NEWS

Slider

Permasalahan Klim Lahan Terkait Pembangunan Jembatan Mulak Ulu Dinas PU Propinsi Tak Ada. Hubunganya

LAHAT.DS,-- Permasalahan klaim lahan  terkait akan dilaksanakan Pembangunan jembatan sementara didesa Mulak Ulu sepanjang 80 M Lebar 7 M akibat jembatan Mulak yang hancur diterjang banjir bandang awal tahun 2020 lalu.
Hingga terjadi Portal jalan yang pernah dilakukan salah satu oknum warga yang mengklaim pemilik lahan jembatan sementara nampaknya akan terjadi lagi jika Pemkab Lahat belum menyelesaikan permasalahan yang ada dalam waktu dekat.

Wabup Lahat H Haryanto,Mba dalam musyawarah bersama diOprom pemkab Lahat Selasa (5/8) mengatakan, sebelumnya Pemkab Lahat telah menerima surat dari oknum warga (Balfas –red) yang mengklaim jalan yang dilalui warga saat ini adalah miliknya. Namun, agar tidak menimbulkan permasalahan yang berlarut maka hal ini akan dicari solusi mengingat sebelum nya da keberatan dari warga tersebut.

“Hari ini Pemdes Geramat dan Pengentaan serta KA UPTD Lahat PU Provinsi Sumsel telah duduk bersama guna menyelesaikan masalah yang ada, namun sayang pihak yang mengklaim kepemilikan lahan (Balfas-red) tidak hadir sehingga belum menemui kemufakatan. Pemkab Lahat tetap berharap agar pembangunan jembatan Mulak tidak terkendala meskipun polemik lahan belum selesai,”ujarnya.

Smenetara itu, Kades Geramat Sapuan menuturkan, pihaknya mengetahui adanya keberatan dari salah satu warga terkait jalan sementara yang saat ini dilalui. Namun, Pemdes tidak memiliki arsip jual beli tanah antara pihak Baflas dan Erwin, apalagi saat jual berlangsung pada tahun 2013 dirinya belum menjabat sebagai Kades geramat.

“Disekitar lokasi memang ada kontrak pengelolaan batu Ayek Mulak sebesar Rp.20 juta pertahun. Balfas memang sempat hendak memperbaruai surat kepemilikan tanah namunErwin pemilik tanah sebelumnya menolak karena terjadi terubahan luas tanah yang dimaksud,”imbuhnya.

Kades Pengentaan Dadi Afrizul menuturkan, dalam pembangunan jembatan Mulak pihaknya sangat mendukung meskipun diakui saat pembangunan dimulai pada awal Januari 2020 sempat terjadi aksi pemortalan dan hingga kini masih ada keluhan dari pihak yang mengaku pemilik tanah jembatan sementara tersebut. “Kami berharap ada solusi agar pembangunan jembatan Mulak cepat terselesaikan sehingga roda perekonomian masyarakat cepat bangkit,”jelasnya.

Terpisah Hendri KA UPTD Lahat  PU  Propinsi Sumsel mengungkapkan, pihaknya menargetkan pembangunan jembatan Mulak selesai sesuai target yang ada karena nya dukungan dari semua pihak begitu diharapkan, terkait adanya sanggan atas lahan dijalan sementara pihaknya tidak akan mengintervensi karena ini adalah ranah Pemkab Lahat. “Jembatan Mulak yang dibangun menelan anggaran sebesar Rp.20 Milyar, sebelumnya jembatan ini ambruk akibat aliran sungai Mulak yang berubah arah karena adanya penambangan batu disekitar jembatan,”pungkasnya. (Ind)

Baru 7 Hari Dirawat RSMH Bupati OI Pulang ke Rumah Dinas

# Giliran Kawan Karibnya Sekaligus Kepala Dinas  OI Inisial AT Kena Corona

INDRALAYA.DS, -- Baru 7 hari dirawat di RSMH Palembang dikarenakan positif covid19, Bupati Ogan Ilir HM Ilyas Panji Alam sudah pulang ke rumah dinas Bupati Komplek Perkantoran Tanjung Senai (KPT) Kabupaten Ogan Ilir.

