NEWS

Slider

Rumah adat Bahi Desa Sengkuang Nyaris Punah.

LAHAT DS. Bumi Ataran Mulak Ulu merupakan aset Wisata dan peninggalan Purbakala salah satunya Rumah Adat Limas yang masih berdiri kokoh disetiap Desa. Namun seiring zaman berjalan rumah tersebut nyaris punah.


Salah satunya Rumah Bahi yang pemiliknya Bahilan Kaur Pembangunan Desa Sengkuang, dirumah inilah yang dahulunya konon pemiliknya seorang pemuka Desa atau orang sangat dihormati pada zamannya.

Senin 10 Agustus 2020, Pewarta bersama  rombongan Camat Mulak Ulu dan Forkomincam bertandang kerumah ini dalam rangka menghadiri Monitoring Desa, ada suatu hal yang khas Adat Istiadat yang masih ada dijumpai yakni bila orang terhormat atau Raja yang datang disungguhi Air Puan atau Minuman Susu putih tanpa warna. Seperti diceritakan empu rumah ny Bahilan kepada Pewarta.

Beliau dengan gamlang bercerita bahwa Rumah Bahi ini sudah berumur Ratusan tahun dahulunya beratap Gelumpai alias atau buluh, rumah ini sudah kami tawarkan untuk dijual karena terlalu tinggi dan akan kami bangun dengan rumah depok atau beton " ujarnya.

Sungguh disayangkan harusnya rumah Bahi yang merupakan peninggalan sejarah harus diganti dengan bangun baru, namun apa daya semoga rumah Adat yang lain tetap masih berdiri tuk bercerita kelak nantinya dengan anak cucu kelak Amin ( NID)

Tiga Raperda Inisiatif Eksekutif dan Dua Raperda Prakarsa DPRD Muba Disampaikan

MUBA,matajurnalis.com. - Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten Musi Banyuasin menggelar Rapat Paripurna Masa Persidangan III Rapat ke-24 dalam rangka Penyampaian Penjelasan Tiga Rancangan Peraturan Daerah Inisiatif Pemerintah Kabupaten Muba dan dua Raperda Prakarsa DPRD

Kabupaten Mubua Tahun 2020, di Ruang Rapat Paripurna DPRD Muba, Senin (10/8/2020).

Dalam paripurna yang dipimpin Wakil Ketua DPRD Muba Jon Kennedy tersebut, tiga Raperda inisiatif eksekutif disampaikan dan dijelaskan oleh Wakil Bupati Muba Beni Hernedi yakni, Raperda tentang Perubahan atas Peraturan Daerah nomor 15 tahun 2011 tentang retribusi pemakaian kekayaan daerah.

Materi pokok rancangan perubahan peraturan daerah ini adalah kenaikan besaran tarif retribusi pemakaian kekayaan daerah berupa, pemakaian gedung dharma wanita, gedung saung randik dan kolam pemancingan, pemakaian peralatan lapangan, pemakaian peralatan untuk analisa parameter lingkungan serta pemakaian kendaraan dan alat-alat berat milik daerah.

"Kenaikan tarif retribusi ini bertujuan guna meningkatkan pendapatan asli daerah Kabupaten Muba," jelasnya.

Kemudian Raperda tentang Perubahan Kedua atas Peraturan Daerah Nomor 5 Tahun 2010 tentang Pajak Penerangan Jalan. Dikatakannya perubahan Perda itu berkaitan dengan penyesuaian dasar pengenaan dan tarif pajak penerangan jalan, pada Perda Nomor 5 tahun 2010 tentang pajak penerangan jalan hanya dikenakan sebesar 8%.

"Dengan perubahan peraturan daerah ini dipandang perlu dinaikkan menjadi sebesar 10% sesuai dengan ketentuan pasal 55 ayat 1 undang-undang nomor 28 tahun 2009 tentang pajak paerah dan retribusi daerah, tarif pajak penerangan jalan ditetapkan paling tinggi sebesar 10%. Atas adanya penyesuaian dasar pengenaan dan tarif pajak penerangan jalan melalui Perda ini diharapkan juga dapat meningkatkan pendapatan asli daerah," ujarnya.

