NEWS

Slider

Pasien Diduga Covid 19 Ogan Ilir Pulang Dengan Angkutan Umum Dan Status Yang Tidak Jelas, Sukarni S.Sos Anggota DPRD Ogan Ilir : Ini Jelas Tidak Ada Komunikasi

INDRALAYA,DS. - Kepulangan Hasanuddin alias Anang (56) dengan menggunakan angkutan umum dan tanpa kejelasan status dari Rumah Sakit BARI,yang sempat heboh dimedia sosial (medsos) maupun pemberitaan beberapa hari lalu,mendapat tanggpan dari berbagai pihak jum'at (13/6/2020).

Tanggapan berupa kritik dan rasa penyesalan dilontarkan langsung dari anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Ogan Ilir.

Sukarni S.Sos anggota DPRD Ogan Ilir dari Fraksi Golkar Daerah Pemilihan (Dapil) 3 sangat menyayangkan adanya pasien yang diduga covid 19 berasal dari Kabupaten Ogan Ilir yang dipulangkan tidak memakai standar protokol kesehatan, bahkan kepulangannya kerumah dengan memakai angkutan umum tanpa status yang jelas, apakah pasien sudah sembuh atau belum," ya, kemarin ada pasien dari Rantau Alai pulang dari rumah sakit BARI itu dijemput oleh tim gugus tugas covid 19 kabupaten Ogan Ilir yang koordinasi dengan pihak RS BARI,begitu pasien dinyatakan sembuh, pihak RS Bari menghubungi Gugus Tugas Covid (GTC) 19 Kabupaten ,kemudian GTC Kabupaten menjemput pasien mengantarkan kerumah pasien,"ujarnya disela acara rapat kerja komisi di kantor DPRD Ogan Ilir,senin (15/6/2020).

Lebih lanjut ia menambahkan, dalam hal kepulangan pasien Hasanuddin alias Anang ini,artinya sama sekali tidak ada koordinasi antara pihak RS BARI dengan Gugus Tugas Covid 19 Kabupaten Ogan Ilir," ya,kami menyayangkan tidak adanya koordinasi antara RS BARI dan Gugus Tugas Covid 19 atas kepulangan pasien covid 19 Hasanudin dengan angkutan umum dan tanpa status yang jelas,"tegasnya.(drs)

Bentuk Kesiapan Satuan, Kodim 0402/OKI-OI Gelar Apel Kesiapsiagaan Karhutla TA 2020

KAYUAGUNG.DS, -- Dalam Menghadapi ancaman bencana Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di musim kemarau tahun 2020 ini, Komando Distrik Militer (Kodim) 0402/Ogan Komering Ilir,Ogan Ilir menggelar apel gelar pasukan dalam rangka kesiapsiagaan penanggulangan Karhutla di wilayah Kodim 0402/OKI,OI bertempat di lapangan apel Makodim 0402/OKI Kayuagung, Senin (15/6/2020).
Komandan Kodim 0402/OKI,OI Letkol Czi Zamroni, S.Sos. selaku pimpinan apel mengatakan bahwa kegiatan apel ini merupakan bentuk kesiapsiagaan Kodim 0402/OKI,OI dalam menghadapi ancaman Karhutla di dua wilayah naungan Kodim 0402/OKI yaitu di wilayah Kabupaten Ogan Komering Ilir dan Kabupaten Ogan Ilir.
"Kegiatan apel ini sebagai tindaklanjut apel gabungan yang telah dilakukan beberapa hari lalu di Pemkab OKI dan Pemkab Ogan Ilir, dan menindaklanjuti SK Gubernur Sumsel Nomor 318/SPTS/BPBD-SS/2020 tentang Pembentukan Posko Satgas Siaga Darurat Bencana Asap Akibat Karhutla di Provinsi Sumsel serta sebagai bentuk kesiapan Kodim 0402/OKI,OI dalam menghadapai ancaman Karhutla”, ujar Dandim.
Dalam memimpin pelaksanaan apel tersebut, Letkol Czi Zamroni, S.Sos. juga mengungkapkan bahwa pihaknya (Kodim 0402/OKI-OI) siap mendukung sepenuhnya kegiatan penanggulangan Karhutla dan bencana alam yang terjadi di wilayah Teritorial Kodim 0402/OKI-OI.

“Kita siap mendukung program ini, baik yang berada di wilayah Kabupaten OKI maupun di wilayah Kabupaten Ogan Ilir dan seluruh personel dengan keterbatasan yang ada siap untuk dikerahkan dalam penanggulangan Karhutla, mereka akan terjun langsung ke lapangan untuk membantu penanggulangan Karhutla dengan melakukan sosialisasi maupun penanggulangan terjadinya kebakaran di wilayah,” jalas Zamroni.

