NEWS

Slider

Kodim 0402/OKI-OI Gelar Pra TMMD Di Desa Sarang Lang Kecamatan Pemulutan Barat Kabupaten Ogan Ilir

INDRALAYA.DS, -- Dalam Persiapan Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-108 TA 2020 Kodim 0402/OKI-OI yang bertempat di Desa Sarang Lang Kecamatan Pemulutan Barat Kabupaten Ogan Ilir mulai dilakukan oleh prajurit Kodim 0402/OKI-OI bersama-sama masyarakat Desa Sarang Lang, Selasa (16/06/2020).
Diantaranya adalah melaksanakan kegiatan Pra TMMD khususnya pada sasaran fisik pekerjaan pembersihan dan pembuatan patok untuk jalan tembus yang menghubungkan antara Desa Sarang Lang dengan Desa Pulau Negara Kecamatan Pemulutan Barat Ogan Ilir sepanjang 1.8 Km dengan lebar 7 meter. “Mulai hari kemaren (Red. Senin) setiap hari Kodim menerjunkan personel sebanyak 40 personel dibantu dari Dinas terkait dan masyarakat untuk kegiatan Pra TMMD ini” kata Pasiter Kodim Kapten Inf Jauhari.

Lanjut Pasiter Kodim 0402/OKI-OI, pelaksanaan TMMD ke-108 ini nantinya hanya dibatasi waktu selama 30 hari, dan harus mampu menuntaskan semua pekerjaan fisik yang ada. “Sehingga pelaksanaan Pra TMMD ini harus dimaksimalkan, dengan harapan sebelum pelaksanaan penutupan TMMD semua sasaran kegiatan fisik TMMD dapat tercapai 100 persen. Dan semoga program TMMD ke-108 Kodim 0402/OKI-OI berjalan lancar dan sukses,” ungkapnya.

Selain pengerjaan pembuatan jalan sepanjang 1,8 kilometer, kegiatan TMMD ini juga akan memperbaiki atap dua buah Masjid di Desa Sarang Lang dan di Desa Pulau Negara. “Gorong-gorong juga nanti kita akan buat sebagai saluran drainase di sepanjang jalan yang akan dibuat,” ujar Kapten Jauhari.

Dalam pelaksanaan kegiatan Pra TMMD yang akan digelar selama 15 hari itu, kata dia, melibatkan personel baik dari TNI dan Polri serta masyarakat di dua Desa tersebut.Tim

Bupati Ogan Ilir Sambangi Pasien Dinyatakan Sembuh Dari Covid19 Di Kelurahan Tanjung Raja Barat

INDRALAYA.DS, -- Bentuk Perhatian dan Peduli Pemerintah Daerah Kabupaten Ogan Ilir Terhadap Warga yang Terpapar Postif Covid 19 beberapa waktu lalu dan setelah melakukan Perawatan di RSUD Ogan Ilir dinyatakan sembuh dari Coronavirus (Covid 19).

Kali ini Bupati Ogan Ilir HM Ilyas Panji Alam SE,SH,MM  mengunjungi Pasien Sembuh dari Covid 19 di Kelurahan Tanjung Raja Barat yang didampingi Camat Tanjung Raja Faisal Bermawi serta Lurah Tanjung Raja Barat Awaluddin dan Kepala Puskemas Tanjung Raja Hj.Nelly Anggia Murni pada hari Selasa (16/06/20).

Dalam Kesempatan tersebut Bupati Ogan Ilir HM Ilyas Panji Alam,SE,SH,MM Memberikan bantuan kepada Warga yang dinyatakan sembuh dari Corona Virus (Covid 19), berupa Sembako serta uang saku.

Menurut Bupati Ogan Ilir HM Ilyas Panji Alam ada 48 Pasien Positif Corona dan dinyatakan sembuh sebanyak 47 Orang, tinggal 1 orang lagi yang masih sekarang karantina mandiri.

Bupati berpesan kepada Masyarakat bahwa Coronavirus ini bukan aib dan bisa disembuhkan, Juga pemerintah membantu kepada Pasien yang dikarantina, baik karantina mandiri maupun karantina di Rumah Sakit, mereka akan dibantu oleh Pemerintah sebesar Rp 100 ribu Perhari untuk mengganti selama mereka tidak mempunyai Penghasilan.

