NEWS

Slider

Sekolah, Mendikbud: 100 Persen Dana BOS Untuk Beli Kuota

BOGOR.DS, - Akibat Pandemi Covid-19 yang terjadi di Indonesia sejak Maret 2020 lalu, seluruh proses pembelajaran di sekolah dialihkan menjadi pembelajaran jarak jauh (PJJ).


Proses pembelajaran kini dilakukan secara daring dari rumah masing-masing peserta didik.

Namun, saat menjalankan proses pembelajaran secara online, ketersediaan kuota internet pun menjadi kendala utama, khususnya bagi keluarga dari ekonomi rendah.

Melihat permasalahan tersebut, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Nadiem Makarim pun mengambil kebijakan baru.

Nadiem Makarim memperbolehkan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) dimanfaatkan untuk membeli pulsa murid-murid dan guru yang terkendala secara ekonomi dalam sistem Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ).

Dikutip dari Kompas.com, penggunaan dana BOS untuk membeli kebutuhan kuota internet tersebut merupakan kebijakan yang diambil untuk merespons situasi pandemi Covid-19 saat ini.

Nadiem meminta agar dana BOS itu bisa digunakan dengan sebaik mungkin.

"100 persen dana BOS diberikan fleksibilitas untuk membeli pulsa atau kuota internet untuk anak dan orangtuanya. Bisa itu, sudah kita bebaskan. Di masa darurat Covid ini boleh digunakan untuk pembelian pulsa guru, sekolah, dan orangtua untuk anak," ucap Nadiem, di Bogor, Kamis (30/7/2020).

Ia melihat, banyak keluhan dari para guru dan orangtua murid yang merasa sulit menyediakan kebutuhan kuota internet dalam proses kegiatan pembelajaran jarak jauh (PJJ) selama pandemi ini.

Ia menjelaskan, penggunaan dana BOS untuk kuota internet harus dikonsultasikan bersama guru dan kepala sekolah.

Nadiem menuturkan, kepala sekolah memiliki hak untuk mengalihkan penggunaan dana BOS demi kepentingan mendukung pembelajaran termasuk pembelian kuota internet.

"Ini kebebasan dengan kriteria (dana BOS) Kemendikbud. Ini diskresi untuk kepala sekolah," sebutnya.

Sebelumnya, dalam kunjungan ke sejumlah sekolah di Kota Bogor, Nadiem banyak mendengar curhat dari para tenaga pengajar mengenai kendala dalam belajar daring.

Hal yang paling krusial dialami oleh guru dan peserta didik di Kota Bogor dalam menjalankan sistem PJJ adalah ketersediaan kuota internet dan jaringan.
Terpaksa Nadiem sendiri mengakui sebenarnya sejak awal dirinya tidak menginginkan adanya metode pembelajaran jarak jauh (PJJ).

Ia mengatakan, kebijakan pembelajaran jarak jauh ini terpaksa dilakukan.

"Dalam hati saya, saya tidak ingin PJJ terjadi. Saya ingin semua anak kembali tatap muka. Jadi PJJ itu bukan kebijakan pemerintah, PJJ itu kita terpaksa,” katanya saat mengunjungi SDN Polisi 1 Bogor.

Nadiem kemudian menjelaskan, PJJ terpaksa diambil agar anak-anak tetap dapat melanjutkan pendidikan.

Sebab jika tidak ada PJJ, maka pembelajaran anak akan terhenti akibat pandemi Covid-19.

"Pilihannya adalah ada pembelajaran, atau tidak ada pembelajaran sama sekali karena krisis kesehatan. Jadi PJJ itu bukan suatu yang diinginkan," ucap Nadiem.

Maka dari itu, Nadiem menuturkan pembelajaran tatap muka memang sangat direkomendasikan bagi para pelajar.

Sebab, dengan begitu guru dapat mengetahui kondisi dari para siswanya.

"Tidak ada yang bisa menggantikan interaksi tatap muka. Di situlah kita bisa merasakan emosionalnya, di situlah kita bisa merasakan energi di sekolah. Sehingga kita tahu siswa lagi senang, sedih, dia ngerti, kita lebih sensitif tatap muka gitu. Saya sebagai orang tua menyadari ini. Saya membantu mereka lewat zoom tapi tidak sama," ujarnya.
Kapan Sekolah Buka?
Meski secara pribadi tidak menginginkan adanya metode pembelajaran jarak jauh, namun Nadiem juga tidak tahu pasti kapan proses pembelajaran di sekolah bisa kembali normal.

Ia menyebut seluruh kebijakan akan ditentukan menunggu pandemi berakhir.