Pasalnya, dari hasil swab test Bupati Ogan Ilir HM Ilyas Panji Alam sudah dinyatakan negatif covid19 dan diperbolehkan pulang. Usai Ilyas sembuh, giliran kawan karibnya yang juga Kepala Dinas berinisial AT yang kena corona.

Sekertaris Daerah OI H Herman mengatakan, saat ini Bupati OI HM Ilyas Panji Alam dari hasil swab test sudah nyatakan negatif dan diperbolehkan pulang.

"Dari hasil swab test pak Bupati OI sudah dinyatakan negatif dan sekarang sudah pulang di Rumah Dinas Bupati Tanjung Senai,"katanya, Rabu (5/8).

Ia menambahakan, walau pun sudah dinyatakan negatif tapi Bupati OI tetap melakukan isolasi mandiri.

"Walaupun hasil swab testnya sudah negatif pak bupati tetap melakukan isolasi mandiri di rumah dinasnya, namun tetap dalam pengawasan dokter dan sekarang sudah bisa mulai bekerja hanya menandatangi berkas saja. Selain itu Kepala Dinas OI inisial AT dan Kepala Bagian DAS juga kena corona. Namun mereka sudah isolasi di rumahnya secara mandiri,"katanya. 

Sementara itu pantauan Kantor Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten OI diseterilkan dengan dilakukan penyemprotan desinfektan.

Sekertaris Disdikbud OI Herianto terkait beredarnya informasi kadisnya berinisial AT positif covid19 mengatakan, baru isu saja dikarenakan hasil swab test secara resmi belum diterima pihak bersangkutan.

"masih isu saja yang beredar bahwa beliau positif covid19, namun untuk hasil swab testnya belum diterima oleh pihak bersangkutan,"katanya  saat di hubungi via telp, Rabu (5/8).

Ia menambahkan, untuk melakukan antisipasi agar tidak terjadi hal yang tidak diinginkan, pihak melakukan penyeterilan kantor dengan dilakukan penyemprotan.

"Kita melakukan penyeterilan kantor dengan dilakukan penyemprotan oleh tim gugus covid19, selain itu juga agar tidak terjadi hal tidak diinginkan selama 2 hari (6_7Agustus) seluruh pegawai akan bekerja dirumah, untuk pelayanan di stop terlebih dahulu kecuali urgen,"katanya.

Menurutnya, ia pun sejauh ini sudah lama tidak berkontak langsung dengan kadin dikarena sedang isolasi mandiri sejak Bupati OI menyatakan positif covid19.

"Sudah lama saya tidak berkontak langsung dengan beliau sejak Bupati OI dinyatakan positif covid19 langsung melakukan isolasi mandiri dirumah,"ujarnya. SZ

PT MUSTIKA INDAH PERMAI BERIKAN BANTUAN TIGA UNIT VENTILATOR ( DHWRCO 23S DAN COVENT 20)

LAHAT.DS, --- Sebagai bentuk.keperdulian  terhadap mewabahnya Virus Corona atau Covid-19, PT Mustika Indah Permai (MIP) untuk itulah memberikan bantuan kepada Pemkab Lahat  tiga unit Ventilator (Dharco -23S dan Covent-20).

Bantuan ini diberikan langsung oleh KTT PT. MIP Yana Rahman pada Rabu 5/8 bertempat di Oproom Pemkab Lahat, bantuan ini diterima Cik Ujang selaku  Bupati Lahat.

Hadir pada acara tersebut dihadiri Wabup Haryanto SE, MM, MBA, Sekda, direktur RSUD Lahat dr Erlindah, Kepala RS DKT Lahat Mayor Fauzi, Inspektur Inspektorat Yunisa Rahman,  Ketua Gugus Tugas Covid-19.pihak PT MIP serta undangan lainnya.

Menurut Pihak PT MIP semenjak mewabah Pandemi Covid-19, telah banyak hal yang dilakukan Perusahaan sebagai wujud keperduliannya terhadap Pemkab Lahat dengan  memberikan bantuan 3 Unit Ventilator (Dharco -23S dan Covent-20). Akan di berikan 2 Unit untuk RSUD Lahat dan 1 unit ke  Rumah Sakit DKT Lahat .

