NEWS

Slider

KH. MUSLEH QORI SIAP DAMPINGI PETAHANA UNTUK PILKADA OGAN ILIR PRIODE 2020-2025

INDRALAYA.DS, -- KH Muslih Qori, salah satu tokoh Agama ternama di Kabupaten Ogan Ilir (OI) menyatakan dirinya siap mendampingi HM Ilyas Panji Alam Sebagai Calon Petahana pada pencalonan Bupati dan Wakil Bupati Ogan Ilir pada Pilkada Serentak yang akan digelar 9 Desember 2020 mendatang.


Pernyataan ini bukan tidak beralasan, sebab dirinya sudah beberapa kali membicarakan hal ini dengan orang nomor satu di Bumi Caram Seguguk tersebut. “Walaupun partai tidak mengusung saya sebagai Bacalon Bupati, namun saya tetap optimis akan tetap maju mendampingi pak Ilyas Panji Alam di Pilkada Ogan Ilir Desember mendatang,” ujarnya, Kamis (06/08/20).

Ia meminta kepada masyarakat Ogan Ilir untuk turut mendo’akan dan mendukungnya sebagai bakal calon wakil bupati yang akan mendampingi HM Ilyas Panji Alam di Pilkada OI.

“Saya mohon doanya, hasil dari pembicara kami bersama pak Ilyas sudah mengerucut, sudah sepaham dan kita juga tinggal menunggu penyelesaian yang lain-lain,” ungkapnya.

Untuk visi misi, sambung Muslih Qori, dirinya hanya mengikuti visi misi HM Ilyas Panji Alam, dan dirinya berharap agar Pemkab OI lebih memperkuat lagi bidang keagamaan, lantaran Kabupaten OI merupakan daerah berjuluk Kota Santri.

“Dan saya yakin menang dan saya optimis sekali, tinggal pendekatan kita dan kita juga tidak akan saling menghujat. Setiap orang pasti ada jelek dan buruknya, dan kita sangat optimis kita akan menang jika berpasangan bersama pak Ilyas Panji Alam,” tandasnya.

Sementara M Rizal ST, Sekjen DPC PDIP OI menambahkan, jika KH Muslih Qori berpasangan dengan HM Ilyas pasti akan memenangkan Pesta Demokrasi lima tahunan tersebut.

“Tapi kita tunggu mekanismenya, jika dibandingkan dengan Ovi-Ardani sudah pasti sangat tidak sebanding, kita jauh diatas mereka,” terangnya.ZN

Tuntaskan Masalah Listrik Plakat Tinggi, Dodi Reza Beri Solusi

# PT MEP Gandeng PLN, Ganti Material Hingga Libatkan Kades


MUBA,DS. - Persoalan listrik di Kecamatan Plakat Tinggi yang belakangan ini sering padam langsung direspon Bupati Muba Dr Dodi Reza Alex Noerdin Lic Econ MBA. Hal ini tampak pada peninjauan langsung yang dilakukan Bupati Muba pada Peninjauan Pembersihan Jaringan Listrik PT Muba Electric
Power (PT. MEP), Kamis (6/8/2020). 

"Memang ada beberapa problem yang menjadi penyebab, oleh sebab itu saya cek langsung hari ini dan tim di lapangan juga sudah bergerak," ungkapnya. 

Dodi Reza mengaku, dirinya pada minggu lalu mendapatkan pengaduan dari masyarakat terkait listrik di Kecamatan Plakat Tinggi. "Kita menemukan ada beberapa problem yang memang sudah laten bahwa jaringan kita sepanjang 170 km di Kecamatan Plakat Tinggi ini sangat rentan karena masalah dari materialnya sudah banyak yang tua," bebernya. 

Dodi menyebutkan, sebagian besar hampir seluruhnya tiang listrik berada di perkebunan sawit sehingga sangat rentan terjadi gesekan dengan pohon-pohon sawit yang menyebabkan salah satunya langsung mengalami gangguan (trip)atau padam. 

"Oleh karena itu kita melakukan berbagai upaya pertama untuk secara langsung membebaskan jaringan tersebut dari gangguan, kemudian bekerja sama dengan PLN menambah spesifikasi teknis yang diperlukan sehingga jika pun terjadi gangguan disalah satu titik tidak akan merembet ke mana mana jadi dilokalisir di titik itu," terangnya.

"Ini bisa mengurangi pemadaman yang memang disebabkan oleh alam tadi, karena kalau hujan atau gesekan sawit tadi akan juga menyebabkan padam," tambahnya.

Ia menambahkan, kemudian juga dari PT MEP dan dari desa membuat perjanjian dengan perangkat desa dan warga desa untuk menjaga jaringan listrik dengan menggunakan alokasi dana desa yang dianggarkan secara khusus untuk menjaga ROW (Right of Way) dibawah pohon-pohon kelapa sawit tersebut.

"Warga harus siap-siap karena itu sesuai dengan Undang-Undang, ROW itu dibatasi jarak maka jika mengganggu jaringan sawitnya harus ditebang," jelasnya.