“Kalau dia 14 hari paling tidak mendapatkan 1 juta 400, lebih dari itu kita kalikan dua, per 14 hari, karena setelah pulang pun mereka kita diwajibkan untuk karantina lokal sampai benar – benar sembuh ” terangnya.

Diketahui jumlah kasus pasien yang terpapar dari Kabupaten Ogan Ilir (OI) yang dinyatakan sembuh 2 orang, dengan demikian jumlah pasien yang dinyatakan sembuh total sebanyak 47 orang.Hal Ini disampaikan juru bicara penanggulangan covid-19 Ogan Ilir Wahyudi Wibowo.

Masih dari data yang diterima, 2 pasien yang dinyatakan sembuh ini inisial A Kasus 848 umur 64 tahun asal Kecamatan Indralaya, dan inisial H Kasus 617 umur 50tahun dari Kecamatan Tanjung Raja.

Hal Ini disampaikan juru bicara penanggulangan covid-19 Ogan Ilir Wahyudi Wibowo. “Hari ini ada penambahan dua pasien sembuh hingga total saat ini 47 pasien”, Kata Jubir Covid19 Wahyudi Wibowo

Diakui Wahyudi, bahwa diketahui dari hasil swab tim medis yang menangani kasus covid-19 di Sumsel, angka kasus konfirmasi positif covid-19 yang terjadi Kabupaten OI terus mengalami peningkatan. Faktor minimnya kesadaran dan pemahaman baik pasien maupun warga masyarakat akan bahayanya virus corona ini. (Zen/Drs)

Pendistribusian BLT DD Tahap Ke 2 Desa Payo Kondusif

LAHAT.DS, -- Pendistribusian penerima manfaat Bantuan langsung tunai Dana Desa tahun 2020 tahap kedua Desa Payo Kecamatan Merapi Barat berlangsung khidmat dan kondusif, hal ini disampaikan Harun Rasyid selaku Kades disela- sela pembagian BLT DD tahap ke dua.

Bertempat di Gedung Serba Guna Desa Payo 16 Juni 2020, menurut Kades
94 KK dari 401 KK yang mendapat bantuan, tidak tumpang tindih dengan bantuan lainnya. Pemerintah Desa sudah berapa kali menggelar Musdes untuk memvalidasikan jumlah berapa KK yang mendapat bantuan " ujar Kades.
Sementara itu Anton Akbar  Maw SE, MM. selaku Kasi Ekobang Kecamatan Merapi Barat mewakili Camat Sumarno SE, MSI mengatakan " Bila Desa sudah merasa siap untuk mendistribusikan BLT DD segera lah dilaksanakan, menginggat banyaknya kebutuhan yang mendesak akibat dampak Virus Corona. " tambah Kasi Ekobang.

Tak lupa beliau berpesan kepada warga untuk menggunakan dana sebesar Rp 600.000 untuk keperluan pokok  jangan salah guna, selain itu juga warga harus mencuci tangan sesering mungkin menggunakan sabun dan menggunakan masker bila berada di luar ruangan. Mari bersama memutus mata rantai virus Corona " pungkas Kasi Ekobang.

Turut hadir pada pendistribusian BLT DD Desa Payo dihadiri pula oleh, Babinsa Merapi Koptu Amrul Efendi, Bhabinkamtimas Bripka Andi W, Ketua BPD Ferdi Sanjoyo, Pendampil Lokal Desa Happy Yunika serta Perangkat Desa.(Nid)

Tips Belajar Yang Tidak Membosankan Ala Ketua IGI Lahat di Tengah Pandemi Covid-19

LAHAT.DS,--- Dimasa wabah Pandemi Global, membuat segala aktifitas lumpuh total, baik Perekonomian maupun aktifitas lainya. Apalagi Pemerintah menyuruh untuk tetap dirumah saja atau Lockdown.

Awal wabah pandemi di mulai Maret 2020, setelah hampir tiga bulan juga Pendidikan di Indonesia mati suri. Walau Pandemi belum berakhir dan belum normal Repiandi MPdI selaku ketua IGI Kabupaten Lahat punya trik tersendiri.