Selanjutnya Raperda tentang Fasilitas Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan Peredaran Gelap Narkotika serta Prekursor Narkotika, yang dimana pembentukan Raperda itu sebagai salah satu upaya untuk mencegah penyalahgunaan narkotika di masyarakat yang dapat membahayakan perkembangan sumber daya manusia di dalam Kabupaten Muba.

"Kami sangat berharap rancangan peraturan daerah tersebut dapat dibahas dan kemudian dapat disetujui untuk ditetapkan menjadi peraturan daerah Kabupaten Muba," tandas Wabup.

Sementara juru bicara Badan Pembentukan Peraturan Daerah DPRD Muba Damsih SH menyampaikan dua Raperda Prakarsa DPRD Muba yaitu Raperda tentang Penyelenggaraan Kabupaten Layak Anak dan Raperda tentang Pendidikan Baca Tulis Al-Qur'an.

Ia mengatakan sasaran pembentukan Raperda tentang Penyelenggaraan Kabupaten layak anak ditujukan sebagai pedoman dan payung hukum bagi Pemerintah Kabupaten Muba dalam menjamin pemenuhan hak anak dan perlindungan khusus anak yang dilakukan secara terencana, menyeluruh dan berkelanjutan.

"Sasarannya adalah seluruh anak-anak yang belum berusia 18 tahun termasuk anak yang masih dalam kandungan dan anak yang memerlukan perlindungan khusus," ungkapnya.

Untuk Raperda tentang Baca Tulis Al-Qur'an, disusun untuk memberikan kepastian hukum atas pelaksanaan pendidikan baca tulis Al-Qur'an bagi siswa yang beragama Islam pada jenjang pendidikan PAUD, SD, dan SMP sederajat.

"Raperda ini nantinya sebagai upaya untuk mewujudkan salah satu misi Pemerintah Kabupaten Muba dalam menciptakan generasi muda Musi Banyuasin yang religius berprestasi serta anti narkoba," paparnya.(hsm) 

Menyambut HUT RI Ke 75 Camat Mulak Ulu Buka Turnamen Volly

LAHAT.DS,--- Walau ditengah teriknya matahari yang menyinari Bumi Persada Nusantara, terutama Pemuda- Pemudi.Karang Karang Taruna " Setia Kawan "  Desa Babatan Kecamatan Mulak Ulu. Dengan Antusias menyimak sambutan dari Camat beserta Kades dan Danramil pada pembukaan Turnamen Volly Persahabatan dalam rangka menyambut HUT RI ke 75 tahun, walau ditengah Pandemi Covid-19 10/8.

Rusdi Harto selaku Kades Desa Babatan  merasa bersyukur dan  tersanjung atas kunjungan Camat beserta Forkomincam Mulak Ulu, " kami tetap mematuhi protokol Kesehatan dalam rangka Turnamen Volly persahabatan antar Karang Taruna , tak lupa juga Ibu PKK juga menggelar perlombaan. Tiap hari selama lomba hanya 4- 6 Club setiap harinya yang dimulai pukul 13- 17 :00 wib sehingga  Juga kami mengharapkan sinergitas dari keamanan Koramil Kota Agung " tutur Rusdi Harto.

Sementara itu Camat Mulak Ulu Elsye Hartuti S, STP.MM mengapresiasikan kreatifitas dan daya cipta dari Pemuda Karang Taruna Desa Babatan yang bertujuan menjaring bibit pemain yang hamdal, walau ditemgah wabah covid- 19 jangan merasa kecil hati. Kembangkan kreatifitas kalian dibawah bimbingan Kades Babatan marilah kita isi hal yang positif. Untuk di Kecamatan tidak digelar untuk mengadakan kegiatan yang mengundang khal layak " ujar Camat.

Beliau juga berpesan kepada pihak keamanan untuk selalu bersinergi dalam hal keaman untuk menjaga stabilitas keamanan " pungkas Camat.