Lebih lanjut Dandim menuturkan, seperti pengalaman tahun sebelumnya medan Karhutla cukup rumit karena lahan gambut dan peralatan yang kurang ideal memang butuh kesiapan yang tepat dalam penanganan terhadap bencana Karhutla tahun ini. "Dalam penanganan Karhutla kita harus selalu berkoordinasi satu sama lain bersama stakeholder terkait Satgas Karhutla sesuai dengan tipologi kultur alam di wilayah OKI maupun OI," ungkap Dandim.

Selain itu, dalam apel tersebut Dandim 0402/OKI juga menyampaikan pelaksanaan program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-108 yang dilaksanakan oleh Kodim 0402/OKI-OI di Desa Sarang Lang Kecamatan Pemulutan Barat Kab. Ogan Ilir.

“Hari ini kita juga sudah mulai melaksanakan program TMMD ke-108 yang didahului dengan kegiatan Pra TMMD dan secara resmi akan dibuka pada tanggal 30 Juni 2020 mendatang, untuk itu personel yang terlibat kegiatan harus bertanggung jawab, baik itu yang terlibat kegiatan Satgas Karhutla, TMMD maupun Satgas penegakkan disiplin protokol kesehatan dalam pencegahan Covid-19”, kata Letkol Czi Zamroni.

“Jaga keamanan diri maupun keluarga dalam melaksanakan tugas, khususnya dalam tugas penegakkan disiplin protokol kesehatan maupun tugas-tugas lainnya”, pungkas Dandim.

Dalam pelaksanaan apel gelar pasukan dalam rangka kesiapan Satgas Karhutla Kodim 0402/OKI tahun 2020 diikuti oleh para Danramil dan Babinsa jajaran Kodim 0402/OKI serta dihadiri Kasdim dan para Perwira Staf Kodim 0402/OKI-OI juga dilakukan pengecekan perlengkapan berupa mesin pompa air dan kendaraan bermotor yang dipertanggung jawabkan kepada masing-masing perorangan. Tim

Pemkab Muba Atur Sistem Kerja ASN Dalam Tatanan Normal Baru

Sistem Kerja ASN Muba Jelang New Normal Life 

MUBA,DS. - Ada banyak perubahan dalam sebuah perencanaan di tengah pandemi covid-19 ini. Salah satunya yaitu bagaimana proses kerja dan adaptasi oleh Aparatur Sipil Negara (ASN) Kabupaten Musi Banyuasin dalam menghadapi tatanan baru di kehidupan normal yang bersanding dengan covid-19. Untuk tetap produktif dan aman Covid-19. Sehingga hari ini telah di lakukan rapat melalui video converence dalam rangka sosialisasi sistem kerja Pegawai Aparatur Negeri Sipil Negara, dalam tatanan normal baru di lingkungan Kabupaten Musi Banyuasin, Kamis (11/6/2020) bertempat di One Stop Service BKPSDM Muba.

Rapat yang langsung dipimpin oleh Sekretaris Daerah Muba Drs H Apriyadi MSi yang di ikuti Jajaran Pemkab Muba memberikan penjelasan Surat Edaran Nomor : 800/504/BKPSDM/2020 tentang Sistem Kerja ASN dalam tatanan normal baru yang telah di keluarkan Bupati Musi Banyuasin Dr H Dodi Reza Alex Noerdin, bahwa untuk menerapkan aktivitas dalam melaksanakan kegiatan di tengah pandemi ini atau kalau bahasa kerennya adalah New Normal Life. Tentunya harus ada protokol kesehatan pencegahan penularan di tempat kerja. Menurut pengamatan kami bahwa di daerah kita ini di Kabupaten Musi Banyuasin relatif masih bisa dikendalikan.

Adapun maksud dan tujuan dari Surat Edaran tersebut, untuk memastikan pelaksanaan tugas dan fungsi penyelenggaraan pemerintahan dan pelayanan publik berjalan efektif dalam mencapai kinerja dan mencegah dan mengendalikan penyebaran serta mengurangi resiko Covid-19 di Lingkungan Pemerintah Kabupaten Muba.