Ini berlaku untuk Green Zona menurut Menteri Pendidikan Nadim Makarim " untuk melanjutkan pembelajaran tahun baru 2019/ 2020. Pembelanjaran model belajaran dirumah ( BDR) ujar Repiandi MPdI " Tips agar tidak membosankan ketika belajar di rumah, ada empat saya singkat WANCAR

1. Waktu belajar; Susun waktu belajar, tidak perlu lama  yg penting bisa continu. misalanya cukup 25 sampai 45 menit, dibuat tuga sesi,  pagi,  siang dan  malam.

2. Cari temat yang Nyaman dan terhindar dari gangguan dari luar.

3. Kenali cara belajar : Auditori (pendengaran ), visual (melihat) dan kinestetik (gerak). Lakukan sentuhan sesuai dengan kencerungan diri kita masing-masing.

4. Lakukan refresh (penyegaran) misalnya : bermain dengan hewan peliharaan, taman rumah, olah raga ringan, atau membaca buku-buku motivasi.

Saya yakin bila 4 ( empat ) tips ini diterapkan anak- anak tidak akan merasa jenuh dan bosan " pungkas Ketua IGI.(Nid)

Ini dia Camping di klinik outbond RSUD Sekayu. #Mau tau Jadwal Terapi Holistik Covid-19 RSUD Sekayu ?

MUBA,DS. - Pekan awal hingga medio Juni 2020 menjadi hari 'peradaban baru', new normal life, bagi semua warga Indonesia. Wabah Covid19 menjadi pemicunya. Perjalanan mengatasinya juga gigih dan terus estafet. Dari perang melawan serbuan virus pandemik, mencegah, damai, sampai keputusan hidup berdampingan dengan Covid19. 

Dalam hidup normal baru ini semua orang terikat dengan aturan dan disiplin. Jaga jarak, pakai masker dan tetap   melakukan pola hidup bersih dan sehat. Akhirnya tak hanya normal baru yang melingkupi perjalanan manusia di 2020 ini. Demi terjaga dari penularan virus ini warga dunia juga harus mejalani norma kehidupan yang baru.

Rumah sakit umum daerah Sekayu, (RSUD Sekayu), salah satu rumah sakit milik Pemkab Musi Banyuasin, juga secara maraton melakukan penanganan Covid19 bagi masyarakat dan pasien. Namanya camping  outdoor di RSUD Sekayu. Ini klinik luar ruangan yang didisain untuk terapi pasien. 

"Keberadaan klinik outdoor yang disainnya mirip areal outbond ini persiapan tatanan baru  ( New Normal) dan demi areal penyembuhan pasien covid19. Kegiatannya, berupa isolasi outdoor. Ini bagian dari terapi holistik covid19. Ketika pasien covid harus  dikarantina atau diisolasi selama minimal 2 minggu pasti bosan.  Kita jaga mereka agar tak dilanda kebosanan dan depresi dengan klinik outdour," ungkap Bupati Musi Banyuasin Dr.H. Dodi Reza Alex Noerdin Lic Econ MBA Selasa , (16/6/2020). 

Sementara itu Direktur RSUD Sekayu  dokter Makson Parulian Purba, MARS menjelaskan bahwa Terapi dengan suasana alam ini punya program camp covid. Ada olahraga sore hari, kegiatan api unggun untuk merefleksi diri selama sebelum terkena covid, pentas oleh pasien. Muaranya, membangun kepercayaan diri melalui dinamika out bound agar kuat menghadapi stigma di masyarakat pasca isolasi.

Semua lini di RSUD Sekayu terlibat. Selain fasilitas medis,  klinik lapangan covid dengan fasilitas medis, fasilitas out bound. Tenaga medis dan pasien covid serta instruktur dari pegawai rumah sakit. 

Saat ini menurut Makson bila pasien happy tidak tertekan atau depresi  imunitas pasien akan meningkat . Antibodi akan di produksi lebih banyak. Sehingga bisa mengikat dan menetralkan virus. Fasilitas ini bisa menampung 8 pasien. 

Ini dia camping di klinik outbond RSUD Sekayu. 
Dimulai dari siang hari. 
Setelah pasien check in pukul14.00. petugas medis langsung mengajak pengenalan tenda dan persiapan kebutuhan di tenda. Tentu saja ada sesi foto dokumentasi untuk pendataan dan pemantaun pasien. Di sini pasien menjalani terapi santai, berbincang banyak hal terutama hobi dan perhatian dan kesukaan. 

