NEWS

Slider

Update Covid-19 Muba: Positif Bertambah 2 Kasus, Status OTG

MUBA,DS. - Gugus Tugas Covid-19 Kabupaten Musi Banyuasin, Sabtu (20/6/2020) kembali mengkorfimasi penambahan 2 kasus positif Covid-19.

Penambahan dua kasus ini membuat total positif covid-19 menjadi 42 kasus. 

Adapun penambahan 2 kasus tersebut berstatus Orang Tanpa Gejala (OTG) yakni kasus 41 perempuan berdomisili di Sekayu dan kasus 42 perempuan domisili Sekayu. 

"Keduanya merupakan OTG dan saat ini telah mendapatkan pengawasan dan penanganan oleh Tenaga Kesehatan RSUD Sekayu serta Gugus Tugas Covid-19 Muba," ungkap Juru Bicara Gugus Tugas Covid-19 Muba, Seftiani Peratita SS MKes. 

Lanjutnya, berdasarkan data update Covid-19 Gugus Tugas Covid-19 Muba mencatat ada sebanyak 366 ODP 350 selesai pemantauan 16 masih dipantau, 292 OTG 229 selesai pemantauan 63 masih dipantau, 120 PDP 34 proses pengawasan 86 selesai pengawasan.(hsril) 

Sembari Bersilaturahmi, Beni Ajak Warga Stop Lakukan Illegal Fishing

MUBA,DS. - Kekayaan sumber daya perikanan di perairan Bumi Serasan Sekate tentu harus di imbangi dengan pengelolaan serta pemanfaatannya agar tetap berkelanjutan.

Dalam kaitan ini Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin di bawah kepemimpinan Bupati Muba Dodi Reza dan Wabup Muba Beni Hernedi mengajak seluruh elemen masyarakat untuk tetap menjaga kelestarian lingkungan Sungai di Muba salah satunya dengan tidak melakukan illegal fishing. 

Hal ini terungkap Setelah Wakil Bupati Muba Beni Hernedi kemarin turut langsung bersilaturahmi dan mengunjungi beberapa sungai yaitu Sungai Batanghari Leko, Sungai Muara Punjung, dan Sungai Ampalau Muara Rawas, di sela-sela kegiatan bersilaturahmi dengan masyarakat sembari menyalurkan hoby barunya yakni memancing di sungai, Sabtu (20/6/2020) Beni secara langsung mendengar aspirasi masyarakat yang sangat mengeluhkan dengan adanya aktifitas secara illegal fishing, yaitu cara menangkap ikan yang tidak berkelanjutan. 

"Yang dikeluhkan masyarakat yaitu masih adanya oknum warga melakukan setrum, meracun, kemudian banyaknya anak-anak sungai kecil yang dekat dengan wilayah pembukakaan lahan kebun kelapa sawit yang terdampak , tertutup yang menyebabkan berpengaruh pada ikan yang menjadi hilang,"bebernya.

Dikatakan Beni, ini yang menjadi keluhan masyarakat dan dirinya mendengar langsung dari aspirasi warga, ini akan menjadi perhatian kedepan. Jadi diperlukan kesadaran dan kerjasama semua pihak untuk mencegah terjadinya illegal fishing di Kabupaten Muba.

"Jadi sebenarnya SDA sungai ini potensi yang luar biasa di Muba, saya lihat langsung bagaimana rakyat kita masih banyak yang menggantungkan mata pencariannya di dengan cara menangkap ikan di anak-anak sungai di Muba,"ucap Beni.

Lanjutnya, "kita ingin membangkitkan lagi dan harus merevitalisasi kembali budaya kearifan lokal dengan cara-cara kebaharian, dan budaya tradisional yang sebetulnya menjadi kekuatan ekonomi kerakyatan karena banyak rakyat yang menggantungkan hidup di sini, dan menjadi perhatian kita semua,"pungkasnya.