“Yang harus dijalankan dalam menghadapi tatanan normal baru kita selaku ASN di Jajaran Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin mau tidak mau siap atau tidak siap harus dapat menerima kondisi baru. Kalau dulu kita pagi apel di hadapan kantor masing-masing selesainya ada salaman sempat bicara di luar konteks kedinasan tidak ada jarak dan tanpa masker. Sekarang kita berada kondisi baru sekarang lebih mewajibkan kita untuk mengikuti aturan dari pusat ada protokol kesehatannya”, Ujarnya.

Dilanjutkannya, bahwa diperlukan inovasi dalam mengatasi kondisi baru ini dengan menghindari kontak sesama kita dalam hal memberikan layanan. Inovasi yang buat harus realistis yang bisa dilaksanakan di lingkungan kerja.  

Kemudian tetap fokus dengan apa yang menjadi tugas pokok dan fungsi yang sudah di tugaskan dan di amanahkan oleh pimpinan masing-masing. Sesuaikan dengan target dari kemampuan dan keuangan daerah. Selaku pengelola anggaran juga diminta untuk menyesuaikan target-target kegiatan tahun 2020. 

“Pada kondisi ini kita harus bersyukur bahwa kita masih diberikan kesempatan untuk bekerja yang paling bersyukur lagi kita masih diberikan kesehatan oleh Yang Maha Kuasa tengah-tengah pandemi kita masih bisa memberikan pelayanan kepada masyarakat yang memerlukan layanan”, Ungkapnya.

Di dalam dan di luar kantor harus menggunakan masker kemudian cuci tangan dengan air mengalir jaga jarak. Bekerja di situasi normal baru seperti ini seluruh pegawai tetap dituntut untuk produktif dan inovatif dalam pekerjaan dengan menggunakan perangkat yang memang benar-benar bisa diterapkan.  

Sementara itu, Kepala Dinas BKPSDM Muba Sunaryo SSTP menyampaikan sistem kerja Aparatur Sipil Negara dalam tatanan normal baru di Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin.  
Mengutip dari istilah Bapak Bupati pak Dodi Reza Alex Noerdin bahwa beradaptasi dengan normal baru  kita harus siap menjalani protokol kesehatan dalam bekerja. 

"Penyesuaian sistem kerja yaitu sesuai dengan Surat Edaran ASN wajib masuk kerja dengan cara menjalankan protokol kesehatan, bekerja sesuai dengan aturan. berintegritas jadi kesadaran kita semua untuk  bekerja secara fleksibilitas," Bebernya.

Dari pihak Inspektorat Drs H R.E Aidil Fitri mengatakan bahwa pola kerja yang baru diikuti dari berbagai kebijakan dan aturan yang sudah dikeluarkan oleh Pemerintah Pusat wajib kita lakukan dengan baik.

"Kami selaku APIP wajib melaksanakan pemantauan pengawasan evaluasi terhadap kebijakan-kebijakan yang sudah ada. Dengan tujuan meyakinkan bahwa pelaksanaan tugas dan fungsi dapat berjalan secara efektif dalam mencapai kinerja Perangkat Daerah.  Pelaksanaan pelayanan publik tidak terganggu dan berjalan dengan efektif. Penyelenggaraan Pemerintahan Kabupaten Daerah sebagaimana bisa berjalan dengan baik sesuai dengan kaidah-kaidah pemerintahan,"Ucap Inspektur

Dengan berbagai inovasi yang wajib kita lakukan dan aparatur dapat menjadi contoh bagi masyarakat. Secara umum mematuhi dan melaksanakan protokol kesehatan dengan baik sebelum di temukannya  vaksin dalam mengatasi masalah Covid-19. 

Kemudian Dinas Kesehatan Dr H Azmi Dariusmanyah pada kesempatan ini memberikan laporan terkait kondisi penyebaran Covid-19    bahwa di Kabupaten Musi Banyuasin mulai hari ini tetap waspada dan bergotong royong dalam menuju New Normal.

Di lakukan pencegahan dan pengobatan terhadap pandemi covid. Menuju tahap transisi hari ini hingga nanti mudah-mudahan kalau kita jalankan semua dengan konsep insha Allah apa yang kita harapkan tatanan normal baru ini bisa segera terwujud dengan baik dan sesuai harapan. 