Hingga masuk pukul 16.00 -17.00 saatnya olahraga sore bebas. Diteruskan  jalan santai. Yakni mulai 17.00 sd 18.00 visit ke enabling garden. Ini bagian dari psycoterapi supportif. 

Usai maghrib adalah waktu istirahat mulai 18.00 sd 19.00. Nah tibalah acara api unggun pada 19.00 sd 21.00. Pada sesi ini dilakukan refleksi diri yang merupakan bagian dari psycho terapi. Usai api unghun, dilakukan cek kesehatan pada 21.00 sd 22.00. 

Jelang dinihari  pasien menjalani camp. Pukul 22.00 hingga 04.30 camping di tenda. 

04.30 sd 7.00 sholat subuh lalu mandi dilanjutkan sarapan pagi di alam terbuka pukul 07.00 sd 08.00. Dan dilanjutkan jam 
08.00 sd 09.00 olah raga pagi dan berjemur. Sesi penyembuhan berlanjut pukul 09.00 sd 11.00 dengan materi psycho terapi out bound. 

11.00 sd 12.00 sesi foto booth. Yakni berfoto di areal klinik luar ruang sebelum tiba waktu makan siang. Pasien, kemudian kembali pada fasilitas penyembuhan indoor setelah
13.00 check out. Sejak siang hari ini pasien kembali ke ruang isolasi indoor di rumah sakit darurat covid RSUD Sekayu.(hsril) 

SUKA CITA TAHUN AJARAN BARU

ArtikeOleh: Husnil Kirom, M.Pd.*
(Guru SMP Negeri 1 Indralaya Utara)

Sebagai warga negara merespon kebijakan pemerintah adalah kewajaran. Respon ini adalah sikap dan kesiapan tentang rencana akan dimulai tahun ajaran dan tahun akademik 2020/2021 sekolah dan kampus di Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan serta Kementerian Agama dalam acara webinar secara virtual hari Senin (15/06). Kemendikbud bersama Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, Kemenko PMK, Kemenag, Kemenkes, Kemendagri, BNPB, dan Komisi X DPR RI akhirnya secara bersama mengumumkan Panduan Penyelenggaraan Pembelajaran pada Tahun Ajaran dan Tahun Akademik Baru di Masa Pandemi Covid-19. Panduan dalam SKB empat menteri ini merupakan hasil kerjasama dan sinergi antar kementerian bertujuan untuk mempersiapkan satuan pendidikan saat menjalani masa kebiasaan baru. Kebijakan pemerintah tersebut tertuang dalam Siaran Pers Kemendikbud nomor: 137/sipres/A6/VI/2020. Mendikbud juga menegaskan prinsip dikeluarkannya kebijakan pendidikan di masa pandemi covid-19 adalah dengan memprioritaskan kesehatan dan keselamatan peserta didik, pendidik, tenaga kependidikan, keluarga, dan masyarakat. Mas Menteri menyampaikan untuk tahun ajaran baru bagi pendidikan anak usia dini, pendidikan dasar, dan pendidikan menengah di tahun ajaran 2020/2021 akan dimulai bulan Juli 2020. Adakah persyaratan yang harus dipenuhi sekolah/madrasah dalam melaksanakan belajar tatap muka? Bagaimana kesiapan warga sekolah menyambut tahun ajaran baru 2020/2021 sesuai protokoler kesehatan?

*Syarat Belajar Tatap Muka*
Tentu tidak mudah pemerintah mengambil keputusan untuk memulai tahun ajaran baru di tengah masih massifnya ancaman covid-19 di Indonesia. Akan tetapi dari pernyataan Mas Menteri ada beberapa persyaratan yang harus dipenuhi jika sekolah akan melaksanakan tatap muka secara langsung. Pertama, keberadaan sekolah di zona hijau sebagai syarat pertama dan utama yang wajib dipenuhi bagi satuan pendidikan yang akan melakukan pembelajaran tatap muka. Proses pengambilan keputusan dalam zona hijau dilakukan sangat ketat dengan persyaratan berlapis. Kedua, jika ada izin dari Pemerintah Daerah atau Kantor Wilayah atau Kantor Kementerian Agama untuk sekolah melaksanakan belajar tatap muka. Ketiga, jika satuan pendidikan (sekolah/madrasah) sudah memenuhi semua daftar periksa dan siap melakukan pembelajaran tatap muka. Keempat, jika orang tua atau wali siswa menyetujui anaknya melakukan pembelajaran tatap muka di satuan pendidikan bersangkutan. Jika salah satu dari keempat persyaratan tersebut tidak terpenuhi, maka siswa tetap melanjutkan BDR secara penuh di bawah pengawasan guru dan pembimbingan orang tua.