Sementara itu, Direktur PT MEP Augie Bunyamin menyebutkan, PT MEP telah bekerjasama dengan PLN untuk menuntaskan persoalan tersebut, dan dari asistensi tersebut ada rekomendasi.

"Dari hasil rekomendasi PLN ini kita follow up diantaranya harus penggantian beberapa material termasuk peralatan untuk Kecamatan Plakat Tinggi dan Kecamatan Tungkal Jaya karena pelanggan MEP di Plakat Tinggi dan Tungkal Jaya 100 persen listriknya bergantung pada PT MEP," bebernya.

"Alhamdulillah kita dapat dukungan suport dari PLN untuk kita melakukan pergantian material utamanya, kita juga melakukan pembersihan jaringan-jaringan untuk di Plakat Tinggi ada 170 km serentak bergotong royong dibantu asistensi dari PLN," ulasnya.

Augie melanjutkan, karena ada tekniknya untuk pembersihan 
PT MEP bersama tim PLN ada 4 tim masing-masing 10 orang untuk di Pakat Tinggi. "Insha Allah dalam satu minggu peralatan sudah terpasang dan kita lakukan pembersihan, selanjutnya juga untuk Kecamatan Tungkal Jaya," ujarnya

"Kita juga sudah berkumpul dengan perangkat desanya, ke depan yang berperan itu Kades dan Perangkat Desanya, kita akan lakukan MOU pada 19 September nanti karena masing-masing desa ada budget nya juga tergantung panjang jaringannya," tandasnya.

Kades B4 Heri Budiyanto dalam kesempatan ini, mengucapkan terima kasih kepada Bupati Muba yang telah turun langsung untuk memastikan perbaikan ini sesuai dengan yang diharapkan masyarakat kecamatan Plakat Tinggi.
"Kami masyarakat kecamatan Plakat Tinggi mengucapkan terima kasih kepada Pemkab Muba terkhusus kepada Bupati Dr H Dodi Reza Alex Noerdin dan pihak PT MEP yang sudah mendengarkan dan langsung menindaklanjuti aspirasi yang telah kami sampaikan. Kami masyarakat Plakat Tinggi siap mensupport dan siap bergotong royong membantu Pemkab Muba untuk menjaga dan memelihara dan mengawasi jaringan listrik ini. Mudah mudahan kedepan hal ini tidak terjadi lagi,"tandasnya.(hsm) 

Dinilai Upaya Konkrit Pembangunan Hijau Berkelanjutan

MUBA,DS.- Kabupaten Musi Banyuasin yang luas wilayahnya sekitar 14.265,96 km² dan diantaranya terdapat bentangan alam Hutan Rawa Gambut (HRG) sekitar 271.000 hektar menjadi fokus Bupati Muba Dr Dodi Reza Alex Noerdin Lic Econ MBA untuk terus melanjutkan restorasi alam di Muba utamanya di lahan gambut. 


Sebagaimana diketahui Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin telah menerbitkan Peraturan Bupati Musi Banyuasin Nomor 88 Tahun 2019 tentang Kelembagaan Pengelolaan dan Perlindungan Gambut. 

"Peraturan Daerah tersebut sebagai dasar untuk membentuk Pusat Riset Gambut di Muba dalam bentangan Kawasan Hidrologis dengan melibatkan Para Pihak," ungkap Bupati Muba Dr Dodi Reza Alex Noerdin saat Seminar Online Melalui Zoom Meeting Dengan Tema Musi Banyuasin Sebagai Pusat Riset Gambut Berbasis
Kawasaan Hidrologi Gambut (KHG) Melalui Pendekatan Kemitraan Pemangku Kepentingan, Rabu (5/8/2020). 

Dikatakan Dodi, di Kabupaten 
Musi Banyuasin untuk membangun Pusat Riset Gambut karena Berdasarkan Peraturan Presiden RI Nomor 1 Tahun 2016 tentang Badan Restorasi Gambut, dan Kabupaten Musi Banyuasin merupakan Kabupaten yang mendapat Prioritas Restorasi Gambut seluas 96.891 hektar, yang terdapat di Zona Konsesi seluas 77.812 hektar dan Zona Non Konsesi seluas 19.079 hektar, akan tetapi tidak terdapat di Zona Lindung. 

Bupati Muba juga menyampaikan, bahwa Kabupaten Muba memiliki Kawasan Hidrologi Gambut (KHG) yakni KHG Sungai Lalan - Sungai Merang, Sungai Air Hitam Laut - Sungai Buntu Kecil, Sungai Merang - Sungai Ngirawan, Sungai Ngirawan - Sungai Sembilang, Sungai Lalan - Bentayan, Sungai Bentayan - Sungai Penimpahan, Sungai Penimpahan - Sungai Air Hitam, Sungai Saleh - Sungai Sugihan, dan KHG Sungai Sugihan - Sungai Lumpur.

Dari KHG tersebut dijelaskannya memiliki nilai konservasi sangat tinggi, seperti Harimau Sumatera, Tapir, 122 lebih jenis burung, 57 spesias ikan, dan juga ada salah satu reptil terlangka didunia yaitu Buaya Senyulung yang dapat ditemukan disalah satu kawasan gambut itu.