"Sebenarnya saya ingin menjawab pertanyaan itu, tetapi yang akan menjawab itu adalah virusnya," kata Nadiem saat berkunjung di sekolah Muhammadiyah.

Nadiem menyebut, masa pembelajaran pada masa pandemi ini merupakan masa belajar dan mengajar dengan proses yang dinamis.

Pembukaan belajar bukan hal yang stagnan, sehingga untuk pembukaan sekolah secara normal pasti tergantung kesiapan dan proses penyebaran virus ini di masing-masing daerah.

Begitu pula saat ditanya terkait skema yang harus segera dieksekusi kementerian yang kemungkinan akan dibuka pada awal 2021, lagi-lagi Nadiem mengatakan dia belum bisa memutuskan.

"Jadi mohon maaf saya enggak bisa menjawab. Walapun banyak yang mengharapkan akhir Desember sudah selesai. Tapi itu tidak bisa tergantung daerah. Tergantung keputusan gugus tugas dan juga tergantung kesiapan masing-masing pemerintah daerah dan sekolah," paparnya.(Rill)

Pelanggar Protokol Kesehatan diberi Sanksi, STIHURA Harap Terbitkan Perda

MUBA,DS. - Terkait rencana Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Musi Banyuasin (Muba) menyusun Peraturan Bupati (Perbup) tentang Pelaksanaan Protokol Kesehatan untuk Mencegah COVID-19. Dimana masyarakat akan diwajibkan mematuhi protokol kesehatan dan akan dikenakan sanksi berupa hukuman sosial sampai dikenakan denda.

Civitas Akademika Sekolah Tinggi Ilmu Hukum Rahmaniyah (STIHURA) Sekayu menyoroti terkait dengan penerapan Sanksi yang akan diatur dalam Peraturan Bupati tersebut.

Menurut Ketua STIHURA Sekayu Dr. Wandi Subroto, SH, MH, tidaklah tepat apabila sanksi hukum diatur dalam suatu Perbup. Hal ini tidak sesuai dengan ketentuan UU Nomor 10 Tahun 2004 tentang Pembentukan Undang-Undang. 

"Seharusnya sanksi diatur dalam Perda sesuai UU No 10 Tahun 2004. Kalau diatur dalam Perbup akan sangat sulit dalam melakukan penegakan hukumnya terutama dalam penerapan sanksi akan berjalan tidak efektif, karena bertentangan dengan UU," ujar Dr. Wandi.

Namun, dirinya tetap mendukung terkait rencana Pemkab Muba untuk membuat Peraturan Pelaksana Pencegahan Covid-19. 

"Saya berharap nantinya dibentuk Perda, karena Perda seyogyanya adalah kontrak sosial antara pemda dengan masyarakat yang diwakili DPRD. Kita harus membangun hukum secara bersama-sama. Baik Pemda maupun masyarakat saat ini mempunyai cita-cita hukum yang sama yakni ingin adanya regulasi terkait pelaksanaan pencegahan Covid-19. Namun, apabila ada ketentuan dalam pemberian sanksi ke masyarakat, tentu harus dibahas dulu di DPRD sebagai lembaga perwakilan rakyat. Kami selaku akademisi hukum berharap Peraturan yang dibuat nanti harus memenuhi aspek filosofi, yuridis dan sosiologis," tambah Dr. Wandi.

Dr. Wandi juga berpesan agar Program Muba Cerdas Hukum yang pernah dicanangkan oleh Bupati Muba Dr. H. Dodi Reza Alex Noerdin di tahun 2017 lalu dapat diimplementasikan. Program ini sangat baik, karena berupaya membangun kesadaran masyarakat untuk taat hukum tanpa harus adanya paksaan. Hukum harus benar-benar bisa menjadi alat pelindung masyarakat dan jangan jadikan alat untuk menakut-nakuti masyarakat pungkasnya.(hsm)

Kapolda Sumsel Apresiasi Gerakan BINTARA Kecamatan Bayung Lencir

MUBA,DS. - Kapolda Sumatera Selatan Irjen Pol Prof Dr Eko Indra Heri S MM mengapresiasi terobosan program kegiatan kemasyarakatan "BINTARA" yang mempunyai arti Bincang Cerita Rakyat yang dilakukan oleh Polsek Bayung Lencir Kabupaten Musi Banyuasin, Jumat (7 Agustus 2020).


"Di Bayung Lencir Muba ada BINTARA Mang Pedeka, kegiatan sosial kemasyarakatan untuk mewujudkan keamanan dan ketertiban di tengah masyarakat, itu sangat bagus dan harus ditingkatkan" ujar Jenderal bintang dua itu disela kegiatannya jumat pagi.