Hal Senada dikatakan Danramil Kota Agung Kap Infantri  Ferryson " laksanakan pertandingan Volly Persahabatan ini  dengan Fun dan sportifitas, jagalah persahabatan jaga keamanan patuhilah protokol Kesehatan Insya Allah kita terhindar dari Covid. Tak lupa Danramil mengucapkan Dirgahayu RI ke 75 tahun. (NID)

Camat Mulak Ulu Buka Turnamen Volly

LAHAT, DS - Ditengah panasnya terik matahari menyengat Bumi Persada Nusantara dan pandemi covid-19 yang senantiasa mengancam tampak tidak menyurutkan niat dan semangat para Pemuda Karang Karang Taruna " Setia Kawan "  Desa Babatan Kecamatan Mulak Ulu untuk menyimak sambutan Camat beserta Kades dan Danramil pada pembukaan Turnamen Volly Persahabatan dalam rangka menyambut HUT RI ke 75 tahun.

Berpanas ditengah lapangan menjadi semangat tersendiri bagi generasi penerus bangsa itu untuk menunjukkan kemampuan dalam dunia olahraga yang akan segera dibuka secara resmi pada hari ini.

Rusdi Harto selaku Kades Desa Babatan  merasa bersyukur dan  tersanjung atas kunjungan Camat beserta Forkomincam Mulak Ulu, " kami tetap mematuhi protokol Kesehatan dalam rangka Turnamen Volly persahabatan antar Karang Taruna , tak lupa juga Ibu PKK juga menggelar perlombaan. Tiap hari selama lomba hanya 4- 6 Club setiap harinya yang dimulai pukul 13- 17 :00 wib sehingga  Juga kami mengharapkan sinergitas dari keamanan Koramil Kota Agung " tutur Rusdi Harto.


Sementara itu Camat Mulak Ulu Elsye Hartuti S, STP.MM mengapresiasikan kreatifitas dan daya cipta dari Pemuda Karang Taruna Desa Babatan yang bertujuan menjaring bibit pemain yang hamdal, walau ditemgah wabah covid- 19 jangan merasa kecil hati. Kembangkan kreatifitas kalian dibawah bimbingan Kades Babatan marilah kita isi hal yang positif. Untuk di Kecamatan tidak digelar untuk mengadakan kegiatan yang mengundang khal layak " ujar Camat.


Beliau juga berpesan kepada pihak keamanan untuk selalu bersinergi dalam hal keaman untuk menjaga stabilitas keamanan " pungkas Camat.


Hal Senada dikatakan Danramil Kota Agung Kap Infantri  Ferryson " laksanakan pertandingan Volly Persahabatan ini  dengan Fun dan sportifitas, jagalah persahabatan jaga keamanan patuhilah protokol Kesehatan Insya Allah kita terhindar dari Covid. Tak lupa Danramil mengucapkan Dirgahayu RI ke 75 tahun. ( Novita/ Idham)

Tekan Penyebaran Covid-19, PT MIP Serahkan Bantuan Ventilator ke Pemkab Lahat

LAHAT, DS - Sebagai bentuk.keperdulian  terhadap mewabahnya Virus Corona atau Covid-19, PT Mustika Indah Permai (MIP) berikan bantuan kepada Pemkab Lahat  tiga unit Ventilator (Dharco -23S dan Covent-20). Bantuan sendiri diserahkan langsung oleh KTT PT. MIP Yana Rahman pada Rabu 5/8 bertempat di Oproom Pemkab Lahat, bantuan ini diterima Cik Ujang selaku  Bupati Lahat.


Hadir pada acara tersebut dihadiri Wabup Haryanto SE, MM, MBA, Sekda, direktur RSUD Lahat dr Erlindah, Kepala RS DKT Lahat Mayor Fauzi, Inspektur Inspektorat Yunisa Rahman,  Ketua Gugus Tugas Covid-19.pihak PT MIP serta undangan lainnya.


Menurut Pihak PT MIP semenjak mewabah Pandemi Covid-19, telah banyak hal yang dilakukan Perusahaan sebagai wujud keperduliannya terhadap Pemkab Lahat dengan  memberikan bantuan 3 Unit Ventilator (Dharco -23S dan Covent-20). Akan di berikan 2 Unit untuk RSUD Lahat dan 1 unit ke  Rumah Sakit DKT Lahat .