Selanjutnya tahapan pembelajaran tatap muka satuan pendidikan di zona hijau dilaksanakan berdasarkan pertimbangan kemampuan peserta didik dalam menerapkan protokol kesehatan. Hal tersebut berlaku di luar pelarangan yang berlaku di zona kuning, oranye, dan merah. Jadi, urutan pertama yang diperbolehkan melaksanakan pembelajaran tatap muka adalah pendidikan tingkat atas dan sederajat (SMA sederajat), tahap kedua pendidikan tingkat menengah dan sederajat (SMP sederajat), lalu tahap ketiga tingkat dasar dan sederajat (SD sederajat). Namun, harus dilakukan sesuai dengan tahapan waktu yang telah ditentukan. Ketika ada penambahan kasus atau kenaikan level risiko daerah meningkat, maka satuan pendidikan (sekolah) wajib ditutup kembali dan BDR. Rincian tahapan pembelajaran tatap muka ssekolah di zona hijau adalah pada tahap I (perkiraan bulan Juli tahun 2020) bagi sekolah jenjang SMA/SMK/MA/MAK/SMTK/SMAK dan Paket C, serta SMP/MTs dan Paket B. Selanjutnya pada tahap II akan dilaksanakan dua bulan setelah tahap I berjalan (perkiraan di bulan September/Oktober tahun 2020) bagi SD/MI dan Paket A serta SLB. Lalu pada tahap III akan dilaksanakan dua bulan setelah tahap II (perkiraan bulan November/Desember tahun 2020) bagi PAUD formal (TK, RA, dan TKLB) dan non formal lainnya.

*Program dan Protokoler Sekolah*
Ketentuan bagi sekolah dan madrasah berasrama pada zona hijau yang harus tetap melaksanakan BDR serta dilarang membuka asrama dan pembelajaran tatap muka selama masa transisi yakni dua bulan pertama. Pembukaan asrama dan pembelajaran tatap muka dilakukan secara bertahap pada masa kebiasaan baru dengan mengikuti ketentuan pengisian kapasitas asrama. Kepala satuan pendidikan di zona hijau wajib melakukan pengisian daftar periksa kesiapan sesuai protokol kesehatan dikeluarkan Kemenkes. Kemudian Kemendikbud akan menerbitkan berbagai materi panduan seperti program khusus di TVRI, infografik, poster, buku saku, dan materi lain mengenai hal-hal yang perlu diperhatikan pada fase pembelajaran tatap muka bagi sekolah di zona hijau itu.

Ada satu pertanyaan menarik yang jawabannya ditunggu hampir semua orang tua termasuk penulis tentang kebijakan Kemendikbud dalam hal menyikapi kondisi jika ada di daerah tertentu sekolah sudah diperbolehkan menyelenggarakan pembelajaran tatap muka, namun ada orang tua yang keberatan anaknya masuk sekolah karena takut terpapar korona? Jawaban Mas Menteri bahwa "Keputusan terakhir anak boleh sekolah ada di orang tua, sedangkan keputusan masuk sekolah ada di tangan kepala sekolah dan dinas pendidikan terkait." Secara normatif memang benar kondisi seperti itu, akan tetapi jika ingin proses pembelajaran tatap muka tetap diselenggarakan, maka semua pihak harus mendukung dan menyiapkan segala sesuatu, termasuk bersikap adaftif yang mengacu pada protokoler kesehatan yang harus dilakukan warga sekolah.

