NEWS

Slider

Diduga Tanpa Bayar pajak Pengusaha Burung Walet Aman dari Covid- 19

LAHAT.DS, -- Dampak pandemi covid--19  yang melanda hampir seluruh Negara tidak berimbas bagi pegusaha burung walet yang ada di NKRI khususnya pegusaha burung walet di Kabupaten Lahat Sumatera Selatan.

Hal ini disampaikan salah satu warga kota Lahat Doni 42 Tahun yang megatakan 22/6 dampak covid -19 yang samgat berpegaruh terutama dibidang perekonomian sepertinya tidak berpegaruh bagi pegusaha burung walet yang Lokasi penangkaranya terlalu banyak menyebar di Kabupaten Lahat malah ada penangkaranya melebihi menara masjid.

soalnya usaha Burung walet pihak pegelola tidak perlu repot repot meyiapkan makanan bagi burung walet,karna burung walet ini bisa mencari makan sendiri sedangkan pihak pegelola cukup meyiapkan tempat untuk burung-- burung ini menyangkar dan membuat sarang .

Doni juga menambahkan usaha burung walet sangat mengiurkan selain hasil jualnya bernilai puluhan juta malah ada sampai ratusan juta untuk sekali panen.

namun sangat disayangkan pihak Pemerintah Daerah tak dapat menyentuh para pegusaha walet agar mereka dapat memberikan kontribusi melalui pembayaran pajak untuk penghasilan PAD bagi Pemerintah Daerah pungkasnya. (Dni)

Tak Terima Bantuan Dari Pemerintah Warga Desa Gelumbang Kecmatan Kikim Timur Mengeluh

LAHAT.DS, --- Beberapa warga desa gelumbang kecamatan kikim timur meminta bantuan kepada Ormas DKD WLJ agar dapat menjembati beberapa warga desa gelombang yang sama sekali belum tersentuh untuk mendapatkan bantuan dari pemerintah baik itu BLT DD ,BNT,PKH dan sebagainya untuk supaya disampaikan dengan pemerintah daerah.

Ujar dari salah satu warga yg engan nama nya di sebut mereka sudah mempertanyakan kepada kepala desa depi aprianto  untuk mendaptkan bantuan BLT Dana Desa tersebut karena mereka merasa berhak juga sebagai warga desa gelumbang yang terdampak Covid 19, ujarnya.

Dan masih lanjut warga, kami hanya meminta keadilan kenapa warga yang lain nya yang lebih dari kami kehidupan nya ada yang dapat dan kami tidak dan bahkan ada warga yang tuna wicara atau bisu pun tidak mendapatkan bantuan sama sekali dan masih ada juga warga nya yg dulu dapat bantuan PKH kaini tidak lagi mendapatkan dan sekarang sudah menjadi jada bahkan besok sampai 40 hari suaminya tidak juga mendapatkan bantuan BLT DD ujarnya.

Menurut perwakilan warga desa gelombang kecamatan kikim timur ini (WR) kami suda meminta kepada ketua BPD desa gelombang kecamatan kikim timur (edi susanto) agar bisa menyampaikan pesan hati dari masyarakat untuk disampaikan kepada pak kades dan pak camat agar kami yang belum sama sekali mendapatkan bantuan apapun ini bisa mendapatkan bantuan BLT DD tersebut dari lebih kurang 50 warga yang belum mendapatkan bantuan sama sekali kini tinggal kami saja lebih kurang 25 warga desa lagi tapi yang berani bertanda tangan cuma hanya kami saja 12 orang yang lain nya masih takut dan tidak berani. ujarnya

Saat awak media mengkonfermasi dengan ketua BPD desa terkait masalah keluhan warga nya ketua BPD (edi susanto) menyampaikan kami tidak bisa berbuat apa apa karena saran dan pendapat saya selaku ketua ketua BPD tidak didengarkan dan di perdulikan karena semua kehendak kepala desa saja padahal saya juga berhak untuk memantau dalam sistem pemerintahan selaku BPD dan terkait warga desa gelombang yang belum sama sekali mendapatkan bantuan itu sudah kami tidak lanjuti dan kami usulkan namun kenyataannya masih ada yang belum mendapatkan sama sekali ujarnya.