Selaras dikatakan Bupati Lahat Cik Ujang, ucapan terima kasih kepada Adaro Grup yang telah membantu Pemkab Lahat, Bupati juga telah berkoordinasi kepada  perusahaan di Kabupaten Lahat untuk menerapkan protokol kesehatan dengan tujuan perekonomian tetap berjalan dengan semestinya. (Nid)

RSUD Sekayu Miliki Laboratorium PCR

# Pertama di Sumsel Sebagai Rumah Sakit Milik Pemerintah Daerah .


MUBA,DS. - Salah satu kendala utama dalam percepatan penanganan kasus Covid-19 adalah lamanya waktu untuk mengetahui hasil uji swab PCR terhadap pasien yang diambil sampelnya. Selain karena banyaknya sampel yang harus diuji, juga terbatasnya tempat yang bisa melakukan pengujian tersebut.

Bupati Muba Dodi Reza Alex menyadari hal tersebut, tak ingin berpangku tangan. Alumnus program doktoral Universitas Padjajaran itu kemudian meminta jajaran Dinas Kesehatan dan RSUD di Muba untuk bisa menyediakan laboratorium uji untuk memeriksa sampel Covid-19.

"Kita menyadari bahwa salah satu langkah percepatan penanganan dan pencegahan adalah kecepatan dalam melakukan testing covid-19, karenanya saya meminta jajaran Dinkes dan Rumah sakit untuk meningkatkan dan menyediakan sarana testing ini. Baik melalui rapid tes, tes cepat molekuler, maupun uji swab PCR, alhamdulillah akhirnya bisa terwujud," ujar Dodi.

Upaya mitigasi baik melalui skrining, tracking serta langkah-langkah sosialisasi maupun upaya penerapan protokokes yang dilakukan Dodi di Muba terbukti semenjak awal Juli 2020, jumlah kasus terus menurun hingga awal agustus 2020. 

Sementara, menindaklanjuti perintah Bupati Muba, RSUD Sekayu kemudian melakukan persiapan. Setelah satu bulan, kini di RS Darurat penanganan Covid-19 yang berada di samping RSUD Sekayu sudah memiliki laboratorium PCR (Polymerase Chain Reaction).

"Sejak pak Bupati memerintahkan, langsung kita siapkan. Kita menggunakan anggaran BLUD yakni anggaran yang bisa kita kelola sendiri, jadi bisa lebih cepat ketimbang menunggu APBD," ujar Direktur Utama RSUD Sekayu dr Makson Parulian Purba MARS.

Diketahuii PCR atau polymerase chain reaction adalah pemeriksaan laboratorium untuk mendeteksi keberadaan material genetik dari sel, bakteri, atau virus. Saat ini, PCR juga digunakan untuk mendiagnosis penyakit COVID-19, yaitu dengan mendeteksi material genetik virus Corona.
Material genetik yang ada di dalam setiap sel, termasuk di dalam bakteri atau virus, bisa berupa DNA (deoxyribonucleic acid) atau RNA (ribonucleic acid). Kedua jenis materi genetik ini dibedakan dari jumlah rantai yang ada di dalamnya.

DNA merupakan material genetik dengan rantai ganda, sedangkan RNA merupakan material genetik dengan rantai tunggal. DNA dan RNA setiap spesies makhluk hidup membawa informasi genetik yang unik.

Keberadaan DNA dan RNA ini akan dideteksi oleh PCR melalui teknik amplifikasi atau perbanyakan. Nah, dengan adanya PCR, keberadaan material genetik dari beberapa jenis penyakit akibat infeksi bakteri atau virus akan bisa dideteksi dan akhirnya bisa membantu diagnosis untuk penyakit tersebut.

"Untuk RSUD baru Sekayu yang punya lab, sebentar lagi juga RSUD Provinsi. Tapi untuk Sumsel, rumah sakit daerah yang sudah memiliki ya kita," tandasnya.

Untuk sampel sendiri jelas Makson diambil dengan metode swab, ada banyak titik tempat pengambil sampe ditubuh manusia. Tapi pihaknya cenderung ke hidung dan tenggorokan lantaran lebih nyaman bagi pasien.