Kemudian ada fenomena alam yang sangat langka, itu terjadi setiap bulan November sampai Maret, di Taman Nasional Sembilang menjadi tempat persinggahan burung imigran Siberia.

"Setiap tahunnya hutan gambut, mengalami degradasi, degradasi penyebabnya ada dua yakni kebakaran hutan, selain itu ada konsersi dari kegiatan ekonomi masyarakat, misalnya dari kegiatan konsesi hutan tanaman industri, HGU perkebunan kelapa sawit, kawasan pinjam pakai untuk explorasi minyak dan gas, pertanian rakyat dan permukiman. Dari dua hal itu kemungkinan menjadi salah satu penyebab nilai rawa gambut tadi secara kualitas mengalami degradasi," ujarnya.

Oleh karena itu, " kami ingin upaya Restorasi tetap berlanjut dengan melakukan kegiatan secara terpusat, terkoordinasi, sinergi satu sama lain dengan melakukan berbagai riset untuk kepentingan IPTEK maupun riset aksi dengan cara learning by doing," ujar Ketua Umum Lingkar Temu Kabupaten Lestari (LTKL) Indonesia itu", ucapnya.

Dijelaskan, banyak kegiatan praktis di lahan gambut yang dilakukan oleh pemerintah, perguruan tinggi, perusahaan dan masyarakat, yang walaupun pada tahap awal tidak 
menggunakan metodologi riset, pada akhirnya menghasilkan 
output atau Inovasi yang bermanfaat, efektif dan efisien yang sering disebut dengan kearifan lokal. 

"Diharapkan dengan terbentuknya Pusat Riset Gambut semua karya-karya tersebut dapat terdokumentasi dan terpublikasi secara umum," harapnya.

Lanjut Dodi, inisiatif ini merupakan implementasi dari Visi dan Misi Bupati dan Wakil Bupati Musi Banyuasin 2017-2022, dengan Visi Menuju MUBA Berjaya 2022 dan secara eksplisit dijelaskan Misi Pembangunan Hijau Rendah Karbon pada Misi ke-6.

"Dimana kita harus mengelola Sumber Daya Alam secara Optimal 
dan Bertanggungjawab dengan memperhatikan Aspek 
Kelestarian Lingkungan (Green Growth Governance)," sebutnya.

Dodi melanjutkan, ada beberapa kegiatan yang telah dirintis dan dilaksanakan di Kabupaten Musi Banyuasin untuk merealisasikan Misi ke-6 yakni diantaranya Biofuel dari Bahan Baku Minyak Sawit Formula Green Diesel B-100 sebagai Program Strategis Nasional.

"Kemudian, Bahan Olah 
Karet sebagai bahan baku campur Aspal yang pabriknya sedang dibangun dan Pusat Unggulan Komoditi Kelapa Sawit dan 
Karet serta Verified Sourcing Area (VSA)," ungkap dia.

Dalam Seminar yang dimoderatori oleh Momon Sodik itu
Kepala Badan Penelitian, Pengembangan dan Inovasi Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI Dr Ir Agus Justianto MSc yang juga menjadi salah satu narasumber seminar itu, menyambut baik dan mendukung langkah yang akan dilakukan Bupati Muba Dr H Dodi Reza Alex Noerdin dalam pembentukan Pusat Riset Gambut.

"Tentunya kami berharap apa yang akan dilaksanakan ini bisa menjadi jejaring. Pusat riset yang akan dibangun dimuba menjadi sinergi yang bermanfaat baik tingkat nasional dan internasional," ucapnya

Senada Deputi Bidang III Badan Restorasi Gambut (BRG) Dr Myrna A Safitri mengucapkan selamat atas inisiasi pembentukan pusat riset gambut di Muba. "Ini langkah konkrit upaya untuk restorasi atau pemugaran alam di Muba," jelasnya.

Myrna berharap, program ini akan sangat bermanfaat terutama daerah yang memiliki banyak lahan gambut. "Kami kira ini menjadi kebutuhan dan konsen kita bersama untuk menjaga alam", pungkasnya.(hsm) 

Permasalahan Klim Lahan Terkait Pembangunan Jembatan Mulak Ulu Dinas PU Propinsi Tak Ada. Hubunganya

LAHAT.DS,-- Permasalahan klaim lahan  terkait akan dilaksanakan Pembangunan jembatan sementara didesa Mulak Ulu sepanjang 80 M Lebar 7 M akibat jembatan Mulak yang hancur diterjang banjir bandang awal tahun 2020 lalu.
Hingga terjadi Portal jalan yang pernah dilakukan salah satu oknum warga yang mengklaim pemilik lahan jembatan sementara nampaknya akan terjadi lagi jika Pemkab Lahat belum menyelesaikan permasalahan yang ada dalam waktu dekat.

Wabup Lahat H Haryanto,Mba dalam musyawarah bersama diOprom pemkab Lahat Selasa (5/8) mengatakan, sebelumnya Pemkab Lahat telah menerima surat dari oknum warga (Balfas –red) yang mengklaim jalan yang dilalui warga saat ini adalah miliknya. Namun, agar tidak menimbulkan permasalahan yang berlarut maka hal ini akan dicari solusi mengingat sebelum nya da keberatan dari warga tersebut.