Pada kesempatan tersebut Wabup Muba didampingi oleh Organisasi Lembaga Gerakan Masyarakat Peduli Lingkungan dan Hutan  (Legmas Pelhut) Kabupaten Muba, yang ikut mendampingi dan melakukan pembinaan kepada masyarakat sekaligus pemasangan spanduk berisikan sosialisasi dilarang melakukan illegal fishing dan pemberian bantuan peralatan tangkap ikan berupa jaring.(hsril) 

SMA N 1 Lahat Segera Laksanakan Tes Tertulis Bagi Siswa Daftar melalui Jalur Tes

LAHAT.DS, -- Pelaksanaan penerimaan siswa baru untuk tingkat Sekolah menengah Atas belum  selesai , SMA N 1 Lahat   pada saat ini membuka pendaftaran sampai tgl 23 juni melalui jalur tes tertulis.

Bambang Spd Kepala Sekolah SMA N 1 Lahat megatakan(21/6) calon siswa baru yang mendaftar melalui   jalur zonasi telah selesai dilaksanakan,
Untuk jumlah siswa dari jalur tes secara meyeluruh saat ini sudah mendaftar 120 siswa .

Kepsek juga menambahkan dari 120 siswa yang mengikuti ujian tes tertulis di tgl 24 juni ini nantinya akan diterima  hanya 80 siswa,bagi siswa yang mengikuti tes tertulis semua berdasarkan peringkat  hasil tes 1-80 yang diterima pungkasnya.(Dni)

Harganas 2020


Dua Curat Asal Palembang, di Tangkap Polisi Sektor Babat Supat Resor Muba

MUBA,DS. - Dua Pemuda di Kec. Babat Supat berinisial LI (17) dan WAHYU PROBO LARAS ALIAS BONI (28) warga jalan Sultan Hasanuddin III Kel. Karya baru Kec. alang - alang lebar kota Palembang, ditangkap Polisi Sektor Babat Supat Resor Muba, Karena diduga menjadi pelaku pencurian dengan pemberatan (curat). 

Terduga kedua pelaku yang diamankan dengan barang bukti 8 (Delapan) potong ulir tembaga dengan panjang keseluruhan kurang lebih 57 (Lima Puluh Tujuh) Meter Dua Buah Karung warna Putih dan Satu Unit sepeda motor Merk HONDA REVO dengan nomor Polisi BG 2749 BQ. Sabtu, (20/06/2020) siang. 
Kapolres Musi Banyuasin AKBP YUDHI SURYA MARKUS PINEM, S.ik melalui Kapolsek Babat Supat IPTU INDRA WENI ASAHI, SH membenarkan penangkapan itu. 

"LI kita tangkap Sore harinya saat hendak menjual barang curian bersama pelaku Boni yang sempat melarikan diri. Namun malam tadi Boni akhirnya dapat kita tangkap" Ujarnya kepada humas. 

Lanjut indra, kedua pelaku melakukan pencurian berupa ulir tembaga dengan panjang keseluruhan kurang lebih 57 (Lima Puluh Tujuh) Meter milik PT PERTAMINA EP Asset 1 field ramba Pada Kamis (18/06/2020) sekira pukul 10.00 Wib Di Lokasi SCM Warehouse Desa Babat Ramba Jaya Kec. Babat Supat Kab. Muba. 

"Untuk kerugian yang di alami pihak pertamina lebih kurang sebesar Rp. 30.000.000,- (tiga puluh juta rupiah)"Ucap indra. 

Atas laporan yang diterima, kapolsek langsung bersama anggotanya langsung lakukan penyelidikan, hingga akhirnya laporan dari masyarakat bahwa akan ada orang menjual ulir tembaga langsung dilakukan pengejaran dan keduanya saat ini sudah di amankan di mapolsek Babat Supat beserta barang buktinya. (ajm/hms). 

Camat Bayung Kencur Instruksikan Kepala Desa Segera Salurkan BLT DD Tahap III, Pemdes Telang bagikan kepada 153 KPM

MUBA,DS. - Camat Bayung Lencir, Akhmad Toyibir, SSTP.,MM menginstruksikan kepada seluruh Kepala Desa dalam Kecamatan Bayung Lencir agar segera mendistribusikan Bantuan Langsung Tunai Dana Desa (BLT DD) tahap III kepada warga yang terdampak berat perekonomiannya akibat Pandemi Covid 19, Sabtu (20-Juni-2020).