Kapolda juga berpesan agar kegiatan yang berorientasi kepada hubungan sosial kemasyarakatan agar dapat terus ditumbuh kembangkan ditengah kehidupan Polri khususnya yang ditugaskan di daerah, hal ini sesuai dengan program Polda Sumsel saat ini yaitu "MANG PEDEKA" Polisi Dulur Kito, yang menggambarkan kedekatan antara Polisi dan Masyarakat.

Disaat yang sama Kapolres Musi Banyuasin AKBP Yudhi Surya Markus Pinem SIK mengatakan akan memberikan perhatian terhadap inovasi dan terobosan para Kapolsek yang bertugas di tiap kecamatan, sehingga iklim kerja para Kapolsek akan semakin baik khususnya kegiatan pelayanan kepada masyarakat.

"Setiap program bagus, harus kita support sehingga semakin bagus, adapun yang kurang bagus kita perbaiki bersama" terangnya.

Ketika dikonfirmasi Kapolsek Bayung Lencir AKP Jonroni SH mengatakan bahwa program "BINTARA Mang Pedeka" adalah trobosan program kegiatan dari Polsek Bayung Lencir untuk menjalin komunikasi, dan meningkatkan koordinasi dengan masyarakat sehingga tercipta situasi yang nyaman, aman, dan kondusif ditengah kehidupan sosial masyarakat.

"Untuk mewujudkan rasa aman dan nyaman itu, kami berkeliling Desa /Kelurahan menghampiri pos-pos ronda pada malam hari untuk duduk bersama menyerap aspirasi dan berbincang kepada masyarakat terkait upaya meningkatkan keamanan lingkungan, terangnya.

Ditambahkan Bang Jon, sapaan akrab Kapolsek Bayung Lencir tersebut, pihaknya bersama Forkopimcam Bayung Lencir berkomitmen akan terus menjalin komunikasi sampai ketingkat bawah di tengah masyarakat, adapun serangkaian kegiatan lainnya didalam rangkaian Bintara diantaranya memberikan pelatihan dasar kepada warga petugas pos jaga, pembinaan penyusunan jadwal piket jaga, dan bantuan jam dinding ,Penempelan Maklumat Kapolda Sumsel tentang Karhutbunlah,  Maklumat Kapolda Sumsel tentang Dilarang membawa Senjata Tajam dan Penempelan Stiker Bintara Mang PDK serta Mematuhi Protokol Kesehatan untuk pos ronda.

Begitu pula halnya disampaikan oleh Camat Bayung Lencir, M Imron SSOs MSi bahwa komitmen untuk mendengar suara hati dari masyarakat bawah akan terus digalakkan oleh Forkopimcam Bayung Lencir untuk menggali potensi serta membantu permasalahan yang langsung ditemui di tengah masyarakat.

"Kalau Polsek punya "Bintara" kami Pemerintah Kecamatan juga punya "Temasya" artinya Temu Masyarakat Desa yang mana tujuannya sama sama untuk membangun komunikasi dari tingkat bawah ditengah masyarakat, dan mudah mudahan dua duanya akan saling bersinergi dan membantu masyarakat" jelasnya(hsm) 

Bawaslu RI Apresiasi Program Gemar Menjaga Hak Pilih

# Patut Dicontoh Bawaslu Lainnya, Pertama Di Indonesia.

INDRALAYA.DS,-- Program Gemar Menjaga Hak Pilih  yang dibuat Bawaslu Ogan Ilir (OI) mendapatkan apresiasi positif dari Anggota Bawaslu RI Divisi Pengawasan dan Sosialisasi Mochammad Afifuddin, S. Th.I., M. Si, bahkan program terobosan tersebut satu-satunya di Indonesia dan dianjurkannya diikuti oleh bawaslu lainnya. Tahap awal gemar menjaga hak pilih dilaksanakan di Pasar Inderalaya, Jumat (7/8) oleh Bawaslu Ogan Ilir, juga disaksikan, Ketua Bawaslu Sumsel Iin Irwanto, Ketua KPU OI Massuryati dan Ketua Bawaslu OI Dermawan Iskandar, Anggota Bawaslu OI Idris, Anggota Bawaslu OI Karlina dan sebagainya.