“Hari ini Pemdes Geramat dan Pengentaan serta KA UPTD Lahat PU Provinsi Sumsel telah duduk bersama guna menyelesaikan masalah yang ada, namun sayang pihak yang mengklaim kepemilikan lahan (Balfas-red) tidak hadir sehingga belum menemui kemufakatan. Pemkab Lahat tetap berharap agar pembangunan jembatan Mulak tidak terkendala meskipun polemik lahan belum selesai,”ujarnya.

Smenetara itu, Kades Geramat Sapuan menuturkan, pihaknya mengetahui adanya keberatan dari salah satu warga terkait jalan sementara yang saat ini dilalui. Namun, Pemdes tidak memiliki arsip jual beli tanah antara pihak Baflas dan Erwin, apalagi saat jual berlangsung pada tahun 2013 dirinya belum menjabat sebagai Kades geramat.

“Disekitar lokasi memang ada kontrak pengelolaan batu Ayek Mulak sebesar Rp.20 juta pertahun. Balfas memang sempat hendak memperbaruai surat kepemilikan tanah namunErwin pemilik tanah sebelumnya menolak karena terjadi terubahan luas tanah yang dimaksud,”imbuhnya.

Kades Pengentaan Dadi Afrizul menuturkan, dalam pembangunan jembatan Mulak pihaknya sangat mendukung meskipun diakui saat pembangunan dimulai pada awal Januari 2020 sempat terjadi aksi pemortalan dan hingga kini masih ada keluhan dari pihak yang mengaku pemilik tanah jembatan sementara tersebut. “Kami berharap ada solusi agar pembangunan jembatan Mulak cepat terselesaikan sehingga roda perekonomian masyarakat cepat bangkit,”jelasnya.

Terpisah Hendri KA UPTD Lahat  PU  Propinsi Sumsel mengungkapkan, pihaknya menargetkan pembangunan jembatan Mulak selesai sesuai target yang ada karena nya dukungan dari semua pihak begitu diharapkan, terkait adanya sanggan atas lahan dijalan sementara pihaknya tidak akan mengintervensi karena ini adalah ranah Pemkab Lahat. “Jembatan Mulak yang dibangun menelan anggaran sebesar Rp.20 Milyar, sebelumnya jembatan ini ambruk akibat aliran sungai Mulak yang berubah arah karena adanya penambangan batu disekitar jembatan,”pungkasnya. (Ind)

Baru 7 Hari Dirawat RSMH Bupati OI Pulang ke Rumah Dinas

# Giliran Kawan Karibnya Sekaligus Kepala Dinas  OI Inisial AT Kena Corona

INDRALAYA.DS, -- Baru 7 hari dirawat di RSMH Palembang dikarenakan positif covid19, Bupati Ogan Ilir HM Ilyas Panji Alam sudah pulang ke rumah dinas Bupati Komplek Perkantoran Tanjung Senai (KPT) Kabupaten Ogan Ilir.

Pasalnya, dari hasil swab test Bupati Ogan Ilir HM Ilyas Panji Alam sudah dinyatakan negatif covid19 dan diperbolehkan pulang. Usai Ilyas sembuh, giliran kawan karibnya yang juga Kepala Dinas berinisial AT yang kena corona.

Sekertaris Daerah OI H Herman mengatakan, saat ini Bupati OI HM Ilyas Panji Alam dari hasil swab test sudah nyatakan negatif dan diperbolehkan pulang.

"Dari hasil swab test pak Bupati OI sudah dinyatakan negatif dan sekarang sudah pulang di Rumah Dinas Bupati Tanjung Senai,"katanya, Rabu (5/8).

Ia menambahakan, walau pun sudah dinyatakan negatif tapi Bupati OI tetap melakukan isolasi mandiri.

"Walaupun hasil swab testnya sudah negatif pak bupati tetap melakukan isolasi mandiri di rumah dinasnya, namun tetap dalam pengawasan dokter dan sekarang sudah bisa mulai bekerja hanya menandatangi berkas saja. Selain itu Kepala Dinas OI inisial AT dan Kepala Bagian DAS juga kena corona. Namun mereka sudah isolasi di rumahnya secara mandiri,"katanya. 

Sementara itu pantauan Kantor Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten OI diseterilkan dengan dilakukan penyemprotan desinfektan.

Sekertaris Disdikbud OI Herianto terkait beredarnya informasi kadisnya berinisial AT positif covid19 mengatakan, baru isu saja dikarenakan hasil swab test secara resmi belum diterima pihak bersangkutan.

"masih isu saja yang beredar bahwa beliau positif covid19, namun untuk hasil swab testnya belum diterima oleh pihak bersangkutan,"katanya  saat di hubungi via telp, Rabu (5/8).

Ia menambahkan, untuk melakukan antisipasi agar tidak terjadi hal yang tidak diinginkan, pihak melakukan penyeterilan kantor dengan dilakukan penyemprotan.