"Kita sudah menerapkan standar safety setingkat BSL 2, jadi lebih aman untuk mencegah penyebaran virus saat pengambilan maupun pengujian sampel," katanya.

Saat ini kata Makson, pihaknya mencoba masuk sebagai bagian dari Laboratorium PCR jejaring Kementerian Kesehatan RI. Mereka sudah melakukan assesmen ke Dinkes Provinsi dan Litbang Kemenkes.

"Kita sudah melakukan pemeriksaan sampel uji, jadi istilahnya untuk Quality Control, sampel baik yang negatif maupun positif berdasar hasil Uji BBLK kita uji, kalau hasilnya sama berarti sudah memenuhi standar bagian jejaring. Sejauh ini hasilnya sama, kita tunggu nanti prosesnya," tukas dia.

Kenapa harus menjadi bagian dari jejaring Laboratorium Kemenkes RI?Makson menjelaskan agar semua proses mulai dari pengujian sampel maupun nanti jika dinyatakan positif. Biaya penanganan pasiennya akan ditanggung Kemenkes RI.

"Ditambah beban BBLK sudah terlalu berat, saat ini (saat berita ini tulis) sudah 3 ribuan sampel yang menunggu di uji. Kalau kita sudah bisa uji sendiri, kemudian dibantu RSUD lain yang dalam proses, tentunya hasil uji bisa lebih cepat lagi dari sekarang yang sampai 2 minggu," tutur Makson.

Untuk pengujian yang mereka lakukan, hasilnya nanti bisa diketahui dalam hitungan jam. Dia menjelaskan, untuk kapasitas pengujian di Mesin PCR milik RSUD Sekayu bisa untuk 96 sampel dalam sekali uji yang memakan waktu 5 jam dalam sekali pengujian.

"Sehari kita lakukan 2 kali pengujian, tapi untuk prosesnya mungkin butuh 1-2 hari keluar hasilnya. Jadi bisa lebih cepat, kita juga nanti menjadi jejaring untuk kabupaten di sekitar Muba, jadi yang dari daerah lain bisa melakuka  pengujian ke RSUD Sekayu, kalau sudah jadi jejaring, biayanya ditanggung Kemenkes," bebernya.

Sebelumnya sudah banyak yang dilakukan RSUD Sekayu untuk meningkatkan pelayanan guna penanganan covid-19. Diantaranya penyiapan ruang isolasi khusus, bahkan ada juga tempat isolasi luar ruang yang menyediakan tempat outbond, api unggun, perkemahan ditunjang fasilitas medis. 

Kemudian dibangun pula RS Darurat khusus untuk penanganan Covid-19, kemudian fasilitas penginapan bagi tenaga medis serta insentif yang diberikan kepada tim medis bahkan non medis. "Semuanya merupakan langkah-langkah lebijakan yang diambil pak Bupati guna percepatan penanganan covid, hingga kini semua pasien yang dirawat berhasil sembuh, hanya tinggal beberapa lagi," cetusnya.


Kadinkes Muba dr Azmi Dariusmansyah menerangkan Laboratorium PCR yang dimilki RSUD Sekayu merupakan RSUD Kabupaten yang pertama di Sumsel yang memiliki. Saat ini tengah dilakukan uji alat, beberapa sampel sudah dikerjakan serta izin kementerian tengah dalam proses.

"Dari Dinkes sudah melakukan assesment, hasilnya sudah di provinsi, dan dari provinsi langsung yabg akan membuat rekomendasi ke Kementerian, pihak provinsi sudah menghubungi kita dan rencananya akan jadi jejaring laboratorium untuk kabupaten kota sekitar Muba," beber Azmi.

Azmi menjelaskan untuk mendapatkan izin, ada persyaratan administrasi dalam hal ini assesment dari Dinkes. Kemudian uji alat, hal itu dilakukan dengan cara mewajibkan sample klinis terhadap 10 spesimen negatif dan 20 spesimen positif.

"Saat ini semuanya akan dikroschek dipusat, jika hasilnya sama dengan yang dilakukan dengan pusat, izin akan segera dikeluarkan dari pusat," kata mantan Dirut RSUD Sekayu tersebut.