Menurut ketua DKD WLJ Sumsel hasrul sebenarnya simple permaslahan terkait keluhan warga tersebut untuk menyikapi nya toh itu uang negara masyarakat sudah pada pintar semua terkait masalah bantuan mereka bisa tanya ketetangga desa bisa buka internet apa lagi jaman sudah cangih dan seharusnya pemerintah desa juga harus transparan kepada warga desa nya bila perlu papan nama nya di pajang dibalai desa siapa siapa yang sudah mendapatkan bantuan dan yang belum transparasi itu penting ujarnya.

Untuk menindak lanjuti persoalan yang terjadi di desa gelombang ini kami akan berkoordinasi dengan pihak pihak terkait agar bisa ada jalan terhadap keluhan masyarakat ujarnya.(Dni)

PELAYANAN DI KELURAHAN KOTA NEGARA TETAP JADI PRIORITAS UTAMA

LAHAT.DS,--- Walau di tengah wabah Pandemi Global Virus Corona melanda, tak menghambatkan pelayanan terhadap masyarakat, ini memang tugas kita dan harus diprioritaskan. Seperti dikatakan Rohim SE, ME selaku Lurah Kota Negara disela kesibukannya melayani warganya ( 22/6).
Menurut Rohim, semenjak Covid- 19 semua kegiatan banyak tertunda, namun tidak menghambat pelayanan terhadap masyarakat di  Kota Negara yang selalu di perioritaskan.

Serta tak henti-henti menghimbau kepada masyarakat agar selalu mentaati protokol kesehatan dari Permerintah agar masyarakat Kota nNegara bisa memutus mata rantai dan terhindar covid 19.

Pantauan langsung oleh Awak Media yang terlihat di kantor lurah Kota Negara, tampak staf melayani warganya dengan antusias.(DNI)

Update Covid-19 Muba: Kasus Sembuh Bertambah 3 orang, Diantaranya Berusia 7 Tahun

MUBA,DS. - Gugus Tugas Covid-19 Kabupaten Musi Banyuasin, Minggu (21/6/2020) kembali mengkonfirmasi penambahan 3 kasus pasien positif covid-19 yang dinyatakan sembuh. 

Dengan adanya penambahan 3 kasus sembuh ini menambah daftar kesembuhan pasien positif covid-19 di Muba yang total menjadi 21 kasus. 

"Ya, ada penambahan 3 kasus sembuh, ketiganya sebelumnya berstatus Pasien Dalam Pengawasan (PDP) dan setelah dilakukan uji swab kedua, ketiganya dinyatakan negatif," ungkap Juru Bicara Gugus Tugas Covid-19 Muba, dr Povi Pada Indarta SP P. 

Lanjutnya, adapun tiga PDP yang sembuh tersebut diantaranya kasus 27 laki-laki usia 7 tahun Babat Supat, kasus 28 perempuan usia 20 tahun Babat Supat, dan kasus 30 laki-laki usia 27 tahun Betung. 

"Ketiganya akan dipulangkan ke kediaman masing-masing dan tetap dalam pengawasan tenaga medis dan Gugus Tugas," terangnya. 

Povi menyebutkan, saat ini terdata ada 29 kasus konfirmasi yang masih mendapatkan perawatan di Rumah Sakit. "6 pasien di RSUD Sekayu, 19 RSUD Bayung Lencir, dan 2 di RSUD Sungai Lilin," bebernya. 

Ia menambahkan, berdasarkan data update 21 Juni 2020 terdata ada sebanyak 366 ODP selesai pemantauan 351 masih dipantau 15 orang, 292 OTG selesai pemantauan 267 masih dipantau 25 orang, 120 PDP proses pengawasan 31 selesai pengawasan 89. 

"Untuk total kasus konfirmasi positif covid-19 terdata hingga 21 Juni 2020 ada sebanyak 42 kasus," tandasnya.(hsril) 

Kurangnya Pengawasan Camat, Satu Dari 227 Desa di Muba Belum Dapat BLT DD.