"Kita melakukan penyeterilan kantor dengan dilakukan penyemprotan oleh tim gugus covid19, selain itu juga agar tidak terjadi hal tidak diinginkan selama 2 hari (6_7Agustus) seluruh pegawai akan bekerja dirumah, untuk pelayanan di stop terlebih dahulu kecuali urgen,"katanya.

Menurutnya, ia pun sejauh ini sudah lama tidak berkontak langsung dengan kadin dikarena sedang isolasi mandiri sejak Bupati OI menyatakan positif covid19.

"Sudah lama saya tidak berkontak langsung dengan beliau sejak Bupati OI dinyatakan positif covid19 langsung melakukan isolasi mandiri dirumah,"ujarnya. SZ

PT MUSTIKA INDAH PERMAI BERIKAN BANTUAN TIGA UNIT VENTILATOR ( DHWRCO 23S DAN COVENT 20)

LAHAT.DS, --- Sebagai bentuk.keperdulian  terhadap mewabahnya Virus Corona atau Covid-19, PT Mustika Indah Permai (MIP) untuk itulah memberikan bantuan kepada Pemkab Lahat  tiga unit Ventilator (Dharco -23S dan Covent-20).

Bantuan ini diberikan langsung oleh KTT PT. MIP Yana Rahman pada Rabu 5/8 bertempat di Oproom Pemkab Lahat, bantuan ini diterima Cik Ujang selaku  Bupati Lahat.

Hadir pada acara tersebut dihadiri Wabup Haryanto SE, MM, MBA, Sekda, direktur RSUD Lahat dr Erlindah, Kepala RS DKT Lahat Mayor Fauzi, Inspektur Inspektorat Yunisa Rahman,  Ketua Gugus Tugas Covid-19.pihak PT MIP serta undangan lainnya.

Menurut Pihak PT MIP semenjak mewabah Pandemi Covid-19, telah banyak hal yang dilakukan Perusahaan sebagai wujud keperduliannya terhadap Pemkab Lahat dengan  memberikan bantuan 3 Unit Ventilator (Dharco -23S dan Covent-20). Akan di berikan 2 Unit untuk RSUD Lahat dan 1 unit ke  Rumah Sakit DKT Lahat .

Selaras dikatakan Bupati Lahat Cik Ujang, ucapan terima kasih kepada Adaro Grup yang telah membantu Pemkab Lahat, Bupati juga telah berkoordinasi kepada  perusahaan di Kabupaten Lahat untuk menerapkan protokol kesehatan dengan tujuan perekonomian tetap berjalan dengan semestinya. (Nid)

RSUD Sekayu Miliki Laboratorium PCR

# Pertama di Sumsel Sebagai Rumah Sakit Milik Pemerintah Daerah .


MUBA,DS. - Salah satu kendala utama dalam percepatan penanganan kasus Covid-19 adalah lamanya waktu untuk mengetahui hasil uji swab PCR terhadap pasien yang diambil sampelnya. Selain karena banyaknya sampel yang harus diuji, juga terbatasnya tempat yang bisa melakukan pengujian tersebut.

Bupati Muba Dodi Reza Alex menyadari hal tersebut, tak ingin berpangku tangan. Alumnus program doktoral Universitas Padjajaran itu kemudian meminta jajaran Dinas Kesehatan dan RSUD di Muba untuk bisa menyediakan laboratorium uji untuk memeriksa sampel Covid-19.

"Kita menyadari bahwa salah satu langkah percepatan penanganan dan pencegahan adalah kecepatan dalam melakukan testing covid-19, karenanya saya meminta jajaran Dinkes dan Rumah sakit untuk meningkatkan dan menyediakan sarana testing ini. Baik melalui rapid tes, tes cepat molekuler, maupun uji swab PCR, alhamdulillah akhirnya bisa terwujud," ujar Dodi.

Upaya mitigasi baik melalui skrining, tracking serta langkah-langkah sosialisasi maupun upaya penerapan protokokes yang dilakukan Dodi di Muba terbukti semenjak awal Juli 2020, jumlah kasus terus menurun hingga awal agustus 2020. 

Sementara, menindaklanjuti perintah Bupati Muba, RSUD Sekayu kemudian melakukan persiapan. Setelah satu bulan, kini di RS Darurat penanganan Covid-19 yang berada di samping RSUD Sekayu sudah memiliki laboratorium PCR (Polymerase Chain Reaction).

"Sejak pak Bupati memerintahkan, langsung kita siapkan. Kita menggunakan anggaran BLUD yakni anggaran yang bisa kita kelola sendiri, jadi bisa lebih cepat ketimbang menunggu APBD," ujar Direktur Utama RSUD Sekayu dr Makson Parulian Purba MARS.

Diketahuii PCR atau polymerase chain reaction adalah pemeriksaan laboratorium untuk mendeteksi keberadaan material genetik dari sel, bakteri, atau virus. Saat ini, PCR juga digunakan untuk mendiagnosis penyakit COVID-19, yaitu dengan mendeteksi material genetik virus Corona.
Material genetik yang ada di dalam setiap sel, termasuk di dalam bakteri atau virus, bisa berupa DNA (deoxyribonucleic acid) atau RNA (ribonucleic acid). Kedua jenis materi genetik ini dibedakan dari jumlah rantai yang ada di dalamnya.