"Ya sangat kita apresiasilah dan patut dicontoh bawasu lain yang saat ini tengah melakukan pilkada. Di Indonesia ini ada 270 kabupaten kota dan provinsi yang melaksanakan pilkada serentak di Indonesia, karena programnya menarik jadi saya datang. Terpaksa daerah lainnya mengantri. Sebagai bentuk tanggungjawab menjaga hak pilih, bentuk kepedulian. Kita mempersilahkan Bawaslu kabupaten lain yang menyelenggarakan pilkada untuk melakukan hal yang sama, apalagi ini satu-satunya program gress di Indonesia, belum ada di bawaslu lain. Legitimasi bukan hanya dari penggunaan hak pilih namun juga kualitasnya,"kata Ketua Bawaslu RI Afifuddin.

Ketua Bawaslu OI Dermawan Iskandar didampingi komisioner lainnya Idris dan Karlina dan Korsek Bawaslu OI Herman Fikri mengaku berayukur atas pujian yang diberikan oleh Ketua Bawaslu RI Afifuddin.

Menurutnya gerakan menjaga hak pilih adalah dirancang untuk proses pemilihan data pemilih, kalau dianggap baik dan bisa dipakai di kabupaten lainnya dirinya mengaku senang.

"Niatan kami memaksimalkan kerja pengawasan, dalam rangka pemilihan pemutakhiran data pemilih. Sehingga dapat melibatkan masyarakat luas dalam pengawasan parsitipatif. Setelah ini target di tingkat kecamatan mendirikan 16 posko,mendirikan posko di beberapa tempat strategis, seperti di pasar, di tempat keramaian, walaupun sambil ke pasar bisa sambil ngecek, ada formulir yang disiapkan agar bisa masuk dalam DPT, tentunya dengan,"jelasnya.

Iskandar menjelaskan gerakan ini sebagai gerakan pengawas pilkada ada, langkah pencegahan memininalisir potensi masyarakat yang belum masuk daftar pemilih. Ini merupakan sebuah pemikiran perlu didorong bersama agar maksimal dalam pengawasan pilkada 2020. 

"Kami sudah melakukan analisis perbandingan antara daftar pemilih dan dp4, saat ini dibandingkan dengan pemilu 2019 selisih pemilih jumlahnya mencapai 20ribuan. Ada tren lonjakan pemilih 4696 seperti di Kecamatan Pemulutan, sementara di Pemulutan Selatan turun menjadi  2584 pemilih, ini merupakan data analisis awal jadi perlu dikroscek ulang agar data benar benar valid. Kita berkeinginan pilkada ini lancar, oesta demokrasi berjalan. Masyarakat pada 9 Desember bisa memilih pemimpin sesuai nurani untuk memimpin OI 5tahun kedepan,"katanya. (Red)

Miris Sekali ASN Lahat Tidak Taat Pajak

LAHAT.DS,-- Dinas Pendapatan Daerah ( Bapenda) Kabupaten  Lahat menemukan Fakta yang mengejutkan, ternyata ribuan ASN dilingkup Pemkab tidak membayar Pajak Bumi dan Bangunan ( PBB). Untuk itulah melalui surat Edaran Bupati no 500/375/Bapenda -II/2020 tentang Pelunasan Pajak Bumi dan Bangunan Sektor Perkotaan dan Pedesaan ( PBB P2) Kabupaten Lahat.

Menanggapi hal ini Subranudin selaku Kepala Bapenda Pemkab Lahat ketika dijumpai Awak Media diruang kerjanya 7/8 beliau mengakui bahwa memang benar ASN di Lahat tidak taat Pajak, untuk itulah  seluruh ASN dihimbau untuk membayar PBB, karena setelah dilihat datanya  banyak ASN belum bayar pajak dan ternyata tunggakan meningkat,

Kabid BP2  dan BPHTB bergerak cepat menertibkan pajak ASN tersebut.

Sehingga bagi ASN yang mengajukan bukti pelunasan PBB jadi syarat utama bagi ASN jajaran Pemkab Lahat untuk mendapatkan tunjangan penghasilan pegawai (TPP), dan beban kerja (BK).PBB-P2 dan BPHTB" ungkap Kepala Bapenda

Menurut Suberan  nominal tiap wajib pajak tidak semua sama, sesuai yang tertera di surat pemberitahuan pajak terhutang (SPPT). " Alhamdulilah selama satu Minggu surat beredar ASN sudah taat pajak " tandas Subran.