Selaras dikatakan Bupati Lahat Cik Ujang, ucapan terima kasih kepada Adaro Grup yang telah membantu Pemkab Lahat, Bupati juga telah berkoordinasi kepada  perusahaan di Kabupaten Lahat untuk menerapkan protokol kesehatan dengan tujuan perekonomian tetap berjalan dengan semestinya. ( Novita/ Idham)

Terabas Alam, Camat Jirak Jaya Ajak Kades dan JTA Perangi Karhutla

MUBA,DS. - Setelah satu hari sebelumnya yakni Sabtu (8/8/2020) Bupati Muba Dr Dodi Reza Alex Noerdin Lic Econ MBA turun langsung ke lapangan memantau titik hot spot lewat jalur udara yang juga langsung menjadi pilot pesawat pesawat jenis BN2T/PK - WMR berkapasitas 10 tempat duduk.


Kali ini, Minggu (9/8/2020) dengan menggunakan motor trail, Camat Jirak Jaya, anggota Polsek Sungai Keruh, Kepala Desa se -Kecamatan Jirak Jaya dan Komunitas motor Jirak Trail Adventure (JTA) melakukan sosialisasi bahaya Karhutbunla hingga ke pelosok.

"Hari ini kita lakukan terabas alam bersama - sama menggunakan motor trail mulai dari Desa Jirak - Mekar Jaya - hingga Bukit Pendape," ujar Camat Jirak Jaya, Yudi Suhendra, Sabtu (8/8/2020).

Sepanjang kegiatan itu, kata Yudi, pihaknya menyinggahi lahan dan kebun milik masyarakat untuk memberikan imbauan dan sosialisasi bahaya Karhutbunla, terutama di lahan atau kebun warga yang sudah dibersihkan.

"Kita mengimbau kepada pemilik lahan dan warga sekitar untuk tidak membakar lahan yang telah siap bakar karena melanggar Pasal 69 Jo Pasal 108 UU No. 32 tahun 2009 tentang

Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup dan Pasal 26 Jo Pasal 48 UU No. 18 tahun 2004 tentang Perkebunan," jelas dia.

Lebih lanjut dia mengatakan, kegiatan terabas alam menggunakan motor trail akan terus digalakkan selama musim kemarau ini sebagai bagian dari sosialisasi dan pendekatan kepada warga.

"Tujuan kita, agar masyarakat lebih memahami bahaya Karhutbunla, termasuk dampak dan sanksinya. Serta menjadikan Kecamatan Jirak Jaya Zero Hotspot," tegas dia.

Sementara, Kepala Desa Baru Jaya, Rahamid, mengatakan, pihaknya selalu mendukung program Pemerintah termasuk pencegahan Kerhutbunla, terutama di Desa Baru Jaya Kecamatan Jirak Jaya.

"Kegiatan terabas alam yang digagas Pak Camat Jirak Jaya sangat baik. Selain dapat menyalurkan hobi, kita juga dapat dengan mudah mencapai daerah pelosok untuk mensosialisasikan bahaya Karhutbunla kepada masyarakat," tandas dia.

Bupati Muba Dr Dodi Reza Alex Noerdin Lic Econ MBA menyebutkan agar setiap Camat di masing-masing wilayah mulai memaksimalkan patroli antisipasi pencegahan karhutlah. 

"Camat dan Kades wajib berada di tempat, sosialisasi dan edukasi warga agar tidak melakukan pembakaran hutan untuk membuka lahan," tegasnya lagi. 

Sementara itu, Kepala BPBD Muba Jhoni Martohonan AP MSi menyebutkan pihaknya bersama TNI Polri juga saat ini terus gencar sosialisasi ke masyarakat hingga ke pelosok terkait upaya pencegahan karhutbunlah. 

"Setiap hari juga dilakukan patroli rutin oleh tim melalui jalur darat guna memaksimalkan upaya pencegahan karhutlah," ungkapnya. 

Ia menambahkan, peran masyarakat menjadi garda terdepan dalam upaya pencegahan potensi karhutbunlah. "Warga menjadi garda terdepan, mari kita jaga Muba ini dari ancaman karhutbunlah," pungkasnya.(hsm) 

H.Sanditya Lubis Mengundurkan Diri dari Duta Sumsel

Atas nama Pemimpinan  Redaksi dutasumsel, H. Sanditya Lubis sebuah media Cetak  yang baru di rilisnya mengumumkan pengunduran dirinya secara tiba-tiba tanpa menjelaskan alasannya.