"Untuk protokol kesehatan di kantor khususnya di ASN ini di ruang lingkupnya. Yang pada dasarnya harus menyediakan satu pintu masuk. Sarana cuci tangan dengan sabun dan air mengalir. Sediakan hand sanitizer. Siapakah alat pengukur suhu. Wajib gunakan masker, untuk menjaga kondisi udara ruangan kerja, Jaga jarak,  Siapkan tempat sampah juga harus ada dan media informasi," Pungkasnya.(hsril) 

DESAPERANGAI KECAMATAN MERAPI SELATAN ZERO GIZI BURUK

LAHAT.DS,--- Usai menghadiri pendistribusian BLT DD Tahun 2020, Camat Merapi Selatan Heri Yulianto S,sos. MM  didampingi Kades Perangai Sarial Edwin beliau langsung meninjau kegiatan Posyandu Balita yang diselenggarakan setiap tanggal 15 setiap bulannya. Posyandu Desa  Perangai berjumlah 86 balita Bumil 7.

Menurut Camat kegiatan ini bertujuan untuk pemantauan dan pemeriksaan Kesehatan Balita dan Ibu hamil rutin dilaksanakan . Seperti menimbang   badan, panjang badan, tekanan darah, dan keterangan lain atau keluhan Ibu hamil, disamping itu juga diberikan penyuluhan rohani dan pembagian makanan tambahan.

Alhamdulilah, untuk Kecamatan Merapi Selatan sekarang tidak ada lagi ditemukan anak yang menderita gizi buruk, ini berarti sudah tinggi kesadaran orang tua terhadap Kesehatan anaknya baik di masa Kehamilan maupun dimasa pertumbuhan. Karena dimasa hamil mereka sering menghadiri Sosialisasi dan Penyuluhan setiap bulannya di Posyandu " ujar Camat. (Nid)

Sebanyak 67 KK Mendapat BLT DD Tahap Ke 2 Di Desa Perangai Merapi Selatan

LAHAT.DS,---  Sebanyai 67 KK dari 525 KK yang mendapat bantuan BLT DD di Desa Perangai Kecamatan Merapi Selatan berlangsung kondusif, Pendistribusian bantuan langsung  tunai dana Desa ( BLT DD) tahap kedua  dilaksanakan pada Senin 15 Juni 2020.
Hal ini disampaikan Sarial  Edwin selaku Kades disela- sela pembagian BLT DD tahun 2020, menurut Kades " dari 525 KK telah kita saring melalui Musdes sebanyak 2 kali, meraka  sudah mendapat bantuan Bansos lainnya seperti PKH, Lansia, BPNT, Bansos dan bantuan lainya." ujar Kades.
Masih menurut Edwin " pergunakanlah  uang sebanyak Rp 600.000 untuk keperluan yang pokok  jangan salah guna, kita tidak pernah tau wabah Covid-19 ini akan berakhir. Gunakanlah masker demi keamanan diri sendiri dan sering cuci tangan" pesan Kades.

Selaras di katakan Camat Merapi Selatan Heri  Yulianto S, Sos kepada Awak Media " Alhamdulilah pembagian BLT DD di Desa Perangai kondusif, hari ini ada tiga Desa selain Desa Perangai. Yaitu Desa Tanjung Beringin dan Desa Tanjung Menang" tandas Camat.

Turut hadir pada pembagian BLT DD tahun 2020 dihadiri Camat Merapi Selatan Heri Yulianto, S,sos. MM, Bhabin Kamtimas, Babinsa, pendamping Desa serta Perangkat Desa. (Nid)

Bupati Ogan Ilir Tinjau Kampung Tangkal Covid19 Di Desa Tanjung Baru Binaan Dari Kapoda Sumsel dan Kapolres OI

INDRALAYA.DS, -- Bupati Ogan Ilir HM.Ilyas Panji Alam,SE,SH,MM di Dampingi Ketua TP.PKK Kabupaten Ogan Ilir Hj.Meli Mustika,SE,MM,AKBP Imam Tarmufi, Sik MH, Dandim 0402 OKI-OI Letkol.Czi.Zamroni,S.sos, Kajari OI Adi Tyogunawan,SH,MH dan PJU Polda Sumsel meninjau Kampung Tangkal Covid-19 Binaan Dari Polres OI, di Desa Tanjung Baru, Kecamatan Indralaya Utara, Kabupaten Ogan Ilir, Senin (15/6/2020).
Dalam kegiatan ini, Bupati Ogan Ilir HM.Ilyas Panji Alam,SE,SH,MM,Kapolres OI AKBP.Imam Tarmudi,SIK,MH, Dandim 0402 OKI-OI Letkol.Czi.Zamroni, Kajari OI Adi Tyogunawan,SH,MH,Pabung OI Mayor.Inf.Heribertus PJU Polda Sumsel Kombes Agus Santosa SIK,MH, Dirvam Obvit Polda Sumsel dan Sekda OI H.Herman,SH,MM bersama Kepala Dinas,Kepala Badan,dan Camat Indralaya Utara Zaidan Sukarno,S.sos,M.Si beserta Kepala Desa Sekecamatan Indralaya Utara.
Bupati Ogan Ilir HM.Ilyas Panji Alam,SE,SH,MM mengatakan, kegiatan ini adalah dalam rangka memberikan apresiasi kepada Camat dan Kades (Kepala Desa), serta masyarakat Desa Tanjung Baru yang telah aktif berinovasi, dalam memutus mata rantai penyebaran virus Corona (Covid-19).
Untuk diketahui, kampung tangkal Covid-19 yang dibuat adalah, ketahanan pangan dengan cara budi daya ikan lele, rumah isolasi di Desa Tanjung Baru dan gapura disinfektan di Desa Tanjung Baru. (Red)