MUBA,DS. - Akibat kurangnya pembinaan dan monitoring serta cros cek dari camat selaku pimpinan wilayah kecamatan, terhadap desa Suka Makmur ( P,20 ) kecamatan Lalan Kabupaten Musi Banyuasin yang mengakibatkan  Bantuan Langsung Tunai ( BLT DD ) tahun 2020 tahap 1 dan tahap 2  sampai sekarang belum dapat di cairkan.

Penyebab belum dapat di cairkan BLT DD tahun 2020  di karnakan camat lalan Oktarizal SE   selaku pimpinan wilayah kecamatan tidak berani mengeluarkan rekomendasi pencairan BLT DD, di karnakan pembangunan pisik tahun 2019 di desa Suka Makmur tidak dapat terselesaikan. 

Bangunan pisik di desa Suka Makmur pada tahun 2019 yang tidak terselesaikan dan pisiknya di perkiraan terselesaikan tahap 3 di perkirakan baru 40 % yaitu Pembangunan polikilik desa( Polindes ) dan bangunan Bedah rumah tidak layak huni yang menggunakan Dana Desa 2019.

Sedangkan untuk BLT DD dengan pagu anggaran Rp 817.295.000 yang diambil 30% mendapatkan BLT nya sebanyak 136 KK, sedangkan data untuk mendapatkan BLT DD tahun 2020 yang di usulkan Kades sebanyak 32 KK. Untuk BLT DD saja kades Suka Makmur sudah mengurangi dari pola minimal, sedangkan perintah Bupati Muba Dr Dodi Reza Alex harus menggunakan Pola Maksimal, ini saja kades sudah mengangkangi perintah Bupati Muba.

Sangat miris sekali di kabupaten Muba terdiri dari 15 kecamatan 227 desa, hanya kecamatan Lalan yang terdiri dari 27 desa dan satu desa BLT DD tahun 2020 sampai berita ini di buat belum dapat di cairkan.

Camat Lalan Oktarizal di konfirmasikan awak media melalui whatsAppnya ke nomor 0812- 7393- XXX sampai berita ini di buat tidak mendapatkan jawaban.

Sementara itu Kades Suka Makmur ( P.20 ) Hatono di  konfirmasikan melalu whatsApp ke nomor 0813- 6740-1XXX mendapat jawaban

untuk fisik kami hrs disilfakan pak karena dak tekejar tahun 2019 kemarin,...

Untuk Blt minggu depan ini akan dibagikan lsg 3 bln ,...untuk jml maaf kami dah sepakati mulai dr RT, Kadus,perangkat  dan Bpd nya kami kades tinggal putuskan hasil dr kesepakatan semua," jelasnya.(tim) 

Aktivis Sumsel Apresiasi kapolres Lahat AKBP Irwansyah Bantu Warga KTM

LAHAT.DS,--- cepatnya resfon dalam membantu warga yang membutuhkan pada saat pandemi , Aktivis Sumsel Bersatu Apresiasi Kinerja  Kapolres Lahat AkBP Irwansyah  yang dilakukan Pada Hari Jum’ at 19 Juni 2020 didesa Sirah pulau dan beringin janggut kikim selatan.

Bung Elan ASB panggilan Akrab yang juga tergabung dibeberapa ormas disumsel 21/6 menambahkan, Kami sebagai Aktivis Sosial sangat terharu  dan bangga dengan kegiatan Kapolres Lahat AKBP Irwansyah, yang turun Langsung ke Desa Sirah Pulau Kec.i Kikim Selatan Kab.Lahat
untuk melakukan bhakti sosial dan pengecekan Posko Desa Tangguh tangkal Covid 19 serta pengecekan Desa ketahanan pangan

selain bhakti sosial Kapolres Lahat AKBP Irwansyah juga mensosialisasikan Anjuran pemerintah yang harus dilakukan yaitu menggunakan masker, diwajibkan jaga jarak, Rajin mencuci tanga dan  program Kapolda Sumsel 1 Desa 1 posko covid 19

masih ditambahkanya dampak dari covid 19 yang saat ini dialami masyarakat yaitu kesehatan dan perekonomian yang melemah khususnya warga transmigarsi ( KTM )  yang sangat butuh uluran tangan, sekali lagi kami ucapkan terima kasih dan bangga  kepada Kapolres Lahat yang telah peduli dan telah memberikan bantuan kepada masyarakat yg sangat membutuhkan .