Pengunduran diri ini dalam arti yang sebenarnya dan bukan karena dipecat (PHK). "Pekerjaan jurnalistik memiliki sejumlah persyaratan, kelembagaan, profesionalisme dan manajemen yang jelas. Selain itu, terdapat standar-standar teknis tertentu yang tidak dapat dikompromikan dalam rangka menjaga integritas dan kualitas produk. Saya pikir saya berhenti karena Allah, dan meninggalkan dutasumsel pada puncak atas mulainya dutasumsel cetak" jelas H. Sanditya Lubis.


Dutasumsel adalah media yang  sempat dikomandani Bang Lubis Ia telah bekerja di sejumlah media cetak, elektronik dan visual. Pengalaman di ketiga bidang media ini telah memupuk kemampuan dan keahliannya dan menjadikannya salah satu jurnalis berintegritas. “Pada akhirnya, saya tetap seorang jurnalis. Dan itu bukan syarat mutlak untuk menjadi seorang pemimpin redaksi,” ujarnya.


Lubis menyangkal bahwa pengunduran dirinya karena adanya tawaran dari pihak ketiga. Ia tidak pernah berpikir tentang penawaran semacam itu, dan tidak memiliki cukup waktu untuk memikirkan hal-hal yang demikian. "Biarkan saya menikmati pengunduran diri saya terlebih dahulu. Dan saya belum berpikir untuk berada di tempat lain yang lebih layak dan tepat." Imbuhnya.Red

Surat Pengunduran Diri H. Sanditya Lubis

Indralaya, 10 Agustus 2020

Nomor.       : 23/A/DS/RED/VIII/2020

Perihal.       : Pengunduran Diri

Lampiran.   : -


Yang bertanda tangan dibawah ini : 

Nama  : Sanditya Lubis

Jabatan : Pemimpin Redaksi

Alamat  : Indralaya, Ogan Ilir

Dengan ini menerangkan dengan sebenarnya bahwa sejak hari ini, 10 Agustus 2020 secara resmi mengundurkan diri dari Jabatan dan managemen surat Kabar Umum Duta Sumsel dan media Online dutasumsel.com. 

Pengunduran diri ini didasari dari keinginan sendiri demi kelangsungan dan kemajuan Duta Sumsel kedepan tanpa ada paksaan dari pihak manapun.

Demikian surat pengunduran ini diperbuat dengan sebenarnya dan semoga Duta Sumsel semakin jaya.

Diterbitkan di Indralaya 10 Agustus 2020


Sanditya Lubis

Bupati Muba Dodi Reza Atensi Khusus Wilayah Timur Pantau Hot Spot Lewat Udara, Dodi Reza Kemudi Langsung Pesawat BN2T/PK-WMR

MUBA,DS. - Musim kemarau yang mulai melanda Kabupaten Musi Banyuasin menjadi perhatian serius Bupati Muba Dr Dodi Reza Alex Noerdin Lic Econ MBA.


Potensi terjadinya kebakaran hutan kebun dan lahan (karhutbunlah) juga sudah sejak lama diantisipasi. Bahkan, Sabtu (8/8/2020) Bupati Muba Dodi Reza Alex Noerdin bersama bersama Dandim 0401 Muba Letkol ARH Faris Kurniawan SST MT, Sekretaris Daerah Kab Muba Drs H Apriyadi MSi, dan Kepala BPBD Muba Jhoni Martohonan AP pimpin langsung memantau potensi titik hot spot memakai jalur udara dengan sekaligus uji coba take off dan landing di Bandara Pangeran Abdul Hamid Sekayu setelah Teregister Bandara Udara resmi keluar dari Kementerian Perhubungan RI.

Beberapa titik pun ditinjau seperti di  Sungai Lilin, Keluang, Bayung Lencir, Tungkal Jaya, dan Lalan. Dari hasil peninjauan tampak ada satu titik hotspot yang terpantau yakni di kawasan antara Sungai Lilin-Lalan. Uniknya, Bupati Muba dalam kesempatan ini turut langsung menjadi Pilot membawa pesawat jenis BN2T/PK - WMR yang
berkapasitas 10 tempat duduk.

"Prinsipnya karhutbunlah ini jangan seperti tahun-tahun lalu, antisipasi pencegahan kita maksimalkan dan saya atensi khusus pencegahan di kawasan Timur," tegasnya. 