Ibir mengatakan bahwa BLT DD sudah harus di salurkan sesuai dengan tahapannya saat ini memasuki tahap ke-III, hal ini bertujuan untuk sesegera mungkin memulihkan perekonomian warga, sehingga dapat bangkit menatap kehidupan kedepan.

"Kami sudah sampaikan kepada Kepala Desa agar segera melaksanakannya, dan di Bayung Lencir sudah ada beberapa desa yang sudah membagikan BLT DD Tahap III diantaranya Desa Lubuk Harjo dan Desa Muara Bahar, sisanya akan segera menyusul, dan hari ini pembagian BLT DD tahap III dilangsungkan di Desa Wono Rejo dan Desa Telang". Ungkap nya.

Senada Kepala Desa Telang mengatakan pembagian BLT DD tahap III hari ini diharapkan dapat membantu warganya yang terdampak berat perekonomiannya oleh Pandemi Covid 19.

"Ini tahapan yang ke- 3 jadi masing-masing KPM sudah mendapatkan Rp. 600.000,- x 3 bulan total Rp. 1.800.000,-/KPM, harapan kami dapat membantu warga yang tengah kesusahan ditengah pandemi saat ini, dan segera bangkit untuk menjalani roda kehidupan" terangnya

Selain itu, Karnadi menjelaskan bahwa jumlah KPM yang menerima BLT DD di Desa Telang berjumlah 153 KPM, dan penetapan penerimanya telah dilakukan berdasarkan hasil musyawarah desa yang melibatkan seluruh Perangkat Desa dan BPD.

"Dalam penetapan warga penerima BLT DD kami selalu mengutamakan warga yang benar-benar berhak menerimanya, diurutkan sesuai dengan jumlah kuota BLT DD Desa Telang yaitu 153 KPM, dan semua unsur Pemerintah Desa serta BPD kami libatkan bermusyawarah dalam penetapan nama warga penerima BLT DD tersebut". Tutup nya.

Salah satu warga Desa Telang penerima BLT DD, Minah menyampaikan rasa terima kasihnya kepada Pemerintah khususnya Pemdes Telang yang telah peduli dengan memberikan bantuan untuknya ditengah perekonomian yang semakin sulit karena Pandemi saat ini.

"Terima kasih kepada Pemerintah, pak Kades dan anggota, atas kepeduliannya terhadap kami telah memberikan bantuan ditengah kondisi semakin susah oleh Covid 19 sekarang ini". Ujarnya.

Selain pembagian BLT, nampak Pemdes Telang bersama relawan desa beberapa hari terakhir aktif melakukan penyemprotan desinfektan ke rumah rumah warga dan fasilitas umum desa serta gencar mensosialisasi kepada warga terkait bahaya penyebaran Covid 19, dan menghimbau kepada warga untuk mentaati Protokes yang telah ditetapkan pemerintah.(hsm) 

TCM (Tes Cepat Molekuler) sangat efektif untuk memaksimalkan penanganan covid-19

RSUD Bayung Lencir Muba launching Fasilitas TCM (Tes Cepat Molekuler) 

MUBA,DS. - Satu Jam keluar hasil dan pengumuman hasil sesuai prosedur GugusTugas Nasional Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin (Muba) terus berupaya melakukan langkah penting memutus rantai penyebaran covid19. Baik bidang kesehatan, Jaring Pengaman Sosial dan pemulihan ekonomi pasca wabah.  Khusus soal time respons hasil tes swab yang menunggu  waktu sampai 14 hari saat ini. Musi Banyuasin kini mampu melakukannya sendiri. Rentang waktunya bisa dipangkas hingga maksimal 3 hari sampai 5 hari saja secara administrasi prosedur resmi tetapi hasilnya satu jam sudah dapat diketahui. 

Kepala Dinas Kesehatan Muba dr Azmi Dariusmansyah menyebutkan  swab mandiri (mendiagnosis seseorang terinfeksi Covid-19, hasil pemeriksaan swab) sudah bisa dilakukan di Muba yakni di RSUD Bayung Lencir dan RSUD Sekayu. Tujuan  pendirian swab di Muba ini demi percepatan deteksi covid-19.