KAPOLRES OI PIMPIN KURVE BERSIHKAN MASJID DAN GEREJA DI WILAYAH HUKUMNYA DALAM RANGKA HARI BHAYANGKARA KE 74

INDRALAYA.DS, --- Usai melaksanakan Apel bersama, Polres Ogan Ilir mengadakan bakti sosial di Masjid Masih d Al Hikmah Permata Indah,Masjid Al Hijrah Timbangan, Masjid Al Muhajirin Indralaya Indah, Gereja  HKBP di desa Parit. Indralaya Utara.
Seluruh Personil Polres Ogan Ilir melakukan pembersihan masjid dari lingkungannya hingga bagian dalam masjid termasuk WC dan trotoar pinggir jalan depan masjid.Tak hanya itu, Polres Ogan Ilir. "Dalam giat Kapolres Ogan Ilir  bersama para PJU, para Kasat dan Perwira serta  seluruh Personil Polres Melaksanakan  Bhakti Sosial sekaligus membagi kan Sembako dan pengecekan Kesehatan di Panti Jompo Indralaya Kapolres didampingi oleh Ibu Ketua Cabang Bhayangkari Ogan Ilir".
Kegiatan di hari Minggu tgl 14 Juni 2020 pukul 09.00 wib sd pukul 11.00 wib
Dalam Giat tersebut dalam rangka menyambut Hari Bhayangkara ke  74. Dalam Giat Bhakti sosial tersebut juga dilaksanakan oleh seluruh Polsek Jajaran Polres Ogan Ilir yang dipimpin oleh masing masing Kapolsek nya.
Sebelum giat diawali apel bersama di Mapolres Ogan Ilir pukul 09.00 wib.
Kapolres Ogan Ilir AKBP Imam Tarmudi,SIK,MH mengatakan, kegiatan bakti sosial ini rutin dilaksanakan oleh jajarannya. Adapun kegiatan salah satunya, kurvey, pembersihan di area lingkungan masjid, gereja dan tempat ibadah lainnya yang ada di wilayah Hukum Polres Ogan Ilir.

“Untuk di Masjid Al- Hikmah Desa Permata Baru,Kapolres langsung memimpin kegiatan bakti sosial. Kami juga memberikan bantuan untuk pembangunan masjid,” ujarnya.
Pengurus Masjid Al- Hikmah berterimakasih atas kepedulian dan perhatian dari pihak Polres Ogan Ilir,
“Tentunya kami jamaah masjid berbangga hati, karena pihak Polres Ogan Ilir peduli lingkungan dan masjid,” tandasnya.

Disaat waktu bersamaan ini, jelas Kapolres, juga dilaksanakan bakti sosial ke Gereja HKBP di Desa Lorok/ Parit yang dimpin oleh Binmas bersama perwira dan personel Polres Ogan Ilir,“Kami bagi tim, yang masing- masing di Masjid dan tim lainnya ke Gereja HKBP,” ujar Kasubag Humas Polres OI Kompol. Zaenasyah kepada Dutasumsel.com.

Ketua Bangar DPR RI Apresiasi Terobosan Program Jaring Pengaman Sosial Bupati Muba

#Bupati Dodi Jadi Narasumber Diskusi Politik Anggaran Penanganan Covid-19#

MUBA,DS. -  Tidak hanya sekedar retorika, berbagai action telah dilakukan oleh Bupati Muba Dr H Dodi Reza Alex Noerdin diantaranya  program Jaring Pengaman Sosial yang disalurkan untuk warga  miskin baru dan terdampak Covid-19 di Musi Banyuasin yang mendapat apresiasi dari berbagai pihak, kali ini apresiasi dari Ketua Badan Anggaran DPR RI MH Said Abdullah . Hal ini terungkap saat Bupati Musi Banyuasin Dr H Dodi Reza Alex menjadi narasumber melalui Video Conference pada diskusi dengan tema Politik Anggaran Penanganan Pandemi Covid-19 Komitmen dan Kiat Daerah, di Ruang Rapat Guest House Griya Bumi Serasan Sekate, Jumat (12/6/2020).