tak Hanya bung Elan, Charma Afrianto Aktivis senior Sumsel mengatakan Pandemi covid ini hanya bisa ditanggulangi dgn kesadaran bersama semua pihak, bukan cuma tugas aparat saja tetapi kepedulian mandiri dan masyarakat harus ditingkatkan agar wabah ini segera berlalu, salut untuk Pak Kapolres Lahat semoga menginspirasi semua pihak "

terpisah , Pak tri warga transmigrasi (KTM) menyampaikan kepada awak media, kito ttp berharap dan mengawal apa yg menjadi tuntutan dari warga transmigrasi kepada pemerintah agar mereka mendapatkan lahan yang telah di janjikan , dengan harapan dan penuh keyakinan  kalau lahan sudah diberikan ,selain menghidupi keluarga kami juga yakin dapat  memajukan sektor pertanian di kab.lahat sambil menutup percakapanya. (Dni)

Langsung Kucurkan Biaya Renovasi Panti Asuhan Elnuza yang terbakar

Semua Fasilitas Panti Diperbaharui Melalui Dinas Sosial Muba 

MUBA,DS. - Sebagian gedung Panti Asuhan Elnuza di Jalan Kapten A Rivai, Talang Jawa Kelurahan Balai Agung Kecamatan Sekayu, Musi Banyuasin Sumsel dilalap Si Jago Merah, Sabtu (20/6), sekitar pukul 15.00 WIB langsung direspon Bupati Muba Dr Dodi Reza Alex Lic Econ MBA. 

Dipagi hari Minggu (21/6/2020) dengan mengenakan baju uniform Tagana Bupati Muba  Dodi Reza  Alex didampingi Plt Kadinsos Drs Ahmad Nasuhi MM dan Camat Sekayu Marko Susanto SSTP serta Ketua Baznas Muba H Lukmanul Hakim meluncur mengunjungi panti asuhan Elnuza yang terbakar tersebut.

"Meski sebagian yang dilalap api, tapi ini harus segera di renovasi, apalagi ada 42 anak disini, mereka butuh tempat yang nyaman," ungkap Dodi Reza.

Dalam kesempatan itu, Bupati Muba Dodi Reza Alex melalui Baznas Muba mengucurkan bantuan sebesar Rp21 juta untuk kebutuhan renovasi bangunan panti yang terbakar. "Kemudian selsin dana tersebut juga sarana prasarana fasilitas panti harus dipenuhi dan diperbaharui," ungkapnya.

Lanjutnya, seragam sekolah anak anak panti asuhan yang juga turut terbakar harus segera difasilitasi agar saat kembali masuk aktifitas sekolah nantinya semuanya sudah memiliki seragam. "Ini musibah yang tidak diinginkan, Alhamdulillah semuanya masih dilindungi Allah yang Maha Kuasa," tuturnya.

Sementara itu, Plt Kadinsos Muba Drs Ahmad Nasuhi menyebutkan,  Bupati juga memperbaharui fasilitas yang terdampak dari kebakaran. "Mulai dari matras hingga seragam sekolah anak-anak panti semuanya diperbaharui," bebernya.

Nasuhi menambahkan, adapula bantuan paket sembako dan paket makanan anak-anak. "Kemudian mulai Senin nanti, untuk anak-anak panti serta pengasuh akan mendapatkan distribusi nasi kotak dari dapur umum Dinsos Muba sesuai arahan pak Bupati," ungkap Nasuhi.

Pengasuh Panti Asuhan Elnuza, Nurjanah mengucapkan terima kasih kepada Bupati Muba Dodi Reza bersama jajaran Pemerintah Kabupaten Muba yang langsung turun memperhatikan kondisi panti asuhan pasca mengalami insiden kebakaran.

"Disini ada 42 anak, Alhamdulillah pak Bupati langsung memberikan bantuan kepada kami," ungkapnya.