Menurut Azmi, pihaknya sedang melatih 7 tenaga medis mengenai mekanisme PCR ( polymerase chain reaction). PCR  digunakan untuk mendiagnosis penyakit COVID-19, yaitu dengan mendeteksi material genetik virus Corona. 

Swab dipusatkan di dua titik di Muba. Untuk lintas barat  berada  RSUD Sekayu. Sedangkan di wilayah lintas timur di RSUD Bayung Lencir. 
"Di RSUD Sekayu berupa PCR mandiri. Sumber dana yang dipergunakan dari  APBD atas  komitmen Bupati Muba DR Dodi Reza Alex.  Kalau di Bayung swab yang ada adalah jenis tes pemeriksaan virus corona COVID-19 dengan Tes Cepat Molekuler (TCM). Selama ini fungsi pemeriksaan TCM ini untuk pasien TB. Karena ini prinsipnya alih fungsi alat dan skill maka kita melatih tenaga khusus dengan instruktur dari Kemenkes," jelas Azmi.

Sebagai pendukung langkah ini, Dinkes Muba mendirikan laboratorium khusus untuk pemeriksaan rapid swab antigen yang sensitifitas dan speknya jauh lebih tinggi ketimbang rapid anti bodi. Labor ini berlokasi di Sekayu, tepatnya di sebelah Puskemas Balai Agung. 

"Saat ini 250 swab antigen sudah disebar di 3 rumah sakit. Yakni 100 di Sekayu, 100 di Bayung Lencir dan  50 di Sungai Lilin. Ini upaya tindak lanjut langkah Pemkab Muba untuk adaptasi new normal life atau kehidupan normal baru yang sesuai  6 indikator WHO."

Salah satu indikator WHO yakni presentase capaian pemeriksaan diagnostik Covid19. Lalu response time ( lama waktu menunggu hasil tes)  yang selama ini relatif lama karena harus mengirim sampel ke BBLK di Palembang. 

Meski Muba sudah mampu melakukan swab TCM secaro mandiri namun soal pengumuman hasil tes ke publik tetap sesuai prosedur Gugus Tugas Nasional. 
"Kami sudah mampu melakukan TCM di Muba. Dan khusus di RSUD Bayung Lencir kami bisa mengeluarkan hasil tes dalam waktu satu jam," beber Direktur RSUD Bayung Lencir, dr Diyanti Novitasari, MARS,  saat launcing program TCM di Bayung Lwncir, Jum'at (19/6/2020). 

Menurut Diyanti pihaknya sangat senang mampu berbuat yang terbaik buat pencegahan dan percepatan penanggulangan wabah Corona19. 

"Hanya saja bukan kami yang mengumumkan hasil test TCM. Berdasarkan Mekanisme Protokol kesehatan Setelah hasil kami dapat tetap dikirim ke Gugus Tugas di Jakarta. Lalu dari sana hasilnya  disampaikan kembali ke Provinsi lalu kembali disampaikan ke Muba secara berjenjang. Tetapi prinsipnya, langkah ini sangat efisien. Maksimal kami perkirakan butuh waktu 3 hari untuk dapat hasil sesuai prosedur. Jauh lebih cepat ketimbang yang selama ini kita alami yakni 12 hari paling cepat," beber dia. 

Camat Bayung Lencir Akhmad Toyibir SSTP menyambut gembira dan terima kasih mendalam kepada Bupati Muba DR H Dodi Reza Alex Noerdin. 

Bagi Ibir, sapaan akrab Camat Bayung Lencir ini, upaya dan penempatan peralatan TCM di RSUD Bayung Lencir, sebagai bukti cinta Dodi Reza kepada warganya. Maklum, jalur lintas timur yakni Sungai Lilin hingga Bayung Lencir yang berbatas dengan Jambi termasuk wilayah paling sibuk menangani pasien covid19. 

"Ini perhatian luar biasa. Tidak semua kabupaten atau kota di Sumsel bahkan nasional ada TCM. Suatu kebanggaan untuk  di Muba, RSUD Bayung dijadikan lokasi launching dan dipercaya melakukan TCM sendiri. 
TCM di Rsud Bayung Lencir mempercepat proses waktu mengetahui hasil sample swab test yg dilakukan salah satu alasan TCM ditempatkan di Bayung dikarenakan pintu masuk wilayah Muba dan jalur lintas sumatera yang padat  serta banyak perusaahan yang beroperasi  ."