Diskusi yang diikuti oleh Ketua Badan Anggaran DPR RI MH Said Abdullah, Gubernur Sumsel yang diwakili Asisten III Bidang Administrasi Umum Edward Juliartha, Bupati Ogan Komering Ilir H Iskandar SE, serta Dosen Fisip Universitas Sriwijaya Dr M Musni Tahmrin sebagai moderator.

Dalam paparannya Bupati Muba menyampaikan untuk menangani wabah virus Corona selain dari sektor kesehatan yang maksimal dilakukan juga jaring pengaman sosial terkait kehidupan ekonomi masyarakat.

"Kemudian kita juga harus memikirkan dampak ekonomi dari pemulihan pendemi Covid-19 ini," ujarnya.

Lanjut Dodi, berdasarkan peraturan yang berlaku Pemkab Muba telah menganggaran percepatan penanganan Covid-19 sebesar 303.878.085. 264 (303 Milyar) anggaran untuk penanganan Covid-19 meliputi penanganan kesehatan sebesar 89.888.223.491(89 milyar), penanganan dampak ekonomi 103.436.958.000 (103 milyar), dan jaring pengaman sosial 110.552.903.773 (101 milyar) dari rencana awal penganggaran percepatan penanganan Covid-19 sebesar 500 milyar

"Penanganan kesehatan dalam rangka pencegahan dan penanggulangan adalah hal yang utama dimana dinas kesehatan dan RSUD di Muba yang untuk memperkuat sarana dan prasarana kesehatan, misalnya di RSUD Sekayu saya telah menganggarkan PSR Real-time agar lebih cepat penanganan dan mengurangi beban biaya Rumah sakit untuk bisa terkendali dengan baik penyebaran mata rantai Covid-19 begitu juga dengan menyiapkan 3 RS darurat di RSUD Sekayu, RSUD Bayung Lencir dan RSUD Sungai Lilin dengan fasilitas ruang isolasi bertekanan negatif lengkap dengan isolator", jelas Dodi

Penanganan dampak ekonomi selain bantuan pusat Pemkab Muba telah juga menggratiskan Pelanggan listrik PT Petro Muba, penggratisan pelanggan PDAM, program padat karya.

" Selanjutnya untuk Penyediaan Jaring Pengaman Sosial Pemkab Muba menyiapkan Jaring pengaman sosial untuk masyarakat yang tidak masuk di Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) yaitu melalui BLT APBD seperti  Top up KPM BPNT dan perluasan KPM BPNT sebesar 400.000, BLT untuk KPM Misbar diluar DTKS sebesar 600.000, , BLT APBD untuk ustadz dan ustadzah, serta BST civitas akademika universitas Rahmaniyah selain dari pusat seperti BST Kemensos, PKH Kemensos, BLT Dana Desa", terangnya.

Dalam hal penangan Covid-19 ini Bupati Muba menyarankan agar pemerintah daerah harus proaktif dan menjemput bola.

Ketua Badan Anggaran DPR RI MH Said Abdullah, mengapresiasi terobosan Bupati Muba yg menyiapkan jaring pengaman sosial untuk masyarakat terdampak Covid-19 yg tidak masuk di DTKS pusat.

"Saya mengapresiasi yang dilakukan oleh Pak Dodi dan luar biasa biasa bagi kami dan sebagai Banggar DPR RI akan kami bicarakan dengan menteri keuangan dimana Daerah membantu dengan bansos untuk masyarakat yang tidak masuk didalam DTKS," ucapnya.

Said Abdullah menghimbau kepada semua pihak dan Banggar DPR supaya berdamai dengan Covid-19 untuk mulai membuka diri karena keterbatasan anggaran agar ekonomi bisa segera pulih.

"Kita harus memastikan pandemi covid kuartal ketiga selesai atau tidak selesai kita harus berkompromi dan berdamai dengan protokol kesehatan agar ekonomi kita pulih. Kombinasi kebijakan ini antara penanganan covid dengan pemulihan ekonomi, segera dan tegas sambil tetap istiqamah agar covid cepat berlalu," Said.

Sementara itu moderator Husni Thamrin menyampaikan, penanganan covid 19 adalah tugas dan komitmen Pemerintah tentang pengalokasian anggaran dan fokus dari pengelolaan anggaran.