Kehadiran laboratorium PCR di RSUS sekayu kata Azmi diharapkan dapat membantu percepatan penanganan Covid-19 di Sumatera Selatan. Selain itu, kehadirannya juga menambah saranan laboratorium untuk Covid-19.

"Sebelumnya sudah ada di RSUD Bayung Lencir yang berada di perbatasan dan Jalintim, tapi yang di Bayung Lencir merupakan TCM (tes cepat molekuler) yang kapasitasnya hanya 16 perhari, kendalanya yang di Bayung kita belum bisa beli sendiri catridge, harus dari pusat. Tapi sudah ada izin, insyaallah per agustus sudah bisa mandiri," katanya.

Bumi Serasan Sekate sendiri ungkap Azmi sudah memasuki zona kuning mendekati hijau. Pihaknya mentargetkan bisa kembali menjadi zona hijau, sejumlah langkah strategis telah dilakukan maupun disiapkan memenuhi target tersebut serta menuju adaptasi kebiasaan baru.

Diantaranya Sosialisasi Adaptasi kebiasaan baru, Skrining rapid tes ASN, Skrining Rapid Tes Anak-anak, Skrining Rapid Tes Posyandu dan Posbindu, Skrining Rapid Tes Komunitas menggunakan Rapid Antigen. "Komunitas ini kita lakukan di desa, jadi satu desa kita tes semua," tandasnya.

Lalu Sidak dan Monev Protokol Kesehatan yang dilakukan di rumah makan, pasar sekolah dan perusahaan. Penyesuaian SOP, Protokes dan Regulasi, Patroli Kesehatan PSC 119, Edaran ke Kecamatan untuk protokol adaptasi Kebiasaan Baru, Sosialisasi ke sekolah, media massa dan media sosial terakhir izin PCR ke RSUD Sekayu. 

Pemkab Muba sendiri sejauh ini dinilai berhasil dalam melakukan penanganan covid 19. Terbukti dari Pemkab Muba mendapat ganjaran insentif dari Kementrian Keuangan sebesar Rp11,9 miliar.

Bupati Muba Dodi Reza Alex juga beberapa kali diundang menjadi narasumber di sejumlah kesempatan hingga media nasional guna menjelaskan keberhasilan dan inovasi yang dilakukannya dalam penanganan Covid-19.

Selain itu beberapa program bantuan juga dilakukan Pemkab Muba kepada masyarakat terdampak, mulai dari bantuan ke mahasiswa, para veteran dan janda veteran, gratis listrik dan PDAM, bantuan Top Up sebesar Rp400 ribu bagi PKH dan KPM yang bersumber dari APBD serta berbagai komitmen lain yang sudah dan tengah dilakukan.(hsm) 

Dirut RSUD OI; Aturan Baru, Kalau Kena Corona Tak Perlu Isolasi Mandiri 14 Hari!

# Swab Bupati Negatif, Bisa Langsung Pulang

INDRALAYA.DS, -- Derektur RSUD Kabupaten Ogan Ilir (OI) Roreta secara tegas mengatakan aturan baru, jika terkena virus corona maka tak perlu di isolasi mandiri hingga 14 hari. Jika hasil swab Bupati OI H Ilyas Panji Alam negatif, pasien yang terkena corona bisa langsung pulang dari RSMH Palembang.

"Sehat beliau (bupati-red) saat ini perkembangannya sehat. Kalau istrinya (Melly Mustika-red) negatif tidak terkena corona. Istrinya cuma menemani saja, soalnya kalau beliau tidak ikut, bapak bupati tidak mau ke RSMH Palembang. Disana kan, pemeriksaan dan peralatannya bagus lebih lengkap. Ya saat ini bapak bupati menunggu pulang saja ke rumah karena kondisinya sehat. Beliau selalu minta pulang. Jadi tinggal menunggu  acc dokternya, kan ada tim dokter,"kata Roreta kemarin

Saat disinggung soal baru 5 hari berada di RSMH Palembang, mengapa sudah bisa pulang? Roreta malah mempertanyakannya. " Kenapa tidak  boleh cepat pulang.  Pakai panduan mana, kalau aturan baru swab negatif bisa langsung pulang ke rumah.  Bahkan ada yang bilang kalau 3 hari bebas corona bisa pulang, jadi tak perlu isolasi mandiri lama-lama sampai 14 hari. Kalau istri beliau tidak corona, hanya  ODP (orang dalam pengawasan) jadi cuma dipantau karena kontak erat dengan bapak. Ya takut kesehatannya menurun jadi istrinya itu ODP bukan OTG, bukan positif corona,"tegasnya

" Terpisah salah satu warga Ogan Ilir yang terkena corona dan sudah sembuh malah mempertanyakan soal aturan baru tersebut".