Menurutnya, segala upaya pencegahan sudah mulai dimaksimalkan bahkan Pemkab Muba juga telah bersinergi dengan Provinsi Jambi agar bersama-sama memaksimalkan upaya pencegahan potensi karhutbunlah di kawasan perbatasan Muba-Jambi. 

"Fokus kita ke pencegahan bukan ke penanganan, ini yang harus dimaksimalkan. Tim di lapangan juga disiagakan dengan baik dalam upaya pencegahan tersebut, termasuk kesiapan sarana dan prasarana," jelasnya. 

Lanjutnya, ada 7 instruksi tegas yang dikeluarkan sejak tahun 2019 lalu yakni diantaranya sinkronisasi satuan tugas siaga karhutbunla kabupaten Muba dengan satuan tugas provinsi Sumatera Selatan, membagi tugas Satgas siaga kebakaran hutan, kebun dan lahan dengan melibatkan stakeholder. Optimalisasi peralatan produksi pertanian yang pada kelompok tani untuk membantu pemadaman kebakaran.

Kemudian, memberikan sanksi tegas kepada pelaku pembuka lahan dengan cara pembakaran atau pembakaran pasca panen. Selain itu, memperkuat sarana dan prasarana pemadaman kebakaran serta personil terlatih pada regu pemadaman kebakaran perusahaan perkebunan. 

"Perusahaan-perusahaan diminta juga untuk aktif dalam upaya pencegahan dan edukasi karhutbunlah di masing-masing wilayah operasional," tegas. 

Ia menambahkan, melalui dana APBD Muba juga telah menyediakan sarana prasarana serta fasilitas pemadam kebakaran. "Fasilitas alat pemadam kebakaran sudah disebar terutama di daerah rawan karhutbunlah," jelasnya. 

Dodi juga menegaskan, dirinya mewajibkan perangkat Kecamatan dan perangkat Desa agar stand by di wilayah masing-masing. 

"Camat dan Kades wajib berada di tempat, sosialisasi dan edukasi warga agar tidak melakukan pembakaran hutan untuk membuka lahan," tegasnya lagi. 

Sementara itu, Kepala BPBD Muba Jhoni Martohonan AP MSi menyebutkan pihaknya bersama TNI Polri juga saat ini terus gencar sosialisasi ke masyarakat hingga ke pelosok terkait upaya pencegahan karhutbunlah. 

"Setiap hari juga dilakukan patroli rutin oleh tim melalui jalur darat guna memaksimalkan upaya pencegahan karhutbunlah," ungkapnya. 

Ia menambahkan, peran masyarakat menjadi garda terdepan dalam upaya pencegahan potensi karhutbunlah. "Warga menjadi garda terdepan, mari kita jaga Muba ini dari ancaman karhutbunlah," pungkasnya.(hsm) 

Sekolah, Mendikbud: 100 Persen Dana BOS Untuk Beli Kuota

BOGOR.DS, - Akibat Pandemi Covid-19 yang terjadi di Indonesia sejak Maret 2020 lalu, seluruh proses pembelajaran di sekolah dialihkan menjadi pembelajaran jarak jauh (PJJ).


Proses pembelajaran kini dilakukan secara daring dari rumah masing-masing peserta didik.

Namun, saat menjalankan proses pembelajaran secara online, ketersediaan kuota internet pun menjadi kendala utama, khususnya bagi keluarga dari ekonomi rendah.

Melihat permasalahan tersebut, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Nadiem Makarim pun mengambil kebijakan baru.

Nadiem Makarim memperbolehkan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) dimanfaatkan untuk membeli pulsa murid-murid dan guru yang terkendala secara ekonomi dalam sistem Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ).

Dikutip dari Kompas.com, penggunaan dana BOS untuk membeli kebutuhan kuota internet tersebut merupakan kebijakan yang diambil untuk merespons situasi pandemi Covid-19 saat ini.

Nadiem meminta agar dana BOS itu bisa digunakan dengan sebaik mungkin.

"100 persen dana BOS diberikan fleksibilitas untuk membeli pulsa atau kuota internet untuk anak dan orangtuanya. Bisa itu, sudah kita bebaskan. Di masa darurat Covid ini boleh digunakan untuk pembelian pulsa guru, sekolah, dan orangtua untuk anak," ucap Nadiem, di Bogor, Kamis (30/7/2020).