Merespon atas rencana tahun ajaran baru 2020/2021 di atas, maka saran penulis untuk sekolah dan warga sekolah terutama guru, sebaiknya: (1) menyambut dengan suka cita rencana tahun ajaran baru melalui sosialisasi dan simulasi warga sekolah dan orang tua; (2) menyiapkan kurikulum pembelajaran transisi (pandemi covid-19 menuju new normal) belajar tatap muka maupun BDR daring; (3) menyesuaikan materi, strategi, media, juga penilaian melalui pembelajaran _blended_ yang akan digunakan berdasarkan kemampuan siswa, orang tua, dan guru; (4) memperbaiki bentuk penugasan pada BDR sebelumnya yang banyak mengalami kendala dan hambatan; (5) menyempurnakan aktivitas mandiri yang berorientasi pada imtaq terhadal TYME, praktik nilai karakter, kemandirian dan kreativitas, kecakapan hidup, dan menyenangkan bukan menambah beban belajar siswa dan orang tua; (6) mengaktifkan Mentor Pokjar rumpun mata pelajaran yang dipilih guru berdasarkan kompetensi siswa dan alamat tempat tinggal yang sama atau berdekatan dengan tujuan lebih memudahkan penyampaian materi; (7) mendorong pemerintah memberikan keringanan biaya pendidikan bagi banyak siswa yang tidak mampu, baik di sekolah negeri dan swasta; (8) membuat program ekoliterasi sanitasi secara permanen berlaku bagi semua mata pelajaran: (9) menjalin komunikasi dan kerjasama dengan pemerintah desa, masyarakat setempat, dan stakeholders untuk membantu akses belajar siswa: dan (10) sekolah bersama komite, dinas pendidikan, instansi/lembaga terkait semisal Puskesmas dan Kepolisian membuat Protokoler (Panduan) Sekolah adaptasi SKB 4 Menteri.

Terakhir, ajakan mendikbud bukan tanpa alasan, agar semua pihak, seluruh kepala daerah, dan kepala satuan pendidikan di tahun ajaran dan tahun akademik baru 2020/2021 dapat bekerjasama dengan baik. “Dengan semangat gotong royong di semua lini, saya yakin kita pasti mampu melewati semua tantangan ini” ujar Mendikbud. Semoga rencana ini dapat berjalan lancar dan berhasil. Bagi seluruh warga sekolah baik yang melaksanakan pembelajaran tatap muka dan melanjutkan BDR terjaga kesehatan, keselamatan, dan kesejahteraan.
(HK) ✍️

Update 15 Juni 2020: Pasien Covid-19 Muba Sembuh Bertambah 4 Orang

MUBA,DS. - Gugus Tugas Covid-19 Kabupaten Musi Banyuasin, Senin (15/6/2020) kembali mengkonfirmasi ada penambahan 4 pasien positif covid-19 yang dinyatakan sembuh. Keempatnya merupakan pasien yang dirawat dan diisolasi di RSUD Bayung Lencir. 

Penambahan 4 kasus pasien sembuh tersebut yakni diantaranya PDP 72 usia 22 tahun, PDP 73 usia 23 tahun, PDP 74 usia 34 tahun, dan PDP 75 usia 29 tahun. 

"Dengan penambahan 4 pasien sembuh ini total pasien covid-19 yang sembuh di Muba ada sebanyak 14 orang," ungkap Juru Bicara Gugus Tugas Covid-19 Kabupaten Muba, Herryandi Sinulingga AP. 
Kepala Dinas Kominfo Muba ini menambahkan, keempat pasien sembuh tersebut dirawat sejak 28 Mei 2020. "Kemudian hasil swab ke-2 pada 13 Juni 2020 dikeluarkan dengan hasil keempatnya negatif dan bisa kembali dipulangkan ke kediaman dengan pengawasan dari tim medis dan Gugus Tugas Covid-19," ulasnya. 

Sementara itu, ada juga penambahan 7 kasus positif covid-19 di Muba, dengan bertambahnya 7 kasus ini total positif covid-19 Muba tercatat ada sebanyak 38 kasus. 

"Ada penambahan 7 kasus, 6 kasus mendapatkan penanganan atau di isolasi di RSUD Bayung Lencir," dan satu kasus ditangani di RSUD Sekayu  jelasnya.

Dijelaskan, adapun penambahan 7 kasus yakni diantaranya kasus 32 usia 12 tahun RSUD Bayung Lencir, kasus 33 usia 24 tahun RSUD Bayung Lencir, kasus 34 usia 30 tahun RSUD Bayung Lencir, kasus 35 usia 35 tahun RSUD Bayung Lencir, kasus 36 usia 32 tahun RSUD Bayung Lencir, dan kasus 37 usia 28 tahun RSUD Bayung Lencir.  Dan  kasus ke 38 pdp 111  umur 20 th laki laki 

Kemudian, data update 15 Juni 2020 tercatat ada sebanyak 358 ODP selesai pemantauan 344 orang masih pemantauan 14 orang, 257 OTG selesai pemantauan 212 orangi masih dipantau 45 orang. 