Pantauan Awak Media dilapang terlihat ASN terlihat anteran membayar pajak di Kantor Bapenda dan Bank BRI ( Novita/ Idham)antauan Awak Media dilapang terlihat ASN terlihat anteran membayar pajak di Kantor Bapenda dan Bank BRI.( Nid)

Dinilai Cepat Dalam Proses Pembangunan, Pemkab Oku Belajar Ke Pemkab Muba

#Pemkab Muba Terima Kunker Pemkab Oku

MUBA,DS. - Selain penyampaian LHP tercepat Kabupaten Musi Banyuasin juga di anggap cepat dalam proses pembangunan. Untuk itu hari ini Pemerintahan Kabupaten Ogan Komering Ulu lakukan Kunjungan Kerja ke Pemerintahan Kabupaten Musi Banyuasin terkait percepatan pembangunan di wilayah Muba, Kamis (6/8/2020) di Ruang Rapat Serasan Sekate.

Dalam kunjungan kerja tersebut di sambut oleh Sekretaris Daerah Muba Drs Apriyadi MSi yang di wakili oleh Asisten Bidang Admistrasi Umum Setda Muba Drs H Yusuf Amilin, yang pada kesempatan ini mengatakan terima kasih karena telah memilih Kabupaten Muba untuk melakukan kunjungan kerja yang dalam hal ini dapat dijadikan sebuah bandingan, bertukar informasi dan pembelajaran untuk Kabupaten OKU. 

"Adapun proses percepatan pembangunan di Kabupaten Muba terus dilakukan dengan meminta dukungan dan masukan dari pihak-pihak yang terkait termasuk dari warga Muba. Setelah itu dalam pembangunan tingkatkan pengendalian dan pengawasannya agar pembangunan berjalan dengan cepat dan tepat," bebernya.

Selanjutnya Yusuf menambahkan, "Jadi kunci dari kemajuan pembangunan yang cepat adalah, terjalinnya suatu komunikasi yang lancar dan baik antara Pemerintah Kabupaten untuk kemajuan bersama,"Ucapnya.

Sementara itu, Sekretaris Daerah Kabupaten Oku Dr Drs H Achmad Tarmizi SE MT MSi Menyampaikan rasa terima kasih kepada Pemerintahan Kabupaten Muba karena telah menyambut baik kedatangan kami. Dengan tujuan yang sangat besar kami datang ke Muba ingin belajar banyak hal terkait dari setiap aspek kesuksesan muba yang salah satunya adalah proses pembangunan.

"Banyak pembahasan serta tukar pendapat yang dikaji dalam pertemuan ini. Untuk itu sangat tepat memilih Kabupaten Muba untuk mendapatkan segala informasi yang ingin kita ketahui dalam melakukan percepatan pembangunan di wilayah. Semoga setelah pertemuan ini akan ada kelanjutan pertemuan lainnya, agar silaturahim dapat terus berjalan dengan baik," pungkasnya.(hsm) 

Lomba Mahir berbahasa Ingris Kajari OI

INDRALAYA.DS, -- Kejaksaan Negri Ogan Ilir tengah menyiapkan sebuah hajatan menarik bagi mereka yang menyukai Bahasa Inggris. Sebuah kompetisi berbahasa Inggris bakal digelar di Kejaksaan Negri Ogan Ilir bekerja sama dengan Unifersitas Sriwijaya dan LPMP Provinsi Sumatera Selatan dengan Targetnya, siswa siswi di semua jenjang pendidikan sekabupaten Ogan Ilir.

Acara bertajuk English Competition dalam rangka menyemarakan HUT RI Ke 75 ini akan dilaksanakan pendaftarannya mulai 11 Agustus 2020 hingga 12 Agustus 2020 nanti melalui Website Kajari Ogan Ilir http://kajari.oganilirkab.go.id dan https://s.id/ mahir INGGRISpelajar Pesertanya adalah seluruh pelajar di Sultra diantaranya SMA/SMK/MA, SMP/MTS, SD/MI dan tingkat universitas dengan berbagai perlombaan.

Ayo Ikuti Lomba Mahir Berhasa Ingris terbaik dalam rangka Hut RI ke 75 Di Kejaksaan Negri Ogan Ilir antar pelajar sekabupaten Ogan Ilir

KH. MUSLEH QORI SIAP DAMPINGI PETAHANA UNTUK PILKADA OGAN ILIR PRIODE 2020-2025

INDRALAYA.DS, -- KH Muslih Qori, salah satu tokoh Agama ternama di Kabupaten Ogan Ilir (OI) menyatakan dirinya siap mendampingi HM Ilyas Panji Alam Sebagai Calon Petahana pada pencalonan Bupati dan Wakil Bupati Ogan Ilir pada Pilkada Serentak yang akan digelar 9 Desember 2020 mendatang.