Ia melihat, banyak keluhan dari para guru dan orangtua murid yang merasa sulit menyediakan kebutuhan kuota internet dalam proses kegiatan pembelajaran jarak jauh (PJJ) selama pandemi ini.

Ia menjelaskan, penggunaan dana BOS untuk kuota internet harus dikonsultasikan bersama guru dan kepala sekolah.

Nadiem menuturkan, kepala sekolah memiliki hak untuk mengalihkan penggunaan dana BOS demi kepentingan mendukung pembelajaran termasuk pembelian kuota internet.

"Ini kebebasan dengan kriteria (dana BOS) Kemendikbud. Ini diskresi untuk kepala sekolah," sebutnya.

Sebelumnya, dalam kunjungan ke sejumlah sekolah di Kota Bogor, Nadiem banyak mendengar curhat dari para tenaga pengajar mengenai kendala dalam belajar daring.

Hal yang paling krusial dialami oleh guru dan peserta didik di Kota Bogor dalam menjalankan sistem PJJ adalah ketersediaan kuota internet dan jaringan.
Terpaksa Nadiem sendiri mengakui sebenarnya sejak awal dirinya tidak menginginkan adanya metode pembelajaran jarak jauh (PJJ).

Ia mengatakan, kebijakan pembelajaran jarak jauh ini terpaksa dilakukan.

"Dalam hati saya, saya tidak ingin PJJ terjadi. Saya ingin semua anak kembali tatap muka. Jadi PJJ itu bukan kebijakan pemerintah, PJJ itu kita terpaksa,” katanya saat mengunjungi SDN Polisi 1 Bogor.

Nadiem kemudian menjelaskan, PJJ terpaksa diambil agar anak-anak tetap dapat melanjutkan pendidikan.

Sebab jika tidak ada PJJ, maka pembelajaran anak akan terhenti akibat pandemi Covid-19.

"Pilihannya adalah ada pembelajaran, atau tidak ada pembelajaran sama sekali karena krisis kesehatan. Jadi PJJ itu bukan suatu yang diinginkan," ucap Nadiem.

Maka dari itu, Nadiem menuturkan pembelajaran tatap muka memang sangat direkomendasikan bagi para pelajar.

Sebab, dengan begitu guru dapat mengetahui kondisi dari para siswanya.

"Tidak ada yang bisa menggantikan interaksi tatap muka. Di situlah kita bisa merasakan emosionalnya, di situlah kita bisa merasakan energi di sekolah. Sehingga kita tahu siswa lagi senang, sedih, dia ngerti, kita lebih sensitif tatap muka gitu. Saya sebagai orang tua menyadari ini. Saya membantu mereka lewat zoom tapi tidak sama," ujarnya.
Kapan Sekolah Buka?
Meski secara pribadi tidak menginginkan adanya metode pembelajaran jarak jauh, namun Nadiem juga tidak tahu pasti kapan proses pembelajaran di sekolah bisa kembali normal.

Ia menyebut seluruh kebijakan akan ditentukan menunggu pandemi berakhir.

"Sebenarnya saya ingin menjawab pertanyaan itu, tetapi yang akan menjawab itu adalah virusnya," kata Nadiem saat berkunjung di sekolah Muhammadiyah.

Nadiem menyebut, masa pembelajaran pada masa pandemi ini merupakan masa belajar dan mengajar dengan proses yang dinamis.

Pembukaan belajar bukan hal yang stagnan, sehingga untuk pembukaan sekolah secara normal pasti tergantung kesiapan dan proses penyebaran virus ini di masing-masing daerah.

Begitu pula saat ditanya terkait skema yang harus segera dieksekusi kementerian yang kemungkinan akan dibuka pada awal 2021, lagi-lagi Nadiem mengatakan dia belum bisa memutuskan.

"Jadi mohon maaf saya enggak bisa menjawab. Walapun banyak yang mengharapkan akhir Desember sudah selesai. Tapi itu tidak bisa tergantung daerah. Tergantung keputusan gugus tugas dan juga tergantung kesiapan masing-masing pemerintah daerah dan sekolah," paparnya.(Rill)