"Kemudian, 107 PDP proses pengawasan 41 orang dan 66 orang selesai pengawasan," tandasnya.(hsril) 

Kepala BPJS Palembang M. Ichwansyah mengatakan, penyediaan alat rapid test antigen hanya ada di Muba

MUBA,DS. -- Kabupaten Musi Banyuasin Sumatera Selatan (Sumsel) melakukan langkah cepat, dalam mendeteksi seberapa tinggi penularan Corona Covid-19 ke warganya.

Jika kabupaten/kota lain masih menggunakan rapid test antibody untuk screening penularan Corona Covid-19. Kabupaten Musi Banyuasin maju selangkah, dengan menyediakan peralatan rapid test antigen dengan tingkat akurasi yang tinggi.
Penyediaan rapid test antigen beserta Bioseptic Cabinet (BSC) ini, menjadikan Musi Banyuasin sebagai daerah pelopor dalam penggunakan alat pendeteksi Covid-19 di Sumsel.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Musi Banyuasin Azmi Dariusmansyah mengatakan, rapid test antigen ini biasanya hanya digunakan di lingkup kerja laboratorium saja.

Selain jarang yang menggunakan, harga alat rapid test antigen ini juga sangat tinggi. Untuk penyediaan BSC atau ruangan tempat pemeriksaan pasien, harus membeli dengan harga lebih dari Rp200 juta per unitnya.

Ada tiga unit BSC yang disediakan untuk mendukung rapid test antigen. Alat tersebut disiapkan di RS Sekayu, RS Bayung Lincir dan Dinkes Musi Banyuasin Sumsel. Alat ini pun disediakan saat pandemi Corona Covid-19.

“Pemeriksaan swab-nya sama. Tapi saat pemeriksaan menggunakan alat BSC. Sebuah ruangan untuk menjaga agar pemeriksanya tidak tertular oleh pasien yang dites,” ucapnya. ( Senin 15/06)

Keunggulan dari rapid test antigen sendiri yaitu, tingkat akurasi untuk screening pasien Covid-19 lebih tinggi, dibandingkan rapid test antibody yang hanya 30-40 persen tingkat sensitivitasnya.

Jika rapid test antibody memeriksa dari sampel darah. Rapid test antigen memeriksa sampel nasofaring. Sehingga, penularan dari pasien ke pemeriksa melalui rapid test antibody lebih kecil peluangnya, dibandingkan rapid test antigen.

Alat BSC sangat berfungsi untuk mencegah penularan tersebut. Kini, alat BSC dan rapid test antigen sudah disediakan di Kabupaten Musi Banyuasin sekitar dua minggu lalu.

Bahkan pada hari Selasa (9/6/2020) kemarin, Dinkes Musi Banyuasin dibantu petugas Balai Teknis Laboratorium Kesehatan dan Pengendalian Penyakit (BTLK-PP) Kelas 1 Palembang, sudah melatih petugas dinkes untuk melakukan rapid test antigen.

“Kalau screening total tetap pakai rapid test antibody. Namun untuk Pasien Dalam Pengawasan (PDP) dan Orang Tanpa Gejaka (OTP), wajib pakai rapid test antigen,” ujarnya.

Sebelum disediakannya rapid test antigen dan BSC, para tenaga medis kesulitan untuk mengintervensi apa yang harus dilakukan. Karena hasil swab pasien yang dites keluar dua minggu setelahnya.

Tidak hanya data tracking pasien Covid-19 saja yang kacau, mereka juga kesulitan untuk menentukan intervensi apa yang akan dilakukan. Terlebih untuk mengantisipasi penularan Corona Covid-19 tersebut.

Apalagi banyak kasus hasil rapid test antibody menunjukkan positif, sedangkan hasil swab keluar negatif Covid-19. Minimnya akurasi ini yang membuat tugas para tenaga medis semakin sulit.

Agar semakin menunjang pendeteksi pasien yang terpapar Covid-19, Pemkab Musi Banyuasin  dibawah komando Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Muba Dr H Dodi Reza Alex Noerdin akan menyiapkan Reverse Transscriptase-Polymerase Chain Reaction (RT-PCR).