Pernyataan ini bukan tidak beralasan, sebab dirinya sudah beberapa kali membicarakan hal ini dengan orang nomor satu di Bumi Caram Seguguk tersebut. “Walaupun partai tidak mengusung saya sebagai Bacalon Bupati, namun saya tetap optimis akan tetap maju mendampingi pak Ilyas Panji Alam di Pilkada Ogan Ilir Desember mendatang,” ujarnya, Kamis (06/08/20).

Ia meminta kepada masyarakat Ogan Ilir untuk turut mendo’akan dan mendukungnya sebagai bakal calon wakil bupati yang akan mendampingi HM Ilyas Panji Alam di Pilkada OI.

“Saya mohon doanya, hasil dari pembicara kami bersama pak Ilyas sudah mengerucut, sudah sepaham dan kita juga tinggal menunggu penyelesaian yang lain-lain,” ungkapnya.

Untuk visi misi, sambung Muslih Qori, dirinya hanya mengikuti visi misi HM Ilyas Panji Alam, dan dirinya berharap agar Pemkab OI lebih memperkuat lagi bidang keagamaan, lantaran Kabupaten OI merupakan daerah berjuluk Kota Santri.

“Dan saya yakin menang dan saya optimis sekali, tinggal pendekatan kita dan kita juga tidak akan saling menghujat. Setiap orang pasti ada jelek dan buruknya, dan kita sangat optimis kita akan menang jika berpasangan bersama pak Ilyas Panji Alam,” tandasnya.

Sementara M Rizal ST, Sekjen DPC PDIP OI menambahkan, jika KH Muslih Qori berpasangan dengan HM Ilyas pasti akan memenangkan Pesta Demokrasi lima tahunan tersebut.

“Tapi kita tunggu mekanismenya, jika dibandingkan dengan Ovi-Ardani sudah pasti sangat tidak sebanding, kita jauh diatas mereka,” terangnya.ZN

Tuntaskan Masalah Listrik Plakat Tinggi, Dodi Reza Beri Solusi

# PT MEP Gandeng PLN, Ganti Material Hingga Libatkan Kades


MUBA,DS. - Persoalan listrik di Kecamatan Plakat Tinggi yang belakangan ini sering padam langsung direspon Bupati Muba Dr Dodi Reza Alex Noerdin Lic Econ MBA. Hal ini tampak pada peninjauan langsung yang dilakukan Bupati Muba pada Peninjauan Pembersihan Jaringan Listrik PT Muba Electric
Power (PT. MEP), Kamis (6/8/2020). 

"Memang ada beberapa problem yang menjadi penyebab, oleh sebab itu saya cek langsung hari ini dan tim di lapangan juga sudah bergerak," ungkapnya. 

Dodi Reza mengaku, dirinya pada minggu lalu mendapatkan pengaduan dari masyarakat terkait listrik di Kecamatan Plakat Tinggi. "Kita menemukan ada beberapa problem yang memang sudah laten bahwa jaringan kita sepanjang 170 km di Kecamatan Plakat Tinggi ini sangat rentan karena masalah dari materialnya sudah banyak yang tua," bebernya. 

Dodi menyebutkan, sebagian besar hampir seluruhnya tiang listrik berada di perkebunan sawit sehingga sangat rentan terjadi gesekan dengan pohon-pohon sawit yang menyebabkan salah satunya langsung mengalami gangguan (trip)atau padam. 

"Oleh karena itu kita melakukan berbagai upaya pertama untuk secara langsung membebaskan jaringan tersebut dari gangguan, kemudian bekerja sama dengan PLN menambah spesifikasi teknis yang diperlukan sehingga jika pun terjadi gangguan disalah satu titik tidak akan merembet ke mana mana jadi dilokalisir di titik itu," terangnya.

"Ini bisa mengurangi pemadaman yang memang disebabkan oleh alam tadi, karena kalau hujan atau gesekan sawit tadi akan juga menyebabkan padam," tambahnya.

Ia menambahkan, kemudian juga dari PT MEP dan dari desa membuat perjanjian dengan perangkat desa dan warga desa untuk menjaga jaringan listrik dengan menggunakan alokasi dana desa yang dianggarkan secara khusus untuk menjaga ROW (Right of Way) dibawah pohon-pohon kelapa sawit tersebut.

"Warga harus siap-siap karena itu sesuai dengan Undang-Undang, ROW itu dibatasi jarak maka jika mengganggu jaringan sawitnya harus ditebang," jelasnya.

Sementara itu, Direktur PT MEP Augie Bunyamin menyebutkan, PT MEP telah bekerjasama dengan PLN untuk menuntaskan persoalan tersebut, dan dari asistensi tersebut ada rekomendasi.