 " Bingung juga kalau kepala RSUD OI Roreta bilang begitu, beliaukan dokter. Yang namanya kena corona wajib isolasi mandiri 14-15hari. Ada aturan baru yang mana? jika swab negatif bisa pulang walaupun baru menginap 5hari? Saya malah bingung. Saya ini isolasi mandiri di Jakabaring sampai 15 hari, kategori OTG. Tidak ada demam, tidak ada penyakit lain, ya sehatlah.Sementara bupatikan juga kena typus, masak 5hari sudah bisa minta pulang, aneh-aneh saja?. Bahkan setelah pulang dari wisma atlet di Jakabaring dan dinyatakan sembuh, malah diauruh berdiam diri di rumah 15hari lagi agar dipastikan benar-benar aman,"katanya

Sementara itu informasi yang dihimpun, Bupati OI H Ilyas Panji Alam diduga menginap di Lematang RSMH Palembang bersama istrinya untuk menjalani perawatan isolasi mandiri. Berdasarkan protap jika seseorang terkena corona, maka diwajibkan me jalankan isolasi mandiri selama 14-15hari.#RAZ

Silaturrahmi Ovi - Ardani Tak Ada yang Dilanggar

#Memakai Protokol Kesehatan era New Normal

INDRALAYA.DS, --  Terbukti Panitia menyiapkan tempat untuk cuci tangan beberapa buah, kursi tempat duduk diatur berjarak, ada pembagian masker bagi yang belum pakai masker. Orang yang hadir juga terkendali, sesuai dengan kebijakan New Normal.

Bukan Kampanye tapi Sosialisasi ;

Klau ada yang menyebutnya kampanye terselubung, itu opini yang bersangkutan Karena istilah tersebut tidak ada diatur dalam peraturan perundangan, yang ada adalah masa kampanye yang akan dimulai 26 Sep - 5 Des 2020. Masa kampanye baru ada aturan yang mengikat para calon bup/wabup. Kalau sekarang belum ada yang namanya calon bup/wabup  yang ditetapkan oleh kpud. Jadi sipatnya masih peminat, kandidat atau bakal calon. 

Siapapun yang berminat ingin jadi calon bupati/wabup, tidak ada larangan untuk bersosialisasi atau bersilaturrahmi degan Masyarakat, karena Masyarakat juga butuh untuk mengenal lebih jelas dengan calon pemimpinnya. Pribaso lamo supaya masyarakat tidak seperti beli kucing dalam karung.Ujar Ketua DPD Partai Berkarya Ogan Ilir hadir di acara silaturrahmi, Drs H Iklim Cahya MM, 

TIDAK SENANG SUAMINYA MENIKAH LAGI, ISTRI SAH AKAN LAPORKAN SI PELAKOR KE POLISI

INDRALAYA.DS,-- Tidak seneng suami menikah lagi, istri sah Kepala Desa Harapan Kecamatan Pemulutan Kabupaten Ogan Ilir, akan laporkan sih pelakor ke polisi, dikarenakan sudah melakukan fitnah di status Sosila media Facebook dengan menggunakan akun palsu.

Selain itu juga, pelakor tersebut dalam melancarkan fitnahnya melalui pesan whatsap lakinya bernama Nurmansyah mengirimkan pesa yang berisikan dirinya sudah menikah dan menjatuhkan talak tiga.

Menurut Nurmala diketahuinya suami sudah menikah siri dengan pelakor tersebut pada lebaran idul adha ke tiga melalui pesan chat whatsap dari lakinya yang ditulis oleh pelakor menuliskan sudah menikah dan menjatuhkan talak ketiga.