“Kita akan menyediakan RT-PCR di RS Sekayu, sedangkan di RS Bayung Lincir ada RT-PCR yang dialihfungsikan. Dulunya digunakan untuk pemeriksaan pasien TBC, sekarang untuk Covid-19,” ujarnya.

Hingga saat ini, kasus penularan Corona Covid-19 di Musi Banyuasin didominasi berasal dari para pendatang, atau dari klaster perusahaan. Sedangkan dari klaster rumah tangga sangat sedikit.

Sebelumnya, Kepala BPJS Kesehatan cabang Palembang M. Ichwansyah mengatakan, penyediaan alat rapid test antigen hanya ada di Kabupaten Musi Banyuasin.

“Cuma di Kabupaten Musi Banyuasin yang ada. Itu juga 80 persen tingkat akurasinya lebih tinggi dibandingkan rapid test antibody,” katanya.(hsril) 

Pendistribusian BLT DD di Desa Tanjung Menang Merapi Selatan Kondusif

LAHAT.DS,---  Sebanyai 20  KK dari 74  KK yang mendapat bantuan BLT DD di Desa Perangai Kecamatan Merapi Selatan berlangsung kondusif, Pendistribusian bantuan langsung  tunai dana Desa ( BLT DD) tahap kedua  dilaksanakan pada Senin 15 Juni 2020.

Bertempat di Kantor Desa Tanjung Menang, hadir pada pembagian BLT DD tahun 2020 dihadiri Camat Merapi Selatan Heri Yulianto, S,sos. MM, Bhabin Kamtimas, Babinsa, pendamping Desa serta Perangkat Desa.

Heriansyah Selaku Penjabat Sementara Kades kepada Awak Media mengatakan " Alhamdulilah pendistribusian BLT DD tahap kedua berlangsung kondusif, penerima manfaat tidak tumpang tindih. Pergunakan dana sebesar Rp 600.000 sebaik mungkin belilah kebutuhan pokok jangan disalah gunakan " ujar Kades.

Senada dikatakan   Heri Yulianto S,sos.MM selaku Camat Merapi Selatan berharap kepada penerima Bantuan langsung tunai dana Desa ( BLT DD) untuk menggunakan dana sesuai dengan kebutuhan.

Selain itu juga Camat berpesan untuk selalu menggunakan Masker bila berada di luar, sesering cuci tangan menggunakan sabun  untuk memutus mata rantai Virus Corona yang semakin menghawatirkan peredarannya " tandas Heri Yulianto S,sos. MM.(Nid)

Peduli Dengan Korban Kebakaran Di Desa Santapan, Pemerintah Kecamatan Kandis Berikan Bantuan Sembako Dan Pakaian

INDRALAYA,DS. - Sebagai bentuk keprihatinan dan kepedulian terhadap korban kebakaran di Desa Santapan Barat Kecamatan Kandis Kabupaten Ogan Ilir, Pemerintah Kecamatan Kandis Kabupaten Ogan Ilir menyumbangkan bantuan berupa sembako dan pakaian,senin (15/6/2020)

Dengan didampingi ketua tim penggerak PKK kecamatan kandis,PLT Camat Kandis beserta staf kunjungi dan berikan bantuan sembako secara langsung kepada 2 kepala Keluarga yang terdampak kebakaran yang melululantakkan 2 buah rumah di Desa Santapan Barat Kecamatan Kandis.
Menurut Pelaksana Tugas (PLT) Camat Kandis,  Yus Afriadi ST mengatakan, bantuan berupa sembako dan pakaian tersebut telah disalurkan kepada 4 Kepala Keluarga (KK) di Desa Santapan Barat, bantuan itu sebagai bentuk kepedulian pemerintah Kecamatan Kandis," ya,kejadian kebakaran kemarin,minggu (14/6/2020) sempat melahap 2 unit rumah,jadi bantuan yang diberikan hari ini adalah sebagai bentuk wujud kepedulian kita, kepada warga yang tertimpa musibah kebakaran rumah,"katanya.

Lebih lanjut ia menambahkan, semoga dengan adanya bantuan berupa sembako dan pakaian ini paling tidak sedikit dapat meringankan penderitaan para korban kebakaran," ya,kami berharap bantuan ini bermanfaat bagi saudara kita yang terkena musibah kebakaran kemarin, "ungkapnya.(drs)