Nurjanah menyebutkan, bantuan yang diberikan Bupati sangat bermanfaat, terlebih kebutuhan dan fasilitas yang terbakar semuanya diperbaharui Tuturnya 

"Bantuan pak Bupati sangat berguna bagi kami, semoga Allah SWT akan membalas kebaikan pak Bupati Dodi Reza," tandasnya.(hsril) 

Lapas Sekayu Diminta Tegakkan Aturan, Yang Salah Harus Ditindak

MUBA,DS. - Ketua Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Pemantau Organisasi Sosial Ekonomi Republik Indonesia (POSE RI) Ides Lefri SH mengingatkan agar lembaga yang dibentuk dan aktifitasnya dibiayai negara tidak alergi dengan kritikan. Pemberitaan melalui media, penyampaian aspirasi, demonstrasi adalah jalur penyampaian pendapat didepan umum yang dilindungi konstitusi.

"Jangan mentang mentang ada berita negatif dari suatu media lantas dianggap memusuhi, begitu juga ketika didemo sebuah organisasi. Ini bagian dari kehidupan berdemokrasi," kata Ides melalui pesan singkatnya pada media ini, Jumat (19/6/2020).

Secara khusus ia menyoroti memanasnya situasi Lembaga Permasyarakatan (Lapas) klas IIB Sekayu paska sejumlah media cetak maupun online mengangkat aksi kekerasan dan pungutan liar yang dilakukan sejumlah pegawai Lapas terhadap warga binaan (WB) yang diduga dilakukan dibawah komando oknum Kepala Pengamanan Lembaga Permasyarakatan (KPLP). Kemudian KPLP membantah dan menuding media dan LSM yang mengangkat hal tersebut telah melakukan fitnah, tidak melakukan konfirmasi dan lain sebagainya.

Sementara informasi yang kami terima justru oknum KPLP tersebut yang sengaja membuat tembok pembatas dengan media dan LSM. Hal ini terlihat dari beberapa kali kedatangan wartawan saat dibilang mau bertemu KPLP selalu dikatakan dinas luar. Selain itu, sejumlah rekan wartawan juga mengatakan ponselnya tak bisa ditelpon ataupun di SMS.

"Ini kan tidak bagus, wartawan dan LSM jangan dibuat penasaran, bahaya. Mereka akan mengejar kemanapun ketika dibuat penasaran," tambahnya.

Ia sangat menyayangkan statement KPLP seperti dilansir media online, Garudapos.com Kamis (18/6/2020) yang menuding media dan LSM melakukan fitnah dengan tujuan menjelekkan lembaga permasyarakatan klas IIB Sekayu. Hal ini menurut dia perlu diklarifikasi karena ketika media maupun LSM mengangkat suatu persoalan meski memakai bahasa dugaan ia yakin media mupun LSM tersebut sudah menemukan faktanya.

" Alangkah nekadnya mereka kalau membuat cerita bohong karena bisa dituntut secara hukum. Sudahlah, Lapas itu yang seharusnya berbenah, dan takkan habis cerita jika diulas tentang berbagai aktivitas yang menurut saya cukup mereka yang pernah menjalani yang tahu," ujarnya.

Dan selaku pemerhati masalah sosial ekonomi, Ides meminta baik Kepala Divisi pengawasan Lapas ataupun Kepala Kanwil Kemenkumham Sumsel bisa bersikap tegas. Walaupun pada kenyataannya aksi tersebut terkadang dianggap sebagai sesuatu yang lazim disejumlah Lapas, ketika aksi tersebut disorot berarti dosisnya sudah berlebihan dan perlu ditindak.

"Aturan harus ditegakkan, yang salah harus ditindak. Apalagi saat ini Lapas sedang gencar-gencarnya mencanangkan diri sebagai wilayah bebas korupsi,"tutupnya. 

KaKanwil Kemenkumham Sumsel, Kadiv pengawasan Lapas, maupun Kalapas Sekayu, sepertinya enggan memberikan komentar. Pesan singkat yang dikirim ke akun WhatsAppnya hanya dibaca.(Tim) 

Update Covid-19 Muba: Positif Bertambah 2 Kasus, Status OTG

MUBA,DS. - Gugus Tugas Covid-19 Kabupaten Musi Banyuasin, Sabtu (20/6/2020) kembali mengkorfimasi penambahan 2 kasus positif Covid-19.