DNA merupakan material genetik dengan rantai ganda, sedangkan RNA merupakan material genetik dengan rantai tunggal. DNA dan RNA setiap spesies makhluk hidup membawa informasi genetik yang unik.

Keberadaan DNA dan RNA ini akan dideteksi oleh PCR melalui teknik amplifikasi atau perbanyakan. Nah, dengan adanya PCR, keberadaan material genetik dari beberapa jenis penyakit akibat infeksi bakteri atau virus akan bisa dideteksi dan akhirnya bisa membantu diagnosis untuk penyakit tersebut.

"Untuk RSUD baru Sekayu yang punya lab, sebentar lagi juga RSUD Provinsi. Tapi untuk Sumsel, rumah sakit daerah yang sudah memiliki ya kita," tandasnya.

Untuk sampel sendiri jelas Makson diambil dengan metode swab, ada banyak titik tempat pengambil sampe ditubuh manusia. Tapi pihaknya cenderung ke hidung dan tenggorokan lantaran lebih nyaman bagi pasien.

"Kita sudah menerapkan standar safety setingkat BSL 2, jadi lebih aman untuk mencegah penyebaran virus saat pengambilan maupun pengujian sampel," katanya.

Saat ini kata Makson, pihaknya mencoba masuk sebagai bagian dari Laboratorium PCR jejaring Kementerian Kesehatan RI. Mereka sudah melakukan assesmen ke Dinkes Provinsi dan Litbang Kemenkes.

"Kita sudah melakukan pemeriksaan sampel uji, jadi istilahnya untuk Quality Control, sampel baik yang negatif maupun positif berdasar hasil Uji BBLK kita uji, kalau hasilnya sama berarti sudah memenuhi standar bagian jejaring. Sejauh ini hasilnya sama, kita tunggu nanti prosesnya," tukas dia.

Kenapa harus menjadi bagian dari jejaring Laboratorium Kemenkes RI?Makson menjelaskan agar semua proses mulai dari pengujian sampel maupun nanti jika dinyatakan positif. Biaya penanganan pasiennya akan ditanggung Kemenkes RI.

"Ditambah beban BBLK sudah terlalu berat, saat ini (saat berita ini tulis) sudah 3 ribuan sampel yang menunggu di uji. Kalau kita sudah bisa uji sendiri, kemudian dibantu RSUD lain yang dalam proses, tentunya hasil uji bisa lebih cepat lagi dari sekarang yang sampai 2 minggu," tutur Makson.

Untuk pengujian yang mereka lakukan, hasilnya nanti bisa diketahui dalam hitungan jam. Dia menjelaskan, untuk kapasitas pengujian di Mesin PCR milik RSUD Sekayu bisa untuk 96 sampel dalam sekali uji yang memakan waktu 5 jam dalam sekali pengujian.

"Sehari kita lakukan 2 kali pengujian, tapi untuk prosesnya mungkin butuh 1-2 hari keluar hasilnya. Jadi bisa lebih cepat, kita juga nanti menjadi jejaring untuk kabupaten di sekitar Muba, jadi yang dari daerah lain bisa melakuka  pengujian ke RSUD Sekayu, kalau sudah jadi jejaring, biayanya ditanggung Kemenkes," bebernya.

Sebelumnya sudah banyak yang dilakukan RSUD Sekayu untuk meningkatkan pelayanan guna penanganan covid-19. Diantaranya penyiapan ruang isolasi khusus, bahkan ada juga tempat isolasi luar ruang yang menyediakan tempat outbond, api unggun, perkemahan ditunjang fasilitas medis. 

Kemudian dibangun pula RS Darurat khusus untuk penanganan Covid-19, kemudian fasilitas penginapan bagi tenaga medis serta insentif yang diberikan kepada tim medis bahkan non medis. "Semuanya merupakan langkah-langkah lebijakan yang diambil pak Bupati guna percepatan penanganan covid, hingga kini semua pasien yang dirawat berhasil sembuh, hanya tinggal beberapa lagi," cetusnya.


Kadinkes Muba dr Azmi Dariusmansyah menerangkan Laboratorium PCR yang dimilki RSUD Sekayu merupakan RSUD Kabupaten yang pertama di Sumsel yang memiliki. Saat ini tengah dilakukan uji alat, beberapa sampel sudah dikerjakan serta izin kementerian tengah dalam proses.

"Dari Dinkes sudah melakukan assesment, hasilnya sudah di provinsi, dan dari provinsi langsung yabg akan membuat rekomendasi ke Kementerian, pihak provinsi sudah menghubungi kita dan rencananya akan jadi jejaring laboratorium untuk kabupaten kota sekitar Muba," beber Azmi.

Azmi menjelaskan untuk mendapatkan izin, ada persyaratan administrasi dalam hal ini assesment dari Dinkes. Kemudian uji alat, hal itu dilakukan dengan cara mewajibkan sample klinis terhadap 10 spesimen negatif dan 20 spesimen positif.

