan (sungai dan danau)," sambung dia.

Lebih lanjut Tomy mengatakan, kegiatan destruktif fishing telah jelas dilarang dalam UU. No 31 tahun 2004 tentang Perikanan sebagaiman telah diubah dengan UU No. 45 tahun 2009. "Di Bab II itu jelas diatur alat- alat atau bahan yang dilarang untuk digunakan, baik itu alat yang menghasilkan listrik, bahan peledak, maupun bahan beracun," tegas dia.

Sementara, Kapolres Muba AKBP Erlin Tangjaya, melalui Kasat Reskrim AKP Deli Haris yang diwakili Kanit Lidik II Pidsus Satreskrim Polres Muba, Iptu Rusli, mengatakan, destruktif fishing merupakan mal praktek dalam penangkapan ikan tanpa memperhatikan dampak terhadap lingkungan.

Dikatakan Rusli, kegiatan destruktif fishing sendiri dianggap suatu kebiasaan oleh masyarakat, hal itu harus diberikan pengertian agar tidak dilakukan lagi dengan cara sosialisasi bahaya dari destruktif hukum. Baik bahaya terhadap lingkungan maupun dampak hukum bagi pelaku.

"Kami sering melakukan penindakan terhadap pelaku destruktif fishing ini bahkan ada yang sampai disidangkan di Pengadilan. Pada 2017 itu ada 1 kasus, 2018 ada 1 kasus, dan 2019 ada 1 kasus. Jangan sampai tahun ini (2020) ada warga yang terjerat hukum karena destruktif fishing," tandas dia.

Webinar yang diikuti seluruh kecamatan di Muba itu menghadirkan narasumber Plt Kadis Perikanan Muba Hendra Tris Tomy, Kabid PRL PUD PSDKP Provinsi Sumsel Aris Irawan Wahyu, Kanit Lidik II Pidsus Satreskrim Polres Muba Iptu Rusli, Koordinator Satwas SDKP-KKP RI Maputra Prasetyo. Dengan Opening Speech Sekda Muba Drs Apriyadi dan Moderator Kabid DSP Diskan Muba Eka Purnama Sari.(hsril)

DRA Sambut Kunjungan Kerja Pangdam II/Sriwijaya

Pangdam II/SWJ: Muba Punya Komitmen Besar Bangun Pedesaan

MUBA,DS - Bupati Musi Banyuasin Dr H Dodi Reza Alex Noerdin bersama Jajaran Forkopimda menyambut Kunjungan Kerja Pangdam II/Sriwijaya Mayjen TNI Agus Suhardi di Pendopoan Griya Bumi Serasan Sekate, Selasa (25/8/2020).

Dikatakan Pangdam II/Sriwijaya, tujuan utama dirinya mengunjungi Bumi Serasan Sekate ialah untuk mengecek kesatuannya yaitu Kodim 0401/Muba, sekaligus bersilaturahmi dengan Bupati Muba beserta Jajaran Forkopimda di Kabupaten Muba.

"Apapun itu program dari Bupati Muba, kami siap mendukung demi untuk mensejahterakan masyarakat. Kemudian juga saya berharap anggota dari kesatuan kami dapat menjadi penegak protokol kesehatan, membantu pemerintah untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19,"ucapnya.

Jenderal Bintang Dua ini juga menyampaikan, bahwa untuk Karhutlah sendiri sinergi dengan Bupati Muba  bahwa pencegahan lebih diutamakan. Belajar dari tahun sebelumnya, tentu sudah ditetapkan titik-titik wilayah api agar jangan sampai kejadian seperti tahun kemarin.

"Saya sudah sampaikan dengan Bupati, bahwasannya pencegahan disini kita utamakan, kita lakukan sosialisasi ke masyarakat jangan membuka lahan dengan membakar hutan. Saya juga apresiasi atas dukungan Pemkab Muba menganggarakan alokasi dana yang besar untuk program TMMD, dua tahun yang lalu Kabupaten Muba terbesar di wilayah sriwijaya, nah mudah-mudahan tahun akan datang dapat jadi contoh terbesar di Indonesia, demi kesejahteraan masyarakat,"bebernya

Sementara itu Bupati Muba mengucapkan terima kasih atas kunjungan Pangdam II/Sriwijaya ke Kabupaten Muba. Dirinya menyampaikan bahwa dari dulu hingga sekarang Pemkab Muba bersama Jajaran Forkopimda akan terus kompak, bersinergi untuk membangun Kabupaten Muba.

"Kami punya kekayaan SDA yang melimpah, baik itu di sektor gas, minyak dan perkebunan namun wilayah kami juga punya tantangan di musim kemarau biasanya terjadi Karhutlah, disini saya tegaskan saya tidak mau lagi biasanya, harus ada pencegahan lebih dini. Maka dari itu kami anggarkan alokasi dana lebih kurang 15 milyar untuk pencegahan dan pengendalian Karhutlah. Termasuk sarana dan prasarana serta biaya operasional TNI dan Polri dalam berjibaku di lapangan, sehingga bisa mengajak masyarakat jangan buka lahan dengan melakukan pembakaran,"pungkas Dodi.

Dodi juga menyampaikan, di tahun 2021 mendatang melalui program TMMD, Pemkab Muba akan mengalokasikan anggaran yang cukup besar untuk pembangunan infrastruktur di daerah pelosok dan pedalaman dalam Kabupaten Muba.

"Kalau dua tahun lalu program TMMD di kita terbesar di wilayah Kodam II Sriwijaya, tahun depan InshaAllah kita terbesar di Indonesia, karena kami yakin dengan melibatkan TNI dan aparat desa serta rakyat setempat akan tercipta kemanunggalan masyarakat desa yang seutuhnya. Kami ingin mengajak persatuan NKRI untuk bersama Pemkab membangun desa dan masyarakatnya, memperkuat ketahanan ideologi, bukan hanya pembangunn fisik tapi juga pembangunan ideologi,"ucapnya.

Pada kesempatan tersebut turut hadir Danrem 044/Gapo Brigjen TNI Jauhari Agus Suraji SIP SSos, Kapok Sahli Pangdam II/Sriwijaya Brigjen TNI Puji Cahyono SIP, Aspers Kasdam Ii/Sriwijaya Kol inf Efdal Nazra dan rombongan lainnya.
Kemudian dari Forkopimda hadir Dandim 0401 Muba Letkol ARH Faris Kurniawan SST MT, Kapolres Muba AKBP Erlin Tangjaya SIK, Kajari Muba Suyanto SH MH, Ketua Pengadilan Agama Sekayu Korik Agustian SAg MAg, Wakil Ketua Pengadilan Negeri Sekayu Iriati Khoirul Ummah SH dan Sekretaris Daerah Kabupaten Muba Drs H Apriyadi MSi.(hsril)