"Dari hasil rekomendasi PLN ini kita follow up diantaranya harus penggantian beberapa material termasuk peralatan untuk Kecamatan Plakat Tinggi dan Kecamatan Tungkal Jaya karena pelanggan MEP di Plakat Tinggi dan Tungkal Jaya 100 persen listriknya bergantung pada PT MEP," bebernya.

"Alhamdulillah kita dapat dukungan suport dari PLN untuk kita melakukan pergantian material utamanya, kita juga melakukan pembersihan jaringan-jaringan untuk di Plakat Tinggi ada 170 km serentak bergotong royong dibantu asistensi dari PLN," ulasnya.

Augie melanjutkan, karena ada tekniknya untuk pembersihan 
PT MEP bersama tim PLN ada 4 tim masing-masing 10 orang untuk di Pakat Tinggi. "Insha Allah dalam satu minggu peralatan sudah terpasang dan kita lakukan pembersihan, selanjutnya juga untuk Kecamatan Tungkal Jaya," ujarnya

"Kita juga sudah berkumpul dengan perangkat desanya, ke depan yang berperan itu Kades dan Perangkat Desanya, kita akan lakukan MOU pada 19 September nanti karena masing-masing desa ada budget nya juga tergantung panjang jaringannya," tandasnya.

Kades B4 Heri Budiyanto dalam kesempatan ini, mengucapkan terima kasih kepada Bupati Muba yang telah turun langsung untuk memastikan perbaikan ini sesuai dengan yang diharapkan masyarakat kecamatan Plakat Tinggi.
"Kami masyarakat kecamatan Plakat Tinggi mengucapkan terima kasih kepada Pemkab Muba terkhusus kepada Bupati Dr H Dodi Reza Alex Noerdin dan pihak PT MEP yang sudah mendengarkan dan langsung menindaklanjuti aspirasi yang telah kami sampaikan. Kami masyarakat Plakat Tinggi siap mensupport dan siap bergotong royong membantu Pemkab Muba untuk menjaga dan memelihara dan mengawasi jaringan listrik ini. Mudah mudahan kedepan hal ini tidak terjadi lagi,"tandasnya.(hsm) 

Dinilai Upaya Konkrit Pembangunan Hijau Berkelanjutan

MUBA,DS.- Kabupaten Musi Banyuasin yang luas wilayahnya sekitar 14.265,96 km² dan diantaranya terdapat bentangan alam Hutan Rawa Gambut (HRG) sekitar 271.000 hektar menjadi fokus Bupati Muba Dr Dodi Reza Alex Noerdin Lic Econ MBA untuk terus melanjutkan restorasi alam di Muba utamanya di lahan gambut. 


Sebagaimana diketahui Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin telah menerbitkan Peraturan Bupati Musi Banyuasin Nomor 88 Tahun 2019 tentang Kelembagaan Pengelolaan dan Perlindungan Gambut. 

"Peraturan Daerah tersebut sebagai dasar untuk membentuk Pusat Riset Gambut di Muba dalam bentangan Kawasan Hidrologis dengan melibatkan Para Pihak," ungkap Bupati Muba Dr Dodi Reza Alex Noerdin saat Seminar Online Melalui Zoom Meeting Dengan Tema Musi Banyuasin Sebagai Pusat Riset Gambut Berbasis
Kawasaan Hidrologi Gambut (KHG) Melalui Pendekatan Kemitraan Pemangku Kepentingan, Rabu (5/8/2020). 

Dikatakan Dodi, di Kabupaten 
Musi Banyuasin untuk membangun Pusat Riset Gambut karena Berdasarkan Peraturan Presiden RI Nomor 1 Tahun 2016 tentang Badan Restorasi Gambut, dan Kabupaten Musi Banyuasin merupakan Kabupaten yang mendapat Prioritas Restorasi Gambut seluas 96.891 hektar, yang terdapat di Zona Konsesi seluas 77.812 hektar dan Zona Non Konsesi seluas 19.079 hektar, akan tetapi tidak terdapat di Zona Lindung. 

Bupati Muba juga menyampaikan, bahwa Kabupaten Muba memiliki Kawasan Hidrologi Gambut (KHG) yakni KHG Sungai Lalan - Sungai Merang, Sungai Air Hitam Laut - Sungai Buntu Kecil, Sungai Merang - Sungai Ngirawan, Sungai Ngirawan - Sungai Sembilang, Sungai Lalan - Bentayan, Sungai Bentayan - Sungai Penimpahan, Sungai Penimpahan - Sungai Air Hitam, Sungai Saleh - Sungai Sugihan, dan KHG Sungai Sugihan - Sungai Lumpur.