"Saya mengatui kalau suami sudah menikah siri dengan pelakor pada hari raya idul adha ke tiga dari pesan chat whatsap yang masuk bahwa dirinya sudah menikah dan menjatuhkan talak ketiga, namun yang mengitik itu adalah sih pelakor, selain itu juga ia juga sudah mencemarkan mana baik dengan menggunakam akun palsu di facebook bernama nurmala dengan status " sabar dapat laki baru aku puas sudah fitnah wanita itu",kata ibu dua anak dalam membacakan status facebook yang dibuat pelakor.

Lanjutnya di jelaskan Nurmala, Bahkan pelakor juga mefitnah istri sah dengan mengabarkan kepada teman Facebook dan whatsapnya bahwa kades dan istrinya sudah cerai. 

"Iya, pelakor ini juga menyebarkan isu tidak benar kepada teman FB dan whatsapnya bahwa saya dan laki saya sudah bercerai padahal itu tidak benar sama sekali, laki saya pulang terus ke rumah dan masih peeduli dengan anaknya,"ungkapnya.

Ia menegaskan bahwa dirinya akan melaporkan ke mapolres Ogan Ilir dikarenakan perbuatan tidak menyenangkan. 

"Selama ini saya diam, tapi hari ini saya bertindak akan melaporkan pencemaran nama baik ini ke Polres Ogan Ilir, Kalau tidak datang ke rumah minta maaf dengan melampirkan pernyataan diatas materai mengakui perbuatannya,"tungkasnya. 

Sementara itu Kades Harapan Nurmansyah membantah kalau dia sudah menikah lagi, "apalagi soal status di facebook yang dilakukan oleh oknum tersebut saya tidak tahu karena sudah lama tidak membuka facebook,"jelasnya. #Tim

Siapkan Perbup, Tak Pakai Masker di Muba Siap-siap Disanksi

MUBA,DS. - Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin saat ini sedang menyusun Peraturan Bupati (Perbup) mengenai aturan pelaksanaan protokol kesehatan untuk mencegah penyebaran COVID-19.


Salah satu isi Perbup tersebut, masyarakat diwajibkan menggunakan masker ketika keluar rumah. Bahkan, Perbup akan mengatur sanksi berupa denda wajib beli masker, bersih-bersih fasilitas umum dan sanksi administrasi penutupan sementara bagi tempat usaha.

Demikian disampaikan Bupati Muba Dr H Dodi Reza Alex Noerdin melalui Plt Asisten Bidang Pemerintahan dan Kesra Setda Muba, H Yudi Herzandi MH saat memimpin Rapat pembentukan Petugas Penegak Disiplin Protokol Kesehatan Penanganan Corona Virus Disease 2019 (COVID-19) Kabupaten Muba di Ruang Rapat Serasan Sekate, Selasa (4/8/2020).

"Setelah Perbup tersebut selesai, para pelanggar protokol kesehatan akan langsung dikenakan sanksi denda. Perbubnya masih dalam proses di Bagian Hukum. Ini nanti akan menjadi payung hukum dalam penegakkan protokol kesehatan. Pelanggar akan dikenakan sanksi," ujar Yudi.

Sementara itu Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Muba, dr Azmi Dariusmansyah menambahkan, angka penyebaran COVID-19 di Muba tidak begitu tinggi, namun demikian, pendisiplinan protokol kesehatan sangat diharuskan.

"Kita semua baik Tim Medis, Satpol PP, BPBD, TNI dan Polri yang tergabung dalam petugas penegak disiplin akan ikut turun mendisiplinkan protokol kesehatan. Masyarakat bisa bekerja seperti biasa, tapi harus mengikuti protokol kesehatan. Karena tidak ada lagi cara tebaik menekan penyebaran virus selain dengan mematuhi protokol kesehatan,"ucap Azmi.(hsm) 