Ibir bersyukur selama wabah Covid-19 semua elemen di wilayahnya kompak baik di Puskesmas, TNI/Polri, relawan rumah sehat, dan para pemudanya.  

"Gugus tugas Kecamatan Bayung Lencir baik Kapolsek, Danramil, Satpol PP,damkar dishub, termasuk jajaran RSUD tetap selalu sinergi dan semangat dalam melakukan upaya pencegahan serta penangulangan kasus COVID 19. Terima kasih atas keberanian RSUD Bayung Lencir dan puskes Bayung Lencir serta Puskes Sukajaya yang melakukan upaya preventif melakukan rapid test secara berkelanjutan kepada seluruh tenaga kesehatan. Tes ini memberikan  jaminan bahwa nakes yang ada di garda terdepan dalam pencegahan dan penangulangan kasus covid 19 selalu prima.  Rapid test juga dilanjutkan kepada seluruh jajaran gugus tugas yg berada di kecamatan termasuk seluruh staf kan,tor camat dan dilanjutkan kepada masyarakat di desa dan kelurahan yg dianggap terjadi kasus atau potensi terjadi kasus," tandas Ibir.(hsm) 

81 KK Desa Pengentaan Kecamatan Mulak Ulu Distribusikan BLT DD Tahun 2020

LAHAT.DS,--- Wabah Virus Corona yang terus melanda membuat segala aktifitas lumpuh, sehingga berdampak pada juga pada  perekonomian. Untuk itulah Presiden mengambil kebijakan membantu keuangan keluarga, melalui  bantuan Dana langsung  tunai  Dana Desa ( BLT DD) disetiap Desa.
Hari ini Sabtu 20 Juni 2020, Pemerintah Desa Pengentaan Kecamatan Mulak Ulu sebanyak 81 KK dari 170 KK Desa Pengentaan  yang mendapatkan BLT DD. Pendistribusian BLT DD tahap 1 bulan ke dua.
Dadi Aprizon Kades Pengentaan Desa Kecamatan Mulak Ulu " ucapan terima kasih kepada tim gugus Covid-19 yang telah bekerja sama melawan virus Corona, kita jangan sampai terlena, karena virus Corona ini  masih ada disekitar kita. Apalagi memasuki New Normal atau kehidupan baru,  hendaknya selalu menggunakan masker ketika hendak bepergian keluar rumah dan cuci tangan. Bila kita sesering mungkin cuci tangan hingga menjadikan tangan kita selalu bersih. Beliau menghimbau untuk mentaati protokol kesehatan.
Sementara itu  Elsye Hartuti S, STP. MM selaku  Camat Mulak Ulu  kepada Awak Media mengatakan "  Pada hari ini pendistribusian dana Desa  tahap pertama dibulan ke dua tahun 2020, telah dilaksanakan, Alhamdulilah kondusif dan tiada kendala." ujar Camat.

Beliau juga menghimbau untuk  tidak perlu panik  menghadapi Wabah Corona asal kita mematuhi anjuran Pemerintah yang terkait untuk memutus mata rantai, prilaku hidup bersih kita harus terapkan pada diri sendiri dan keluarga. Sampai belum adanya pembubaran Posko, hendaknya terus  diaktifkan  " demikian pesan Camat. (NID)

Dodi Reza Tanggung Biaya Operasi Bunga Hingga Kebutuhan Hidup Selama Pengobatanya

#RSUD Sekayu Tangani Operasi Bedah Otak Perdana RS Umum Daerah  Kabupaten /kota di Sumsel#

MUBA,DS. - Nasib malang dialami Bunga Az-Zahra, bayi berumur 58 hari yang merupakan buah hati pasangan Ilham dan Ernawati warga Balai Agung Sekayu Kabupaten Musi Banyuasin ini mengidap Meningokel atau kelainan tabung saraf yang langka. 