"Saat ini semuanya akan dikroschek dipusat, jika hasilnya sama dengan yang dilakukan dengan pusat, izin akan segera dikeluarkan dari pusat," kata mantan Dirut RSUD Sekayu tersebut.

Kehadiran laboratorium PCR di RSUS sekayu kata Azmi diharapkan dapat membantu percepatan penanganan Covid-19 di Sumatera Selatan. Selain itu, kehadirannya juga menambah saranan laboratorium untuk Covid-19.

"Sebelumnya sudah ada di RSUD Bayung Lencir yang berada di perbatasan dan Jalintim, tapi yang di Bayung Lencir merupakan TCM (tes cepat molekuler) yang kapasitasnya hanya 16 perhari, kendalanya yang di Bayung kita belum bisa beli sendiri catridge, harus dari pusat. Tapi sudah ada izin, insyaallah per agustus sudah bisa mandiri," katanya.

Bumi Serasan Sekate sendiri ungkap Azmi sudah memasuki zona kuning mendekati hijau. Pihaknya mentargetkan bisa kembali menjadi zona hijau, sejumlah langkah strategis telah dilakukan maupun disiapkan memenuhi target tersebut serta menuju adaptasi kebiasaan baru.

Diantaranya Sosialisasi Adaptasi kebiasaan baru, Skrining rapid tes ASN, Skrining Rapid Tes Anak-anak, Skrining Rapid Tes Posyandu dan Posbindu, Skrining Rapid Tes Komunitas menggunakan Rapid Antigen. "Komunitas ini kita lakukan di desa, jadi satu desa kita tes semua," tandasnya.

Lalu Sidak dan Monev Protokol Kesehatan yang dilakukan di rumah makan, pasar sekolah dan perusahaan. Penyesuaian SOP, Protokes dan Regulasi, Patroli Kesehatan PSC 119, Edaran ke Kecamatan untuk protokol adaptasi Kebiasaan Baru, Sosialisasi ke sekolah, media massa dan media sosial terakhir izin PCR ke RSUD Sekayu. 

Pemkab Muba sendiri sejauh ini dinilai berhasil dalam melakukan penanganan covid 19. Terbukti dari Pemkab Muba mendapat ganjaran insentif dari Kementrian Keuangan sebesar Rp11,9 miliar.

Bupati Muba Dodi Reza Alex juga beberapa kali diundang menjadi narasumber di sejumlah kesempatan hingga media nasional guna menjelaskan keberhasilan dan inovasi yang dilakukannya dalam penanganan Covid-19.

Selain itu beberapa program bantuan juga dilakukan Pemkab Muba kepada masyarakat terdampak, mulai dari bantuan ke mahasiswa, para veteran dan janda veteran, gratis listrik dan PDAM, bantuan Top Up sebesar Rp400 ribu bagi PKH dan KPM yang bersumber dari APBD serta berbagai komitmen lain yang sudah dan tengah dilakukan.(hsm) 

Dirut RSUD OI; Aturan Baru, Kalau Kena Corona Tak Perlu Isolasi Mandiri 14 Hari!

# Swab Bupati Negatif, Bisa Langsung Pulang

INDRALAYA.DS, -- Derektur RSUD Kabupaten Ogan Ilir (OI) Roreta secara tegas mengatakan aturan baru, jika terkena virus corona maka tak perlu di isolasi mandiri hingga 14 hari. Jika hasil swab Bupati OI H Ilyas Panji Alam negatif, pasien yang terkena corona bisa langsung pulang dari RSMH Palembang.

"Sehat beliau (bupati-red) saat ini perkembangannya sehat. Kalau istrinya (Melly Mustika-red) negatif tidak terkena corona. Istrinya cuma menemani saja, soalnya kalau beliau tidak ikut, bapak bupati tidak mau ke RSMH Palembang. Disana kan, pemeriksaan dan peralatannya bagus lebih lengkap. Ya saat ini bapak bupati menunggu pulang saja ke rumah karena kondisinya sehat. Beliau selalu minta pulang. Jadi tinggal menunggu  acc dokternya, kan ada tim dokter,"kata Roreta kemarin

Saat disinggung soal baru 5 hari berada di RSMH Palembang, mengapa sudah bisa pulang? Roreta malah mempertanyakannya. " Kenapa tidak  boleh cepat pulang.  Pakai panduan mana, kalau aturan baru swab negatif bisa langsung pulang ke rumah.  Bahkan ada yang bilang kalau 3 hari bebas corona bisa pulang, jadi tak perlu isolasi mandiri lama-lama sampai 14 hari. Kalau istri beliau tidak corona, hanya  ODP (orang dalam pengawasan) jadi cuma dipantau karena kontak erat dengan bapak. Ya takut kesehatannya menurun jadi istrinya itu ODP bukan OTG, bukan positif corona,"tegasnya

" Terpisah salah satu warga Ogan Ilir yang terkena corona dan sudah sembuh malah mempertanyakan soal aturan baru tersebut".