"tujuan kegiatan diskusi hari ini untuk melakukan edukasi kepada masyarakat dan halayak ramai terkait apa saja yang sudah dikerjakan oleh Pemerintah," katanya.

Ia mengungkapkan, pola dalam mengalokasikan anggaran tersebut selalu sama, karena melihat arah kebijakan makro dari pusat serta pemerintah daerah di lapangan.

Pasalnya sejauh ini masyarakat melihat konsep telah bagus tapi bagaimana di lapangan, masyarakat menuntut bagaimana konsep lokasi di lapangan yang sesuai aturan.

"Yang penting apa yang sudah diniatkan maka di lapangan akan terjadi," tutupnya.(hsril) 

Miris, Ada ada Aja Pasien Diduga Covid 19 Ogan Ilir Pulang Sendiri Dengan Angkutan Umum Tanpa Kejelasan

INDRALAYA,DS. - Keluarga Hasanudin alias Anang (45) Warga Kelurahan Tanjung Raja Barat Kecamatan Tanjung Raja Kabupaten Ogan Ilir sangat kecewa dengan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Bari yang merawatnya saat dihebohkan terjangkit virus Corona covid 19.

Ia menuturkan, dirinya sekiranya Sebelum lebaran idul fitri kemarin dirinya sempat dijemput pihak RSUD Ogan Ilir dengan menggunakan ambulance bersama petugas lengkap menggunakan Alat Pelindung Diri (APD)," ya,saya dijemput pakai ambulance dengan petugas yang memakai APD dan saya sempat dirawat di RSUD Ogan Ilir selama 3 hari 3 malam, selanjutnya dikirim ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Bari untuk menjalani perawatan selama kurang lebih 21 hari,setelah itu saya disuruh pulang tanpa surat keterangan dan saya pulang sendiri dengan menggunakan kendaraan umum tanpa bekal ongkos,"katanya polos,minggu (14/6/2020).

Terpisah Marna (50) istri dari pasien menuturkan,jauh sebelumnya suaminya dijemput pihak RSUD Ogan Ilir sesuai protokol covid 19, ia merasa tidak senang karena kepulangan suaminya kerumah tidak ada kejelasan dari pihak rumah sakit Bari, "ya, kami kecewa suami saya pulang sendiri dari rumah sakit tanpa kejelasan mengidap penyakit apa,dan tanpa adanya surat keterangan hasil dari perawatan selama suami saya dirawat.karena dilingkungan masyarakat kami sudah malu dihebohkan terjangkit corona,"ujarnya.

Lebih lanjut ia menuturkan, dirinya sangat sedih dengan kepulangan suaminya tanpa kejelasan,dan dengan tanpa alasan keluarganya dikucilkan dari masyarakat,maka dari itu keluarganya meminta pemulihan nama baik yang sudah tercoreng karena diduga sudah menderita covid 19,"ya,kami meminta kejelasan suami saya menderita penyakit apa dan pulang dari rumah sakit juga kami tidak tahu,tiba - tiba suami saya sudah pulang,"terangnya kepada awak media disertai linangan air mata.(drs)

Cegah Karhutlah Di Musim Kemarau Pemkab Muba Gelar Apel Penanggulangan dan Pencegahan Karhutlah

Persiapan Dan Kesiagaan Pemkab Muba Rangka Penanggulangan dan Pencegahan (Karhutla) Tahun 2020 Di Wilayah Muba.

MUBA,DS.- Menjadi sebuah rutinitas di setiap tahunnya untuk dapat mengantisipasi musibah kebakaran hutan, kebun dan lahan dimusim kemarau, perlunya kewaspadaan semua pihak. Hari ini Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin bersama dengan Dandim 0401 Muba, Kapolres Muba, Ketua DPRD dan, instansi terkait lainnya, menggelar Apel dalam rangka menyiapkan kesiagaan personil dan peralatan untuk penanggulangan dan pencegahan menghadapi kebakaran hutan, kebun dan lahan tahun 2020 di wilayah kabupaten Muba, Jum’at (12/6/2020) bertempat di Halaman Mapolres Muba. 

Sebagai pemimpin dalam kegiatan apel tersebut Bupati Muba Dr H Dodi Reza Alex Noerdin, yang diwakili oleh Wakil Bupati Muba Beni Hernedi. Dalam Apel gelar pasukan pencegahan dan kesiapsiagaan kebakaran hutan, kebun dan lahan, Wabup Muba terlebih dahulu melakukan pengecekan pasukan. Selain itu juga disampaikan dalam sambutan nya mengucapkan terima kasih atas inisiatif nya yang telah di fasilitas oleh Polres Muba.