Direncanakan, Sabtu (20/6/2020) nanti Tim Medis RSUD Sekayu dengan melibatkan beberapa Dokter spesialis dari Palembang akan melakukan operasi terhadap Bunga di RSUD Sekayu. 

Hal ini diketahui saat Tim Medis RSUD Sekayu yang dipimpin Direktur RSUD Sekayu dr Makson Parulian Purba MARS bersama  orangtua Bunga bertemu Bupati Muba Dr Dodi Reza Alex Lic Econ MBA, Jumat (19/6/2020). 

"Saya prihatin dengan kondisi Bunga, berdasarkan kajian medis tim RSUD Sekayu bahwa Bunga harus segera dioperasi karena kalau tidak dilakukan operasi akan infeksi dan mengancam jiwanya. Insya Allah saya sepenuhnya akan menanggung biaya operasi Bunga dan biaya hidup selama pengobatan," ujar Dodi Reza. 

Bupati Muba yang juga Pembina dan Penggerak Olahraga Terbaik memberikan bantuan khusus untuk  Ilham yang juga atlet panjat tebing Muba, sebagai bentuk perhatian kepada  atlet yang telah mengharumkan nama Muba, bahkan meskipun biaya operasi bedah saraf tidak tercover dalam BPJS, karena sifatnya mendesak dan harus segera ditindak lanjuti , tentu Bunga harus tetap difasilitasi. 

"Saya juga minta tim yang menangani Bunga nantinya benar-benar maksimal serta mengkaji dengan detail kemungkinan-kemungkinan yang akan terjadi, tentu operasi ini sangat beresiko tinggi apalagi perdana di RSUD Sekayu sebagai rumah sakit umum daerah dan satu satunya RSUD kabupaten/kota di provinsi  Sumsel yang melakukan operasi ini.  ungkapnya. 

Dodi berharap, agar Bunga diberikan kesehatan seperti anak-anak lainnya seusia Bunga. "Mari kita doakan agar proses operasi nanti berjalan lancar dan Bunga tumbuh besar dengan sehat," ucapnya. 

Direktur RSUD Sekayu, dr Makson Parulian Purba MARS menyebutkan dalam pelaksanaan operasi nantinya akan melibatkan dokter bedah umum, dokter anestesi, dokter spesialis anak, dokter umum, serta tim perawatan rawat inap, kamar bedah serta NICU .

"Persiapan pra operasi saat ini sudah dilakukan oleh  perawat kamar operasi serta perawat NICU   dan sudah maksimal agat resiko pada saat operasi maupun post operasinya di minimalkan   dan berdasarkan kajian peluang untuk keberhasilan  operasinya cukup besar . Sedangkan 2 orang dokter spesialis bedah saraf yang didatangkan dari Palembang akan berkolaborasi dengan tim dokter RSUD Sekayu," bebernya.

Ia menjelaskan, Meningokel adalah menonjolnya selaput yang menutupi tulang belakang dan bagian saraf tulang belakang. Penyakit ini biasanya ditandai dengan adanya benjolan pada punggung bayi. 

"Meningokel disebabkan oleh kelainan pada pembentukan tulang belakang dan jaringan saraf janin di dalam kandungan pada saat kehamilan dan pada saat ini syaraf yang terkena adalah bagian otak atas terang Makson. 

Makson menambahkan, kalau di estimasikan biaya operasi tersebut memakan biaya lebih dari Rp100 juta. "Ini adalah milestone di RSUD Sekayu sebagai satu satunya RS Kabupaten/Kota pertama yang melakukan operasi bedah saraf di Provinsi Sumsel, resiko tentu ada, namun kita akan berjuang semaksimal mungkin untuk kesembuhan dan keberhasilan operasi Bunga," harapnya.

Kepala Dinas Kesehatan Muba, dr Azmi Dariusmansyah MARS menceritakan Ilham yang merupakan ayah dari Bunga adalah atlet berprestasi cabor panjat tebing asal Muba. 

"Sejak duduk dibangku kelas 5 SD Ilham sudah banyak memborong medali, terakhir pada 2019 lalu berhasil juara 2 di ajang Porwil," ungkap Azmi.

Namun sejak Juli 2019 Ilham menjadi tukang kenyot (jualan sayuran keliling dengan motor) untuk menambah penghasilan sehari-hari dan menghidupi keluarga. 