 " Bingung juga kalau kepala RSUD OI Roreta bilang begitu, beliaukan dokter. Yang namanya kena corona wajib isolasi mandiri 14-15hari. Ada aturan baru yang mana? jika swab negatif bisa pulang walaupun baru menginap 5hari? Saya malah bingung. Saya ini isolasi mandiri di Jakabaring sampai 15 hari, kategori OTG. Tidak ada demam, tidak ada penyakit lain, ya sehatlah.Sementara bupatikan juga kena typus, masak 5hari sudah bisa minta pulang, aneh-aneh saja?. Bahkan setelah pulang dari wisma atlet di Jakabaring dan dinyatakan sembuh, malah diauruh berdiam diri di rumah 15hari lagi agar dipastikan benar-benar aman,"katanya

Sementara itu informasi yang dihimpun, Bupati OI H Ilyas Panji Alam diduga menginap di Lematang RSMH Palembang bersama istrinya untuk menjalani perawatan isolasi mandiri. Berdasarkan protap jika seseorang terkena corona, maka diwajibkan me jalankan isolasi mandiri selama 14-15hari.#RAZ

Silaturrahmi Ovi - Ardani Tak Ada yang Dilanggar

#Memakai Protokol Kesehatan era New Normal

INDRALAYA.DS, --  Terbukti Panitia menyiapkan tempat untuk cuci tangan beberapa buah, kursi tempat duduk diatur berjarak, ada pembagian masker bagi yang belum pakai masker. Orang yang hadir juga terkendali, sesuai dengan kebijakan New Normal.

Bukan Kampanye tapi Sosialisasi ;

Klau ada yang menyebutnya kampanye terselubung, itu opini yang bersangkutan Karena istilah tersebut tidak ada diatur dalam peraturan perundangan, yang ada adalah masa kampanye yang akan dimulai 26 Sep - 5 Des 2020. Masa kampanye baru ada aturan yang mengikat para calon bup/wabup. Kalau sekarang belum ada yang namanya calon bup/wabup  yang ditetapkan oleh kpud. Jadi sipatnya masih peminat, kandidat atau bakal calon. 

Siapapun yang berminat ingin jadi calon bupati/wabup, tidak ada larangan untuk bersosialisasi atau bersilaturrahmi degan Masyarakat, karena Masyarakat juga butuh untuk mengenal lebih jelas dengan calon pemimpinnya. Pribaso lamo supaya masyarakat tidak seperti beli kucing dalam karung.Ujar Ketua DPD Partai Berkarya Ogan Ilir hadir di acara silaturrahmi, Drs H Iklim Cahya MM, 

TIDAK SENANG SUAMINYA MENIKAH LAGI, ISTRI SAH AKAN LAPORKAN SI PELAKOR KE POLISI

INDRALAYA.DS,-- Tidak seneng suami menikah lagi, istri sah Kepala Desa Harapan Kecamatan Pemulutan Kabupaten Ogan Ilir, akan laporkan sih pelakor ke polisi, dikarenakan sudah melakukan fitnah di status Sosila media Facebook dengan menggunakan akun palsu.

Selain itu juga, pelakor tersebut dalam melancarkan fitnahnya melalui pesan whatsap lakinya bernama Nurmansyah mengirimkan pesa yang berisikan dirinya sudah menikah dan menjatuhkan talak tiga.

Menurut Nurmala diketahuinya suami sudah menikah siri dengan pelakor tersebut pada lebaran idul adha ke tiga melalui pesan chat whatsap dari lakinya yang ditulis oleh pelakor menuliskan sudah menikah dan menjatuhkan talak ketiga.

"Saya mengatui kalau suami sudah menikah siri dengan pelakor pada hari raya idul adha ke tiga dari pesan chat whatsap yang masuk bahwa dirinya sudah menikah dan menjatuhkan talak ketiga, namun yang mengitik itu adalah sih pelakor, selain itu juga ia juga sudah mencemarkan mana baik dengan menggunakam akun palsu di facebook bernama nurmala dengan status " sabar dapat laki baru aku puas sudah fitnah wanita itu",kata ibu dua anak dalam membacakan status facebook yang dibuat pelakor.

Lanjutnya di jelaskan Nurmala, Bahkan pelakor juga mefitnah istri sah dengan mengabarkan kepada teman Facebook dan whatsapnya bahwa kades dan istrinya sudah cerai. 

"Iya, pelakor ini juga menyebarkan isu tidak benar kepada teman FB dan whatsapnya bahwa saya dan laki saya sudah bercerai padahal itu tidak benar sama sekali, laki saya pulang terus ke rumah dan masih peeduli dengan anaknya,"ungkapnya.

Ia menegaskan bahwa dirinya akan melaporkan ke mapolres Ogan Ilir dikarenakan perbuatan tidak menyenangkan. 

"Selama ini saya diam, tapi hari ini saya bertindak akan melaporkan pencemaran nama baik ini ke Polres Ogan Ilir, Kalau tidak datang ke rumah minta maaf dengan melampirkan pernyataan diatas materai mengakui perbuatannya,"tungkasnya. 

Sementara itu Kades Harapan Nurmansyah membantah kalau dia sudah menikah lagi, "apalagi soal status di facebook yang dilakukan oleh oknum tersebut saya tidak tahu karena sudah lama tidak membuka facebook,"jelasnya. #Tim