Berdasarkan prediksi terakhir terhadap kondisi cuaca oleh Stasiun Meteorologi, Klimatologi Dan Geofisika Sultan Mahmud Badarudin II Palembang, diperkirakan kemarau di tahun 2020 di Sumatera Selatan khususnya di Kabupaten Musi Banyuasin akan berlangsung mulai awal April hingga Oktober 2020, dengan kondisi suhu panas dan kering yang dapat mengakibatkan kebakaran hutan.

“Adapun tingkat kebakaran di tahun lalu itu menjadi pelajaran untuk dalam menghadapi Karhutla di tahun 2020. Tidak menutup kemungkin ada beberapa faktor yang menyebabkan terjadinya kebakaran yang salah satunya faktor manusia. Nah ini, sebagai tantangan bagaimana proses pencegahnya kebakaran hutan. Kita harus dapat meminimalisir Kebakaran Hutan, Kebun dan Lahan di wilayah Kabupaten Muba. Lakukan patroli mulai dari kecamatan hingga ke desa-desa desa. Sering lakukan koordinasi yang lebih baik lagi, ketersediaan alat berat harus di siapkan sejak awal. Jika minim nya tingkat kebakaran itu terjadi maka dapat menjadi sebuah prestasi di Muba,” Ungkapnya. 
.
Ditegaskan kembali oleh Bupati Muba Dr H Dodi Reza Alex Noerdin, yang diwakili oleh Wakil Bupati Muba Beni Hernedi, mengatakan untuk kesiapan dan kesiagaan daerah dalam mengendalikan kebakaran hutan, kebun, dan lahan harus dilaksanakan, diawasi pelaksanaannya dan terus dilakukan evaluasi.

"Sebagaimana  sesuai rencana aksi yang dapat disimpulkan dari hasil Rapat Koordinasi Khusus Tingkat Menteri Pada Rabu 23 Januari 2019 Di Kantor Menkopolhukam RI di Jakarta yaitu, koordinasi pengendalian Tingkat Nasional, Provinsi, dan Kabupaten. Yaitu mendorong penetapan siaga darurat lebih awal. Pengaktifan satgas, peningkatan upaya deteksi dini dan penyebarluasan informasi pengendalian, peningkatan patroli, pembuatan hujan buatan, peningkatan upaya manajemen gambut, peningkatan pelibatan masyarakat dalam pencegahan kebakaran hutan dan lahan", tambah nya. 

Sementara itu,  Kapolres Muba AKBP Yudhi Surya Markus Pinem SIK menyampaiakan ada 4 metode dalam penanggulangan Karhutla yaitu, lakukan pencegahan harus dapat merubah mindset masyarakat, pemadaman titik api dengan tepat dan baik dan tidak dilewatkan adanya penegakan hukum. Selain itu Perangkat Daerah harus dapat berperan aktif, menyiapkan alat berat, yang paling penting sumber air nya. 

“Bersama padamkan api, bentuk sinergitas yang baik dalam menanggulangi dan pencegahan kebakaran hutan, kebun dan lahan di wilayah Kabupaten Muba,” Ucapnya.

Ditambahkan oleh Ketua DPRD Muba Sugondo sebagai Wakil Rakyat akan mendukung dan memberikan suport penanggulangan kahutla dalam pendanaan anggarannya. "Kami juga akan turut membantu menjelaskan kepada masyarakat," ungkap Sugondo. 

Dandim 0401 Muba Letkol Arm Muh. Saifudin Khoiruzzamani, S.Sos menambahkan bahwa persiapan Personil di tahun ini dan akan membuat konsep lebih baik dari tahun kemarin. "Dan untuk sekarang sudah melaksanakan sosialisasi tentang larangan membakar hutan. Mudah-mudahan dapat mengantisipasi lebih awal", jelasnya.

Kepala Manggala Agni Operasi Daerah Muba Adi Nofriyansyah turut menjelaskan pihak menjelaskan tetap siap siaga seperti biasanya. Di tahun ini Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI ada program TMC (Teknologi Modifikasi Cuaca) yang di mana kondisi sekarang masih hujan. 

“Sudah bekerja sama dengan TNI, Polri dan juga masyarakat desa untuk melakukan pencegahan didaerah-daerah rawan. Potensi Kebakaran Hutan untuk di Muba berdasarkan hasil pantauan kami khusus daerah yang rawan akan kebakaran itu ada potensi,” Pungkasnya(hsril)