Taman Belambangan Payo Destinasi Wisata Murah Meriah

LAHAT.DS,--- Bumi Seganti Setungguan yang tersohor akan keindahan ratusan air terjun dan ribuan Megalith nya, tidak hanya itu saja selain itu juga berbagai pesona Wisata yang menarik yang bisa dikunjungi.
Taman Belambangan Payo salah satu Wisata yang terletak di Desa Payo  Kecamatan Merapi Barat merupakan destinasi Wisata buatan  yang menawarkan berbagai keindahan tempat menghilangkan penat sehabis beraktifitas.
Wahana Taman Belambangan menawarkan poto Selfie dengan ornamen  alam Sungai Lematang yang membentang, Tangga Asmara,  Perahu nan Cantik, ditambah lagi Taman di bawah dekat Sungai Lematang yang begitu mempesona. Memiliki luas lahan sekitar  1/2  hektar sangat cocok untuk tempat makan siang bersama rekan dan keluarga dekat anda.
Toni Iskandar merupakan Owner dari Taman Belambangan Payo, kepada Awak Media di lokasi 4/8 mengatakan " Alhamdulilah Taman Belambangan kita ramai dikunjungi, sempat tutup selama beberapa bulan semenjak Wabah Covid-19. Hanya Rp 5000 tiket masuk sudah bisa leluasa berkunjung ditaman ini , kita tetap mematuhi Protokol Kesehatan dengan menyediakan tempat cuci tangan dengan sabun.  " ujar Toni. 

Menurut Toni Taman Belambangan Payo ini merupakan binaan dari Babin Kamtimas Bripka Andi W. dari Polres Lahat.(Nid)

Disperindag Kabupaten OI Berkerja Sama Dengan UMKM Kecamatan Kandis Distribusikan Bahan Baku Pembuatan Masker

INDRALAYA.DS, -- Guna melindungi dan memberdayakan para pelaku UMKM tetap produktif di tengah pandemi Covif 19, Dinas Koperasi dan UMKM Kabupaten Ogan Ilir menggandeng untuk pembuatan masker kain. Sehingga, para pelaku UMKM itu tidak gulung tikar karena dampak COVID-19.

Kepala Dinas  Perindag Kop UMKM Ogan ilir Yudi Hasnandar, di dampinggi Camat Kandis Yus Afriadi, turut hadir Tiem TKPP Ogan Ilir Ustad Afriadi,Lc yang ikut mensosialisasikan Hom Industri untuk Masyarakat di Kecamatan Kandis.
"Dengan memberikan Bahan Masker  untuk di Jahit". Agar masyarakat Terbantu dalam penambahan pendapatan dalam rumah tangganya. Di dalam suasana masa pendemi covid 19 ini.Adanya program ini "Sebagian Masyarakat di kecamatan Kandis merasa sangat di bantu dengan ada kegiatan yang di lakukan oleh Dinas Perindag dan kecamatan  khusus nya pemerintah, Seperti yang di jawab oleh Heriyanto warga desa Kandis 1,Dengan adanya program seperti ini dapat membantu meringankan beban masyarakat di kecamatan Kandis.
Masker  yang di berikan nanti nya akan di kembali kan dan di beli kembali  oleh Dinas UMKM Ogan ilir dengan Upah harga perlembar, mengatakan para pelaku UMKM yang diberdayakan untuk pembuatan masker kain itu, bergerak di bidang fesyen dan menjahit. Semua pelaku UKM itu merupakan mitra binaan Disperindag dan UMKM Kabupaten Ogan Ilir, dan diarahkan untuk memproduksi masker kain.
Yudi Hasnandar menjelaskan, masker kain hasil produksi dari para pelaku UKM itu selanjutnya diserahkan kepada Gugus Tugas COVID-19 di 16 kecamatan di Kabupaten Ogan Ilir. Sebagian lagi dikirimkan kepada jajaran TNI/Polri, dan juga dibagikan kepada masyarakat serta pedagang pasar.

“Nah, masker ini konsepnya adalah untuk teman-teman UKM fesyen dan jahit serta konveksi. Sehari bisa produksi minimal 250 lembar masker" Yudi lebih lanjut menjelaskan, pemberdayaan pelaku UMKM di bidang fesyen dan jahit menjahit itu sebagai upaya penyelamatan di tengah badai COVID-19. Pemkab Ogan Ilir mengeluarkan dana cukup besar, untuk program pemberdayaan UMKM Kandis dan menjahit guna pembuatan masker kain.( Zen)