Penambahan dua kasus ini membuat total positif covid-19 menjadi 42 kasus. 

Adapun penambahan 2 kasus tersebut berstatus Orang Tanpa Gejala (OTG) yakni kasus 41 perempuan berdomisili di Sekayu dan kasus 42 perempuan domisili Sekayu. 

"Keduanya merupakan OTG dan saat ini telah mendapatkan pengawasan dan penanganan oleh Tenaga Kesehatan RSUD Sekayu serta Gugus Tugas Covid-19 Muba," ungkap Juru Bicara Gugus Tugas Covid-19 Muba, Seftiani Peratita SS MKes. 

Lanjutnya, berdasarkan data update Covid-19 Gugus Tugas Covid-19 Muba mencatat ada sebanyak 366 ODP 350 selesai pemantauan 16 masih dipantau, 292 OTG 229 selesai pemantauan 63 masih dipantau, 120 PDP 34 proses pengawasan 86 selesai pengawasan.(hsril) 

Sembari Bersilaturahmi, Beni Ajak Warga Stop Lakukan Illegal Fishing

MUBA,DS. - Kekayaan sumber daya perikanan di perairan Bumi Serasan Sekate tentu harus di imbangi dengan pengelolaan serta pemanfaatannya agar tetap berkelanjutan.

Dalam kaitan ini Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin di bawah kepemimpinan Bupati Muba Dodi Reza dan Wabup Muba Beni Hernedi mengajak seluruh elemen masyarakat untuk tetap menjaga kelestarian lingkungan Sungai di Muba salah satunya dengan tidak melakukan illegal fishing. 

Hal ini terungkap Setelah Wakil Bupati Muba Beni Hernedi kemarin turut langsung bersilaturahmi dan mengunjungi beberapa sungai yaitu Sungai Batanghari Leko, Sungai Muara Punjung, dan Sungai Ampalau Muara Rawas, di sela-sela kegiatan bersilaturahmi dengan masyarakat sembari menyalurkan hoby barunya yakni memancing di sungai, Sabtu (20/6/2020) Beni secara langsung mendengar aspirasi masyarakat yang sangat mengeluhkan dengan adanya aktifitas secara illegal fishing, yaitu cara menangkap ikan yang tidak berkelanjutan. 

"Yang dikeluhkan masyarakat yaitu masih adanya oknum warga melakukan setrum, meracun, kemudian banyaknya anak-anak sungai kecil yang dekat dengan wilayah pembukakaan lahan kebun kelapa sawit yang terdampak , tertutup yang menyebabkan berpengaruh pada ikan yang menjadi hilang,"bebernya.

Dikatakan Beni, ini yang menjadi keluhan masyarakat dan dirinya mendengar langsung dari aspirasi warga, ini akan menjadi perhatian kedepan. Jadi diperlukan kesadaran dan kerjasama semua pihak untuk mencegah terjadinya illegal fishing di Kabupaten Muba.

"Jadi sebenarnya SDA sungai ini potensi yang luar biasa di Muba, saya lihat langsung bagaimana rakyat kita masih banyak yang menggantungkan mata pencariannya di dengan cara menangkap ikan di anak-anak sungai di Muba,"ucap Beni.

Lanjutnya, "kita ingin membangkitkan lagi dan harus merevitalisasi kembali budaya kearifan lokal dengan cara-cara kebaharian, dan budaya tradisional yang sebetulnya menjadi kekuatan ekonomi kerakyatan karena banyak rakyat yang menggantungkan hidup di sini, dan menjadi perhatian kita semua,"pungkasnya.

Pada kesempatan tersebut Wabup Muba didampingi oleh Organisasi Lembaga Gerakan Masyarakat Peduli Lingkungan dan Hutan  (Legmas Pelhut) Kabupaten Muba, yang ikut mendampingi dan melakukan pembinaan kepada masyarakat sekaligus pemasangan spanduk berisikan sosialisasi dilarang melakukan illegal fishing dan pemberian bantuan peralatan tangkap ikan berupa jaring.(hsril)