Dari KHG tersebut dijelaskannya memiliki nilai konservasi sangat tinggi, seperti Harimau Sumatera, Tapir, 122 lebih jenis burung, 57 spesias ikan, dan juga ada salah satu reptil terlangka didunia yaitu Buaya Senyulung yang dapat ditemukan disalah satu kawasan gambut itu.

Kemudian ada fenomena alam yang sangat langka, itu terjadi setiap bulan November sampai Maret, di Taman Nasional Sembilang menjadi tempat persinggahan burung imigran Siberia.

"Setiap tahunnya hutan gambut, mengalami degradasi, degradasi penyebabnya ada dua yakni kebakaran hutan, selain itu ada konsersi dari kegiatan ekonomi masyarakat, misalnya dari kegiatan konsesi hutan tanaman industri, HGU perkebunan kelapa sawit, kawasan pinjam pakai untuk explorasi minyak dan gas, pertanian rakyat dan permukiman. Dari dua hal itu kemungkinan menjadi salah satu penyebab nilai rawa gambut tadi secara kualitas mengalami degradasi," ujarnya.

Oleh karena itu, " kami ingin upaya Restorasi tetap berlanjut dengan melakukan kegiatan secara terpusat, terkoordinasi, sinergi satu sama lain dengan melakukan berbagai riset untuk kepentingan IPTEK maupun riset aksi dengan cara learning by doing," ujar Ketua Umum Lingkar Temu Kabupaten Lestari (LTKL) Indonesia itu", ucapnya.

Dijelaskan, banyak kegiatan praktis di lahan gambut yang dilakukan oleh pemerintah, perguruan tinggi, perusahaan dan masyarakat, yang walaupun pada tahap awal tidak 
menggunakan metodologi riset, pada akhirnya menghasilkan 
output atau Inovasi yang bermanfaat, efektif dan efisien yang sering disebut dengan kearifan lokal. 

"Diharapkan dengan terbentuknya Pusat Riset Gambut semua karya-karya tersebut dapat terdokumentasi dan terpublikasi secara umum," harapnya.

Lanjut Dodi, inisiatif ini merupakan implementasi dari Visi dan Misi Bupati dan Wakil Bupati Musi Banyuasin 2017-2022, dengan Visi Menuju MUBA Berjaya 2022 dan secara eksplisit dijelaskan Misi Pembangunan Hijau Rendah Karbon pada Misi ke-6.

"Dimana kita harus mengelola Sumber Daya Alam secara Optimal 
dan Bertanggungjawab dengan memperhatikan Aspek 
Kelestarian Lingkungan (Green Growth Governance)," sebutnya.

Dodi melanjutkan, ada beberapa kegiatan yang telah dirintis dan dilaksanakan di Kabupaten Musi Banyuasin untuk merealisasikan Misi ke-6 yakni diantaranya Biofuel dari Bahan Baku Minyak Sawit Formula Green Diesel B-100 sebagai Program Strategis Nasional.

"Kemudian, Bahan Olah 
Karet sebagai bahan baku campur Aspal yang pabriknya sedang dibangun dan Pusat Unggulan Komoditi Kelapa Sawit dan 
Karet serta Verified Sourcing Area (VSA)," ungkap dia.

Dalam Seminar yang dimoderatori oleh Momon Sodik itu
Kepala Badan Penelitian, Pengembangan dan Inovasi Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI Dr Ir Agus Justianto MSc yang juga menjadi salah satu narasumber seminar itu, menyambut baik dan mendukung langkah yang akan dilakukan Bupati Muba Dr H Dodi Reza Alex Noerdin dalam pembentukan Pusat Riset Gambut.

"Tentunya kami berharap apa yang akan dilaksanakan ini bisa menjadi jejaring. Pusat riset yang akan dibangun dimuba menjadi sinergi yang bermanfaat baik tingkat nasional dan internasional," ucapnya

Senada Deputi Bidang III Badan Restorasi Gambut (BRG) Dr Myrna A Safitri mengucapkan selamat atas inisiasi pembentukan pusat riset gambut di Muba. "Ini langkah konkrit upaya untuk restorasi atau pemugaran alam di Muba," jelasnya.

Myrna berharap, program ini akan sangat bermanfaat terutama daerah yang memiliki banyak lahan gambut. "Kami kira ini menjadi kebutuhan dan konsen kita bersama untuk menjaga alam", pungkasnya.(hsm)