"Pasien punya BPJS tapi tidak di tanggung karena ini penyakit kongenital yang memang tidak termasuk manfaat jaminan yang di tanggung BPJS. Tapi melalui program pak Bupati Dodi Reza ada program dana penunjang bagi masyarakat Muba yang tidak mampu dan dijamin dana penunjang JKN di Dinkes Muba," ungkap Azmi. 

Ilham pada kesempatan bertemu Bupati Muba Dr Dodi Reza mengucapkan terima kasih karena sudah menanggung biaya operasi dan biaya hidup keluarga  selama masa pengobatan. 

"Alhamdulillah pak Bupati menanggung semua biaya operasi anak kami Bunga, dan memberikan bantuan biaya hidup selama keluarga mengurus pengobatan bunga . kami berharap anak kami Bunga diberikan kesehatan dan keselamatan," harapnya.

Dengan kondisi saat ini, lanjut Ilham tentu keluarganya tidak mampu menanggung biaya operasi Bunga. "Allah masih sayang dengan Bunga, melalui pak Bupati Dodi Reza Bunga bisa diberikan tindakan operasi dan saya beserta keluarga memohon doa kepada semua warga Muba khususnya agar operasi anak kami berjalan lancar," tandasnya.(hsril) 

Dihadiri Kadis PMD Muba dan Camat Lawang Wetan, Kades Talang Piase Validasi Data Penerima BLT DD

MUBA,DS. - Dihadiri oleh Kepala Dinas PMD H Richard Cahyadi AP MSi beserta staf dan Camat Lawang Wetan Tazarni Hatamin SSTP MSi. Kepala Desa Talang Piase Zul Azmi Validasi data Penerima Bantuan Langsung Tunai Dana Desa (BLT DD).

Kehadiran Kepala Dinas PMD H Richard Cahyadi AP MSi ini bertujuan mengkroscek kebenaran data 144 KPM penerima Bantuan Langsung Tunai Dana Desa yang dibagikan oleh Kepala Desa Talang Piase beserta Perangkat Desa.
Dalam kesempatan ini Kepala Desa Talang Piase Zul Azmi mengatakan, kehadiran Kepala Dinas PMD H Richard Cahyadi AP MSi bertujuan meluruskan serta mengkroscek data serta Validasi penerima Bantuan Langsung Tunai Dana Desa Bulan April dan Mei.

" Ya hari ini, semuanya kita luruskan permasalahan terkait penerima Bantuan Langsung Tunai dengan kehadiran Kepala Dinas PMD H Richard Cahyadi AP MSi serta ada juga Camat Lawang Wetan Tazarni Hatamin SSTP MSi untuk mencocokan data serta tidak boleh lagi penerima yang diwakili harus penerima dengan nama yang tertera," ujar Zul Azmi, Jumat (19/6/2020).

Sementara itu ditempat yang sama Kepala Dinas PMD H Richard Cahyadi AP MSi menjelaskan, untuk penerima Bantuan Langsung Tunai Dana Desa (BLT DD) desa Talang Piase sudah kami Kroscek data penerima dengan menggerakan tim dari PMD untuk dicocokan sesuai dengan yang sebenar-benarnya.

" Untuk tahap ke-3 akan dibagikan setelah data-data yang kami validasi ini cocok dan benar dengan penerima yang sebenarnya. Dengan demikian tahap selanjutnya tidak ada lagi permasalahan yang timbul di dalam pembagiannya," ungkap Richard.

Dilanjutkannya, Kita luruskan permasalahan di desa Talang Piase agar 144 KPM yang menerima bantuan dapat tepat sasaran sesuai dengan yanh semestinya, kami undang juga Camat Lawang Wetan agar sama-sama turun langsung kelapangan.

" Kepada penerima Bantuan Langsung Tunai kami himbau untuk benar-benar orang yang menerima, dengan memperhatikan nama yang sudah dicantumkan oleh pihak desa Talang Piase pada SK yang telah dibuat, sekali lagi Penerima harus sesuai dengan nama yang semestinya," himbaunya sembari bercengkrama dengan warga desa Talang Piase.(hs)